Makin Cantik di Usia Cantik

Pada usia berapa wanita merasa berada pada usia cantik? Menurut menurut saya, #UsiaCantik itu adanya saat wanita menginjak usia 35 tahun. Mengapa? Karena di umur segitu sudah banyak banget pengalaman hidup yang kita rasakan.


Coba deh ingat-ingat lagi. Masa remaja dimana kita galau hanya gara-gara jerawat sebiji muncul di pipi. Usia 20-an merasa sedikit baper dan (mungkin sedikit) patah hati.  Barulah di usia 30-an secara emosional dan finansial kita sudah mapan. Thanks to kerja cerdas dan pengalaman hidup sih, menurut saya.

Makin Cantik di Usia Cantik



Kalau ingat kembali, sepanjang hidup yang sudah diberikan Allah SWT banyak hal yang sudah saya temui. Jaman SMP saya mulai berani kirim cerpen ke majalah. Dari belasan yang dikirim, hanya satu yang dimuat. Lainnya ditolak, obviously! Pindah ke Makassar jaman SMU sampai kuliah, saya berubah minat jadi vokalis band yang manggung di pensi-pensi. Begitu pake jilbab di tahun kedua kuliah, saya jadi malu sendiri manggung bawain lagu Alannis Morisette, Sheryl Crow atau Natalie Imbruglia. Ya sudahlah, pensiun dini jadi vokalis. 

Daftarlah saya jadi penyiar radio di salah satu stasiun radio kondang di Makassar. Alhamdulillah... kebawelan saya ini ternyata ada yang mau bayar. Sepanjang masa masa kuliah saya jalani nyambi jadi penyiar.  Gak heran 6 tahun baru bisa lulus dari Fakultas Teknik Elektro. Hihihi.. 

Coba tebak saya yang mana?

Sebulan setelah wisuda saya diterima bekerja di sebuah provider telekomunikasi. Hingga memasuki usia 30 tahun saya bekerja di sana. Lalu kemudian saya pindah di provider telekomunikasi tetangga yang baru ekspansi ke Makassar. Selain karena gajinya memang lebih tinggi, kesempatan pulang ke Makassar.

Tapi ternyata semua ada 'harga'nya Tekanan kerjaannya itu lohh.. Pulang jam 2 pagi trus masuk kantor lagi jam 8, sampai hari Minggu pun masuk kantor sudah saya jabanin. Hayati lelah.. Resign aja deh!

Mulai dari Awal di Usia 30-an 


"Jadi kamu maunya apa, Vit?"

Pertanyaan itu mengetuk-ngetuk pikiran. Sejujurnya saat saya masih di kantor provider pertama saya kepikiran untuk kuliah lagi. Dari dulu saya selalu pengen melanjutkan kuliah di jenjang S2. Tapi kalau saya tetap bertahan di perusahaan itu, kesempatan itu hampir sedikit sekali ada. Akhirnya saya memutuskan untuk jadi PNS aja, suatu profesi yang kemungkinan dapat beasiswa belajar lebih besar.

Salah satu teman saya sempat mengatakan bahwa saya termasuk orang yang nekat, berganti pekerjaan di usia 30an. Memulai lagi dari titik karir awal di usia yang sudah tidak bisa dikatakan sebagai ‘fresh graduate’, saya sering dianggap sebelah mata dibandingkan teman seangkatan yang berumur 20-an. Dianggap belum tahu dunia kerja sama sekali. Pedih!

Pra Jabatan Bareng Teman-Teman yang Umurnya 20an


Tiga tahun pertama saya berusaha mematahkan segala asumsi dan prejudice mereka tentang menjadi PNS di usia 30an. Meski begitu, ketika menginjak usia 35 tahun saya sempat sedikit gak percaya diri juga. Gimana tidak, teman-teman kuliah saya dulu karirnya sudah pada melaju kencang. Lah saya?

What have I done with my career? Mulai dari awal lagi hanya karena ingin kuliah, lalu ternyata ketika ada kesempatan kuliah ke luar negeri malah gak diizinkan atasan, itu gimana coba? Rasanya antara pengen menangis dan menertawakan keadaan.

Untungnya Allah selalu memberi kemudahan setelah kesulitan. Mulai di usia 35 tahun saya menemukan diri saya kembali melalui 3 hal :

1.    Blogging

Menulis sebenarnya bukan hal baru buat saya. Sebenarnya sejak jaman Friendster saya sudah curhat lewat tulisan. Lalu kemudian saya pindah ke Multiply, lanjut ke Wordpress lalu akhirnya nyaman di Blogspot.  Pelan tapi pasti saya memulai kembali dan ikut merenguk berkahnya jadi blogger. Menang satu dua lomba, dibayar satu dua postingan dan tentunya mengenal lebih banyak blogger di Indonesia sampai dipercaya sharing segala. Asik ya? 




2.    Lanjut S2

Tujuan saya pindah kerja adalah untuk ini dan saya akhirnya berhasil mewujudkannyan Gak bisa kuliah di Korea Selatan atau Belanda gak apa-apa. Dalam kota aja, yang penting akreditasi A. Alhamdulillah, setelah melewati serangkaian test, akhirnya kesampaian juga kuliah dibiayai negara. Tiga semester sudah saya jalani dan saya hanya sekali mendapat nilai A-. Sisanya A bulat semua. Yes!  Nambah usia gak harus ‘slow down’ kan?


3.    Jualan Brownies

Bermula dari seorang teman yang memesan, foto brownies pesanannya itu saya upload ke Facebook. Ternyata banyak yang tertarik untuk pesan bahkan sampai repeat order, Walaupun belum punya team khusus saya sempatkan waktu diantara kantor, kuliah dan blogging untuk melayani pesanan. Alhamdulillah pelanggan Brownies Fever sudah sampai ke luar kota.



Dengan segala hal yang sudah saya jalani saya pikir jalan hidup orang memang beda-beda. Terkadang hidup memang keras, sesekali ada drama namun sebenarnya semakin hari hidup rasanya lebih indah.  Pengalaman-pengalaman yang sudah saya alami mengajarkan bahwa kita bisa dihargai sebagai siapa kita dan apa yang kita mampu. Hal itu bisa menjadi self healing tersendiri. 

Namun proses bertambahnya usia menghadapkan kita pada masalah baru. Kerutan, flek atau kulit wajah yang sudah tidak sekencang usia belasan hingga dua puluhan, you name it! Tapi setiap masalah kan ada solusinya. Perawatan kulit wajah is a must!


Makanya begitu tahu ada rangkaian perawatan kulit wajah #LorealDermalift saya siap-siap beralih ke L’Oreal Paris Revitalift Dermalift. Kandungan tanaman Centella Asiatica, Pro-RetinolA dan Dermalift Technology dapat  mengurangi kerutan sebanyak 27% dan meningkatkan kekencangan sebanyak 35% di 8 zona utama wajah (dahi, di antara alis, kontur mata, kerutan ujung luar mata, pipi,garis senyum,rahang,serta leher). Bantu banget membuat kulit wajah kita menjadi lebih cantik setiap hari. 

And Life Still Goes On.. I Will Carry On


Meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan provider telco dan berubah haluan menjadi PNS adalah keputusan yang cukup berat pada awalnya. Jenjang karir yang harus dimulai dari awal, ritme kerja yang berbeda 180 derajat hingga tentunya penghasilan yang kerasa banget adalah resikonya. Apakah saya menyesal? 

Thinking back, mungkin jika saya tidak mengambil keputusan itu bisa jadi saya tidak merasakan hal-hal seru dari ngeblog, kuliah lagi hingga usaha jualan brownies. 

Now as my age turn 38, saya pikir usia cantik tidak hanya bisa kita rasakan saat berusia belasan atau dua puluhan. Merasa cantik terikat dengan kepercayaan diri dan pengalaman hidup juga bukan?  

Apa yang sudah kita lewati menjadi prestasi hidup tersendiri yang sama berharganya dengan kecantikan kulit. Dengan healing power dari Revitalift Dermalift Centella Asiatica, usia sekarang bisa menjadi #UsiaCantik setiap perempuan.


Menurut kamu bagaimana?  Share di kolom komentar ya.. 

5 Cara Hemat Belanja Perlengkapan Bayi

Selama ini saya nulis tentang Daehan, Minguk, Manse, si kembar tiga dari Songdo. Mereka sudah pada gede sih ya, sudah 5 tahun. Gak berasa ya, padahal baru berasa kemarin nonton mereka waktu masih bayi.
Bicara soal bayi, di sini ada gak yang sedang menanti kehadiran dede bayi? Mendekati hari kelahiran bayi kecil pasti membuat kamu sibuk untuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Baik itu keperluan bayi untuk jangka pendek maupun keperluan bayi untuk jangka panjang. 

Dalam mempersiapkan perlengkapan bayi, kamu harus menyiapkan budget yang cukup besar. Oleh karena itu, kamu perlu mencatat 5 tips untuk menghemat biaya belanja perlengkapan bayi berikut ini : 

Perlengkapan Bayi Murah


1.    Buatlah Daftar Belanjaan

Jika Kamu memiliki waktu senggang, sebaiknya Kamu harus mulai mencatat perlengkapan apa saja yang akan dibutuhkan oleh bayi. Prioritaskan dulu kebutuhan bayi yang selalu digunakan setiap harinya. Daftar perlengkapan bayi yang bisa dimasukan ke dalam daftar wajib belanjaan antara lain pakaian bayi new born, kaos kaki, sarung tangan, selimut, popok, bak bayi, alat mandi bayi beserta keperluan mandinya, pompa asi, alas ompol bayi, dan kasur bayi.  

 

2.    Pastikan Perlengkapan Bayi yang Dibeli Sesuai dengan Budget

Perlengkapan Bayi Murah

Kamu harus tetap memastikan bahwa perlengkapan bayi yang ingin dibeli sesuai dengan budget. Jangan sampai membeli  perlengkapan bayi secara berlebihan, ya.  Bisa-bisa menguras banyak tabungan. Selain membeli perlengkapan bayi, juga harus tetap mempersiapkan biaya untuk kontrol dan biaya persalinan bayi nantinya.

 

3.    Jangan Tergiur dengan Barang yang Tidak Dibutuhkan

Nah ini dia 'penyakit' perempuan sejuta umat! Memang, melihat beragam pakaian serta perlengkapan bayi terkadang membuat kita tergiur untuk membelinya. Namun, mengingat persiapan kelahiran bayi membutuhkan biaya yang besar, Kamu harus mampu mengontrol keinginan untuk membeli perlengkapan bayi yang belum atau bahkan tidak dibutuhkan.

 

4.    Belilah Pakaian Bayi dengan Ukuran Satu Nomor Lebih Besar


Perlengkapan Bayi Murah

Pertumbuhan dan perkembangan bayi setiap bulannya terasa cepat. Terlebih jika bayi Kamu termasuk ke dalam kategori “bayi bongsor”. Oleh karena itu, agar pakaian bayi dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama sebaiknya membeli pakaian bayi dengan ukuran satu atau dua nomor yang lebih besar.

 

5.    Berbelanja di Online Shop


Untuk menghindari “laper mata” berbelanja di online shop bisa dijadikan alternatif ini untuk memperkecil meledaknya biaya belanja perlengkapan bayi. Namun dalam berbelanja online, sebaiknya pilih situs belanja online yang terpercaya dan termurah seperti online shop MatahariMall. Kamu bisa melihat berbagai macam daftar perlengkapan bayi murah di situs online shop tersebut. Selamat mencoba!

The Journey of Song Triplets Giveaway

Yes!! Finally I published long-awaited-post about Daehan, Minguk, Manse. Setelah keputusan Song Il Gook untuk berhenti bergabung dalam variety show The Return of Superman, saya jadi ikut-ikutan gak pernah update kabar Daehan, Minguk, Manse lagi di blog atau pun di IG dan Twitter. 

Senangnya, dua minggu lalu dapat kabar kalau Daehan, Minguk, Manse akan tampil lagi di The Return of Superman special. Hanya satu episode sih.. tapi kan lumayan daripada lu manyun. Hehehe.. 

Saya jadi tiba-tiba teringat beberapa bulan lalu Penerbit Haru berbaik hati mengirimi saya sebuah buku K-Toon The Journey of Song Triplets. Komik ini dibuat oleh Sandy Claws, seorang komikus Korea yang ngefans banget dengan Song Il Gook dan anak kembar tiganya. 


Daehan, Minguk, Manse

Review K-Toon The Journey of Song Triplets


Anyway, jadi sebenarnya The Journey of Song Triplets itu isinya apa? 

The Journey of Song Triplets adalah sebuah mini komik perjalanan si kembar tiga Daehan, Minguk, Manse. Di mulai ketika mereka lahir dan beberapa adegan-adegan menarik dari episode-episode yang mereka jalani dalam variety show The Return of Superman.

Daehan, Minguk, Manse
Jadi meskipun gak pernah nonton acaranya di tv atau mungkin malah gak tahu sama sekali tentang Daehan, Minguk, Manse gak masalah. Shandy Claws menuturkan latar belakang Song Triplets ini beserta cerita-cerita petualangan mereka melalui gambar-gambar yang keren.Memang sih agak di'lebih-lebih'kan sedikit dibanding yang ada di layar kaca tapi malah itu yang membuat komik ini jadi lebih seru. 

Gak cuma tentang Daehan, Minguk, Manse bersama ayahnya aja loh yang ada dalam buku K-Toon ini. Teman-teman si triplets bahkan triplets oemma alias ibu mereka yang kalau muncul di layar kaca cuma keliatan sekilas dua kilas itu juga terpampang nyata di komik ini. 

Daehan, Minguk, Manse

Oiya, buku komik ini juga menyertakan lagu-lagu yang favorit Daehan, Minguk, Manse termasuk lagu tema Song Triplets. Jangan khawatir, selain tulisan hangeul ada juga tulisan romanisasinya biar kamu bisa ikutan nyanyi. 

Daehan, Minguk, Manse

  
Selain itu diselipin juga satu-dua halaman tidak berwarna. Maksudnya semacam coloring page buat anak-anak (orang dewasa juga bisa kok) yang pengen mewarnai gambarnya Shandy Claws sesuai imajinasi masing-masing. 

Daehan, Minguk, Manse

Buku setebal 174 halaman ini dicetak full color diatas kertas yang cukup tebal sehingga tidak mudah lecek. Meski ditulis dalam bahasa Inggris (ya mendingkan daripada tulisan Hangeul), saya yakin gak nyusahin orang-orang Indonesia yang membacanya.

Gambarnya lucu-lucu dan keren-keren. Bahkan jika bukan fans Triplets sekalipun, ibu-ibu bisa menjadikan komik ini sebagai bacaan yang edukatif bersama todlernya. Apalagi yang ngefans sama Song Triplets karena dari jaman kapan tahu kek saya yah, wajib punyaa!! Komik ini bisa kamu dapatkan di toko-toko buku terdekat atau toko buku online.

Daehan, Minguk, Manse


The Journey of Song Triplets Giveaways

Daehan, Minguk, Manse


Senangnya Penerbit Haru baik hati banget selain mengirimi saya buku keren ini, Penerbit Haru juga menyediakan 3 buku The Journey of Song Triplets untuk readers blog Vita Masli - An Excited Blogger dan follower IG/Twitter @vitamasli . Huwaaa.. Aku terharu.


Caranya : 

  1. Follow blog ini
  2. Follow akun Twitter  @vitamasli dan Instagram @vitamasli
  3. Follow Twitter dan Instagram : @penerbitharu
  4. Share postingan ini di Twitter/Facebook/Google+/Instagram sertakan hastag #TheJourneyofSongTriplets #vitamasliGA
  5. Tinggalkan komentar di blog ini mengapa komik The Journey of Song Triplets penting untuk kamu punyai dan buku/novel/komik apa yang kamu pengen diterbitkan oleh Penerbit Haru.
  6. Ajak teman-teman kamu juga ya!

Itu aja kok. Gak sulit kan syaratnya? Akan ada tiga pemenang beruntung yang bisa mendapatkan K-Toon The Journey of Song Triplets. Buruan ikutan, giveaway ini hanya sampai tanggal 30 November 2016.

Goodluck!

Tempat Ngopi yang Enak Itu...

Di mana sebenarnya tempat ngopi yang enak itu? Jawabannya tentu beragam. Ada yang bilang di warung kopi, tempat di mana kebiasaan ngopi berasal. Bermodal secangkir kopi tubruk dan berbatang-batang rokok, pembicaraan mengalir dari politik hingga proyek impian.

Ada yang memilih di cafe di mana kopi disajikan dalam ruangan berhawa dingin yang nyaman. Tidak menutup kemungkinan ada yang memilih coffee shop sebagai tempat kopi yang enak. Tempat di mana orang bisa memesan kopi sambil ngobrol dengan barista meracik pesanan. Bisa nongkrong di situ atau take away. Semua sah-sah saja sebagai pilihan tempat ngopi enak. Terserah apa 'brand' nya kan?

Cafe Makassar
Ice Americano dan Cheese Toast di Rhapsody Coffee Eatery

Tempat Ngopi yang Enak Itu...

Setiap tempat ngopi punya segmentasi yang berbeda. Ada yang memang segment pasarnya kelas A, ada juga yang membidik menengah ke bawah. Beberapa tempat kopi mengkhususkan diri untuk penikmat kopi beneran sementara ada juga yang membidik pasar anak muda yang gak peduli rasa kopinya gimana yang penting tempatnya instagramable, bisa merokok dalam ruangan dan tentu saja bisa pesan Taro Blend atau Ice Tea Lychee. 

Jadi kalau ada yang menganggap si A tempat ngopinya mahal, ya mungkin mahal buat kamu gak buat dia. Toh, tempat yang kamu bilang asik belum tentu juga pas buat orang lain, kan?

Nah, dari sekian banyak tempat ngopi di Makassar yang sudah saya coba, saya list beberapa aja yah yang sekiranya mudah-mudahan bisa dikategorikan sebagai tempat ngopi yang enak :

Starbucks, You Hate It - I Love It 


Meski kopinya seems overpriced, tapi mereka 'membayar'nya kembali. Tempat yg nyaman, suasana yang bikin betah (music not too loud dan gak norak) dan yang paling penting mba dan mas baristanya ramah dan berusaha mengenal pelanggannya entah dari nama dan kopi yang disukainya. Jika kopi yang dibuatkan tidak sesuai dengan taste saya, mereka dengan senang hati menggantinya dengan yg baru the way i like. Tidak banyak cingcong.



Starbucks Breakfast

Pendapat saya ini pernah bikin 'panas' grup Line sebuah komunitas. Katanya,"ditempat lain juga seperti itu. Kamu aja yang tahunya nongkrong di situ." Kira-kira begitulah kesimpulan dari beberapa komentar yg cukup pedas. Intinya saya ini 'tidak nasionalis, pendukung yahudi, dan seterusnya dan seterusnya. Lucu juga.. tapi pada akhirnya saya malas berdebat tentang selera.

Bagi saya tempat ini jadi semacam penyelamat 'mood' di pagi hari. Kalau saya gak sempat ngopi di rumah,  tempat ini sering saya samperin. Selain karena lokasinya berada dekat kantor, jam operasionalnya mulai dari pukul sembilan pagi dan paling siap diantara coffee shop yang lain entah buat take away atau minum di tempat. Oiya, parkirannya juga gak susyeh. Hahaha..


Peeple, #KopiKerja 


Bicara tentang segmentasi tempat ngopi, beberapa waktu lalu saya diundang menghadiri reopening dari sebuah tempat ngopi di Makassar. Sebut saja namanya Peeple yang berlokasi di jalan Singa. Tempat yang mengusung konsep bertagar #kopikerja ini sejatinya dimaksudkan oleh pemiliknya sebagai tempat ngopi yang memungkinkan kita mengerjakan work task. Layaknya di kantor tapi lebih nyante, gitu..

Peeple Makassar
Salah Satu Sudut di Peeple yang Bisa Kamu Pakai Untuk Meeting

Sebenarnya konsepnya lumayan asik. Di bulan-bulan pertama Peeple buka saya beberapa kali nongkrong di sini, entah untuk makan siang atau (niatnya) pengen ngerjain tugas kantor/kuliah/blogging. Hanya ya gitu.., setiap ke situ selalu ada kekecewaan. Teramsuk masalah kenapa perokok di dalam ruang AC dan non smoker harus rela di outdoor ? Gak kebalik nih? 


Alhamdulillah akhirnya ada perubahan juga. Terbukti dari direnovasinya Peeple dengan penataan baru. Non smoker dan smoker ditempatkan terpisah dan sama-sama ber AC. Internetnya lebih cepat. Desain dibuat lebih 'homey'.  Inilah yang diperkenal Peeple pada event reopeningnya. 

Peeple
Smoking dan Non-Smoking Area Sama-Sama Ber-AC


Sayangnya, meski tempat sudah terbilang nyaman dengan pelayanan yang cukup, beberapa jenis kopi lokal semacam gayo Aceh, Toraja, Bali dan beberapa lainnya sudah tidak ada. Begitu pula barista dan pelayanan penyeduhan kopi di meja pelanggan juga gak ada lagi. Padahal saya jadi banyak tahu jenis-jenis kopi dan pengolahannya menjadi minuman gara-gara itu loh.. 

Kata orang yang in charge masalah operasional, saat ini satu-satunya kopi lokal yang disediakan Peeple adalah kopi Enrekang dengan cara V60 sebagai pengolahannya. Kenapa? Karena hanya satu dua orang yang datang ke Peeple untuk bener-bener menikmati kopi beneran. Yahh.. sayang banget ya!

Kaya Toast
Enrekang Coffee and Kaya Butter Toast, Pilihan Buat Breakfast

 Rhapsody Coffee Shop Eatery - Tempang Ngopi Harga Mahasiswa

Terus terang saya sempat tidak banyak berharap dengan tempat ini. Seorang teman merekomendasikan tempat ini pada saya. Katanya kopinya sudah pasti enak dan tempatnya asik. Lokasinya di samping sebuah kampus di daerah Tamalanrea tidak jauh dari kampus Unhas membuat saya akhirnya kepikiran untuk mampir. Kalau pun gak oke, saya langsung cabut aja kuliah.  Ya kan?

Saya datang pas pukul 12 siang bermodal petunjuk dari Google Map. Seperti biasa saya pasti nyasar dulu (makasih yah Google Map!).  Letak Rhapsody Coffee Shop Eatery ini ternyata ada di deretan ruko agak masuk beberapa meter dari jalan Perintis Kemerdekaan. Thank God parkirannya luas.

Rhapsody Cafe
Add caption

Dari luar sih gak norak-norak amat ya, meski ada spanduk apalah gitu tergantung di depan. Beberapa kursi dengan meja dan asbak rokok ditempatkan di depan. Ah berarti mereka gak semena-mena dengan non smoker. Bar barista langsung terlihat begitu saya membuka pintu. Belum ada pengunjung selain saya, hanya seorang barista, seorang perempuan yang mungkin bagian keuangannya dan seorang yang saya asumsikan sebagai owner. 

Tanpa ragu saya memesan Ice Americano. Separah-parahnya tempat kopi paling tidak mereka bisa buat Americano kan? More than I expected Ice Americano saya datang dengan 1extra shot seperti yang seharusnya. Meskipun ternyata Ice Americano saya sudah dicampur gula tapi 1 extra shot tadi membuat saya males komplen. Hahahaha..

Kopi Indonesia
Biji Kopi yang Digunakan di Rhapsody Coffee Eatery

Menu yang ditawarkan Rhapsody Cafe Eatery ini cukup beragam. Kopi mulai dari Espresso dan turunannya hingga Affogato pun tersedia. Harganya berkisar antara 12ribu hingga 23 ribu. Mungkin karena lokasinya dekat kampus jadi harga harus bersahabat dengan kantong mahasiswa. 

What I like about this place is selain ruangannya adem dan bersih, musik yang dimainkan adalah alunan instrumental denting piano, meskipun menurut saya volumenya agak kegedean dikit. Mba dan mas nya juga baik banget. Ya sudah fixed,  berhubung dekat kampus kayaknya saya bakal mampir ke sini lagi sebelum kuliah.
 

DnK Espresso Bar

Kopi Toraja

Tempat ini secara tidak sengaja saya kunjungi. Gara-gara waktu itu sempat nginap di Zen Rooms dan melihat dari jendela kamar. Letaknya memang pas di seberang M Boutique Hotel, jalan Gunung Bawakaraeng. Jadilah setelah check out siang itu saya mampir ke sana.

Sebenarnya untuk ukuran kopi yang enak dan barista yang enak diajak ngobrol serta tempat yang Instagramable, tempat ini sebenarnya bisa jadi rekomendasi. Siang itu barista yang bertugas adalah seorang cewek dan dia enak diajak ngobrol tentang kopi.

Kopi Toraja

Biji kopi yang digunakan di sini pun adalah kopi Toraja. Sayang hidangan teman ngopinya kurang beragam dan tidak friendly buat non-smoker. Para perokok bebas merokok di ruangan ber AC bergabung dengan non-smoker. Pffthh... Waktu saya ke sana, smokernya cuma satu sih.. tapi merokoknya dekat barista.  Asap rokoknya itu loh ganggu keharuman kopi. 

Jadi, Di Mana Tempat Ngopi yang Enak Itu?

Anyway, sebenarnya  tempat ngopi banyak, racikan barista juga bisa beda-beda. Selain soal rasa pelayanan dan keramahan adalah dua hal yang memberi value lebih bagi pengunjung. Ketika pengunjung mengalami pengalaman yang menyenangkan pada satu tempat atau satu produk, kemungkinan untuk mereferensikan tempat tersebut pada orang lain akan lebih besar.

Sebagai orang Makassar saya juga mau lebih sering ngopi di tempat ngopi lokal, kok. Hanya saja saya belum menemukan tempat yang standar pelayanannya setara dengan coffee shop merk luar itu. Ayo lah.. buat standar pelayanan dan kenyamanan yang setara. Ini salah satu bentuk retensi kepada pelanggan juga loh. Ketika pelanggan sudah merasa nyaman, loyalitas bisa terbentuk bahkan jika ada sedikit kesalahan sesekali, mereka tidak akan meninggalkan tempat itu.

Tempat yang manusiawi buat pencinta kopi non rokok, kopinya enak, barista/waitressnya baik dan ramah nya gak kaku-kaku banget adalah beberapa contoh value yang diinginkan pengunjung.  Jika pelanggan sudah mereferensikan, mereka juga keep coming back, bisnis insya Allah berjalan aman kan? Itu terkadang berawal dari pelayan dan keramahan, sesuatu yang terkadang terlupakan oleh beberapa tempat ngopi.

Nah, menurut kamu di mana atau seperti apa tempat ngopi yang enak? Boleh share di kolom komentar ya..

Brunch at Kyouchii, Tempat Nongkrong Kekinian Bernuansa Jepang di Makassar

Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman sekantor (namanya Lia) memutuskan untuk nge-brunch alias breakfast and lunch. Sarapan sudah lewat tapi belum waktu makan siang pula. Perut gak bisa disiram pake kopi aja nih, harus ada temannya!  Jadilah pukul 11 kami keluar dari kawasan parkir kantor dengan pikiran yang masih labil, belum jelas mau nongkrong di mana.

Brunch ala Vita Masli

Sambil nyetir pelan-pelan melintasi jalan Ratulangi, saya dan Lia mulai brainstorming (cieeh istilahnya, padahal mo nentuin tempat makan aja. Hahaha!) sampai ngecek instagram segala. Abis kalo ditempat yang sudah dikunjungi, males juga. Pengen nyoba yang baru dong..
Teringat ada sebuah postingan teman di Path yang kemarin tentang sebuah tempat nongkrong makan baru di Living Plaza, Sungai Sa'dang Baru. "Kyou... Kyou apalah gitu namanya,"kataku. "Kyouchii kali yaah..,"jawab Lia sambil ngecek di Instagram. "Ya,,ya itulah! Itu tempat makan Korea apa Jepang sih? Ada kopinya gak ya?"

"Jepang deh kayaknya,"kata Lia lagi."Tapi gak yakin kalau ada kopinya, sih." 

Akhinya dengan perasaan setengah bimbang, saya belok kanan menuju Sungai Sa'dang baru. Ada sedikit keyakinan kalau tempat nongkrong kekinian paling tidak menyediakan Ice Americano. Setidaknya yah.. harapan saya seperti itu. Ternyata harapan saya gak percuma. Yay!

Ngopi cantik di Kyouchii Makassar
Ngopi cantik di Kyouchii Makassar

Brunch di Kyouchii, Tempat Nongkrong Kekinian Bernuansa Jepang 


Begitu pintu terbuka seorang waitress menyapa dengan sapaan khas Jepang,"Konnichiwa" yang diikuti dengan sapaan serentak seluruh staff,"Okaerinasaimase.." yang lebih kurang berarti 'selamat datang'. Hampir aja saya balas dengan,"Annyeonghaseo.." sebelum akhirnya ingat, ini cafe Jepang bukan Korea! Hahaha.. 

"Untuk berapa orang?" tanya mbaknya pada saya. Ketika saya jawab hanya berdua, saya diarahkan ke meja di bagian tengah dalam yang memang menyediakan beberapa meja untuk dua kursi saja.Awalnya pengen duduk di area sebelah kiri, tapi gak boleh karena katanya untuk empat orang.

Kyouchii Makassar cafe Jepang
Sudut yang Saya Pengenin tapi Gak Boleh sama Mbaknya

Saya akhirnya meminta meja yang berada di dekat jendela. Bukannya apa, supaya pas foto makanan, cahaya naturalnya dapat. Untungnya mba yang satu lagi (yang pegang list tamu) membolehkan. Azza!! #ehh

Segera setelah duduk, daftar menu masing-masing diletakkan di hadapan kami. Mulai dari main course berupa Ramen dan menu nasi-nasian sampai dessert beserta varian minuman disediakan. Ternyata ada kopi nya juga. Gak cuma Americano, Espresso aja ada. Olahan minuman kopi dengan susu sebangsa latte dan cappuccino juga tersedia. Ahh.. senangnya.


Kyouchii Makassar cafe Jepang


Saya lalu memesan Omurice Beef dan hot Americano, sedangkan Lia memilih Ramen, air mineral, green tea latte dan dessert.

Ramen Kyouchii
Ramen

Dessert Jepang
Dessert Pesanan Lia

Sembari menunggu pesanan, saya gak lupa foto-foto interior Kyouchii yang kawai ini. Dinomasi warna pastel yang kekinian, cafe ini mengusung konsep shabby chic yang berkesan industrial. Instagramable banget lah, sampai ke toiletnya sekalipun. Nunggu pesanan datang jadi gak berasa. 

Salah Satu Sudut di Toilet
Kyouchii Makassar cafe Jepang
Cuci Tangan jadi Pengen Foto Jadinya
Kyouchii Makassar cafe Jepang
Is it Dart or What?

Kyouchii Makassar cafe Jepang
Jangan Lupa Foto dengan Latar Belakang Ini

Cuma ya itu.. the music is too loud for me. Asik sih, Kyouchii play lagu-lagu Jepang (yang mengingatkan saya pada jaman-jaman belum tersentuh Kpop). Sayangnya, mungkin karena kualitas speakernya atau memang volumenya yang terlalu maksimal tempatnya jadi gak cukup nyaman untuk ngobrol. Mungkin bisa kali yah kedepannya hal ini ini diperhatikan demi kenyamanan pelanggan.

Kyouchii Makassar cafe Jepang

Dari segi kelezatan makanan, memang ini sangat relatif. Bagi saya, Omurice Beef pesanan saya yang diberi saus kari ini sebenarnya enak, apalagi nasinya cukup pulen. Mungkin karena dipikiranku sudah terlanjur terbiasa dengan Omurice ala Korea yang ala nasi goreng dibungkus telur jadi begitu melihat ternyata dalamnya nasi putih jadi sedikit kecewa.

Kyouchii Makassar cafe Jepang


Saus karinya terasa 'rich' dengan bumbu dan kental. Potongan daging sapinya yang digoreng berbalut tepung itu aja kali ya yang kurang pas buat saya karena terlalu keras. Porsinya cukup banyak, saya sampai menyisakan setengahnya. Bukan karena gak enak, tapi sebelum Omuricenya datang saya lebih dulu menyesap hot Americano dan menyantap Green Tea cake. Hihihi.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Green Tea Cake
Hot Americano

Saya sebenarnya bukan pencinta Green Tea, tapi demi perbaikan rasa Brownies Green Tea di Brownies Fever saya sengaja memesan ini sebagai perbandingan. Potongan satu slice cukup besar, bisa buat berdua. Selain Green Tea cake juga tersedia cake dengan rasa Pisang Ijo sampai rasa Teh Botol. Ada-ada aja yah.. 

Pilihan Cake di Kyouchii Makassar
Overall menurut saya, Kouchii ini bisa jadi tempat nongkrong yang tepat buat kamu yang berusia abege karena memang banyak spot-spot yang menarik dijadikan latar. Harganya sendiri berkisar mulai dari 10 ribu (untuk air mineral) hingga 50 ribuan. Saya dan Lia membayar 187ribu untuk pesanan makan siang kami. 

So far Kyouchii lumayan buat jadi tempat malam mingguan ama pacar lah ya. Sementara untuk mas dan mba kantoran seperti saya, cukuplah sesekali untuk makan siang sambil curhat-curhat manja tentang kerjaan di sini. 

Nah, penasaran pengen nyoba? Cuzz langsung mampir ke sini aja : 



Kyouchii
Living Plaza Maricaya GF
Jl. Sungai Saddang Lama no. 15
Telp. 0411-3616200


*all pics taken with Samsung Galaxy S7 Edge * 

A Luxurious Staycation at Melia Makassar


Mencari sebuah hotel mewah berbintang 4 di Makassar ? Look no more!  Tarik koper kamu ke Hotel Melia Makassar.. 


Weekend lalu pagi-pagi banget di hari Sabtu saya sudah bergaul dengan tepung, telur dan bahan-bahan kue untuk open order Brownies Fever. Siangnya sudah harus cuzz ke resepsi kawinan anak bapak dosen di daerah Sudiang dekat bandara. Malamnya ada event temu blogger dengan salah satu provider internet di sebuah warung mie instan kekinian. 

Jadwal padat kek gini, naga-naganya bakal ganggu tetangga lagi dengan klaksonan saya minta dibukain pintu pagar. Saya kan gak mau ada pulpen mampir ke muka saya gara-gara saya berisik di perpustakaan. *eh, emang situ Rangga?* 



hotel melia makassar
Source : Official Picture Melia Hotel Makassar

Anyway, makanya saya dengan senang hati menerima tawaran nginap di hotel Melia Makassar. Selain karena ini adalah hotel yang baru di launch bulan July lalu, hotel Melia adalah salah satu dari 6 hotel di Indonesia di bawah jaringan Melia Internasional yang berpusat di Spanyol.






Selain di Makassar, Hotel Melia juga ada di Jakarta, Jogja dan Bali. Memang sih di Makassar masih bintang empat tidak seperti sodara-sodaranya yang sudah bintang 5. Tapi ini sudah lumayan banget loh, manteman.. lebih dari lumayan malah!

Saya sudah beberapa kali nginap di hotel bintang 4 baik di Makassar dan di Jakarta. Hotel jaringan internasional pun ada lah yah sekali dua. Jadi saya sempat bertanya-tanya sendiri, apa yang membedakan  hotel Melia ini dengan yang lain?

Let’s check it out!

Rooms


Hotel Melia yang terletak di jalan A.Mappanyuki No.17  ini terdiri dari 21 lantai. Dari 20 lantai dialokasikan sekitar 17 lantai untuk 135 kamar yang terdiri dari kamar deluxe, premium, the level, dan junior suite. Gak heran jikal gedungnya yang menjulang tinggi disebut sebagai An iconic building in the center of Makassar.

Saya waktu itu nginap di lantai 16. Hal pertama yang saya cek begitu buka pintu kamar adalah ‘kamar mandi’. Ya maap, saya termasuk orang yang gampang ilfil sama satu tempat kalau kamar mandinya gak oke.

Alhamdulillah sih, walaupun gak ada bathtub tapi ada dua jenis shower yang disediakan. Satu hand shower dan satunya lagi rain shower yang menclok di atas plafon. Saya gak sempat foto juga sih rainshowernya. Yang jelas air dingin dan panasnya lancar mengalir, jadi betah mandi berlama-lama karena berasa syuting drama Korea adegan Kim Woo Bin di Uncontroably Found. #Eaaaa


hotel melia makassar


Kamar tidurnya meski tidak seluas yang saya harapkan, interior dan penataan kamarnya cukup membuat nyaman. Sebuah televisi berukuran 48” dengan 50 channel pilihan terpampang nyata di dinding kamar berhadapan dengan twin bed yang empuknya bikin pengen tidur mulu.


hotel melia makassar

Oiya, terkadang di beberapa hotel memang tersedia mini bar. Bedanya mini bar di hotel Melia yang isinya soft drink dan cokelat ini perlu dihabisin, karena gratis bo’! Gak suka minuman bersoda? Tenang.. ada pilihan kopi instan dan teh celup beserta air mineral dan pemanas air  siap di sudut ruangan. Bagi yang termasuk team #lapartengahmalam ini menyenangkan, bukan?

Di sudut kamar juga tersedia meja kerja dekat jendela. This is one of my favorite spot in the room karena saya bisa menyelesaikan utang-utang postingan blog sambil menyeruput kopi. Jika mata lelah, alihkan saja pandangan ke luar melalui jendela di belakang. Writer’s block bablas.. here comes idea!


Selain kamar standard dan deluxe, hotel Melia menyediakan beberapa kamar khusus untuk VIP di lantai 18 dan 19. Tipe kamarnya tentu saja berbeda dengan kamar-kamar di lantai yang lain. Fasilitasnya aja sudah beda. Kamu bisa afternoon tea dan sarapan di The Level yang khusus untuk tamu di lantai 18 dan 19 aja.

Senangnya saya termasuk tamu yang sudah terdaftar di list reservasi The Level. Sementara yang lain sarapan di Merkado lantai 6, saya dong sarapan di The Level dengan view kota Makassar dari lantai 18. Yay!

The Level Melia Makassar
Abaikan Piringnya!

*psst.. kapan-kapan saya cerita yah tentang The Level*

Facilities

Misalnya pun kamu gak ada kegiatan atau mager alias malas kemana-mana, you can do so many things at Melia Hotel Makassar. Tergantung minat kamu juga sih. Suka ngegym? Di lantai 5 hotel Melia Makassar tersedia gym dengan alat yang cukup lengkap. 

Butuh bantuan atau gak ngerti cara pakai alatnya bisa minta tolong sama mas mas PT (personal trainer). Ngegym jadi tidak membosankan memandang view kota Makassar dari ketinggian lantai 5.

hotel melia makassar


Gak suka keringatan kayak saya, bisa berenang. Tersedia kolam renang anak untuk kamu yang staycation bareng keluarga dan kolam renang dewasa. Gak jauh dari situ tersedia dua ruangan sauna untuk menyegarkan kulit kamu. Ruangan cowo dan cewe dipisah kok, so don't worry!


hotel melia makassar
hotel melia makassar
Sauna Room

Males olahraga, pengen perawatan rambut dan tubuh aja? Di hotel Melia ada Alma Salon and Spa. Mau perawatan rambut atau sekedar cuci blow silahkan mampir. Tersedia bermacam paket perawatan yang bisa kamu pilih.Sementara yang butuh melemaskan otot-otot yang kaku bisa ngespa aja.

hotel melia makassar
Ruangan Spa, Alma Salon & Spa

Fasilitas kolam renang, gym dan sauna bebas digunakan oleh tamu hotel, sedangkan spa dan salon tentunya berlaku tariff tertentu sesuai dengan paket yang dipilih. Sebenarnya tamu dari luar pun bisa menikmati fasilitas kolam renang cukup dengan  membayar dua ratus ribu rupiah. Ini sudah termasuk snack di bar pool yang viewnya gak bikin bosen itu loh..

hotel melia makassar
Pool Bar

Meski begitu saya sih lebih menyarankan sekalian nginap aja. Toh dengan harga kamar mulai 750rb sudah termasuk sarapan, bisa berenang, ngegym dan sauna pula sampe puas.

Melia Hotel Makassar, A Place To Hang Out

Hotel Melia ini masih punya banyak spot yang asik buat anak nongkrong. The Society di lantai 20 bikin saya speechless dengan viewnya yang 360 derajat itu.  Saya bisa melihat all over kota Makassar dari tempat ini.

Tempatnya cantik banget (instagramable banget lah!) apalagi bisa lihat sunset pula. It’s so romantic. Sayangnya pas saya nginap, sore itu mendung disertai hujan gerimis. Jadi gak ada sunset.. Hiks! Mungkin kali lain saya bisa ke sini. 

hotel melia makassar
Nongkrong Sore di The Society, Bisa Buat Arisan!

Spot lain yang juga masuk dalam daftar favorit saya adalah Merkado di lantai 6. If you looking for fine dining, this is the place to be. Setelah check out saya sempat-sempatin makan siang di sini. Pilihan menunya mulai dari masakan local hingga internasional dengan sentuhan fushion food  dari chef nya yang sudah melanglang buana hingga ke Maldives. 

hotel melia makassar
Salmon dan Ubi Ungu


Menurut saya Merkado lebih pas dijadikan tempat business lunch setelah meeting di lantai atas atau membahas deal yang lebih serius.  Meski begitu menurut marcomm hotel Melia, Merkado dan The Society punya paket buat arisan loh. Walaupun tentu saja gak dilarang kalau kamu mau makan malam berdua patjar di sini. 

hotel melia makassar
Business or Nongkrong Cantik? Di Merkado aja!


What I Like About Melia Hotel Makassar


Apa yang membuat pelanggan kembali lagi? Is it about the room, the facilities or the price? It’s all depend on the customer. Kalau saya ditanya ‘was the room and the facilities worth the price?’ I definitely say ‘Yes!’ Ada harga, ada kualitas, tentu saja. Lebih dari itu Melia Hotel Makassar memberi service excellent kepada para tamunya dari pertama tiba hingga check out.

Keramahan dan kesigapan selama on duty maupun off duty kadang-kadang membuat saya berpikir,”Ini karena hotelnya baru jadi karyawannya masih semangat atau karena saya blogger jadi pelayanannya beda?”

hotel melia makassar
Ready to Serve You


Cek en ricek, semua pelanggan dilayani sama baiknya oleh semua staff hotel Melia. It’s the part of Melia’s passion of service yang memang diterapkan di seluruh Melia Hotel International. 

Bagi saya, pengalaman yang menyenangkan akan membuat saya ingin kembali lagi ke suatu tempat. Tidak terkecuali nginap lagi di Hotel Melia Makassar. Jadi kalau kapan-kapan butuh liburan atau lagi perjalanan bisnis ke Makassar, kamu tahukan harus nginap di mana? 


For more info please call  0411 6017888 
Email reservations : @meliamakassar.com