ASUS V400 AIO Series: All-in-One PC Terbaik untuk Rumah dan Tempat Kerja

Menuju akhir tahun 2025, rasanya resolusi saya untuk tahun 2026 sudah bulat: meja kerja yang lebih bersih (minimalis) tanpa mengorbankan performa. Dulu, saya pikir semakin banyak kabel dan monitor yang bertumpuk, semakin terlihat "pro". Tapi ternyata, produktivitas sejati justru lahir dari ketenangan visual. Pengen kayak video video vlogger estetik yang simple, rapih dan gak banyak printilan di atas meja. Pikiran juga lebih segar, gak sih?

Sebenarnya sudah lama kepikiran untuk melengkapi senjata membuat konten dengan All in One PC. Cuma ya gitu, maju mundur aja kayak setrikaan. Eh beberapa waktu lalu, saya sempat "mengintip" jajaran terbaru dari ASUS, yaitu ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) di acara Blogger Gathering di Makassar.

Jujur saja, ini bukan pertama kalinya saya melihat dan mencoba PC AiO ASUS, tapi V400 Series ini memang beda sih. Perangkat ini  adalah jenis perangkat yang membuat saya berpikir ulang tentang setup desktop tower yang berantakan atau layar laptop 18 inci yang, meski sudah besar untuk ukuran laptop, tetap terasa sempit untuk multitasking berat. Ini auto masuk wishlist 2026 !


PC ALL IN ONE

ASUS All-in-One PC V400 Series , The Most Aesthetic Workstation

​Salah satu alasan utama saya melirik AiO adalah efisiensi ruang tapi juga tidak melupakan estetika dan powernya untuk mendukung aktifitas. Namanya juga manusia, emang banyak maunya! 

"Bertemulah" Saya dengan ASUS V400 Series ini. Layaknya screening pasangan idaman, harus lihat tampilan dulu dong. Bagi saya, estetika itu penting bukan cuma buat pamer di Instagram, tapi untuk kesehatan mental saat bekerja. Meja yang lapang memberikan ruang bernapas bagi ide-ide baru. 

ASUS V400 Series ini datang dengan filosofi desain yang sangat tipis. Sasis baru ini 25% lebih tipis dibanding generasi sebelumnya. Dengan ketebalan hanya 36,5mm, PC ini tidak akan memakan banyak ruang.  Bayangkan sebuah komputer yang ketebalannya mungkin hanya setara dengan beberapa tumpukan smartphone modern.  Desainnya yang ramping ini didukung oleh bezel layar NanoEdge yang kini 38% lebih kecil, memberikan kesan layar yang hampir tanpa tepi. 

Pc ALL IN ONE


ASUS memberikan dua opsi ukuran yang sangat masuk akal: V440 dengan layar 24 inci dan V470 dengan layar 27 inci. Untuk kebutuhan saya sebagai penulis dan kerjaan kantor  yang sering membuka banyak dokumen secara berdampingan, model V470 layar 27 inci adalah pilihan yang mutlak. Bezel setinggi 15,6mm ini memberikan efek visual yang sangat dramatis. Jika biasanya monitor terasa seperti kotak televisi di atas meja, ASUS V400 terasa seperti selembar kanvas digital yang seolah-olah mengambang. Ruang kosong di bawah layar memberikan area lega untuk meletakkan keyboard dan mouse tanpa terasa sesak. Opsi touchscreen dan non-touchscreen juga tersedia, sehingga kita bisa menyesuaikannya dengan gaya kerja masing-masing. Nice! 

Visual: Kejelasan Warna untuk Kreativitas

​Satu hal yang saya perhatikan dalam memilih perangkat komputer adalah kualitas layarnya. Layar Full HD ini menawarkan sudut pandang lebar hingga 178°, yang artinya warna tidak akan berubah meski kita melihatnya dari samping. Bagi kita yang sering mengedit foto atau mendesain grafis ringan untuk konten blog, dukungan 100% sRGB dan teknologi ASUS Splendid memastikan warna yang kita lihat tetap hidup dan realistis.

​​Akurasi warna ini krusial bagi blogger yang juga sering mengedit foto atau desain grafis ringan. Ditambah lagi, ada teknologi ASUS Splendid yang membuat warna tampak lebih hidup. Yang paling saya apresiasi adalah sertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata. Menatap layar belasan jam sehari sering membuat mata perih, jadi fitur low blue light dan flicker-free ini bukan sekadar gimik, tapi kebutuhan. 

Performa: "Monster" di Balik Tampilan Cantik

​Jangan tertipu oleh casingnya yang ramping. Di dalamnya tertanam tenaga yang cukup untuk membuat laptop standar merasa minder. V400 Series didukung hingga prosesor Intel® Core™ i7-13620H.

​Satu hal yang membuat saya sangat antusias adalah dukungan memori RAM DDR5 hingga 64GB. Di era di mana kita membuka puluhan tab Chrome, aplikasi pengolah kata, Spotify, dan editor video secara bersamaan, ASUS V400 melahap beban kerja tersebut dengan sangat santai. Transisi antar aplikasi terasa instan. Tidak ada lagi momen menunggu "loading" yang membosankan yang seringkali membunuh momentum ide kreatif kita. 

Ditambah dengan SSD hingga 2TB, proses memindahkan file video berukuran besar terasa secepat membalikkan telapak tangan. Ini adalah spesifikasi yang sangat mumpuni untuk menjaga produktivitas tetap konsisten selama beberapa tahun ke depan. 

Pc ALL IN ONE

Konektivitasnya pun sudah siap untuk masa depan. Dengan WiFi 6E, kita bisa menikmati koneksi internet nirkabel yang lebih stabil dan cepat. Satu detail kecil namun penting adalah kehadiran WiFi 6E ini. Di tahun 2026, standar internet akan semakin cepat, dan memiliki perangkat yang mendukung koneksi nirkabel stabil di frekuensi 6GHz adalah investasi jangka panjang yang cerdas agar kita tidak tertinggal zaman.

Port yang disediakan juga sangat lengkap, mulai dari HDMI-in/out (yang memungkinkan AiO ini jadi monitor untuk perangkat lain), USB 3.2, USB-C, hingga slot SD/microSD yang sangat membantu untuk memindahkan data dari kamera.Welcome to  Sat Set Sat Set era! 

AI yang Memahami Privasi dan Kenyamanan

​Sebagai orang yang sering melakukan meeting daring atau webinar, fitur kamera AI di PC ini sangat menarik perhatian saya. Kameranya dilengkapi fitur cerdas seperti koreksi pencahayaan otomatis, pengaburan latar belakang (bokeh), hingga pelacakan tatapan mata

Jadi, meskipun saya sedang tidak menatap langsung ke lubang kamera, AI akan membantu saya tetap terlihat fokus ke lawan bicara. Jalan ninja kalau lagi bosen ditengah zoom meeting, hahaha! Detail kecil yang membuat kita tampil sangat profesional tanpa usaha lebih bahkan jika kondisi ruangan sedang berantakan atau pencahayaan kurang optimal. 

Ditambah lagi dengan teknologi AI Noise Cancellation, PC ini mampu meredam kebisingan di sekitar kita saat sedang berbicara melalui mikrofon. Suara bising dari  kendaraan yang lewat di depan rumah atau tiba tiba Kang Jualan Bakso lewat, ini semua akan disaring dengan baik. Suara kita tetap terdengar jernih oleh lawan bicara dan gak pake "sound effect" bunyi ting ting mangkok abang tukang bakso deh! 

Masalah privasi juga ditangani dengan sangat elegan. Kamera pada PC ini bersifat retractable, artinya user bisa menutupnya secara fisik saat sedang tidak digunakan. Tidak perlu lagi menempelkan stiker atau isolasi hitam yang merusak estetika layar. Untuk keamanan data, terdapat chip TPM 2.0 yang mengenkripsi data sensitif kita agar tidak mudah diakses oleh pihak ilegal.

Keamanan fisik pun tidak dilupakan dengan adanya slot kunci Kensington Nano, sehingga perangkat ini bisa terlindungi dari risiko pencurian saat diletakkan di kantor atau tempat umum.

Hiburan Imersif: Dari Kerja ke Bioskop Pribadi

​Satu kejutan manis dari seri ini adalah sistem audionya. Seringkali, AiO memiliki suara yang "cempreng" karena keterbatasan ruang untuk speaker. Tapi ASUS menyematkan speaker stereo hi-fi dengan desain bass-reflex.

Ini penting banget apalagi buat saya yang gak hanya menulis atau mengedit video, tapi juga audio dan menyusun playlist untuk 90,9 RRI Pro 5 Makassar. Speakernya menggunakan desain bass-reflex yang biasanya hanya ditemukan pada sistem audio hi-fi kelas atas.  

Dengan dukungan Dolby® Atmos, suaranya tidak terasa datar keluar dari monitor. Ada efek surround yang nyata, di mana suara terasa datang dari berbagai arah, memberikan pengalaman sinematik yang kuat meski tanpa speaker tambahan yang memenuhi meja. Bayangin kalau kamu nonton Youtube atau film, auto betah gak sih? 

Layanan Purnajual yang Menenangkan

​Membeli perangkat premium tentu dibarengi dengan kekhawatiran soal servis. Kalau ASUS sih, aku sudah tahu banget kalau ASUS itu gak main main tentang after salesnya. ASUS memberikan 2 Years Warranty On-Site untuk pembelian V400 Series ini . 

Artinya, jika ada kendala, teknisi akan datang langsung ke rumah atau kantor kita. Tidak perlu repot membongkar setup meja dan mengangkut PC yang berat ke pusat servis. Selain itu, ada juga Accidental Damage Protection (ADP) yang melindungi dari kerusakan akibat ketidaksengajaan. 

Tapi ketidaksengajaan mencintaimu di luar garansi ya kak.... 

Kesimpulan: Apakah Ini All in One PC Impian?

​Untuk aku sebagai pekerja kreatif,  ASUS All-in-One PC V400 Series adalah kandidat yang sangat kuat untuk di rumah.  Jika Kamu adalah seorang pengusaha, atau keluarga modern yang mencari keseimbangan antara estetika dan performa, ASUS All-in-One PC V400 Series juga layak dipertimbangkan. 

Perangkat ini cocok banget sih buat kantor dan rumah dengan konsep minimalis modern. ASUS All-in-One PC V400 Series bisa menjadi The Most Aesthetic Workstation. Ia tidak hanya berfungsi sebagai alat kerja, tetapi juga sebagai elemen dekorasi yang mempercantik ruangan.

​Secara keseluruhan, V400 Series memberikan pengalaman komputasi yang "lega"—lega di mata karena layarnya yang besar dan jernih, lega di meja karena desainnya yang ringkas, dan lega di hati karena dukungan keamanannya yang komprehensif. 

PC ALL IN ONE

Tertarik untuk memiliki PC impian ini?

​Kalau aku sih yes! Jika kamu juga tertarik untuk mentransformasi meja kerja  menjadi lebih estetik dan bertenaga, kamu bisa  mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pembelian melalui saluran resmi berikut:

  • E-commerce Terpercaya: silahkan cek ketersediaannya di Official Store ASUS di berbagai marketplace pilihan Anda seperti di Shopee  atau di Tokopedia 

​Meja kerja yang rapi adalah investasi untuk pikiran yang lebih jernih. Dan bagi saya, ASUS V400 SERIES, AIO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja adalah kunci untuk mewujudkannya.

​Bagaimana menurut Kamu? Apakah setup All-in-One sudah cukup untuk menggantikan desktop tower lama kamu di tahun 2026? Mari berdiskusi di kolom komentar!

Artikel ini diikutsertakan pada LOMBA BLOG "ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!" Yang diadakan oleh Travelerien


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Drama Korea : MISAENG, an Incomplete Life, Complete Without Love Line

10 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Daehan, Minguk, Manse - Song Triplets

ASUS Zenbook S14 OLED – Laptop si Paling AI