Squid Game, Masihkah Kamu Bisa Mempercayai Manusia?

Belakangan lagi tren sebuah drama Korea berjudul Squid Game yang tayang di Netflix. Drama ini berkisah tentang kehidupan sekelompok orang yang terjerat utang dan tak berdaya menghadapi tekanan hidup karena tak ada uang. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang keluarga, pekerjaan bahkan budaya. Persamaan mereka cuma satu, mereka kesulitan secara finansial. 

Squid Game Review


Review Squid Game, Masihkah Kamu Bisa Mempercayai Manusia ?

Mereka kemudian bertemu dengan seorang lelaki misterius (Gong Yoo) yang mengajak mereka bermain games Ddakkaji, sebuah permainan tradisional Korea. Jika mereka menang, mereka akan mendapatkan hadiah uang. Jika kalah, mereka tidak perlu membayar si agen misterius ini. Mereka cukup harus menerima tamparan di pipi. 

Gong Yoo

Seringnya mereka kalah. Lalu kemudian di satu titik mereka akan menang dan mendapatkan uang hadiah. Buntut-buntutnya mereka ditawarkan untuk ikut sebuah permainan yang hadiahnya lebih besar daripada hadiah yang mereka dapatkan tadi. Permainannya sederhana, permainan yang dimainkan saat anak-anak dulu. 

Terdengar sangat menggiurkan, apalagi untuk orang-orang yang kesulitan financial. Main game aja bisa dapat duit. 

Adalah Seong Gi-hun, seorang driver yang terjerat hutang, sering bermain judi, hidup bersama ibunya yang sakit diabetes, terpisah dari anaknya akibat percerain dengan istrinya yang kemudian menikah dengan lelaki yang lebih stabil secara finansial. Dia akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut karena ingin membayar hutang dan agar bisa menjadi wali anaknya yang akan pindah ke Amerika. 

Tak disangkanya permainan anak-anak yang tampaknya menyenangkan dan membawa memori manis, berbuntut tragis. Teman sepermainan bukanlah teman yang baik hati. Teman sepermainan kali ini bisa jadi tak pake hati. 

Squid Game


Saya tidak akan menulis spoiler di sini apalagi untuk kamu yang belum nonton, rasanya seperti kamu baru main di game yang pertama dan sudah ada yang menembakmu dari arah yang tak kau sangka. No, i won't do that! 

Saya hanya pengen share aja pandangan saya tentang serial Korea ini. Banyak yang bilang Squid Game ini plagiat dari serial Jepang As The God Will. Saya belum pernah nonton serial Jepang tersebut, saya malah terpikir film Hunger Games saat menonton episode pertama. 

Apalagi katanya serial Squid Game ini direncanakan dan ditulis di tahun 2008, which is itu adalah tahun di mana Hunger Games booming. Hunger Games sendiri ceritanya juga berawal dari kemiskinan dan kebutuhan pesertanya untuk bertahan hidup di tempat mereka tinggal. Pemenangnya akan mendapatkan makanan, fasilitas dan kekayaan which is di Squid Game ini adalah hadiah uang jutaan Won. 

Squid Game Plagiat


Baik peserta Hunger Games maupun peserta Squid Game seringkali dihadapkan pada pilihan : Selamatin diri lu atau selamatin juga orang yang dekat dengan kamu. Di satu sisi, kamu pengen selamat dan menang namun di sisi lain kamu juga gak tegaan sama teman yang setim sama kamu. 

Dilemanya Seong Gi Hun tuh di situ. 

Karakter ini digambarkan di awal serial sebagai seorang penjudi yang suka ngambil duit ibunya yang sudah tua renta dan sakit-sakitan. Kesannya sangat tidak bertanggung jawab dan tegaan ya. Seiring berjalannya cerita, penonton kemudian disuguhkan perubahan karakter Seong Gi Hun setelah bertemu dengan karakter-karakter yang 'sadis dan tegaan' di lokasi permainan. 

Bahwa sesungguhnya Seong Gi Hun ini sebenarnya dari awal adalah orang yang sangat care pada orang-orang di sekitarnya, tapi kepahitan hidup yang memaksanya tampak seperti orang yang tidak bertanggung jawab pada keluarganya. 

Gampang percaya pada orang yang dianggapnya baik menjadi boomerang untuknya saat dia bermain bersama orang-orang yang terjerat hutang dan mata duitan ini. Hingga kemudian dia menyadari bahwa permainan ini berawal dari orang yang dia percaya dan pernah dia lindungi. 

Squid Game Characters


Kesimpulan saya tentang serial ini, it's a good show. Pemainnya pun luar biasa keren aktingnya, bahkan saya pun ikut tertipu! Alur ceritanya menarik, penuh dengan plot twist tak terduga. Genre Squid Game bisa dibilang thriller tapi di sisi lain sama seperti drama Korea pada umumnya, mereka sangat jago membungkusnya dengan selipan kekeluargaan.  Penonton tidak hanya terharu tapi juga lebih menghargai keluarga dan orang-orang terdekatnya. 

Meski kemudian ada pengkhianatan tapi kelihatannya sangat masuk akal karena related dengan kehidupan sehari-hari. Saya menonton Squid Game ini malah terpikir sebenarnya dalam dunia kerja hal yang terjadi pada peserta Squid Game ini sering terjadi. Orang-orang membentuk kelompok, tapi kemudian dalam kelompok itu akan ada orang yang ditikung, ditusuk dari belakang padahal di depan kamu orangnya baik banget dan sangat membantu. Huh! 

Squid Game Netflix Cast


Salah satu karakter penting dalam Squid Game ini pun kemudian mempertanyakan setelah semua yang telah Seong Gi Hun alami dalam permainan itu, masihkah ia bisa mempercayai manusia (betul-betul baik) ?

That's the question yang sebenarnya bukan hanya ditujukan kepada Seong Gi Hun, tapi bisa juga buat penontonnya. 

Sekarang giliran kamu menjawabnya. Yuk, mari kita mulai permainannya! 

Nonton Drama Korea Start Up, Memilih Han Jip Yeong atau Nam Do San yang Lebih Seru Dari Pilkada

Serial drama Korea yang sedang seru untuk dibahas adalah Start Up. Drakor ini sukses menarik perhatian bukan hanya karena pemainnya, tetapi juga ceritanya yang related dengan anak milenial. 

Perusahaan rintisan atau Start Up memang sedang menjadi fokus para tenaga kerja muda (selain jadi PNS tentu saja). Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari karakter-karakter drama Korea Start Up ini.  

Nonton Drama Korea Start Up

Iyah , Nonton drama Korea jaman sekarang beda dengan jaman sebelum Netflix booming. 
Dulu para penonton drakor hanya ribet masalah female leadnya jadian sama siapa. Jaman jigeum, nonton drama Korea harus nyari hikmahnya. Bagus juga sih, supaya penonton drama Korea gak dianggap shallow aja sama netizen. 

K Drama Start Up, Memilih Han Jipyeong atau Nam Do San yang Lebih Seru daripada Pilkada 

Pertama, kita cari tahu dulu Drama Korea Start Up ini sebenarnya bercerita tentang apa sih? 

Menurut penulisnya, Start Up (스타트업) ini adalah Coding Youth Romance. Percintaan yang berlatar belakang dunia percodingan para anak muda yang merintis perusahan Start up. 

Seo Dalmi (Bae Suzy), usia di awal 20 tahun, memiliki impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Sebenarnya ini berawal karena dia sedih sekaligus marah pada kenyataan bahwa orang tuanya berpisah karena masalah pekerjaan dan uang. Dia bertekad untuk menjadi sukses dan tidak lagi diremehkan oleh kakaknya Won In Jae (Kang Hanna) karena pilihannya untuk ikut ayahnya. 

Seo Dalmi Start Up

Dalmi dan  In Jae adalah dua bersaudara yang harus terpisah saat kedua orang tua mereka bercerai. In Jae memilih ikut ibunya sementara Dalmi ikut ayah. Ibu mereka menikah kembali dengan pengusaha kaya raya sedangkan sang ayah banting tulang merintis usahanya membuat aplikasi sendiri. 

Sang nenek dari pihak ayah Dalmi merasa sejak perceraian dan berpisahnya Seo Dalmi dan kakaknya, membuat cucunya ini tampak sangat sedih. Jadi dia ingin membuat Seo Dalmi bahagia lagi dengan membuat kesan ada seseorang yang menyukai Seo Dalmi diam-diam. 

Kebetulan banget ada seorang anak yatim piatu yang dianggapnya sebagai cucunya sendiri. Namanya Han Jipyeong. Ia kemudian diminta oleh sang nenek untuk menulis surat kepada Dalmi seolah-olah dari pengagum rahasia sang cucu. Mereka sepakat menyebut karakter ini sebagai 'Nam Do San'.  

Nam Dareum Start Up


Surat-surat dari "Nam Do San" ternyata membuat Dalmi bahagia. Ia merasa kuat dan tidak sendiri menjalani kehidupannya. Lelaki ini pun akhirnya menjadi cinta pertama Seo Dalmi. Sayangnya mereka belum pernah bertemu. Mereka kehilangan kontak ketika lelaki pengirim surat ini pergi. Namun setiap hari Dalmi mencari tahu keberadaan Nam Do San ini. 

Hingga akhirnya mereka bertemu atau lebih tepatnya, Seo Dalmi bertemu dengan lelaki yang benar-benar mengiriminya surat (Han Jipyeong) dan lelaki yang berpura-pura sebagai orang yang menuliskan surat itu, the real Nam Do San. 

Nam Do San Han Jip yeong


Review Start Up 

Drama Korea sepanjang 16 episode ini tayang di tvN dan Netflix di hari Sabtu dan Minggu. Sebenarnya dari premisnya sudah pasti ketahuan drama ini drama percintaan yang melibatkan cinta segitiga. Hal yang membuat drama ini berbeda adalah latar belakang ceritanya yang mengambil dunia 'coding' dan perusahaan rintisan (start up). Sesuatu yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda milenial dan generasi Z. 

Generasi inilah yang coba ditunjukkan melalui tiga sekawan Nam Do San, Lee Chul San dan Kim Yong San. Ketiga nya adalah alumni mahasiswa teknik yang jiwa raganya sepertinya diabdikan untuk menjadi programmer dengan segala percoding-annya. Diantara mereka bertiga, Nam Do San yang paling jago coding. 

Trio Samsan Tech 


Sayangnya, dia malah gak jago perkodean percintaan. Selama kuliah dia sering ditaksir cewe-cewe, tapi gak paham-paham juga dikodein. Gak ngeh kalau dideketin, harus dikasi tau sejelas mungkin. Asli anak Teknik banget deh, gak paham kiasan. Taunya kalau 1 ya 1, 0 ya 0. Ah, dan merajut!! 



Seperti juga kebanyakan anak teknik, mereka tahunya buat program aja, yang penting ide bisa dibuat menjadi aplikasi. Masalah anggaran, cara jualnya dan perintilan lainnya, gak ada yang sampai kepikiran ke sana. Intinya ada yang mau invest aja! Padahal gak tau untuk mengundang investor harus ngapain aja agar mereka tertarik untuk berinvestasi.

Sementara itu Seo Dalmi tipe cewe yang menggebu-gebu. Kekurangannya dia gak tau apa-apa mengenai coding. Sisi lain dia punya faham bagaimana memimpin dan kreatif dalam mencari solusi. 



Ketika akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti kompetisi Start Up yang diselenggarakan Sand Box, Seo Dalmi yang sudah tahu kekurangannya mulai merekret Sansam Tech. Selain tentu saja dia terlanjur terpesona kepada Nam Do San yang dalam pikirannya adalah orang yang selama ini menjadi cinta pertamanya. 

Tak lupa dia menggaet seorang desainer karena dia tahu diri, dia gak tahu apa-apa tentang desain.  



Secara otak, tujuan kelima anak muda ini bisa jadi team komplit. Ternyata tidak hanya perlu itu untuk terjun membuat perusahaan rintisan. Mereka perlu strategi, termasuk diurusan finansial. Aplikasi dibuat memang untuk memudahkan pengguna, tetapi tak ada yang gratis di dunia ini. Apalagi jika melibatkan investor. 

Disinilah muncul bapak Han (tercinta)  yang galak, realistis tapi sebenarnya pinter banget. Biasanya bagi pekerja pemula yang terlalu fokus dengan impian dan kemampuan diri mereka, orang seperti mas Han Jipyeong ini otomatis bakal bikin sebel. Dianggap angkuh, suka merendahkan orang, intinya mah nyebelin! Kalau gak tahan banting, sudah pasti nangis duluan dan pengen nyantet orang ini. 

Yakin Mau Nyantet Orang Ini? 


Lalu ada Won In Jae, kakak kandung Dalmi, yang sudah berpengalaman sebagai CEO, berhati dingin dan sangat ambisius. Mendapatkan orang seperti ini sebagai rival, biasanya membuat pekerja pemula menjadi rendah diri. Bawaannya iri aja! Pengen dilewatin, kok ya dia lebih jago. Didiemin aja, kok ya nyesek! 




Dan tentu saja, diantara struggling mereka mengembangkan perusahaan start up mereka, ada bunga-bunga di mana-mana. Eh, maksud aku, ada percintaannya gitu. 

Cinta Segi yang Lebih Seru Daripada Pilkada 


Gimana gak seru, lagi-lagi kita sebagai penonton harus dihadapkan pada pilihan "Team Do San" atau "Team Han Jipyeong". Perdebatan di antara ke dua team tidak saja rame di media sosial, bahkan dimanfaatkan sebagai marketing oleh beberapa brand untuk mempromosikan produknya. Lebih parah lagi, sempat masuk sebagai berita di televisi nasional. Ampun deh! 

Second Lead Male Sydrome Terparah!! 

Kita semua tahu bahwa pemeran utama di drama ini adalah Nam Joo Hyuk sebagai Nam Do San. Kita juga ngerti, main lead akan jadian dengan female lead. Tetapi baru kali ini, selain Reply 1988, gue merasa writernim ini agak terlalu kejam pada second lead. 

Bayangin aja, saya nonton drama ini sama sekali gak tau siapa main leadnya. Saya terus terang tertarik nonton ini karena ceritanya. Jujur! I'm not a fan of Suzy. Dari semua drama yang pernah dia bintangi, baru kali ini aku nonton drama yang ada Suzy nya. 

Apakah aku fansnya Kim Seonho yang jadi Han Jipyeong? Gak juga. Meskipun aku sudah sempat nonton dramanya You Drive Me Crazy dan 100 Days My Prince, aku waktu itu gak tahu kalau dia main di Start Up juga. 

Aku tuh betul-betul murni nonton karena ceritanya. Jadi di awal-awal aku kira Han Jipyeong ini adalah si main lead, karena fokus cerita awal antara Seo Dalmi kecil dan Han Jipyeong remaja (Nam Dareum) yang surat-suratan. Ini Nam Dareum gitu loh... the future heartrob! 



Nam Dareum Start Up
Si Anak Baik Nam Dareum, Han Jipyeong Remaja 

Satu hal yang aku harus memuji sutradaranya adalah dia tepat sekali memilih Nam Dareum sebagai Han Jipyeong muda. Selain dia mirip banget dengan Kim Seonho yang memerankan Han Jipyeong dewasa, keduanya seakan punya chemistry dalam memainkan karakter ini. 

Aku malah mengira Nam Do San inilah second leadnya. Biar bagaimana pun ada foto Nam Do San kecil. Foto tersebut adalah foto Kim Kang Hoon, si aktor cilik yang ngetop abis setelah main di drama When The Camilia Blooms. Kalau kayak gini kan gak mungkin cuma sekedar lewat. 

Eh.. malah Nam Do San karakter utamanya! Berasa di'tipu' sama penulis skenarionya. 

Team Nam Do San atau Team Han Jipyeong? 

Sebenarnya pertanyaan seperti ini tidak substansial banget untuk menilai value dari drama Korea Start Up. Hanya saja hal ini menjadi menarik ketika kita sebagai penonton drakor ikut larut dalam cerita. 

KENAPA KAU PILIH NAM DOSAN yang baru kamu kenal sebulan, Dalmi? KENAPA KAU TAK PILIH HAN JIPYEONG, orang yang mengirimi kamu surat, cinta pertamamu dan membantu kamu di balik layar kesuksesanmu?? 

Pengen deh rasanya marah sama writernimnya. Apapun, itu haknya sang penulis untuk menentukan jalan cerita dan karakter siapa yang ingin dia tonjolkan. 

Aku sendiri berpikir, jika ini terjadi di dunia nyata, Seo Dalmi memang tidak salah dalam memilih Nam Do San meskipun sebenarnya aku team Han Jipyeong.  Menurut aku : 

1. Nam Do San Berani Mengambil Resiko Vs Han Jipyeong yang Terlalu Perhitungan

Di berbagai moment, Nam Do San digambarkan sebagai seseorang yang tidak memiliki planning tertentu. Apa yang ada dihadapannya itu yang dia kerjakan. Ketika dia memutuskan suatu goal tertentu, dia akan berusaha mendapatkan hal tersebut meskipun dia belum tahu gimana caranya. Mau gagal atau tidak, yang penting coba dulu. 

Sementara Han Jipyeong sedikit berbeda. Dia menganalisa, menimbang untung dan rugi. Apakah sesuatu itu tidak membuang waktu dan energi? Dia bakal berhasil atau tidak. Semacam itulah! 

Meskipun kebanyakan analisanya tepat dan membawa dia ke posisi karir yang cemerlang, dia lupa bahwa dalam urusan percintaan yang namanya untung rugi itu gak ada. Toh pada akhirnya Han Jipyeong berkorban banyak juga. Korban Perasaan! 

Start Up Nam Do San Seo Dalmi Han Jipyeong


2. Nam Do San Menunjukkan Supportnya Secara Langsung VS Han Jipyeong Membantu Membereskan Semua Masalah Dalmi di Balik Layar. 

These are two different method. Memang rasanya romantis bahwa ada seseorang yang membantumu diam-diam dan membereskan segala masalahmu tanpa kau ketahui. Tetapi secara realistis, akan sangat menyenangkan jika kita mengetahui usaha orang tersebut. 

Kalau kamu diam-diam aja, kagak ngasih tahu, gimana aku bisa tahu? Memang aku CCTV di sudut ruangan? 

Seo Dalmi Han Jipyeong Start Up


Nam Do San dalam hal ini sangat sangat memperlihatkan (tanpa menyombongkan diri) dirinya mensupport Dalmi. Dalmi, kamu mau bikin apa sih? Bikin aplikasi yang memudahkan nenek melihat? Ok, saya buatin!! Kamu mau buat mobil yang nyetir sendiri, sini aku jabanin. Data kamu dihi-jack sama hacker? Sini aku beresin! 

Sementara Han Jipyeong mensupport Dalmi dengan menuntunnya, mengarahkan dan gak mungkin juga rasanya melihat direktur Han turun tangan membongkar hijack para hacker. Paling dia nyuruh orang lain untuk membereskan. 

Disini aku bisa related ke Dalmi, hati kita bisa tersentuh pada Han Jipyeong yang laksana ksatria dengan tangan besarnya membuat semua yang Dalmi inginkan terpenuhi. Sementara Han Jipyeong hanya akan seperti kakak yang akan selalu ada meskipun kita tidak menyadarinya. 

3. Nam Do San Jujur pada Perasaan vs Han Jipyeong Membohongi Kata Hati 

Ketika Nam Do San bertemu Seo Dalmi pertama kali, dia langsung tahu bahwa dia menyukai perempuan ini. Dia sadar perasaannya dan gigih untuk memperjuangkannya meskipun dia tidak yakin siapa sebenarnya yang Dalmi sukai. 

Han Jipyeong sebaliknya. Awalnya dia tidak begitu yakin dengan perasaannya dan menyangkal ia menyukai Dalmi. Meskipun dia memberi perhatian dan melindungi Dalmi, tapi Jipyeong kerap memperlihatkan sok gak sukanya sama Dalmi. 

Seo Dalmi Han Jipyeong


Ketika pada akhirnya dia gak bisa lagi mengelak, momentnya sudah lewat. Dalmi sudah keburu jatuh cinta pada Nam Do San jaman now. Padahal ada saat di mana Dalmi merasa dia lebih suka pada Nam Do San yang di surat daripada yang dia temui saat ini. 

Ya wajar kalau akhirnya Dalmi memilih Do San. Sudah tiap hari ketemu, orangnya baik, kagak jutek, mau jadi apa ajanya Dalmi, sudah lumayan ganteng karena sudah disulap sama Jipyeong. Mau apa lagi coba? 

Tuh, makanya cowok-cowok, jangan sok cuek deh ama kita kalau emang suka. Tunjukin dong! 

Tetapi.. Saya Tetap Team Han Jipyeong, Mengapa? 

1. Meskipun Perhitungan di Bisnis, Hati Han Jipyeong Tulus 

Han Jipyeong tidak pernah lupa siapa yang membantunya di saat susah walau dia sudah kaya raya. Saat menolong orang gak tanggung-tanggung dan gak perlu diketahui orang juga. Definis, kalau membantu orang jangan riya itu ada pada Han Jipyeong. Mas Iyon, gak mau bantu aku apa gimana? 

2. Han Jipyeong Tahu Kapan Berhenti Saat Realita Tidak Seperti Harapan 

Meskipun  Han Jipyeong mencintai Dalmi, tetapi begitu dia melihat kenangan 15 tahun itu sudah tidak lagi membekas di hati perempuan itu dia tahu diri. Selama Dalmi bahagia, dia rela melepaskan egonya.  

Han Jipyeong Start Up



3. Han Jipyeong Bukan Team Gagal Move On 

Cemburu pasti ada, sedih tidak bisa dihindari. Namun dia bisa meneruskan hidupnya dan bekerjasama dengan mantan cinta pertamanya berserta suaminya. Gak pake dendam. Nah.. itu yang harus kalian pelajari wahai para "gagal move on" 

 
Han Jipyeong Nam Do San Start Up 16



4. Han Jipyeong, Lelaki Perhatian dengan Caranya Sendiri 

Han Jipyeong bukan tipe lelaki yang nelpon atau chat an di wa dengan pertanyaan "sudah makan?" Noooo!!! Dalam kehidupan nyata, Han Jipyeong adalah laki-laki yang bawaain kamu makanan tanpa nanya kamu sudah makan apa belum. 

Dia juga bukan lelaki yang nanya,'Dimana? Mau dijemput gak?' . Dia tiba-tiba datang aja gitu, without telling you. 

Most importantly, sekalipun dia bawel, sering nyelekit kalau ngasih kritik, percaya deh itu demi kebaikan kamu. Orang seperti itu, sekali dia sudah gak peduli, dia gak bakal mau tahu lagi. 

Han Jipyeong Start Up ep 14

Start Up ep 14

Han Jipyeong


My style banget mas Han Jipyeong ini!! 

START UP, Tidak Hanya Tentang Perusahaan Rintisan Tetapi Merintis Hidup 


Diluar bahwa drama Start Up ini menggambarkan tentang anak muda yang membangun perusahaan rintisan, saya pikir drama ini juga memperlihatkan bagaimana usia 20-an adalah masa dimana kita merintis hidup kita lebih baik. 

Ada masa di mana semangat kita menyala-nyala seakan kita sudah yang paling jago namun sebenarnya kita gak tau apa-apa. Ini seperti Nam Do San yang didapuk jadi CEO tapi tidak bisa membawa investor untuk Samsan Tech. 

Ada masa dimana kita galau, masa depan kita akan seperti apa meskipun kita sudah meletakkan visi arah jalan karir kita. Layaknya Seo Dalmi yang yakin banget akan menjadi pegawai tetap jika ia bekerja keras dan menembus rekor penjualan, namun nyatanya dia malah dikeluarkan. 

Ada masa dimana kita mencari siapa sebenarnya cinta sejati kita, membayangkan seseorang dalam pikiran tetapi kenyataannya dia bukan yang kita bayangkan. Cinta pertama Seo Dalmi kandas karena Han Jipyeong tidak mencarinya dan tidak jujur tentang surat-suratan mereka. 

Most importanly, masa dimana kita berada dalam usia 20-an menjadi masa rintisan untuk memahami bahwa tidak apa mengalami kegagalan, sepanjang kita bisa menjadikan pelajaran. 

Han Jipyeong


Jadi gimana, kamu team Han Jipyeong atau Nam Do San? 

 

Sinopsis dan Review Drama Korea It's Okay Not To Be Okay

Pada jaman dahulu kala di sebuah kastil tua, hiduplah tiga orang bersaudara. Anak lelaki yang selalu menggunakan topeng, anak perempuan tong kosong dan anak lelaki yang tidak bisa keluar dari kardusnya. Mereka bertiga dikurung oleh seorang penyihir jahat hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari kastil tua itu. 

Ini adalah sepenggal premis dongeng yang ceritanya ditulis oleh Ko Moon Young seorang penulis dongeng yang kejam, jutek, sinis, egois dan agak phys co dalam drama Korea "It's Okay Not To Be Okay".  


Sinopsis It's Okay Not To Be Okay 

Drama Korea Netflix yang juga tayang di tvN ini baru saja berakhir setelah 16 episode. Berkisah tentang Moon Gang-tae yang diperankan oleh Kim Soo-hyun, seorang pekerja kesehatan komunitas di bangsal psikiatri yang tidak punya waktu untuk cinta. 

Moon Gang-tae hidup berdua dengan kakaknya Moon Sang-tae, diperankan Oh Jung Se, yang menderita autis. Sejak kecil mereka diasuh oleh ibu mereka yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga. 

Menjadi single mom dengan anak berkebutuhan khusus seperti  Moon Sang-tae tak ayal membuat sang ibu mengharapkan anak bungsunya, Moon Gang-tae dapat menjaga dan bertanggung jawab atas kakaknya ini sepanjang waktu. 


It's Okay Not To Be Okay


Sebagai anak kecil, bungsu pula, dihadapkan pada tanggung jawab menjaga seseorang yang lebih tua dan berkebutuhan khusus membuat Moon Gang-tae kecil harus terbiasa bersikap kuat, sabar dan tidak memperlihatkan perasaannya. 

Tuntutan dari ibu nya, rasa kecewa dan sedih karena merasa kurang mendapat kasih sayang ibu membekas dalam tanpa ia sadari hingga ia dewasa. Apalagi ketika sang Ibu meninggal menggenaskan karena dibunuh dihadapan Moon Sang-tae, Moon Gang-tae pun secara otomatis menjadi penanggung jawab dan pelindung kakaknya itu dari traumanya. 


Moon Gang Tae Moon Sang Tae
Moon Sang-tae dan Moon Gang-tae 


Bertahun-tahun mereka hidup melarikan diri dari satu tempat ke tempat yang lain, menjauhkan diri dari ketakutan Moon Sang-tae terhadap kupu-kupu. Iyah, tetapi ini bukan kupu-kupu biasa. Kupu-kupu ini mengancam mengakhiri hidup Moon Sang-tae jika ia bicara tentang pembunuhan ibunya. 

Perjalanan hidup kedua bersaudara ini mempertemukan mereka kembali dengan Ko Moon-young (Seo Ye-ji), seorang penulis buku anak-anak sukses yang menderita gangguan kepribadian antisosial dan tidak pernah mengenal cinta. 

Moon Sang-tae ngefans sekali dengan penulis buku yang cantik tapi sadis ini. Ko Moon-young sebenarnya bukan orang baru di kehidupang Moon bersaudara. Mereka sempat bertemu saat mereka masih kanak. Moon Gang-tae malah pernah suka pada perempuan dingin nan angkuh ini. 

Kim Soo Hyun Seo Ye-ji

Pengalaman buruk yang dialami ketiganya di masa kecil membentuk karakter mereka masing-masing tanpa mereka sadari. Tiga orang dewasa yang trauma dengan kasus pelecehan dan pembunuhan orang tua ketika mereka masih kecil belajar menerima orang lain ke dalam hati mereka dan mengatasi kenangan buruk yang mengubah hidup mereka. 

Drama sepanjang 16 episode ini tidak melulu berkisar tentang romantisme percintaan. Ada persaingan antar saudara, hubungan ibu dan anak, persahabatan, penerimaan kenyataan hidup hingga masalah kejiwaan dari karakter-karakter lain yang ada dalam It's Okay Not To Be Okay ini. 

Review Drama Korea It's Okay Not To Be Okay 

Gue nonton drama ini lewat Netflix saat drama ini sudah tayang sekitar 10 episode. Awalnya saya memang maju mundur untuk menonton drama ini. Premis tentang karakter utama yang phys-co sempat membuat gue ragu, soalnya gue gak begitu suka drama thriller. 

Meskipun memberikan kesan yang tampak sulit - dan hampir mengerikan - di episode-episode awal, pendapat gue berubah seiring cerita bergulir. Karakter Ko Moon Young yang unik, sadis namun terlihat normal, bener-bener menggambarkan orang yang sakit jiwa tapi tidak gila. She's a phys-co in style, like literally, in style. 


Magda Butrym
Draped asymmetric dress from Magda Butrym

Ko Moon Young memakai yang ini untuk bekerja dan bertemu Moon Gang-tae di kantor. Dia memasangkannya dengan anting-antingnya dari Subyul, bersama dengan tas dari Playnomore dan sepatu hak dari Gianvito Rossi. 

Seo Ye Ji Wears Prada
Gaun vintage warna-warni dari Dior

Tampil mewah dan dramatis. Ko Moon Young mampir ke rumah sakit menemui Moon Gang-tae dengan gaun vintage Dior dan sepatu pump merah dari Prada. She is devil wears Prada look-a-like. 

Seo Ye Ji It's Okay Not To be Okay
Sienna polka-dot dress from Magda Butrym

Gaun ini harganya sekitar USD 1.502, dipasangkan dengan ankle boots Tulle 105 suede seharga $ 1011 (USD) dari Gianvito Rossi. Tas hitamnya dari Moynat. Ko Moon Young menggunakannnya di saat dia mengutarakan isi hatinya pada Moon Gang-tae dengan cara preman, hehehe. 


Fashion Seo Ye Ji It's Okay Not To be Okay
Two-piece pink set from Minju Kim

Baju yang membuat gue berpikir makan apa Seo Ye-ji sampai pinggangnya seramping ini. Bandingkan dengan style Moon bersaudara. 


Perbedaan karakter bahkan style ketiganya membuat banyak konflik di antara mereka. Berantem dan ngambek-ngambekan gak mau ngomong lah pasti buntut-buntutnya. Ada aja alasannya. Rambut panjang atau pendek, rebutan boneka sampai 'rebutan Gang-tae' antara Ko Moon-young dan Moon Sang-tae. 

Sebagai kakak yang selalu bersama-sama adiknya, dia gak rela ada perempuan yang bukan keluarga memasuki kehidupan mereka. Sementara Moon-young yang sebenarnya adalah perempuan yang kesepian tanpa kasih sayang orang tua menemukan kembali rasa kekeluargaan saat berada bersama Moon bersaudara. Lucu sih, khas pertengkaran saudara banget. 




Serunya drama ini, penulis skenarionya tuh pinter banget memainkan emosi sekaligus mengingatkan penonton akan dirinya sendiri. Semacam ceritanya related banget dengan kehidupan banyak orang. 

Beberapa diantara kita bisa jadi sering merasa orangtua kita lebih sayang pada saudara kita yang lain daripada kita sendiri. Padahal sebenarnya orangtua kita berusaha banget banget agar perhatian ke anaknya adil dan merata. 

Seperti Gang-tae yang selalu merasa mamanya lebih sayang pada Sang-tae hingga akhirnya ia tahu alasan mengapa setiap hari Minggu mereka bertiga sering makan mie pedas Jjampong. 




Begitu Moon-young yang sering mendapat perlakuan buruk dari mamanya ternyata sangat dijaga dan disayangi oleh papanya dengan caranya sendiri. 

Hal-hal menyangkut mengungkapkan kasih sayang terkadang menjadi masalah kita semua bukan? Ayah dan ibu tentu punya cara mereka masing-masing untuk mengungkapkannya. Sebagai anak terkadang kita hanya memikirkan apa yang harusnya kita terima tetapi lupa kita sudah terlalu sering diberi. 

Bahkan antara kita dan saudara pun terkadang tidak mudah untuk mengungkapkan atau menunjukkan kasih sayang kita. 

Kim Soo Hyun Oh Jung Se


Drama It's Okay Not To Be Okay ini pun memberi 'pelajaran' tersendiri dari karakter pendukungnya. Bagaimana perlakuan yang seseorang dapatkan di masa kanaknya bisa membekas sangat dalam meskipun luka fisik sudah tak ada. Bahwa sakitnya perasaan lebih lama disembuhkan daripada luka yang terlihat di badan itu benar adanya. 


Kwak Dong Yeon


Banyak hal yang bisa dipelajari dari drama Korea It's Ok Not To Be Ok. Termasuk juga memaafkan diri sendiri, berani menghadapi ketakutan dan bukan lari dari masalah adalah kuntji seseorang bisa move on dari masa lalunya. 

Tidak perlu menjadi orang lain agar disukai dan belajar menjadi dewasa tidaklah mudah, namun tetap harus dicoba. Serta berkompromi dengan orang lain adalah kekuatan kerjasama. Halah! Tetapi beneran deh, 16 episode yang awalnya agak gloomy segera berubah menjadi pengalaman yang paling menghangatkan hati. 

“Tubuh tak bisa berbohong. Saat terluka, tubuh akan menangis. Namun, hati bisa berbohong. Saat hati terluka, hati mampu terdiam”

Ah.. last but not least ... akting para pemeran utama khususnya Oh Jung Se sebagai Moon Sang Tae yang menderita autis sungguh luar biasa. Gak nyangka gue samchoon!! Begitu pula plot twist dalam cerita ini JUARA!! Sungguh tidak kusangka, writer-nim!! Setiap karakter dalam cerita ini mengajarkan kita suatu hal yang terkadang kita lupa. Cerita ini perlu dibuatkan season 2 nya. 

Bagaimana menurut kamu, sudah nonton juga? Share di kolom komentar ya! 

6 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari Drama Korea The World of The Married

Akhirnya setelah 16 episode, tuntas juga drama Korea The World of The Married yang tayang di JTBC dan platform drama online. Drama Korea ini sebenarnya bukan genre drama yang aku suka, tapi berhubung kekurangan tontonan di masa pandemi Covid 19 ini, akhirnya aku tonton juga. Awalnya karena di dua episode pertama penayangannya, teman-teman pencinta drakor di twitter pada heboh membahas drama pelakor yang ngeselin dan bikin gemes ini. Bisa dibilang drama Korea The World of The Marriage ini plot kisahnya khas bu ibu Indonesia banget : Perselingkuhan dan Pelakor. Fixed, langsung jadi TTWW. 

6 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari Drama Korea The World of The Married 




Bagi teman-teman yang belum nonton dan hanya baca status-status yang berseliweran di sosial media tentang drama drama Korea The World of The Marriage, aku bocorin sedikit sinopsisnya, yah. Oiya, perlu diingat drama ini diberi rate 19+ sehingga tidak cocok ditonton oleh remaja. 

Sinopsis Drama Korea The World of The Married


Drama ini berkisah tentang pernikahan karakter utamanya Jin Sun Woo, seorang dokter dan wanita karier yang sukses dan tangguh. Kariernya melesat akibat kemampuannya serta dedikasinya dalam pekerjaannya sebagai dokter umum di sebuah rumah sakit di Gosan. Tidak hanya sebagai dokter, Jin Sun Woo juga merupakan wakil direktur di rumah sakit tersebut. 

Drama Korea The World of The Married
Dokter Jin Sun Woo

Sementara suaminya, Lee Tae Oh adalah pemilik rumah produksi film sekaligus penulis skenario film yang hingga mereka berumah tangga dan memiliki anak remaja tidak pernah sukses juga. Proposal filmnya selalu ditolak, perusahaannya selalu merugi dan dia sama sekali tidak tahu cara mengelola keuangan perusahaan. Mau tidak mau, Jin Sun Woo lah yang pada akhirnya selalu mensupport rumah produksi suaminya. Mulai dari membantu melobby investor sampai menyuntikkan dana.  


Lee Tae Oh The World of The Married
Lee Tae Oh 

Kehidupan pernikahan mereka tampak sangat mesra dan saling mendukung satu sama lain. Meski telah menikah lebih dari sepuluh tahun, pasangan Tae Oh dan Sun Woo tetap hot dan mesra. Tae Oh tampak sangat menyayangi istri dan anaknya serta setia. Sampai kemudian kecurigaan bermula tatkala Sun Woo menemukan lip balm cherry di saku jaket suaminya yang baru saja pulang dinas luar ke China. Awalnya Sun Woo masih percaya saat Tae Oh beralasan dia asal saja membeli lip balm di bandara karena tidak tahu berbahasa mandarin. Tae Oh pun sempat memberi syal berwarna biru kepada Sun Woo yang pada akhirnya membuat Sun Woo makin curiga karena menemukan selembar rambut panjang berwarna hazel di syal tersebut. Siapakah pemilik sehelai rambut itu sementara rambut Sun Woo sendiri pendek dan berwarna hitam. 

Insting seorang perempuan pun bermain. Sun Woo mulai menyelidiki dan mencurigai satu demi satu perempuan yang dekat dengan suaminya. Firasatnya mengatakan Lee Tae Oh berselingkuh tapi dia tak juga mau menanyakan langsung. Setelah investigasi yang mendalam tanpa disengaja dan tak diduga akhirnya Sun Woo mengetahui siapa pelakor dalam rumah tangganya bersama Lee Tae Oh. 

The World of The Married
Da Kyung, Pelakor Tahun Ini 

Perselingkuhan terkuak di perayaan ulang tahun Lee Tae Oh. Di depan matanya sendiri, Jin Sun Woo akhirnya mengetahui bahwa perempuan bernama Da Kyung ini adalah anak dari pasiennya sendiri. Anak orang kaya dan berpengaruh di kota Gosan. Masih muda, cantik, seksi, pokoknya mah pikiran kita sebagai penonton 'kenapa mau sih sama laki orang?'. 

Perselingkuhan di Depan Mata 

Kisah drama Korea The World of The Married ini makin memanas di episode-episode berikutnya. Pertarungan yang sengit antara Jin Sun Woo yang ingin menyelamatkan pernikahannya dan Da Kyung si pelakor yang tampaknya makin menggila serta suami Lee Tae Oh yang makin tidak tahu diri. Masalah makin diperumit ketika perselingkuhan diketahui oleh sang anak Lee Joon Young. 

Lee Joon Young, ABG yang Keseringan Melihat Kemesraan Orangtua Lalu Kemudian Kecewa Bokapnya Berselingkuh 

Perselingkuhan ini akhirnya melibatkan makin banyak orang karena ternyata selama ini semua orang yang dekat dengan Jin Sun Woo tahu Lee Tae Oh pacaran dengan Da Kyung. Like everybody in Gosan, kota sekecil upil itu tahu dan Jin Sun Woo aja yang dibohongi selama lebih dua tahun kagak ngeh juga kalau diselingkuhin. Gabungan antara terlalu sibuk kerja dan terlalu percaya sama suami kayaknya nih! Gak cukup masalah gonjang ganjing rumah tangganya, pekerjaannya pun sempat oleng karena kasus ini terbawa-bawa sampai ke kantor. Tetangga juga ikut-ikutan rese pula. Sudahlah, ini seperti Jin Sun Woo melawan dunia, orang-orang yang dipercayainya malah adalah orang yang mengkhianatinya. 

Drama The World of The Married ini makin seru karena usaha Jin Sun Woo bermain cantik dalam menjebak Da Kyung dan keluarganya sekaligus memberi pelajaran pada Lee Tae Oh dan para bu ibu arisan sosialita Gosan yang kerap ngerumpiin dia di setiap pertemuan. Meskipun pada akhirnya dia memilih bercerai, perjalanan kisah hidup bu dokter yang kadang pinter kadang panikan hingga berbuat bodoh ini belum selesai begitu saja. Jin Sun Woo dan Lee Tae Oh masih tetap berseteru bahkan ketika akhirnya Lee Tae Oh menikah dengan Da Kyung karena doi hamil duluan. 

Oiya, selain cerita pernikahan Jin Sun Woo dan Lee Tae Oh, The World of The Married juga mengisahkan perkawinan pasangan Go Ye Rim dan Son Je Hyuk, tetangga kompleks yang sudah bertahun-tahun menikah tapi sang suami masih rajin 'jajan' dan gak mau punya anak. Pasangan pacaran Park In Gyu yang sering melakukan kekerasan fisik pada Min Hyun Seo tapi susah putus (karena kalau minta putus pasti digebukin) dan gosip-gosip khas bu ibu sosialita yang gak kalah seru. 

 Son Je Hyuk dan Go Ye Rim


6 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari Drama Korea The World of The Married

Nonton Drama Korea The World of The Married ini seperti melihat potret realistis kehidupan pernikahan. Memang, namanya juga drama, pasti adalah yang dilebih-lebihkan. Tapi.. sedikit banyak ada 6 hal yang bisa diambil pelajaran dari drama ini,khususnya kamu yang masih single : 

1. Pilihlah Pasangan yang Setara 


Sejak awal sebenarnya Jin Sun Woo sudah tahu Lee Tae Oh ini pekerjaan dan karirnya kagak jelas. Mau jadi produser film tapi kok ya gak punya modal dan gak percaya diri. Jin Sun Woo sudah jadi residen, dia belum jadi apa-apa. Hanya bermodalkan rasa tanggung jawab karena sudah bablas hamil duluan akhirnya mereka menikah. Ketika menikah tidak ada perubahaan dalam karir Lee Tae Oh. Tidak tahu mengelola keuangan perusahaan, tidak percaya diri, tidak tahu melobby orang, tahunya marahin istri tapi ternyata malah istrinya yang bantuin dia ngelobby calon investor. Aigoo.. 

Akibatnya, sebagai suami Lee Tae Oh selalu merasa berada dibawah bayang-bayang istrinya. Dengan alasan tersebut dia akhirnya mencari penghormatan dan rasa dibutuhkan pada perempuan yang lebih muda dan cantik seperti Da Kyung. Menurut Lee Tae Oh, dia merasa terintimidasi oleh Jin Sun Woo sementara dengan Da Kyung dia merasa nyaman dan merasa hidup kembali. 

The World Of The Married
Paling Tidak Seperti Ini lah. Sama Sama Dokter Sukses


Tidak sedikit kasus perselingkuhan bermula dari rasa ketidakpercaya diri sang suami akibat pasangan mereka lebih kuat dan stabil secara ekonomi dibanding mereka. Makanya menurut aku penting bagi perempuan-perempuan untuk memilih pasangan yang setara. Kalau pekerjaannya sudah gak jelas dan tampaknya bakal kamu yang modalin dia, sudah tinggalin aja. Gak ada cerita gak apa-apa hidup susah-susah bersama di awal. Jangan! Kamu sudah hidup nyaman, ngapain cari susah? 

2. Jauhi Laki-Laki Sakit Jiwa atas Nama Cinta dan Laki-Laki Parasit 

Park In Gyu adalah contohnya. Tahunya cuma bisa menyakiti Min Hyun Seo. Sudah Min Hyun Seo yang banting tulang kerja, dia tahunya mabok doang dan minta uang mulu. Parasit banget kan? Setiap kali Min Hyun Seo berniat putus atau melarikan diri, pasti dapat jatah pukulan dari Park in Gyu. Sakit jiwa sih ini sebenarnya. 



Selain model cowok parasit kayak Park In Gyu, Lee Tae Oh sebenarnya adalah laki-laki parasit juga. Sudah selingkuh, dating dan belanjain cewek selingkuhannya pakai kartu kredit yang dibayar sang istri. Dana tabungan untuk anak diambil, aset istri dijadikan jaminan, eh.. begitu menikah lagi, mertua lagi yang membuatkan perusahaan dan menempatkan dia sebagai direktur. Gak mandiri secara finansial, dimodalin dan difasilitasi mertua. 

Aigoo.. dua cowok macam ini yang harus dihindari ya, ladies. Secinta apapun kalian dan seganteng apapun orangnya, sudah tinggalin aja!! 

3. Pikir Lagi Pacaran dengan Suami Orang 

Sebagai perempuan, sedikit banyak melihat laki-laki yang rapih, wangi, enak dilihat dan kelihatannya mapan itu sungguh sangat menarik. Mereka tampak lebih dewasa, lebih mengayomi, lebih sabar dan kelihatan lebih sukses dibandingkan laki-laki sebaya yang baru saja meniti karir. Nah disini para cewe-cewe single kadang lupa, bahwa dibalik kerapihan baju yang mereka pakai, wangi yang menggoda, wajah mulus, tatanan rambut dan gaya yang menarik hati, ada perempuan yang bertitel ISTRI yang ngaturin itu semua buat mereka. Apa kalian pikir laki-laki bisa mengurus diri mereka sendiri ? 



Enggak... sekeren-kerennya laki-laki yang bisa mendandani diri mereka sendiri di saat single, lebih keren laki-laki beristri. Kenapa? Ya karena mereka terima beres aja. Makan siapin, badan gak kurus dan tampang gak kuyu. Baju disetriakain, parfum dipilihin, dasi dipasangin, aaih.. liat deh bapak dan ibu kamu. Tanya aja sama ibu kamu, dulu waktu sebelum mereka menikah memang bapak kamu sekeren setelah menikah? Trus kenapa mereka kelihatan lebih dewasa, lebih mengayomi, lebih sabar, lebih tahu maunya kamu sebagai perempuan? Ya karena sudah belajar menghadapi istrinya..... !  

Nah kalau sudah tahu, ada perempuan yang sudah lebih dulu jadi istrinya di balik gemerlap yang memukaumu itu.. coba balikin ke diri sendiri. Gimana perasaan kamu kalau ada perempuan lain yang menggoda bapak kamu dan akhirnya bapak kamu meninggalkan mama kamu, Suka? Gimana kalau pasangan kamu yang sudah kamu 'rawat' dan cintai sepenuh hati tergoda perempuan lain, kamu rela? 

Pada akhirnya meski Da Kyung sebagai pelakor akhirnya menikah dengan Lee Tae Oh, dia tak pernah merasa bahagia dengan perkawinannya. Kamu mau juga seperti itu? 

4. Menikah dengan Duda Cerai Punya Tantangannya Tersendiri

Sorry to say ladies.. ini bukan cuma di drama dalam kehidupan nyatapun menikah dengan duda yang bercerai apalagi yang sudah memiliki anak memang agak beresiko. Ada kemungkinan sang laki-laki belum bisa move on dari mantan istrinya. Lebih sulit lagi jika mereka punya anak. 

Ada beberapa 'kasus' di sekitar aku dimana mereka menikah dengan duda cerai beranak satu atau dua. Menurut mereka, kesulitannya adalah mau gak mau si suami dan mantan istrinya masing sering bertemu karena alasan anak. Jikapun tidak, entah bagaimana dalam perjalanan pernikahan mereka mantan istri jadi bayang-bayang istri baru. Gak dibandingin sih, cuma jadi semacam level game yang harus dilewatin dan itu kadang-kadang bikin capek juga. 

Jadi jika pun ingin menikah dengan laki-laki yang sudah cerai dan memiliki anak, make sure aja, mantan istri sudah menikah atau belum? Jangan-jangan dia pengen nikah lagi karena si mantan sudah nikah duluan. Pastikan kamu menikah dengan orang yang sudah move on dari masa lalunya. Jangan kayak Lee Tae Oh, sudah nikah masih nyariin Jin Sun Woo dengan alasan balas dendam .

5. Move On dari Hubungan yang Gak Sehat

Ketika pasangan terus-menerus menjatuhkanmu, mengancam dirimu bahkan teman-temanmu, sering selingkuh, atau melakukan kekerasan, disitulah kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Lebih tidak sehat lagi ketika mereka melakukan itu padamu dan kamu memaafkannya hanya karena faktor kasihan atas nama cinta. 

Bedakan cinta dengan kasihan ya, gengs. Kamu merasa dibutuhkan olehnya dan kamu merasa tanpa kamu dia gak bakal hancur, oleh karenanya kamu bertahan ? Itu bukan cinta.. itu kasihan. Cinta itu tidak membuat diri kamu rela untuk disakiti. Sayangnya yang kamu perlu kasihani itu bukan dia, tapi diri kamu sendiri. Rela gak putus hanya karena terenyuh melihat dia nangis-nangis gak bisa gak ada kamu, yakin tega sama diri sendiri? 

Jadilah tegas seperti Min Hyun Seo yang akhirnya memilih untuk tegas putus dengan Park in Gyu. Karena pada akhirnya dia sadar rasa cintanya pada dirinya sendiri harus lebih besar dibandingkan rasa kasihan berbalut cintanya pada pacarnya yang abusive itu. Begitu juga dengan Jin Sun Woo yang meskipun Lee Tae Oh minta balikan, dia sudah merasa cukup disakiti oleh perselingkuhan dan tingkah laku mantan suaminya itu. 



6. Jangan Menyalahkan Orang Lain atas Kegagalan Diri Sendiri 

Lee Tae Oh menyalahkan Jin Sun Woo saat perselingkuhannya ketahuan oleh calon investornya yang gak lain adalah ayah Da Kyung. Dia juga menyalahkan Sun Woo karena Joon Young tidak berpihak padanya. Lee Tae Oh semakin meruntuki Sun Woo saat dia akhirnya kehilangan jabatan dan fasilitas yang diberikan mertuanya dan diceraikan Da Kyung. Menurut Lee Tae Oh, kegagalan karir dan rumah tangganya yang baru akibat Sun Woo. Padahal siapa sih yang awalnya mulai selingkuh, meninggalkan istri dan anak demi kekasih baru? Kegagalan diri sendiri bukan karena orang lain, itu berawal dari diri kita sendiri wahai Lee Tae Oh... Anak lu aja tau! 

The World Of The Married
Jin Young Sudah Mulai Dewasa



Namanya juga drama Korea, sekusut-kusutnya ceritanya tetap lebih kusut kehidupan nyata. Drama The World Of The Married ini memang tidak berdasarkan kisah nyata, namun tidak bisa dipungkiri juga kisahnya sedikit banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi setidaknya dari kisah drama Korea pun ada yang bisa diambil pelajaran, bahwa apapun yang terjadi jangan gak tahu malu kayak Lee Tae Oh. Sudah jadi benalu, dibiayain melulu, selingkuh, abusive, pas gak punya duit minta balikan. Idih! 

Lee Tae Oh yang Tak Tahu Diri 

Menurut pendapat kamu gimana?