ASUS Zenbook S14 OLED – Laptop si Paling AI

Pernah merasa laptop biasa tak lagi cukup mengejar ritme pekerjaanmu? Sama! Aku juga. Buat kita yang hidup di dunia digital dan harus jadi serba bisa, laptop bukan lagi sekadar alat kerja, tapi jadi "teman seperjuangan". Dunia profesional yang serba cepat seperti sekarang menuntut aku terus belajar untuk beradaptasi dan menjalani berbagai peran secara bersamaan. 

Seorang content creator sedang bekerja menggunakan laptop ASUS Zenbook S14 OLED di workspace modern dengan pencahayaan alami dan peralatan produksi konten di latar belakang
IMAGE CREATE WITH AI 

Kebetulan aku menjalani beberapa profesi - sebagai blogger yang nulis tergantung mood, content creator pemula yang terus berusaha konsisten dan pekerjaan utama sebagai programme director dan music director di sebuah radio. Jujur, kadang kewalahan juga mengatur semua ini. Mungkin kamu juga pernah merasakan tantangan serupa - bagaimana menyeimbangkan berbagai tanggung jawab dengan tools yang terbatas.

Memahami AI: Lebih dari Sekadar Trend, Ini Kebutuhan!

Kalau ditanya soal AI, jujur dulu aku juga bingung. Artificial Intelligence ini sebenernya kayak punya asisten digital yang bisa belajar dari kebiasaan kita. Makin sering dipake, makin pinter dia ngertiin preferensi kita. Contoh simpelnya, kayak algoritma Spotify yang udah tau banget selera musik kita, atau Google Photos yang bisa ngekelompokin foto berdasarkan wajah orang - itu semua AI bekerja.

Dalam konteks content creator, AI bukan lagi sekadar "nice to have" - ini sudah jadi "must have". Kenapa? Karena persaingan di dunia digital semakin ketat. Setiap hari, jutaan konten diproduksi. Algorithm platform social media semakin kompleks. Audience semakin selektif dan punya attention span yang pendek. Penonton semakin pilih-pilih dan mudah bosan.

Nah, di sinilah AI jadi game changer. Teknologi ini bisa membantu kita menganalisis tren real-time, memprediksi konten yang akan viral, mengoptimalkan timing posting, bahkan membantu editing dengan kualitas yang konsisten. Yang dulunya butuh tim besar, sekarang bisa dikerjakan solo dengan bantuan AI. 

Perbandingan before-after editing video menggunakan AI enhancement pada laptop ASUS Zenbook S14 OLED, menunjukkan peningkatan kualitas warna dan kejernihan

Intinya, AI bukan tentang menggantikan kreativitas manusia, tapi tentang memperkuatnya! 

Dilema Seorang Multi-Kreator di Era Digital

Kalau ditanya soal AI, jujur dulu aku juga bingung. Artificial Intelligence ini sebenernya kayak punya asisten digital yang bisa belajar dari kebiasaan kita. Makin sering dipake, makin pinter dia ngertiin preferensi kita. Contoh simpelnya, kayak algoritma Spotify yang udah tau banget selera musik kita, atau Google Photos yang bisa ngekelompokin foto berdasarkan wajah orang - itu semua AI bekerja.

Dalam konteks pembuat konten, AI bukan lagi sekadar "pelengkap" - ini sudah jadi kebutuhan wajib. Kenapa? Karena persaingan di dunia digital semakin ketat. Setiap hari, jutaan konten diproduksi. Sistem platform media sosial semakin rumit. Penonton semakin pilih-pilih dan mudah bosan.

Nah, di sinilah AI jadi game changer. Teknologi ini bisa membantu kita menganalisis tren real-time, memprediksi konten yang akan viral, mengoptimalkan timing posting, bahkan membantu editing dengan kualitas yang konsisten. Yang dulunya butuh tim besar, sekarang bisa dikerjakan solo dengan bantuan AI.

Buat aku pribadi, AI sudah jadi partner kerja yang nggak bisa dipisahkan. Dari analisis kata kunci untuk blog, membuat caption yang engaging dan sesuai tone brand untuk postingan di social media, menganalisis waktu posting terbaik, bahkan membantu membuat story line shoot per shoot untuk pembuatan video, subtitle otomatis untuk video, sampai memperbaiki video yang kurang jelas dengan penyesuaian warna yang konsisten. Selain konten teks dan visual aku juga terbantu sekali dalam penggarapan konten audio untuk pengurangan noise agar mengoptimalkan kualitas suara agar tetap jernih meski recording di ruangan yang kurang ideal padahal aslinya sih cuma di kamar rekam pake hape. 

Bahkan untuk menyusun playlist musik, AI memahami mood dan vibe yang aku inginkan. Cukup kasih deskripsi seperti "energik tapi santai untuk siaran pagi" atau "santai mellow untuk siaran malam", AI langsung kasih rekomendasi lagu yang pas dengan tempo dan genre yang sesuai. Yang dulu butuh scroll playlist berjam-jam, sekarang dalam hitungan menit udah dapat musik yang perfect.

Intinya, AI bukan tentang menggantikan kreativitas manusia, tapi tentang memperkuatnya. Seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian penting, terutama melalui perangkat kerja yang digunakan. Dan di sinilah game-changer itu muncul. 

Kenalan dengan NPU: Otak AI di Laptopmu 

Sebelum aku cerita lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu NPU atau Neural Processing Unit. Bayangkan NPU sebagai "otak khusus" yang dirancang khusus untuk menangani tugas-tugas AI. Berbeda dengan CPU atau GPU biasa, NPU ini fokus pada pemrosesan machine learning dan deep learning dengan efisiensi energi yang luar biasa. 

Salah satu inovasi paling mutakhir dalam bidang ini adalah hadirnya laptop AI berperforma tinggi yang ditenagai oleh NPU (Neural Processing Unit) dengan kemampuan 45+ TOPS. TOPS sendiri adalah singkatan dari "Tera Operations Per Second" - basically, semakin tinggi angka TOPS, semakin cepat laptop memproses tugas-tugas AI. 

Infografik perbandingan CPU, GPU, dan NPU dengan chip NPU 47 TOPS yang bercahaya lebih terang, menunjukkan keunggulan pemrosesan AI

Nah, dengan kebutuhan workflow yang semakin kompleks seperti yang aku alami, laptop dengan NPU berkecepatan tinggi ini jadi bukan lagi kemewahan, tapi kebutuhan. Apalagi kalau kamu juga menjalani multiple profesi seperti aku, pasti paham betapa pentingnya punya perangkat yang bisa diandalkan untuk berbagai keperluan AI secara bersamaan tanpa nge-lag atau overheat. 

ASUS Zenbook S14 OLED: Partner Kerja Impianku

Sebagai pengguna laptop ASUS sejak bertahun-tahun, aku sudah merasakan evolusi produk mereka dari generasi ke generasi. Dari yang dulu sekadar laptop biasa ke laptop gaming hingga kini hadir dengan teknologi AI yang canggih. Makanya ketika mendengar tentang ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) di acara Blogger Gathering Asus di Makassar,  kekepoanku langsung tergelitik. 

Tampilan produk laptop ASUS Zenbook S14 OLED dari tiga sudut berbeda menampilkan desain tipis, keyboard dengan tombol Copilot, dan layar OLED yang vibrant

Salah satu laptop AI tercanggih yang mengusung teknologi tersebut adalah ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) yang merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS . Laptop ini tidak hanya menampilkan desain premium dan bobot yang ringan, tetapi juga diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz dengan 8 core dan 8 thread, Intel® Arc™ Graphics, serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS. 

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sangat cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern yang sudah mendukung teknologi AI. ASUS Zenbook S14 (UX5406SA) sudah diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz yang memiliki 8 core dan 8 thread. Prosesor tersebut dilengkapi dengan Intel® Arc™ Graphics serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS.

Revolusi Workflow: Dari Manual ke AI-Powered

1. Content Creation yang Lebih Efisien

Sebagai blogger, riset adalah segalanya. Dulu, aku bisa menghabiskan berjam-jam hanya untuk mencari referensi dan data yang akurat. Dengan kemampuan AI up to  47 TOPS, laptop ini bisa membantu menganalisis tren konten, merangkum artikel-artikel panjang, bahkan memberikan insight tentang topik yang sedang viral. 

Fitur peringkasan dokumen dan email secara instan benar-benar game changer. Bayangkan, dari email sepanjang novel bisa dirangkum jadi poin-poin penting dalam hitungan detik. Produktivitas naik drastis! 

Setup workspace content creator dengan laptop ASUS Zenbook S14 OLED terhubung ke monitor eksternal, menampilkan dashboard analytics dan tools AI untuk pembuatan konten
IMAGE CREATE WITH AI 

2. Audio-Visual Editing yang Revolusioner

Ini yang paling aku rasakan dampaknya! Sebagai content creator yang sering edit video dan audio untuk social media, real-time noise cancellation adalah berkah banget. Nggak perlu lagi khawatir dengan suara AC atau traffic di luar saat recording. AI langsung memfilter noise yang nggak diinginkan.

Peningkatan kualitas gambar otomatis juga luar biasa. Video yang agak gelap atau blur bisa langsung diperbaiki oleh AI tanpa perlu manual adjustment yang ribet. Yang biasanya butuh 2-3 jam editing, sekarang bisa selesai dalam 30 menit! 


BENCHMARK IMAGE AND AUDIO PROCESSING

3. Radio Programming yang Lebih Cerdas

Sebagai programme director dan music director, aku harus menyusun playlist yang engaging dan sesuai dengan demografi pendengar. AI membantu menganalisis pattern musik yang paling disukai audience berdasarkan data historis. Bahkan bisa memprediksi lagu mana yang akan trending minggu depan!

Untuk rundown program, AI membantu menyusun flow acara yang lebih natural dan engaging. Nggak lagi monoton seperti template biasa. 

Alasan ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) Cocok Buat Content Creator & Blogger

·       

Infografis laptop untuk kreator digital dengan layar OLED 14 inci 3K, prosesor Intel Core Ultra 7, RAM 32GB, SSD NVMe 1TB, Intel Arc Graphics, dan NPU AI 47 TOPS - spesifikasi lengkap untuk editing video, desain grafis, dan content creation

Dari spesifikasi di atas beberapa hal yang bikin  ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) istimewa adalah prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V dengan 8 core dan 8 thread yang bisa ngebut sampai 4.8 GHz. Plus, ada Intel® Arc™ Graphics dan yang paling penting - chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan up to  47 TOPS. Angka up to  47 TOPS ini yang bikin laptop ini masuk kategori 45+ TOPS AI laptop yang lagi happening sekarang.

Keunggulan NPU up to 47 TOPS ini tuh, semua proses AI bisa jalan di laptop langsung tanpa perlu konek internet terus-terusan. Hasilnya? Lebih cepat, lebih private karena data nggak kemana-mana, dan latensi rendah - perfect banget buat editing konten real-time kayak yang sering aku lakukan. 

Asus juga pinter banget pake desain system-on-chip (SoC) yang bikin motherboard 27% lebih kecil dari laptop biasa. Efeknya, pendinginan jadi lebih efisien dan performa tetap stabil meski dipake rendering video atau desain grafis yang berat. Ditambah RAM LPDDR5X 32GB dan SSD PCIe 4.0 1TB, multitasking jadi smooth banget.

ssd benchmark

Yang bikin makin keren, ada tombol Copilot khusus di keyboard yang langsung nyambung ke Windows AI assistant. Jadi nggak perlu ribet-ribet kalau butuh bantuan AI. Fitur Copilot+ PC kayak Cocreator bantu brainstorming ide kreatif, sementara Windows Studio Effect bikin video call atau live streaming jadi lebih profesional. 

Fitur Copilot+ PC kayak Cocreator

Buat editing video, NPU ini juga bekerja di aplikasi populer  seperti Adobe Premiere atau Davinci Resolve. Rendering jadi lebih cepat, editing gambar juga lancar - cocok banget buat content creator yang selalu kejar deadline.

Bonus lagi, ada aplikasi AI eksklusif dari ASUS yang bisa jalan offline: MuseTree buat brainstorming, StoryCube buat manage aset media, dan Virtual Assistant yang nggak butuh internet. Jadi meski lagi di tempat yang sinyal lemah atau emang pengen privacy maksimal, tetep bisa produktif. 

Layar dan Audio yang Memanjakan Mata dan Telinga

Sebagai content creator dan music director, aku tahu banget betapa pentingnya kualitas visual dan audio yang oke. ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) bener-bener ngerti kebutuhan ini. 

vision benchmark

Layar OLED 3K 120Hz Touchscreen 14 inci-nya itu stunning banget dengan resolusi 2880x1800 piksel. Yang bikin aku jatuh cinta, color gamut 100% DCI-P3 nya plus sertifikasi Pantone® Validated - artinya warna yang aku lihat di layar ini akurat banget. Buat editing video atau foto, ini penting supaya hasil akhirnya konsisten di berbagai device. Kontrasnya juga perfect berkat DisplayHDR™ True Black 500, hitamnya bener-bener hitam. Plus, mata nggak gampang lelah karena udah bersertifikat TÜV Rheinland, cocok buat marathon editing. 

GRAPHIC BENCHMARK

Audio-nya juga nggak main-main. Empat speaker Harman Kardon dengan Dolby Atmos® bikin suara kaya dan mendalam meski bodynya tipis. Smart Amp Technology sama built-in array microphone-nya memastikan kualitas audio tetep premium. Buat mixing audio atau review hasil produksi, aku nggak perlu speaker eksternal lagi.

Kamera 1080P FHD IR-nya juga jernih buat video call atau live streaming. Windows Hello bikin login cepet dan aman tinggal pake wajah.

Baterai Awet Seharian, Bebas Cemas Kehabisan Daya

Ini yang paling aku suka - baterai 72WHrs yang bisa tahan seharian! Prosesor Intel® Core™ Ultra 7 yang efisien bikin laptop ini bisa kerja 18+ jam buat office work, bahkan 23+ jam saat idle mode. 

BATERAI BENCHMARK

Buat aku yang sering mobile - meeting klien, shooting di luar, atau kerja dari café - nggak perlu parno cari colokan listrik terus. Hal yang biasa bikin stress content creator jadi hilang. Fokus full ke kreatifitas tanpa gangguan mikirin baterai mau habis. 

Port Lengkap untuk Creator

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) punya semua port yang kita butuhkan: USB 3.2 Type-A, 2 Thunderbolt™ 4, HDMI 2.1, dan audio jack 3.5mm. 

PORT LENGKAP ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Yang paling keren adalah dua port Thunderbolt 4 dengan kecepatan 40Gbps - transfer video 4K jadi super cepat, plus bisa charging dan nyambung monitor eksternal sekaligus. Port HDMI memudahkan presentasi, sementara audio jack langsung support headphone profesional atau mikrofon eksternal.

Koneksi Wireless Terdepan

Dilengkapi Wi-Fi 7 tri-band dan Bluetooth 5.4. Wi-Fi 7 ini standar terbaru yang bikin upload video ke YouTube atau cloud storage jadi lebih cepat dan stabil. Bluetooth 5.4 memastikan koneksi ke mouse, keyboard, atau headphone wireless tetap responsif tanpa lag.

Kombinasi port lengkap dan wireless terdepan ini bikin alur kerja creator jadi lebih sat set dan produktif.

Masa Depan Kerja Kreatif

Kombinasi antara performa, efisiensi, dan kecerdasan ini menjadikannya pilihan ideal bagi para kreator konten, profesional digital, maupun siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitas sehari-hari. 

erforma Multitasking Ekstrem dengan Prosesor Intel Core Ultra 7 dan NPU 47 TOPS


Aku percaya, ini baru awal dari revolusi AI dalam dunia kerja kreatif. Laptop dengan kemampuan 45+ TOPS seperti ASUS Zenbook S14 OLED bukan hanya tool, tapi partner kerja yang benar-benar memahami kebutuhan kita sebagai multi-kreator. 

Kesimpulan: Investasi untuk Masa Depan

Setelah menggunakan teknologi AI ini, aku nggak bisa balik lagi ke cara kerja yang lama. Produktivitas naik signifikan, kreativitas lebih terarah, dan yang paling penting - aku punya lebih banyak waktu untuk hal-hal yang benar-benar penting.

Bagi teman-teman yang juga menjalani multiple profesi atau bahkan single profession tapi pengen naik level, seriously consider investing in AI-powered laptop. Ini bukan hanya tentang menggunakan teknologi terkini - ini tentang membuka potensi kita yang sebenarnya.

Teknologi seharusnya membantu aktivitas kita, bukan mempersulit hidup kita, ya gak sih? Dan ASUS Zenbook S14 OLED dengan 47 TOPS AI capability benar-benar membuktikan hal itu. 

Welcome to the future of creative work! 


What do you think? Apakah kalian juga sudah siap untuk AI revolution dalam workflow kalian? Share pengalaman kalian di comment section ya! 

----- 
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien.

Inspirasi Gaya Ruang Tamu Idaman yang Trendy dan Sesuai Budget

Salah satu ruangan di rumah yang kerap menjadi perhatian khusus adalah ruang tamu. Ini karena ruang tamu bisa memperlihatkan kepribadian si pemilik rumah. Mulai dari dari passion, gaya hidup, mata pencaharian hingga status sosialnya. Sehingga seringkali ruang tamu dibuat lebih mewah dan wah karena pemilik rumah menganggap disitulah ia bisa dinilai oleh tamu yang mengunjungi rumahnya. Jadi tak heran, banyak yang akhirnya jor-joran banget dalam mendekorasi ruang tamu di rumahnya.

Dulu, jaman orang tua kita, ruang tamu memang besar, luas, jadi furniture dan asesoriesnya dipilih yang gede. Kayaknya sofa makin gede, makin berukir, makin ada warna emas, perak dan menggunakan kayu jati itu makin terlihat mahal. Sekarang berhubung luas tanah makin sempit, harga rumah makin melangit, ukuran ruang tamu rata-rata tidak seluas jaman orang tua kita dulu. Apalagi yang mengambil rumah model minimalis, pinter-pinternya kita aja memilih gaya ruang tamu idaman yang sesuai tren masa kini atau trendy dan tetap sesuai budget.



Inspirasi Gaya Ruang Tamu Idaman yang Trendy dan Sesuai Budget.

Gaya ruang tamu yang trendy itu yang seperti apa sih?Jika melihat media sosial khususnya Pinterest, banyak banget inspirasi gaya ruang tamu bahkan inspirasi rumah yang aku dapatkan. Lucu-lucu dan tampak keren, cuma aku gak tahu apa namanya. Ternyata gaya ruang tamu yang trendy ini bisa dibagi menjadi empat kategori, yaitu : 


1. Glamorous Deco

Sesuai namanya, konsep dekorasi yang diusung Glamorous Deco ini memberi kesan mewah  namun tetap sederhana. Jika dulu di rumah orang tua kita, konsep mewah yang ditawarkan terlihat sangat 'berat', maka konsep ini memberi nuansa mewah yang anggun dengan aksen emas hingga sentuhan metalik. Gaya dekorasi ini cocok untuk kamu yang berkepribadian elegan dan tenang. 


sumber : informa.co.id



2. Neo Deco Candy

Gaya dekorasi Neo Deco Candy dinominasi dengan warna-warna pastel yang memberi kesan chic dan fresh. Gaya dekorasi ini bermain di warna-warna merah muda, hijau muda hingga kuning terang yang dipadukan dengan warna putih bersih, krem atau abu-abu muda.  Sementara untuk bentuk hiasan sendiri memadukan motof oval dan kotak. Hasil perpaduan keduanya menghasilkan dekorasi yang membuat kita nyaman dan tampak indah ketika dijadikan latar foto atau istilah jaman now "instagramable" . Sangat sesuai untuk Kamu yang berjiwa muda, menyukai tema simpel namun tetap ingin terlihat modern dan elegan. 


sumber : informa.co.id



3. Graphical Pop

Pengen dekorasi yang simpel tapi gak monoton? Dekorasi Graphical Pop bisa jadi salah satu opsi kamu loh, gaes. Konsepnya memang minimalis dengan furniture bermaterial kayu atau besi. Warna pastel dan monokrom menjadi kombinasi agar ruang tamu terlihat artsy, modern dan tidak membosankan. Tamu yang datang dan pemilik rumah tentunya akan jadi lebih rileks untuk ngobrol. 

sumber : informa.co.id

Gaya dekorasi ini cocok untuk kamu dengan kepribadian yang  yang energik dan berjiwa seni tinggi.


4. Solid Harmony

Sebenarnya gaya dekorasi Solid Harmony bukan hal yang baru, hanya saja di tahun-tahun belakangan ini dibuat lebih trendy. Cirinya adalah gaya dekorasi ini mengutamakan penggunaan warna-warni solid dan kontras. Hal ini memberi kesan tegas tapi jangan khawatir, dengan kombinasi warna yang sesuai dan pemilihan furnitur yang tepat, gaya Solid Harmony ini tampak menyenangkan, kok! 

Motif andalan dekorasi gaya Solid Harmony ini adalah motif abstrak. Sementara warna yang digunakan adalah memadukan beberapa warna yang kontras, misalnya tile, kuning atau navy. Tabrak warna favorit juga dapat membangun nuansa yang kuat dan elegan. Agar tidak berkesan 'tabrak lari' , pilih satu warna saja yang mencolok lalu kombinasikan dengan warna lain yang tidak terlalu keras dan tambahkan aksen emas untuk nuasa mewah.  


sumber : informa.co.id


Biasanya kamu yang berkepribadian eksentrik, tegas dan berani mencoba hal yang baru lebih suka dengan gaya dekorasi Solid Harmony, bener gak? 

Pilih Furnitur dan Asesories Pendukung Gaya Dekorasi Sesuai Budget

Setelah mengetahui kira gaya dekorasi mana yang disukai sesuai dengan kepribadian, kayaknya aku milih gaya Solid Harmony karena memang pada dasarnya aku suka sesuatu yang kontras dan tidak biasa.  Semacam ini...

sumber : informa.co.id

dan ini ..


sumber : informa.co.id

Duh..kalau dihadapkan dengan pilihan seperti ini, jadi bingung kan milihnya.  Selanjutnya menentukan pilihan furniture berdasarkan budget. Gak usah liat tetangga punya apa, kalau memang budgetnya gak ada. Jangan juga pengen kelihatan mewah tapi sebenarnya gak mampu untuk beli. Bawaannya jadi nyicil, padahal nyicil itu sebenarnya memberatkan kita loh. 

Menurut para ahli desain ruangan, untuk membuat ruangan terlihat mewah dan enak dipandang, sebenarnya tidak dilihat dari seberapa mahal furnitur atau asesorisnya. Paling penting yang dilihat itu adalah kesesuaian konsep gaya dekorasi dan kualitas furnitur.

Nah, ini dia yang membuat kita bingung juga, nyari di mana furniture yang bagus dan sesuai budget?

Temukan Inspirasi Gaya Ruang Tamu Idaman di INFORMA

Sekarang sih sudah banyak Toko online dan toko offline yang menjual furniture kekinian dengan berbagai macam kualitas. Apalagi di kota-kota besar. Contoh paling gampang dan paling mudah ditemui adalah Informa. 

INFORMA adalah ritel furnishing terbesar dan terlengkap di Indonesia. Konsepnya adalah  one stop shopping untuk semua produk furnishings dengan berbagai koleksi berkualitas untuk hunian, kantor, aksesoris, sampai ruang komersial. Ada tiga hal yang bikin Informa itu menjadi tempat belanja furnitur yang menyenangkan : 

1. Lengkap

Aku aja nih kalau sudah jalan ke Informa di Makassar, betah banget. Abis barangnya memang lucu-lucu dan kekinian banget. Koleksi barangnya juga lengkap banget. Mulai dari produk untuk kamar tidur, kamar mandi, dapur, kantor, hingga aksesoris rumah tangga, semuanya ada. Mau ruang tamu bergaya Glamorous Deco, Neo Deco Candy, , Graphical Pop atau Solid Harmony,  kita bisa menemukan furniture dan asesorisnya di Informa. Pokoknya mah lengkap. Istilahnya sih Palu Gada, Apa lu mau gue ada, cie.. 


sumber mk: informa.co.id

Aku jadi kepikiran memilih-milih, kira-kira dengan konsep yang terinspirasi dengan gaya Solid Harmony, apa aja yah yang bisa aku dapatkan di Informa?


Infographics by Vita Masli

Nah.. kira-kira seperti ini furnitur dan asessories bergaya Solid Harmoni untuk ruang tamu idaman aku. Selanjutnya, cuzz.. ke Informa Store.

2. Mudah

Informa saat ini sudah ada di berbagai kota di  seluruh Indonesia. Jikapun di kota kita gak ada, anggaplah di Mamuju nih tempat tugas aku. Meskipun ibukota provinsi Sulawesi Barat (uhuk!), belum ada Informa Store loh! Padahal di Mamuju sedang marak pegawai dan karyawan pindahan yang pada akhirnya membeli atau menyewa rumah. Mereka tentu butuh furnitur, dong ya! Mudah-mudahan disegerakan ya. Kalaupun di tempat kamu belum ada Informa Store, tenang aja..  Belanja di Informa itu mudah, kok! 

sumber : informa.co.id


Berdasarkan pengalaman aku, kita bisa loh pesan online melalui website Informa. Barang yang disediakan sama kok dengan Informa offline store. Ada penawaran diskon pula. Pengiriman bisa melalui Gosend atau bisa menghubungi Informa store terdekat untuk pengiriman melalui ekspedisi. Pengalaman aku pesan kursi tamu untuk tempat aku di Mamuju ya seperti itu. Mudah banget kan belanja di Informa? 

3. Informa Rewards

Pembayarannya gimana? Layaknya belanja online lainnya, bisa dilakukan secara debit, transfer ATM, Mobile banking maupun menggunakan kartu kredit.  Setiap pembelanjaan yang kita lakukan baik itu di offline store dan online store bisa dapat Informa Rewards bagi kamu yang mendaftar sebagai member. Keuntungannya mulai dari gratis pengiriman hingga bayar pakai poin. Makanya daftar jadi member Informa, ya! 


sumber : informa.co.id


Jadikan Ruang Tamu Sebagai Tempat yang Nyaman dan Menyenangkan

Apapun gaya ruang tamu pilihan kita, sebenarnya yang paling penting adalah ruang tamu itu bisa menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan baik bagi tamu yang datang dan tentunya tidak memberatkan pemilik rumah dari sisi keuangan, ya gak sih?

Kamu sudah menemukan Gaya Ruang Tamu Idaman kamu? Share di kolom komentar ya, siapa tahu kita malah ketemu di Informa! Mumpung Informa tahun ini merayakan ulang tahun ke 15 (waaaoo... sudah lama juga ya!), makin banyak diskon dan penawaran menarik di store online maupun offline. Gak mau ketinggalan kan? Aku pun!

3 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengganti Laptop

Hidup itu sudah berat tanggung jawabnya di akhirat, makanya laptop jangan ikut2an berat. Kamu gak bakal sanggup. Ganti aja!  


Ditengah kecanggihan teknologi dan semakin tingginya mobilitas manusia kekinian, memiliki (atau setidaknya menggunakan) perangkat yang ringkas menjadi suatu tuntutan tersendiri. Termasuk komputer yang membantu aktivitas kita sehari-hari, baik untuk kerja, sekolah ataupun sekedar maen game. 


Saya masih ingat pertama kali punya laptop itu di tahun 2009. Setelah sekian lama modal pakai punya kantor atau minjem punya kakak, akhirnya tabungan cukup beli laptop. Alhamdulillah, meskipun spesifikasinya cuma bisa buat MS Office, nonton video dan putar lagu, paling tidak adalah tulisan-tulisan yang bisa dipajang di blog. 

Laptop ini kemudian menjadi kenangan ketika kegemaran nonton drama Korea membuat saya pengen ngedit video. Gak bisa enggak, saya harus ganti baru. Soalnya boro-boro install Adobe Premiere,ngedit video pakai aplikasi bawaan windows aja ngelagnya minta ampun. Harus ganti nih! Andai saja tahun itu per hestek an sudah marak, niscaya di Facebook dan Twitter sudah kuupdate status #2011GantiLaptop 


Baca juga : 3 Kriteria Memilih Notebook Agar Produktif Maksimal 

Cek en ricek, browsing sana sini, baca review segala rupa, akhirnya bulat tekad harus menemukan jodoh laptop dengan spesifikasi  yang mumpuni. Setidaknya laptop tersebut menggunakan processor i5, 2Gb RAM atau lebih, penyimpanan 500 GB atau lebih dan layar dengan resolusi 1980x1080 , supaya bisa ngedit video tanpa lagging tentu saja. 

Apa daya tahun itu dollar lagi semangatnya seperti atlit panjat tebing di Asian Games.  Naik nya cepat amat, bet! Sementara itu gaji naik kagak, daya beli berkurang. Pinter-pinternya konsumen aja dalam membeli, apalagi yang dibeli perangkat elektronik kayak laptop gini. Harganya ngikutin kurs dollar, seperti kamu ngikutin perkembangan gebetan. Pepet terus..!

Di saat itulah aku mulai berpikir realistis. Buat apa ikut-ikutan beli merk mahal, kalau dengan spesifikasi yang sama saya sudah bisa merk lain dengan kualitas yang tak kalah bahkan bisa jadi lebih bagus. 



Aku dan Laptop ASUS,  Bersama Menggapai Cita  


Pucuk dicinta ulam tiba. Di salah satu lapak komputer pusat perniagaan elektronik terbesar di Makassar saya menemukan laptop ini : ASUS A43S. Spesifikasinya di tahun 2011 sudah bisa  digunakan mengedit video dan main game. Processor Intel® Core™ i5 2430M, Memory 4 GB SDRAM yang bisa ditambah hingga 8GB, layar 14.0" 16:9 HD, kartu grafis AMD Radeon® HD 6730M dengan 2GB DDR3 VRAM, penyimpanan 750 GB, didukung dengan baterai 6 Cells 5200 mAh, DVD, koneksi nirkabel hingga  USB 3.0 dan 3 in 1 card reader.  Tampilannya juga berkelas, gak malu-maluin lah dibawa nongkrong di cafe atau working space.  






Harga laptop dengan spesifikasi seperti di atas memang gak murah. Aku belinya dari rapelan gajian (hahaha!) sekitar 7 juta rupiah. Mahal, iyah! Pertimbangan aku, processornya sudah Intel i5 yang mana saat itu masih baru. Selain kuat menghandle software editing photo,audio dan video, processor ini gak mungkin cepat tergusur. Masih bisa dipakai sampai beberapa tahun ke depan, lah.

Gak nyangka ASUS A43s ini masih awet aja sampai sekarang. Sejak dibeli tahun 2011 hingga saat ini di tahun 2018, ada banyak peristiwa yang kulalui bersamanya. Selama itu pula skill mengedit videoku makin terasah dan subscriber YouTube channel bisa mencapai 5ribuan (bahagia!). ASUS A43s ini pula yang membantu aku memproduseri acara Kwave Radio Show dan Weekend Sensation di Radio SPFM sejak tahun 2011 hingga 2014. 

Dalam bidang tulis menulis,  aku juga sudah mulai menambahkan konten grafis pada postingan-postingan di blog dan mulai mengerjakan proyek-proyek menulis lainnya. Gak tahu lagi deh, gimana aku bisa menyelesaikan semua hal-hal yang aku sukai ini tanpa bantuan alat spektakuler seperti laptop ASUS ku ini. 


Laptop ASUS ini pula yang membantu aku memenangkan beberapa lomba blog yang hadiahnya sudah melewati harga laptopnya sendiri. Lewat laptop ini pula, kerjaan kantor, slide presentasi-presentasi, tugas kuliah hingga tesis S2 lahir dan terselesaikan. Bahkan dikala senggang, laptop ASUS membebaskan kepenatan hidup lewat gaming dan nonton drama Korea. Bener-bener jadi teman bermain dan belajar yang menghasilkan.  Gak rugi lah belinya, alhamdulillah. 




Memang dalam perjalanannya selama tujuh tahun bersama, pasti ada lah rewel-rewelnya dikit. Baterai pasti sudah gak tahan lama, sudah 7 tahun bo'!  Namun yang  paling aku rasakan adalah beratnya itu loohhh... Buset, 2,4 kg itu buat aku gak kuat.  Yah, maklum lah umur makin nambah ye.. harap maklum, hahaha. Akhirnya mulai deh kepikiran lagi #2018GantiLaptop. 


Hidup itu sudah berat tanggung jawabnya di akhirat, makanya laptop jangan ikut2an berat. Kamu gak bakal sanggup. Ganti aja. 

Pikiran seperti ini sudah mulai menghantui tiap kali ada kegiatan di luar yang memerlukan membawa laptop. Ganti.. ganti.. ganti.. tapi ganti dengan yang mana? Makin ke sini pilihan makin banyak, euy! Harga juga harus diperhitungkan karena lagi-lagi dollar di tahun 2018 ini naik terus kayak perolehan medali Indonesia di Asian Games. Sekali lagi aku harus bersikap realistis, membeli perangkat komputer yang notabene bukan kebutuhan primer ini membutuhkan beberapa pertimbangan. 



3 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengganti Laptop 


1. Beli Laptop, Spesifikasi atau Gengsi ? 

Ok, ini pertanyaan yang seringkali bikin bimbang seperti perasaan Cinta dan Rangga pas musuhan di AADC pertama. Maunya sih spesifikasinya yang top, tapi biasanya merk dan tampilannya jatuhnya kurang enak di mata pemirsah yang melihat kita. Pilih gengsi? Siapin aja duit yang buanyak meskipun pada akhirnya kamu mengakui dalam hati bahwa kemampuan laptop itu gak lebih bagus dari merk dengan harga di bawahnya. Entah kamu setuju atau enggak, merk memang ada harganya, yes? 

Aku adalah tipe orang yang tahu diri. Kalau kemampuan finansial saya belum mampu beli gengsi, saya pilih aja yang spesifikasinya tinggi tapi gak malu-maluin. Contoh : ASUS Vivobook Flip TP410 ini. 






Melihat spesifikasi di atas, menurut saya, ini sudah pas dengan kebutuhan. Operating sistemnya sudah Windows 10. Selain lebih ringan, pengoperasiannya juga makin simple dan mendukung touch screen. Asal tahu aja, saking sukanya aku menggunakan OS ini, laptop ASUS A43s ku ini ku'paksa' install Windows 10 meskipun rekomendasinya hanya Windows 7. Bisa? Ya bisa dong.. running well. Gak ngerti lagi aku tuh ASUS gimana mempersiapkan laptopnya. Apa aku memang gak salah pilih laptop ya? 


Aku pikir, makin ke sini teknologi yang diusung ASUS tentu memikirkan tidak saja untuk penggunaan satu hingga dua tahun ke depan. Jadi, jangankan word processing sebangsa nulis postingan, buat slide presentasi, bikin infografis atau browsing sambil denger lagi, aku pikir ngedit video aja bisa nih dengan ASUS Vivobook Flip TP410. 

2. Kebutuhan atau keinginan? 

Ini adalah dua hal yang sekilas serupa tapi tidak sama. Kalau hanya sekedar pengen karena ngeliat yang lain sudah punya atau pengen jadi yang pertama punya, baiknya tahan dulu deh. Sayang duitnya. Toh kalau pun paling duluan punya, bisa bertahan berapa lama sih rasa bangganya dibanding derita ngirit makan atau bahkan nyicil kreditnya? 

Lain cerita kalau emang butuh, meskipun laptop Asus A43s saya masih bisa berfungsi, namun aku butuh laptop yang lebih ringan baik dari segi teknis maupun beratnya.  Maklum umur sudah 40 tahun, gendong laptop seberat 2 kg itu rasanya melelahkan, serius! 

Aku kemarin sempat kepikiran beli Tab saja karena selain lebih ringan dibawa kemana-mana, bisa saya gunakan juga buat baca-baca e-book atau sekedar browsing. Lalu saya mikir dong, kalau mau ngetik postingan gimana? Nyaman gak? Harus beli keyboard lagi.  

Sementara jika memilih ASUS Vivobook Flip TP410 keandalannya bisa jadi 4 mode yaitu


a. Media stand 


Mau nonton, denger musik, atau sekedar liat-liat foto? Boleeh... ASUS Vivobook Flip TP410 ini memiliki lebih dari cukup ruang untuk presentasi bisnis, album foto, dan multimedia. Tidak sekedar seperti laptop pada umumnya, namanya juga Flip jadi bisa dilipat hingga 360 derajat. Wih keren! 






b. Powerful laptop


Dengan processor tercanggih di kelasnya, didukung oleh memory, penyimpanan yang cukup lega dan baterai yang awet, banyak yang bisa dikerjakan kapan pun dan di manapun. 


c. Share Viewer 


Ada hal tertentu yang pengen diperlihatkan kepada orang lain di sekitar kita? Boleeeh.. flip aja! Gak perlu perlihatkan keyboardnya, cukup layarnya. Praktis.




d. Responsive Tablet  

Seperti keinginan yang menjadi nyata, ASUS Vivobook Flip TP410 layarnya bisa dilepas. Touch screen pula. Jadi semacam tablet yang aku pengenin itu loh. Sudah gitu, layarnya memiliki presisi sensor sentuh yang tinggi, sehingga bisa oret-oret pula  dengan menggunakan ASUS Pen.  Happy aku tuh.. ASUS Vivobook Flip TP410 ini tampaknya lebih menguntungkan!  







3. Apakah Sepadan dengan Uang yang Dikeluarkan ?

Menurut aku beli barang itu harus memiliki keuntungan. Tahu sendiri kan barang elektronik itu gak bisa dijadikan investasi karena harganya cepat banget turunnya saking pesatnya teknologi. Makanya saya beli barang yang kira-kira bisa dipakai untuk menghasilkan atau setidaknya membantu menghasilkan uang. Biar balik modal gitu maksudnya, hehehe.. 

Dulu waktu aku beli ASUS A43s harganya sekitar tujuh juta sekian-sekian, emang lumayan banget.  Dengan spesifikasi yang bisa membantu kita ngedit video, audio dan foto harga segitu memang sangat beralasan. Teknologi processornya masih dipakai hingga saat ini. Aku juga sudah kebantu banget dalam pekerjaan aku mengedit.  


Nah melirik ASUS Vivobook Flip TP410, harganya dibanderol mulai dari 6.899.00 hingga 9.099.000 (tergantung processor dan kapasitas harddisknya).  Tapi dari segi kepraktisanmya yang tipis dan ringan saja sudah kebantu banget. Beratnya hanya 1,6kg sudah dengan baterainya. Dimensi ASUS Vivobook Flip TP410 cukup tipis hanya 1,92cm saja.  Teknologi yang diusungnya pun kekinian dan tentu saja berkelas. 






Dari segi keamanan, ASUS Vivobook Flip TP410 menggunakan fingerprint sensor selain user dan password yang bisa diset up. Jadi gak sembarang orang bisa login ke laptop kita sampai buka-buka data segala. Mengetikpun bisa lebih nyaman. Ini karena backlict keyboard yang memungkinkan kita bisa tetap melihat huruf-huruf di keyboard meski di tempat gelap. Canggih ya? 

Supaya makin semangat membuat konten kreatifnya, gak lupa ASUS Vivobook Flip TP410 ini dilengkapi Sonic Master yang didesain untuk menghasilkan suara yang tidak hanya menggetarkan jiwa (halah!) tapi juga nyaman di telinga. 


Dengan segala kecanggihan ini, apakah sepadan dengan uang yang dikeluarkan? Ada harga ada kualitas tentu saja. Aku pikir harga yang telah ditetapkan cukup beralasan melihat fitur yang ditawarkan. Sesuai pengalaman, jika ASUS aku aja yang sebelumnya bisa awet hingga tujuh tahun dan 'balik modal', aku pikir kenapa tidak ASUS Vivobook Flip TP410 memberi pengalaman yang sama? 

Untuk memastikan hal tersebut, VivoBook Flip TP410 ini telah dikenai tes buka-tutup hingga 20.000 siklus. Sehingga siap untuk mode apa pun, kapan saja - selama bertahun-tahun yang akan datang. Siapa tau bisa meraup sekeping dua keping recehan layaknya youtubers lainnya. Suka ngedesign? Bisa ngerjain proyek juga kan.. Apalagi yang suka nulis. Rajin-rajin posting, pasang adsense, ikut lomba blog kali aja menang.  Aseek sekali! 






Jadi kalaupun pada akhirnya saya berpindah hati, bukan karena pengen aja atau harus punya duluan. Tapi memang ASUS Vivobook Flip TP410 inilah yang bisa jadi menemani aktivitas aku dalam  menyiapkan content-content untuk berbagai platform lain ke depannya. Kalau bisa produktif sekaligus stylish dan tech-savvy, kenapa gak? 

Nah itu dia 3 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengganti laptop. Jadi gimana, #2018GantiLaptopAsus gak? Biar barengan kita pakai #AsusLaptopku. 


Referensi : https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-VivoBook-Flip-14-TP410UA



Disclaimer :  Postingan ini diikutsertakan pada :




Tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan


Hai semua! 

Gimana aktivitas kamu di Bulan Agustus ini? Banyak kegiatan gak? Agustus tahun ini memang banyak banget ya perayaan dan kemeriahan. Pertama tentu saja Hari Kemerdekaan RI. Saya yakin gak di RT/RW, kantor sampai senasional pun ada banyak kegiatan yg disiapkan untuk merayakannya. Mulai dari lomba-lomba personal yang lucu-lucu sampai lomba beregu yang membutuhkan kekompakan dan team work. 

Kedua, Idul Adha. Lebaran kurban tahun ini jatuh beberapa hari setelah 17an. Habis gerakin badan ikut lomba 17an, diserbulah kita dengan masakan daging-dagingan. Meskipun persiapan lebaran Idul Adha itu biasanya gak seheboh Idul Fitri, tetap aja ada persiapan dong ya.. especially buat buibu gimana caranya mengolah daging dan semacamnya. 

Ketiga, Asian Games.  Meski gak bertanding seperti atlit-atlit nasional yang berjuang di cabang olahraga masing-masing, sebagai rakyat Indonesia kita ikut mendukung mereka dengan nonton pertandingan baik itu live di arena atau lewat televisi dari gelanggang ke gelanggang (baca:mindahin channel tv). Euphoria Asian Games bikin banyak orang tiba-tiba pengen main bulu tangkis padahal aturan main aja gak ngeh. Tiba-tiba pengen nyoba manjat tebing dengan semangat "manjat pagar sekolah dulu aja gue bisa kok..". Bahkan ada yang niat pengen jadi atlit bridge makanya curi-curi maen bridge online di komputer kantor sebelum akhirnya ke gap kepala HRD. 

Tambahan buat saya, kantor tempat 'mendulang sekeping emas, 3 perak, 4 perunggu' ini merayakan hari jadinya di bulan Agustus ini. Hari jadi ini hanya selang dua hari dari Agustusan. Lima hari setelahnya, kantor pusat pula yang berulang tahun. Kebayang dong total 3 perayaan hari jadi yang diperingati, 17an, hari jadi kantor, hari jadi kantor pusat. Diluar itu secara beban kerja pribadi, sementara ini saya harus megang dua divisi karena sesuatu dan lain hal. Tantangannya jadi dua kali lipat tapi saya berusaha gak mengeluh. How can I complain if I love this job? Tsah.. 




Anyway, memanage kesejahteraan pegawai sekaligus menjaga kedisiplinan bekerja dan mensupport perlengkapan pekerjaan memang gak mudah. Gak banyak yang (mau) tahu gimana jungkir baliknya team di belakang layar agar kerjaan sehari-hari dan event off air perayaan hari jadi bisa terselenggara dengan baik. Seberusahanya kita untuk mempermudah dan melancarkan segala urusan,tetap saja kita gak bisa membuat semua orang bahagia. Saya pikir, di antara kalian juga pernah ada yang mengalami hal yang sama.

Di saat aktivitas bertambah, Lelah fisik memang paling gampang paling gampang ketahuan. Indikator utamanya ya pastilah rasa capek. Namun buat yang workoholic, hal ini seringkali diabaikan. Tiba-tiba ngedrop aja kayak saya ini, kemarin. Ketika pemeriksaan kesehatan, ternyata tekanan darah saya cukup rendah. 

Penyebabnya selain waktu istirahat yang kurang dan makan yang tidak teratur. Maklum, saking keasikan bekerja terkadang  ingat makan kalau sudah lapar banget, itu pun menunya kurang nutrisi. Apa aja yang penting terasa kenyang agar bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum waktunya. Belum lagi disaat beraktivitas bertemu dengan perokok yang merokok dalam ruang ber-AC itu kan bener-bener gak peka lingkungan banget ya? Hanya memberi polusi aja buat yang lain. 

Gaya hidup tidak sehat, stress, polusi inilah yang kemudian akhirnya membuat badan drop. Duh.. sedih! 

Tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan

Setelah mengetahui penyebab badan saya ngedrop, saya akhirnya instropeksi diri apa yang seharusnya saya lakukan agar tak gampang ngedrop dan menghindari stress gara-gara kerjaan.

1. Istirahat Disela Pekerjaan 

Satu hal yang sering terlupa karena keasikan bekerja adalah istirahat disela pekerjaan. Gak perlu lama, cukup meluangkan waktu 10 hingga 15 menit. Berbaring sejenak, ngobrol dengan rekan kerja, sholat atau sekedar beranjak dari kursi kerja.  Saya harus mengakui bahwa selain sholat, saya memang jarang banget beranjak dari kursi. Mata dan pikiran terfokus pada layar computer. Makan aja di meja kerja. Padahal gak ada salahnya juga berhenti sejenak melihat suasana lain. Asal jangan kebablasan aja sih. 

2. Tahu Batas

Ketahui batas kemampuan tubuh dan pikiran kita. Jangan memaksakan untuk menyelesaikan pekerjaan karena mengejar waktu. Pekerjaan gak selesai malah kita yang K.O duluan. Untuk itu perlu untuk tetap fokus pada satu titik. Titik itu.. #ehmalahnyanyi . Pengalaman nih, kalau dak mentok banget mending gak usah diteruskan. Kembali ke poin 1, istirahat sebentar aja.

3. Serius tapi Santai

Serius mengerjakan aktivitas memang penting, namun terlalu serius juga gak sehat. Ini nih yang bisa bikin stress. Apalagi kalau sudah ada unsur baper alias bawa perasaan. Jalani dengan santai, jangan lupa tetap tersenyum, tertawa dan bahagia. Asal jangan senyum atau tertawa sendiri. Ntar disangka stress beneran, hehehe.

4. Makan Teratur

Biasanya disaat beban kerja sedang tinggi, ingat makan hanya pada saat perut keroncongan. Ini biasanya makin gak berasa jika sudah mengkonsumsi kopi untuk memboost tenaga. Triknya adalah menyiapkan cemilan sehat di laci meja. Jadi gak perlu nunggu perut meronta minta diisi baru ingat untuk makan. Belajar dari pengalaman, makin lapar makin gak konsen. Mending makan dulu aja.

5. Minum yang Cukup

Di ruangan ber AC seperti di kantor, rasa haus untuk minum apalagi minum air putih jarang dirasakan. Tanpa disadari bisa terkena dehidrasi. Gangguan kesehatan seperti lelah berkepanjangan, sakit kepala, tekanan darah tinggi bahkan rendah bisa menerpa. Selain itu akan sulit mempertahankan fokus. Sebuah studi menemukan, produktivitas karyawan yang mengalami dehidrasi menurun secara signifikan. Kalau dehidrasi cukup parah, kita akan mudah bingung, tak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Wah.. gak asik banget!

Selain itu ada beberapa alternatif minuman yang dapat memberi nutrisi sekaligus menjaga tubuh terhindar dari dehidrasi untuk kita yang gak begitu doyan air putih. Salah satunya adalah air putih dengan madu dan lemon.

Manfaat Madu dan Lemon Bagi Tubuh 


Menurut sebuah artikel yang dilansir dari lifehack.org, air putih yang ditambahkan madu dan perasaan lemon itu ternyata memberi banyak manfaat bagi tubuh. Beberapa diantaranya adalah:

1. Membuat Kulit Jadi Lebih Sehat

Vitamin C dalam lemon dapat membangun kolagen pada tubuh, jaringan ikat penting yang membuat kulit tetap kencang dan tampak muda. Sedangkan Madu memiliki banyak senyawa yang membantu melembabkan kulit dari dalam. Hasilnya adalah kulit yang sehat dan awet muda. Asik!

2. Melancarkan Pencernaan

Lemon kaya akan pektin, suatu zat yang bertindak sebagai semacam scrubber di usus, mendorong gerakan usus untuk membantu membuang tubuh limbah dan membuat seluruh proses pencernaan lebih efisien. Pembuangan lancar, rasanya nyaman kan?

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C dalam lemon dan kekayaan mineral dalam madu dapat membantu memperkuat kekebalan tubuh. Ini dia yang membuat tubuh lebih mudah melawan bakteri, virus dan kuman lain yang dapat membuat sakit. Madu juga memiliki sifat antimikroba alami untuk membuat badan tetap sehat. Kurang tidur, makan tidak teratur, tekanan akibat pekerjaan yang membuat kita rentan drop, bisa dilawan deh!

4. Mendetoks Tubuh

Dalam udara yang kita hirup, minuman dan makanan yang kita konsumsi, seringkali kita terpapar berbagai macam bahan kimia dan racun. Untuk itu tubuh butuh meningkatkan pertahanan alamiahnya terhadap toxic dan polusi tersebut. Madu dan lemon dapat membantu tubuh untuk melakukannya karena lemon meningkatkan fungsi hati untuk membantu detoksifikasi tubuh. Sementara madu memiliki sifat antimikroba dan antiseptik alami.

5. Membantu Mengurangi Stress

Madu dan lemon memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasinya membantu melindungi otot-otot jantung dari peradangan dan bentuk-bentuk stres lainnya. Paling tidak bisa membantu jantung untuk tidak bekerja terlalu keras.

Minum Air Madu Lemon adalah Pilihan yang  Tepat 

Gimana caranya membuat minuman Air Madu Lemon yang tepat? Gak sulit, kok! Setiap pagi pun bisa kita lakukan sendiri. Cukup tambahkan perasan satu setengah lemon dan 1 sendok teh madu ke segelas air hangat, aduk bersama dan minum. Katanya sih paling efektif jika diminum pagi hari sebelum sarapan.

Tapi kalau aktivitas sedang banyak-banyaknya, boro-boro ya bikin sendiri di pagi hari. Ada juga harus buru-buru ke kantor, sampai di kantor juga gak sempat lagi mau meras-meras lemon segala. Kalau aku sih, lebih memilih untuk menyiapkan Natsbee Honey Lemon di meja kerja. 

Natsbee Honey Lemon, Minuman Madu Lemon, Bersihkan Hari Aktifmu 

Jadi gini loh ceritanya, sepulang dari pemeriksaan rumah sakit saya kan dianjurkan banyak minum air putih tuh sama dokter. Minum madu juga mba, kata mba-mba Apotiknya. Dasar saya tuh orangnya gak suka yang manis-manis, malah kepikiran untuk minum madu dan lemon aja. Eh, pas mampir ke mart malah ketemu ini dong! Nastbee Honey Lemon.

Manfaat Madu Lemon

Selain memang butuh minuman madu lemon, saya juga penasaran  dengan Natsbee Honey Lemon ini karena postingan-postingan di Instagram. Kedua, pas saya ke mart itu lagi ada promo. Hanya nambah 1000 rupiah dari harga botol pertama, sudah boleh bawa pulang dua botol. Lumayan banget buat anak kost. Lebih praktis kalau gak sempat meras lemon sendiri atau madu di rumah stoknya kosong.

Ketika saya coba, alhamdulillah rasanya pas dengan selera. Tidak terlalu manis, tapi juga gak kecut. Untuk yang gak doyan manis seperti saya dan orang yang gak kuat maagnya dengan yang kecut-kecut, Natsbee Honey Lemon ini pas buat kamu. Rasanya menyegarkan dan ringan di lidah. Paling penting, sudah bersertifikat HALAL.

Menariknya,  Natsbee Honey Lemon ini mengandung banyak manfaat loh,  untuk kita yang aktif. 

Madu Lemon


Nah itu dia, tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan ala saya based on pengalaman selama didera kesibukan selama bulan Agustus ini. Mudah-mudahan gak menimpa kamu ya gengs. Semoga tipsnya bermanfaat dan bisa kamu terapkan dalam aktivitas kamu sehari-hari. Semangat!!