REVIEW JDorama : Itazura Na Kiss 2 Love In Tokyo

Masih ingat dong dengan Aihara Kotoko dan Irie Naoki di Itazura Na Kiss : Love In Tokyo yang sempat gue bahas disini? Nah, akhir tahun 2014 lalu season 2 dari J-Dorama kembali mempertemukan Furukawa Yuki dan Miki Honoka sebagai pasangan muka lempeng - absurd sedunia : Mr and Mrs Irie, Naoki dan Kotoko.

Itazura Na Kiss 2 : Love In Tokyo
Pasangan Cewe Ceria dan Si Muka Lempeng 

Itazura Na Kiss season 2 ini dibuka dengan 1 episode special 'Love In Okinawa' yang memperlihatkan pasangan pengantin baru ini sedang bulan madu. Kebayang dong Kotoko bahagianya kek apa. Akhirnya setelah naksir bertahun-tahun rasanya seperti mimpi bisa menikah dengan Naoki dan sekarang bulan madu di Okinawa pula! Saya aja yang nonton penasaran si lempeng ini bisa apa yah di bulan madu mereka, secara Kotoko kan sudah gak perlu ditanya malu malu tapi maunya... 
Tapi beneran nih, ini adalah akhir cerita Kotoko dan Naoki?

REVIEW JDorama : Itazura Na Kiss 2 Love In Tokyo 


Setelah episode special itu selang dua bulan barulah ditayangkan Itazura Na Kiss Season 2 sebanyak 16 episode. Di season 2 ceritanya berfokus pada kehidupan Kotoko dan Naoki setelah menikah. Naoki yang sempat berhenti kuliah karena harus mengambil alih perusahaan ayahnya kini kembali mengejar cita-citanya menjadi dokter. Kotoko pun tidak mau kalah, dia berusaha keras agar bisa menjadi perawat supaya bisa kerja bareng dengan Naoki. Perjuangan yang tidak mudah mengingat kemampuan Kotoko yang dibawah standar. 

Tapi inilah yang saya suka dari Jdorama. Sesulit apapun keadaan tidak pernah patah semangat.Dimarahin senior, dikerjain pasien, dijudesin teman angkatan, Kotoko tidak pernah menyerah. Dia harus membuktikan kalau dia bisa. Memang sih ada saatnya dia merasa down juga, tapi Kotoko tidak sendiri. Kotoko punya teman-teman sekolahnya dulu dan juga punya teman-teman baru yang siap membantu. 

Walaupun kemudian ada persaingan karena salah satu temannya suka banget sama Naoki. 

Dan seniornya juga suka Naoki.

Dan pasien-pasien pun suka dokter Irie Naoki.

Ahh.. semua suka Irie Naoki. Kotoko jadi stress sendiri. Apalagi tidak ada yang percaya Naoki menikahi dirinya karena perbedaan intelegensia. #PukPukKotoko

Etapi jangan salah ya.. gitu-gitu Kotoko terkenal dengan ketulusan dan kebaikan hatinya. Ternyata ada yang naksir Kotoko sampai minta Kotoko cerai aja dari Naoki karena Naoki kelihatannya tidak peduli pada Kotoko. Tapi benarkah Naoki seperti itu?

Keita vs Naoki 

Overall, Itazura Na Kiss 2 : Love In Tokyo  menurut saya adalah tentang meraih cita-cita dan menjadi dewasa. Cita-cita tetaplah hanya impian kalau tidak diusahakan, namun juga harus yakin apakah ini impian yang sesuai dengan diri sendiri atau hanya karena ingin berdampingan dengan orang yang disayang? 
Begitupun kehidupan pernikahan, tidak semudah yang diangan-angankan. Pasti ada halangan, apalagi jika jarak memisahkan. Namun dengan berjalannya waktu kekuatan cinta teruji dan itu akan mendewasakan. Tsaahh... 

Dan ini tidak hanya berlaku untuk Kotoko dan Naoki, tapi juga pada Kinchan dan Irie Yuki. Iyahh si tengil dan si bocah jutek ini masing-masing akan mengenal cinta.. Ahay!

Last but not least, Itazura Na Kiss 2 : Love in Tokyo gue kasih 3 dari 5 bintang. Ceritanya seru sih, adegan romantisnya Naoki ngekiss Kotoko juga banyak (uhuk!). Cuma entah kenapa saya melihat chemistry Furukawa Yuki dan Miki Honoka tidak seperti jaman Itazura Na Kiss season 1. Tau deh kenapa. Lebih kelihatan kek kakak-adik .Furukawa Yuki juga kurang poll jutek dan coolnya. Apa perasaan saya aja yah? 

Cieee Kotoko Cieee...  (NGIRI To The Max)

Yang jelas ketika episode 16 berakhir, saya cuma bisa berharap semoga ini bukan akhir cerita Kotoko dan Naoki. Saya butuh lihat Naoki junior dan rempong rempongnya Kotoko pas hamil. Eh upps.. 

Silahkan nonton sendiri deh. Jangan lupa kasi tahu saya pendapat kalian yah tentang J-dorama ini. 

Berkunjung Ke Mother Care Dan ELC Makassar

Jumat 17 April 2015 lima orang member Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) Makassar diundang oleh Kanmo Retail Group ke  ke acara Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Center (ELC) di Trans Mall. Berhubung saya berdomisili di Makassar dan lagi semangat-semangatnya nge-blog, langsung aja mendaftarkan diri dengan harap-harap cemas. Gimana gak H2C, eventnya berlangsung di hari kerja dan jamnya setelah jam istirahat pula. Dududu.. pinter-pinter selesain pekerjaan aja deh biar gak dicariin pas seru-serunya event. Yang penting mah  cuzz dulu aja, masalah kemudian dicariin selalu ada alasan :D *jangan ditiru!* 

Tiba di venue, setelah registrasi saya segera say hai dengan pihak penyelenggara. Ya iya dong...sudah diundang masa gak say hi dulu sih. Setelah itu barulah saya bergabung dengan para undangan lain yang ternyata sementara bersantap siang. Alhamdulilah yah, sambil makan siang bisa sekalian kopdar dengan emak-emak yang biasanya cuma bertegur sapa di blog atau di grup FB aja. Sementara para undangan (termasuk saya) menikmati makan siang, pihak penyelenggara siap-siap untuk memulai acara. Sepuluh menit kemudian, acara dimulai deh!

Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Centre (ELC) ini dibuka oleh mas Abi sebagai MC. Tanpa banyak basa basi mas Abi segera mempersilahkan mbak Bertha Setiana, Marketing and Communication  Director Kanmo Retail Group.

Bertha Setiana, MarComm  Director Kanmo Retail Group

Untuk yang belum ngeh, apa sih hubungannya Mothercare & ELC dengan Kanmo Retail Group, mbak Bertha menjelaskan secara singkat dan jelas bahwa Kanmo Retail Group ini adalah perusahaan yang memegang lisensi franchise untuk kedua merek terkemuka dunia itu.

Berani Lebih : Lebih Berani Nyetir Sendiri

Kebanyakan perempuan merasa cukup nyaman dianterin kemana-mana. Alasannya bisa jadi beragam. Ada yang memang belum punya kendaraan pribadi, ada juga yang gak mau repot, beberapa mungkin merasa belum cukup berani untuk menyetir kendaraan sendiri.  Memikirkan nyetir sendiri rasanya  sudah deg-degan apalagi  melihat para pengendara mengunakan jalan seenak hatinya aja. Belum lagi 'teror' musiman dari genk motor. Duh jadi tambah gak berani deh!

Memang bagi kebanyakan perempuan butuh ekstra keberanian untuk menyetir. Kalau ekstra keberanian itu ketutupan dengan rasa takut, ya sudahlah gak bakal bisa impian nyetir sendiri itu terwujud. Saya juga seperti itu waktu pertama kali nyetir. Kalau gak nekat, mungkin sampai sekarang saya masih dianterin kemana-mana atau naik transportasi umum. Belum lagi pemeo yang beredar dikalangan umum bahwa PEREMPUAN GAK PINTER NYETIR bisa jadi kebawa-bawa ke alam bawah sadar. Padahal, perempuan bisa nyetir kok, pinter malah. Asalkan mau belajar ..



Setelah belajar nyetir dari jaman Candi Prambanan belum berdiri bareng Roro Jongrang sampe jaman Bella Swan  dikasih hadiah mobil sama Edward Cullen, akhirnya sudah hampir dua tahun ini saya nyetir sendiri kemana-mana.

Ketika diawal-awal nyetir, mati dalam sudah jadi momok menakutkan bagi saya. Mobil mati karena dilepasnya injakan kopling dan gas tidak selaras. Yasaalam aja  jika ini terjadi kalau di tengah-tengah traffic yang padat atau di jalan yang menanjak.Apalagi kalo sudah ada yang klakson di belakang. Hadeuh, keringat dingin walaupun mobil pake AC tidak bisa dihindarkan. Lengkap sudah, grogi dan panik jadi satu. Deg-degan poll!!

Muter di belokan U aja hati-hatinya minta ampun. Ada juga pak ogah cepean yang keki karena saya terlalu sibuk merhatiin motor yang gak nyalip sampai gak ngasih mereka seribuan. Belum lagi masalah parkir. Maju mundur cantik sampai lurus itu selain bikin senewen. Ini  juga berpotensi bisa merubah tukang parkir menjadi Syahrince. Maju mundur cantik..



Pernah suatu kali mobil hampir nyungsep di got gara-gara truk sampah mengklakson dan menyalip di belokan. Truk sampah segede transformer sukses bikin saya panik dan banting setir. Untungnya mobil gak jadi nyungsep cuma menyerempet mobil dari arah berlawanan. Mobil yang diserempet ternyata mobil punya polisi pula,coba! Duit 100 ribu melayang dengan ucapan,"Kantor saya disebelah kantor bapak loh.. (sambil nyebut nama provider telco yang mengendorse iklan tata tertib lalulintas). Gak ngaruh, duit 100 ribu tetap aja buat ganti rugi penyok bempernya. Duh!

Ketika pun akhirnya nekad nyetir lagi,  awal-awalnya sempat  nyerempet  dan diserempet, bumper depan penyok dan penyokin pintu mobil orang lain juga. Berenti lagi? Gak! Saya mempertebal doa mudah-mudahan gak kejadian lagi dan lebih hati-hati. Karena kalau gak gitu, mau berapa kalipun belajar nyetir gak bakal bisa nyetir sendiri (lagi). Alhamdulilah dari jaman mobil manual yang diberi nama 'Kyu', lalu ganti jadi mobil matic bernama 'Siwan' sudah dapat pengalaman yang mudah-mudahan bisa menginspirasi dan memberi semangat untuk para perempuan nyetir sendiri.

Baca juga : Tips Berkendara Aman dan Nyaman 


Mudah-mudahan berguna. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas, juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, siapkah? 

Web Drama, Trend Baru Drama Korea

Gara-gara beberapa waktu lalu di twitter heboh dengan  web drama EXO Next Door, seorang teman (yang gak usah disebut namanya, ntar dia kondang)  nanya-nanya di whatssapp.  Dia penasaran kok bisa rame aja dibicarakan. Memangnya ceritanya super duper keren bingits? (Ngomong ala seumuran fansnya EXO). 

Akhirnya saya ceritakan sekilas story linenya dan alasan web drama yang baru 2 episode itu jadi TTWW (lengkapnya ntar di postingan berikutnya yah, supaya kalian betah maen ke blog gue. #modus), dia nanya lagi nontonnya dimana. Setelah diberitahu nontonnya di Line TV, dia nanya lagi "Channel TV baru? Harus langganan lagi dong..." 

Well, you don't have to, secara yang namanya web drama emang gak tayang di televisi tapi di website. 

Mungkin banyak yang belum tahu apa sih web drama itu?

Misaeng Prequel Web Drama 

Ketika Daehan,Minguk, Manse, Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won Bertemu

Susah bagi saya untuk tidak membahas Song Triplets, Daehan Minguk Manse ketika yang tiap hari saya pantengin adalah mereka. Kadang-kadang terlintas dipikiran, mereka ini sebenarnya bisa banget membentuk boyband. Mereka bertiga sama-sama suka nyanyi dan masing-masing punya spesiality. Daehan bisa jadi leader sekaligus visual karena dia yang paling ganteng (menurut saya). Minguk menjadi 'the brain' and 'the voice (semacam Kyuhyun di Super Junior gituh..) karena paling cepat hapal lagu dan pinter. Manse? Mmh.. dia tipikal member boyband dengan imej bad boy yang suka becanda gitu deh. Ya kan?

Ternyata baru-baru ini imajinasi saya tentang Song Triplets boyband ini kurang lebih terwujud dalam sebuah iklan bank yang mereka bintangi. Bukan plek jadi boyband sih. Di iklan 30 detik itu Daehan, Minguk, Manse bertransformasi menjadi anak band. Bonusnya  ada Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won juga loh.. Super duper keren! 



Peringatan : 
Hati-hati! Iklan ini berpotensi membuat penonton mengklik icon replay berulang kali. Menghubungi dokter jika jatuh cinta pada Song Triplets atau makin cinta sama Kim Soo Hyun adalah usaha yang tidak berguna. 

Supernova Episode Gelombang, Keping ke 5 Di Tangan Alfa Edison

Gelombang adalah salah satu novel rangkaian dari Supernova yang ditulis oleh Dewi 'Dee' Lestari. Ini bukan pertama kalinya saya membaca karya-karya Dee, bisa dibilang saya termasuk fans beratnya (walaupun bukan hardcore fan ya.Uhuk!). Di tahun 2000, ketika pertama kali Supernova : Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh terbit, saya tidak pernah menyangka bahwa ternyata cerita ini bersambung menjadi beberapa keping kisah yang ditulis masing-masing dalam satu buah novel. Sepanjang 14 tahun, Dee sudah menulis Akar, Petir, Partikel. Di tahun 2014  Gelombang dipublished dan menjadi keping kedua dari terakhir dari serial Supernova.

Supernova Episode Gelombang

Supernova Episode Gelombang, Keping ke 5 Di Tangan Alfa Edison 


Dalam setiap keping, selalu ada tokoh sentral yang berbeda dari keping sebelumnya. Untuk Gelombang, Dee 'menciptakan' Alfa Edison, seorang Batak dengan kecerdasan luar biasa. Orangtuanya bercita-cita ingin Alfa
menjadi orang yang tidak sekedar menjadi jago kampung. Persiapan telah dibuat namun kedua orangtunya dihadang dilema. Alfa diperebutkan oleh dua orang sakti mandraguna dari dua kampung berbeda. Orang-orang sakti ini berniat menjadikan Alfa sebagai murid spritualnya. Dari salah satu diantara mereka, Alfa diberi sebuah batu bersimbol aneh. Dia harus menjadi 'penjaga' kampung seperti batu itu menjaga dirinya. Untuk itu dia tidak boleh merantau. Sesuatu yang bisa menyia-nyiakan kecerdasan seorang Alfa Edison a.k.a Inchon.

Bukan tanpa sebab Inchon diperebutkan orang-orang sakti ini. Para tetua-tetua adat dan orang-orang sakti ini percaya Inchon telah dipilih oleh Si Jaga Portibi, mahluk gaib yang menjadi penghubung antara pencipta dan manusia. Inchon tidak hanya 'bertemu' dengan Si Jaga Portibi dalam keadaan sadar, tapi juga saat ia terlelap. Setiap kali dia tertidur, Inchon bermimpi aneh dan mencekam. Ada sesuatu dalam mimpinya yang berusaha untuk membunuhnya. 

Mimpi itu terus memburunya walaupun ia telah merantau jauh ke Amerika. Sebagai imigran gelap dia berusaha menembus belantara New York menjadi mahasiswa sekaligus karyawan perusahaan trader Wall Street ternama. Bermimpi jika ia tertidur menjadi ketakutan terbesar Inchon. Dia menjadi insomnia kelas akut. Suatu hari seseorang perempuan hadir dan memicunya untuk menghadapi ketakutan terbesarnya.

Dan itu membawanya jauh hingga ke Tibet, dimana satu demi satu jawaban dari semua pertanyaannya yang disimpan bertahun-tahun akhirnya terjawab. 

Hanya ada satu pertanyaan tersisa, dimanakah Inchon harus menemukan  keempat pemegang batu bersimbol seperti yang dipunyainya? 

My Impression

Dee selalu luar biasa dalam merangkai kata dan cerita. Saking luar biasanya saya sempat dibuat bingung dan agak mabok istilah-istilah di Supernova: Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh. Untunglah makin kesini, serial Supernova semakin bisa mengeluarkan Dee dari keinginan terlihat pintar dan benar-benar memperlihatkan dia betul-betul cerdas dengan tidak menumpahkan semua istilah-istilah yang tidak familiar seenak hatinya. Selain Partikel, Gelombang adalah salah satu keping yang cukup santai dalam penuturan dan alur cerita. 

Hal yang menarik adalah, jika pun tidak pernah membaca novel sebelumnya, masih tetap akan mengerti jalan cerita. Namun Gelombang juga tidak luput dari kesalahan-kesalahan kecil. Saya sangat menikmati cerita pencarian Diva hingga ketika lampu sorot pindah pada tokoh Inchon kecil. Namun ketika Inchon pindah ke New York ada beberapa hal yang saya rasa sebagai 'pelajaran gaya hidup bebas' terselubung. Walaupun Alfa beragama penyembah berhala (menurut keluarga yang ditebengin Inchon) dan hidup di New York yang bebas, tidak bisakah Inchon digambarkan tidak ikut-ikutan tidak perjaka hanya karena teman-temannya menertawainya? I mean, buku ini dibaca oleh anak muda Indonesia. Jika ada contoh, bisa jadi ini dijadikan pembenaran : Cowok Perjaka sebelum menikah itu gak cool, meeen..... Apapun agamanya, bolehkan kalau bukan hanya perempuan yang menjaga diri tapi juga lelaki? 

Untuk hal yang lain seperti jalan hidup Inchon yang terlalu mudah, dari ke Jakarta, pindah ke New York, dapat beasiswa hingga kerja di perusahaan ternama dengan gaji luar biasa tidak mengesankan buat saya. Namanya juga fiksi, tokoh utama tetap harus dipermudah jalannya walaupun kadang ada beberapa hal yang terlalu dipaksa. Semisal kenapa harus ke Amerika dulu untuk akhirnya bertemu sebuah buku yang ditulis Kalden? Bukannya dia sering nongkrong di toko buku bekas bapaktua? 

Inchon juga digambarkan jago bermain gitar dan berhasil memenangkan kontes di sebuah club. Bisa jadi ini penggambaran Dee untuk tokoh Inchon agar dia kelihatan lebih keren daripada sekedar jadi geek, mahasiswa peraih beasiswa di universitas ivy league. But that don't impress me much! Tidak ada hubungannya juga dengan inti cerita. Kecuali kalau tiba-tiba dia jadi ksatria bergitar dalam mimpinya lalu menemukan jawaban tanpa harus ke Tibet. (Lah, jadi Bang Rhoma dong... ). 

Dan walaupun ini bukan novel agama, saya merasa banyak unsur-unsur ajaran agama Budha yang disuntikkan dalam pemaparan kisahnya. Sesuatu yang pernah membuat saya jadi sedikit antipati pada Dee saat ia menuliskan Zarah yang beragama Islam namun dengan entengnya menjawab Jamur sebagai Tuhannya. *Sigh* But,hey! Dee hanya menulis untuk dirinya sendiri dulu, memang bukan untuk memenuhi selera pasar. Salah pembaca kalau kemudian jatuh suka. Ya kan?

Ada hal yang saya kagumi, ada pula yang harus saya maklumi. Yang jelas Dee adalah seorang penulis dengan segudang ide namun terkadang terlalu liar berimajinasi. Keliaran imajinasinya itu bisa jadi membawa pembaca jadi penasaran atau malah berhenti ditengah jalan karena kelelahan.

Gelombang adalah salah satunya buah pemikiran dan hasil riset Dee yang akan berlanjut pada Intelensia Embun Pagi yang akan menghubungkan novel-novel sebelumnya. Diantara beberapa hal yang tidak memuaskan tadi saya masih tetap penasaran ingin membaca ending dari serial Supernova. Sementara itu, mari terbawa gelombang hingga waktu yang belum ditentukan. 

Selamat membaca!

First Impression : Sensory Couple. The Girl Who Can Sees Smell

Saya jarang-jarang nih mau nulis tentang K-drama yang lagi tayang, baru 2 episode pula. Biasanya kan saya ngereview K-drama yang sudah selesai tayang aja. Tapi ini pengecualian sodara-sodara, because i just can't help it! Drama ini terlalu sayang hanya untuk disukai sendirian. Virusnya harus disebar ke seluruh penjuru mata angin. Wush wush... 

K-drama ini berjudul Sensory Couple atau dibeberapa waktu sebelumnya sempat diberi judul Girl Who Can Sees Smell. Saya lebih suka menyebutnya sebagai Sensory Couple karena judul ini lebih pas. Bukan hanya sang tokoh perempuan yang punya 'kemampuan' khusus tapi juga tokoh prianya. Pas kan kalo disebut couple?

Sensory Couple a.k.a The Girl Who Can Sees Smells

The Story : 

Sensory Couple dimulai dengan cerita 4 tahun lalu ketika Choi Eun Sool ( Shin Se Kyung) pulang sekolah. Sambil berjalan pulang dia mengirimkan sms kepada ibunya minta dimasakin ramyun. Little that she knows,