Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman sekantor (namanya Lia) memutuskan untuk nge-brunch alias breakfast and lunch. Sarapan sudah lewat tapi belum waktu makan siang pula.
Perut gak bisa disiram pake kopi aja nih, harus ada temannya! Jadilah pukul 11 kami keluar dari kawasan parkir kantor dengan pikiran yang masih labil, belum jelas mau nongkrong di mana.
 |
| Brunch ala Vita Masli |
Sambil nyetir pelan-pelan melintasi jalan Ratulangi, saya dan Lia mulai brainstorming (cieeh istilahnya, padahal mo nentuin tempat makan aja. Hahaha!) sampai ngecek instagram segala. Abis kalo ditempat yang sudah dikunjungi, males juga. Pengen nyoba yang baru dong..
Teringat ada sebuah postingan teman di Path yang kemarin tentang sebuah tempat nongkrong makan baru di Living Plaza, Sungai Sa'dang Baru. "Kyou... Kyou apalah gitu namanya,"kataku. "Kyouchii kali yaah..,"jawab Lia sambil ngecek di Instagram. "Ya,,ya itulah! Itu tempat makan Korea apa Jepang sih? Ada kopinya gak ya?"
"Jepang deh kayaknya,"kata Lia lagi."Tapi gak yakin kalau ada kopinya, sih."
Akhinya dengan perasaan setengah bimbang, saya belok kanan menuju Sungai Sa'dang baru. Ada sedikit keyakinan kalau tempat nongkrong kekinian paling tidak menyediakan Ice Americano. Setidaknya yah.. harapan saya seperti itu. Ternyata harapan saya gak percuma. Yay!
 |
| Ngopi cantik di Kyouchii Makassar |
Brunch di Kyouchii, Tempat Nongkrong Kekinian Bernuansa Jepang
Begitu pintu terbuka seorang waitress menyapa dengan sapaan khas Jepang,"Konnichiwa" yang diikuti dengan sapaan serentak seluruh staff,"Okaerinasaimase.." yang lebih kurang berarti 'selamat datang'. Hampir aja saya balas dengan,"Annyeonghaseo.." sebelum akhirnya ingat, ini cafe Jepang bukan Korea! Hahaha..
"Untuk berapa orang?" tanya mbaknya pada saya. Ketika saya jawab hanya berdua, saya diarahkan ke meja di bagian tengah dalam yang memang menyediakan beberapa meja untuk dua kursi saja.Awalnya pengen duduk di area sebelah kiri, tapi gak boleh karena katanya untuk empat orang.
 |
| Sudut yang Saya Pengenin tapi Gak Boleh sama Mbaknya |
Saya akhirnya meminta meja yang berada di dekat jendela. Bukannya apa, supaya pas foto makanan, cahaya naturalnya dapat. Untungnya mba yang satu lagi (yang pegang list tamu) membolehkan. Azza!! #ehh
Segera setelah duduk, daftar menu masing-masing diletakkan di hadapan kami. Mulai dari main course berupa Ramen dan menu nasi-nasian sampai dessert beserta varian minuman disediakan. Ternyata ada kopi nya juga. Gak cuma Americano, Espresso aja ada. Olahan minuman kopi dengan susu sebangsa latte dan cappuccino juga tersedia. Ahh.. senangnya.
Saya lalu memesan Omurice Beef dan hot Americano, sedangkan Lia memilih Ramen, air mineral, green tea latte dan dessert.
 |
| Ramen |
 |
| Dessert Pesanan Lia |
Sembari menunggu pesanan, saya gak lupa foto-foto interior Kyouchii yang kawai ini. Dinomasi warna pastel yang kekinian, cafe ini mengusung konsep shabby chic yang berkesan industrial. Instagramable banget lah, sampai ke toiletnya sekalipun. Nunggu pesanan datang jadi gak berasa.
 |
| Salah Satu Sudut di Toilet |
 |
| Cuci Tangan jadi Pengen Foto Jadinya |
 |
| Is it Dart or What? |
 |
| Jangan Lupa Foto dengan Latar Belakang Ini |
Cuma ya itu.. the music is too loud for me. Asik sih, Kyouchii play lagu-lagu Jepang (yang mengingatkan saya pada jaman-jaman belum tersentuh Kpop). Sayangnya, mungkin karena kualitas speakernya atau memang volumenya yang terlalu maksimal tempatnya jadi gak cukup nyaman untuk ngobrol. Mungkin bisa kali yah kedepannya hal ini ini diperhatikan demi kenyamanan pelanggan.
Dari segi kelezatan makanan, memang ini sangat relatif. Bagi saya, Omurice Beef pesanan saya yang diberi saus kari ini sebenarnya enak, apalagi nasinya cukup pulen. Mungkin karena dipikiranku sudah terlanjur terbiasa dengan Omurice ala Korea yang ala nasi goreng dibungkus telur jadi begitu melihat ternyata dalamnya nasi putih jadi sedikit kecewa.
Saus karinya terasa 'rich' dengan bumbu dan kental. Potongan daging sapinya yang digoreng berbalut tepung itu aja kali ya yang kurang pas buat saya karena terlalu keras. Porsinya cukup banyak, saya sampai menyisakan setengahnya. Bukan karena gak enak, tapi sebelum Omuricenya datang saya lebih dulu menyesap hot Americano dan menyantap Green Tea cake. Hihihi.. ๐๐๐
 |
| Green Tea Cake |
 |
| Hot Americano |
Saya sebenarnya bukan pencinta Green Tea, tapi demi perbaikan rasa Brownies Green Tea di Brownies Fever saya sengaja memesan ini sebagai perbandingan. Potongan satu slice cukup besar, bisa buat berdua. Selain Green Tea cake juga tersedia cake dengan rasa Pisang Ijo sampai rasa Teh Botol. Ada-ada aja yah..
 |
| Pilihan Cake di Kyouchii Makassar |
Overall menurut saya, Kouchii ini bisa jadi tempat nongkrong yang tepat buat kamu yang berusia abege karena memang banyak spot-spot yang menarik dijadikan latar. Harganya sendiri berkisar mulai dari 10 ribu (untuk air mineral) hingga 50 ribuan. Saya dan Lia membayar 187ribu untuk pesanan makan siang kami.
So far Kyouchii lumayan buat jadi tempat malam mingguan ama pacar lah ya. Sementara untuk mas dan mba kantoran seperti saya, cukuplah sesekali untuk makan siang sambil curhat-curhat manja tentang kerjaan di sini.
Nah, penasaran pengen nyoba? Cuzz langsung mampir ke sini aja :
Kyouchii
Living Plaza Maricaya GF
Jl. Sungai Saddang Lama no. 15
Telp. 0411-3616200
*all pics taken with Samsung Galaxy S7 Edge *