Destination Anywhere : A Journey to Foreign Land


Setiap tahun,walaupun hanya sekali,saya selalu menyempatkan diri untuk bepergian ke daerah lain. Istilah kerennya : Traveling. Entah itu disela tugas kantor (sekalian nebeng tiket pesawat) atau beneran nyuri waktu libur kejepit nasional. Saya jarang minta cuti. Bukan karena saya pekerja keras. Ini lebih karena saya selalu ketiban pekerjaan yang katanya sih : you-are-the-key-of-this-work. Pfft, semacam juru kunci aja.. 

Eniwei, tahun ini saya sudah butek banget di kantor. Bayangan traveling ke suatu tempat yang ingin saya kunjungi pun makin menari-nari di kepala. Daun-daun bersemu merah di musim gugur, salju berjatuhan di musim dingin dan bunga berwarna-warni di musim semi selalu membuat saya bersemangat untuk datang ke negeri itu... KOREA.. Hahaha.. iyah, saya pengen banget kesana. 

Usut punya usut, selain passport yang harus disiapkan adalah Visa. Setelah tanya sana sini pada teman yang sudah pernah ke sana sampai bertanya pada petugas KTO ( Korea Tourism Organization) persyaratan agar visa disetujui itu lumayan banyak juga. Ada satu hal yang bikin agak keder walaupun ini tidak tertulis secara resmi. Visa akan lebih mudah disetujui jika yang mengajukan sudah pernah ke luar negeri dan kembali ke negeri asalnya. Ini barangkali langkah antisipasi pemerintah Korea pada kemungkinan imigran gelap dibalik Visa tourist.  Jika belum pernah sekalipun ke luar negeri sebaiknya mengikuti program tour saja. Padahal saya sebagai tipe traveler bebas gak pernah kepikiran untuk ikut tour. Selain perjalanan akan sangat terjadwal,harga paket tour pun perasaan gak ada yang murah. Untuk saya yang pencinta gratisan ini, harga itu penting cyn..  :) 

Akhirnya karena tak kunjung memenangkan kontes manapun yang berhadiah jalan-jalan ke Korea, saya memutuskan untuk mengikuti saran yang pertama. Demi visa dipermudah, saya perlu mengumpulkan paling tidak dua stempel imigrasi di passport saya. Tapi kemana? 

"Timor Leste aja. Itu juga sudah ke luar negeri loh.. ,"usul seorang teman meledek. 

Tawaran yang menarik sebenarnya.. tapi sepertinya itu juga butuh visa dan saya gak mau cari susah. Vacation is supposed to be fun, apalagi untuk ukuran tingkat kestressan dan kejenuhan yang saya alami di kantor. Oh i need more than fun! 
                            It's about the journey, not the destination.. 
Dari mention-mentionan di twitter muncullah beberapa opsi dan teman seperjalanan yang siap jalan bersama. Salah seorang teman dari kantor lama,namanyanya Nancy menawari jalan bareng ke Lego Land di Johor Bahru. Malaysia adalah satu negara yang gak pernah masuk dalam list "must-go-to" saya. Entahlah. Menurutku walaupun tagline mereka "Truly Asia" tetap saja Indonesia jauh lebih menarik. "Ayolah.Sekalian nganterin teman-teman kuliah ngubek-ngubek Kuala Lumpur. Ada yang passportnya masih perawan, belum punya stempel. Ikut aja yuk sekalian!"Bujuk Nancy. Dia yang sudah beberapa kali ngider-ngider di KL pun gak keberatan dijadikan guide dadakan sampai ngurus akomodasi. Akhirnya saya pun setuju. Toh bukan masalah dimana tujuannya, ini tentang perjalanannya. Lalu kemudian saya terpikirkan satu hal. 

"Singapore kan deket tuh, bisa sekalian nyebrang gak?"pikiran saya sepolos orang yang pengen menenangga ke rumah sebelah. Sayangnya jadwal cuti teman saya itu mepet habis. Dia merasa tiga hari itu pun sebenarnya gak bakal puas mengeksplore Kuala Lumpur dan tempat-tempat sekitarnya apalagi jika ditambah nyebrang ke Singapore. Jadilah saya dan dia tidak berjodoh.

Pada akhirnya saya "jadian" dengan seorang teman dari kantor pusat. Dia dulu teman sekamar sewaktu Prajabatan bahkan sempat sekamar juga saat trip ke Bandung. Sebenarnya dia sudah dua kali ke Singapore tapi belum sekalipun ke Malaysia. Mengeksplore negeri Upin-Ipin sudah jadi salah satu wishlistnya. Selain karena penasaran sekali ingin berfoto di depan patung Shiwa di Batu Cave. "Buat nandingin calon iparku,"alasannya, dia juga ingin menjelajahi kota Melaka. Sementara saya penasaran banget dengan kota tua Georgetown di Penang, terutama dengan duren dan kulinernya yang katanya sedap dan murah-murah. Akhirnya kami memutuskan akan mengunjungi Kuala Lumpur,Melaka, Penang dan Singapore. Pertanyaannya sekarang, gaya traveling apa yang akan dipilih? Ala backpack atau koper? 

***

Salah satu hal yang menarik dalam traveling tanpa paket tour adalah : MEMPERSIAPKAN SEGALA SESUATU SENDIRI. Mulai dari passport, rute perjalanan, transportasi hingga akomodasi. Setelah urusan passport selesai saatnya menentukan pilihan perjalanan ini akan menggunakan mode apa : Backpack atau Koper? Ini untuk memudahkan  pemilihan moda transportasi dan akomodasi agar itinerary dan rencana-rencana lain sudah bisa diatur sebelum berangkat. Selain itu juga memudahkan perhitungan budget selama bepergian. 

Awalnya kami memutuskan untuk menggunakan mode yang pertama: Backpacking. Saat penyusunan rencana kami berdua menyadari bahwa kami bukanlah backpacker sejati. Kami mungkin lebih tepat disebut backpacker manja. Seperti kebanyakan backpacker, harusnya kami memilih tinggal di hostel daripada di hotel. Teman seperjalanan merasa kurang nyaman dengan shared bathroom. Memang ada hostel yang menyediakan kamar dengan kamar mandi dalam. Namun setelah membandingkan harga dengan hotel bintang tiga yang beda tipis, kami pun sepakat untuk menginap di hotel. 

Banyak kepala memang banyak maunya. Saya pun juga punya hal tertentu yang selalu saya terapkan di setiap traveling : MENCOBA MODA TRANSPORTASI UMUM. Mungkin ada yang berpikir,"Jangan kek orang susah dong.Masa liburan pake transportasi umum." Ya terserah gimana kategori orang susah yang ada dalam standar anda. Bagi saya naik kendaraan umum selain bisa menikmati suasana kota, saya juga bisa merasakan (sedikit banyak) menjadi penduduk lokal. Apalagi di negara yang jalur transportasi umumnya sudah teratur dan nyaman, gak ada salahnya kan? 

Memang liburan bareng teman harus direncanakan secara hati-hati. Kami berdua menyusun rencana dari bulan February dan gak kelar-kelar juga hingga beberapa hari sebelum keberangkatan. Planning A sampai F pun sempat dibuat. Mau saya apa, mau dia apa semuanya dimix and match. Kami pun berbagi tugas. Berhubung teman seperjalanan saya ini cukup sibuk dia menyerahkan urusan pembookingan tiket transportasi dan akomodasi pada saya. Sementara tugas membuat itinerary sedetil-detilnya saya serahkan pada dia sesuai dengan rute garis besar yang sudah kami sepakati bersama. Berhubung kami berada di dua pulau yang berbeda, TM, Kakaotalk dan DM Twitter menjadi media kami berkomunikasi. Bongkar pasang rute,jadwal dan rencana lainnya sudah seperti makanan ringan sehari-hari di sela kerja dan waktu luang. Gak apa-apa deh. Daripada rempong di negeri orang mending rempong dikit di negeri sendiri. Apalagi bagi saya yang pada dasarnya perfectionist dan plin-plan. Akhirnya sempat suatu kali saya yang sudah bosen nyari hotel yang pas bagi kedua belah pihak berseteru dengan teman yang sudah bosen karena saya kelamaan menentukan pilihan. Memang gak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi paling tidak saya gak mau salah satu diantara kami menyesali keputusan yang diambil. Itulah salah satu resiko menyusun perjalanan sendiri. It's rempong..but actually it's kinda fun :) 

***

Rempong-rempongnya nyusun jadwal sudah dilewati. Tiket pesawat, bus malam hingga kereta api sudah di booking. Hotel sudah dipilih. Saatnya mengajukan permohonan cuti. Bagi saya ini bukan perkara mudah. Entah kenapa saya selalu di anak-tiri kan jika berkaitan dengan "bebas tugas" alias libur. Belum juga surat cuti diajukan sudah mulai berhembus omongan miring saya akan berangkat ke Korea untuk liburan. "Pasukan Mau Tahu" dan "Rombongan Si Sirik" pun mulai beraksi. Sepertinya itu menjadi dosa besar jika saya mengajukan cuti. Tak mengapa, gosip-gosip mereka saya amini dalam hati. Who knows diijabah dan saya beneran bisa liburan ke Korea suatu hari nanti. 

Namun sebelas hari sebelum keberangkatan sebelum saya memasukkan surat permohonan cuti,sesuatu terjadi. Bapak yang belakang sering tampak lebih cepat lelah dari biasanya tiba-tiba jatuh sakit. Stroke ringan. Begitu vonis dokter. Walaupun masih ada embel-embel "ringan", tetap saja itu stroke dan karenanya Bapak harus dirawat di rumah sakit. Mendadak semangat liburan saya lenyap melihat kondisi Bapak. Sejak Mama meninggal, beliau menjadi satu satunya pegangan pertahanan bagi saya. Melihatnya terbaring lemah dan tidak sebugar dahulu membuat saya mau tak mau harus memikirkan kembali tentang traveling ini. Semuanya sudah diatur, semuanya sudah di pesan dan jumlahnya lumayan bagi saya. Rasanya sayang untuk membatalkannya namun tak bisa dibandingkan dengan rasa sayang saya pada Bapak. Saya tidak mau beliau seperti itu.  Bukan demi liburan, namun lebih karena saya ingin dia sehat dan kembali bugar seperti dahulu. 

Hari berganti hari. Saya menunda dan terus menunda untuk mengambil keputusan pembatalan perjalanan ini. Ada keyakinan semua akan baik-baik saja. Harapan itu saya pupuk terus dalam doa dan kepasrahan. Jika memang trip ini dibatalkan saya tetap akan mengajukan cuti di kantor agar bisa lebih konsen merawat Bapak. Disaat saya sudah pasrah sepasrahnya, Allah memberi anugerah kesehatan pada Bapak saya. Kondisinya berangsur membaik, infus yang kerap menempel di tangannya di lepas.Beberapa hari setelahnya ,sehari sebelum tanggal keberangkatan, dokter mengijinkan Bapak pulang. Alhamdulilah. Memang cara berjalan Bapak saat itu tidak segagah yang dulu lagi, namun kondisinya masih jauh lebih baik sebelum beliau masuk rumah sakit. Lebih senangnya lagi adalah Bapak mengijinkan saya untuk pergi. Ah, leganya! Restu dari orangtua adalah modal spiritual dalam memulai perjalanan bukan? 

Saya pun mengabari teman seperjalan yang menyambut dengan sukacita. Setelah menyiapkan segala sesuatu untuk Bapak di rumah dan serah terima tanggung jawab dengan saudara yang lain, saya mulai menukar Rupiah ke mata uang yang berlaku di dua negara tersebut. Jumlahnya memang tidak banyak. Toh niatan saya  ini bukan shopping traveling. It's sightseeing traveling. Yang saya beli pengalaman bukan belanjaan. Jikapun ada yang saya beli, itu bukan sesuatu yang besar dan membuat saya harus nambah bagasi. Pengalaman sejak jaman kapan tahu, biasanya saya berangkat dengan 1 koper atau backpack dan pulang dengan tambahan 1 travel bag lainnya. Tas saya beranak, amazing!! 

Kali ini saya berniat untuk light traveling. Trip 6 hari 5 malam ini harus gak boleh melewati batas 7 kg pulang pergi dengan hanya sebuah backpack. Saya mulai memilah-milah apa yang penting saya bawa. Agak susah juga. Apalagi mengingat sejak Bapak dirawat di rumah sakit saya otomatis tidak sempat do the laundry. Jadi saya pun tidak bisa banyak memilih koleksi pakaian. Apa yang tersisa di lemari dan sekiranya cukup nyaman saya pakai itu yang saya pilih.  Dengan kondisi bakal lebih banyak di jalan dibandingkan di hotel (yeah,tentu saja! list tempat pariwasata wajib kunjung kami panjang banget) satu hari harusnya satu baju saja. Saya pun memilih celana model kargo dengan banyak saku agar barang seperti ipod,beberapa lembar uang bahkan passport bisa saya simpan disana. Saya tak ingin hal buruk terjadi. But in case ada yang nekat menyambar tas selempang saya, paling yang dia temukan hanya botol minum, recehan dan buku catatan. Hehehe.. 

Saya tak ingin memberatkan pundak saya. Medan yang saya pilih tidak mudah. Saya harus mengejar pesawat pagi di pagi buta, berganti pesawat di kota berikutnya, naik MRT, bus hingga kereta malam akan saya jabanin. Kecepatan sekaligus kenyamanan menjadi hal yang saya bold dan underline-kan. Namun begitu saya sadar diri. Saya  akan mengunjungi negara yang tingkat "memandang-sebelah-mata-pada-orang-Indonesia-karena-sering-dianggap-imigran-illegal" cukup tinggi. Saya gak mau kelihatan kucel apalagi sampai merana dan nelangsa. Menurut beberapa kisah yang saya baca seringkali pakcik-pakcik negera sebelah itu bersikap kurang ramah pada backpackers Indonesia. Bahkan sampai diminta untuk memperlihatkan passport segala di tengah ramainya kota. Mereka mungkin berpikir, jika tampangnya dekil berarti imigran gelap yang cari pekerjaan di negeri mereka. Idih, apaan! Emang situ kerennya kek Shahruk Khan? 

***

Menyusun itinerary, mempersiapkan budget dan berkemas sudah dilakukan. Di pagi buta yang dingin saya mengangkat backpack saya. Rasa kantuk karena hanya sempat tidur dua jam (saking takutnya kebablasan hingga ketinggalan pesawat) terhapus dengan perasaan excited. Liburan di depan mata. Traveling lagi. Melihat hal yang baru lagi. Bertemu dengan orang baru. Meninggalkan hal-hal monoton dan berharap menemukan sesuatu yang menyenangkan di dalam perjalanan. Rasa takut karena naik taksi di pukul tiga pagi ke bandara pun saya tepis jauh-jauh. Dengan restu orang tua dan doa yang tak bertepi, saya menutup pintu taksi pagi itu. Bismillah.. Lets the journey begins... 

**** 

Super Junior Kick Off Super Show 5 In Seoul

Setelah merilis album dan promo di media, hal lain yang dilakukan penyanyi/group untuk mempromosikan albumnya adalah menggelar tour. Entah itu tour dalam negeri dan jika sudah punya nama besar tentu saja tour dunia. Hal ini juga berlaku pada Super Junior, boyband asal Korea yang sudah delapan tahun malang melintang di dunia Kpop dengan jumlah fans yang super dashyat di berbagai negara di seluruh dunia. Tahun ini mereka kembali menggelar rangkaian tour dunia mereka yang ke lima dengan menggelar pertunjukan perdana Super Show 5 di Seoul pada tanggal 23-24 Maret 2013 lalu.

Ketika menggelar jumpa press sebelum pagelaran konser hari kedua di tanggal 24 Maret, para member Super Junior menjanjikan Super Show 5 ini adalah konser dengan skala terbesar untuk konser tour dunia artis Korea. Targetnya pun gak main-main, Sejuta penonton dengan 100 pertunjukan.


Menurut Shindong berbeda dengan Super Show sebelumnya, untuk Super Show 5 para member banyak memberi masukan mengenai pemilihan lagu, kostum dan konsep panggung. Eunhyuk menambahkan, dalam pemilihan lagu mereka memilih lagu-lagu yang belum pernah ditampilkan di Super Show sebelum-sebelumnya. Hal ini mereka lakukan untuk  para ELF (fans SuJu) yang datang ke Super Show setiap tahunnya dan mereka pun berlatih koreografinya dengan giat agar tidak terjadi kesalahan. Berikut adalah list lagu-lagu yang mereka bawakan di Super Show 5 Seoul  pada 23 dan 24 Maret 2013 lalu.
  1. Mr. Simple
  2. Bonamana
  3. Supergirl
  4. It's You
  5. Sexy Free and Single
  6. Boom Boom 
  7. Club #1
  8. Cold ( Eunhyuk, Donghae, Siwon, Henry)
  9. About 30 ( Kangin Solo)
  10. How Am I Supposed To Live Without You ( Kyu, Ryeowook, Sungmin, Zoumi)
  11. Grey Paper ( Yesung)
  12. Dance stage Harlem Shake ( Shindong, Donghae, Eunhyuk)
  13. Special Stage Ryeowook, Siwon, Sungmin, Kangin 
  14. Breakdown ( Super Junior M)
  15. Go ( Super Junior M)
  16. Ah-Oh ( Super Junior M)
  17. Shake It Up
  18. Rockstar
  19. Joong ( K.R.Y)
  20. Daydream 
  21. Bittersweet,Someday, Memory ( Ballad Medley)
  22. Superhero performance ( Cosplay)
  23. Sunny ( SJ-Happy)
  24. Wonder Boy
  25. Marry You 
  26. Sorry Sorry 
  27. Show Me Your Love
  28. Sapphire Blue
  29. So,I 

Super Show 5 digelar lebih kurang dua setengah jam pertunjukan. Sebagai perantara lagu,seperti di Super Show sebelumnya mereka juga menampilkan VCR story pendek. Tahun ini temanya adalah "Agent". Super Junior dikisahkan sebagai agent-agent ala James Bond seperti dalam konsep video musik mereka yang terakhir SPY. Sayangnya, lagu single kedua dari album SFS ini malah tidak ditampilkan di Super Show 5. Aneh! Entahlah, secara pribadi saya merasa masih banyak lagu Super Junior yang lebih bagus tapi tidak masuk ke dalam song list. 


Beberapa hal yang menurut saya sebagai "cacat" Super Show 5 adalah panggung yang kurang megah dibandingkan dengan Super Show 4. Super Show 5 tampaknya kembali ke basic mereka saat menggelar Super Show pertama. Pada press con, Eunhyuk memang mengatakan bahwa Super Show 5 ini sedikit banyak akan sama dengan Super Show 1, entah dengan alasan apa. Mungkin SM sudah mulai menelantarkan Super Junior karena dianggap sudah mulai tua dan fansnya sudah sangat loyal hingga dikasih apapun pasti menerima? 

Entahlah.. 

Walaupun Kyu sempat lupa lirik pertama di lagu Bittersweet, Yesung yang terpleset hingga sempat terluka di pertunjukan hari pertama dan usaha mereka untuk tetap interaktif dengan para ELF walaupun tanpa leader sekaligus MC Super Show, Leeteuk. Apapun, Super Junior member sudah memberikan yang mereka bisa di dua hari pertunjukan itu. Super Show 5 di Seoul ini pun menjadi ajang pamitan Yesung yang dikabarkan akan menjalani Wajib Militernya dalam waktu dekat. 

Hal ini membuat Yesung sempat menangis di panggung dan ELF pun mau tak mau ikut menangis pula. Saat Yesung pamitan, para ELF sempat menyanyikan lagu "It Has To Be You" bagi Yesung yang dikomandai oleh Kyu. Begitulah konsekwensi yang harus ditanggung para pemuda-pemuda Korea Selatan, termasuk juga member Super Junior tanpa terkecuali. Disaat Kangin telah menyelesaikan wajib militernya dan kembali hadir di Super Show, kini Yesung pun harus pamitan. Semakin kosonglah panggung Super Show terlebih Leeteuk yang selalu meramaikan suasana Super Show pun saat ini sedang menjalani wajib militernya. 

Kekosongan yang ditinggalkan Leeteuk mau tidak mau sangat terasa. Donghae pun di hari pertama juga mengakui bahwa biasanya untuk urusan perbincangan di atas panggung, Leeteuk lah yang biasanya membungkus percakapannya tapi kali ini dia berusaha sendiri agar terdengar bagus. Kekurangan member di atas panggung ini pun ditutupi dengan kehadiran Zoumi dan Henry yang biasanya hanya muncul di lagu-lagu SJ-M. Akibatnya banyak lagu-lagu SJ-M yang masuk ke dalam song list.  Mudah-mudahan saat Super Show 5 digelar di Jakarta, kemeriahan dan kemegahannya bisa melebihi Super Show 4. Daftar lagu-lagu pun semoga bisa diubah sesuai dengan selera ELF Indonesia. Toh, yang datang gak melulu ELF lama, pasti ada juga yang ELF baru dampak Super Show 4 seperti saya.. Hahahaha

Semoga Super Show 5 di Seoul ini bisa mereka jadikan refleksi untuk Super Show 5 berikutnya di negara lain. Setelah Seoul, Super Show 5 akan di gelar di Argentina, Peru, Chile, Brazil Amerika Selatan pada tanggal 21-27 April 2013. Beberapa negara lain juga sudah masuk dalam daftar, termasuk China, Jepang, beberapa negara di Eropa dan tentu saja negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.


Kita nantikan saja ya ELF! 


Pic: SMent FB 



Review Drama Reply 1997

Percayakah kau dengan persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Sebegitu dekatnya tanpa merasakan perasaan yang berbeda? Bagaimana jika kau lah satu satunya yang tidak menyadari sementara yang lain sudah berubah? Bisakah cinta pertama berakhir bahagia? 

Let's get back to the 1997 ...

  • Title: 응답하라 1997 / Eungdabhara 1997
  • Also known as: Answer to 1997 / Reply 1997
  • Genre: Youth, sitcom
  • Episodes: 16
  • Broadcast network: tvN
  • Broadcast period: 2012-Jul-24 to 2012-Sep-18

Main Cast
  • Jung Eun Ji as Sung Shi Won
  • Seo In Guk as Yoon Yoon Jae
  • Shin So Yool as Mo Yoo Jung
  • Hoya as Kang Joon Hee
  • Eun Ji Won (은지원) as Do Hak Chan
  • Lee Shi Un as Bang Sung Jae
  • Song Jong Ho as Yoon Tae Woong (Yoon Jae’s brother)

Reply 1997 Drama Korea



Adalah Shi Won, siswi SMA yang ngefans banget dengan boyband H.O.T. Saking ngefansnya dia bela-belain nonton konser H.O.T di kota lain, ngerekam semua variety show yang menampilkan H.O.T, beli majalah yang memuat H.O.T bahkan nongkrongin rumahnya Tony, member favoritnya. 

Hardcore fangirl Drama Korea Reply 1997
Hardcore fan girl stays in the box 

Yoo Jung, Sahabat cewek Shi Won yang sama ngefansnya dengan boyband. Bedanya adalah kalo Shi Won loyal dengan satu boyband aja, Yoo Jung ini labil. Apa yang ngetop dia langsung suka. Tapi rasa sayangnya pada Shi Won tidak bisa diragukan. Berdua mereka menjadi sister in crime paling kompak.


Drama Korea Reply 1997
Yoo Jung, Fan labil 

Selain Yoo Jung sebenarnya Shi Won punya sahabat dekat cowok juga. Namanya Yoon Jae. Mereka sudah berteman sejak kecil. Yoon Jae adalah tipe cowok idaman senasional deh. Tinggi, cakep, pintar, ketua kelas,jago maen basket, cool ama cewek pokoknya perfect 10! 

Sayangnya di mata Shi Won Yoon Jae ini perfect zero yang selalu di bully! Baginya hanya ada dua hal yang ditakutinya : Kodok dan Shi Won. Di hidupnya dia rela melakukan apa saja bagi  dua orang  yang dia sayangi : Shi Won dan kakak satu-satunya : Tae Woong oppa..

Seo In Guk Drama Korea Reply 1997
Yoon Jae.. the perfect 10 guy


Gen tinggi,cakep,pintar,cool sepertinya mengalir di keluarga Yoon ini. Tae Woong juga seperti itu. Dia malah masuk 10 besar lulusan SMU terpintar di Korea. Semua universitas tidak ada yang menolak, sayangnya Tae Woong masih lebih menyayangi adiknya Yoon Jae. 

Sejak kedua orang tua mereka meninggal, mereka hanya tinggal berdua. Demi menjaga adiknya Tae Woong melepas cita-citanya dan selepas kuliah dia menjadi guru di SMA Yoon Jae.


Drama Korea Reply 1997
Tae Woon Oppa, High Quality Jomblo

Shi Won dan Yoon Jae bersekolah di tempat yang sama hanya berpisah kelas. Walaupun satu gedung, sekolah mereka menerapkan sistem kelas perempuan dan laki-laki. Shi Won tentu saja sekelas dengan Yoo Jung, sementara Yoon Jae sekelas dengan cowok-cowok ini:

Drama Korea Reply 1997

Sung Jae : Dalam satu kelompok pasti ada satu orang yang jadi "maskot". Gak ada dia, gak rame! Sung Jae inilah orangnya. Dia gak cakep, gak pintar, paling bawel, suka tamagotchi dan dengerin musik.  Dia suka memprediksikan satu lagu atau penyanyi bakal hit atau tidak. 

Gilanya lagi dia sering banget menjadikan hal itu taruhan dengan teman-temannya. Taruhannya pun gila, bisa sampe salto tengah lapangan segala! Edan bin nekat lah orang ini.

Hak Chan : Cowok Kharismatik pindahan dari Seoul .Penampilannya cool dan gak gentar pada apapun. Kecuali satu : CEWEK! Padahal dia doyan bokep.  Majalah, Video sampe komik porno bermacam edisi dia punya. Hak Chan cuma berani menatap langsung cewek-cewek di media itu. Di kehidupan nyata, dia mati kutu!

Joon Hee : Murid terpintar kedua di kelas. Seorang cowok yang kalem,manis,suka memasak dan teman yang baik. Sejak Yoo Jung berganti fandom, Joon Hee menjadi partner ngantri,nonton dan teman ngobrol boyband bagi Shi Won. Dia pun pandai mengambil hati orang tua. 

Bagi mamanya Shi Won, Joon Hee ini adalah pria romantis yang maunya sih jadi mantunya. Sayangnya baik Joon Hee dan Shi Won sama-sama tahu, hati Joon Hee tertaut hanya pada satu orang saja. Seseorang yang tidak boleh disebut namanya.. :)

Persahabatan mereka di SMA berlanjut hingga mereka dewasa. Saat mereka reuni di tahun 2012, disitulah cerita ini bermula. 

Flashback ke tahun 1997 di saat internet masih pake modem yang bunyi, layar komputer masih biru, disket dan keyboard yang masih lebar sangat. Telpon genggam belum ada, yang ada hanya pager. Pesan tiket harus ngantri di depan bank dan musik Kpop baru saja berkembang. 

Boyband yang sedang ngetop saat itu adalah H.O.T. Singkatnya boyband ini adalah boyband paling ngetop di era awal keemasan Kpop. Kalau sekarang sih sama dengan Super Junior atau TVXQ lah! (Hehehehe..ambil contoh boyband yang se-agency sama H.O.T). 

Untuk yang pernah ngefans atau saat ini lagi ngefans-ngefansnya dengan satu penyanyi atau boyband/girlband, pasti bisa senyum-senyum sendiri liat Shi won. Berasa ngeliat diri sendiri soalnya.. :D *fangirling*

Reply 1997 H.O.T

Tapi ceritanya gak melulu tentang fangirling. Bukan drama Korea namanya kalo tidak menyisipkan cinta segi tak beraturan. Konsep cerita drama ini memang klasik : CINTA PERTAMA. Mengapa cinta pertama itu  selalu dikenang dan mengapa cinta pertama kadang tidak kesampaian selalu jadi "misteri" bagi banyak orang. 

Indahnya cinta pertama di jaman SMA.. hayo ngaku, pasti pernah ngerasain kan?Shi Won, Yoon Jae, Joon Hee, Tae Woong, Yoo Jung, Hak Chan, Sung Jae bahkan ayah ibu Shi Woon dan kakak beradik Yoon Jae Tae Woong pun tidak luput dari indah dan ruwetnya cinta pertama. Through the bad and the good times.

Fangirling Drama Korea Reply 1997


Serunya drama ini gak melulu berfokus pada tokoh utama. Tokoh pendukung pun mendapat porsi untuk dibahas. Salah satu yang menarik adalah i plot maju mundur yang ciamik ( halah! Bahasanya 97-an banget!). Penonton seperti diajak menyusun potongan-potongan puzzle menjadi sebuah ending yang menarik. 

Plot flashback mungkin agak sedikit membuat masalah bagi beberapa orang, tapi jika memperhatikan title bulan dan tanggalnya pasti gak bingung kok. Setiap kejadian saling tertaut satu sama lain dan terjawab satu demi satu hingga ke endingnya, tak ada yang menggantung. Tidak melulu tentang cinta, drama ini sedikit banyak bercerita tentang persahabatan, keluarga dan kehidupan. 

Berat? Gak banget! Alurnya yang mengalir membuat tontonan menjadi menarik dan tanpa sadar membuat kita penasaran dan menebak-nebak sendiri. Sebenarnya Shi Won ini menikah sama siapa sih : Yoon Jae atau Tae Woong ?


untuk semua itu saya harus bilang : I Love you Writer-nim. I feel so touch and move by the story she wrote. Saya nangis beneran ketika Shi Won bergegas ke rumah sakit menengok ayahnya dan ketika ayahnya untuk pertama kali dalam hidupnya berdoa agar diizinkan untuk tetap hidup hanya untuk melihat Shi Won menikah.  

Selintas potongan obrolan antara paman ayahnya Shi Won tentang kakaknya yang rela berkorban disandingkan dengan keadaan Yoon Jae yang marah pada Tae Woon karena kakaknya itu malah berniat menjodohkannya dengan perempuan lain. Kedua potongan adegan itu disambungkan sebagai cara tersendiri sang sutradara memberi nuansa pada K-Drama ini agar tidak berkesan menggurui dan monoton. 

Tapi jangan salah, drama ini gak banyak sedih melulu kok. Malah lucu bangetnya banyak. Apalagi kalau sudah kedengaran sound effect suara kambing mengimbiknya.. ROLTF.

Friendship Drama Korea Reply 1997

Answer Me 1997 sejauh ini menjadi K-Drama yang bisa tak bisa membuat saya komplen tentang apapun. Mulai dari casting pemainnya, soundtrack dan lagu yang menghiasi adegan-adengannya ( Omo! Ada lagu The Scientist-nya Coldplay) sampai endingnya. 

It brings back the memory of the good old days dan bisa juga jadi gambaran eh kek gini loh jadi remaja di tahun 1997. Ketika internet butuh kesabaran tingkat tinggi, modem masih berbunyi,pager digantikan handphone monochrome dan DBSK masih belum pecah :D. 

Lucu tapi tidak garing, sedih tapi tidak mendayu-dayu, tegang tapi tidak horor, bikin penasaran tapi tidak menggantung. Semua kejadian ada alasannya dan saling bersangkutan satu sama lain. Tidak ada yang dilebih-lebihkan, tidak juga tak berkesudahan. Enam belas episode itu ibarat penuh tapi gak tumpah. Pas!

Saya suka. Pake banget. Kalau kamu?

Answer me... 1997...
Internet jaman 1997


ngggggiiiiikkk................*bunyi modem*

Blink!


[NOVEL] 4 Ways To Get A Wife

So, 4 Ways To Get A Wife ini tentang apa? Buku Self-help bagaimana mencari istri atau bagaimana supaya terpilih jadi istri? Ohh you wish...* sambil beraegyo* Aniyo.. Ini novel romance Korea. Hahaha... ya gimana dong? Saya agak terserang demam Hallyu Wave nih sekarang. Jadi gak musik, Film, Drama sampai novel pun akhirnya jadi Korea gini. Komik tapi tetap lebih suka manga Jepang. Eh, ini juga boleh minjam kok ( eh.. ups!)


Novel ini berkisah tentang Wanita yang suka memungut apa saja dan seorang Pria yang selalu ditolak dimana-mana. Apakah ini kisah percintaan perempuan pemulung dan lelaki jelek yang gak laku? Tenang aja.. bukan! Kalopun iya keknya gak bakal laku deh novel ini. Malah mungkin gak bakal ada yang mau menerbitkannya di Korea. You know, romance ala Korea itu  biasanya melibatkan perempuan yang merasa dirinya gak cantik yang juga tidak merasa diperebutkan dua orang cowok cakep. Biasanya sih gitu.. 

And yes it happens all the time. I don't know why,maybe because the readers need a fairy tale which is almost not exist in this real life.. 

Anyway, si wanita yang suka memungut apa saja itu bernama Jung Won, seorang ahli nutrisi di sebuah kampus. Dan si Pria yang selalu ditolak dimana-mana itu adalah Geon Hyeong, seorang anak hasil di luar hubungan nikah dari bapaknya  yang keturunan Goryeo Group dan dikenal sebagai playboy semasa hidupnya. 

Sepeninggal bapaknya, Geon Hyeong yang menjadi anak lelaki tertua diangkat sebagai penerus. Tentu saja dengan status sebagai anak diluar pernikahan (resmi) hal ini menjadi sorotan. Salah satu yang menyorotinya adalah Nyonya Oh, sang ibu tiri dan keluarga calon mertuanya. Ya, Geon Hyeong ini sudah punya pacar sebenarnya. Namanya Shin Hee. Sebenarnya Shin Hee ingin sekali menikah dengan Geon Hyeong, apa daya Geon Hyeong dilarang oleh keluarga kedua belah pihak. Hubungan mereka pun semakin sulit. Geon Hyeong menyetujui keinginan para tetua untuk berpisah dengan Shin Hee. Gadis ini pun merasa kecewa tetapi terlalu tinggi hati untuk mengungkapkannya. Akhirnya dia menantang Geon Hyeong untuk mencari penggantinya. Shin Hee memasang iklan pencarian istri kontrak di koran. Hal ini dia lakukan karena Shin Hee ingin Geon Hyeong manyadari bahwa dia adalah wanita yang dibutuhkan Geon Hyeong. Sayangnya usaha Shin Hee malah membawa wanita baru dalam hidup Geon Hyeong.

Adalah Hee Won, seorang perempuan cantik yang masih berumur 20 tahun dan bercita-cita ingin menjadi Miss Korea ini ikut mengirimkan surat jawaban atas iklan itu. Hee Won adalah adik Jung Won yang tidak rela adiknya menjadi istri kontrakan. Jung Won yang ingin melindungi adiknya pun datang ke kantaor Geon Hyeong dan memarahi lelaki yang dasarnya sangat kaku dan keras kepala. Ternyata tingkah Jung Won itu malah membuat Geon Hyeong diam-diam tertarik. Menurut Geon Hyeong Jung Won sangat perhatian pada kedua adiknya, bahkan kepada sepupunya dan berbagai hewan peliharaan di rumahnya. Sebelum bertemu Jung Won dia pun belum pernah bertemu dengan perempuan yang berani melawannya. Akhirnya Geon Hyeong menawari Jung Won untuk menjadi pasangan kontraknya. 

Tentu saja Jung Won menolak tawaran itu mentah-mentah. Apa daya ada sebuah moment yang akhirnya membuat Jung Won terjebak dan akhirnya mau tidak mau menerima tawaran tersebut. Geon Hyeong pun mengontrak Jung Won sebagai kekasihnya paling tidak sampai Shin Hee menikah. Baginya cara ini perlu agar Shin Hee bisa mengerti dan mau merelakan bahwa hubungan mereka ini memang harus berakhir. Sampai kapan pun orang tua Shin Hee tak akan menerima menantu seorang anak dari hubungan luar nikah. Kecewa karena ternyata Geon Hyeong datang ke pernikahannya bersama Jung Won membuat Shin Hee pun melarikan diri. 

Geon Hyeong pun sempat dituduh bahwa dirinya lah yang membuat Shin Hee melarikan diri. Tentu saja itu membuat Geon Hyeong makin memperlihatkan hubungannya dengan Jung Won. Geon Hyeong bahkan rela pindah ke rumah Jung Won yang sangat sederhana ketika apartementnya diperbaiki. Interaksi antara mereka yang makin sering mengakibatkan kedekatan yang membuat Jung Won sering merasa berbunga-bunga. Padahal sebenarnya dia punya seseorang yang ditaksirnya diam-diam di kampus. Kim Songsaenim, adalah seorang dosen yang menjadi pangerannya yang bercahaya. Sejak kedekatannya dengan Geon Hyeong, pesona Kim pun perlahan memudar dan membuat lelaki itu merasa tidak terima dengan keadaan itu. Dengan kemunculan Geon Hyeong perlahan Kim baru merasakan bahwa ada perasaan yang berbeda pada Jung Won. 

Perasaan ini lah yang akhirnya terbaca oleh Geon Hyeong. Parahnya lagi ternyata Geon Hyeong dan Kim itu bersaudara tiri. Sebenarnya Kim bisa jadi pewaris tahta Goryeo Grup tapi dia malah fokus dengan dunia perkebunan dan profesinya sebagai dosen. ( Ini ngingetin saja pada drama "Bread,Love, Dream Kim Tak Goo). Disaat suasana memanas, Shin Hee malah muncul kembali. Dia masih tidak terima dengan kenyataan bahwa Geon Hyeong tidak menahannya untuk pergi. Shin Hee pun mengajak Jung Won taruhan siapa yang lebih dipilih oleh Geon Hyeong. Serunya lagi, ditengah taruhan tersebut Geon Hyeong melihat sebuah foto tua yang persis sama dengan foto yang ada di rumahnya. Foto ayahnya bersama ibu Jung Won yang sedang hamil. 

Omo!
Apakah Geon Hyeong dan Jung Won ternyata punya hubungan darah? *Zoom In dua kali*
Siapakah yang akan menjadi istri Geon Hyeong, Shin Hee aatau Jung Won? *Zoom in lagi dua kali*

Cerita novel ini seperti  cerita drama Korea umumnya. Tidak bisa disalahkan, dua karya penulisnya pernah diangkat menjadi serial Drama di TV Korea. Jalan cerita dan konfliknya yang ringan, untungnya  ceritanya yang mengalir tidaklah membosankan. Hanya saja bagi saya, fontnya terlalu kecil dan spasinya terlalu rapat. Karena ini adalah novel terjemahan, cara menerjemahkan sedikit banyak mempengaruhi kenyaman membaca. Jika saja di antara chapter-chapter diselipkan semacam insert tips yang berisi 4 ways to get a wife ( atau gimana jadi istri pilihan) bisa jadi novel ini punya nilai tambah. Semacam selingan lucu sebagai aksen tersendiri. Sayangnya (atau untungnya?) di beberapa halaman terakhir penulisnya malah menyisipkan adegan panas jadi sebaiknya pembaca dibawah umur 20 tahun jangan baca ini dulu yah.. *wink*

Overall novel ini bisa jadi guilty pleasure bagi pencinta drama Korea, or not. Anyway, Happy Reading!

XoXo

V

Note: Aniyo = Bukan 

[NOVEL] Semua Tempat Punya Cerita, Last Minute in Manhattan & Paris

Percayakah kamu bahwa setiap tempat punya cerita? Bisa jadi cerita itu sederhana, sesuatu yang mungkin saking biasanya hingga tak pernah terpikirkan. Sebuah kota, tempat pariwisata, sudut jalan, Museum, pasar, bahkan toilet bisa punya ceritanya sendiri. 

Mungkin inilah yang menginspirasi penerbit Gagas Media dan Bukune untuk membuat proyek "Setiap Tempat Punya Cerita". Dua penerbit yang berkakak-adik ini menerbitkan novel-novel berlatar belakang sebuah kota atau negara dimana tempat-tempat itu membungkus sebuah kisah. Bulan ini mereka mengeluarkan dua buah novel dengan tema itu. Kedua novel itu sempat membuat saya penasaran dan akhirnya termakan twit-twit promo mereka ( yahh saya pembaca yang gampang dibujuk). And here they are, kedua novel itu..

1. Last Minute in Manhattan (Yoana Dianika, Bukune)


Don't judge the book by its cover. Sepertinya pepatah itu sudah tidak bisa diterapkan lagi untuk buku-buku jaman sekarang. Betapa tidak, cover buku-buku khususnya novel-novel jaman sekarang itu sangat menarik. Saking menariknya sampai-sampai lebih menarik dibanding isi novelnya sendiri. Salah satu contohnya adalah novel Last Minute In Manhattan ini. 

Novel ini sebenarnya punya kisah yang klise dan konfliknya pun sangat sederhana. Callysta, si pemeran utama, adalah seorang perempuan kelas 3 SMA yang baru saja diselingkuhi pacarnya yang cakep bernama Abram. Disaat patah hati ternyata ayahnya berniat menikah dengan seorang perempuan asal California yang juga punya seorang anak bernama Mark. Demi menghindari Abram dan ingin menyembuhkan sakit hatinya Callysta pun setuju pada tawaran ayahnya untuk pindah ke California. Disana dia diperkenalkan pada Vesper Skyllar,sahabat saudara tirinya,Mark. Love at the first sight pun terjadi. Cally dan Sky pun mulai dekat dan saling menyukai. Sayangnya disaat hubungan mereka sudah semakin dekat Sky membuat masalah dengan becanda di stall kuda dan mengakibatkan kuda yang sedang sensitif itu merusak topi rajut warisan nenek Callysta. Cewek ini pun marah dan membenci Sky. Karena merasa bersalah Sky pun diam-diam belajar merajut untuk membuatkan Cally topi pengganti. Disaat mereka sedang perang dingin Mark sebagai adik dan sahabat mereka berniat mendamaikan mereka. Mark mengusulkan pada Sky agar ia pergi ke Prom night bersama Cally. Sky pun setuju begitupun Cally yang diam-diam juga rindu setengah mampus pada Sky. Sayangnya di malam Prom, Sky malah kepergok jalan bareng dengan Rachel yang dari awal sering digosipkan berpacaran dengan Sky.  Mark pun tidak terima dan menghajar Sky. 

Sementara itu Cally yang merasa kecewa dan patah hati untuk kedua kalinya mendengar selentingan miring tentang Sky. Cowok itu digosipkan sebagai seorang junkie dan menghabiskan malam bersama Rachel. Sakit hati atas semua itu Cally pun memutuskan untuk melupakan Sky. Mark yang tidak tahan dengan kondisi hubungan Sky dan Cally berusaha mendamaikan mereka kembali. Mark pun mengajak Cally traveling ke Silicon Valley dimana tanpa sepengetahuan Cally, Sky telah menunggu di salah satu kantor software terbesar disana. Disaat Mark ingin mempertemukan mereka ternyata tak disangka Cally malah bertemu dengan Abram yang ternyata tetap keukeuh ingin balikan dengan Cally. 

Which one Cally will choose? Jawabannya silahkan baca sendiri yah.. 

Kisah cinta segitiga memang sudah sering dikisahkan berulang-ulang. Diselingkuhi pacar, ketemu cowok baru, mantan pengen balikan dan seterusnya dan sebagainya pun sudah sering diangkat. Disinilah kreativitas penulis diuji bagaimana membuat sesuatu yang baru dari hal yang sudah dikisahkan berulang kali. Nah, disinilah keistimewaan novel ini. Disini tak melulu bicara tentang percintaan remaja beranjak dewasa. Lokasi cerita pun dituliskan sedemikian rupa hingga ada hal lain yang menarik minat pembaca. California, hampir semua orang tahu itu adalah negara bagian di Amerika Serikat. Pemilihan kota Hermosa yang jarang dijadikan latar belakang kisah menjadi hal yang memberi point tersendiri. Kisah tak melulu berkutat di kawasan Hermosa, tapi berpindah ke Santa Cruz, San Fransisco hingga New York. Setiap tempat membalut novel ini dengan kisahnya masing-masing. Satu hal lain yang membuat novel ini menarik adalah ilustrasi gambar diawal setiap chapter. Penulisnya pun menyisipkan potongan-potongan lirik lagu ( Jpop yang sebenarnya kurang nyambung dengan lokasi cerita) atau quote-quote diantara ilustrasi gambar tersebut. Cantik! Novel ini pun berbonuskan pembatas buku berbentuk postcard. Ini Mengingatkan saya pada proyek novelku yang akhirnya terbengkalai gegara teman yang jago gambar pindah tugas ke kota lain. Yah.. ada yang mendahului  ( curcol dikit boleh dong!) 

Anyway, setiap novel tentu ada kekurangannya. Bagi saya ada beberapa hal yang bikin saya sering mengangkat alis sendiri (yalah,masak angkat alis kamu). Misalnya si tokoh Mark yang berumur gak lebih dari 18 tahun tapi penuh dengan petuah petuah bijak layaknya orang tua.Sepertinya dia sudah kenyang asam garam kehidupan atau terlalu sering berenang mencicipi air laut pantai Hermosa yang asin? I don't know.. The conflict is also too cliche and a little bit bored. Gak tahu ya, apa mungkin karena saya sudah bukan anak SMA lagi jadi menganggap kecelakaan topi rajut warisan nenek yang terseret kuda dengan tidak sengaja bisa membuat seseorang benci setengah mati pada orang lain yang menyelamatkannya. Lalu di jaman internet canggih seperti ini dimana om Google baik banget ngasih informasi kok ya gak tahu letak suatu tempat, berapa jaraknya dan Silicon Valley itu tempat apa sihh.... 

Well, maybe i'm too much reading books so this novel like a cliche story for me. Or maybe i'm too mature for this kind of novel? :D Maybe.. Toh layaknya setiap tempat punya cerita, setiap pembaca pun punya ekspektasi mereka masing-masing. Gak salah kan?

2. Paris Aline ( Prisca Primasari , Gagas Media ) 


Don't judge the book by its cover. Sekali lagi, i warn you (and i warn myself everytime i go to bookstore). Apalagi dengan peraturan toko buku yang seringkali menempelkan secarik kertas bercetak "Terima Kasih Untuk Tidak Membuka Segel", Uh.. pembaca harus pintar pintar menentukan buku manakah yang perlu dibelinya ( dan pintar pintar bagaimana membuka segelnya dengan cantik). Jangan juga terlalu percaya dengan cover back story yang terkadang terlalu galau itu. Read the two paragraph randomly is always helping to decide whether you need to buy a book or just skip it. 

Anyway, Paris Aline inilah salah satu contohnya. Covernya sederhana dan bisa saja tertutupi oleh keindahan dan ke-"cute"an sampul-sampul novel lainnya. Warnanya Hijau, dengan tulisan PARIS berwarna merah. Sebuah stempel "Setiap Tempat Punya Cerita" menjadi penanda bahwa novel ini adalah salah satu proyek Gagas Media-Bukune yang sering beredar di timeline twitter. Saya memutuskan untuk membeli ( dicatat yah,dibeli bukan numpang baca!) setelah mengintip isinya. Tentu saja saya harus membuka segel plastiknya dengan niat "kalau gaya penulisannya tidak menarik novel ini akan saya masukkan lagi kedalam bungkus plastiknya dengan hati-hati dan serapih mungkin". Ternyata...

Saya tertarik. 
Secara acak saya membuka buka halamannya dan membaca cara penulisannya. Menarik. Huruf tidak terlalu kecil dan rapat, ada ilustrasinya bak stationery dari Korea yang lucu-lucu itu dan hey! Ada postcardnya juga.. Akhirnya saya membawa novel ini ke kasir dan membacanya dalam perjalanan pulang. 212 halaman yang layaknya Diary ini tuntas dengan kepuasan tersendiri. 

Paris.. Top of mind kebanyakan orang tentang kota ini adalah "Menara Eifel" lalu disusul "Kota Romantis". Di novel yang bersetting kota Paris ini jangan berharap adegan pertama langsung disuguhi moment romantis lengkap dengan menara Eifell nya. Sudah pernah dengar Place de la Bastille? Salah satu tempat paling berhantu di Paris ini menjadi tempat pertama kalinya sang peran utama Aline,si mahasiswa pasca sarjana Sorbonne bertemu dengan peran utama pria, Sena, seorang Indonesia yang sudah delapan tahun tinggal disana. Awalnya Aline yang sedang patah hati karena cowok teman sekerjanya di sebuah bistro pacaran dengan sesama teman kerja mereka. Tak sanggup menghadapi kenyataan yang begitu membuatnya sedih dan patah hati dia memutuskan untuk minta libur selama seminggu. Dalam perjalanan menuju apartemennya, disebuah sudut bangku taman ia menemukan pecahan porselan. Usut punya usut ternyata porselen itu adalah milik seseorang bernama Sena dan ia orang Indonesia. Setelah dihubungi via email Sena pun mengusulkan untuk bertemu di Place de la Bastille jam 12 malam. Tengah malam di tempat berhantu,perempuan,sendirian pula ternyata tidak membuat Sena berpikir dua kali ketika membatalkan janjian mereka yang pertama, begitupun yang kedua. Tapi Sena bukanlah tipe orang yang tidak tahu berterima kasih apalagi suka merepotkan orang lain. Asalkan porselen itu sampai ke tangannya, Aline bisa minta apa saja pada Sena. Apa saja.

Aline punya tiga permintaan. 
Ketika akhirnya mereka bertemu kembali Aline pun memutuskan untuk meminta tiket pesawat pulang kembali ke Indonesia. Aline merasa tak lagi nyaman berada di Paris. IPnya tak pernah bagus, temannya tak pula banyak dan tentu saja ada sedikit unsur patah hati di dalamnya. Aline rindu rumah, dia rindu mamanya. Sena pun mengusulkan jika hanya rindu mama, mengapa bukan mamanya yang datang ke Paris? Sena bersedia menanggung biaya perjalanan pulang pergi. Aline pun setuju. 

Trus selesai gitu? Konfliknya mana?
Tenang.. Aline masih punya permintaan kedua. Aline ingin Sena membantunya agar cowok teman sekerjanya ( yang dipanggilnya ubur-ubur) itu putus dengan pacarnya. Lalu ada Ezra, tetangga apartement yang diam-diam juga menyukai Aline. Lalu ada misteri yang disimpan Sena yang membuat Aline akhirnya ikut terlibat. Aline malah sempat berpikir dia sakit jiwa karenanya. Siapakah Sena sebenarnya? Berhasilkah Aline merebut si Ubur-ubur dari pacarnya? Apa pula maksud Ezra pada Aline?

Ah... 
Baca novel ini seperti baca diary,karena memang disettingnya seperti itu sih. Dari hari ke hari, satu tempat ke tempat yang lain. Menyusuri tempat-tempat menarik dan "menarik" di Paris dan menemukan kisah cinta tak selamanya romantis walaupun itu terjadi di Paris. Ending bisa jadi tertebak pada siapa hati Aline akan menepi. Toh, novel ini menarik dibaca karena permainan kata-kata dan ilustrasi isinya yang menarik. Ringan tapi tidak cheesy. Romantis tapi tidak picisan. Love is scattered in the air along with the scent of Paris. 

**


Setiap tempat memang punya cerita. Sepotong kisah cinta bisa terjadi dimana saja. Jadi mau jalan-jalan kemana kita? Aku mau jalan-jalan ke hatimu saja.. Get lost in love.. 

XoXo


[NOVEL] MEMORITMO,Ada Cerita dalam Setiap Nada

Setiap orang pasti memiliki kecintaan atau pengalaman personal pada lagu-lagu favoritnya. Kita, si penikmat musik saja punya list yang bejibun. Apalagi orang-orang yang bergelut di industri musik, entah itu para musisi,lirikus,pengamat musik, music director, penyiar dan masih banyak lagi.  Dan dari sekian banyak lagu yang pernah didengar pasti ada satu yang paling juara banget saking bermaknanya. Nah, Memoritmo ini adalah semacam buku yang merangkum itu semua. 

Ini buku.. bukan kaset jaman dulu 

Buku ini dibuka dengan tulisan Eross Chandra Sheila On 7  yang memilih lagu Across The Universe-nya The Beatles. Eross tidak saja membahas masalah lirik (secara doi kan lirikus handal juga yah..) namun juga masalah teknis pada efek vokal John Lennon dan intro gitar yang menurutnya sedikit ceroboh. Baginya lewat lagu ini dia merasakan relevansi pada kehidupannya. Untuk menetralisir segala macam mood yang berubah-ubah dia sering mendengarkan lagu ini dengan volume diatas wajar sembari mandi air hangat. Aiihh..mudah-mudahan setelah itu gak jadi masalah dengan tetangga ya,Ross.. 

Vabyo a.k.a Valiant Budi, si penulis yang sempat menulis lirik untuk lagu Sm*ash  ini memilih Sahabat Gelap dari band Kubik. Untuk yang belum tahu band Kubik, tenang.. ntar juga ada penjelasannya di buku ini. Berbeda dengan Eross yang menuliskan interpretasinya secara gamblang, Vabyo memilih untuk menuliskannya secara berbeda. Ala cerpen! Disisipi dengan penggalan lirik lagu Sahabat Gelap membuat saya seperti membaca diiringi soundtrack pendukung cerita. 

Masih ada 12 tulisan lainnya dengan cara penulisan yang berbeda-beda. Lagu-lagu pilihannya pun dari genre dan waktu yang berbeda pula. Namanya juga setiap orang seleranya beda-beda. Ada yang menganggap lagu  jaman perjuangan semacam Djuwita Malam itu yang paling asik, ada pula yang terinspirasi dari lagu India tahun 1992 seperti Yeh Jo Halka Saroor Hae. Tenang.. semuanya masih asik untuk dinikmati. Malah mungkin setelah membacanya jadi pengen mendengarkan lagu yang mereka dengar.Lumayan kan bisa nambah wawasan musik..  

Nah, sekarang pertanyaannya adalah.. Lagu apa yang paling bermakna dalam hidupmu? 

[BOOK] The Winter Traveler and the Other Stories

Apa yang terbersit dipikiranmu saat mendengar kata "Musim Dingin"? 

Bagi saya, musim dingin tentu saja identik dengan salju, dingin dan pemandangan putih menghampar di segala penjuru. Tentu saja sebagai orang yang tinggal di negara sub tropis seperti Indonesia, konsep salju dan musim dingin hanya bisa dinikmati lewat film,buku,komik atau bagi saya pribadi es dalam freezer ( Ha!). Untuk merasakan dingin dan penampakan aslinya, kita harus bepergian ke negara empat musim di belahan lain bumi ini. Rasa penasaran ini  juga yang membuat seorang Erza S.T memutuskan hanya bepergian di musim dingin apabila ada kesempatan berkunjung ke negara subtropis. Dan kisah-kisah perjalanannya ini terangkum dalam sebuah buku : The Winter Traveler and the Other Stories.

Beli bukunya gak pake es balok kok! 
Buku ini bercerita tentang perjalanan sang penulis menembus jantung Kota Vienna, lost in translation di Jenewa, menikmati fine dining di Oslo, sampai menikmati rasanya makan di salah satu puncak tertinggi di dunia. Tentu saja sebagai traveler writer yang baik, buku ini tidak menceritakan bagaimana sampai dari satu titik ke titik lain. Sisi lain dari hasil interaksi dengan masyarakat sekitar, hal-hal unik dan menarik yang ditemuinya selama perjalanan hingga tips yang penting untuk diketahui mengenai suatu tempat bisa di baca di buku ini.

Misalnya saking pengennya ngerasain pagi di musim dingin, sang penulis pernah bela-belain sarapan di teras kamarnya dengan pemandangan Grand Canal di Venesia. Tentu saja bagian Room Service hampir tak percaya begitu mendengar permintaan tersebut. Gilee aja, siapa yang berani-beraninya sarapan di teras walaupun itu sudah memasuki bulan Februari. Masih dingin cuy!! Berhubung sudah kadung pengen, misi tetap harus dilaksanakan. Makanan sudah tersaji. Tentu saja harus segera dinikmati sebelum menjadi dingin dan mengeras. Ternyata bukan hanya sang penulis saja yang ingin menikmati hidangan sarapan itu tapi juga segerombolan penganggu yang datang tak jemu-jemu. Ceritanya seru!

Adapula kisah naik kereta gratisan di Vienna. Karena ketidaktahuannya, loket penjualan tiket metro dikiranya mesin ATM. Dengan modal percaya diri dia berpikir loket tiketnya nanti akan ada setelah sampai di stasiun yang dituju. Sesampai disana dia tidak menemukan loket tiket yang dimaksud bahkan petugas untuk ditanyai. Sesampai di hotel,Erza pun baru tahu bahwa mesin serupa ATM itulah yang ternyata loket penjualan tiket metro. Beruntungnya dia tidak sampai tertangkap petugas yang biasanya memeriksa secara acak tiket penumpang. Pembaca pun beruntung karena paling tidak jadi tahu biar gak malu-maluin entar kalo ke Vienna ( Ceileehh.. Amien deehh amien!!)

Selain kisah kisah perjalanan di negara-negara bermusim dingin, di buku ini pun ada bonus kisah-kisah menarik di negara tropis seperti Indonesia,Malaysia,Singapore hingga ke Abu Dhabi,negara dengan hotel berbintang 7 yang berselaput emas dimana-mana. Whoaa.. Tapi jangan salah, walaupun emas dimana-mana, makanan berlimpah dan segala kemewahan tersedia, ada sesuatu yang harus dibayar mahal. Apakah itu? Simak cerita lengkapnya di buku ini : The Winter Traveler and the Other Stories. Bukunya gak tebal-tebal amat dan gak bakal kerasa bacanya karena gaya penulisannya yang khas. Seperti jurnal pribadi yang tak sulit dimengerti, banyak hal yang dapat dipetik dari kisah perjalanan di musim dingin ini. 

Selamat membaca!

XoXO

V


[NOVEL] Cheeky Romance

"Kau tahu tidak, kapan perempuan tahu kalau dirinya sedang jatuh cinta?"
 "Ya?"
 "Saat mereka mulai merajuk seperti anak kecil" 

Aha! 
Ini adalah penggalan percakapan antara Dokter So Yoon Pyo,si Dokter Nasional dan Yoo Chae, si Ibu Hamil Nasional dalam novel Cheeky Romance, sebuah novel romantic comedy terjemahan dari Korea. Novel ini berkisah tentang seorang dokter dan seorang reporter TV yang terlibat dalam suatu kejadian menghebohkan tak terduga  hingga akhirnya membuat mereka dinobatkan sebagai dokter nasional dan ibu hamil nasional. 

Jadi gini ceritanya..

Yoo Chae ini sebenarnya adalah seorang reporter sebuah TV yang kebetulan pernah mengantarkan seorang tetangga yang sedang hamil untuk pemeriksaan di rumah sakit tempat dokter So Yoon Pyo bekerja. Walaupun mereka bertemu tapi Yoo Chae sama sekali tidak mengingat keberadaan So Yoon Pyo di tempat itu. Yoon Pyo, si dokter kandungan pun hanya ingat tentang Yoo Chae sekilas. Hingga suatu hari mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di sebuah restaurant.

Yoo Chae yang waktu sedang bertugas meliput acara kuliner secara live dibuat malu oleh Yoon Pyo. Sebagai seorang reporter,dia harus mencicipi masakan-masakan yang menjadi andalan di restauran tersebut. Ternyata masakan-masakan itu adalah makanan pantangan untuk ibu hamil. Yoon Pyo dengan naluri dokter kandungannya yang tinggi dengan sigap mencegah Yoo Chae yang akan menyentuh gelas minumannya. Terang saja hal itu membuat suasana syuting menjadi kacau dan tidak terkendali. To make it even worse, di acara yang disiarkan langsung itu Yoon Pyo pun memarahi Yoo Chae sebagai wanita yang tidak bertanggung jawab pada kehamilannya. Yoo Chae yang merasa tidak hamil tentu saja protes sementara Yoo Pyo tetap keukeuh bahwa dia melihat sendiri Yoo Chae datang untuk memeriksa kandungan di rumah sakitnya. Heboh!

Sebenarnya ini bukanlah kejadian menghebohkan pertama yang terjadi pada Yoo Chae. Sebelumnya dia sempat membuat masalah dengan memposting hujatan pada mantannya yang selingkuh di kantor yang sama. Hal ini malah memperpanjang daftar artikel tentang Yoo Chae di berbagai media massa termasuk surat kabar.  Akibatnya tayangan tersebut dibatalkan, Yoo Chae pun diminta membuat surat pernyataan dan dipindahkan ke sub stasiun yang lebih kecil. Parah! 

Sementara itu banyak orang yang mengenali wajah dan memuji-muji Yoon Pyo. Mereka sepakat Yoon Pyo adalah dokter yang memperhatikan setiap pasiennya bahkan sampai ke hal-hal sepele. Meskipun semua dokter di bidang lain pun bersikap begitu, namun karena Yoon Pyo dokter kandungan jadi kesannya lebih dalam. Yoon Pyo akhirnya dijuluki Dokter Nasional oleh banyak orang. Tak cuma itu, pihak rumah sakit tempatnya bekerja pun semakin membanggakannya bahkan memberinya kesempatan sebagai pemeran utama sebuah project dokumenter kedokteran dari sebuah stasiun TV. Karena desakan kepala bagiannya akhirnya Yoon Pyo pun menerima tawaran tersebut. Tak disangka ternyata stasiun TV yang dimaksud adalah stasiun TV tempat Yoo Chae bekerja.

Ibu hamil nasional. Biar Kami yang menjaga anak itu. Seluruh Korea menjadi penjaga wanita itu. 

Yoo Chae yang terkena imbas interupsi Yoon Pyo di acara livenya terpaksa menjadi presenter di acara yang ratingnya lebih rendah. Entah bagaimana saat Yoo Chae sedang meliput sebuah event, sebuah insiden memalukan terjadi lagi. Artikel "Ibu Hamil Nasional Episode 2" dengan foto roknya yang terangkat pun beredar dimana-mana. Rasa malu dan marah tentunya tak tertahankan. Apalagi mengingat tugasnya di kantor kecil itu sebenarnya hanya membantu para staf,mengikuti para senior bahkan sampai melakukan pekerjaan fotokopi dan membuat minuman layaknya OB. Bagi Yoo Chae yang sudah membuat kesalahan, ia harus bekerja keras tanpa protes apapun. Hingga akhirnya seorang PD ( Producer) yang bekerja di kantor pusat menelponnya untuk meeting. Yoo Chae ditawari sebagai reporter dokumenter kedokteran. Unbelieveable! Tentu saja iYoo Chae menerimanya. Ini kesempatan untuk mengembalikan nama baiknya. Yang Yoo Chae belum tahu adalah, "Rumah sakitnya dimana ya?"

Kenapa kau menghindariku? Kau tidak lihat kalau aku ingin minta maaf padamu

Novel setebal 442 halaman ini mempunyai alur cerita yang naik turun penuh dinamika. Ini menjadi  daya tarik tersendiri hingga novel ini tuntas saya baca dalam 2 hari saja. Lucu,sedih,haru,amarah dan hal-hal romantis tercampur dengan ukuran yang pas. Semua karakter dalam novel ini pun  digambarkan sebagai karakter yang tidak sempurna. Yoon Pyo si dokter ganteng, anak direktur yayasan rumah sakit dan masih single dengan masa depan cemerlang ini ternyata juga keras kepala,tidak sabaran dan punya kisah kelam dalam kehidupannya. Sementara Yoo Chae yang sembrono,keras kepala dan sebenarnya tidak pintar-pintar banget sebagai reporter ( terbukti dalam satu pertanyaannya yang membuat Yoon Pyo terpaksa menghardiknya,"CARI DI GOOGLE!!") ternyata sangat bertanggung jawab pada keluarga dan pekerjaannya. 

Ada juga  karakter-karakter pendukung seperti  So Yeong unnie yang mendapat donor sperma dari salah satu dokter di rumah sakit itu, membuat Yoo Chae mulai bertanya-tanya siapakah gerangan si pendonor? Yoon Pyo kah? Lalu dr. Hye Ryeong mantan kekasih Yoon Pyo,si dokter cantik sempurna tapi ternyata bisa berhati dingin.  Ada pula dr. Dae Joon, rekan dokter Yoon Pyo yang anehnya suka dengan So Yeong  menambah gregetnya cerita . Akankah Yoo Chae dan Yoon Pyo bisa rukun damai tentram melaksanakan tugas mereka sebagai dokter dan reporter? Ahay... silahkan dibaca sendiri ya lanjutannya... 

Cheeky Romance adalah novel ketiga Kim Eun Jeong (yang sudah saya baca) setelah So I Married the Anti-Fan dan My Boyfriend's Wedding Dress. Jika butuh bacaan santai dan ringan dengan dialog yang kuat silahkan baca novel ini. Anda tidak perlu menjadi pencinta drama atau novel korea untuk membacanya. Tapi jika kemudian akhirnya anda jadi tertarik sih yah jangan salahkan saya... Hehehehe

Selamat membaca!

XoXo
Vie

[Review] Top 5 K-Drama 2012


What can I say, other than reading, watching is a hobby of mine. Besides movies, I also like to watch TV series. This year my tastes changed. If last year's TV series that I watch on TV is the western serials, this year as the KPop virus spread it turned into a kind of spectacle: K-Drama.

Actually this is not the first time i watch K-Drama. In the early emergence of K-Drama I was addicted to J-Dorama and Western serial that only a few K-Drama in that period that got my attention. The reason is K-Drama's episode was longer than J-Dorama (it 's up to 22 episodes). The Korean language also too lilting to my ears that i often overslept while watching. That's why it tooks some time to watch the full episode. But that was then and this is now. I'm collecting DVD, download it and even  watch it live via streaming. My DVD player even broken because i did watch K-Drama episode marathon in one day.


Ah ya! Anyway, this is my top 5 K-Drama of 2012 ..

1. Rooftop Prince (SBS)



I put it as my number one list because this is the drama which makes me watch it non-stop back to back without falling asleep. It's really funny,hilarious,romantic and touchy. The cast did great job, even the OST were all good. No wonder this drama and the cast got awarded many times. Love it!! 

2. Bogoshipda / I Miss You   (MBC)


The first love which seperated for 14 years filled with intrigue story. Seizure of property, kidnapping, love triangles to rape makes this drama even more complicated. The genre of the drama is melodrama but has suspense in it too. So in this drama we will see romantic and funny scenes in the search and maintaining of love and  murder scene to antagonists character assassination. The drama is still running although only for 5 episode remaining. Better prepared your heart and tissue for the ending because it might not be a happy ending fairy tale drama. 

3. My Husband Got A Family ( KBS )



At first i don't understand why this drama was played before 9 PM. Apparently because this is a family drama. My Husband Got A Family is about a woman who wants marry an orphan man to avoid trouble with mother in laws.To pursue her career she also avoid having baby. However her wish cant come true when her husband reunite with his family.So she has to deal with the in laws and to make it even worse she's pregnant. Funny,entertaining yet teach me marriage lesson about in-laws-thing. 

4. King 2 Hearts (MBC)


I'm not a fan from any of the casts but still i watch it until the end. An unique story, interesting plot and acting of Jo Jung Suk, who although not a main character but steal the show. Soundtrack was pretty good, too.  Missing You by SNSD Taeyon could be an option to singing in karaoke. 

5. Innocent Man (KBS)


A man is betrayed by the woman he loves.To get even he used another woman who loves him which is a step daughter of her ex. Sounds tipical,right? If it were not for Song Joong Ki i probably skip. But still this drama has a lot tricks to make the viewers stay to watch episode after episode. 

So, That's my list for Top 5 Drama of 2012. Hopefully next year will be more no cliche dramas are running with best casts. As per one of my 2013 resolutions: better be watching drama, rather than a life full of drama ..

Happy New Year Everyone!! 새해 복 많이 받으세요 !!