Rumah Dijual Di Bandung Di Bawah 200 Juta

Memiliki rumah dengan kualitas terbaik adalah dambaan setiap orang, setuju gak? Rumah yang ingin dimiliki biasanya memiliki desain yang unik dan menari. Namun, tentu saja untuk bisa memiliki rumah yang demikian memang dibutuhkan pembangunan dalam yang relative lama dan biaya yang tidak sedikit. Apalagi di kota besar seperti di Jakarta, Makassar atau Bandung. 

Rumah Dijual Di Bandung Di Bawah 200 Juta


Maka tak heran jika dewasa ini kita sering menemukan masyarakat yang masih belum mampu memiliki hunian sendiri. Padahal, kita tahu bahwa rumah adalah kebutuhan pokok yang pemenuhannya harus diprioritaskan. Duh.. jadi bingung kan? 



Sebenarnya  ada solusinya sih buat kamu yang sedang bingung ingin memiliki rumah sendiri. Salah satunya adalah dengan membeli rumah langsung huni. Iyah! Selain lebih cepat, cara ini terbilang efisien. Lalu cari di mana dong? 

Buat kamu yang sedang mencari rumah di kawasan kota Bandung, saat ini sudah banyak cara untuk mencari informasi rumah dijual yang tepat. Salah satunya dengan bergabung bersama agen rumah dijual di Bandung. 

Rumah di Jual di Bandung


Berbicara tentang rumah yang nyaman, kini telah hadir agen jual rumah murah di Bandung dengan harga di bawah 200 juta. Bandung adalah kota besar yang banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kota.

Bahkan Bandung ini dijadikan sebagai destinasi wisata baik wisatawan domestic atau pun mancanegara. Harga penawaran hanya di bawah 200 juta rupiah ini tentu sebuah penawaran yang menarik bukan? Maka dari itu, bagi Kamu yang saat ini tengah risau dan tak kunjung mendapatkan rumah impian, maka Kamu bisa bergabung bersama salah satu agen jual rumah murah di Bandung yang menyediakan harga di bawah 200 juta.

Cara Bergabung dengan Agen Jual Beli Rumah


Untuk bisa mendapatkan rumah dijual di Bandung dengan harga di bawah 200 juta memang cukup sulit. Maka dari itu, langkah praktis yang harus dilakukan adalah dengan bergabung dengan agen jual rumah murah di Bandung supaya kita lebih mudah mendapatkan rumah impian dengan harga yang kita harapkan.

Sejak dulu hingga saat ini masyarakat jika ingin mencari rumah memang selalu mempercayakannya pada agen tertentu. Nah, sekarang gliran Kamu untuk membuktikannya sendiri. Gimana, tertarik?  

Suatu Sore di Gwanghwamun Square

Sore itu, setelah menjelajahi Gyeongbokgung Palace dan sekitarnya, saya kembali ke arah Gwanghwamun Square. Tujuannya pengen foto-foto lagi karena tadi siang hasilnya kurang maksimal gara-gara hujan. Iyes sodara-sodara, hujan di musim semi seperti di drama-drama Korea itu menyambut saya ketika keluar dari stasiun subway Gwanghwamun exit 9. Huhuhu.. 



Entah hujan yang telah reda atau memang begitulah adanya, Gwanghwamun Square sore itu beda dari siang tadi. Setelah nyebrang dari Gwanghwamun Gate, tampak berjejer polisi berompi hijau terang di sisi jalan. Beberapa sound system terpasang menyuarakan lagu-lagu Korea yang energik. Orang-orang menyemut mulai dari patung raja Sejong. Ada demo kah? Di Makassar kan biasanya gitu, pake bakar ban mobil segala. 

Lain lubuk lain ikannya, pepatah yang satu ini sepertinya benar. Di Makassar yang rame-rame pake polisi gini di tengah keramaian kota palingan demo. Di Seoul beda lagi,cyn.. 

Ternyata sore ini sekelompok ahjussi dan ahjumma sedang senam bersama di depan patung raja Sejong. Gak cuma itu. Hanya dipisahkan oleh tenda sound system  dan barisan mas-mas ganteng berjas hitam dan beberapa mba-mba berompi biru, mungkin ada sekitar seratus dua ratus atau bahkan lebih orang berkumpul di di depan sebuah panggung. Apa pula ini?


Suatu Sore di Gwanghwamun Square


Melihat mas-mas ganteng dan seorang mba berjas hitam dengan earpiece berseliweran di depan saya, tak pelak membuat saya langsung teringat pada drama Korea 3 Days. Mereka semacam pengawal keamanan presiden or something. 

Makin ke sana makin banyak orang, musik juga makin keras. Dari lagu yang terdengar sepertinya yang lagi perform di atas panggung itu grup Koyote. Itu lohh grupnya Kim Jong Min, castnya 2 Days 1 Night di KBS. Ya ampun.. ya ampun, saya suka banget sama acara itu. Meski gak cakep-cakep banget, Jong Min lucu abis. Lumayan kan bisa ngeliat artis, hahaha (sungguh saya memang terkadang naif sekali). 



Boleh gak ya saya lewat sini? Sudah orang di Seoul tinggi-tinggi (apa saya yang terlalu kecil?). Susyeeh amat menerobos ke panggung. Ya sudahlah lewat aja.  Jangan-jangan turis gak boleh lewat, kan gak lucu kalau ditahan polisi lalu dibawa ke kantor polisi Seoul. Mending kalo ketemu Donghae yang lagi wajib militer di sana..  

*eaaaaa.. ngayal!* 

Saya memberanikan diri bertanya pada seorang wanita berompi biru. Pokoknya di Seoul andalan saya kalau lagi nyasar atau pengen tahu sesuatu, tanyalah pada orang berompi warna terang. Mereka kemungkinan besar petugas. Asumsi saya gak salah. Dia sepertinya petugas yang bagi-bagiin brosur (hahahaha apa sih) hanya sayangnya dia gak tahu berbahasa Inggris. Jadilah dia memanggil seorang rekannya yang kemudian menjelaskan pada saya bahwa ini adalah event kampanye calon presiden Korea Selatan. 

Cek videonya di akun instagram @vitamasli 

Whaaaatt?? Kampanye? Saya pikir acara hiburan apa gitu. Mereka sedang menunggu sang calon presiden nomer 1 ini tiba di lokasi. Jadi ada acara nyanyi-nyanyi apalah gitu, bagi-bagi brosur dan light stick. Semacam konser Kpop aja nih bapaknya... Apa perasaan saya aja ya? 

Anyway, berhubung rasanya aneh juga berada di tengah orang-orang Korea yang bentar lagi bakal pemilu itu, Lagian takutnya kesorean, pencahayaan gak begitu bagus buat foto di depan patung Admiral Yi Sun Sin. Kamera mirrorlessnya lowbat cyn. Mau gak mau yang diandalkan cuma kamera dari hape aja. Ihiks! 

Berjalan menuju area patung Admiral Yi Sun Sin di belakang exit 9, saya perhatikan makin banyak orang berpakaian ala karyawan yang berlalu lalang dari seberang jalan. Ah.. sudah pukul setengah enam sore, waktunya bubar kantor. Tapi kok mereka gak bergegas pulang melalui exit 9 sih? Malah pada nunggu di depan pintu keluar? Ada apa sih, ada apa sih? Tingkat kekepoan saya memuncak. E..tapi ada spot yang bagus nih, foto dulu ah! 

*Tetap yaaa... turis banget!* 



Lagi seru-serunya foto sana, foto sini, area di depan pintu exit Gwanghwamun stasiun tiba-tiba kosong. Gak ada orang yang keluar dan masuk melalui jalur itu. Lagi-lagi mas-mas berjas hitam, tinggi semampai dan keren itu berdiri di beberapa spot tertentu. Adakah yang mau lewat? Eihh.. gak mungkin lah capres nomer 1 lewat situ kan? 

Sekali lagi, jangan nyamain kebiasaan di satu tempat dengan tempat lain. Beneran loh sang capres nomer 1 itu keluar dari situ diiringi pengawalnya sambil dadah-dadah gitu ke orang-orang yang menunggunya. Seorang haksaeng (siswa) yang berdiri di samping saya malah sudah teriak-teriak histeris semacam fans ngeliat member EXO lewat. 

Cek videonya di akun Instagram @vitamasli 

"Who is he?"tanya saya pada siswa perempuan itu. 

"He's our new president,"jawabnya dengan mata berbinar. "No... i mean, he's going to be new president." 

"Oh you mean he's one of the candidates for president?" 

"Yes, yes. But he's going to be our new president," jawabnya yakin seyakin fans kpopers meyakini hanya boyband favoritnya yang paling keren. 

Para mba-mba kantoran di sebelah sana juga tampaknya senang sekali meski gak sehisteris dedek ini sih. Bapak-bapaknya lebih kalem sih, cuma langsung turun dong minta salaman. Hahaha.. Ya sudahlah, langsung cuzz aja deh ke area patung Admiral Yi Sun Sin buat foto-foto. Sayangnya di sana tampaknya ada ritual memperingati kematian seseorang. Yah.. akhirnya cuma bisa foto dari samping aja. 



Hawa makin dingin, pegel makin terasa. Saya memutuskan duduk sebentar di bangku taman sambil duduk menikmati suasana sore di Gwanghwamun, Trafik kendaraan sore itu cukup padat meski tidak semacet Jakarta atau sesemrawut lampu merah di Makassar. Dari pengeras suara terdengar bapak capres itu berorasi entah ngomong, saya gak tahu. Yang jelas para pendukungnya dengan setia menyerukan namanya bahkan ketika bapak ini turun panggung. "Moon Jae In.. Moon Jae In.." 

Tiba-tiba saya teringat, payung kuning punya penginapan ketinggalan di tempat penyewaan Hanbok. Oemji.. berarti kudu balik lagi ke arah Gyeongbokgung Palace di seberang sana. Kalau saja payung pinjaman mungkin gak bakal balik lagi. Jauh booo'.. 

Kampanye Pilpres di Gwanghwamun Square, Moment I'll Never Forget


Tapi saya percaya everything happens for a reason. Demi mendapatkan payung itu kembali, saya harus melewati massa yang menari bersama seiring lagu tema kampanye. Ada dance tutorialnya loh di atas panggung. 

Di sisi lain, massa mengejar mengejar salaman dengan sang capres. Gak mau ketinggalan saya mengarahkan kamera hape untuk mereka. Saya baru ngeh bahwa saya lupa menekan tombol record ketika pak capres masuk ke mobilnya dan berlalu. Fiuhh... pasti kalau saya ceritain bakal dianggap hoax. Ok, fine! Whatever.. hahaha 

Sembari menyusuri jalan mengambil payung yang tertinggal, saya berpikir betapa event yang tidak sengaja saya ikuti itu adalah sebuah kampanye yang rame dihadiri oleh masyarakat namun tetap tertib. Tidak menganggu aktivitas yang lain meski harus berbagi Gwanghwamun Square dengan komunitas pesenam tai-chi dan upacara peringatan kematian. Waktunya di jam bubar kantor pula, di mana kawasan itu merupakan kawasan perkantoran pemerintahan yang juga gak jauh dari objek wisata. Kebayang dong crowdednya. 

Video lengkapnya ada di Instagram @vitamasli ya! Jangan lupa follow (teuteup pesan sponsor) 

Paling amazing menurut saya adalah si bapak ini tiba ke lokasi melalui stasiun Gwanghwamun exit 9 dan meninggalkan massa pendukungnya dengan mobil. Gak bikin macet, gak pake nutup jalan,gak pake foreider. Bahkan setelah kampanye usai Gwanghwamun Square tetap bersih dan nyaman. 

Ketika kemudian beberapa hari yang lalu ramai diberitakan bahwa Moon Jae In meraih suara paling banyak di pemilihan presiden Korea Selatan bulan Mei ini, saya lalu kepikiran siswi sekolah yang menjawab pertanyaanku. As she expected, bapak itu jadi presiden beneran. Congrats! Selamat ahjussi.. 

Apa ini berarti saya sudah menyaksikan peristiwa bersejarah? Hahaha.. 

Yang jelas sore di Gwanghwamun Square kala itu merupakan pengalaman berkesan. Saya menyaksikan moment yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya jalan dengan tour travel atau payung gak ketinggalan atau males-malesan jalan kaki. I love my trip! Alhamdulillah.. 

Traveling ke Korea Selatan, Butuh Budget Berapa?

Ini dia nih pertanyaan yang sering banget dilontarkan orang-orang kepada saya SELAIN "ini jalan-jalan modal pribadi atau dibayarin?"

((Dibayarin))

Mauku juga begitu kak... 

Asal tahu aja traveling gratisan ke Korea itu sudah jadi impian sejak 2012. Ikut lomba lah, quiz lah, blog ini saya jadiin dotcom, kontennya Kwave melulu lah dan inilah itulah. Segala cara saya lakukan dengan harapan suatu hari bisa jalan2 ke Korea dibayarin pihak KTO atau siapa gitu. Ya kaleee...

Nyatanya.., mungkin Allah tahu saya cukup mampu untuk traveling ke Korea meski gak gratisan. Lagian apa sih yang gratis di dunia ini gaes? Ngeliat senyum Lee Jungki dari jarak 100 meter aja pake bayar tiket fanmeeting kok! Hihihihi..

Anyway,  saya ke Korea (Selatan) itu atas biaya sendiri. Berapa total keseluruhan biaya nya? Mmh.. lets put it this way!

Traveling ke Korea Selatan, Butuh Budget Berapa? 


Setiap perjalanan yang kita lakukan harus dilihat dulu dari style traveling kita. Apakah kita memilih traveling seperti turis secara grup yang disediakan pihak travel agen, semi backpackeran yang diusung oleh travel agen perseorangan,jalan berdua atau solo traveling? Karena tiap pilihan, beda biaya loh. Jalan berdua atau sendiri pasti beda juga dengan traveling bareng keluarga even though dilakukan secara mandiri (bukan pake grup tur travel agent).


Setelah menetapkan style traveling kita, baru kemudian kita menentukan berapa besaran budget untuk tiap-tiap variabel. Apa saja kah itu? 

1. Tiket Pesawat

Banyak orang yang berlomba-lomba dengan segala trik dapat tiket murah semurah-murahnya. Pokoknya makin murah keliatannya (seperti) makin hebat. "Lu dapat tiket berapa ke Seoul kemarin? Gue dong 2 juta pp." Padahal abis itu ngeluh badannya pegel2 selama perjalanan, masa transit yang lama sampai harus keluar biaya tambahan untuk nginap semalam krn connecting flight.

Kalau kamu gak keberatan dengan fasilitas standar, masa transit, connecting flight sampai harus beli bagasi, silahkan ambil budget airlines. Apalagi kalo memang budget yang ada yah cukupnya segitu.  Harganya bisa jadi muraaaaah banget di waktu-waktu tertentu dibanding full service airlines. Namun, karena harga promo gak bisa direfund jika terjadi sesuatu dan lain hal.

Terkadang kita juga merasa dengan budget airlines sudah paling murah harganya dibanding full service airlines. Nyatanya belum cencuuuu... Airlines yang gede2 tuh ada kok yang mengadakan travel fair di bulan-bulan tertentu. Dengan harga yang lebih reasonable, kamu sudah dapat fasilitas yg lebih nyaman.

Budget Trip
Korea Airlines dan Air Seoul di Bandara Incheon 
Nah, sekarang pertanyannya kamu pilih yang murah atau yang nyaman? Semua orang pasti sudah murah,nyaman pula. (Sayaaaa jugaaa kali kak...). Tapi ada harga ada kualitas. Jangan terlalu tergiur juga dengan tawaran tiket murah. Mana tahu jebakan batmennya lebih parah. Maunya hemat, malah pengeluaran dua kali lipat. 

Oleh karena itu saya gak nyantumin harga tiket di sini,karena sekali lagi tergantung preferensi dan 'luck'. Sebagai gambaran aja, tiket pulang pergi dari Makassar melalui Denpasar atau Jakarta ke Seoul dengan Garuda Indonesia sekitar 5 jutaan (if you lucky enough nyatronin Garuda Travel Fair). Dengan Budget airlines semacam Airasia bisa jadi lebih murah atau malah lebih mahal tergantung kamu bookingnya pas promo atau enggak. 

Berhubung saya startnya dari Makassar, tentunya harganya akan lebih mahal dibanding kamu yang startnya dari Jakarta. Yalah, karena Makassar gak ada penerbangan langsung ke Seoul. Makanya sekali lagi, gak bisa banding-bandingin harga lah ya.

Nonton kuy : How To Get to Seoul From Incheon International Airport - Arrival Tour


2. Penginapan

Untungnya traveling berdua adalah bisa shared cost penginapan. Saya dan partner traveling sepakat nyari yang kamar mandi private tapi bukan hotel karena budget kami per orang cuma 250 ribu per malam. Sempat agak lama pilih-pilih dan baca review dari lima situs pemesanan kamar seperti Agoda,Booking,Hostels,Tripadvisor,AirBnB hingga Traveloka. Membaca review orang itu penting supaya gak salah pilih tempat. Foto juga kadang deceiving banget kan.. 

Setelah sempat membooking 3 penginapan dan dibatalkan tanpa ada biaya (pembatalan 14 hari sebelum kedatangan), akhirnya saya dan partner traveling sepakat untuk menginap di Korstay Guesthouse. Selain sekamar berdua, kamar mandi di dalam, televisi,AC+heater,sarapan disediakan dan free wifi, menurut review guesthousenya bersih. Lokasinya strategis deket dengan stasiun subway dan halte bus, deket Namsan,Dongdaemun,Myeongdong plus managernya baik,helpful dan bisa bahasa Inggris. 

Sayang saya lupa (pake banget) foto kamarnya selama nginap di situ. Di hari kedatangan saya sudah senang banget bisa early check-in dan bisa ketemu kasur. Sampai akhirnya kami check out pagi-pagi, niat mau fotoin dan vlogin kamarnya tinggal niat doang. 

Korstay Sookmyung University
Korstay Guesthouse Seoul Tampak Depan
Pada dasarnya sih foto yang ada di homepage Korstay atau yang ada di situs-situs pemesanan kamar seperti disebut  di atas gak jauh beda kok dengan kenyataannya. Malah ada ruangan penghubung antara pintu kamar dengan pintu ruang tidur. Ruangan kecil ini khusus naro sepatu kek yang biasa kamu liat di drama-drama Korea itu. Kamar tidurnya dipisahkan lagi dengan pintu lain. Jadi tingkat keamanannya lumayan karena ada dua pintu yang bisa kamu kunci.

Oiya kamar mandinya juga bersih dan gak bau. Tersedia juga shampoo, sabun mandi cair dan sabun cuci tangan. Air dingin dan panas bisa diatur baik itu untuk wastafel dan hand shower. Aliran airnya stabil dan kencang. Jadi selain dipake mandi bisa dipake buat bersih-bersih setelah BAB. Maklum kebanyakan toilet di Korea modal tissue doang. So, hand shower yang bisa dimultifungsikan is a must, lol.

Biaya :  
Rp. 3.300.000 untuk 8 hari. Di bagi dua, seorang kena 206.250. Boleh lah untuk standar saya, Oiya, sebenarnya ada harga yang lebih murah bisa didapatkan melalui Agoda. Sekitar 2,7 juta. Tapi pada akhirnya kami memutuskan booking via Traveloka. Berdasarkan pengalaman, just in case something bad happen, Traveloka masih bisa diandalkan untuk dimintai pertanggungjawaban. Saya kapok dengan tawaran harga murah yang pada kenyataannya berbuntut 'derita'. Huhuhuhu..

3. Transportasi 

Selama di sana saya menggunakan moda transportasi umum (subway dan bus). Untuk itu saya menggunakan T-money. Kartu T-money bisa dibeli di Icheon Airport melalui mesin atau ke Seven Eleven,G25 yang ada di sana. Partner traveling awalnya mau beli yang gambar lucu-lucu di mesin T-money Line seharga ₩4000. Berhubung mesinnya gak menerima lembaran 50ribuan, akhirnya beli di Sevel seharga ₩3500. 

Saya malah gak beli karena dapat gratisan dari KTelecom setelah beli simcard 4G unlimitednya. Asik! 


Biaya: 
Awalnya saya reload ₩30.000 namun pada akhirnya reload lagi sampai total ₩50.000. Iyess soalnya rute traveling sampe ke Songdo,Incheon dan di Seoul banyak ngider-ngidernya. Ada beberapa tempat khusus yang saya datangi sampai berkali-kali. Biasanya karena pershoppingan yang gak selesai-selesai. Hahahaha..

Sebenarnya ₩50.000 itu gak melulu buat transport kok. Kartu T-Money juga bisa dipake buat bayar belanjaan di CU, Seven Eleven atau G25. Kadang saya pake buat jajan roti,binggere (susu pisang) atau kopi. 

Jajan? Itu makan siaaaaang....!!! Hihihi... 

4. Konsumsi 

Mengingat di Korea banyak makanan non halal, saya pun jadi milih-milih. Sarapan berupa roti panggang dan selai strawberry sudah makanan wajib disantap karena disediakan pihak penginapan. Makan siangnya cukup beli gimbap isi tuna seharga ₩ 700 atau kalau ketemu penjual Odeng yang gak jual sundae (which is itu jarang banget) seharga ₩700 - ₩1000 pertusuk. Alternatifnya beli roti susu atau isi kacang merah (yang sudah aku scan google translate dulu komposisi bahannya) seharga ₩1000 - ₩1300. Minumnya 

Minuman semacam Milkish dipatok ₩1000 per kaleng sementara Binggere alias Susu Pisang ₩1300 per botol. Khusus yang rasa cokelat atau plain dapat promo beli 1 gratis 1. Minuman ion yang dipromosikan di serial TV Goblin itu ₩1500 per botol. Minum modal dari tumblr yang diisi air putih di penginapan, isi 1 liter. Lumayan kan? Hihihi. Malamnya sebelum pulang ke penginapan, mampir dulu ke CU dekat Korstay beli nasi instant seharga ₩1300 per cup, beli 1+1. 

Gak lupa beli buah-buahan buat cemilan tengah malam. Kebetulan Strawberry di sana gede-geda dan manis jadi langsung beli aja. Pertama beli di Myeongdong sekotak ₩6000. Kedua beli di Itaewon dengan berat yang sama harganya ((cuma)) ₩3000. Plus kiwi 6 biji ((hanya)) ₩2000. Cuma emang lebih gede dan manis Strawberry di Myeongdong. Hihihihi



Sekali makan di Subway karena isi sandwichnya bisa milih dan ada opsi vegetariannya. Saya pilih isi sayuran dengan saos pedes. Harganya ₩3500 gak termasuk minum. Di sana gak ada paketan ala-ala keepci ya sodara-sodara. Minuman yang tersedia hanya softdrink standar semacam Sprite,Coca Cola, Pulpy pokoknya yang keluaran Coca Cola family  deh! Harganya? Ukuran standar ₩1500 per gelas. Lumayan juga kalo dikaliin Rp,12,5 per won. 

Untuk kamu yang demen ngopi, maka berbahagialah... Di Seoul di mana-mana banyak coffee shop entah itu yang francise international semacam Starbucks, Coffee Bean atau yang lokal ala Dal.komm dan kopi-kopi lokal lainnya. Harga kopi berkisar antara ₩4500 - ₩6000 (tergantung ukurannya). Tapi aku dong pernah beli kopi pas lagi jam promo, jam orang pulang kerja. Dari ₩4500 cuma bayar ₩1500 doang. Hahaha, alhamdulillah! 

Minuman kopi botolan Starbucks atau French Coffee juga bisa kamu temukan di mart-mart dengan harga ₩2300 - ₩2500 per botol. Di Vending machine ada juga tuh yang cup cup kecil cuma aku belum pernah nyobain. Harganya sekitar ₩300 aja! Mau gratis? Ada di Korstay. Tersedia coffee instant sachetan dan teh dalam jumlah banyak. 

Makanan lain misalnya segala macam ayam-ayaman dan sapi-sapian terus terang saya gak niat mau nyoba juga karena alasan kehalal-an. Meski itu ayam dan sapi tapi disembelihnya gak pake bismillah yah gak halal juga sih menurut saya. Menurut saya loh yaaa... 

Jjimdak - Makanan Korea yang Rasanya Pedes Manis 
Saya makan ayam, daging dan seafood itu pas ke Itaewon. Disana banyak tempat makan halal. Tentu saja tidak kusia- siakan. Satu porsi harganya ₩10.000 -₩12.000 . Porsinya lumayan gede bisa buat berdua. Sudah lengkap dengan 3 macam side dish yang tentu saja aku minta refil (hahahaha gak mau rugi kalo ketemu sayuran) dan minum teh aapaaaa gitu yang rasanya nyegarin banget. 

Di Banpo Bridge senang banget nemu Nasi Goreng dan Mie Goreng ala Indonesia di salah satu foodtruck pasar malam Seoul. Harganya ₩ 7500 untuk Mie Goreng Seafood dan ₩7000 untuk seporsi Nasi Goreng. Demi kekangenan dengan makanan Indonesia. 

Jadi total pengeluaran berapa? Tergantung dari kamu aja sih mau makan apa. Kisaran harganya gak jauh-jauh dari yang saya sebutin di atas. Jadi murah atau enggaknya sekali lagi pilihan kamu. Saya sih makan roti ama minum aja sudah cukup buat jalan seharian. Gak tahu deh kalau mas Anang..

5. Internet

Perlukah sewa modem di Seoul sementara free wifi di mana-mana? Nyatanya free wifi itu gak literally di mana-mana. Di tempat pariwisata memang ada, di mall gede pun ada sebenarnya. Di penginapan sudah jelas ada. Di Incheon airport apalagi. Tapi yang saya khawatirkan itu just in case saya kesasar dan di sana gak ada wifi. Gimanaaa coba?? Karena sekeren-kerennya itinerary, yang namanya kemungkinan nyasar itu selalu ada. 

Dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya membeli simcard unlimited untuk 10 hari di SK Telecomm. Harganya sekitar ₩31.000 bonus T-money card dan e-voucher belanja. Kamu bisa skip ini kalau merasa gak perlu. Toh pada akhirnya tergantung dari kebutuhan kamu aja kok. 

6. Biaya Lain-Lain

Hal-hal yang saya kategorikan dalam biaya lain-lain sangat bergantung pada tujuan kamu ke Korea tuh mau ngapain dan ke mana aja. Misalnya kamu pengen maen ke Everland, strolling around ke pulau Nami, nonton pertunjukan 3D di Coex, naik ferry mengarungi Hangang  misalnya, itu tentu gak gratis. 

Kalau saya lebih memilih masuk ke tempat pariwisata yang gratis atau semi gratis. Contoh sewaktu saya berkunjung ke Gyeongbokgung palace dan sekitarnya. Masuk ke istana-istana bisa kena ₩3000 per istana. Kalau ada 3 istana jadinya ₩9000. Masuk pake hanbok bisa gratis. Sewa hanboknya ₩10.000 per dua jam atau ₩15.000 per empat jam. Kalau dihitung-hitung keknya rugi duit yah sewa hanbok cuma buat masuk ke istana doang. Tapi pengalaman pake hanbok ngider 3 istana sampai ke bukcheon village keknya nutupin sih buat saya.  

Gyeongbokgung Palace
Hanbok Experince 

Maka dari itu cost untuk biaya lain-lain ini bisa amat sangat bervariasi.  Termasuk juga oleh-oleh dan belanja. Ada yang merasa hanya perlu beli gantungan kunci atau magnet tempel. Bisa jadi ada juga yang gak enakan sama orang kalau oleh-olehnya bukan kosmetik Korea atau tshirt/varsity yang Korea banget. 

Belum lagi perempuan suka gak bisa nahan diri kalau liat make up atau baju yang lucu-lucu which are itu banyaaakkkkk banget di Seoul. Meski sudah memantapkan hati gak mau shopping, ada saatnya kamu akan khilaf di Myeongdong. Waspadalaaah! 

Budget yang Perlu Disiapkan Untuk Traveling Ke Korea

Overall, saya gak mau mentotalkan berapa duit yang saya keluarkan untuk biaya traveling ke Korea. (Saya gak bisa menyebut Seoul aja karena wilayah jelajahan sampai ke Songdo,Incheon juga).  Sekali lagi, biaya traveling itu sangat bervariasi tergantung pilihan kamu. Kata salah satu teman saya, satu-satunya yang pasti itu cuma biaya pembuatan Visa Korea Selatan aja. Itu juga bisa jadi berbeda tergantung kamu berada di Jakarta dan mengurus sendiri atau berada di luar Jakarta dan atau pakai jasa travel agent.


Sisa Duit 
Biaya traveling juga gak bisa dibanding-bandingkan ini murah ini mahal, kamu rugi saya untung. Karena sekali lagi, kembali ke itinerary, kemampuan finasial kamu, preferensi kenyamanan and a little bit luck juga. Dapat tiket promo full service airlines itu 'luck' juga loh.. but then again, bukan berarti kalau kemudian kamu dapat tiket budget airlines yang harganya gak promo itu sial. Emang jalannya gitu aja kali. Kadang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan sesiap mungkin, ada hal-hal yang tak terduga bisa terjadi dan ngefek ke budget tiket. Jangan sedih... hehehe.

Prinsip saya secara sederhana seperti ini: sepanjang gak bikin saya ngutang dan tabungan saya habis sehabis habisnya, saya pilih yang membuat saya nyaman. 
Pada akhirnya liburan itu supaya kita senang, bukannya susah. 
Nah, diatas sudah saya kasi gambaran harga tiket,akomodasi,transportasi selama di sana, makan dan lain-lain. Silahkan buat budget plan sendiri sesuai kemampuan dan kemauan kamu. Happy traveling!

Oiya,saya ngapain aja di Seoul dan Songdo? Next post yaah...