Tips Memilih Sepeda di Toko Sepeda Jakarta untuk Anak di Bawah 5 Tahun

Masa kanak-kanak merupakan saat yang paling tepat untuk mengajarkan mereka berbagai hal baru, tak hanya seputar pendidikan teori saja melainkan juga prakteknya, termasuk diantaranya adalah kemampuan dasar dalam menaiki sepeda. 

Beberapa diantara kita mungkin menganggap bahwa hal ini sangat mudah untuk dilakukan, namun juga harus diketahui bahwa keahlian dasar tersebut nyatanya tidak dikuasai oleh semua orang, banyak diantaranya yang bahkan hingga dewasa tak bisa naik sepeda, untuk itu mengajari naik sepeda bisa dilakukan sedini mungkin, kita bisa datang ke toko sepeda Jakarta untuk membelikan satu unit saja pada buah hati. 

untuk anak di bawah 5 tahun

Sepeda merupakan kendaraan paling aman untuk dinaiki, mengingat tanpa mesin dan hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri sudah bisa berjalan, resiko pada saat terjatuh juga tak terlalu serius, paling-paling kamu akan mengalami luka lecet saja. Harga yang ditawarkan per unitnya juga sangat murah dibandingkan kendaraan lainnya. walaupun begitu kita juga harus sering mengganti menyesuaikan dengan ukuran tubuh anak.

Nah, bagi yang ingin membelikan sepeda kepada anak, pastinya bingung bukan melihat banyaknya pilihan di toko sepeda Jakarta, kira-kira manakah pilihan terbaik untuk anak kita? Hal pertama yang harus diperhatikan adalah usia, setiap jenis sepeda yang dibeli ternyata memiliki tingkatan usia masing-masing, nah untuk  yang ingin membelikan sepeda pada anak berusia di bawah lima tahun berikut ini ada pertimbangan pentingnya, yaitu:

  1. Pastikan bahwa sepeda yang dipilih adalah keinginan si anak, mereka akan jadi lebih gemar menggunakannya saat produk yang digunakan sesuai dengan keinginannya, baik itu dari segi warna atau gambar yang tertempel pada sepeda tersebut.
  2. Pilihlah yang aman, keamanan terkadang bisa ditunjang dari jumlah rodanya, karena memang masih dalam tahap belajar, umumnya para orang tua akan memberikan sepeda yang memiliki empat roda, 2 adalah roda utama sedangkan 2 lainnya biasanya terletak pada bagian belakang dengan ukuran kecil dan digunakan sebagai penjaga keseimbangan.
  3. Jangan berpatokan pada merk, memang dari segi kualitas merk sangat menentukan, namun jika tak sesuai dengan selera si kecil sebaiknya tak perlu memaksakan kehendaknya, biarkan mereka memilih sesuai dengan apa yang diinginkan.
  4. Lihat kualitas cat yang digunakan, pastikan tidak mudah mengelupas, selain itu juga penting mengetahui jenisnya, karena anak-anak dengan rentan usia tersebut sering kali menjilat apa yang ada di hadapan mereka, saat kamu memilih cat yang mudah mengelupas juga membahayakan, sama seperti pemilihan mainan.
Tips Memilih Sepeda untuk anak dibawah 5 tahun

Susah-susah gampang memang dalam memilih sepeda untuk anak berusia dibawah 5 tahun, Kita bisa langsung meminta rekomendasi pada penjual saja. Dapatkan berbagai tawaran menarik dan pilihan produk lengkap pada toko sepeda Jakarta.

Episode Perpisahan Daehan, Minguk, Manse : Saranghanda, Saranghanda, Saranghanda

Dengan hati berdegup kencang, saya menelusuri postingan di grup The Return Of Superman, sore kemarin. Biasanya sejam setelah tayang di KBS 2TV, seorang member berbaik hati mengupload link streamingnya. Tapi lewat dari jadwal biasa, tak ada satu postingan pun tentang episode 116. Episode yang bikin deg-degan. Episode yang mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada oleh pemirsa yang selalu menantikan Daehan Minguk Manse. Minggu ini adalah episode finale setelah 19 bulan melihat Daehan, Minguk, Manse wara wiri di layar kaca bersama bapaknya di The Return Of Superman.  

Iyah, episode terakhir. *siapin tissue 3 pack dari pedagang asongan*


Saya masih ingat banget ketika pertama kali melihat mereka sekilas di episode 34. Maklum, setelah Junu Junsu keluar saya agak males ngikutin The Return Of Superman. Awalnya saya gak kenal sama bapaknya. Bodo amat bapaknya pernah jadi pemain drama dengan rating tertinggi dan terkenal sampe di Hawaii. Atau betapa gantengnya Song Il Gook sebagai raja drama saeguk. Yang menarik perhatian saya waktu itu adalah 3 krucil ini dengan tingkah mereka masing-masing. Kadang manis dan lucu banget, gak jarang pula ngerepotin bapaknya. Kembar tiga dengan wajah yang gak mirip mirip banget dengan personality yang juga beda. Emejiiiing.. kata anak gaul sekarang. Saya aja ngerasa amazing, gimana bapak ibunya yang tiap hari bersama mereka?


And i fall in love with them from the very first time. I grew to adore them beyond all my expectation. For the first time i admit there are cute babies beside my nieces. Yes, they're cute. Yes, they're sweet but more over they grow up as good and full manner boys. Apa mereka nangis nangis kejer kalau tidak dipenuhi keinginannya? Iyah. Apa mereka marah sampe lempar barang? Iyah, pernah. Apa mereka pernah berantem antar sodara? Iyah, pun! They still toddler after all. 

Manse nangis paling kencang ketika dipisahkan dari mainan mobil2an. Minguk lempar mainan karena kesel waktu maen sama Manse. Daehan berantem sama Manse gara-gara mainan. But thanks to parenting style which Song Il Gook and his wife do, they grow up as good and behave boys.

Children are like clay. They are molded by those who surround them. Their environment shapes them and they adapt. They are the reflection of those that have created them. And sometimes people can't bear that fact.
- unknown

Song Il Gook dan Jung Seung Yeon (triplets oemma) seperti juga orangtua lainnya, pada awalnya mereka tidak tahu harus bagaimana. Saya yakin itu. Gak ada orang yang tiba tiba bisa jadi orangtua yang sempurna. Semua butuh proses, learn and failed, trial and error beberapa kali sampai menemukan metode yang tepat. Song il Gook dan Jung Seung Yeon juga begitu.

"Mungkin tidak terekam di kamera tapi kami mencoba beberapa cara untuk mendisplinkan mereka." - Song Il Gook -- 

They have several methods yang mereka share di TROS. Hukuman individual, thinking chair, tantangan strawberry, hitungan 10 detik sampai hug and kisses 10 kali membentuk karakter Daehan, Minguk, Manse sejak dini. Even when Song Il Gook get mad at them, he ended up kiss and hug them.


Song Il Gook build their confidence dengan mengajak mereka mencoba sesuatu. Dia juga tidak ragu meminta bantuan pada ketiga anaknya agar Daehan, Minguk, Manse merasa terlibat pada setiap kegiatan. Jadi jangan salah diumur 4 tahun Daehan sudah bisa bantuin bapaknya cuci piring, Minguk berani main ski sendiri, Manse selalu siap membantu kakak2nya. Mereka sudah bisa bekerja sama dalam berbelanja, meski saya khawatir gaji sebulan bisa bablas bayarin belanjaan triplets.

For all of these, how can i not love Song family? Song Il Gook showed me so much of how to deal with children and at the same time Daehan, Minguk, Manse taught me how to appreciate time with my own appa. Watching Daehan, Minguk, Manse since the beginning give me a lot of joy and laughter because their antics. Hard days at work finally disappeared  just to see them on screen. I also found some new friends, thanks to them. You who read (and copy paste) my blabbering words of Daehan, Minguk, Manse is one of the pleasure i got of being immersed by Song triplets.


So, as i got the link to watch the finale, my heart can not beat any faster. This is it... PDnim jaebal, make this episode to be a beautiful and sweetest goodbye. Jaebal..

The Return Of Superman Episode 116, Song Family Finale 

The first part is showing Daehan Minguk Manse having breakfast and Song Il Gook ask for their cooperation just like the first episode. Of course now they can understand. They even share their favorite occasions while filming for The Return Of Superman. Minguk chose the day the went to fire station. Manse loves the time when they were in army. Daehoney? He chose the moment they visiting Song Il Gook on Jang Young Shil's filming set.  

Then they prepare the dinner for triplets oemma. Song Il Gook arrange a special dinner suprise for his wife at her office. He prepared a 'eel with soy sauce' meanwhile triplets prepared the fruit. As usual Daehan is always be the kid who take the task seriously. In no time he finished prepared the fruit. He even share some to the dino uncle with care. Minguk and Manse neun? They also busy prepared but mostly busy eat one or two strawberry and banana while goofing around. lol. As expected from both of them.  

Sementara itu di dapur Song Il Gook masih sibuk menyelesaikan belut saus kecapnya. Daehan datang menghampirinya dengan sepiring sate buah hasil buatannya,"Ini buat Appa,"katanya sambil menyodorkan setusuk buah potong pada Song Il Gook. 

Ah as expected from the reliable Daehan... anak bapak banget! Buat tante juga dong..


Berhubung bapaknya kelihatan sangat serius memandangi belut saus kecapnya yang tak kunjung masak juga (hehehe), tanpa banyak bicara Daehan memutar tombol keran air dan membersihkan mangkuk bekas campuran saus. Daehan lalu mengambil spon cuci piring dan memberinya setetes sabun pencuci piring. Daehan, what are you doing? Ternyata Daehan bermaksud mencuci mangkok itu, pemirsaaaah.. 

Tidak seperti orangtua kebanyakan yang sering melarang anaknya ikut bantu bantu di dapur,Song Il Kook malah nambahin piring sampe pemanggang kotor ke dalam sink untuk Daehan cuci. Emejingnya, nih anak dengan deligentnya mencuci itu semua. Whoaaa Daehana.. ayo ke rumah tante. Piring kotor tante banyaak!! *lalu disambit tumpukan berkas dari meja kerja oemma*


Di bagian kedua mereka berangkat ke kantor oemma. Jarang jarang ngeliat mereka keluar malam syuting TROS. Berhubunh oemma masih lembur aje, kesempatan bisa liat oemma triplets kerja. 

And O M G... itu meja kerja hakim atau meja kerja administrasi kelurahan sih? Banyak banget berkasnya... (Eh kayaknya berkas di kelurahan juga gak segini tingginya juga sih yah..).


Makan malam special buat oemma pun digelar. Song Il Gook deg degan banget keliahatannya ketika istrinya mencoba belut saus kecap buatannya. Mungkin rasanya gak begitu enak, tapi tanggapan triplets oemma diplomatis banget. Lol.. oemma, gue suka gaya lo! Oemma, besok-besok minta dimasakin Rendang Jengkol aja ama Il Gook appa. :D  

Sepanjang bagian kedua ini, main focusnya ada pada oemma, which is itu nyenangin banget. Jarang jarang loh liat oemma ngomong dan berinteraksi dengan suami dan anak-anaknya. Cara bicaranya lembut, selalu memperhatikan apa kata Daehan, Minguk, Manse. Gak heran triplets tumbuh jadi anak yang berhati lembut dan percaya diri yah. Mereka merasa omongan mereka didengarkan dan usaha mereka dihargai. Tepok tangan buat oemma!


Makan malam sederhana itu bikin pemirsah yg penasaran ttg triplets oemma jdi sedikit tercerahkan "ooh kek gini makan malam ala keluarga triplets". Biasanya triplets oemma kan cuma keliatan dari belakang, samping atau sekalian dari jauh. Kali ini meski tidak close up juga sih, tapi lumayan laah bisa liat lebih dekat wanita yang tegar mengandung tiga bayi kembar di usia 32 tahun. Ternyata triplets oemma banyak ngomong juga yah. Dan appa.. yang ngobrol sama oemma triplets dengan pancaran mata kek masih pacaran aja.. Haduuuhh Tuhaaaaaan, lelaki yg kayak gini sudah pada nikah yaaaa?


Song Il Gook ini emang romantisnya gak abis abis deh. Dia juga menyiapkan foto untuk dipajang di meja kerja oemma. Katanya hadiah dari triplets. Il Gook appa juga menyiapkan couple tshirt buat istrinyaa.. (yg ini cuma bisa buat kita berlapang dada aja lah yaah..).

Song Il Gook juga berjanji pada triplets oemma, setelah syuting The Return of Superman berakhir dia menjaga Daehan Minguk Manse  4 hari dalam sebulan agar istrinya bisa libur.

"Jangan bikin janji yang gak bisa kamu tepati,"kata triplets oemma. "Janji secara lisan sudah termasuk legal loh."

"Oh ya?" Song Il Gook sepertinya baru tahu.

"Ah benar, kita kan sekarang sedang direkam,"sambung triplets oemma lagi.

"Tentu saja,"jawab Song Il Gook.

"Ini bukti pasti,"kata oemma triplets.

"Oh, saya mengerti."

"Pastikan ini on air ya!"tukas oemma triplets diiringi cengiran Song Il Gook.

LOL.

Ngakak aja liat keduanya ngobrol. Song Il Gook sih, belum nyadar juga menikah sama hakim apaaaaa yaaa?

Sebagai penutup kejutan, Song Il Gook menyiapkan jaket couple untuk Istrinya. Last but not least tentu saja Song Il Gook memainkan video tentang Daehan Minguk Manse sejak awal mereka bergabung di TROS. Pipi saya pun banjir air mata.

Saya curiga, title episode 116 ini sebenarnya special dibuat untuk melepas Daehan, Minguk, Manse. Soalnya dalam satu wawancara, PDnimnya mengaku berat dan sedih sekali mengedit episode terakhir Daehan Minguk Manse. PDnim... i know how you feel. Na do..na do.. ( me too, me too) hiks hiks hiks.. 3 pack tissue habis. 

Thank you PDnim for wrapped up such a beautiful finale episode of Daehan Minguk Manse. That was the sweetest goodbye video I've ever seen.



I know what I seen on TV is not always a reality. But to watch Daehan, Minguk, Manse grow with the help of their dad (and mom back screen) through the show gives me more than just an entertainment but education as well.

Melalui The Return of Superman, Song Il Gook berharap bisa meringankan beban istrinya dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan Daehan, Minguk, Manse. Beyond his expectations, many Koreans get inspired and decided to have children. Il Gook appa gak tahu aja, banyak perempuan yang pengen punya suami seperti dia. Hahaha..  Thanks to Song Il Gook and triplets oemma for let us be close to Daehan Minguk Manse, just like our children/nephews from the neighborhood.

Although there's an empty spot in every Sunday afternoon from now on, I hope Daehan, Minguk, Manse will grown up as a fine men in the future. Stay healthy, live well, eat well, love and take care of your parents, your big family as well other people. I try not to be sad as Manse said that he's not gonna be sad since if he sad, the uncle dino will do too. Huaaaa.. me too, Manse ya.. Me, too.


Daehana, Minguka, Manseya... Thank you for being a part of the show. Thanks for sharing the joy of your childhood. Saranghanda, saranghanda,saranghanda. Daehan, Minguk, Manse. See you soon in the future.



Note : Saranghanda (korean) = I Love You

Review Drama Korea Reply 1988, Potret Indahnya Bertetangga, Persahabatan dan Masa Remaja yang Indah

Siapa di sini yang sudah nonton drama Korea : Reply 1988? Sudah nonton atau pun belum sempat, yuk merapat. Saya pengen curhat  membahas drama bagian 'Reply Series' yang sukses membuat penasaran dan mengaduk-aduk perasaan seperti  Reply 1997 dan Reply 1994. Kali ini Reply 1988 gak kalah bikin air mata bercucuran hingga tertawa ngikik tengah malam.

So this is my review of Reply 1988. Don't worry,  I  promise no spoiler. So please continue reading.


The Story 


Mari kita kembali ke tahun 1988, teman-teman. Tahun dimana Seoul - Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade, hairspray dan mouse wajib digunakan di rambut, celana jeans baggy dan dengerin lagu masih pake walkman.  Pemuda pemuda pengen jadi Tom Cruise dan cewek-cewek ngefans berat dengan New Kids On The Block. Seluruh keluarga masih nonton televisi bareng di ruang keluarga. Boro boro ada internet, telepon rumah aja sudah syukur. Curhat saja masih pake buku catatan kok, bukannya di upload ke blog. 

Dengan segala 'keterbatasan' yang mungkin bikin gerah orang jaman sekarang, lima keluarga di lorong Ssangmun-dong, Dobong District, utara kota Seoul menjalani hari-hari mereka. Memang sedikit berbeda dengan dua series Reply sebelumnya, Reply 1988 lebih fokus pada kisah keluarga. Sebenarnya Reply 1988 terinspirasi dari sebuah drama lawas tahun 1986 yang sempat tayang bertahun-tahun di  MBC berjudul Three Families Under One Roof. Dari konsep inilah Reply 1988 dimulai dengan kehebohan persiapan olimpiade Seoul 1988 membuka kisah dari beberapa keluarga dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda ini. Melalui anak-anak dari kelima keluarga itu cerita Reply 1988 mengalir, mengikat satu demi satu sisi dari lima keluarga ini  lengkap dengan kisah percintaan dan mistery husband khas Reply Series yang bikin greregetan.

The Cast  


Sung Deok Seon 


Anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Sung yang punya banyak hutang. Deok Seong mempunyai seorang kakak perempuan yang sangat galak dan seorang adik lelaki yang tampangnya lebih tua dari usianya. Sebagai anak tengah Deok Seon sering merasa 'terlupakan' oleh ayah dan ibunya. Meski bukan siswa yang pintar seperti kakaknya, Deok Seon adalah anak yang baik dan gampang bergaul. Berhubung teman sepergaulannya lebih banyak lelaki, Deok Seon menjadi sedikit tomboi. Dia baru mengenal make up ketika terpilih sebagai salah satu pembawa papan nama kontingen di Olimpiade 1988. Di saat itu pula dia mulai naksir pada salah satu teman sepergaulannya di Ssangmun-dong.


Sung Deok Seong diperankan oleh Hyeri, member girlband Girls' Day. Sebagai idol, Hyeri awalnya dipandang sebelah mata bahkan banyak yang menghujat terpilihnya dia sebagai pemeran utama di Reply 1988. Hyeri dianggap tidak tahu berakting dan akan menghancurkan reputasi Reply series. Banyak yang berkomentar tidak akan menonton Reply 1988 jika Hyeri terpilih sebagai pemeran utama. Nyatanya Hyeri berhasil memperlihatkan pilihan team Reply padanya tidak salah.

Menurut saya dan banyak penonton Reply 1988 lainnya setuju, Hyeri bisa membawa karakter Sung Deok Seon menjadi hidup. Hyeri juga tidak takut terlihat jelek atau jaga image karena dia idol. Dia bisa ngedance gila-gilaan, emosi Deok Seon saat senang dan sedih bisa diperlihatkannya dengan baik. Gak kalah dengan Jung Eunji atau Go Ara di Reply 1997 dan Reply 1994.

Kim Jung Hwan 


Maknae dari keluarga Kim yang cukup unik ini suka menggerutu, sarkastik dan sering menjadikan Deok Seon sebagai bulan-bulanan kata-kata sadisnya. Gak ada kesempatan dimana mereka gak beradu mulut sampai pukul-pukulan dan dorong-dorongan. Dilihat dari kelakuannya pada Deok Seon, gak nyangka aja kalau anak ini cerdas, siswa renking satu dan jago maen sepakbola. Sayangnya dia kurang ekspresif, terlalu banyak pertimbangan dan kurang peka pada perasaan orang lain. Nyokapnya aja nyerah duluan melihat anaknya yang sangat tertutup dan jarang curhat ini. Padahal sebenarnya anak ini baik, gak pelit dan setia kawan walaupun sering berlebihan minta uang saku, hihihi.. 


Kim Jung Hwan diperankan oleh Ryu Jun Yeol, aktor yang memulai karirnya di film-film indie dan teater. Sebelum di casting untuk peran Kim Jung Hwan, Ryu Jun Yeol sudah bermain di film Socialphobia bersama Byun Yo Han ( Han Seok Yool - Misaeng) dan Glory Day dengan Suho EXO dan Ji Soo. Jun Yeol juga sempat menjadi cameo di drama The Producer sebagai teman seangkatan Kim Soo Hyun sebagai PD baru. Gak pada nyadar kan? Samaaaaaa.. aku pun, kakak. Hahaha..

Choi Taek


Tipikal cowok tenang, pendiam yang tidak suka keramaian. Choi Taek anak satu-satunya yang tinggal berdua dengan ayahnya sejak ibunya meninggal saat ia masih kecil. Taek adalah pemain baduk yang sudah meraih gelar grand slam master di usia muda. Demi mengejar passionnya bermain baduk, dia rela tidak meneruskan sekolah.

Di mata orang lain, Taek adalah anak muda jenius dengan IQ tinggi yang membuat orang terkagum-kagum sampai ada fans clubnya segala. Di mata teman-teman kecilnya di Ssamun-dong, Taek tidak lebih dari orang yang tidak bisa membuka tutup yogurt atau menyumpit kimchi. Tapi, semua sayang Taek bahkan memperlakukannya seperti harta karun nasional. Soalnya anaknya baik, sopan dan mau aja diminta mentraktir apa aja. Taeki yaaa.. traktir saya juga, dong! 


Choi Taek diperankan oleh Park Bo Gum. Saya gak begitu memperhatikan Bo Gum sebelum dia main di Reply 1988, padahal anak ini tiap Jumat wara-wari di KBS jadi MC Music Bank bareng Irene Red Velvet. Bo Gum juga sempat maen di drama-drama yang saya lewatkan begitu saja seperti Hello Monster dan Neil Cantabile. Dia juga sempat jadi cameo di The Producers dan beberapa drama lain tapi gak begitu menarik perhatian saya. Sejak dia main di Reply 1988, akhirnya malah kepikiran pengen nonton drama-dramanya. Hahahaha.. iyaaaah saya emang anaknya gitu.

Sunwoo


Diantara mereka berlima, Sunwoo adalah anak yang paling 'normal'. Tipikal anak baik, pintar, ketua OSIS, favorit guru, sayang ibu dan adik gitu lah. Sejak ayahnya meninggal dunia, Sunwoo memposisikan dirinya sebagai pelindung bagi ibu dan adik kecilnya Jinjoo (ini anak sumpeh lucunya sebelas dua belas dengan Song Manse). Dia berusaha selalu menjaga perasaan ibunya agar tidak sedih. Masakan ibunya yang gak enak pun dihabisin sehabis-habisnya. Dia juga gak mau ngerepotin ibunya minta ini itu. Selain itu Sunwoo juga sayang sekali pada mendiang bapaknya. Husband material banget kan? 


Sunwoo diperankan oleh Go Kyung Po yang sebelumnya sudah bermain di drama Flower Boy Next Door, Neil's Cantabile, Warm and Cozy dan beberapa drama lainnya. 

Dong Ryong 


Anak bungsu dari kepala sekolah SMU Ssangmudong yang kocak habis. Diantara mereka berlima, Dong Ryong ini adalah tim hura-hura yang paling gaul. Senang ngedance, bisa nyanyi, suka nonton konser dan hobi ngajakin teman-teman cowoknya nonton film bokep. Tampangnya mungkin kurang bisa dipercaya, tapi Dong Ryong cukup bijaksana dan selalu siap memberi saran-saran terbaik saat sahabat-sahabatnya curhat. 


Ryu Dong Ryong diperankan oleh Lee Dong Hwi lebih dikenal di dunia layar lebar. Saya sendiri ngeh pada penampilan Lee Dong Hwi di film Beauty Inside padahal sebelumnya dia sempat main di film Fashion King bersama Joo Won, Veteran dan The Sound of a Flower dengan Suzy. Sebelum main di Reply 1988, Lee Dong Hwi juga bermain di drama Gunman in Joseon dan  Divorce Lawyer in Love.

Selain kelima Kids On The Block ini, keluarga mereka juga kebagian porsi cerita. Tentang mereka nanti dibahas di bagian berikutnya yah.. :D 



The Controversy 


Serial Reply memang selalu menimbulkan kontroversi diantara penonton, apalagi kalau bukan gara-gara tebak-tebakan mistery husband. Dulu ketika nonton Reply 1997 writernim bikin gregetan antara YoonJae atau Taewoong, Reply 1994 Trash Oppa atau Chilbong  Nah sekarang di Reply 1988 saya merasa sudah cukup pengalaman di PHPin Lee Woo Jung, penulis skenarionya. Eh ternyata masih di episode ke 6 sudah ketipu aja. Rese nih writer nim makin jago aja.  Saking jagonya, ending Reply 1988 banyak menuai kritikan ketidak puasan dari penonton. 

"Kenapa sama si *************** ? Kenapa bukan sama **************** ? Bukannya kelakuan suaminya lebih mirip kelakuan si *************** daripada si **************** ? Waaaeeeee??

Yah kira-kira seperti itulah kritikan dan komentar pemirsa. Katanya sih karena sudah banyak spoiler yang bertebaran di forum-forum jadi skenario kedua yang dipake. Seperti juga di Reply 1994, writernim disebut membuat dua rencana skenario. Satu untuk happy ending Trash oppa dan satunya lagi untuk uri Chilbongi. Reply 1988 juga seperti itu. Saking serunya para fans membela teamnya masing-masing antara team Choi Taek vs Junghwan, thread Reply 1988 di forum Soompi ditutup karena sudah 'keras'nya perselisihan. WAEN YEOL!! *bunyi kambing*


Selain surprise di ending, ada surprise cameo juga loh. Di Reply 1994 sempat overlapping dengan pemain Repy 1997, nah di Reply 1988 coba tebak ceritanya bakal overlapping dengan Reply series yang mana?  

Conclusion


Diantara tiga drama di Reply series, saya paling suka Reply 1988. Jika Reply 1997 dan Reply 1994 berfokus pada tema cinta, Reply 1988 seperti drama percintaan sepaket dengan drama keluarga dan perjuangan mereka. Orang tua dari masing-masing dari lima teman ini bener-bener pencuri-adegan a.k.a scene-stealers. Penonton di 40-an dan 50-an diwakili oleh Seong Dong-il (bapaknya Duk Seong) dan keputusannya untuk pensiun dini; Ibu Seon-woo dan ayah Taek, sebagai orang tua tunggal; dan ibu Jung-hwan La Mi-ran, karakter ibu-ibu bawel yang mengalami menopause dini.

Hubungan cinta-benci persaudaraan digambarkan pada dua saudara Deok-seon dan Bo-ra. Mereka selalu berantem sepanjang waktu tapi ternyata satu sama lain saling memperhatikan. Hubungan kakak adik yang akur dan saling menyayangi ditunjukkan pada Kim bersaudara, Junghwan dan Jungbong. Not to forget, the cutest siblings : Sunwoo dan adik kecilnya Jin Joo.



Pendek kata Reply 1988 punya keseluruhan paket. Unsur emosionalnya ada, komedinya pun dapat. Tambah lagi bisa dapat penjelasan tentang urusan ekonomi dan sosial, lagu, film dan trend yang terjadi di akhir 1988. Meski mungkin belum lahir di tahun 1988, penonton masih bisa related dengan ceritanya. Menonton drama ini 'mengingat'kan penonton pada keluarga, teman masa kecil bahkan para tetangga.  

Sekali lagi tvN membuktikan drama Korea yang sukses tidak perlu cerita tentang amnesia atau kisah Cinderella dan aktor-aktor top. Ending mungkin kontroversial, tapi Reply 1988 sekali lagi berhasil membuktikan bahwa kekhawatiran orang-orang selama ini tentang cerita keluarga di slot prime time itu jeblok, tidak beralasan. Rating 18,8% untuk ukuran TV cable berbayar itu sudah sangat tinggi, loh. Tiga stasiun televisi utama Korea seperti KBS, SBS dan MBC harus hati-hati nih.

So, menurut kalian berikutnya akan ada Reply ke tahun apa lagi nih? Sempat dengar joke yang bilang ada rencana bakal dibuat Reply 1974. Entah bener atau enggak, kita tunggu aja. Siapa tahu malah Reply ke jaman Joseon. Bisa jadi kan?

*mbbbeeeeekkkkk................* 

Kerja, Ngopi dan Gaul di Peeple Coffee Working Space Makassar

Kadang-kadang kalau lagi bosen di kantor, saya biasanya nyari tempat nongkrong di mana saya bisa ngopi-ngopi cantik sekaligus tetap terhubung dengan kerjaan. Belakangan makin marak tempat nongkrong baru di Makassar yang bisa dikunjungi dengan konsep mereka masing-masing. Salah satunya adalah working cafe.

Konsep ini sebenarnya berawal dari gaya hidup digital nomad. Itu loh,  individu yang memanfaatkan teknologi untuk bekerja jarak jauh dan menjalani gaya hidup mandiri dan nomaden. Ketika mereka membutuhkan tempat yang cukup nyaman, bisa makan dan minum dan tentu saja terkoneksi internet, dimana lagi mereka berlabuh kalau bukan di kafe ? Nah, konsep working cafe ini pun akhirnya sampai di Makassar dan diterapkan oleh Peeple Coffee Working Space.


Peeple Coffee Working Space

Lokasi : Jalan Singa, perempatan Tupai 

Peeple Coffee Working Space mengusung konsep coffee shop tempat para freelancer (atau yang bosan dengan suasana kantornya) bekerja sambil ngopi-ngopi. Working spacenya sendiri cukup nyaman, ber AC dan dilengkapi white board. Tersedia 4 baris meja ala meja kerja tanpa kubikel lengkap dengan lampu meja dan colokan di setiap meja. Di sisi lain terdapat ruang yang bisa dipake untuk meeting yang bisa menampung sekitar 8-10 orang. Jika berminat 'ngantor' di sini, cukup pesan makanan/minuman minimal 80rb/orang.

Selain untuk kerja, Peeple Coffee Working Space ini sebenarnya cocok juga untuk yang pengen nongkrong aja sambil ngopi-ngopi. Tersedia ruangan outdoor dan indoor. Sayangnya ruangan indoor yang berAC ini untuk para perokok atau yang gak keberatan dengan asap rokok. Non smoker seperti saya  dipersilahkan memilih tempat di outdoor space. Pffiuh.. *lap keringat*

#FromWhereISit

Food & Beverage 

Sesuai dengan namanya Peeple Coffee and Working Space ini memang menonjolkan minuman kopi. Pencinta kopi dimanjakan dengan kopi-kopi Indonesia dari kopi Aceh Gayo, kopi Kintamani, kopi Jawa hingga kopi Toraja. Baristanya menyediakan kopi pilihan dengan dua cara  (Aeropress dan Syphon) yang dapat dipilih sesuai keinginan. Jika suka, bisa beli kopi giling juga loh di sini.


Untuk yang tidak terlalu suka kopi hitam, tenang.. ada minuman lain yang tidak kalah nyessnya, kok.



Selain minuman, Peeple Coffee and Working Space menyediakan makanan berat juga. Tersedia Soto Betawi, Mie Jawa, Ikan Dori Goreng dan Nasi Goreng.




Mau  ngemil-ngemil cantik sambil ngopi juga bisa. Andalannya itu  Sandwich, Toast Bread dengan pilihan isian  seperti Kaya, Mentega, Keju hingga isi Daging dan Bayam.


Price 

Harga makanan dan minuman berkisar antara 20 - 40 ribuan rupiah. Relatif terjangkau.

Likes & Dislike 

Saya suka sandwich dan kopi racikan baristanya. Pas! Peeple Coffee Working Space juga hanya menyediakan kopi lokal, which is itu penting untuk meningkatkan kecintaan pecinta kopi Indonesia pada kopi negeri sendiri.  Soto Betawi juga lumayan, walaupun amat sangat bersantan menurut saya. Tapi masih mendinganlah rasanya dibanding Nasi Goreng yang bagi saya kurang begitu pas di hati eh, di lidah. 

Untuk interior dan eksteriornya cukup menarik. Sesuai dengan konsepnya sebagai working space, Peeple Coffee Working Space ini menyediakan wifi dan colokan di setiap meja. Cuma.. yang bikin saya kecewa adalah ruangan ber-AC (non working space) hanya untuk perokok.  Mungkin para perokok dipersilahkan merokok tapi harus menelan asapnya sekalian. Mungkin yaah... mungkin. 

Tapi suer, rasanya gak adil banget buat para pencinta kopi yang tidak merokok seperti saya. Gimana coba saya gak banding-bandingin dengan cabang coffee shop international yang mempersilahkan para smokers ngopi di luar atau membuatkan ruangan khusus untuk smokers. Tapi ya sudahlah, ntar saya dibilang pro coffee shop luar negeri  pula ( lirik grup sebelah)

Terakhir kali ke sana, saya datang pukul 10 pagi dengan harapan para smokers belum pada datang. Ternyata ruangan berAC sudah ditongkrongin perokok pula. Ya sudahlah saya melipir ke working space. Sayangnya, meski ruangannya nyaman banget saya tidak bisa berkonsentrasi menulis karena segerombolan mbak-mbak bagian keuangan yang memperdebatkan kredit balance. Wifinya pun gak kunjung berkenalan dengan perangkat laptop saya. Akhirnya saya kembali ke area outdoor dan menyalakan modem wifi milik saya sendiri.

Conclusion

Masalah wifi mungkin temporary, siapa tahu memang ISP nya sedang gak oke aja. Waitersnya juga ramah dan helpful banget. Makanan dan minumannya overall tidak terlalu mengecewakan. Sebagai tempat kerja, ngopi, gaul bahkan arisan, Peeple Coffe Working Space ini bisa dilirik. Hanya saja semoga peraturan ruangan ber AC untuk perokok bisa diubah agar pencinta kopi yang bukan perokok seperti saya bisa nyaman ber AC pula. Jadi next time saya gak harus ngopi di coffee shop international hanya untuk merasa dihargai sebagai a non smoker coffee lover.  

Design Your Own Tshirt With Utees.me

Selain menulis dan siaran radio, saya dari dulu sebenarnya pengen banget berwirausaha alias jualan. Saya pernah jualan Brownies buatan sendiri, tapi gak diterusin lagi karena dulu merasa repot urusan deliverynya. Saya juga sempat jualan foto boyband, percaya gak? Huahaahaha.. Saya juga awalnya gak percaya. Sebenarnya ini iseng aja, cuma gara-gara saya suka ama boyband yang sedang digilai banyak cewe-cewe itu. Dan ternyata laku! Setelah dipikir-pikir, kenapa gak dikembangkan aja menjadi jualan tshirt sekalian. 

Siapa sih yang gak suka pake tshirt? Mau muda atau tua, masih balita hingga kakek-nenek pun, tshirt dipake berbagai macam kalangan dan menjadi must-have item di lemari tanpa kita sadari. Ya karena pake Tshirt itu emang nyaman banget. Harganya gak mahal-mahal amat, gampang disesuaikan dengan bawahan apa saja dan bisa menjadi statement diri. Dari yang kocak sampai romantis, bahkan yang serius pun ada. Karenanya meski tshirt terlihat ringan tapi bisa sangat powerful untuk menggerakkan perasaan, pemahaman bahkan bisa menjadi kebanggaan bagi orang yang memakainya.



Dari situlah waktu itu saya memutuskan untuk membuat sebuah project custom tshirt. Ide ini bermula karena suka pake tshirt dan musik Kpop. Saya perhatikan para artis Kpop selalu pengen pake tshirt dengan statement yang 'asal' tapi kelihatan keren. Kenapa gak buat aja sekalian dengan versi statement dari sisi fans? Ketika ide itu saya ceritakan kepada seorang teman yang jago design, dia tertarik banget pengen ikutan juga. Jadilah kami berdua sibuk nyari vendor tshirt dan print tshirt di Makassar. 

Saya masih ingat banget, kami berdua berpanas-panas naik motor menyambangi satu demi satu usaha sablon tshirt di Makassar. Gak ada satupun yang memenuhi persyaratan kualitas kami. Ada yang menyediakan jenis tshirt yang kami inginkan tapi tipe sablonannya tidak sesuai yang kami harapkan. Ada juga yang sudah canggih mesin printnya, eh.. masa kami harus pesan tshirt polos sendiri. Ah, ribet lah! 

Akhirnya dengan berat hati, impian untuk membuat project custom tshirt kami kubur. Design-design tshirt saya serahkan kembali pada teman. Saya pun kemudian lupa pada hal itu hingga kemudian di media sosial muncul advertising tentang Utees.me. 

Infografis by Vita Masli 
Jadi ternyata, lewat website Utees.me kita bisa membuat custom tshirt sesuai dengan maunya kita. Mau langsung design tshirt online di website atau upload design yang sudah kita buat sebelumnya, keduanya boleh aja. Setelah merasa sudah oke, kita bisa print tshirt lalu dikirim ke alamat yang kita inginkan. Sesederhana itu.

Design Your Own Tshirt With Utees.me

Ah.. tahu gitu ada platform untuk buat design tshirt online seperti Utees.me ini, gak usah cape-cape berpanas-panas keliling kota hanya untuk nyari vendor yang bisa membuat print tshirt. Tapi biar gak nyesel-nyesel amat, setelah punya akun Utees.me saya coba-coba ngedesign sendiri sebuah custom tshirt. Caranya simple banget, seperti ini : 





Prime Quality Tshirt

Selain cara membuat custom tshirt yang mudah, Utees.me juga sangat concern pada kualitas bahan tshirt yang akan kita pake. Tshirt yang nyaman dipake itu penting, yes? Utees.me menyediakan tshirt dengan bahan yang berkualitas baik dan tahan lama untuk melengkapi design kita. Ukuran tshirt tersedia dari XS sampe XXXL yang bisa dicek section View Tshirt Style dibagian bawah. Sayangnya, meski menyediakan banyak warna tapi tidak menyediakan lengan panjang. Untuk yang jilbaban itu penting loh, Utees.me honey... Jangan lupa tambahin kaos raglan juga ya ke depannya. *wink* #ngerayu

Price 

Harga? Saya pikir cukup reasonable yah alias cukup terjangkau. Harga per tshirt  Rp. 144.000 untuk 1 sisi print tshirt dan Rp 188.000 untuk 2 sisi. Order 12 tshirt dengan design yang sama dapat spesial diskon. Yay! 

Free Shipping All Over Indonesia 

Ini dia yang kadang jadi masalah saya setiap berbelanja online : ONGKIR a.k.a ongkos kirim yang lumayan mahal. Maklum, saya tinggal di Makassar sementara rata-rata shopping online atau e-commerce itu basednya di Jakarta. Ongkir rata-rata 28rb - 36rb. Lumayan banget kan? Alhamdulillah ya, member bisa dapat bebas ongkir ke seluruh Indonesia meski hanya memesan 1 tshirt saja. Haduhh.. pengen meluk laptop rasanya. 

Get Reward And Create Your Own Brand  

Sudah bisa design tshirt sendiri, eh ternyata custom tshirt yang kita buat bisa dishare untuk digunakan oleh peminat lain. Tentunya gak gratisan. Kita dapat reward sebesar $1.11 untuk setiap design tshirt kita yang dipesan orang. Whoaa.. bisa dibisnisin dong, seperti impian saya dulu. Asiknya lagi, kita gak usah repot ngurusin pengiriman barang kalau ada yang pesan. Karena pembeli bisa langsung mengisi alamat pengirimannya sendiri dan barang akan dikirim oleh Utees.me ke si alamat. Haduuhh.. kenapa sih  terlambat bertemu dengan Utees.me. Hiks.

Daripada nyesel, ya sudah saya  coba-coba ngedesign sendiri sebuah custom tshirt. Ini dia hasilnya. Tadaaaaa.... 


Saya gak jago ngedesign di photoshop. Tapi mumpung di Utees.me sebagai online design creator menyediakan opsi upload design dengan format JPG dan PNG, langsung buat satu lagi. 


Sederhana sih tapi statementnya ngena banget kan? Hehehe.. Yang gak jago design kayak saya tapi pengen buat custom tshirt sendiri, ya sudahlah langsung register akun aja di utees.me. Dipake sendiri boleh, dishare ke seluruh penjuru dunia juga boleh. Lumayan loh rewardnya, pake dollar. So, kalau pengen design your own tshirt sudah tahu kan harus kemana?  Pastinya di Utees.me, online tshirt creator. 

Nah, sekarang sudah tahu caranya kan gimana buat custom tshirt sendiri,kan? Yuk buat custom t-shirt kamu juga! Tapi kalau mo pesan design tshirt punya saya di Utees.me juga boleh banget, kok.., hehehe . Namanya juga mau mulai usaha lagi. Yukk mari... !

Note : Semua infografis dibuat oleh Vita Masli 
           Tulisan ini diikutsertakan pada :


7 Kriteria Penting Memilih Smartphone Oppo R7s

Gak berasa ya sudah seminggu kita lalui di tahun 2016 ini. Selain kalender baru, apa aja nih barang baru yang sudah kamu miliki? Memang bukan menjadi suatu keharusan, tapi seringkali kita menandai awal tahun dengan sesuatu yang baru. Punya smartphone baru, misalnya...  

Ada banyak alasan mengapa seseorang kepikiran untuk memiliki smartphone baru di awal tahun. Kayak saya nih contohnya. Saya bener-bener kepikiran buat memiliki satu lagi smartphone tapi bukan sekedar gaya-gayaan loh ya, tapi lebih ke esensinya sebagai alat komunikasi. Tentu saja supaya semangat menjalani hari-hari di tahun 2016 ini, smartphonenya gak boleh yang asal. Saya punya kriteria tertentu untuk itu. Nah, Ini dia 7 kriteria penting dari smartphone pilihan saya di tahun 2016.



1. Design Cantik dan Stylish 

Haluu... hari gini it's all about being stylish, termasuk juga urusan smartphone yang selalu kita genggam kemana-mana. Smartphone yang kekinian itu harus ramping, kuat meski tidak sengaja terjatuh, kebanting atau keinjek, nyaman digenggam  dan tentu saja harus kelihatan menarik dipandang. Ibaratnya meski perasaan sudah kebanting, hati sudah jatuh berkeping-keping, penampilan kita tetap harus menarik dan bikin nyaman hati orang yang memandang. Cieeee...


2. Processor dan Interface yang Handal

Seperti juga perempuan, apalah arti terlihat cantik tapi lemot dalam berpikir, ya kan? Untuk itu pilih smartphone juga mesti liat dulu processornya. Ibarat otak pada tubuh kita, demikian juga processor pada smartphone. Selain itu interface (antar muka) juga penting. Apakah lebih cepat, lebih bagus atau gampang digunakan? Hal-hal yang mungkin menurut banyak perempuan," Apaan sih? Kita mah tahunya pake aja," bisa jadi ada hal yang sesekali perlu diketahui juga supaya lebih gampang menentukan pilihan. Seperti ini misalnya:


3.  4G LTE dengan Dual Simcard

Esensi dari punya ponsel adalah supaya kita bisa nelpon dan ditelpon dimana saja dan kapan saja. Sudah nonton drama Korea  Reply 1994, gak? Dalam drama itu diperlihatkan kehidupan berkomunikasi jaman tahun 90-an dimana orang harus ngantri di telepon umum buat ngecek pesan yang didapatnya dari pager. Duh,  rasanya berat sekali hidup ini ya kalo seperti itu. 

Sekarang memang orang kemana-mana bawa ponsel, tapi kadang-kadang susah dihubungi. Pasalnya orang tuh suka ganti-ganti nomer tergantung paket data mana yang quotanya lebih banyak dan harganya lebih murah, ya kan? Ngaku deh! Saya juga kadang gitu soalnya.. hehehehhe. Kalau cuma pake satu smartohone aja, otomatis gak bakal ada nomer tetap. Orang jadi bingung mau menghubungi ke nomer mana. Makanya penting banget punya smartphone yang dual SIM. Satu slot untuk nomer andalan gak bakal berubah deh. Lebih penting lagi sudah bisa 4G LTE. Ini supaya nonton drama Korea dan YouTube-annya lancar jaaayaaa...


4.  Performa Tangguh, Gak Gampang Lemot 

Belakangan saya kembali suka maen game di smartphone. Saya juga suka karaoke online via sebuah aplikasi bernyanyi. Belum buka Facebook, Twitter, Instagram, baca blog via Pinterest, buka aplikasi berita sambil dengerin musik, nonton video musik di YouTube, balas email, update blog, balas komentar dan macam-macam printilan lainnya. Semuanya butuh memori dan ketangguhan dari sebuah smartphone. Gak cukup lagi RAM 2GB.  Saya butuh smartphone dengan RAM 4GB supaya gak lagging dan gak cepat panas. Biarkan hawa aja yang panas, smartphone mah tetap harus adem. #eh



5. Daya Baterei Lebih Besar dan Flash Charging


Aktif menggunakan smartphone untuk berkomunikasi suara dan data tentunya perlu kapasitas baterei dengan daya yang lebih besar. Malesin banget rasanya kalau baru dipake dua jam sudah langsung ngedrop aja. Maunya sih daya batereinya cukup sampai sehari. Kalaupun misalnya gak bisa sampai selama itu karena sinyal misalnya, paling tidak kalau ngecharge jangan lama-lama deh. Lima menit nge-charge bisa dipake buat dua jam sepertinya keren banget kan yah..


6. Layar Lebar dengan Resolusi Tinggi 

Untuk penggemar Daehan, Minguk, Manse seperti saya, punya smartphone dengan layar lebar dengan resolusi tinggi itu : PENTING............................ banget. Jangan sampai tingkah polah si kembar tiga yang sering saya kepoin via smartphone ini tersamarkan hanya karena layar kurang kinclong atau resolusi yang tidak bisa menunjukkan warna aslinya. Ukuran 5.5' dengan resolusi FHD 1920 x 1080 pixels itu sudah pas banget lah. Sudah bisa puas lihat senyum Daehan, Minguk, Manse plus bonus bapaknya. Hihihi...


7. Kamera dengan Kualitas Gambar Ultra HD 

Selain ngeblog, tahun ini saya berencana untuk terjun bebas ke dunia Vlog alias video blogging. Tentunya untuk membuat sebuah video dengan gambar berkualitas baik, saya perlu kamera dengan kualitas gambar ultra HD. Berhubung saya orangnya gak mau ribet, maunya sih dalam satu smartphone saya bisa memberdayakan semua fiturnya termasuk untuk urusan merekam video dan mengambil gambar. 

Makanya kameranya juga harus punya kemampuan mengambil gambar HD dalam kondisi cahaya remang. Buat yang suka ngambil gambar atau video di konser-konser Kpop, ini berguna banget. Apalagi kalau kamera smartphonenya dilengkapi fitur anti guncangan supaya gambar tetap optimal meski tangan sudah gemetaran atau kesenggol kiri dan kanan, hihii.. Kamera belakangnya paling tidak 13 megapixel  dan syukur-syukur kalau kamera depannya 8 megapixel. Tentu saja yang terakhir ini penting banget buat urusan selfie menyelfie, hihhihi...



Nah, kalau sudah kriterianya sudah seperti yang saya sebutkan diatas, pilihan smartphone di tahun 2016 sepertinya gak jauh-jauh dari Oppo R7s. Iyaaa... secara tiap minggu nonton America's Next Top Model season 22 diracuni sama keseruan para model foto-foto pake Oppo R7s. Eh pas nonton di YouTube, malah terdampar di video ini : 


Gimana saya gak kepikiran, coba? Cuzz langsung cek en ricek fitur lengkapnya, deh!


Kalau sudah gini jadi pengen buru-buru hunting ke outlet smartphone aja nih. Jadi tahun baru boleh dong smartphone baru juga. Nah, kamu punya kriteria penting juga untuk smartphone andalan? Boleh loh share di kolom komentar. Siapa tahu aja jatuh-jatuhnya pilihannya sama, Oppo R7s juga. Yay!

Selamat tahun baru dan selamat ber-smartphone baru juga ya...

Note : 
Pics source from : Oppo official website
Infographics made by : Vita Masli 

3 Aplikasi Proofreading Online untuk Tulisan Berbahasa Inggris

Masih ingat gak di postingan sebelumnya saya menulis  berusaha untuk ngeblog dalam bahasa Inggris? Ternyata menulis dalam bahasa yang bukan bahasa ibu memang tidak mudah. Punya masalah yang sama? Jangan malu. Kita tidak sendiri. Jutaan orang yang sehari-harinya ngomong pake bahasa Inggris pun sering kepentok masalah ini, kok. Blogger kondang luar negeri aja masih hired editor dan proofreader loh sebelum publish postingannya. Apalaah kita ini... :D 

Untungnya ada aplikasi editing online yang bisa membantu menulis dalam bahasa Inggris yang benar. Aplikasi ini bisa menemukan kesalahan, baik dalam hal ejaan hingga kesalahan grammar. Apa saja? Ini dia 3 aplikasi proofreading online untuk tulisan berbahasa Inggris : 


1. After the Deadline

After the Deadline memberi tanda pada kata-kata yang perlu diperbaiki. Aplikasi ini juga memberikan saran ejaan, grammar bahkan gaya penulisan. Cukup paste atau ketik naskah yang ingin dicek pada kolom pengeditan lalu klik 'check writing'. Tulisan kita yang dianggap belum benar akan diberi wana. Klik kata yang berwarna, tertera koreksi yang diberikan beserta penjelasannya. Simple kan? 

aplikasi editing menulis dalam bahasa Inggris
Menurut pengembangnya, aplikasi ini bisa digunakan untuk merekomendasikan 90% kata yang tepat. After the Deadline juga dapat mendeteksi 1500 penggunaan kata yang salah. Aplikasinya bisa didownload sebagai aplikasi offline. Pemakaian gratis bisa memilih menu demonstrasi. Untuk postingan blog , aplikasi After the Deadline ini salah satu yang paling simple. Tapi jika ingin menulis sesuatu yang lebih kompleks, aplikasi  berikut bisa membantu. 

2. Hemingway Editor

Seorang penulis/blogger sering menumpahkan semua kata-kata dalam pikirannya seperti air yang tidak terbendung. Kadang malah tidak terorganisir. Yeah, I admit it. Gak cuma dalam bahasa Inggris, menulis dalam bahasa Indonesia aja saya sering seperti itu, hihihihi..  

Nah, dengan aplikasi Hemingway Editor ini tulisan kita yang terlalu padat akan diberi higlights.  kita bisa menghapus atau membuat kalimat padat itu menjadi kalimat yang lebih sederhana. Caranya juga mudah, cukup paste atau ketik naskah pada kolom editor. Kita juga bisa sekalian menambahkan H1, H2 atau H3 untuk kalimat yang diinginkan. Jadi seperti editor view di blog kita aja kan? 



Hemingway Editor mempunyai fitur menarik yaitu Readability Grade Levels. Fitur ini memperlihatkan pendidikan terendah yang dibutuhkan untuk memahami sebuah tulisan. Penelitian menunjukkan orang Amerika rata-rata membaca pada tingkat kelas sepuluh.  Ini bisa dijadikan target yang baik. Tapi ada satu hal yang perlu diingat. Tulisan grade level yang tinggi bukan berarti lebih baik daripada tulisan grade level lebih rendah. Seringkali  tulisan grade level tinggi berarti tulisan tersebut berpotensi membingungkan dan membosankan pembaca. Bisa jadi karena terlalu banyak jargon. Terlalu nyelimet. 

Oiya, iseng saya mencoba mengecek postingan ini di Hemingway Editor. Ternyata bisa loh, meski berbahasa Indonesia. Fitur pengecekan kata keterangan dan kalimat pasif memang tidak berfungsi. Tapi kita masih bisa ngecek panjang tidaknya sebuah kalimat. Gimana, lebih sederhanakan kalimatnya? 

3. ProWritingAid

Dibandingkan kedua aplikasi proofreading online lainnya, ProWritingAid lebih rinci memberitahu apa yang harus diperbaiki. Diantaranya adalah kata-kata berlebihan, panjang kalimat, gaya penulisan, dan plagiarisme. Kita juga bisa menghindari kata klise dan redudansi dengan aplikasi ini. Pemakaian sticky words (seperti so, what, to, from, the, last, of, 's) pun bisa dikurangi. Termasuk juga mengecek konsistensi penulisan, dan sejenisnya untuk meningkatkan kualitas tulisan. Caranya cukup dengan paste, upload atau mengetik naskah kita dalam kolom editor. Klik Analyze dan akan tertera hal-hal yang perlu diperbaiki. 



Sayangnya meski fiturnya banyak dan sangat berguna, aplikasi ProWaitingAid ini tidak sepenuhnya gratis. Ada beberapa fitur yang hanya bisa digunakan oleh premium user. Fitur tersebut adalah plagiarism, pronoun, thesaurus dan combo check. Tapi sebagai pencinta gratisan tidak perlu terlalu kecewa. Sign up sebagai free user pun sudah cukup untuk memproofreading postingan blog. Kecuali jika berniat menulis novel atau jurnal ilmiah, premium user bisa dipertimbangkan. Sesuai saja dengan kebutuhan ya, gaes! 

Kesimpulan 

Setiap aplikasi pasti punya pro dan kontra, begitu juga dengan 3 aplikasi di atas. Ketiga aplikasi ini hanya bisa digunakan di desktop atau laptop. Sementara ini  aplikasi berbasis android/IoS belum ada. Tapi masih bisa dibuka melalui browser di perangkat mobile. Paling tidak lumayan lah ya, bisa membantu  kita untuk menulis dalam bahasa Inggris secara efektif. Menulis dalam bahasa Inggris terkadang tidak mudah, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Ya kan? 

Nah, ada gak aplikasi editing online lainnya yang menurut kamu bagus dan belum ditampilkan di sini? Syukur-syukur ada yang bisa dipergunakan untuk proofreading tulisan berbahasa Indonesia. Silahkan share di bagian komentar, ya!