A Luxurious Staycation at Melia Makassar


Mencari sebuah hotel mewah berbintang 4 di Makassar ? Look no more!  Tarik koper kamu ke Hotel Melia Makassar.. 


Weekend lalu pagi-pagi banget di hari Sabtu saya sudah bergaul dengan tepung, telur dan bahan-bahan kue untuk open order Brownies Fever. Siangnya sudah harus cuzz ke resepsi kawinan anak bapak dosen di daerah Sudiang dekat bandara. Malamnya ada event temu blogger dengan salah satu provider internet di sebuah warung mie instan kekinian. 

Jadwal padat kek gini, naga-naganya bakal ganggu tetangga lagi dengan klaksonan saya minta dibukain pintu pagar. Saya kan gak mau ada pulpen mampir ke muka saya gara-gara saya berisik di perpustakaan. *eh, emang situ Rangga?* 



hotel melia makassar
Source : Official Picture Melia Hotel Makassar

Anyway, makanya saya dengan senang hati menerima tawaran nginap di hotel Melia Makassar. Selain karena ini adalah hotel yang baru di launch bulan July lalu, hotel Melia adalah salah satu dari 6 hotel di Indonesia di bawah jaringan Melia Internasional yang berpusat di Spanyol.






Selain di Makassar, Hotel Melia juga ada di Jakarta, Jogja dan Bali. Memang sih di Makassar masih bintang empat tidak seperti sodara-sodaranya yang sudah bintang 5. Tapi ini sudah lumayan banget loh, manteman.. lebih dari lumayan malah!

Saya sudah beberapa kali nginap di hotel bintang 4 baik di Makassar dan di Jakarta. Hotel jaringan internasional pun ada lah yah sekali dua. Jadi saya sempat bertanya-tanya sendiri, apa yang membedakan  hotel Melia ini dengan yang lain?

Let’s check it out!

Rooms


Hotel Melia yang terletak di jalan A.Mappanyuki No.17  ini terdiri dari 21 lantai. Dari 20 lantai dialokasikan sekitar 17 lantai untuk 135 kamar yang terdiri dari kamar deluxe, premium, the level, dan junior suite. Gak heran jikal gedungnya yang menjulang tinggi disebut sebagai An iconic building in the center of Makassar.

Saya waktu itu nginap di lantai 16. Hal pertama yang saya cek begitu buka pintu kamar adalah ‘kamar mandi’. Ya maap, saya termasuk orang yang gampang ilfil sama satu tempat kalau kamar mandinya gak oke.

Alhamdulillah sih, walaupun gak ada bathtub tapi ada dua jenis shower yang disediakan. Satu hand shower dan satunya lagi rain shower yang menclok di atas plafon. Saya gak sempat foto juga sih rainshowernya. Yang jelas air dingin dan panasnya lancar mengalir, jadi betah mandi berlama-lama karena berasa syuting drama Korea adegan Kim Woo Bin di Uncontroably Found. #Eaaaa


hotel melia makassar


Kamar tidurnya meski tidak seluas yang saya harapkan, interior dan penataan kamarnya cukup membuat nyaman. Sebuah televisi berukuran 48” dengan 50 channel pilihan terpampang nyata di dinding kamar berhadapan dengan twin bed yang empuknya bikin pengen tidur mulu.


hotel melia makassar

Oiya, terkadang di beberapa hotel memang tersedia mini bar. Bedanya mini bar di hotel Melia yang isinya soft drink dan cokelat ini perlu dihabisin, karena gratis bo’! Gak suka minuman bersoda? Tenang.. ada pilihan kopi instan dan teh celup beserta air mineral dan pemanas air  siap di sudut ruangan. Bagi yang termasuk team #lapartengahmalam ini menyenangkan, bukan?

Di sudut kamar juga tersedia meja kerja dekat jendela. This is one of my favorite spot in the room karena saya bisa menyelesaikan utang-utang postingan blog sambil menyeruput kopi. Jika mata lelah, alihkan saja pandangan ke luar melalui jendela di belakang. Writer’s block bablas.. here comes idea!


Selain kamar standard dan deluxe, hotel Melia menyediakan beberapa kamar khusus untuk VIP di lantai 18 dan 19. Tipe kamarnya tentu saja berbeda dengan kamar-kamar di lantai yang lain. Fasilitasnya aja sudah beda. Kamu bisa afternoon tea dan sarapan di The Level yang khusus untuk tamu di lantai 18 dan 19 aja.

Senangnya saya termasuk tamu yang sudah terdaftar di list reservasi The Level. Sementara yang lain sarapan di Merkado lantai 6, saya dong sarapan di The Level dengan view kota Makassar dari lantai 18. Yay!

The Level Melia Makassar
Abaikan Piringnya!

*psst.. kapan-kapan saya cerita yah tentang The Level*

Facilities

Misalnya pun kamu gak ada kegiatan atau mager alias malas kemana-mana, you can do so many things at Melia Hotel Makassar. Tergantung minat kamu juga sih. Suka ngegym? Di lantai 5 hotel Melia Makassar tersedia gym dengan alat yang cukup lengkap. 

Butuh bantuan atau gak ngerti cara pakai alatnya bisa minta tolong sama mas mas PT (personal trainer). Ngegym jadi tidak membosankan memandang view kota Makassar dari ketinggian lantai 5.

hotel melia makassar


Gak suka keringatan kayak saya, bisa berenang. Tersedia kolam renang anak untuk kamu yang staycation bareng keluarga dan kolam renang dewasa. Gak jauh dari situ tersedia dua ruangan sauna untuk menyegarkan kulit kamu. Ruangan cowo dan cewe dipisah kok, so don't worry!


hotel melia makassar
hotel melia makassar
Sauna Room

Males olahraga, pengen perawatan rambut dan tubuh aja? Di hotel Melia ada Alma Salon and Spa. Mau perawatan rambut atau sekedar cuci blow silahkan mampir. Tersedia bermacam paket perawatan yang bisa kamu pilih.Sementara yang butuh melemaskan otot-otot yang kaku bisa ngespa aja.

hotel melia makassar
Ruangan Spa, Alma Salon & Spa

Fasilitas kolam renang, gym dan sauna bebas digunakan oleh tamu hotel, sedangkan spa dan salon tentunya berlaku tariff tertentu sesuai dengan paket yang dipilih. Sebenarnya tamu dari luar pun bisa menikmati fasilitas kolam renang cukup dengan  membayar dua ratus ribu rupiah. Ini sudah termasuk snack di bar pool yang viewnya gak bikin bosen itu loh..

hotel melia makassar
Pool Bar

Meski begitu saya sih lebih menyarankan sekalian nginap aja. Toh dengan harga kamar mulai 750rb sudah termasuk sarapan, bisa berenang, ngegym dan sauna pula sampe puas.

Melia Hotel Makassar, A Place To Hang Out

Hotel Melia ini masih punya banyak spot yang asik buat anak nongkrong. The Society di lantai 20 bikin saya speechless dengan viewnya yang 360 derajat itu.  Saya bisa melihat all over kota Makassar dari tempat ini.

Tempatnya cantik banget (instagramable banget lah!) apalagi bisa lihat sunset pula. It’s so romantic. Sayangnya pas saya nginap, sore itu mendung disertai hujan gerimis. Jadi gak ada sunset.. Hiks! Mungkin kali lain saya bisa ke sini. 

hotel melia makassar
Nongkrong Sore di The Society, Bisa Buat Arisan!

Spot lain yang juga masuk dalam daftar favorit saya adalah Merkado di lantai 6. If you looking for fine dining, this is the place to be. Setelah check out saya sempat-sempatin makan siang di sini. Pilihan menunya mulai dari masakan local hingga internasional dengan sentuhan fushion food  dari chef nya yang sudah melanglang buana hingga ke Maldives. 

hotel melia makassar
Salmon dan Ubi Ungu


Menurut saya Merkado lebih pas dijadikan tempat business lunch setelah meeting di lantai atas atau membahas deal yang lebih serius.  Meski begitu menurut marcomm hotel Melia, Merkado dan The Society punya paket buat arisan loh. Walaupun tentu saja gak dilarang kalau kamu mau makan malam berdua patjar di sini. 

hotel melia makassar
Business or Nongkrong Cantik? Di Merkado aja!


What I Like About Melia Hotel Makassar


Apa yang membuat pelanggan kembali lagi? Is it about the room, the facilities or the price? It’s all depend on the customer. Kalau saya ditanya ‘was the room and the facilities worth the price?’ I definitely say ‘Yes!’ Ada harga, ada kualitas, tentu saja. Lebih dari itu Melia Hotel Makassar memberi service excellent kepada para tamunya dari pertama tiba hingga check out.

Keramahan dan kesigapan selama on duty maupun off duty kadang-kadang membuat saya berpikir,”Ini karena hotelnya baru jadi karyawannya masih semangat atau karena saya blogger jadi pelayanannya beda?”

hotel melia makassar
Ready to Serve You


Cek en ricek, semua pelanggan dilayani sama baiknya oleh semua staff hotel Melia. It’s the part of Melia’s passion of service yang memang diterapkan di seluruh Melia Hotel International. 

Bagi saya, pengalaman yang menyenangkan akan membuat saya ingin kembali lagi ke suatu tempat. Tidak terkecuali nginap lagi di Hotel Melia Makassar. Jadi kalau kapan-kapan butuh liburan atau lagi perjalanan bisnis ke Makassar, kamu tahukan harus nginap di mana? 


For more info please call  0411 6017888 
Email reservations : @meliamakassar.com

Magang Kerja, Penting Gak sih?


Kemarin saya sempat ditanya seorang adek-adek lucu semester akhir yang sedang kerja praktek di kantor. “Kak, magang kerja itu penting gak sih?” 

Dengan tatapan takjub saya sempat terpikir apakah anak ini becanda atau enggak, tapi sebagai pembimbing KP yang baik saya harus menjawab sekalem dan sebijaksana mungkin.”Kalau menurut kamu sendiri?”  

Lalu mulailah dia curhat tentang pengalamannya selama kerja praktek di kantor saya. Mulai dari hanya ditugaskan mencatat surat masuk dan surat keluar,foto kopi, jadi notulen sampai nganterin surat. Tidak sesuai dengan yang dipelajari di kuliahan, katanya. “Jadi buat apa IPK saya tinggi kalau di kantor nanti kerjanya gak sesuai?” 

Tiba-tiba saya pengen ngasih load kerjaan saya ke dia, semuanyaaaa!! *Becanda* Dia tau  gak ya kalau di dunia kerja pintar secara akademik aja gak cukup?
Pic from : Go Global Indonesia

 
Standar pendidikan dan IPK tertentu memang dibutuhkan sebagai seleksi tahap awal. Namun itu juga tidak 100% menjamin kita bisa survived. Ini yang saya rasakan saat memasuki dunia kerja. Biasanya orang-orang yang memiliki pemahaman medan pekerjaan, kemampuan beradaptasi, berempati dan bersosialisasi yang akhirnya bisa bersinar. Nah, semuanya itu bisa didapatkan dari pengalaman. Salah satu cara saya menambah pengalaman adalah lewat magang kerja.

Magang Kerja, Penting Gak sih?

 

Saat kuliah memang ada kerja praktek sampai dua kali, tapi saya merasa itu tidak cukup. Alasannya simple, saya mau magang di tempat yang sama dengan passion saya. Beruntungnya diantara menunggu waktu wisuda setelah ujian akhir saya diterima jadi anak magang di divisi PR sebuah perusahaan telekomunikasi. Gak dibayar full selayaknya karyawan,sih. Tapi yang penting kan pengalamannya, yes? 

Waktu itu saya berpikir dengan magang saya bisa mengetahui dunia kerja yang sesuai passion saya itu seperti apa, sekaligus membangun networking. Syukur-syukur kalau ternyata petinggi di sana menarik saya menjadi karyawan beneran setelah melihat cara saya bekerja. Di luar itu, ini sekali lagi tentang mendapat pengalaman.

Beneran loh, ada banyak hal yang hanya dibahas secara teori atau malah tidak pernah dibahas di bangku kuliah bisa saya alami sendiri saat magang kerja. Di kampus mana ada kuliah ‘Cara ngadepin boss rese’ ,‘Trik menghadapi rekan kerja agar tidak dipergunakan’,  atau ‘Mengetahui batas kemampuan kamu dalam bekerja di bawah tekanan ‘, ya kan?

Magang ala drama Korea ( Pic dari official website Misaeng)

Pada akhirnya ketika beneran kerja, saya jadi lebih mudah beradaptasi dengan karyawan, aturan perusahaan bahkan teknologi. Kemampuan beradaptasi ini menjadi penting karena dalam hidup ini selalu ada perubahan. Ya kalau sulit beradaptasi bisa-bisa lelah sendiri loh.. 

Begitupun halnya dalam kerjasama dengan team. Tentunya agar kerjaan lancar, hubungan antarpersonal pun baik-baik saja. Kesuksesan dalam pekerjaan gak melulu karena kita aja loh. Orang-orang yang mendukung kita juga turut ambil bagian. Jadi itulah mengapa saya selalu menyarankan pada mahasiswa-mahasiswa yang sedang KP di kantor saya untuk meluangkan waktu untuk magang.
 
“Jika kamu merasa kerja praktek yang sebulan ini tidak cukup buat kamu untuk dapat feel memasuki dunia kerja, coba aja magang. Jangan di sini. Kalau perlu coba keluar negeri!” 

Kenapa ke luar negeri? 

Jika kita memiliki pemahaman terhadap budaya lain, sedikit banyak dapat membuat pola pikir seseorang jadi lebih luas, kita pun punya pengalaman baru dalam beradaptasi dengan lingkungan dan tentunya, menghargai perbedaan itu sendiri. Kemampuan bahasa asing kita pun ikut terasah. Bisa nambah poin kamu tuh di era globalisasi ini.

Go Global bersama Go Global Indonesia 

 

Saat ini menimba pengalaman di luar negeri bukan hal yang sulit. Ada banyak program yang bisa diikuti, mulai dari magang kerja hingga volunteer. Salah satu badan yang menyediakan program tersebut adalah Go Global Indonesia, sebuah organisasi non pemerintah dan non profit salah satu bagian dari Bina Antarbudaya.

Semacam pernah dengar Bina Antarbudaya? Iyes.. ini adalah organisasi yang sudah puluhan tahun mengurus American Field Service (AFS), sebuah program pertukaran pelajar yang diikuti ratusan negara di dunia. Kamu kenal dengan mba Najwa Shihab, pak Anies Baswedan dan pak  Taufiq Ismail ? Mereka ini adalah tiga diantara 500.000 alumni AFS yang sudah sukses dibidangnya. 

Go Global Indonesia sendiri adalah sebuah program yang memungkinkan kamu untuk magang di perusahaan-perusahaan terpercaya di dunia dalam berbagai bidang. Selain itu Go Global juga menyediakan program volunteer dimana kamu bisa ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang bisa merubah hidup kamu dan orang-orang yang kamu bantu.

Begitu selesai magang atau volunteer kamu tidak dilepas begitu saja. Kamu akan difasilitasi dengan program mentoring dan couching sebelum, saat program dan setelahnya.Tentunya ini akan banyak membantu untuk pengembangan karir kamu kedepannya. Ih, asik banget! Jadi pengen magang lagi.. #eh

Untuk info lebih lanjut tentang program-program Go Global Indonesia di akun sosmed Twitter : GoGlobalINA  atau cek official webstite Go Global Indonesia

Pic from : Go Global Indonesia


Makin banyak pengalaman, makin terbuka wawasan, kamu makin berkualitas, rendah hati sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan, Entah nantinya setelah kuliah mau buka usaha sendiri atau bekerja di perusahaan, memperkaya diri lewat pengalaman magang kerja atau volunteer di luar negeri bisa dijadikan pilihan. 

Menurut kamu bagaimana? Share di kolom komentar ya…

Blogwalking dan Balas Berkunjung



Berhubung semalam drama Moonlight Drawn by The Clouds berakhir bahagia dan ntar siang akan diadakan event fansign di Gwanghwamun, dimana saya gak mungkin hadir, jadi saya ngeposting ini aja :  

BLOGWALKING DAN BALAS BERKUNJUNG

 

Pic from pexels.com

Dulu jaman masih fakir komen di blog ( eh sekarang masih sih!) seorang teman blogger kondang pernah ngasih tips "Rajin rajin blogwalking ntar mereka bakal balas berkunjung ke blog kamu."

I did it .. and until now it works! 

Nah, gimana kalau yang disamperin gak nyamperin balik? Jangan baper dulu lah. Ada beberapa sebab kemungkinan, mari kita analisa bersama (Halah bahasanya!) :

1. Blog yang Kamu Samperin adalah Blog yang NgeHits Abis  

 

Kalau blognya itu milik blogger kondang yang komennya bisa sampe puluhan bahkan ratusan (tanpa mereka ikutan balas komen) ya wajar. Mungkin mereka siwer. Gak sempat juga kali balas berkunjung karena waktu mereka dipake buat nulis postingan berikutnya.  Atau apalah yang lebih produktif dibanding samperin blog yang sudah komen satu-satu. Ya kale.. gitu. Jadi harap maklum. Jangan baper! Mending kamu blogwalking ke blog aku aja. Hahaha...

2. Belum Tahu Hikmah dan Manfaat Blogwalking 

 


'Tapi aku blogwalking ke blogger yang blognya sepi komen, kok.. Tetap aja gak di BW." 

Lihat sisi lainnya, mungkin beliau belum tahu apa arti blogwalking. Bahwa blogwalking itu menyambung silaturahmi, dll dkk dsb. Beberapa ada yang ngelikes doang di Facebook atau ngelove di Twitter dan gak mampir-mampir. Ada loh yang kayak gini. Jadi mereka kurang menyadari bahwa meninggalkan jejak berupa komen itu juga adalah salah satu bagian dari 'tatakrama perbloggingan di Indonesia'. 

Semacam bertetangga di dunia nyata lah. Tetangga kamu datang bawa penganan, ya masak pas balikin wadahnya gak masukin seloyang dua loyang Brownies di dalamnya. Meski mungkin gak sempat lama ngobrol di teras rumah at least tetap saling say hi sambil dadah-dadah sebelum berangkat ke kantor kan? 

3. Menganut Faham ' Published dan Lupakan' 

 

Kategori berikutnya biasa dianut oleh blogger yang mungkin (lagi-lagi) sibuk dengan kegiatan yang lain. Jadi begitu dipublished sudah gak ditengok-tengok lagi. Yang penting tuntas sudah curhat ini dipublished agar seluruh dunia tahu kalau Park Bo Gum itu ganteng.. (misalnyaaa...).

Saya juga terkadang menganut faham ini. Jadi tolong kalau ada yang belum di BW balik, colek saya lah di twitterland atau Instagram. Eh, sudah follow belum nih? Nyolek gak follow itu gak afdol loh.. Hahahaha *modus nambah follower* 



 4. Bingung Mau Nyamperin Blog Kamu yang Mana 

 

Ini khususnya buat kamu yang sering komen pake akun google. Biasanya meski sudah disediakan opsi tersebut, ada aja yang memilih memakai akun google nya. Yah mending kalau dari akun tersebut blognya cuma 1, kalau ada 5? 

Pic courtesy of pexels.com

Bisa jadi blogger tersebut sudah pernah BW kembali ke blog kamu tapi... blog yang satunya lagi atau yang satunya lagi. Coba dicek lagi deh. Oiya lain kali boleh loh isi di opsi 'name/url' aja. Biar blogger yang kamu BW in itu gampang nyamperin balik hanya dengan satu klik aja. Simple kan?   

5. Sudah Balas Berkunjung Tapi Gak Komen Karena Komen di Blog Kamu Ribet Banget! 

 

Saya sering mengalami kejadian kek gini. Pengen komen tapi kok 'tingkat keamanan'nya berlapis-lapis. Sudah harus centang 'I'm not a Robot' masih harus ceklak ceklik gambar 'etalase toko' lah.. 'marka jalan' lah, ngitung 2 + nine lah. Hihihihi... Saya merasa ikut test psikotest loh. Jika ini terjadi, saya biasanya nitip komentar di FB saja. So at least they know, I was there but i can't comment.

Memang ada baiknya mengaktifkan verifikasi komentar, apalagi jika kita memilih settingan 'anyone' can comment di blog. Saya pribadi lebih memilih untuk memoderisasi komentar. Selain saya jadi tahu siapa aja yang komen di postingan apa, saya bisa lebih gampang blogwalking kembali. 


Pic courtesy of pexels.com

Nah, itulah hasil analisa ecek-ecek saya. Apapun jangan sampai berpikir bahwa mereka egois dan sombong samapi tercetus dalam hati,"Tulisan gak bagus-bagus amat, trafik rendah, eh disamperin malah sombong banget." Jadikan pelajaran buat kita aja. Sekondang apapun dirimu apalagi baru pemula (kek akyuuuu..), kalau ada yang komen sebaiknya disamperin balik. 

Ya toh? 

Atau perasaan saya aja nih? Hehehe.. Menurut kamu gimana?