Destination Anywhere : Transit

Setengah enam pagi waktu Indonesia Bagian Barat. Lamat kudengar suara pramugari memberitahukan informasi tentang dimana pesawat kami mendarat. Masih terlalu pagi. Kubiarkan orang-orang dari belakang dan depan berbaris di aisle. Tampaknya mereka tak sabar untuk turun dari pesawat. Setak sabar mereka menghidupkan handphone mereka roda pesawat baru menjejak di landasan. Entah tak tahu atau tak mau tahu. Mungkin juga orang-orang sekarang hidup dalam masa yang terburu-buru. Jangankan turun dari pesawat, menelpon pun tak bisa menunggu.



Saat akhirnya saya berjalan ke dalam ruangan terminal, barulah langkahku memburu.Semoga masih sempat mengejar Subuh yang tertunda di udara. Mushala masih setelah ruang pengambilan bagasi. Seraya melangkah kuperhatikan  Toko-toko yang berjajar di sebelah kiriku. Saya berharap ada toko yang menjual asesories gadget. Earphone Ipodku ketinggalan. Walhasil saya harus menempa kesabaran selama di pesawat tadi.

Duduk bersebelahan dengan seorang anak yang menangis hampir sepanjang perjalanan dan bapaknya yang tidak tahu harus berbuat apa. Sungguh membuat sakit kepala. Saya hanya bisa memejamkan mata dan meruntuk,"Mengapa dalam setiap pesawat ada anak kecil yang menangis?". Dalam hati saya berdoa semoga bisa menemukan earphone untuk memfungsikan ipodku dalam perjalanan berikutnya. Sayang toko yang menyediakan perangkat itu belum buka. Tak apalah, mungkin teman seperjalananku punya. 

Setelah menunaikan subuh, saya mengirimkan pesan padanya."Punya earphone cadangan gak? Punya ku ketinggalan. Boleh dibawa?" Belum ada jawaban. Mungkin sedang mandi dan bersiap-siap. Saya pun melangkahkan kaki kembali. Kali ini ke bagian keberangkatan di lantai dua. Walau masih pagi terminal ini tak pernah sepi. Orang-orang datang dan pergi. Ada yang menunggu sambil ngopi atau sarapan pagi. Mungkin menunggu keberangkatan pesawat berikutnya. Mungkin juga menunggu jemputannya. Mungkin juga menunggu teman seperjalanannya yang belum datang juga. Seperti saya.

Hal- Hal Menarik Saat Transit 


Kami berjanji bertemu di bandara Soekarno Hatta. Tujuan kami Changi. Awalnya saya ingin mengambil penerbangan pertama. Namun officer penerbangan tidak menyarankan. "Penerbangan mbak ke Jakarta dan penerbangan kami ke Singapore hanya beda 45 menit. Minimal waktu check in itu dua jam untuk penerbangan luar negeri,"begitu kata mbak-mbaknya di telepon ramah. Baiklah, saya menurut.

Saya mengambil penerbangan kedua di jam sebelas siang. Itu berarti saya masih harus menunggu sekitar tiga jam dari sekarang. Padahal jika saya perhatikan di boarding pas yang terkirim ke email, bagi yang sudah web-check in penumpang diharapkan boarding minimal 45 menit sebelum gate board di tutup. Saat ini seharusnya pesawat sudah berangkat namun  Counter Imigrasi pun belum memperlihatkan officersnya. Oke baiklah. Now, what to do?

Terminal 3 tidak kecil tapi juga tidak terlalu besar. Tak banyak yang bisa di lakukan disini selain makan,minum dan sedikit window shopping. Saya menemukan dua sudut dengan kursi-kursi biru dan merah teratur rapi di masing-masing sisi. Saya memilih sudut biru. Tempatnya strategis untuk memperhatikan orang-orang yang datang dari eskalator dan lift. Tempat yang nyaman untuk memperhatikan sekeliling tanpa diperhatikan. Mungkin juga tempat yang nyaman untuk sekedar rebahan bagi penumpang-penumpang bertampang arab ini. Saya tersenyum kecil. Namanya juga Snooze area. Oh well, let's give a try! 

Dari salah satu kursi biru yang lumayan empuk itu saya menyandarkan bahu dan menaikkan kaki diatas ransel. Orang-orang datang dari eskalator dan para flight attendan dari lift. Ada yang berjalan dengan santai, tertawa-tawa senang bahagia, ngobrol sana sini dan ada pula yang berlari dengan sepatu berhak sebelas senti. Dia sepertinya hampir ketinggalan pesawat. Mungkin namanya lah yang disebut-sebut sedari tadi dari pengeras suara. Takjub juga saya dengan perempuan ini. Bagi saya berjalan dengan hak sebelas senti bukan perkara mudah apalagi sambil berlari menyeret koper. Sungguh usaha manusia pada saat kepepet, Amazing!

Dua orang bapak-bapak bertampang Arab di hadapanku tampaknya tak terganggu dengan berseliwerannya massa. Mereka masih anteng tertidur. Salah satunya malah dengan mulut terbuka. Lelah sekali tampaknya. Entah mereka berasal dari mana, ini mungkin hanya tempat persinggahan semata. Persinggahan yang lumayan lama. Cukup membuat mereka tertidur bersandarkan kursi dan AC yang nyaman. Sementara tidak jauh di seberangku ada pasangan berusia pertengahan dua puluhan. Sang perempuan menggunakan baju tanpa lengan dan rok mini sementara sang lelaki bert-shirt putih dan bercelana jeans warna biru. Tampaknya mereka pacaran. Walau mereka duduk bersisian mereka lebih perhatian pada ipad dan smartphone yang ada di hadapan. Mungkin mereka berpikir,"Pacar selalu ada kok, tapi gadget gw kan bisa saja lowbat." Ya kalee...

Perhatian saya teralihkan pada enam orang yang datang hampir bersamaan. Empat  perempuan dan dua lelaki. Dua perempuan bercelana hotpants, tshirt kutung, kacamata dan jaket yang hanya dipegang tampak seru mengobrol dan tertawa-tawa duduk berbeda satu kursi di sebelah kananku. Seorang teman lelaki mereka hanya mendengarkan. Dia mengenakan  celana selutut, t-shirt dan ransel mungil di punggungnya. Tampaknya mereka akan liburan juga. Sementara satu perempuan yang lain memilih duduk satu kursi di seberangku bersama dua lelaki tadi. Tak banyak bicara, dia hanya memperhatikan smartphonenya sesekali.

Dua lelaki di sebelahnya tampak sibuk dengan ransel dan bawaan mereka. Mereka membicarakan sesuatu lalu kemudian masing-masing mengemasi barang bawaannya. Salah seorang diantara mereka membawa kamera. Kamera yang biasa dipakai reporter TV. Saya jadi teringat kerjaan di kantor. Ah, tidak boleh! Ini liburan. Saatnya mendelete sejenak apapun yang ada kaitannya dengan kerjaan. 

Tak berapa lama pengumuman pintu boarding untuk pesawat menuju Singapore terdengar. Ke enam orang  dan sepasang kekasih tadi beranjak. Saya menyipitkan mata seakan orang yang membacakan pengumuman tadi ada di hadapan. "This is more than an hour late. Saya sebenarnya bisa naik pesawat ini daripada menunggu pesawat kedua yang masih lama." Tentu saja tak ada reaksi. Saya pun hanya sekedar mengutarakan "i-wish-i-could" saja dan tidak berniat komplain. Saya hanya bisa manyun sejenak. Semanyun perempuan yang tadi duduk di seberangku bersama dua teman lelakinya.

Dia berdiri dan melintas di hadapanku. Baju hitam lengan pendek berbordir putih logo sebuah tv tersanding di lengan kanannya. Ah,mbak reporter mau liputan jalan-jalan ke Singapore ya? Ayo dong yang semangat.. Atau mau saya gantiin? Dan diapun berlalu dengan tampang malas-malasan itu. Mungkin masih ngantuk, mungkin juga capek.

... Karena Transit Itu Hanya Persinggahan Sementara


Orang-orang datang dan pergi dari sudut kursi biru. Ketika bapak-bapak Arab itu akhirnya bangun, petugas kebersihan mulai menyapu. Saya pun mulai terkantuk-kantuk. Teman seperjalan belum datang juga. Saya jadi sedikit gelisah dan mulai bosan.

Tak ada hal lain yang menarik untuk dilakukan selain memperhatikan sekeliling. Tanpa sepengetahuan mereka saya mereka-reka kisah mereka pagi ini. Apa yang tersembunyi dari wajah-wajah di sekelilingiku. Wajah lelah, butuh tidur, wajah sumringah, wajah excited ingin berangkat, wajah emang-harus-berangkat-sama-dia-yah, wajah aku-butuh-liburan-bukannya-kerja, wajah berhiaskan keringat di dahi karena harus berlari mengejar last minute call dan wajah hei-teman-seperjalanan-kamu-dimana? 

Aku duduk dan menunggu, di ruang transit. Mungkin tanpa sepengetahuanku seseorang pun memperhatikan aku. Tak apalah, hanya untuk membunuh waktu. Sesekali seseorang harus singgah  sejenak di suatu tempat. Transit. Istirahat sejenak untuk kemudian terbang lagi. Seperti juga sesekali dalam hidup kita terdampar sesaat di suatu tempat atau di hati seseorang. Lalu kemudian sadar bahwa ini bukan tempat menetap selamanya.


Soekarno Hatta airport, April 2013


Ultrabook Terbaru, Samsung New Series


Ultrabook? Apa lagi itu?
Revolusi komputer memang gak pernah berhenti. Di tahun 80-an Om Tante kita berkutat dengan komputer segede gaban, lalu di tahun 90-an kakak-kakak kita mulai bermain personal computer yang masih kotak-kotak, di tahun 2000-an kita berkenalan dengan laptop, notebook dan sekarang ada lagi nih yang namanya ultrabook. 
Sebenarnya secara penampakan Ultrabook ini tidak jauh beda dengan laptop yang sudah lama kita gunakan. Bedanya adalah, Ultrabook ini ukurannya lebih tipis dan ringan yang menyatukan keunggulan laptop dan tablet. Perangkat ini pun didukung oleh technology terbaru yang menggabungkan respon kinerja, keamanan, ringan dengan bentuk yang elegan di kelasnya.
Kerennya lagi, jika selama ini kita terbiasa menyalakan laptop dengan menekan tombol power, dengan ultrabook sudah tidak perlu lagi. Tinggal buka ultrabook untuk menyalakan dan menutup untuk mematikan, voila! Ultrabook siap dipakai atau dibawa kemana-mana.
Ada berbagai macam merk yang mulai melirik pasar ultrabook. Salah satunya yang paling keren menurut saya adalah Samsung. Produsen elektronik asal Korea ini baru saja meluncurkan Samsung New Series 5 Ultra dan Samsung Series 7 Ultra. Kenapa saya bisa bilang keren? Bukan hanya dari penampakannya saja, tapi specifikasi perangkat ini pun gak main-main. Nah, ini dia ultrabook terbaru dari Samsung.....
Pics from here 

Samsung Series 5 ULTRA yang memiliki desain tipis. Gak main-main, hanya sekitar 14,9 ~ 17,6mm. Beratnyapun sangat  ringan hanya 1,49Kg (dengan SSD) dan  1,52Kg (dengan HDD). Walaupun ringan, jangan anggap enteng performanya. Samsung Series dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5-3317U 1.7GHz dan 4 GB RAM yang memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi. Untuk pengguna yang senang mengedit gambar atau video, Samsung New Series 5 Ultra ini bisa diandalkan kecepatannya. Suara yang dihasilkan oleh speakernya pun cukup kencang. Didukung dengan layarnya berukuran 13,3 Inchi dengan resolusi 1366x768 membuat mata pengguna lebih nyaman melihat tampilan di layar. Selain itu layarnya ini menggunakan technology touchscreen. Tapping untuk meluncurkan sebuah aplikasi? Tidak masalah. Menggeser dari kiri untuk mengubah aplikasi, atau menggeser dari kanan untuk mengekspos Charms Bar? Gampang. Didukung oleh operating system Windows 8, berpindah dari satu tampilan ke tampilan lain semudah kita membalik halaman buku.
Selain Windows 8 (64-bit), Ultrabook ini juga telah dilengkapi dengan  sejumlah program yang dapat dilihat di layar awal dan pada desktop. Ada Microsoft Office Starter 2010 dengan  versi terbatas Word dan Excel dan beberapa iklan, dengan pilihan upgrade ke fitur penuh, Office Suite bebas iklan. Trial version 60 hari dari Norton Internet Security juga dilengkapi dengan jumlah terbatas penyimpanan online gratis dengan Norton Online Backup. Tetapi jangan khawatir karena sebagian besar kebutuhan keamanan akan cukup dipenuhi oleh termasuk Windows Essentials 2012. Pada layar awal pengguna akan menemukan banyak aplikasi terinstal, termasuk Evernote, Netflix, Amazon Kindle Reader, dan koleksi resep dari celeb-koki Jamie Oliver. Selain itu Samsung juga mencakup sejumlah aplikasi proprietary dan bermerek, seperti S Player untuk media, S Kamera untuk mengambil dan mengedit gambar, dan Galeri S untuk melihat foto dan masih banyak aplikasi lain yang tersedia melalui Samsung Signature’s Store. Samsung Seri 5 UltraTouch juga dilengkapi dengan garansi satu tahun untuk suku cadang dan tenaga kerja.
Untuk mendukung aplikasi-aplikasi tersebut, sebuah perangkat harusnya  melayani kita, bukan sebaliknya,kan?  Nah, Samsung Seri 5 Ultrabook ™, memiliki semua konektivitas dan port yang pengguna butuhkan untuk menyelesaikan sesuatu. Dari USB super cepat , card reader dan  semua port penting lainnya. Samsung Seri 5 Ultrabook ini  memiliki pilihan penuh port dan koneksi, termasuk satu port USB 3.0, dua port USB 2.0 (satu dengan Sleep-n-Charge), bersama dengan port Ethernet, slot SD card (SD / SDHC / SDXC), HDMI output, dan VGA mini. Bagi mereka yang membutuhkan  VGA output berukuran penuh , ada ukuran adaptor mini-to-full size yang tersedia secara terpisah. Ultrabook ini pun menyematkan 3-in-1 slot kartu memori dan headphone / mic soket.
Merasa ribet dengan perkabelan? Tenang saja. Samsung Seri 5 Ultrabook juga menawarkan Wi-Di streaming nirkabel ke TV melalui adaptor. Jika belum terlalu familiar dengan Wi-Di, sedikit informasi Intel ® Wireless Display (WiDi) bisa membawa semua foto, video, konten online, dan masih banyak lagi dari ultrabook langsung ke layar lebar. Cukup hubungkan adaptor * untuk TV Anda, ikuti beberapa langkah sederhana untuk melakukan sinkronisasi dengan Samsung Series 5 Ultrabook ™, tinggal duduk manis dan voila! Mari menikmati kehidupan digital dengan kualitas gambar dan suara dari TV. Untuk konektivitas nirkabel lainnya, ada juga Wi-Fi 802.11n dan Bluetooth 4.0. Canggih banget,kan?
Untuk penyimpanan, Samsung Seri 5 Ultrabook menggunakan kombinasi 500GB hard drive 5.400 rpm dengan memori flash 24GB Cache, yang menyediakan memori flash yang dibutuhkan. Hal ini penting  untuk memberikan  waktu boot yang cepat, serta membantu untuk memberikan kinerja yang optimal tanpa mengorbankan ruang penyimpanan yang lebih besar. Ultrabook ini mempunyai keunggulan Fast Boot yaitu perangkat ini booting dalam waktu 20 detik. Sementara Fast Start dapat menyalakan perangkat  dari kondisi sleep dalam 2 detik. Ditambah Browsing Cepat membuat halaman web yang sering dilihat dijalankan 2 kali  lebih cepat.
Dengan spesifikasi seperti itu,apakah ultrabook ini tahan dipakai berjam-jam? Ketahanan batterei Samsung New Series 5 Ultra ini cukup mumpuni di kelas display 13-14 Inchi. Dalam sebuah test memainkan video, battery ultrabook ini dapat bertahan selama 5 jam 35 menit. Not bad, huh?
  

Pics from here
Nah ini dia nih yang katanya bisa bikin MacBook Air ngiri. Casing Samsung Series 7 Ultra sebagian besar terbuat dari aluminium. Warna ultrabook diberi nama "Metal" sesuai dengan warna casingnya. Selain terlihat halus dan  menarik,jika disentuh memberikan efek dingin dan kuat. Sangat elegant. Kontur keyboard berwarna senada matte abu-abu sehingga  tidak mudah buram atau kotor. Keyboard chiclet backlit pun memiliki empat tingkat kecerahan. Sementara touchpad berukuran standar namun mudah dan menyenangkan untuk digunakan. Touchpad ini mengenali  semua gerakan multitouch Windows 8 , seperti zoom dengan dua jari, bergulir secara horizontal dan vertikal dan flipping antara aplikasi yang terbuka. Tombol mouse pun terintegrasi. Tombol mouse sebelah kanan adalah di sudut kanan bawah dan aktivasi dapat diatur untuk tap-hanya bila dianggap perlu oleh pengguna.
Samsung menggunakan layar IPS untuk display Samsung Series 7 Ultra ini. Sejalan dengan trend saat ini, layar pun dibuat full HD dengan ukuruan 13,3 inchi ngan resolusi 1920x1080 piksel dengan rasio aspek 16:9. Dengan kecerahan diklaim 300nit pengguna selalu dapat melihat apa yang ada di layar, bahkan di bawah  sinar matahari cerah. Menurut Mobiletechreview.com display Samsung Series 7 Ultra ini memilik perbanding contrast dan warna hitam yang lebih baik dibandingkan dengan ultrabook merek lain. Dan seperti juga dengan saudaranya, Samsung Series 7 Ultra ini dijalankan dengan menggunakan operating system Windows 8. Tentu saja sejalan dengan OS ini maka display dari ultrabook terbaru keluaran Samsung ini pun didesign tidak saja nyaman di mata tapi juga bisa megikuti sentuhan jari.
Samsung Series 7 Ultra hadir dalam dua tipe processor pilihan  Untuk model  730U3E-S04DE disematkan  Intel's Core i5-3337U dual-core processor dengan default clock 1.8 GHz model ULV hemat energy. Sedangkan tipe 730U3E-S05DE dan  740U3E-S02DE menggunakan Core i7-3537U dual-core. Selain 3 MB L3 cache dan GMA 4000 unit grafis HD terintegrasi, Samsung Series 7 Ultra ini juga menyematkan transistor 3D dari arsitektur Ivy Bridge yang menjadi fitur penting dari komponen ini. Kartu grafis terintegrasi didukung oleh AMD Radeon HD 8570M GPU DirectX 11 midrange. Dengan chip grafis ini Samsung mengklaim waktu boot yang diperlukan hanya 15 detik dan kurang dari 10 detik untuk shutdown. Prosesor Intel Core i5-3337U membuat Seri 7 Ultrabook lebih  cepat dan mampu menjalankan berbagai macam aplikasi. Rata-rata, butuh waktu sekitar 10% lebih sedikit untuk menjalankan tugas prosesor Intel Core i5-3317U. Meski begitu, Core i7, quad core akan lebih cepat dengan program dioptimalkan untuk mendistribusikan beban kerja. Sayangnya Berbeda dengan Seri 5, yang memiliki AMD kartu video khusus, model Seri 7 Ultra yang Intel chipset grafis sedikit lower-end. Untuk memutar film HD tidak ada masalah, namun memainkan video game adalah cerita lain.
Menurut notebookcheck.net, satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh pengguna  adalah permainan yang lebih tua atau yang baru yang membutuhkan daya GPU yang sangat sedikit. Beberapa games yang bisa dijalankan dengan baik menggunaka AMD Radeon HD8570M ini adalah FIFA 13, World of Warcraft atau TrackMania. Namun, sesuai dengan kegunaannya, ultrabook memang tidak diperuntukkan  bagi pengguna yang kadang-kadang ingin bermain game dalam resolusi yang menyenangkan mata. Ultrabook ini  lebih ditujukan kepada penggunaan dari pengguna yang bergaya namun tetap fokus pada aplikasi multimedia.

Oleh sebab itu maka ketahanan battery sangat diperhatikan. Samsung Series 7 Ultra ini mampu bertahan hingga 9 jam dan 40 menit untuk membaca dokumen teks dalam kecerahan minimum dan dengan fitur penghematan diaktifkan  serta teknologi nirkabel dinonaktifkan. Jika menggunakan kecerahan standard an dipergunakan untuk browsing maka battery dapat bertahan hingga 6 jam dan 20 menit.

Dengan body yang  nyaris 1,85-cm-tebal dan  beratnya 1,6 kg serta layar 13,3 inci, Seri 7 Ultra cocok dengan mudah ke dalam tas atau ransel. Samsung Series 7 Ultra memiliki Intel Centrino 6235N dual band WiFi dengan Widi tampilan nirkabel dan Bluetooth 4.0. Ini adalah kartu nirkabel yang sangat baik dengan  penerimaan yang sangat baik untuk jarak  dekat, menengah dan jauh dari router nirkabel. Didukung oleh Ethernet port, Port USB 3.0, full sized port HDMI, audio jack combo, port mini-VGA (adaptor untuk full-sized VGA dijual terpisah) serta Dua port USB 2.0 dan slot kunci Kensington berada di sisi kanan membuat ultrabook ini layak direkomendasikan. Speaker JBL stereo (2 watt masing-masing) pun membuat suara terdengar terasa lebih keras dan lebih lengkap.

Kesimpulannya, inilah baik Samsung New Series 5 Ultra dan Samsung Series 7 Ultra keduanya sangat direkomendasikan. Keduanya mempunyai kualitas yang baik dari segi komponen, performa, casing aluminium yang menarik dan tahan sidik jari serta layar sentuh 1080p yang luar biasa. Ultrabook terbaru Samsung ini layak dimiliki, tentu saja sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi gak repot-repot lagi kan nenteng-nenteng yang berat-berat?