Ketika Anak Curhat
Kalian tahu kan saya suka banget sama Daehan, Minguk, Manse. Saking sukanya sama mereka, saban Minggu malam saya sudah nyiapin quota data untuk streaming video The Return Of Superman yang tayang di KBS2 TV. Meski tanpa subbed bahasa apapun tetap seru loh nonton part Daehan, Minguk, Manse ini. *Thanks to SIK thread forum for the help of providing the link*
Edisi minggu ini, episode 108 adalah episode yang menarik banget. Bukan hanya untuk fans Song triplets, saya pikir episode kali ini juga menarik buat para orang tua. Jadi ceritanya, Song Il Gook ngejailin Daehan, Minguk, Manse dengan berpura-pura menghukum mereka. Sebenarnya gak bener-bener jail sih, Il Gook appa penasaran aja pengen tahu apa sih yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan oleh Daehan, Minguk, Manse. Seperti kebanyakan orangtua, Song Il Gook juga pengen tahu anaknya itu beneran sayang gak ya pada dirinya. Maka dibuatlah skenario di mana ketika mereka bermain, satu persatu mereka di tarik ke kamar mereka dan didudukkan di 'thinking chair'.
Edisi minggu ini, episode 108 adalah episode yang menarik banget. Bukan hanya untuk fans Song triplets, saya pikir episode kali ini juga menarik buat para orang tua. Jadi ceritanya, Song Il Gook ngejailin Daehan, Minguk, Manse dengan berpura-pura menghukum mereka. Sebenarnya gak bener-bener jail sih, Il Gook appa penasaran aja pengen tahu apa sih yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan oleh Daehan, Minguk, Manse. Seperti kebanyakan orangtua, Song Il Gook juga pengen tahu anaknya itu beneran sayang gak ya pada dirinya. Maka dibuatlah skenario di mana ketika mereka bermain, satu persatu mereka di tarik ke kamar mereka dan didudukkan di 'thinking chair'.
Thingking Chair adalah metode Song Il Gook untuk mendisplinkan anaknya ketika mereka nakal atau melakukan kesalahan. Daehan, Minguk, Manse akan duduk di kursi yang menghadap tembok kamar selama 5 menit dan diminta merenungkan kesalahan mereka.
![]() |
| Song Il Gook dengan Ketawa Jailnya Memperhatikan Reaksi Daehan di Thinking Chair |
Ketika giliran Manse 'dikerjain', dia nurut saja walaupun sempat nanya kenapa dia harus duduk di thinking chair sementara dia merasa tdk melakukan berbuat kesalahan. Namanya juga anak-anak, masih polos dan belum tahu ini hanya akal2an Song Il Gook pengen tahu perasaan terdalam Manse. Ya kali ada hal tertentu yang Manse segan katakan pada orangtua, ya kan?
Maka dikeluarkanlah mainan robot yg bisa bicara untuk mengorek perasaan Manse. Sebenarnya robot ini dikendalikan oleh Song Il Gook dari kamar sebelah. Suara si robot berasal dari Song Il Gook juga. Melalui monitor, Song Il Gook bisa melihat reaksi dari anak-anaknya. Ternyata meski kembar, Daehan, Minguk, Manse punya reaksi yang berbeda. Daehan serius banget menjalani hukuman sampe-sampe robotnya sengaja dibuat jatuh oleh bapaknya dari ruangan sebelah, Daehan mah cuma ngelirik doang. Minguk yang walau masih sedih dihukum, dia masih sempat bersikap ramah, Manse malah surprisingly curhat segala sama si robot ketika ditanya kenapa dia bisa ada di kamar sendirian.
"Aku tidak tahu kenapa aku dihukum. Appa tiba-tiba membawaku ke sini,"jawab Manse. Lagi seru-serunya ngobrol, tiba-tiba Il Gook appa masuk ke kamar untuk ngecek. Manse pun dengan polosnya mengaku tadi dia ngobrol dengan robot. Ketika dia ingin memperlihatkan sang robot pada Il Gook, si robot tiba-tiba hilang. Sumpah ngakak banget liat ekspresi Manse. Dia gak tahu aja, om kameramen yang ngumpetin si robot atas kode dari Song Il Gook. Begitu appanya keluar kamar, si robot muncul lagi.
Meski baru 'mengenal' si robot yang entah datang dari mana, Manse kelihatan sangat nyaman ngobrol sekaligus curhat dengan si robot. Manse sempat-sempatnya cerita kalau dia menyukai appanya karena Song Il Gook itu "Gwiyowo" alias imut.. Ahay!
Manse juga cerita apa yang membuatnya bahagia dan sedih. "Aku senang maen perosotan tapi aku sedih kalo dimarahin appa." ooowww...
See, setiap manusia sepertinya punya kecenderungan untuk curhat, entah itu pada orang terdekat, sosial media,blog,diary (eh masih ada yang punya?), atau barisan semut-semut di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya,"sedang apa di sini?" dan hap, lalu ditangkap! *Ehhh malah nyanyi* Bisa juga pada mainan.
Beneran niat curhat atau curcol alias curhat colongan, bisa dilakukan siapa saja dan terjadi di mana saja. Ketika sedang sedih atau galau trus tiba-tiba ada yang kelihatannya perhatian dan nanya,"kamu kenapa?" gak berasa keluar deh semua uneg-unegnya. Tidak terkecuali pada anak-anak, seperti yang kejadian pada Song Manse. Metode ini mungkin bisa dipraktekin buat orangtua lyang pengen tahu perasaan terdalam anak-anaknya. Atau ada yang punya metode lain? Silahkancurhat share di sini *dan blog ini mendadak jadi blog parenting gara-gara Song Manse*. Yuk.. !
![]() |
| Song Manse, tadinya sedih jadi ceria. Ada yang nanyain sih... |
Meski baru 'mengenal' si robot yang entah datang dari mana, Manse kelihatan sangat nyaman ngobrol sekaligus curhat dengan si robot. Manse sempat-sempatnya cerita kalau dia menyukai appanya karena Song Il Gook itu "Gwiyowo" alias imut.. Ahay!
Manse juga cerita apa yang membuatnya bahagia dan sedih. "Aku senang maen perosotan tapi aku sedih kalo dimarahin appa." ooowww...
See, setiap manusia sepertinya punya kecenderungan untuk curhat, entah itu pada orang terdekat, sosial media,blog,diary (eh masih ada yang punya?), atau barisan semut-semut di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya,"sedang apa di sini?" dan hap, lalu ditangkap! *Ehhh malah nyanyi* Bisa juga pada mainan.
Beneran niat curhat atau curcol alias curhat colongan, bisa dilakukan siapa saja dan terjadi di mana saja. Ketika sedang sedih atau galau trus tiba-tiba ada yang kelihatannya perhatian dan nanya,"kamu kenapa?" gak berasa keluar deh semua uneg-unegnya. Tidak terkecuali pada anak-anak, seperti yang kejadian pada Song Manse. Metode ini mungkin bisa dipraktekin buat orangtua lyang pengen tahu perasaan terdalam anak-anaknya. Atau ada yang punya metode lain? Silahkan




















