[Review] Top 5 K-Drama 2012


What can I say, other than reading, watching is a hobby of mine. Besides movies, I also like to watch TV series. This year my tastes changed. If last year's TV series that I watch on TV is the western serials, this year as the KPop virus spread it turned into a kind of spectacle: K-Drama.

Actually this is not the first time i watch K-Drama. In the early emergence of K-Drama I was addicted to J-Dorama and Western serial that only a few K-Drama in that period that got my attention. The reason is K-Drama's episode was longer than J-Dorama (it 's up to 22 episodes). The Korean language also too lilting to my ears that i often overslept while watching. That's why it tooks some time to watch the full episode. But that was then and this is now. I'm collecting DVD, download it and even  watch it live via streaming. My DVD player even broken because i did watch K-Drama episode marathon in one day.


Ah ya! Anyway, this is my top 5 K-Drama of 2012 ..

1. Rooftop Prince (SBS)



I put it as my number one list because this is the drama which makes me watch it non-stop back to back without falling asleep. It's really funny,hilarious,romantic and touchy. The cast did great job, even the OST were all good. No wonder this drama and the cast got awarded many times. Love it!! 

2. Bogoshipda / I Miss You   (MBC)


The first love which seperated for 14 years filled with intrigue story. Seizure of property, kidnapping, love triangles to rape makes this drama even more complicated. The genre of the drama is melodrama but has suspense in it too. So in this drama we will see romantic and funny scenes in the search and maintaining of love and  murder scene to antagonists character assassination. The drama is still running although only for 5 episode remaining. Better prepared your heart and tissue for the ending because it might not be a happy ending fairy tale drama. 

3. My Husband Got A Family ( KBS )



At first i don't understand why this drama was played before 9 PM. Apparently because this is a family drama. My Husband Got A Family is about a woman who wants marry an orphan man to avoid trouble with mother in laws.To pursue her career she also avoid having baby. However her wish cant come true when her husband reunite with his family.So she has to deal with the in laws and to make it even worse she's pregnant. Funny,entertaining yet teach me marriage lesson about in-laws-thing. 

4. King 2 Hearts (MBC)


I'm not a fan from any of the casts but still i watch it until the end. An unique story, interesting plot and acting of Jo Jung Suk, who although not a main character but steal the show. Soundtrack was pretty good, too.  Missing You by SNSD Taeyon could be an option to singing in karaoke. 

5. Innocent Man (KBS)


A man is betrayed by the woman he loves.To get even he used another woman who loves him which is a step daughter of her ex. Sounds tipical,right? If it were not for Song Joong Ki i probably skip. But still this drama has a lot tricks to make the viewers stay to watch episode after episode. 

So, That's my list for Top 5 Drama of 2012. Hopefully next year will be more no cliche dramas are running with best casts. As per one of my 2013 resolutions: better be watching drama, rather than a life full of drama ..

Happy New Year Everyone!! 새해 복 많이 받으세요 !! 

Buku Favorit 2012


Tahun 2012 akan segera berakhir. Sudah setumpuk buku menemani saat bete di kantor, membunuh waktu ketika menunggu, pemancing rasa kantuk sampai menjadi teman dalam perjalanan. Dari sekian yang sudah saya baca, ada lima buku yang menjadi buku favorit versi saya yang saya urutkan berdasarkan jenisnya. Let's check it out!

1.  Selamanya Cinta ( Kireina Enno ) 

     Kategori : Novel Indonesia



Don't judge the book by its cover. Ini berlaku banget pada novel yang satu ini. Covernya sih biasa aja dibanding novel-novel bergenre yang sama, kisah di dalamnya juga sudah termasuk biasa di tuliskan. Tapi seorang penulis yang hebat adalah yang bisa menceritakan sesuatu yang mungkin sudah sering di bicarakan dengan cara yang berbeda. Nah, Kireina Enno ini salah satunya. Saya mengenal tulisan-tulisannya dari blog dan membuat saya tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli novel perdananya. Diantara seabrek novel ber-genre galau tak bertepi (sesuatu yang sebenarnya paling males saya baca), ini salah satu yang "bersinar". Mengingatkanmu pada cinta pertama, kisah kasih di sekolah dan cinta yang akan kembali ke tempat yang seharusnya.Worth to read.

2. So I'm Married The Anti-Fan ( Kim Eun Jeong) 

    Kategori : Novel Terjemahan



Benci dan Cinta itu beda tipis. Pernah dengar gak kalimat itu? Sering banget kejadian dimana Cinta bisa jadi benci begitupula sebaliknya. Novel ini berkisah tentang Lee Geun Yong,si reporter yang di pecat karena tidak sengaja muntah di atas sepatu seorang artis idola bernama Hu Joon. Sedikit terlunta-lunta jadi pengangguran membawanya secara tidak sengaja melihat sebuah adegan kekerasan yang dilakukan oleh Hu Joon di sebuah klub. Adegan yang dilihatnya itu membuatnya semakin membenci Hu Joon dan memicunya menjadi seorang anti-fan secara terang-terangan. Lee Geun Yong memposting hal tersebut di internet dan menuai protes dari fans berat Hu Joon. Hal ini membuat seorang produser televisi tertarik untuk membuat reality show dimana Geun Yong sebagai anti-fan  menjadi manager dari Hu Joon sang idola. 

Meski awalnya saya sempat mengunderestimate novel ini,ternyata di akhirnya saya merasa ini adalah Korea-Literature yang ceritanya paling menarik yang pernah saya baca. Terimakasih kepada sang penerjemah karena bisa membawa tulisan ini sebaik aslinya. Peringatan : Seperti nonton drama serial Korea, semakin lama di baca semakin susah melepaskan novel ini hingga selesai. Jadi..waspadalah.. waspadalah!! 

3. Menuju(h) - Aan SyafraniIru IrawanMahir Pradana ,Maradilla Syachridar SundeaTheoresia Rumthe,      Valiant Budi

     Kategori : Kumpulan Cerpen


Menuju(h) adalah kolaborasi tujuh penulis muda, berbagi cerita tentang hari-hari yang menyetia| Begitu kata taglinenya. Ini adalah semacam kumpulan cerita pendek berdasarkan hari-hari yang ada dalam seminggu. Ada Aan Syafriani yang slengean dan lucu tentang penghuni kost  di hari Senin, Theoresia Rumthe tentang pasien Alzhaimer dan hujan di hari Rabu, Vabyo yang "menghipnotis" di hari Kamis dan kisah kisah lain yang menarik di hari yang lain. Setiap penulis menuliskan satu kisah dari dua sisi yang berbeda, sehingga total ada 14 cerpen yang terangkum dalam Menuju(h) ini. Kisah yang lucu,romantis,tragis hingga psyco bisa di temukan disini. Satu kumpulan cerpen yang komplit peneman hari-hari walaupun ketika di baca gak perlu waktu hingga tujuh hari. Serius!

4. Kobuki Korea Buikin Keki - Soni MartiLova

    Kategori : Traveling 



Saya mengkategorikannya di bagian Traveling karena ketika membaca buku ini serasa kita pun traveling dari satu tempat ke tempat lain di negeri Korea Selatan. Sebenarnya ini adalah buku kisah hidup Soni MartiLova, mantan penyiar radio KBS Wi-horld Radio Siaran Berbahasa Indonesia selama menetap di negeri Hallyu Wave itu.  Banyak kisah sehari-hari sebagai orang Indonesia yang harus beradaptasi di negeri orang (yang tentunya bedaaaaaa banget dengan kebiasaan di Indonesia), kebiasan-kebiasan sehari-hari orang Korea dan tips penting jika berkunjung kesana terangkum disini. Ada juga kisah menarik seputar kegiatannya sebagai penyiar radio sampai ngejar-ngejar artis Korea. Selain itu juga bonus tempat-tempat menarik di Korea Selatan yang jarang di bahas oleh penulis lain. Minjem statementnya Uda Soni pas saya wawancara di Radio, dia bilang,"Kalau yang lain menulis tentang Korea belum tentu pernah kesana, nah saya nulis karena sudah pernah disana." Cieee.. tapi bener juga sih, ada yang bilang Seeing Is Believing. Kalau sudah ngeliat sendiri baru percaya. Tapi untuk case yang ini, baca dulu lah.. kalo gak percaya boleh komplen sama Uda Soni saja . Tenang, dia gak galak kok kek Ahjussi-Ahjussi. Malah asik banget kalo ditanya hal-hal seputar Korea. Berhubung dia masih sering banget bolak balik JKT-Seoul, saya malah sempat ngerepotin beli CD album ke 6 Super Junior hahaha. Gamsahamnida yaaa Udaaaa.. (gak mau panggil Oppa, dia kan orang Padang.. wweeekkkkk :p )  

5. Draft 1 : Taktik Menulis Fiksi Pertamamu ( Winna Effendi)

    Kategori : Panduan Menulis


Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kita sering dihadapkan pada satu bagian yang mau tidak mau harus dilakukan : MENGARANG. Masih ingat gak apa saja yang pernah kamu karang menjadi tulisan? Sebenarnya urusan tulis menulis sudah dipelajari sejak kita masih SD. Bahkan ada beberapa yang sudah iseng nulis diary sejak TK. Walaupun begitu tetap saja masih ada yang gak pede bisa menulis. Sekarang pertanyaannya : Menulis itu bakat atau bisa dipelajari? Menurut saya bisa jadi dua-duanya. You'll never know something till you try it, won't you? Makanya karena saya merasa tidak jago-jago banget menulis dan pengen banget menulis fiksi berskala novel saya membeli buku ini. Memang sih diawal-awal halaman mengingatkan saya pada apa yang sudah dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Walaupun begitu buku setebal 345 halaman ini tetap sulit untuk dilewatkan bagi yang serius ingin menulis. Ada banyak  tips dan how-to menulis fiksi yang enak dibaca,self-editing hingga hal-hal penting yang harus diketahui jika sebuah karya di tolak atau dipublikasikan. Semua ditulis dengan gaya bahasa yang ringan tanpa meninggalkan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Diselipkan pula contoh-contoh fiksi pendukung dan quote-quote dari penulis ternama yang bisa memotivasi para penulis pemula. Banyak buku panduan menulis lainnya yang pernah saya lihat dan saya baca. Tapi bagi yang pengen tahu banyak tentang dunia menulis dengan cara yang santai, yang satu ini lebih menarik dan kena sasaran. It's fun to read it but it's more fun to writing  after reading it.

Nah, itu dia lima buku favorit saya dari lima kategori yang berbeda di tahun 2012. Semoga bisa jadi referensi  jika ternyata buku-buku yang diatas belum dibaca. Siapa tahu bisa jadi bahan bacaan di tahun 2013. After all, buku gak pernah basi kan... 

Nah, kalau kamu apa buku favoritmu di tahun 2012?  

(Pic:koleksi pribadi)

[I-Movie] Habibie & Ainun

Haven't i told you that i actually not Indonesian Movie big fans? Hanya ada beberapa film Indonesia yang saya bela-belain nonton di theather. Bukan karena sok-sokan atau gimana. Tapi film Indonesia yang kebanyakan beredar stereotype. Kalau gak horror yah film komedi yang asal aja. Toh,gak berapa lama dari penayangan di bioskop, sudah tayang aja dulu di tivi tivi swasta. 

Tentu saja selalu ada pengecualian untuk setiap hal. Salah satunya ini . Habibie & Ainun.  Jadi berangkatlah saya menonton Habibie & Ainun sambil berlari-lari. Kenapa? Karena terlambat! Hahahaha.. Walhasil, saya dan teman terlewat lima menit pertama.. Oh well *hapus keringat*

Jadi ceritanya,saya telat melihat adegan pertemuan mereka di sekolah. Saat Habibie remaja bertemu dengan Ainun remaja dengan awal perkenalan yang tidak menyenangkan. Saat dewasa, takdir mempertemukan mereka kembali. Ainun dewasa semakin cantik dan menarik. Banyak lelaki-lelaki yang tertarik padanya. Tak terkecuali Habibie. Diantara sederetan lelaki berpendidikan yang kaya, Habibie adalah satu-satunya yang paling sederhana. Disaat yang lain bertandang ke rumah Ainun dengan mobil keren dan sopir, Habibie dengan percaya diri menyambangi kediaman Ainun dengan becak. Walaupun begitu, tampaknya baik keluarga Ainun maupun Ainun sendiri lebih menyukai Habibie. Hingga akhirnya di kisahkan dalam film tersebut, Habibie meminang Ainun dan membawanya ke Jerman. 

Hidup di luar negeri tidaklah mudah. Apalagi bagi seorang Habibie yang baru saja merintis mimpinya. Naik turun kehidupan, panas terik hingga dinginnya salju menjadi tantangan bagi cinta mereka. Dari apartemen yang sempit, sepatu jebol karena berjalan kaki demi menghemat uang hingga Ainun terkena kanker ovarium, mereka lalui bersama. Ainun yang sering merasa kesepian pun hendak pulang ke Indonesia. Sayangnya pemerintah Indonesia belum siap menerima seorang Habibie yang bisa membuat pesawat. Bertahanlah mereka di Jerman sampai akhirnya duta besar Indonesia untuk Jerman di jaman pemerintahan Soeharto mengontak Habibie dan menawarkan untuk membangun industri pesawat terbang di Indonesia. 

Semakin tinggi pohon semakin kencang pula anginnya. Begitupun yang terjadi pada kehidupan Habibie dan Ainun. Menjadi seorang pejabat negara penuh dengan godaan uang dan wanita. Tak satupun yang mengelincirkan Habibie ke jalan yang salah. Hingga akhirnya Habibie menjadi Presiden RI dengan segala keruwetannya, Ainun tetap mensupport walaupun sebenarnya kanker makin menggerogoti tubuhnya. Saat Habibie lengser, giliran Habibie yang mensupport Ainun melewati hari-harinya melawan penyakit itu. Sungguh sangat romantis dan menguras emosi. Sayangnya saat adegan Habibie menunggu Ainun di operasi sebuah suara terdengar,"Ya!Halo!Iyah,mana nomer rekeningnya.Sini saya kirimi uang.Sudah lama saya dak kirim uang juga." Ternyata seorang penonton,ibu-ibu yang sedang menerima telpon dengan suara yang cetar membahana. Ahh.. satu theatre jadi pengen nyodorin nomer rekening juga.. Kirimin saya juga dong bu....

Anyway.... Habibie & Ainun adalah sebuah film adaptasi dari memoir yang berjudul sama. Ditulis oleh bapak Prof.Dr. Ing. BJ Habibie untuk mengenang almarhum istri tercinta Ibu Ainun diangkat ke layar lebar dengan sutradara Faozan Rizal. Awalnya buku ini semacam terapi bagi pak Habibie sepeninggalan ibu Ainun. Ternyata memoir ini terjual lebih dari 50ribu copies dan akhirnya menjadi semacam kisah percintaan romantis nasional hingga kemudian di filmkan. 

Aktor dan Aktris utamanya pun bukan sembarangan. Reza Rahardian berperan sebagai Habibie dewasa, mampu menghidupkan tokoh Habibie di layar lebar,lengkap dengan cara bicara dan gesturenya. Menurut Reza,dia merasa sangat terbantu dengan kehadiran Pak Habibie saat syuting sehingga dia bisa langsung mengadaptasikan gesture&pembawaannya ke layar lebar. Bunga Citra Lestari pun sukses keluar dari imej "sinetron" dan menghadirkan tokoh Ainun walaupun dengan imajinasinya sendiri. Menurut BCL,dia belum pernah bertemu dengan Almarhum,sehingga dia hanya bisa mengetahui kepribadian dan gesture Ibu Ainun melalui orang-orang terdekat beliau. Tapi itu sudah lumayan banget loh!

Lalu siapa juga Faozan Rizal,sang sutradara? Terus terang awalnya saya pikir film ini di sutradarai Hanung Bramatyo,secara di infotainment keknya yang lebih banyak ngasih komentar dia dan istrinya. Barulah di credit title saya mengetahui bahwa Hanung hanya menjadi "tim pendukung" aja bagi film ini. Walaupun begitu Hanung ikut menjadi cameo sebagai pengusaha yang berusaha menyuap Habibie. Seperti apakah aktingnya? Yah nonton dulu aja kali yaahh...

Bagi saya film ini menarik. Bukan hanya dari sisi drama percintaan antara Habibie dan Ainun. Melalui film ini juga kita bisa belajar sejarah Indonesia. Apalagi untuk yang gedenya pas jaman (katanya) reformasi ini. Biar tahu dikitlah kenapa Indonesia ini agak susah maju :D. Romantisme dan Jokes ala pak Habibie juga asik untuk disimak. Siapa yang tahu kalau Pak Habibie berjanji membuatkan pesawat untuk Ibu Ainun dan finally  di terbangkan sebagai hadiah ulang tahun beliau? Aduhh ini siapa yang bisa seperti ini.... *ngarep juga* 
Tapi tentu saja tak ada film yang sempurna. Ada beberapa yng bikin saya bertanya-tanya,misalnya:  kenapa TVRI tidak menjadi media partner. Saya yakin TVRI itu punya banyak dokumentasi era Soeharto. Ini kenapa malah RCTI? Lalu KENAPA ADA CHOCOLATOS DI ERA 80-90? Kenapa bukan Astor, Wafer Superman atau cokelat ayam? Oh yaa.. saya lupa.. itu sponsor yak? :p 


Ya sudahlah, gak masalah. Yang jelas, ini adalah salah satu film Indonesia yang layak tonton di akhir tahun ini. Semoga setelah menonton film ini jadi lebih cinta negeri Indonesia, lebih semangat meraih mimpi dan cinta sama pasangan masing-masing yah.. Selamat menonton! 



[REVIEW] 5 CM, The Movie


Musim liburan telah tiba.. Seperti biasa,itu berarti banyak film-film baru berkualitas yang beredar di cineplex. Salah satunya adalah film Indonesia berjudul 5 CM ( Baca : Lima Sentimeter). Film ini based on  sebuah novel best seller yang sudah melewati berpuluh kali cetak ulang berjudul sama, 5 Cm. karya Donny Dhirgantoro.  

Saya gak bakal berpanjang-panjang membahas kisah novel ini (baca aja reviewnya disini).  Jadi apakah film ini sebagus bukunya? Mmmh.. let me put it this way :

1. The Cast.
Begitu tahu Fedi Nuril main di film ini,saya langsung kepikiran: DIA HARUS JADI GENTA. BUKAN YANG LAIN!! (Eh lah kok jadi tagline tv berlangganan). Karakter Genta di novel itu pas banget dengan sosok Fedi. Surprisenya adalah begitu tahu Igor Saykoji lah yang akan berperan sebagai Ian. Diluar proporsi bodinya yang emang mendukung banget, gambaran saya Ian itu haruslah super lucu,norak dan "muka pengen" banget. Untungnya Igor bisa mengambarkannya sebaik yang dia bisa. Maklum aja sih, dia kan rapper.Lagian ini filmnya perdananya.Yang gak bisa saya maklumi adalah Raline Shah yang berperan sebagai Riani. Mungkin dia satu-satunya yang menurut saya gagal casting. Dari segi akting sepertinya dia gak bisa dapat feelnya jadi Riani. Ketawa dan nangis sama datarnya. Tapi berhubung doi pemenang kontes cantik-cantikan,keknya yang cowok-cowok bakal puas aja liat tampangnya. Gak kalah cakep dari  Pevita Pierce,yang awalnya sempat saya underestimate jadi Dinda. Pevita ini malah lebih berasa aktingnya menghidupkan Dinda di layar di bandingkan Raline sebagai Riani. Entahlah yah apa alasan kenapa Raline yang terpilih. Tapi memilih Herjunot Ali menjadi Zafran adalah pilihan yang tepat. Zafran yang romantis,puitis dan gokil abis ini tergambarkan dengan sempurna. Lalu bagaimana dengan Denny Sumargo yang berperan sebagai Arial? Ahai! Silahkan menilai sendiri..

2. The Story
Banyak novel yang diangkat ke layar lebar sering membuat pembacanya kecewa karena imajinasi setiap pembaca berbeda-beda.  Tidak bisa di salahkan juga,like and dislike termasuk juga selera setiap orang berbeda. Bagi yang sudah membaca novel ini sebelumnya,pasti tahu betapa banyaknya memorable dialog bahkan puisi  yang bikin terharu dan menyentuh banget.Sayangnya, begitu di jadikan naskah film, hal itu berubah menjadi hal yang bikin ngakak geli. Banyak hal-hal yang penting banget malah hilang hingga akhirnya film ini serasa kehilangan arah. Apa sih yang mau lebih di tonjolkan? Persahabatan ? Percintaan ? Atau nasionalisme nya? Kalau ketiga-tiganya, kok rasanya porsinya nanggung banget. Seperti berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya dengan terburu-buru. Memang sih,buku dan film adalah dua media yang berbeda. Rentang waktu dalam kisah dalam sebuah buku bisa sepanjang yang dinginkan penulis. Dia hanya "dibatasi" oleh halaman. Sementara film "dibatasi" oleh durasi. Semakin panjang durasinya,biaya produksinya bisa semakin mahal kan?Walaupun begitu, esensinya harus tetap sama. Sayangnya film ini lebih menitik beratkan ke masalah percintaan segi empat di bandingkan rasa nasionalisme dan kegigihan mereka untuk meraih cita-cita. Padahal seandainya skenarionya bisa lebih digarap,sisi-sisi itu bisa lebih membuat penonton pulang dengan kecintaan pada negara dan motivasi untuk meraih impian lebih besar lagi. 

3. The Scenes
Ada beberapa adegan di film ini yang menurut saya maksa banget. Misalnya adegan antara Zafran dan Dinda  di pintu kereta. Mungkin maunya sutradara ini bisa menjadi adegan percintaan yang romantis. Tapi kok saya malah kepikiran ini adalah adegan Jack and Rose di Titanic tapi di pindahin settingnya ke kereta api.Hal yang di paksakan juga adalah adegan pengibaran bendera di puncak Mahameru. Mengapa harus mereka yang memimpin upacara itu? Lengkap dengan akting lebay mereka masing-masing. Lalu kenapa pula harus serempak salaman? Kek yang punya hajatan di kelurahan aja. Tapi ada juga scene-scene yang lucu dan menggugah sampai bikin laper.Apalagi kalo adegan Ian makan Indomie..aah,ada yang jualan dalam bioskop gak ya?

4. The Cinematography
Saya bukan orang film walaupun sehari-hari bergelut dengan pertelevisian, tapi cinematography dalam perjalanan mereka ke puncak Semeru itu emang ajib banget. Didukung dengan pemandangan alam yang emang Subhanallah indah,membuat mata penonton disuguhkan tampilan yang keren. Kalau buat saya,coloringnya khas Rizal Mantovani banget. Jadi ingat video klip :D 

5. The Soundtrack
Gak nyangka dan Gak Salah! Nidji memang pilihan yang tepat. Sounds mereka yang energik ini menggambarkan semangat,persahabatan bahkan kerinduan dari kelima sahabat ini.I have no complain at all.Sayangnya scoring film ini sedikit banyak ngingetin saya dengan (lagi-lagi) Titanic dan The Lords Of The Ring.Kenapa juga ya gak diselipin musik gamelan sedikit biar lebih terasa Indonesianya..Tanya kenapa?

Anyway,banyak yang bilang rasa nasionalismenya semakin tebal setelah menonton film ini. Bagi saya pribadi, film ini memang tidak sedasyat efeknya seperti novelnya. But it's not bad after all.. Kalau tidak percaya,silahkan di tonton.. Yuk,mari!



I Miss You, K-Drama You Don't Want To Miss..


What's so special about Wednesday and Thursday? 


Oh.. they're just like any other day..until this K-Drama came in.. 



I Miss You,  K-Drama You Don't Want To Miss.. 


cr:iMBC
Broadcast Network: MBC
Broadcast Period: November 7 2012
Air Time: Wednesday & Thursday 21:55 KST
Director: Lee Jae Dong
Writer: Moon Hee Jung

보고싶다 (Bogoshipda) also known as I Miss You/MIssing You is the only K-Drama i watch live streaming on MBC even though i don't know every single words they said. I even join the forum groups at Soompi and follow the twitter @IMissYou_Drama for catching up with the updates. Blame it on Park Yoochun who  's play the role Han Jung Woo ( the main male character). Since Rooftop Prince i'm totally impressive by him and watch every single drama he played on. But that is just one reason why i hook with this drama.


cr:iMBC via @IMissYou_Drama

As usual, the K-Drama story is complicated. But this one is not only complicated but also tragic. It is about "first love" between Lee Soo Yeon ( played by Kim Soohyun & Yoon Eun Hye) and Han Jung Woo ( Played by Yeo Jin Goo & Park Yoochun). They first met on their 15. Lee Soo Yeon is an outsider in her school and neighborhood that no one want to be friends nor to look at her family.It's all because her dad being accused as a murder. Then one day, she met Han Jung Woo who bumped into her at the playground. The way he ask her name and how he talked to her has touched Lee Soo Yeon's heart. However when Jung Woo knows that Soo Yeon is a daughter of murder, he take some steps behind. He finally realized his own feeling to Soo Yeon when he saw how hard her life is. It was their first love for each other but had to separated because an accident behind the kidnapping. That accident is really torn Lee Soo Yeon apart, not only because it caused her damage but because she saw Han Jung Woo runaway right before her eyes. The person who reach for her hand to help is Kang Hyun Joon, someone who've been suffering by Han Jung Woo's dad. The trauma of that incident,hurt caused by her first love and the revenge of a son are things that brought them together. 


credit to imbc
Lee Soo Yeon changed her name to Zoe and become designer. Kang Hyun Joon become a charismatic cold hearted fund manager and change his name into Harry Borrison. Together they live and work in Paris. Meanwhile Han Jung Woo who's been looking for Lee Soo Yeon for 14 years has already become a homicide detective in Gangnam District. Fourteen years later, they finally meet again because of the murder of Harry's aunt. And that's the beginning of Love-triangle-hide-and-seek and suspense kind of thing :) 



Credit as tagged
For the soundtrack,since it's labeling as "melodramatic" the soundtrack are more into ballad.So far this drama has three songs for the soundtrack : Tears Are Falling by Wax, Just To Look At You by Jeong Dong Ha and Reminds Me of You by Star & Shorry J Feat Byul. There will be more to come.I hope Magic Castle will be one of the soundtrack,since that is Soo Yeon's favorite song. It would be nice if Park Yoochun sings it, though :) 

The drama has running for 10 episode now, but the conflicts are taut and the story moves along with nice pace. The casts are doing their very best, too. I love how the adolescent actors act for the rough scene, how they can really show the bitter,painful and traumatic they are. The adult actors are continue their acting very well too.Park Yoochun's puff up cheeks and running are similar like Yeo Jin Go did as Han Jung Woo's adolescent. How traumatic and sad Soo Yeon when she met the rapist is perfectly shown with Yoon Eun Hye's act. All the characters,even the side ones are layered with such depth that does not usually exist in any other K-Drama. This is not only make the viewers wondering,"Will they'll be back together?" but also a suspense K-Drama that will make the viewers to questioning,"What's next?" "Who is she,actually?" "Is he the murder?" and tears after tears.. Sad,tragic but romantic in the same time. I have to say this is the K-Drama that worthy to stalk week after week. i even fall for the yellow umbrella. LOL. Anyway, Enjoy!