Mencicipi Udon dan Tempura ala Marugame Udon Makassar

Siapa sih yang gak suka mie? Dari tua,muda,dewasa hingga anak-anak kayaknya gak ada yang gak suka jenis makanan yang satu ini. Mie hadir di menu kuliner berbagai negara dengan bermacam variasi termasuk Jepang. Di negeri Sakura salah satu jenis Mie yang disukai adalah Udon. 

Di satu hari Minggu sore yang ceraaah *saking cerahnya saya merasa perlu ngadem dibawah AC* saya menerima ajakan seorang teman untuk mencoba salah satu tempat makan baru di Makassar. Nama tempat yang direkomendasikannya adalah Marugame Udon. Dari namanya saja sudah langsung kebayang kuliner mie Udon khas Jepang. Bentuknya sama dengan mie kebanyakan, sama-sama panjang dengan warna putih kekuningan. Bedanya adalah dari ketebalan dan tentu saja kuahnya yang lebih kental. Membayangkannya sudah bikin ngeces aja nih! 

Jadi berangkatlah saya dengan Im Siwan, mobil kesayangan saya. Tidak sulit menemukan lokasi Marugame Udon yang terletak di lantai 1 pintu timur Mall Panakukkang. Rasanya lebih sulit menemukan tempat parkir secara waktu itu pas hari Minggu, tanggal muda, jam empat sore pula. Tumplek plek lah berbagai mall goers dari tua muda, penduduk Makassar sampai pengunjung dari luar daerah lengkap dengan bus antar kotanya. Kalau body mobil gak compact langsing kek Im Siwan saya, yakin deh agak mepet-mepet menjurus lecet. Pfft.. 

Anyway, saat saya sampai di Marugame Udon, teman saya  sudah memesan makanan duluan. Setelah berhai-hai sejenak saya segera menuju kitchen bar Marugame Udon, tempat pengunjung memesan makanan sekaligus bisa melihat kokku (koki dalam bahasa Jepang) sibuk mengolah pesanan kita. 

Marugame Udon Makassar 


Review K-Movie: Cart

Dipenghujung tahun 2014 saya menonton sebuah film Korea berjudul Cart karena penasaran dengan akting D.O, salah satu member EXO yang debut sebagai aktor di film ini. Saya sudah memasukkannya ke dalam notes ide untuk menuliskan review di blog tapi baru pertengahan tahun ini akhirnya terealisasi. Mudah-mudahan bisa menjadi opsi tontonan dikala bosan dengan pekerjaan. Menurut saya film ini inspirasional banget khususnya untuk emak-emak pekerja dan mbak-mbak kantoran walaupun tidak menutup kemungkinan mas mas ganteng seperti D.O (ya kali ada) juga  bisa mengambil hikmah dari semua ini (lohhh??).  Yuk ah, disimak dulu siapa aja yang maen di film Korea Cart ini.

Cart D.O Film Korea
Pemain Film Korea Cast 
Cast : 
  1. Yum Jung-ah as Sun-hee
  2. Moon Jung-hee as Hye-mi
  3. Kim Young-ae as Madam Soon-rye
  4. Kim Kang-woo as Dong-joon
  5. Do Kyung-soo as Tae-young
  6. Hwang Jeong-min as Ok-soon
  7. Chun Woo-hee as Mi-jin
  8. Lee Seung-joon as Section chief Choi
  9. Ji Woo as Soo-kyung
  10. Park Soo-young as Manager
  11. Song Ji-in as Ye-rin
  12. Hwang Jae-won as Min-soo
  13. Kim Soo-an as Min-young
  14. Kim Hee-won as Convenience store boss (cameo)
  15. Kil Hae-yeon as Real customer (cameo)
Director : Boo Ji-young
Writer :  Kim Kyung-chan
Rilis : 13 November 2014 


STORY PLOT 

Cart adalah sebuah film Korea yang berkisah tentang mogok kerja yang dilakukan sekumpulan pekerja kontrak wanita di salah satu supermarket besar. Mereka mogok kerja bukan tanpa alasan. Perusahaan yang menaungi supermarket tersebut memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan dengan alasan efisiensi. Tidak akan ada pengangkatan karyawan tetap, malah pekerjaan akan dipihak ketigakan pada perusahaan outsourching. Duh, sangat tipikal perusahaan jaman sekarang kan?

Ini jelas bikin para pekerja wanita yang berprofesi sebagai kasir, cleaning service dan bagian stok galau, resah gelisah bercampur kecewa. Sunhee, seorang ibu dua anak yang sudah lima tahun menjadi karyawan teladan merasa tertampar kenyataan. Suaminya yang bekerja di laut membuat Sunhee harus menghidupi dua anaknya sendirian, status karyawan tetap tentu saja sangat melegakan. Tidak saja karena gaji yang didapatnya akan lebih besar tapi juga tidak harus deg-degan setiap kali waktu perpanjangan kontrak. Butuh dedikasi tinggi dan tingkat kesalahan dalam pekerjaan yang rendah agar terpilih menjadi karyawan tetap. Ironisnya giliran Sunhee menjadi karyawan tetap datang setelah kebijakan efisiensi itu tiba. 

Rekan Sun Hee sesama kasir, Hye Min, sama kecewanya. Hye Min memang belum dijanjikan menajdi karyawan tetap, hanya saja dia kena teguran besar karena dianggap menuduh seorang pelanggan mengutil. Hye Min terpaksa berlutut meminta maaf pada pelanggan tersebut dan sempat dicaci maki segala. Sesuatu yang sangat merendahkan diri apalagi karena memang pelanggan tersebut mengutil adanya. Well, pelanggan adalah raja. Kasir cukup jadi babu saja.

Beberapa pekerja kontrak juga mendapat perlakuan yang cukup berat. Mereka tentu saja punya pilihan untuk pergi namun susahnya mencari pekerjaan membuat mereka tetap bertahan. Jadi ketika kebijakan PHK besar-besaran itu diumumkan, mereka bersatu untuk mogok kerja dan menutup supermarket tempat mereka bekerja setelah galal bernegosiasi dengan pihak manajemen. Sebuah perjuangan antara pekerja kontrak melawan manajemen perusahaan akhirnya dimulai. 

Cart Film Korea
Unjuk Rasa Karyawan Kontrak - Cart K Movie 
MY TWO CENTS

Film Cart adalah sebuah film bergenre keluarga dan diangkat dari kisah nyata.Tidak ada adegan romantis apalagi adegan kissu kissu, jadi fansnya D.O boleh berlega hati yah..  :D. Menurut saya dari segi ceritanya lumayan bagus hanya saja kurang greget. 

Memang film Cart juga memotret kehidupan para wanita ini sebagai ibu. Hye Min digambarkan terpaksa membawa anaknya yang masih kecil dalam aksi mogok kerja karena posisinya sebagai orangtua tunggal. Sunhee digambarkan sebagai ibu beranak dua yang rela banting tulang demi menyekolahkan anaknya, Taeyong (diperankan oleh D.O) di sekolah terbaik. Ketika Sunhee tidak mengizinkan Taeyong ikut field trip karena tidak mampu membayar biaya, Taeyong pun marah dan memutuskan untuk bekerja paruh waktu tanpa memberitahu ibunya. Konflik ibu dan anak ini sebenarnya bisa lebih dipertajam dan bukannya malah nambah adegan persahabatan semi flirting antara Taeyong dan teman sekolahnya. 

Sebagai film layar lebar keindahan gambar juga menjadi jualan tersendiri.  Adegan aksi dorong antara pihak keamanan dan para pengunjuk rasa adalah salah satu yang menarik. Kostum pihak keamanan yang berwarna putih kelihatan kontras dengan kostum pengunjuk rasa yang berwarna pink. Adegan para pengunjuk rasa bertahan di kegelapan supermarket dan masih tetap berusaha ceria dengan pertunjukan panggung drama ala kadarnya juga cukup menyentuh. Tujuh puluh perempuan pekerja kontrak bersatu, mereka rata-rata sudah berumur tapi tetap semangat memperjuangkan penghidupan mereka. What a nice scene! 

Dari sisi akting saya tidak melihat sesuatu yang mengecewakan karena para pemainnya sudah malang melintang di dunia perfilman Korea, kecuali D.O yang baru debut sebagai aktor di film ini. Sebagai rookie, D.O cukup bagus walaupun tidak cukup bagus disebut actor-idol nomer 1 seperti yang dilansir KBS Entertainment Weekly. Menurut saya masih lebih mending aktingnya Im Siwan di film The Attorney. but hey it's another story! D.O juga menyanyikan OST untuk film Cart yang MV ( Music Video) dengan  english subbed saya sematkan di bagian akhir.

D.O Sebagai 
Overall ini bisa jadi satu pilihan tontonan bersama keluarga. Mudah-mudahan sih setelah nonton ini sebagai anak kita lebih bisa menghargai jerih payah ibu, suami juga lebih tahu diri dan sebagai ibu ibu slash perempuan yang setiap bulannya ke supermarket kita bisa lebih menghargai kerjaan mbak mbak dan mas mas kasir dan karyawan lain yang kita temui  saat kita berbelanja. 

Selamat menonton Cart! 

 

Update news: 

Film Cart meraih penghargaan di Baeksang Art Awards 2015 untuk  Skenario Film Terbaik dan Yum Jung Ah terpilih sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. Chukkae!! 

Review Web Drama Korea :EXO Next Door

Di postingan sebelumnya sudah sempat bahas tentang web drama, platform yang kini lagi happening banget khususnya dalam drama Korea. Nah, salah satu web drama yang saat ini lagi ngehits adalah EXO Next Door yang diusung Line, salah satu media social milik Naver search engine semacam Googlenya Korea. Kenapa EXO Next Door bisa ngehits? Selain karena web drama sedang ngetrend dikalangan anak muda, pemain web drama 15 menitan ini tentunya gak lain gak bukan member EXO sendiri.

Oiya, yang belum kenal EXO, kenalan dulu disini!

Review Web Drama Korea :EXO Next Door 


Web Drama - EXO Next Door 

Premis cerita EXO Next Door sederhana saja. Apa jadinya jika tetangga seberang rumah adalah boyband idolamu? Yi Yonhee tidak pernah menyangka bahwa rumah yang terletak pas di seberang rumahnya dihuni oleh member EXO, boyband yang lagi naik daun itu. Dia hanya tahu dari ibu dan kakaknya bahwa rumah di seberang dihuni oleh orang baru yang keren banget. Jadi begitu sang ibu menitipkan kartu kunci padanya untuk diserahkan pada penghuni baru itu, pikiran Yonhee sudah kemana-mana. Maklum sepanjang umurnya yang 23 tahun itu dia belum pernah punya pacar. Kebayang dong gimana harapannya tidak melambung tinggi mendengar informasi itu.


Moon Ga Young Sebagai Yi Yon Hee 

Ternyata yang kabar yang didengarnya tidak seperti kenyataan. Dua orang yang mengaku tinggal di rumah seberang tidak secakep yang dia kira. Jadi ketika ibunya memintanya untuk membawa sekotak kue sebagai ucapan selamat datang pada tetangga baru, Yonhee jelas menolak. Apaan? Sudah gak ganteng pake dikirimin kue segala. Berhubung sang ibu (yang ternyata agen penyewaan rumah) 'mengancam'nya untuk bayar uang sewa di kamarnya sendiri, mau tidak mau Yonhee pun mengantar kue tersebut ke rumah seberang.

Sesampainya disana yang punya rumah malah gak ada. Tergoda dengan wangi tteok yang dibawanya, Yonhee dengan santainya mencicipi kue buatan ibunya itu. Saking menikmatinya dia sampe keselek dan terpaksa mencari air di kulkas. Tanpa disadarinya ada empat orang cowok yang memperhatikan tingkah lakunya dari balik dinding. Alangkah kagetnya Yonhee ketika ia sadar bahwa empat orang itu adalah member EXO.


D.O Baekhyun Chanyeol Sehun
Diintip Member EXO Masa..... 

Simple banget kan cerita awalnya?

Untuk yang suka baca fanfic (fanfiction : cerita khayalan fan tentang idolanya) atau pernah buat fanfic, cerita EXO Next Door itu tidak fantastic baby banget (yaeyaaalah ini EXO, bukan Bigbang. Wow.. fantastic baby! *oke fokus!*). Every EXO-L  has dream about it. EXO-L mana coba yang gak pernah menghayal bisa tetanggaan sama EXO? Dulu waktu gue khilaf sempat sukaaa banget dengan EXO sampe ngeposting 2 entry tentang EXO segala disini dan disini, gue juga sempat bikin fanfic yang melibatkan rebutan cewe antar member EXO.

Tenang aja, bukan gue yang jadi rebutan.
Bukan!
Gue masih tahu diri.

Anyway.. jadi ketika episode bergulir dan cerita mengalir, Yonhee akhirnya jadi tukang bersih-bersih rumah EXO dan membuat Chanyeol sempat kesel banget gara-gara ngeberantakin kamarnya, disaat itulah gue berpikir : Ahh... jadi Chanyeol bakal jatuh cinta sama cewe ini. Lalu kemudian ketika Yonhee shock habis dibentak Chanyeol muncullah D.O yang perhatian dan lembut banget, saat itu gue langsung bisa nebak : Aahh.. jadi D.O nih yang jadi second lead malenya?

Dan ketika diam-diam Chanyeol dan D.O saling gengsi untuk menunjukkan perasaan pada Yonhee sementara Yonhee terlalu lugu untuk tahu kalau dia diperebutkan, Sehun dan Baekhyun malah menyebar spekulasi kalau sebenarnya yang disukai Yonhee itu adalah Kai. Lalu muncullah Kai di episode 9 bersama the rest of the member.

Terus terang saat gue nonton episode 1 dan 2 gue sempat merasa sangsi dengan web drama ini. Lama kelamaan EXO Next Door jadi quilty pleasure gue, ngerasa bersalah sih nontonnya tapi suka aja.. #dasarlabil.

Lagipula kalau D.O sudah ngomong kek gini di episode 10, gue bisa bilang apa??

Between D.O And Daehan, Minguk, Manse

EXO Next Door direncanakan tayang untuk 16 episode, sementara ini sudah ada 10 episode yang sudah dirilis. Gue gak mau berspekulasi endingnya bakal gimana seperti kebiasaan gue kalo nonton K-drama lainnya. Biarin aja, let it flow, just enjoy the show!

Harapan gue cuma satu, mudah-mudahan setelah EXO Next Door kelar hati gue akan tetap tabah jika nanti ada sinetron Indonesia yang nyontek plek ceritanya menjadi : Tetanggaku Idolaku. Skenario bisa dicontek, tapi yakin dapat cast sekeren member EXO ini?

EXO Next Door , My Quilty Pleasure

10 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Daehan, Minguk, Manse - Song Triplets

Setiap kali saya mengecek traffic blog, saya tidak pernah melewatkan mengecek kata kunci - keyword - yang dipakai seseorang hingga terdampar di blog ini. Walaupun isi blog ini lebih banyak berkisar tentang review buku, film, drama Korea, dan beberapa liputan konser ternyata kebanyakan pengunjung datang karena : Daehan, Minguk, Manse - The Song triplets.

Saya memang suka banget dengan tiga bocah unyu ini, no one doubt about it. Dulu waktu masih siaran Kwave Radio Show di radio, setiap edisi saya selalu selipin satu dua info untuk 'meracuni' pendengar, supaya gak ngefans sendiri gitu maksudnya. Di akun twitter setiap sore di jam yang terjadwal saya juga suka spazzing foto-foto unyu mereka di timeline. Di facebook bahkan di status BBM walaupun tidak terjadwal Song triplets ini juga sering wara-wari. Sementara di blog, saya sudah menulis tentang Daehan, Minguk, Manse sudah tiga kali and they got big hit! *kecup triplets*

Dari hasil sebar-sebar virus Daehan, Minguk, Manse di berbagai media itu seringkali saya mendapat pertanyaan-pertanyaan seputar mereka. Ada beberapa yang sempat saya jawab di twitter dan ada juga karena pertanyaannya sama dan berulang kali saya jawab akhirnya membuat saya kepikiran, gimana kalau saya buat postingan saja di blog ini saja. 

Jadi inilah : FAQ : Frequently Asked Question tentang Daehan, Minguk, Manse yang coba dijawab setahu saya dari hasil nonton Return Of Superman berkali-kali. Siapa tahu ada pertanyaan kamu juga disini, let's check these out!  

Q  : Bagaimana membedakan Daehan, Minguk dan Manse?

A : Sebenarnya tidak sulit membedakan ketiganya karena mereka bukan kembar identik. Wajah  mereka tidak betul-betul sama. Coba perhatikan foto ini  yah..

Song Triplets 2015
Daehan, Minguk, Manse 2015
Kalau mereka dijejerin bertiga mereka bisa dibedakan dari perawakannya. Daehan paling tinggi, Minguk agak endut dan Manse paling pendek diantara mereka bertiga.

Song Triplets 2015
Pertumbuhan Daehan, Minguk, Manse Selama 8 Bulan di Return Of Superman 

Masih susah membedakannya? Perhatiin aja yang paling perhatian banget sama bapaknya itu Daehan, yang makannya paling banyak itu Minguk dan Manse adalah anak  yang paling playful dan suka ngomong sendiri. Kata trademark Daehan adalah : Appa gwenchanayo ? ( Ayah gak apa-apa kan?), Minguk : hottugowo? (Panas ya? - Ini bicara tentang makanan tentu saja) sedangkan Manse sering sekali menjawab : Aniya! ( Bukan/ Tidak mau) sambil ketawa-ketawa becandain bapaknya setiap kali Il Kook appa menyuruhnya sesuatu. Makin sering nonton makin gampang mengenali Daehan, Minguk, Manse. Makin kenal bisa jadi makin cinta juga sama triplets (dan bapaknya). Coba aja! *cari teman*

Q  : Dimanakah Daehan, Minguk dan Manse tinggal?
A : Di rumah orangtuanya tentu saja! Hahaha.. Keluarga Song sementara ini menetap di Songdo, Incheon mengikuti tempat tugas ibunya triplets yang bertugas sebagai hakim di distrik tersebut. Sebenarnya gampang banget untuk tahu triplets tinggal dimana, karena gedung apartement Central Park I adalah salah satu gedung yang menjulang tinggi di distrik bisnis Songdo, tepat di depan Songdo Central Park. Kapan-kapan saya ke Korea, sempat-sempatin ke Songdo Central Park ah! Kali-kali aja ketemu triplets lagi maen sesepedaan ama bapaknya. Ihiy!

Songdo Central Park ( cr to owner) 

Q  : Mengapa ibu Daehan, Minguk, Manse jarang terlihat di Return Of Superman?
A : Ibu triplets, Jung Seung Yeon, berprofesi sebagai hakim di pengadilan Songdo. Di Korea Selatan, pejabat publik tidak lazim wara wiri di layar kaca apalagi di acara hiburan. Lagian menurut saya sebagai hakim tentu Jung Seung Yeon menjaga sekali privasi keluarganya. Gimana kalau misalnya ada yang tidak puas dengan hasil putusannya di persidangan lalu kemudian menjadikan Daehan, Minguk, Manse sebagai pelampiasan? Duh, saya yang malah jadi paranoid gini ya? Hehehe..
Anyway, Jung Seung Yeon sempat terlihat sekilas dua kilas di tiga episode Return Of Superman dan terakhir di episode 78 (tayang 17 Mei 2015) hari terakhir trip bersama ke Pulau Jeju, Jung Seung Yeon oemma hadir memberi surprise untuk ketiga anaknya. Duh terharu banget secara triplets terlihat lonely banget diatara anak-anak yang lain bersama ibunya.

Kalau penasaran banget tampang Jung Seung Yeon, bisa capture scene ruang tamu mereka lalu zoom in foto keluarga yang terpampang di dinding. Ja..jang... *ala Daehan*

Baca juga : Daehan, Minguk, Manse : Saranghanda, Saranghanda, Saranghanda

Ibu Daehan Minguk Manse
Foto Keluarga Song Il Kook Saat Triplets Berulangtahun Yang Pertama 
Mudah-mudahan gak penasaran lagi yah..

Q  : Apa makanan kesukaan Daehan, Minguk, Manse?
A : Basically ketiganya suka makan daging dan buah-buahan. Pisang dan Strawberry adalah buah favorit sementara Mangdu alias pangsit rebus adalah 'cemilan' favorit mereka. Seperti anak kecil pada umumnya mereka juga diajarkan untuk lebih banyak makan sayuran. Diantara mereka bertiga Daehan yang paling susah makan sayur sementara Minguk dan Manse sudah bisa menikmati kimchi bahkan daunan mentah.

Song Triplets 2015
Daehan, Minguk, Manse Makan Apa Aja Boleh 

Tapi ngomong-ngomong kenapa sih nanya-nanya makanan kesukaan triplets? Mau ngirimin makanan yah? Gak usah jauh-jauh. Kirimin saya aja! Saya suka makanan yang pedes-pedes loh.. *lalu dikirimin cabe seliter*

Q : Apakah Daehan, Minguk, Manse tidak punya ranjang? Mereka selalu tidur di lantai disetiap syuting Return Of Superman. 
A IMHO beberapa anak kecil lebih nyaman tidur di tempat yang luas. Jika diperhatikan dibeberapa episode Daehan, Minguk, Manse kalau tidur gegulingan kesana kemari.  Bisa jadi karena itu mereka akhirnya ditidurkan di lantai beralaskan matras dan bedcover empuk supaya kalau gegulingan gak jatuh. Kasian kan kalo jatuh bisa benjol. Lagian mereka punya kebiasaan-kebiasan unik sebelum tidur. Minguk tidak bisa tidur kalau punggungnya tidak digarukin (karena antropy yang dideritanya waktu kecil). Manse suka tidur diatas perut bapaknya. Daehan juga gak bisa tidur kalo gak ada bapaknya. Triplets tidur di lantai beralas demi alasan kenyamanan dan keamanan aja sih sepertinya, bukan karena gak mampu beli tempat tidur yah.. Hehehehe.

Oh My Sleeping Triplets - Daehan Minguk Manse 

Q  :  Apakah Daehan, Minguk, Manse tidak punya televisi di apartement mereka?  

A : Salah satu parenting style pasangan Song adalah mereka tidak memanjakan triplets dengan banyak mainan dan televisi. Menurut Song Il Kook dalam satu episode Return Of Superman, dia dan istrinya sepakat anak-anak mereka harus lebih aktif bergerak jadi mainan pun dipilih mainan yang merangsang gerak motorik dan daya pikir mereka. Untuk tontonan Daehan, Minguk, Manse hanya menonton tayangan anak-anak semacam Pororo, Robocar Poly, The Octonauts dan belakangan lagi suka-sukanya dengan Little Mermaid. Itupun dibolehkan sebelum tidur atau jika diperlukan supaya mereka bisa diam sebentar... saja. Melihat box DVD Pororo yang dipakai Il Kook appa sebagai pembatas untuk mengukur tinggi Daehan,Minguk,Manse, mereka pasti punya televisi cuma tidak dipajang di ruang keluarga mereka. Mending anak-anak itu bermain bertiga daripada nongkrongin televisi di usia muda. Yeeh.. emangnya tipikal anak-anak Indonesia? :D

Minguk 2015
Minguk Mengukur Tinggi Badan 

Q :  Seberapa luas apartement the Triplets? 

A : Untuk keperluan syuting, tidak seluruh apartement di ekspose. Sebenarnya selain ruang tamu, dapur dan ruangan tempat triplets tidur yang biasa kita lihat di layar kaca, masih ada empat ruangan lagi. Satu kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam, dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu ruangan yang digunakan sebagai gudang dan ruang penyimpanan lainnya.
Di salah satu episode dimana Daehan manjat pagar pembatas untuk mengambil buku, sepertinya salah satu kamar disebelah kanan berisi mainan dan buku-buku si triplets.
Jadi seberapa luas apartemen Daehan, Minguk, Manse? Silahkan dibayangkan sendiri yah..
Daehan Minguk Manse home
Apartemen Song Il Kook (cr to owner)

Q  : Apa warna kesukaan Daehan, Minguk, Manse?

A  : Daehan suka warna Biru, Minguk suka warna hijau dan Manse suka warna merah. Pengecualian untuk kursi berwarna pink yang selalu diduduki Manse. Itu karena awalnya kursi itu untuk Choo Sarang saat ia berkunjung ke apartement triplets. Manse kan lagi kagum-kagumnya sama Sarang, kangen.. aja bawaannya. Duh Manse!

Kursi Tempat Bermain dan Belajarnya Daehan, Minguk, Manse

Q : Apakah Daehan, Minguk, Manse selalu bersama bapaknya setiap hari atau hanya untuk syuting Return Of Superman saja? 

A : Seperti bapak-bapak pada umumnya, Song Il Kook juga punya kesibukan mencari nafkah. Memang belakangan dia belum main drama lagi, tapi tahun lalu Song Il Kook masih main film dan juga teater. Jika jadwalnya tidak padat, Song Il Kook selalu menyempatkan diri bersama triplets diluar syuting Return Of Superman. Tetapi jika dia punya kegiatan atau lagi pengen pacaran aja ama ibunya triplets, maka ada pengasuh terpercaya atau tante-tantenya triplets yang jagain tiga bocah ini. Most of time, Song Il Kook lebih fokus pada Daehan, Minguk, Manse. Makanya sesibuk apapun dia, Song Il Kook selalu mengusahakan pulang sebelum jam sembilan malam supaya bisa mandiin triplets sebelum mereka tidur. So sweet banget gak sih?


Song Triplets, Song Il Kook 2015
Manse, Minguk, Il Kook Appa, Daehan 2015 : Ayo anak-anak kita pulang! 

Q : Sampai umur berapakah Daehan, Minguk, Manse boleh tampil di Return Of Superman? 

A : Banyak yang mengira seorang anak akan berhenti tampil di Return Of Superman ketika sang ayah punya kesibukan lain misalnya syuting drama atau sibuk tur seperti keluarga Jang ( Jang Junu dan Jang Junsu) dan Tablo ( Haru). Menurut saya itu tidak ada hubungannya karena cast yang lain seperti Lee Hwijae punya job ngemsi dan jadi host variety show dimana-mana. Bahkan Cha Tae Hyun bisa tetap tampil di 2D1N walaupun sekarang main di drama Producer dan syuting film Sassy Girl 2 bersama Victoria f(x). Kenapa Jang Junu, Jang Junsu dan Haru tidak muncul lagi? Mungkin karena pihak KBS menganggap mereka sudah cukup gede melakukan sesuatu  tanpa bantuan ayah mereka. Inti dari variety show Return Of Superman adalah bagaimana seorang ayah mengasuh anaknya tanpa bantuan ibu, jadi kalau sang anak sudah bisa apa-apa sendiri sepertinya sudah tidak bisa masuk kategori variety show itu kan?

Baca juga : Are Daehan, Minguk, Manse and Song Il Gook Leaving The Return Of Superman? 

Untuk saat ini Daehan, Minguk, Manse masih dalam kategori, namun Song Il Kook sudah memberi tanda jika ketiga anaknya ini sudah faham kehidupan mereka terekspose di televisi maka saat itulah mereka akan mengundurkan diri dari variety show ini. So enjoy their cuteness while it last yorobun...

Foto Terbaru Daehan Minguk Manse
Daehan Minguk Manse, Now and Then 

Itulah 10 FAQ - pertanyaan-pertanyaan  yang paling sering ditanyakan tentang Daehan, Minguk, Manse. Tentunya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, jawaban-jawaban ini dari hasil observasi nonton Return Of Superman berkali-kali. Jadi kalau kamu punya jawaban/komentar atau punya hal lain yang pengen ditanyakan, boleh banget ketik di kolom comment dibawah.
Ditunggu!

Salam
Mama tiri Daehan, Minguk, Manse

Pics source : Screen Captured dari Return Of Superman, Hana Bank Card CF and owners.

3 Hal Penting dari Layanan Operator Seluler

Jaman sekarang seiring dengan kemudahan teknologi dan gaya hidup yang namanya telpon seluler alias hape sudah bukan barang asing lagi. Hape  sudah semacam hal yang tidak bisa ditinggalkan sebelum keluar rumah selain dompet. Bahkan ada yang bilang masih mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan hape. 

Kalau ketinggalan hape bisa mati gaya, tapi dengan hape di tangan masih bisa nelpon atau bbm orang rumah minta dianterin dompetnya. Masuk akal juga sih.. Ada lagi yang bilang, tidak apa-apa ketinggalan hape, toh masih ada hape yang lain. Alamak.. hapenya lebih dari dua ternyata! Namanya juga orang yang kekinian.

Tidak bisa dipungkiri orang Indonesia rata-rata punya hape lebih dari satu, ada yang dua, tak sedikitpun yang punya tiga. Alasannya bisa beragam tapi kebanyakan orang-orang disekitar saya memiliki dua atau lebih hape karena 'tergiur' tarif operator seluler dengan benefitnya sendiri-sendiri. Gara-gara itu jumlah simcard biasanya malah lebih banyak dari jumlah hapenya, apalagi harga kartu perdana prabayar juga relatif murah.

Sim Card


Terus terang saya sebenarnya bukan orang yang suka gonta ganti nomer. Sebagai orang yang setia (uhuk!) untuk urusan nomer dan  hape kalau bisa satu saja untuk semuanya. Tapi karena keperluan yang berbeda akhirnya membuat saya terpaksa mendua bahkan mentigakan nomer. Sebagai pengguna prabayar saya sering menemukan operator seluler perang harga dengan tagline iklan yang bombastis. Gratis ini lah, gratis itu lah. Padahal sih gratisnya belum tentu berguna. 

Contoh misalnya gratis nelpon, tapi hanya untuk sesama pelanggan. Gratis 12 GB data, tapi berlaku untuk pukul 00.00 - 05.00 pagi aja yah (begadang dong jadinya). Gratis SMS tapi kalau sudah ngirim SMS 5 kali (terus sms yang ke enam gak ada lagi yang perlu saya sms-in). Internetnya gratis kalau sudah isi ulang dan masih banyak lagi benefit yang ditulis dengan font size gede tapi ditambahkan dua ** (baca: bintang) : Syarat dan Ketentuan Berlaku. 

Memang susah susah gampang ya untuk jadi setia hanya pada satu nomer dan satu operator seluler saja, malahan lebih gampang bagi saya memutuskan gantengan mana, Kim Soo Hyun atau Lee Min Ho. Padahal saya bukan tipe pelanggan yang maunya macem-macem. Menurut saya ada 3 hal essensial yang saya butuhkan dari  layanan operator seluler ini sebaiknya :

3 Hal Penting dari Layanan Operator Seluler 


1. Tarifnya Masuk Akal
Tarif gak boleh mahal tapi gak perlu juga bombastis murahnya. Yang penting harga yang dibayar pelanggan sebanding dengan benefit yang didapatkan. Dan ketika kita bicara benefit, ini tentu saja yang memang sesuai dan  bermanfaat bagi pelanggan. Gak ada istilah jebakan batmen!

2. Bisa Diandalkan 
Tak ada yang lebih ngeselin selain sinyal yang timbul tenggelam. Dijaman internet serba cepat sudah saatnya masyarakat Indonesia tidak diberi harapan dengan tanda sinyal yang penuh tapi kecepatan layanan datanya membuat pelanggan menggelus dada lalu kemudian bikin kopi, rebus mie instant dan sekalian nyuci saking lambatnya.

3. Efisien 
Cukup dengan satu nomer segala kebutuhan saya dalam berkomunikasi baik voice maupun data bisa terpenuhi.

Tiga point itu saja  yang  perlu saya dapatkan dalam satu paket. Dulu ini semacam sulit untuk didapatkan. Eh ternyata sekarang bisa di XL. Namanya Paket Data Komplit.

Seperti namanya paket ini memang dibuat sangat komplit bagi pelanggan prabayar yang membutuhkan voice dan data. Pelanggan tinggal memilih paket yang cocok lebih sering Nelpon & SMS atau lebih sering Internetan. Apapun pilihannya semuanya  memberikan benefit untuk semua kebutuhan komunikasi mulai dari Nelpon & SMS ke SEMUA OPERATOR, sampai internetan dalam satu paket!


Sumber : www.xl.co.id



Sumber : www.xl.co.id

Syarat dan ketentuannya juga tidak macam-macam. Kuota internet berlaku selama 24 jam  dengan kecepatan internet : Download 7.2Mbps, Upload 2.4Mbps. Jika kuota internet sudah habis maka akses internet berhenti (tidak akan dikenakan tarif dasar internet). Paket Komplit Rp49rb hanya berlaku bagi pelanggan XL baru atau pelanggan dengan pemakaian kurang dari Rp40rb per bulan.

Dilihat dari tarifnya saya pikir relatif cukup terjangkau, tinggal pilih saja sesuai kebutuhan dan kemampuan. Sementara untuk jaringan, saya percaya XL Axiata sudah siap mendukung program yang dibuatnya ini. Sebagai pelanggan saya pun tidak perlu khawatir dengan jebakan batmen atau saya harus manjat tower BTS.

Apa yang dilakukan oleh XL ini sedikit banyak sudah menjawab kebutuhan saya tentang layanan operator seluler. Semoga kedepannya akan lebih banyak paket yang disediakan bagi pengguna prabayar dan pascabayar dengan tarif  dan layanan yang efisien dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis untuk Wartawan dan Blogger dari XL Axiata khusus untuk Regional Makassar 


Berani Lebih Percaya Diri Berkompetisi

Kalau melihat blogger-blogger lain sudah menang ini itu, rasanya saya pengen juga. Diluar masalah hadiahnya, ini sebenarnya tentang eksistensi diri (ciee..bahasanya!). Dulu sebuah cerpen dan puisi saya pernah di muat di majalah, senangnya bukan main. Sekarang saya pengen tahu apakah tulisan saya di blog cukup bagus untuk menang dan kembali membuat hati senang. Maka ikutlah saya dalam pertarungan lomba blog. 

Sekali dua kali tiga kali hingga entah berapakali, gak ada satupun yang menang. Research, menulis, edit, membaca kembali, diedit lagi, ditulis ulang sampai begadang semua saya lakukan tetapi tetap saja gagal. Saya jadi bertanya pada diri sendiri, jangan-jangan saya memang gak bisa membuat tulisan yang enak untuk dibaca. Jangan-jangan tulisan saya yang dimuat di media itu hanya kebetulan saja dimuat? Dan masih banyak pertanyaan membuat galau yang melintas di kepala.



Setiap orang punya ketakutannya tersendiri, saya pun begitu. Saya takut mencoba karena takut gagal lagi karena sering gak menang. Sempat terpikir untuk gak usah ikutan lomba blog apapun. Gak usah deh, percuma! Namun suara hati berkata,"Ah cemen lu. Masa kek ginian aja nyerah. Basi! Madingnya sudah mau terbit lo masih bingung antara lari ke hutan atau belok ke pantai."

Pertentangan ini membuat saya galau, gregetan dan akhirnya sampai pada satu titik dimana saya berpikir,"Aku tuh gak bisa diginiin!"   



Daripada menyalahkan diri sendiri, pikir punya pikir mending saya intropeksi. Saya lalu mereview tulisan sendiri dan tidak lupa membaca tulisan-tulisan blogger lain yang punya banyak pembaca dan sering menang kontes. Tujuannya sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dengan tulisan saya. 

Dari hasil blogwalking itulah saya pikir bagus tidaknya sebuah tulisan juga tidak ada hubungannya dengan bakat. Mengutip statement  Dewi Lestari, faktor menjadi penulis itu bukan bakat tapi kerja keras. Menurut saya itu ada benarnya. Mungkin bakat itu ibarat batu akik. Asalnya dari bongkahan biasa yang bentuknya tidak menarik kemudian diasah pakai gerinda. Kalo gak diasah ya akan tetap jadi batu bongkahan, gak akan kelihatan cantiknya.

Saya pikir menjadi seorang blogger pun seperti itu. Gagal sekali, coba lagi perbaiki. Gagal dua kali, coba tulis yang lebih baik lagi. Berani menang berarti harus lebih berani lagi untuk kalah. Toh tidak menang bukan berarti tulisan tidak bagus, siapa tahu gaya penulisan kita kurang kena dngan selera juri. Atau mungkin memang tulisannya itu belum siap untuk dipertandingkan, bisa juga belum rejeki.


Statement Dewi Lestari dikutip dari buku "My Life As A Writer", foto Dewi Lestari  dari IG @deelestari dan dibuat menggunakan Pablo by Buffer. 

Oleh karena itu sekarang saya menantang diri sendiri untuk tidak lagi takut dan meragukan kemampuan. Ikuti saja dulu semua lomba blog dengan usaha yang terbaik, tetap rajin menulis. Toh jikapun tidak menang, anggap saja belum waktunya dan bukan berarti saya gak mampu atau saya tidak berbakat, bukan?

Karena sesungguhnya kegagalan terbesar bukanlah  kalah melawan orang lain, melainkan kalah melawan diri sendiri. Semangat!! 

Belanda dan Inovasi : Sinar Matahari Untuk Plastik Ramah Lingkungan



Apa yang terpikirkan saat menyebut kata Belanda?


Jawaban bisa beragam tergantung siapa yang ditanya. Anak SD yang baru belajar sejarah mungkin akan terpikir kata ‘Penjajah’. Yang senang jalan-jalan bisa jadi menjawab Kincir Angin, Tulip dan Sepatu Kayu. Mahasiswa bisa jadi menjawan Bendungan, Sepeda, Neso  karena kepikiran mencari beasiswa. Bukan tidak mungkin pula  para pembaca novel akan menjawab  Negeri Van Oranje ( Iyah,  novel fenaomenal itu loh..) dan masih banyak alternatif jawaban lainnya. 

Dari sekian banyak hal yang menjadi top of mind seseorang dari kata ‘ Belanda ‘ seorang teman saya yang meraih master dan doktornya di Delft University bilang Belanda adalah Inovasi. “Di Belanda, dosen-dosen itu nanyaaaa.. melulu,”katanya. Bukannya tanpa alasan, sebuah jawaban akan menjadi sumber pertanyaan berikut yang menstimulasi untuk membangun ide dan gagasan baru. Dari sinilah munculah inovasi-inovasi yang menghantarkan  Belanda di posisi enam European Innovation Index diantara negara-negara di Eropa dan di posisi ke lima Global Innovation Index di seluruh dunia pada tahun 2014. 

Belanda memang tidak main-main dalam hal Inovasi.  Bagi Belanda ini adalah landasan bagi perekonomian dan masyarakat mereka di masa kini dan yang akan datang untuk kepentingan generasi berikutnya.  Jika melihat sepak terjang inovasi tekhnologinya , Belanda tampaknya sangat berambisi. Pemerintah bersama pihak swasta, industri, akademisi, lembaga penelitian dan konsorsium publik bahu membahu menciptakan inovasi-inovasi baru di segala bidang.  Satu hal  yang menarik bagi saya adalah inovasi tersebut harus menjadikan Belanda dan bumi menjadi lebih baik. 

Bagaimana caranya?

Belanda dan Inovasi : Sinar Matahari Untuk Plastik Ramah Lingkungan 


Salah satu hal yang menjadi ancaman  bagi lingkungan adalah plastik, tidak saja karena sulit didaur ulang namun pada proses pembuatannya dapat menghasilkan limbah kimia yang dapat merusak lingkungan.  Pada saat  pembuatan plastik ada pada sebuah proses dimana  hidroksilasi bereaksi mengubah sikloheksana menjadi sikloheksanol, sebuah molekul perintis untuk bahan nilon. Untuk mengubah sikloheksana  tersebut diperlukan atom oksigen dan atom hidrogen yang akan membantu pada proses pembakarannya dengan metode tertentu. Pada proses ini katalis kimia dibutuhkan namun sayang sekali proses ini pula yang menghasilkan limbah kimia yang cukup berat. 

Melihat hal tersebut dicarilah berbagai cara paling tidak untuk memimalisir hal tersebut. Dengan mengkombinasikan Bioscience dan Kimia ditemukanlah sebuah inovasi baru dengan mengganti bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk proses penting pembuatan plastik dengan enzym bernama monooxygenases, yang ditemukan di semua organisme hidup. Pada manusia, enzym ini  memainkan peran penting dalam mematikan  zat beracun dalam liver. 

Sesuatu yang berasal dari alam, harusnya kembali ke alam.  Dalam pengaktifan enzym Monooxygenases yang memerlukan elektron dipergunakanlah  Air dan sinar matahari. Dengan stimulasi yang tepat air dapat berfungsi sebagai donor elektron untuk enzym Monooxygenases. Caranya adalah dengan mengkombinasikan katalis titanium dioksida, senyawa yang ditemukan dalam cat tembok putih, dengan sinar matahari yang akan memisahkan air dan menghasilkan elektron untuk monooxygenases, seperti dalam proses fotosintesis pada daun.  

Proses Fotosintesis Dengan Menggunakan Sinar Matahari Diadopsi Dalam Proses Pembuatan Plastik


Sebenarnya penggunaan sinar matahari dalam inovasi tekhnologi di Belanda  sudah dikembangkan pada  industri Fotovoltaik, sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk mengubah sinar Matahari menjadi listrik, tapi belum ada yang terpikirkan untuk menggunakannya untuk dalam  proses  pembuatan plastik.  Sejauh ini teknik tersebut dianggap cukup menjanjikan karena di Belanda diperlukan cahaya buatan agar reaksi kimia dapat terjadi. Agar didapatkan hasil yang maksimal saat ini penelitian tetap dilanjutkan. Jika inovasi ini berhasil diharapkan akan ada alat yang lebih sederhana kuat dan serbaguna untuk reaksi kimia yang lebih sulit lagi agar dapat membuat  industri kimia sedikit lebih ramah lingkungan.

Sebuah jawaban akan menghasilkan sebuah pertanyaan berikutnya. Dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan terus memicu Belanda untuk terus menciptakan inovasi-inovasi baru untuk Belanda dan bumi yang lebih baik.  

Indonesia, jangan mau kalah ya!

References :
  1. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/dutch-no-longer-among-top-european-innovators
  2.  http://www.holland.com/global/meetings/green-meetings/green-conference-cities/amsterdam.htm
  3.  http://delta.tudelft.nl/article/turning-sunlight-into-plastics/29622