Semarang (Akhirnya) Aku Datang

Sepucuk surat undangan tiba di mejaku siang itu di awal Januari tahun 2020 ini. Bukan, ini bukan surat undangan pernikahan dari mantan. Ini adalah surat undangan rapat kerja dari kantor pusat. Tidak seperti biasa, kali itu rapat kerja diadakan di Semarang. Yes, Semarang!! 



Jelas saja aku excited. Sekian lama aku traveling dan business trip seputar pulau Jawa, belum pernah sekalipun aku menginjakkan kaki ke Semarang. Pernah diniatkan untuk liburan sekalian ke Karimun Jawa, malah batal. Sekalinya dipasrahkan, tiba-tiba ada undangan rapat. Alhamdulillah yah. Artinya meski dalam rangka kerja, setidaknya ada sedikit kemungkinan untuk mengeksplor kota Semarang di sela waktu tersisa. 

Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah ini, sudah sejak lama mengusik keinginan tahuku. Berawal dari sejak SMP membaca buku karya NH.Dini seperti Sebuah Lorong di Kotaku, Padang Ilalang di Belakang Rumah, Langit dan Bumi Sahabat Kami dan Sekayu untuk tugas pelajaran Bahasa Indonesia. Tulisannya walaupun menggambarkan kota Semarang di jaman penjajahan Belanda dan Jepang, dalam pikiranku aku membayangkan seperti apa kota Semarang di jaman modern. Hawanya mungkin tidak seadem Sukabumi, bisa jadi selembab Makassar, tetap saja aku penasaran. Terlebih, aku tertarik mengetahui kota yang menjadi tempat kelahiran seseorang yang sempat singgah di hati. Iyah, sesederhana itu.  Sebuah kenangan akhirnya menggugah keingintahuanku hingga bertahun kemudian. 

Semarang (Akhirnya) Aku Datang !


Perjalan kutempuh dengan pesawat Wings Air dari bandara Tampa Padang Mamuju, transit ganti penerbangan di bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan akhirnya tiba di bandara Ahmad Yani, Semarang. Tidak ada penerbangan langsung dari Mamuju, selain karena airlinesnya terbatas hanya ada Wings dan Garuda Indonesia, ukuran pesawatnya juga kecil. Sementara penerbangan dari Makassar ke Semarang pun kebanyakan tidak ada penerbangan langsung. Rata-rata harus transit di Surabaya atau Jakarta. Satu-satunya penerbangan direct dari Makassar ke Semarang menggunakan Sriwijaya Air adanya di hari Minggu. Maka berangkatlah aku di hari Minggu meskipun rapat kerjanya hari Rabu. Terpaksa ambil cuti demi traveling yang ditandem dengan perjalanan dinas. 




Cuaca cerah ketika aku tiba di bandara Ahmad Yani setelah lebih kurang 2 jam perjalanan dari Makassar. Perasaan bersemangat sekaligus penasaran dengan bandara Ahmad Yani. Katanya bandara ini adalah bandara pertama di Indonesia dengan konsep floating airport dan Terminalnya pun dibangun dengan konsep eco airport dan go green. Tampaknya memang seperti itu karena aku melihat lebih banyak dinding kaca untuk penghematan listrik dan ruang terbuka hijau. Terminal kedatangannya juga tergolong luas dan bersih. Tempat pengambilan bagasi pun lebih lapang dengan display yang informatif sehingga penumpang pun bisa lebih nyaman menunggu bagasinya. Sungguh berbeda dengan bandara Sultan Hasanuddin yang meskipun katanya bandara internasional tapi kondisinya tidak menampakkan ke internasionalannya. 

Naik BRT Trans Semarang dari Bandara Ahmad Yani 


Anyway, mumpung masih sore dan bawaan aku hanya 1 koper kabin dan ransel laptop, aku memutuskan untuk mencoba BRT bandara menuju pusat kota. Moda transportasi seperti taksi bandara atau ojek online sebenarnya ada. Berhubung aku selalu penasaran dengan moda transportasi publik di setiap kota yang aku kunjungi, maka kuputuskan untuk naik BRT aja. Lokasi halte BRT terletak tak jauh dari pintu keluar kedatangan. Hanya menyebrang dan jalan sekitar dua menit maka tibalah aku di halte BRT. 




Jadwal antar satu bus dengan bus lain berkisar 30 menit. Maka beruntunglah aku karena aku tiba di saat sekitar sepuluh menit sebelum bus tiba. Sebelumnya aku membeli tiket di loket sambil memastikan halte tempat aku turun. Hotel tempat rapat kerja yaitu PO Hotel terletak di jalan Pemuda. Letaknya tidak begitu jauh dari Halte Pemuda Balaikota. Pun hanya tinggal menyebrang jalan ke Joglosemar travel shuttle bus jika hendak ke Jogja. Lebih asiknya lagi, aku hanya perlu membayar Rp.3500 alias tiga ribu lima ratus rupiah menuju pusat kota Semarang. Dibandingkan naik Taksi Bandara atau Taksi Ojol dengan tarif puluhan ribu tentu BRT lebih murah, yes? 

Moda transportasi ini tidak aku sarankan untuk kamu yang datang dengan grup apalagi jika teman-teman kamu bukan tipe traveler penikmat transportasi publik. Meski BRTnya cukup nyaman dan penumpangnya cukup tertib, kamu harus berganti bus di halte transit untuk pindah koridor. Menurutku itu sudah biasa dan sebenarnya tidak terlalu masalah. Toh gak perlu bayar lagi, cuma sekali itu aja bayarnya. Pembayaran bisa dilakukan tunai maupun non tunai dengan e-money. Mudah, tidak merepotkan. 

Semarang, Pelan Pelan Saja 

Dari balik jendela bus BRT yang membawaku ke halte Pemuda di sebelah Balai Kota Semarang, kuperhatikan jalan dan segala perilaku penggunanya yang bisa kutangkap dengan mata. Aku mengharapkan kemacetan atau kesemrawutan layaknya kota besar dan ibukota provinsi. Tampaknya estimasiku tidak terpenuhi dengan lancarnya trafik sore itu. Penumpang BRT silih berganti naik dan turun di setiap pemberhentian. Tak sedikitpun kulihat mereka berdesakan. Mungkin mereka lebih baik menunggu bus berikutnya ketimbang harus berhimpitan di dalam. Tak ada keterburuan dalam gerakan. Begitu juga kendaraan yang lalu lalang. 

Hari berikutnya ketika aku hendak ke Kampung Pelangi, sempat aku mengobrol dengan supir mobil ojol yang mengantarkanku. Apakah di Semarang ada kemacetan, penjabretan atau pencurian kendaraan bermotor. Si mas menjawab santai,"Seperti kebanyakan kota besar ya pasti adalah mba. Tapi macetnya itu tidak separah Jakarta. Paling di pintu tol atau ada demo, banjir. Kawasan Simpang Lima ini ya paling gitu-gitu aja mba. Ramai lancar." 

Aku perhatikan juga cara mengemudi orang-orang di Semarang itu gak kesusu meski tidak bisa dibilang santai juga. Jarang ada yang mengklakson atau menyalip ugal-ugalan. Jadi aku juga sungkan minta supirnya nyetir agak cepat. Ya sudah, nikmatin aja lah. Namanya juga di tempat orang lain, ikuti aja kebiasaan setempat. 

Semarang Itu Manis, Seperti Kamu Kulinernya 

Mengunjugi satu tempat tidak akan afdol jika tidak mencicipi masakan khasnya. Terus terang aku hanya tahu kuliner khas Semarang itu hanya Lumpia. Jadi berburulah aku Lumpia yang katanya ngehits di kota ini. Sebenarnya Lumpia pun ada di Makassar, mungkin karena asal Lumpia itu hasil asimilasi Indonesia dan China yang dibawa oleh pedagang-pedagang di jaman lampau. Bedanya Lumpia di Semarang dimakan bersama acar timun, daun bawang dan cabe rawit. Isian Lumpia nya juga sedikit berbeda. Jika diminta memilih, mungkin karena sudah terbiasa, aku lebih memilih Lumpia Makassar saja. 


Selain Lumpia, jajanan khas Semarang adalah Wingko Babat. Nah kalau ini, aku suka. Gurih kelapa, ketan dan manisnya gula ditambah dengan perasa lain seperti durian, cokelat dan keju. Cocok banget sebagai teman minum kopi. Sayang masa berlaku Wingko Babat hanya 3 sampai 4 hari. Gak bisa nyetok banyak-banyak. 

Makanan berat lainnya yang menarik rasa dan teringat sampai sekarang adalah Garang Asem. Aku gak tahu apa ini masakan khas Semarang atau Jawa Tengah secara umum. Bagi aku yang suka masakan asem asem gurih dan pedes, Garang Asem ini cocok sekali. Apa mungkin karena aku mencobanya tepat sedang lapar laparnya? Saking laparnya, difoto pun tak sempat? 

Tampaknya tidak, karena terkadang saat lapar banget pun jika ada makanan yang tidak sesuai selera bisa jadi akan kita makan juga tapi tidak akan terkenang. Garang Asem ini berbeda. Terkadang pengen banget makan masakan ini, sayang di Mamuju gak ada yang jualan. 

Sebenarnya ada beberapa makanan lain yang sudah kucoba dan menjadi khas Semarang. Beberapa terasa sangat manis buatku hingga tidak kumasukkan dalam daftar favorit. Sekedar sudah pernah mencoba rasa yang pernah ada  khas setempat. Paling tidak aku jadi tahu kenapa orang Semarang manis-manis, seperti kamu eh seperti rasa masakannya. 

Semarang, Kutinggalkan Secuil Hatiku Untuk Kembali 


Beruntunglah sebelum pandemi Covid 19 aku masih berkesempatan mengunjungi Semarang meski hanya untuk beberapa hari saja. Belum banyak tempat yang kukunjungi, belum banyak makanan yang kucicipi dan belum  banyak waktu yang bisa kuhabiskan dengan orang-orang di sana. Setidaknya aku sudah sempat menjejakkan kaki ke Semarang dan melengkapi cerita perjalananku ke ibu kota seluruh provinsi di pulau Jawa. 



Semoga setelah pandemi berakhir, ada kesempatan lagi untuk kembali. Mengulik kota ini lebih banyak, menikmati panas mataharinya yang garang namun tak terik, kerlap kerlip lampu di Simpang Lima dan keramahan  serta kelembutan khas Jawa Tengah. Kutinggalkan secuil hatiku, agar mudah aku untuk menemukan jalan kembali ke hatimu  tempat itu. Semarang, sampai bertemu lagi ya! 

6 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari Drama Korea The World of The Married

Akhirnya setelah 16 episode, tuntas juga drama Korea The World of The Married yang tayang di JTBC dan platform drama online. Drama Korea ini sebenarnya bukan genre drama yang aku suka, tapi berhubung kekurangan tontonan di masa pandemi Covid 19 ini, akhirnya aku tonton juga. Awalnya karena di dua episode pertama penayangannya, teman-teman pencinta drakor di twitter pada heboh membahas drama pelakor yang ngeselin dan bikin gemes ini. Bisa dibilang drama Korea The World of The Marriage ini plot kisahnya khas bu ibu Indonesia banget : Perselingkuhan dan Pelakor. Fixed, langsung jadi TTWW. 

6 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari Drama Korea The World of The Married 




Bagi teman-teman yang belum nonton dan hanya baca status-status yang berseliweran di sosial media tentang drama drama Korea The World of The Marriage, aku bocorin sedikit sinopsisnya, yah. Oiya, perlu diingat drama ini diberi rate 19+ sehingga tidak cocok ditonton oleh remaja. 

Sinopsis Drama Korea The World of The Married


Drama ini berkisah tentang pernikahan karakter utamanya Jin Sun Woo, seorang dokter dan wanita karier yang sukses dan tangguh. Kariernya melesat akibat kemampuannya serta dedikasinya dalam pekerjaannya sebagai dokter umum di sebuah rumah sakit di Gosan. Tidak hanya sebagai dokter, Jin Sun Woo juga merupakan wakil direktur di rumah sakit tersebut. 

Drama Korea The World of The Married
Dokter Jin Sun Woo

Sementara suaminya, Lee Tae Oh adalah pemilik rumah produksi film sekaligus penulis skenario film yang hingga mereka berumah tangga dan memiliki anak remaja tidak pernah sukses juga. Proposal filmnya selalu ditolak, perusahaannya selalu merugi dan dia sama sekali tidak tahu cara mengelola keuangan perusahaan. Mau tidak mau, Jin Sun Woo lah yang pada akhirnya selalu mensupport rumah produksi suaminya. Mulai dari membantu melobby investor sampai menyuntikkan dana.  


Lee Tae Oh The World of The Married
Lee Tae Oh 

Kehidupan pernikahan mereka tampak sangat mesra dan saling mendukung satu sama lain. Meski telah menikah lebih dari sepuluh tahun, pasangan Tae Oh dan Sun Woo tetap hot dan mesra. Tae Oh tampak sangat menyayangi istri dan anaknya serta setia. Sampai kemudian kecurigaan bermula tatkala Sun Woo menemukan lip balm cherry di saku jaket suaminya yang baru saja pulang dinas luar ke China. Awalnya Sun Woo masih percaya saat Tae Oh beralasan dia asal saja membeli lip balm di bandara karena tidak tahu berbahasa mandarin. Tae Oh pun sempat memberi syal berwarna biru kepada Sun Woo yang pada akhirnya membuat Sun Woo makin curiga karena menemukan selembar rambut panjang berwarna hazel di syal tersebut. Siapakah pemilik sehelai rambut itu sementara rambut Sun Woo sendiri pendek dan berwarna hitam. 

Insting seorang perempuan pun bermain. Sun Woo mulai menyelidiki dan mencurigai satu demi satu perempuan yang dekat dengan suaminya. Firasatnya mengatakan Lee Tae Oh berselingkuh tapi dia tak juga mau menanyakan langsung. Setelah investigasi yang mendalam tanpa disengaja dan tak diduga akhirnya Sun Woo mengetahui siapa pelakor dalam rumah tangganya bersama Lee Tae Oh. 

The World of The Married
Da Kyung, Pelakor Tahun Ini 

Perselingkuhan terkuak di perayaan ulang tahun Lee Tae Oh. Di depan matanya sendiri, Jin Sun Woo akhirnya mengetahui bahwa perempuan bernama Da Kyung ini adalah anak dari pasiennya sendiri. Anak orang kaya dan berpengaruh di kota Gosan. Masih muda, cantik, seksi, pokoknya mah pikiran kita sebagai penonton 'kenapa mau sih sama laki orang?'. 

Perselingkuhan di Depan Mata 

Kisah drama Korea The World of The Married ini makin memanas di episode-episode berikutnya. Pertarungan yang sengit antara Jin Sun Woo yang ingin menyelamatkan pernikahannya dan Da Kyung si pelakor yang tampaknya makin menggila serta suami Lee Tae Oh yang makin tidak tahu diri. Masalah makin diperumit ketika perselingkuhan diketahui oleh sang anak Lee Joon Young. 

Lee Joon Young, ABG yang Keseringan Melihat Kemesraan Orangtua Lalu Kemudian Kecewa Bokapnya Berselingkuh 

Perselingkuhan ini akhirnya melibatkan makin banyak orang karena ternyata selama ini semua orang yang dekat dengan Jin Sun Woo tahu Lee Tae Oh pacaran dengan Da Kyung. Like everybody in Gosan, kota sekecil upil itu tahu dan Jin Sun Woo aja yang dibohongi selama lebih dua tahun kagak ngeh juga kalau diselingkuhin. Gabungan antara terlalu sibuk kerja dan terlalu percaya sama suami kayaknya nih! Gak cukup masalah gonjang ganjing rumah tangganya, pekerjaannya pun sempat oleng karena kasus ini terbawa-bawa sampai ke kantor. Tetangga juga ikut-ikutan rese pula. Sudahlah, ini seperti Jin Sun Woo melawan dunia, orang-orang yang dipercayainya malah adalah orang yang mengkhianatinya. 

Drama The World of The Married ini makin seru karena usaha Jin Sun Woo bermain cantik dalam menjebak Da Kyung dan keluarganya sekaligus memberi pelajaran pada Lee Tae Oh dan para bu ibu arisan sosialita Gosan yang kerap ngerumpiin dia di setiap pertemuan. Meskipun pada akhirnya dia memilih bercerai, perjalanan kisah hidup bu dokter yang kadang pinter kadang panikan hingga berbuat bodoh ini belum selesai begitu saja. Jin Sun Woo dan Lee Tae Oh masih tetap berseteru bahkan ketika akhirnya Lee Tae Oh menikah dengan Da Kyung karena doi hamil duluan. 

Oiya, selain cerita pernikahan Jin Sun Woo dan Lee Tae Oh, The World of The Married juga mengisahkan perkawinan pasangan Go Ye Rim dan Son Je Hyuk, tetangga kompleks yang sudah bertahun-tahun menikah tapi sang suami masih rajin 'jajan' dan gak mau punya anak. Pasangan pacaran Park In Gyu yang sering melakukan kekerasan fisik pada Min Hyun Seo tapi susah putus (karena kalau minta putus pasti digebukin) dan gosip-gosip khas bu ibu sosialita yang gak kalah seru. 

 Son Je Hyuk dan Go Ye Rim


6 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari Drama Korea The World of The Married

Nonton Drama Korea The World of The Married ini seperti melihat potret realistis kehidupan pernikahan. Memang, namanya juga drama, pasti adalah yang dilebih-lebihkan. Tapi.. sedikit banyak ada 6 hal yang bisa diambil pelajaran dari drama ini,khususnya kamu yang masih single : 

1. Pilihlah Pasangan yang Setara 


Sejak awal sebenarnya Jin Sun Woo sudah tahu Lee Tae Oh ini pekerjaan dan karirnya kagak jelas. Mau jadi produser film tapi kok ya gak punya modal dan gak percaya diri. Jin Sun Woo sudah jadi residen, dia belum jadi apa-apa. Hanya bermodalkan rasa tanggung jawab karena sudah bablas hamil duluan akhirnya mereka menikah. Ketika menikah tidak ada perubahaan dalam karir Lee Tae Oh. Tidak tahu mengelola keuangan perusahaan, tidak percaya diri, tidak tahu melobby orang, tahunya marahin istri tapi ternyata malah istrinya yang bantuin dia ngelobby calon investor. Aigoo.. 

Akibatnya, sebagai suami Lee Tae Oh selalu merasa berada dibawah bayang-bayang istrinya. Dengan alasan tersebut dia akhirnya mencari penghormatan dan rasa dibutuhkan pada perempuan yang lebih muda dan cantik seperti Da Kyung. Menurut Lee Tae Oh, dia merasa terintimidasi oleh Jin Sun Woo sementara dengan Da Kyung dia merasa nyaman dan merasa hidup kembali. 

The World Of The Married
Paling Tidak Seperti Ini lah. Sama Sama Dokter Sukses


Tidak sedikit kasus perselingkuhan bermula dari rasa ketidakpercaya diri sang suami akibat pasangan mereka lebih kuat dan stabil secara ekonomi dibanding mereka. Makanya menurut aku penting bagi perempuan-perempuan untuk memilih pasangan yang setara. Kalau pekerjaannya sudah gak jelas dan tampaknya bakal kamu yang modalin dia, sudah tinggalin aja. Gak ada cerita gak apa-apa hidup susah-susah bersama di awal. Jangan! Kamu sudah hidup nyaman, ngapain cari susah? 

2. Jauhi Laki-Laki Sakit Jiwa atas Nama Cinta dan Laki-Laki Parasit 

Park In Gyu adalah contohnya. Tahunya cuma bisa menyakiti Min Hyun Seo. Sudah Min Hyun Seo yang banting tulang kerja, dia tahunya mabok doang dan minta uang mulu. Parasit banget kan? Setiap kali Min Hyun Seo berniat putus atau melarikan diri, pasti dapat jatah pukulan dari Park in Gyu. Sakit jiwa sih ini sebenarnya. 



Selain model cowok parasit kayak Park In Gyu, Lee Tae Oh sebenarnya adalah laki-laki parasit juga. Sudah selingkuh, dating dan belanjain cewek selingkuhannya pakai kartu kredit yang dibayar sang istri. Dana tabungan untuk anak diambil, aset istri dijadikan jaminan, eh.. begitu menikah lagi, mertua lagi yang membuatkan perusahaan dan menempatkan dia sebagai direktur. Gak mandiri secara finansial, dimodalin dan difasilitasi mertua. 

Aigoo.. dua cowok macam ini yang harus dihindari ya, ladies. Secinta apapun kalian dan seganteng apapun orangnya, sudah tinggalin aja!! 

3. Pikir Lagi Pacaran dengan Suami Orang 

Sebagai perempuan, sedikit banyak melihat laki-laki yang rapih, wangi, enak dilihat dan kelihatannya mapan itu sungguh sangat menarik. Mereka tampak lebih dewasa, lebih mengayomi, lebih sabar dan kelihatan lebih sukses dibandingkan laki-laki sebaya yang baru saja meniti karir. Nah disini para cewe-cewe single kadang lupa, bahwa dibalik kerapihan baju yang mereka pakai, wangi yang menggoda, wajah mulus, tatanan rambut dan gaya yang menarik hati, ada perempuan yang bertitel ISTRI yang ngaturin itu semua buat mereka. Apa kalian pikir laki-laki bisa mengurus diri mereka sendiri ? 



Enggak... sekeren-kerennya laki-laki yang bisa mendandani diri mereka sendiri di saat single, lebih keren laki-laki beristri. Kenapa? Ya karena mereka terima beres aja. Makan siapin, badan gak kurus dan tampang gak kuyu. Baju disetriakain, parfum dipilihin, dasi dipasangin, aaih.. liat deh bapak dan ibu kamu. Tanya aja sama ibu kamu, dulu waktu sebelum mereka menikah memang bapak kamu sekeren setelah menikah? Trus kenapa mereka kelihatan lebih dewasa, lebih mengayomi, lebih sabar, lebih tahu maunya kamu sebagai perempuan? Ya karena sudah belajar menghadapi istrinya..... !  

Nah kalau sudah tahu, ada perempuan yang sudah lebih dulu jadi istrinya di balik gemerlap yang memukaumu itu.. coba balikin ke diri sendiri. Gimana perasaan kamu kalau ada perempuan lain yang menggoda bapak kamu dan akhirnya bapak kamu meninggalkan mama kamu, Suka? Gimana kalau pasangan kamu yang sudah kamu 'rawat' dan cintai sepenuh hati tergoda perempuan lain, kamu rela? 

Pada akhirnya meski Da Kyung sebagai pelakor akhirnya menikah dengan Lee Tae Oh, dia tak pernah merasa bahagia dengan perkawinannya. Kamu mau juga seperti itu? 

4. Menikah dengan Duda Cerai Punya Tantangannya Tersendiri

Sorry to say ladies.. ini bukan cuma di drama dalam kehidupan nyatapun menikah dengan duda yang bercerai apalagi yang sudah memiliki anak memang agak beresiko. Ada kemungkinan sang laki-laki belum bisa move on dari mantan istrinya. Lebih sulit lagi jika mereka punya anak. 

Ada beberapa 'kasus' di sekitar aku dimana mereka menikah dengan duda cerai beranak satu atau dua. Menurut mereka, kesulitannya adalah mau gak mau si suami dan mantan istrinya masing sering bertemu karena alasan anak. Jikapun tidak, entah bagaimana dalam perjalanan pernikahan mereka mantan istri jadi bayang-bayang istri baru. Gak dibandingin sih, cuma jadi semacam level game yang harus dilewatin dan itu kadang-kadang bikin capek juga. 

Jadi jika pun ingin menikah dengan laki-laki yang sudah cerai dan memiliki anak, make sure aja, mantan istri sudah menikah atau belum? Jangan-jangan dia pengen nikah lagi karena si mantan sudah nikah duluan. Pastikan kamu menikah dengan orang yang sudah move on dari masa lalunya. Jangan kayak Lee Tae Oh, sudah nikah masih nyariin Jin Sun Woo dengan alasan balas dendam .

5. Move On dari Hubungan yang Gak Sehat

Ketika pasangan terus-menerus menjatuhkanmu, mengancam dirimu bahkan teman-temanmu, sering selingkuh, atau melakukan kekerasan, disitulah kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Lebih tidak sehat lagi ketika mereka melakukan itu padamu dan kamu memaafkannya hanya karena faktor kasihan atas nama cinta. 

Bedakan cinta dengan kasihan ya, gengs. Kamu merasa dibutuhkan olehnya dan kamu merasa tanpa kamu dia gak bakal hancur, oleh karenanya kamu bertahan ? Itu bukan cinta.. itu kasihan. Cinta itu tidak membuat diri kamu rela untuk disakiti. Sayangnya yang kamu perlu kasihani itu bukan dia, tapi diri kamu sendiri. Rela gak putus hanya karena terenyuh melihat dia nangis-nangis gak bisa gak ada kamu, yakin tega sama diri sendiri? 

Jadilah tegas seperti Min Hyun Seo yang akhirnya memilih untuk tegas putus dengan Park in Gyu. Karena pada akhirnya dia sadar rasa cintanya pada dirinya sendiri harus lebih besar dibandingkan rasa kasihan berbalut cintanya pada pacarnya yang abusive itu. Begitu juga dengan Jin Sun Woo yang meskipun Lee Tae Oh minta balikan, dia sudah merasa cukup disakiti oleh perselingkuhan dan tingkah laku mantan suaminya itu. 



6. Jangan Menyalahkan Orang Lain atas Kegagalan Diri Sendiri 

Lee Tae Oh menyalahkan Jin Sun Woo saat perselingkuhannya ketahuan oleh calon investornya yang gak lain adalah ayah Da Kyung. Dia juga menyalahkan Sun Woo karena Joon Young tidak berpihak padanya. Lee Tae Oh semakin meruntuki Sun Woo saat dia akhirnya kehilangan jabatan dan fasilitas yang diberikan mertuanya dan diceraikan Da Kyung. Menurut Lee Tae Oh, kegagalan karir dan rumah tangganya yang baru akibat Sun Woo. Padahal siapa sih yang awalnya mulai selingkuh, meninggalkan istri dan anak demi kekasih baru? Kegagalan diri sendiri bukan karena orang lain, itu berawal dari diri kita sendiri wahai Lee Tae Oh... Anak lu aja tau! 

The World Of The Married
Jin Young Sudah Mulai Dewasa



Namanya juga drama Korea, sekusut-kusutnya ceritanya tetap lebih kusut kehidupan nyata. Drama The World Of The Married ini memang tidak berdasarkan kisah nyata, namun tidak bisa dipungkiri juga kisahnya sedikit banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi setidaknya dari kisah drama Korea pun ada yang bisa diambil pelajaran, bahwa apapun yang terjadi jangan gak tahu malu kayak Lee Tae Oh. Sudah jadi benalu, dibiayain melulu, selingkuh, abusive, pas gak punya duit minta balikan. Idih! 

Lee Tae Oh yang Tak Tahu Diri 

Menurut pendapat kamu gimana? 

Air Cooler Apa yang Harganya DIBAWAH Sejuta ?


Menetap di tempat yang hawanya bikin gerah rasanya pengen ngadem aja. Pengen pasang AC, tapi kok ya mahal. Belum bayar listrik per bulan bakal nambah dan pasangnya juga agak ribet. Pake kipas angin, dingin enggak masuk angin iya. Akhirnya setelah lama berpikir, aku memutuskan untuk beli air cooler aja. 

Apa sih Air Cooler itu?

Air Cooler adalah penyejuk ruangan yang dapat untuk melembabkan udara melalui proses penguapan. Bedanya dengan AC yang menggunakan freon untuk mendinginkan, Air Cooler menggunakan air untuk menyejukkan udara. Kesejukan yang dihasilkan oleh Air Cooler ini lebih baik dari kipas angin. Jadi bisa dikatakan Air Cooler ini berada di tengah-tengah Air Conditioning dan Kipas Angin. 

Kebetulan, pas aku lagi jalan-jalan ke Ace Hardware, ternyata ada air cooler yang lagi diskon 50%. Ini dia :


Detail Produk dan Spesifikasi : 

  • Aliran udara : 500 CMH
  • Daya : 85 Watt
  • Kapasitas kontainer : 10 liter
  • Pengaturan kecepatan kipas
  • Bantalan Honeycomb
  • Warranty Part 12 Bulan
  • Warranty Services 12 Bulan
  • Remote 
  • Area Penggunaan : 10 - 15 M2
  • Mode Natural dan Sleep
  • Pengatur Waktu 7,5 jam 
  • Kompartemen es batu di bagian atas unit
  • Harga : Rp. 849.000,- 

Review Product 

Dilihat dari segi penampakan product, Air Cooler ini tampak seperti AC standing dengan ukuran yang lebih bantet. Hal ini cukup menarik buat saya, karena terlihat lebih elegan untuk diletakkan di sisi ruangan. Warnanya yang putih memudahkan kita untuk memadu padankannya dengan warna furniture dan warna tembok di ruangan tempat Air Cooler ini diletakkan. 


Air Cooler yang hanya dijual di Ace Hardware ini memiliki lubang angin yang besar dengan tiga level kecepatan yaitu High, Medium and Low speed. Selain itu Air Cooler Apa ini juga memiliki mode Sleep dan Natural. Semakin tinggi level kecepatannya, angin akan semakin kencang namun suara kipasnya pun semakin keras. Sehingga, saya biasanya lebih memilih level kecepatan low saja. Apalagi Air Cooler ini hanya saya tempatkan di ruangan berukuran 4 x 5 saja. Segitu juga sudah cukup dingin menurut saya. 

Cukup mengisi tanki air tidak lebih dari 10 liter dan menekan tombol cool, ruangan sudah cukup terasa dingin. Jika ingin lebih dingin lagi, boleh tambahkan ice cube atau blue ice pada kompartemen es batu di bagian atas unit. Memang sih, dinginnya agak beda dengan dingin AC tapi boleh dikatakan bahwa masih lebih baik daripada menggunakan kipas angin biasa atau kipas angin uap. 

Untuk arah anginnya bisa diatur menggunakan tombol swing. Sayangnya arah angin hanya bisa kiri dan kanan dan tidak bisa atas dan bawah. Hal menarik lainnya adalah Air Cooler ini dilengkapi dengan remote dengan jarak jangkauan 5 meter. Sehingga lebih memudahkan jika sudah mager. 



Berbeda dengan Air Cooler lainnya, kompartemen es batu terletak di atas. Sayangnya Air Cooler Apa ini tidak menyediakan ice cube. Kalau kata Ace Hardwarenya sih bisa diisi pakai es batu biasa. Iya sih, krn air dari es batu yang meleleh itu nantinya akan masuk jga ke penampungan airnya. 



Di sebelah kiri ada tangki air di mana untuk pengisiannya gak boleh lebih dari 10 liter dan diisi dalam keadaan off.  Di sebelah kanan gak ada apa-apa sih kecuali pegangan untuk mengangkat Air Cooler.



Di bagian belakangnya terdapat lubang keluar air, misahlnya pengen ganti air atau air coolernya pengen dibersihkan, bisa mengeluarkan airnya dengan menarik tutupnya. Terdapat pula filter debu dan bantalan dalam Honey Comb. Jika ingin dibersihkan, buka aja sekrupnya.



Air cooler Apa ini dilengkapi dengan 4 buah roda jadi lebih mudah untuk digeser ke berbagai tempat. Tips dari aku, karena hembusan anginnya kuat,, rajin-rajin bersihin kamar supaya debuan. Ok, itu aja review dari aku, mudah2an membantu. Video reviewnya bisa kamu simak di sini :


Tips Mencari Dokter Terdekat dan Terbaik Agar Tidak Salah



Ketika merasa sedang tidak enak badan bisa untuk cukup istirahat dan minum obat apabila mempunyai sakit yang tidak terlalu parah. Akan tetapi apabila merasakan sakit yang tidak kunjung sembuh maka bisa segera melakukan pengobatan dan konsultasi ke dokter terdekat yang ada di sekitar Kamu. 

Tips Mencari Dokter Terdekat dan Terbaik Agar Tidak Salah


Ada banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan dokter yang ada di wilayah terdekat sehingga dapat mengobati dan melakukan diagnosa pada gejala penyakit yang Kamu alami. Adapun beberapa tips untuk mencari dokter yang terbaik di wilayah Kamu adalah sebagai berikut ini:

  1. Menggunakan aplikasi

Langkah pertama yang bisa digunakan untuk menemukan pencairan dokter sekarang ini adalah dengan menggunakan aplikasi. Hal ini akan memudahkan Kamu untuk mendapatkan dokter pada jam-jam tertentu karena aplikasi menawarkan dokter yang bisa untuk melakukan perawatan 24 jam. Sehingga dengan menggunakan aplikasi akan sangat menguntungkan karena bisa mendapatkan dokter yang sesuai dengan kebutuhan dan juga bisa melakukan perawatan gejala penyakit yang Kamu alami dengan segera. Ada banyak aplikasi juga yang bisa Kamu pilih untuk mendapatkan dokter terbaik sehingga ketika memilih aplikasi juga bisa untuk memilih aplikasi terbaik yang menawarkan fitur terbaik dan juga aman untuk digunakan. 




  1. Menggunakan mesin pencarian

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mencari dokter terbaik di dekat wilayah Kamu adalah dengan menggunakan mesin pencarian. Kamu hanya cukup untuk menggunakan mesin pencarian seperti Google untuk dapat menemukan dokter yang ada di wilayahmu. Ketika Kamu mengetikkan dokter di wilayahmu maka akan ada banyak dokter yang ada sehingga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhanmu. Sehingga dengan menggunakan mesin pencarian ini akan sangat membantu untuk dapat melakukan pemeriksaan yang Kamu butuhkan. 



  1. Meminta rekomendasi

Selain menggunakan aplikasi dan juga mesin pencarian di internet, Kamu juga bisa menemukan dokter terbaik di dekat wilayah Kamu dengan meminta saran atau rekomendasi dari orang lain. Tidak semua dokter akan melayani secara online sehingga harus menggunakan layanan yang secara konvensional yaitu datang ke tempat prakteknya. Oleh karena itulah Andai juga bisa menemukan dokter di wilayah terdekat secara online dari rekomendasi orang lain. Sehingga dari rekomendasi tersebut Kamu bisa menemukan dokter yang tepat dan menawarkan banyak kelebihan untuk dapat dipilih sebagai dokter terbaik untuk melakukan pemeriksaan di dekat wilayah Kamu.

  1. Memperhatikan kemampuan yang dimiliki

Hal selanjutnya yang dapat dilakukan untuk memilih dokter terbaik adalah dengan memperhatikan yang dimiliki. Dimana misalnya bagi Kamu yang akan mencari dokter terbaik maka bisa untuk memilih dari rumah sakit yang sudah terpercaya dan rumah sakit besar. Sehingga hal tersebut akan lebih membuat tenang dan juga lebih aman. Selain itu juga bisa untuk melihat dari pengalaman sebelumnya yang pernah dirasakan ketika melakukan pemeriksaan ke dokter tersebut, dari review pasien lainnya, dan juga dari spesialis yang dimiliki oleh dokter tersebut.


  1. Memperhatikan budget

Hal terakhir yang bisa digunakan ketika akan memilih dokter terdekat yang terbaik adalah dengan memperhatikan budget yang akan dikeluarkan. Ketika Anda memilih dokter memang penting untuk memperhatikan budget. Terutama sekarang ini sudah banyak layanan yang menerima asuransi kesehatan, sehingga Kamu bisa memilih layanan kesehatan yang menerima asuransi yang dimiliki agar biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan juga lebih murah. Hal ini patut untuk diperhatikan sehingga akan mengeluarkan budget yang lebih hemat.


7 Kegiatan yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah Aja

Hampir tiga minggu lebih #dirumahaja , sudah bosan? 

Alhamdulillah, sampai hari ini aku masih menikmati. Gak nyangka juga sih, secara selama ini aku orangnya gak betah gak ke mana-mana. Maunya jalan ke mana, sukanya nongkrong di cafe apa, pengennya ketemuan dan ngobrol dengan teman sejalan. Nyatanya, aku masih bisa bertahan meskipun terdampar di Mamuju, jauh dari rumah dan gak boleh balik ke Makassar Diam-diam, aku menikmatinya. 

Meskipun secara birokrasi aku ditugaskan work at home,sayangnya, aku gak boleh balik ke Makassar yang merupakan rumahku sesungguhnya. Alasannya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Kita kan gak tahu kita bertemu siapa di perjalanan, bisa jadi kita tertular atau malah secara tidak sengaja kita yang menulari keluarga kita di rumah. Alasan tambahan, katanya jika sewaktu-waktu diperlukan di kantor, aku harus masuk. Jadi mau gak mau memang harus stay di lokasi pekerjaan. 

Awalnya aku berpikir, 'bagaimana aku akan menjalani hari-hari di Mamuju sendirian tanpa nongkrong di mana'. Jangan-jangan aku bakal mati gaya dan mulai berpikir apakah sebaiknya jalan kayang aja ke warung sebelah. Alhamdulillah, tidak segitunya juga. Hari pertama memang masih agak bingung, ini beneran jam segini masih di kos an? Lama-lama...lah kok enak juga ya. Selama lebih hampir tiga minggu ini, aku menemukan hal-hal yang bisa aku lakukan meskipun sendirian di rumah aja. Ini dia : 

1. Mengerjakan Pekerjaan Kantor dalam Suasana Baru 

Biar bagaimanapun karena penugasannya adalah 'bekerja dari rumah' maka saya memang melakukan pekerjaan aku di rumah. Apalah guna ada internet, laptop dan printer. Banyak aplikasi yang bisa memudahkan kita untuk tetap berkomunikasi dan berkoordinasi. Whatsaap, Zoom atau seapes-apesnya, telpon, untuk rekan kerja yang nyaman dengan kegatekannya. Meskipun di hari-hari pertama masih ada yang belum terbiasa, masih perlu melihat fisik berada di kantor, masih ada pula tamu dari ibukota yang datang meskipun sudah ada larangan, anggap aja mereka sedang beradaptasi. Mungkin mereka belum terbiasa, pekerjaan bisa terselesaikan tanpa harus di meja kantor dan terlihat pura-pura sibuk. 



Aku juga bisa lebih menikmati bekerja dengan baju sehari-hari, bisa menyanyi sesuka hati, bikin kopi, ngemil sambil buat rekapan. Rehat sebentar menikmati sinar matahari jam 10 pagi, beberes kamar kos dan masak. Anehnya, aku menikmati tidak ada orang sekantor yang biasa dari Senin-Jumat seruangan. Gak salahkan aku merasa bahagia tidak bertemu atasan? 

2. Membuat Konten 

Oh ya, tentu saja! Bagi aku, kamu dan semua hamba konten seperti blogger, vlogger, podcaster dan influencer yang menyambi jadi buruh korporat, waktu-waktu ini merupakan kesempatan untuk membuat konten sebanyak yang kita bisa. Pekerjaan tidak terlalu padat dan waktu yang sayang untuk dibuang sia-sia.

Photo by Lisa Fotios from Pexels


Buat postingan di blog (meski kadang hanya singgah menjadi draft), merekam dan mengedit video, membuat naskah dan merekam suara untuk podcast, nge twit dan memotret untuk Instagram. Apapun, asalkan jangan memposting yang kurang berfaedah. Mungkin tidak diupload sekarang, mungkin harus masuk dulu diantrian. Gak masalah, asal jangan sudah siap upload eh gak sengaja kedelete aja. 

3. Belajar 

Gak cuma anak sekolah ataupun mahasiswa yang sedang kuliah, kita pun perlu belajar. Upgrade skill atau pengetahuan apa aja sesuai minat kita. Berhubung aku suka mengedit video, minggu ini aku belajar mengedit video menggunakan software Davinci Resolve 16. Softwarenya gratis, bisa diunduh di situs resminya.

Pic from https://www.blackmagicdesign.com/products/davinciresolve/

Tidak terlalu sulit menggunakannya, hanya karena aku terbiasa dengan Adobe Premiere maka aku harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mempelajari fitur color grade dan mengedit suara. Selebihnya tidak terlalu sulit dan waktu render video kualitas 1080p untuk You Tube tidak lama. Tampaknya aku akan pindah ke Davinci Resolve 16, nih! 

4. Bersosialisasi via Media Sosial

Mungkin karena punya banyak waktu luang, hampir semua media sosial khususnya grup yang ada di whatsapp ramenya gak kepalang. Saat hari-hari pertama, bahasannya lebih kurang sama : CORONA. Yah pasti ada selingannya juga tergantung grupnya apa. Satu hal yang pasti, chat di WAG mempererat silaturahmi. Physical distancing bukan berarti Social distancing kan?

Photo by Tracy Le Blanc from Pexels


5. Membaca Buku 

Salah satu hobi yang belakangan terlupa adalah membaca buku. Kegiatan ini gak bakalan bisa aku lakukan di kantor karena pasti dianggap tidak punya kesibukan. Sementara ketika pulang ke kos, sudah cape, pengen rebahan dan akhirnya nonton You Tube hingga ngantuk. Akibat yang aku rasakan, aku jadi susah nulis. Kosakataku seakan menipis. Akhirnya lagi-lagi tulisan lebih banyak mengendap di draft daripada dipublish.

Photo by Ena Marinkovic from Pexels


Tidak hanya pada tulisan, kekurangan asupan membaca buku terasa saat dalam percakapan. Terkadang malah bingung sendiri dalam menerangkan sesuatu kepada orang lain. Nah, ini lah saat yang tepat untuk lebih banyak baca. Mudah-mudahan jadi lebih tergugah juga untuk menulis kembali. 

6. Olahraga Ringan 

Biasanya ngegym, lari atau sesepedaan di luar? Kali ini bisa diganti dengan yoga atau senam di rumah. Banyak kok tutorialnya di You Tube. Misalnya pun sudah bosan banget di kos an, aku memilih jalan santai di sekitar kompleks saat pagi hari atau sore. Selain udaranya masih segar, kita juga bisa lihat suasana tanpa harus berinteraksi dengan banyak orang. Lumayan kan tubuh tetap bergerak dan bukannya rebahan melulu. Paling tidak kalori yang kita keluarkan sebanding dengan asupan cemilan yang kita masukkan selama #dirumahaja. 


7. Beribadah 

Jangan salah, meski kegiatan beribadah berjamaah dibatasi, bukan berarti ibadahnya jadi kendor. Malah dipikir-pikir, harusnya karena gak ada kesempatan untuk kelayapan, urusan dunia berkurang, kita jadi punya banyak waktu untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Mungkin ada yang menamatkan sekian episode drama Korea atau nonton sekian film netflix sementara kamu lebih memilih menamatkan Al-quran atau kitab sucimu. Waktu yang diberikan sama, namun kira-kira yang mana yang lebih bernilai di mata Tuhan? Silahkan jawab sendiri. 


Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita lakukan selama masa karantina #dirumahaja ini. Namanya juga manusia, ada kalanya kita merasa bosan namun setidaknya kita mencoba untuk tetap menjaga physical distancing. Semakin patuh kita untuk hidup lebih bersih, menjaga jarak aman, menjaga kesehatan tubuh, tetap semangat dan menjaga pikiran dan hati tetap bahagia, insya Allah semua ini akan bisa kita lalui bersama. Ini memang berat, maka dari itu yuk tetap semangat! 

Kamu sendiri ngapain #dirumahaja ? Yuk, share di kolom komentar. 

Pengalaman Mengenyangkan Ditraktir Makan Enak di Jakarta


Tiap kali dinas kantor atau nonton konser ke Jakarta, satu hal yang selalu kepikiran “mau makan di mana lagi nih?”. Iya kan, meskipun di hotel atau di rapat sudah disediakan makan, tetap aja pengen menambah #PengalamanMengenyangkan dengan makanan ngehits, enak dan kalau bisa sih yang belum banyak orang tahu atau hidden gem gitu. 


#PengalamanMengenyangkan Ditraktir Makan Enak di Jakarta 

Apalagi kalau sudah janjian meet up dengan geng kuliah yang sudah lama menetap di Jakarta. Biasanya paling susah menentukan tempat. Maunya sih yang dekat ke semua lokasi masing-masing. Makanannya enak, tempatnya asik dan lebih bagus lagi dapat treats alias penawaran harga khusus. Maunya sih sekalian ditraktir,. Kalian kayak gitu juga gak sih? 



Kalau sudah seperti ini buntut-buntutnya pasti chatnya panjang banget karena masing-masing punya preferensi. Ada yang suka makanan sehat karena lagi diet, ada yang suka kuliner Jepang Chinese atau Korea, ada yang maunya ngopi-ngopi aja, ada yang pengen hang out di Bar. Rencana ngumpul buntutnya malah bingung mau nongkrong di mana? 

Seperti juga kali ini, begitu tahu akan ada tugas kerja ke kantor pusat di Jakarta, aku mulai bergerilya tiket pesawat dan hotel. Kantor aku sih biasanya pesan di travel agent langganan, tapi aku lebih suka booking tiket pesawat dan hotel sendiri pakai aplikasi Traveloka. Selain aku jadi lebih gampang ngatur jadwal dan milih maskapai (uhuk!), setiap pembelian dapat poin Traveloka. Jadi kantor yang bayar biaya tiket dan hotelnya, aku yang dapat poinnya, asik toh? Hihihihi.. 

Mencari Hidden Gem di Treats by Traveloka Eats

Anyway, pas lagi nyari-nyari tiket, aku baru tahu fitur Traveloka Eats ada yang baru. Fitur ini memang kerap membantu aku disaat traveling dan bingung mau makan apa di tempat baru. Ternyata sekarang, selain Special Offers, ada ikon baru “Treats”. Dudududu.. apa lagi nih ya, secara Treats dalam Bahasa Indonesia artinya adalah “Traktiran’. Ini membuat jiwa gratisan aku kan jadi bergejolak. 




Jadi Treats by Traveloka Eats ini adalah kesempatan buat pengguna aplikasi Traveloka untuk mendapatkan penawaran khusus dari berbagai macam merchant dengan cara pembayaran yang beragam pula. Pilihan makanan dan tempat nongkrong beragam banget. Koleksi spesialnya mulai dari makanan sehat untuk yang sangat menjaga pola makan, kuliner Jepang Chinese atau Korea, pilihan tempat nongkrong untuk ngopi ngeteh bahkan ngewine pun ada. Lengkap! 

Saking lengkapnya ada beberapa yang belum pernah aku tahu sebelumnya sebagai anak daerah yang bukan anak nongkrong Jakarta loh yaa…  Ada juga sih yang sudah sering ditongkrongi, tapi bedanya dengan Traveloka treats aku bisa dapat penawaran beli dua gratis dua atau dengan harga special. Top banget deh! 

Makanan Sehat Jajan Hemat ala Traveloka Eats  

Seperti kali ini, karena aku dan teman-teman pengen nongkrong sambil menyantap makanan sehat. Maklum, sudah sering lihat senior-senior di kantor kena kolesterol, darah tinggi, diabetes, obesitas dan apalah apalah lainnya. Ngeri juga kan? Makanya aku memilih koleksi Eat Healthy.

Sesuai kesepakatan aku memilih lokasi di Mall of Indonesia di mana lokasinya gak begitu jauh dari tempat aku rapat dan kantor teman-teman aku. Pas banget di MoI ada merchant yang menjadi Partner Treats by Traveloka Eats yaitu 6Pack. Dari namanya aja sudah kebayang kan, makanan yang disediakan itu makanan sehat yang kali aja bisa buat perut kita yang menggelembung ini jadi six packs. Kita?? Apa aku aja ya? Hahahaha.

Menu Sehat di 6Pack ( Pic by Traveloka Eats)

Fit Pack 6Pack (Pic by Traveloka Eats)

Sweet Pack 6Pack (Pic by Taveloka Eats) 

Vegan Pack 6Pack ( Pic by Traveloka Eats)

Tempat Nyaman Untuk Nongkrong ( Pict by Traveloka Eats) 

Outlet 6 Packs di Mall Of Indonesia ( Pic by Traveloka Eats)

Gimana enggak, bayangin kalau kamu sedang traveling dan pengen makan yang enak tapi gak mahal, dapat penawaran kayak gini kan lumayan banget. Dine in di tempat mewah tapi bayarnya gak seberapa atau nongkrong di tempat yang makanannya enak namun harganya tetap gak ngabisin budget traveling atau uang saku perjalanan dinas kamu. Bonus lainnya bisa dapat tambahan 2x Poin Traveloka. Alhamdulillah banget sih, nikmat mana lagi yang kamu dustakan coba?

Sementara ini memang hanya ada di Jakarta, tapi jangan khawatir, gak berapa lama lagi bakal ada di kota-kota lain di Indonesia.

Bagaimana Cara Ditraktir Traveloka Eats Makan Enak di Jakarta ?

  1. Buka aplikasi Traveloka, kalau belum install, yuk diinstall! 
  2. Pilih Eats
  3. Jelajahi
  4. Simpan
  5. Dapatkan Penawaran
  6. Bayar dengan ‘Traktiran’  


Simpel banget kan? Don’t worry, be App-y !

Yuk, Berburu Treats di Sekitar Kamu !

Sebenarnya ada banyak kuliner asik di sekitar kita, hanya saja kita kadang gak ngeh. BIsa jadi karena tempat itu baru buka, atau mungkin kita yang gak beredar di kawasan tersebut. Makanya, treats dari Traveloka ini bisa banget menyingkap hidden gem kuliner asik yang belum pernah dicoba. Siapa tahu malah ketaghan, ye kaaan? Yuk, berburu treats di sekitar kamu dan ditraktir Traveloka Eats makan enak dengan Treats! Traktir aku boleh juga loh…