The Return Of Superman, Pilihan Tayangan TV Berkualitas Untuk Keluarga

Disaat maraknya tayangan televisi nasional Indonesia yang kurang mendidik dan berkualitas, saya jadi skeptis dan males nonton channel nasional. Pilihan saya akhirnya nyebrang ke televisi negara lain, salah satunya Korea Selatan. Bukan gak nasionalis sih, tapi memang beberapa tayangan produksi Korea Selatan cukup masuk akal. Tidak sekedar menghibur namun juga punya sisi edukasi dan budaya yang jarang saya temui di tayangan televisi kita.

Salah satu tayangan yang jadi favorit saya adalah The Return Of Superman (atau Superman is Back / 슈퍼맨이 돌아왔다), variety show Korea yang tayang di KBS TV. Tema dari The Return Of Superman ini mengangkat sisi lain dari pengasuhan anak. Selama ini yang kita tahu ibu adalah orang yang paling berperan dalam mengasuh anak. Tapi apa jadinya jika sang ibu diberi 'me time' selama 48 jam dimana pengasuhan anak diserahkan pada sang ayah. Kebayang gak sih, anak-anak yang menggemaskan namun terkadang tingkahnya bikin pusing pala barbie itu bertemu dengan ayah yang clueles gak tahu bagaimana mengurus anak.


Para ayah di acara The Return Of Superman adalah ayah-selebriti yang mungkin saking sibuknya dengan pekerjaan hingga tidak punya cukup waktu berinteraksi dengan si kecil. Boro-boro gantiin popok atau menemani bikin pe-er, menemani anak mereka main mungkin sangat jarang.

Makanya para ayah-selebriti yang punya profesi berbeda ini harus melakukan tugas sebagai ibu selama sang istri libur. Imej sebagai aktor, rapper, MC atau atlit bela diri lenyap berganti dengan figur ayah yang  agak tidak kompeten dalam melakukan hal-hal dasar tertentu. Kelucuan sekaligus kebandelan khas anak-anak  ikut memberi warna tersendiri dalam interaksi ayah dan anak. Seperti juga dalam kehidupan sehari-hari, ada saatnya ayah dan anak bersenang-senang disaat lain bisa jadi sang ayah diuji kesabarannya akibat ulah si anak.



Pada awal acara The Return of Superman, empat keluarga secara terpisah difilmkan selama periode waktu yang berbeda. Salah satu yang banyak menarik perhatian adalah Choo Sung Hoon dan anak semata wayangnya Choo Sarang. Choo Sung Hoon dikenal sebagai pejudo dan atlit bela diri dengan body yang kekar dan imej yang sangar. Ternyata 48 jam bersama Sarang bisa merubahnya dari Rambo menjadi Hello Kitty bo'.. He's the fool daddy to Sarang.

Dibanyak kesempatan Choo Sung Hoon hampir selalu mengikuti kemauan Sarang. Namun Choo Sung Hoon  juga mendidik Sarang menjadi perempuan yang tidak cengeng dan memperkenalkan bela diri Judo. Cita-cita terpendamnya adalah menjadikan Sarang atlit lari atau perenang yang hebat seperti garis keturunan keluarganya. Walaupun tidak bisa dipungkiri Sarang juga jago bergaya di depan kamera seperti ibunya Yano Shiho, seorang model top Jepang. 

Di episode-episode awal Sarang bergabung dia masih berumur dua tahun dan makannya banyak banget. Gak tahu kenapa banyak pemirsa di Korea yang suka dengan anak-anak yang makannya lahap. Sarang ini salah satunya. Kesukannya adalah buah Strawberry dan Yoghurt. Untungnya Choo Sung Hoon jago masak. Dia bisa masakin Sarang apa aja dan Sarang pasti suka. Gara-gara jago makan ini pula Sarang banyak dapat tawaran iklan di Korea.

The Return Of Superman

Berhubung keluarga Choo tinggal di Tokyo-Jepang, tentu saja bahasa Jepang adalah bahasa utama. Sebagai orang Korea Choo Sung Hoon tidak ingin Sarang melupakan akar keluarga. Sarang pun diajari berbahasa Korea. Lucu banget liat Sarang mencoba mengikuti bapaknya ngomong Korea. Ibu Sarang yang asli Jepang, Yano Shiho, gak mau kalah pengen belajar juga. Serunya malah Sarang yang pelafalannya lebih bagus. Sekarang Sarang sudah bisa ngomong dalam dua bahasa. Asik ya!

Seiring waktu, Tablo dan putrinya Haru juga menjadi ikon andalan karena kelucuan dan imajinasinya.

Tablo
Haru dan Tablo ( Mirip Eunhyuk Suju yah?)
Ayah dan anak ini tampak agak kurang dekat di awal kemunculan mereka di The Return Of Superman. Lama kelamaan Tablo bisa menyesuaikan diri dengan ritme Haru. Tablo akhirnya bisa menempatkan diri tidak hanya sebagai ayah tapi juga teman bermain. Saking kayak temannya, terkadang malah Haru yang kelihatan lebih pinter ngurusin ayahnya daripada sebaliknya. Hihihi..

Sebagai rapper di Epik High dibawah management artist YG, Tablo sering memperkenalkan dunia kerjanya pada Haru. Mulai proses rekaman sampai manggung bersama artis YG Family Haru dibawa serta. Seru sih! Bisa liat Bigbang, 2Ne1 sampai Winner berseliweran. Haru adalah gadis kecil yang diperbolehkan lari-larian di backstage, keluar masuk ruang tunggu Bigbang, ditraktir jajanan sama Taeyang dan cium pipinya GD.

 V.I.Ps jangan ngiri ya
Sayang sekali berhubung kesibukannya dengan Epik High, Tablo dan Haru harus 'graduate' di episode 58.

Lain cerita dengan Lee Hwi Jae dan si kembar (Ssangdungi) Seoeon dan Seojun. Umur si kembar Lee Seo Eon and Lee Seo Jun belum lagi genap setahun ketika mereka bersama sang ayah Lee Hwi Jae menjadi casting di variety show The Return Of Superman. Kelihatan sekali betapa Lee Hwi Jae sangat kewalahan menghadapi si kembar. Dia seperti melakukan dua kali pekerjaan untuk memberi  makan, ganti popok, dan menidurkan Seo Eon dan Seo Jun. 

Gimana gak stress kalau Seo-eon terus-terusan  menangis, Seo-jun merangkak kesana kemari lalu sempat demam pula. Dua hari tanpa ibu terbukti menjadi perjuangan untuk Lee Hwi-jae, yang telah dikenal sebagai MC dan komedian yang selalu terlihat lucu dan kharismatik. Awalnya Lee Hwi Jae sempat mengeluh dan merasa tidak sanggup, namun pada akhirnya dia menemukan sisi 'kebapakan' dalam dirinya dan menghargai waktu berkualitas yang dihabiskannya dengan Seo Eon dan Seo Jun. 
Seo eon Seo Jun
Lee Hwi Jae dan Ssangdungi 
Saat ini si kembar Lee sudah beranjak dua tahun. Sudah pintar ngomong dikit-dikit dan bagi Lee Hwi Jae itu sedikit melegakan karena akhirnya dia bisa ngobrol dengan dua anaknya walaupun dengan kalimat sederhana. Dan yang paling penting sudah bisa diajak main bola dan nonton baseball, dua olahraga favorit Lee Hwijae. 

Faktor X acara The Return Of Superman diawal penayangannya berasal dari keluarga Jang Hyun Seung ini. Jika keluarga lain diperlihatkan gimana susah-susah gampangnya sang ayah menghandle anak yang belum bisa makan sendiri, ganti baju sendiri, atau berjalan, maka case untuk Jang Hyung Sun sebagai bapak agak sedikit lebih kompleks. 
Jang Junu - Jang Hyung Sun - Jang Junseo 
Jang Hyung Sun mempunyai anak yang tergolong sudah cukup gede dibanding casts yang lain. Junu berumur 10 tahun dan Junseo 7 tahun. Junu berkarakter pendiam sedangkan Junseo lebih rame dan manja khas anak bungsu. Kedua putra Jang Hyung Sun ini  akhirnya menjadi karakter yang disukai oleh penonton.
"Family is like a puzzle. It is not complete if one piece is missing " - Jang Junu 
Sebagai dua anak laki-laki bersaudara  mereka terkadang berantem dan ngambek-ngambekan. Junu yang sudah kelas lima SD dan termasuk siswa pintar di kelasnya sering gregetan sendiri ngajarin Junu yang baru mau masuk SD. Sementara Junseo adalah tipikal anak bungsu yang sebenarnya mengidolakan kakaknya tapi lalu merasa terintimidasi diam-diam karena merasa tidak mampu secemerlang sang kakak.  Hal ini yang kemudian jadi tugas Jang Hyung Sun sebagai ayah bagaimana menghadapi problematika anak pra-abege ini. Termasuk juga dalam mengarahkan mereka dalam memilih cita-cita.

Berhubung jadwal syuting film dan drama Jang Hyung Sun dan keinginannya agar Junu serta Junseo lebih fokus pada sekolahnya, akhirnya keluarga Jang harus 'graduated' di episode 33. Sayang banget, padahal Junu lagi lucu-lucunya (eh!). sampai aku buatin fanvideo segala, hahaha.. (mampir ke sini ya!). Mudah-mudah pas gede ketemu dia lagi deh di tivi. Keluarga Jang kemudian digantikan oleh Song Il Kook dan tiga anak kembarnya : Daehan, Minguk, Manse di episode 34.

Daehan Mingook Manse
Song Il Kook dan Daehan, Minguk, Manse 
Ini dia cast yang bikin aku betaaaaaahhh banget ngikutin The Return Of Superman selepas graduatednya keluarga Jang. Selain Daehan Minguk Manse ini lucu dan adorable gak ketulungan, Song Il Kook sebagai ayah juga ganteng  mempunyai trik dan metode parenting yang menurutku cukup bagus diterapkan. Daehan Minguk Manse tumbuh menjadi anak yang sehat, energik, gembira, saling sayang menyayangi, sopan dan pintar.

Baca juga : The Song Triplets  Daehan Minguk Manse, Cuteness Overloaded


Tentu saja namanya juga anak-anak, ada saat mereka bandel dengan gaya mereka masing-masing. Song Il Kook butuh banyak kesabaran dan kelincahan untuk menjaga Daehan Minguk Manse selama 48 jam. Tapi kata-kata dan senyuman Daehan Minguk Manse mampu menghilangkan kelelahan yang dirasakan sang ayah. (Penontonnya jugaa.... ). Ya bener sekali Il Kook appa! Makanya jangan buru-buru graduated dari acara ini yah. Hari Minggu tidak akan tiga kali menyenangkan lagi kalau kalian meninggalkan acara ini. Hiks! *bujuk pake Jjangmyeon*
"Having triplets means having three times the challenge and three times the fun" - Song Il Kook 

Baca juga : FAQ Daehan, Minguk, Manse - Song Triplets


Last but not least, member terakhir dalam acara The Return Of Superman adalah Uhm Taewoong dan anaknya Ji On yang bergabung di episode 51 menggantikan Tablo dan Haru. The Return Of Superman bukanlah variety show Uhm Taewoong yang pertama di KBS. Sebelumnya dia sudah sempat menjadi member 2D1N season 3.

Uhm Taewoong - Ji On
Saat itu Taewoong menjadi member yang sangat clumsy dan gampang terharu jadi sering diledekin member 2D1N yang lain. Ternyata setelah jadi ayah, clumsy dan gampang terharunya gak ilang-ilang. Ji On tertawa, terharu. Ji on maen, terharu juga. Cerita tentang kakeknya Ji On ke PD malah nangis. Taewoong juga sempat bikin Ji On nangis-nangis pas dimandiin. Maklum, pertama kali mandiin anak. Biasanya kan mandiin tiga ekor anjingnya saja. Sekarang Taewoong sudah mulai makin expert mengurus keperluan Ji On, walaupun dia masih tetap punya PR. Ketika berkunjung ke dokter Taewoong baru tahu kalau untuk ukuran anak umur dua tahun komunikasi Ji On termasuk lambat. Sesuatu yang sering dikeluhkannya baru dia tahu penyebabnya. Ternyata berasal dari dirinya dan sang istri yang jarang ngajak obrol Ji On. Nah lohh..

Yang aku suka dari The Return Of Superman para ayah tidak ragu memperlihatkan sisi yang berbeda dari tipikal ayah Korea khususnya, dan tipikal ayah di Asia pada umumnya. Mereka menunjukkan bagaimana mereka merawat anak-anak mereka, juga memberikan mereka emosionalitas yang sering kurang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukti juga bagi para ayah bahwa tidaklah mudah untuk para ibu mengurus dan mendidik anak sehari-hari. Bisa juga menjadi sentilan bagi penonton bahwa kita sebagai anak kadang lupa cinta ayah sedemikian besarnya walaupun tidak terungkap lewat kata-kata. Sebagai istri pasti banyak yang pengen suaminya jadi ayah yang yang baik juga kan? Jangan-jangan ada yang kepikiran libur 2 hari juga nih? Hihihi. Lumayan kan bisa liburan bareng ke Jepang seperti para ibu-ibu di The Return Of Superman ini. Ayo buat reality show versi sendiri aja, hehehe...

Selama 83 minggu tayang di KBS, The Return Of Superman telah mencuri hati banyak pemirsa. Buktinya selama 50 minggu (sejak Song Il Kook dan Daehan Minguk Manse bergabung) acara ini berada di posisi pertama peringkat rating di Korea. Penonton tidak hanya belajar dari para ayah selebriti ini tapi sudah jadi semacam 'nenek,ibu, tante, kakak' bagi anak-anak  The Return Of Superman karena menonton mereka dari jaman cuma bisa nangis sampe sekarang sudah bisa ngobrol bertiga *uhuk*!

Baca juga : 10 Things I Love About Daehan, Minguk, Manse




Gak ada yang tahu berapa lama popularitas beruntun ini akan terus berlanjut, tetapi kelihatannya sejalan dengan anak-anak terus bertumbuh dan para ayah semakin mengerti posisi mereka, acara The Return Of Superman ini akan menjadi lebih menyenangkan dan menyentuh.  Let's watch, have fun and learn from these clueless appadeul and their adorable kids. 

The Return Of Superman ditayangkan di KBS TV & KBS World setiap hari Minggu pukul 16.30 KST ( +9 GMT). Acara ini juga dapat ditonton melalui Youtube Channel KBS World disini

Rayakan Momenmu Bersama Gebyar Tahapan BCA

Ada banyak cara merayakan momen bersejarah. Dulu saya selalu berpikir hanya momen besar saja yang harus dirayakan. Hari raya, ulang tahun, pernikahan, hari jadi, kelulusan sekolah, naik kelas adalah momen yang umum dirayakan. Sampai ketika saya kelas dua SMU,  saya diberi sebuah tantangan dari papa. 

Tantangannya adalah mencukupkan segala kebutuhan saya sebagai pelajar dalam sebulan dengan uang lima ratus ribu rupiah. Kalau kurang dari tiga puluh hari uang itu sudah habis, saya gak boleh minta lagi. Tapi kalau masih bersisa, nanti akan ada hadiahnya. Waktu itu kurs rupiah tidak seanjlok sekarang sih, lumayan banget buat beli cilok segerobak. Tantangan itu akhirnya saya terima.

Langkah pertama setelah menerima tantangan adalah menghitung pengeluaran. Saya mengusahakan agar jajan dan transport tidak melebihi budget tapi jangan menyiksa diri juga. Saya pun mereka-reka apakah saya harus bawa bekal dari rumah atau mulai melancarkan gerakan nebeng pulang sekolah jika budget menipis. Tenyata pada akhirnya saya bisa  menyelesaikan tantangan papa dengan sisa lumayan gede. Padahal saya gak pelit-pelit amat sama diri sendiri loh. Hihihi. Sudah kebayang aja, hadiahnya apa ya.... Jam tangan mungkin... ?

Keberhasilan saya menyelesaikan tantangan itu bagi papa dianggap sebagai satu momen yang patut dirayakan. Bukan dengan makan-makan, tidak juga dengan memberi hadiah jam tangan yang diharapkan. Tapi dengan ngajak saya ke bank untuk membuka rekening tabungan Tahapan BCA. Waktu itu saya gak ngeh, tapi begitulah cara orangtua mengajari saya memanage keuangan sejak dini. Momen itu sedikit banyak mendewasa saya dalam urusan keuangan Tsahh...

Akhirnya sejak saat itu saya resmi diberi uang saku bulanan. Senang banget rasanya melihat saldo yang tercetak di buku tabungan selalu bertambah. Sama senangnya dengan bisa belanja pake gesek kartu debit BCA saya. Berasa sudah kek orang dewasa aja, belanja pake kartu kredit. Bedanya saya gak pake ngutang, karena belanjaan langsung motong saldo tabungan saya. Saya juga makin giat menabung. Gak mau dong isi tabungan blas gitu aja. Gini-gini saya kan juga pengen menang Gebyar Tahapan BCA

GTB 2015

Setiap tahun BCA memang mengadakan sayembara akbar Gebyar Tahapan BCA. Tahun ini hadiah GTBnya makin luar biasa. Tidak hanya untuk nasabah BCA yang punya tabungan Tahapan BCA seperti saya, tapi juga nasabah pemegang Tahapan Gold, Tahapan Xpresi, dan nasabah BCA Syariah yang memiliki Tahapan iB dan Tahapan Rencana iB, bisa ikutan program ini.

Caranya makin gampang loh! Cukup tambah saldo, belanja pake debit BCA atau beli pulsa, tiket dan bayar segala tagihan sudah bisa dapat kupon undian. Detailnya seperti ini:
GTB 2015
Ini pilihan yang paling pas buat kita-kita yang sudah males diribetin bayar pake uang tunai pake ngantri. Biar kekinian dikit lah, ya kan? Lagipula makin banyak transaksi makin dekat kesempatan menangin Mercedez Benz S Class. Ya kan? Ya kan? 

Selain itu sebenarnya ada satu event menarik juga dari Gebyar Tahapan BCA tahun ini, yaitu "Gebyar Tahapan BCA Augmented Reality Competition". Ini adalah  kompetisi media sosial GoodLife BCA yang diselenggarakan untuk memeriahkan Gebyar Tahapan BCA 2015. Caranya : 

Augmented Reality

Beruntung saya berlokasi di Makassar, jadi saya bisa mencoba mesin AR ini di KCU Panakukkang. Saya datang ke booth Augmented Reality, daftar sama mbak-mbak kece trus duduk di seat mesin AR. Setelah itu mas-mas gantengnya mensetting perangkat, saya duduk manis aja lalu berekspresi suka-suka. Jadi deh seperti ini:

GTB 2015


Gak cuma foto sendiri, foto rame-rame juga boleh. Kebetulan hari itu saya sempat bertemu beberapa teman Blogger. Langsung aja kami momen ini kami rayakan dengan berfoto bareng di booth. Keren!


GTB 2015

Foto-foto ini kemudian saya upload ke twitter dengan mention @GoodLifeBCA upload ke facebook ngetag Good Life BCA. Tidak lupa saya tambahkan twit dan status selebrasi ala saya: Jalan-jalan pake Mercy, horeee!!! #RayakanMomen #RayakanMakassar.

Kamu juga bisa ikut kompetisi ini. Mesin AR ini aktif mulai 15 Juni 2015 sampai 3 Juli 2015. Setiap minggu hadiah akan dibagikan per cabang, jadi kemungkinan menangnya bisa lebih besar. Sayang banget kalau terlewat. Siapa tahu bisa menang hadiah mingguan Xiaomi Redmi 2 atau Samsung Galaxy S6 di akhir periode. Lumayan kan.. daripada lu manyun.

Belum jadi nasabah BCA pun bisa ikut kompetisi ini loh. Tentunya kalau mau beneran menangin Mercedez Benz S Class atau C Class dan motor Honda,tetap harus punya tabungan BCA dulu dong ya... Gampang dan mudah kok buka rekeningnya. Semua nasabah berhak ikut dan menang dalam Gebyar Tahapan BCA. Untuk mempebesar peluang menang bisa dicek caranya di http://www.bca.co.id/gebyartahapanbca. Mana tahukan tahun ini rejeki kamu.

Jadi yuk, rayakan momen hidupmu dan segera datang ke kantor BCA terdekat! Jangan sampai gak ikutan yah...

Keindahan Ponsel Pintar Samsung Galaxy S6 Dalam Drama Korea

Siapa disini yang suka nonton drama Korea? (Gue!! Gue!!).

Pernah merhatiin gak, ponsel selalu ada dalam plot cerita apapun dalam drama Korea yang kita tonton. Kecuali untuk drama yang settingnya pada waktu ponsel belum diciptakan yah.. Tapi boleh di cek di lapak DVD sebelah deh, dalam drama Korea pasti ada yang pegang ponsel. Dari kaya melintir sampai yang miskin abis, dari anak muda sampe nenek-nenek, semua karakter gak ada yang gak pegang ponsel jenis terbaru. Disaat kita pake ponsel tuh disayang-sayang gak boleh lecet, karakter di drama Korea dengan santainya melempar ponselnya sembarangan bahkan dibuang ke aspal lalu digilas roda mobil yang lewat. Hadeuh.. *ngelap-ngelap ponsel jebot kesayangan*
Drama Korea Angry Mom
Ponsel Dalam Drama Korea. Kelindes Mobil Gak Masalah

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa ponsel bertebaran di dalam adegan-adegan drama Korea. Selain memang 'pesan sponsor', secara reality menurut sebuah penelitian di tahun 2013 ternyata 65% dari masyarakat Korea Selatan yang berumur 6-19 tahun sudah punya ponsel. Di tahun 2014 menurut data dari  Ministry Science, ICT and Future Planning Korea Selatan diketahui 7 dari 10 pengguna ponsel adalah pengguna smartphone atau ponsel pintar. Whoaa..

Samsung Galaxy S6 Edge
Sumber dari sini 
Hal ini  sebenarnya tidak terlalu mengherankan, secara Korea Selatan adalah rumah bagi raksasa elektronik Samsung Electronics, salah satu pembuat ponsel terbaik dan terbesar di dunia. Jadi kalau misalnya ada pesan sponsor untuk menempatkan produk ponsel terbarunya dalam satu drama, ya sah-sah aja dan gak masalah. Paling yang bermasalah tuh gue, jadi pengen punya juga.. ihiks.

Seperti waktu gue nonton drama Korea The Producers (sudah nonton belum?). Dalam drama itu semua karakternya pake Samsung Galaxy S6 atau Samsung Galaxy S6 Edge which is itu keren... banget. Makanya ketika gue jalan-jalan di mall dan ketemu counter Samsung, langsung aja yang gue samperin pertama kali ada meja display Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge untuk membuktikan penampakan aslinya. 

Eh beneran loh, keren!
Bentuk Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge itu ramping banget. Ringan, bobotnya cuma 132 gr. Bodynya sudah dibalut logam dan kaca Gorilla Glass 4 yang anti gores. Jangan tanya deh displaynya. Dengan tekhnologi Super AMOLED 5.1” Quad HD (2560 x 1440) membuat gambar makin jelas. Saking jelasnya saat gue mencoba Samsung Galaxy S6 Edge gue  merasa ikon-ikon yang ada di display semacam timbul dan melayang-layang. 
Samsung Galaxy S6
Samsung Galaxy S6 Edge Yang Bikin Mupeng
Duet maut Samsung ini juga dibekali dengan kualitas kamera ponsel terbaik. Samsung Galaxy S6 dan Samsung Galaxy S6 Edge memiliki resolusi kamera belakang 16.0 MP. Kata mbak-mbaknya yang di counter sih, kamera kedua type samsung S6 terbaru ini dilengkapi dengan lensa berbukaan f/1.9 dan optical image stabilizer. Artinya kita bisa memotret disituasi cahaya yang kurang. Hasil fotonya pun seindah apa yang kita lihat dengan mata sendiri. Lagi-lagi kata mbaknya Samsung adalah yang pertama kali menerapkan tekhnologi ini di dunia.

Samsung Galaxy S6 Edge
Hasil Foto Camera Belakang 16,0 MP Samsung Galaxy S6
Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge juga dilengkapi dengan fitur HDR ( High Dynamic Range) yang bisa mengambil gambar dengan tingkat pencahayaan yang berbeda. Biasanya fitur ini kerap dipakai jika kita ingin memotret pemandangan dengan pencahayaan langsung dari matahari atau menangkap suasana malam dengan cahaya bintang yang lemah. Fitur ini juga disematkan pada kamera depan loh! 

Untuk yang gemar selfie seperti gue, kamera depan Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge dilengkapi dengan resolusi 5.0 MP dengan sensor yang 1,4 kali lebih lebar dibanding Galaxy S5. Dibantu dengan fitur beauty mode, hasil foto akan kelihatan semakin jernih dan makin kece. Ehem! Walaupun tetap gak secakep IU sih..
Drama Korea 2015
Wefie Time : IU & Go Hyo Jin (The Producers)
Tapi apalah arti body  cantik dengan segala fitur  ciamik jika tidak didukung isi 'otak'nya. Sepertinya Samsung tahu banget bahwa keindahan design Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge yang sudah LTE 4G ini perlu dipadukan dengan kekuatan tekhnologi. Prosesor tercepat bertenaga handal octa-core Exynos 7420 dengan empat core Cortex-A57 2,1 GHz dan empat core Cortex-A53 1,5 GHz, dipadukan dengan  RAM sebesar 3GB disematkan dalam ponsel pintar ini. Gak bakal lelet nih, apalagi sampe hang seperti ponsel bulukan gue *puk puk ponsel*. 

Mumpung lagi di counter Samsung dan megang-megang Galaxy S6 dan S6 Edge bergantian, gue tentunya nyoba-nyoba buka banyak aplikasi. Pengen tahu aja sistem operasi android lollipop itu kek gimana sih. Gue juga penarasan apakah bodynya cepat panas atau kurang responsif jika dibebani cobaan yang terlalu berat. Ternyata lancar kok! Masalah keamanan dan privacy pemilik ponsel juga terjaga karena ada peminda sidik jarinya. Cukup sentuhkan jari di permukaan layar, tidak perlu lagi pake gerakan menyapu. Lagian menyapu kan di halaman, bukan di display ponsel *lalu disodorin sapu ama mba mba CSnya*

Hal menarik lainnya yang sempat gue cobain adalah fitur S Health yang bisa mengukur detak jantung. Penting nih, untuk tahu seberapa cepat jantung ini berdetak melihat Go Bok Dong melintas di drama Angry Mom (Eaaa.... ).

S Health Samsung Galaxy S6 Edge
Fitur S Health Samsung Galaxy S6 
Ada juga sensor denyut nadi yang memudahkan kita untuk selfie tanpa menyentuh icon shutter di layar. Dan yang bikin gue terpesona adalah fitur Fast Charging. Dengan fitur ini Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge mampu mengisi baterai hingga 50 persen kapasitasnya dalam waktu hanya 30 menit saja. Dan ini bisa dilakukan tanpa kabel! Sungguh fitur yang pas sekali buat gue yang males diribetin sama kabel dan  gak sabaran ngecharge, hehehe.. 

Overall hasil ceki-ceki di counter Samsung itu membuktikan  bahwa Samsung berhasil memadukan keindahan design dan kekuatan tekhnologi pada Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge. Sambil megang-megang Galaxy S6 di tangan kanan dan Galaxy S6 Edge di tangan kiri gue jadi sadar akan satu hal. Ketika Baek Seungchan yang baru aja direkrut jadi PD sudah bisa pake Galaxy S6, gue yang sudah PNS ini hanya bisa menatap Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge dengan mupeng tanpa sanggup membelinya. Galaxy S6 dibandrol dengan harga 9 juta rupiah sedangkan S6 Edge 12 juta rupiah.

Samsung Galaxy S6 Edge
Samsung Galaxy S6 dan Samsum Galaxy S6 Edge
Ah.. memang hidup tidak seindah drama Korea. Gue nunggu Samsung ngasih hadiah buat gue aja lah! Doain yak pemirsaahhhh...!!! 

Tulisan ini diikutkan untuk Lomba: 



Update :


Alhamdulilah.. 

Solusi Makan Siang Yang Tertunda Dengan Mi Kering Tropicana Slim

Hari Senin biasanya saya selalu disibukkan dengan banyak kerjaan di kantor yang bikin saya sering telat makan. Saking telatnya makanan di kantin kantor sudah habis semua. Yang tersisa hanya mi instant dan telur saja. *Sigh* #nasib

Saya, seperti sekian ratus juta orang di muka bumi ini sebenarnya sukaaaaaa banget makan mie instant. Praktis, gak pake lama, harganya juga gak mahal. Tapi makin kesini sempat banyak baca informasi yang beredar kalau sebenarnya mie instan ini termasuk kategori junk food. Makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi dan berpengaruh buruk bagi kesehatan jika sering dikonsumsi. Saya kan jadi khawatir. Makanya saya gak mau sering-sering makan mi instant, kecuali kalo lagi pengen...banget atau kepepet. 

Saya sudah siap-siap aja dimasakin mi instan biasa oleh ibu kantin ketika secara tidak sengaja mampir ke ruangan sebelah dan melihat ini diatas meja teman sekantor saya. 

Tropicana Slim
Tropicana Slim Less Flat Noodles. Mi Kering Rasa Ayam Bakar
Boleh nih..
Alhamdulilah yang punya berbaik hati memberikan satu stok Mi Kering Ayam Bakar Tropicana Slim miliknya buat saya. Terus terang saya belum pernah nyobain mi kering Tropicana Slim. Saya taunya Tropicana Slim itu produk untuk diet dan penderita diabetes. Ternyata Tropicana Slim sudah punya produk mi instan yang bisa dikonsumsi siapa aja, toh... bahkan aman untuk anak-anak. Ok noted! Saya dan teman akhirnya langsung cuzz ke pantry. Mari masak! 

Proses pembuatannya sih sama aja dengan mie instan biasa, direbus dalam air mendidih. Sementara mi direbus, saya tuangkan bumbu, minyak, bumbu cabe dan kecap ke piring. Karena ada kecap yang nempel di jari otomatis saya jilat dong ( hihihi biarin jari sendiri). Saya gak nyangka rasanya enak. Manis, gurih, kecap banget. Suka. Saya sampe kepikiran ini kecap apa sih, pengen ganti kecap di rumah deh. 

Satu lagi yang bikin gue terkesima adalah air hasil rebusannya. Lebih jernih dibanding air rebusan mie instan lainnya. Ketika mi saya angkat kelihatan tekstur mi yang  lembut, kenyal tapi gak seperti karet jika ditarik. Warnanya juga tidak terlalu kuning. Saking terkesimanya saya sempatkan foto-foto untuk dokumentasi. 

Tropicana Slim
Air Rebusan Mi Kering Tropicana Slim Lebih Jernih kan?
Kalau seperti ini saya gak perlu melakukan dua kali rebus seperti yang biasa saya lakukan pada mi instan yang lain. Tingginya kandungan lemak yang ada pada mi instan biasa bisa dihilangkan dengan cara merebus mi beberapa kali sampai air rebusannya lebih bening. Jika melihat hasil air rebusan Mi Kering Tropicana Slim ini saya gak perlu ngerebus mi berkali-kali. Sekali aja cukup. Dari situ saja saya sudah bisa menilai produk mana yang lebih aman. 

Nah sekarang waktunya makan... Tapi sebelum disantap saya tambahin dulu menu pelengkap lainnya seperti tahu, tempe dan ayam semur, potongan tomat segar  plus telur ceplok. Secara ini makan siang, harus ada lauk yang beragam agar gizinya seimbang, Ciee.. Kalau teman saya gak nambah macam-macam, cukup Mi Kering Tropicana Slim aja. 

Tropicana Slim
Mi Kering Tropicana Slim Rasa Ayam Bakar Versi Vita

Sekarang tinggal disantap saja deh! Bismillah...

Eh, enak loh! 
Mi Kering nya tuh lembut tapi gak bikin geli di tenggorokan. Rasa ayam bakar bener-bener otentik seperti kita makan mi kering dengan  ayam bakar beneran (walaupun pada kenyataannya ayam yang tersisa di kantin hanya ayam semur aja). Wanginya juga menggoda. Teman yang duduk di sebelah meja aja sampai nyamperin buat nyicipin. Maunya dia nambah lagi, tapi langsung saya beri jurus tangkisan garpu, Enak aja, bikin sendiri dong!

Hal menarik lain setelah menyantap Mi Kering Tropicana Slim  bumbunya ringan dilidah, tidak terlalu berminyak. Efek tenggorakan agak-agak seret atau kepala sedikit pusing setelah makan mi instan juga tidak saya rasakan pada Mi Kering Tropicana Slim. Padahal bumbunya gak saya kurangi. 

Kok bisa sih? 
Saya sampai penasaran ngecek komposisinya di label kemasan. Disitu tercantum "lebih rendah natrium" yang mana itu berarti lebih rendah garam. Setelah saya ngecek, ternyata konsumsi natrium (yang biasanya berasal dari garam pada produk makanan) lebih dari 2.000 mg memang berisiko meningkatkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Selain itu kadar lemak Mi Kering Tropicana slim juga dibuat lebih rendah. Itulah alasannya mengapa Mi Kering Tropicana Slim itu di panggang dan bukan digoreng seperti mi instan lain. Tabel perbandingannya seperti ini : 

Pembanding
Tropicana Slim
Mi Kering Ayam Bakar
Mi Instant Korea
Mi Instant Biasa
Kalori Total
240 kkal
436 kkal
390 kkal
Lemak Total
5 g
14.7 g
17 g
Kadar Natrium Total (Garam)
480 mg
1840 mg
940 mg

Sumber dari sini 

Hal seperti ini memang perlu diketahu. Hari gini sebagai konsumen kita memang harus jeli menentukan makanan yang kita santap. Bukan semata hanya untuk mengganjal perut, faktor kesehatan juga penting untuk diperhatikan. Percumalah makan enak kalau ternyata cuma menumpuk lemak saja. Cari penyakit kan namanya. Untuk itu dalam memilih makanan, tidak ada salahnya untuk mencari tahu informasi nilai gizi yang dikandungnya. 

Sumber dari sini 
Satu hal yang pasti porsi Mi Kering Tropicana Slim rasa Ayam Bakar ini pas banget. Gak nanggung sampe harus ditambahin nasi segala. Gak kebanyakan sampe bikin eneg pula. Pokoknya mah, pas..! Alhamdulilah tadi nemu sebungkus Mi Kering Tropicana Slim. Sekarang jadi gak masalah dong kalau pengen makan mi instan. Mulai sekarang saya tetapkan Mi Kering Tropicana Slim sebagai solusi makan siang dikejar kerjaan kantor yang menumpuk Untuk yang lagi diet, produk Tropicana Slim ini  bisa juga loh dijadikan opsi makan siang daripada sok-sok nahan lapar. 

Mie Kering Tropicana Slim Tandas Tak Bersisa
Perut kenyang, hati pun senang. Gak nyesel deh nyobain. Mi Kering Tropicana Slim, sudah sehat enak lagi! Kamu cobain juga ya! 

World Blood Donor Day With Song Il Kook and Daehan Minguk Manse

Tau gak kalau tanggal 14 Juni ditetapkan sebagai Hari Donor Darah Sedunia a.k.a World Blood Donor Day? Walaupun sudah ditetapkan sejak tahun 2004 oleh WHO, saya baru ngeh kemarin. Itu juga gara-gara tweetnya Song Il Kook, bapaknya Daehan Minguk Manse. Sebagai duta donor darah Korea, Song Il Kook melakukan donor darah lalu share di twitter sebagai penyemangat bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama.  

Song Il Kook Triplets
 Song Il Kook Donor Darah Ditemani Triplets 

Makan Siang di Gastros Coffee and Eatery Makassar


"Maksi dimana?"
(Maksi =  makan siang)

Ini adalah pertanyaan paling sering terlontar menjelang jam makan siang di kantor. Bisa jadi karena bosan dengan makanan di kantin, tapi lebih sering karena alasan 'sekalian jalan-jalan', jadilah jam makan siang biasanya gue cuzz ke tempat makan yang enak dan nyaman. Ditemani Im Siwan tentu saja, mobil Agya kesayangan gue. 

Kali ini giliran "Gastros Coffee & Eatery" di Mall Ratu Indah di Jalan Ratulangi Makassar. Tidak sulit menemukan restaurant ini karena terletak di lantai dasar, dekat parkiran. Setelah memarkir Agya gue dengan cantiknya, jalan sedikit, kelihatan deh signnya.
Makassar
Gastros Coffee and Eatery Makassar 
Memasuki Gastros Coffee and Eatery gue disambut dengan interior dan dekorasi yang mengingatkan gue pada Bistro di Paris ( halah, kek gue pernah kesana aja!). Dinding batu bata (tanpa dipoles), kursi dan meja yang terbuat dari kayu dengan jendela lebar sehingga tidak perlu lampu yang banyak dan terang. 

Kebetulan gue masuk dari pintu samping yang berwarna kuning, berhadapan langsung dengan deretan couch kulit dan meja kayu yang ditempatkan di sisi jendela. Penuh. Gue akhirnya memilih bagian bawah yang berhadapan dengan bar barista dan kasir. Hey, ternyata ada list menu yang direkomendasikan Gastors terpajang di dindingnya.   
Kuliner Makassar
Gastros Must Taste List 

Rating Drama Korea, Drama Terbaik atau Terfavorit ?

Beberapa hari yang lalu teman sekantor  ngabarin kalau drama "Ex-Girlfriend Club" yang tayang di tvN sebentar lagi akan selesai masa tayangnya. "Cuma duabelas episode saja coba..,"katanya dengan ekspresi sedih. Ketika drama favorit dihentikan karena rating yang rendah, bisa jadi ada yang berkomentar : 

"Kenapa peduli amat sama rating sih, orang ceritanya seru juga. Emang kita nonton rating yah, bukan drama?" 

 


Sebagai orang yang bekerja di dunia penyiaran televisi dan radio, gue merasa tergelitik  pengen  nulis mengapa industri penyiaran sangat peduli dengan sesuatu yang bernama : Rating. 


Rating Tayangan Televisi


Bagi orang awam rating itu gak berpengaruh sepanjang menurut yang bersangkutan drama itu disukainya. Tapi bagi orang yang bekerja di televisi dan radio dan berprofesi sebagai eksekutif produser, produser dan asisten produser, rating itu penting banget. 

Jika ratingnya jeblok bukan pemain dramanyanya yang dimarahin, bukan juga penyiarnya. Tetapi tiga orang yang berkompeten ini yang digetok-getok palanya oleh kepala bagian program yang kemudian bakal digantung lagi sama yang punya perusahaan televisi atau radio. 

Rating Drama Korea,Drama Terbaik atau Terfavorit ?


Gambaran visualnya tuh seperti PD Joon Mo di drama The Producers episode pertama yang dipanggil menghadap ekskutif produser dan kepala bagian program hanya untuk diberi tahu program acara yang dipegangnya 2 Days 1 Night  dihentikan penayangannya karena ratingnya rendah.

Tapi by the way. apa sih rating itu? Sebegitu pentingnya kah sampe bisa menghentikan sebuah program acara radio dan televisi?

5 Karakter Nyebelin Di Drama Korea

Dalam drama Korea ada begitu banyak karakter yang menarik. Ada yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, pokoknya gak bisa dibedain lah sama anak pramuka. Ada juga yang tajir melintir tapi sengaknya minta ampun, anak miskin tapi hapenya Samsung terbaru (sponsor sih yah..). Ada yang bikin jatuh hati, ada juga yang bikin kesel setengah mati. Tapi walaupun ngeselin karakter-karakter itu bikin cerita dari sebuah drama makin bervariasi.

5 Karakter Nyebelin Di Drama Korea 


Banyak yang mengira karakter yang ngeselin adalah karakter antagonis. No..no..no.. Gak semua karakter yang bakal gue bahas di sini adalah peran antagonis, Ada loh peran protogonist yang nyebelin. Inilah lima karakter nyebelin di drama Korea versi gue dalam urutan acak :  

1. Lee Ga Young ( Fashion King - Shin Se Kyung)
Masih ingat gak dengan karakter ini? Di drama  Fashion King Shin Se Kyung memerankan tokoh utama bernama Lee Ga Young. Dia adalah perempuan berusia  20-an yang penuh dengan keoptimisan. Meskipun hidup susah Lee Ga Young ini tidak pernah menyerah akan harapan datangnya suatu hari yang lebih baik (sset daah..). 

Setelah menonton episode per episode, gue malah melihat dia sebagai tipe perempuan yang optimis sekaligus ambisius dan kejam secara terselubung. Lee Ga Young ini semacam evil in disguise of an angel's face. 

Shin Se Kyung sebagai Lee Ga Young (Fashion King) 

Cita-cita Lee Ga Young  adalah menjadi designer seperti ibunya. Mulai dari ngejar beasiswa sampai ke New York sampai usaha kecil-kecilan di Dongdaemun semua dijabanin. Apalah demi sebuah cita-cita. Dalam perjalanan menuju cita-citanya itu Lee Ga Young bertemu dengan dua lelaki yang sama-sama bergelut di dunia fashion, Kang Young Gul dan Jung Jae Hyuk. Keduanya sama-sama menawarkan kesempatan bagi Lee Ga Young mewujudkan impiannya sebagai designer. Perbedaannya adalah Kang Young Gul hanya pemain kelas Dongdaemun sementara Jung Jae Hyuk pengusaha fashion kelas dunia. Mainannya beda! 

Disinilah gue pikir karakter Lee Ga Young menjadi menyebalkan walaupun dia protogonis. Disaat susah dia kerja bareng Kang Young Gul tapi disaat Kang Young Gul terjebak masalah dia malah memilih ke pihak Jung Jae Hyuk. Maklum ceritanya si Lee Ga Young ini jadi rebutan dua lelaki ini. Parahnya Lee Ga Young dengan sangat innocentnya digambarkan seakan tidak menyebar harapan palsu bagi keduanya. Pada akhirnya Kang Young Gul bunuh diri dan Lee Ga Young bersama Jung Jae Hyuk yang membantunya menjadi designer. 

Haduh, kalo ada award bagi karakter PHP terbaik  di drama Korea, malaikat juga tahu siapa yang bakal gue sodorin pialanya.

2.  Park Jong Shik ( Kim Hee Won - Misaeng) 
Sebenarnya ada beberapa karakter yang nyebelin di drama Misaeng. Nyebelin dalam arti sebenar-benarnya karakter antagonis with less expression tapi bisanya nyalahin orang lain. Lee Sang Hyun (teman seangkatan magangnya Jang Geu Rae), Manager Ma (atasannya Ahn Young Yi), Asisten Manager Sung (atasannya Seok Yul) dan juaranya adalah Park Jong Shik ( atasannya Jang Geu Rae). Dia semacam dementor yang menyerap semua kebahagiaan di ruang kerja.
Kim Hee Won sebagai Park Jong Shik ( Misaeng)
Tidak saja merendahkan bawahan dan memperalatnya dengan tugas-tugas yang seharusnya dikerjakannya sendiri, Park Jong Shik lebih banyak maen di jam kerja tanpa ijin (yaiyalah..emang ada bos yang ngijin? Eh ada kali yah kalo bosnya juga diajak!). Ketika ketahuan dan mendapat teguran segera aja jurus pedekate ke boss keluar.

Tipe karyawan seperti ini khususnya kalau pegang jabatan emang ngeselin banget. Kerjaan diberikan ke bawahan tanpa arahan dan supervisory, dianya duduk manis aja sibuk maen diluaran. Begitu projek kelar, kalau berhasil dia yang dapat creditnya tapi kalau gagal bawahan yang disalahkan. Ketika ditegur malah pasang tampang semacam dia yang selama ini bekerja keras. And the worst of them all adalah mengambil keuntungan dari perusahaan untuk kepentingan pribadi yang bisa membahayakan karier orang lain.

Park Jong Shik is definetely karyawan yang perlu dikasi susu basi aja. 

3. Kang So Young ( Who Are You 2015 - Jo Soo Hyang) 
Don't judge the book by its cover sama dengan jangan ngejudge orang dari tampangnya. Tapi yang ini dari tampangnya aja sudah ngeselin, pemirsah! Hahahaha.. Just kidding! Gue bukan tipe orang yang easily kesel dan kebawa cerita drama seperti ibu kantin kantor gue yang sering ngomel-ngomel di depan tipi setiap kali nonton sinetron, but Kang So Young is  definetely character yang pengen  lo ceburin ke sumur. 

Who Are You 2015
Jo Soo Hyang sebagai Kang So Young 
Kang So Young adalah seorang pelajar dari keluarga kaya dan berpengaruh. Gak ada yang berani dengan Kang So Young. Segala kata adalah titah pandita ratu (lah kok jadi kek puisi Ada Apa Dengan Cinta ya?). Kang So Young ini bisa ngomong apa aja, mencela siapa saja, bully siapapun tanpa alasan. Yang melawan siap aja kena bully juga. 

But actually Kang So Young is a very smart kid. Dia bukan tipikal pembully yang renking terakhir di kelas. Saking pinternya, dia jago bersandiwara dan memutar balikkan fakta  didepan orang lain yang gak tahu masalah. Sudah dia yang ngebully dan bikin orang teraniaya malah orang itu yang kena hukumannya. Kang So Young bisa kelihatan sangat innocent, teman yang baik sekaligus a helping person tapi dibelakang she's totally evil. Ketika orang yang suka dibullynya melakukan perlawanan, dia bahkan berusaha lebih keras untuk membalas dengan bullyan yang lebih kejam. In a simple way to describes Kang So Young : She is the worst nigtmare you could ever have on your school years.

4.  Ji Young Ra (Heard It Through The Grapevine - Baek Ji Young)
Coba bayangin ini yah.. teman bergaul entah dari jaman kapan tahu ngegebet suami lo just for fun. Pengen dicabein gak? Yah kek gitu deh karakternya Ji Young Ra di drama Heard It Through The Grapevine. Dia sengaja melakukan hal-hal yang dia tahu bakal membuat teman se'genk' socialitanya, Choi Yeon Hee panas dingin karena kesel. 

Ji Young Ra Heard It Through The Grapevine
Baek Ji Young sebagai Ji Young Ra  (Heard It Through The Grapevine)
Sebagai socialita level atas, orang semacam Choi Yeon Hee sangat elegant dalam mengekspresikan emosinya. Sebisa mungkin selalu tampak sempurna. Jika ada aib yang bisa menjatuhkan imej, Choi Yeon Hee berupaya agar aib itu tidak diketahui orang banyak. Masalahnya dia temenannya sama Ji Young Ra yang insting pergosipannya tinggi banget. Makin ditutupin sebuah aib, makin bersemangat dia untuk mengungkapkannya. Mau lewat asisten rumah tangganya kek, atau datang sendiri ke rumah yang bersangkutan, apa aja asalkan 'hipotesa' dalam pikirannya terbukti sampai Choi Yeon Heenya kesel. 

Begitu juga dengan urusan ngegebet Han Jeong Ho, suami Choi Yeon Hee. Ji Young Ra sebenarnya gak naksir, she's just has some agendas yang menurut dia lebih cepat kalo 'mempergunakan' Han Jeong Ho yang punya firma hukum kondang. Apalagi Ji Young Ra ini adalah cinta pertama Han Jeong Ho, makin gampanglah dia mempermainkan perasaan keduanya. Sudah tahu Choi Yeon Hee kesel,Ji Young Ra dengan sengaja berlama-lama di kantor Han Jeong Ho supaya  Choi Yeon Hee melihat mereka berdua. 

Be aware ladies! Orang macam Ji Young Ra ini is the best frenemies (friend and enemies) yang minta dijambak to the moon and back. 

5.  Park No Ah ( Angry Mom - Ji Hyun Wo) 
Ini adalah salah satu karakter protogonist yang menurut gue nyebelin. Park No Ah adalah lulusan Universitas Seoul jurusan literatur Korea. Dia sempat mengajar di sebuah bimbingan belajar sebelum akhirnya dihired menjadi guru bahasa Korea di sebuah SMU elit di Seoul. 

Sebagai guru rookie pemikirannya masih sangat idealis banget. Dia menganggap dia bisa menyelesaikan semua masalah siswa-siswanya. Baginya tak ada masalah yang berat dalam kehidupan sebagai remaja. Dia malah dengan entengnya mengutip puisi-puisi sebagai jawaban untuk kegalauan anak muridnya.  Dan itu gangguuuuuuu banget....!! Bukan cuma bagi anak muridnya tapi juga gue yang nonton. Hahaha. Antara pengen noyor atau keplak kepala Park No Ah pake apusan papan. 

Angry Mom
Ji Hyun Wo sebagai Park No Ah ( Angry Mom)
Kenyataannya seorang murid yang tadinya pengen curhat tapi gak jadi gara-gara merasa Park No Ah meremehkan masalahnya dan malah ngasih untaian puisi, ditemukan tewas jatuh dari lantai atas. Kalau sudah gini apa seharusnya Park No Ah  lari ke hutan terus belok ke pantai aja? Ah.. kadang-kadang menjadi orang yang menganggap dirinya memahami segalanya beda tipis ngeselinnya dengan orang yang mengampangkan masalah orang lain. And that's Park No Ah, songsaengnim!

*** 
Nah itu dia lima karakter nyebelin di drama Korea versi gue. Mungkin gak semuanya bisa mewakili pendapat penonton drama Korea yang lain karena setiap orang punya opini. Gue cuma nulis ini dengan harapan mudah-mudahan sih kita bisa mengambil value atau hikmah tersendiri dari karakter-karakter protogonist dan antagonist diatas (tsah..). 

Karena walaupun hidup memang tidak seindah drama Korea but at least jangan sampe karakter-karakter nyebelin itu hadir dari dalam diri sendiri. Ish, amit-amit deh!

Thank you for reading.

Mencicipi Udon dan Tempura ala Marugame Udon Makassar

Siapa sih yang gak suka mie? Dari tua,muda,dewasa hingga anak-anak kayaknya gak ada yang gak suka jenis makanan yang satu ini. Mie hadir di menu kuliner berbagai negara dengan bermacam variasi termasuk Jepang. Di negeri Sakura salah satu jenis Mie yang disukai adalah Udon. 

Di satu hari Minggu sore yang ceraaah *saking cerahnya saya merasa perlu ngadem dibawah AC* saya menerima ajakan seorang teman untuk mencoba salah satu tempat makan baru di Makassar. Nama tempat yang direkomendasikannya adalah Marugame Udon. Dari namanya saja sudah langsung kebayang kuliner mie Udon khas Jepang. Bentuknya sama dengan mie kebanyakan, sama-sama panjang dengan warna putih kekuningan. Bedanya adalah dari ketebalan dan tentu saja kuahnya yang lebih kental. Membayangkannya sudah bikin ngeces aja nih! 

Jadi berangkatlah saya dengan Im Siwan, mobil kesayangan saya. Tidak sulit menemukan lokasi Marugame Udon yang terletak di lantai 1 pintu timur Mall Panakukkang. Rasanya lebih sulit menemukan tempat parkir secara waktu itu pas hari Minggu, tanggal muda, jam empat sore pula. Tumplek plek lah berbagai mall goers dari tua muda, penduduk Makassar sampai pengunjung dari luar daerah lengkap dengan bus antar kotanya. Kalau body mobil gak compact langsing kek Im Siwan saya, yakin deh agak mepet-mepet menjurus lecet. Pfft.. 

Anyway, saat saya sampai di Marugame Udon, teman saya  sudah memesan makanan duluan. Setelah berhai-hai sejenak saya segera menuju kitchen bar Marugame Udon, tempat pengunjung memesan makanan sekaligus bisa melihat kokku (koki dalam bahasa Jepang) sibuk mengolah pesanan kita. 

Marugame Udon Makassar 


Review K-Movie: Cart

Dipenghujung tahun 2014 saya menonton sebuah film Korea berjudul Cart karena penasaran dengan akting D.O, salah satu member EXO yang debut sebagai aktor di film ini. Saya sudah memasukkannya ke dalam notes ide untuk menuliskan review di blog tapi baru pertengahan tahun ini akhirnya terealisasi. Mudah-mudahan bisa menjadi opsi tontonan dikala bosan dengan pekerjaan. Menurut saya film ini inspirasional banget khususnya untuk emak-emak pekerja dan mbak-mbak kantoran walaupun tidak menutup kemungkinan mas mas ganteng seperti D.O (ya kali ada) juga  bisa mengambil hikmah dari semua ini (lohhh??).  Yuk ah, disimak dulu siapa aja yang maen di film Korea Cart ini.

Cart D.O Film Korea
Pemain Film Korea Cast 
Cast : 
  1. Yum Jung-ah as Sun-hee
  2. Moon Jung-hee as Hye-mi
  3. Kim Young-ae as Madam Soon-rye
  4. Kim Kang-woo as Dong-joon
  5. Do Kyung-soo as Tae-young
  6. Hwang Jeong-min as Ok-soon
  7. Chun Woo-hee as Mi-jin
  8. Lee Seung-joon as Section chief Choi
  9. Ji Woo as Soo-kyung
  10. Park Soo-young as Manager
  11. Song Ji-in as Ye-rin
  12. Hwang Jae-won as Min-soo
  13. Kim Soo-an as Min-young
  14. Kim Hee-won as Convenience store boss (cameo)
  15. Kil Hae-yeon as Real customer (cameo)
Director : Boo Ji-young
Writer :  Kim Kyung-chan
Rilis : 13 November 2014 


STORY PLOT 

Cart adalah sebuah film Korea yang berkisah tentang mogok kerja yang dilakukan sekumpulan pekerja kontrak wanita di salah satu supermarket besar. Mereka mogok kerja bukan tanpa alasan. Perusahaan yang menaungi supermarket tersebut memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan dengan alasan efisiensi. Tidak akan ada pengangkatan karyawan tetap, malah pekerjaan akan dipihak ketigakan pada perusahaan outsourching. Duh, sangat tipikal perusahaan jaman sekarang kan?

Ini jelas bikin para pekerja wanita yang berprofesi sebagai kasir, cleaning service dan bagian stok galau, resah gelisah bercampur kecewa. Sunhee, seorang ibu dua anak yang sudah lima tahun menjadi karyawan teladan merasa tertampar kenyataan. Suaminya yang bekerja di laut membuat Sunhee harus menghidupi dua anaknya sendirian, status karyawan tetap tentu saja sangat melegakan. Tidak saja karena gaji yang didapatnya akan lebih besar tapi juga tidak harus deg-degan setiap kali waktu perpanjangan kontrak. Butuh dedikasi tinggi dan tingkat kesalahan dalam pekerjaan yang rendah agar terpilih menjadi karyawan tetap. Ironisnya giliran Sunhee menjadi karyawan tetap datang setelah kebijakan efisiensi itu tiba. 

Rekan Sun Hee sesama kasir, Hye Min, sama kecewanya. Hye Min memang belum dijanjikan menajdi karyawan tetap, hanya saja dia kena teguran besar karena dianggap menuduh seorang pelanggan mengutil. Hye Min terpaksa berlutut meminta maaf pada pelanggan tersebut dan sempat dicaci maki segala. Sesuatu yang sangat merendahkan diri apalagi karena memang pelanggan tersebut mengutil adanya. Well, pelanggan adalah raja. Kasir cukup jadi babu saja.

Beberapa pekerja kontrak juga mendapat perlakuan yang cukup berat. Mereka tentu saja punya pilihan untuk pergi namun susahnya mencari pekerjaan membuat mereka tetap bertahan. Jadi ketika kebijakan PHK besar-besaran itu diumumkan, mereka bersatu untuk mogok kerja dan menutup supermarket tempat mereka bekerja setelah galal bernegosiasi dengan pihak manajemen. Sebuah perjuangan antara pekerja kontrak melawan manajemen perusahaan akhirnya dimulai. 

Cart Film Korea
Unjuk Rasa Karyawan Kontrak - Cart K Movie 
MY TWO CENTS

Film Cart adalah sebuah film bergenre keluarga dan diangkat dari kisah nyata.Tidak ada adegan romantis apalagi adegan kissu kissu, jadi fansnya D.O boleh berlega hati yah..  :D. Menurut saya dari segi ceritanya lumayan bagus hanya saja kurang greget. 

Memang film Cart juga memotret kehidupan para wanita ini sebagai ibu. Hye Min digambarkan terpaksa membawa anaknya yang masih kecil dalam aksi mogok kerja karena posisinya sebagai orangtua tunggal. Sunhee digambarkan sebagai ibu beranak dua yang rela banting tulang demi menyekolahkan anaknya, Taeyong (diperankan oleh D.O) di sekolah terbaik. Ketika Sunhee tidak mengizinkan Taeyong ikut field trip karena tidak mampu membayar biaya, Taeyong pun marah dan memutuskan untuk bekerja paruh waktu tanpa memberitahu ibunya. Konflik ibu dan anak ini sebenarnya bisa lebih dipertajam dan bukannya malah nambah adegan persahabatan semi flirting antara Taeyong dan teman sekolahnya. 

Sebagai film layar lebar keindahan gambar juga menjadi jualan tersendiri.  Adegan aksi dorong antara pihak keamanan dan para pengunjuk rasa adalah salah satu yang menarik. Kostum pihak keamanan yang berwarna putih kelihatan kontras dengan kostum pengunjuk rasa yang berwarna pink. Adegan para pengunjuk rasa bertahan di kegelapan supermarket dan masih tetap berusaha ceria dengan pertunjukan panggung drama ala kadarnya juga cukup menyentuh. Tujuh puluh perempuan pekerja kontrak bersatu, mereka rata-rata sudah berumur tapi tetap semangat memperjuangkan penghidupan mereka. What a nice scene! 

Dari sisi akting saya tidak melihat sesuatu yang mengecewakan karena para pemainnya sudah malang melintang di dunia perfilman Korea, kecuali D.O yang baru debut sebagai aktor di film ini. Sebagai rookie, D.O cukup bagus walaupun tidak cukup bagus disebut actor-idol nomer 1 seperti yang dilansir KBS Entertainment Weekly. Menurut saya masih lebih mending aktingnya Im Siwan di film The Attorney. but hey it's another story! D.O juga menyanyikan OST untuk film Cart yang MV ( Music Video) dengan  english subbed saya sematkan di bagian akhir.

D.O Sebagai 
Overall ini bisa jadi satu pilihan tontonan bersama keluarga. Mudah-mudahan sih setelah nonton ini sebagai anak kita lebih bisa menghargai jerih payah ibu, suami juga lebih tahu diri dan sebagai ibu ibu slash perempuan yang setiap bulannya ke supermarket kita bisa lebih menghargai kerjaan mbak mbak dan mas mas kasir dan karyawan lain yang kita temui  saat kita berbelanja. 

Selamat menonton Cart! 

 

Update news: 

Film Cart meraih penghargaan di Baeksang Art Awards 2015 untuk  Skenario Film Terbaik dan Yum Jung Ah terpilih sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. Chukkae!! 

Review Web Drama Korea :EXO Next Door

Di postingan sebelumnya sudah sempat bahas tentang web drama, platform yang kini lagi happening banget khususnya dalam drama Korea. Nah, salah satu web drama yang saat ini lagi ngehits adalah EXO Next Door yang diusung Line, salah satu media social milik Naver search engine semacam Googlenya Korea. Kenapa EXO Next Door bisa ngehits? Selain karena web drama sedang ngetrend dikalangan anak muda, pemain web drama 15 menitan ini tentunya gak lain gak bukan member EXO sendiri.

Oiya, yang belum kenal EXO, kenalan dulu disini!

Review Web Drama Korea :EXO Next Door 


Web Drama - EXO Next Door 

Premis cerita EXO Next Door sederhana saja. Apa jadinya jika tetangga seberang rumah adalah boyband idolamu? Yi Yonhee tidak pernah menyangka bahwa rumah yang terletak pas di seberang rumahnya dihuni oleh member EXO, boyband yang lagi naik daun itu. Dia hanya tahu dari ibu dan kakaknya bahwa rumah di seberang dihuni oleh orang baru yang keren banget. Jadi begitu sang ibu menitipkan kartu kunci padanya untuk diserahkan pada penghuni baru itu, pikiran Yonhee sudah kemana-mana. Maklum sepanjang umurnya yang 23 tahun itu dia belum pernah punya pacar. Kebayang dong gimana harapannya tidak melambung tinggi mendengar informasi itu.


Moon Ga Young Sebagai Yi Yon Hee 

Ternyata yang kabar yang didengarnya tidak seperti kenyataan. Dua orang yang mengaku tinggal di rumah seberang tidak secakep yang dia kira. Jadi ketika ibunya memintanya untuk membawa sekotak kue sebagai ucapan selamat datang pada tetangga baru, Yonhee jelas menolak. Apaan? Sudah gak ganteng pake dikirimin kue segala. Berhubung sang ibu (yang ternyata agen penyewaan rumah) 'mengancam'nya untuk bayar uang sewa di kamarnya sendiri, mau tidak mau Yonhee pun mengantar kue tersebut ke rumah seberang.

Sesampainya disana yang punya rumah malah gak ada. Tergoda dengan wangi tteok yang dibawanya, Yonhee dengan santainya mencicipi kue buatan ibunya itu. Saking menikmatinya dia sampe keselek dan terpaksa mencari air di kulkas. Tanpa disadarinya ada empat orang cowok yang memperhatikan tingkah lakunya dari balik dinding. Alangkah kagetnya Yonhee ketika ia sadar bahwa empat orang itu adalah member EXO.


D.O Baekhyun Chanyeol Sehun
Diintip Member EXO Masa..... 

Simple banget kan cerita awalnya?

Untuk yang suka baca fanfic (fanfiction : cerita khayalan fan tentang idolanya) atau pernah buat fanfic, cerita EXO Next Door itu tidak fantastic baby banget (yaeyaaalah ini EXO, bukan Bigbang. Wow.. fantastic baby! *oke fokus!*). Every EXO-L  has dream about it. EXO-L mana coba yang gak pernah menghayal bisa tetanggaan sama EXO? Dulu waktu gue khilaf sempat sukaaa banget dengan EXO sampe ngeposting 2 entry tentang EXO segala disini dan disini, gue juga sempat bikin fanfic yang melibatkan rebutan cewe antar member EXO.

Tenang aja, bukan gue yang jadi rebutan.
Bukan!
Gue masih tahu diri.

Anyway.. jadi ketika episode bergulir dan cerita mengalir, Yonhee akhirnya jadi tukang bersih-bersih rumah EXO dan membuat Chanyeol sempat kesel banget gara-gara ngeberantakin kamarnya, disaat itulah gue berpikir : Ahh... jadi Chanyeol bakal jatuh cinta sama cewe ini. Lalu kemudian ketika Yonhee shock habis dibentak Chanyeol muncullah D.O yang perhatian dan lembut banget, saat itu gue langsung bisa nebak : Aahh.. jadi D.O nih yang jadi second lead malenya?

Dan ketika diam-diam Chanyeol dan D.O saling gengsi untuk menunjukkan perasaan pada Yonhee sementara Yonhee terlalu lugu untuk tahu kalau dia diperebutkan, Sehun dan Baekhyun malah menyebar spekulasi kalau sebenarnya yang disukai Yonhee itu adalah Kai. Lalu muncullah Kai di episode 9 bersama the rest of the member.

Terus terang saat gue nonton episode 1 dan 2 gue sempat merasa sangsi dengan web drama ini. Lama kelamaan EXO Next Door jadi quilty pleasure gue, ngerasa bersalah sih nontonnya tapi suka aja.. #dasarlabil.

Lagipula kalau D.O sudah ngomong kek gini di episode 10, gue bisa bilang apa??

Between D.O And Daehan, Minguk, Manse

EXO Next Door direncanakan tayang untuk 16 episode, sementara ini sudah ada 10 episode yang sudah dirilis. Gue gak mau berspekulasi endingnya bakal gimana seperti kebiasaan gue kalo nonton K-drama lainnya. Biarin aja, let it flow, just enjoy the show!

Harapan gue cuma satu, mudah-mudahan setelah EXO Next Door kelar hati gue akan tetap tabah jika nanti ada sinetron Indonesia yang nyontek plek ceritanya menjadi : Tetanggaku Idolaku. Skenario bisa dicontek, tapi yakin dapat cast sekeren member EXO ini?

EXO Next Door , My Quilty Pleasure