ASUS Zenbook S14 OLED – Laptop si Paling AI

Pernah merasa laptop biasa tak lagi cukup mengejar ritme pekerjaanmu? Sama! Aku juga. Buat kita yang hidup di dunia digital dan harus jadi serba bisa, laptop bukan lagi sekadar alat kerja, tapi jadi "teman seperjuangan". Dunia profesional yang serba cepat seperti sekarang menuntut aku terus belajar untuk beradaptasi dan menjalani berbagai peran secara bersamaan. 

Seorang content creator sedang bekerja menggunakan laptop ASUS Zenbook S14 OLED di workspace modern dengan pencahayaan alami dan peralatan produksi konten di latar belakang
IMAGE CREATE WITH AI 

Kebetulan aku menjalani beberapa profesi - sebagai blogger yang nulis tergantung mood, content creator pemula yang terus berusaha konsisten dan pekerjaan utama sebagai programme director dan music director di sebuah radio. Jujur, kadang kewalahan juga mengatur semua ini. Mungkin kamu juga pernah merasakan tantangan serupa - bagaimana menyeimbangkan berbagai tanggung jawab dengan tools yang terbatas.

Memahami AI: Lebih dari Sekadar Trend, Ini Kebutuhan!

Kalau ditanya soal AI, jujur dulu aku juga bingung. Artificial Intelligence ini sebenernya kayak punya asisten digital yang bisa belajar dari kebiasaan kita. Makin sering dipake, makin pinter dia ngertiin preferensi kita. Contoh simpelnya, kayak algoritma Spotify yang udah tau banget selera musik kita, atau Google Photos yang bisa ngekelompokin foto berdasarkan wajah orang - itu semua AI bekerja.

Dalam konteks content creator, AI bukan lagi sekadar "nice to have" - ini sudah jadi "must have". Kenapa? Karena persaingan di dunia digital semakin ketat. Setiap hari, jutaan konten diproduksi. Algorithm platform social media semakin kompleks. Audience semakin selektif dan punya attention span yang pendek. Penonton semakin pilih-pilih dan mudah bosan.

Nah, di sinilah AI jadi game changer. Teknologi ini bisa membantu kita menganalisis tren real-time, memprediksi konten yang akan viral, mengoptimalkan timing posting, bahkan membantu editing dengan kualitas yang konsisten. Yang dulunya butuh tim besar, sekarang bisa dikerjakan solo dengan bantuan AI. 

Perbandingan before-after editing video menggunakan AI enhancement pada laptop ASUS Zenbook S14 OLED, menunjukkan peningkatan kualitas warna dan kejernihan

Intinya, AI bukan tentang menggantikan kreativitas manusia, tapi tentang memperkuatnya! 

Dilema Seorang Multi-Kreator di Era Digital

Kalau ditanya soal AI, jujur dulu aku juga bingung. Artificial Intelligence ini sebenernya kayak punya asisten digital yang bisa belajar dari kebiasaan kita. Makin sering dipake, makin pinter dia ngertiin preferensi kita. Contoh simpelnya, kayak algoritma Spotify yang udah tau banget selera musik kita, atau Google Photos yang bisa ngekelompokin foto berdasarkan wajah orang - itu semua AI bekerja.

Dalam konteks pembuat konten, AI bukan lagi sekadar "pelengkap" - ini sudah jadi kebutuhan wajib. Kenapa? Karena persaingan di dunia digital semakin ketat. Setiap hari, jutaan konten diproduksi. Sistem platform media sosial semakin rumit. Penonton semakin pilih-pilih dan mudah bosan.

Nah, di sinilah AI jadi game changer. Teknologi ini bisa membantu kita menganalisis tren real-time, memprediksi konten yang akan viral, mengoptimalkan timing posting, bahkan membantu editing dengan kualitas yang konsisten. Yang dulunya butuh tim besar, sekarang bisa dikerjakan solo dengan bantuan AI.

Buat aku pribadi, AI sudah jadi partner kerja yang nggak bisa dipisahkan. Dari analisis kata kunci untuk blog, membuat caption yang engaging dan sesuai tone brand untuk postingan di social media, menganalisis waktu posting terbaik, bahkan membantu membuat story line shoot per shoot untuk pembuatan video, subtitle otomatis untuk video, sampai memperbaiki video yang kurang jelas dengan penyesuaian warna yang konsisten. Selain konten teks dan visual aku juga terbantu sekali dalam penggarapan konten audio untuk pengurangan noise agar mengoptimalkan kualitas suara agar tetap jernih meski recording di ruangan yang kurang ideal padahal aslinya sih cuma di kamar rekam pake hape. 

Bahkan untuk menyusun playlist musik, AI memahami mood dan vibe yang aku inginkan. Cukup kasih deskripsi seperti "energik tapi santai untuk siaran pagi" atau "santai mellow untuk siaran malam", AI langsung kasih rekomendasi lagu yang pas dengan tempo dan genre yang sesuai. Yang dulu butuh scroll playlist berjam-jam, sekarang dalam hitungan menit udah dapat musik yang perfect.

Intinya, AI bukan tentang menggantikan kreativitas manusia, tapi tentang memperkuatnya. Seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian penting, terutama melalui perangkat kerja yang digunakan. Dan di sinilah game-changer itu muncul. 

Kenalan dengan NPU: Otak AI di Laptopmu 

Sebelum aku cerita lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu NPU atau Neural Processing Unit. Bayangkan NPU sebagai "otak khusus" yang dirancang khusus untuk menangani tugas-tugas AI. Berbeda dengan CPU atau GPU biasa, NPU ini fokus pada pemrosesan machine learning dan deep learning dengan efisiensi energi yang luar biasa. 

Salah satu inovasi paling mutakhir dalam bidang ini adalah hadirnya laptop AI berperforma tinggi yang ditenagai oleh NPU (Neural Processing Unit) dengan kemampuan 45+ TOPS. TOPS sendiri adalah singkatan dari "Tera Operations Per Second" - basically, semakin tinggi angka TOPS, semakin cepat laptop memproses tugas-tugas AI. 

Infografik perbandingan CPU, GPU, dan NPU dengan chip NPU 47 TOPS yang bercahaya lebih terang, menunjukkan keunggulan pemrosesan AI

Nah, dengan kebutuhan workflow yang semakin kompleks seperti yang aku alami, laptop dengan NPU berkecepatan tinggi ini jadi bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan. Apalagi kalau kamu juga menjalani multiple profesi seperti aku, pasti paham betapa pentingnya punya perangkat yang bisa diandalkan untuk berbagai keperluan AI secara bersamaan tanpa nge-lag atau overheat. 

ASUS Zenbook S14 OLED: Partner Kerja Impianku

Sebagai pengguna laptop ASUS sejak bertahun-tahun, aku sudah merasakan evolusi produk mereka dari generasi ke generasi. Dari yang dulu sekadar laptop biasa ke laptop gaming hingga kini hadir dengan teknologi AI yang canggih. Makanya ketika mendengar tentang ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) di acara Blogger Gathering Asus di Makassar,  kekepoanku langsung tergelitik. 

Tampilan produk laptop ASUS Zenbook S14 OLED dari tiga sudut berbeda menampilkan desain tipis, keyboard dengan tombol Copilot, dan layar OLED yang vibrant

Salah satu laptop AI tercanggih yang mengusung teknologi tersebut adalah ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) yang merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS . Laptop ini tidak hanya menampilkan desain premium dan bobot yang ringan, tetapi juga diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz dengan 8 core dan 8 thread, Intel® Arc™ Graphics, serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS. 

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sangat cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern yang sudah mendukung teknologi AI. ASUS Zenbook S14 (UX5406SA) sudah diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz yang memiliki 8 core dan 8 thread. Prosesor tersebut dilengkapi dengan Intel® Arc™ Graphics serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS.

Revolusi Workflow: Dari Manual ke AI-Powered

1. Content Creation yang Lebih Efisien

Sebagai blogger, riset adalah segalanya. Dulu, aku bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk mencari referensi dan data yang akurat. Dengan kemampuan AI up to  47 TOPS, laptop ini bisa membantu menganalisis tren konten, merangkum artikel-artikel panjang, bahkan memberikan insight tentang topik yang sedang viral. 

Fitur peringkasan dokumen dan email secara instan benar-benar game changer. Bayangkan, dari email sepanjang novel bisa dirangkum jadi poin-poin penting dalam hitungan detik. Produktivitas naik drastis! 

Setup workspace content creator dengan laptop ASUS Zenbook S14 OLED terhubung ke monitor eksternal, menampilkan dashboard analytics dan tools AI untuk pembuatan konten
IMAGE CREATE WITH AI 

2. Audio-Visual Editing yang Revolusioner

Ini yang paling aku rasakan dampaknya! Sebagai content creator yang sering edit video dan audio untuk social media, real-time noise cancellation adalah berkah banget. Nggak perlu lagi khawatir dengan suara AC atau traffic di luar saat recording. AI langsung memfilter noise yang nggak diinginkan.

Peningkatan kualitas gambar otomatis juga luar biasa. Video yang agak gelap atau blur bisa langsung diperbaiki oleh AI tanpa perlu manual adjustment yang ribet. Yang biasanya butuh 2-3 jam editing, sekarang bisa selesai dalam 30 menit! 


BENCHMARK IMAGE AND AUDIO PROCESSING

3. Radio Programming yang Lebih Cerdas

Sebagai programme director dan music director, aku harus menyusun playlist yang engaging dan sesuai dengan demografi pendengar. AI membantu menganalisis pattern musik yang paling disukai audience berdasarkan data historis. Bahkan bisa memprediksi lagu mana yang akan trending minggu depan!

Untuk rundown program, AI membantu menyusun flow acara yang lebih natural dan engaging. Nggak lagi monoton seperti template biasa. 

Alasan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) Cocok Buat Content Creator & Blogger

·       

Infografis laptop untuk kreator digital dengan layar OLED 14 inci 3K, prosesor Intel Core Ultra 7, RAM 32GB, SSD NVMe 1TB, Intel Arc Graphics, dan NPU AI 47 TOPS - spesifikasi lengkap untuk editing video, desain grafis, dan content creation

Dari spesifikasi di atas beberapa hal yang bikin  ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) istimewa adalah prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V dengan 8 core dan 8 thread yang bisa ngebut sampai 4.8 GHz. Plus, ada Intel® Arc™ Graphics dan yang paling penting - chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan up to  47 TOPS. Angka up to  47 TOPS ini yang bikin laptop ini masuk kategori 45+ TOPS AI laptop yang lagi happening sekarang.

Keunggulan NPU up to 47 TOPS ini tuh, semua proses AI bisa jalan di laptop langsung tanpa perlu konek internet terus-terusan. Hasilnya? Lebih cepat, lebih private karena data nggak kemana-mana, dan latensi rendah - perfect banget buat editing konten real-time kayak yang sering aku lakukan. 

Asus juga pinter banget pake desain system-on-chip (SoC) yang bikin motherboard 27% lebih kecil dari laptop biasa. Efeknya, pendinginan jadi lebih efisien dan performa tetap stabil meski dipake rendering video atau desain grafis yang berat. Ditambah RAM LPDDR5X 32GB dan SSD PCIe 4.0 1TB, multitasking jadi smooth banget.

ssd benchmark

Yang bikin makin keren, ada tombol Copilot khusus di keyboard yang langsung nyambung ke Windows AI assistant. Jadi nggak perlu ribet-ribet kalau butuh bantuan AI. Fitur Copilot+ PC kayak Cocreator bantu brainstorming ide kreatif, sementara Windows Studio Effect bikin video call atau live streaming jadi lebih profesional. 

Fitur Copilot+ PC kayak Cocreator

Buat editing video, NPU ini juga bekerja di aplikasi populer  seperti Adobe Premiere atau Davinci Resolve. Rendering jadi lebih cepat, editing gambar juga lancar - cocok banget buat content creator yang selalu kejar deadline.

Bonus lagi, ada aplikasi AI eksklusif dari ASUS yang bisa jalan offline: MuseTree buat brainstorming, StoryCube buat manage aset media, dan Virtual Assistant yang nggak butuh internet. Jadi meski lagi di tempat yang sinyal lemah atau emang pengen privacy maksimal, tetep bisa produktif. 

Layar dan Audio yang Memanjakan Mata dan Telinga

Sebagai content creator dan music director, aku tahu banget betapa pentingnya kualitas visual dan audio yang oke. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) bener-bener ngerti kebutuhan ini. 

vision benchmark

Layar OLED 3K 120Hz Touchscreen 14 inci-nya itu stunning banget dengan resolusi 2880x1800 piksel. Yang bikin aku jatuh cinta, color gamut 100% DCI-P3 nya plus sertifikasi Pantone® Validated - artinya warna yang aku lihat di layar ini akurat banget. Buat editing video atau foto, ini penting supaya hasil akhirnya konsisten di berbagai device. Kontrasnya juga perfect berkat DisplayHDR™ True Black 500, hitamnya bener-bener hitam. Plus, mata nggak gampang lelah karena udah bersertifikat TÜV Rheinland, cocok buat marathon editing. 

GRAPHIC BENCHMARK

Audio-nya juga nggak main-main. Empat speaker Harman Kardon dengan Dolby Atmos® bikin suara kaya dan mendalam meski bodynya tipis. Smart Amp Technology sama built-in array microphone-nya memastikan kualitas audio tetep premium. Buat mixing audio atau review hasil produksi, aku nggak perlu speaker eksternal lagi.

Kamera 1080P FHD IR-nya juga jernih buat video call atau live streaming. Windows Hello bikin login cepet dan aman tinggal pake wajah.

Baterai Awet Seharian, Bebas Cemas Kehabisan Daya

Ini yang paling aku suka - baterai 72WHrs yang bisa tahan seharian! Prosesor Intel® Core™ Ultra 7 yang efisien bikin laptop ini bisa kerja 18+ jam buat office work, bahkan 23+ jam saat idle mode. 

BATERAI BENCHMARK

Buat aku yang sering mobile - meeting klien, shooting di luar, atau kerja dari café - nggak perlu parno cari colokan listrik terus. Hal yang biasa bikin stress content creator jadi hilang. Fokus full ke kreatifitas tanpa gangguan mikirin baterai mau habis. 

Port Lengkap untuk Creator

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) punya semua port yang kita butuhkan: USB 3.2 Type-A, 2 Thunderbolt™ 4, HDMI 2.1, dan audio jack 3.5mm. 

PORT LENGKAP ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Yang paling keren adalah dua port Thunderbolt 4 dengan kecepatan 40Gbps - transfer video 4K jadi super cepat, plus bisa charging dan nyambung monitor eksternal sekaligus. Port HDMI memudahkan presentasi, sementara audio jack langsung support headphone profesional atau mikrofon eksternal.

Koneksi Wireless Terdepan

Dilengkapi Wi-Fi 7 tri-band dan Bluetooth 5.4. Wi-Fi 7 ini standar terbaru yang bikin upload video ke YouTube atau cloud storage jadi lebih cepat dan stabil. Bluetooth 5.4 memastikan koneksi ke mouse, keyboard, atau headphone wireless tetap responsif tanpa lag.

Kombinasi port lengkap dan wireless terdepan ini bikin alur kerja creator jadi lebih sat set dan produktif.

Masa Depan Kerja Kreatif

Kombinasi antara performa, efisiensi, dan kecerdasan ini menjadikannya pilihan ideal bagi para kreator konten, profesional digital, maupun siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitas sehari-hari. 

erforma Multitasking Ekstrem dengan Prosesor Intel Core Ultra 7 dan NPU 47 TOPS


Aku percaya, ini baru awal dari revolusi AI dalam dunia kerja kreatif. Laptop dengan kemampuan 45+ TOPS seperti ASUS Zenbook S14 OLED bukan hanya tool, tapi partner kerja yang benar-benar memahami kebutuhan kita sebagai multi-kreator. 

Kesimpulan: Investasi untuk Masa Depan

Setelah menggunakan teknologi AI ini, aku nggak bisa balik lagi ke cara kerja yang lama. Produktivitas naik signifikan, kreativitas lebih terarah, dan yang paling penting - aku punya lebih banyak waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting.

Bagi teman-teman yang juga menjalani multiple profesi atau bahkan single profession tapi pengen naik level, seriously consider investing in AI-powered laptop. Ini bukan hanya tentang menggunakan teknologi terkini - ini tentang membuka potensi kita yang sebenarnya.

Teknologi seharusnya membantu aktivitas kita, bukan mempersulit hidup kita, ya gak sih? Dan ASUS Zenbook S14 OLED dengan 47 TOPS AI capability benar-benar membuktikan hal itu. 

Welcome to the future of creative work! 


What do you think? Apakah kalian juga sudah siap untuk AI revolution dalam workflow kalian? Share pengalaman kalian di comment section ya! 

----- 
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien.

Akhirnya Kembali Ngeblog: Apakah Blog Masih Menjadi Tren di 2024 ?

Hi, I'm back! Setelah sekian lama hiatus, akhirnya aku memutuskan untuk ngeblog lagi. Ngeblog yang serius seperti tahun-tahun kemarin. Seserius apa? Seserius aku bisa nulis sesuatu yang semoga bermanfaat dan juga menghasilkan uang. Hihihi.. kalau yang terakhir ini, sebenarnya bukan tujuan utama. Tapi ternyata inilah yang bisa membantu aku jajan-jajan mochi sampai ke negeri asalnya. 

blogging di  2024



Oiya, for quick recap, ada kali sempat setahun lebih aku berhenti ngeblog. Ini gara-gara kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya dan tren konten sekarang sudah lebih mengarah ke video singkat. Entah itu Reels Instagram atau Video Tiktok. Aplikasi pengeditan pun sekarang banyak dan super simple. Canva dan Capcut membantu banget untuk membuat konten singkat 15-30 detik bahkan bisa semenit. Ini tentu saja sangat memudahkan sekaligus melenakan bagi orang-orang yang tadinya ngonten berbasis tulisan seperti di blog. Gak perlu kata-kata panjang. Cukup shoot gambar, edit, perbaiki warna tampilan, buat caption, tambahkan hastag, posting dan selesai. 

Memang sih, buat caption sekarang juga bermain SEO. Tujuannya tentu saja membidik pangsa pasar gen z  yang sekarang nyari informasi itu bukan lewat Google lagi tapi kebanyakan sudah nyari di kolom search 'Tiktok' dan Instagram. Mana konten Tiktok sekarang bukan sekedar ngedance ngedance aja, lagi! Konten curhat aja ada. Bagi content creator, semakin beragamnya konten yang tersedia membuat persaiangan semakin ketat. Seketat celana legging di e-commerce. 

Nah, itu dia alasan kenapa setahun ini aku ninggalin ngeblog. Sampai-sampai domain www.vitamasli.com gak sempat diperpanjang dan akhirnya gak bisa dibeli kembali. Hiks! Aku sempat membeli domain baru untuk blog ini tapi kemudian terindahkan juga dan berujung domainnya juga gak aku perpanjang. Setelah itu aku sempat kepikiran untuk berhenti aja. Sudahlah gak usah ngeblog lagi, sudah gak ngetren ini. Setidaknya itu menurut aku yah... Tapi ternyata, aku salah. 

Blog masih tetap relevan dan populer kok hingga saat ini. Meskipun tren digital terus berkembang, namun ada  beberapa alasan mengapa blog tetap ngetren. Beberapa diantaranya : 


1. Konten yang Mendalam: Blog memungkinkan untuk menjelajahi topik dengan lebih mendalam dan detail dibandingkan dengan format lain seperti media sosial. Ini membuat blog ideal untuk informasi yang lebih komprehensif dan bermanfaat.

2. SEO dan Peringkat di Mesin Pencari: Blog yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan peringkat di mesin pencari seperti Google, membantu meningkatkan visibilitas dan trafik situs web.

3. Koneksi dengan Audiens: Blog memungkinkan penulis untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan pembaca mereka melalui tulisan yang bersifat pribadi dan informatif.

4. Monetisasi: Banyak blogger berhasil menghasilkan pendapatan melalui iklan, sponsor, dan pemasaran afiliasi. Ini membuat blogging masih menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang.

5. Diversifikasi Konten: Blog sering kali digunakan sebagai platform untuk berbagai jenis konten, dari artikel dan panduan hingga video dan infografis, yang meningkatkan keterlibatan audiens.

6. Kepentingan Personal dan Profesional: Blog juga sering digunakan untuk tujuan personal, seperti berbagi pengalaman dan hobi, serta untuk tujuan profesional, seperti membangun kredibilitas di bidang tertentu.

7. Keterhubungan dengan Media Sosial: Blog sering kali terintegrasi dengan media sosial, yang membantu memperluas jangkauan konten dan menarik pembaca baru.


Walaupun media sosial dan video semakin populer, blog tetap memiliki tempatnya sendiri dan sering kali berfungsi sebagai basis konten yang lebih mendalam dan terstruktur. Lagian juga masih banyak kok orang yang masih suka baca. Bahkan walaupun menurut beberapa penelitian dan survei yang menunjukkan bahwa preferensi generasi Z dalam menggunakan teknologi pencarian sedang berubah, termasuk penggunaan alat berbasis AI seperti ChatGPT, namun yang perlu dipahami juga adalah Chat GPT tidak berfungsi sebagai mesin pencari tradisional dan tidak mengakses internet secara real-time. 

chat gpt as search engine
Photo by Matheus Bertelli: https://www.pexels.com/photo/eyeglasses-by-smartphone-with-chatgpt-16094061/

Informasi yang diberikan oleh ChatGPT berasal dari pelatihan yang dilakukan pada dataset besar yang mencakup berbagai sumber informasi yang ada hingga batas pengetahuan terbaru pada September 2021. Secara keseluruhan, ChatGPT memberikan jawaban berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajari dari dataset pelatihan, bukan dari pencarian internet langsung. 

Pengetahuan yang dimaksud salah satunya adalah Informasi yang ada di blog merupakan bagian dari data pelatihan yang membantu ChatGPT memahami berbagai topik dan gaya penulisan. Namun, meskipun model ini bisa memberikan jawaban berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari data tersebut, ia tidak dapat mengakses atau mengambil informasi langsung dari blog atau situs web secara real-time setelah pelatihan selesai. Ini menurut Chat GPT nya langsung loh ya...  

Jadi menurutku, informasi yang kita tuliskan di blog atau situs apapun itu masih bisa ditemukan oleh pencari informasi.  Para blogger harusnya gak usah khawatir tulisannya tidak dibaca. Jika tulisannya  menarik, informatif dan tentu saja linknya dishare. Hal ini jadi pengecualian jika anda menjadikan tulisan di blog itu sebagai journal, semacam diary, tulisan yang diperuntukkan untuk diri sendiri dan kalau boleh gak ada yang tahu anda penulisnya. Hehehe.. ada sih yang kayak gitu dan itu semua tergantung preferensi anda. 

Bagi aku yang tipe deskriptif dan audio person ini, menggambarkan sesuatu dengan kata-kata entah itu pemikiran sederhana atau kejadian sehari-hari, membuat story telling lewat tulisan itu masih penting. Aku bisa beradaptasi dengan menjadikan story telling itu ke dalam bentuk visual, tapi menulis itu melegakan. Menulis bisa menjadi self-healing ditengah carut marut kehidupan yang kadang membuat perasaan tak mampu diuraikan dengan lisan. 

Maka, aku akan tetap menulis di sini. Semoga tulisanku bisa memberi informasi yang berguna bukan hanya sekedar curhatan semata. Menurut anda bagaimana? Blog masih berguna gak sih saat ini? 

Selamat bergabung kembali, selamat membaca dan jangan lupa beri komentar anda, ya! 

Salam
Vita 



5 Kesalahan Blogger dan Cara Membuat Blog Berhasil

Hari gini di saat menjadi You Tuber sudah sangat menjanjikan, selebgram pamornya masih naik dan Tiktok merajalela, ternyata masih banyak yang pengen jadi Blogger. 



Sebagai blogger ada beberapa hal yang gue pelajari dari pengalaman sekitar 5 tahun serius ngeblog. Kesalahan-kesalahan yang menurut gue sebenarnya bisa dihindari atau paling tidak diminimalisir. Beberapa diantaranya gue bocorin di sini : 

5 Kesalahan Blogger dan Cara Membuat Blog Berhasil 

 1. Tidak Konsisten 

Oh yes dear, konsistensi sebenarnya diperlukan dalam hal apapun. Beribadah, mencintai, menjaga berat badan (eh!) saja butuh konsistensi. Apalagi bekerja. 

Menjadi blogger gue anggap sebagai profesi. Sesuatu yang tidak memerlukan datang ke kantor dari pukul 8 pagi hingga 4 sore, gak perlu dandan atau berpakaian rapi. 

-- meskipun jika lu mau gak ada yang ngelarang juga,sih!-- 

Kamu gak perlu punya kantor 

--walaupun bisa saja men set up sudut rumahmu menyediakan meja kerja yang nyaman. 

It's literally like profesi yang santai dan suka-suka di mata orang lain tetapi jika kamu sudah benar-benar terjun di sana, yah gak sesantai dan suka-suka gitu juga. 

Salah satunya yah itu : Konsistensi. 



Seorang Blogger memang bisa suka-suka dia aja mau nulis jam berapa, di mana, pake baju apa, sambil kayang pun gak ada yang larang. Biasanya suka-suka itu akhirnya menjadi sangat melar sehingga yah suka-suka kapan gue posting. 

Bisa jadi minggu ini gue lagi rajin banget. Ada dua hingga empat postingan dalam seminggu. Setelah itu gue gak ngeposting apapun sampai dua atau tiga minggu. Bahkan pernah sampai dua bulan. 

Untuk part time Blogger kayak gue yang kerjaan utamanya adalah menjadi abdi negara, ada banyak alasan. Beban pekerjaan di kantor sedang banyak-banyaknya (kayak haid hari kedua aja!) . Bisa juga suddenly gue kehilangan mood untuk menulis. Like, I don't know how to begin with  dan akhirnya judul hanya terendap di section draft for months! 

KONSISTEN ADALAH KUNTJI  

Pernah dengar tentang DA PA atau Moz rank yang seringkali jadi patokan para agency (atau sub agency) pemberi job? Katanya untuk menaikkan DA/PA ini seorang Blogger harus tahu tentang SEO alias Search Engine Optimization . 

SEO ini membantu website atau blog lebih mudah mendapatkan ranking tinggi di hasil pencarian Google. Semakin di atas blog kita dalam pencarian suatu kata kunci, makin besar kemungkinan orang mengklik dan membaca postingan kita. 




Indikator utama SEO menurut para pakar gak akan gue bahas di poin ini. Tetapi ada satu hal yang menarik yang gue dapatkan dari salah satu pelatihan online Gapura Digital tentang SEO. 

Google sebagai search engine akan lebih merekomendasikan blog atau website yang memposting secara teratur. 

Gimana caranya teratur? 

2. Kurangnya Komitmen 

Dari pengalaman gue yang kurang konsisten ini, gue belajar untuk membuat jadwal. Dulu, di awal-awal gue ngeblog, gue bahkan punya scrap book yang isinya gue mau posting apa di tanggal berapa. 

Sekarang, gak perlu repot. Ada Google Calender. 


Google Calendar
Contoh Google Calendar Gue 


Kesini-sini, masih sih.. tetapi gak gue jalankan. Gue menganggap diri gue terlalu terburu-buru. Setiap selesai nulis, langsung pengen gue posting hari itu di jam itu. Sebenarnya itu tidak menguntungkan. 

Akhirnya, jika minggu itu gue ada waktu luang dan semangat nulis, postingan gue bisa 2 atau 3 dalam seminggu. Abis itu gue ngilang sampai sebulan karena kesibukan pekerjaan atau merekam dan mengedit video You Tube channel gue. 

Ngomong-ngomong sudah subcribe belum? Cuz, atuhlah ke You Tube Channel Vita Masli

Gue sebenarnya  bisa melakukan cara ini : Menjadwalkan postingan untuk dipublish tanggal dan jam berapa. Jika gue menetapkan blog gue harus update sekali seminggu, gue bisa nulis seharian untuk 3 atau 4 postingan. Gue tinggal menjadwalkannya sekali seminggu, di hari dan jam yang sama. Voila! 

Konsisten ngeblog terjaga, gue juga commit ngeblog dan waktu yang lain bisa gue pergunakan untuk hal lain. 

3. Terlalu Banyak Informasi dalam Satu Postingan 

Kesalahan gue berikutnya adalah gue 'terlalu bawel' dalam satu postingan. Semuanya mau gue masukin. Padahal kemampuan manusia untuk optimal menyerap informasi hanya 20 menit. 

Kalimat terlalu panjang akan membuat pembaca seperti kehabisan nafas. Begitupula paragraf yang terlalu padat akan membuat mata menjadi cepat lelah. Akibatnya.. skip skip skip. 

Pembaca gak akan lama di blog kita. Bounce rate pun akan meninggi. Sayang, ya... 

Bounce Rate Google Analytics
Contoh Bounce Rate di Google Analytic


Gue akhirnya memperhatikan tampilan preview untuk mengetahui bagian mana yang terlalu panjang dan padat. Keuntungannya adalah dengan satu topik yang sama, kita bisa membuatnya dalam beberapa postingan yang berbeda. Gak akan kehabisan bahan tulisan. 

4. Tidak Terhubung Dengan Pembaca 

Beberapa kali gue melakukan kesalahan ini. Seringnya karena kebiasaan published-promote-lupakan. Setelah published yang buru-buru, promote link ke sosmed, paling gue balik ke dashboard blogger untuk mengapprove komentar yang masuk. 

Tetapi jarang dibalas. Paling blogwalking balik. Kecuali kalau lagi sengang banget, gue balas deh tuh satu-satu. 


Comment on Blog
Photo by cottonbro from Pexels


Idealnya kita harus membuat engagement dengan pembaca kita melalui balasan komen tersebut. Ini akan membantu membangun hubungan yang kuat antara kita dan pembaca. 

5. Kolaborasi 

Diawal gue sempat tuh buat postingan kolaborasi dengan seorang blogger yang sama-sama fans Super Junior. Kita gak bahas soal Suju aja sih, lebih ke K Pop dari sudut pandang perempuan single dan single mom. 

Masing-masing dari kami menyisipkan link agar pembaca dapat melihat dari dua sisi. Ini bagus untuk menaikkan DA blog sebenarnya. Sayangnya, lagi-lagi gak lanjut karena balik lagi ke poin 1 dan 2. 


Nahh ini kami pernah Collab di You Tube Membahas Nu'est 


Gak konsisten dan kurang komitmen. Kamu jangan gitu, ya! 

Sebaiknya mulai mencari teman blogger yang bisa sama-sama komit dan konsisten. Jangan hanya satu, kalau perlu perluas opsi menjadi beberapa. Lumayan kan rekomendasi link dari blog yang sehat bisa sama sama menaikkan reputasi blog. 

Ada yang pengen kolab dengan gue gak? Cuz, DM di sosmed gue ya! 

Kesimpulan 

Sebenarnya ada beberapa lagi kesalahan yang gue buat sebagai blogger, khususnya yang berhubungan dengan 'gemerincing' recehan dari postingan berbayar. Sabar.. gue update di postingan berikutnya. 

Anyway, apa kesalahan kamu sebagai blogger? Share di kolom komentar, yuk! Jika kamu punya pertanyaan, silahkan tuliskan juga di bawah. Terima kasih sudah membaca. Salam! 


Does Blogging In 2020 still work after You Tube and Podcasts Coming?

Today, I’m going to share about blogging and does blogging still work after you tube and podcasts coming? If you are interested in blogging or happened to be a blogger, you might want to continue to listen to what I would say  next.. 

Does Blogging Still Work After You Tube and Podcasts Coming?


OK, before we continue, let me ask you, do you have a blog? Please answer at the comment below with ‘Yes’ if you have one and No, if you haven’t. 

blogging you tube podcast in 2020


First of all, let me share my story as a blogger. I started blogging since probably around 2006 or 2007. The reason was that I love to write diary back when I was a child but since the internet provides media called blog, I wondered how to write a diary to share  my thoughts with other people. I remember I had two or three different blogs. One blog for my journal, one for my poetry and the other one for my short stories. 

As the time goes by, I had difficulty to maintain those 3 blogs, so in 2011, I decided to close down three of them and start a new blog to accommodate those 3 niches and adding several new topics that I am interested in such Traveling, reading books and technologies review. 
To make it even better, in 2015 I decided to  seriously blogging seriously. I then moving to a paid domain. The reason was simple, my blog will look more professional and personal at the same time. So, On March 7, 2015, the old bittersweet-m-e blog changed its name to www.vitamasli.com and it continues till now. 

I was so motivated and diligently blogging every week. I posted twice or minimal once in a week and most of these posts are paid posts. I also joined some blog competitions and won several of them. So yeah, you can say I make money from blogging aside from my main job as a government employee and a radio announcer. 2015 to 2017 was the year of the blooming of bloggers. 




Some people are aware that they can make money from blogging so they become interested in becoming bloggers. Little that they now, the trend is also changing fast. Blogs are no longer the only media to share information. Instagram, Twitter, Facebook, You Tube and various other platforms began to squirm. Bloggers is no longer a major player as marketing spokesperson  because here comes ‘THE INFLUENCER’.

I learned about in 2015, so I decided to build my social media like twitter, Instagram and You Tube channel more professionally. I also learned that typical of people has changed. People are no longer enjoy reading a long post so Blog should include pictures, graphics and even video to make sure they got people's attention to stay longer or to get the information as interesting as possible.  That’s when blog needs ‘Info-graphics’. I did learn to make one and it turns out well.  

In the digital age, the news is limited to characters and conversations take place in the form of emojis, our attention span has shortened. Blogging with thousand words and a lot of information at the same time makes us exhausted to read. Info-graphics really do help, not just to make the content looks good but also to summarize and to make our content to-the-point.

How to make Infographic
My Simple Infographic made with Power Point 


If we compare it with other social media like Twitter, it has limited characters but not limited tweeting but still really more enjoyable to read. Instagram comes with the Insta story where user can share text and 30 secs video. 

As younger people are less and less interested in reading, they tend to choose watching longer videos on You Tube. Moreover, when people are too busy to watch TV and read a book, listening to podcasts is the solution.  So in 2020, does blogging still work after You Tube and podcasts coming? 

A recent study by Data Box, “The Shift in Your Content Marketing Mix: 25 Marketers On What’s Changed in 2 Years” showed that 68% of marketers find blogging more effective than they did 2 years ago. How’s that even possible? 

If you try to search on Google about something, the option that Google offered still mostly information based on website even though there are several options that lead you to You Tube channel depend on the keyword. It can be from the official websites or personal blogs. It means that blog still has a chance to be read by people. 

So, if you want to start blogging right now, you can go ahead, start a blog but don’t set your expectations too high of getting much income at first. Blogging and earn money from blogging are two different things even though those two can relate. So here are some things you can do :

5 TIPS TO BEGIN BLOGGING AND SYNERGISM WITH OTHER PLATFORM


First, make your content. Whatever your content is, make sure it is useful not only for you but for others. That’s the simple way to be discovered in such a tight competition in internet. Even though it's a simple one like “How to pass the Procurement of Goods and services Test” or “First Experience of Making Pizza” or anything you think can be helpful to others. It doesn’t have to be perfect but at least you make your first move. As you write more often, you can learn and grow to be better. Put some pics, add infographics or video if you will, set the keyword, register it to google search. Anything that useful, go and try. 


Infographics Coffee
Infographics by Vita Masli for "Hari Kopi Sedunia dan Kopi Indonesia" 


Second, don’t put your content on shadow. Go promote it on your social media. Twitter, Facebook, Instagram and Pinterest are some of the options. Let people know your content. Go blogwalking, say hi to the content creator. They possible go to your blog,too or maybe not. It’s ok, at least you introduce yourself as blogger. 

Blog on Pinterest


Third, join the community. Get along well. Step by step you set your networking, don’t rush it. Set your personal branding by interacting with the community. Let people know who you are, what you blog is all about. Brand deal often come from community, so be alert and be professional. 

Fourth, the content you post on your blog can be used as material for creating content on You Tube and podcasts. That will be your next step. I know making You Tube and podcast content seems not easy and yes, they have their own difficulties, I will talk about it later on the next post. One thing for sure, blogging, You Tubing and podcasting can get along well. One idea can be used for these three media and you can use them to promote one each other. 

Blog You Tube Podcast 2020


I wrote about Why I am Not Blogging Lately and I attached my You Tube content as the example. And for your information, what you read right now is supposed to be my script for podcast and You Tube but I also post it on this blog.  I put my Podcast link on this blog so you can listen to my podcasts. In return, I mention my blog on my You Tube and podcast channels. All three can work together to help you build your goals as content creator. So, even You Tube and podcasts coming after blogging, you can still use them as your blog media support. 

Five, be consistent. This is probably the hardest part of being content creator : CONSISTENCY. There will be some days when you full of ideas, you make a lot of contents like crazy and  you’re fiery to do all of it. But, there will be some days when you are so busy doing something else and you don’t have time to make your contents. Even worse, you’re stuck, you don’t know what content you’ll be making. Or, you lose hope because you can’t get your achievement yet. Well, it could happen to anybody, including me. 

Most of successful people often said, the key to consistency is setting and achieving specific goals. We can start by determining how we want to be more consistent in our life, and aim for these small goals. Setting time, write down the ideas, put it on schedule to begin with. Over time, as we become more consistent, keep ourselves motivated and accountable. If content is the king, I believe consistency is the queen. 

Blogging in 2020


That’s it.. I hope it’s useful to make answer your question does blogging still work after You Tube and podcasts coming? I think it’s still does. What do you think? Share your thoughts in the comments below. Thanks for reading. 

This post is also shared on ‘My Litte Radio Podcasts Channel’.