World Blood Donor Day With Song Il Kook and Daehan Minguk Manse

Tau gak kalau tanggal 14 Juni ditetapkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia a.k.a World Blood Donor Day? Walaupun sudah ditetapkan sejak tahun 2004 oleh WHO, saya baru ngeh kemarin. Itu juga gara-gara tweetnya Song Il Kook, bapaknya Daehan Minguk Manse. Sebagai duta donor darah Korea, Song Il Kook melakukan donor darah lalu share di twitter sebagai penyemangat bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.  

Song Il Kook Triplets
 Song Il Kook Donor Darah Ditemani Triplets 

Makan Siang di Gastros Coffee and Eatery Makassar


"Maksi dimana?"
(Maksi =  makan siang)

Ini adalah pertanyaan paling sering terlontar menjelang jam makan siang di kantor. Bisa jadi karena bosan dengan makanan di kantin, tapi lebih sering karena alasan 'sekalian jalan-jalan', jadilah jam makan siang biasanya gue cuzz ke tempat makan yang enak dan nyaman. Ditemani Im Siwan tentu saja, mobil Agya kesayangan gue. 

Kali ini giliran "Gastros Coffee & Eatery" di Mall Ratu Indah di Jalan Ratulangi Makassar. Tidak sulit menemukan restaurant ini karena terletak di lantai dasar, dekat parkiran. Setelah memarkir Agya gue dengan cantiknya, jalan sedikit, kelihatan deh signnya.
Makassar
Gastros Coffee and Eatery Makassar 
Memasuki Gastros Coffee and Eatery gue disambut dengan interior dan dekorasi yang mengingatkan gue pada Bistro di Paris ( halah, kek gue pernah kesana aja!). Dinding batu bata (tanpa dipoles), kursi dan meja yang terbuat dari kayu dengan jendela lebar sehingga tidak perlu lampu yang banyak dan terang. 

Kebetulan gue masuk dari pintu samping yang berwarna kuning, berhadapan langsung dengan deretan couch kulit dan meja kayu yang ditempatkan di sisi jendela. Penuh. Gue akhirnya memilih bagian bawah yang berhadapan dengan bar barista dan kasir. Hey, ternyata ada list menu yang direkomendasikan Gastors terpajang di dindingnya.   
Kuliner Makassar
Gastros Must Taste List 

Rating Drama Korea, Drama Terbaik atau Terfavorit ?

Beberapa hari yang lalu teman sekantor  ngabarin kalau drama "Ex-Girlfriend Club" yang tayang di tvN sebentar lagi akan selesai masa tayangnya. "Cuma duabelas episode saja coba..,"katanya dengan ekspresi sedih. Ketika drama favorit dihentikan karena rating yang rendah, bisa jadi ada yang berkomentar : 

"Kenapa peduli amat sama rating sih, orang ceritanya seru juga. Emang kita nonton rating yah, bukan drama?" 

 


Sebagai orang yang bekerja di dunia penyiaran televisi dan radio, gue merasa tergelitik  pengen  nulis mengapa industri penyiaran sangat peduli dengan sesuatu yang bernama : Rating. 


Rating Tayangan Televisi


Bagi orang awam rating itu gak berpengaruh sepanjang menurut yang bersangkutan drama itu disukainya. Tapi bagi orang yang bekerja di televisi dan radio dan berprofesi sebagai eksekutif produser, produser dan asisten produser, rating itu penting banget. 

Jika ratingnya jeblok bukan pemain dramanyanya yang dimarahin, bukan juga penyiarnya. Tetapi tiga orang yang berkompeten ini yang digetok-getok palanya oleh kepala bagian program yang kemudian bakal digantung lagi sama yang punya perusahaan televisi atau radio. 

Rating Drama Korea,Drama Terbaik atau Terfavorit ?


Gambaran visualnya tuh seperti PD Joon Mo di drama The Producers episode pertama yang dipanggil menghadap ekskutif produser dan kepala bagian program hanya untuk diberi tahu program acara yang dipegangnya 2 Days 1 Night  dihentikan penayangannya karena ratingnya rendah.

Tapi by the way. apa sih rating itu? Sebegitu pentingnya kah sampe bisa menghentikan sebuah program acara radio dan televisi?

5 Karakter Nyebelin Di Drama Korea

Dalam drama Korea ada begitu banyak karakter yang menarik. Ada yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, pokoknya gak bisa dibedain lah sama anak pramuka. Ada juga yang tajir melintir tapi sengaknya minta ampun, anak miskin tapi hapenya Samsung terbaru (sponsor sih yah..). Ada yang bikin jatuh hati, ada juga yang bikin kesel setengah mati. Tapi walaupun ngeselin karakter-karakter itu bikin cerita dari sebuah drama makin bervariasi.

5 Karakter Nyebelin Di Drama Korea 


Banyak yang mengira karakter yang ngeselin adalah karakter antagonis. No..no..no.. Gak semua karakter yang bakal gue bahas di sini adalah peran antagonis, Ada loh peran protogonist yang nyebelin. Inilah lima karakter nyebelin di drama Korea versi gue dalam urutan acak :  

1. Lee Ga Young ( Fashion King - Shin Se Kyung)
Masih ingat gak dengan karakter ini? Di drama  Fashion King Shin Se Kyung memerankan tokoh utama bernama Lee Ga Young. Dia adalah perempuan berusia  20-an yang penuh dengan keoptimisan. Meskipun hidup susah Lee Ga Young ini tidak pernah menyerah akan harapan datangnya suatu hari yang lebih baik (sset daah..). 

Setelah menonton episode per episode, gue malah melihat dia sebagai tipe perempuan yang optimis sekaligus ambisius dan kejam secara terselubung. Lee Ga Young ini semacam evil in disguise of an angel's face. 

Shin Se Kyung sebagai Lee Ga Young (Fashion King) 

Cita-cita Lee Ga Young  adalah menjadi designer seperti ibunya. Mulai dari ngejar beasiswa sampai ke New York sampai usaha kecil-kecilan di Dongdaemun semua dijabanin. Apalah demi sebuah cita-cita. Dalam perjalanan menuju cita-citanya itu Lee Ga Young bertemu dengan dua lelaki yang sama-sama bergelut di dunia fashion, Kang Young Gul dan Jung Jae Hyuk. Keduanya sama-sama menawarkan kesempatan bagi Lee Ga Young mewujudkan impiannya sebagai designer. Perbedaannya adalah Kang Young Gul hanya pemain kelas Dongdaemun sementara Jung Jae Hyuk pengusaha fashion kelas dunia. Mainannya beda! 

Disinilah gue pikir karakter Lee Ga Young menjadi menyebalkan walaupun dia protogonis. Disaat susah dia kerja bareng Kang Young Gul tapi disaat Kang Young Gul terjebak masalah dia malah memilih ke pihak Jung Jae Hyuk. Maklum ceritanya si Lee Ga Young ini jadi rebutan dua lelaki ini. Parahnya Lee Ga Young dengan sangat innocentnya digambarkan seakan tidak menyebar harapan palsu bagi keduanya. Pada akhirnya Kang Young Gul bunuh diri dan Lee Ga Young bersama Jung Jae Hyuk yang membantunya menjadi designer. 

Haduh, kalo ada award bagi karakter PHP terbaik  di drama Korea, malaikat juga tahu siapa yang bakal gue sodorin pialanya.

2.  Park Jong Shik ( Kim Hee Won - Misaeng) 
Sebenarnya ada beberapa karakter yang nyebelin di drama Misaeng. Nyebelin dalam arti sebenar-benarnya karakter antagonis with less expression tapi bisanya nyalahin orang lain. Lee Sang Hyun (teman seangkatan magangnya Jang Geu Rae), Manager Ma (atasannya Ahn Young Yi), Asisten Manager Sung (atasannya Seok Yul) dan juaranya adalah Park Jong Shik ( atasannya Jang Geu Rae). Dia semacam dementor yang menyerap semua kebahagiaan di ruang kerja.
Kim Hee Won sebagai Park Jong Shik ( Misaeng)
Tidak saja merendahkan bawahan dan memperalatnya dengan tugas-tugas yang seharusnya dikerjakannya sendiri, Park Jong Shik lebih banyak maen di jam kerja tanpa ijin (yaiyalah..emang ada bos yang ngijin? Eh ada kali yah kalo bosnya juga diajak!). Ketika ketahuan dan mendapat teguran segera aja jurus pedekate ke boss keluar.

Tipe karyawan seperti ini khususnya kalau pegang jabatan emang ngeselin banget. Kerjaan diberikan ke bawahan tanpa arahan dan supervisory, dianya duduk manis aja sibuk maen diluaran. Begitu projek kelar, kalau berhasil dia yang dapat creditnya tapi kalau gagal bawahan yang disalahkan. Ketika ditegur malah pasang tampang semacam dia yang selama ini bekerja keras. And the worst of them all adalah mengambil keuntungan dari perusahaan untuk kepentingan pribadi yang bisa membahayakan karier orang lain.

Park Jong Shik is definetely karyawan yang perlu dikasi susu basi aja. 

3. Kang So Young ( Who Are You 2015 - Jo Soo Hyang) 
Don't judge the book by its cover sama dengan jangan ngejudge orang dari tampangnya. Tapi yang ini dari tampangnya aja sudah ngeselin, pemirsah! Hahahaha.. Just kidding! Gue bukan tipe orang yang easily kesel dan kebawa cerita drama seperti ibu kantin kantor gue yang sering ngomel-ngomel di depan tipi setiap kali nonton sinetron, but Kang So Young is  definetely character yang pengen  lo ceburin ke sumur. 

Who Are You 2015
Jo Soo Hyang sebagai Kang So Young 
Kang So Young adalah seorang pelajar dari keluarga kaya dan berpengaruh. Gak ada yang berani dengan Kang So Young. Segala kata adalah titah pandita ratu (lah kok jadi kek puisi Ada Apa Dengan Cinta ya?). Kang So Young ini bisa ngomong apa aja, mencela siapa saja, bully siapapun tanpa alasan. Yang melawan siap aja kena bully juga. 

But actually Kang So Young is a very smart kid. Dia bukan tipikal pembully yang renking terakhir di kelas. Saking pinternya, dia jago bersandiwara dan memutar balikkan fakta  didepan orang lain yang gak tahu masalah. Sudah dia yang ngebully dan bikin orang teraniaya malah orang itu yang kena hukumannya. Kang So Young bisa kelihatan sangat innocent, teman yang baik sekaligus a helping person tapi dibelakang she's totally evil. Ketika orang yang suka dibullynya melakukan perlawanan, dia bahkan berusaha lebih keras untuk membalas dengan bullyan yang lebih kejam. In a simple way to describes Kang So Young : She is the worst nigtmare you could ever have on your school years.

4.  Ji Young Ra (Heard It Through The Grapevine - Baek Ji Young)
Coba bayangin ini yah.. teman bergaul entah dari jaman kapan tahu ngegebet suami lo just for fun. Pengen dicabein gak? Yah kek gitu deh karakternya Ji Young Ra di drama Heard It Through The Grapevine. Dia sengaja melakukan hal-hal yang dia tahu bakal membuat teman se'genk' socialitanya, Choi Yeon Hee panas dingin karena kesel. 

Ji Young Ra Heard It Through The Grapevine
Baek Ji Young sebagai Ji Young Ra  (Heard It Through The Grapevine)
Sebagai socialita level atas, orang semacam Choi Yeon Hee sangat elegant dalam mengekspresikan emosinya. Sebisa mungkin selalu tampak sempurna. Jika ada aib yang bisa menjatuhkan imej, Choi Yeon Hee berupaya agar aib itu tidak diketahui orang banyak. Masalahnya dia temenannya sama Ji Young Ra yang insting pergosipannya tinggi banget. Makin ditutupin sebuah aib, makin bersemangat dia untuk mengungkapkannya. Mau lewat asisten rumah tangganya kek, atau datang sendiri ke rumah yang bersangkutan, apa aja asalkan 'hipotesa' dalam pikirannya terbukti sampai Choi Yeon Heenya kesel. 

Begitu juga dengan urusan ngegebet Han Jeong Ho, suami Choi Yeon Hee. Ji Young Ra sebenarnya gak naksir, she's just has some agendas yang menurut dia lebih cepat kalo 'mempergunakan' Han Jeong Ho yang punya firma hukum kondang. Apalagi Ji Young Ra ini adalah cinta pertama Han Jeong Ho, makin gampanglah dia mempermainkan perasaan keduanya. Sudah tahu Choi Yeon Hee kesel,Ji Young Ra dengan sengaja berlama-lama di kantor Han Jeong Ho supaya  Choi Yeon Hee melihat mereka berdua. 

Be aware ladies! Orang macam Ji Young Ra ini is the best frenemies (friend and enemies) yang minta dijambak to the moon and back. 

5.  Park No Ah ( Angry Mom - Ji Hyun Wo) 
Ini adalah salah satu karakter protogonist yang menurut gue nyebelin. Park No Ah adalah lulusan Universitas Seoul jurusan literatur Korea. Dia sempat mengajar di sebuah bimbingan belajar sebelum akhirnya dihired menjadi guru bahasa Korea di sebuah SMU elit di Seoul. 

Sebagai guru rookie pemikirannya masih sangat idealis banget. Dia menganggap dia bisa menyelesaikan semua masalah siswa-siswanya. Baginya tak ada masalah yang berat dalam kehidupan sebagai remaja. Dia malah dengan entengnya mengutip puisi-puisi sebagai jawaban untuk kegalauan anak muridnya.  Dan itu gangguuuuuuu banget....!! Bukan cuma bagi anak muridnya tapi juga gue yang nonton. Hahaha. Antara pengen noyor atau keplak kepala Park No Ah pake apusan papan. 

Angry Mom
Ji Hyun Wo sebagai Park No Ah ( Angry Mom)
Kenyataannya seorang murid yang tadinya pengen curhat tapi gak jadi gara-gara merasa Park No Ah meremehkan masalahnya dan malah ngasih untaian puisi, ditemukan tewas jatuh dari lantai atas. Kalau sudah gini apa seharusnya Park No Ah  lari ke hutan terus belok ke pantai aja? Ah.. kadang-kadang menjadi orang yang menganggap dirinya memahami segalanya beda tipis ngeselinnya dengan orang yang mengampangkan masalah orang lain. And that's Park No Ah, songsaengnim!

*** 
Nah itu dia lima karakter nyebelin di drama Korea versi gue. Mungkin gak semuanya bisa mewakili pendapat penonton drama Korea yang lain karena setiap orang punya opini. Gue cuma nulis ini dengan harapan mudah-mudahan sih kita bisa mengambil value atau hikmah tersendiri dari karakter-karakter protogonist dan antagonist diatas (tsah..). 

Karena walaupun hidup memang tidak seindah drama Korea but at least jangan sampe karakter-karakter nyebelin itu hadir dari dalam diri sendiri. Ish, amit-amit deh!

Thank you for reading.

Mencicipi Udon dan Tempura ala Marugame Udon Makassar

Siapa sih yang gak suka mie? Dari tua,muda,dewasa hingga anak-anak kayaknya gak ada yang gak suka jenis makanan yang satu ini. Mie hadir di menu kuliner berbagai negara dengan bermacam variasi termasuk Jepang. Di negeri Sakura salah satu jenis Mie yang disukai adalah Udon. 

Di satu hari Minggu sore yang ceraaah *saking cerahnya saya merasa perlu ngadem dibawah AC* saya menerima ajakan seorang teman untuk mencoba salah satu tempat makan baru di Makassar. Nama tempat yang direkomendasikannya adalah Marugame Udon. Dari namanya saja sudah langsung kebayang kuliner mie Udon khas Jepang. Bentuknya sama dengan mie kebanyakan, sama-sama panjang dengan warna putih kekuningan. Bedanya adalah dari ketebalan dan tentu saja kuahnya yang lebih kental. Membayangkannya sudah bikin ngeces aja nih! 

Jadi berangkatlah saya dengan Im Siwan, mobil kesayangan saya. Tidak sulit menemukan lokasi Marugame Udon yang terletak di lantai 1 pintu timur Mall Panakukkang. Rasanya lebih sulit menemukan tempat parkir secara waktu itu pas hari Minggu, tanggal muda, jam empat sore pula. Tumplek plek lah berbagai mall goers dari tua muda, penduduk Makassar sampai pengunjung dari luar daerah lengkap dengan bus antar kotanya. Kalau body mobil gak compact langsing kek Im Siwan saya, yakin deh agak mepet-mepet menjurus lecet. Pfft.. 

Anyway, saat saya sampai di Marugame Udon, teman saya  sudah memesan makanan duluan. Setelah berhai-hai sejenak saya segera menuju kitchen bar Marugame Udon, tempat pengunjung memesan makanan sekaligus bisa melihat kokku (koki dalam bahasa Jepang) sibuk mengolah pesanan kita. 

Marugame Udon Makassar 


Review K-Movie: Cart

Dipenghujung tahun 2014 saya menonton sebuah film Korea berjudul Cart karena penasaran dengan akting D.O, salah satu member EXO yang debut sebagai aktor di film ini. Saya sudah memasukkannya ke dalam notes ide untuk menuliskan review di blog tapi baru pertengahan tahun ini akhirnya terealisasi. Mudah-mudahan bisa menjadi opsi tontonan dikala bosan dengan pekerjaan. Menurut saya film ini inspirasional banget khususnya untuk emak-emak pekerja dan mbak-mbak kantoran walaupun tidak menutup kemungkinan mas mas ganteng seperti D.O (ya kali ada) juga  bisa mengambil hikmah dari semua ini (lohhh??).  Yuk ah, disimak dulu siapa aja yang maen di film Korea Cart ini.

Cart D.O Film Korea
Pemain Film Korea Cast 
Cast : 
  1. Yum Jung-ah as Sun-hee
  2. Moon Jung-hee as Hye-mi
  3. Kim Young-ae as Madam Soon-rye
  4. Kim Kang-woo as Dong-joon
  5. Do Kyung-soo as Tae-young
  6. Hwang Jeong-min as Ok-soon
  7. Chun Woo-hee as Mi-jin
  8. Lee Seung-joon as Section chief Choi
  9. Ji Woo as Soo-kyung
  10. Park Soo-young as Manager
  11. Song Ji-in as Ye-rin
  12. Hwang Jae-won as Min-soo
  13. Kim Soo-an as Min-young
  14. Kim Hee-won as Convenience store boss (cameo)
  15. Kil Hae-yeon as Real customer (cameo)
Director : Boo Ji-young
Writer :  Kim Kyung-chan
Rilis : 13 November 2014 


STORY PLOT 

Cart adalah sebuah film Korea yang berkisah tentang mogok kerja yang dilakukan sekumpulan pekerja kontrak wanita di salah satu supermarket besar. Mereka mogok kerja bukan tanpa alasan. Perusahaan yang menaungi supermarket tersebut memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan dengan alasan efisiensi. Tidak akan ada pengangkatan karyawan tetap, malah pekerjaan akan dipihak ketigakan pada perusahaan outsourching. Duh, sangat tipikal perusahaan jaman sekarang kan?

Ini jelas bikin para pekerja wanita yang berprofesi sebagai kasir, cleaning service dan bagian stok galau, resah gelisah bercampur kecewa. Sunhee, seorang ibu dua anak yang sudah lima tahun menjadi karyawan teladan merasa tertampar kenyataan. Suaminya yang bekerja di laut membuat Sunhee harus menghidupi dua anaknya sendirian, status karyawan tetap tentu saja sangat melegakan. Tidak saja karena gaji yang didapatnya akan lebih besar tapi juga tidak harus deg-degan setiap kali waktu perpanjangan kontrak. Butuh dedikasi tinggi dan tingkat kesalahan dalam pekerjaan yang rendah agar terpilih menjadi karyawan tetap. Ironisnya giliran Sunhee menjadi karyawan tetap datang setelah kebijakan efisiensi itu tiba. 

Rekan Sun Hee sesama kasir, Hye Min, sama kecewanya. Hye Min memang belum dijanjikan menajdi karyawan tetap, hanya saja dia kena teguran besar karena dianggap menuduh seorang pelanggan mengutil. Hye Min terpaksa berlutut meminta maaf pada pelanggan tersebut dan sempat dicaci maki segala. Sesuatu yang sangat merendahkan diri apalagi karena memang pelanggan tersebut mengutil adanya. Well, pelanggan adalah raja. Kasir cukup jadi babu saja.

Beberapa pekerja kontrak juga mendapat perlakuan yang cukup berat. Mereka tentu saja punya pilihan untuk pergi namun susahnya mencari pekerjaan membuat mereka tetap bertahan. Jadi ketika kebijakan PHK besar-besaran itu diumumkan, mereka bersatu untuk mogok kerja dan menutup supermarket tempat mereka bekerja setelah galal bernegosiasi dengan pihak manajemen. Sebuah perjuangan antara pekerja kontrak melawan manajemen perusahaan akhirnya dimulai. 

Cart Film Korea
Unjuk Rasa Karyawan Kontrak - Cart K Movie 
MY TWO CENTS

Film Cart adalah sebuah film bergenre keluarga dan diangkat dari kisah nyata.Tidak ada adegan romantis apalagi adegan kissu kissu, jadi fansnya D.O boleh berlega hati yah..  :D. Menurut saya dari segi ceritanya lumayan bagus hanya saja kurang greget. 

Memang film Cart juga memotret kehidupan para wanita ini sebagai ibu. Hye Min digambarkan terpaksa membawa anaknya yang masih kecil dalam aksi mogok kerja karena posisinya sebagai orangtua tunggal. Sunhee digambarkan sebagai ibu beranak dua yang rela banting tulang demi menyekolahkan anaknya, Taeyong (diperankan oleh D.O) di sekolah terbaik. Ketika Sunhee tidak mengizinkan Taeyong ikut field trip karena tidak mampu membayar biaya, Taeyong pun marah dan memutuskan untuk bekerja paruh waktu tanpa memberitahu ibunya. Konflik ibu dan anak ini sebenarnya bisa lebih dipertajam dan bukannya malah nambah adegan persahabatan semi flirting antara Taeyong dan teman sekolahnya. 

Sebagai film layar lebar keindahan gambar juga menjadi jualan tersendiri.  Adegan aksi dorong antara pihak keamanan dan para pengunjuk rasa adalah salah satu yang menarik. Kostum pihak keamanan yang berwarna putih kelihatan kontras dengan kostum pengunjuk rasa yang berwarna pink. Adegan para pengunjuk rasa bertahan di kegelapan supermarket dan masih tetap berusaha ceria dengan pertunjukan panggung drama ala kadarnya juga cukup menyentuh. Tujuh puluh perempuan pekerja kontrak bersatu, mereka rata-rata sudah berumur tapi tetap semangat memperjuangkan penghidupan mereka. What a nice scene! 

Dari sisi akting saya tidak melihat sesuatu yang mengecewakan karena para pemainnya sudah malang melintang di dunia perfilman Korea, kecuali D.O yang baru debut sebagai aktor di film ini. Sebagai rookie, D.O cukup bagus walaupun tidak cukup bagus disebut actor-idol nomer 1 seperti yang dilansir KBS Entertainment Weekly. Menurut saya masih lebih mending aktingnya Im Siwan di film The Attorney. but hey it's another story! D.O juga menyanyikan OST untuk film Cart yang MV ( Music Video) dengan  english subbed saya sematkan di bagian akhir.

D.O Sebagai 
Overall ini bisa jadi satu pilihan tontonan bersama keluarga. Mudah-mudahan sih setelah nonton ini sebagai anak kita lebih bisa menghargai jerih payah ibu, suami juga lebih tahu diri dan sebagai ibu ibu slash perempuan yang setiap bulannya ke supermarket kita bisa lebih menghargai kerjaan mbak mbak dan mas mas kasir dan karyawan lain yang kita temui  saat kita berbelanja. 

Selamat menonton Cart! 

 

Update news: 

Film Cart meraih penghargaan di Baeksang Art Awards 2015 untuk  Skenario Film Terbaik dan Yum Jung Ah terpilih sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. Chukkae!! 

Review Web Drama Korea :EXO Next Door

Di postingan sebelumnya sudah sempat bahas tentang web drama, platform yang kini lagi happening banget khususnya dalam drama Korea. Nah, salah satu web drama yang saat ini lagi ngehits adalah EXO Next Door yang diusung Line, salah satu media social milik Naver search engine semacam Googlenya Korea. Kenapa EXO Next Door bisa ngehits? Selain karena web drama sedang ngetrend dikalangan anak muda, pemain web drama 15 menitan ini tentunya gak lain gak bukan member EXO sendiri.

Oiya, yang belum kenal EXO, kenalan dulu disini!

Review Web Drama Korea :EXO Next Door 


Web Drama - EXO Next Door 

Premis cerita EXO Next Door sederhana saja. Apa jadinya jika tetangga seberang rumah adalah boyband idolamu? Yi Yonhee tidak pernah menyangka bahwa rumah yang terletak pas di seberang rumahnya dihuni oleh member EXO, boyband yang lagi naik daun itu. Dia hanya tahu dari ibu dan kakaknya bahwa rumah di seberang dihuni oleh orang baru yang keren banget. Jadi begitu sang ibu menitipkan kartu kunci padanya untuk diserahkan pada penghuni baru itu, pikiran Yonhee sudah kemana-mana. Maklum sepanjang umurnya yang 23 tahun itu dia belum pernah punya pacar. Kebayang dong gimana harapannya tidak melambung tinggi mendengar informasi itu.


Moon Ga Young Sebagai Yi Yon Hee 

Ternyata yang kabar yang didengarnya tidak seperti kenyataan. Dua orang yang mengaku tinggal di rumah seberang tidak secakep yang dia kira. Jadi ketika ibunya memintanya untuk membawa sekotak kue sebagai ucapan selamat datang pada tetangga baru, Yonhee jelas menolak. Apaan? Sudah gak ganteng pake dikirimin kue segala. Berhubung sang ibu (yang ternyata agen penyewaan rumah) 'mengancam'nya untuk bayar uang sewa di kamarnya sendiri, mau tidak mau Yonhee pun mengantar kue tersebut ke rumah seberang.

Sesampainya disana yang punya rumah malah gak ada. Tergoda dengan wangi tteok yang dibawanya, Yonhee dengan santainya mencicipi kue buatan ibunya itu. Saking menikmatinya dia sampe keselek dan terpaksa mencari air di kulkas. Tanpa disadarinya ada empat orang cowok yang memperhatikan tingkah lakunya dari balik dinding. Alangkah kagetnya Yonhee ketika ia sadar bahwa empat orang itu adalah member EXO.


D.O Baekhyun Chanyeol Sehun
Diintip Member EXO Masa..... 

Simple banget kan cerita awalnya?

Untuk yang suka baca fanfic (fanfiction : cerita khayalan fan tentang idolanya) atau pernah buat fanfic, cerita EXO Next Door itu tidak fantastic baby banget (yaeyaaalah ini EXO, bukan Bigbang. Wow.. fantastic baby! *oke fokus!*). Every EXO-L  has dream about it. EXO-L mana coba yang gak pernah menghayal bisa tetanggaan sama EXO? Dulu waktu gue khilaf sempat sukaaa banget dengan EXO sampe ngeposting 2 entry tentang EXO segala disini dan disini, gue juga sempat bikin fanfic yang melibatkan rebutan cewe antar member EXO.

Tenang aja, bukan gue yang jadi rebutan.
Bukan!
Gue masih tahu diri.

Anyway.. jadi ketika episode bergulir dan cerita mengalir, Yonhee akhirnya jadi tukang bersih-bersih rumah EXO dan membuat Chanyeol sempat kesel banget gara-gara ngeberantakin kamarnya, disaat itulah gue berpikir : Ahh... jadi Chanyeol bakal jatuh cinta sama cewe ini. Lalu kemudian ketika Yonhee shock habis dibentak Chanyeol muncullah D.O yang perhatian dan lembut banget, saat itu gue langsung bisa nebak : Aahh.. jadi D.O nih yang jadi second lead malenya?

Dan ketika diam-diam Chanyeol dan D.O saling gengsi untuk menunjukkan perasaan pada Yonhee sementara Yonhee terlalu lugu untuk tahu kalau dia diperebutkan, Sehun dan Baekhyun malah menyebar spekulasi kalau sebenarnya yang disukai Yonhee itu adalah Kai. Lalu muncullah Kai di episode 9 bersama the rest of the member.

Terus terang saat gue nonton episode 1 dan 2 gue sempat merasa sangsi dengan web drama ini. Lama kelamaan EXO Next Door jadi quilty pleasure gue, ngerasa bersalah sih nontonnya tapi suka aja.. #dasarlabil.

Lagipula kalau D.O sudah ngomong kek gini di episode 10, gue bisa bilang apa??

Between D.O And Daehan, Minguk, Manse

EXO Next Door direncanakan tayang untuk 16 episode, sementara ini sudah ada 10 episode yang sudah dirilis. Gue gak mau berspekulasi endingnya bakal gimana seperti kebiasaan gue kalo nonton K-drama lainnya. Biarin aja, let it flow, just enjoy the show!

Harapan gue cuma satu, mudah-mudahan setelah EXO Next Door kelar hati gue akan tetap tabah jika nanti ada sinetron Indonesia yang nyontek plek ceritanya menjadi : Tetanggaku Idolaku. Skenario bisa dicontek, tapi yakin dapat cast sekeren member EXO ini?

EXO Next Door , My Quilty Pleasure