Join Blogger Community, Yay or Nay?

When I first start blogging, I never really thought about join any community for blogger. Salah satu teman aku yang lebih dahulu ngeblog pada akhirnya memperkenalkan saya pada satu komunitas blogger lokal. Waktu itu masih jaman mailing list di Yahoo Group (anyone?). Kopdar masih jarang-jarang banget. Kalaupun kopdar an yah paling ketemu-ketemuan in real life, ngobrol sana sini, say hi and you know if you can get along you will find your true match. Beneran loh, ada yang sampai jadian dan akhirnya menikah karena join komunitas. 

Saat itu aku memutuskan untuk tidak terlalu aktif karena aku gak punya cukup banyak waktu membaca atau berkomentar di mailing list. Ketika kopdar pun waktunya tidak pernah match dengan aktivitasku. Secara natural aku gak tahu apa-apa tentang komunitas ini, kabar terbaru atau ada kegiatan apa. Aku bertahan karena hanya satu-satunya komunitas blogger di kotaku, waktu itu. When you do something new and you want to be surrounded by people who have a similar hobby but you don't have the needed to connected, that's what I left that community.




Join The Blogger Community , Yay or Nay?


Blogger can works everywhere, and doesn't have to work in groups, that's for sure. Still I really do agree that a blogger needs a community to share, gain knowledge and build networking either with other bloggers or brand. Most opportunities offered to bloggers from brands are share through the community. Brands usually need a lot of bloggers to attend invitations, events, product reviews and for that, it will be easier for them to work with bloggers' community.

But remember, bukan berarti gak ikut komunitas tertentu gak bakal dapat kerjasama. Noooo... rejeki Allah maha luas,sssaaayyy!! Even if you're being independent blogger, kalau rejeki mah gak kemana. Jika pun gak ikut satu komunitas tertentu, masih ada komunitas blogger lainnya. Salah satunya adalah Blogger Perempuan Network.

7 Reasons To Join Blogger Perempuan Network


Aku pertama kali tahu komunitas ini dari Facebook, waktu itu aku memang nyari komunitas blogger untuk perempuan (yang gak rempong!).Akhirnya aku menemukan 2 komunitas blogger khusus untuk perempuan, salah satunya adalah Blogger Perempuan Network.

Kalau mau dilist, aku punya 7 alasan yang membuat aku langsung jatuh suka dengan BPN, di antaranya adalah :

1. Untuk Semua Perempuan

BPN adalah komunitas blogger yang satu ini tidak terlalu mengkotakkan diri sebagai komunitas untuk blogger-blogger yang sudah menikah dan punya anak. Pokoknya kalau kamu perempuan dan kamu blogger, you will welcome here.

2. Fun Blogging while Monetizing

Aku mendapat benefit penawaran kerjasama berdasarkan statistik blog dan media sosial. Bukan berdasarka likes or dislike, lu teman gue, atau apalah. Aku jadi tahu bahwa statistik blog dan media sosial menjadi penting ketika kita bicara tentang paid review. Statistik blog menjadi pertanggung jawaban hasil kerjasama dan media sosial digunakan sebagai media promosi paid review kita. Brand tentu saja tidak mau campaign mereka gagal hanya karena memilih blogger yang 'salah'.

3. Blogging Knowledge 101

Dari Blogger Perempuan Network pula aku mendapatkan pencerahan mengenai Google Analytics, bagaimana meningkatkan DA and how to gain more followers and engagement on social media. Makanya aku gak pernah baper kalau ada campaign yang gak bisa aku ikuti karena statistik blogku kurang memadai atau jumlah followerku belum cukup. Pertimbangan page views dan engagement yang baik menurut menjadi hal yang wajar untuk menentukan blogger yang dipilih. Aku harus lebih berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik, kecuali kalau campaignnya berdasarkan umur yaah aku mau bilang apa. Hahaha..

4. Gain More Friends On Social Media

Aku masih ingat banget saat pertama kali gabung, follower Instagram aku tuh baru 300an dan masih bingung gimana cara nambahnya. Lalu, kemudian salah satu admin BPN mengencourage aku untuk nambahin follower paling tidak sampai 500. Untuk apa? supaya aku bisa ikut salah satu campaign. Caranya adalah dengan memfollow sesama blogger dan jangan malu minta folbek, hahahahha!

Setelahnya aku mulai fokus ke media sosial yang lain seperti Twitter dan Fanpage Facebook. Alhamdulillah, bisa jadi karena hastag #BloggerPerempuan di profil Twitter or else aku selalu promote postingan blog aku di sosmed BPN, alhamdulilah follower sosmed naik terus.

5. Thematic Post Every Day

Seingat aku, Blogger Perempuan yang pertama kali menetapkan rules sharing link postingan berdasarkan tema. Setiap hari dari Senin sampai Minggu, temanya beda-beda dan member bisa promote link postingannya sesuai tema hari itu. Ini menarik buat aku, karena aku jadi tahu siapa yang punya niche blog apa. Begitu pula sebagai blogger jadi lebih teratur ngepromote link postingannya ga asal lempar link. Selain itu as far as I concern, adminnya gak ada yang gak fast response. Mereka juga asik ditanyain ini itu soal blogging and campaign baik itu di WA maupun DM.

6. Encourage Blogger to Write More Valuable Post

Untuk mengasah kemampuan menulis, mempertarungkan ide dan harapan mendapatkan hadiah keren, boleh ikut lomba blog. Blogger Perempuan Network sering banget bekerjasama dengan brand menggelar lomba blog ini. Informasinya disebar melalui newsletter, fanpage group dan website , jadi gak bakal ketinggalan informasi. BPN pun rutin memberi reminder sisa hari deadline lomba namun tetap saja ketinggalan deadline sih, gak jamin ya! Hahaha, aku banget ini sih!

Selain itu ada aja cara Blogger Perempuan Network yang mengencourage membernya untuk tetap semangat ngeblog. Salah satunya adalah BPN 30 Day Blog Challenge dimana member yang berminat berkomitmen untuk menulis satu postingan perhari sesuai tema yang telah ditentukan BPN. Postingan ini adalah salah satunya.


7. The Logo

Receh banget sih, tapi aku suka dengan logo dan warnanya. Menyiratkan kelembutan (dari warnanya) namun ada kesan tangguh (dari pemilihan hurufnya). Awesome!

Join Blogger Perempuan Network, It's Definitely Yay For Me

Join satu komunitas, gak melulu hanya karena keinginan mendapatkan penghasilan atau kepopuleran semata. Bukan juga hanya untuk sekedar membuat suatu grup arisan bernamakan komunitas blogger, 
So if you feel like you want to grow as professional blogger, gak rugi join komunitas. Asalkan komunitas tersebut bisa menambah value kamu sebagai blogger. 

Join lebih dari satu komunitas blogger menurut aku gak masalah, malah kamu lebih banyak tahu informasi yang beragam. Selain itu jadi lebih mengerti mana yang penting dan mana yang enggak dalam menentukan arah perbloggingan kamu. Aseek..

Kalau kamu gimana, gaes? Join komunitas blogger atau enggak? Yuk share alasan kamu di kolom komentar.

4 Cara Mendapatkan Nama Blog

What's in a name? That which we call a rose
By any other word would smell as sweet;
-Romeo & Juliet , Shakespeare 

Kutipan di atas adalah penggalan dari dialog Juliet kepada Romeo dalam kisah Romeo & Juliet. Apalah arti sebuah nama, ketika yang kita sebut Mawar bisa diganti dengan kata apa saja tetap akan sama wanginya. Yayaya.. mungkin jamannya Shakespeare belum kenal "Branding". 

Salah satu pertimbangan penting ketika meluncurkan blog adalah nama blog itu sendiri. Kenapa? Karena menurut aku, blog kita ini merepresentasikan diri kita. Bagaimana kita ingin dikenal dan bagaimana kita ingin mempersonalisasi 'brand' kita sendiri. Selain itu nama blog harus unik, gampang diingat dan gak ribet diketik. Biar gampang disearch di Google. 




How Do I Got My Blog's Name 


Ketika aku pertama kali membuat blog di tahun 2008, aku terus terang aja gak pernah mikirin apa itu branding dan apa hubungannya dengan bagaimana kita ingin dikenal orang. Ngeblog mah ngeblog aja, ada yang mau baca aja sudah syukur. 

Sedikit kilas balik nih ya, waktu itu aku punya sekitar 5 blog dengan platform yang berbeda; Blogpsot, Wordpress, Multiply dan Tumblr. Di blogspot  aku ada 2 blog, yang satu namanya aku dah lupa (hahaha!). Pokoknya ada 'wireless' nya aja. Itu tempat aku mencurahkan puisi-puisiku. Blogspot aku yang kedua adalah "bittersweet me" (yang akhirnya menjadi cikal bakal vitamasli.com). Isinya tentang bagaimana aku menjalani pahit manis kehidupan. Tsah!! 

Lalu karena kebanyakan curhat dan ada berapa yang kepoin hidup aku banget, akhirnya curhatan-curhatan itu aku private di Wordpress. Nama blognya Pisces Writes. Selain curhat ada category cerpen dan cermin (cerita mini) juga, tapi tetep aku private. Sesekali ada beberapa postingan non curhat, biasanya kalau aku ikutan lomba blog. Haha. 




Blog lainnya ada di Multiply. Ini sebenarnya isinya curhat lewat puisi-puisi juga (heran deh, aku Vita apa Rangga sih, puisi melulu). Namanyaaa... apa ya? Lupa! Hahaha.. seiring tutupnya Multiply, lupa juga aku dengan nama blog. 

Satu blog lagi ada di Tumblr, namanya 'Oppa and me'. Isi lebih banyak quote-quote dan GIF Kpop apalah gitu. Sebelum Instagram dan Pinterest berjaya, disinilah kumpulan foto-foto bercaption pendek dan quote-quote dengan font ala kadarnya diposting. Sekarang aku dah lupa nama email login nya. Hihihi.. 

Dari sekian blog yang aku punya, saat ini blog VITA MASLI ini lah yang paling konsisten aku isi. Alasannya? Sudah domain berbayar, sayang aja buang duit kalau tidak menghasilkan #eh. Kenapa nama blognya Vita Masli? Jawabannya simple sekali, "BIAR GAK RIBET". 

Sebelumnya blog ini sempat dikasi nama 'Excited Blogger' dengan alasan aku pengen membangun branding sebagai blogger yang selalu semangat ngeblogging. Lalu kemudian setelah banyak terima paid review, isi postinganku menjadi lebih 'komersil'. 





Akhirnya kuganti namanya menjadi Two-Step Flow, yang berasal dari teori komunikasi yang menjelaskan tentang proses pengaruh penyebaran informasi melalui media massa kepada khalayak. Penyebaran dan pengaruh informasi yang disampaikan melalui media massa kepada khalayaknya tidak terjadi secara langsung (satu tahap), melainkan melalui perantara seperti misalnya “pemuka pendapat‟ (opinion leaders).   Nah.. blogger ini lah yang menjadi opinion leaders terhadap suatu produk yang ditawarkan. 


Pada akhirnya aku mengganti nama ke Vita Masli. Selain karena alamat urlnya memang www.vitamasli.com, aku juga ingin orang-orang  akan dapat mengenali aku dan blogku lebih mudah. Interaksi aku ke pembaca bisa lebih personal. Pembaca mulai menyadari bahwa mereka berinteraksi dengan aku - Vita - bukan hanya dengan branding tertentu. 





Cara Mendapatkan Nama Blog 


Memang mendapatkan nama blog menurut aku susah susah gampang, karena seperti aku katakan di atas nama tersebut akan menggambar blog dan kamu secara keseluruhan. Para pakar blogging mengatakan ada beberapa point penting untuk dipikirkan sebelum menentukan nama blog. Beberapa diantaranya : 

1. Tentang apakah blog kita ini ?
2. Siapa target audiensnya ? 
3. Seperti apa nada / suara blog kita nantinya?(resmi atau casual)
4. Apakah kita akan membangun branding dengan nama blog kita?

Jika menggunakan nama yang benar-benar tidak relevan dengan konten kita, bisa jadi gak nyambung. Sama halnya, jika blog yang kita buat itu adalah untuk usaha kita, namun gaya penulisannya terlalu  fun dan bersemangat  bisa jadi akan memberikan kesan yang salah kepada pembaca kita. 

Lalu gimana caranya mendapatkan nama blog? 

1. Buka Kamus 


Terserah, apakah itu kamus bahasa Indonesia atau bahasa Inggris atau bahasa apapun itu. Kamus bisa menjadi tambang emas inspirasi kata-kata, terutama jika ingin mengatakan sesuatu dengan cara yang sedikit berbeda. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu blog kita ini tentang apa. Misalnya 'Fashion' lalu cari persamaan katanya di kamus. Kemudian tambahkan kata yang menggambarkan blog kita secara keseluruhan Aku pernah melakukannya dan akhirnya berujung pada An Excited Blogger'. Hehehe.. 

2. Cari Inspirasi dari Buku 


Aku mendapatkan nama 'Two-Step Flow' dari buku kuliah Ilmu Komunikasi. Kebetulan waktu itu aku lagi kuliah S2 dan di salah satu buku referensi mata kuliah ada teori Two-Step Flow yang akhirnya menginspirasi aku. 

3. Menggunakan Nama Sendiri 


Ini sebenarnya yang paling gampang khususnya untuk personal blog seperti blog aku ini. Gak ada niche tertentu, hanya 'menceritakan' seperti apa Vita Masli mengungkapkan pemikirannya tentang traveling, kuliner, blogging atau produk-produk yang pernah aku coba. So, ini kelihatannya paling sederhana namun sekaligus memperlihatkat 'beginilah diri kita'. 

4. Menggunakan website 'Name Generator' 


 Coba search di Google : name generator for blog. Cara kerjanya cukup ketik nama domain yang ingin digunakan, sudah dipakai atau belum.  Kamu juga dapat mengklik WHOIS untuk mencari tahu siapa yang mendaftarkannya atau URL untuk mengunjungi situs web. Aplikasi ini secara otomatis menambahkan awal dan akhir nama domain populer ke apa pun yang kamu ketikkan di kotak pencarian. Terkadang website tersebut akan menampilkan nama yang dibuat jika tidak tersedia.

And that's it! Tips lainnya tentang blog bisa kamu baca di kategori Blogging . Hope it helps buat kamu yang kepikiran buat blog dan pengen jadi blogger. Happy blogging! 

Apakah Niche Blog Itu Penting?

Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on.”
— Louis L’Amour

Menjadikan blog sebagai media penulisan kerap kali membuat saya kepikiran,"Is it worthed to read?"  Karena bagaimana pun juga, ketika blog itu sudah dipublished secara publik, everyone can read it. Terkadang ada rasa khawatir juga apakah tulisan saya ini disukai atau tidak oleh pengunjung. 

Suka atau tidak itu memang relatif. Ada hal yang kita pikir itu keren banget, tapi ternyata bagi orang lain biasa saja. Begitu pula sebaliknya. So I think, I better write things that I like to write, some things that probably needed by people dan tidak berpikir tulisan saya bagus apa tidak. Setidaknya tulisan masih memuat informasi meskipun bisa jadi jauh dari pakem 5W1H atau pola segitiga terbalik. 

I just have to write the things that I like, right? 

Menulis hal yang kita sukai memang bisa menjadi endorphine bagi kita untuk ngeblog. Blogger mana saja pasti punya preference masing-masing. Inilah yang kemudian disebut sebagai niche, istilah lain untuk mengartikan "tema" yang dibahas di sebuah blog. 


Apakah Niche Blog Itu Penting? 


Tema atau pembahasan dalam suatu blog biasanya berperan penting dalam hal SEO. Selain itu penting pula bagi  kenyamanan pengunjung yang ingin mencoba mengikuti blog kita. Ketika pertama kali saya serius ngeblog di tahun 2011, saya mulai menentukan tematic pada blog bittersweet-me (sebelum akhirnya berubah menjadi vitamaslidotcom). Berdasarkan namanya 'bittersweet-me' saya menetapkan niche blog adalah opini tentang kehidupan sehari-hari yang manis pahit,gitu. Tsah! 

Eh ternyata ketika saya mau pasang Adsense, itu gak pernah berhasil. Alasannya konten tidak sesuai atau apalah gitu. Lelah ditolak lima kali oleh Google Adsense, saya banting setir dengan nama dan tema baru : vitamasli.com. Temanya, anything about Hallyu atau lebih kerennya K-wave. Apa aja tentang Kdrama, Kpop sampai acara televisi Korea Selatan pun saya tulis. Alasan utamanya karena waktu itu saya memang addict banget dengan Kwave. Maunya sih, kalau orang-orang nyari rekomendasi drama Korea atau apalah tentang Korea itu di blog saya aja. 




Pada akhirnya blog ini lolos screening Google Adsense. Hore! Yes, penerapan niche sangat berpengaruh pada saat proses penerimaan sebuah blog menjadi publisher Google Adsense, ternyata. Satu hal lagi  blog yang memiliki niche itu bisa bersaing dengan blog lain di search engine. I don't know algoritmanya seperti apa, pokoknya kejadiannya memang seperti itu. 

Niche Favorit Blog : Lifestyle 


Meskipun sejalan waktu akhirnya saya membelot juga dan agak tidak konsisten, blog ini pun berubah niche menjadi Lifestyle Blog. Yah ini sih istilah kerennya 'blog segala ada'. Kalau saya sendiri menganggap lifestyle blog ini bukan sekedar blog dengan tema campur aduk. Namanya juga lifestyle, tentunya di blog ini tertuang postingan yang sesuai dengan lifestyle bloggernya. 

Karena saya suka membaca buku, nonton film, dengerin musik, traveling, makan-makan, mengikuti perkembangan teknologi, tips blogging dan beberapa perintilan lainnya, akhirnya hal-hal itulah yang saya buatkan kategori dalam blog ini. Kelebihan dari niche ini adalah saya jadi lebih banyak opsi untuk postingan. Kekurangannya adalah blog tidak memiliki ciri khas. Perlu usaha juga untuk tetap memainten agar Adsensenya tetap jalan. Masing-masing kategori ini harus rutin diupdate, tidak sekedar satu atau dua postingan saja. 




Overall, saya sih enjoy aja dengan tema lifestyle blogging ini dan sepertinya akan tetap konsisten nulis dalam beberapa kategori termasuk tips blogging 101 seperti ini. Nah, boleh tahu dong kalian mampir ke blog saya untuk membaca kategori apa? Put your comment below ya! Thanks!

5 Manfaat Blogging

Pertengahan tahun 2018 ini, Aku bertemu dengan seorang teman lama yang saat ini sedang melanjutkan kuliah S2 di Makassar. Ngobrol punya ngobrol, ternyata dia sering membaca blog aku sebagai seorang silent reader. Baca aja, gak pernah komen. Namun saat bertemu komennya bagaikan hujan tercurah dari langit. Mumpung ketemu langsung, alasannya. Soalnya kalau komentarnya ditulis, bisa-bisa lebih panjang dari postingan blog, kata dia. 

"Kalau gitu kenapa gak ngeblog aja sekalian?"tanyaku.

"Haloo.. yang lain sudah sampai ke mana, gue mikir buat blognya aja ribet. Sudah tahun 2018 nih, kenapa gue harus ngeblog, coba? "temanku balas bertanya. Wah.. ini!

5 Manfaat Blogging 



Kenapa kamu harus ngeblog? Well, gini deh mending aku ceritain dulu ya manfaat-manfaat yang aku dapatkan selama aku ngeblog dari jaman Wordpress ke Multiply lalu akhirnya serius di Blogspot. 5 manfaat ini lah yang  membuat aku mulai ngeblog dan akhirnya menseriusinya hingga sekarang. 

1. Write For Self-healing 


Seperti yang aku tulis di atas, kebanyakan orang start their blog karena pengen curhat, mengeluarkan pendapat mereka tentang sesuatu atau menyimpan kenangan. Well, it's ok karena menurut aku hal-hal tersebut membuat pikiran dan perasaan kita jadi lebih sehat. Pernah dengar term ' Write for self-healing' ? Menulis seringkali menjadi terapi agar kita dapat mengeluarkan segala uneg-uneg yang bisa jadi terpendam dan susah untuk diungkapkan lewat lisan. Ketika kita menulis, tulisan kita dibaca oleh orang lain dan memberi masukan yang positif yang bisa membuat perasaan kita jadi lebih baik.



Selain kita bisa mengekspresikan pemikiran kita secara sehat karena dengan terindexnya blog di Google Search, maka ada term tertentu yang membatasi postinga-postingan kita. So if it's probably harmful atau ada kalimat-kalimat yang melanggar bisa membuat blog kita dibanned sama Google. So it's pretty healthy for your mind and soul.

2. Blogging Membantu Meningkatkan Keterampilan Menulis dan Argumentasi

Ok, mungkin awalnya kita mulai ngeblog karena pengen curhat. Menulis selayaknya kita pengen curhat aja. Ada pula yang berpikir laaamaaaa banget hanya untuk memulai satu kalimat. But you know what, based on my true experienced, ngeblog berdampak besar pada kemampuan menulisku sejak aku mulai tahun 2009.




Meski tidak sempurna, aku merasa lebih percaya diri. Tidak saja mengenai pemilihan kata, tapi juga penggunaan huruf besar dan kecil. Ditambah lagi ketika kita harus menjelaskan sesuatu atau alasan mengapa kita suka atau tidak suka saat mereview product, disini argumentasi diperlukan. Semakin banyak kita menulis, semakin mudah jadinya. Practice makes perfect, right?

3. Blogging Membantu Orang Lain Mendapatkan Data dan Informasi

Kita dapat menyebarkan informasi dan pengetahuan melalui blogging. Kok bisa? ya bisa dong! Postingan kita seremeh apapun itu (menurut kita sendiri ya) bisa jadi diperlukan oleh orang lain. Ini kejadian banget sama aku. Pertama postingan aku yang ngehits adalah tentang salah satu cast di sebuah variety show keluarga 'The Return of Superman' yaitu Daehan, Minguk, Manse a.k.a Song Triplets. Ini asli aku ngepost karena pengen menginformasikan acara TV yang menurut aku bisa mengedukasi para orang tua khususnya bapak-bapak dalam mengasuh anak. Tambahan, mereka itu cute banget dan akhirnya banyak orang yang pengen tahu karakter mereka.

Aku juga pernah ngepost aplikasi-aplikasi yang remeh-temeh seperti aplikasi mengetahui judul lagu atau aplikasi untuk mengedit video and it turns out many people searched for it di Google.

Baca juga : 10 Things I Love About Daehan Minguk Manse 

Hal menarik lainnya adalah sudah sering banget aku ketemu dengan teman-teman lama yang komentarnya seperti ini,"Gue lagi nyari tempat makan yang ngehits di Google. Eh, ternyata pas gue baca itu postingan elo!"

Baca juga : Tempat Nongkrong Asik di Makassar 

Ada juga yang seperti ini,"Lu tahu kan pasport gue sudah hampir expired, lu kenapa gak bilang aja sih langsung caranya ke gue? Masa gue kudu ngesearch di Google, dapat caranya di salah satu postingan blog dan ternyata blog itu adalah blogmu."

Hahaha

Baca juga : Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor 

Hal yang sama berlaku dengan topik blog lainnya. SETIAP blog membantu orang lain dengan cara mereka sendiri. Aku ingat ketika aku ngepost tentang cara mengurus Visa Korea dan mulai mendapatkan email yang mengatakan "Terima kasih telah memberikan informasi seperti itu" dan dilanjutkan dengan berpuluh komen di postingan dan pertanyaan di DM Instagram yang membuat saya serasa buka layanan tour and travel. Itu sangat menghangatkan hati dan membuat aku jadi lebih bersyukur, ternyata postingan aku berguna juga buat orang lain.

4. Mempromosikan Diri Untuk Mendapat Peluang Baru

Sudah banyak contoh blogger yang bisa menghasilkan buku. Mereka ditemukan oleh publisher dari tulisan-tulisan mereka di blog yang ngehits. Tulisan-tulisan itu kemudian dipublished menjadi buku yang jangkauan pasarnya lebih luas. Artinya, lebih banyak orang yang bisa mendapat manfaat dari tulisan-tulisan kita. 

Aku sendiri belum sampai ke situ, meskipun aku (jujur!) pengen juga. Tapi peluang tidak hanya itu. Aku mendapatkan lebih banyak peluang berkarya lewat postingan-postingan di blog dan platform sosmed lainnya. Postingan ini bisa menginfluence orang lain dan tentunya ada benefit juga untuk aku sendiri, baik itu secara finansial maupun kesempatan bertemu dengan teman-teman baru atau mengunjungi tempat-tempat baru secara gratis.




Baca juga : Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening Make Up Remover 

Ketika kita memiliki blog, pada dasarnya kita memiliki "alat" atau "saluran" untuk mempromosikan diri atau membuat kita terlihat seperti seorang ahli di bidang itu. Misalnya untuk traveling klien menghubungi influencer A, atau untuk urusan dandan ke influencer B aja. Pemilik blog yang berkompeten akan menerima peluang kerjasama dan ini akan membuka banyak pintu yang mungkin belum kita sadari atau impikan. Coba deh! 

5. Mengembangkan Hobby yang Dibayar 

Jika hobby kamu adalah menulis, daripada sekedar bikin status gak jelas di WA, Facebook atau Twitter, aku saranin mulai nulis di blog aja. Selain seperti yang aku sudah jelaskan di point nomer 1, tulisan kita ini bisa menghasilkan pendapatan juga loh! Satu postingan mungkin awalnya cuma sekedar bisa beli pulsa paket data, lama-lama jika konsisten dan ketemu klien yang tepat, bisa jadi lebih besar lagi. Apalagi kalau blog sudah dimonetize dengan Google Ads, bisa banget menghasilkan pendapatan pasif.



Memang uang bukan segalanya, tapi kebanyakan hal di dunia ini memerlukan uang. Hanya sja aku sarankan jangan memulai ngeblog dengan tujuan awal untuk mendapatkan uang. Kenapa? Karena prosesnya bisa jadi panjang dan gak semudah yang kita lihat. Menset pikiran bahwa ngeblog adalah hobby menurut aku lebih baik, jika kemudian pada perjalanannya kita dibayar ya alhamdulillah. Itu namanya hobby yang dibayar, ya kan?

The Reason why I am Blogging  


Itu dia manfaat yang aku dapatkan selama ngeblog. Jadi kalau ada pertanyaan mengapa aku ngeblog, ya karena aku merasa mendapat manfaat dari aktivitas ini.

Nah, kalau kamu sendiri gimana? Apa alasan kamu untuk blogging dan apa yang menginspirasi kamu untuk membuat blog? Apa pula manfaat yang kamu dapatkan selama ngeblog? Jika kamu belum ngeblog, kasih tahu aku juga ya kenapa kamu merasa perlu ngeblog. Ceritakan pendapat kamu di komentar di bawah ini!

Suka posting ini? Jangan lupa untuk membagikannya!


Disclaimer : All pics from Pexels.com except point number 4.