Sebagai orang yang katanya suka baca buku(eh iya sih), setiap bulan saya selalu punya alasan untuk mampir sejenak dua jenak di toko buku. Awalnya lihat-lihat deretan 'New Arrival', lalu kemudian mampir ke bagian best seller dan pada akhirnya ngider ke segala penjuru dan berakhir dengan satu dua buku di tangan menuju kasir. Sampai di rumah, bungkus plastiknya di buka, lepasin label harga buku dari plastik dan menempelkannya di bagian dalam sampul baca selembar dua lembar lalu kemudian membiarkannya tergeletak di sisi tempat tidur. Besok-besok ke toko buku lagi, gak tahan untuk tidak beli buku baru lalu kejadian yg sama terulang. Gitu aja terus, sampai akhir tahun bukunya numpuk setinggi2nya. Yang bener-bener dibaca sampai habis hanya beberapa saja. Sounds familiar? Alhamdulillah yah,kalau gitu. Berarti I'm not the only one.
Ternyata kebiasaan seperti itu di Jepang disebut dengan Tsundoku. Ini adalah kata yang menggambarkan seseorang yang membeli buku, lalu kemudian menumpuk di lantai atau di rak-rak, dan berbagai macam perabot lainnya tanpa membacanya. Kata tsundoku sendiri mulai dikenal pada awal Jepang modern, era Meiji (1868-1912). Diambil dari kata Tsunde oku yang jika diartikan secara harafiah berarti membiarkan sesuatu yang menumpuk dan ditulis. Barulah kemudian saat pergantian abad, oku (おく) dalan kata tsunde oku berganti menjadi doku (読) yang berarti membaca. Berangsur kata tsunde doku yang agak sulit diucapkan itu berganti menjadi tsundoku yang dikenal untuk menggambarkan para penimbun buku.
Sebenarnya Tsundoku ini sehat gak sih?
Beberapa menganggap kebiasaan seperti itu cuma buang-buang uang. Ngapain beli buku gak dibaca. Eh ya bener juga sih. Beberapa lainnya tentu punya alasan tersendiri. Saya sendiri bersembunyi dibalik alasan ‘kesibukan’ *uhuk*. Kerja atau kuliah Senin sampai Jumat, Sabtu dan Minggu tergoda drama Korea dan rapelan tidur, itu gimana coba? Ada juga alasan nabung bacaan buat liburan (which is never happen, karena mending puas-puasin jalan atau tidur. Ini gue aja apa gimana ya?). Alasan berikutnya adalah sebagai referensi tulisan dan bahan pembelajaran (tsaah yang anak kuliahan mah alasannya gitu). Tapi yang jelas sih bukan untuk jadi pajangan semata biar dikira orang yang berintelektual tinggi padahal sih sebenarnya penimbun buku. Serius, nanti juga saya baca kok. Nantiiiii tapi gak tahu kapan, hihihi.. Maunya sih beli buku supaya nambah ilmu, eh ini malah nambah debu. Hiks.
Kamu pernah seperti itu juga gak sih? Pelan-pelan menjadi Tsundoku atau malah sudah jadi Tsundoku kronis? Share cerita kamu di sini yah.. Semoga kita bisa menjadi Tsundoku yang tobat, asalkan bukan jadi Sadako. Kalo itu mah ogaaaahhh!!!!
Saat ini media sosial tidak lagi hanya sebagai jejaring kita untuk bersilatuhrahmi, tempat pembuangan sampah digital (alias curhat) atau kepoin status orang lain (eh!). Media sosial bisa dipergunakan juga sebagai sarana promosi, entah itu untuk postingan blog terbaru (bagi para blogger), promosi jualan (buat yang dagang online), sampai promosiin jualan orang lain (untuk para buzzer). Update statusnya sih gampang, tapi bagaimana dengan waktunya?
Menurut para pakar social media marketing setiap media sosial punya hari dan waktu yang tepat agar status yang kita posting itu dilirik oleh orang banyak. Nah, lalu bagaimana kalau di hari dan waktu yang tepat itu kita malah gak punya kesempatan untuk posting status? Masih mendingan dikit kalo update status itu untuk promosi kita aja, bagaimana kalau itu untuk promote partner bisnis kita?
Saya teringat sebuah true story yang diceritakan seorang social digital marketer dalam satu workshop beberapa bulan lalu. Ini true storynya Raditya Dika waktu awal-awal dia jadi buzzer salah satu produk. Jadi waktu itu Raditya Dika harusnya ngetwit di waktu yang sudah disepakati. Apa daya ternyata di saat itu Radiya Dika masih berada di pesawat dalam penerbangan ke salah satu kota (lupa gue, Jogja atau Solo). Mau diwakilin ngetwitnya juga gak bisa. karena Radit megang sendiri akun twitternya (dia gak pake asisten, ternyata). Pada akhirnya twit pesanan itu gak bisa diposting sesuai jadwal. Yah... :(
Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial
Nah, itu kejadian beberapa tahun lalu pada saat media sosial belum sesemarak sekarang dipakai menjadi lini promosi. Sekarang hal seperti itu sudah bisa disiasati dengan cara menjadwalkan postingan kita melalui aplikasi tertentu. Nih ya, saya bocorin tiga aplikasi yang saya pake dari sekian banyak aplikasi yang tersedia.
Buffer
Aplikasi yang paling sering saya gunakan ini bener-bener helpful dan mudah digunakan. Pengguna memasukkan update an status di kolom 'Content' - Queue, (contoh : postingan terbaru di blog) dan Buffer akan mempostingnya sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. Mengenai jadwal, sebenarnya Buffer sudah menyediakan waktu-waktu terbaik untuk postingan kita, tapi kalau mau diset sendiri juga bisa. Biasanya kan ada yang mau bedain waktu postingan di hari kerja dan weekend, silahkan masuk aja ke tab 'Schedule' dan atur waktunya sesuai dengan keinginan. 1 hari kita bisa mengupdate postingan sampai 5 kali. Untuk mencari tahu seberapa besar impact dari update an status, bisa di cek di tab 'Analytics' - Post. Dari situ bisa kelihatan mana yang popular dan kurang popular sebagai bahan acuan kita juga kan? Toh kalaupun ada update an yang kurang berasa impactnya bisa di 'Re-Buffer' lagi kok. Tenang aja..
Oiya, dengan Buffer kita bisa memposting 'update an status' sampai ke 3 akun media sosial yang berbeda seperti Twitter, Facebook, Google+,Pinterest, Linkedin. Di tujuh hari pertama, kita bisa menambahkan sampai 5 media sosial termasuk Pinterest. Setelah itu silahkan memilih apakah ingin tetap free dengan hanya 3 akun saja atau memilih program berbayar yang bisa sampai 10 akun media sosial. Saya sih milih yang gratisan, tentunya. Menurut saya sih itu sudah cukup untuk mempromote update an kita, 1 Fanpage Facebook, 1 Twitter dan 1 Google+.
HootSuite
Sebenarnya jauh sebelum saya menggunakan Buffer, saya sudah lebih dulu mengenal HootSuite. HootSuite adalah alat manajemen media sosial paling populer bagi orang-orang dan bisnis untuk menjadwalkan update an di Facebook, Twitter,Linkedln, Wordpress, Google+ dan Instagram dari satu dashboard berbasis web. Selain bisa mengelola update an di media sosial, HootSuite bisa dipakai untuk pelacakan percakapan dan mengukur hasil kampanye melalui web atau perangkat mobile. Penjadwalan bisa dipilih secara otomatis (Auto Schedule) untuk impact yang lebih baik (menurut HootSuite) atau bisa ditentukan sendiri sesuai keinginan pengguna.
Perbedaannya dengan Buffer? Menurutku Hootsuite ini lebih lengkap karena kita bisa memantau akun-akun milik kita dari sosial media yang berbeda dalam satu halaman, lengkap dengan timeline, mention, RT, sampai message di Inbox. Hootsuite juga memiliki tab 'Analytics' yang menurutku lebih mudah dipahami, walaupun iyaah sih kalau mau lebih lengkap harus upgrade ke pro dulu a.k.a berbayar. Tapi tenang aja, HootSuite menawarkan layanan gratisan kok yang bisa mengakses 2 laporan Analytics (Twitter dan Facebook overview) meski tidak selengkap jika upgrade ke Pro. Yaiyalah! Lumayan sih buat yang mampunya gratisan aja kek saya :D
Klout
Duh asa pernah dengar di mana sih? Hahaha.. nih para Blogger yang selalu resah gelisah gegara Klout Score, pasti agak-agak gimana gitu ya membaca kata 'Klout'. Tapi iyah, emang bener Klout score yang menurut beberapa Blogger itu penting banget itu punya aplikasi untuk scheduling update status juga, hanya untuk Twitter saja. Laahh? Semacam Tweetdeck, dong.. cuma bisa scheduling update an twit. Yah gak gitu juga sih..
Klout ini sebenarnya juga bisa dipakai untuk mengukur dan mentrack seberapa besar impact dari akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Linkedn, Blogger, YouTube, Flickr, Foursquare, Pinterest, Tumblr, Wordpress, Last.fm, Flicker dan Yammer yang kita punya. Klout juga menyediakan waktu terbaik untuk ngetwit yang berbeda dengan Buffer dan HootSuite serta kita bisa mengetahui apa yang sedang trending sesuai topik yang kita pilih. In other way, jika akun kita sering memposting mengenai topik tertentu, bisa jadi Klout menganggap kita expert di topik tersebut dan memajangnya di side bar 'Top Expert'. Lumayan kan kalau ada yang mau follow akun kita :D. Bisa naik-naikin Klout Score, kan yah..
Final Thought
Sebenarnya masih banyak aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang tersedia. Sebut saja Tweetdeck (aku juga pake ini sebenarnya), Seesmic, SocialFlow (hampir sama dengan Buffer), SpreadFast dan berderet aplikasi lainnya. Menentukan mau milih yang mana, tentu saja kembali dari selera masing-masing. Seseorang bisa saja menganggap Buffer ribet dan Tweetdeck lebih mudah, misalnya tapi yang lain mungkin lebih memilih Buffer karena lebih banyak media sosial yang bisa dihubungkan untuk satu postingan.
Saya pribadi pada akhirnya memakai 4 (iyah, empat!) aplikasi untuk penjadwalan posting media sosial, karena alasannya simple saja : semua aplikasi memiliki kekurangan dan kelebihan yang bisa saling melengkapi. Berhubung saya juga selalu memilih yang gratisan pula, jadi kalau aplikasi yang satu sudah membatasi postingan saya untuk hari ini sementara masih perlu menjadwalkan beberapa postingan lainnya di hari yang sama, saya bisa menggunakan aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang berbeda. Praktisnya, saya pun bisa menggunakan aplikasi-aplikasi ini di handphone atau tablet. Jadi gak ada cerita seperti Raditya Dika yang gagal posting twit berbayarnya gara-gara masih di atas pesawat.
Nah, kalian gimana? Ada yang pake aplikasi untuk penjadwalan posting di media sosial? Share di bagian komen, dong. Makasih yah..
Kalian tahu kan saya suka banget sama Daehan, Minguk, Manse. Saking sukanya sama mereka, saban Minggu malam saya sudah nyiapin quota data untuk streaming video The Return Of Superman yang tayang di KBS2 TV. Meski tanpa subbed bahasa apapun tetap seru loh nonton part Daehan, Minguk, Manse ini. *Thanks to SIK thread forum for the help of providing the link*
Edisi minggu ini, episode 108 adalah episode yang menarik banget. Bukan hanya untuk fans Song triplets, saya pikir episode kali ini juga menarik buat para orang tua. Jadi ceritanya, Song Il Gook ngejailin Daehan, Minguk, Manse dengan berpura-pura menghukum mereka. Sebenarnya gak bener-bener jail sih, Il Gook appa penasaran aja pengen tahu apa sih yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan oleh Daehan, Minguk, Manse. Seperti kebanyakan orangtua, Song Il Gook juga pengen tahu anaknya itu beneran sayang gak ya pada dirinya. Maka dibuatlah skenario di mana ketika mereka bermain, satu persatu mereka di tarik ke kamar mereka dan didudukkan di 'thinking chair'.
Thingking Chair adalah metode Song Il Gook untuk mendisplinkan anaknya ketika mereka nakal atau melakukan kesalahan. Daehan, Minguk, Manse akan duduk di kursi yang menghadap tembok kamar selama 5 menit dan diminta merenungkan kesalahan mereka.
Song Il Gook dengan Ketawa Jailnya Memperhatikan Reaksi Daehan di Thinking Chair
Ketika giliran Manse 'dikerjain', dia nurut saja walaupun sempat nanya kenapa dia harus duduk di thinking chair sementara dia merasa tdk melakukan berbuat kesalahan. Namanya juga anak-anak, masih polos dan belum tahu ini hanya akal2an Song Il Gook pengen tahu perasaan terdalam Manse. Ya kali ada hal tertentu yang Manse segan katakan pada orangtua, ya kan?
Maka dikeluarkanlah mainan robot yg bisa bicara untuk mengorek perasaan Manse. Sebenarnya robot ini dikendalikan oleh Song Il Gook dari kamar sebelah. Suara si robot berasal dari Song Il Gook juga. Melalui monitor, Song Il Gook bisa melihat reaksi dari anak-anaknya. Ternyata meski kembar, Daehan, Minguk, Manse punya reaksi yang berbeda. Daehan serius banget menjalani hukuman sampe-sampe robotnya sengaja dibuat jatuh oleh bapaknya dari ruangan sebelah, Daehan mah cuma ngelirik doang. Minguk yang walau masih sedih dihukum, dia masih sempat bersikap ramah, Manse malah surprisingly curhat segala sama si robot ketika ditanya kenapa dia bisa ada di kamar sendirian.
Song Manse, tadinya sedih jadi ceria. Ada yang nanyain sih...
"Aku tidak tahu kenapa aku dihukum. Appa tiba-tiba membawaku ke sini,"jawab Manse. Lagi seru-serunya ngobrol, tiba-tiba Il Gook appa masuk ke kamar untuk ngecek. Manse pun dengan polosnya mengaku tadi dia ngobrol dengan robot. Ketika dia ingin memperlihatkan sang robot pada Il Gook, si robot tiba-tiba hilang. Sumpah ngakak banget liat ekspresi Manse. Dia gak tahu aja, om kameramen yang ngumpetin si robot atas kode dari Song Il Gook. Begitu appanya keluar kamar, si robot muncul lagi.
Meski baru 'mengenal' si robot yang entah datang dari mana, Manse kelihatan sangat nyaman ngobrol sekaligus curhat dengan si robot. Manse sempat-sempatnya cerita kalau dia menyukai appanya karena Song Il Gook itu "Gwiyowo" alias imut.. Ahay!
Manse juga cerita apa yang membuatnya bahagia dan sedih. "Aku senang maen perosotan tapi aku sedih kalo dimarahin appa." ooowww...
See, setiap manusia sepertinya punya kecenderungan untuk curhat, entah itu pada orang terdekat, sosial media,blog,diary (eh masih ada yang punya?), atau barisan semut-semut di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya,"sedang apa di sini?" dan hap, lalu ditangkap! *Ehhh malah nyanyi* Bisa juga pada mainan.
Beneran niat curhat atau curcol alias curhat colongan, bisa dilakukan siapa saja dan terjadi di mana saja. Ketika sedang sedih atau galau trus tiba-tiba ada yang kelihatannya perhatian dan nanya,"kamu kenapa?" gak berasa keluar deh semua uneg-unegnya. Tidak terkecuali pada anak-anak, seperti yang kejadian pada Song Manse. Metode ini mungkin bisa dipraktekin buat orangtua lyang pengen tahu perasaan terdalam anak-anaknya. Atau ada yang punya metode lain? Silahkan curhat share di sini *dan blog ini mendadak jadi blog parenting gara-gara Song Manse*. Yuk.. !
Sehari-hari selalu ada saja hal yang terjadi di luar dugaan kita. Momen-momen yang tak akan terulang dan harus diabadikan saat itu juga. Bisa jadi, inilah yang menjadi alasan Huawei mengeluarkan seri G8 dengan kamera depan 13 MP beserta fitur-fitur canggih untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Huawei G8, Tangkap Semua Momen!
Huawei G8 mempunyai fitur utama yang patut diacungi jempol. Itu gak lain gak bukan adalah fingerprint scanner yang bisa mengenali sidik jari sehingga handset dapat di-unlock dengan cepat. Fitur ini membuat G8 cocok untuk penggila fotografi, apalagi street photography yang butuh kesigapan dalam menangkap momen. Coba liat deh hasil fotonya :
Rear camera G8 juga memiliki toleransi yang baik pada pencahayaan rendah,loh. Jadi kita tetap bisa memotret di malam hari dengan hasil foto yang tetap tajam. Ada anti shocknya juga, hasil foto G8 akan tetap tajam tanpa ada efek goyang. Pas banget nih buat yang suka nonton konser. Fancamnya bisa pooolll deh... Hehehe..
Jangan khawatir bentar-bentar lowbat karena kapasitas baterai yang dimiliki Huawei G8 itu adalah 3000mAh. Semakin banyak kesempatan kita deh, untuk terus mengabadikan semua kejutan sehari penuh. Jadi, rasanya untuk menemani aktivitas sehari-hari, Huawei G8 memang pantas jadi pilihan kita. Nah, daripada penasaran, langsung googling aja,lah yah... Huawei G8, tangkap semua momen!
Setelah di postingan sebelumnya saya sedikit memberi gambaran tentang event YouTube Creator's Day di Makassar, and i even made a video to introduce you to my YouTube Channel, now it's time to talk more about it.
YouTube sebenarnya gak asing bagi kita. Faktanya, ada 1 milyar pengguna YouTube per bulan, 4 milyar views per hari, 6 juta jam video ditonton setiap bulannya dan diestimasi 300 jam video yang diupload ke YouTube per menit dari 73 negara. How cool is that?
Why Do I Need YouTube?
Ngaku deh, ke mana kita mencari video music terbaru dari One Direction, Adele, Taylor Swift, Psy, Super Junior, Big Bang, EXO dan masih banyak musisi lainnya kalau bukan di YouTube. Music memang merupakan topik yang paling banyak di cari di YouTube sepanjang tahun 2014. Jangankan musik, mau nonton variety show Korea aja bisa kok di YouTube. Belajar masak, cara dandan, bahkan belajar statistik pake SPSS (ini gue....) juga ada. Kata dosen saya,"Apa sih yang tidak bisa kita temukan di YouTube?" For some people, YouTube can be really helpful to make them understand better of one topic rather than just read the manual. Visual rocks, babe!
Bener loh! Ada sebuah channel YouTube di Thailand yang khusus membahas tentang mancing (ikan yaah.. bukan mancing cowok apalagi keributan). Subscribernya sampai 40 ribu orang. Di negara yang sama, ada juga channel make up tutorial. Bukan buat dandanin kita tapi buat dandanin mayat. Dan itu subcribernya juga banyaaaak banget. Di banyak negara juga bermunculan channel yang memperlihatkan orang maen game. Halah! Apa menariknya coba? Eh tapi buat para gamers itu seru loh.. Makanya subscriber dan viewsnya juga banyak banget.
Pics from watchmojo.com
Masih banyak lagi channel lain di seluruh jagad YouTube yang ternyata gak cuma sekedar sebagai hiburan buat penontonnya, tapi juga bisa membuka dunia baru bagi banyak orang termasuk creatornya. Masih ingat asal muasal Justin Bieber bisa seterkenal sekarang? Yes, he's one of YouTube shooting stars yang bersinar melalui video-video amatirnya yang sedang bernyanyi dan ditonton oleh banyak orang hingga menarik perhatian produser musik. Michelle Phan, adalah seorang YouTuber yang awalnya cuma seneng berbagi tutorial make up dengan menggunakan webcam laptopnya, sekarang sudah dikontak Lancome bahkan punya brand make up sendiri. Ih, keren banget kan ya?
Banyak orang yang mempergunakan YouTube accountnya hanya untuk sekedar menjadi penonton dari semua kreasi-kreasi orang lain. Apa itu salah? Gak juga. Tapi gimana kalau ada skill tertentu dari diri kita yang pantas dishare dan berguna untuk orang banyak? Why you should hide behind the display of your gadget when you have so much to offer rather than just watching? You can do something, too. You can be YouTube creator, too. We can be YouTubers.
Semua Berasal Dari Hobi
Di Indonesia sudah banyak loh selebrities kondang yang lahir dari YouTube atau mempergunakan YouTube sebagai partnernya. Sebut saja Raditya Dika, Skinny Indonesian24, malesbangetdotcom, Endho Zell, Chandra Liow dan beberapa nama lainnya. Mereka ini tidak bernyanyi juga tidak berbagi trik make up tapi lebih kepada hal-hal sehari-hari yang dibungkus secara komedi dan kadang gak kepikiran sama orang lain. Malah channel Kok Bisa membuat konsep hal yang sulit dimengerti orang lain menjadi.. makin sulit eh, jadi lebih mudah dipahami. At least, begitulah harapan mereka.
Dan jika kita (kamu, saya dan orang-orang yang bakal kamu share postingan ini) ingin seperti mereka, sebenarnya gak susah. Kalau kata mba Niken Sasmaya (Strategic Partner Team Lead YouTube South East Asia and New Zealand),"Semua berasal dari hobi."
Sama seperti para blogger menuliskan apa yang mereka suka atau hobi yang mereka tekuni, begitu pula para YouTuber.
Raditya Dika senang menulis dan stand up comedy, dia berbagi tentang stand up comedy dan skenarionya yang divideokan. Michelle Phan senang dandan, maka dia buat channel tutorial make up. Justin Bieber suka nyanyi, dia buat channel YouTube yang isinya video dia nyanyi.
We can start make a YouTube channel based on what we're into. Nah, sekarang kamu sukanya apa? Suka masak? Banyak tuh YouTubers yang bikin channel masak. Suka jahit? Ada kok yang share tutorial jahit menjahit. Suka matematika, fisika, biologi, statistik atau bahasa? Ada banyak tutorial how to mempelajari hal-hal tersebut. Buat channel video editan kreasi sendiri (kek YouTube Channel Vita Masli), bisa banget!
Tapi gue kan blogger. Gue gak perlu jadi YouTuber.
Terserah sih, but you know what? Saat ini orang lebih gampang menerima satu pesan melalui visual. Ada hal-hal yang lebih mudah dijelaskan melalui gambar atau video, kata salah satu dosen saya. Faktanya, postingan di blog dengan visual kemungkinannya lebih besar untuk dishare di social media dan menjadi viral dibanding yang sepi dengan visual.
I'm not saying being blogger bakal basi, tapi dengan memvideokan content blog kita dan memblogkan isi video kita, isn't that better? If you find it hard to write, YouTube it aja!
How To Start Your Own YouTube Channel
Sebenarnya gak susah kok untuk memulai mempunyai channel YouTube kamu sendiri. Ini dia tips dari team YouTube South East Asia and New Zealand yang saya serap dari event YouTube Creator's Day di Makassar :
1. Punya Akun YouTube
Hal paling dasar adalah pastikan sudah punya YouTube account. Untuk yang sudah punya akun Gmail, sebenarnya secara otomatis sudah memiliki akun YouTube. Tinggal sign up aja di website YouTube pake akun gmail kamu, isi data yang perlu dan paling akhir klik 'create YouTube account'. Voila.. welcome to YouTube!
2. Upload Video Pertama
Ya iyalah.. gimana caranya mau punya channel YouTube sendiri kalau gak punya video untuk ditonton? Cukup sekedar say hi ke jagad raya YouTube via webcam laptop atau camera smartphonemu juga tak mengapa. Bisa juga foto-foto yang disambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia lewat aplikasi video sederhana. Malu menampilkan diri kamu dalam video? Gak masalah. Saya juga awalnya gitu. For first starter, gak perlu yang ribet-ribet deh. Just do it!
Channel YouTube itu seperti channel televisi yang isinya tayang-tayangan sesuai dengan niche yang kamu suka. Bisa tentang musik (yg suka cover lagu, boleh loh show up your performance), cerita keseharian, tutorial, film pendek, apa aja yang kamu suka. Saya misalnya, berhubung suka ngedit video dan kebetulan kurang sreg dengan salah satu musik video K-Pop, akhirnya saya buat versi action dari musik video aslinya dengan gabungan beberapa footage sebagai video YouTube pertamaku.
Jika punya beberapa jenis konten yang berbeda, kita bisa mengatur konten tersebut sama seperti kita mengatur category di blog. Atur semua konten dalam kategori-kategori yang kita buat agar memudahkan pengunjung dan sekaligus bisa menjadi cara agar mereka lebih lama di channel kita.
4. Berinteraksilah dengan Fans
Ceileeh.. belum apa-apa sudah punya fans aja. Tapi begitulah team YouTube menyebut pengunjung yang subscribe atau hanya sekedar nonton dan memberi komentar di video kita. Ya, sama halnya jika postingan di blog kita dikomentari pembaca, kita pun sebaiknya membalas komen tersebut untuk menciptakan interaksi. Tidak hanya lewat berbalas komen, kita juga berinteraksi langsung dengan subscriber kita melalui live video seperti yang dilakukan Miley Cyrus beberapa waktu lalu saat peluncuran single terbarunya. Dengan begitu jarak antara fans dan artis seakan tidak ada, malah seperti ngobrol dengan teman saja. Rasanya jadi lebih akrab, gitu kan..?
5. Tunjukkan Sisi Personal
Apakah kamu humoris, lucu-lucu menggemaskan, tampang serius tapi kalau ngomong sudah kek stand up comedy-an, penyiar yang sekaligus blogger dan suka ngedit video K-POP/ OST K-Drama (itu gueeee!!!), tunjukkan sisi personal kamu dalam video-video yang kamu upload. It can be your personal branding.
Pemirsa suka merasa seperti mereka adalah bagian dari society atau percakapan. Jika kita bisa membuat mereka merasakan keduanya, mereka akan tetap mangkal di channel kita. Kesempatan untuk menunjukkan brand diri yang baik dengan optimal bisa membawa kita lebih dekat pada impian. Menjadi partner YouTube dan mendapatkan revenue, just like all YouTubers yang sudah sukses dan kamu subscribe itu. Oya betewe, sudah subscribe YouTube Channel Vita Masli ? Subscribe dong please.. yah.. yah.. yah...
Next Post : Partnering With YouTube and Make Revenue From Your Videos
Nah itu dia beberapa tips hasil workshop YouTube Creator's Day di Makassar. See, gak sulit kan untuk memulai channel YouTube kamu sendiri? Sebenarnya tanpa event ini YouTube sudah terkenal kok, konten video di YouTube juga sudah banyak. Tapi ternyata, YouTube berharap, dengan semakin banyak creator dan talent yang bisa ditemukan akan membuat YouTube jadi lebih 'berwarna' dengan konten dari keberagaman skill. Dan Indonesia sangat punya potensi untuk itu.
Nah loh, sekarang pertanyaannya : Kamu siap gak?
Since you already know how to start your own YouTube channel, saya jadi penasaran kira-kira kalau kamu punya YouTube Channel kontennya seperti apa sih? Silahkan berbagi di sini dan jangan ragu untuk memulainya. If they can do it, you can do, too. Let's start your own YouTube Channel!
Gara-gara ikut workshop YouTube Creator's Day di Makassar hari Sabtu lalu, rasa 'demen tampil' kembali berkobar. Sudah tahu kan kalau selama ini saya memang punya YouTube Channel dengan content Music Video hasil editan sendiri dari OST K-Drama yang aku suka. Tapi gak pernah kepikiran untuk menampilkan diri sendiri dalam video apapun.
Sampai kemudian saya di encourage oleh Niken Sasmaya, Strategic Partner Manager YouTube South East Asia dan Eno Bening salah satu YouTubers kondang Indonesia di event YouTube Creator's Day. Sudah gak jaman lagi sih malu-malu tampil. Meski jika pun masih gak pengen tampil depan layar, ada caranya juga. Yang penting sudah punya YouTube akun aja sih. That's the first thing to start to be YouTuber.
What I Got From YouTube Creator's Day in Makassar
Selama lebih kurang 3 jam, Niken dan Eno berbagi banyak hal pada Youtubers Makassar. It was so inspiring. I made a video for giving you a slight brief of the event. It's actually my first video blog which i encourage myself to show up in the video.
It's not fancy and everything, but i did it myself. No script, no team for lighting, cameraman or make up. It took 2 takes for the opening ment and a lot of takes for the closing. I recorded the whole scenes with my Samsung Galaxy A5. I even edit this video myself (as usual). Jadi kalau ada yg komentar 'Ah, ngomongnya belibet," atau audionya gak jelas, yeahh silahkan coba bikin sendiri dulu yah..
Kalau aku sih, for the first timer and with no special equipment, I'm proud of what I've done. Please watch this video below and subscribe to my YouTube Channel, if you will.
More details about how to start your own YouTube Channel, the tips, the tricks and how to monetize (atau dengan kata lain gimana menghasilkan uang dari YouTube seperti YouTubers yang sering kita tonton itu), will be published soon.
If you have question about how to make a video and YouTube, please put your comment below. I would be happy to answer it on my next blog post. Thank you...
Perempuan memang identik dengan belanja. Gak di pasar, gak di mall,perempuan selalu ada memenuhi tempat perbelanjaan. Apalagi kalau belanja item fashion. Duh.. terkadang bawa satu tentengan saja gak cukup. Kadang dari satu lantai ke lantai mall sampe nyebrang ke mall sebelah juga dilakonin, apapun demi kepuasan belanja yang maksimal. Yang belanja sih gak ngerasain pegelnya, tapi yang nemenin kita belanja itu loh. Kasian, sempat ada yang semaput gara-gara menemani aku belanja. Hihihi..maap yaaa!
Sekarang belanja fashion dan bahkan apapun lebih praktis. Gak perlu ngiterin mall, cukup terhubung ke internet aja display gadget kita sudah seperti jendela display toko apapun dari seluruh dunia. Dengan semakin banyak orang yang familiar dengan penggunaan gadget, tingkat kesibukan dan perkembangan teknologi, belanja online menjadi opsi untuk mendapatkan yang kita inginkan. Belanja online itu enak. Tidak terpengaruh pada macet dan cuaca, harga bisa dibandingkan dengan mudah dan tawaran diskon gede pun ada. Gak heran makin banyak yang tertarik untuk berbelanja online. Bagi yang hobi berbelanja, penawaran diskon adalah anugerah tersendiri yang sayang untuk dilewatkan, yes?
HarBolNas 1212, Pesta Diskon Online
Makanya aku senang banget ketika dicanangkan Hari Belanja Online Nasional atau HARBOLNAS di tanggal 12 Desember 2012 atau disingkat 1212. Harbolnas dirancang untuk menandingi Black Friday, Cyber Monday, dan Singles Day di luar negeri, sebagai bentuk ucapan terimakasih para e-commerce kepada para pelanggannya seperti kita ini. Sekaligus juga untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online (daring) dengan aman dan nyaman.
Di tahun pertama Harbolnas, ada 7 e-commerce yang berpartisipasi. Bertahap e-commerce yang bergabung pun makin bertambah. Tahun lalu aja di Harbolnas 2014, 78 e-commerce ikut serta dari berbagai kategori. Tahun ini? Sudah siap 130-an e-commerce yang siap ngasih kita diskon gede-gedean 24 jam nonstop dari tanggal 10 Desember 2015 - 12 Desember 2015. Yay!!
Siap-Siap Belanja di Harbolnas 1212
Nah sekarang pertanyaannya, memang mau belanja apa aja sih di Harbolnas 1212 dengan diskon segede-gede gaban itu, pemirsaa??
Kalau aku sih pastinya pengen puas-puasin belanja belanji Fashion. Berhubung sedang kembali jadi anak kuliahan, aku lagi butuh rok panjang dan nyari tas backpack. Oiya, aku juga butuh running shoes dan sneakers, nih. High heelsnya disimpan dulu aja.
Nah, senangnya untuk urusan bela beli baju,sepatu dan tas kek gini, aku tuh gak jauh-jauh nyarinya. Cukup mampir ke situs Zalora ID aja. Disana sudah siap berpuluh ribu item fashion terpampang nyata seindah barang aslinya.
Ini memang salah satu alasan kenapa selama ini aku betah belanja di Zalora, antara foto dan barang yang aku terima gak mengecewakan. No tipu tipu, no ribet dan kalau barang gak sesuai dengan keinginan kita bisa ditukar atau dibalikin. 100% duit kita kembali, ongkir untuk balikin barang juga ditanggung Zalora. Pengiriman barangnya cepat dan banyak pilihan pembayarannya.
Untuk urusan pembayaran, opsinya banyak. Mau pake kartu kredit, aman. Pake kartu debit atau transfer ATM, bisa. Bayar cash via COD juga boleh. Harganya juga reasonable banget dan yang paling penting di Harbolnas Zalora diskonnya gak tanggung-tanggung. Gak susah lagi deh untuk mendapatkan produk Fashion yang berkualitas. Yah, paling galau dikit lah karena produknya keren-keren. Duhh... pertebal isi dompet ini ya Allah.. !!
Nah, kamu mau belanja apa aja nih di Harbolnas 1212? Mumpung masih ada waktu buat nabung plus tanggal 10-12 Desember 2015 ini juga masih dalam kategori tanggal muda kan yah, jadi siap-siap belanja di Harbolnas 1212 yuk!
Supaya lebih seru belanjanya, silahkan redeem Voucher Rp. 75.000,- ZBAPi7D
Siap-siap pilih produk fashion berkualitas dan siap-siap dapat diskon gede-gedean di Hari Belanja Online Nasional, tentunya hanya di ZALORA Indonesia. So, are you ready?
Sampe ketemu di TKP yaaa...!! Selamat berbelanja..