Review Skincare : Nature Republic Super Aqua Max White C Waterful Emulsion

Sekali-kali boleh lah ya ngereview product skincare secara sebenarnya aku merhatiin banget perawatan kulitku meskipun jarang ngepost. Kali ini aku mau share salah satu produk skincare yang aku pakai sejak pulang dari Seoul. Efek ngebolang di Myeongdong, cyn.. hehehe.

I wrote the review in English, just because I think I'm in the mood of it. 

Review Skincare : Nature Republic Super Aqua Max White C Waterful Emulsion 



If you walk around Myeongdong, there are so many cosmetic shop including Nature Republic. This brand has a lot of store in Seoul including in Myeongdong,the centre of cosmeric shopping are. 

As far as I notice there are two big store of Nature Republic in Myeongdong. One of them is the literally at the corner of the block near the Myeongdong exit station ( I forgot which exit, sorry). You will easily notice the store by its green leaves wall decoration and the sound of EXO hits songs.  The other one is in the middle. I'd prefer the last one because the shopkeepers are really helpful and one of them is good in English. I came to that store twice and she still remembers me. Maybe because I'm too much asking (and spent a lot. lol). 

Anyway, one of Nature Republic products that I bought was Super Aqua Max White C Waterful Emulsion. I don't have any particular reason when I took that out of the shelf, it's just because I need emulsion product since the weather in Seoul makes my skin dry and the skincare that I brought from Indonesia didn't help much. There are two varieties of Nature Republic Super Aqua emulsion  for exact, still I chose Super Aqua Max White C Waterful Emulsion because it's contain with vitamin C. The price was reasonable too and there was discount at the time I shopped (approximately 120rb rupiah). Tempting right? lol



The first thing to notice is Nature Republic Super Aqua Max White C Waterful Emulsion comes in 150 ml in a glass bottle. It's a little bit complicated for travelling, though, especially for the clumsy traveller like me. I accidentally dropped the bottle when I was packing back to Makassar and the outer bottle cap (which made by plastic) broken in two. But it doesn't effect much since the bottle has another cap inside. The hole inside the bottle is somewhat small to prevent the emulsion out too much.



I have combination skin, my T area is a little bit oily. Thankfully my skin is not sensitive or allergic with any type of skincare but I always prefer water based one. So, a good emulsion should be water based, lightweight, and easily absorbed in my opinion. It has to hydrating, without making my skin oilier, something nice and calming, and with a nice smell. Nature Republic Super Aqua Max White C Waterful Emulsion has it all. After wash my face, I apply an appropriate amount about 3 drops, and then gently pat to enhance its absorption into the skin.



Nature Republic Super Aqua Max White C Waterful Emulsion is light and has a good absorption. It applied really well on my skin, so hydrating that feels almost like a light cream. It feels good so I continue to use it when I'm back to Makassar. I'm a little bit worried at first because the weather in Makassar is different than in Seoul. It turns out that I don't have to worried, it's just fit well at least on my 'uncomplicated' skin.

I already use it for about 5 months and all that I can say is this product  is pretty hydrating. Another benefit is because it's contain with  rich vitamins and Camu-camu extract to brighten the skin tone. It also provide vitamin C to brighter and cleaner skin.

So far it's been my 'must use' skincare and I don't have any problem with it. I think if your skin type is dry to normal or even combination, you probably would like this product. Aside of those skin type you still can found another variant of the Aqua collection from Nature Republic. It has a lot of variety for specific skin types.

Terjebak Kpop Fanwar di Sosial Media

Hai gaes.. apa kabar? Lama tidak ngeupdate blog, apakah ada yang merindukan postinganku yang (semoga) berfaedah ini? Hehehe.. I miss you,too loh by the way. Mumpung masih dalam suasana libur panjang sekaligus lebaran Idul Adha, gak ada salahnya ngeupdate blog. Sekalian minta maaf nih sebelumnya, jangan sampai ada yang tersinggung gara-gara postingan berikut. Maklum, topiknya agak sensitif untuk lingkungan Kpopers, apalagi kalau bukan fanwar

Fanwar adalah gabungan kata dari Fan & War yang bisa diartikan sebagai perang antar fans. Biasanya yang terlibat dalam masalah ini adalah sekelompok fans (fandom) yang menyerang/menghina kelompok fans lain. Sepertinya fanwar adalah bagian dari KPop yang tidak bisa dihindari. Panasnya gak kalah dengan politics war antara pendukung presiden dan lawan politiknya. Gak sampai ada HOAX juga sih (at least sampai saat ini belum gue liat), tapi setidaknya gue baru tahu kalau hate speech itu gak cuma ada di media sosial yang membahas politik tapi juga di ranah Kpop. Entah itu kamu fans Kpop generasi pertama, generasi ke dua terlebih lagi generasi ke tiga, kamu pasti pernah ngalamin atau sekedar terjebak dalam fanwar.



Penyebab fanwar biasanya sangat sepele banget. Membandingkan grup idolanya dengan grup saingan entah itu lagunya, MV (music video) nya, kegantengan membernya, oplas apa enggak, suaranya enak didengar atau cepreng. Yang gitu-gitu deh.. Paling cemen banget fanwar bisa terjadi karena salah paham entah itu karena salah baca twit, salah liat quote an retweet, komentar yang kurang pas penggunaan katanya atau sekedar becanda antar temen di group chat atau fancafe bisa jadi fanwar juga, loh! Terlebih kalau ada yang nge screen cap trus disebarin ke sosial media lainnya, sudah deh siap-siap aja.  

Gue sebagai Kpopers generasi kedua (angkatannya Super Junior, Bigbang, SNSD, 2NE1, TVXQ, 2PM, Wonder Girls, punya sebutin ajalah group yang sudah 10 tahun atau lebih)  sudah sering terjebak nostalgia fanwar antar fandom. Misalnya ELF (fansnya Super Junior) dan VIP (fansnya Big Bang), SONE (fansnya SNSD) versus Black Jack (fansnya 2NE1) dan masih banyak variasi fanwar antar fandom lainnya. Gak bermaksud untuk ikutan mencela atau menghujat, hanya saja terkadang mutual (istilah untuk teman sesama fans) yang ada di timeline mulai saling menimpali dan akhirnya terjebaklah gue dalam fanwar.

Terjebak Kpop Fanwar di Sosial Media


Seiring waktu, industri Kpop sudah memasuki generasi ketiga dimulai ketika demam Kwave sudah merajalela. Lebih banyak idol yang bermunculan, lebih banyak pula fandom yang terlibat fanwar akibat persaingan yang semakin ketat.

Dari beberapa fandom generasi ke tiga Kpop, ada beberapa yang belakangan ini seringkali fanwar di sosial media dan rusuh gak kira-kira. Beberapa di antaranya yang sempat membuat gue terjebak adalah fanwar antara fandom-fandom berikut.   

ARMY vs EXO-L 


Sejauh pengamatan saya, fanwar kpop generasi ke tiga itu seringkali terjadi antara fansnya EXO (EXO-L) dan fansnya BTS (Army). Kedua idol grup ini memang sedang ngetop-ngetopnya dan memiliki fanbase yang besar dan fanatik. Istilah 'senggol bacok' berlaku pada hubungan dua fandom yang gak pernah sekalipun kelihatan mesra ini. Terakhir yang gue tahu Army dan EXO-L fanwar lagi di twitter gara-gara hastag #Please_Apologize.  

source : Twitter 


Sementara EXO-L yang kadung baper gak mau kalah nuding ini dan itu hingga akhirnya kedua fandom ini berbalas-balasan hate speech. Fanwar makin merambat ke mana-mana ketika mulai menyinggung fans kpop generasi ke dua yang katanya membuat mereka gak ngerti kenapa juga para grup gen 2 ini masih merasa berpengaruh di industri Kpop. Entah siapa yang mulai yang jelas  fanwar antar fandom pun terjadi. Padahal awalnya antar Army sama EXO-L doang coba, hahahaha. akhirnya fans kpop generasi kedua kayak gue pun kebawa-bawa.

Serunya lagi ternyata ada seorang teman blogger gue di twitter yang sempat pengen ikutan ngetwit tentang hubungan ibu dan anak pake hastag #Please_Apologize cuma karena dia menganggap dia perlu permintaan maaf atau apalah. Untungnya si mbak cepat sadar kalau ini hastag pertempuran, bisa-bisa dia kebawa-bawa pula padahal gak tahu apa-apa. 


WANNABLE vs Theirself vs Love vs any other fandom 


Sepanjang gue kecebur di dunia Kpopers,baru kali ini gue ngerasain fanwar yang 'gak ada matinya'. Gak cuma fanwar antar fandom tapi fanwar terjadi di dalam fandom itu sendiri, antar fans masing-masing member. Kacau gak tuh? Hehehe..

Wannable adalah fans dari rookie group Wanna One. Grup ini adalah bentukan dari program acara televisi Produce 101 Season 2 terdiri dari 11 trainees hasil pilihan national producer alias pemirsa televisi di Korea. Jadilah fandom ini memiliki fans individual bawaan trainees dari saat mereka nonton Produce 101 season 2. Makanya gak heran banyak 'akgaes' yaitu fans yang hanya suka 1 member dan gak ngedukung yang lain.

Saling bash member yang bukan idolanya serta bertengkar soal siapa yang dapat porsi screen time lebih banyak, kenapa Daniel gak jadi centre di lagu debut, kenapa Jihoon porsinya cuma sedikit, sudah jadi menu sehari-harinya Wannable. Jadinya mereka dinilai tidak kompak dalam mendukung Wanna One sebagai satu grup dan lebih fokus pada bias mereka masing-masing. 


Source : Fanpage official Wanna One


Selain dicap sebagai biang rusuh di dalam fandom mereka sendiri, Wannaable kerap dianggap sebagai trouble maker fanwar dengan fandom lain. Kalau gue gak salah ingat, fanwar pertama kali terjadi itu antara Wannable dengan Carat fansnya Seventeen gara-gara warna. Kedengarannya sepele ya, warna aja kok dipermasalahkan. Sayangnya bagi para Kpop fans, warna itu adalah identitas fandom khususnya di lighstick. Kuning sudah identik dengan VIP nya Bigbang, Sapphire Blue untuk ELF Suju dan putih untuk EXO-L nya EXO, misalnya. Unfortunately, YMC sebagai agency representatifnya Wanna One memilih warna yang cenderung sama dengan warna yang sudah digunakan oleh Seventeen, grupnya Pledis.

Fanwar kedua adalah antara Wannable dan Love a.k.a fans nya Nu'est. Salah satu member Wanna One yaitu Hwang Minhyun sebenarnya adalah member Nu'est. Bersama 3 member Nu'est lainnya Minhyun kembali jadi trainee karena terdesak keadaan. Grup mereka sudah 5 tahun debut but still doesn't have recognizing from Korean fans. Dari ke empatnya hanya Minhyun yang berhasil masuk 11 besar dan berhak debut as Wanna One. 

Masalahnya adalah ketika Minhyun ngeposting ucapan terima kasihnya pada Love di fancafe Nu'est, Wannable gak terima. Pendek kata Wanna One ya Wanna One, Nu'est ya Nu'est. Fans nya Nu'est pun meradang. Menurut Love, Minhyun itu member Nu'est yang sekarang lagi business trip aja di Wanna One. Fanwar Wannable dan Love makin menjadi dan terkesan ra uwis uwis karena satu sama lain memperhatikan gerak gerik Minhyun semacam membaca kode gitu.

Source : Twitter 



Bagi Love ketika Minhyun diam aja berarti dia gak bahagia di Wanna One. Minhyun bawel di Wanna One dianggap sudah ngeblend sama member lain dan lupa member originalnya di Nu'est. Sementara jika Minhyun nyebut2 member Nu'est maka Wannable menuduh Nu'est nebeng popularitas Minhyun. Ketemu di backstage aja cuma say hi serasa gak kenal gitu malah dihujat pula. Pledis, agencynya Minhyun dan Nu'est sampai ikutan diseret dalam fanwar ini karena dianggap menggunakan Minhyun sebagai issue dalam promosi Nu'est. 

Gue sih ngeliat hubungan Wannable dan Love ini semacam Korea Utara vs Korea Selatan. Sebenarnya punya satu kesamaan (which is Hwang Minhyun) tapi heran deh, ada aja yang bisa dipermasalahkan. Nah gue sebagai orang yang nonton Produce 101 dari awal banget, ngedukung Nu'est pula kan merasa kejebak dalam fanwar antar fandom ini. Seriously, gue disuruh milih loh sama dua fandom itu gue ngedukung Nu'est atau Minhyun di Wanna One. Ya ampun, tolong hamba Tuhanku. Masa gini doang gue disuruh milih sih...

Love yang sudah tahunan ngeliat Minhyun bareng sodara-sodaranya di Nu'est ngerasain ups and downs (mostly down moments) pasti ngerasa gak enak hati lepas dari Minhyun. Sementara fans Minhyun yang baru dari Produce 101 season 2 pun mungkin merasa 'I'm his future, your his past' gitu. Duh, ,udah-mudahan Wannable dan Love ini gak ada program 'Wajib Militer'nya juga ya, just in case bakal pecah perang saudara.



Fanwar lainnya adalah dengan fandom yang mana aja yang menganggap Wanna One sebagai grup instan, grup yang bakal flop dan seterusnya dan seterusnya. Maklum, lagi hangat-hangatnya. 15 kali menang telak, hanya sekali gak menang di Mubank dan tiga Triple Crown. Untuk ukuran rookie dan debut single memang tergolong luaar biasa. Gak heran banyak yang mengkritisi Wanna One sebagai grup instan yang kebetulan saja debut di saat gak ada lawan besar. Kalau sudah gini, mulai lagi deh tuh fanwarnya.  Makanya gue bilang mungkin sampai Wanna One disbanned di tanggal 31 Desember 2018 fanwar gak bakal selesai-selesai. Fiuh! *lap keringat* 

Don't Fanwar, let's Fangirling 


Seperti yang gue bilang di awal, fanwar adalah bagian Kpop yang tidak bisa dihindari dan menurut gue sama sekali gak berfaedah. Oh, mungkin ada satu faedahnya : memperlancar bahasa Inggris kamu. Itu juga kalau fanwarnya dengan international fans. Tapi masa iya sih harus ikutan fanwar hanya untuk memperlancar bahasa Inggris, yeee kaaan?

[Mau tahu Tips Merubah Fanwar jadi Fangirling Bermanfaat? Mampir ke postingan Ruth Nina di sini ] 

Perlu diingat gaes, gak ada yang abadi di dunia ini termasuk juga rasa suka lo pada seseorang. Bisa jadi saat ini lo ngeliat member idol yang mana gitu sangat keren dan tak ada cela, mana tahu besok-besok aibnya terbongkar dan kekerenannya di mata lo langsung sirna. Begitu juga dengan kepopuleran, gak bakal selamanya. Mungkin saat ini bisa berbangga punya 15 trophy dalam 25 hari, mana tahu besok-besok single baru keluar malah flop karena ada yang lebih populer saat itu. Nothing last forever termasuk juga rasa benci pada suatu group. Kata Minhyun sih, please be moderate. Cape juga yah kalau fanwar mulu gak selesai-selesai.

So don't fanwar ya gaes, let's fangirling aja. Dunia Kpop akan jadi lebih indah jika interaksi sesama Kpopers itu aman, damai dan adem se adem lantai mesjid senyuman Kim Jonghyun a.k.a Nu'est JR alias Imam Nesyen, ye kaan? 

Baca juga : Fangirling, Dulu dan Sekarang 

Kim Jonghyun (NU'EST JR) , Nation Leader a.k.a Imam Leader yang Senyumnya Seadem Lantai Mesjid


Betewe, kalian ada yang pernah terjebak fanwar gak, sih? Ditunggu loh cerita kamu di kolom komentar..