4 Cara Mendapatkan Nama Blog

What's in a name? That which we call a rose
By any other word would smell as sweet;
-Romeo & Juliet , Shakespeare 

Kutipan di atas adalah penggalan dari dialog Juliet kepada Romeo dalam kisah Romeo & Juliet. Apalah arti sebuah nama, ketika yang kita sebut Mawar bisa diganti dengan kata apa saja tetap akan sama wanginya. Yayaya.. mungkin jamannya Shakespeare belum kenal "Branding". 

Salah satu pertimbangan penting ketika meluncurkan blog adalah nama blog itu sendiri. Kenapa? Karena menurut aku, blog kita ini merepresentasikan diri kita. Bagaimana kita ingin dikenal dan bagaimana kita ingin mempersonalisasi 'brand' kita sendiri. Selain itu nama blog harus unik, gampang diingat dan gak ribet diketik. Biar gampang disearch di Google. 




How Do I Got My Blog's Name 


Ketika aku pertama kali membuat blog di tahun 2008, aku terus terang aja gak pernah mikirin apa itu branding dan apa hubungannya dengan bagaimana kita ingin dikenal orang. Ngeblog mah ngeblog aja, ada yang mau baca aja sudah syukur. 

Sedikit kilas balik nih ya, waktu itu aku punya sekitar 5 blog dengan platform yang berbeda; Blogpsot, Wordpress, Multiply dan Tumblr. Di blogspot  aku ada 2 blog, yang satu namanya aku dah lupa (hahaha!). Pokoknya ada 'wireless' nya aja. Itu tempat aku mencurahkan puisi-puisiku. Blogspot aku yang kedua adalah "bittersweet me" (yang akhirnya menjadi cikal bakal vitamasli.com). Isinya tentang bagaimana aku menjalani pahit manis kehidupan. Tsah!! 

Lalu karena kebanyakan curhat dan ada berapa yang kepoin hidup aku banget, akhirnya curhatan-curhatan itu aku private di Wordpress. Nama blognya Pisces Writes. Selain curhat ada category cerpen dan cermin (cerita mini) juga, tapi tetep aku private. Sesekali ada beberapa postingan non curhat, biasanya kalau aku ikutan lomba blog. Haha. 




Blog lainnya ada di Multiply. Ini sebenarnya isinya curhat lewat puisi-puisi juga (heran deh, aku Vita apa Rangga sih, puisi melulu). Namanyaaa... apa ya? Lupa! Hahaha.. seiring tutupnya Multiply, lupa juga aku dengan nama blog. 

Satu blog lagi ada di Tumblr, namanya 'Oppa and me'. Isi lebih banyak quote-quote dan GIF Kpop apalah gitu. Sebelum Instagram dan Pinterest berjaya, disinilah kumpulan foto-foto bercaption pendek dan quote-quote dengan font ala kadarnya diposting. Sekarang aku dah lupa nama email login nya. Hihihi.. 

Dari sekian blog yang aku punya, saat ini blog VITA MASLI ini lah yang paling konsisten aku isi. Alasannya? Sudah domain berbayar, sayang aja buang duit kalau tidak menghasilkan #eh. Kenapa nama blognya Vita Masli? Jawabannya simple sekali, "BIAR GAK RIBET". 

Sebelumnya blog ini sempat dikasi nama 'Excited Blogger' dengan alasan aku pengen membangun branding sebagai blogger yang selalu semangat ngeblogging. Lalu kemudian setelah banyak terima paid review, isi postinganku menjadi lebih 'komersil'. 





Akhirnya kuganti namanya menjadi Two-Step Flow, yang berasal dari teori komunikasi yang menjelaskan tentang proses pengaruh penyebaran informasi melalui media massa kepada khalayak. Penyebaran dan pengaruh informasi yang disampaikan melalui media massa kepada khalayaknya tidak terjadi secara langsung (satu tahap), melainkan melalui perantara seperti misalnya “pemuka pendapat‟ (opinion leaders).   Nah.. blogger ini lah yang menjadi opinion leaders terhadap suatu produk yang ditawarkan. 


Pada akhirnya aku mengganti nama ke Vita Masli. Selain karena alamat urlnya memang www.vitamasli.com, aku juga ingin orang-orang  akan dapat mengenali aku dan blogku lebih mudah. Interaksi aku ke pembaca bisa lebih personal. Pembaca mulai menyadari bahwa mereka berinteraksi dengan aku - Vita - bukan hanya dengan branding tertentu. 





Cara Mendapatkan Nama Blog 


Memang mendapatkan nama blog menurut aku susah susah gampang, karena seperti aku katakan di atas nama tersebut akan menggambar blog dan kamu secara keseluruhan. Para pakar blogging mengatakan ada beberapa point penting untuk dipikirkan sebelum menentukan nama blog. Beberapa diantaranya : 

1. Tentang apakah blog kita ini ?
2. Siapa target audiensnya ? 
3. Seperti apa nada / suara blog kita nantinya?(resmi atau casual)
4. Apakah kita akan membangun branding dengan nama blog kita?

Jika menggunakan nama yang benar-benar tidak relevan dengan konten kita, bisa jadi gak nyambung. Sama halnya, jika blog yang kita buat itu adalah untuk usaha kita, namun gaya penulisannya terlalu  fun dan bersemangat  bisa jadi akan memberikan kesan yang salah kepada pembaca kita. 

Lalu gimana caranya mendapatkan nama blog? 

1. Buka Kamus 


Terserah, apakah itu kamus bahasa Indonesia atau bahasa Inggris atau bahasa apapun itu. Kamus bisa menjadi tambang emas inspirasi kata-kata, terutama jika ingin mengatakan sesuatu dengan cara yang sedikit berbeda. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu blog kita ini tentang apa. Misalnya 'Fashion' lalu cari persamaan katanya di kamus. Kemudian tambahkan kata yang menggambarkan blog kita secara keseluruhan Aku pernah melakukannya dan akhirnya berujung pada An Excited Blogger'. Hehehe.. 

2. Cari Inspirasi dari Buku 


Aku mendapatkan nama 'Two-Step Flow' dari buku kuliah Ilmu Komunikasi. Kebetulan waktu itu aku lagi kuliah S2 dan di salah satu buku referensi mata kuliah ada teori Two-Step Flow yang akhirnya menginspirasi aku. 

3. Menggunakan Nama Sendiri 


Ini sebenarnya yang paling gampang khususnya untuk personal blog seperti blog aku ini. Gak ada niche tertentu, hanya 'menceritakan' seperti apa Vita Masli mengungkapkan pemikirannya tentang traveling, kuliner, blogging atau produk-produk yang pernah aku coba. So, ini kelihatannya paling sederhana namun sekaligus memperlihatkat 'beginilah diri kita'. 

4. Menggunakan website 'Name Generator' 


 Coba search di Google : name generator for blog. Cara kerjanya cukup ketik nama domain yang ingin digunakan, sudah dipakai atau belum.  Kamu juga dapat mengklik WHOIS untuk mencari tahu siapa yang mendaftarkannya atau URL untuk mengunjungi situs web. Aplikasi ini secara otomatis menambahkan awal dan akhir nama domain populer ke apa pun yang kamu ketikkan di kotak pencarian. Terkadang website tersebut akan menampilkan nama yang dibuat jika tidak tersedia.

And that's it! Tips lainnya tentang blog bisa kamu baca di kategori Blogging . Hope it helps buat kamu yang kepikiran buat blog dan pengen jadi blogger. Happy blogging! 

Apakah Niche Blog Itu Penting?

Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on.”
— Louis L’Amour

Menjadikan blog sebagai media penulisan kerap kali membuat saya kepikiran,"Is it worthed to read?"  Karena bagaimana pun juga, ketika blog itu sudah dipublished secara publik, everyone can read it. Terkadang ada rasa khawatir juga apakah tulisan saya ini disukai atau tidak oleh pengunjung. 

Suka atau tidak itu memang relatif. Ada hal yang kita pikir itu keren banget, tapi ternyata bagi orang lain biasa saja. Begitu pula sebaliknya. So I think, I better write things that I like to write, some things that probably needed by people dan tidak berpikir tulisan saya bagus apa tidak. Setidaknya tulisan masih memuat informasi meskipun bisa jadi jauh dari pakem 5W1H atau pola segitiga terbalik. 

I just have to write the things that I like, right? 

Menulis hal yang kita sukai memang bisa menjadi endorphine bagi kita untuk ngeblog. Blogger mana saja pasti punya preference masing-masing. Inilah yang kemudian disebut sebagai niche, istilah lain untuk mengartikan "tema" yang dibahas di sebuah blog. 


Apakah Niche Blog Itu Penting? 


Tema atau pembahasan dalam suatu blog biasanya berperan penting dalam hal SEO. Selain itu penting pula bagi  kenyamanan pengunjung yang ingin mencoba mengikuti blog kita. Ketika pertama kali saya serius ngeblog di tahun 2011, saya mulai menentukan tematic pada blog bittersweet-me (sebelum akhirnya berubah menjadi vitamaslidotcom). Berdasarkan namanya 'bittersweet-me' saya menetapkan niche blog adalah opini tentang kehidupan sehari-hari yang manis pahit,gitu. Tsah! 

Eh ternyata ketika saya mau pasang Adsense, itu gak pernah berhasil. Alasannya konten tidak sesuai atau apalah gitu. Lelah ditolak lima kali oleh Google Adsense, saya banting setir dengan nama dan tema baru : vitamasli.com. Temanya, anything about Hallyu atau lebih kerennya K-wave. Apa aja tentang Kdrama, Kpop sampai acara televisi Korea Selatan pun saya tulis. Alasan utamanya karena waktu itu saya memang addict banget dengan Kwave. Maunya sih, kalau orang-orang nyari rekomendasi drama Korea atau apalah tentang Korea itu di blog saya aja. 




Pada akhirnya blog ini lolos screening Google Adsense. Hore! Yes, penerapan niche sangat berpengaruh pada saat proses penerimaan sebuah blog menjadi publisher Google Adsense, ternyata. Satu hal lagi  blog yang memiliki niche itu bisa bersaing dengan blog lain di search engine. I don't know algoritmanya seperti apa, pokoknya kejadiannya memang seperti itu. 

Niche Favorit Blog : Lifestyle 


Meskipun sejalan waktu akhirnya saya membelot juga dan agak tidak konsisten, blog ini pun berubah niche menjadi Lifestyle Blog. Yah ini sih istilah kerennya 'blog segala ada'. Kalau saya sendiri menganggap lifestyle blog ini bukan sekedar blog dengan tema campur aduk. Namanya juga lifestyle, tentunya di blog ini tertuang postingan yang sesuai dengan lifestyle bloggernya. 

Karena saya suka membaca buku, nonton film, dengerin musik, traveling, makan-makan, mengikuti perkembangan teknologi, tips blogging dan beberapa perintilan lainnya, akhirnya hal-hal itulah yang saya buatkan kategori dalam blog ini. Kelebihan dari niche ini adalah saya jadi lebih banyak opsi untuk postingan. Kekurangannya adalah blog tidak memiliki ciri khas. Perlu usaha juga untuk tetap memainten agar Adsensenya tetap jalan. Masing-masing kategori ini harus rutin diupdate, tidak sekedar satu atau dua postingan saja. 




Overall, saya sih enjoy aja dengan tema lifestyle blogging ini dan sepertinya akan tetap konsisten nulis dalam beberapa kategori termasuk tips blogging 101 seperti ini. Nah, boleh tahu dong kalian mampir ke blog saya untuk membaca kategori apa? Put your comment below ya! Thanks!

5 Manfaat Blogging

Pertengahan tahun 2018 ini, Aku bertemu dengan seorang teman lama yang saat ini sedang melanjutkan kuliah S2 di Makassar. Ngobrol punya ngobrol, ternyata dia sering membaca blog aku sebagai seorang silent reader. Baca aja, gak pernah komen. Namun saat bertemu komennya bagaikan hujan tercurah dari langit. Mumpung ketemu langsung, alasannya. Soalnya kalau komentarnya ditulis, bisa-bisa lebih panjang dari postingan blog, kata dia. 

"Kalau gitu kenapa gak ngeblog aja sekalian?"tanyaku.

"Haloo.. yang lain sudah sampai ke mana, gue mikir buat blognya aja ribet. Sudah tahun 2018 nih, kenapa gue harus ngeblog, coba? "temanku balas bertanya. Wah.. ini!

5 Manfaat Blogging 



Kenapa kamu harus ngeblog? Well, gini deh mending aku ceritain dulu ya manfaat-manfaat yang aku dapatkan selama aku ngeblog dari jaman Wordpress ke Multiply lalu akhirnya serius di Blogspot. 5 manfaat ini lah yang  membuat aku mulai ngeblog dan akhirnya menseriusinya hingga sekarang. 

1. Write For Self-healing 


Seperti yang aku tulis di atas, kebanyakan orang start their blog karena pengen curhat, mengeluarkan pendapat mereka tentang sesuatu atau menyimpan kenangan. Well, it's ok karena menurut aku hal-hal tersebut membuat pikiran dan perasaan kita jadi lebih sehat. Pernah dengar term ' Write for self-healing' ? Menulis seringkali menjadi terapi agar kita dapat mengeluarkan segala uneg-uneg yang bisa jadi terpendam dan susah untuk diungkapkan lewat lisan. Ketika kita menulis, tulisan kita dibaca oleh orang lain dan memberi masukan yang positif yang bisa membuat perasaan kita jadi lebih baik.



Selain kita bisa mengekspresikan pemikiran kita secara sehat karena dengan terindexnya blog di Google Search, maka ada term tertentu yang membatasi postinga-postingan kita. So if it's probably harmful atau ada kalimat-kalimat yang melanggar bisa membuat blog kita dibanned sama Google. So it's pretty healthy for your mind and soul.

2. Blogging Membantu Meningkatkan Keterampilan Menulis dan Argumentasi

Ok, mungkin awalnya kita mulai ngeblog karena pengen curhat. Menulis selayaknya kita pengen curhat aja. Ada pula yang berpikir laaamaaaa banget hanya untuk memulai satu kalimat. But you know what, based on my true experienced, ngeblog berdampak besar pada kemampuan menulisku sejak aku mulai tahun 2009.




Meski tidak sempurna, aku merasa lebih percaya diri. Tidak saja mengenai pemilihan kata, tapi juga penggunaan huruf besar dan kecil. Ditambah lagi ketika kita harus menjelaskan sesuatu atau alasan mengapa kita suka atau tidak suka saat mereview product, disini argumentasi diperlukan. Semakin banyak kita menulis, semakin mudah jadinya. Practice makes perfect, right?

3. Blogging Membantu Orang Lain Mendapatkan Data dan Informasi

Kita dapat menyebarkan informasi dan pengetahuan melalui blogging. Kok bisa? ya bisa dong! Postingan kita seremeh apapun itu (menurut kita sendiri ya) bisa jadi diperlukan oleh orang lain. Ini kejadian banget sama aku. Pertama postingan aku yang ngehits adalah tentang salah satu cast di sebuah variety show keluarga 'The Return of Superman' yaitu Daehan, Minguk, Manse a.k.a Song Triplets. Ini asli aku ngepost karena pengen menginformasikan acara TV yang menurut aku bisa mengedukasi para orang tua khususnya bapak-bapak dalam mengasuh anak. Tambahan, mereka itu cute banget dan akhirnya banyak orang yang pengen tahu karakter mereka.

Aku juga pernah ngepost aplikasi-aplikasi yang remeh-temeh seperti aplikasi mengetahui judul lagu atau aplikasi untuk mengedit video and it turns out many people searched for it di Google.

Baca juga : 10 Things I Love About Daehan Minguk Manse 

Hal menarik lainnya adalah sudah sering banget aku ketemu dengan teman-teman lama yang komentarnya seperti ini,"Gue lagi nyari tempat makan yang ngehits di Google. Eh, ternyata pas gue baca itu postingan elo!"

Baca juga : Tempat Nongkrong Asik di Makassar 

Ada juga yang seperti ini,"Lu tahu kan pasport gue sudah hampir expired, lu kenapa gak bilang aja sih langsung caranya ke gue? Masa gue kudu ngesearch di Google, dapat caranya di salah satu postingan blog dan ternyata blog itu adalah blogmu."

Hahaha

Baca juga : Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor 

Hal yang sama berlaku dengan topik blog lainnya. SETIAP blog membantu orang lain dengan cara mereka sendiri. Aku ingat ketika aku ngepost tentang cara mengurus Visa Korea dan mulai mendapatkan email yang mengatakan "Terima kasih telah memberikan informasi seperti itu" dan dilanjutkan dengan berpuluh komen di postingan dan pertanyaan di DM Instagram yang membuat saya serasa buka layanan tour and travel. Itu sangat menghangatkan hati dan membuat aku jadi lebih bersyukur, ternyata postingan aku berguna juga buat orang lain.

4. Mempromosikan Diri Untuk Mendapat Peluang Baru

Sudah banyak contoh blogger yang bisa menghasilkan buku. Mereka ditemukan oleh publisher dari tulisan-tulisan mereka di blog yang ngehits. Tulisan-tulisan itu kemudian dipublished menjadi buku yang jangkauan pasarnya lebih luas. Artinya, lebih banyak orang yang bisa mendapat manfaat dari tulisan-tulisan kita. 

Aku sendiri belum sampai ke situ, meskipun aku (jujur!) pengen juga. Tapi peluang tidak hanya itu. Aku mendapatkan lebih banyak peluang berkarya lewat postingan-postingan di blog dan platform sosmed lainnya. Postingan ini bisa menginfluence orang lain dan tentunya ada benefit juga untuk aku sendiri, baik itu secara finansial maupun kesempatan bertemu dengan teman-teman baru atau mengunjungi tempat-tempat baru secara gratis.




Baca juga : Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening Make Up Remover 

Ketika kita memiliki blog, pada dasarnya kita memiliki "alat" atau "saluran" untuk mempromosikan diri atau membuat kita terlihat seperti seorang ahli di bidang itu. Misalnya untuk traveling klien menghubungi influencer A, atau untuk urusan dandan ke influencer B aja. Pemilik blog yang berkompeten akan menerima peluang kerjasama dan ini akan membuka banyak pintu yang mungkin belum kita sadari atau impikan. Coba deh! 

5. Mengembangkan Hobby yang Dibayar 

Jika hobby kamu adalah menulis, daripada sekedar bikin status gak jelas di WA, Facebook atau Twitter, aku saranin mulai nulis di blog aja. Selain seperti yang aku sudah jelaskan di point nomer 1, tulisan kita ini bisa menghasilkan pendapatan juga loh! Satu postingan mungkin awalnya cuma sekedar bisa beli pulsa paket data, lama-lama jika konsisten dan ketemu klien yang tepat, bisa jadi lebih besar lagi. Apalagi kalau blog sudah dimonetize dengan Google Ads, bisa banget menghasilkan pendapatan pasif.



Memang uang bukan segalanya, tapi kebanyakan hal di dunia ini memerlukan uang. Hanya sja aku sarankan jangan memulai ngeblog dengan tujuan awal untuk mendapatkan uang. Kenapa? Karena prosesnya bisa jadi panjang dan gak semudah yang kita lihat. Menset pikiran bahwa ngeblog adalah hobby menurut aku lebih baik, jika kemudian pada perjalanannya kita dibayar ya alhamdulillah. Itu namanya hobby yang dibayar, ya kan?

The Reason why I am Blogging  


Itu dia manfaat yang aku dapatkan selama ngeblog. Jadi kalau ada pertanyaan mengapa aku ngeblog, ya karena aku merasa mendapat manfaat dari aktivitas ini.

Nah, kalau kamu sendiri gimana? Apa alasan kamu untuk blogging dan apa yang menginspirasi kamu untuk membuat blog? Apa pula manfaat yang kamu dapatkan selama ngeblog? Jika kamu belum ngeblog, kasih tahu aku juga ya kenapa kamu merasa perlu ngeblog. Ceritakan pendapat kamu di komentar di bawah ini!

Suka posting ini? Jangan lupa untuk membagikannya!


Disclaimer : All pics from Pexels.com except point number 4. 

Melipir Sejenak Ke Floating Market Lembang

Bandung selalu menjadi kota 'kenangan' dan favorit buat aku di kawasan Jawa Barat. Oke, setelah Sukabumi tentu saja, berhubung sempat tinggal di sana beberapa tahun. Jadi, tiap kali ada kesempatan ke Jakarta, rasanya selalu pengen melipir sejenak ke sana.

Melipir Sejenak Ke Floating Market Lembang Bandung 




Hari beranjak siang ketika teman saya ini (yang emang gak bisa bangun pagi no matter how hard you beg, hahaha) menjemput saya di penginapan backpacker di kawasan Lengkong, Bandung. Sebelum ke Floating Market, atas saran teman saya itu kami mampir dulu ke In & Out Urban Eatery yang gak begitu jauh dari penginapan. Saya yang masih kenyang dengan sarapan nasi kuning yang disediakan penginapan backpacker Pondok E7, akhirnya memilih untuk memesan Jus Mango Alpukat yang gedenya diluar ekspektasi. Puas.. banget!




Jalan Menuju ke Floating Market Lembang 


Lokasi Floating Market cukup mudah dijangkau, at least kalau menggunakan mobil pribadi. Gimana kalau angkutan umum? Wah, ini saya kurang faham. Saran saya, berangkatnya rame-rame aja, naik Grabcar atau GoCar. Bayarnya patungan, sudah gitu tinggal setting alamat aja di Google Maps   Jalan Grand Hotel No.33E, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Beres! 

Floating Market di Lembang ini kami tempuh dengan mobil sekitar satu jam. Trafik cukup padat berada di sekitar jalan Setiabudi, selebihnya lumayan santai untuk ukuran hari Minggu. Begitu memasuki kawasan Floating Market, perlu menyiapkan uang 20 ribu rupiah per orang untuk membayar tanda masuk.

Lumayan mahal ya? Tapi tenang aja, soalnya tiket masuk tadi bisa ditukar dengan minuman di dua outlet yang tersedia di area. Kita bisa memilih minum kopi Nescafe hangat, cokelat Milo atau ice tea Nestle.  Pilihan saya? Ya tentu saja kopi. Lumayan loh, meskipun Lembang sudah tidak sedingin dulu lagi, namun jika angin berhembus mengingatkan ku pada suhu kota Seoul di musim semi. Tsah..




Baca juga: Jalan Kemana, Namsan Seoul Tower di Musim Semi 

Kulineran di Floating Market Lembang 


Seperti namanya Floating Market ini berupa pasar terapung yang menghadirkan beragam jualan makanan di tepi danau buatan. Makanan yang disediakan cukup beragam, mulai dari masakan dan cemilan  khas Sunda sampai cemilan negara lain sebangsa Jepang gitu juga ada. Sejujurnya saya gak begitu merhatiin karena pandangan saya sudah fokus pada masakan khas Sunda yang sudah saya rindukan semacam Lotek, Karedok dan Bala-Bala.




Uniknya jualan di Floating Market ini tidak diperjual belikan dengan uang rupiah yang biasa kita gunakan sehari-hari. Transaksi di Floating Market menggunakan koin khusus dengan nominal 5000 dan 10 ribu rupiah yang bisa ditukarkan di loket penukaran. Saran aja nih, meskipun lapar mata, jangan bablas nuker koin karena koin yang tidak dipergunakan tidak bisa ditukar kembali menjadi rupiah. Sayang kan ya?

Oiya, di sepanjang tempat ini pula ada pasar mini bernama Pasar Gembong yang khusus menjual buah-buahan, keripik, manisan, cemilan dan pernak-pernik yang bisa dijadikan oleh-oleh.





Taman Berkonsep Mixed Jepang, Korea, Cina  dan Sunda  


Floating Market Lembang ini tidak melulu tentang makan. Beberapa spot ditata sedemikian rupa menjadi taman dan side walk mengelilingi danau. Selain bisa dijadikan tempat bersantai, spot-spot ini penting banget buat kamu yang suka foto-foto.

Beberapa bagian taman disetting bergaya Jepang dimana jalan setapak dibuat untuk pejalan kaki dengan pepohonan yang diatur sedemikian rupa di sisi kiri dan kanan. Tak lupa disediakan beberapa saung untuk sekedar dijadikan tempat mengaso sejenak. Lumayan loh untuk dijadikan tempat untuk berfoto.



Gak cuma berfoto, kita bisa menikmati pemandangan yang apik di sini. Taman-taman tertata rapih dengan bunga berwarna warni. Danau buatan tampak tenang dan bersih menjadi jalur perahu yang membawa pengunjung mengitari Floating Market. Saya gak sempat mencobanya, tapi tampaknya asik. 




Suasananya yang nyaman, saya masih bisa mendengar suara burung berkicau disela-sela angin yang berdesir menabuk dedaunan pada pohon-pohon di sekitar. Suara air berkecipuk disaat ikan-ikan Mas berebut makanan yang ditebar pengunjung semakin membuat pengunjung lupa hiruk pikuk perkotaan.  Wah.. I can stay here just to sit on the rock and enjoy the moment.




Di beberapa sisi lain dibuat semacam pelataran yang mengarah ke danau, sering dijadikan tempat untuk photo session bagi yang menyewa Kimono ala Jepang atau Hanbok Korea di stand tertentu. Bagi pengunjung lain boleh berfoto di sisi lain asalkan tidak menganggu photo session pengunjung yang khusus menyewa pakain khas Jepang dan Korea tersebut.

Tenang aja, masih banyak lokasi foto yang bisa kamu manfaatkan untuk nambah-nambah foto sosmed kamu kok, gratis!! Salah satunya adalah taman berkonsep Cina di depan Taman Kelinci. Cocok buat jadi latar foto.



Ketika kaki lelah melangkah, sila mampir di kursi-kursi dan bangku-bangku yang disediakan di pinggir danau. Mau ngobrol kek atau mau makan bekal bawaan sendiri, terserah. Jangan lupa jaga kebersihan ya! Meskipun ada petugas kebersihan, bukan berarti kita bisa seenaknya meninggalkan sampah. Banyak tempat sampah disediakan. Mau belanja suvenir? Tenang aja, booth keren bergaya rumah khas Sunda menyediakan beragam suvenir yang lumayan bisa dijadikan oleh-oleh.




Sedikit banyak konsep taman di Floating Market ini mengingatkan saya pada konsep Songdo Central Park yang pernah saya kunjungi beberapa waktu lalu di Korea. Eh, saya belum pernah posting ya? Next, tolong saya diingatkan! Hehe.

Mengintip Kelinci Bermain di Taman Kelinci 

Makin kuat keyakinan saya bahwa konsep Floating Market ini sedikit banyak mengacu pada konsep Songdo Central Park karena ada Taman Kelinci nya. Nah, bedanya di Floating Market untuk bermain bersama para Kelinci ini, harus bayar tiket seharga Rp.20.000.




Kelilingi deh tuh, taman yang ditata layaknya hutan mini untuk para Kelinci. Untuk anak-anak kayaknya sangat irresistible ya, secara kelincinya emang lucu-lucu parah. Saya sendiri gak sempat masuk berhubung hari sudah hampir magrib dan rasanya sayang aja kalau hanya sebentar. Toh, saya masih bisa melihat para Kelinci tersebut bermain dari luar, pagarnya kan model kawat besi doang. Lagian setelah melewati kawasan Setia Budi, setiap kali kumelihat Kelinci-Kelinci ini, teringat nasib teman-teman mereka yang berakhir menjadi sate. Sedih aku tuh...




..And A Whole Lot More 

Selain Floating Market sebenarnya ada beberapa wahana di kompleks yang sama yang bisa kamu datangi. Tentunya harus bayar tiket masuk lagi untuk masing-masing wahana. Misalnya untuk Rainbow Garden harus bayar 10ribu lagi untuk menikmati taman dengan berbagai macam jenis bunga berwarna warni. Selain itu terdapat wahana Kota Mini, dimana para anak-anak bisa belajar mengenal konsep kota berikut dengan profesi-profesi yang mendukung seperti apa dan bagaimana petugas pemadam kebakaran, polisi dan lain sebagainya.

Bagi kamu para muslimah berhijab yang ingin berenang, ada kolam renang khususnya loh. Kamu bisa berenang tanpa bercampur dengan non muhrim, tentunya tetap menggunakan pakain khusus renang. Factory Outlet pun ada,loh! Ya kali pengen beli baju, celana, training suit dan masih banyak lainnya. Tersedia untuk pria dan wanita dari ukurun anak-anak hingga dewasa. Komplit lah!

Hari beranjak senja, tidak terasa saya sudah empat jam menikmati keindahan Floating Market di Lembang ini. Tempat rekreasi yang pas untuk seluruh keluarga, bahkan untuk yang datang bersama teman-teman. Sekedar membuang penat hidup perkotaan, bolehlah melipir sejenak ke Floating Market Lembang.


All Photos taken with Sony Alpha 6000 

Blogging, Profesi atau Hobi ?

Blog merupakan singkatan dari web log[1] adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (Sumber : Wikipedia

Sejarah mencatat bahwa media blog pertama kali diluncurkan oleh Pyra Labs yang kemudian diakusisi oleh Google di tahun 2002. Saya sendiri pertama kali mengenal blog di tahun 2009, itu pun awal mulanya karena keranjingan nulis di notesnya Friendster dan Multiply. Pada dasarnya saya memang suka menulis sejak kecil di diary. Begitu menemukan media yang sedikit mengurangi kepegelan jari saya mencatat segala hal dalam pikiran dan perasaan, tentu saja saya senang dan menikmati. Awalnya blog saya ada empat, masing-masing satu di Blogspot, Wordpress, Multiply dan Tumblr. Banyak amat? Ya kan masing-masing ada nichenya. 

Saya ngeblog tentang pikiran-pikiran saya tentang hal-hal yang terjadi di sekitar dan hal-hal yang lagi dibicarakan orang di Blogspot. Curhatan gak jelas saya tuliskan di Wordpress. Saya sok berpujangga melalui puisi-puisi cemen (yang ternyata sempat masuk majalah dan dibayar) di Multiply. Sementara Tumblr saya isi dengan foto-foto dengan caption singkat. 

Sejalan waktu, Multiply hilang dan saya lupa backup tulisan saya tersimpan di mana. Sudah gak tahu mau posting apa di Tumblr karena sudah ada Instagram. Blogspot berubah niche dengan postingan 'campur sari' yang dinamakan "lifestyle" dan Wordpress yang akhirnya saya private demi kemaslahatan bersama karena saya gak mau mengumbar perasaan pribadi saya kepada seluruh dunia. 

Blogging, Profesi atau Hobi ?  




Dalam perjalanannya dari tahun 2009, Blogging kemudian jadi booming di tahun 2012. Mungkin karena pada tahun itu juga (correct me if I'm wrong), publisher buku hunting penulis dari blogger. Media blog pun dilirik oleh brand untuk dijadikan media informasi dan promosi. 

Banyak buku dan novel yang penulisnya adalah blogger. Gak sedikit pula blogger yang diundang ke press conference, event launching atau apalah bersanding dengan para wartawan media cetak dan elektronik. Lomba-lomba penulisan berpindah ke blog, hadiahnya juga lumayan banget. Mulai dari gadget, voucher, uang tunai, jalan-jalan ke luar negeri dan masih banyak lagi. Sangat menggiurkan bukan? 

Pada akhirnya it seems like everybody wants to blogging, mostly about anything. Yang dulunya blogger 'curhat' , berupaya mengubah positioningnya agar lebih ketahuan personal brandingnya seperti apa. Ada yang saklek ke satu niche aja (make up, traveling atau gadget dan seterusnya), ada yang masih gado-gado segala niche dihantam kayak saya, hahaha. Yang awalnya posting sesuai mood, jadi berusaha untuk paling tidak posting seminggu sekali. Malah ada yang posting dua hari sekali. 

Gak cuma frekuensi publish postingan yang dijaga, konten pun semakin ke sini semakin dibenahi. Postingan tidak melulu sekedar tulisan. Foto dan video dibuat semenarik mungkin lalu kemudian disematkan dalam postingan. Selamat tinggal template bawaan, kupu-kupu dan musik latar yang enak terlihat di mata yang punya blog tapi ngeselin di mata pembaca. Mulai membuat judul yang click bait, belajar SEO biar masuk page one Google dan printilan lain yang kadang-kadang jika ingin didramatisasi menghasilkan pertanyaan 'kamu ngeblog demi apa sih?' 




Demi kelihatan blognya keren, up to date, kekinian, lalu kemudian orang-orang memuji 'blognya keren, kamu pasti tahu segala sesuatu tentang ngeblog yang apik' ? Demi membentuk image sebagai blogger yang smart, cantik, menarik, baik hati  dan tidak sombong yang isi postingannya sangat bijak dan layak untuk dijadikan panutan? 

Jangan-jangan demi dilirik brand agar diajak kerjasama dan menghasilkan rupiah-rupiah yang lumayan bisa membunyikan notifikasi sms banking di hape? Pengen kayak segelintir mba mba dan mas mas yang sudah berjaya menjadikan blog sebagai mata pencaharian utamanya, gak perlu ngantor dan kelihatannya hanya jalan-jalan lalu posting di sosmed  sedang ngeblog di tempat-tempat ciamik itu? 

Saya pikir, mostly bloggers itu niatnya pengen berbagi konten yang (semoga) berguna buat orang banyak, yang bisa dijadikan amal jariah dan syukur-syukur ternyata adalah endorsement terselubung (eh!). Ketika kemudian personal brandingnya terbentuk sebagai blogger yang keren dan tech savvy misalnya, atau blogger yang bisa jadi panutan itu kembali pada apa yang sering kita posting dan bagaimana kita menggambarkan diri kita melalui postingan tersebut.

Saya ngeblog secara serius tahun 2011. Waktu itu ada lomba menulis tentang Korea Selatan yang diselenggarakan oleh KBS World. Hadiah utamanya adalah jalan-jalan ke Seoul. Tulisannya memang gak harus dipublished di blog, malah sebenarnya tulisannya harus dikirim via email ke panitia. Cek en ricek, saya tahu bahwa gak cuma KBS World yang menyelenggarakan lomba berhadiah traveling ke Korea Selatan. KTO (Korea Tourism Organization) pun biasanya tiap tahun menjaring para blogger yang sering menulis tentang Korea Selatan sebagai ambasadornya. Diajak dong ke Korea Selatan. Mau dong sayaaaa...

Semangatlah saya blogging tentang Korea Selatan. Apakah kemudian saya berhasil ke Korea karena blogging? Belum sih.. Lomba menulis KBS World hanya berhasil meraih juara harapan. Hadiahnya dompet, hahaha.  KTO pun belum melirik saya nih jadi ambassador.

Apakah kemudian saya patah semangat? Gak lah.. karena setelah itu banyak kesempatan dan job offer datang kepada saya walaupun itu gak ada hubungannya dengan Korea Selatan. Untuk postingan-postingan itu saya dibayar dengan jumlah yang alhamdulillah. Pada akhirnya saya beneran bisa ke Korea Selatan dan bisa mendapatkan kursi untuk ibadah haji dari recehan-recehan blogging.

See, sometimes it's not all about the money tapi duitnya datang sendiri. 

Lanjut....

Gimana kalau orientasinya memang nyari duit menjadikan blogging sebagai profesi? Siapa bilang gak bisa. Bisa aja. Tapi perlu diingat prosesnya gak bakal instan. Gak cuma sekedar buat akun google, tersebut kemudian membuat blog, dijadikan TDL, posting satu dua kali sekenanya lalu kemudian kamu bisa resign kamu dan nunggu dollar datang ke rekening. Bukannya gak mungkin, but it takes time, consistency and effort to do that. 

Emang Enak Jadi Blogger ? 


Kebanyakan orang melihat bahwa enak banget jadi blogger. Diundang ke event-event di tempat yang keren, pulang bawa goodie bag, dikasih uang transport, nginap gratis di hotel, dapat gadget keren, ke luar negeri, jadi pembicara, transferan rupiah sampai dollar, ngumpul-ngumpul melulu. Macam-macam lah ya orang-orang menilai blogger tampaknya seperti itu. Akhirnya pengen jadi blogger juga karena pengen seperti blogger-blogger yang sudah 'jadi' itu.

Saya sering loh dapat-dapat komentar dari teman-teman atau kenalan,"enak banget lu ya, barang-barang kebanyakan gratis. Duit ada aja. Nongkrong sana sini, ih keren banget!"

Makasih loh ya.. hehehe. Alhamdulillah, dibanding blogger kondang yang kerjasamanya sama brand gede-gede itu, saya masih kategori pas pas an. Pas butuh, pas ada. 

Lagipula sedikit yang orang tahu bahwa ada foundation yang harus dibangun. Mulai dari blognya itu sendiri, kontennya, kemudian bloggernya pun harus kuat di personal branding dan networking. Terima job pun harus diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang sebaik harga deal. Kedepannya harus selalu memikirkan konten berikutnya seperti apa dan kualitasnya harus upgrade terus. Harus menjaga hubungan baik dengan semua orang especially brand, pembaca dan sesama blogger. 

Banyak printilan lainnya yang banyak orang gak tahu karena mereka fokus ke hasil yang didapatkan oleh para blogger. Jadi ketika mereka memulai dan kemudian hasil yang diharapkan tak kunjung datang, kecewalah mereka. Gak sedikit pula yang akhirnya menerima paid postingan apa aja dengan harga berapa aja. Sesuatu yang gak bisa dijudge salah, tapi ya merusak harga blogger itu sendiri. If it's all for the money, bisa jadi sah-sah aja. Namun jika melihat para blogger lain yang ngeblog pakai hati dan put their effort on their post, rasanya agak gimana... gitu. 




Saya pribadi berpikir walaupun terkadang pengen banget menjadikan blogging ini sebagai profesi, pada akhirnya saya memilih blogging ini hanya sebagai hobi. Hobi yang dibayar, hehehe. Kenapa? Karena makin ke sini, waktu saya kebanyakan habis untuk kerjaan utama saya di kantor. Menulis mulai mood moodan. Terkadang ada job yang saya gak bisa ambil karena saya gak yakin bisa memenuhi deadline atau ada juga job yang saya tolak karena tidak sesuai dengan konsep blog ini. Saya juga gak jago-jago banget menulis dan membuat konten kreatif. So maybe next time, kalau saya sudah pensiun kali yah, hahaha. Mudah-mudahan panjang umur dan masih sehat. 

Selamat Hari Blogger Nasional, Keep On Blogging Till The End 


Mumpung hari ini tanggal 27 Oktober adalah hari Blogger Nasional jika kamu tertarik ngeblog, silahkan banget loh. Saran saya jangan memulai ngeblog hanya karena uang. Boleh banget menjadikan blogging sebagai salah satu mata pencaharian, siapa yang bisa larang? Remember, segala sesuatu ada prosesnya bahkan mie instant pun harus direbus dulu sebelum disajikan. Begitupun uang, gak begitu tiba-tiba datang kalau tidak diusahakan. 

Bagi kamu yang sudah ngeblog baik itu hitungan bulanan bahkan yang sudah lebih tua dari saya, keep on blogging till the end. Blogging mau dijadikan profesi atau hobi is all up to you. Content is the king and consistency is the queen. Meskipun menulis hanya bisa sekali dua dalam sebulan, jarang ke event dan kumpul dengan komunitas kayak saya, you're still blogger no matter what other bloggers say. lol. 



Nah, kamu sendiri melihat blogging ini profesi atau hobi? Sharing yuk komen kamu.  

Work-Vacation at Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta

Yes,ini bukan staycation, karena pada dasarnya nginap di Grand Mercure Hotel Jakarta Harmoni ini sebenarnya kerja yang harus diinapin di hotel. Bulan September ini kantor gue mengadakan Rapat Kerja Nasional untuk penyusunan kebutuhan barang tahun 2020. Berhubung rapatnya dijadwalkan selama empat hari dari pagi sampai malam, daripada ngerepotin, peserta rapat dan nginap di hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta.




Ini sebenarnya kali kedua gue nginap di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta ini. Hanya baru kepikiran untuk ngereview tempatnya, karena just in case ada yang perlu tempat nginap selama di Jakarta atau beneran staycation bareng keluarga bukannya rapat kayak gue. Lokasinya strategis, berada di jalan Hayam Wuruk no, 36-37 Jakarta Pusat. Mudah dijangkau dengan menggunakan transportasi umum seperti Trans Jakarta (Halte Sawah Besar itu pas ada di depan hotel), gak begitu jauh dari stasiun Gambir buat kamu yang naik kereta dan armada online lainnya.

Work-Vacation at Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta  


Begitu memasuki area gedung Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta ini, kita harus melewati security check. Demi keamanan, gak apa-apalah. Gak begitu ganggu juga. Setelah itu barulah kita memasuki area lobby disambut oleh door boy yang ramah. 

Dua kali menginap di sini, proses check in memang agak lama karena tamu datang gak henti-hentinya. Berombongan pula. Gue aja cape liatnya. Sepanjang kamu sabar dan gak lagi kebelet, gue rasa bakal fine-fine aja. Toh lobbynya juga nyaman dan luas. Silahkan duduk-duduk dulu aja nunggu antrian. Gak begitu lama juga sih, karena receptionnya ada enam dengan satu line khusus VIP membernya Grand Mercure Hotel.






Kali kedua ini alhamdulillah diarrange sama panitia gue dapat kamar di lantai 17, lantai non smoking area. Kamarnya juga lebih luas dibanding kemarin. Kali ini gue dapat kamar double bed, sofa dan TV 50" lebih gede dibanding yang kemarin dengan city view. Alhamdulillah..




Tempat Nongkrong Favorit 


Pardon my messy bed, 
Fasilitas kamar lainnya seperti kamar mandi sangat sangat memuaskan banget menurut aku. Ruang shower dan wc kering terpisah oleh ruang dandan dengan kaca super gede. Toiletries nya pun lengkap. Mulai dari yang standar macam sabun gel dan sabun batang, sampai alat shaving dan sewing kit pun tersedia. 

Hal yang paling aku suka adalah lightingnya yang sangat-sangat mengundang untuk ngerekam video ala-ala beauty vlogger itu. Hahaha! Ada sejam kali gue ada di kamar mandi saban pagi. Mandi dan dandan aja sampai puas.



Selama gue nginap, makan pagi, siang dan malam disediakan di restaurant. Letaknya di lantai 1, gak begitu jauh dari lift dan lobby. Restaurantnya sih lumayan asik suasananya. Cukup luas, meskipun seringkali saat sarapan pagi numpak banget sampai ngantri. Maklum, hotel ini kayaknya gak pernah sepi penginap. Jadi kalau gak buru-buru mending sarapannya pukul 9.30 aja, atau sekalian pukul 7. Jadwal sarapan pagi antara 06.00 - 10.00 , makan siang 12.00-14.30 dan makan malam 07.00-09.00. Diantara bisa aja, tapi menunya sudah bukan yang buffet lagi.



Bicara tentang menu, ini dia yang agak ngeganjel buat gue. Berhubung tiap kali nginap di Grand Mercure Hotel Harmoni ini gak sehari dua dan makannya full set pagi sampai malam (plus coffee break 3 kali). Sebenarnya menu mereka sangat bervariatif, mulai dari yang tradisional, western sampai menu ala Chinese dan Jepang pun ada. Dari appetizer to dessert, yang sudah fixed maupun customize. Minuman juga lengkap, dari air mineral, infused water, es teh sampai kopi espresso tersedia. Malah di jam sarapan, ada corner jamu dimana kita bisa pesan jamu sama mbok-mboknya.






Sayangnya, menunya sangat mudah ditebak. Tiap hari selalu ada nasi goreng, mie goreng ataupun bihun goreng, bubur ayam, bubur kacang ijo, bubur ketan, sushi, miso sup dan seterusya. Lauknya ayam olahan berbagai daerah, ikan goreng dan semacamnya. Dessertnya pudding dan kue tradisional. Meskipun sesekali ada Soto Bandung, Mie Kuah, Pasta, Pizza atau apalah, tapi menu tetap itu selalu ada masakan olahan dari POKCAY. Hahaha.. Kebaca banget lah pokoknya. Apa karena gue nginapnya semingguan jadi berasa sama semua makanannya? Hehehehe...

Overall untuk kategori masakan hotel, all menu di Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta ini gak ada yang gak enak. Gue sih ngarepin banget, besok-besok ada Waffle, Coto Makassar atau Ayam Goreng ala Korea atau masakan Korea lainnya. Soalnya beberapa kali gue ketemu penginap asal Korea juga di Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta ini. Ya kali mereka juga rindu makanan rumah kan saat bepergian jauh.  Ataukah sebenarnya ada cuma timingnya gak pas dengan waktu kedatangan gue? Entahlah, yang jelas akhirnya gue menemukan Bakso Kuah yang kerap dirindukan di sarapan hari terakhir. Enak!!

Bakso Kuah yang Dirindukan Akhirnya Muncul di Sarapan Hari Terakhir 


Oiya, bicara soal makanan rumah, kalau misalnya gak cocok sama masakan hotel, disekitar Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta banyak banget spot kuliner lokal yang pantas dicoba. Daerah Pecenongan merupakan kawasan kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Misalnya di belakang hotel tuh ada Mie Aceh Pandra. Mie Aceh dan Kopi nya juara!

Pengen makan fastfood, silahkan melipir ke sebelah hotel,ada McD yang buka 24 jam. Di depan hotel ada Gajah Mada Plaza yang menyediakan tempat makan francise lainnya atau sekedar cuci mata dan beli keperluaan yang lupa terbawa. Contoh gue gak bawa kemeja putih padahal di jadwal acara tercantum dress code putih. Akhirnya gue melipir ke Gajah Mada Plaza. Kebenaran banget di lobby nya ada bazaar diskon apa gitu. Nemu lah gue kemeja putih seharga tiga puluh lima ribu aja. Murah meriah, alhamdulillah.

Selain tempat makan, lokasi Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta ini cukup strategis ke mana-mana. Dekat dengan spot wisata seperti Kota Tua, pusat perbelanjaan Glodok, Grand Indonesia dan  Plaza Indonesia. Jalurnya juga gak begitu macet meskipun gak bisa dibilang sepi. Kalau janjian ama teman banyak lokasi pilihan yang gak nyusahin semua pihak lah, hahaha.

Dari segi pelayanan, gue merasa juga cukup puas. Mulai dari door boy sampai petugas housekeeping semuanya ramah dan helpfull banget. Kalau ketemu dengan penginap di manapun, salah satu dari Standar Operasional Procedure mereka selalu menyapa penginap. Hal yang gue juga suka adalah gue bisa minjem setrika dari housekeeping. So, gue gak perlu repot-repot bawa setrika apalagi khawatir wardrobe gue lecek selama seminggu.



Oiya, di lantai 19 ada Rooftop Sky Loungenya juga loh. Sayangnya sewaktu acara pembukaan kemarin gue gak sempat foto-foto saking padatnya rentetan acara. Pastinya view from the top is amazing, bisa ngeliat view Jakarta di waktu malam. Untuk kamu yang demen olahraga, di lantai 5 tersedia gym, spa dan kolam renang. Selama dua kali nginap di situ gue gak sempat ke sana (baca:males). Maybe next time deh, gue sempatin nyamperin (doang! Olahraga mah belum tentu).

Lelah berpikir demi negara, gak ada salahnya buat mencoba massage di kamar. Gak sempat ke restaurant untuk makan atau lapar tengah malam? Don't worry, tingkat angkat telpon dan room service siap nganterin makanan yang kamu order dari menu yang tersedia. Jadi siapa bilang kerja gak bisa 'rasa vacation' ?



So, would I be back to Grand Mercure Hotel Harmoni Jakarta? Well, I wish! It was a pleasant stay and I enjoyed it so much. Gimana, kamu tertarik nginap di sini gak atau malah pernah nginap di sini sebelumnya? Yuk, share pengalaman kamu di kolom komentar ya! 


4 Alasan Mengapa Blogger Harus Memakai Jasa Hosting Domain

Membangun sebuah website adalah hal yang sedang ngehits dilakukan para millenials saat ini. Peruntukan websitenya bisa untuk berbagai keperluan mulai dari bisnis, sharing informasi, promosi iklan dan lain sebagainya. Kita semua pastinya sudah familiar dengan blogspot. Masih banyak yang memilih menggunakan Blogspot karena berbagai alasan. Mulai dari murah, lebih mudah dikonfigurasi, tampilan lebih simpel, dan lain sebagainya. 
Tapi, memiliki website dengan domain sendiri lebih tentunya lebih kredibel dibandingkan Kamu yang masih menggunakan blogspot. Selain karena faktor kredibilitas, seseorang yang punya website sendiri menunjukan bahwa dirinya menggunakan jasa hosting domain yang profesional dan lebih bernilai di mata visitornya, salah satunya IDwebhost.



Dengan memiliki hosting sendiri, banyak manfaat yang akan bisa dirasakan. Dalam hal performa, memiliki web sendiri dengan menggunakan jasa hosting adalah ide yang sangat keren. Kamu bisa melakukan konfigurasi dengan lebih banyak, memberikan fitur lebih banyak, dan yang pasti penampilannya pun juga akan lebih keren. Kenapa bisa begitu? 
Ada 4 alasan mengapa kamu harus pindah ke hosting domain sekarang juga : 

4 Alasan Menapa Blogger Harus Memakai Jasa Hosting Domain



1.  Website Terlihat Lebih Profesional


Sebuah website yang terlihat lebih professional pastinya akan semakin menarik di mata pengunjung. Apalagi jika masih newbie. Untuk bisa mengalahkan para pemilik web yang sudah jalan dulu diluar sana, kita wajib untuk memiliki website yang lebih indah dan lebih bagus ketimbang mereka. 

Namun, tak perlu khawatir karena dengan menggunakan jasa hosting semuanya kini akan bisa lebih mudah. kita bisa mengoptimalkan pelayanan dan fitur yang ingin diberikan kedalam website baru tersebut. Setelah itu, kamu pun akan bisa meningkatkan kemampuan web yang dimiliki dengan baik. Kamu akan bisa menciptakan sesuatu yang berbeda dan lebih berkesan bagi para pengunjung blog. 




Mereka pun tidak akan segan untuk berkunjung lagi ke situs kamu. Apabila kamu masih memakai website berjenis blog, besar kemungkinan para pelanggan akan malas berkunjung atau membeli produk yang dipasarkan di website. Alasannya, mereka akan menilai web tersebut kurang bernilai dan tidak terlihat professional. Ini membuat promosi website yang sudah ada menjadi kurang optimal. Kamu pun harus bekerja lebih keras untuk membuat promosi berhasil. Padahal akar masalah satu, yaitu di website yang kita miliki. Cukup menggunakan jasa hosting saja, seharusnya semua sudah beres.

2.  Jasa Hosting Membuat Kamu Memiliki Website Yang 100% Milikmu 


Ini pastilah keren banget, kamu bisa memiliki website yang bisa 100% jadi milik sendiri. Dengan memiliki website yang benar-benar sepenuhnya punya kita sendiri. Pastinya ini akan memudahkan pemilik untuk mengelolanya dengan model apapun. Tentu saja hal ini berbeda jika kamu menggunakan platform seperti blogspot. Biasanya Google akan secara tiba-tiba menghapus website tersebut kedalam mesin pencari apabila melanggar ketentuan dan syarat yang berlaku. Beda cerita kalau memakai hosting sendiri. Kamu akan benar-benar menjalankan website yang sepenuhnya bisa menjadi milik kita sendiri.  


Selain itu, ini juga akan memberikan dampak psikologis berupa sense of ownership. Yang mana kita sebagai pemilik website dengan label domain tertentu akan merasa bangga mempunyainya. Rasa bangga ini diatas segalanya. Karena jasa hosting akan memastikan kita mendapatkan website yang profesional sehingga bisa dibentuk dengan aneka fitur dan model apapun yang kamu kehendaki. Tentu saja hal ini juga akan memudahkan kamu untuk bisa mempunyai website yang bisa Kamu konfigurasi sendiri sesuai kebutuhan. Dampak panjangnya nanti, situs tersebut perlahan tapi pasti akan bisa terlihat lebih manis dan memiliki impression atau kesan yang bagus di mata pengunjung.

3. Mau Plugin Model Apapun Tak Perlu Bingung, Karena Hosting Domain Menyediakan Semuanya 

Seiring berjalannya waktu plugin era sekarang lebih banyak varian ketimbang plugin era dulu. Para milenials bisa memanfaatkan beragam plugin tersebut sesuka hati mereka. Ditambah lagi, hal ini juga akan membuat tampilan situs yang awalnya biasa saja menjadi terlihat lebih ciamik. Sebuah situs yang hanya berisikan tema plain atau kosong pastinya terlihat aneh. Namun, dengan beragam plugin yang disematkan dalam sebuah situs, penampilannya pun akan menjadi lebih expert dan meyakinkan. Jelas, hal ini akan bisa memberikan kesan yang luar biasa bagi siapa saja yang melihat website tersebut.


Ada sejumlah plugin yang bahkan bisa diset secara auto. Maksudnya adalah plugin tersebut akan bekerja secara otomatis apabila ada beberapa masalah yang terjadi dalam website. Misalnya bug untuk menjadwal postingan, dan lain sebagainya. Secara otomatis plugin akan bekerja membenahi kinerja web yang terkendala bug. Hasilnya pun juga akan diluar dugaan sangat luar biasa. Dengan memiliki tampilam domain yang lebih bagus, maka kamu pun akan lebih percaya diri mempromosikan web tersebut ke banyak orang. Jasa hosting akan menyediakan pelayanan semacam ini yang pastinya sangat kamu inginkan dan cari selama ini. Sebuah website yang bisa tampil sedemikian rupa sangat menarik dan sedap dipandang. 

4. Pengaturan Tema Bisa Dilakukan Secara Bebas

Bagi kamu yang menggunakan jasa hosting, kamu akan dimanjakan dengan sebuah website yang mampu menyediakan tema beragam, baik itu tema berjenis pribadi, maupun tema yang professional. Pengguna pun bisa memilih tema manapun yang sesuai dengan kebutuhan. Secara kasat mata, tema ibarat background dari website yang dimiliki. Dengan penampilan tema yang bagus, sudah pasti siapa saja akan lebih mudah mendapatkan penampilan web yang terbaik.
Ada beberapa tema yang mengharuskan kamu membayar untuk menikmati semua fiturnya. Namun, ada tema bagus yang tersedia secara free. Pilihan ada di tangan kamu. Yang pasti, tema tersebut bisa kamu konfigurasi sesuai kehendak.  


Miliki Website Profesional dengan Jasa Hosting Domain 

Akhir kata, Saya hanya bisa menyarankan kamu yang ingin memiliki blog dengan tampilan website profesional bisa melakukannya dengan mudah dengan memakai jasa hosting yang tersedia. Dari sinilah kamu akan bisa mendapatkan semua manfaat yang ada dalam satu paket. Sebuah website yang professional, kredibel dan tentu saja lebih bernilai dibandingkan yang lain. Penampilan website yang awalnya biasa saja akan menjadi luar biasa. 
Website yang bagus dan punya domain yang independen akan memiliki value yang lebih baik. Kesannya pun juga sangat mendalam dan bisa dinikmati para pengunjungnya. Pilihlah pelayanan hosting domain yang professional untuk menciptakan sebuah web yang professional untuk memenuhi kebutuhan kamu.  Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai berpikir untuk memiliki web sendiri? Share komentar kamu di bawah ya..