ASUS V400 AIO Series: All-in-One PC Terbaik untuk Rumah dan Tempat Kerja

Menuju akhir tahun 2025, rasanya resolusi saya untuk tahun 2026 sudah bulat: meja kerja yang lebih bersih (minimalis) tanpa mengorbankan performa. Dulu, saya pikir semakin banyak kabel dan monitor yang bertumpuk, semakin terlihat "pro". Tapi ternyata, produktivitas sejati justru lahir dari ketenangan visual. Pengen kayak video video vlogger estetik yang simple, rapih dan gak banyak printilan di atas meja. Pikiran juga lebih segar, gak sih?

Sebenarnya sudah lama kepikiran untuk melengkapi senjata membuat konten dengan All in One PC. Cuma ya gitu, maju mundur aja kayak setrikaan. Eh beberapa waktu lalu, saya sempat "mengintip" jajaran terbaru dari ASUS, yaitu ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) di acara Blogger Gathering di Makassar.

Jujur saja, ini bukan pertama kalinya saya melihat dan mencoba PC AiO ASUS, tapi V400 Series ini memang beda sih. Perangkat ini  adalah jenis perangkat yang membuat saya berpikir ulang tentang setup desktop tower yang berantakan atau layar laptop 18 inci yang, meski sudah besar untuk ukuran laptop, tetap terasa sempit untuk multitasking berat. Ini auto masuk wishlist 2026 !


PC ALL IN ONE

ASUS All-in-One PC V400 Series , The Most Aesthetic Workstation

​Salah satu alasan utama saya melirik AiO adalah efisiensi ruang tapi juga tidak melupakan estetika dan powernya untuk mendukung aktifitas. Namanya juga manusia, emang banyak maunya! 

"Bertemulah" Saya dengan ASUS V400 Series ini. Layaknya screening pasangan idaman, harus lihat tampilan dulu dong. Bagi saya, estetika itu penting bukan cuma buat pamer di Instagram, tapi untuk kesehatan mental saat bekerja. Meja yang lapang memberikan ruang bernapas bagi ide-ide baru. 

ASUS V400 Series ini datang dengan filosofi desain yang sangat tipis. Sasis baru ini 25% lebih tipis dibanding generasi sebelumnya. Dengan ketebalan hanya 36,5mm, PC ini tidak akan memakan banyak ruang.  Bayangkan sebuah komputer yang ketebalannya mungkin hanya setara dengan beberapa tumpukan smartphone modern.  Desainnya yang ramping ini didukung oleh bezel layar NanoEdge yang kini 38% lebih kecil, memberikan kesan layar yang hampir tanpa tepi. 

Pc ALL IN ONE


ASUS memberikan dua opsi ukuran yang sangat masuk akal: V440 dengan layar 24 inci dan V470 dengan layar 27 inci. Untuk kebutuhan saya sebagai penulis dan kerjaan kantor  yang sering membuka banyak dokumen secara berdampingan, model V470 layar 27 inci adalah pilihan yang mutlak. Bezel setinggi 15,6mm ini memberikan efek visual yang sangat dramatis. Jika biasanya monitor terasa seperti kotak televisi di atas meja, ASUS V400 terasa seperti selembar kanvas digital yang seolah-olah mengambang. Ruang kosong di bawah layar memberikan area lega untuk meletakkan keyboard dan mouse tanpa terasa sesak. Opsi touchscreen dan non-touchscreen juga tersedia, sehingga kita bisa menyesuaikannya dengan gaya kerja masing-masing. Nice! 

Visual: Kejelasan Warna untuk Kreativitas

​Satu hal yang saya perhatikan dalam memilih perangkat komputer adalah kualitas layarnya. Layar Full HD ini menawarkan sudut pandang lebar hingga 178°, yang artinya warna tidak akan berubah meski kita melihatnya dari samping. Bagi kita yang sering mengedit foto atau mendesain grafis ringan untuk konten blog, dukungan 100% sRGB dan teknologi ASUS Splendid memastikan warna yang kita lihat tetap hidup dan realistis.

​​Akurasi warna ini krusial bagi blogger yang juga sering mengedit foto atau desain grafis ringan. Ditambah lagi, ada teknologi ASUS Splendid yang membuat warna tampak lebih hidup. Yang paling saya apresiasi adalah sertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata. Menatap layar belasan jam sehari sering membuat mata perih, jadi fitur low blue light dan flicker-free ini bukan sekadar gimik, tapi kebutuhan. 

Performa: "Monster" di Balik Tampilan Cantik

​Jangan tertipu oleh casingnya yang ramping. Di dalamnya tertanam tenaga yang cukup untuk membuat laptop standar merasa minder. V400 Series didukung hingga prosesor Intel® Core™ i7-13620H.

​Satu hal yang membuat saya sangat antusias adalah dukungan memori RAM DDR5 hingga 64GB. Di era di mana kita membuka puluhan tab Chrome, aplikasi pengolah kata, Spotify, dan editor video secara bersamaan, ASUS V400 melahap beban kerja tersebut dengan sangat santai. Transisi antar aplikasi terasa instan. Tidak ada lagi momen menunggu "loading" yang membosankan yang seringkali membunuh momentum ide kreatif kita. 

Ditambah dengan SSD hingga 2TB, proses memindahkan file video berukuran besar terasa secepat membalikkan telapak tangan. Ini adalah spesifikasi yang sangat mumpuni untuk menjaga produktivitas tetap konsisten selama beberapa tahun ke depan. 

Pc ALL IN ONE

Konektivitasnya pun sudah siap untuk masa depan. Dengan WiFi 6E, kita bisa menikmati koneksi internet nirkabel yang lebih stabil dan cepat. Satu detail kecil namun penting adalah kehadiran WiFi 6E ini. Di tahun 2026, standar internet akan semakin cepat, dan memiliki perangkat yang mendukung koneksi nirkabel stabil di frekuensi 6GHz adalah investasi jangka panjang yang cerdas agar kita tidak tertinggal zaman.

Port yang disediakan juga sangat lengkap, mulai dari HDMI-in/out (yang memungkinkan AiO ini jadi monitor untuk perangkat lain), USB 3.2, USB-C, hingga slot SD/microSD yang sangat membantu untuk memindahkan data dari kamera.Welcome to  Sat Set Sat Set era! 

AI yang Memahami Privasi dan Kenyamanan

​Sebagai orang yang sering melakukan meeting daring atau webinar, fitur kamera AI di PC ini sangat menarik perhatian saya. Kameranya dilengkapi fitur cerdas seperti koreksi pencahayaan otomatis, pengaburan latar belakang (bokeh), hingga pelacakan tatapan mata

Jadi, meskipun saya sedang tidak menatap langsung ke lubang kamera, AI akan membantu saya tetap terlihat fokus ke lawan bicara. Jalan ninja kalau lagi bosen ditengah zoom meeting, hahaha! Detail kecil yang membuat kita tampil sangat profesional tanpa usaha lebih bahkan jika kondisi ruangan sedang berantakan atau pencahayaan kurang optimal. 

Ditambah lagi dengan teknologi AI Noise Cancellation, PC ini mampu meredam kebisingan di sekitar kita saat sedang berbicara melalui mikrofon. Suara bising dari  kendaraan yang lewat di depan rumah atau tiba tiba Kang Jualan Bakso lewat, ini semua akan disaring dengan baik. Suara kita tetap terdengar jernih oleh lawan bicara dan gak pake "sound effect" bunyi ting ting mangkok abang tukang bakso deh! 

Masalah privasi juga ditangani dengan sangat elegan. Kamera pada PC ini bersifat retractable, artinya user bisa menutupnya secara fisik saat sedang tidak digunakan. Tidak perlu lagi menempelkan stiker atau isolasi hitam yang merusak estetika layar. Untuk keamanan data, terdapat chip TPM 2.0 yang mengenkripsi data sensitif kita agar tidak mudah diakses oleh pihak ilegal.

Keamanan fisik pun tidak dilupakan dengan adanya slot kunci Kensington Nano, sehingga perangkat ini bisa terlindungi dari risiko pencurian saat diletakkan di kantor atau tempat umum.

Hiburan Imersif: Dari Kerja ke Bioskop Pribadi

​Satu kejutan manis dari seri ini adalah sistem audionya. Seringkali, AiO memiliki suara yang "cempreng" karena keterbatasan ruang untuk speaker. Tapi ASUS menyematkan speaker stereo hi-fi dengan desain bass-reflex.

Ini penting banget apalagi buat saya yang gak hanya menulis atau mengedit video, tapi juga audio dan menyusun playlist untuk 90,9 RRI Pro 5 Makassar. Speakernya menggunakan desain bass-reflex yang biasanya hanya ditemukan pada sistem audio hi-fi kelas atas.  

Dengan dukungan Dolby® Atmos, suaranya tidak terasa datar keluar dari monitor. Ada efek surround yang nyata, di mana suara terasa datang dari berbagai arah, memberikan pengalaman sinematik yang kuat meski tanpa speaker tambahan yang memenuhi meja. Bayangin kalau kamu nonton Youtube atau film, auto betah gak sih? 

Layanan Purnajual yang Menenangkan

​Membeli perangkat premium tentu dibarengi dengan kekhawatiran soal servis. Kalau ASUS sih, aku sudah tahu banget kalau ASUS itu gak main main tentang after salesnya. ASUS memberikan 2 Years Warranty On-Site untuk pembelian V400 Series ini . 

Artinya, jika ada kendala, teknisi akan datang langsung ke rumah atau kantor kita. Tidak perlu repot membongkar setup meja dan mengangkut PC yang berat ke pusat servis. Selain itu, ada juga Accidental Damage Protection (ADP) yang melindungi dari kerusakan akibat ketidaksengajaan. 

Tapi ketidaksengajaan mencintaimu di luar garansi ya kak.... 

Kesimpulan: Apakah Ini All in One PC Impian?

​Untuk aku sebagai pekerja kreatif,  ASUS All-in-One PC V400 Series adalah kandidat yang sangat kuat untuk di rumah.  Jika Kamu adalah seorang pengusaha, atau keluarga modern yang mencari keseimbangan antara estetika dan performa, ASUS All-in-One PC V400 Series juga layak dipertimbangkan. 

Perangkat ini cocok banget sih buat kantor dan rumah dengan konsep minimalis modern. ASUS All-in-One PC V400 Series bisa menjadi The Most Aesthetic Workstation. Ia tidak hanya berfungsi sebagai alat kerja, tetapi juga sebagai elemen dekorasi yang mempercantik ruangan.

​Secara keseluruhan, V400 Series memberikan pengalaman komputasi yang "lega"—lega di mata karena layarnya yang besar dan jernih, lega di meja karena desainnya yang ringkas, dan lega di hati karena dukungan keamanannya yang komprehensif. 

PC ALL IN ONE

Tertarik untuk memiliki PC impian ini?

​Kalau aku sih yes! Jika kamu juga tertarik untuk mentransformasi meja kerja  menjadi lebih estetik dan bertenaga, kamu bisa  mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pembelian melalui saluran resmi berikut:

  • E-commerce Terpercaya: silahkan cek ketersediaannya di Official Store ASUS di berbagai marketplace pilihan Anda seperti di Shopee  atau di Tokopedia 

​Meja kerja yang rapi adalah investasi untuk pikiran yang lebih jernih. Dan bagi saya, ASUS V400 SERIES, AIO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja adalah kunci untuk mewujudkannya.

​Bagaimana menurut Kamu? Apakah setup All-in-One sudah cukup untuk menggantikan desktop tower lama kamu di tahun 2026? Mari berdiskusi di kolom komentar!

Artikel ini diikutsertakan pada LOMBA BLOG "ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!" Yang diadakan oleh Travelerien


Butuh Laptop di 2026? Ini Cara Memilih ASUS yang Tepat Sesuai Kebutuhanmu

Saya pakai ASUS pertama kali sekitar 2012. Waktu itu alasannya sederhana: butuh laptop yang masuk akal, tidak rewel, dan tidak bikin stres di tengah tugas kantor dan kuliah. Tidak ada romantisme merek. Tidak ada ambisi “harus flagship”. Yang saya butuhkan cuma: nyala, kerja, dan bertahan.

Yang menarik, belasan tahun kemudian, ketika saya sudah bekerja dan malah ikut terlibat dalam pengadaan perangkat kantor, nama ASUS justru muncul lagi—kali ini bukan untuk saya sendiri, tapi untuk tim. Sampai hari ini, ASUS Vivobook yang saya rekomendasikan ke kantor masih dipakai sebagai alat kerja harian. Spreadsheet berat, meeting seharian, dokumen bertumpuk, browser dengan puluhan tab, bahkan edit video dan audio juga bisa—semua itu dijalani tanpa drama. 

Karena itu, ketika orang bertanya: “ASUS di 2025–2026 masih relevan nggak?” Jawaban saya singkat: iya, tapi pilihnya harus tepat. Karena sekarang konteksnya sudah berubah. Laptop bukan cuma soal cepat, tapi soal AI-ready, efisien, dan cocok dengan gaya hidup.


Laptop hari ini bukan cuma soal CPU, tapi soal AI

Di 2025, pembicaraan laptop pelan-pelan bergeser. Kita mulai dengar istilah NPU, TOPS, dan Copilot+ PC. Intinya sederhana: semakin banyak pekerjaan kecil yang dulu kita lakukan manual—ringkas dokumen, transkrip, summarizing, image assist—sekarang dikerjakan AI langsung di perangkat.

ASUS termasuk yang cepat masuk ke area ini. Banyak lini laptopnya sudah dibekali NPU hingga ±45 TOPS, yang artinya pemrosesan AI bisa dilakukan lokal, lebih cepat, dan lebih hemat daya.

Dan menariknya, teknologi ini tidak hanya hadir di laptop mahal.


Untuk pelajar: laptop terjangkau, tapi sudah “AI modern”

Untuk segmen pelajar atau pengguna pemula, saya cukup suka dengan pendekatan ASUS tahun ini. Mereka tidak memaksa semua orang masuk kelas premium.

Seri ASUS Vivobook 14 A1407CA, A1407QA, dan M1407KA adalah contoh yang pas. Ini laptop yang secara harga masih masuk kategori terjangkau, tapi pengalamannya sudah modern. Bukan laptop “sekadar hidup”.

asus vivobook a14

Laptop-laptop ini cocok untuk:

  • Pelajar SMA atau mahasiswa awal
  • Tugas, presentasi, browsing, AI tools ringan
  • Penggunaan harian tanpa harus mikir “takut lambat”

Tidak semua orang butuh laptop super tipis atau GPU diskrit. Untuk banyak pelajar, stabil dan responsif jauh lebih penting. Dan seri ini cukup jujur di situ.


Mahasiswa & pekerja kantoran: ringan, stylish, tahan seharian

Masuk ke segmen yang paling sering saya rekomendasikan: mahasiswa tingkat akhir, pekerja kantoran, atau profesional muda. 

ASUS A14

Di sini, ASUS Vivobook S14 S3407QA dan S3407CA terasa pas. Laptop ini tidak berisik soal spesifikasi, tapi ketika dipakai, baru terasa niatnya.

Ringkas, desainnya bersih, dan yang paling penting: baterainya besar. Dalam pemakaian normal, bisa tembus di atas 16 jam. Ini tipe laptop yang bisa dibawa seharian—kerja di kafe, meeting berpindah-pindah, presentasi—tanpa panik cari colokan.

Ini juga laptop yang “aman” untuk:

  • Tugas kantor
  • Presentasi
  • Multitasking
  • AI assistant harian

Bukan laptop pamer. Tapi laptop yang bikin hidup lebih simpel.


Butuh tenaga ekstra? Vivobook S14 M3407HA

Ada satu segmen yang sering “terjepit”: orang yang bukan gamer, tapi kerjanya sudah mulai berat. Banyak tab, banyak aplikasi, AI dipakai lebih sering, sesekali editing grafis atau video ringan.

ASUS VIVOBOOK S14

Untuk kelompok ini, ASUS Vivobook S14 M3407HA menarik. Performanya lebih fleksibel. Tidak seberat laptop gaming, tapi cukup kuat untuk:

  • Multitasking berat
  • Pemanfaatan AI lebih intens
  • Kebutuhan kreatif ringan

Ini tipe laptop “transisi”: dari pengguna biasa ke power user. Dan menurut saya, segmen ini akan makin besar ke depan.


Laptop pekerja visual: ProArt itu beda kelas

Kalau pekerjaanmu sudah masuk ranah visual serius—desain, fotografi, video, color grading—maka ceritanya berbeda. Di titik ini, layar bukan sekadar tajam, tapi harus akurat.

Di sinilah ASUS ProArt relevan.

Laptop ProArt memang tidak murah, tapi juga tidak asal mahal. Fokusnya jelas: layar presisi, performa stabil, dan workflow profesional. Ini laptop untuk orang yang tahu apa yang dia kerjakan.

Bukan untuk semua orang. Tapi untuk kreator visual, ProArt itu investasi, bukan gaya.


Gaming: dari kasual sampai serius

Untuk urusan gaming, ASUS membagi dengan cukup jelas.

ASUS Gaming K16

Ini titik masuk yang masuk akal. Buat kamu yang ingin laptop bisa kerja dan main, tapi tidak mau bobot dan harga laptop gaming kelas berat. Seri ini cocok untuk gamer kasual, mahasiswa, atau pekerja yang main game sebagai hiburan. 

ASUS Gaming K16 adalah laptop yang terasa dibuat untuk mereka yang ingin masuk ke dunia gaming tanpa harus berkompromi dengan kebutuhan kerja dan aktivitas harian. Dari luar, tampilannya tetap rapi dan modern—tidak terlalu “teriak gamer”—namun begitu dinyalakan, karakternya langsung terasa berbeda. 

Performa yang ditawarkan cukup agresif untuk menjalankan game populer dengan lancar, sekaligus tetap stabil untuk multitasking berat seperti editing, streaming ringan, atau membuka banyak aplikasi sekaligus. Keyboard-nya responsif dengan feedback yang mantap, cocok untuk sesi bermain panjang maupun mengetik cepat, sementara sistem pendinginnya bekerja cerdas menjaga suhu tetap terkendali tanpa suara kipas yang mengganggu. Layar dengan refresh rate tinggi memberi pengalaman visual yang lebih mulus dan imersif, membuat pergerakan terasa tajam dan responsif, baik saat gaming kompetitif maupun menikmati konten hiburan. 

ASUS K16

Yang menarik, ASUS Gaming K16 tidak memposisikan diri hanya sebagai “mesin game”, tetapi sebagai perangkat serba bisa—cukup kuat untuk bermain, cukup nyaman untuk kerja, dan cukup solid untuk dipakai setiap hari tanpa terasa berlebihan. Ini adalah tipe laptop yang memberi rasa percaya diri: dinyalakan untuk kerja siang hari, dipakai gaming malam hari, dan tetap terasa relevan di kedua dunia tersebut—sebuah keseimbangan yang memang menjadi ciri khas pendekatan ASUS dalam merancang perangkat modern.

Laptop gaming terbaik: ASUS TUF & ROG

Kalau bicara gaming serius, posisi ASUS di level ini sebenarnya sudah mapan. Bukan karena slogan, tapi karena konsistensi. Lini TUF dan ROG bukan dibangun semalam—keduanya lahir dari pemahaman bahwa performa tinggi tanpa sistem yang matang hanya akan berumur pendek.

Mari kita bedah pelan-pelan.

ROG (Republic of Gamers) ditujukan untuk mereka yang benar-benar tahu apa yang mereka cari dari sebuah perangkat gaming. Bukan sekadar “bisa main game”, tapi bagaimana game itu dijalankan: frame rate stabil, input presisi, layar cepat, dan respons sistem yang tidak terasa tertinggal sedetik pun. Pendinginan di lini ROG dirancang agresif sejak awal—bukan ditambal belakangan—karena ASUS paham bahwa performa puncak hanya relevan jika bisa dipertahankan, bukan cuma muncul di benchmark. Keyboard, audio, hingga tuning software dibuat untuk pengguna yang sadar detail dan tidak mau kompromi. ROG itu bukan soal tampilan RGB-nya, tapi soal kontrol penuh atas pengalaman gaming.

Sementara itu, ASUS TUF berbicara ke segmen yang berbeda—dan justru itu kekuatannya. TUF hadir untuk gamer yang mengutamakan ketahanan, konsistensi, dan value. Performanya tinggi, ya. Tapi pendekatannya lebih rasional. Desainnya lebih tenang, tidak terlalu flamboyan, dan fokus pada fungsi. Sistem pendinginan TUF mungkin tidak seekstrem ROG, tapi sangat stabil untuk penggunaan jangka panjang. Ini laptop yang siap dipakai lama, dibawa ke mana-mana, dipakai gaming, kerja, bahkan perjalanan, tanpa terasa rapuh. Bagi banyak orang, TUF adalah sweet spot: performa gaming serius tanpa harus “mengumumkan” ke semua orang bahwa mereka gamer. 

ASUS TUF GAMERS

Yang menarik, ASUS tidak berhenti di laptop.

Masuk ke ROG Ally (Xbox Ally), kita melihat arah ekosistem yang lebih luas. Ini bukan pengganti laptop gaming—dan memang tidak dimaksudkan untuk itu. ROG Ally adalah ekstensi gaya hidup gaming modern. Ia menjawab kebutuhan gamer yang ingin tetap bermain di sela-sela waktu, di luar meja, tanpa harus membawa laptop besar. Performa handheld ini cukup serius untuk ukurannya, dengan ekosistem software yang terintegrasi dan fleksibilitas ala PC gaming. Bagi pengguna ROG atau TUF, Ally terasa seperti perpanjangan alami: main di rumah pakai laptop, lanjut di luar pakai handheld. Workflow gaming yang cair, bukan terputus.

Di sinilah kekuatan ASUS terasa utuh: ekosistem.
Laptop untuk sesi serius. Handheld untuk fleksibilitas. Perangkat lunak yang saling terhubung. Filosofi desain yang konsisten.

Kesimpulannya sederhana tapi tegas:

  • ROG untuk gamer yang ingin kontrol penuh dan performa maksimal tanpa kompromi.

  • TUF untuk gamer yang ingin performa tinggi, tahan banting, dan tidak berisik secara visual.

  • ROG Ally untuk mereka yang melihat gaming sebagai bagian dari ritme hidup, bukan aktivitas yang terikat meja.

Kalau kamu memang serius di gaming, memilih di antara lini ini bukan soal mana yang “lebih hebat”, tapi mana yang paling jujur dengan cara kamu bermain. Dan di titik itu, ASUS sudah menyiapkan jalannya.


Aksesori: Hal Kecil yang Justru Terasa Tiap Hari

Ngomongin laptop sering berhenti di spesifikasi dan performa. Padahal, setelah dipakai berbulan-bulan, yang paling sering bersentuhan dengan kita justru hal-hal kecil di sekitarnya: ransel, keyboard, dan mouse. Dan jujur saja, di titik ini saya mulai sadar kenapa ekosistem aksesori dari ASUS terasa kepikiran matang.

Ransel: Kelihatan Sepele, tapi Krusial

ASUS punya beberapa ransel resmi yang desainnya tidak berisik—tidak teriak “gaming”, tidak juga terlalu korporat. Buat saya pribadi, ransel laptop yang baik itu bukan soal gaya dulu, tapi:

- Bobotnya ringan
- Bantalan punggung nyaman
- Kompartemen rapi (charger, mouse, dokumen tidak saling bertabrakan)

Ini penting terutama kalau kamu pakai Vivobook atau Zenbook yang memang ditujukan untuk mobilitas. Ransel yang terlalu berat atau kaku justru menghilangkan keunggulan laptop ringan itu sendiri. ASUS cukup konsisten menjaga desain ranselnya fungsional, bukan sekadar bonus.

Keyboard & Mouse Marshmello: Fun, tapi Tidak Main-Main

ASUS MARSHMELLO KEYBOARD


Aksesori kolaborasi ASUS × Marshmello awalnya terlihat seperti gimmick. Warna putih, aksen playful, terasa sangat pop. Tapi setelah dipakai, kelihatan jelas bahwa ini bukan mainan.

Keyboard dan mouse Marshmello ini cocok untuk:
- Pelajar dan mahasiswa
- Kreator muda
- Atau siapa pun yang ingin meja kerja terasa lebih hidup tanpa terlihat norak

Feel mengetiknya tetap solid, respons mouse-nya presisi, dan desainnya memberi jeda visual dari rutinitas kerja yang biasanya monoton. Buat sebagian orang, mood itu penting—dan aksesori seperti ini bisa jadi pemicunya.

ASUS Fragrance Mouse MD102: Kecil tapi Surprisingly Masuk Akal

Yang ini mungkin paling unik: ASUS Fragrance Mouse MD102 . Mouse dengan kompartemen aroma. Kedengarannya aneh? Iya. Tapi setelah dipikir, masuk akal. Buat orang yang kerja lama di depan layar, detail kecil seperti aroma lembut bisa:

- Membantu relaksasi
- Mengurangi rasa jenuh
- Memberi sensasi personal pada meja kerja

Ini bukan soal “wangi-wangian”, tapi soal pengalaman. Mouse-nya sendiri tetap ergonomis dan nyaman dipakai kerja lama. Aromanya halus, tidak menyengat, dan opsional—kalau tidak mau, ya tinggal kosongkan saja.

ASUS Fragrance Mouse MD102


Ini tipe produk yang tidak semua orang butuh, tapi begitu cocok, jadi susah ditinggal.

Pilih Sesuai Hidupmu, Bukan Tren

Kalau saya tarik benang merahnya: ASUS tidak hanya mikir soal laptopnya bisa secepat apa, tapi juga bagaimana rasanya dipakai setiap hari. Dari Vivobook yang sekarang dipakai kerja di kantor, Zenbook yang ringan dibawa ke mana-mana, sampai ProArt dan ROG yang fokus ke performa—semuanya terasa punya konteks.

Dan ketika konteks itu diperluas ke aksesori—ransel yang nyaman, keyboard yang bikin betah, mouse yang bahkan memikirkan aroma—di situ terasa bahwa pengalaman kerja tidak cuma soal angka benchmark.

Laptop boleh jadi pusatnya. Tapi yang membuat kita betah duduk berjam-jam di depannya, sering kali justru hal-hal kecil di sekelilingnya.  Saya masih merekomendasikan ASUS bukan karena nostalgia sejak 2012, tapi karena konsistensinya. Mereka tidak selalu paling heboh, tapi sering paling masuk akal. Dan di era AI seperti sekarang, laptop yang terasa “cukup” hari ini, bisa jadi terasa tertinggal besok. Karena itu, memilih laptop bukan lagi soal siapa paling cepat—tapi siapa yang paling relevan dengan hidupmu.

ASUS Vivobook S14: Laptop AI Ringan, Tangguh, dan Tahan Seharian!

Kalau kamu masih mikir semua laptop itu ya cuma “gitu-gitu aja,” kayaknya kamu belum ketemu sama ASUS Vivobook S14 (S3407CA). Laptop AI modern ini hadir bukan cuma dengan otak yang pintar, tapi juga desain yang tipis, daya tahan super, dan tenaga luar biasa buat nemenin kamu dari pagi sampai malam — literally!

Di tengah dunia yang makin mobile dan serba digital, kita butuh laptop yang bisa ngikutin ritme hidup kita. Bukan cuma cepat, tapi juga cerdas. Bukan cuma ringan, tapi juga tahan lama. Nah, Vivobook S14 ini kayaknya ngerti banget kebutuhan itu. 


AI Inside, Power Outside

Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak aplikasi dan layanan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kita menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih cepat dan efisien. Dari mengedit video otomatis, membuat konten, menyusun laporan, hingga mengelola jadwal dan email — AI kini jadi bagian penting dari produktivitas harian.

Nah, di sinilah peran laptop khusus AI seperti ASUS Vivobook S14 jadi sangat relevan. Dibekali dengan NPU (Neural Processing Unit) khusus, Vivobook S14 dapat menangani beban kerja AI secara mandiri dan efisien tanpa membebani CPU dan GPU. Hasilnya? Kinerja lebih cepat, konsumsi daya lebih hemat, dan pengalaman yang jauh lebih responsif dibandingkan laptop tanpa NPU.

Vivobook S14 ditenagai oleh prosesor generasi terbaru Intel® Core™ Ultra 7 Processor 255H, dengan kecepatan hingga 5,1GHz dan dukungan Intel® AI Boost NPU. Ini bukan sekadar laptop multitasking biasa, tapi partner produktivitas yang siap diajak berpacu dengan deadline dan kreativitasmu.

Dengan 16 core dan 16 thread, laptop ini punya otak yang nggak cuma cepat, tapi juga bisa mikir bareng kamu. Aplikasi berat? Render video? Analisis data? No sweat. Intel AI Boost NPU-nya juga mendukung pengolahan data berbasis kecerdasan buatan secara real-time — cocok banget buat kamu yang pakai tools AI buat kerja, belajar, atau bahkan ngonten.

Tipis, Ringan, dan Bertenaga

Yang bikin jatuh hati? Desainnya! Vivobook S14 cuma setebal 1,59 cm dan berbobot 1,4 kg. Ramping dan ringan, tapi tetap kokoh karena pakai metal chassis yang elegan dan tangguh. Jadi, kamu nggak cuma kelihatan produktif, tapi juga stylish dan profesional di setiap pertemuan.

Laptop ini memang dirancang untuk mobilitas tinggi. Mau dipakai di rumah, kampus, kantor, atau perjalanan jauh — Vivobook S14 bisa diandalkan tanpa bikin pundak kamu protes.

Daya Tahan yang Bikin Kamu Nggak Ribet

Laptop ini dilengkapi dengan baterai 70Wh yang sanggup bertahan lebih dari 12 jam. Mau kerja dari pagi, nugas seharian, sampai Netflix-an malam — semua bisa tanpa perlu colokan. Cocok banget buat kamu yang sering mobile dan suka kerja dari coffee shop atau ruang publik.

Baterai habis di tengah jalan? Nggak masalah. Fitur USB-C® Easy Charge memungkinkan kamu ngecas pakai charger HP atau bahkan power bank. Nggak perlu bawa charger laptop besar-besar ke mana-mana. Satu charger cukup untuk semua.

Konektivitas Lengkap dan Siap Sambung ke Apa Saja

Vivobook S14 juga dilengkapi dengan berbagai port dan fitur koneksi canggih seperti:

  • Dua port USB4® untuk transfer data super cepat

  • HDMI® untuk presentasi dan tampilan eksternal

  • WiFi 6E untuk internet stabil dan ngebut

  • Microsoft Phone Link untuk menyambungkan laptop dan smartphone kamu biar bisa balas chat, cek notifikasi, bahkan angkat telepon langsung dari laptop

Semua ini bikin laptop kamu nggak cuma jadi pusat kerja, tapi juga pusat kontrol aktivitas digital kamu.

Laptop Cerdas dengan Perlindungan Maksimal

Kecanggihan Vivobook S14 nggak cuma di performa dan desain. ASUS juga menyematkan perlindungan kelas dunia: sertifikasi ketahanan militer MIL-STD-810H, yang bikin laptop ini tahan guncangan, suhu ekstrem, dan berbagai tantangan harian.

Dan kamu nggak perlu khawatir soal aftersales. ASUS kasih garansi global 3 tahun, yang bisa diklaim di 114 negara, plus layanan ekstra ASUS VIP Perfect Warranty — perlindungan jika terjadi kerusakan karena kelalaian kamu di tahun pertama.

Ini semacam "asuransi digital" yang bikin kamu merasa aman saat pakai laptop ini dalam berbagai kondisi.

Bonus yang Bikin Produktivitas Langsung Jalan

Untuk mendukung produktivitas sejak hari pertama, ASUS menyertakan Office Home & Student 2024 seumur hidup dan langganan Microsoft 365 selama satu tahun secara gratis. Jadi, langsung gas kerja, nggak perlu mikir beli software tambahan.

Kamu bisa langsung buka Word, Excel, PowerPoint, dan berbagai fitur Microsoft 365 lainnya sejak pertama kali nyalain laptop. Siap kerja? Siap banget.

Kesimpulan: Laptop AI yang Siap Nemenin Gaya Hidupmu

ASUS Vivobook S14 bukan cuma laptop tipis yang cantik. Ia adalah paket lengkap: tangguh, tahan lama, pintar, dan siap menghadapi masa depan AI. Cocok untuk pelajar, pekerja remote, kreator konten, atau siapa pun yang ingin laptop ringan tapi bukan sembarangan.

Dari desainnya yang futuristik, performa AI-nya yang luar biasa, hingga daya tahannya yang bikin kamu nggak perlu bawa charger ke mana-mana — Vivobook S14 adalah bukti nyata bahwa masa depan laptop itu sekarang.

Jadi, kalau kamu lagi cari laptop yang bisa kerja keras bareng kamu, tapi tetap enteng dibawa dan nyaman dilihat, Vivobook S14 layak banget jadi pilihan.

5 Manfaat Menggunakan Portable Power Generator

Geoman Electrical DNY menyediakan produk seperti  Portable Power Generator di Singapura dengan komunikasi pra-penjualan dengan pengiriman tepat waktu dan dukungan purna jual yang cepat. Mengapa kita memerlukan Portable Power Generator? Pemadaman listrik sering kali tidak bisa dihindari. Penyebabnya bisa apa saja. Cuaca buruk, seperti angin kencang, sambaran petir, bisa menyebabkan kabel jaringan listrik sehingga mau tidak mau kita sebagai pengguna listrik pun mendapat imbasnya. Tapi itu semua tidak masalah jika kita punya Portable Power Generator. Perangkat yang satu ini memungkinkan kita tidak perlu khawatir lagi dengan pemadaman listrik.  


5 Manfaat Menggunakan Portable Power Generator 

Portable Power Generator



Selain mudah dibawa ke mana-mana, bisa dijinjing bahkan digeret layaknya koper, ini dia 5 manfaat menggunakan Portable Power Generator : 


1. Sumber Listrik Darurat

Di rumah, kekhawatiran besar saat listrik padam adalah sisa makanan karena kulkas dan kompor mati. Selain tidak bisa memasak makanan yang ada, ada risiko makanan yang mudah rusak membusuk dan terbuang percuma, apalagi jika pemadaman listrik berlangsung lama. Begitu juga kenyamanan saat di rumah apalagi yang sangat bergantung dengan air condition. Portable Power Generator membantu kamu agar tetap nyaman dan mencegah pemborosan dengan menjaga agar peralatan rumah tangga tetap berfungsi, menghemat uang dalam jangka panjang.


2. Sumber Daya untuk Perangkat Technology di Rumah 

Di era teknologi ini, kita mengandalkan komputer dan tablet untuk melakukan banyak pekerjaan kita.  Bagaimana tidak, gadget lektronik ini menjadi kebutuhan pokok dalam rutinitas kita sehari-hari. Pemadaman listrik bisa singkat, atau bisa berlangsung selama berhari-hari, memaksa orang-orang di rumah kita untuk menemukan cara untuk menghibur diri. Dengan generator portabel, kamu dapat dengan mudah menyalakan komputer, lampu, dan bahkan perangkat televisi, memungkinkan Anda mengatasi pemadaman listrik dengan nyaman.


Demikian pula, jika kamu tinggal di daerah yang rawan badai yang dapat mematikan listrik, Portable Power Generator adalah investasi yang bijaksana. Dengan adanya generator untuk keadaan darurat, Kamu tidak perlu pergi ke hotel, misalnya. Sebagai gantinya, kamu dapat tetap berada dalam kenyamanan rumah kamu sendiri.  Tidak itu saja, peralatan penting untuk rumah tangga kamu tetap berfungsi. Tidak meresahkan lagi, bun…. 


3. Sumber Daya Untuk Peralatan Listrik 

Selain untuk keadaan darurat, Portable Power Generator juga dapat digunakan untuk keadaan non-darurat. Bayangkan jika kamu bekerja di lokasi perlu menggunakan peralatan listrik sementara di tempat itu tidak ada sumber daya listrik yang memadai. Sudah jelas Portable Power Generator adalah solusi terbaik dan paling nyaman. Bagian Portable dari generator sangat berguna dalam hal ini karena memungkinkan generator untuk berpindah ke beberapa situs dengan relatif mudah.


Selain itu, pekerjaan konstruksi pada malam hari menjadi jauh lebih mudah, berkat generator portabel, yang dapat dengan mudah memberi penerangan yang memadai untuk pekerjaan itu selain menyediakan tenaga untuk peralatan. 


4. Penggunaan Saat Liburan 

Kemudahan penggunaan generator Portable menjadikannya tambahan yang ideal untuk aktivitas luar ruangan apa pun. Anggaplah pengen perjalanan berkemah keluarga di lokasi yang tidak menyediakan listrik.  Portable Power Generator solusi terbaik untuk menyalakan kulkas mini agar daging dan ikan tetap segar atau memberikan cahaya di malam hari.


Selain itu, karena kita hidup di dunia yang terobsesi dengan teknologi, pergi berkemah atau melakukan perjalanan jauh tanpa akses ke email kantor atau tanpa komunikasi dengan rekan kerja adalah hal yang mustahil. Portable Power Generator menghilangkan kekhawatiran karena dapat dengan mudah menyalakan komputer dan tablet sesuai kebutuhan. Atau, jika kamu dan keluarga hanya ingin menonton film semalaman di tenda, Portable Power Generator lebih dari mampu untuk mewujudkannya.


Sebenarnya bukan hanya perjalanan berkemah yang menggunakan Portable Power Generator. Setiap acara di luar ruangan dapat ditingkatkan dengan kenyamanan dan kemudahan yang disediakan oleh perangkat ini. Singkatnya Portable Power Generator adalah investasi yang sangat baik karena dapat memberikan kamu kenyamanan rumah di mana pun berada.


5. Pencegahan Kerusakan

Pemadaman listrik atau kecelakaan listrik lainnya saat Anda jauh dari rumah bisa memakan biaya. Hal yang hebat tentang Portable Power Generator adalah perangkat ini  dapat diprogram untuk menyala segera setelah listrik padam. Bahkan jika kita  berada di luar rumah saat pemadaman dan tidak dapat memeriksa rumah kamu. 


Bahkan jika kamu memasang sistem HVAC untuk menjaga rumah Anda bersih dari jamur dan lumut, terutama jika Anda tinggal di daerah yang lembab. Tidak adanya pemutusan listrik yang lama membuat sistem HVAC tetap berjalan, sehingga kualitas udara dalam ruangan rumah kamu tidak memburuk saat kamu pergi. Menjaga sistem HVAC tetap berjalan memiliki manfaat tambahan. Super nyaman dan aman.


Portable Power Generator, Solusi Sumber Daya Listrik Cadangan 

Perangkat ini tidak hanya menawarkan kenyamanan tapi juga kemudahan dalam penggunaan dan chargingnya.  Beberapa produk Portable Power Generator ini selain bisa dicharge menggunakan sumber daya listrik langsung, juga dapat dicharge melalui panel tenaga surya dan tenaga angin. Ramah lingkungan juga ya! Oiya, desainnya juga lucu-lucu loh.. Tidak sekaku genset yang biasanya kita temui.


Nah itu dia 5 manfaat memiliki Portable Power Generator. Gak ada salahnya jika punya budget lebih ya bun.. Lumayan buat jaga-jaga. Atau malah jangan-jangan sudah punya? Yuk, share di kolom komen dong! Apakah kalian tertarik memiliki Portable  Power Generator? 


JELI MELIHAT PELUANG BISNIS DI ERA DIGITAL MASA PANDEMI

 
Tahun 2020 bisa dikatakan sebagai tahun yang sulit bagi sebagian besar orang, terutama para pelaku bisnis. Banyak yang berjatuhan, meski tak sedikit yang mencoba untuk bertahan. Ada yang berhasil, namun tak kurang yang masih hilang tak tentu arah mencari cara dalam peruntungan nasib. 

ASUS CHROMEBOOK

Dalam pemaparan Kementerian Ketenakerjaan (Kemenaker) di bulan November 2020, sebanyak 88 persen perusahaan terdampak pandemi selama 6 bulan terakhir. Sebanyak 20,3 persen perusahaan yang mengalami penurunan dari segi produksi, 22,8 persen mengalami penurunan keuntungan, dan 22,8 persen yang mengalami penurunan permintaan. 

Dari semua itu pelaku bisnis berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah pihak yang lebih terpukul oleh pandemic. Tercatat penurunan produksi, keuntungan, dan permintaan umumnya terjadi pada yakni di atas 90 persen. 

Infografis dampak pandemi terhadap bisnis di Indonesia


Bisnis bisa sekejam itu, teman! Bahkan perusahaan besar dan waralaba terkenal pun merasa terancam. Ini bukan lagi masalah kuat-kuatan modal dan nama besar, tetapi bagaimana memanfaat apa yang disisakan pandemi untuk kembali bangun dan bertahan. 

Ini yang aku dapatkan setelah menyimak paparan Victor Asih dalam salah satu webinar business series yang diadakan oleh IIDN dan ASUS. Beliau adalah seorang Motivator, Public Speaker, IT Consultan & Mentor of Business Start Up and Technology Innovation. 

Dari webinar tersebut, aku banyak mendapat pembelajaran bahwa agar dapat bertahan di masa seperti ini, pelaku bisnis khususnya UMKM perlu memiliki Growth Mindset, pola pikir untuk berkembang. 

Pola Pikir Berkembang


Mengubah pola pikir saja tentu tidak cukup. Agar usaha yang kita lakukan ini bisa tetap berkembang perlu memadukan hard skill dan soft skill. 

Hard Skill kemampuan yang dapat diajarkan dan diukur, seperti menulis, membaca, matematika atau kemampuan untuk menggunakan program komputer. Sementara Soft skill adalah keterampilan yang cenderung abstrak, dalam arti baru akan terlihat seiring waktu dan ketika dihadapkan dengan situasi tertentu. 

Contohnya adalah kemampuan beradaptasi di tempat dan lingkungan baru, sifat kepemimpinan, mengatur waktu secara efisien, berkomunikasi dengan baik, dan semacamnya. 

Analogi dalam dunia persilatan, hard skill itu adalah jurus-jurusnya sementara soft skill adalah tenaga dalamnya. Nah, dengan mengkombinasikan dua hal itu, mari kita membuka pikiran bagaimana cara agar kita jeli melihat peluang di masa pandemi ! 

JELI MELIHAT PELUANG BISNIS DI ERA DIGITAL MASA PANDEMI 

Kembali ke poin pertama, kita harus open mind dulu nih, kak! Ini penting agar ketika usaha mandeg, kita tidak terpaku dengan cara lama yang sudah pernah kita jalankan.  Caranya : 

Tips Bisnis di Masa Sulit


Samsan Tech Start Up drama  
Contoh Kolaborasi UMKM dan Media



Growth with ASUS Chromebook


Perubahan ke Teknologi Digital

Jika sebelumnya pelaku bisnis hanya berkutat mengandalkan cara konvensional dalam memasarkan produknya, maka saatnya untuk segera berbenah. Migrasilah ke teknologi digital.
 
Faktanya jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II di tahun 2020 mencapai 196,7 juta atau 73,7 persen dari populasi. Jumlah ini bertambah sekitar 25,5 juta pengguna dibandingkan tahun lalu.
 
Mengutip dari statement Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza, kenaikan didorong oleh kehadiran infrastruktur internet cepat yang makin merata dan transformasi digital yang masif akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.
 
Fakta ini menarik. Ternyata akibat pandemi, kebanyakan dari kita harus mengandalkan internet dan ini mengakibatkan  kebiasaan baru yang bergantung pada teknologi digital. Orang-orang lebih banyak menghabiskan waktunya di sosial media, portal berita dan menggunakan gawai digital.

Social Media

Berani Berubah ! Gunakan Pemasaran Digital 

Mempelajari data di atas, seharusnya pelaku bisnis sudah faham diperlukannya pemasaran digital. Adapun yang perlu dipelajari dan didalami kembali adalah : 

Jenis Pemasaran Digital 

Pemasaran produk atau layanan dengan menggunakan teknologi digital melalui internet, media sosial, telepon seluler, atau media digital lainnya. Termasuk juga mengubah strategi pemasaran menjadi pemasaran Media Sosial, Pengoptimalan Mesin Telusur (SEO), dan Pemasaran Email. 

Alat Pengukuran Pemasaran Digital 

Dibandingkan pemasaran konvensional seperti media cetak, papan reklame, TV dan radio, bahkan promosi dari mulut ke mulut, pemasaran digital relatif lebih murah. Selain itu dapat dipantau dan diukur dengan menggunakan analitik digital seperti Google Analytics, Google Data Studio, atau Adobe Analytics.
 
Chrome Book ASUS


Media Pemasaran Digital 

Media yang digunakan untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan kepada konsumen bisa menggunakan Pencarian Organik (misalnya Google), Penelusuran Berbayar, Display ads, Email, Media sosial, Refferal (mis. Lalu Lintas melalui situs web lain). 

Pemasaran Digital Secara Soft Selling

Agar lebih mengena di hati calon pelanggan, disini kita dapat menggunakan cara soft selling. 

Soft selling adalah adalah pendekatan sales dengan menggunakan bahasa yang cenderung halus dan membuat orang penasaran. 

Riset dari New Century Media yang menunjukkan bahwa konsumen akan lebih ingin membeli produk dengan teknik penjualan soft selling.
 
97% akan merekomendasikan ke teman-temannya dan 95% kemungkinan akan membeli lagi produk atau jasa yang ditawarkan brand tersebut. 

Sehingga soft selling bisa dikatakan lebih efektif untuk penjualan jangka panjang serta memperluas jangkauan konsumen. 

Wah, tampaknya aku pun harus banyak belajar membuat tulisan yang soft selling. 

ASUS CHROME BOOK, PERANGKAT UTAMA MEMAKSIMALKAN KINERJA BISNIS ERA DIGITAL 

Nah, untuk menjalankan pemasaran digital, tentunya pelaku bisnisnya pun harus menggunakan teknologi digital itu sendiri. Teknologi yang paling dekat dengan aktivitas sehari-hari adalah penggunaan gawai, dalam hal ini laptop/netbook/notebook ataupun Chromebook. 

Apa Chromebook itu? 
Chrome sejatinya adalah gawai laptop yang menjalankan Chrome OS, sistem operasi dengan penyimpanan cloud, memiliki fitur terbaik dari Google di dalamnya, serta keamanan berlapis.

ASUS Chromebook

Tidak hanya itu, ASUS Chromebook ini memudahkan kita untuk berkolaborasi. Ya, satu hal yang menjadi salah satu cara pelaku bisnis UMKM membuat peluang baru di masa sulit ini.

Aplikasi yang dapat mendukung kolaborasi itu adalah Google Workspace (dulunya G Suite). 

Google Workspace adalah kumpulan perangkat lunak bisnis, produktivitas, kolaborasi, dan pendidikan yang dikembangkan dan diberdayakan oleh Google. 

Aplikasi utamanya meliputi Gmail, Drive, Dokumen, Spreadsheet, Slide, Formulir, Kalender, Google+, Sites, Hangouts. Semacam "ruang kerja "terintegrasi yang mudah digunakan, di mana saja, kapan saja dan dengan siapa pun kita ingin berkolaborasi. 

Produktif dengan Keunggulan ASUS CHROMEBOOK C434

Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa terjadi perubahan perilaku konsumen. Kebanyakan orang saat ini lebih sering menggunakan gawainya untuk berselancar di internet. Hal ini tentu membuat pelaku bisnis harus jeli melihat peluang menjalankan pemasaran digital. 

Konten pemasaran digital bisa dalam bentuk grafik visual, teks, dan video. Materi iklannya berupa banner iklan, iklan video, iklan teks. Sedangkan isinya bisa berupa artikel blog, video dan infografis. 

Untuk itu pelaku bisnis pun harus menggunakan teknologi digital yang mampu mendukung pembuatan konten-konten tersebut. Seperti ASUS Chromebook C434 KSPS ini, misalnya. 

Spesifikasi Asus Chromebook C434


Dilihat dari spesifikasinya, tampaknya ASUS Chromebook C434 ini cukup menjanjikan, ya! Didukung processor terkini Intel dari i3 hingga i7, RAM yang cukup kuat untuk mendukung pengerjaan komputasi sehari-hari hingga grafis dan video, hingga kekuatan baterai yang mampu mendukung pekerjaan kita tanpa harus khawatir buru buru nyari colokan. 

Hal yang paling menarik buat Aku sendiri dari ASUS Chromebook C434 ini adalah layar dan kedalaman warnanya yang benar-benar memanjakan mata. 

Desain Layar ASUS CHROMEBOOK C434


Satu hal yang pasti, jika kita terpaksa harus berada di luar rumah untuk bertemu klien atau sekedar mencari ide-ide kreatif, ASUS Chromebook ini tidak akan memberatkan. Beratnya saja hanya 1.45 kg dengan ketebalan 15.77 mm sehingga bisa dengan mudah diselipkan ke ransel atau tas. 

Tidak hanya dimensinya yang membuat ASUS Chromebook ini bikin mupeng untuk dimiliki, visualnya juga tidak main-main. Desain all metal yang elegant dipadukan dengan warna silver tidak menutup kemungkinan penampilan penggunanya akan bertambah keren! 

ASUS CHROMEBOOK C434


Oiya, asal tahu aja Asus Chromebook ini memiliki fleksibilitas yang direkayasa secara presisi, loh! 

Engsel yang digunakan adalah 360° ErgoLift yang tidak hanya menahan layar dengan aman di sudut mana pun tapi juga dapat mengangkat dan memiringkan keyboard ke posisi pengetikan yang sempurna. 

Tentu saja engsel argonomis bisa membuat ASUS Chromebook ini dapat "dilipat" menjadi tablet.

Kalau begini sih tidak hanya buat kerja, sebagai media hiburan bisa banget! 

ASUS Chromebook C434

Sst.. buat Anda yang suka desain atau menggambar, boleh banget nih buat corat coret cantik. 

ASUS Chromebook C434


Spesifikasi sudah mumpuni, desain sudah cantik, harga gimana?  Pastilah ada harga ada spesifikasi. Untuk itu harus cermat untuk mengetahui kebutuhan Anda. Tetapi saran saya, dalam membeli gawai apalagi seperti laptop, berpikirlah untuk peggunaan 3-5 tahun ke depan. Memang harganya akan terasa mahal saat ini, tetapi berdasarkan pengalaman Aku, sepadan kok dengan harga yang kita bayar. 

Buktinya laptop ASUS yang aku kubeli tahun 2011, masih tetap awet dan mampu diajak produktif sampai saat ini.              

Jadi, apakah Anda sudah siap untuk menggunakan peluang bisnis di era digital masa pandemi ini? Gawai yang bisa diajak partneran sudah ada, mau tunggu apa? Yuk, gaskeuunn!!!  Jangan menyerah, ya!!                                                                                                                      


== 
Pic credit : ASUS 
Infografis dibuat oleh Vita Masli dengan CANVA 
Data Kemenaker dari zoom meeting Kemenaker,2020

Belajar dari Dengerin Podcast Spectrum Talks, Cara Membagi Waktu antara Menulis dan Bekerja ala Adhitya Mulya.

Hi gaes, postingan kali ini aku pengen cerita lagi tentang Podcast. Pada di postingan sebelumnya aku sudah berbagi tentang 6 Langkah Membuat Podcast serta Cara Merekam dan Mengedit Suara di Hape Untuk Podcast Dan Voice Over Video You Tube, kali ini aku pengen sharing beberapa Podcast yang menurut aku bermanfaat untuk didengerin.

Kamu pasti sudah tahu bahwa belajar dari pengalaman orang lain sudah paling benar. Mereka sudah melewati banyak kendala, membuat berbagai kesalahan dan akhirnya menemukan cara yang paling tepat untuk kita ikuti. Mungkin malah dari pengalaman mereka, kita mendapat ide yang baru atau inspirasi.

Belajar tidak lagi hanya bisa kita dapatkan dari membaca, tapi juga menonton dan mendengar. Yes! Dulu kita mendengarkan banyak wawancara talkshow melalui radio. Melalui talkshow itu kita dapat mendengarkan pendapat dan kisah dari tamu yang diwawancarai tersebut. Tetapi kita tidak bisa memilih, topik perbincangannya. 


Podcast berfaedah yang enak didengerin


Belajar dari Dengerin Podcast Spectrum Talk, Cara Membagi Waktu antara Menulis dan Bekerja ala Adhitya Mulya

Berbeda dengan Podcast, aku bisa menemukan banyak topik perbincangan yang bisa aku pilih untuk didengarkan kapan saja. Baru-baru ini aku mendengarkan podcast perbincangan Adhitya Mulya tentang perjalanan karirnya sebagai Penulis di Spectrum Talks.  

Kang Adhitya Mulya ini merupakan salah satu penulis favorit aku dari jaman dia masih ngeblog di suamigila hingga kemudian merilis novel Jomblo, Gege Mengejar Cinta, Traveler’s Tale Belok Kanan Barcelona, Mencoba Sukses, Sabtu Bersama Bapak dan beberapa tulisan non fiksi lainnya.

CARA MEMBAGI WAKTU ANTARA MENULIS DAN BEKERJA ALA ADHITYA MULYA

Penasaran juga aku tuh, gimana cara Kang Adhitya bisa menulis dan tetap menjadi pekerja kantoran. Ini yang aku alami juga, soalnya. Aku masih ngantor tapi aku tetap ingin menulis, ngepodcasts, buat konten di YouTube, menjadi KOL. Belum nemu caranya membuat semuanya seimbang, bagaimana caranya membagi waktu antara menulis dan bekerja.

Ternyata memang gak mudah!

Kang Adhitya Mulya sengaja memilih tempat kerja yang dekat dengan rumah. Tahu sendiri bekerja di Jakarta itu kita semacam menginvestasikan waktu untuk perjalanan rumah ke kantor pulang pergi. Kejebak macet, tua di jalan, sampai di rumah sudah lelah. Sementara kang Adhitya Mulya percaya bahwa rasa lelah merupakan musuh utama kreativitas. Ketika kita lelah, tidak akan ada ide yang keluar.

Bener juga,sih! Gak perlu jauh-jauh cari contoh, aku juga kadang-kadang gitu. Kalau di kantor sudah hectic banget, begitu Kembali ke rumah sudah gak bisa ngapa-ngapain. Blank aja gitu.

Begitu juga dengan ide. Banyak diantara kita yang terkadang bingung, mau nulis apa nih? Padahal ide tulisan itu bisa dari mana saja, termasuk hal-hal yang nyata tetapi bukan berasal dari kehidupan pribadi.

Novel pertama Adhitya Mulya, “Jomblo” (2003), berangkat dari hal-hal yang dirasakannya semasa kuliah. Setelah itu, novel kedua “Gege Mengejar Cinta” (2005), terinspirasi saat dia sudah bekerja dan novel ketiganya ,“Sabtu Bersama Bapak” (2014), bercerita tentang perjalanan parentingnya sendiri saat sudah menjadi seorang bapak.

Berangkat dari itu pula, Adhitya Mulya menilai dirinya saat ini sudah beranjak tua. Genre tulisan yang ia tulis pun semakin dewasa. Bersamaan dengan itu pula targetnya pun menjadi orang-orang yang berusia lebih tua.

STRATEGI MARKETING MEMPROMOSIKAN KARYA PENULIS

Ketika kemudian dia ingin memperluas target pasarnya kepada orang-orang yang lebih muda, Adhitya berpikir ia perlu turun ke You Tube. Topik yang disasarnya bukan lagi penulisan, tetapi property. Alasan utama mengambil tema properti dalam kanal YouTube adalah karena ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak muda tentang tips memilih jenis properti yang tepat sejak dini.

Gila, keren banget kan!

Episode Podcast yang dipandu oleh Anggriawan Sugianto ini mengungkap pengalaman Adhitya Mulia ditolak oleh penerbit saat ingin menerbitkan Jomblo. Bagaimana dia berlapang dada bahwa tidak semua dari karyanya bisa laku dipasaran dan bagaimana dia menggunakan media social sebagai salah satu strategi marketing karya tulisannya. 


Podcast tentang Penulis


Sebenarnya banyak hal yang dibicarakan oleh Adhitya Mulia dan Anggriawan Sugianto di episode podcast tersebut. Ada tentang royalty penulis, strategi marketing, prinsip menulis, kisah dibalik karyanya, cara mengembangkan diri hingga pada konsep Lean Continuous Improvement.

Apa itu Lean Continuous Improvement?

Aku pikir ini lebih baik kamu dengerin langsung aja di podcast Spectrum Talks, sebuah channel podcast yang dibuat oleh Suitmedia untuk menyebarkan berbagai wawasan tentang bisnis, teknologi, dan kewirausahaan.

DIGITAL AGENCY DIBALIK THE SPECTRUM TALKS PODCAST

Suitmedia sendiri adalah digital agency Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang web & mobile application development, serta integrated digital marketing. Berdiri sejak tahun 2009, Suitmedia sebagai digital agency yang berpusat di Jakarta juga memiliki kantor cabang di Bandung, Yogyakarta, dan Singapura.

Sebagai digital agency, Suitmedia memberikan layanan lengkap untuk membantu merek dalam transformasi digital melalui strategi, pengembangan produk, dan komunikasi kreatif. Suitmedia menggabungkan Pengalaman Pelanggan, Analisis Data, dan pendekatan berorientasi ROI untuk membantu klien sukses melalui inovasi digital.

Perusahaan digital agency ini membantu membantu perusahaan besar memahami pelanggan mereka dan membuat cetak biru untuk menyelesaikan masalah. Melalui teknologi Suitmedia mendukung dalam mengembangkan iOS, Android, aplikasi web, e-commerce, dan pengoptimalan mesin telusur. 


The Spectrum Talks Podcast Spotify

Selain itu Suitmedia dapat merancang situs web dan aplikasi yang indah, menulis konten yang menarik, dan memproduksi video yang menghibur. Mereka juga siap membuat kampanye digital 360 derajat melalui media sosial, aktivasi influencer, dan periklanan.

Saat ini Suitmedia sudah bekerja sama dengan ratusan klien terutama dari perusahaan besar dengan fokus transformasi digital di setiap lini bisnis, antara lain Bursa Efek Indonesia, Bank BCA, Sharp Electronics, Astra Group, Danone Group, Wings Group, dsb. Suitmedia juga membantu mengembangkan startup teknologi seperti Bukalapak, HIJUP, Kitabisa, Nebengers, dan Panti.id.

Pastinya sudah gak asing lagi, kan?

Update Insight Bisnis, Teknologi dan Kewirausahaan Melalui Podcast 

Nah di podcast channel The Spectrum Talks banyak pilihan episode. Kita bisa banyak belajar dari pengalaman para CEO merintis usaha hingga memaintainnya sampai sesukses sekarang. Banyak pilihan episode juga untuk cari tahu bagaimana sih  transformasi digital di era new normal atau ide marketing kreatif selama pandemic. Semuanya bisa kamu dengerin di platform Spotify, Google Podcast dan Apple Podcast.

Supaya tidak ketinggalan updatean episode terbaru atau pengen cari episode sebelumnya, follow aja  social medianya @spectrum.talks dan @suitmedia.

Yuk, perluas wawasan tentang bisnis, teknologi, dan kewirausahaan melalui podcast. Kamu sudah denger yang mana?