Melintas Batas Singapore - Malaysia

Sejak kemunculan Trinity sepertinya banyak orang-orang Indonesia yang ingin berlibur ke luar negeri sebagai backpacker. Sampai sekarang dengan makin mudahnya orang mengakses informasi dan perusahaan penerbangan yang kerap menggoda iman dengan promo tiket murah, makin banyak orang pula yang kepengen melihat dunia lain eh maksudnya negara lain.

Pertanyaannya adalah harus kemana memulainya? 

Dulu saya juga bertanya yang sama. Tahun 2013, saya nekat traveling berdua saja dengan teman, tanpa tour, cuma ngikutin trend : being a backpacker. Setelah punya passport, mikir punya mikir mending nyari negara yang gak usah pake visa dan bahasanya gak bikin susah. Singapore  langsung menjadi top of mind. Negaranya rapih, gak ruwet, sistem transportasi bagus dan wilayahnya gak seberapa luas. Pas lah buat traveler pemula.

Perjalanan ke Singapore bisa dibaca disini.


Melintas Batas Singapore - Malaysia


Lalu kemudian  saya pikir tanggung amat kalau hanya ke Singapore saja. Maka disusunlah rencana berikutnya : Mari nyebrang ke Penang, Malaysia. Kenapa Penang? Karena saya penasaran aja dengan negara bagian Malaysia yang katanya pertemuan jaman kolonial, Melayu dan peranakan.Seru kali yah..

Waktu itu sebagai orang yang pengen ngerasain jadi backpacker, maunya sih bisa kemana-mana dengan modal sehemat mungkin. Jarak Singapore ke Malaysia tidak seberapa jauh, tapi kan gak mungkin juga jalan kaki, hihihih. Cek en ricek selain naik pesawat ternyata ada moda transportasi bus yang bisa dipilih. Saya sengaja memilih bus malam supaya bisa menghemat waktu dan biaya karena gak perlu nginap di hotel. Rencananya sih tinggal bobo di bus, pagi sudah tiba di Penang.   

Ternyata operator bus yang melayani rute Singapore-Penang itu banyak dengan harga dan bus yang beragam. Pilihan akhirnya jatuh pada  operator bus Sri Maju. Selain harganya yang lumayan murah dibanding yang lain, busnya juga kelihatannya nyaman. Untuk tiketnya sendiri bisa dibeli secara online dengan pembayaran kartu kredit atau dibeli langsung di agen resminya di Golden Mile Complex. Waktu itu saya memilih beli secara online supaya gak repot aja. Begitu tiba di kantor pemasarannya di Golden Mile Complex, saya tinggal memperlihatkan e-booked pada petugas yang kemudian diganti dengan tiket beneran.  
Sambil menunggu jadwal keberangkatan, saya sempat nongkrong sebentar di Golden Mile Complex. Nongkrong disini adalah sebenar-benarnya nongkrong, bukan nongkrong cantik sambil ngopi-ngopi di cafe. Golden Mile Complex itu bukan semacam mall walaupun memang pertokoan. Saya sempat melihat-lihat sekilas keadaan di lantai 1 saat mencari toilet. Banyak kios kios makanan, pakaian, outlet cemilan dan yang paling banyak adalah agent-agent bus antar kota-negara. Jadi ketika selesai menoilet dan bus belum ada tanda-tanda berangkat juga, saya nongkrong di pelataran Golden Mile Complex bersama penumpang yang menunggu bus masing-masing. 

Disaat itulah saya sempat ngobrol dengan seorang perempuan muda yang malam itu juga lagi nunggu bus jurusan Ipoh. Dia sempat gak percaya ketika tahu saya ke Singapore dan saat itu mau ke Penang hanya berdua saja dengan teman. Cewek pula! Dan itu baru pertama kalinya ke luar negeri. Padahal kalau dipikir, dia bukannya ke luar negeri juga, sendiri pula. Mungkin bagi dia Singapore - Ipoh jaraknya hanya sepelemparan kapur, tidak termasuk luar negeri walaupun harus periksa passport.

Pengalaman pemeriksaan passport di perbatasan Singapore-Malaysia jadi pengalaman yang unik juga. Jauh sebelum berangkat saya sudah sempat browsing tentang hal ini. Banyak sekali yang saya baca menginformasikan : HARUS BURU BURU. BUS GAK MAU NUNGGU. KETINGGALAN? TUNGGU BUS BERIKUTNYA. Padahal kenyataannya... 

Bus yang saya tumpangi berhenti di imigrasi Singapore setelah tiga puluh menit berangkat dari Golden Mile Complex. Karena sudah baca informasi Bus gak mau nunggu  dan didukung orang-orang lain juga keknya buru-buru amat sampe lari-larian gitu, saya pun dengan sigap ikut lari ke dalam gedung imigrasi. Ternyata antriannya sudah mengular. Mungkin itu kali ya kenapa orang-orang di warning untuk cepet-cepatan lari, supaya gak kelamaan ngantri. 

Nyatanya proses antrian berjalan tertib dan petugas imigrasinya juga gak banyak cingcong langsung stempel aja. Gak berapa lama sudah selesai dan kembali ke bus yang MASIH NUNGGU dong dengan antengnya.. Memang sih cuma pindah tempat sekian meter aja, tapi penumpang tetap ditungguin sampai semua naik. Bukannya langsung berangkat lagi dan penumpang yang tertinggal harus nungguin bus dari operator yang sama untuk ditebengin. Duh! Sungguh siapapun yang menuliskan tips dan trick perjalanan dengan bus dari Singapore ke Penang seperti itu bener-bener harus mengedit lagi tulisannya deh. Ada kali lima menitan saya menunggu di dalam bus sampai akhirnya bus kembali melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Tau gitu yaah gak usah lari-larian. (Iyahh saya terlalu lugu... ) 

Couch Bus Sri Maju Yang Setia Menunggu 

Setelah passport dikecup basah dengan stempel imigrasi Singapore, gak sampe lima menit bus membawa kami ke gedung imigrasi perbatasan Malaysia.  Kali ini gak perlu lari-lari mendapatkannya walaupun langkah tetap harus dipercepat. Kantor imigrasi perbatasan Malaysia ini sedikit lebih kecil dan suram dibandingkan gedung imigrasi Singapore Sepertinya sudah terpampang nyata perbedaan kedua negara tetangga ini. Petugasnya juga tidak begitu teliti memeriksa barang bawaan pendatang, antriannya gak karuan, ruangan sesak ACnya gak terasa. Ya sudahlah, yang penting passport sudah dikecup basah lagi dengan stempel imigrasi. Welcome me Malaysia..  Let's get back to the bus!

Couch bus yang saya tumpangi cukup nyaman. Tempat duduknya empuk dan bisa diatur sehingga bisa menjadi tempat tidur, AC dingin walaupun lagu yang diplay pakcik supir adalah lagu India. Karena sudah capek banget seharian ngider di Singapore, saya tertidur dengan nyenyak sampai di terminal Sungai Nibong, Penang pagi buta. Gak kepikiran lagi untuk foto-foto interior bus (Walaupun masih aware dengan sekumpulan anak band keren yang duduk di bagian belakang. Hihihi). 

Lampu jalan masih nyala, langit masih gelap ketika bus tiba di Terminal Sungai Nibong. Saya disambut udara Penang pukul setengah enam pagi. Masih ada waktu buat sholat subuh. Alhamdulillah ada musholla di lantai dua terminal yang masih sepi. Ternyata terminalnya rapih. Selain ada musholla, terminal berlantai dua ini juga dilengkapi kamar mandi dan kantin. Yay! Bisa bersih bersih badan yang pegel agak kecut manis ini dulu kan...

Seselesainya bebersih badan, saya masih sempat selonjoran kaki di musholla sambil cek en ricek itinerary. Satu dua orang silih berganti masuk musholla untuk mengejar Subuh yang tertunda. Ternyata mereka ini mahasiswi-mahasiswi dari berbagai daerah di Malaysia yang sedang menuntut ilmu di Penang. Mereka cukup ramah ditanya ini itu dalam bahasa melayu sesekali bercampur bahasa Inggris. Lumayan lama ngobrol, mereka harus bergegas kembali ke asrama. Di luar langit sudah terang, jalan di depan terminal sudah mulai ramai. Saatnya berangkat. Mari telusuri Penang  di postingan berikutnya. Penang, here i come..

Terminal Sungai Nibong, Penang 

Note:
Pics taken by Ankhe, karena foto-foto yang saya ambil kebanyakan selfie. Hahaha *iyaah waktu itu level kenarsisanku setinggi level Maicih yang paling pedes* 

Behind The Scene Pemotretan Iklan : Daehan Minguk Manse dan Song Il Kook

Sementara yang lain masih belum bisa move on dari Ji Chang Wook yang mengupload fotonya 'balapan liar' di Bali, aku masih gak bisa melepaskan diri dari tiga bocah kembar ini :  Daehan, Minguk, Manse. Song Triplets ini sudah aku bahas sebelumnya disini, cuma karena kemarin sebagai ritual sehari-hari aku mampir ke forum dan melihat ini :

Daehan dan Appa Ppoppo

Whoaa... Dispatch! Setelah selama ini membocorkan scandal-scandal dating para artis Kpop sekarang malah published foto ini. Daebak! Seandainya Dispatch adalah situs berita Indonesia yang terkadang judulnya gak nyambung dengan isi beritanya, foto ini  bisa diberi judul : SELEBRITIES KOREA BERCIUMAN. 

*Lalu dikeplak massa*

GenKdrama, Ketika Perbedaan Tak Jadi Masalah

Masih ingat gak jaman pemilihan presiden tahun lalu? Di social media rame update-an status tentang kandidat pilihan yang kemudian berakhir 'rusuh' di tab comment. Gimana gak rusuh kalau terjadi perang hujatan, saling sindir menyindir atau lebih parah lagi secara terbuka berantem di social media. Serunya (atau sarunya?) berantemnya bisa melebar sampai ke dunia nyata sampai putus komunikasi dan tali silaturahmi. Kelakuan sudah 11-12 dengan fans hardcore One Direction, Justin Bieber, Agnes Mo, Super Junior, EXO dan segala macam idol-idol itu. Kalo ingat lagi jaman itu, gila yah..bisa sampai segitunya cuma karena perbedaan 'idola'. Hayo siapa disini yang sempat renggang hubungan pertemanannya gara-gara beda 'idola'? 
"Segala perbedaan itu.. Membuatmu jauh dariku.."

                                        Ari Lasso - Perbedaan

Oke lupakan, lagu Ari Lasso gak ada hubungannya dengan Kpop, Kdrama or whatsoever!

Gara-gara itulah akhirnya waktu itu saya mengambil jalan tengah : GAK MAU UPDATE STATUS BERBAU POLITIK, walaupun kadang-kadang tangan gatel setengah mati. Kalau dipikir-pikir lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Kalau opini kita berbeda, biasanya banyak yang komen gak mau kalah. Makanya mending bahas yang lain aja deh. Drama Korea,misalnya.

Dan ternyata saya gak sendiri.
Diantara teman-teman di media social, ada beberapa 'biang' Drama Korea. Jadi sementara yang lain sibuk dengan perdebatan tak berujung tentang siapa yang paling pantas, kami 'sibuk' berkicau di socmed tentang drama Korea yang telah dan sementara ditonton. Saling menanggapi jika ada yang menarik hati tapi tidak saling menyakiti perasaan jika berbeda opini.

Misalnya nih, terus terang saya gak suka sama Lee Min Ho dan Park Shin Ye. Gak ada satupun dari drama keduanya yang saya tonton (Jadi ngerti kan kenapa saya gak nonton The Heirs?). Bukan benci loh..gak suka aja. Walaupun sejuta umat bilang Lee Min Ho ganteng dan Park Shin Ye keren, dimata saya kemampuan akting mereka datar (tsaaahh!). Coba bayangin kalo komentar semacam ini di lapak lain, misal bilang "Aku gak suka EXO, mereka nyontek SuJu aja ihh!" niscaya bakal dibash abis sama anak-anak EXO-L. (Ada yang mau nyoba?)

Nah, reaksi seperti ini yang tidak (atau belum?)  saya temukan diantara para pencinta drama Korea. Beda selera jenis drama aja gak sampai ada yang marahan. Saya yang suka banget sama Misaeng sering banget nebar-nebar racun Misaeng. Senang aja kalau ada yang ter-Sales Team 3 juga. Lumayan kan bisa diajak ngobrol di rooftop sambil minum susu basi.

Misaeng, The Best K-Drama Ever!! 


Tips Berkendara Aman Dan Nyaman

Jaman sekarang vehicle alias kendaraan itu penting banget. Kendaraan memang diciptakan untuk memudahkan pergerakan, itu sudah sejarahnya. Disaat perempuan-perempuan jaman sekarang makin rempong dengan segala kegiatannya, kendaraan jadi penting banget!  Ke kampus, Ke pasar, ke kantor, nganterin anak, jemput ponakan, hangout sama teman-teman, duh kalau bisa teleport, mau dong pinjam bubuk flonya Harry Potter biar cepat cuzz  sampai ketujuan. 

Sayangnya kita hanya muggle biasa, gak bisa ngapalin mantra, apalagi tahu shopping online yang jualan bubuk flo atau sapu terbang. Sepeda, Motor, Mobil hanya itu yang bisa membantu kita sehari-hari berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kecuali kalau situ punya jet pribadi buat ke spa, ya oke lah! (Nebeng dong). Tapi secara umum tiga kendaraan ini yang sering nganterin perempuan kemana-mana.

How To Drive for beginner


Dulu saya juga sempat sih punya perasaan takut dan gak pede nyetir sendiri. Padahal dari kecil saya sudah mengimpikan untuk berkendara kemana-mana. Kaki belum nyampe di pedal gas aja, aku sudah dibelakang setir sok pura-pura nyetir di jalan (Iyah, aku Song Manse banget!). Begitu umur sudah mencapai hak untuk memiliki SIM semakin membaralah keinginan itu. Hanya saja belum ada lampu hijau dari orangtua. Masih kecil. Ntar aja, bisa dianterin kemana-mana ini. Begitulah beberapa alasannya..

Dasar anak nekat, saya akhirnya memberanikan diri tanpa sepengetahuan Bapak ( kalau Mama sih tahu, jadi gak terlalu bandelkan saya?). Pertama kali mengendarai kendaraan, saya pake motor non matic. Belajarnya muter-muter kompleks di malam hari. Tapi larangan Bapak masih berlaku. Belum boleh bawa motor sendiri kalau belum ada SIM. Makanya begitu di kampus (waktu itu masih kuliah) ada program SIM Kampus aku ikut mendaftar. Mumpung ada event ini aku sekalian ambil dua SIM, tipe A dan C. Setelah di tes (beneran!! pake tes tertulis dan praktek) dan berhasil lulus sudah mulai sedikit pede walaupun masih agak deg-degan. Rumah ke kampus jaraknya jauh bo'. Ada kali 10 km. Gimana kalau aku jatuh terserempet? Gimana kalau malah aku yang nyerempet orang?

The Song Triplets
BELAJAR DARI KECIL, 
PAKE MOBIL MAINAN DULU AJA
Kata iklan sabun cuci, "Kalo Gak Kotor Ya Gak Belajar" ini juga mirip dengan tagline berani menyetirku : KALO GAK LECET YA GAK BELAJAR. Trial pertama aku coba naik motor sendiri pagi-pagi sekitar jam tujuh pagi sampe ke ujung jalan perbatasan jalan raya yang rame. Eh berhasil! Aku terusin dong.. "Ntar sampe pengkolan angkot." ehh masih aman. Aku lanjutin terus "Ntar sampe terminal balik aja ke rumah." Alhamdulilah lancar jaya. Dengan perasaan deg-degan dan juga stok nekat yang aku punya, akhirnya aku berhasil sampai kampus pagi itu. Sampai di kampus nelpon mama,"Ma... aku sudah sampai kampus. Doaian pulang selamat ya!" bikin Mama jadi speechless.

Besok dan besoknya lagi nekadnya berkurang berganti dengan keberanian dan percaya diri. Jalan masih pelan, belum ngebut dan tentunya taat rambu-rambu lalu lintas. Alhamdulilah gak ada masalah. Ada sih sekali aku pernah jatuh terpleset di pasar *iyaahh di pasar sodara-sodara* gara pengen nyalip2 diantara lalu lalang orang. Motor lecet dikit, iyah. Malunya? Luar biasa. Tapi itu pengalaman. Lagian setelah dipikir-pikir ngapain juga lewat pasar, kek gak ada jalan lain aja.

Baca Juga : Berani Lebih, Lebih Berani Nyetir Sendiri 


Anyway... langkah besar dimulai dari satu langkah kecil. Ketika satu langkah kecil telah diambil, langkah besar tidak lagi menjadi hal yang terlalu sulit untuk dimulai. Langkah besar ini bernama : Memberanikan diri menyetir mobil. Eing ing eng... Mari keluarkan stok nekat berikutnya. Dan akhinnya sampai sekarang alhamdulilah sudah bisa nyetir sendiri sampai ke luar kota.

So, untuk menyemangati para wanita (yang sudah punya SIM) tapi masih gemetar-gemetar gimana..gitu untuk nyetis, here are some tips that i can share for you :

1. Rileks


Rasa takut semacam takut nabrak, takut keserempet, takut ini, takut itu biasanya jadi pemicu ketegangan saat menyetir. Akibatnya jadi grogi, diklakson dikit panik. Padahal kalo bisa rileks, cara mengendalikan kendaraan bisa lebih nyaman baik untuk pengendara maupun kendaraan disekitar anda. Bayangkan jika anda grogi karena ketakutan, injak gas jadi hati-hati... banget. Kendaraan bergerak pelan bikin susah kendaraan dibelakang. Apalagi kalo mengambil bagian kanan jalan. Itukan buat lajur cepat. Gimana gak mau diklakson atau disalib dari kiri coba? Panik lagi kan kalo gitu. Makanya rileks..

Healer Kdrama
Mana Bisa Rileks Kalo Mobil Sebelah Seperti Ini? 

2. Berdoa


Biar rileks selain meningkatkan skill dan pengetahuan tata tertib lalu lintas, doa bisa sangat membantu. Perasaan jadi aman, kita jadi lebih tenang, menyetir pun jadi lebih nyaman. Khusus untuk aku pribadi, selain doa-doa keselamatan, aku juga berdoa minta dimudahkan dapat tempat parkir yang aman dan nyaman. Alhamdulilah sih so far gak ada tukang parkir yang berubah jadi Syahrince.

3. Practice Makes Perfect


Seperti juga hal-hal lain, bisa karena terbiasa. Pertama kecepatan 20 - 30 km/jam dulu gak apa-apa.Pokoknya cukupanlah sampe pindah ke gigi 3 (untuk mobil transmisi manual). Muter-muter dalam kompleks dulu atau nyetir jarak 1 Km dulu gak masalah. Gitu aja tiap hari sampe pegel. Kemudian baru bertahap dengan jarak yang lebih jauh. Pilih waktu lengang lalu kemudian agak rame trus pasang badan di jam macet. Niscaya kaki pegel bo, injak kopling!

Women Driving Car

Ini juga berlaku buat pengguna mobil transmisi Matic. Memang lebih mudah karena hanya injak gas dan rem saja. Pindah persneling hanya buat maju, mundur, netral dan parkir saja. Namun itu bukan berarti gak harus latihan juga, apalagi yang sebelumnya kebiasaan injak kopling seperti aku. Selain itu pinter-pinternya deh membiasakan diri dengan menginjak gas. Tanpa nginjak gas pun mobil matic akan melaju sendiri jika tuas persneling dipindahkan ke D (Drive) atau R (Reverse). Be aware aja dan jangan panik.

4. Patuhi Peraturan Lalu Lintas


Kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia, ngurus SIM gak pake test teori peraturan lalu lintas. Alasannya sederhana, kan sudah kursus menyetir mobil. Padahal saat kursus, banyak juga instruktur yang hanya mengajarkan cara mengendarai tanpa memberi informasi tentang tata tertib lalu lintas. Akhirnya banyak yang asal nyelonong aja, tidak memperhatikan weser, salib dari kiri, berada di jalur kanan dengan kecepatan lambat dan sebagainya.


5. Don't Text/Call While Driving


Ini juga salah satu hal yang ganggu banget. Tahukah anda,jika anda bbm-an, whatsapp-an, sms-an atau telpon2an sambil nyetir anda berpotensi mencelakakan orang lain dan diri anda sendiri. Saat kita melakukan dua hal bersamaan dalam satu waktu, konsentrasi kita pun terbagi. Salah satu ada yang lebih difokuskan dan satunya lagi kurang diperhatikan. Untuk yang terakhir ini biasanya menyetir yang dianak tirikan. Jika kapan-kapan bertemu mobil berjalan pelan padahal di depannya jalanan lengang, kemungkinan terbesar adalah pengendaranya lagi nelpon atau sambil bbm-an. Dan itu bikin gregetan yang dibelakang. Mau disalib, kendaraan dari arah berlawanan tidak memungkinkan. Mau diikutin, ini mau sampai kapan? Kalau tiba-tiba di depan ada yang lewat lalu mobil didepan ngerem mendadak, pengendara dibelakang lagi yang susah. So please, don't text/call while driving. Kalopun penting banget, usahakan menepi atau pake handsfree dan bicara seperlunya aja. Gak usah curhat di jalan. Basi! Madingnya sudah terbit! Eh!

6. Hargai Sesama Pengguna Jalan


Seringkali saya menemukan pengendara mobil/motor yang tidak tahu sopan santun. Sudah tahu berada di jalanan perkotaan (bukan luar jalan poros antar kota), tapi lampu yang dinyalakan malah lampu jauh. Ini jelas menyulitkan pengendara yang berada di depan untuk melihat. Bisa saja karena silau pengendara di depan malah menabrak kendaraan lain. Apa situ mau tanggung jawab? (HARUSNYA!!).

Hal yang bikin nyesek lainnya adalah parkir disembarang tempat. Sudah tak terhitung berapa kali saya melihat orang memarkir kendaraannya pas di depan pintu pagar rumah/kantor orang lain. Logikanya orang lain jadi ketutupan dong akses keluar masuknya. Ya mending kalo yang punya rumah/kantor gak punya mobil. Ya kalee ini sudah jelas-jelas setelah pagar ada garasi. Jadi pengen bakar ban ala mahasiswa deh!

Pernah suatu kali saya mendapati seorang perempuan yang memarkir mobil keren dan terbarunya di depan pagar kantor orang lain. Kebetulan kami sedang ngantri di mas-mas tahu tek yang sama. Saya pun mengingatkan dan dibalas dengan dusta  lirikan ke pintu pagar lalu melengos. Duh, ini perempuan! Sebagai sesama perempuan yang menyetir saya jadi malu. Banyak yang berpikir jika perempuan tidak tahu nyetir, suka nabrak, nyetirnya pelan, parkir sembarangan masa sih harus dibenarkan? Harusnya imej kebanyakan orang terhadap kemampuan perempuan menyetir itu diubah dong. Karena banyak juga laki-laki nyetir pelan, parkir sembarangan, suka nabrak tapi hanya perempuan yang seringkali kena cibiran. Ayolah ladies, let's show to the world kita bisa nyetir yang baik dan benar dan menghargai sesama pengguna jalan. Malu dong sama SIM!

7. Jangan Cuma Tahu Nyetir Aja, Rawat dan Pelajari Kendaraannya.


Sebagai perempuan secara alamiah suka kerapihan. Alangkah enaknya jika pengendaranya sudah cantik, kendaraannya kinclong di luar, wangi dan bersih di dalam, lalu kemudian gak tahu letak tanki bensin dimana (Hahaha). Setahu saya setiap kendaraan ada buku manualnya. Gak ada salahnya loh dibaca. Disitu ada keterangan how to train your dragon  memperlakukan kendaraan dengan baik dan benar. Ini penting agar mesin dan perlengkapannya awet.

Cari tahu juga bagaimana mesinnya bekerja, kapan ganti oli, cek ban dan printilan lainnya. Ibarat tubuh kita sendiri, kalau gak dirawat mesin dan body kendaraan juga bisa sakit atau gak indah lagi. Jika dirawat selain kita nyaman pakenya, ketika akan dijual lagi walaupun sudah keluaran tahun lama masih banyak yang nawar. Bisa pasang harga deh!

Mudah-mudahan berguna ya ladies. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, are you ready?

Drive Safely and be smart driver, ladies. Happy Driving!

The Song Triplets : Daehan Minguk Manse, Cuteness Overloaded

Mari lupakan sejenak namja-namja yang sering menggalaukan perasaan dengan tatapan mereka di drama-drama Korea. Lupakan juga namja-namja member boyband yang sudah mematahkan hati karena ketahuan punya pacar (atau mukul pacarnya!). Yuk, kenalan dulu dengan  bocah kembar tiga yang lucu kelahiran Seoul tapi gedenya di Songdo, Incheon : Daehan, Minguk, Manse. 

Song Triplets - MANSE DAEHAN MINGUK (dari kiri ke kanan)

Me and Samsung Galaxy Note Edge, Kerja dan Gaul dalam Satu Genggaman

Aku dari dulu pengen banget ganti smartphone. Maklum, yang sekarang sudah empat tahun gak ganti. Secara fungsional, smartphone candybar ini sudah gak bisa menunjukkan tajinya sebagai smartphone handal di jaman sekarang. Ibarat manusia, smartphoneku yang sekarang ini sudah uzur. Fisiknya sudah bocel, kemampuan otaknya sudah lemot. SMS jangan terlalu berharap dibalas. Huruf-hurufnya sudah susah dipencetin. Satu satunya yang masih bisa diandalkan dari smartphoneku ini adalah masih bisa menerima dan menelpon *iya kalo masih ada pulsa juga sih*. 

Sebenarnya aku sudah pengen banget ganti. Teman-teman sudah banyak yang 'menghina-dina' smartphoneku ini. Cuma yah gitu, niat tinggal niat aja karena bingung mau ganti dengan apa. Hari gini, produsen smartphone tuh sudah kayak ayam aja bertelur tiap hari. Ada aja yang baru, fiturnya canggih-canggih, bikin bingunglah menentukan yang mana.

Me and Samsung Galaxy Note Edge, Kerja dan Gaul dalam Satu Genggaman


Alhamdulilah pada saat galau gitu, tiba-tiba dapat rejeki gratisan dari kantor, sebuah Samsung Galaxy Tab 4. Lumayan dong cuy! At least aktifitasku sebagai 'tukang catat' bos besar dan blogger yang blognya dikunjungi sejuta umat ini (halah!) kehadiran Samsung Galaxy Tab 4 cukup membantu. Hanya saja untuk urusan ditelpon dan menelpon aku tetap harus menggunakan smartphone yang lama karena ukurannya yang lebih handfriendly. Akhirnya bawa-bawa dua gadget kemana-man. Ini membuat aku kepikiran lagi pengen punya smartphone yang ukurannya sesuai tangan aku yang mungil ini tapi juga bisa membantu pekerjaan dan tetap bisa bikin aku eksis. #Penting #KadangkadangLebihPentingDariKerjaanUtama #Oops. 

Cek en ricek, suatu hari pas lagi baca-baca twit di tab,ada satu twit dari @samsung_ID yang bikin jantungku berdegup kencang *halah* semacam bertemu dengan Kyuhyun Super Junior, gitu.

My Note Edge
Tweet @Samsung_ID yang bikin Jantungku Berdegup Kencang

Galaxy Note Edge? 
*Tarik napas dalam-dalam* 
Cantik banget..
Pengen ......... 
*Lalu pingsan karena kelamaan menahan napas* 

Setelah baca-baca spesifikasinya di website resmi Samsung, aku jadi sebel. Huhh! Samsung itu memang ngeselin banget ya? Heran deh, kenapa sih  selalu buat gadget yang irresistible, menggoda iman menggeluarkan uang tabungan aja! *peluk celengan ayam erat-erat*. 
Kalau kek gini belum apa-apa sudah bikin aku menghayal aja, nantinya mau ngapain aja  dengan Galaxy Note Edge.. *nangis dipojokan*

Eh, tunggu! Emangnya kalau aku punya Galaxy Note Edge, aku bakal ngapain aja sih? Sini deh aku kasi tahu. Sst... dengan Galaxy Note Edge aku pengen : 


1. Corat Coret, Drag and Drop Dengan Advanced S Pen


Aku ini sebenarnya penganut faham 'paperless', sekurang mungkin menggunakan kertas semakin baik. Selain ramah lingkungan juga hemat biaya. Apalagi sekarang gadget-gadget sudah makin canggih dan banyak memberi kemudahan tanpa harus menggunakan kertas lagi.

Dengan Advanced S yang ada di Galaxy Note Edge ini, sepertinya akan lebih mudah untuk menulis dan menyalin catatan. Stylus S Pen Galaxy Note Edge ini katanya punya sensivitas yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Sebagai 'tukang catat'nya big boss, kadang-kadang kalau ada dikte-dikte dari pimpinan yang harus ditulis dengan cepat rasanya agak ribet jika harus diketik via keyboard smartphone. Begitu juga kalau ditengah-tengah aktifitas aku kepikiran ide untuk tulisan di blog atau bahan siaran, aku tinggal mencoret-coret layar dengan S Pen layaknya menulis di kertas menggunakan pulpen. Selain itu menggunakan Advenced S Pen ini aku juga bisa  menyeleksi gambar atau foto, mengoreksi gambar, membuat sketsa, hingga mengatur tebal-tipis goresan.

Aku juga bisa  dengan mudah memilih isi yang aku  inginkan dari teks, layar dan aplikasi. Mengumpulkan apa yang aku pilih dan berbagi & menyimpan sekaligus. Dengan fasilitas Smart Select pada Air Command kumpulan hasil seleksiku itu tadi bisa digunakan secara berbarengan, misalnya dikirim sebagai attachment pada e-mail. Pekerjaanku jadi lebih mudah deh. Yay!

Daehan,Minguk,Manse


2. Photo Notes


Salah satu fitur di Galaxy Note yang bikin aku ngiler banget itu adalah Photo Notes. Hari gini gak cuma orang,pemandangan atau makanan aja yang penting untuk di foto. Bagi pekerja kantoran seperti aku yang setiap hari bergelut dengan dokumen-dokumen, presentasi atau catatan-catatan, kadang-kadang agak males ya kalau nemu hal-hal yang harus diketik ulang atau difotocopy. Dengan adanya fitur Photo Notes, aku tinggal foto dokumen yang aku perlu, langsung dikonversi secara digital hingga berbentuk file word atau pdf. Aku tinggal  mengedit catatan, mengubah warna, dan dimasukkan ke dalam tambahan memo dengan bantuan Advance S Pen. Share lewat email atau via messenger,  it's a lot easier!

My Note Edge
Photo Note (pic dari sini


3. Mengerjakan Banyak Hal dengan Berbagai Aplikasi dalam Satu Layar



Karena Galaxy Note Edge ini punya fitur Multi-window, jadi aku akan bisa lebih fleksibel  menggunakan beberapa aplikasi sekaligus pada 1 layar menggunakan gerakan sederhana saja. Cukup sentuh-sentuh dikit, drag and drop pake Advance S Pen jadi deh. Gak perlu repot-repot lagi buka tutup aplikasi. Nge-Socmed juga lebih mudah, apalagi update blog. Dengan kekuatan 2.7 GHz Quad Core Processor,3GB RAM + 32GB Internal memory, OS Android Kitkat, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2X2 MIMO), Download Booster, NFC, Bluetooth® v 4.1 (BLE),ANT+USB2.0, MHL 3.0,  aku gak perlu khawatirkan pekerjaan terbengkalai gara-gara smartphone lemot? *menatap tajam pada smartphone yang lama* #pukpuk *kasian kamu*

Me and Note Edge
Pic credit as note


4. Nonton K-Drama Favorit


Tidak ada yang lebih menyenangkan di waktu pikiran mumet karena kerjaan selain selonjoran sebentar sambil streaming nonton K-Drama. Menurut yang aku baca disini: Samsung Galaxy Note Edge punya saturasi warna yang tepat dan kontras tinggi dari layar Quad HD + Super AMOLED 5.6". Jadi warna-warna keluarannya begitu tajam dan jelas seolah-olah melihatnya secara langsung. Resolusi tinggi menghadirkan pengalaman visual yang luar biasa. Ji Chang Wook serasa di depan mata.. Whoaaa..

Me and Note Edge
Ketampanan Ji Chang Wook Jadi Maksimal dengan Samsung Galaxy Note Edge

5. Pengen Foto-Foto

Smartphone mahal-mahal kok cuma buat foto-foto sih. Hush! Jangan berisik deh. Taking pictures tuh sudah kebutuhan standar para pengguna smartphone. Hayo ngaku, pernah gak pegang-pegang smartphone pajangan di outlet-outlet trus gak pernah nyobain cameranya? Hayo... sekali aja pasti pernah! *Duh, semoga bukan aku aja yang melakukan ini -- hahaha*

Dengan kamera belakang 16MP Smart OIS, foto yang dihasilkan lebih jelas bahkan di tempat gelap. Lensa F1.9 dan 3.7MP untuk kamera depan, ditambah mode selfie (90º) dan Wide selfie (120º), lumayan banget for taking selfie or wefie, groufie, even with Selfie Sukaesih (Atau Im Siwan, in my case).

Artis Korea Selfie
Wefie-an ala Pemain Misaeng

Dan itu semua gak bakal bikin aku ketinggalan notifikasi. Ini nih bedanya Samsung Galaxy Edge dengan smartphone yang lain. Samsung Galaxy Note Edge punya ujung layar yang  melengkung unik. Shortcut ke aplikasi-aplikasi yang sering digunakan bisa terlihat dari lengkungan itu. Notifikasi dan semua fungsi perangkat bisa diakses dengan mengeserkan jari, bahkan saat cover tertutup. Notifikasi instan juga dapat diterima ditepi layar saat menonton video tanpa gangguan.

Samsung
Layar Lengkung Samsung Galaxy Note Edge (Pic dari sini)

Samsung Galaxy Note Edge seperti juga saudara-saudaranya punya penampilan yang gak malu-maluin. Cukup tipis, ukurannya tidak terlalu besar untuk digenggam jadi nyaman untuk urusan telpon menelpon atau texting. Design di layar pun bisa di customized sesuai dengan keinginan pemakai. Urusan pekerjaan dan socialized selesai dalam satu genggaman. Asik yah..

Untuk aku yang tidurnya bawa-bawa smartphone, aku bisa mengawali hari dengan tetap terhubung dengan topik yang berkaitan dengan aku hanya dengan sekali lirikan pada ujung layar lengkungnya. Hebat gak tuh? Cuma ya gitu deh, aku jadi gak bisa punya alasan gak baca pesan lagi dari si boss. #Heol

My Note Edge
Notifikasi di Layar Lengkung Galaxy Note Edge

Gak masalah sih, yang penting segala aktifitasku lebih dimudahkan dengan kehadiran Samsung Galaxy Note Edge di tangan. Masalahnya, Samsung mau ngasih aku gratis gak ya? Hahahaha...

Im Siwan

Kai EXO aja pake Samsung Galaxy Note Edge, masa aku enggak????!

0:36 Patchcode #KAI 


Ditulis untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Blog Samsung #MyNoteEdge

Review Drama Korea : Heart To Heart

Setelah "Misaeng", ini dia K-drama yang menjadi pengganti di slot tayang Jumat-Sabtunya tvN. Heart To Heart, judulnya. K-drama ini bergenre romance comedy berlatar belakang penyakit kejiwaan. K-drama yang mulai tayang 9 January 2015 ini sepertinya gak sengaja kebawa arus trend K-drama 2015 : Drama sakit jiwa. Walaupun gak seberat Hyde,Jekyl,Me atau Kill Me Heal Me yang punya multiple kepribadian, plot Heart to Heart berdasarkan masalah kejiwaan juga : Phobia! 

The Story

Cha Hong-do, cewe 20's something , yang takut keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain gara-gara wajah merahnya.

Heart To Heart
CHD - Can social anxiety (blushing easily) be cured?
Suatu hari rumahnya Cha Hong Do kemasukan pencuri. Adalah Doo Soo Jang, seorang polisi yang saat itu bertugas membuatnya jatuh cinta. Awalnya sih Cha Hong Do hanya ingin berterimakasih karena sudah diselamatkan dengan mengirimkan masakan. Eh lama-lama Hong Do jadi keterusan suka sama detektif Doo Soo Jang yang cuek,cool tapi baik hati ini sampai 7 tahun bo'!! 



Selama 7 tahun suka diam-diam, masalah Hong Do cuma satu : "Gimana kalau detektif Jang akhirnya menikah dengan orang lain?" Hong Do tidak berani menampakkan diri dihadapan Doo Soo Jang, cuma kalau detektif Jang yang tiap minggu selalu pergi ke perjodohan gitu akhirnya bertemu dengan perempuan yang disukainya, Hong Do bisa apa?

Heart To Heart
*Ketika Galau All You Can Do is : Rebus Ramyun" 
Tidak sengaja saat nge-Ramyun, Hong Do meletakkan panci panas tempat merebus ramyun diatas buku psikologi yang ditulis oleh  Ko Yi Suk, seorang psikiater yang lagi naik daun. Ketika Hong Do membaca buku itu, dia akhirnya kepikiran untuk berobat pada Ko Yi Suk agar penyakit phobianya bisa hilang jadi bisa ketemuan dengan detektif Jang. Niat yang sangat mulia ini ternyata berbuntut panjang. 

Ko Yi Suk ternyata sangat egois, ngeselin dan gak pasien oriented banget. Sebagai psikiater di dunia nyata, dia lebih banyak menghabiskan waktu mendesah, memutar matanya, daripada benar-benar membantu pasiennya. Beda banget dengan imejnya di media yang tenang, dokter penuh perhatian yang sukses mengagalkan  wanita yang ingin bunuh diri dari atap.

Heart To Heart
*Ko Yi Suk di TV*

Heart To Heart
Ko Yi Suk di Dunia Nyata

Later that day, Ko Yi Suk sedang mabuk saat menghadapi seorang pasien dengan kegalauan akut gara-gara masalah keluarganya. Entah bagaimana telinga Ko Yi Suk tiba-tiba berdenging. Dia tidak bisa berkonsentrasi lagi pada apa yang dikatakan pasiennya. Satu hal yang pasti diingat Yi Suk  adalah sang pasien berlumuran darah dihadapannya dengan pena tertancap di lehernya. Ko Yi Suk kaget apalagi Cha Hong Do yang pada saat yang sama datang ke tempat praktek Ko Yi Suk untuk mendaftar jadi pasien. Parahnya lagi sebelum melihat kejadian itu, Hong Do sempat mendengar sang pasien berteriak "Kill Me...! Heal Me Kill Me..!"

Heart To Heart
Kill Me... Kill Me...! 

Jreng..Jreng...
Zoom In, Zoom Out 
Oh Wait, ini bukan sinetron Indonesia! Juga bukan drama Kill Me, Heal Me ( Lupakan!)

Ok, lanjut pemirsah!!

Masih dalam shock, Ko Yi Suk tetap bisa berpikir lurus. Telpon 911, pake smartphone Cha Hong Do. Kejadian seperti ini gak mungkin dong gak berurusan dengan polisi. And guess what siapa polisinya?? Tentu saja ' Uri Detective Jang'. Gak boleh protes! Selain ceritanya detektif Jang ini bertugas di kantor polisi Gangnam yang mencakup lokasi 'Heart To Heart',tempat praktek Ko Yi Suk berada; detektif Jang ini kan juga second lead male yang bikin perasaan bimbang dan ragu Cha Hong Do (dan gue!!!!) 

Anyway, saat integorasi Ko Yi Suk jadi kesel banget gak cuma pada detektif Jang tapi juga sama Cha Hong Do. Menurutnya Hong Do nuduh-nuduh dia mencoba membunuh pasiennya. Padahal Hong Do hanya menceritakan apa yang dia lihat aja, itupun pake gambar saking malunya dia ngomong sama detektif Jang. Ko Yi Suk jadi tambah kesel karena berita itu tersebar di media, menjadi scandal dan reputasinya sebagai psikiater tercoreng. Semua orang menganggap dia pembunuh dan parahnya lagi karena gak ingat apa-apa Ko Yi Suk mulai menganggap itu benar. Pasiennya pada kabur semua. Pacarnya juga selingkuh. Duh, dunia gelap deh! Mending bunuh diri aja.

Heart To Heart
Cha Hong Do galau : masak Ramyun.
Ko Yi Suk galau : niat bunuh diri 

Disaat kronis seperti itu, tiba-tiba aja dong ada telpon dari kepolisian Gangnam yang mengabarkan sang pasien sadar dan bilang bukan Ko Yi Suk pembunuhnya. Halah! Ini sudah terlanjur gantung dasi di plafon, buku sudah ketendang, leher sudah terikat nih.

Heart To Heart

Sudah, gitu aja. Selesai dalam 1 episode.

Ya enggak gitu juga kali... 

Heart To Heart printilannya banyak tapi ceritanya simple banget kok. Alur maju mundurnya juga mudah dimengerti. Semakin ditonton penonton dibawa menyelami  hal-hal serius seperti penyakit mental, kemungkinan pembunuhan, dan luka lama masa lalu yang kembali menganga karena cinta. (Halah!)
Saat-saat yang lebih ringan, lucu dan romantis untuk menyeimbangkan cerita juga ada. Cinta segitiga? Ish, sudah gak jaman! Di Heart To Heart bahkan kakek Ko Yi Suk pun berani melamar . Dari berjalannya cerita juga jadi  belajar lebih banyak tentang orang-orang dan masalah-masalah mereka yang berakar karena tidak  bisa move on dari masa lalu. Percintaan terlarang karena masa lalu keluarga yang ingin dilupakan, hati yang harus memilih melupakan demi kedamaian dalam keluarga, dan hati yang merelakan karena sadar cinta punya timingnya sendiri. Romantic yet sad, a little bit cheesy but also heart-warming at the same time.

Above of all, yang bikin betah sebenarnya karena karakter-karakternya menarik dan diperankan oleh aktor/aktris yang kualitasnya sepadan. Klop!

The Cast 

Cha Hong Do

Dulu waktu masih SMU dia sering diejek teman-temannya sampai merasa rendah diri dan akhirnya gak lanjut sekolah. Padahal Cha Hong Do ini pintar loh! Hobi membaca dan menonton acara-acara quiz di TV membuatnya punya wawasannya luas. Sehari-harinya sih dia berusaha sebisa mungkin tidak berinteraksi dengan orang lain. Jika terpaksa keluar rumah demi nganterin makanan kepada cowok yang diam-diam disukainya, andalan satu-satunya adalah HELM yang bisa membantu menutupi wajah merahnya. Satu satunya cara demi bertahan hidup dia bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan berpakaian seperti neneknya setiap kali dia pergi keluar. Tak disangka Hong Do, dia ternyata malah kerja di rumah kakek Ko Yi Suk.

Heart To Heart
Choi Kang Hee as Cha Hong Do & Granny

Cha Hong Do diperankan Choi Kang Hee, menurutku dia asik banget aktingnya. Dia benar-benar bisa memerankan dua peran sekaligus sebagai nenek yang periang dan cucu yang pendiam. Mengalir aja gitu. Kualitas akting yang sebanding dengan lawan mainnya : Chun Jung Myung.

Ko Yi Suk 

Dia adalah tipe cowok yang bisa kamu sebelin setengah mati tapi diam-diam kamu kangenin. Dia penuh kontradiksi. Dia berusaha menjadi  pusat perhatian (menulis buku, jadi tamu di talk show, menjadi psikiater handal)  sekaligus pura-pura rendah hati dengan semua prestasinya. Coba aja denger kalo dia lagi bluffing sebagai psikiater terbaik di depan Hong Do atau dia diam-diam bicara sendiri,"Siapa sih dokternya?" kalau melihat Hong Do mengalami kemajuan. Namun disaat yang sama dia bisa sangat romantis dan penyayang tanpa kata-kata.
Heart To Heart
Ko Yi Suk : I'm The Nation's Doctor 
Tapi yang paling membingungkan adalah bagaimana peduli dan hangatnya dia dengan wanita bunuh diri di atap, namun di kantornya dengan pasien biasa, kesabarannya nol, tak ada toleransi apalagi empati. Apalagi kalo ketemu dengan detektif Jang, bawaannya pengen nonjok aja. Nih cowok maunya apa sih? Psikiater tapi kok galak banget, sudah gitu sering hilang fokus trus tiba-tiba gak sadarkan diri pula. Jangan-jangan malah dia yang sebenarnya sakit jiwa.

Heart To Heart
Ko Yi Suk : Ganteng Ganteng Ngeselin

Ko Yi Suk diperankan oleh Chun Jung Myung. Pertama kali nonton dramanya tahun 2012, The Cinderella's Sister dan kupikir not bad at all. Kali ini di Heart To Heart aku bisa lihat sisi lainnya dia. Ternyata Chun Jung Myung bisa jadi menyebalkan sekaligus menggemaskan dalam satu waktu. Akhirnya aku jadi bingung mau nge-shipp Cha Hong Do sama dia atau Cha Hong Do dengan detektif Jang. Chun Jung Myung can really portrayed a quack, player, psycho rotten doctor seperti Ko Yi Suk dalam pandangan Cha Hong Do. Oiya, and most important thing : Super Gwiyomi!

Doo Soo Jang

A.K.A  Detektif Jang. Cowok ini baik banget, perhatian, lembut and manly tapi gak peka dengan perasaan perempuan. Tujuh tahun dibawain makanan, ditungguin diam-diam masih gak ngeh juga dengan perasaan Hong Do. Detektif Jang malah sibuk nurutin keinginan bibinya untuk dijodoh-jodohin. Ketika Cha Hong Do yang pemalu akhirnya berani mengungkapkan perasaan padanya, dia malah bingung dan bilang dia sudah mau menikah dengan pilihan bibinya. Minta disantet kali nih cowok!
Begitu dia tahu Ko Yi Suk jadi dokternya Hong Do, barulah dia merasa khawatir. Dengar kabar Ko Yi Suk ini terkenal diantara perempuan-perempuan dalam hal "tertentu". Detektif Jang khawatir Hong Do cuma diperalat aja. Makanya begitu dia tahu ternyata Ko Yi Suk dan Cha Hong Do tidur bareng, detektif Jang kesel  dan mulai merasa ada rasa tak mau kehilangan Hong Do. Dia bahkan membatalkan pertunangannya begitu tahu Hong Do makin deket dengan Ko Yi Suk. Dikejar-kejar Ko Se Ro pun dia masih cuek aja (walau sedikit merasa jengah dengan keagresifan Se Ro). Tapi begitu mau ditinggal pergi, dia malah ngejar sampai ke bandara. Duh.. tipe cowo kek gini memang sepertinya harus diberi shock therapy yah biar sadar! 


Heart To Heart
Doo Soo Jang, Ganteng Ganteng Gak Peka Perasaan Perempuan

Doo Soo Jang diperankan oleh Lee Jae Yoon. Tidak pernah nonton drama dia sebelumnya, cuma dikasih tahu sama temen-temen di "Geng Drama" kalau dia pernah maen di I Need Romance Witch's Romance. Awalnya aku ngeshipp dia dengan Cha Hong Do, apalagi setelah dia ngeh kalau dia juga punya perasaan suka. So far sih aku suka aja aktingnya Lee Jae Yoon di drama ini, tapi belum bisa komentar banyak karena belum nonton dramanya yang lain. Seringnya ngelihat dia jadi kepikiran Song Il Gook (bapaknya Daehan,Minguk,Manse), mirip sih. Sudah gitu sama-sama berperan jadi detektif pula. Aku kan jadi sukaaaaa.... Hahahahaha.

Lee Jae Yoon
Ganteng Ganteng, Sepertinya Mirip... 

Ko Se Ro

Karakter yang gemesin lainnya adalah Ko Se Ro. Dia adalah adik perempuan Ko Yi Suk yang jauh-jauh disekolahkan ke Amerika, pulang ke Korea malah pengen jadi aktris. Begitu dapat peran pertama sebagai figuran, proses syutingnya terganggu gara-gara detektif Jang dan partnernya mengejar perempuan bugil. Syuting batal, satu scene dimana Ko Se Ro harusnya ada akhirnya dibatalkan sutradara. Kesel lah Ko Se Ro pada detektif Jang sampai melaporkan tuntutan atas alasan masa depan karirnya sebagai aktris setara Angelina Jolie rusak. Belum tahu aja Ko Se Ro kalau detektif Jang ini lempengnya gak ketulungan. Makin kesel Ko Se Ro, makin dia gak peduli. Makin gak peduli detektif Jang, Ko Se Ro malah jadi tertarik. Ish, couple ini seperti dua kutub magnet yang berbeda. Berada di ujung yang berbeda tapi saling tarik menarik, kurang asik apa coba?

Heart To Heart
Bang.. Peluk Aku Juga Bang..!! 

Ko Se ro diperankan oleh So Hee, ex-member Wonder Girls. Dia salah satu alasan kenapa aku pengen nonton Heart To Heart dari awal (setelah Choi Kang Hee). Pengen tahu aja dia bisa akting apa enggak, soalnya dulu aku suka dia waktu di masih di Wonder Girls. Ternyata gak mengecewakan kok. At least dia bisa masuk ke karakter Ko Se Ro yang 'Ratu' banget itu, sekaligus jadi anak yang merasa gak pernah dapat porsi perhatian dan cinta orang tua.I also like the way she says detective Jang's name : Doo Soo "Jeng" and she's definately cute as Ko Yi Suk's sister. Suka!

Heart To Heart
Ko Se Ro : ActressWanna Be yang Aktingnya Pas-Pasan

Likes and Dislike

Dalam hal apapun juga, termasuk menonton K-drama sesuka apapun pasti ada hal yang gak kita suka begitu juga sebaliknya. Heart To Heart pun tidak terkecuali.

Aku suka plot ceritanya di episode episode awal, lalu ketika situasi makin seru terkadang aku berpikir writer-nim sengaja menyelesaikan masalah dengan segera. Disaat itu aku merasa sedih gak suka, gimana ceritanya bisa sampe episode 16 nih? Sempat kepikiran gak mau nerusin nonton setelah episode 14. Lalu kemudian ada hal lain yang bikin betah lagi *getok pala penulis naskah!* Walaupun sebenarnya kalau writer-nim mau sedikit lebih 'menyusahkan perasaan' lebih bagus lagi, karena aku merasa konflik diantara Cha Hong Do dan Ko Yi Suk ini terlalu smooth, kurang drama! Aku malah lebih suka perjuangannya detektif Jang mengejar cintanya.

OSTnya yang bergenre K-indie banyak yang asik, lumayan banget apalagi kalau sudah sering dicekoki OST bergenre ballad di K-drama yang lain. Beberapa lagu juga memakai lirik berbahasa Inggris yang sangat simple. Saking simplenya sampai kadang mikir, emang beda ya kalau lirik bukan dari your mother tongue. *Lalu bandingin dengan lirik lagu-lagunya Oasis* *Kemudian digeplak Britpop fans*

Aku percaya chemistry yang pas antara pemain menghasilnya adegan yang baik. Untuk Heart To Heart, chemistry pemainnya dapat banget. Entah itu untuk love-love situation atau hate-jealousy relationship. Bahkan hubungan antara kakek Ko Yi Suk dengan ahjumma rumah tangga keluarga besar Ko aja asik aja ditonton. Hubungan kakak-adek Ko Yi Suk dan Ko Se Ro juga heart-warming banget. Ko Yi Suk gak cuma jadi oppa yang bisanya ngelarang-larang dan nyuruh-nyuruh  adek bungsunya tapi juga bisa jadi teman curhat. Cool kan?
Ada sih yang bikin pengen ngeskip adegan, seperti adegan bapaknya Ko Yi Suk di episode-episode akhir. Duh.. kemana aja sih Ahjussi, can you do it better? *mulai sok jadi sutradara kondang, marah2in pemain*

Overall, what i like about this drama is "the ending". Heart To Heart ini  tidak menyusahkan perasaan banget lah ending. It's a happy ending for everyone. And when i said "everyone" is literally for eeeveeeryyyyone.... Tidak ada pihak yang hatinya diperlakukan semena-mena, bahkan hati penonton yang selalu terkena second lead male syndrome seperti aku. Baru kali ini aku merasa puas dengan siapa the second lead male jadian. Doo Soo Jang and Ko Se Ro were pretty cute. Untuk yang suka drama yang happy ending, you should count this drama in to your list.

Happy Watching!

Choi Kang Hee, Chun Jung Myung