Indonesia dalam Dunia Otomotif, Pemain atau Penonton?

Makassar sedang panas-panasnya, maklum musim kemarau belum memberi kesempatan hujan datang berkunjung. Debu hinggap dimana-mana, tidak terkecuali pada mobil kesayangan saya. 

"Kamu enak sih, kemana-mana naik mobil pribadi. Tinggal setel ACnya, gak ngerasain panasnya naik motor, apalagi pake angkot. Kemarau gak kepanasan, musim hujan gak kehujanan,"kata salah seorang teman. 

Alhamdulillah yah..

Perkataan teman itu saya syukuri dalam hati. Sebelum akhirnya nyetir sendiri, saya juga pernah ngerasain yang namanya panas-panasan naik motor dan  duduk berjubel di dalam angkot. Namun karena kebutuhan mobilisasi yang makin meningkat membuat saya memutuskan untuk memiliki kendaraan pribadi. Ditambah belum adanya itikad baik pemerintah untuk membuat sistem transportasi umum yang nyaman dan aman bagi penduduk, saya pikir bukan saya saja yang berpikiran untuk mempunyai kendaraan pribadi. Kalau tadinya sebuah keluarga hanya butuh satu mobil, saat ini tidak sedikit yang merasa butuh punya  dua atau tiga karena tuntutan situasi. 

Lihat saja antusias masyarakat pada pameran otomotif di Indonesia. Baru-baru ini telah digelar perhelatan akbar Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2015, salah satu pameran paling dinanti oleh para penyuka otomotif di seluruh Indonesia. Dibanjiri 359.374 pengunjung, total transaksi penjualan mobil dan motor sebesar Rp. 1.636 Triliun yang berasal dari penjualan 4.894 unit mobil dan sepeda motor. Luar biasa bukan?


Indonesia Internasional Motor Show 2015, Inovasi dan Warna Baru Dunia Otomotif Indonesia 

Selama lebih dari 20 tahun Indonesia International Motor Show diadakan, tahun ini IIMS menunjukkan 'wajah' barunya. IIMS yang memang diperuntukkan untuk  menjadi wadah bertemu dan berkumpulnya para penggemar otomatif, kali ini menyatukan unsur bisnis sebagai sarana promosi dan transaksi penjualan sekaligus menambahkan beragam budaya, hiburan dan edukasi yang bertautan dengan dunia otomotif.

Event yang diorganized oleh PT Dyandra Promosindo ini mengusung tagline baru " The Essence of Motor Show". Ajang pameran ini  menampilkan banyak teroboson termasuk menampilkan  sepeda motor, mobil tank, suku cadang mobil dan aksesoris industri dengan berbagai pertunjukan yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Beda aja gitu yah dengan pameran-pameran otomotif biasanya. 



Dan ternyata IIMS tidak hanya memamerkan produk otomotif buatan luar. IIMS juga memberi ruang bagi karya anak bangsa untuk dipamerkan di ajang tersebut. Salah satunya adalah ditampilkannya dua prototipe sepeda motor listrik karya mahasiswa ITS yang bermitra dengan Garansindo Inter Global digadang-gadang akan menjadi calon sepeda motor lokal berteknologi listrik pertama yang diproduksi massal. Hebatnya lagi seluruh rekayasa  rekayasa industrinya, komponen, desain, pokoknya semuanya merupakan buatan lokal, Whoaa.. bangga! 

Sepeda Motor Listrik buatan Indonesia (credit as tag)

Walaupun masih berupa prototype dan belum diproduksi, sepeda motor lisrik tadi sebenarnya adalah angin segar sekaligus sentilan bagi dunia otomotif Indonesia. 

Sepeda motor listrik ini bukan satu-satunya hasil kreativitas anak bangsa. Sejak beberapa tahun lalu Indonesia sebenarnya sudah menghasilkan beberapa mobil nasional  hanya sayangnya seakan tidak mendapat perhatian dari pemerintah. 




Keren...

Kalau melihat ini semua sebenarnya Indonesia tidak kekurangan orang-orang cerdas, kreatif dan visioner kok. Tapi memang deretan prototype-prototype ini harus terhenti di tengah jalan. Kendala macam-macam. Mulai dari tidak adanya investor, pasokan komponen, dan desain yang kurang menarik membuat banyak inovasi putra putri Indonesia ini akhirnya  gagal masuk ke proses produksi massal.

Indonesia dalam Dunia Otomotif, Pemain atau Penonton? 

Ironisnya jika dilihat dari sisi produksi mobil, sebenarnya Indonesia memiliki perkembangan yang sangat bagus. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vijay Rao, Automotive and Transportation Practice Frost & Sullivan, menyatakan Indonesia merupakan salah satu perkembangan otomotif terbesar di ASEAN setelah Thailand. 

Frost & Sullivan memprediksi Indonesia akan menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN pada 2019 dengan total kendaraan mencapai 2,3 juta. 
Perkembangan ini dipicu oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, peningkatan kelas menengah dan peningkatan investasi sektor otomotif serta pemberlakuan regulasi otomotif yang mendukung pertumbuhan pasar. Sayangnya yang diproduksi itu adalah mobil-mobil keluaran negara lain.

Produk otomotif ternama rame-rame meningkatkan kapasitas produksinya malah sampai membuka pabrik segala di Indonesia. Banyaknya investor yang tergiur untuk berinvestasi di Indonesia tentunya disambut baik oleh pemerintah.

Memang, masuknya investasi jelas bakal menyerap tenaga kerja, penambahan penghasilan negara dari pajak yang artinya bakal memutar roda perekonomian. Tapi yang masih jadi pertanyaan buat saya pribadi adalah masalah pengembangan tekhnologi. Maukah produsen mobil itu mentransfer teknologi mesin mutakhir ke anak bangsa? Atau kita hanya sanggup menonton mereka dan menjadi pekerja sekaligus jadi pasar jualan industri otomotif mereka? 

Masa Depan Otomotif Indonesia

Isu lingkungan hidup membuat industri otomotif dunia mau tidak mau harus berinovasi untuk melahirkan produk yang ramah lingkungan. Mobil listrik adalah salah satu jenis yang sedang giat dikembangkan. Saat ini industri otomotif Jepang yang diramalkan akan merajai produksi sektor mobil listrik dunia telah mengekspor hasil produksinya ke Amerika dan Eropa.

Indonesia lagi-lagi dilirik oleh para pembuat mobil listrik sebagai tempat jualan saja. Padahal tidak sedikit putra bangsa yang membuat mobil listrik dengan design yang tidak kalah dibanding buatan luar negeri.


Create free infographics with Venngage


Mobil-mobil keren buatan Indonesia ini sebenarnya adalah langkah awal masa depan otomotif Indonesia.  Tidak bisa dipungkiri, memang masih ada beberapa kekurangan di sana sini. Namun ini kembali lagi kepada penentu kebijakan yang mengambil keputusan, mau dibawa kemana dunia otomotif Indonesia. Bahkan Karl Benz tidak semerta-merta sukses di awal pembuatan mobil berbahan bakar bensin. 

Mudah-mudahan dalam  IIMS berikutnya  akan makin banyak hasil karya anak bangsa yang dipajang bersanding dengan mobil/motor buatan luar. Maunya sih industri otomotif Indonesia  tidak lagi didominasi produk luar negeri dan kita bisa berbangga menjadi pemain dan bukan hanya sekedar mangsa empuk penjualan. Semoga!


Referensi : 

1.http://www.indonesianmotorshow.com/
2.http://kumpulan-berita-unik.blogspot.co.id/2014/07/Mobil-Paling-Keren-Buatan-Indonesia.html#ixzz3lf3XV4hV
3.http://binaswadaya.org/bs3/id/mobil-buatan-asli-indonesia/
4. Wikipedia

Infographics dibuat oleh Vita Masli untuk www.vitamasli.com


Tips dan Trik Ngeblog Asik


Tips Blogging

Sabtu siang itu, matahari sedang terik-teriknya ketika saya keluar dari gedung PWI Sulsel. Maklum, sudah pukul setengah satu siang. Matahari lagi lucu-lucunya. Tapi apalah arti teriknya matahari dibanding panasnya api neraka (tsaahh..). Jadi ketika adzan dhuhur berkumandang dari mesjid sebelah gedung PWI Sulsel, pelatihan Blogger dan Menulis Reportase di Social Media yang saya ikuti pun harus break sejenak. Menambah ilmu buat ngegaet job review lewat blog boleh saja, tapi jangan lupa sama pemberi job review yang sesungguhnya, hihihi...  *uhuk* *lalu berdoa dapat job review yang banyak*

Memang belakangan ini banyak orang yang tertarik pengen jadi blogger salah satu alasannya karena pengen mengisi pundi-pundi rupiah (dan dollar kalo  maunya gue sih!),  Dan itu gak salah. Apalagi semakin banyak korporasi/brand yang percaya pada blogger untuk urusan branding atau promosi. Sekarang di event launching produk bukan lagi kawasan kekuasaan wartawan loh. Blogger juga mendominasi. Makanya penting banget untuk Blogger bisa menulis reportase di social media biar bisa 'bersaing' dengan wartawan. 

Eh tapi apa iya blogger dan wartawan harus saingan?

Baca juga : Blogger dan Menulis Reportase di Social Media

Kang Arul, Pemateri Sesi Kedua Pelatihan Blogger & Menulis Reportase

Di sesi kedua pelatihan Blogger dan Menulis Reportase di Social Media, giliran kang Arul  berbagi pengalaman. Beliau ini dulu pernah berprofesi sebagai wartawan tapi  sekarang memilih menjadi blogger, dosen dan sering menjadi juri lomba blog. Dari pengalamannya bisa ditangkap, sebenarnya wartawan dan blogger itu tidak perlu saingan, kok. Masing-masing punya media, style peliputan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing .

Menurut kang Arul wartawan itu punya kelebihan yang tidak dimiliki blogger, yaitu : teknik wawancara. Wartawan (jaman dulu, khususnya) tahu gimana mengorek nara sumber agar bercerita. Contoh kasus ibu-ibu penjual cabe di pasar dan kenaikan harga cabe. Seorang blogger bisa jadi langsung nanya aja sama ibunya,"Bu, bolehkah saya membeli cabe? Harga sekilo berapa ya?"

Sementara wartawan bisa dengan kalimat dan nada yang lebih buat ngajak curhat,"Duh bu.. harga cabe naik ya? Kok bisa sih..." bla bla bla bla.. ibunya curhat deh sampe gak nyadar wartawannya pada akhirnya gak beli sama sekali.

Ketika diundang di event launching pun, wartawan dan blogger punya sikap yang berbeda. Blogger, begitu nyampe langsung foto-foto produk dan suasana launchingnya lalu ngetweet sedangkan wartawan lihat-lihat situasi dulu, nyari angle yang tepat buat tulisannya lalu baru deh foto-foto untuk kelengkapan tulisan.

Saat menulis berita, wartawan dan blogger punya style tersendiri. Tulisan wartawan cenderung mengikuti apa yang tertera di press release. Jika diperhatikan tulisan di media tentang produk atau event sepertinya sama, ya karena sumbernya sama. Sedangkan blogger lebih ke story telling, tulisan natural dan penuh penjiwaan. Kadang-kadang saking menjiwainya membawa hal-hal yang gak mungkin ditulis wartawan karena berkesan curcol dan memakai istilah-istilah gaul.


Tapi bukan berarti wartawan dan blogger jadi mengekslusifkan diri. Kedua profesi ini sebenarnya bisa belajar dari keunikan masing-masing. Wartawan bisa belajar jadi blogger sementara blogger bisa mengambil trik wartawan.

Makanya kang Arul mengajak para wartawan yang hadir dalam pelatihan untuk ikut ngeblog. Menurutnya,"Diluar sana banyak hal bisa diceritakan yang tak bisa dimuat di media cetak atau televisi." Apalagi kalau mengingat tulisan wartawan yang tidak boleh memihak dan memasukkan pendapat pribadi, ngeblog bisa jadi alternatif menyalurkan yang tidak bisa tersalurkan (apa sih?Hehehe).  Ini bukan hanya untuk wartawan saja, menulis blog bisa bermanfaat juga untuk profesi lainnya.


Ngeblog memang tidak semena-mena bisa membuat seseorang menjadi kaya."Jangan pernah berpikir hari ini ngeblog, minggu depan sudah sukses,"kang Arul mengingatkan. Seperti juga pekerjaan lainnya, untuk mendapatkan reward dari ngeblog membutuhkan proses yang bisa jadi cukup panjang untuk beberapa blogger. Mulailah menulis sebagai ladang amal terlebih dahulu. "Ketika ada usaha pasti ada jalan", pesan kang Arul.

Untuk blogger pemula, kang Arul pun memberi beberapa tips ngeblog :

1. Mulailah Menulis Hal-Hal yang 'Remeh'

Sesuatu yang remeh terkadang diperlukan dan dicari orang di internet. Hari gini, ibu-ibu kalau anaknya sakit bukannya ke dokter, tapi googling dulu. Nyari resep masakan gak melulu di buku resep, tinggal buka internet aja. Sampe mata berkedut aja nyarinya gak jauh, just a google away.

Lagipula menurut saya, hal yang kita anggap remeh belum tentu gak penting di mata orang lain. Malah dalam beberapa kasus, sesuatu yang kita anggap biasa aja adalah pengetahuan yang luar biasa untuk pembaca blog kita. Jadi tidak ada salahnya dituliskan saja, ya kan?

2. Tuliskan Secara Menarik 

Tentu saja agar sesuatu yang remeh itu dilirik orang, cobalah menuliskannya secara menarik. Kalo kata kang Arul sih...

“Nge-blog lah dengan style mendramatisir. Tulisan pada lima belas detik pertama, sangat penting membuat betah para pembaca.”  
Sesuatu yang jelek, jika dikemas dengan baik maka hasilnya akan kelihatan lebih baik. Benar juga! *lalu ngebayangin artis-artis Korea tanpa make-up dan  baru bangun tidur. Masih keliatan keren gak ya?*

3. Rutinlah Menulis

Ala bisa karena biasa, pernah dengar? Begitu juga dalam hal ngeblog. Awalnya bisa jadi gak mudah, tapi jangan cepat menyerah. Sehari boleh saja satu atau dua halaman. Jika dilakukan rutin setiap hari, tidak saja memperlancar proses membuat tulisan, lama-lama postingan yang kita punya bisa dijadikan buku. Ih, keren ya! *lalu kepikiran sudah berapa postingan di blog ini yang senada untuk dibukukan*

4. Jangan Memaksakan Diri Untuk Menulis, Enjoy it!

Jika merasa nulis buat blog itu susah, cari teman buat nulis ngeblog bareng supaya semangat. Jangan memaksakan diri untuk mengejar deadline agar tidak terbebani (Eh, nyindir saya nih, kang? Saya kan deadliner lomba, hihihi). Agar tidak memberatkan tulisan boleh dicicil! Dan yang paling penting adalah enjoy dalam menulis. Ngeblog jangan dibawa susah lah yaa... setuju? *lalu begadang, buat postingan lomba* 

5. Jangan Tinggalkan Pekerjaan Utama Demi Blog 

Saat jenuh-jenuhnya dengan pekerjaan utama lalu kenalan dengan profesi baru yang tampaknya menyenangkan, seringkali beberapa orang kepikiran untuk meninggalkan pekerjaan utamanya. Ini bisa juga terjadi bagi para blogger pemula yang mulai merasakan enaknya jadi blogger. Bertemu orang-orang baru, dapat teman-teman blogger yang lebih asik dibanding rekan kerja di kantor, gak perlu dikejar-kejar tugas dari big boss yang rese dan bisa bekerja buat diri sendiri adalah beberapa alasan yang sering menggoda para blogger pemula,

Kang Arul yang saat ini memilih untuk cuti panjang dari pekerjaannya sebagai wartawan pun tidak fully jadi blogger saja. Dia juga menjadi dosen di beberapa kampus, walaupun kang Arul bukan blogger pemula lagi. Apalagi blogger pemula, ya kan?

...kecuali kalau sudah sekelas Trinity Traveler, yah bolehlah minta pensiun dini. Sementara itu belum terjadi, ketidaknyamanan di kantor bisa dilampiaskan dengan nulis di blog dan ketemu teman-teman blogger yang asik-asik. Asal jangan kebablasan curcol  tentang pekerjaan aja dan dipublished. Remember my friends, don't shit the hand that feeds you, sekesel apapun kita apa kantor dan orang-orang didalamnya.  -- Ini menurut saya --

Pada sesi tanya jawab beberapa peserta pelatihan dari kubu non-blogger kelihatan sangat antusias untuk mulai ngeblog. Salah seorang peserta dari bidang hubungan masyarakat pemerintahan (sueerrr bukan gue!!) sedikit curhat bagaimana blog ini bisa diberdayakan untuk kegiatan-kegiatan humas.

Ternyata pihak pemerintahan pun bisa menggunakan blog sebagai media mensosialisasikan peraturan-peraturannya. Kang Arul menyarankan walaupun memang ada pakem-pakem bahasa resmi yang harus dipatuhi oleh pemerintahan, tapi gak ada salahnya mencoba menggaet blogger lokal untuk bekerjasama mensosialisasikan peraturan pemerintah  atau pelatihan blog. UHUKKK!!! *sodorin kartu nama*

Terakhir kang Arul lagi-lagi bocorin tips untuk blogger pemula agar lebih semangat nulis, yaitu dengan IKUT LOMBA BLOG. Selain mengasah kemampuan menulis, lomba blog hadiahnya kan lumayan tuh buat nambah-nambah bayar cicilan, hahaha..

Beberapa tips yang bisa kita contek agar menang lomba review produk ala kang Arul, adalah :


Nah, kalau seperti ini tulisan kita style blogger tapi setajam silet wartawan nih jadinya. Makanya kalo wartawan bener-bener mau serius ngeblog, blogger ecek-ecek mah lewaaat.. *duhhh, siap-siap belajar jurus baru, ah.*

Selama lebih kurang dua jam di waktu tunduh-tunduhnya (baca:ngantuk) tanpa secangkir kopi, peserta pelatihan diberi semangat oleh kang Arul dengan tips dan trik serta motivasi. Bolehlah dinobatkan sebagai blogger motivator, hehehehe..

Saya adalah salah satu yang termotivasi untuk ngeblog lebih baik lagi. Saya pikir memang segala sesuatu tidak ada yang tidak berproses, Rome wasn't build in a day. Begitu juga untuk urusan ngeblog. Cepat atau tidaknya kita pada posisi yang kita inginkan tergantung juga dari usaha kita.

Bagi Bagi Hadiah Untuk Blogger dan Wartawan 
Usia bukan masalah menjadi blogger, yg penting mau dan semangat. Bukan berarti yang baru ngeblog gak bisa bersaing dengan blogger lama. Ada kok blog baru tapi Alexa rankingnya sudah lebih ramping dari blog yang lebih dulu exist. Itu karena blogger yang lebih serius ngurusin blognya biasanya pencapaiannya juga lebih cepat.

Gak usah juga mikirin kerenan mana, blogger atau wartawan. Keduanya sama-sama keren dan bisa belajar dari masing-masing keahliannya. Mana tahu 'rejeki' kita terkoneksi dari hubungan yang baik antara blogger dan wartawan, ya kan?

Terimakasih PWI Sulsel dan Blogger Reporter Indonesia untuk pelatihan Blogger dan Menulis Reportase di Social Media yang berguna banget. Dapat ilmunya, eh bisa kopdar-an dengan blogger dan wartawan juga.

Blogger dan Wartawan Peserta Pelatihan ( Pic by BRID) 

Dan yang paling penting, BRID kalau perlu blogger reviewer di Makassar tahu kan siapa yang harus dihubungi? Hehehehe..


Visit here for Must-Have Free Blogging Tool 

Blogger & Reportase di Media Social


Sebagai blogger yang semangatnya sedang menyala-nyala, setiap kali ada ajakan untuk pelatihan, kopdar apalagi ajakan job review *eh* saya pasti dengan rela menyediakan waktu. Tidak terkecuali di akhir pekan dimana biasanya hari ini adalah hari mager (malas gerak) bagi saya. Maklum kerja Senin-Jumat lumayan melelahkan pikiran dan perasaan loh. Leyeh leyeh sambil nonton drama Korea boleh dong, yes?

Di Sabtu pagi, 5 September 2015, sedikit berbeda. Jam setengah sembilan pagi saya sudah manasin mobil untuk siap meluncur ke gedung PWI di kawasan Pettarani. Ada Pelatihan Blogger & Menulis Reportase di Media Sosial  yang diadakan oleh salah satu komunitas blogger yang saya ikuti : Blogger Reporter Indonesia. Sempat kepikiran, kenapa harus di gedung PWI yah? Walaupun saat ini saya terdaftar bekerja di media pemerintahan yang hubungannya sangat dekat dengan PWI, saya secara pribadi hanya menginjak gedung PWI itu cuma untuk resepsi pernikahan saja. 

Saat registrasi pertanyaan saya terjawab dengan sendirinya. Ternyata pelatihan ini bukan hanya untuk blogger tapi juga wartawan. Ini menjadi unik bagi saya karena jarang, malah belum pernah blogger dan wartawan dipersatukan dalam satu pelatihan. Ibarat lagunya Marcel,”berita memang satu, kita yang tak sama…” Eaaa malah nyanyi!  

Ya pokoknya begitulah perbedaan style penulisan wartawan dan blogger, at least di mata saya. Eh tapi benarkah seperti itu? Ini yang perlu dicari tahu nih! 

Ketika pelatihan dibuka oleh Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, bapak Ismail Asnawin, beliau mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang reporter : Kualitas, Moralitas dan Integritas. Ini tidak hanya berlaku bagi para wartawan loh, tapi juga para blogger. Ya, saat ini blogger tidak melulu ‘curhat’ di blog tapi sudah ada yang menulis reportase sama seperti job para wartawan. Kalau kata mas Hazmi Srondol, founder BRID, wartawan dan blogger itu seperti putih dan kuning telur. Memang berbeda, tapi disatukan dalam cangkang telur. Tsaaah.. *lalu kemudian pengen bikin telur dadar* 
Pak Ismail Asnawin membuka Pelatihan Blogger & Reportase di Media Social 
Dulu waktu masih ditempatkan di bagian pemberitaan, saya cukup familiar dengan penulisan reportase jurnalis. Konsep 5W+1H, segitiga terbalik, kalimat efektif dan kata baku menjadi satu keharusan. Sebagai wartawan harus skeptis dan tidak berpihak. Gak boleh tuh ada opini pribadi nyasar masuk ke naskah berita. Semuanya harus bersumber pada data dan mengcover dua sisi, karena ini adalah jenis tulisan jurnalistik non-fiksi atau disebut juga  hard/straight news. Jadi begitu hal-hal ini diterangkan oleh mas Hazmi Srondol, sedikit banyak membuat saya terkenang naskah berita yang pernah dicorat-coret redaktur *hahahahaha*. 

Selain jenis tulisan non-fiksi terdapat pula jenis fiksi. Ciri-cirinya adalah mempunyai ide utama, alur, penokohan, latar dan sudut pandang penulisan. Contoh tulisan fiksi sudah pasti tahu kan yah? Saya pikir tidak ada yang tidak suka membaca tulisan fiksi bahkan orang yang paling serius sekalipun. Paling tidak di masa kecilnya pernah baca buku dongeng, sudah tahu bahwa membaca fiksi itu tidak menyenangkan dan tidak membuat kening berkerut.

Lalu blogger ada dimana? 

Ternyata  menurut mas Hazmi Srondol, dalam dunia blogging terdapat dua tipe blogger yaitu Blogger Adsense dan Blogger Content. Blogger Adsense lebih fokus bagaimana meraup iklan dari Google Adsense bagaimanapun caranya, sementara blogger content menomer satukan content atau isi tulisan. Nah, blogger content inilah yang berada di irisan antara jurnalistik non fiksi dan tulisan fiksi. 

Infografis Blogger

Asal tahu saja profesi blogger saat ini tidak bisa dianggap sebagai kerjaan iseng-iseng saja. Memang pada dasarnya seorang blogger hanya ingin berbagi informasi lalu lama-lama ketika tulisannya menjadi menarik pembaca, akhirnya pihak ‘sumber informasi’pun jadi ikut mendekat. Salah satunya adalah orang-orang marketing dan communication perusahaan besar.  Disinilah banyak blogger yang mendapatkan reward dari hasil ngeblognya. 

Menyinggung masalah reward, para wartawan (yang kebetulan sudah pada senior ini) langsung tertarik dong. Malah sempat ada yang bertanya,”Memang bisa dapat puluhan juta dari ngeblog? Siapa yang mau bayar blogger segitu banyak?” 

Siapa yah pak? Eng Ing Eng... 

Sebenarnya banyak blogger, termasuk saya, sedikit banyak sudah mulai sadar bahwa para pemasar saat ini mengerti cara marketing tradisional itu sudah tidak efektif lagi. Para marketing communication korporasi/brand ini kemudian beralih pada konsep digital content marketing.

Content marketing is any marketing that involves the creation and sharing of media and publishing content in order to acquire and retain customers. This information can be presented in a variety of formats, including news, video, white papers, e-books,infographics, case studies, how-to guides, question and answer articles, photos, etc.[Source Wikipedia]
Dan siapa yang bisa menulis content marketing tanpa terkesan hard-selling alias ngiklan banget? Yah blogger content,lah! Saat ini di pelbagai event sudah biasa jika dibuat dalam dua sesi. Sesi pertama untuk jumpa pers yang dihadiri wartawan media cetak dan elektronik dan sesi kedua untuk para blogger content.

Reportase Blogger

Dengan sekali tepuk, brand/korporasi sudah dapat 3 kali 'promosi'. Gimana blogger gak disayang para marcomm, coba?

Hanya saja  memang ada yang perlu disiapkan agar bisa menjadi blogger yang bisa dilirik. Gak perlu pake menyan, coba aja trik bocoran dari  Mas Hazmi Srondol berikut ini :
  1. Mempunyai Ide / Keyword
  2. Menulis dalam gaya story telling dengan plotting yang membawa pembaca. 
  3. Melakukan riset  
  4. Memasukkan unsur user Experienced dengan konsep 5W1+H 
  5. Menyesuaikan platform 
  6. SEO friendly, tahu kapan menempatkan keyword agar terindex di Google 
  7. Tidak menggunakan kalimat efektif agar tulisan tidak terlalu kaku. 

Pada sesi tanya jawab beberapa wartawan sangat antusias ingin tahu lebih banyak tentang blog dan bagaimana memulainya. Sebenarnya siapapun bisa jadi blogger, termasuk wartawan. Malah sebenarnya wartawan punya kelebihan tersendiri karena sudah tahu dasar jurnalistik. Memang perlu waktu untuk mengejar ketertinggalan dari blogger yang lain agar bisa tampil di halaman pertama google,  tapi bisa diusahakan dengan berbagai trik seperti :
  1. Pilih nama pena yang unik 
  2. Pilih platform yg diinginkan (blogspot,wordpress,kompasiana,blogdetik atau lainnya.)
  3. Tulis konten yang menarik. 
  4. Pahami SEO 

Nah sudah siap ngeblog? Pada sesi kedua Kang Arul dari BRID memberi motivasi dan tips biar ngeblog makin asik. Simak Tips & Trik Ngeblog Asik di postingan berikutnya yah!


Mari Belajar Bahasa Korea Bersama Daehan Minguk Manse

Annyeonghaseo, yorobun...
Di edisi ke-5 'Mari Belajar Bahasa Korea', kita akan belajar bersama Daehan, Minguk, Manse.
Eh?? Belajarnya kok sama anak umur tiga tahun sih? *kali ada yang protes*



Yah, walaupun mereka masih berusia tiga tahun tapi mereka ORANG KOREA dan ngomong koreanya masih lebih lancar daripada kita yang modalnya cuma nonton drama dan variety show ini. Hehehe...  Anak di usia tiga tahun kan juga sebenarnya lagi belajar bertutur dan menambah kosakata dari orang-orang sekitar mereka. Jadi gak ada salahnya kan jika kali ini kita belajar bahasa Korea bersama Daehan, Minguk, Manse!!!
Daehan, Minguk, Manse
Let's check it out! (untuk pengucapannya silahkan klik link di kalimat yang dibold yah!)

1. Saranghaeyo ์‚ฌ๋ž‘ํ•ด์š”

Sebenarnya kata ini bisa dikategorikan 'common word' kata umum yang paling sering muncul di drama, film, lagu dan variety show. Dalam percakapan sehari-hari Saranghaeyo adalah bahasa Korea untuk mengungkapkan "Aku mencintaimu".

Dalam video ini Minguk mengatakan : ์•„๋น , ์‚ฌ๋ž‘ํ•ด์š” - Appa, saranghaeyo - . Boleh dicoba nih diucapkan kepada orangtua tercinta.


Daehan, Minguk, Manse



2. Gwaenchanhayo (๊ดœ์ฐฎ์•„์š”)

Kata yang berarti 'baik-baik saja' atau 'Oke' digunakan untuk mengungkapkan kalau kita itu 'baik..baik sajaaaa.....' eh malah nyanyi, tidak sakit atau kondisi / status kita tidaklah buruk. 

Jika kita ingin menanyakan keadaan seseorang karena merasa khawatir akan keadaannya, kata ini juga bisa dipakai hanya dengan mengubah tonenya saja. Contohnya seperti dialog Daehan dan Song Il Kook ini. 
Daehan Minguk Manse

3. Massiseoyo (๋ง›์žˆ์–ด์š”)

Kata ini digunakan untuk mengekspresikan makanan/minuman yang kita santap itu lezat dan dapat juga digunakan untuk menanyakan apalah makanan/minuman tersebut enak atau tidak. 

Ungkapan ini penting diketahui dan diucapkan apalagi jika makanan atau minuman tersebut dibuat sendiri oleh orang yang menanyakannya. 

4. Jalmeogeosseubnida ( ์ž˜ ๋จน๊ฒ ์Šต๋‹ˆ๋‹ค)

Ungkapan ini sangat sering digunakan di antara warga Korea ketika akan mulai makan. Biasanya jika seseorang ditraktir atau disediakan makanan, orang yang ditraktir/disediakan makanan itu akan mengatakan  ์ž˜ ๋จน๊ฒ ์Šต๋‹ˆ๋‹ค kepada orang yang mentraktir/menyediakan. 
Setelah selesai makan kita pun bisa menggunakan ekspresi ini untuk berterima kasih.
Contoh pengucapan saat Daehan,Minguk, Manse, makan bersama orangtua dan guru. 

Daehan Minguk Manse

5. Hajima (ํ•˜์ง€๋งˆ) 

Berasal dari kata kerja Hada/ํ•˜๋‹ค yang berarti melakukan' dan Jima /์ง€๋งˆ partikel untuk pernyataan negative. Kata ini dipergunakan jika kita melarang seseorang melakukan sesuatu. 

Contoh di video ini Minguk meminta ayahnya,  Song Il Kook untuk TIDAK menyanyikan bagian yang disukainya. Minguk mengatakan : ์•„๋น , ๋…ธ๋ž˜ํ•˜์ง€๋งˆ / appa, nolae hajima.

6. Silheo (์‹ซ์–ด)

Kata ini adalah kata sifat yang bisa digunakan untuk mengekspresikan pendapat kita terhadap sesuatu yang tidak kita sukai atau tidak ingin dilakukan. Bentuk dasarnya adalah silheohada/์‹ซ์–ดํ•˜๋‹ค dan bentuk formalnya adalah shilheoyo/ ์‹ซ์–ด์š”.

Contohnya bisa disimak saat Song Il Kook appa mengajak Minguk bernyanyi bersama. Song Il Kook mengatakan : gajihaja Minguka/๊ฐ€์ง€ํ•˜์ž, ๋ฏผ๊ตญ dan dijawab Minguk dengan shilheoyo/ ์‹ซ์–ด์š”.

Daehan Minguk Manse

Ok, segitu aja dulu yah. Minggu depan kita bahas yang lain lagi. Kalau ada yang pengen dibahas, boleh komen dibawah. 
Sampai ketemu di edisi berikutnya. 
Annyeong!! 

10 Alasan Samsung Galaxy Note 5 Pantas Menjadi Smartphone Pilihan

Gue mungkin adalah salah satu orang yang paling sering terkena‘bujuk rayu’ drama Korea, salah satunya dalam hal pilah pilih jodoh gadget. Liat Sung Joon pegang Samsung Galaxy S6 Edge, gue pengen (Sung Joonnya). Liat Song Il Kook pake Samsung Galaxy Note 4 pas doi groufie-an dengan anaknya : Daehan, Minguk, Manse, gue juga pengen (gadget sama bapak dan anak-anaknya. Maruk ya?). Saking ngefansnya dengan produk mobile Samsung, review Samsung Galaxy Note Edge dan Samsung Galaxy S6 gue tulis juga di blog ini. 
Namun pada kenyatannya gue adalah pengguna Samsung Galaxy Tab 4 dan Samsung Galaxy A5. Padahal dari hati yang terdalam sebenarnya naksir berat dengan Samsung Galaxy Note 5. Sebagai ‘tukang catat’nya big boss, blogger dan sekaligus lagi semangat-semangatnya jadi mahasiswa S2, gue pikir Samsung Galaxy Note 5 bisa jadi andalan gue berikutnya. Eh, gue? Kalian juga, kali...  

10 Alasan Samsung Galaxy Note 5 Pantas Menjadi Smartphone Pilihan

Samsung adalah salah satu produsen ponsel yang kerap berinovasi dengan beragam tipe. Gue masih ingat ketika Samsung Galaxy Note pertama kali diluncurkan pada akhir 2011. Waktu itu Samsung Galaxy Note dilirilis dengan ukuran 5,3 inchi yang lebih besar dibanding smartphone yang saat itu rata-rata berukuran 4 inch . Karenanya Samsung Galaxy Note dimasukkan dalam kategori Phablet- Phone Tablet. 

Keunikan lain yang membuatnya berbeda yaitu Samsung Galaxy Note adalah smartphone pertama dengan fitur stylus yang disebut S-Pen. Saat itu mana ada smartphone yang memungkinkan penggunanya untuk menulis di atas layar selayaknya menulis di atas kertas. 

Sementara pada saat itu kesiapan pasar untuk phablet masih dipertanyakan, Samsung sudah maju duluan dengan Samsung Galaxy Note series. Walaupun sempat dianggap gila, tapi langkah Samsung ini terbukti sukses besar. 



Kami memiliki filosofi sederhana. Kami melayani Anda, dengan mendengarkan Anda. Kami percaya Anda. Dan kami ingin mendapatkan kepercayaan Anda dengan cara kuno, dengan menawarkan produk yang lebih baik dan dengan menawarkan  produk-produk baru pertama kali.
JK Shin, CEO and President of IT & Mobile Division, Samsung Electronics

Tepok tangan deh buat Sajangnim. Emang bener juga ya kata orang bijak, salah satu kunci kesuksesan adalah dengan cara mendengarkan orang lain. Dari mendengarkan kita akhirnya bisa memahami orang tersebut. 

Samsung pun begitu. Mereka memahami bahwa pelanggan menginginkan sebuah perangkat yang membantu mereka menyelesaikan sesuatu, dan juga menawarkan view yang lebih besar. terutama pada pengguna bisnis dan pekerja kantoran yang memerlukan perangkat produktivitas mobile yang kuat untuk mendukung kinerja mereka.

Memang pada Samsung Galaxy Note series ditujukan terutama untuk kategori pengguna smartphone yang disebut: "Power User" . Biasanya ‘Power User’ ini merujuk pada orang-orang kantoran, sering bepergian dan harus menggunakan smartphone mereka sepanjang waktu untuk pekerjaan. 

Tapi bukan berarti diluar kategori itu gak bisa pake Samsung Galaxy Note series loh.. Bagi orang-orang yang tidak bisa lebih dari setengah jam tidak menggunakan smartphone untuk melakukan sekedar panggilan, membaca atau mengirim pesan dan kadang-kadang main game, streaming musik, selfie atau posting media sosial, Samsung Galaxy Note juga pas banget kok!

1000 orang menghadiri Samsung Galaxy Unpacked 2015 di New York
Kini setelah melewati serangkaian perkembangan dari masa ke masa, Samsung Galaxy Note 5 telah resmi diperkenalkan dalam event Samsung Galaxy Unpacked 2015 di New York pada Kamis, 13 Agustus 2015 lalu. Begitu Samsung Galaxy Note 5 diperlihatkan, ukuran  5.3 inchi yang dulu sempat dianggap kegedean di tahun 2011 menjadi hanya ukuran sebuah smartphone biasa saja. Bigger is Better. 


Berhubung ‘cinta terpendam’ gue dengan Samsung Galaxy Note series yang belum berbalas sampai sekarang, gue jadi penasaran.Apa sebenarnya kelebihan dari Samsung Galaxy Note 5? Ini dia 10 alasan Samsung Galaxy Note 5 pantas menjadi smartphone pilihan : 

1. Screen and Design


Ada banyak smartphone dengan layar besar. Tapi hanya ada satu yang benar-benar menggunakan layar untuk digunakan secara tepat. Samsung Galaxy Note 5 berukuran 5.7 inch dengan layar Super AMOLED HD Quad (2560x1440) dan 518 ppi dapat mereproduksi gambar lebih jelas dan lebih hidup dengan kontras yang lebih dalam, sudut pandang yang lebih baik dan waktu respon lebih cepat dibandingkan dengan pendahulunya. 


Aktivitas gue sebagai sekretaris yang kerap membuat catatan, mengirim dan membaca dokumen akan sangat terbantu dengan layar yang lebih besar. Sebagai blogger yang perlu foto untuk dokumentasi layar yang lebih besar tentu saja memberi  gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dipotret. Hobi gue merekam dan mengedit pun  video lebih mudah dengan layar yang lebih besar karena gue lebih gampang men-drag, meng-cut dan menyatukan gambar.  Sebagai mahasiswa yang harus rajin membaca literatur kuliah, layar yang lebih besar penting banget untuk membaca e-book. Singkat kata: Bigger is Better.

Secara design, Samsung juga telah mengurangi bezels di keempat sisi Samsung Galaxy Note 5 sehingga layar terlihat lebih besar. Bagian belakang terbuat dari kaca dengan rim logam di sisi kiri dan kanan, yang juga membuat lebih mudah untuk dipegang.

2.  Smart Multitasking


Dengan  layar yang besar dan platform Android Lollipop 5.1, Samsung Galaxy Note 5 ini memang sangat multitasking.  Membaca email pada setengah layar dan menonton drama Korea di sisi lain, misalnya (gue banget ini sih!).


Menariknya adalah ternyata tersedia fitur gambar ke gambar yang dapat kita pindahkan ke posisi yang diinginkan. Kita juga dapat mengubah ukuran setiap jendela yang terbuka sesuai dengan keinginan.
Ini menurut gue penting banget, just in case boss gue tiba-tiba melongok dari belakang. Jendela YouTube harus segera digeser supaya gak ketahuan lagi mantengin Daehan, Minguk, Manse.
3. Processor & Software
Sebenarnya untuk membuka banyak aplikasi dan melakukan multitasking di Samsung Galaxy Note 5 ini tidak masalah. Karena dibalik bodynya yang keren terdapat prosesor Octa-core 64-bit Quad 2.1GHz + Quad 1.5GHz dengan didukung  4 gigabyte memori sistem (RAM) dan 32GB/64GB memori internal. Meskipun tidak diupgrade dengan kartu microSD, seperti dengan model sebelumnya, tapi lumayan banget kan.. daripada lu manyun.
4. S Pen
Samsung terus berinovasi dalam mengembangkan fitur S Pen pada Samsung Galaxy Note 5 ini. Fitur Air Command baru pun ditingkatkan dan S Pen dibuat lebih sensitif agar lebih memudahkan pengguna dalam berkreasi atau mengedit hingga terasa seperti menggunakan mouse pada perangkat komputer.


Sekarang S-Pen pada Samsung Galaxy Note 5 memang dibuat makin canggih. Bisa nyatat bahkan ketika layar gak nyala. Keren ya? Dengan bantuan S-Pen juga lebih mudah untuk mengambil gambar atau teks dan drag ke aplikasi lain. Ini fitur yang menurut gue penting banget, apalagi untuk gue yang mengurusi presentasi dan dokumen-dokumen penting big boss.

Pernah kejadian gue sementara makan siang di mall, sementara big boss yang lagi rapat di Jakarta tiba-tiba minta presentasi pentingnya ditinjau ulang. Duh! Kebayang betapa mudahnya pekerjaan gue dengan Samsung Galaxy Note 5 ini.


Dengan bantuan  S Pen, gue bisa menambahkan keterangan langsung pada PDF atau PowerPoint lalu mengirimkannya langsung kembali. S Pen ini juga bagus untuk mencatat, membuat sketsa ide atau tanda tangan. Bantu banget kerjaan di kantor dan urusan perkuliahan gue sebagai mahasiswa lah!

5.  Refined Camera

Hari gini pilih smartphone pasti yang ditanyain pertama adalah : “Kameranya berapa pixel?” Fitur kamera memang menjadi salah satu kebutuhan para pengguna smartphone seperti gue. Selain ngantor, gue kan juga blogger dan mahasiswa bo’. Untuk melengkapi dokumentasi postingan atau paper gue kan gak enak kalau kualitas gambarnya gak bagus. Untuk kerjaan kantor juga penting banget apalagi kalo gue pengen ngescan dokumen disaat gak ada scanner di sekitar gue. Untuk urusan pribadi pun memiliki smartphone dengan kamera berkualitas tinggi pun juga penting (yang suka selfie dan foto-foto makanan mana suaranyaaaa?????).


Untuk segala kebutuhan gue itu Samsung Galaxy Note 5 menjawabnya dengan ‘Refined Camera’.

6.  Battery

Tidak ada yang lebih ngeselin dibanding saat lagi hectic banget dengan kerjaan atau pengen eksis di social media trus baterai ngedrop atau cepat lowbat.

Bayangkan pergi nonton konser trus sampai di venue baru nyadar isi baterai tinggal 20%. Mana sinyal di sekitar venue ngos-ngosan, gak bawa power bank, colokan pake ngantri pula. Ah lengkap lah penderitaan gak bisa eksisnya.

Dengan segala aplikasi dan fitur yang ada pada Samsung Galaxy Note 5, Samsung menyiapkan baterai berkapasitas 3000mAH untuk mendukung performa smartphone keren ini. Tidak hanya kapasitas baterai yang besar, waktu pengisian pun bisa lebih cepat. Dari kondisi kosong hingga terisi penuh 100% hanya perlu 120 menit saja. Pengisian baterai pun bisa dilakukan tidak hanya menggunakan cara konvensional dengan memakai kabel tapi bisa menggunakan wireless charger juga loh. Ihh keren yak...


Bye bye mati gaya karena lowbat!! Eksis jalan terus..

7. Video Live Broadcast

When it comes to content, video is king, kata pakar media sih gitu. Saat ini lebih banyak orang yang lebih tertarik pada video ketimbang tulisan semata (hey bloggers, be ready!). Dan ketika bicara tentang video, tidak ada yang lebih ngehits dibanding video yang menjadi viral di YouTube.


Nah, Samsung yang selalu memberi inovasi terbaru pada setiap produknya menghadirkan fitur terbaru pada Samsung Galaxy Note 5: Video Live Broadcast. Ini adalah fitur hasil kerjasama dengan YouTube yang memungkinkan pengguna Samsung Galaxy Note 5 merekam video dan menyiarkannya secara langsung melalui channel YouTubenya.
Hey mana tahu bisa jadi the next YouTube top star gara-gara Samsung Galaxy Note 5, kan?

8.  Sidesync (PC-Phone Connection)

Lagi sibuk-sibuknya kerja tapi notifikasi smartphone bunyi melulu entah dari pesan, telpon atau social media *uhuk*. Gak mau kerjaan terganggu tapi informasi tetap jalan terus? Samsung Galaxy Note 5 jawabannya.

Jadi si smartphone yang gak cuma stylish tapi cerdas ini menyediakan fitur Sidesync Pc-Phone Connection. Fitur ini memungkinkan catatan-catatan yang ada pada Samsung Galaxy Note 5 kita bisa tersimpan pula di laptop atau PC.

Selain itu jika PC dan Samsung Galaxy Note 5 terhubung dengan SideSync, memeriksa jadwal meeting, menerima panggilan telepon atau membalas pesan elalui jendela pop-up. Lebih simple kan?

9. Samsung Pay

Simple, safe, open, and fun to use.
Injong Rhee, EVP of Samsung Electronics, Global Head of Samsung Pay

Samsung Pay adalah layanan pembayaran secara mobile yang sederhana dengan proses yang aman dan dapat digunakan hampir di mana saja. Tujuannya tentu agar konsumen bisa lebih familiar melakukan transaksi keuangan tanpa dompet.

10. Entertaining

Selain membantu pekerjaan, Samsung Galaxy Note 5 ini sebenarnya punya sisi hiburan juga loh. Setiap kali butuh semangat atau inspirasi, lagu-lagu terbaik siap untuk didengarkan melalui wireless headphone. Selain gak ganggu orang sekitar, gak ribet sama kabel, sebenarnya yang paling penting kualitas suaranya menjanjikan. 

Kurang kerjaan pengen selfie? Boleh. Tapi kalo bosan dengan foto selfie biasa, boleh bikin steady video biar kekinian dikit kek artis-artis K-pop di Instagram. Mau lebih seru lagi, satukan kumpulan video atau foto berseri menjadi sebuah film 'dokumenter' sederhana. Tinggal rekam dan satukan. Jadi deh! 


Tuh kan.. gimana gak jatuh cinta dengan Samsung Galaxy Note 5 ini. Gak cuma cocok buat mbak-mbak kantoran, blogger, bahkan mahasiswa pun sah-sah aja kalau mau pake. Buat kerjaan bisa, buat hiburan juga bisa. 

Gue sudah membeberkan 10 alasan Samsung Galaxy Note 5 pantas menjadi smartphone pilihan. Sebenarnya masih banyak hal-hal menarik lain tentang smartphone keren ini. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi GalaxyLaunchPack dan subscribe untuk mendapatkan informasi paling update tentang Samsung Galaxy Note 5, smartphone pilihan kita.