Destination Anywhere : Transit

Setengah enam pagi waktu Indonesia Bagian Barat. Lamat kudengar suara pramugari memberitahukan informasi tentang dimana pesawat kami mendarat. Masih terlalu pagi. Kubiarkan orang-orang dari belakang dan depan berbaris di aisle. Tampaknya mereka tak sabar untuk turun dari pesawat. Setak sabar mereka menghidupkan handphone mereka roda pesawat baru menjejak di landasan. Entah tak tahu atau tak mau tahu. Mungkin juga orang-orang sekarang hidup dalam masa yang terburu-buru. Jangankan turun dari pesawat, menelpon pun tak bisa menunggu. Saat akhirnya saya berjalan ke dalam ruangan terminal, barulah langkahku memburu.Semoga masih sempat mengejar Subuh yang tertunda di udara. Mushala masih setelah ruang pengambilan bagasi. Seraya melangkah kuperhatikan Toko-toko yang berjajar di sebelah kiriku. Saya berharap ada toko yang menjual asesories gadget. Earphone Ipodku ketinggalan. Walhasil saya harus menempa kesabaran selama di pesawat tadi. Duduk bersebelahan dengan seorang anak ya...