My Life As A Blogger in 2015

Cieee.. judulnya sudah semacam judul postingan blog yang sering wara wiri di Pinterest aja nih. Eh tapi gak apa-apa lah ya. Mumpung akhir tahun saya mereview hal-hal yang telah dilalui sepanjang saya terjun bebas ke dunia blogging tahun 2015 ini. Gak semuanya menyenangkan, but in the end i found it excited and fascinating. Apa aja sih?


1. Pindah dari Blog Gratisan ke Domain Berbayar 

Ketika berniat untuk mulai serius ngeblog, saya mulai mempertimbangkan untuk pindah ke domain berbayar. Alasannya sederhana, supaya lebih berkesan profesional sekaligus personal. Tanggal 7 Maret 2015, blog lama bittersweet-m-e berubah nama menjadi vitamasli.com. Saya sempat kesulitan menemukan tagline dan logo yang pas sampai kemudian mentok di tagline dan logo yang sekarang. 



Vita Masli, An Excited Blogger saya pilih karena pada dasarnya saya mah blogger selalu semangat untuk ikut mengabarkan apa saja yang menarik dan bermanfaat. Diundang workshop, ayo! Ditantang ikut lomba, siapa takut. Ditawarin ngereview, saya terima dengan senang hati. Sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan hukum, agama, dan norma, I always be excited and willing to do it. Syarat dan ketentuan berlaku yah *tambahin bintang-bintang kecil di sudut*

2. Aktif Bergabung dengan Komunitas Blogger

Satu hal yang saya pelajari dari kegagalan ngeblog di masa lalu adalah : Saya tidak bergabung secara aktif dengan komunitas blogger. Padahal bergabung dengan komunitas blogger punya banyak manfaat. Selain bisa lempar postingan (which is itu berarti meningkatkan trafik), silaturahmi a.k.a networking bisa terjalin. Seperti kata hadits Rasullah SAW : ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari). 

Alhamdulilah dengan komunitas-komunitas blogger yang sekarang selain menemukan hubungan yang baik, dapat ilmu blogging dan ada aja rejeki yang menghampiri. Terima kasih mak Winda Krisnadefa yang selalu mau menjawab pertanyaan saya seputar job review, Annisa Steviani yang sempat saya repotin masalah header blog, Kang Arul dan mas Hazmi Srondol yang sudah menularkan ilmu penulisan reportase blognya dan teman-teman blogger lain yang sudah jadi teman bermain dan belajar ( Bobo kalii yaah...) di dunia blogging. Saranghae..

3. Konsisten Posting dan  Up To Date Perkembangan Media Digital 

"Katanya blogger, tapi kok jarang posting." 

Iya nih.. hihihi. Daripada bawel di media sosial yang  gak jelas juga apa hasilnya mending kebawelan itu dituangkan dalam bentuk postingan blog. Saya mulai membuat jadwal dan menyusun topik postingan dalam buku catatan agar tidak hilang fokus. Ini saya lakukan supaya tetap konsisten dan tidak sekedar semangat ngeblog kalau ada lomba atau lagi mood aja. 


Gak cukup berkomitmen untuk menulis, saya juga berusaha mencari tahu perkembangan media digital. Saya pikir ini cukup penting bagi blogger agar tahu karakteristik pembaca jaman sekarang dan gak gaptek. Kalau pengen nulis aja, bisa juga sih. Tapi sayang kalau tulisannya tidak membuat pembaca betah hanya karena gak tahu trend pembaca media digital, misalnya. Atau kurang tahu gimana caranya berkawan dengan Google dan perintilannya. 

It takes time dan mungkin ada yang merasa ribet, tapi percaya deh menambah pengetahuan itu gak ada salahnya. Kalau merasa gak tahu harus cari tahu di mana, bolehlah sering-sering mampir di blog saya aja, hihihihi.. *sekalian promosi*

4. Lebih Berani Ikut Lomba Blog

Tahun ini saya juga memberanikan diri ikut lomba ngeblog. Sebenarnyanya sebelum pindah ke domain berbayar, saya dulu sempat beberapa kali ikut lomba blog dan belum pernah menang. Setelah pindah ke domain berbayar, ikut lagi dan gak menang lagi. I wonder why. Sempat sedikit drop juga waktu itu, some kind of wasted time saja. Lalu saya kemudian berpikir,"Segitu aja ketangguhan mental lo? Mental rempeyek amat sih! You can do it better than this. "

Iyah, saya ngomong seperti itu pada diri sendiri.  

Saya kemudian memperhatikan satu demi satu tulisan para pemenang agar tahu apa yang membuat satu postingan bisa menjadi juara. Dari situ saya mulai tahu sedikit demi sedikit formulanya. Ohh begitu toh... Saya mulai lagi, kali ini menantang diri sendiri. 


Lalu kemudian ikut lomba blog  mulai menjadi seru and so exciting, apalagi kalau postingnya dekat-dekat deadline. Beberapa lomba yang saya ikuti saya gak menang apa-apa, tapi diantaranya saya juga sempat ngerasain enaknya jadi juara. Alhamdulillah, lumayan lah buat modal naik haji.

Baca Juga : Berani Lebih Percaya Diri Berkompetisi 


5. Mendapat Job Review dan Menghasilkan Uang dari Blogging

Last but not least, ini dia jawaranya *nyengir lebar sambil mengucap syukur alhamdulillah*. Job review pertama saya dapatkan tiga bulan setelah pindah domain. Seterusnya ada aja tawaran yang datang. Mulai dibayar dengan uang, produk seperti pakaian wanita, makanan sampai nginap di hotel berbintang. Malah yang biasanya saya dapat tawaran ngemsi lewat radio, tahun ini saya tawaran itu datang lewat blog ini juga. Selain itu dari blog saya juga dapat tawaran jadi influencer di media sosial lain. Ada-ada aja deh, hahaha.. That's what i called the power of networking dan tentu saja kuasa Allah SWT dalam mengatur rejeki kita masing-masing. 

Ini tentu gak semena-mena terjadi cuma karena saya pindahan ke domain berbayar. Seperti juga para blogger yang lebih duluan eksis, semua perlu usaha juga loh, bo! Asal tahu saja saya sempat diremehkan seorang blogger kondang gara-gara Alexa Rank diawal pindahan ke vitamasli.com."Segitu mau dapat job review?" katanya. Ok, fine!!! Saya mulai rajin posting, aktif di sosial media, blogwalking, pelan-pelan belajar SEO dan digital marketing sambil membenahi tampilan blog. Alhamdulillah dari angka 19 juta, Alexa rank vitamasli.com sekarang sudah maen 500rban dalam waktu 9 bulan dengan DA 23 dan PA 31. Not bad for beginner. 


So, What's Next? 

Yang saya tulis diatas itu gak  ada apa-apanya sih dibanding blogger lain, still I'm proud of myself. Toh saya berkompetisi dengan diri saya sendiri and not to compare myself with other bloggers. Saya masih harus banyak belajar dan bekerja cerdas karena diprediksikan di tahun 2016 media digital akan lebih berkembang dibanding 2015. Tahun ini saja blog  bukan satu-satunya platform yang dilirik oleh advertiser untuk berpromosi. Twitter saja sudah mulai ditinggalkan walaupun Facebook tetap dipertahankan. Di tahun 2015 YouTube, Instagram dan Path naik daun dan orang-orang yang aktif di sosial media tersebut banyak mendapat tawaran kerjasama dari advertiser. 

Blog tentu saja masih akan tetap ada meski kata orang-orang yang berkompeten dibidangnya mengatakan booming bagi-bagi job review pada blogger mungkin hanya sampai 2016 saja. Setelah itu jika bloggernya tidak mampu mengikuti perkembangan jaman, kudet dan kontennya tidak menarik bisa saja ditinggalkan pihak advertiser. 



So let's keep up a good work, everybody. That's my 5 Blogging Highlights in 2015. What's yours? Boleh share di bagian comment ya. Semoga tahun 2016 lebih baik dari tahun ini. Fighting! 

My Top 10 Favorite K-Drama of 2015

Sejak memutuskan untuk serius kuliah dan ngeblog lagi, saya kembali ke kebiasaan lama : beli DVDnya aja, pasang di DVD player dan nonton lewat televisi. Lebih puas rasanya. Selain layar televisi lebih gede dibanding nonton streaming di Viki atau My Asian TV via layar laptop, gak ada rasa digantung tiap akhir episode. Ya paling resikonya adalah tiba-tiba sudah adzan subuh aja. Tapi kan gak tiap hari juga. Sudah bisa mengatur ritme lah, ibaratnya. 

Makanya di penghujung tahun 2015 rasanya gak afdol tanpa membuat list drama Korea favorit yang sudah saya tonton sepanjang tahun ini.


My Top 10 Favorite K-Drama of 2015  

10.  Yong Pal 

Lagi-lagi drama tentang dokter dan rumah sakit. Joo Won sepertinya gak bisa jauh-jauh dari karakter dokter yang pinter, peduli sesama tapi bukan berasal dari keluarga kaya. Yong Pal pun begitu. Bedanya adalah karakter Yong Pal ini adalah dokter 'black market' yang spesial melakukan pembedahan dan penyembuhan bagi kalangan mafia dan penjahat kelas kakap. 

Joo Won Kim Tae Hee
Dokter, Dokter Apa Yang Unyu? Dokter Joo Won! 
Seru sih ceritanya di episode-episode awal, apalagi penasaran pula sama Kim Tae Hee yang sudah lama gak maen drama. Untungnya walaupun ceritanya sempat agak melemah di episode 10, which is very crucial for me karena bisa jadi bikin saya malas nerusinnya, so far 16 episode Yong Pal pantas untuk diperjuangkan ditonton sampai habis. Cuma ya gitu, kalau nonton pake logika emang jadinya ada aja yang bikin gak puas. Well, that's the beauty of K-drama anyway. Sepanjang yang maen masih Joo Won, 16 episode pun saya jabanin bang! 

9.  High Society 

High Society ini memasangkan Uee dan Sung Joon sebagai Jang Yoon Ha dan Choi Joon Ki. Jang Yoon Ha adalah seorang gadis dari keluarga kaya yang menutupi identitasnya dan memilih bekerja paruh waktu di supermarket untuk menemukan seseorang yang bener-bener mencintainya karena dirinya dan bukan kekayaannya. Bertemulah dia dengan Choi Joon Ki, manager supermarket yang berasal dari keluarga sangat miskin dan percaya untuk menemukan cinta seseorang harus menjadi kaya raya. 

Drama Korea 2015

Menariknya adalah sebenarnya bukan karakter pemeran utamanya yang mencuri perhatian, tapi malah karakter pemeran pembantu pria dan wanitanya. Mereka adalah Park Hyung Sik yang berperan sebagai Yoo Chang Soo, chaebol, bos sekaligus sahabatnya Joon Ki, dan Lim Ji Yeon yang berperan sebagai Lee Ji Yi, gadis miskin teman kerja sekaligus sahabat Yoon Ha. 

Chemistry Chang Soo - Ji Yi couple ini malah lebih berasa dibanding Yoon Ha - Joon Ki couple. Adegan paling memorable dari couple ini adalah saat mereka ngobrol di rooftop kostannya Ji Yi. Dengan seriusnya Ji Yi bertanya, "Apa yang kamu suka dari Daehan-Minguk (maksudnya negara Korea)? Chang Soo dengan polos menjawab,"Aku lebih suka Manse." 

And that's how this couple stole my heart, right away!  

8. Cheer Up! 

Kang Yeon Doo (Jung Eun Ji Apink) adalah leader dari klub street dance 'Real King' yang beranggotakan siswa-siswa yang berada di ranking terbawa di sekolah elit Sevit High. Suatu hari Yeon Doo terlibat scandal. Seseorang memotret Kang Yeon Doo saat ia tidak sengaja terjatuh dalam pelukan (aaaih bahasanya.. hihhihi)  Kim Yeol (diperankan Lee Won Keun), president dari klub elit siswa top 5%. Skandal ini membuat sang kepala sekolah mempunyai alasan untuk membubarkan klub Real King. 

Merasa tidak terima, Yeon Doo melakukan serangkain unjuk rasa dan makin kesel pada Kim Yeol yang dianggapnya tambah menyulitkannya karena tidak mau membantunya memberi klarifikasi. Kedua team ini kemudian disatukan oleh sang kepala sekolah dengan satu tujuan licik yang akhirnya membawa team Kang Yeon Doo dan team Kim Yeol menemukan cinta, patah hati, sakitnya dikhianati dan persahabatan. 

Drama Korea 2015 sassy go go

Ceritanya khas anak SMU banget sih, tapi saya suka chemistry dan kekompakan para pemainnya. Endingnya juga gak dipaksakan walaupun drama ini hanya 11 episode saja, Untungnya drama ini tayang di KBS World jadi saya tidak perlu beli DVDnya ( hemat!). Yang paling penting sih, puas liat Lee Won Keun dan Ji Soo disini. Jadi gak bisa milih ada di pihak siapa, hihihi.. 

7. She Was Pretty 

Seriously, sebenarnya gak begitu tertarik nonton drama ini. Kalau bukan karena Choi Siwon ikut berperan di drama She Was Pretty ini, saya mungkin akan melewatkannya begitu saja. Saya penasaran setelah membaca komentar para ELF dan non ELF yang bilang kalau Choi Siwon di dalam drama ini berbeda dibanding drama-dramanya yang dahulu. Selama ini Siwon yah gitu deh.. kalau gak jadi anak orang kaya, jadi artis terkenal, pokoknya gak jauh-jauh dari identitasnya. Jadilah saya nonton She Was Pretty gara-gara second lead male, hahahaha.. 

Pemeran utama She Was Pretty sebenarnya adalah Hwang Jung Eum sebagai Kim Hye Jin dan Park Seo Jun sebagai Ji Sung Joon. Kim Hye Jin dan Ji Sung Joon ini sebenarnya tetanggaan sejak kecil. Saat mereka beranjak abege, mereka berpisah dengan kenangan masa kecil yang tersimpan di hati. Mereka bertemu kembali ketika Kim Hye Jin yang dulunya cantik, menjadi wanita yang awut-awutan sementara Sung Joon yang dulunya gendut berubah menjadi tinggi tegap dan ganteng pisan. 

She Was Pretty drama korea 2015
Salah Satu Quote dari She Was Pretty yang Saya Suka
Sebenarnya ceritanya biasa aja, bisa ketebak lah endingnya. Pinternya si penulis skenario adalah dia menyelipkan unsur kejutan di dalam ceritanya semacam twisted yang sedikit berbeda dari K-drama pada umumnya. Salah satunya menjadikan karakter Kim Shin Hyuk sebagai kejutan tersebut dan Choi Siwon memerankan karakter ini dengan sangat berbeda dibanding aktingnya di drama sebelumnya. Tepuk jidat Kyuhyun! Eh, tepuk tangan maksudnya.. *lalu pelukan sama Donghae* 

6. Who Are You : School of 2015 

Who Are You : School 2015 berkisah tentang si kembar identikal Go Eun Byul dan Lee Eun Bi (keduanya diperankan oleh Kim So Hyun) yang terpisah sejak berumur 5 tahun. Eun Bi tinggal di panti asuhan dan kerap jadi korban pembullian di sekolah oleh Kang So Young. Sementara Eun Byul hidup damai sejahtera dan bersekolah di sekolah bergengsi bahkan menjadi siswa nomer 1 dan disegani. Sangat bertolak belakang ya? 

Drama Korea 2015
Cast of Who Are You : School 2015
Konfliknya terjadi ketika suatu hari nasib mereka berdua tertukar karena satu kecelakaan. Eun Byul yang secara misterius menghilang saat karya wisata dengan teman-teman sekelasnya dianggap ditemukan saat melihat seseorang berwajah dan perawakan sama dengannya jatuh dari jembatan. Karakter mereka yang berbeda membuat teman, sahabat bahkan musuh keduanya bingung, Who Are You, siapa kamu sebenarnya?

Baca Juga : 5 Karakter Paling Nyebelin di Drama Korea 

Personally saya suka drama ini meski endingnya bikin pengen nyanyi, " I wanna reset.. i wanna reset.. I wanna reset.. " Haahaha... Ini OSTnya ganggu-ganggu ngagenin gitu deh! Kim So Hyun maennya bagus banget pula. Dia bisa membedakan dirinya menjadi Eun Byul dan Eun Bi hanya melihat dari sorot matanya aja. Keren deh anak ini! Yook Sung Jae juga gak kalah seru berperan sebagai Gong Tae-Kwang dan Jo Soo Hyang yang berperan sebagai Kang So Young, saya nobatkan jadi jawara karakter paling nyebelin sejagad drama Korea! 

5. Heard It Through The Grapevine 

Salah satu drama Korea genre keluarga yang cukup berbeda dibanding dengan drama Korea lain yang bergenre sama. Menjadi drama terbaik versi Baeksang Award tahun ini, Heard It Through The Grapevine sebenarnya penuh sindiran dari kehidupan nyata keluarga kaya terpelajar. Han In Sang (diperankan oleh Lee Joon) dari keluarga kaya menghamili pacarnya keluarga miskin, Seo Bom ( diperankan Go Ah Sung) ditengah persiapan mereka masuk ke universitas. Reputasi keluarga Han yang bersih dan terpelajar seketika tercoreng dengan skandal ini. Sedangkan keluarga Seo Bom pun tidak ingin direndahkan hanya karena kehidupan mereka hanya bermodalkan usaha membuat plakat saja.

Drama Korea 2015

Menyimak tiga puluh episode (iyah.. 30 episode dengan rating tinggi dan bukan drama akhir pekan) Heard It Through The Grapevine bikin saya ngeship In Sang - Seo Bom couple. Tipe cowok manja yang harus tegas dan tegar karena mendadak jadi bapak dan anak perempuan tertua yang sudah merasakan pahit getirnya jadi orang miskin membuat couple ini saling melengkapi. Kedua orangtua mereka masing-masing juga gak kalah unik. Drama ini juga semacam menyaksikan tidak ada keluarga yang sempurna, bahkan ketika terlihat tenang-tenang saja. Image bisa dibentuk dan dijaga tapi hal yang buruk meski ditutupi tetap akan tercium oleh ibu-ibu tetangga atau arisan yang doyan gosip. Serulah pokoknya! 

4. The Producers 


Bukan gara-gara Kim Soo Hyun loh saya suka drama The Producer ini. Skenarionya juga standar aja, Dua producer KBS, PD Music Bank Ye Jin ( Gong Hye Jin) dan PD 2D1N Joon Mo ( Cha Tae Hyun), berteman sejak kecil membuat mereka diam-diam saling suka tapi tidak bisa mengungkapkannya, apalagi jadian. Persahabatan berubah jadi cinta ini terusik gara-gara ada produser baru bernama Baek Seung Chan ( Kim Soo Hyun) yang baru saja patah hati akhirnya malah naksir PD Ye Jin. Kisah percintaan mereka makin ribet gara-gara artis kondang yang sok banget, Cindy (IU) ternyata juga naksir Baek Seung Chan. Kira-kira sampai disini sudah tahu kan endingnya gimana? 

Sebenarnya drama ini bagus cuma kenapa yah saya merasa seperti nonton Misaeng versi KBS? Obrolan di rooftop, Baek Seung Chan si anak baru yang karakternya mirip Jang Geu Rae dan Joon Mo yang mirip dengan chef Oh. Yang menarik bagi saya malah latar belakang ceritanya : pekerja stasiun televisi dan keribetan dibalik sebuah tayangan yang tidak diketahui oleh pemirsa. Bagi saya semacam melihat pekerjaan sehari-hari setahun kemarin (uhuk!). Bagaimana sebuah program acara diproduksi, kerjasama team yang harus dijaga, mengedit dan merangkum semua footage dari berbagai rekaman kamera sampai tekanan batin jika program acara gagal secara rating dan kualitas. Banyak banget quotes keren dari drama ini. 

Editor Pasti Ngerti.. 
Berhubung latar belakangnya kerja di televisi beneran (KBS), banyak program acara beneran juga yang dipake dan banyak cameo. Sayang, meski sempat disebut Daehan, Minguk, Manse dan Song Il Gook tidak sempat jadi cameo di drama The Producer. Hiks.. 

3. Twenty Again  

Ha No Ra ( diperankan Choi Ji Woo) awalnya pengen jadi penari, tapi berhubung keburu hamil sebelum sekolahnya kelar, akhirnya dia mendedikasikan hidupnya menjadi ibu rumah tangga. Setelah sekian lama menjadi istri dan ibu yang baik Ha No Ra digugat cerai suaminya. Dia juga didiagnosa mengidap kanker dengan sisa umur enam bulan saja. Ha No Ra pun berpikir melakukan keinginannya yang belum kesampaian : Kuliah lagi. Maka kembali lah Ha No Ra ke kampus menjadi mahasiswa di umurnya yang sudah kategori ahjumma. Banyak mahasiswa yang serba salah didekatnya karena biar bagaimana pun di Korea umur menentukan senoritas. Serunya adalah dia malah keterima di kampus yang sama dengan anaknya dan di sana dia bertemu dengan Cha Hyun Seok (diperankan Lee Sang Yeon) teman SMUnya dulu yang sekarang berubah menjadi dosen yang jutek padanya tanpa alasan. 


Drama ini keren banget, bisa memberi inspirasi khususnya buat ibu-ibu rumah tangga. Ayo dong bu, mengurus keluarga, suami dan anak itu penting. Tapi sebagai personal, kalian pasti punya cita-cita kan? Jangan diumpetin dalam hati aja. You should go and do it, selagi bisa, selagi mampu. Suaminya Ha Nora di drama ini juga minta cerai karena dia merasa Ha Nora ga selevel tingkat edukasi dengan dia. Serem amat sih.. So, ladies get yourself together ya! Let's reach out our dream. 

2. Oh My Ghost 

Ceritanya tentang hantu perawan yang stuck di dunia tidak bisa masuk ke dunia arwah. Si hantu, Shin Soonae ( diperan Kim Seulgie) ini berpikir dia masih terkatung-katung karena masih perawan. Maka dia merasuki tubuh para gadis-gadis cantik untuk merayu para lelaki agar bisa melakukan hal 'itu'. Tidak sengaja saat dikejar-kejar dukun pengantar hantu, Shin Soonae bertemu dengan Na Bongsun ( diperankan Park Boyoung) yang bisa melihat hantu. Na Bongsun ini sebenarnya tipikal cewe pemalu yang tidak punya teman. Sehari-hari dia bekerja di sebuah restaurant sebagai asisten chef dan jadi bulan-bulanan kemarahan chef kondang Kang Sunwoo ( diperankan Jo Jung Suk). Begitu dia kemasukan hantu Shin Soonae, Na Bongsun berubah menjadi cewe centil yang suka godain chef Kang Sunwoo. 



Sebagai hiburan, Oh My Ghost ini lucu banget, romancenya juga dapat. Hubungan dengan orang tua dan keluarga juga ditonjolkan disini. Sedih deh liat Shin Soonae dan ayahnyanya. Hiks. Chemistry pemainnya juga oke banget. Pantaslah ada di nomer dua. 

1. Angry Mom 

Ini dia posisi yang membuat saya bingung memilih antara memilih Oh My Ghost dan Angry Mom. Pada akhirnya saya memilih Angry Mom berdasarkan tema ceritanya yang unik, plot yang menarik dan akting para pemain. Gak salah skenario Angry Mom ini terpilih sebagai juara satu dalam lomba skenario drama yang digelar MBC.

Baca juga : Review Angry Mom


Web Drama

Selain drama Korea yang durasinya 60-90 menit dan tayang di televisi, tahun 2015 ini juga ada kategori lama yang bangkit kembali karena kejayaan internet dan mobile gadget : Web drama. Durasinya hanya 10-13 menit dan hanya tayang di web atau aplikasi tertentu seperti Daum dan Line, tapi lumayan loh menarik juga. Ini dia web drama favorit saya di tahun 2015 ini :

EXO Next Door

Awalnya penasaran aja dengan konsep web drama, sekalian pengen tahu gimana sih kalau member EXO berakting. Tahukan, D.O sempat disebut-sebut sebagai idol actor terbaik tahun 2014 kemarin gara-gara maen di drama It's Ok It's Love. Eh ternyata malah ketagihan ngikutin tiap minggu.


Berhubung yang jadi lead male ternyata adalah Chanyeol, akhirnya saya terkena second lead male syndrome lagi deh karena ngejagoin D.O. Meski tidak menyangkal sesekali merhatiin Sehun yang kocak abis juga sih (Eh, apa sih yang gak kocak dari Sehun buat saya?).

Baca juga :  Review EXO Next Door 

Nah itu dia Top 10 Favorite K-Drama 2015 versi Vita Masli. Apa drama Korea favorit kalian tahun ini?  Silahkan share di bagian komen, siapa tahu ada yang terlewatkan. 

Daehan, Minguk, Manse Cuteness Overloaded At KBS Entertainment Award 2015

Setelah membuat saya sempat ketar ketir dengan beredarnya banyak rumor dan penolakan, akhirnya berita keluarnya keluarga Song dari The Return of Superman tidak bisa lagi disangkal oleh sang PD. Tanggal 21 December 2015 lalu Song Il Gook dan Daehan, Minguk, Manse telah menyelesaikan syuting terakhir mereka. Iyaaah.. memang ini berita buruk, tapi gimana lagi coba? Ini untuk kebaikan mereka juga sih.. (atau begitulah pemikiran akal sehatnya).

After a lot of rumors and denials, finally news of the departure of Song family off The Return Of Superman can no longer be refuted. That day has finally come, Dec 21st was the last shoot day of Song Il Gook and Daehan, Minguk, Manse to wrap up the show. Yeah.. I know it's a sad news although I'm sure most of us realize that's for the best. 

Daehan, Minguk, Manse Cuteness Overloaded At KBS Entertainment Award 2015 

Supaya gak kecewa-kecewa banget, mari nikmati apa yang tersisa. Paling tidak semalam (tanggal 26 Desember 2016), Daehan Minguk Manse bersama cast dari The Return Of Superman lainnya menghadiri KBS Entertainment Award. Ini adalah penghargaan akhir tahun yang kerap diselenggarakan oleh KBS TV sebagai apresiasi bagi variety show yang disiarkan oleh KBS. Alhamdulillah di rumah langganan KBS World TV, jadi gak apa-apa deh sesekali malam minggu tongkrongin tipi hanya untuk melihat sekilas dua kilas penampilan Daehan, Minguk, Manse di layar kaca. Ini beberapa diantaranya :


Not to make it even worse, let's enjoy while it last. On  December 26th, Daehan, Minguk, Manse has invited along with all The Return of Superman casts to KBS Entertainment Awards. This is one of the end year award ceremony which KBS TV holds every year to appreciate the hard work of the casts and crews who lift up our mood this entire year.  I was watching the show through KBS World TV just for the slight appearances of the Song triplets on the screen and here are some of them :




Song Daehan 

Si Prince Charming ini seperti biasa Daehoney (Ini panggilan saya untuk Daehan. Namanya kan Daehan dan dia manis banget kek madu) selalu mengagumkan apapun yang dia lakukan. Ngupil aja ganteng, Hihihi...


As expected from the prince charming Daehoney, (this is what i called Daehan, because his name is Daehan and he's sweet like honey) is always charming whatever he does. 


Song Daehan Looks Like One Of Hogwart Student

Song Minguk 

Song Minguk si Song Tyrano ini keliatan sangat bosan. Sini maen sama tante aja..
Song Minguk, the Song Tyrano looks like he's bored. 



Song Manse

a.k.a the free spirit Song Manse, kamu lagi liat apa sih?
Song Manse, what are you looking at? 




Song Il Gook 

Song Il Gook dengan model rambut terbarunya, atau bisa dibilang dia segaja gak potong rambut? Melamun aja, bang. Kangen saya yah? *ditimpuk istrinya*
Song Il Gook with his new hair cut, or should i say he keeps his hair uncut? 


Source : DC 
Anyway, tidak seperti yang saya harapkan The Return Of Superman tidak memenangkan kategori Best Popular Variety Show tahun ini. Acara ini kalah tipis secara persentase votes pilihan pemirsa dari 2D1N (padahal mereka mendapat 50% votes setelah penampilan video Daehan, Minguk, Manse mengumumkan nominasi Best Popular Variety Show loh). Meskipun saya sedikit kecewa karena Daehan, Minguk, Manse tidak bisa tampil di stage, tapi paling tidak mereka tampil mengumumkan nominasi untuk Best Popular Variety melalui penampilan video.

Anyway, The Return of Superman didn't win the Best Popular Variety Show this year not as i expected. They lost by slight differences in the percentage of votes from 2D1N. Although i feel slight disappointing that Daehan, Minguk, Manse didn't get the chance to stand up at the stage, at least I'm happy to see them presenting the nominee of Best Popular Variety in video appearance. 



Kalau sudah begini, siapa yang tahu apa yang bisa mereka lalukan di panggung secara mereka sudah bisa ngomong banyak bahkan bisa nyanyi, coba? Maunya saya sih dengan melihat mereka di panggung ada kenangan yang menyenangkan lah. Tahun ini kan penampilan terakhir mereka sebagai bagian dari The Return Of Superman.

At this point, who knew what they would do at the stage since now they can speak better and even can sing. I wish a real good memory about them on stage since this is the last chance for them to be part of The Return Of Superman. 

Meski The Return Of Superman kalah, Song Il Gook berhasil memenangkan kategori Best Male Entertainer Award. Yay!

Even so, Song Il Gook awarded with Best Male Entertainer Award as the cast of The Return Of Superman. 
"Thanks to all the production crew members of ‘The Return of Superman,’ I was able to be a good dad. We just finished our final taping. Thank you so much for your love for Daehan, Minguk, and Manse.” - Song Il Gook's winning speech -- 
"Terimakasih kepada semua kru produksi The Return of Superman, karena Saya bisa menjadi ayah yang baik. Kami baru saja menyelesaikan rekaman terakhir. Terimakasih atas cinta anda pada Daehan, Minguk, Manse" - Song Il Gook -

Song Il Gook juga mengucap terima kasih kepada kru produksi TROS yang sudah bekerja keras memasang 20 camera disekitar Daehan, Minguk, Manse tanpa membuat triplets stress dan mencocokkan semua rekaman dari 20 camera dalam satu minggu (ada juga kali staffnya yang stress, om.. hehehehe). Dia juga mempromosikan sedikit drama terbarunya Jang Yeong Sil yang akan segera tayang tahun depan.



Song Il Gook also thank all the staff of The Return Of Superman who installed 20 camera around the triplets without making Daehan, Minguk, Manse stress out and manage to match the time codes for all tapes. He also gives a slight promote of his upcoming drama Jang Yeong Sil which will be on air next year.  

Saya sempat membaca di forum fans SIK, beberapa fans berharap Daehan, Minguk, Manse mendapat nominasi pada kategori tertinggi, Daesang. Gak ngerti juga sih alasannya kenapa, tapi saya pikir Daehan, Minguk, Manse masih terlalu muda dan jalan mereka masih panjang banget untuk dinominasikan di kategori tersebut, Nunggu beberapa tahun lagi kali yah.. 

I read somewhere in SIK fan cafe that some of fans expect Daehan, Minguk, Manse nominated for the highest category, Daesang . I don't quite understand the reason, but I think Daehan, Minguk, Manse are too young and still need a long road they should take to be nominated in that category.



Daehan, Minguk, Manse Will Make Cameo on Jang Yeong Sil 


Sementara itu fansnya Song Il Gook bakal senang nih, karena drama Jang Yeong Sil mulai tayang tanggal 2 Januari 2016.  Kata sutradaranya sih, akan ada penampilan istimewa dari Daehan, Minguk, Manse dalam satu episode. Hanya saja dia gak mau ngasih tahu episode berapa. Takutnya penonton gak fokus pada cerita tapi malah nungguin bagian Daehan, Minguk, Manse aja. Oke, baiklah. Ditunggu!

Anggap saja itu kabar gembira untuk kita semua. Sampai saat ini saya pikir saya belum mau mengucapkan selamat tinggal untuk keluarga Song. Mungkin nanti. Pihak produksi The Return Of Superman bilang mereka masih punya banyak footage dari keluarga Song yang bisa ditampilkan di layar televisi paling tidak sampai bulan Februari 2016. Tapi saya tetap berharap keputusan mereka untuk meninggalkan The Return of Superman bisa dibatalkan. Bisa kan ya? Namanya juga harapan..

Meanwhile for Song Il Gook's fans, don't forget to watch Jang Yeong Sil start January 2nd 2016. The director of the drama said that there will be one episode which Daehan, Minguk, Manse will be appearing as cameo although he doesn't give us clue what episode it will be. Let's say that is one happy news for the fans. I think I won't say goodbye to Song family yet. The production team of Superman Is Back said they still have plenty of footage left for the show. It's enough for keeping us entertain with the cuteness of Daehan, Minguk, Manse and Song Il Gook on TV screen at least until February 2016. Well, that's one thing to be thankful of. But i keep my wish the decision of they departure will be cancel ( can i?). 




Menurut kalian bagaimana? Silahkan komen di bawah ini ya. Terima kasih.

Tell me what do you think on the comment tab below. Thank you for reading. 

Disclaimer: 
At first I wrote this in English but then i realized that some of my readers especially Daehan, Minguk, Manse's fans from Indonesia probably found it hard to understand. So i decided to write this blog post in dual language. So this is not a translation from some blog posts. This is truly me trying to writing in English. All pictures credit as tag. 

Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya


Disclaimer : 

Ditulis setelah habis nyampah di status tentang keselnya jawaban ujian final statistik yang tidak lengkap dan mengumumkan ketidakmenangan (bukan kalah yah..hehehe) dalam satu ajang lomba dan teringat Trash oppa di Reply 1994


Ini bukan jargon atau postingan yang berbayar dari Dinas Kebersihan Pemerintah, yah. Walaupun saya gak nolak sih kalo memang mau di endorse. (Tapi bayarnya pake tempat sampah ya, mba.. | Aah ya sudahlah lupakan). 


Tapi emang bener bahwa sampah itu memang harus dibuang pada tempatnya. Kalo gak, bisa menyebabkan penyakit, bisa menyumbat saluran air, terus bisa apa lagi anak-anak?  (Hehehe... sok jadi bu guru). Yaaah bisa bikin penampilan kamu yang keren jadi turun derajat, because it's so cheap when you driving a nice car or hold a flagship smartphone and littering. 

Pernah gak melihat sebuah mobil di jalan dan.. tuing..! Dari balik jendelanya terlontar bekas bungkusan, kulit buah, botol minuman atau kresek entah berisi apa. Mobil keluaran gak lebih dri 5 tahun rata-rata harganya diatas 100-an juta OTR kan ya? Masa sih punya duit segitu gak bsa beli tempat sampah? Aku kan sedih liatnya *siapin tissue*. Mampu beli mobil kok yah gak mampu beli tempat sampah.. Muraah lohh tempat sampah mobil itu. 30rb juga ada, kali..


tempat sampah mobil cute
Lucu Lucu Gak Sih Tempat Sampah Mobilnya? 

Atau mungkin karena duitnya habis dipake beli (atau cicil) mobil kali, yah? Beli Pertamax (ah jangan2 premium), bayar ongkos servis berkala dan perintilannya, iya sih memang mahal. But... should we give an excuse for that?

Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya 

Nah kalo yang ini lain lagi. Ini terinspirasi dari satu tugas mata kuliah di kampus. We often read people posting about how they feel, mostly yang ganggu banget itu yg galau dan sedihnya kek dunia mau kiamat aja. Ada juga komentar-komentar yang menggambarkan seluruh isi kebun binatang dalam berbagai bahasa ditambah betapa seseorang merasa lebih pintar dibanding yang lain. Berita atau informasi yang belum tentu akurat datanya  yg dishare karena judul tanpa membaca isi. Sindir menyindir status lalu cekikan ngomongin orang di kolom comment dengan yg lain, atau pasang status/komentar sinis. Pernah melakukannya ? 

Well, I did, several times.

Dari pengamatan random saya, orang sekarang lebih gampang curhat apa aja di media sosial. Senang, sedih, ngantuk, baru bangun tidur, gagal lomba, menang kontes, apalah ini lah itu lah, semua dengan gampangnya dilempar ke media sosial. Paling parah dari semua menurut saya adalah ketika dimana seseorang lagi emosi lalu dia meraih gadgetnya dan mulai berkicau di media sosial menumpahkan semua amarah dan kesedihannya seakan yg membuatnya merasakan hal itu akan membaca dan peduli. You think? 

Those negative status akan dibaca sekian ratus atau bahkan ribuan orang yang ada didalam lingkaran pertemanan media sosial kita. Hanya untuk satu orang, yang bisa jadi membaca lalu tidak peduli atau malah sama sekali tidak membaca dan tetap tidak peduli. Lebih nyelimet lagi adalah ketika yang merasa malah bukan orang yang dituju. Lalu apa gunanya, coba?

Beberapa hal menarik yang juga seringkali dilakukan orang di media sosial adalah reshare berita/info gak jelas dan berbalas komen-komen pedas sampai sindiran yang entah kapan selesainya. Belum lagi tanpa sadar some of us sering update status pamer. Ok, kadang atas nama 'kebahagiaan" atau memberi motivasi tapi mungkin ada setitik ingin dipuji muncul di hati. Mungkin yah.. Sometimes some people are too impulsive to post such a thing.

Those are things which i categorized as 'sampah perasaan' yang dibuang tidak pada tempatnya karena gak dipikir dulu benar tidaknya atau tepat tidaknya kita melakukan hal itu. Dan seperti juga sampah di dunia nyata yg dibuang sembarangan, sampah perasaan ini akan memberi penyakit (hati), menyumbat saluran rejeki (mungkin juga jodoh-kata teman saya), dan membuat seseorang tidak kelihatan cantik/ganteng apalagi smart. Salah satu contohnya seperti ini : 


Katanya sih Begitu.. 

Ada yang merasa tertampar? Toss dulu lah.. *biar gak malu malu amat* 

Saya setuju those uneasy feelings should be thrown away but i don't think it has to be thrown on social media. Sama seperti sampah yang dibuang di dunia nyata, mungkin saat itu kita bisa terlepas dri sampah tersebut, tapi mengotori space orang lain. Ganggu, bikin penyakit, salah satu indikator penyebab banjir, Xo ditolak, Xa diterima (eh.. yah maaf, baru aja selesai final Statistik)

Mari buang sampah (perasaan) pada tempatnya agar tidak merugikan diri sendiri dan siapa saja. Oiya, semoga tulisan ini tidak termasuk sampah perasaan. Jadi, buang sampah perasaan dimana kita? 


#toyordirisendiri 
#okdone

Serunya Belanja Online Dengan Telunjuk.com

Jadi ceritanya bulan Desember ini selain musim hujan juga musim belanja. Diskon bertabur dimana-mana mah sudah biasa. Voucher belanja di e-commerce ini dan e-commerce itu sudah sering mampir. Saya sebagai shopaholic akut yang pengen tobat hidup damai sejahtera ini sudah pasang kuda-kuda dan mantra biar gak salah arah beli yang gak perlu. Tapi gimana kalau tiba-tiba ada yang nelpon dan nawarin belanja 2,5 juta dibayarin total segala-galanya, ditraktir makan siang, nginap semalam di hotel berbintang sampai bisa traveling ke Gili Trawangan segala? Oh Tuhan.. tolong sayaaaaa!! 


Adalah Telunjuk.com, sahabat belanja para online shopper ini yang menghubungi saya di suatu sore yang basah (halah!). Telunjuk.com sedang membuat satu campaign bertajuk Indonesia Next Smart Shopasista atau kerennya disebut #TelunjukINSS.  Ada enam blogger dari enam kota besar di Indonesia yang terpilih, termasuk saya dari Makassar. Kaget lah! Wong saya gak pernah daftar. Tahu #TelunjukINSS itu dari twit yang berseliweran dari sesama blogger di kota lain. Telunjuk.com itu apa, saya malah gak ngeh sama sekali (meski kemudian sadar, beberapa waktu lalu sempat dapat voucher belanja 1 juta rupiah dari Telunjuk lewat salah satu grup blogger perempuan yang saya ikuti).

Serunya Belanja Online Dengan Telunjuk.com 

Sampai disini ada yang protes gak. kok saya blogger yang gak tahu apa-apa tentang Telunjuk malah terpilih mengikuti #TelunjukINSS ini? 

Well, to tell you the truth, sebenarnya ada empat blogger dari Makassar yang mendaftar mengikuti #TelunjukINSS ini. Ketika dihubungi semuanya gak bisa karena berbagai alasan. Nah saya, out of nowehere dihubungi Telunjuk ternyata punya jadwal yang pas (or should i say dipas-pasin?). And there i was, akhirnya saya lah yang menjadi perwakilan Makassar di #TelunjukINSS. Rejeki emang gak pernah tertukar dan gak pernah salah pintu, bener kan?

So, to paid my due, saya pun mencari tahu tentang Telunjuk.com meski pada saat briefing sudah sempat dijelaskan oleh mbak Marketing Communicationnya. Gak afdol rasanya kalau gak nyari tahu sendiri. 
Telunjuk.com adalah shopping search engine yang digagas oleh anak muda Indonesia yang kreatif. Telunjuk.com diharapkan akan menjadi sahabat terbaik Kita untuk mencari dan memilih barang yang Kita butuhkan. 
Selama ini sebagai pembelanja online, sering kali kita harus buka banyak window untuk menelisik harga barang di ee-commerce tertentu. Dengan Telunjuk.com gak perlu ribet lagi, cukup ketik barang yang sedang dicari dan  Telunjuk.com akan menampilkan pilihan barang tersebut, lengkap dengan harga, diskon, dan promo menarik lainnya, dari puluhan toko online terercaya seperti, Tokopedia, Blanja, Bhinneka, Blibli, Lazada, Groupon, E-Voucher, dan banyak lagi! Praktis kan?

Infographic dibuat oleh Vita Masli, power by Piktochart

Nah, cuma biasanya banyak orang yang kurang begitu suka belanja online (meski ada kemudahan seperti dari Telunjuk.com ini) karena mereka berpikir harga barang di toko offline lebih murah. Belum lagi kwalitas barang bisa dicek dengan mata dan tangan sendiri. Etapi bener gak sih banding-bandingin harga di toko offline memang lebih mudah dan bisa dapat harga lebih murah? 

Jadilah Jumat pagi itu saya ditemani dua puggawa Telunjuk.com yang datang jauh-jauh dari berkelana di kota lain (sebelum Makassar apa ya? Bali kali ya!) menyusuri Mall Panakukkang untuk survey harga. Pengen tahu aja berapa sih harga barang yang saya cari lalu nanti dibandingkan dengan harga di online shop dengan menggunakan bantuan Telunjuk.com. Sebelum survey, saya sempat dihadiahi satu notes cantik dari Telunjuk.com yang saking cantiknya gak pengen saya tulisin tapi harus, hhhhuhuhuhu... Iyah, buat nulis wishlist barang apa saja yang pengen saya beli dengan duit 2,5 juta rupiah itu. Seet daaah.. 2,5 juta rupiah mau beli apa aja ya?

Notes dari Telunjuk.com 
Wishlist telah disusun, Mas Arya dan Mas Ardhi pun sudah selesai ngopi, mari kita susuri Mall Panakukkang. Sesungguhnya window shopping seperti ini, liat-liat aja, banding-bandingin harga buat saya gak masalah. Ngider mall tujuh kali pun saya masih sanggup meski pake wedges 10 cm. Tapi yang saya pikirkan dua cowok ini lohh.. Saya yakin sepernah-pernahnya nemenin pacar mereka jalan ke mall, saya khawatir nemenin saya window shopping lebih melelahkan. Kasian tahu, kalau mereka tiba-tiba pingsan seperti dua orang teman saya yang sempat nemenin saya belanja beberapa waktu lalu. Itulah salah satu alasan saya saat ini agak malas belanja offline. Beda lima ribu aja saya rela ngider lagi nyari yang lebih murah. Kasian yang nemenin kan.. Jadi mending belanja online aja deh!


#TelunjukINSS, Belanja Online Tidak Pernah Se-Exciting Ini. 

Sesi survey harga offline berakhir tanpa korban jiwa (Alhamdulillah...). Sekarang waktunya survey harga online dengan Telunjuk.com di hotel Grand Clarion, Makassar. Kalau ditanya mending mana survey harga offline atau survey harga online, yah saya jelas milih survey harga online. Sudah duduk manis depan laptop aja, buka website telunjuk.com, ketik barang yang kita cari di kolom search dan sambil menimbang-nimbang mana yang terbaik bisa sambil makan siang. Kalau sudah sreg, cek dulu stok barangnya tersedia atau tidak. Jika ada, klik tanda lonceng untuk memasukkan ke daftar wishlist kita. Setelah merasa sudah cukup belanjanya, tinggal klik kunjungi toko dan selesaikan semua proses pembayaran dan pengiriman. Coba..nikmat Tuhan lewat telunjuk.com mana yang kamu dustakan? 

Makan Siangnya Disiapin Hotel Grand Clarion, Makassar. 
Karena #TelunjukINSS gak cuma sekedar belanja online tapi juga perlu smart dan efisien dalam berbelanja, maka saya hanya diberi waktu sejam buat ngabisin duit 2,5juta itu. Biar tahu aja gimana se-smart apa sih seseorang shopaholic belanjain duit 2,5 jeti. Ya ampun.. Sejam??? Saya memang sering ikut lomba blog deket-deket deadline, tapi belanja di bawah tekanan seperti ini mah belum pernah.. huhhuhuhuhuhu... Gak heran, begitu wishlist yang satu gak bisa (karena harganya diatas budget maksimal per item) saya jadi bingung menggantinya pake barang apa. Lihat barang perbandingan di telunjuk.com malah browsing barang lainnya. Duh, saya memang gak konsisten yah. Impulsive buyer banget, hihihi... 

Dipilih kak.. Dipilih Barangnya Lewat Telunjuk.com
Meski begitu, akhirnya saya berhasil menghabiskan 2.479.050 rupiah yang saya belanjakan untuk total 8 item pada satu online shopping saja yaitu di Mataharimall.com. Selain memang harganya masuk akal, bebas ongkir pula. Mulai dari kamera, baju renang, power bank, sampai pelembab anti kerut, hihihi.. Sepertinya tanpa sadar saya sudah merencanakan barang bawaan pendukung liburan ke Gili Trawangan yang bakal dibayarin telunjuk.com nih. Amien... Mohon dukungan dan doanya yah, gaeess! 


Setelah proses belanja lewat telunjuk.com selesai, mas Aryo dan mas Adri pun pamitan karena buru-buru mengejar pesawat balik ke Jakarta. Thanks for the hospitality guys, jangan kapok nemenin saya belanja yaah.. Tahun depan ajak aku lagi aja! Hihihi...

#EdisiPamerFasilitas dari #Telunjukdotcom 


Telunjuk.com, Sahabat Belanja Onlineku

Sudaaah? Gitu aja? 
Iyaah gitu aja. Proses checkout selesai, isi data pengiriman barang dan nunggu barang-barangnya tiba. Jika membandingkan, belanja offline memang asik bisa sambil cuci mata. Tapi saya pikir belanja online gak kalah menarik, bisa kapan saja dan banding-bandingin harga gak perlu bikin pegel kaki. Barang juga sudah terkirim ke tempat kita. Harga barang online bisa jadi kelihatan lebih mahal karena ketambahan ongkos kirim, apalagi untuk daerah luar Jawa yang berasaa banget ongkirnya. Makanya pinter-pinter kita juga sih untuk cari e-commerce yang menggratiskan ongkos kirim. Toh kalau dihitung-hitung, beli barang online plus ongkirnya bisa sama harganya dengan beli barang offline loh. Sudah ribet muter dari satu toko ke toko lain, pake nawar belum tentu dikasih, ngarep diskon jatuh-jatuh harganya masih sama aja, yah mending cari barang di e-commerce terpercaya. Gak pake ribet, gak pake lama. 

Alhamdulilah yah, gara-gara event #TelunjukINSS ini saya jadi punya sahabat belanja baru. Thanks ya telunjuk.com. Sekarang jadi tahu kalau mau belanja online gak perlu ribet, pake telunjuk.com aja!

Nah, kalian mau belanja apa akhir tahun ini? Kalian juga bisa loh ikut membandingkan harga di berbagai pembelanjaan online di telunjuk.com agar bisa mendapatkan barang yang terbaik sesuai kemampuan kita. Yuk jadikan telunjuk,com sahabat belanjamu and be a smart shopper, sista! Mari belanja!!


Tsundoku, Kebiasaan Unik Pembaca Buku



Tsundoku, Kebiasaan Unik Pembaca Buku

Sebagai orang yang katanya suka baca buku (eh iya sih), setiap bulan saya selalu punya alasan untuk mampir sejenak dua jenak di toko buku. Awalnya lihat-lihat deretan 'New Arrival', lalu kemudian mampir ke bagian best seller dan pada akhirnya ngider ke segala penjuru dan berakhir dengan satu dua buku di tangan menuju kasir. Sampai di rumah, bungkus plastiknya di buka, lepasin label harga buku dari plastik dan menempelkannya di bagian dalam sampul baca selembar dua lembar lalu kemudian membiarkannya tergeletak di sisi tempat tidur. Besok-besok ke toko buku lagi, gak tahan untuk tidak beli buku baru lalu kejadian yg sama terulang. Gitu aja terus, sampai akhir tahun bukunya numpuk setinggi2nya. Yang bener-bener dibaca sampai habis hanya beberapa saja. Sounds familiar? Alhamdulillah yah,kalau gitu. Berarti I'm not the only one.

Ternyata kebiasaan seperti itu di Jepang disebut dengan Tsundoku. Ini adalah kata yang menggambarkan seseorang yang membeli buku, lalu  kemudian menumpuk di lantai atau di rak-rak, dan berbagai macam perabot lainnya tanpa membacanya. Kata tsundoku sendiri mulai dikenal pada awal Jepang modern, era Meiji (1868-1912). Diambil dari kata Tsunde oku yang jika diartikan secara harafiah berarti membiarkan sesuatu yang menumpuk dan ditulis. Barulah kemudian saat pergantian abad, oku (おく) dalan kata tsunde oku berganti menjadi doku (読) yang berarti membaca. Berangsur kata tsunde doku yang agak sulit diucapkan itu berganti menjadi tsundoku yang dikenal untuk menggambarkan para penimbun buku. 


Sebenarnya Tsundoku ini sehat gak sih? 

Beberapa menganggap kebiasaan seperti itu cuma buang-buang uang. Ngapain beli buku gak dibaca. Eh ya bener juga sih. Beberapa lainnya tentu punya alasan tersendiri. Saya sendiri bersembunyi dibalik alasan ‘kesibukan’ *uhuk*.  Kerja atau kuliah Senin sampai Jumat, Sabtu dan Minggu tergoda drama Korea dan rapelan tidur, itu gimana coba? Ada juga alasan nabung bacaan buat liburan (which is never happen, karena mending puas-puasin jalan atau tidur. Ini gue aja apa gimana ya?). Alasan berikutnya adalah sebagai referensi tulisan dan bahan pembelajaran (tsaah yang anak kuliahan mah alasannya gitu). Tapi yang jelas sih bukan untuk jadi pajangan semata biar dikira orang yang berintelektual tinggi padahal sih sebenarnya penimbun buku. Serius, nanti juga saya baca kok. Nantiiiii tapi gak tahu kapan, hihihi.. Maunya sih beli buku supaya nambah ilmu, eh ini malah nambah debu. Hiks. 

Kamu pernah seperti itu juga gak sih? Pelan-pelan menjadi Tsundoku atau malah sudah jadi Tsundoku kronis?  Share cerita kamu di sini yah.. Semoga kita bisa menjadi Tsundoku yang tobat, asalkan bukan jadi Sadako. Kalo itu mah ogaaaahhh!!!! 

Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial

Saat ini media sosial tidak lagi hanya sebagai jejaring kita untuk bersilatuhrahmi, tempat pembuangan sampah digital (alias curhat) atau kepoin status orang lain (eh!). Media sosial bisa dipergunakan juga sebagai sarana promosi, entah itu untuk postingan blog terbaru (bagi para blogger), promosi jualan (buat yang dagang online), sampai promosiin jualan orang lain (untuk para buzzer). Update statusnya sih gampang, tapi bagaimana dengan waktunya?


Menurut para pakar social media marketing setiap media sosial punya hari dan waktu yang tepat agar status yang kita posting itu dilirik oleh orang banyak. Nah, lalu bagaimana kalau di hari dan waktu yang tepat itu kita malah gak punya kesempatan untuk posting status? Masih mendingan dikit kalo update status itu untuk promosi kita aja, bagaimana kalau itu untuk promote partner bisnis kita?

Saya teringat sebuah true story yang diceritakan seorang social digital marketer dalam satu workshop beberapa bulan lalu. Ini true storynya Raditya Dika waktu awal-awal dia jadi buzzer salah satu produk. Jadi waktu itu Raditya Dika harusnya ngetwit di waktu yang sudah disepakati. Apa daya ternyata di saat itu Radiya Dika masih berada di pesawat dalam penerbangan ke salah satu kota (lupa gue, Jogja atau Solo). Mau diwakilin ngetwitnya juga gak bisa. karena Radit megang sendiri akun twitternya (dia gak pake asisten, ternyata). Pada akhirnya twit pesanan itu gak bisa diposting sesuai jadwal. Yah... :(

Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial

Nah, itu kejadian beberapa tahun lalu pada saat media sosial belum sesemarak sekarang dipakai menjadi lini promosi. Sekarang hal seperti itu sudah bisa disiasati dengan cara menjadwalkan postingan kita melalui aplikasi tertentu. Nih ya, saya bocorin tiga aplikasi yang saya pake dari sekian banyak aplikasi yang tersedia.

Buffer 

Aplikasi yang paling sering saya gunakan ini bener-bener helpful dan mudah digunakan. Pengguna memasukkan update an status di kolom 'Content' - Queue, (contoh : postingan terbaru di blog) dan Buffer akan mempostingnya sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. Mengenai jadwal, sebenarnya Buffer sudah menyediakan waktu-waktu terbaik untuk postingan kita, tapi kalau mau diset sendiri juga bisa. Biasanya kan ada yang mau bedain waktu postingan di hari kerja dan weekend, silahkan masuk aja ke tab 'Schedule'  dan atur waktunya sesuai dengan keinginan. 1 hari kita bisa mengupdate postingan sampai 5 kali. Untuk mencari tahu seberapa besar impact dari update an status, bisa di cek di tab 'Analytics' - Post. Dari situ bisa kelihatan mana yang popular dan kurang popular sebagai bahan acuan kita juga kan? Toh kalaupun ada update an yang kurang berasa impactnya bisa di 'Re-Buffer' lagi kok. Tenang aja..

Social Media Scheduling AppsOiya, dengan Buffer kita bisa memposting 'update an status' sampai ke 3 akun media sosial yang berbeda seperti Twitter, Facebook, Google+,Pinterest, Linkedin. Di tujuh hari pertama, kita bisa menambahkan sampai 5 media sosial termasuk Pinterest. Setelah itu silahkan memilih apakah ingin tetap free dengan hanya 3 akun saja atau memilih program berbayar yang bisa sampai  10 akun media sosial. Saya sih milih yang gratisan, tentunya. Menurut saya sih itu sudah cukup untuk mempromote update an kita, 1 Fanpage Facebook, 1 Twitter dan 1 Google+.

HootSuite

Sebenarnya jauh sebelum saya menggunakan Buffer, saya sudah lebih dulu mengenal HootSuite. HootSuite adalah alat manajemen media sosial paling populer bagi orang-orang dan bisnis untuk menjadwalkan update an di Facebook, Twitter,Linkedln, Wordpress, Google+ dan Instagram dari satu dashboard berbasis web. Selain bisa mengelola update an di media sosial, HootSuite bisa dipakai untuk pelacakan percakapan dan mengukur hasil kampanye melalui web atau perangkat mobile. Penjadwalan bisa dipilih secara otomatis (Auto Schedule) untuk impact yang lebih baik (menurut HootSuite) atau bisa ditentukan sendiri sesuai keinginan pengguna. 

Perbedaannya dengan Buffer? Menurutku Hootsuite ini lebih lengkap karena kita bisa memantau akun-akun milik kita dari sosial media yang berbeda dalam satu halaman, lengkap dengan timeline, mention, RT, sampai message di Inbox. Hootsuite juga memiliki tab 'Analytics' yang menurutku lebih mudah dipahami, walaupun iyaah sih kalau mau lebih lengkap harus upgrade ke pro dulu a.k.a berbayar. Tapi tenang aja, HootSuite menawarkan layanan gratisan kok yang bisa mengakses 2 laporan Analytics (Twitter dan Facebook overview) meski tidak selengkap jika upgrade ke Pro. Yaiyalah! Lumayan sih buat yang mampunya gratisan aja kek saya :D 

Social Media Scheduling apps


Klout 

Duh asa pernah dengar di mana sih? Hahaha.. nih para Blogger yang selalu resah gelisah gegara Klout Score, pasti agak-agak gimana gitu ya membaca kata 'Klout'. Tapi iyah, emang bener Klout score yang menurut beberapa Blogger itu penting banget itu punya aplikasi untuk scheduling update status juga, hanya untuk Twitter saja. Laahh? Semacam Tweetdeck, dong.. cuma bisa scheduling update an twit. Yah gak gitu juga sih.. 

Social Media Scheduling Apps

Klout ini sebenarnya juga bisa dipakai untuk mengukur dan mentrack seberapa besar  impact dari akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Linkedn, Blogger, YouTube, Flickr, Foursquare, Pinterest, Tumblr, Wordpress, Last.fm, Flicker dan Yammer yang kita punya. Klout juga menyediakan waktu terbaik untuk ngetwit yang berbeda dengan Buffer dan HootSuite serta kita bisa mengetahui apa yang sedang trending sesuai topik yang kita pilih. In other way, jika akun kita sering memposting mengenai topik tertentu, bisa jadi Klout menganggap kita expert di topik tersebut dan memajangnya di side bar 'Top Expert'. Lumayan kan kalau ada yang mau follow akun kita :D. Bisa naik-naikin Klout Score, kan yah.. 


Social Media Scheduling Apps

Final Thought 

Sebenarnya masih banyak aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang tersedia. Sebut saja Tweetdeck (aku juga pake ini sebenarnya), Seesmic, SocialFlow (hampir sama dengan Buffer), SpreadFast dan berderet aplikasi lainnya. Menentukan mau milih yang mana, tentu saja kembali dari selera masing-masing. Seseorang bisa saja menganggap Buffer ribet dan Tweetdeck lebih mudah, misalnya tapi yang lain mungkin lebih memilih Buffer karena lebih banyak media sosial yang bisa dihubungkan untuk satu postingan. 

Saya pribadi pada akhirnya memakai 4 (iyah, empat!) aplikasi untuk  penjadwalan posting media sosial, karena alasannya simple saja : semua aplikasi memiliki kekurangan dan kelebihan yang bisa saling melengkapi. Berhubung saya juga selalu memilih yang gratisan pula, jadi kalau aplikasi yang satu sudah membatasi postingan saya untuk hari ini sementara masih perlu menjadwalkan beberapa postingan lainnya di hari yang sama, saya bisa menggunakan aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang berbeda. Praktisnya, saya pun bisa menggunakan aplikasi-aplikasi ini di handphone atau tablet. Jadi gak ada cerita seperti Raditya Dika yang gagal posting twit berbayarnya gara-gara masih di atas pesawat. 

Nah, kalian gimana? Ada yang pake aplikasi untuk penjadwalan posting di media sosial? Share di bagian komen, dong. Makasih yah..