13 Things I Have To Do In Korea

Although I've got "Korean Wave fever" since a few months ago, for me South Korean is a  fun topic to read, watch, hear and talk on. Watching entertainment news, K-Drama and Music video's, listen to K-pop songs and of course discuss everything about K-wave. Learn a little bit of the language (although now only be a few words only), find out the typical dishes and even television shows. One friend's office had said, "not only in the virtual world (ie the Internet) even  in the real world  you still talk about  Korea and Korea again." Hahaha.. Well,I'm sorry.. It's just a fun thing to talk about.

Walaupun saya baru kena "demam Korean Wave" ini sejak beberapa bulan lalu, bagi saya Korea Selatan ini seperti topik seru untuk dibaca,di tonton, di dengar dan di bicarakan. Mulai dari berita-berita entertainmentnya, nonton K-Drama dan Music Videonya, dengar lagu-lagu Kpop dan tentu saja membicarakan segala sesuatunya tentang K-wave ini. Belajar sedikit sedikit bahasanya ( walaupun sekarang baru bisa sepatah dua patah kata saja), cari tahu masakan-masakan khas bahkan sampai acara-acara televisinya . Salah seorang teman kantor sempat bilang,"gak di dunia maya ( maksudnya internet) sampai ngobrol di dunia nyata pun tetap aja yahh ujung-ujungnya Korea lagi,Korea lagi." Hehehe, yaah maap. 

10 Things I Have To Do In Korea 


My fascination in South Korea makes me always think how to get there. I admit that the South Korean government and industry are good in promoting the great entertainment of all kinds sides of their country. In K-Drama the viewers presented with  beautiful sights and their unique habits. Through Kpop songs, the listener who at first don't know how to pronounce the words become curious  ultimately interested in studying the language. For those who are fond of eating must be want to try the diverse range of South Korean dishes. Yet this .. yet that .. Aigoo so many things to try. 

So if someday I was finally able to Korea as well, there are a few things I want to do there.
 
Ketertarikan saya dengan Korea Selatan ini membuat saya selalu terpikir untuk jalan-jalan ke sana. Saya akui pemerintah Korea Selatan dan industri hiburannya hebat dalam mempromosikan segala macam sisi dari negara mereka. Dari K-Drama nya saja,pemirsa di suguhkan pemandangan-pemandangan yang indah dan kebiasaan-kebiasaan mereka yang unik. Dari lagu-lagu Kpop, pendengar tidak sedikit yang akhirnya jadi penasaran dengan bahasa Korea dan akhirnya tertarik mempelajarinya. Bagi yang doyan makan jadi pengen nyobain juga beragam masakan khas mereka. Belum ini.. belum itu.. Aduhh banyak banget lah.Jadi jika ternyata akhirnya saya bisa ke Korea juga, ada beberapa hal yang ingin saya  lakukan di sana.

1. Cooking Class 


I am really curious about the Korean dishes. But since most of the ingredients are contain pork (either meat or the cooking oil), of course I could not enjoy it. So I really want to learn how to cook the Korean dishes, so I can make a halal version. In addition to fulfilling a personal desire to eat Ramyun, Bulgogi, Galbi, Gimbab, Bibimbap and etc, maybe i can make an Islamic enterprise Korean cuisine without much changing the original taste. It may be helps to  provide security for the Muslims who wants to enjoy the Korean cuisine.

Ehhh jauh jauh cuma mo belajar masak? Iyahh.. biarin. Soalnya saya penasaran banget dengan masakan-masakan khas Korea. Tapi berhubung kebanyakan bahan masakan Korea itu mengandung Babi (entah minyakya atau dagingnya sekalian), tentunya  saya tidak bisa menikmatinya. Makanya saya pengen banget belajar masakan mereka,supaya saya bisa membuat versi HALALnya. Selain bisa memenuhi hasrat pribadi makan Ramyun,Bulgogi, Galbi,Gimbab,Bibimbap dan teman-temannya. Yah kali saja kapan-kapan bisa buka usaha masakan Korea yang islami tanpa banyak merubah cita rasa aslinya. Paling gak bisa memberi rasa aman bagi para muslim yang ingin berwisata kuliner Korea.
 
According to the information I read from books / internet and what I watched on KBS World, Korean Cooking Class is really happening these days, especially in Seoul. The participants usually are older women and men who are entering retirement age or whose children are already can depends on their own. Some of the cooking class are Global Village Centre (GVC) which already have branches everywhere or Sempio Cooking Academy. Maybe with the help of cooking class i   might as well add another skill , COOK, which  until now it's like mission  possible for me . Hahaha!
  
Menurut informasi yang saya baca di buku/internet dan saya tonton di KBS World, Cooking Class di Korea itu banyak banget,apalagi di Seoul.Apalagi saat ini sepertinya sedang trend belajar masak disana. Biasanya sih pesertanya ibu ibu atau bapak-bapak yang sudah memasuki usia pensiun atau yang anak-anaknya sudah pada gede. Beberapa diantaranya Global Village Centre (GVC) yang sudah punya cabang dimana-mana atau Sempio Cooking Academy. Lumayan kan,sekalian nambah satu skill lagi,MEMASAK,yang sampai sekarang gak bisa-bisa. Hahaha!  

2.Membuat KIMCHI ( Making  KIMCHI)

Of all the Korean cuisine, Kimchi is the most that makes me curious because it said this ferment foods is some kind of anti aging if eat often. Well, maybe this is the secret of the ahjumma in Korea at the age of 70 years old yet still looks fresh and strong. That's why I also want to know how to make it. Quite right, who knows the age of that much later I can still fit as a fiddle follow to  watch Super Junior's Super Show. (Hahahaha ELF, detected!). Actually, in the cooking class  we can also learn how to make kimchi. But in the autumn are usually held in the South Korean Kimchi festival where visitors can learn how to make kimchi. Why the fall? Because there is such a tradition that carried on sunny days when the cold wind blows in mid-November to early December where they made Kimchi abuzz in large quantities. Kimchi that has made may be enough to eat until the following spring (around May-April). This tradition is not only a means to prepare food for the winter, but also grateful to the Korean words have missed a year safely, and the early start to the new year of life.
  
Dari semua kuliner Korea,ini dia yang paling bikin saya penasaran. Katanya makanan berfermentasi ini bisa membuat awet muda. Nah, mungkin ini rahasianya para ajumma di Korea di usia 70 tahun pun masih kelihatan segar dan kuat. Makanya saya juga pengen tahu cara membuatnya. Lumayan kan, siapa tahu di usia segitu nanti saya masih bisa segar bugar ikutan nonton Super Show-nya Super Junior. (Hahahaha ELF,detected!). Sebenarnya di cooking class pun sepertinya ada yang mengajarkan belajar membuat Kimchi. Tapi di musim gugur biasanya diselenggarakan festival Kimchi di Korea Selatan dimana para pengunjung bisa belajar membuat Kimchi.  Kenapa di musim gugur? Karena ada semacam tradisi yang dilakukan pada hari cerah ketika angin dingin bertiup yaitu di pertengahan November hingga awal Desember dimana mereka membuat Kimchi beramai-ramai dalam jumlah banyak. Kimchi yang dibuat diperkirakan cukup untuk dimakan hingga musim semi tahun berikutnya (sekitar Mei-April). Tradisi ini tidak hanya berarti menyiapkan makanan untuk musim dingin, melainkan juga ucapan bersyukur orang Korea telah melewatkan satu tahun dengan selamat, dan awal memulai kehidupan pada tahun yang baru. 

Making Kimchi ( pic from here)

Actually in Gangnam district at Seoul, there is a special museum for this one dish, its name: Kimchi Museum in COEX, Gangnam. Here we are presented with the history of kimchi, its benefits even we can learn to make it. So one of the places I really want to visit as well is Kimchi Museum. Say Kimchi..........Sebenarnya di Seoul tepatnya di kawasan Gangnam ada sebuah museum khusus untuk masakan yang satu ini,namanya : Kimchi Museum di Coex,Gangnam. Disini kita disuguhkan sejarah Kimchi,manfaat-manfaatnya bahkan  kita pun bisa belajar membuatnya. Makanya salah satu tempat yang pengen banget saya kunjungi itu yah Kimchi Museum ini.
  

3. Hanbok 

Hanbok (South Korea) or Choson-ot (North Korea) is the traditional Korean dress. If you've ever watched Princess Hour you're certainly know what it's like. The colors are attractive and not tight on the body it makes me want to wear it. Hanbok is indeed has variety of well types and purposes. Hanbok is usually used during special occasions, such as weddings, birthdays, celebrations / festivals. There is caste discrimination in terms of materials and colors used. Nobility, for example, wearing Hanbok from a woven fabric or high quality materials such as silk. The colors are varied and bright colored. Ordinary people would not be able to use the material as it could not buy. But maybe i can borrow one and wear it. Who knows i can join the SNSD member on that picture. Hahaha!
 
Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Kalau sudah pernah nonton Princess Hour pasti tahu deh Hanbok itu seperti apa. Warnanya yang menarik dan tidak ketat di badan ini membuat saya pengen nyoba memakainya. Hanbok ini memang macam-macam juga jenis dan peruntukannya. Hanbok biasanya dipakai saat acara-acara tertentu, seperti pernikahan, acara ulang tahun, perayaan hari besar/festival. Dulu, penggunaan Hanbok tidak sembarangan. Ada perbedaan kasta dalam hal bahan dan warna yang dipakai. Kaum bangsawan misalnya, memakai Hanbok dari kain yang ditenun atau bahan berkualitas tinggi seperti sutra. Warnanya bervariasi dan berwarna terang. Rakyat biasa tentu tidak bisa menggunakan bahan seperti itu karena nggak sanggup membeli. Tapi kali saja bisa saya pinjam.. hahahaha dasar!

4. Mendaki Gunung  (Hiking)


Most of Korean people likes to hiking. But do not imagine that they're hiking at the Mount like Mount Semeru, Mount Rinjani or the top of Carstensz in Indonesia . In view of the science of geography this is may in fact sort of a high hill which its track already neatly prepared by the local government to be comfortable for the visitors. If you watching drama series 49 Days, in one episode there's a scene the main character and his friends do the hiking. That's the one i'm talking about.  Hiking in Korea also has its own challenges. Because of the volcanic rocks and steep rocky there, the visitors have to be careful or they can fall into the abyss as well. Interestingly, up a mountain in South Korea was considered as a kind of sport jogging in the park. No wonder because usually the location of mountain hiking is also included in the National Park area. So it could be at its peak, we can meet with a group of people who picnic. Normally bustling activity of this mountain hiking is done on Saturdays and Sundays. No wonder so the Koreans were in good health. Not just a trip to the Mall, they are also diligent roads to mountain. Ah i really want to try.. 

Masyarakat Korea punya kebiasaan mendaki gunung. Tapi jangan membayangkan mendaki gunung ala pendaki Gunung Semeru, Gunung Rinjani atau puncak Cartenz di negeri kita ya. Kalau di lihat dari ilmu Geografi mungkin sebenarnya ini semacam bukit yang tinggi ( halah!) yang tracknya sudah di siapkan rapih oleh pemerintah setempat agar nyaman untuk di daki para pengunjung. Coba deh nonton serial drama 49 Days, di salah satu episode ada adegan pemeran utama dan teman-temannya melakukan pendakian. Seperti itulah kira-kira. Meskipun tracknya tidak semenantang jalur pendakian di Indonesia, mendaki gunung di Korea juga punya tantangan tersendiri. Karena gunung disana berbatu batu dan terjal, kalau gak hati-hati bisa jatuh ke jurang juga. Menariknya,naik gunung di Korea Selatan itu dianggap sebagai olahraga semacam jogging ke taman. Gak heran juga sih secara memang biasanya lokasi pendakian gunung ini juga masuk dalam kawasan Taman Nasional. Jadi bisa saja di puncaknya, kita bisa bertemu dengan sekelompok orang yang piknik. Biasanya kegiatan naik gunung ini ramai di lakukan di hari Sabtu dan Minggu. Gak heran ya orang Korea itu sehat-sehat. Gak cuma jalan-jalan ke Mall,mereka juga rajin jalan-jalan ke Gunung. Ahh jadi pengen..
 

5. Gayageum

Gayageum is a Korean musical instrument similar to the lute. I often see on Youtube Korean traditional performances that use this instrument. According to information, in Seoul there is a place to learn music Gayageum specifically for foreigners. Its name is National Gugak Centre of Korea. In this institution is not only Gayageum that can be learned but also other Korean traditional musical instrument. It's not easy and certainly can not instantly learn this instrument, it takes about a minimum of 12 meetings to be considered to play it well. It's worth to try though, at least try  play this instrument a little. If Can not play the guitar, maybe i can play Gayageum ! (Oh I'm so insist! )
Pic from here

Eh ini bukan gaya-gayaan yah.. Gayageum ini adalah alat musik Korea yang mirip dengan alat musik kecapi. Saya sering lihat di Youtube pertunjukan-pertunjukan tradisional Korea yang mempergunakan alat ini. Menurut informasi, di Seoul ada tempat untuk belajar musik Gayageum khusus untuk orang asing. Namanya National Gugak Centre of Korea. Di lembaga ini sebenarnya tidak hanya Gayageum yang bisa di pelajari tapi juga alat musik tradisional Korea lainnya. Memang sih tidak gampang dan tentunya gak bisa instant mempelajari alat musik ini,butuh sekitar minimal 12 kali pertemuan untuk dianggap bolehlaahh untuk memainkannya. Tapi kan kalo di sentil sentil doang bisa aja kali yaah.. (maksa mode on!). Intinya tetap harus nyoba memainkan alat musik ini. Gak bisa main gitar, Gayageum pun jadi! (tetap maksa mode-on)
 

6. Rail Bike 

Well, this is also one thing that makes me curious to do. Rail Bike is a kind of cycling over the railroad tracks. But  the bike is not the one we normally use on the highway. It's like a lorry with roof and we had to pedal to riding it. A lorry can consist of two to three people, so it can be pedaled lightly. The railroad is also specialized provide . One of the places that provide the Rail Bike with beautiful views is in Samcheok. In addition to see beautiful scenery, by riding the Rail Bike we can also be healthy. Yeaahh  Healthy inside, fresh outside!
Rail Bike at Samcheok (pic here)

Nah ini juga salah satu hal yang bikin saya penasaran pengen nyoba. Rail Bike ini semacam bersepeda diatas rel kereta api. Tapi bukan pake sepeda yang biasanya kita gunakan di jalan raya. Bentuknya seperti sebuah lori beratap dan kita harus mengayuh pedal seperti mengayuh kereta. Satu lori bisa terdiri dari dua sampai tiga orang, jadi mengayuhnya bisa ringan. Jalurnya juga khusus di sediakan dan melewati pemandangan-pemandangan indah. Salah satu tempat yang menyediakan Rail Bike ini adalah di Samcheok. Selain mata segar lihat pemandangan indah, badan juga segar bo' karena mengayuh pedal.. Sehat! Sehat!


7.  Bersepeda di tepi sungai Han-Gang (Cycling at the bank side of Han-Gang)

Annyeong Siwon-ssi.. wanna ride my bike?


Han-Gang is not just like any river stream. This historic river in Korea due to a bygone era of success and prosperity of the kingdom depends on the mastery of this river. In the vicinity of this river so many interesting places that should be compulsory and must to visit. Banpo Floating Island for example. There we can see the Rainbow Waterfall of Banpo Bridge. There are also small islands around the Han-gang for animal conservation . Water skiing and other water games can also be done here. But above all, the desire to be honest it's so.... simple. I really want cycling on the banks of the river Han-Gang places like  in the movies or dramas. I heard that Siwon and other Super Junior members often walks there since they live near the Han-Gang. Well,who knows i  accidentally ran into one of them. 

Bukan sungai sembarang sungai. Ini sungai bersejarah di Korea karena zaman dulu kesuksesan dan kemakmuran kerajaan bergantung pada penguasaan terhadap sungai ini. Di sekitar sungai ini banyak banget tempat menarik yang harus wajib dan kudu untuk di kunjungi. Banpo Floating Island misalnya. Disana kita bisa menyaksikan Rainbow Waterfaal dari jembatan Banpo. Ada juga pulau-pulau kecil di sekitar Han-gang yang jadi konservasi hewan dan pertumbuhan. Main ski air dan permainan air lainnya bisa juga di lakukan disini. Tapi jujur diatas semua itu keinginan saya sederhanaaaaaaa banget. Saya pengen banget bersepeda di tepian sungai Han-Gang tempat yang sering banget di pakai lokasi syuting drama-drama. Dengar-dengar sih Siwon dan member Super Junior lainnya juga sering jalan-jalan di situ berhubung dorm mereka yang letaknya dekat. Ya kale aja pas jalan-jalan bisa gak sengaja papasan dengan salah satunya.


8. Main di Tempat Rekreasi Keluarga (Have Fun at the Family Recreation Complex)

T-Express Lotte World

Everland, Seoul Land, especially Lotte World has become a kind of objective mandatory and must visit if you are in Korea. Instead that there's in recreation complex in Indonesia, we're also got Ancol and Trans Studio. But its attractions is a little different with Indonesia.It said there is a kind of T-Express roller coaster that is made very steep and tall. That would be rush the  adrenaline, right? I really want to ride it  although maybe afterwards I certainly not going to ride it again .. Hahahahaha

Everland, Seoul Land, apalagi Lotte World sudah jadi semacam tujuan yang wajib dan gak boleh enggak harus di kunjungi jika berada di Korea. Bukannya di Indonesia gak ada yah.. kita kan juga punya Ancol dan Trans Studio. Tapi disana atraksi-atraksinya sedikit berbeda dengan di Indonesia. Katanya disana ada T-Express semacam roller coaster yang di buat sangat curam dan tinggi.. sekali. Memicu adrenalin sekali kan? Jadi pengen.. walaupun mungkin sesudahnya saya pasti gak bakal naik itu lagi.. Hahahahaha

9. Jjimjilbang (찜질방)

In the Korean drama or else in one of the variety show on KBS WORLD many of those take setting in this place Jjimjilbang is sort of a public or public-bath. Inside was Hot hot tubs, showers, Finnish-style saunas, and massage tables. While gathering up in the big room we could eat boilled egg, chatting up a boiled egg even playing games. The Jjimjilbang is open 24 hours. So i would like to soak or steam there. Gaja!!

Jjimjilbang 찜질방
Pic from here

Di drama Korea atau pun juga di salah satu variety show di KBS WORLD banyak yang mengambil setting di tempat ini. Tempat ini semacam pemandian umum atau public-bath. Di dalamnya ada Hot  hot tubs, showers, Finnish-style saunas, and massage tables dimana kita bisa sambil ngobrol sampai makan telur rebus bahkan maen game. Serunya Jjimjilbang ini buka 24 jam. Jadi jam berapa pun kita rasanya pengen berendam atau sauna yang datang aja kesana. Yuukkk Mari...

10. Nonton Konser Kpop ( Attend Kpop Concert) 


I would be lie if i I told you i don't want to attend a Kpop Concert at the Kpop country itself. Watch SMTown, YG Family Concert or JYP Nation must be things that I really want to do. Of course, those are such a large-scale concert kpop and there are not held just in any time anywhere. If my visit  there does not match with one of those event, I just really want to see Super Junior performing whether it's in music programs for TV shows or else. But it would be great if i could watch the Super Show .. Ah.. When will it come true, i wonder.. 

Super Junior
Pic from here

Bohong aja kalau saya bilang gak mau bela belain nonton Konser Kpop saat berada di daerah Kpop sendiri. Nonton  SMTown ,YG Family Concert  atau JYP Nation pastinya jadi hal yang pengen banget saya lakukan. Tentunya konser kpop skala besar seperti itu gak setiap saat di gelar. Kalaupun kedatangan saya misalnya kesana tidak bertepatan dengan event tersebut, pengen banget lihat Super Junior manggung entah itu di program musik untuk acara TV lebih bagus lagi jika bisa sekalian nonton Super Show.. Ahhh.. kapan ya kira-kira?

11. Shopping 

Traveling without shopping actually could have been done. But in Korea a lot of cute stuffs really tempting to buy. In Myeong-dong we can buy cosmetics made in Korea and fashion also. For lovers branded goods lovers but can't handle the price, there is a place called Itaewon where you can buy the imitation of branded stuffs like LV etc. There is also Insadong for shopaholic which  can not make the them to stop shopping for cute and variety of goods. South Korea especially Seoul offers many other shopping places. Including Flea Market which is kind of market goods second hand condition but  still worth taking. Hopefully if you buy one or two things they're not discovered the item were second hand items :) 

Jalan jalan tanpa shopping sebenarnya bisa saja. Tapi di Korea banyak barang-barang lucu yang menggoda banget untuk di beli. Di Myeong-dong kita bisa beli kosmetik made in Korea dan fashion. Bagi pencinta barang bermerk tapi gak kuat harganya,ada Itaewon. Ada Insadong yang bikin para shopaholic gak bisa insaf saking lucu dan beragamnya barang-barang yang di tawarkan dan masih banyak lagi tempat shopping lainnya. Termasuk saya pengen ke Flea Market semacam pasar barang-barang second dengan kondisi masih layak pakai. Semoga sampai ke Indonesia gak ketahuan barang itu barang second yah.. :)


12. Orientasi di KBS (OJT in KBS )

KBS Radio
Cute broadcasters




















Whoaaa.. this  is somewhat hard, because more or less related to my job as well. So therefore as one of the civil servants in the ministries who employed in the Public Service Broadcasters Television (yeah guess yourself) visiting fellow PBS  for me is interesting. I want to know  how they work and if I could probably be intern there (I wish... Whoaaa!). I just curious why KBS  as a fellow PBS can make  TV show which its quality ahead of PBS in my own country. Not to say that i don't  appreciate, but learning by doing may provide insight into its own. Hopefully it could be better and can perfume the name of the country as well. That's even cool if  people know more about Indonesia from its PBS which  can give TV shows  which is not only interesting, educative but also balanced. Anyway it will be fun if i could be broadcaster on KBS Radio channel Indonesian  .. aiiihhh i wish!! 

Whoaaa ini agak berat, soalnya sedikit banyak menyangkut pekerjaan juga. Jadi karena sebagai abdi negara salah satu kementerian yang di pekerjakan di Lembaga Penyiaran Publik Televisi negara ( ya tebak saja sendiri  ) mengunjungi sesama LPP itu bagi saya jadi hal yang menarik. Saya pengen tahu aja bagaimana mereka bekerja dan kalau bisa magang di sana ( whoaaa ngarep!). Penasaran saja kenapa KBS ini sebagai sesama LPP tapi tayangan dan kualitasnya lebih maju dari LPP negara sendiri. Bukannya tidak menghargai yah, tapi dengan belajar melihat dan merasakan kondisi di tempat lain bisa jadi memberi wawasan tersendiri. Semoga bisa jadi lebih bagus dan bisa mewangikan nama negara juga. Asik kan kalau orang-orang luar jadi lebih banyak tahu tentang Indonesia dari LPP nya yang bisa memberi tayangan yang tidak sekedar menarik,edukatif dan berimbang. Lagian seru juga kali yah kalau bisa siaran di channel berbahasa Indonesianya KBS Radio.. aiiihhh ngarepppp!!

13. Terbang bersama Korean Air ( Fly with Korean Air) 

It can consider not valid if traveling to Korea without experience fly with Korea's national airlineKorean AirWith a fleet of Boeing and Airbus productionKorean Air fly over major cities on all continents of the worldincluding one of its route is Seoul - JakartaKorean Air's international passenger division and related subsidiary cargo division together serve 130 cities in 45 countrieswhile its domestic division serves 20 destinationsIt is among the top 20 airlines in the world in terms of passengers Carried and is also the top-ranked international cargo airlineSo no question if I also want to try to fly with Korean Air, Excellent in Flight like this Ahjussi. 

Tidak sah rasanya jika traveling ke Korea tanpa merasakan terbang dengan maskapai penerbangan nasional Korea. Apalagi kalau bukan Korean Air. Dengan armada produksi Boing dan Airbus, Korean Air menerbangi  kota-kota besar di seluruh benua di dunia, termasuk salah satu routenya adalah Seoul - Jakarta.  Penerbangan International Korean Air dan divisi anak kargo terkait bersama-sama melayani 130 kota di 45 negarasementara divisi domestik melayani 20 tujuanIni adalah salah satu maskapai penerbangan 20 teratas di dunia dalam hal penumpang dan juga merupakan maskapai kargo peringkat teratas internasional. Jadi tentu saja ingin juga merasakan terbang dengan Korean Air, Excellent In Flight seperti Ahjussi ini :) 

Actually there are a lot of things I want to do when visiting Korea. But if I continue the  list is not only visiting but maybe i had to settled there. Hohoohoohoho .. It's another  story.  Above of all the most important thing is I want to do those things as a local living. So i can feel it as a Korean, even though it's just a few days. I hope i can. Wish me luck!
  
Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin saya lakukan jika berkunjung ke Korea. Tapi kalau saya terusin listnya bisa jadi saya tidak hanya berkunjung tapi harus menetap di sana. Hohoohoohoho.. kalau yang itu sih lain cerita lagi. Yang terpenting sih diatas segala hal yang ingin saya lakukan disana, saya ingin melakukannya living as a local. Jadi bisa dapat feel-nya sebagai orang Korea,walaupun itu cuma beberapa hari saja. Semoga bisa ya. Doakan!
 

Xoxo
Vie
This entry due to participate on Asia On Air Program, brought to you buy : Buzz Korea, Korea Tourism Organization and Korean Air. 
Please pray for me to win this contest! Gamsahamnida.. :) 


>> Another entry for this program is  here

10 Tips Menjadi Penyiar Radio

Tanggal 11 September ditasbihkan sebagai Hari Radio Nasional. Ini dasarnya karena pada tanggal itu Radio Republik Indonesia pertama kali berdiri. Lalu pada akhirnya ketika banyak bermunculan radio radio swasta niaga lainnya, tanggal 11 September pun di nobatkan menjadi Hari Radio Nasional. 




Nah bicara soal radio, ujung tombak radio itu gak lain gak bukan adalah para penyiarnya. Menurut survey kecil-kecilan saya, salah satu profesi terkeren adalah menjadi penyiar radio. Banyak yang pengen jadi penyiar karena,"cool aja gituh bisa dengar lagu paling duluan,di dengerin banyak orang,banyak fans,ahh seru aja lah". Ada juga yang bilang "Menjadi penyiar radio itu bisa menyalurkan kecerewetan seseorang sambil dengerin lagu.Lumayan kan di dengerin orang banyak". Dan akhirnya banyaklah orang yang pengen jadi penyiar radio. Sampai-sampai ada sebuah event yang di gelar dengan tagline Jadi Penyiar Radio itu gampang! Tapi bener gak sih?

Diluar bahwa tagline memang harus "menarik" perhatian, saya jadi bertanya-tanya sendiri, masa sih? Sepanjang jadi penyiar radio sejak tahun 1998 hingga sekarang saya sendiri gak pernah berani bilang menjadi Penyiar Radio itu gampang. Bahkan senior-senior yang jam terbangnya lebih tinggi dan sudah melanglang buana pun gak satupun pernah saya tahu mengganggap menjadi Penyiar radio itu gampang. Yah mungkin kalo gimana caranya jadi penyiar yah mungkin gampang.Tinggal kirim lamaran ke radio,kalo di terima ya beres!Tapi "menjadi" penyiar radio itu lain lagi ceritanya.

Mungkin bagi sebagian besar orang,gambaran seorang penyiar radio adalah seseorang yang duduk manis,menyapa pendengar,baca request, sebut judul lagu dan penyanyi dan mutar lagu. Jadi mereka berpikir,ohh jadi penyiar itu gampang. Gak sepenuhnya salah juga sih,kalo mikirnya cuma acara seperti itu. Tapi tahukah para pendengar,bahwa di balik itu banyak hal yang harus di persiapkan dan tidak semudah yang di bayangkan?

"Meja" Siaran para Penyiar 

Radio itu jualannya suara. Tapi jika ada yang bilang  haruslah bersuara merdu,empuk mendayu dayu rasanya sekarang tidaklah terlalu tepat lagi.  Kalau hanya bermodal suara "enak di dengar" tapi siarannya tidak berisi sepertinya percuma juga. Penyiar yang ngomong tidak ada juntrungannya,muter-muter dan terlalu banyak "eehhhh.." nya bisa membuat pendengar dengan mudahnya mengalihkan channel ke radio tetangga. Nah agar, pendengar betah itu lah yang membuat profesi Penyiar Radio itu menjadi tidak semudah yang di dengarkan. 

Ketika saya pertama kali terjun bebas menjadi , senior-senior saya pernah bilang "Penyiar Radio yang baik itu  gak cuma bermodal suara "enak di dengar" tp jg bisa hrs bisa menyampaikan Informasi. Bukan hanya  sekedar judul & penyanyi dari lagu yg disiarkan atau membaca script.  harus menjadi on air personality yg membuat pendengar betah. ,"gitu katanya. Gimana caranya? Ini sedikit bocorannya..

1. Menjadi Diri Sendiri

Seorang penyiar apalagi penyiar baru sering kali melihat penyiar-penyiar senior atau penyiar favoritnya. Sadar atau tidak seringkali para penyiar ini akhirnya terpaku pada sosok tersebut dan akhirnya gaya siarannya pun terbawa. Padahal kan gak semua orang bisa menjadi Ryan Seacrest atau Rick Dees,misalnya (Gila ya, contoh penyiarnya jadul abis.) . Atau kalau di Indonesia seperti Indy Barends, Farhan, Shahnaz Haque, Fla Prisicillia atau siapalah penyiar penyiar handal lainnya sekarang. Setiap orang punya style tersendiri. Mana tahu style kita ternyata lebih disukai oleh pendengar di banding meng-copy cat penyiar favorit kita,ya kan? Tapi ter-influence oleh style dari penyiar favorit bahkan penyiar mentor saat masa training pun terkadang tidak bisa di hindarkan. Kalau seperti itu yuk mari loncat ke bocoran nomer 2.

2. Pelajari Dasar Penyiaran

Banyak yang menganggap seorang penyiar radio itu yang penting cerewet,banyak ngomong,bawel dan sebangsanya. Padahal gak semua orang bisa ngomong lancar di depan mike, ngomong sendiri, apalagi mengutarakannya dalam kalimat-kalimat efektif yang catchy. Itu bukanlah hal yang mudah. Makanya perlu latihan dasar. Mulai dari pengontrolan tone suara,artikulasi dan intonasi yang bisa menyakinkan pendengar saat penyiar radio berbicara di depan mike. Perlu diingat, radio itu jualannya "suara" dan tak ada visual. Penyiar harus mampu memvisualkan sesuatu dalam suara sehingga pendengar dapat mengimajinasikannya. Dengan permainan kata. Penyiar juga harus bisa terdengar berbeda walaupun sebenarnya yang kita omongkan hal yang itu-itu saja supaya pendengar gak bosan. Nah,ini pinter-pinternya penyiar nih. Satu penyiar dengan penyiar lain akan berbeda pemilihan katanya, tergantung dari seberapa banyak wawasan dan vocabulary yang dia miliki. Makanya nambah wawasan dan latihan siaran itu perlu supaya gak asal cuap aja..

3. Hilangkan Aksen

Setiap orang pasti punya aksen atau logat tersendiri saat berbicara.Jangankan saat berbicara bahasa asing seperti bahasa Inggris,berbicara dalam bahasa Indonesia pun masing-masing punya logat tersendiri.Idealnya,seorang penyiar radio bisa menghilang aksen kedaerahan tersebut.Kecuali jika siaran di radio yang memang mengkhususkan diri untuk bahasa daerah tertentu. Tapi jika siaran di radio yang lebih global apalagi international,aksen tertentu harus di hilangkan agar semua pendengar bisa mengerti apa yang di ucapkan. 

4. Mendengarkan

Untuk menjadi penyiar yang handal,gak cukup hanya sekedar asal cuap saja tapi diperlukan "latihan mendengarkan". Dengarkan siaran penyiar lain,dengarkan iklan-iklan dan tentu saja penyiar juga harus mendengarkan siarannya sendiri. Gimana caranya? Yah di rekam dong siarannya. Ini bisa jadi evaluasi diri untuk mengetahui mana yang kurang dan mana yang kelebihan.Jangan takut mengkritik diri sendiri. Lebih baik lagi jika bisa mendengar kritikan dari orang lain. Walau bagaimanapun juga mereka adalah pendengar dan penyiar radio tanpa pendengar bukan siapa-siapa.  

5. Latihan 

Practice makes perfect, pernah dengarkan?Latihan dan latihan itu yang harus selalu di lakuka seorang penyiar radio sejago apapun dia. Latihan ngomong sendiri pura-puranya membuka acara,latihan gimana berinteraksi dengan pendengar di telepon,latihan wawancara artis,latihan baca adlibs,latihan baca info,latihan nge-jokes,latihan bridging pokoknya latihan aja terus. Jika tak ada script,koran pun bisa di baca sebagai latihan intonasi dan artikulasi. Jika ada kata yang belum yakin pengucapannya gimana (khususnya bahasa asing) coba cari tahu dulu. Bisa lewat penyiar lain (nah makanya sering2 mendengarkan), bisa lewat TV atau media lain. Pengucapan yang salah bisa sangat memalukan bagi seorang penyiar radio. Satu kali di radio yang dulu, ada seorang senior yang dengan pedenya menyebut "Michael Buble" menjadi "Maikel Babel" dan itu di dengar pihak label. Dapat "sindirian" dong kami..secara label tersebut berniat meng-arrange interview by phone dengan Michael Buble,himself. Pengalaman banget deh! Makanya sekali lagi dengarkan dan latihan. Dimana saja bisa jadi tempat latihan. Sambil duduk,berdiri bahkan sambil tiduran (ini sih gw banget!). Bisa jadi di mobil pas dengerin lagu, bisa di toilet, asalkan jangan pas ibadah aja sih."Sebelum kita sholat fardhu mari kita lakukan sholat sunnat berikut ini..jangan kemana-mana ya.." bisa di getok jamaah nanti! :D 

6. Ngobrol bukan ngomong aja.. 

Hal terpenting dan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang penyiar radio itu adalah gimana penyiar menjadi teman di segala aktivitas pendengarnya. Saking dekatnya,seolah-olah penyiar itu ada di mana pendengar itu berada.Pendengar mau mendengar penyiar yang down to earth,ngobrol seperti teman atau tetangga sebelah, tidak menggurui atau sok pintar.Ih paling males kan ya dengar penyiar yang ngomongnya "tinggi" banget seperti hanya dia aja yang tahu atau pernah ngerasain hal yang di bicarakan.Jadi yah sebenarnya attitudenya sama saja pas kita ngobrol di dunia nyata,Jadi teman sejajar..jangan jadi penasehat.Kalau gitu sih mending jadi konsultan aja deh.. hehehe.

7. Persiapan

Di balik sebuah acara radio yang tersiarkan,dibaliknya ada persiapan yang gak kalah heboh. Dengan bantuan  Music Director yang nyediain lagu, Script Writer yang supply naskah, Producer yang nyiapin nara sumber dan rundown acara seorang penyiar harusnya tahu diri dong untuk juga mempersiapkan dirinya.Biar bagaimanapun suara penyiarlah yang menyapa pendengar.Makanya penting banget untuk tahu apa yang akan di bicarakan (baca tuh skrip,cari tahu juga lewat media lain tentang topik yang di bahas),buat outline dari bahan tersebut,cari tahu juga lagu yang akan di siarkan dan selalu update hal-hal terbaru.Jangan lupa,kerjasama yang kompak yah dengan team.

8. Jaga Ego & Mood

Penyiar radio juga manusia. Yang namanya mood bisa kacau dan ego bisa bicara. Mau hujan badai kek,macet kek, kuliah bermasalah,pacar marah-marah begitu on air harus bisa meninggalkan semua "derita". Di udara,penyiar radio harus bisa memisahkan urusan pribadi dan kerjaan. Biasanya makin tinggi jam siaran makin stabil juga seorang penyiar mengatur moodnya. Sejalan dengan itu juga,makin tinggi jam terbangnya makin tinggi juga egonya. Apalagi kalau sudah siaran di radio yang masuk lima besar AC Nielsen. Saya pernah menemukan case seperti itu.Ketika seorang penyiar akhirnya siaran di radio jaringan nasional. Disana dia mungkin dapat ilmu banyak hingga "terbuka mata"nya. Tapi jeleknya semakin kesana dia pun semakin merasa sebagai penyiar terbaik hanya karena siaran di tempat itu. Padahal walaupun siaran di radio jaringan belum tentu penyiarnya menjadi penyiar TERBAIK. You may be very good, but there's always someone better. Percaya diri perlu,tapi jadi sombong?Aduuhh bungee jumping aja dari tower pemancar ..

9. Tetap Aktif belajar

Banyak penyiar yang merasa dirinya sudah jago akhirnya jadi malas belajar dan meng-update dirinya. Padahal ya bo'.. sebagai ujung tombak penyalur informasi, seorang penyiar itu harus berwawasan luas. Belajar dari banyak orang,banyak baca,banyak mendengar,banyak nonton,perluas pergaulan.Selain bisa nambah wawasan dari perluasan pergaulan itu bisa ketemu ide-ide seru buat siaran sampai ditawarin jadi MC,ya kan?Yang penting stay alert deh. Gak harus sepintar Einstein sih,paling gak tahu apa yang pernah dan sedang terjadi. Kalau tahu yang akan terjadi sih mending jadi peramal aja kale yaahh.. jangan jadi penyiar.. Hahahaha.. Atau jadi penyiar yang bisa meramal? Boleh juga sihh.. 

10. Kreatif dan Berinovasi

Karena "bermain" kata-kata adalah hal yang penting buat penyiar,maka usahakan tidak menggunakan kalimat yang sama lebih dari sekali dalam satu jam.Gimana caranya?makanya kreatif dong nyari kata-kata yang menarik dan catchy.Itu juga berlaku dalam membawakan sebuah acara.Kalau lempeng aja.. aduh bisa bisa pendengar buru pindah channel dan gak balik lagi.Jangan mengandalkan lagu saja karena lagu boleh sama tapi on air personality ini lah yang membedakan radio yang satu dengan lainnya. Karakter penyiar bisa jadi tidak berubah tapi isi acara dan penyampaian bisa berubah sejalan dengan kebutuhan dan jaman. Nah disini lah kreatif dan inovasi penyiar di butuhkan agar pendengar gak bosan.






Kalo gini,masih ada yang berani bilang gak jadi penyiar radio itu gampang? Hehehehe. Saya gak berani bilang deh. Sampai sekarang pun saya masih belajar dan membenahi diri. Tapi bukan berarti saya nakut-nakutin yang pengen jadi penyiar loh yah..Kalau mau sekedar jadi penyiar asal kedengaran sih mungkin gampang, tapi kalau mau jadi penyiar yang dicari-ditunggu-dan-dirindukan butuh effort dan skill yang lebih. Memang ada istilah ala bisa karena biasa, tapi kalau prepare dan memandang sebelah mata yah bakal standar-standar aja. Remember,practice makes perfect kata guru bahasa Inggris. Hehehe..

Dibalik semua "keribetan" itu,banyak hal-hal seru dan asik menjadi penyiar radio. Selamat Hari Radio Nasional. Jangan bosen denger radio dan suara penyiarnya yah... Sekali siaran tetap siaran! 

pic by etsy.com