Teknologi AI Credit Scoring: Mengenal Pentingnya Credit Scoring untuk Investasi di P2P dan Peran Amartha dalam Inklusi Keuangan dan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan

Kamu pernah gak mendengar tentang teknologi AI Credit Scoring? Sekarang Teknologi AI sedang booming di hampir segala aspek kehidupan. Diluar pro kontra penggunanan teknologi ini, beberapa aspek memang dibantu pengerjaannya dengan teknologi AI ini, tidak terkecuali dengan urusan investasi dan pinjam meminjam dalam keuangan digital. 

Credit Scoring AI


Kamu pasti pernah dengar tentang pinjaman untuk modal usaha. Itukan biasanya sering banget dibutuhkan oleh orang-orang jiwa wirausahanya bergelora membara tapi terkadang kepentok masalah dana untuk modal usaha. Apalagi untuk para wanita penggiat UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang usahanya memiliki demandnya tinggi tapi kurang investor alias kurang punya modal. Sementara untuk mendapatkan modal pinjaman seringkali susah susah gampang, entah itu dipersyaratan dan juga lembaga keuangannya. 

Beberapa lembaga keuangan yang dapat memberikan pinjaman kredit modal usaha antara lain:

1. Bank: Bank adalah lembaga keuangan tradisional yang umumnya menyediakan berbagai jenis pinjaman modal usaha. Bank-bank umum atau bank komersial dapat menawarkan pinjaman dengan berbagai jangka waktu, suku bunga, dan persyaratan lainnya.

2. Koperasi: Koperasi sering kali memiliki program pinjaman modal usaha untuk anggotanya. Koperasi biasanya didirikan oleh sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama untuk mendukung perekonomian anggota melalui usaha yang saling menguntungkan.

3. Lembaga Keuangan Mikro: Lembaga Keuangan Mikro (LKM) fokus pada memberikan akses pembiayaan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). LKM seperti Amartha,  berperan dalam membiayai UMKM yang membutuhkan kredit modal usaha, terutama yang tidak memiliki jaminan yang cukup untuk memenuhi persyaratan bank.

4. Kredit Usaha Rakyat (KUR): KUR adalah program pinjaman modal usaha yang disediakan oleh pemerintah melalui bank-bank dan lembaga keuangan tertentu. Program ini ditujukan untuk mendukung UMKM dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang lebih mudah dibandingkan pinjaman konvensional.

5. Lembaga Keuangan Pembangunan Daerah: Lembaga Keuangan Pembangunan Daerah (LKPD) atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia juga dapat menyediakan pinjaman modal usaha bagi pelaku usaha di daerah tertentu. Mereka sering memiliki program pinjaman khusus yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM di wilayah mereka.

6. Fintech P2P Lending: Platform P2P lending yang dapat menyediakan pinjaman modal usaha melalui model pendanaan peer-to-peer. Mereka mempertemukan peminjam dan investor yang ingin memberikan pinjaman kepada UMKM.

Lembaga Keuangan Pemberi Pinjaman Modal Usaha

P2P lending Penghubung Pelaku UMKM dan Investor Melalui Platform Online


P2P lending itu sendiri adalah singkatan dari Peer-to-Peer lending, adalah suatu model pendanaan yang memungkinkan individu atau perusahaan untuk meminjam atau memberikan pinjaman langsung kepada orang lain tanpa melalui lembaga keuangan tradisional, seperti bank. Konsep P2P lending berfokus pada menghubungkan peminjam dan investor secara langsung melalui platform online. 

P2P Lending
Foto oleh Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/id-id/foto/kopi-cangkir-smartphone-laptop-4350214/

Dalam model P2P lending, platform online berperan sebagai perantara antara peminjam dan investor. Peminjam dapat mengajukan pinjaman melalui platform tersebut dengan memberikan informasi tentang diri mereka, keperluan pinjaman, dan profil risiko kredit. Di sisi lain, investor dapat menawarkan dana untuk membiayai pinjaman-peminjaman tersebut.

Proses P2P lending melibatkan beberapa langkah, antara lain:

1. Pendaftaran dan Penilaian Peminjam: Peminjam harus mendaftar ke platform P2P lending dan memberikan informasi terperinci tentang diri mereka, termasuk riwayat kredit, latar belakang pekerjaan, dan keperluan pinjaman. Platform kemudian melakukan penilaian risiko kredit terhadap peminjam dengan menggunakan metode seperti credit scoring atau analisis data lainnya.

2. Penawaran Pinjaman: Setelah peminjam melewati proses penilaian, pinjaman mereka akan ditawarkan kepada investor di platform. Investor dapat melihat profil peminjam dan informasi terkait, termasuk skor kredit, tingkat bunga yang diminta, dan tujuan penggunaan pinjaman.

3. Pendanaan Pinjaman: Investor dapat memilih untuk menyediakan sebagian atau seluruh dana yang diminta oleh peminjam. Dalam beberapa kasus, pinjaman dapat diinvestasikan oleh beberapa investor untuk membagi risiko. Investor akan menerima imbalan berupa bunga atau keuntungan dari pinjaman yang mereka pilih.

4. Pelunasan Pinjaman: Peminjam membayar pinjaman mereka sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, biasanya melalui transfer bank atau pembayaran online. Platform P2P lending memfasilitasi proses pembayaran dan memastikan dana tersebut diteruskan kepada investor.

P2P lending memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Peminjam dapat memperoleh akses ke pinjaman dengan bunga yang lebih rendah daripada lembaga keuangan tradisional, terutama bagi mereka yang sulit memenuhi persyaratan pinjaman bank. Sementara itu, investor dapat memperoleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan investasi tradisional seperti deposito atau obligasi.

Namun, perlu diingat bahwa P2P lending juga melibatkan risiko. Peminjam yang gagal membayar pinjaman dapat menyebabkan kerugian bagi investor. Oleh karena itu, sebelum terlibat dalam P2P lending, penting untuk melakukan riset yang teliti, memahami risiko yang terlibat, dan menggunakan platform yang terpercaya. 

Mengenal Pentingnya Credit Scoring untuk Investasi di P2P


Untuk itu salah satu hal yang penting dalam pengajuan kredit modal usaha adalah credit scoring. Dalam dunia finansial, credit scoring merujuk pada proses penilaian kredit yang dilakukan oleh lembaga keuangan atau platform P2P lending untuk menentukan risiko kredit seorang peminjam. Proses ini mencakup pengumpulan dan analisis data yang relevan, seperti riwayat kredit, penghasilan, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk membayar kembali pinjaman. 

Credit Scoring AI
Photo by Kampus Production: https://www.pexels.com/photo/man-in-corporate-attire-looking-at-a-wide-screen-monitor-8353796/

Informasi yang akurat tentang risiko kredit seorang peminjam ini dapat membantu investor membuat keputusan yang lebih cerdas dan terinformasi dalam memilih pinjaman mana yang ingin mereka investasikan. Credit scoring memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan seseorang untuk membayar kembali pinjaman, sehingga investor dapat menghindari risiko yang tidak perlu.

Seiring berkembangnya teknologi, proses penilain ini dalam dibantu dengan teknologi AI (Artificial Intelligence). Teknologi AI ini digunakan untuk memproses data dan menghasilkan skor kredit yang menggambarkan risiko kredit seorang individu. 

Peran Amartha dalam Inklusi Keuangan dan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan


Di sinilah Amartha, sebagai platform teknologi keuangan mikro terdepan, hadir dengan peranan yang signifikan. Berdiri sejak 2010, Amartha hadir sebagai microfinance, Amartha menggunakan teknologi AI Credit Scoring untuk menganalisis profil risiko kredit dari para calon peminjamnya. Dengan menggunakan berbagai data yang relevan, seperti data keuangan, riwayat kredit, dan faktor-faktor lainnya, Amartha dapat memberikan skor kredit yang akurat dan memadai. Hal ini memberikan manfaat ganda, baik bagi investor maupun UMKM yang membutuhkan pinjaman tanpa jaminan. 

Amartha Fintech

Pertama-tama, bagi para investor, skor kredit yang disediakan oleh Amartha memberikan informasi yang penting dalam proses pengambilan keputusan investasi. Dengan memahami risiko kredit secara mendalam, investor dapat menentukan seberapa besar jumlah pinjaman yang ingin mereka investasikan, serta memilih pinjaman dengan risiko yang sesuai dengan toleransi risiko mereka. Dengan kata lain, credit scoring membantu investor mengelola risiko investasi mereka dengan lebih baik.

Sementara itu, bagi UMKM yang membutuhkan pinjaman tanpa jaminan, credit scoring menjadi faktor yang penting dalam memperoleh akses ke sumber pendanaan yang lebih mudah dan cepat. Dalam sistem tradisional, UMKM sering mengalami kesulitan dalam memperoleh pinjaman karena mereka tidak memiliki jaminan yang memadai. Namun, dengan adanya teknologi AI Credit Scoring, Amartha dapat menganalisis risiko kredit dengan lebih cermat, sehingga UMKM dengan skor kredit yang baik memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pinjaman tanpa jaminan yang mereka butuhkan.

Inklusi keuangan juga menjadi salah satu aspek yang penting dalam konteks credit scoring. Melalui penerapan teknologi AI Credit Scoring, Amartha mampu memperluas akses keuangan bagi UMKM di berbagai wilayah, termasuk di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau oleh lembaga keuangan tradisional. Dengan memberikan pinjaman UMKM tanpa jaminan, Amartha memberikan kesempatan kepada mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses ke pembiayaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Inilah salah satu cara nyata dalam memberdayakan lebih banyak UMKM perempuan, menciptakan lapangan kerja dan membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Akses pendanaan  melalui skema kemitraan yang ditawarkan Amartha memberi kemudahan dan kenyamanan. Serangkaian dukungan finansial berupa Pinjaman Kelompok untuk modal usaha produktif dan pendampingan UMKM, terdapat pula Paylater sebagai solusi cepat agen dan mitra Amartha untuk menjaga kelangsungan usaha dan kebutuhan mendesak lainnya. Kamu juga dapat menjaga pertumbuhan bisnis dengan pinjama modal tanpa jaminan aset melalui Pinjaman Modal Kerja. Bahkan kamu bisa memenuhi berbagai kebutuhan dengan pinjaman aman dan cicilan terjangkau dengan Pinjaman Multiguna tanpa proses berbelat belit dan cicilan yang terjangkau. 

Amartha P2p Fintech Lending

Semua itu tentu saja membutuhkan credit scoring sebagai komponen penting dalam investasi di P2P lending. Melalui penerapan teknologi AI Credit Scoring, Amartha mampu memberikan skor kredit yang akurat dan memadai, yang menjadi landasan bagi para investor dalam pengambilan keputusan investasi. Selain itu, teknologi ini juga berperan dalam memperluas inklusi keuangan dan memberikan akses pembiayaan kepada UMKM yang membutuhkan pinjaman tanpa jaminan. Melalui peran aktif Amartha dalam mengembangkan infrastruktur keuangan digital bagi ekonomi akar rumput, mereka menjadi salah satu pelopor dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. 

Jadi, jika kamu tertarik untuk berinvestasi di P2P lending dan mendukung inklusi keuangan serta pertumbuhan UMKM, jangan lupa untuk mempertimbangkan pentingnya credit scoring dan melihat apa yang Amartha tawarkan. Kamu sudah coba belum? Download aja aplikasinya melalui Apps Store atau Google Play untuk tahu lebih banyak ya! 

15 Tips Mudah untuk Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan di Era Modern

Gaya hidup adalah serangkaian kebiasaan dan aktivitas yang dipilih seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi mereka sehari-hari. Gaya hidup sehat dan berkelanjutan semakin populer belakangan ini karena semakin banyak orang yang ingin menjalani hidup yang lebih baik dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Tentu saja, gaya hidup sehat dan berkelanjutan tidak hanya terbatas pada pola makan dan olahraga. Gaya hidup sehat dan berkelanjutan mencakup segala aspek dari kehidupan seseorang, termasuk lingkungan tempat tinggal, pekerjaan, dan relasi sosial. 

Sustainable Living

15 Tips Mudah untuk Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan di Era Modern


Salah satu cara untuk memulai gaya hidup sehat dan berkelanjutan adalah dengan memperhatikan aspek-aspek kecil dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat meliputi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengurangi konsumsi daging, atau menggunakan transportasi umum daripada mobil pribadi.
Berikut adalah beberapa tips gaya hidup sehat dan berkelanjutan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda:

1. Memilih bahan makanan yang lebih sehat

Salah satu aspek penting dari gaya hidup sehat adalah pola makan. Mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak dapat membantu tubuh Anda memperoleh nutrisi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Healthy Ingridients
Photo by Ella Olsson: https://www.pexels.com/photo/top-view-photo-of-vegetables-3026802/

2. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai

Penggunaan plastik sekali pakai sangat merusak lingkungan. Cobalah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa botol minum dan tas belanja sendiri ketika berbelanja.

Reuse Plastic
Photo by Julia M Cameron: https://www.pexels.com/photo/a-person-sorting-plastic-wastes-6995367/

3. Mengurangi konsumsi daging

Konsumsi daging merah dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda. Cobalah untuk mengurangi konsumsi daging dan memilih sumber protein lain seperti kacang-kacangan, kedelai, dan telur.

Barbecue
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/barbecue-bbq-beef-charcoal-533325/

4. Menggunakan transportasi umum

Menggunakan transportasi umum dapat membantu mengurangi polusi udara dan memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik bagi Anda.

Public Transportation
Photo by Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/photo/woman-wearing-a-face-mask-on-the-subway-4429292/

5. Berolahraga secara teratur

Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan kekuatan otot Anda. Cobalah untuk melakukan aktivitas fisik yang Anda nikmati seperti bersepeda, berlari, atau berenang.

Exercise in the park
Photo by Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/photo/young-asian-woman-jogging-in-park-4429054/

6. Mengurangi penggunaan energi listrik

Mengurangi penggunaan energi listrik dapat membantu mengurangi dampak lingkungan. Matikan lampu dan alat elektronik ketika tidak digunakan dan pertimbangkan untuk menggunakan lampu LED yang hemat energi. 

Hemat Listrik

7. Menjalin hubungan sosial yang positif

Menjalin hubungan sosial yang positif dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan emosional Anda. Cobalah untuk menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga Anda. 

Healthy Relationship
Photo by Andrea Piacquadio: https://www.pexels.com/photo/happy-diverse-couples-laughing-in-park-3777727/

8. Memilih produk yang ramah lingkungan

Memilih produk yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak lingkungan. Pilih produkyang memiliki label eco-friendly atau green label yang menjamin bahwa produk tersebut dibuat dengan memperhatikan lingkungan.

Produk Ramah Lingkungan
Photo by Anete Lusina: https://www.pexels.com/photo/book-with-ornament-near-apple-and-spool-of-thread-4792658/

9. Menghemat air

Menghemat air sangat penting karena air merupakan sumber daya yang terbatas di planet ini. Cobalah untuk memperhatikan penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari seperti mengurangi waktu mandi atau mematikan keran ketika tidak digunakan.

Hemat Air
Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/person-washing-hands-4114737/

10. Mengurangi pemborosan makanan 

Pemborosan makanan merupakan masalah global yang serius dan dapat membawa dampak buruk pada lingkungan dan ekonomi. Cobalah untuk membeli makanan dalam jumlah yang tepat dan memasak hanya sebanyak yang dibutuhkan.

11. Menggunakan produk organik

Produk organik seperti buah-buahan dan sayuran dibuat tanpa bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan herbisida. Memilih produk organik dapat membantu mengurangi paparan bahan kimia berbahaya pada tubuh Anda dan lingkungan.

Organic Foods
Photo by Sarah Chai: https://www.pexels.com/photo/variety-of-organic-products-on-glass-jars-7262688/

12. Menjaga kebersihan lingkungan

Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting karena lingkungan yang bersih dan sehat dapat meningkatkan kualitas hidup Anda. Cobalah untuk membuang sampah pada tempatnya dan membantu membersihkan lingkungan sekitar.

13. Memilih produk lokal

Memilih produk lokal dapat membantu mendukung ekonomi lokal dan mengurangi dampak lingkungan dari pengiriman produk jauh-jauh dari tempat asalnya. 

14. Menjaga keseimbangan kerja dan hidup

Menjaga keseimbangan kerja dan hidup sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik Anda. Cobalah untuk mengambil waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang Anda nikmati di luar pekerjaan.

Work life balance
Photo by Tatiana Syrikova: https://www.pexels.com/photo/anonymous-woman-using-laptop-in-bedroom-3975590/

15. Mengurangi stres

Stres dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik Anda. Cobalah untuk mengurangi stres dengan melakukan aktivitas seperti meditasi, yoga, terapi atau beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. 

Stress Reduce
Photo by RDNE Stock project: https://www.pexels.com/photo/person-holding-blue-holy-book-7249178/

Dalam kesimpulan, gaya hidup sehat dan berkelanjutan adalah pilihan yang dapat meningkatkan kualitas hidup Anda dan lingkungan sekitar. Mulailah dengan memperhatikan kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Dengan keputusan kecil yang diambil setiap hari, kita dapat membuat perubahan yang besar dan positif dalam hidup kita dan planet ini. 

Dari ke 15 Gaya Hidup Sehat di atas, yang mana yang sudah kamu lakukan? Share di kolom komentar ya!

Live My Way, Traveling Ke Waerebo Cara Aku Bareng Traveloka

Sejak tahun 2022, keinginan pengen traveling mulai bergejolak. Maklum, dua tahun dengan banyak aturan dan batas-batas yang tidak boleh dilanggar gara-gara pandemi itu memang bikin gak tahan. Aku tuh pengen yang bener-bener traveling, gitu loh! Mengeksplore tempat, kuliner, budaya dan berinteraksi dengan orang lokal. Itu arti traveling yang sesungguhnya buat aku. 

Tidak hanya sekedar datang ke tempat yang sering didatangi turis, foto-foto, makan-makan, foto-foto lagi, rekam video lalu pulang kembali ke Indonesia. Aku tuh ke suatu daerah, pengen tahu banyak, pengen ngerasain pengalaman yang tidak atau jarang dirasakan oleh orang lain. 

Makanya Aku tuh kalau traveling sering males ikut tur-tur gitu. Ikutan tur itu sebenarnya gak salah sih, karena sudah terorganisir itinerary mau kemana aja, waktunya, makannya, tempat nginapnya. Pokoknya istilahnya, kita tinggal angkat koper aja. Tapi kalau aku pikir-pikir lagi, traveling mandiri itu malah lebih seru! Serunya di mana? Sini aku kasi tahu... 

Traveling Cara Aku : Traveling Mandiri Live My Way! 

Sebelumnya aku disclaimer dulu, ini tidak untuk mendiskreditkan teman-teman yang lebih nyaman traveling dengan menggunakan travel agent. Aku cuma berbagi pengalaman keseruan aku aja, selama traveling mandiri ( tanpa travel agent). 

1. Bebas Menentukan Itinerary 

Salah satu hal yang paling penting buat aku adalah aku bisa menentukan itinerary perjalanan.  Mau ke mana aja dan durasinya berapa lama di tempat itu. Terkadang ada beberapa tempat yang menurut aku tuh kurang menarik, meskipun itu dikunjungi banyak turis.  

Alih alih ke pulau Nami, Aku malah memasukkan kota Songdo ke dalam itineraryku. Gak banyak turis  yang tahu kota ini. Kota Songdo adalah 'Smart City' Korea Selatan yang  letaknya sekitar 1,5 jam naik kereta dari Seoul. Kotanya ditata sebagai kota high technology tanpa melupakan unsur alam. Disini terdapat Songdo Central Park yaitu taman kota yang mengambil konsep Central Park New York. 

Central Park Songdo

Tau dong The Triplets Daehan-Minguk-Manse yang sempat ngehits sering maen ke Songdo Central Park? Nah, Songdo Central Park ini selain tidak jauh dari apartemen mereka dan juga family friendly location banget. Selain jadi tempat syuting 'The Return of Superman', Songdo Central Park ini seringkali dijadikan lokasi syuting beberapa drama Korea, khususnya area jembatan ini. 

Aku tuh sering senyum senyum sendiri aja kalau nonton drama Korea yang ceritanya berlokasi di Seoul, terus tiba-tiba ada adegan lari-larian di jembatan ini. Gila! Jauh ya larinya! Dari Seoul ke Songdo, hehehe.. 

Nah, coba kalau aku ikut tour traveling gitu, aku mungkin gak tahu ada tempat yang menarik seperti kota Songdo ini. Ya kan? 

Selain itu, karena aku dan temanku kerja di Lembaga Penyiaran Publik, maka kami pun penasaran dengan LPP (Televisi dan Radio Pemerintah) di Korea. Mampir lah kami ke gedung KBS di Yeoido dan area DMC ( Digital Media City) di kawasan Sangam-dong. Kalau kamu nonton Reborn Rich pasti tahu dong di salah satu episodenya dibahas pembangunan kawasan DMC ini sampai kemudian ada  stasiun penyiaran MBC, SBS, tvN, Mnet, Jtbc dan jaringan televisi berlangganan lainnya. 

Simulasi Siaran TV di KBS TV

Kalau gak traveling mandiri dan susun itinerary sendiri, kayaknya gak bakal tahu duluan aku tentang tempat-tempat itu, gaes! 

2. Bebas Mengeksplore Tempat yang Dikunjungi

Ada kalanya ketika ikut tour travel, kita harus terburu-buru berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Tidak sempat menikmati suasana. Ada kalanya pula kita gak begitu sreg dengan lokasinya, pengen segera ke lokasi berikutnya tapi kok masih harus nungguin teman seperjalanan. Ini yang kadang-kadang bikin aku bete. Padahal liburan itu harusnya bisa dinikmati, kan ya?

Enaknya traveling mandiri, aku bisa menyesuaikan durasi kunjungan aku ke satu tempat. Salah satu contoh ketika mengunjungi Gyeongbokgung Palace. Istana Raja Korea jaman Joseon ini serius luas banget! Bayangkan dari istananya, rumah raja, rumah ratu, rumah selir kelas pertama, kedua, ketiga, rumah ibunya raja, rumah pangeran, rumah istri pangeran, rumah saudara-saudaranya pangeran. Pokoknya jadi bisa ngebayangin gimana capenya ibunda ratu di Under The Queen's Umbrella lari-larian dari satu bangunan ke bangunan lain demi mengumpulkan anak-anaknya. 

Under The Queen's Umbrella Palace

Aku dan teman masuk mulai pukul 1 siang, keluar pukul 5 sore. Itu juga karena ingat batas waktu penyewaan Hanbok. Padahal masih ada beberapa bangunan dan taman yang tidak kami datangi. 

3. Lebih Banyak Tahu Informasi 

Saat menyusun itineray, tentu saja aku harus punya banyak referensi. Entah itu dari tulisan di blog, video di vlog, tiktok atau IG dan buku. Termasuk juga informasi-informasi yang ada di tempat wisata. Berhubung gak pake tour guide, jadi harus lebih banyak cari tahu informasi. Alhamdulillahnya sih, di tempat-tempat wisata sudah dilengkapi dengan papan informasi. Bahasa utamanya memang bahasa Korea dengan huruf Hangeul, tapi biasanya dilengkapi dengan bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Mandarin. 

Taman di Belakang Istana Ratu

Biasanya juga di spot spot wisata yang besar, ada semacam petugas guidenya juga kok, gaes! Tentu saja ini berbayar. Tapi kalau aku lebih sering jalan sendiri aja, googling di internet aja. Malah waktu di Gyeongbukgung Palace aku jadi 'pendengar setia' dari rombongan tour yang kebetulan berada di tempat yang sama denganku saat itu. Untungnya mereka menerangkannya menggunakan bahasa Inggris. Jadilah saya diam-diam mendengarkan sembari mengikuti mereka berkeliling di tempat itu. Sst.. jangan dilaporin ya! 

Nonton videonya di sini Youtube Channel Vita Masli, ya! 

4. Berinteraksi dengan Warga Lokal 

Jujur saja, jika ikut grup tour itu rasanya sangat dibatasi. Entah itu dari waktu, maupun interaksi dengan warga lokal. Paling interaksinya hanya saat tawar menawar. Gak ada interaksi yang bisa membuat kita mendapatkan pengalaman seperti warga lokal. 

Nongkrong di warung tenda saat hujan makan tteobokki sambil ngobrol dengan ahjumma penjualnya, misalnya. Diajarin mengucapkan 'Dongdaemun' yang benar oleh haraboiji (kakek-kakek) saat nunggu kereta datang. Begitu juga pas nanya arah ke siswa SMA dengan bahasa campur Inggris dan Korea. Diangkatin koper oleh ahjussi ahjussi di tangga stasiun subway sampai beberapa kali diajak ngobrol pake bahasa Jepang karena dikira orang Jepang. Lucu sekaligus seru,sih! 

5. Budget Sesuai Kemampuan 

Nah, ini dia! Karena kita sudah tahu kemampuan keuangan kita, jadi kita bisa memilih tempat penginapan, makanan, moda transportasi sampai mau beli oleh-oleh di mana dan apa yang mau dibeli pun bisa. Aku malah sempat buka jastip waktu itu, hehehe. 

Penginapan bisa memilih senyaman aku aja. Seringkali aku traveling berdua teman perempuan, seperti waktu ke Singapore, Kuala Lumpur, Korea Selatan, Lombok dan Bali. Sekali waktu juga pernah ke Bali berempat dengan teman cewek juga. 

Pernah juga aku traveling sendiri aja waktu ke Bandung, Solo dan Jogja. Biasanya aku booked penginapan yang private, sekamar berdua atau sekamar berempat. Namun, pernah juga pernah coba-coba nginap di hotel kapsul waktu traveling ke Bandung. Seru sih! 

Begitu juga dengan makanannya. Kalau di dalam negeri, biasanya gak terlalu masalah. Kecuali di Bali, harus selalu nyari makanan bersertifikat Halal. Begitu juga ketika traveling ke luar negeri (selain Malaysia) itu yang harus ekstra hati-hati. Sapi, ayam, kambing pun gak aku makan kalau gak disembelih pake bismillah. 

Beberapa orang mungkin gak peduli, tapi bagi aku ini penting sekali. Biasanya ketika bergabung ke dalam satu grup tour, makanannya kan sudah disediakan atau sudah ditentukan. Traveling mandiri bisa membuatku jadi lebih bebas menentukan pilihan makananku. 

6. Lebih Sehat 

Saat aku traveling mandiri, moda transportasi yang aku pilih adalah transportasi publik. Subway/MRT atau Bus umum adalah jalan ninjaku. Gak ada tuh yang namanya private bus seperti kalau kita ikut gruo tour apalagi pake taksi atau uber. Selain biaya taksi/uber itu mahal, transportasi publik di Singapore, Malaysia dan Korea Selatan itu bersih dan terjadwal. Penumpangnya juga tertib dan gak brutal. Relatif aman,lah! 

Hanya saja, Subway/MRT dan Bus umum itu tidak bisa berhenti pas di depan tempat yang kita pengen kunjungi dong! Jarak stasiun/halte ke tempat-tempat umum itu membuat kita harus berjalan kaki. Bahkan bisa naik turun tangga. Sehari itu bisa sampai 15 ribu sampai 25 ribu langkah. Daebak banget gak? Aku kalau pulang traveling luar negeri pasti berat badan aku turun. Gimana gak turun, jalan kaki tiap hari. 

Manfaat lain dari menggunakan public transport, kita bisa 'mendalami peran' sebagai warga lokal, hehe. Jalan kaki juga bisa membuat kita lebih banyak melihat sekeliling kita yang mungkin kalau kita naik mobil atau bus pribadi bisa terlewatkan. 

Misal waktu aku ke daerah Gwanghwamun Square, aku bisa ikut merasakan kampanye kandidat presiden Korea Selatan dan melihat Kang Ho Dong (walaupun dari jauh) yang lagi syuting variety show. Gak sengaja ketemu aktor drama (waktu itu belum terkenal banget) di Ewha University dan sebelahan sama Jackson (waktu itu masih member Got 7) di subway antar terminal di Bandara Incheon. Bisa juga dengerin obrolan orang Indonesia di kereta yang mungkin gak sadar atau gak tahu aku juga orang Indonesia. Hahaha! Seru, Seru, Seru!! 

Live My Way, Traveling Ke Waerebo Cara Aku Bareng Traveloka

Sebenarnya sejak tahun 2022, aku sudah ngelist dua tempat yang pengen aku datangi di tahun 2023 ini. Jepang di musim gugur dan Labuan Bajo di musim kemarau. Pas aku lagi browsing-browsing harga tiket dan hotel untuk kedua tempat itu di Traveloka, salah seorang teman aku bilang,"Kayaknya kalau ke Labuan Bajo itu ada open tripnya, deh! Cari aja di tab Xperience di website atau aplikasi Traveloka kamu di hape." 

Mmh.. paket trip, kedengarannya cukup menggoda aku sebagai 'si paling traveling mandiri' ini. Traveling ke Labuan Bajo itu identik dengan naik kapal Phinisi dan mengunjungi pulau-pulau di sekitarnya. Sebenarnya bisa aja sih, pas sudah tiba di Labuan Bajo, aku ke pelabuhannya nyari kapal yang akan berangkat. Pasti ada tuh yang kurang satu atau dua orang. Hanya saja setelah aku pikir-pikir, kok semakin ke sini aku merasa hidup itu jangan terlalu dibuat sulit lah. Kalau ada yang open trip dan masuk akal juga harganya, kenapa gak? 

Waerebo, Konservasi Warisan Budaya Asia Pasifik


Mulailah aku browsing di Xperience by Traveloka dan dapat beberapa paket trip ke Labuan Bajo. Ketika scrolling di apps Traveloka itu lah, gak sengaja terbaca 'Trip ke Waerebo". Desa Wae Rebo adalah sebuah desa yang oleh UNESCO dijadikan sebagai  konservasi warisan budaya Asia Pasifik. Lokasinya berada di pegunungan terpencil di Desa Denge, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Lokasi Kampung Satar Lenda ini sendiri berjarak kurang lebih 6 jam perjalanan menggunakan motor atau mobil dari Labuan Bajo. Duh, langsung teringat pengalaman motoran keliling Lombok berdua dengan bestie aku (cewek loh ya!). Keknya seru, nih! 

Waerebo


Apalagi buat kita yang suka traveling sehat dan bukan tipe manja. Soalnya menuju Desa Waerebo itu harus jalan kaki alias tracking beberapa kilometer di tengah hutan. Jalurnya sih cukup aman walaupun memang tidak senyaman tracking di Korea atau Jepang. Tapi lumayan banget, jalan dan nanjak di atas tanah khas hutan gitu. Wae Rebo yang berada di lembah diantara pegunungan, jadi harus berjalan kaki dengan medan bervariasi mulai dari jalanan berbatu, jalan tanah yang menanjak hingga melewati sungai dengan jembatan bambu. Namun untuk pemandangan desa di atas awan, ya boleh aja sih! 
Nah, aku tuh tahu dari nonton vlognya Leonardo Edwin di Youtube pas dia traveling sendiri ke Waerebo. Dia naik motor sewaan dari Labuan Bajo selama 6 jam sampai ke Desa Denge. Beli makan di warung pinggir jalan tapi lalu nasinya jatuh berhamburan di jalan dan gak bisa di makan lagi. Akhirnya numpang makan di rumah warga dan naik ojek dengan tarif 50 ribu sampai ke pos pertama. 

Tracking sendiri di hutan menuju desa Waerebo sekitar 1 jam 50 menit. Tiba di desa Waerebo bayar 350rb untuk biaya makan dan tidur  rame-rame dengan traveler lainnya. Turun kembali ke desa, naik gojek 50 ribu lagi. Pulangnya naik motor lagi ke Labuan Bajo. Keliatannya seru dan tidak terlalu mahal biayanya. Kepikiran banget untuk trip sendiri aja. 

Sampai kemudian ada kejadian, ban motornya kempes dua kali. Dari yang tadinya turun paling pagi dari Waerebo menjadi orang yang paling terakhir meninggalkan desa Denge. Hahaha.. Wadidaw! Kepikiran karena aku pasti selalu traveling berdua sama cewek. 

Dulu memang sempat motoran berdua keliling Lombok sampai ke Bali berdua dengan teman cewek. Tapi kan kondisi jalan Lombok dan Bali itu masih lebih tourist friendly, sementara Waerebo ini tampaknya masih sangat asli. Jalan ke desa Denge nya aja masih banyak yang berbatu-batu dengan jembatan dari kayu. Haduh haduh.. pantesan ban motor Leo sampai jebol gitu. Serem juga kalau kejadian dua cewek mendorong motor di jalan, hehehe. 

Rencanakan Liburan di Traveloka


Makanya, aku memutuskan, kali ini aku akan ambil grup trip ke Waerebo lewat Experince di Traveloka. Aku mulai menulusuri paket-paket trip di Traveloka Experience dengan kata kunci Waerebo. Lumayan banyak juga dengan pilihan harga yang beragam. Untuk trip 2 Hari 1 Malam harga berkisar antara Rp. 1.700.000 - Rp. 2.550.000 tergantung fasilitasnya.  

Trip ke Waerebo


Bagusnya Xperience by Traveloka ini, selain ada informasi tentang tempat wisata tersebut juga dilengkapidengan apa yang akan kita lihat dan lakukan di tempat itu, itinerary yang jelas, fasilitas yang didapatkan termasuk juga review dari traveler-traveler lain yang sudah pernah mencoba paket trip Xperience tersebut. Tinggal tentukan tanggal kedatangan dan selesaikan transaksi pembayaran semudah kita beli tiket atau pesan hotel di Traveloka. 

Nah, mudahnya lagi, aku tuh bisa sekalian booking tiket dari Makassar-Bali- Labuan Bajo pulang pergi sekaligus pesan hotel di Labuan Bajo di Traveloka juga.  Biasanya juga Traveloka itu ada kupon atau kode voucher untuk diskon tiket pesawat atau hotel. Mantap banget kan? Lumayan bisa hemat dipake jajan di bandara, hehehe. 


Tiket ke Labuan Bajo


Kalau semudah ini sih, kayaknya aku akan ikut grup trip aja lewat Xperience Traveloka. Gak melulu harus full traveling mandiri. Prinsip aku sih, ikuti kata hati aja jalani hidup dengan cara kamu sendiri #LiveYourWay kalau memang lokasi yang kita tuju masih 'pure' gak ada salahnya kok pesan trip dan rasakan traveling bareng di Xperience Traveloka. 

Toh, paketnya juga ada acara bebasnya di desa Waerebo. Selain bisa menikmati indahnya alam ciptaan Allah SWT. aku juga bisa berinteraksi dengan warga lokal dan sesama traveler pula dengan pilihan travel agent yang terpercaya di Traveloka. Sesekali jalan rame-rame, kayaknya seru juga, ya kan? 

Gitu deh, cara aku traveling. Kamu sudah ada rencana traveling tahun ini? Pastinya lebih seru rencanakan liburan di Traveloka dong! Yuk, share di kolom komen ya rencana kamu! 


Pengalaman Umroh 2022 Setelah Pandemi ( Part 2 )

Air Mata yang Tak Terbendung di Tanah Haram 

Saya yakin semua jemaah yang datang ke tanah Haram entah itu di Madinah maupun Mekkah merasa haru di dalam hatinya. Entah disadari atau tidak, bisa disembunyikan atau sulit untuk dibendung, ketika berada di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram, adalah air mata setetes dua tetes bahkan mungkin mengalir tanpa henti di pipi. 

Perasaan itu membuncah ketika melantunkan Talbiyah dalam perjalanan menuju Mekkah setelah mengambil miqot di Bir Ali dan makin tak tertahan lagi ketika menapakkan kaki di Masjidil Haram. Begitu menuruni tangga di gerbang King Fadh, bagian atas Ka'bah sudah bisa terlihat. Entah bagaimana kata yang tepat untuk menggambarkan perasaa saya. Rasa haru, takjub, syukur, hingga takut, bercampur menjadi satu. 

Iyah, saya merasa takut sekali. Begitu banyak dosa yang sudah saya perbuat, saya masih diizinkan Allah SWT menjadi tamunya dan menginjak tanah HaramNya. Saya takut dengan segunung dosa saya ini, apakah saya cukup pantas beribadah di sini. Terbayang Allah SWT merentangkan pelukannya,"Ayo, masuklah! Sini! Kemari! It's ok, don't be afraid. I still love you." 

Membayangkannya saja sudah membuat mata berkaca-kaca dan tak terasa selama tujuh putaran thawaf air mata saya jatuh berderai. Teman-teman segrup ketika melihat saya menangis tak berhenti sampai thawaf selesai mungkin berpikir,"Nih orang dosanya apa aja sih sampai segitunya?" Hahahaha.. 

Jujurly, tidak hanya dosa yang saya pikirkan tapi juga sadar betapa banyak nikmat yang diberikan oleh Allah SWT meskipun banyak kali maksiat yang saya lakukan. Cape, lelah dengan segala perduniaan ini. Gak ada doa yang bisa saya baca selain doa mohon ampun untuk orang tua dan selamat dunia akhirat. 
Serius, sampai saat tulisan ini saya buat saya masih bisa nangis. 

Masya Allah Tabarakallahu, setidaknya hati saya gak sebebal bebal itu ternyata. Kupikir saya sudah mati rasa karena dosa sudah terlalu banyak. 




Kami melakukan umroh jam 12 malam. Saat itu Jemaah yang thawaf tidak sepadat yang saya bayangkan. Kami benar-benar dimudahkan berada di putaran bagian dalam, dimana kami bisa jelas melihat Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim. Meskipun belum ada jemaah yang diizinkan untuk menyentuh Hajar Aswad ataupun sholat di Hijr Ismail, tetap saja kata tour leader kami, thawaf kali ini sangat lancar dan terasa mudah.  Alhamdulillah. 

Tahapan selanjutnya setelah Thawaf adalah sholat dua rakaat di depan Maqam Ibrahim. Setelah itu dilanjutkan dengan minum segelas air Zam Zam sambil berdoa menghadap Ka'bah. Sebenarnya tidak ada doa yang diajarkan oleh Rasullah SAW saat meminum air Zam Zam. Semuanya kembali kepada yang meminumnya, karena air Zam Zam akan mengikuti niat dari peminumnya. 

Namun ada doa yang diriwatkan oleh Ibn Abbas RA dan ini yang terkenal di kalangan jemaah Umroh dan Haji. Doa tersebut adalah: "Allahumma innii as'aluka ilman naafian wa rizqan waasi'an wa syifaa'an min kulli daa'in wa saqomin birahmatika ya arhamarrahimin." Artinya: "Ya Allah aku mohon kepada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan sembuh dari segala penyakit. 

Airnya jangan diminum sampai habis. Sisakan beberapa tetes untuk membasuh wajah dan kepala. Setelah itu, bersiap menuju bukit Safa untuk melaksanakan Sa'i melintasi jalur Safa dan Marwah sebanyak tujuh lintasan. 

Sa'i, Merasakan Cinta Ibu Kepada Anaknya 


Saat mempelajari rukun umroh, Sa'i adalah salah satu rukun yang menarik bagi saya. Sa'i secara harafiah artinya berjalan dengan bergegas. Hal ini dimulai oleh Siti Hajar, ibu dari Nabiyullah Ismail berjalan secara bergegas antara Shafa dan Marwah sejauh 405 meter. 

Beliau Berharap untuk dapat memperoleh air untuk sang anak yang menangis. Beliau mendaki bukit terdekat, Shofa, untuk melihat barangkali saja ada pertolongan atau air di dekat situ. Namun Ia tidak melihat siapapun di sana. 

Beliau kemudian berjalan bergegas ke bukit Marwah dengan harapan dapat melihat ke tempat yang lebih luas. Tetapi dari bukit itu pun tak tampak apa yang dicarinya.  Siti Hajar pun  terus bolak-balik sambil berlari di atas panasnya pasir gurun sampai tujuh kali balikan seraya berdoa kepada Allah SWT. 

Atas izin Allah SWT, saat Siti Hajar tiba kembali ke tempat Ismail, ia melihat air telah memancar dari tanah di dekat kaki bayi yang sedang menangis itu. Masya Allah.. 

Sa'i tidak hanya sekedar rukun umroh/haji yang harus dilakukan berjalan kaki bolak balik tanpa tahu maknanya. Ada cinta seorang ibu kepada anaknya, ada hikmah untuk berusaha dan berdoa, ada hikmah bahwa hasil dari usaha kita membutuhkan waktu dan bisa jadi apa yang kita inginkan tidak selalu terkabul melalui diri sendiri, bisa jadi melalui orang lain. 

Siti Hajar telah berusaha dan berdoa berlari lari kecil ditengah teriknya gurun, bolak balik naik turun bukit demi air untuk Ismail. Ternyata sumber air didapatkan saat Ismail menghentak-hentakkan kakinya. Dilihat dari maknanya, kata Shafa berarti kejernihan, sedang Marwah adalah kepuasan. Artinya, bahwa suatu sa’i (usaha) musti dimulai dengan niat yang jernih sehingga akan mendapatkan kepuasan. 

Ketika melakukan ibadah Sa'i, Jamaah disunnahkan untuk membaca doa. Tidak ada doa yang spesifik, namun disunnahkan untuk membaca Laa ilha illallah wahdu lasyarikah, lalu takbir “Allahu Akbar”. Dan saat berada di bagian bawah antara kedua bukit itu (terutama di bathnul waadi/antara dua lampu hijau)disunnahkan membaca doa: 

“Robbighfirwarham wa’fu watakarrom wa tajaawaz amma talam innaka ta’lam ma laa na’lam innaka antallahul azzul akram.

Artinya: “Ya Tuhanku ampunilah, sayangilah, maafkankan, muliakanlah, hapuskanlah (kesalahan) yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia”.

Perjalanan antara Shafa dan Marwah mengandung pengertian memohon pertolongan kepada Allah dalam menghadapi kesulitan, dan memohon ampunan dari seluruh perbuatan dosa. Sehingga jarak 405 meter yang dilalui menjadi sekitar 3,15 Km ini bisa jadi terasa melelahkan, apalagi bagi yang sudah sepuh atau yang langsung melaksanakan umroh setelah melakukan perjalanan cukup jauh dari Madinah ke Mekkah. Namun, jika dilakukan dengan penuh kesadaran atas inti Sa'i, Insya Allah diberi kenikmatan dalam melaksanakannya. 

Alhamdulilah jalur Sa'i sudah difasilitasi sehingga lebih nyaman melintasinya. Lantai adem, AC dan kipas angin beruap bahkan bagi para Jamaah yang fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk berjalan sejauh 3,15 Km, disediakan penyewaan kursi roda dan motor listrik. Jika haus dalam menempuh perjalanan bolak balik Shafa dan Marwah, banyak disediakan deretan tangki air zam zam. 

Dibandingkan perjalanan Sa'i yang dilakukan ibunda Siti Hajar, ini tentu saja tidak ada apa-apanya. Sungguh, nikmat Allah SWT mana lagi yang kamu dustakan? 


Tahallul, Kembali Halal 

Setelah mengharu biru di prosesi Thawaf dan Sa'i, tibalah saat untuk melakukan Tahallul. Prosesi ini adalah  keadaan seseorang yang telah dihalalkan untuk melakukan rangkain kegiatan atau perbuatan yang sebelumnya dilarang selama menjalankan ihram. Rangkaian ini ditandai dengan cara mencukur atau menggunting beberapa helai rambut kepala, minimal tiga helai. 

Begitu selesai melakukan Tahallul, seketika aku merasa lega. Setidaknya, dari point of view aku, semua tahapan sudah aku lakukan tanpa ada gangguan, aman dan lancar. Paling penting sih, bisa menjaga supaya gak kentut pas melaksanakan Thawaf. Serius, ini aku aja heran. Mungkin karena saat perjalanan dari Madinah ke Mekkah, aku minum kopi dan mobilnya serius dingin banget AC nya. Jadinya perut kembung. 

Begitu tiba di Mekkah, setelah mandi wajib dan mengambil wudhu sebelum berangkat ke Masjidil Haram, aku tuh jadi sering kentut. Aku  mengulang wudhu sampai tujuh kali sampai pengen nyerah aja rasanya, minta umrohnya besok aja. 

Beneran deh, Setan itu emang ada di mana-mana. Makin pengen kita dekat sama Allah SWT, makin semangat dia menggoda kita. Alhamdulillah teman-teman sekamar dan team leader selalu mengingatkan untuk istigfar dan bersabar jika terjadi hal seperti ini. Kalau enggak, mungkin Aku sudah putus asa. 

Do'a adalah kunci. Jadi Aku berdoa, semoga wudhu aku gak batal selama menjalankan tahapan umroh. Semoga ibadah lancar dan semoga diterima Allah SWT. Alhamdulilah, setelah prosesi umroh dijalankan, barulah wudhu aku batal. Hahaha... 

Tahalul Umroh


Next, aku akan share pengalaman yang seru seru dengan teman-teman se grup Umrog di postingan berikutnya. Komen di bawah ya jika ada pertanyaan. Jangan lupa share postingan ini ke teman-teman kamu dan semoga yang baca disegerakan Allah SWT menuju Baitullah. Aamiin. 

Sampai bertemu di postingan berikutnya! 


Pengalaman Umroh di Tahun 2022

Bismillahırahmanirahim.. 

Dari sekian banyak bucket list yang saya susun, melaksanakan Ibadan Umroh berada di posisi kedua, tentunya setelah ibadah Haji. Sudah diimpikan sejak lama, didoakan disetiap masa, diusahakan menyisihkan uang dalam rekening bank syariah, demi apa? Demi berangkat ke Tanah Suci. Sehedon-hedonnya saya, masih tahu dirilah saya jadi hamba. 

Saya saja sampai sekarang masih tidak percaya akhirnya bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah. Malah sempat berkunjung ke kota Thaif dan mampir sebentar di kota Jeddah. Apalagi di masa pandemi yang belum berakhir, dimana banyak sekali protocol kesehatan yang harus dijalani. Bukan saja berimbas pada jumlah biaya yang barus dikeluarkan tetapi juga waktu yang barus disiapkan. 

Umroh di masa Pandemi



Sebelum pandemi, rata-rata biaya umroh sekitar 12-15 jutaan rupiah. Saat pandemi, melonjak hingga dua kali lipat. Masa karantina ikut memotong atau ditambahkan dalam masa umroh, ditambah pula sempat kejadian pernah dibolehkan untuk Umroh tapi saat mendaftar malah pelaksanaan Umroh dibatalkan oleh pemerintah. Akhirnya makin banyak yang mengurungkan niat untuk melaksanakan ibadah. 

Namun benar juga apa kata ulama dan orang saleh, melaksanakan Ibadah Haji atau Ibadah Umroh itu bukan karena punya uang atau mampu secara finansial.  Ini semata-mata karena Allah SWT memampukan orang-orang yang dipilihnya. 

Banyak yang mampu, tapi gak berangkat-berangkat juga. Ada yang mampu, tapi berangkatnya bukan karena hartanya tapi lewat jalur gratis. Ada yang kelihatannya susah bener ngumpulin duitnya karena ada-ada aja pengeluaran mendadak, tiba masa Umroh dibuka kembali malah dimampukan. 

Saya mendaftar di bulan Februari 2022, untuk keberangkatan tanggal 9 Maret 2022 dengan pesawat Garuda Indonesia. Urusan pervaksinan mulai dări vaksin covid 1&2 sampai Vaksin Menginitis selesai di bulan Februari. Dokumen-dokumen sudah lengkap, tersisa beberapa perlengkapan baju selama umroh yang belum kelar. 

Passport dan Visa Umroh



Tetiba ada kabar, jadwal keberangkatan dimajukan. Masya Allah! Biasanya yang kejadian keberangkatan ditunda atau dibatalkan, ini malah dimajukan menjadi tanggal 7 Maret 2022. Panik dong.. secara beberapa baju belum kelar dipermak dan Perlengkapan yang dipesan online masih otw. Belum dilaundry, belum dipacking. Panik? ya panik lah! 

Alhamdulillah banget, Penjahit bisa menyelesaikannya lebih cepat dan laundry bisa terhandle sehingga semua perlengkapan bisa dipacking ke koper sebelum Manasik Umroh. Siap-siap mau berangkat nih, eh tetiba dapat kabar lagi, karantina di Madinah ditiadakan.  Alhamdulillah. Nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan? 

Pengalaman Umroh 2022 saat Pandemi 

Sebelumnya sudah dijadwalkan bahwa akan ada karantina selama satu hari di Jakarta sebelum berangkat ke Madinah. Begitu pun sudah dikabarkan bahwa akan ada karantina lagi selama lima hari setelah tiba di Madinah. Saat mendaftar berangkat Umroh, sudah tau sih risikonya akan lebih banyak ngedon di kamar hotel akibat karantina. Makanya banyak orang-orang yang tau saya berniat umroh, menyarankan agar niat saya dibatalkan dulu aja. "Rugi kamu, mending tunggu aja setelah pandemi,"kata mereka lebih kurangnya begitu. 

Dipikir-pikir memang sangat sangat menghabiskan waktu. Bayangkan, dari yang umumnya 12 hari ibadah umroh termasuk perjalanannya, waktu ibadah harus dipotong masa karantina lima hari. Setelah ibadah umroh selesai, jemaah masih harus nambah lima hari lagi untuk karantina di Jakarta. Total hari yang diperlukan sekitar 22 - 28 hari. Gimana ngurus cutinya ini? 

Bermodal nekad dan keinginan kust, pokoknya tabun ini harus umroh apapun yang terjadi, saya berdoa kepada Allah SWT untuk dimudahkan. Semoga diizinkan Kepala Kantor untuk mengambil cuti alasan penting dengan alasan Ibadah Umroh yang Pertama. Alhamdulilah, kantor tidak mempermasalahkan meski permintaan cuti yang saya ajukan adalah 22 hari sesuai rundown penyelenggara Umroh. Urusan cuti beres, pekerjaan aman, terbanglah saya ke Jakarta dengan Garuda Indonesia. 

Ketika di perjalanan, dapat kabar, kami tidak perlu menginap di Jakarta untuk karantina sebelum diberangkatkan ke Madinah. Alhamdulillah... Jadi, setelah landing di CGK terminal 3, saya dan rombongan langsung cuzz ke hotel transit untuk istirahat beberapa jam lalu kemudian balik lagi ke CGK terminal 3. Kali ini menggunakan pesawat Saudia Airlines. 

Leaving On The Jet Plane To Madinah Al Munawwarah 


Berhubung sehari sebelumnya gak bisa tidur karena feels so excited berangkat umroh dan penerbangan Makassar - Jakarta itu pesawat pagi yang membuat saya harus standby di bandara jam 4.30 pagi, begitu duduk manis dan pesawat sudah melewati critical eleven, langsung bablas tidur. Cuma sempat bangun untuk terima 'paket' dari mba mba pramugari, sholat jama' magrib dan isya, makan dan abis itu tidur lagi. Gitu aja terus sampai badan pegel dan pesawat landed di bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah. 

Berangkat 19.00 WIB dan landed di Madinah sekitar pukul 01.00 waktu setempat which is empat jam telat dibandingkan Waktu Indonesia Bagian Barat. Total perjalanan sekitar 9-10 jam dari Jakarta menuju Madinah. Mengingat waktu perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, sebaiknya dzikir saja sampai ketiduran. Banyak-banyakin shalawat juga karena kita akan bertamu ke kota Rasullullah Muhammad SAW. 

Bandara di Madinah



Setelah melewati pemeriksaan Imigrasi yang tidak terlalu lama (mungkin karena jalur umroh) dan bagasi yang sudah dihandling travel, pukul 02.00 saya dan rombongan melenggang kangkung keluar dari bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz. 

Rombongan lalu menuju ke hotel Al-Andalus yang letaknya segaris lurus dengan gerbang 338 Masjid Nabawi. Ini sebenarnya bukan hotel yang dijanjikan oleh travel agent sih. Alasannya pihak Muasasah di Saudi yang memindahkan kami ke hotel ini. Wallahua'lam. Saat ini belum banyak hotel bintang empat yang beroperasi. Lagipula lokasi hotel Al-Andalus ini juga cukup strategis. View kamarku pun juga cukup menarik. Oke lah, no complain! 

Masjid Nabawi dari Jendela Kamar

Sesuai jadwal, kami berada di Madinah selama kurang lebih 6 hari. Alhamdulillah, selama itu pula kami dimudahkan dalam beribadah di Masjid Nabawi dan melakukan city tour ke tempat-tempat bersejarah di kota Madinah tanpa karantina dan PCR. 

Meskipun tetap harus menggunakan masker, namun tidak ada pemberlakuan jaga jarak, bahkan saat sholat. Makin rapat barisannya, makin bagus. Malah jemaah Indonesia yang paling sering ditarik-tarik untuk merapatkan barisan sholat. Mungkin karena kebanyakan dari jamaah masih mengikuti protokol kesehatan di negara kita Indonesia yang tercinta, yang mau sholat tarawih aja nanti harus vaksin booster. 

Masjid Quba

Pemerintah Arab Saudi bukannya tidak lagi melaksanakan protokol kesehatan dengan membolehkan jemaah berdesak-desakan. Untuk urusan sholat, memang sudah tidak lagi ada jarak. Tetapi untuk masuk ke tempat-tempat tertentu yang pasti padat jemaah, mereka memiliki sistem sendiri. 

Contohnya untuk masuk ke Raodah di Masjid Nabawi, setiap grup harus memiliki surat izin di mana tertera tanggal, waktu dan jumlah rombongan. Jika tidak memiliki surat tersebut atau tanggal, waktu dan jumlah jemaah di rombongan tidak sesuai, maka wassalam! Gak bakal bisa masuk beribadah di Raodah. 

Ini yang saya beserta rombongan alami waktu itu. Entah bagaimana, barcode di surat izin kami sudah digunakan oleh orang lain dua bulan lalu. Entah salah siapa juga, rombongan kami mendapatkan barcode 'bekas pakai'. Entah mau nyalahin siapa juga akhirnya rombongan kami batal masuk Raodah. Bahkan saya dan seorang teman di rombongan, nekad untuk nyelip-nyelip di rombongan orang lain pun tidak lolos di dua gate pemeriksaan terakhir. 

Subhanallah.. memang mungkin belum rejeki kami untuk beribadah di Taman Surganya Rasullah Muhammad SAW. Pun sudah qadarullahnya kami tidak bisa menziarahi makam Rasullah dan para sahabat, Saydina Abu Bakar Ra dan Saydina Umar bin Khattab, Ra. Kami hanya bisa memandang Kubah Hijau Masjid yang berpendar di depan kami dengan air mata yang diam-diam menetes seraya mengucap salam dan shalawat. Salamu Alaika Ya Rasullah wa rahmatullahi wa barakatu. Allahumma Shalli Ala Nabiyina Muhammad wa ala ali Nabiyina Muhammad. Salamu Alaika ya Sahabatullahu wa rahmatullahi wa barakatu. 

Air Mata yang Tak Terbendung di Tanah Haram 

Lanjut di Part 2.