Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

ASUS V400 AIO Series: All-in-One PC Terbaik untuk Rumah dan Tempat Kerja

Gambar
Menuju akhir tahun 2025, rasanya resolusi saya untuk tahun 2026 sudah bulat: meja kerja yang lebih bersih (minimalis) tanpa mengorbankan performa.  Dulu, saya pikir semakin banyak kabel dan monitor yang bertumpuk, semakin terlihat "pro". Tapi ternyata, produktivitas sejati justru lahir dari ketenangan visual. Pengen kayak video video vlogger estetik yang simple, rapih dan gak banyak printilan di atas meja. Pikiran juga lebih segar, gak sih? Sebenarnya sudah lama kepikiran untuk melengkapi senjata membuat konten dengan All in One PC. Cuma ya gitu, maju mundur aja kayak setrikaan. Eh beberapa waktu lalu, saya sempat "mengintip" jajaran terbaru dari ASUS, yaitu ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) di acara Blogger Gathering di Makassar. Jujur saja, ini bukan pertama kalinya saya melihat dan mencoba PC AiO ASUS, tapi V400 Series ini memang beda sih. Perangkat ini  adalah jenis perangkat yang membuat saya berpikir ulang tentang setup desktop tower yang berantakan ...

Butuh Laptop di 2026? Ini Cara Memilih ASUS yang Tepat Sesuai Kebutuhanmu

Gambar
Saya pakai ASUS pertama kali sekitar 2012. Waktu itu alasannya sederhana: butuh laptop yang masuk akal , tidak rewel, dan tidak bikin stres di tengah tugas kantor dan kuliah. Tidak ada romantisme merek. Tidak ada ambisi “harus flagship”. Yang saya butuhkan cuma: nyala, kerja, dan bertahan. Yang menarik, belasan tahun kemudian, ketika saya sudah bekerja dan malah ikut terlibat dalam pengadaan perangkat kantor, nama ASUS justru muncul lagi—kali ini bukan untuk saya sendiri, tapi untuk tim. Sampai hari ini, ASUS Vivobook yang saya rekomendasikan ke kantor masih dipakai sebagai alat kerja harian. Spreadsheet berat, meeting seharian, dokumen bertumpuk, browser dengan puluhan tab, bahkan edit video dan audio juga bisa—semua itu dijalani tanpa drama.  Karena itu, ketika orang bertanya: “ASUS di 2025–2026 masih relevan nggak?” Jawaban saya singkat: iya, tapi pilihnya harus tepat . Karena sekarang konteksnya sudah berubah. Laptop bukan cuma soal cepat, tapi soal AI-ready , efisien, dan...

ASUS Fragrance Mouse MD102: Ketika Produktivitas Bertemu Sensory Experience

Gambar
Saya termasuk orang yang tidak pernah terlalu memikirkan mouse. Selama bisa klik, scroll, dan tidak bikin tangan pegal, ya sudah. Tapi kebiasaan bekerja dari laptop setiap hari—berjam-jam, hampir tanpa jeda—pelan-pelan mengubah cara saya memandang aksesori kerja.  Selama ini, mouse dikenal sebagai perangkat fungsional. Titik. Sepanjang ketika diklik responsif, desain ergonomis, ya sudah. Namun setelah datang di acara Gathering ASUS di bulan Desember 2025 di Makassar, Saya mencoba  ASUS Fragrance Mouse MD102  dan sejak itu saya melihat Mouse dengan  cara yang berbeda.  Pertama Kali Dipakai: Tidak Ada “Wow”, Tapi Ada Rasa Penasaran  Saat pertama kali melihat ASUS Fragrance Mouse MD102, kesan awalnya sederhana. Desainnya simple, minimalis, tidak mencolok. Tidak ada RGB, tidak ada bentuk agresif. Kalau dilihat sepintas, ini mouse kerja yang kalem. Warnanya juga sangat... cewe banget. Lucuk!  Ketika saya coba pegang, kok kayak ada yang beda ya. Bentuknya ...