Oppa and Me

So I decided to use my hibernate tumblr account for my so-called-writing-project. I know it's still raw but i think i should give a shout. I named my writing project "Oppa and Me" 

Writing my imagination 
"Oppa and Me" is a compilation of random stories that came out in my imagination. This story about two people Airin dan Hyung who meet accidentally in an event. There's no hate or love at the first sight. It was just plain. Hyung is a superstar singer from Korea and Airin is a radio DJ who happens to interviewed Hyung when he visit the country for his world tour. He barely speaks english and Airin doesn't know much speak Korean. That's why she really surprised and even rejected the offer in the first place. She's prefer to interview a Japan Rock Band rather than Korean Boyband. 

"I'm not into it..I just know one or two simple Korean's conversation. Besides Korean Language makes me sleepy.. I'm afraid i'll fall to sleep in the studio," She rejected straight forward.

But the show must go on.. The Producer thinks she's the best DJ and can light up the situation. Besides there's Rico, his partner on "Morning Call" as co-DJ who will accompany her. He's actually goods at speaking Korean but not really good for interviewing. 

So the show go on well.. actually even Hyung himself likes the show. "I never been interviewing feels like talking to long time friend like this. Sometimes i forgot and show the real me.. This girl can make me show the real me. I can be who i am.. She's something." But then again, it's just another interview to do and for Airin he's just another celebrity like any celebrity she has interviewed before. Nothing special.. 

Until the meet again in Osaka, two months later.. Something happens.. and it's so much complicated than Airin and Hyung thought. 
--------------------------
Below and above this post are  random post, scene by scene that i figured out how  the story about Airin and Hyung will be. I write it down to help me not to forget what's inside my mind because i'm easily to forget hahahaha.. 

Because it's based on random thought, even i have some kind of outline for this story but i just post random part that across my mind. So there's a chance the ending will not the same as i want it to be. It depends on how's thing between Hyung and Airing evolving. 

I post my writing project on http://oppaandme.tumblr.com/ I would really appreciate it if you stop by and read. You can post comment if you will.. 

Thank you.. 

xoxo

V  




From Nothing To Something - Super Junior's Attack

Salam Khas SuJu
Jadi begitulah.. Saya seperti terkena "Super Junior's Attack". Out of nowhere saya yang awalnya gak berasa apa-apa ama mereka, gak benci tapi gak suka juga mulai keranjingan lagu-lagu dan betah banget nge-youtube-ing video-video mereka. Suddenly saya gak lagi terkantuk kantuk mendengarkan percakapan bahasa Korea.And to make it even worse saya membeli dua CD original mereka serta memfollow akun-akun twitter personilnya. Ahay! From feels nothing turns to something like this. Semua gara-gara kehebohan media saat kedatangan mereka ke Jakarta beberapa waktu lalu.

Sebenarnya sudah lama saya tahu boyband ini secara profesi (tambahan) sebagai penyiar radio mengharuskan saya always up to date with what's hot and not in music industry. Saya juga sebenarnya malah sempat membahas mereka sekilas di salah satu postingan saya. Tapi saya gak pernah begitu tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu atau memperhatikan mereka secara lebih detail. Yang saya tahu salah satu personilnya sempat di kabarkan dekat dengan Agnes Monica dan jadi bahan perbincangan di Twitter pula. Malah saya sempat terkena kebosanan karena setiap kali saya menonton  channel TV Korea sepertinya mereka selalu ada entah lewat video klip, acara musik bahkan variety show. 

Pernah suatu ketika ada acara KBS Love Request yang menampilkan mereka menyambangi seorang anak dari Indonesia yang terkena katarak dan harus di operasi di Seoul. Karena katanya anak itu suka banget sama lagu Mr. Simple maka mereka nyanyi lah lagu itu secara acapella which is menurut saya waktu itu..They're just another pretty face boyband who couldn't sing well.. Dan asli lagu "Mr. Simple" itu ganggu banget, apalagi kalo muncul hampir tiap jam di channel-channel music.

Jadi ketika siang itu saya menyetel tipi dua orang Presenter infotainment mulai ngebahas kedatangan boyband Korea yang di tunggu-tunggu sejuta umat K-popers ini saya jadi geli sendiri. Pertama saya teringat jaman saya masih lugu sampai ngefans setengah mampus pada boyband-boyband Amerika sampai rela bolos sekolah demi bela tiket dan nonton konser mereka di Jakarta. Kedua karena salah satu teman saya ngefans banget dengan Siwon dan saya waktu itu gak  tahu namanya sampai saya nyebut dia dengan Miwon. Entah dari mana twit berhembus yang mention protes banyak banget. Karena lucu sekalian saja saya nge-twit "Soju, boyband asal Korea.." dan beterbanganlah mention-mention mulai yang menganggap itu lucu sampai yang take it seriously. Saking seriusnya si teman yang suka banget sama Siwon tidak kepikiran kepada saya ketika ternyata dia kelebihan ID Press nonton Super Show hari ke dua. 

Semakin mendekati harinya semakin hebohlah pemberitaan. Di Twitter juga tidak berhenti-berhentinya ada yang berkicau tentang event Super Show 4 ini. Hari gini memang juara banget deh kalau mau menghembuskan berita-berita di twitter. SHow hari pertama sukses membuat TT Indo dan WW di hiasi hastag #SS4INADay1. 

Teman saya si Siwonest itu pun sudah mengabarkan akan berangkat ke Jakarta di hari itu untuk SS4Day2. Seorang teman lagi sudah mengupload foto tiket yang sudah di tukarkan di venue ke Pic BBM dan Twitter. Karena pemberitaan tentang Super Show 4 ini juara banget,muncullah mereka di berbagai acara infotainment sampai berita-berita di TV yang "serius".

Saya pikir, ini apa menariknya sih boyband ini sampai segitu hebohnya di beritakan. Kedatangan salah stau personilnya yang terpisah dengan yang lain pun di beritakan lengkap dengan foto cowok bermasker itu di bandara. Tapi kan emang begitu Indonesia, segala sesuatu dibuat se-dramatic mungkin, seheboh mungkin sampai tidak bisa lagi membedakan mana informasi yang berguna mana yang sekedar untuk naikin rating semata. 

Entah di acara apa dan bagaimana sampai akhirnya saya merhatiin personil boyband ini satu-satu. Ini gara-gara Mbak Tike Priatna Kusuma di interview dan dia cerita pengalaman nonton Super Show 4 di Singapore. Dia juga cerita awalnya dia ngefans sama boyband ini karena di sekitar tahun 2010 ketika dia dapat jatah siaran pagi sering banget lagu Bonamana masuk di playlist. Dia ngerasa lagu ini ganggu banget,tapi lama kelamaan enak juga di dengar dan bikin semangat. Tambah ngefans lah dia ketika tahu personilnya secakep Kyuhyun dan suaranya bagus banget pula. 

Kenapa komentar Tike Priatna ini jadi nge-gong banget di kepala saya? Gak lain gak bukan karena :
  1. Kami sama-sama penyiar radio ( selera musik mungkin beda, tapi sense of good music kan bisa dipercayalah)
  2. Mba Tike ini sudah gak termasuk abege lagi. Jadi kalo dia aja pede pede aja nonton diantara para abege abege ini berarti it's worth to watch lah.. 
  3. Kyuhyun? Suaranya bagus? Yang mana itu? Perasaan orang-orang selalu bilang yang paling cakep itu Siwon dan menurut saya tampangnya emang cakep sih tapi too plastic :D ( If you know what i mean)
Jadilah saya pemirsa yang penasaran. Tiap kali ada tayangan yang menghadirkan mereka walau selintas saya mulai memperhatikan tampang-tampang mereka. Mana..mana yang paling cakep. Mata (dan hati) saya selalu mentok pada satu orang. Hanya saja saya gak tahu namanya. Gimana ceritanya saya bisa bertanya pada om Google kalo saya hanya tahu tampang gak tahu nama. Si teman yang Siwonest itu pun sudah gak aktif lagi di BBM dan Twitter setelah dia touchdown di MEIS. Dan begitulah hari kedua terlewati tentu saja dengan hastag #SS4INADay2 yang tetap bercokol jadi jawara TT. Dua orang contact di BBM pun sudah mengupload foto mereka lengkap dengan ID Press sementara saya di hari yang sama stuck dengan shownya Agnes Monica di Makassar yang malah di kabarkan oleh para ELF ada di MEIS nonton Super Show pula.

Day 3 semakin heboh dan mulai banyak tangis-tangisan gak rela mereka harus balik ke Seoul. Lucunya adalah saya mengikuti twit-twit melalui hastagnya.Rasanya seperti being stalker tapi ini sekaligus banyak akun. Membaca satu satu twit para ELF ini seringkali mengingatkan saya pas masih lugu-lugunya ngefans boyband. How the fans see their idols as perfect human and sometimes forget they're only human..Nothing as perfect as it seems. Oh well, biarkanlah itu sebagai proses mereka menjadi dewasa. (Eh emang saya sudah? hehehehe)

Setelah menyimak liputannya sepanjang dua jam di salah satu TV swasta, i began to like it. Yah emang pada dasarnya ada lagu-lagu tertentu yang mereka harus lipsync. Tapi secara ini adalah hiburan, how to entertain people is the most important of show business. Stage, lighting, sounds, the scenario of the show adalah satu hal yang akhirnya membuat saya nyesel kenapa tidak nonton Super Show 4. Saya suka banget nonton pertunjukan musik yang keren, kalau kek gini rasanya gak rugi tiga jam dalam venue to watch them. To make it even worse, teman saya si Siwonest itu ternyata kelebihan 1 ID Press karena salah satu anggota teamnya ada yang batal berangkat di detik detik terakhir. She took my joke seriously sampe gak kepikiran ngasih ke saya ID Press yang berharga itu. ID Press untuk orang-orang media partner acara itu tempatnya pasti gak sama dengan para fans..Lebih penting lagi, itu gratis.. Hehehehe
Keren banget kan

Trus trus kenapa saya akhirnya keterusan suka?

Akhirnya saya tahu juga siapa yang namanya Kyuhyun..Ternyata dia adalah orang yang bikin mata saya mentok ke dia dan gak bisa pindah lagi.. (halah..) tapi saya gak tahu namanya itu. I was like senang menemukan suatu barang yang hilang gitu. I finally know his name.. And it was him, the one i don't know what his name is.. Kalau kata lagu Can't Take My Eyes Off of You lah.. Teman seruangan di kantor sempat memblue toothkan lagu solonya " Hope is A Dream That Doesn't Sleep" dan beneran suaranya emang merdu menggetarkan jiwa gitu.. Saya sampai kepikiran,cowo ini kalo ikutan MTQ pasti menang.. #eh. Tapi hey, it's another story yahh.. yang ngefans sama Kyuhyun jangan di bawa ke hati lohhh.. :D 

And the rest is history.. 
Ketika sudah tahu nama, sudah mulai membesar rasa keingin tahuan, ngefans is just a matter of time. Most of my time asal komputer nganggur dikit saya you tube-ing tentang mereka. Their MV,Behind the scene,on the stage sampai ke variaty show yang mereka bintangi. Gak di rumah, gak di kantor, gak di tempat siaran. And i found out some things that make me fall for them.. 

Ya,mereka memang cakep. Ada yang dari sononya ada juga yang dengan sedikit bantuan operasi plastik di bagian mata dan hidung jadilah mereka seperti sekarang ini. Tapi talent mereka juga ada. Beberapa diantara mereka suaranya memang bagus bange. Saya yakin gak tergabung dalam boyband pun mereka pasti sukses. Sementara yang lain suaranya biasa saja tapi mereka punya spesialisasi talent sendiri. Ada yang bisa nge-rap,ada juga yang jago nge-dance, ada yang bisa ngemsi, ada yang spesialis akting dan drama dan menurut saya itu yang akhirnya membuat mereka gak seperti boyband pada umumnya. Didukung oleh management dan team yang solid di belakang mereka, kelebihan-kelebihan mereka ini blending dengan bagusnya tanpa ada yang jadi center of the stage. Coba deh perhatiin boyband dari masa ke masa.. Pasti ada salah satu yang menonjol banget semetara yang lain semacam backing vokal dan penari latar yang mangap mangap di belakang. 

Ada satu film semi dokumentar mereka yang tayang di MBC yang memasukkan komentar seorang pengamat musik di Korea. Menurutnya salah satu hal yang akhirnya membuat Super Junior ini kuat dan lebar range fansnya adalah karena masing-masing punya talenta sendiri-sendiri. Mereka secara personal bisa lebih sering  muncul menyapa pulik melalui tivi,radio bahkan di stage dan itu sangat berimbas pada bertambahnya orang-orang yang akhirnya mulai menyukai mereka. Yah, seperti saya ini lah.. :D

Saya kalau nonton video video mereka di Youtube itu gak pernah gak ketawa. Ada aja celutukan-celutukan mereka yang lucu. Entah kepada host acara atau ke masing-masing personil mereka sepertinya bisa santai saja mengeluarkan joke bahkan saling menceritakan kebiasaan-kebiasaan masing-masing personil. Apalagi si Kyuhyun.. Ini dia personil paling Evil sampai di beri julukan "Evil Maknae" saking seringnya ngeledekin,ngerjain dan berkomentar-komentar cuek pada personil lain yang notabene adalah sunbae alias senior-seniornya. Sudah paling terakhir masuk, paling muda, paling "tidak hormat" pada yang lebih tua. Maklum di Korea, hirarki itu penting banget.. Senior dan Junior itu gak bisa seenak jidatnya bahkan ketika berkomunikasi.Tapi sepertinya jadi pengecualian untuk Kyuhyun. Walaupun sempat balas di tumpahin kekeselan tapi gak parah banget.. Lagian siapa yang tahan sihh marah lama-lama kalau tampangnya gini..


Satu hal yang pasti, untuk sampai ke tahap yang mereka jalani sekarang perjuangan dan pengorbanan mereka itu gak ringan. Di training bertahun-tahun, latihan tiap hari harus di jalani dengan penuh keikhlasan dan tidak mudah putus asa. Sesuatu yang mungkin tidak dijalani oleh para personil boyband girlband Indonesia saat ini. Mereka gak menjalani training bertahun-tahun, permak penampilan, pengorbanan waktu dan tenaga. Kita tahunya ehh sudah ada boyband girlband baru aja ngedance di tivi. Tapi akhirnya itu lah yang membedakan kualitas antara yang kerja keras dan di tempa waktu dengan yang karbitan. Hey, I'm just saying :D. 

It makes me think Mereka kelihatannya gampang cari duit, muncul di tivi, jadi selebritis tapi kalau kerja keringatan juga..Satu lagu bisa keringatan gituh.. bayangin kalo satu show sekitar tiga jam..Apa gak seember tuh cucian bajunya.. Belum bangun pagi-paginya, latihannya, rehearsalnya, ini nya itunya.. Badan remuk, jauh dari rumah, gak punya pacar.. aishh berat banget gitu yah sepertinya. Sementara kita ada yang duduk manis ngantor,kerja dikit gak pake keringat (walaupun stressnya mungkin juga luar biasa), di bayar juga. Tapi yahh itu dia, besarannya gak sama.. That's why i believe "No Pain No Gain". Mau lebih yah harus mau berjuang dan berkorban. There's no easy way to get something best.

And i wonder, could it be the ELF who adore them think the same way too. Bukan hanya sekedar cinta mati karena kecakepan tampangnya,lagu-lagu,dance atau sekedar harapan untuk jalan-jalan ke Korea.. Bagaimana proses mereka menjadi yang sekarang dan nantinya, how to struggle in life and how to survive mudah-mudahan jadi hal yang para ELF ini pikirkan. Bukan hanya sekedar screaming out loud to them, but learn from them so one day ELF yang teriak-teriak histeris ini bisa di histerisin juga oleh orang lain karena usaha mereka. Jangan sampai nge-fans jadi hal yang gak berguna..

Super Junior - The Last Men Standing

Yah,semoga saja. Kalau gak bisa yahh..Sorry Sorry deh..

XoXo

V




The Stories Of Mr. Taxi

Ini bukan tentang lagunya Girls Generation, tapi ini sedikit cerita tentang taksi-taksi yang saya tumpangi seminggu belakang ini. 



Mr. Taxi Banyak Tingkah 


Dimulai ketika pagi itu saya harus berangkat ke Jakarta demi tugas negara. Segera setelah sholat Subuh saya menelpon salah satu armada taxi yang nomer hotlinenya paling teringat. Kira-kira lima menit kemudian taxi yang ditunggu pun datang.

Dari luar taksi nya terlihat masih baru dan cling. Supirnya pun menyapa sangat  ramah dan sigap membantu mengangkatkan koper kecilku ke bagasi. Tapi begitu naik ke dalam taksi, bau rokokpun mulai menyeruak. Ah, pak supir tadi baru saja merokok sepertinya. Dia pun berusaha menghilangkan bau itu dengan membuka dua kaca depan sampai hampir mentok. A cold wind menerobos masuk tapi tetap saja tidak bisa mengusir bau rokok sepenuhnya. Dalam hati saya menyabarkan diri untuk tidak mengomel pagi-pagi buta.

Sayangnya supir taksi ini seakan menguji kesabaran saya. Dia mengambil rute memutar lewat tol padahal saya sudah menyebutkan rute biasa.  Begitu memasuki ruas  tol teman saya sudah menelpon dan mengabari dia sudah tiba di bandara. Saya menjawab bahwa saya juga sudah di perjalanan dan segera akan tiba, padahal taksi baru saja melewati Gedung Keuangan. Pak supir dengan antengnya menyetir dengan kecepatan yang ingin membuat saya menginjak kaki kanannya untuk menekan pedal gas dalam-dalam. Malah taksi sempat berhenti di tengah tol untuk mengecek sesuatu di bagian belakang mobil yang menimbulkan bunyi aneh. Oh gosh!

Ketika teman seperjalanan saya itu kembali mem-BBM menanyakan posisi dan mengabari mengabari penumpang GA tujuan Jakarta sudah dipersilahkan masuk ke ruang tunggu,saya mulai kesal level tiga. Dengan nada sedatar-datarnya saya meminta dia mempercepat laju taksinya yang tidak di tanggapinya. Barulah ketika saya bilang rute yang di pilihnya ini lebih jauh dan memutar dia menanggapinya dengan,"Oh ya?". Supir ini memang minta di geplak sepertinya. Saya hanya bisa menyabarkan diri dan berdoa semoga saya tidak terlambat.

Dan tibalah saya di depan sign keberangkatan. Pak supir itu mengangkat koper saya dari bagasi dan meletakkan di emperan. Dia tidak berbalik ke taksinya hingga saya memanggilnya. Saya berikan dia uang selembar seratus ribu rupiah yang di terimanya dengan ucapan "Terima kasih" yang luar biasa ramah, menutup pintu dan hendak berlalu. Jelas saja saya langsung menegurnya mengingatkan argo yang tercantum hanya 70 ribu sekian. Dengan senyum liciknya dia bilang sekalian dengan uang tol. Uang tolnya gak lebih dari tujuh ribu, kata saya dalam hati.

"Argo hanya tujuh puluh ribu pak, bapak harusnya ngasih saya kembalian,"jelas saya keukeuh. Dia menjawab dengan nada paling ramah,"oiya, ini saya punya kembalian," dan menyodorkan saya sepuluh ribu lalu dia langsung ngacir .

Anger management banget yah pagi-pagi. Saya tidak pernah keberatan memberi tips kepada supir taksi yang nyetirnya efisien,baik dan gak banyak tingkah. Tapi ini bener-bener keterlaluan buat saya. Sengaja mengambil rute paling jauh dan mengakali argo. Untuk taksi sekelas Bosowa yang merupakan taksi pertama dengan armada paling besar di Makassar,hal ini sangat di sayangkan. Jelas-jelas merugikan penumpang, bukan hanya dari segi uang tapi juga waktu. Saya hampir saja telat boarding. Taksi dengan nomer 146 itu gak bakal saya lupakan.

Mr. Taxi dengan Corporate Value


Cerita tentang taksi ini masih berlanjut sampai ke Jakarta. Begitu keluar dari ruang kedatangan Bandara Soekarno-Hatta saya dan teman langsung menuju pool Blue Bird, taksi andalan sejuta traveler bahkan yang sudah berkali-kali ke Jakarta sekalipun. Bapaknya tidak terlalu banyak ngomong seperti supir Bosowa nomer 146 yang tadi saya tumpangi di Makassar. Dia hanya menanyakan secara spesifik letak gedung yang kami tuju.

Karena saya baru sekali ke gedung tersebut dan itupun sudah hampir setahun saya lupa-lupa ingat. Seingat saya gedung ini walaupun berada di Jakarta Barat tapi dekat dengan perbatasan Jakarta Selatan. Ada dua akses jalan tol yang bisa di lalui, yaitu Tol Kebon Jeruk atau Tol yang keluarnya di daerah Slipi. Pak supir ini pun mengusulkan untuk melalu Tol Kebun Jeruk saja tapi atas saran teman yang berkantor di Jakarta akhirnya saya meminta dia untuk lewat tol ke arah Slipi saja. Alasan teman saya itu keluar dari Tol di Kebun Jeruk itu  macet.

Tanpa banyak tanya lagi bapaknya pun menyetir mobil dan saya sibuk mengobrol dengan teman setaksi. Begitu sampai di perempatan lampu merah Slipi-Palmerah Pak supir pun bertanya terus atau belok kanan. Jreng jreng.. saya lupa dong! Lebih tepatnya gak tahu sih.. Akhirnya saya menelpon teman saya lagi dan pak supir pun menelpon temannya seprofesinya. Dalam bahasa Jawa yang dia pikir saya tidak mengerti dia bertanya dimana sebenarnya letak Gedung Pusdiklat Kementerian saya ini. Sepertinya temannya itu menyebutkan nama halte busway terdekat dan dia langsung mengerti.

Di lain pihak teman saya di telpon pun meminta bicara dengan pak supir untuk meng-guidenya ke jalan yang benar (halah!). Setelah ber-iya iya beberapa kali, pak supir mengembalikan handphone saya dan bilang,"Seharusnya tadi lewat Tol Kebun Jeruk saja,mbak. Lebih dekat. Seperti ini sekarang kita harus mutar." Saya mengernyitkan alis,"Bukannya di Kebon Jeruk macet pak?"saya balas bertanya.

"Kami  tidak menawarkan jalan yang sekiranya kami tahu macet mbak.  Apalagi sengaja mengambil rute memutar. Rute pilihan teman mbak tadi ini bisa ngongkos seratus ribuan, padahal kalau lewat Kebon Jeruk mungkin hanya enampuluh sampai tujuh puluh ribu saja. Bagi kami bukan soal  uangnya mbak, yang penting penumpang kami tiba di tujuan cepat dan selamat.  Blue Bird itu tahu penumpang  mengejar waktu jadi sebisa mungkin kami ngambil rute terdekat mbak.Kalau macet,bukan Jakarta namanya kalau gak macet mbak, apalagi hari senin seperti ini,"katanya lagi tanpa nada menggurui apalagi menggerutu.

Duh,belum apa-apa saya sudah dapat petatah petitih dari supir taksi tentang value corporate-nya. Buntut-buntutnya saya malah ngobrol tentang jalan-jalan di Jakarta. Intinya : Corporate Value lebih penting dari selisih duit sekian rupiah. Daebak!

Mr. Taxi Sengaja Matiin AC


Lain Makassar,lain Jakarta, lain pula Bandung. Di kota ini sebenarnya saya sangat jarang sekali memilih moda transportasi taksi sebagai pilihan. Selain ada yang siap mengantar dengan kendaraan pribadi, kalaupun saya naik transportasi umum saya memilih angkot bahkan kalo perlu jalan kaki saja. Bukan karena apa-apa, jalan-jalan di Bandung itu banyak yang satu arah. Bisa jadi jarak A ke B itu hanya selemparan upil, tapi karena arus satu arah dan menggunakan kendaraan, kita harus mutar jauh. Begitu balik dari B ke A malah dekat banget.

Jadi ceritanya di Bandung saya dan teman yang sedang kunjungan kerja berniat nyari cimol dan jajanan Sunda lainnya. Niat tinggal niat ketika akhirnya kami sepakat menuju deretan FO di jalan Riau. Agar tak ribet kami memilih menggunakan taksi. Karena di Bandung Silver Bird terbatas, jadi gak bisa milih ketika akhirnya yang menepi malah Taksi Gemah Ripah.

Tanpa banyak komentar dan sapaan pak supir membawa kami dari Cihampelas ke Jalan Riau. Satu-satunya yang mengganjal di hati adalah pak supir menurunkan kedua kaca depan hingga setengahnya. Udara Bandung sedang dingin-dinginnya malam itu di iringi gerimis yang mengundang lapar. Saya meminta pak supir menaikkan kaca dan menyalakan AC saja. Sekali di minta tampaknya pak supir tak mendengar. Dua kali di minta dia hanya menaikkan kaca tapi tidak rapat serta tidak menyalakan AC.

Awalnya saya pikir mungkin pak supir ini juga sudah merokok jadi ingin menghilangkan jejak-jejak bau rokoknya. Tapi penciuman saya cukup sensitif dengan bau rokok dan tidak mendeteksinya. Saya meminta ketiga kalinya ditambah pesan,"Sekalian nyalain AC aja deh pak," supaya jelas maksud dan tujuan saya untuk menutup kaca mobil. Barulah bapaknya mengikuti permintaan. Sepertinya tipikal supir ini memang harus di sebutkan sejelas-jelasnya :).

Setelah mengubek jalan Riau ( lebih tepatnya jadi pelanggan terakhir yang siap diusir dari FO) saya mengajak teman ke daerah Dago atas untuk ngemil-ngemil cantik di Warung Ngebulnya Vabyo. Sekali lagi kami memilih naik taksi saja daripada ribet di jalan naik angkot di jam sembilan malam. Dan sekali lagi yang menepi adalah taksi Gemah Ripah. Supir taksinya pun punya kebiasaan yang sama, membuka kaca setengah sampai kami harus mengingatkan untuk menaikkannya serta menyalakan AC. Supirnya tidak banyak ngomong dan walaupun ngomong nadanya pun datar saja tidak di ramah-ramahkan.Tapi nurut juga akhirnya.

Mr. Taxi Scammer 


Ketika keluar dari Warung Ngebul, kami di sambut hujan derasnya Bandung. Beberapa taksi yang lewat terisi semua. Hingga akhirnya ketika hujan semakin deras, berhentilah Taksi Putra. Dengan buru-buru karena tak mau kehujanan kami masuk dan mengatakan tujuan kami. Pak supirnya mengiyakan ramah.

Ketika taksi berjalan argo belum nyala juga, teman saya pun menegur. Pak Supirnya menjawab dengan nada sangat bersahabat,"Tidak pake argo neng, karena ke daerah situ dari sini sekali jalan dua puluh ribu. Memang sudah tarifnya." Dan kami di belakang melotot gak karuan. "Gak bisa dong pak, kami mau pake argo,"protes teman saya. Tapi bapaknya keukeuh dan saya tidak punya tenaga lagi untuk berdebat apalagi keluar dari taksi berhujan hujan menunggu taksi berikutnya.

Jarak dari Dago atas ke Cihampelas itu gak jauh. Paling banyak sepuluh ribuan saja. Tapi pemberitahuan gak pake argo ketika sudah berada di perjalanan itu yang gak enakin banget. Sebenarnya saya dan teman gak pelit-pelit banget ngasih tips tapi pada akhirnya dengan setengah hati saya pun membayar sejumlah yang bapak itu minta tapi pake catatan sangat besar di ingatan : Bahkan di Bandung pun ada scamming.

My Two Cents.. 


Lain lubuk lain ikannya, lain kota lain pula tipe pengendara taksinya. Tapi walau bagaimana pun image sebuah produk tergantung pelayanannya. Mungkin yang berbuat kesalahan cuma satu orang, tapi kejelekan lebih gampang tersebar daripada kebaikan. Beruntunglah jika nilai-nilai suatu produk bisa di jaga oleh para employeesnya. Bayangkan jika satu keburukan itu tersebar menjadi word of mouth yang lebih powerful dibanding iklan yang beredar. Bad image tentu saja tidak bisa di hindarkan.