How I Edit My Youtube Video

Ini adalah postingan upgrade dari postingan aku sebelumnya di tahun 2015 : 5 Aplikasi video editor untuk pemula. Pada tahun itu aku sudah memprediksikan bahwa di tahun-tahun berikutnya (which is saat ini), akan makin banyak orang yang terjun ke Youtube. Entah serius, entah main-main. Apapun, setidaknya perlu untuk tahu mengedit video walaupun sedikit.

silah baca juga : Video Editing Software Untuk Pemula  



How I Edit My Youtube Video 

For years, I've been editing my Youtube Video in a very simple way. Iyes, siapa juga yang mau ngedit video pake cara ribet, ya kan? Pertanyaan yang sering banget aku dapatkan ketika aku selesai menshare link upload an video di youtube channel aku adalah : 'Ngeditnya pakai aplikasi apa?', 'Ngeditnya pakai hape?', 'Cara ngedit video gimana?' dan beberapa pertanyaan lainnya. 

Pada postingan kali ini, aku mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering banget diajukan.Disimak ya! 

1.  What application do you use to edit your video? 


Ngedit (video)nya pakai aplikasi apa? 

Well, basically aku mengedit video menggunakan aplikasi Adobe Premiere. Saat ini yang aku gunakan ada dua, yaitu Adobe Premiere CC 2015 (untuk laptop aku keluaran 2011) dan Adobe Premiere CC 2018 (untuk laptop yang lumayan canggih processor i7 dan RAM 8 GB). 

Aku sudah nyaman banget menggunakan aplikasi ini, mungkin karena sudah terbiasa saja. Beberapa kali sempat mencoba aplikasi editing video lainnya seperti Sony Vegas Pro 12, Wondershare Filmora dan MovAvi Suite. Entah kenapa, aku balik lagi ke Adobe Premiere CC. Apakah ini yang namanya cinta? Hahaha!



Hal yang aku suka menggunakan Adobe Premiere CC 2018 adalah aku bisa dengan mudah mendrag file, cutting,coloring, buat caption (yang nantinya membantu aku untuk sub cc di youtube) sampai membuat title. Ada yang bilang bahwa Adobe Premiere ini agak rumit, jadi aku selalu menyarankan video editor lain yang lebih simple seperti MovAVI dan Wondershare Filmora. Ketiga aplikasi tersebut memiliki versi PC/Laptop dan mobile yang bisa diunduh di hape.

2. Ngedit video di PC atau di Hape? 


Aku pribadi lebih nyaman ngedit video di PC/Laptop.  Alasannya sederhana, karena jempol aku gede. Hahahaha! Rasanya kurang nyaman untuk mendrag atau mencut video di layar hape. Belum lagi kalau ada beberapa video yang ingin disatukan. Mengingat saya bukan tipe one take video, pada akhirnya saya memiliki beberapa file video untuk satu episode. Praktisnya, laptop pun jadi pilihan. 

Meskipun begitu, jika kamu merasa ngedit di PC/Laptop lebih ribet atau kamu ingin mengedit satu atau dua video saja yang berkesinambungan, menggedit menggunakan hape bisa jadi lebih praktis. Ada beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan. Beberapa yang aku rekomendasikan adalah FilmoraGo, Kinemaster, PowerDirector, atau Adobe Premiere Clip.

3. Bagaimana Mengedit Video ? 


Ini dia pertanyaan yang agak susah dijawab melalui postingan blog.  Garis besarnya adalah, aku harus menyiapkan :

1. Footage/Video yang akan diedit.

2. Menyiapkan stroy line.

3. Musik latar ( bisa didwonload di Youtube Audio Library pada section Youtube Studio Beta). Pilih musik latar sesuai tema video.

4. Membuat project dan sequence di Adobe Premiere.

5. Mengimport footage/video dan musik latar ke sequence yang telah disiapkan. 

6. Mengcut bagian video yang tidak perlu, menyambungkan bagian video yang satu dengan yang lain, menambahkan effect, mengatur audio, membuat title dan caption dan jika pengen terlihat cinematic bisa memberi filter atau mengatur color grading.

7.  Video yang telah diedit tersebut kemudian aku tonton lagi terlebih dahulu secara keseluruhan agar bisa mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki.

8. Jika sudah melewati proses reviewing, barulah kemudian aku melakukan proses rendering dan mengeksportnya sebagai media yang cocok untuk diupload ke Youtube.

9. Kembali melakukan reviewing untuk hasil yang lebih maksimal.

10. Jika tak ada yang perlu diedit ulang, baru deh aku upload ke Youtube channel Vita Masli.

Jika ada yang berminat gimana caranya mengedit video menggunakan aplikasi Adobe Premiere, Wondershare Filmora atau MovAVI, silahkan komen di bawah dan akan kucoba buat videonya untuk diupload ke Youtube channel Vita Masli.

4. Berapa Lama Mengedit Video ? 

Tergantung durasi dan berapa footage/video yang aku gunakan. Biasanya untuk durasi 12-17 menit, aku memerlukan waktu 3-4 jam hanya untuk mengedit kasar. Editan itu kemudian aku save dulu, ditinggalin lalu dicek kembali beberapa jam kemudian atau keesokan harinya kalau lagi banyak tugas di kantor. Aku sengaja untuk mengendapkan hasil editan beberapa saat agar bisa lebih 'jernih' mereview videonya.




That's it, now you know how I edit my Youtube video. Sederhana kan? ((KAAAAAN....)). One thing for sure is, practice makes perfect. Aku juga masih terus belajar, liat tren video editing yang ada dan terus berlatih mengedit video. It's ok to make mistakes karena di video berikutnya kita bisa memperbaikinya.

Selamat mengedit video. Please share postingan ini jika kamu rasa ini berguna dan jika ada yang pengen ditanyakan, jangan ragu untuk komen di bawah.  Sampai bertemu di postingan berikutnya.

Wassalam!

Mengenang BJ Habibie, Goodbye Mr.Crack. We Love You 3000

Eyang Habibie, begitu almarhum kerap disebut oleh jutaan rakyat Indonesia, namun saya memilih menyebutnya Prof Habibie. Bukan karena tidak tidak sayang, lebih karena menghargai almarhum sebagai teknorat. Pemimpin yang mempunyai visi agar Indonesia tidak sekedar menjadi negara agraris, tapi bisa memimpin di sektor pembangunan dan teknologi.




Mengenang Prof. Dr. Ing. H.. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng, We Love You 3000


Prof Baharuddin Jusuf Habibie memiliki panggilan kecil 'Rudi' ini, sudah baku menjadi standar kecerdasan se Indonesia Raya. Anak mana di era gue yang lahir sebagai generasi X yang gak pernah dengar wejangan,"... supaya pinter kayak pak Habibie." Everyone is look up to him. Semua orangtua pengen anaknya secerdas beliau. Anak-anak banyak yang bermimpi, suatu hari bisa membuat pesawat atau setidaknya bisa kuliah di luar negeri.

Prof Habibie meraih gelar doktornya di Jerman, memiliki karier cemerlang di negeri orang sekaligus menemukan teori crack propagation on random atau disebut sebagai teori Habibie. Karenanya Prof Habibie pun dijuluki Mr. Crack di mata ilmuwan dunia. Wih, merinding aku.  Menuntas master degree aja yang membuat riset berdasarkan teori atau model yang dibuat orang lain saja bagi gue itu gak mudah.  Banyak orang yang memburu gelar doktor, tapi gak banyak yang bisa menghasilkan teori yang diakui internasional dan digunakan dalam dunia penerbangan. Gilaaaakkk!!
Beliau memang tidak sekedar cerdas. Beliau punya hati yang lembut, kecintaan pada Allah SWT yang besar, kasih sayang pada sesama mahluk yang dalam. Tidak ada yang tak tahu kecintaannya kepada istrinya Ainun.  Gak pernah terdengar kabar selingkuh, tak menikah lagi setelah bu Ainun pergi. Semacam bokap gue sih yang sudah bertahun-tahun ditinggal mama dan tidak menikah lagi. Coba, gimana gak banyak perempuan-perempuan berharap disetiain sampai mati?

Pun begitu dengan karirnya. Tak ada yang memungkiri beliau tak pernah keluar jalur dan berbuat curang pada masa jabatannya. Meski kita tak bisa mengukur kecintaan almarhum pada Tuhannya, namun dari sikap dan sosoknya terpancar indahnya keimanannya. Kebaikan hatinya, ketulusan niatnya.

What I Learn from BJ Habibie 


Pepatah mengatakan, Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Prof BJ Habibie sudah meninggalkan ilmu, dedikasi dan kerja cerdasnya, sedekahnya yang tak terlihat, harta jariyah yang terkenang sepanjang masa. Beliau harusnya bisa bekerja di Jerman, mengeksplor passionnya di bidang teknologi, hidup nyaman,tapi tidak! Beliau mau saja pulang kembali ke Indonesia memenuhi panggilan negara. Membangun Indonesia, menjadikannya lebih baik, meskipun kadang tidak sejalan dengan pemimpin nomer satu. 

"Saya sering protes itu pada pak Harto. Ini gak bener. Kok begini?" Almarhum bercerita mengenai 'konfrontasi'nya dengan pimpinannya saat itu mengenai Dewan Moneter di acara ILC TV One.

"Pak Harto mengatakan,"sambungnya,"Sudah deh.. kamu pikirkan industri aja, teknologi karena ini bukan soal kamu. " Beliau lanjut berkisah bahwa jika ia ngotot maka pak Harto akan bilang begini,"Habibie, kamu berpendapat demikian. It's ok. Kalau memang Allah menghendaki, suatu hari kamu memimpin Indonesia. Silahkan buat! Tapi sekarang, saya yang memimpin. Kamu laksanakan sesuai apa yang saya katakan tersebut!"

Apakah dia memberontak? Oh.. enggak. Meski tak sejalan, beliau masih menghormati pimpinannya dan tetap memberi saran jika diminta. Apa yang gue pelajari dari sini? Kita boleh tidak sepemikiran dengan atasan, namun tetap bekerja sesuai aturan dan memberikan sumbangsih. Adu argumen boleh, cooperative, tetap dijaga.

Takdirnya, beliau akhirnya memimpin Indonesia di masa transisi. Semua pemikiran dan usulannya yang kepentok di pimpinannya, dia kerjakan satu-satu. Pandangannya yang sangat visioner mungkin tidak semua bisa diterima oleh kebanyakan orang pada jaman itu. Apalagi beliau tampaknya sangat praktis, kalau memang tidak perlu kenapa harus diadakan? Kalau memang tidak salah, kenapa harus ditahan? Semuanya penuh perhitungan layaknya orang Teknik yang mungkin bagi sebagian orang terlihat kaku dan menantang arus. Hey.. he's just being fair.

Beliau membebaskan tahanan politik, membuka keran pers, mengeluarkan gubernur Bank Indonesia dari kabinet, menekan inflasi dan mencoba meningkatkan pertumbuhan ekonomi.Menjadi pemimpin di saat tenang saja tidak mudah. Bisa dibayangkan menjabat di kala suasana tidak kondusif. Tantangan pasti ada, kritikan dan penolakan tidak bisa dielakkan. Berat.

Tetap saja beliau maju dan mampu membuat Indonesia menjadi lebih baik di kala sulit meskipun hanya sebentar masa tugasnya. Laporan pertanggungjawaban ditolak MPR. Beliau merasa gagal meyakinkan para wakil rakyat."Bukan mereka yang salah, tapi saya yang tidak bisa meyakinkan mereka."

Beliau memilih tidak mencalonkan diri menjadi Presiden. Beliau mundur bukan karena cemen, bukan karena ngambek. Beliau berpikir, jika laporan pertanggungjawabannya ditolak  itu berarti dia dianggap tidak dipercaya untuk memimpin bangsa. "Saya ini teknorat, bukan politikus." Beliau mundur, karena tahu diri, masih ada cara lain untuk membangun Indonesia tanpa menjadi pejabat negara.

Jleb!

Gue belajar dari perjalanan karir beliau bahwa jabatan adalah tanggung jawab dan amanah. Masa transisi memang masa sulit. Era perpindahan pola lama ke pola baru dimana akan ada banyak orang yang sudah merasa nyaman dengan keadaan tertentu merasa terganggu dengan kebijakan baru. Gue menyimak kisah dari mantan ajudan dan pengawal almarhum saat menjabat sebagai Presiden, bahwa beliau banyak menerima bujukan harta tahta dan wanita serta kecaman hingga berniat untuk meracuni makanan beliau. Bisa jadi mungkin ada yang mengirim ilmu hitam juga? Wagelaseh.. !

Beliau jalan terus dengan pemikirannya dan dia percaya dengan caranya dia bisa membuat Indonesia lebih baik. Namun ketika sudah tidak dipercaya, dianggap tidak bisa mengemban amanah, dianggap tidak mampu menjabat, mengapa harus ngotot untuk mendapatkannya kembali. Iyah, terkadang kita harus mundur secara elegan, untuk maju dua langkah secara ksatria. Toh beliau tidak pernah meminta jabatan sebagai Presiden. Jabatan itu datang begitu saja sah secara hukum meskipun pihak oposisi menganggap Prof BJ Habibie tidak pantas sebagai Presiden.

Hari ini saat pemakaman, beliau membuktikan bahwa masa jabatan satu setengah tahun sebagai Presiden lebih bermakna mendalam bagi semua lapisan masyarakat Indonesia. Sosoknya terasa dekat meskipun gue yakin gak semua dari kita pernah bertemu beliau semasa hidupnya. Gue juga enggak, tapi sumpah mata gue berkaca-kaca bahkan sampai nangis hanya karena mengingat bahwa Prof BJ Habibie sudah meninggal. Mendengar kesan-kesan dari orang yang pernah bekerja sama dengan almarhum. Betapa dalam kesan yang tertinggal, mulai dari beliau adalah orang yang humble, suka tersenyum pada siapa saja, lembut dalam bertutur kata, suka mempelajari hal baru dan tidak takut belajar hal yang tidak diketahuinya bahkan pada orang yang lebih muda dibanding beliau.

Lagi lagi itu jleb banget bagi gue. Berapa banyak diantara kita yang enggan mengaku tak tahu hanya untuk menjaga muka pada bawahan. Padahal menjadi petinggi bukan berarti kita tahu segalanya. Tak ada salahnya bertanya, tak ada salahnya belajar pada bawahan kita. Siapa tahu dianggap bodoh oleh bawahan sebenarnya hanya ada dalam pikiran kita. Dibanding kita sok tahu lalu kemudian salah, ya kan?

Berapa banyak juga petinggi-petinggi yang jarang senyum pada orang yang menurut mereka gak begitu penting. Gue pernah bertemu dengan seorang petinggi, yang senyumnya ramah hanya pada orang-orang tertentu. Sementara untuk sebagian yang lain senyumnya sekedar basa basi, tidak dari hati. Membandingkan senyuman Prof Habibie bersama pejabat maupun orang biasa, tak ada yang berbeda. Semuanya sama. Beliau tersenyum dari hati.

Gak usah ngeliat orang lain dulu deh, kadang gue pun jarang tersenyum karena lupa yang gue hadapi ini manusia dan bukan mesin. Gosh, it hit me hard. Meski sudah tahu dan sudah diajari sejak kecil, bahwa senyum itu sedekah paling sederhana, tetap saja terkadang karena emosi sesaat atau pikiran, entah bagaimana senyum hanya sekedarnya bahkan bisa jadi tidak sama sekali.

Semalam hingga hari ini, sejak beliau berpulang hingga jasadnya dikuburkan, betapa banyak yang membicarakan kebajikannya meskipun hanya tentang seulas senyuman saat bertemu dengan almarhum. Sungguh, saya merasa terharu sekaligus malu.

"Orang baik itu banyak yang sayang yah,"kata seorang teman gue di WA. "Kira-kira kita meninggal banyak yang doain kita juga ya?"

Goodbye Mr.Crack,  We Love You 3000

Menyimak perjalanan hidup beliau, gue merasa malu sekaligus terinspirasi. Betapa tidak malu, gue merasa belum bisa berbuat banyak dalam usia yang diberikan Allah SWT kepada gue. Gue belum banyak memberi entah harta maupun manfaat kepada sesama dari nikmat yang diberikannya. Gue malu, belum bisa menjalankan amanah jabatan sebaik beliau. Gue jadi berpikir, apakah jika saat gue meninggal akan ada yang merasa kehilangan? Apakah ada yang akan mengenang hal-hal baik gue? Gue sudah berbuat apa aja sih? Ini PR gue sebelum akhirnya berpindah dimensi ke tempat abadi. PR yang gue sendiri belum tahu apa bisa gue selesaikan dengan baik atau tidak sebelum pergi.

Ya, terkadang keindahan dunia ini membuat kita lupa bahwa hidup ini hanya sementara. Hidup yang diberikan kepada kita ini hanya sarana untuk mengumpulkan bekal di akhirat. Bahwa kemudian kita juga akan pergi,sering terlupa. Layaknya bepergian, kita juga harus punya bekal untuk perjalanan dan untuk orang-orang yang kita tinggalkan. Gue jadi mikir, apa yang sudah gue siapkan untuk itu semua?

Saat ini Prof BJ Habibie telah berbahagia. Tugasnya di dunia telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Beliau pun segera kembali bertemu dengan kekasih hatinya. Sedih, iya pasti. Seluruh rakyat Indonesia berduka, meskipun kadarnya bisa berbeda. Cara penunjukannya pun beragam. Satu hal yang pasti, entah bagaimana, kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam. Pelajaran yang akan teringat. Perbuatan dan pemikirannya menjadi inspirasi.

Sungguh, jika Marvel Cinematic Universe memiliki Mr. Stark yang cinta akan teknologi yang ingin membuat dunia menjadi lebih baik dan mencintai Pepper Pots hingga akhir, maka Indonesia Raya memiliki Mr. Crack a.k.a Prof. Dr. Ing. H.. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng yang berkarya dalam riset dan teknologi dan tentunya mencintai Ainun sampai mati. Both of them have passed away and both of MCU and Us, love and respect them.

Habibie pamit. Beliau tidak akan kembali layaknya Youtubers yang pamit lalu muncul lagi. No, he's forever gone but his legacy will remains. It doesn't matter how's somebody's die, but how he lives.

 Goodbye, Mr. Crack. We Love you 3000.

One Day (and half) Trip for Nu’est Segno In Jakarta : Running Man, Berlari Mengejar Final Call di Bandara CGK

Kalian tahu kan, aku suka banget dengan musik Kpop. Tidak hanya suka menikmati, aku juga suka nonton konsernya. Meskipun memang tidak semua konser aku ikuti, tapi kalau ada yang aku suka banget biasanya aku bela-belain berangkat. Maklum, aku gak tinggal di Jakarta. Lokasi aku di Makassar dan itu berarti aku gak cuma spare uang tapi juga waktu untuk nonton konser Kpop. Jadi tentu saja aku pilih-pilih. Cari tiket pesawat murah itu loh, yang jadi sandungan untuk Kpopers luar Jakarta.


Konser Kpop Nu'est Segno in Jakarta

One Day (and half) Trip for Nu’est Segno In Jakarta, Hunting Promo Tiket Pesawat.

Harga tiket pesawat dan penginapan memang menjadi momok. Tahu dong harga tiket pesawat hari gini, kagak ada murah-murahnya! Aku sempat deg-degan aja, abis berapa juta nih cuma buat pesawat doang. Sementara aku sudah ngeluarin duit 1,5 juta untuk beli tiket Nu’est Segno in Jakarta. Mental sobat misqueenku bergejolak.

Pikir punya pikir, oke, aku memilih gaya traveler militan. Berangkat pagi dari Makassar, tiba siang di Jakarta, meet up sama temen, masuk venue, nonton konser dan langsung balik ke Makassar. Gak perlu nginap. Teman aku sih nawarin untuk nginap dulu di rumahnya, cuma aku anaknya gak enakan. Mending langsung cuzz aja, pulang ke rumah di Makassar. Intinya adalah One Day Trip Makassar – Jakarta PP.

Alhamdulilah banget Nu’est Segno in Jakarta itu jatuhnya pas hari Sabtu. Berarti aku gak harus izin apalagi cuti di kantor. Cari tiket pesawat lah aku di berbagi penyedia tiket pesawt online dengan niat, cari yang jam terbangnya paling masuk akal dan harganya bersahabat. Kebeneran banget buka aplikasi pegi-pegi dapat tiket pesawat dengan penerbangan jam 11 siang dari Makassar seharga 850rb dan dapat potongan 50 ribu. Jadinya aku hanya bayar 800 ribu rupiah aja. Alhamdulillah yaaa.. rejeki anak kost




Promo Tiket Pesawat



Nah, tiket pulangnya ini yang aku dilema. Kemarin-kemarin pengalaman nonton konser, biasanya durasinya sekitar 3 jam. Kalau konsernya mulai jam 6 atau jam 7, bisa-bisa keluarnya jam 10 malam. Itu juga belum kejebak macetnya di pintu keluar, jalan ke bandara dan endebre lainnya. Pesawat terakhir yang harganya masuk akal itu jam 11 malam. Ini sih bisa-bisa ke bandara bareng Nu’est nya nih (hahai..ngarep).


Ternyata gak dapat tiket jam segitu. Adanya tiket paling masuk akal yang bisa aku jangkau itu adalah penerbangan pukul 5 pagi. Mulai mikir, dari jam 10 malam sampai jam 3 pagi mau ngapain? Daripada rugi, mending nongkrong sambil bikin konten buat Youtube Channel Vita Masli. Sisanya ntar ajalah dipikir, yang penting dapat tiket pesawat pulang pergi aja supaya hati tenang.


Meskipun harga tiket pesawat Jakarta – Makassar PP gak semurah harga tiket pesawat Semarang Jakarta misalnya. Tapi karena aku pakai aplikasi Pegi Pegi, aku dapat harga tiket yang lebih terjangkau dan jam penerbangan yang gak ada di aplikasi lain. Dapat diskon pula hingga Rp.100.000. Penggunaannya gampang banget. Tentukan tanggal keberangkatan, dari bandara mana mau ke mana, pilih jam penerbangan dan harga tiket pesawat yang sesuai, masukkan data traveler, pilih metode pembayaran (aku pakai kartu kredit), dapat konfirmasi tiket, e-ticket dan invoice. Hati aku tenang deh, tiket pesawat pulang pergi sudah di tangan.

Tiket Pesawat Online



One Day (and half) Trip for Nu’est Segno In Jakarta


Pesawat Makassar – Jakarta, berangkat tepat waktu banget. Aku tiba di Jakarta juga sesuai jadwal. Dari area kedatangan bandara CGK, aku ke arah stasiun kereta Kalayang untuk naik kereta Bandara ke pemberhentian stasiun BNI Sudirman City. Rencananya Ruth_nina bakal jemput aku di sana setelah ngambil tiket di venue. Mobilnya dia parkir di mall F(x) dan naik TJ ke  BNI Sudirman city.






Dari sana kami akan akan naik MRT ke Istora Senayan. Dia belum pernah nyobain naik MRT, padahal tinggal dan kerja di Jakarta. Sementara aku yang sesekali datang, sudah sering naik kereta bandara dan sudah sekali nyoba MRT. Maklum sih, rute MRT gak lewatin rumah dan kantornya. Paling enggak, salah satu hikmah dari nonton konser Nu’est Segno in Jakarta adalah memasyarakatan menggunakan public transportation. Ciee.. Mengurangi polusi dan kemacetan Jakarta dan sudah bisa dipastikan waktunya karena baik itu kereta Kalayang, kereta Bandara hingga MRT berjalan sesuai jadwal.




Lanjuut..

Berhubung sudah menginjak usia’nonton-konser-harus-duduk’ , tiket sudah ada nomernya dong (seated number). Aku gak perlu ngantri dari pagi bersama para ciwik ciwik berstamina tinggi demi ketemu oppadeul. Tentu saja aku lebih milih makan siang dulu sekalian meet up dengan Ruri yang juga nonton Nu’est Segno In Jakarta. Kebetulan dia juga mau ngambil slogan yang dia beli dari fanbase di mall F(x).


Setelah makan siang (yang kesorean), kami langsung cuzz ke Istora Senayan dengan berjalan kaki. Jaraknya deket banget kok, masuk ke Gelora Bung Karno samping mall F(x) gak lebih dari 10 menit sudah nyampai. Dengan berjalan kaki, jadi lebih enak ngobrolnya. Aku juga bisa menikmati suasana kompleks Gelora Bung Karno yang sudah tertata rapih, bersih dan nyaman.
Ternyata Konser Nu’est Segno in Jakarta Itu... Seperti ini??

Berhubung gate dibuka pukul 17.30 dan kami sudah tiba di Istora Senayan pukul 16.30, masih ada spare 1 jam untuk ngapain ya? Pastinya foto-foto dong! Mecima,sebagai promoteur, sudah menyiapkan photo wall Nu’est di bagian depan venue. Antriannya lumayan panjang sih. Belum apa-apa sudah nyerah duluan.


Akhirnya aku, Nina dan Ruri memilih foto di depan banner masing-masing member. Bukan karena kami akgae dan gak mendukung OT5 ya (hahaha! L.O.V.E Twitter pasti tahu nih!). Lokasinya tuh lebih cakep aja, ad
a latar belakang ilalang dan matahari pas golden hour tuh bagus banget keliatannya dari titik itu.



Nu'est

NUEST


NUEST SEGNO


Puas foto-foto (lebih tepatnya sih sudah kehabisan gaya), kebenaran banget gate untuk seated number sudah dibuka. Cuzz masuk ah, supaya bisa ngadem AC di dalam venuenya. *Tetap make up gak boleh luntur*


Sesampai di dalam venue, I literally a little bit shocked. Bahkan sampai konser dimulai dan selesai, aku masih ngerasa ‘Ahh.. Ternyata Konser Nu’est Segno in Jakarta Itu... Seperti ini??’. Selesai konser, kami bertiga pun duduk sambil ganjel perut si Starbak F(x) untuk ngobrolin Nu’est Segno In Jakarta.




Sebenarnya obrolan kami tuh gak bakal abis kalau gak mas mas starbak nutup outletnya. Ruri harus misah duluan karena besoknya ada perjalanan dinas. Sementara Nina masih setia nemenin aku, untuk nganterin aku ke bandara pagi buta. Akhirnya kami nongkrong lagi di Mekdi 24 jam dekat bandara.


Running Man, Berlari Mengejar Final Call di Bandara CGK


Dasar emang faktor U tuh gak bisa dilawan, aku nyerah. Pukul 1 pagi, badan tuh dah berasa pengen baring. Ngantuk sih enggak, mungkin karena takut kebablasan atau karena pengaruh kopi. Akhirnya Nina nganterin aku ke bandara CGK, parkir mobil di parkiran terminal 1 dan tidur di mobil. Sebelumnya aku sudah web check in duluan, gak punya bagasi juga, jadi rencananya pukul 4 aku dah masuk ke area departure.


Tapi kok perasaan agak gak enak ya.. Di website Lion Air dan di boarding pass kok gak sama waktu boardingnya. Menurut website, pesawat nomer penerbangan aku tuh boarding 3.30 WIB. Sementara di boarding pass 4.30 WIB. Nina sudah beberapakali mengingatkan untuk make sure jadwal. Sejauh itu, gak ada SMS atau pemberitahuan dari pihak maskapai bahwa jadwal keberangkatan dimajukan.


Demi alasan keamanan agar, aku masang alarm pukul 3.30 WIB. Kebetulan juga, entah kenapa pas tidur di mobil tuh, ada pasangan yang lagi pacaran di parkiran samping mobil Nina. Mereka yang pacaran kok aku yang berasa diintai ya?


Akhirnya aku minta Nina drop aku di bagian keberangkatan 1A. Lewat dikit sih. Nah ini dia serunya. Setelah dadah-dadahan sama Nina and say thanks, aku masih jalan santai banget tuh ke bagian keberangkatan. Baru bangun cuy! Nyawa masih seperempat. Tapi demi dengerin nama lengkap aku dipanggil as a final call, aku langsung sprint as if aku tuh atlit lari aja.



Running Man
KAGAK MUNGKIN AKU LARI SECANTIK INI.. !! 
Bisa dibayangin dong, sudah final call, aku harus ngelewatin security check yang pertama dan di depan aku ada empat orang aja dulu dengan barang bawaan mereka yang maha rempong. Alhamdulillah petugas di security check in yang pertama mau mengerti dan mendahulukan aku untuk segera masuk. Ok, thank you, next!


Giliran cetak boarding pass, ya Tuhaaaan... tahu dong gimana bejubelnya antrian check in nya Lion Grup. Aku sudah makin panik aja, karena nama aku disebut lagi untuk kedua kalinya. Petugas Lion Air langsung mengarahkan aku ke loket 10, fast track. Untung sudah web check in duluan. Print Boarding pass, aman!


Aku lari lagi nih ke lantai dua.. Sudah mau putus aja nafas aku, gak naik escalator lagi saking pengen buru-burunya. Sudah kayak lagunya Sheila On 7 lah aku tuh, ‘Kita berlari dan teruskan bernyanyi..’ , lari terus sampai security check in ke dua. This is it, the rese part of security check in di saat keadaan genting seperti ini. Lepas jaket, lepas belt, lepas jam tangan, tas diperiksa. Aduhh Tuhaaaannn... lamaa bangett.. Aku sempat kepancing berdebat sama salah satu mas mas sekuritynya tentang kenapa datang boardingnya telat.


Laahh siapa yang majuin jadwal keberangkatan gueeeee, dari pukul 5 pagi jadi jam 4 pagi? Tanpa pemberitahuan lagi, SIAPAAAA??? Untung aku dah di bandara aja, coba aku masih di tempat lain, mau nangis aja aku tuh kali beli tiket pesawat lagi yang muahallnya ampun-ampunan itu. Emang paling bisa deh airlines satu ini, kalau dia yang telat, kita harus sabar. Kita nya hampir telat gara-gara dia mindahin jadwal seenak jidat, kita yang salah. Kzl!


Sudah gitu gatenya dipindahin pula. Hahahha.. mau nangis gak?! Aku malah salah jalur pula, aku turun ke bawah. Eh ternyata belok kiri karena pesawatnya pakai garbarata. Naik lagi, lari lagi. Sampai pintu pesawat, dua penumpang final call bareng aku sudah ada di depan. I’m the last one to enter the plane. Duduk di kursi sudah kayak butuh oksigen aja aku, ngos-ngosan, ngerasa bersalah juga sama penumpang lain. Ternyata penerbangan pukul empat pagi ini adalah penerbangan gabungan dari penerbangan jam 10 malam yang tertunda menuju Gorontalo, penerbangan pukul empat pagi dan penerbangan pukul lima pagi. Hadeeuhh!!


Smart Watch Ketinggalan di Security Check, WA Saat Pesawat Lepas Landas


Ini jangan..jangan..ditiru ya gaes! Meski bagaimana pun safety first, baik itu keamanan kamu dan penumpang lain. Jadi ceritanya, gak berapa lama setelah aku duduk, mengencangkan ikat pinggang dan beberapa announcement, pesawat akhirnya bergerak di landasan pacu. Saat itu aku baru teringat, aku gak pake jam tangan. Di mana smart watch aku?? Panik dong.. di tas gak ada, saku jaket gak ada. Tersangka utama, ketinggalan di security check nih.


Gak tau kenapa, aku refleks matiin mode pesawat di hape dan langsung nge WA Nina mengabarkan jam tangan aku ketinggalan di security check. Just in case bisa ditemukan di Lost and Found (kayak lagunya Nu’est aja ih!). Setelah tiga line WA itu aku baru sadar pesawat sudah lepas landas. Duh, nekat! Langsung matiin hape sambil berdoa semoga kami sepesawat gak kenapa-napa gara-gara perbuatan aku ini.


Karena dah cape banget, aku dah pasrah aja tentang smart watch aku. Ya sudah deh kalau hilang, aku ikhlasin, meskipun sayang juga karena smart watch itu hadiah lomba blog. Toh nanti begitu tiba di Makassar aku bisa langsung ngetweet ke pihak Lion Air untuk ngabarin tentang tertinggalnya jam tangan itu.






Alhamdulilah banget, setibanya di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, WA aku dibales Nina. Dia ngabarin jam tangan aku ketemu. Sehabis nganterin aku ke bagian departure, dia gak langsung balik ke rumahnya tapi lanjut tidur di parkiran bandara. Pas bangun dia baca WA aku dan langsung masuk ke bandara buat nyariin smart watch aku yang ketinggalan. Haduh.. lucky me. Alhamdulillah yah.. Nina baik banget sih, lo!

Masih Mau One Day Trip Untuk Nonton Konser Kpop Lagi?

Definetely, yes! Jika ada rejeki kenapa enggak? Meskipun capenya ampun-ampunan dan stamina aku drop hingga flu berat, keseruan dan pengalamannya itu loh yang menurut aku gak tergantikan. Setiap perjalanan memiliki cerita uniknya tersendiri. Hampir ketinggalan pesawat, ketinggalan jam tangan, WA saat pesawat lepas landas sampai nekat pergi pulang gak pakai nginap adalah salah satunya. Bonus, pas masuk kantor lagi, teman sekantor bilang aku kurusan. Ternyata jalan kaki di bandara Hasanuddin, tiba di CGK, ke terminal Kalayang, Stasiun MRT, GBK sampai Istora, lari cepat di terminal 1 CGK, ternyata bisa menurunkan berat badan juga ya? Hahahaha.





Pengalaman perjalanan kamu apa? Cerita di kolom komentar ya!

Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water

Perempuan harusnya mulai lebih intens memperhatikan perawatan kulit wajah sejak dini. Apalagi jika berada pada usia di mana kebanyakan orang mulai memiliki satu dua garis kerutan, entah itu di dahi, ujung mata atau sekitar bibir. Kulit wajah sudah tidak sekencang dan sefresh saat masih berumur belasan dan dua puluhan, membuat banyak perempuan termasuk aku  ingin tetap menjaga kelenturan kulit wajah. Keriput memang tidak bisa dihindari, tapi paling tidak bisa dimimalisir bukan?

Review L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water

Kebetulan banget aku menemukan  L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water . Wah, pucuk dicinta ulam tiba. Pas banget, kebetulan aku sudah sering menggunakan produk-produk L’oreal dan gak pernah ada masalah.




Paket tiba dua hari kemudian dan langsung aku unpacked (check di Youtube Channel Vita Masli, ya. ). Gak sabar banget pengen menggunakan L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water secara aku memang penasaran banget dengan skincare essence. Sebelumnya aku sudah pernah pakai SK II Pitera  dan sukaaa banget meskipun memang harganya mahal. Makanya ketika botolnya kesenggol dan pecah di saat baru setengah botol pemakaian, rasanya kan sedih banget ya pemirsah? Seperti diputusin pacar saat saying-sayangnya dan gak bisa minta balik lagi.

Sementara untuk Dex Revitalift White Day Cream sendiri aku gak begitu penasaran lagi, karena sebenarnya ini adalah tube ke tiga aku. Tuh kan.. saking sukanya aku dengan produk ini, aku beli lagi dan lagi. Memang sih belum sempat di review lebih dalam, but if you wanna know why I still use L’oreal Revitalift series, teman-teman bisa baca di sini ya!


Ok, lanjoooot..  Sekarang waktunya ngereview!

L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water

Pertama kali dirilis di tahun 2018, jadi sebenarnya bukanlah produk yang baru-baru banget. Aku juga gak tahu, apa aku kurang gaul atau emang produk ini jarang tersedia di counter-counter offline L’oreal. Makanya aku agak sedikit surprise ternyata L’oreal ada produk essence waternya. Biasanya kan yang ngeluarin essence water itu brand Jepang atau Korea aja.

Menurut deskripsi produknya L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water mengandung 92% Centella Asiatica yang dikenal dengan khasiatnya menyembuhkan luka, untuk kulit yang cerah dan tampak muda. Sayangnya gak bisa menyembuhkan luka hati dan membuat masa depan jadi lebih cerah ya, kak!

Selain itu L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water mengandung antioksidan, Vitamin C, A, B1, B2, B3 (Niacin), dan Karoten, bahan yang dipercaya dapat  mencerahkan kulit dan melawan penuaan dini. Aseek… !





Tekstur

Menurut aku Revitalift Centella Micro-Essence Water memiliki tekstur yang lebih kental dibanding water essence yang pernah aku gunakan. Jika kamu pernah menggunakan facemask merk Korea, nah tekstrur essence ini kurang lebih sama dengan essence yang tersisa di kemasan facemask tersebut. Konsistensi yang hanya sedikit lebih tebal dari air dan kurang terasa menyegarkan di kulit. Mungkin karena kandungan alkoholnya yang lebih sedikit dibanding produk sebelah.

Wangi

Tidak memiliki wangi yang menyengat. Wanginya tuh enak banget, seperti bunga. Pendek kata, wanginya gak ganggu.

Daya Serap di Kulit

Kulit aku normal cenderung berminyak ( disekitar T zone). Ketika aku mengapply tiga tetes L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water di minggu pertama,  butuh waktu sekitar 3 menitan agar menyerap di kulit. Essence ini juga terasa lebih sticky, jadi aku perlu menunggu sebelum menggunakan moisturizer agar wajah tidak terlihat berminyak.  Setelah masuk minggu ke dua, penyerapannya cepat, kurang dari 3 menit.

Packing

Meskipun keliatan cantik dan mewah dengan balutan warna merah dan bening. Sayangnya tidak travel-friendly. Botolnya terbuat dari kaca dan meskipun tidak seringkih produk sebelah, aku kok masih trauma ya botolnya pecah. Jadi kalua aku bepergian Makassar – Mamuju pergi pulang atau ke Jakarta, aku masukin lagi ke boxnya. Memang jadinya lebih gede dan makan tempat, but I think I have to figure it out somehow. Mungkin bakal aku pindahin ke botol cosmetic plastic ala travel kit yang banyak dijual di Usupso atau Minisou.

Harga

Karena aku beli paketan Youthful Kit di Sociola, jadinya jatuh-jatuhnya lebih murah. Hanya Rp. 224.850 beserta Dex Revitalift White Day Cream (nanti aku review secara terpisah)  dan bebas ongkos kirim. Untuk yang tinggalnya Far From Home, ngekos di Mamuju, bebas ongkos kirim itu anugerah banget. Alhamdulillah ya!

L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water, Hasilnya Seperti Apa Ya..?


Selama seminggu pemakaian, aku merasa kulit jadi lebih cling dan cerah. Aku menggunakannya di pagi dan malam hari sebelum tidur setelah membersihkan wajah. Sedangkan untuk klaim produk mencerahkan kulit dan melawan penuaan dini, mungkin belum bisa kelihatan banget di minggu pertama. 

Setelah pemakain masuk minggu ke tiga, aku mulai melihat dan merasakan perubahan. Kulit terasa lebih lembab dan lembut. Gak ada bruntusan, gak jerawatan, hanya keliatan lebih kencang aja. Ketika menggunakan BB cream/Foundation pun terlihat lebih merata. Meskipun memang tidak membuat lingkaran di bawah mata atau kulit kendur di sekitar pipi menjadi hilang, at least kulit terlihat lebih cerah dan segar. 

Tapi I don’t have any complain about this product secara efek pemakaian di pagi hari, aku jadi lebih pede aja bare skin, hanya menggunakan Dex Revitalift White Day Cream. Terkadang kalau lagi males dandan, modal lipstick doang supaya gak pucat aja. Waktu dandan aku jadi lebih sebentar daripada sebelumnya. Sementara efek penggunaan malam hari, ketika bangun, kulit aku terasa lebih kenyal, lembut dan tidak kering. Pas banget buat kondisi Mamuju yang puanas poll hingga harus ber AC.

Apakah ini L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water worth to buy? Sementara ini aku gak nyesel sih belinya.  Harganya tidak semahal produk sebelah dan hasilnya gak mengecewakan.  Memang sih agak sticky, but .. kalau sudah terbiasa mah gak masalah kan ya? Jadi jika kamu perlu alternative essence water, mungkin L'oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water.  




Kamu sudah coba juga atau pernah menggunakan essence water lainnya? Share ya pengalamanmu di kolom komentar.

Why I'm Not Blogging Lately


Hi all, long time no blogging. How are you doing?

My life is pretty busy right now, most of all because job at work, obviously. I also have to go back and forth to my hometown. My dad is not in a good shape, so I have to back on the weekend to Makassar and have to back to work on Monday in Mamuju. So yeah, it’s pretty hectic.



Why I'm Not Blogging Lately 


It's not an excuse to not updating my blog post, actually.  I just found out that I literally have no idea what to write. Yeah, it’s very lame reason, I admit that, because I spare some time to upload new contents for my Youtube channel. Yay!

So it’s obviously I’m into Youtube-ing nowdays. I upload my content once in a week, mostly about my traveling and ‘How to’ videos. It’s probably a little bit different with other content from YouTube channel from Indonesia you often watch. I rarely appear on video saying ‘Hi Guys.. welcome to my youtube channel’.. well, it’s not my thing, I supposed. My contents most likely cinematic or I try to make it cinematic (hahaha), and you have to click the CC button to read the caption. I call it travelog (because I travel and I vlog it). 

But maybe in near future, I try to make another concept of me talking on the front of the camera again. Maybe in English or Bahasa Indonesia, either way, I don’t know if I feel comfortable doing that again, I probably will. 



So, if you haven’t know about Vita Masli Youtube Channel just go to link below. Feel free to subscribe if you will and watch all of the videos that I already uploaded. Put some comments or share if you think it’s useful. 


Just for you know, I created Vita Masli YouTube channel for some time and now has about 5500 subscribers and more that 2 million views. If you wonder, what did I do to get that, just put some comment below so then I can write post or make a content out of it. 


What I do in Vita Masli You Tube Channel


My latest content is about my business trip and try the airport train from Soekarno Hatta International airport in Tangerang to Jakarta. It's quite awesome because I usually ride Grab or Blue Bird Taxi to get to the hotel. So when I heard that the airport train is on track, I decided to ride on it. I made vlog about how to get the train from Soekarno Hatta International airport to Jakarta. 



I also uploaded a content about how fascinating the view on top scene from the flight of Makassar to Jakarta and a little sneak peak of how big is Soekarno Hatta International airport Terminal 3



My content is always about traveling, sometimes I uploaded content about KPOP, the subject that made my channel grow big. This is one of the example, when I unboxing my NU'EST CD Happily Ever After.



I made my daily vlog too, including the unboxing of the lightest and the smallest portable stove for 'Anak Kost' like me.


and many...more. You probably need to check it out yourself.

Well, that’s it for now. I’m sorry I post this in English. I don’t know why. I just feel like it. I hope you don’t mind.

I'll see you again, soon.

[Review Buku] OTW Bahagia, Perjalanan Menciptakan dan Menemukan Kebahagiaan


Sore itu di acara buka puasa bersama, aku menerima sebuah buku bersampul biru dengan tulisan “OTW Bahagia” Perjalanan Menciptakan dan Menemukan Kebahagiaan. OTW Bahagia? Memangnya dari dulu ke mana aja? Pengen usil nyelutuk seperti itu, tapi gak jadi karena sebenarnya rasa penasaran pada isi buku ini lebih kuat. Apalagi salah satu kontributor penulis pada buku kumpulan essai tentang kebahagian ini adalah teman kuliah saya dulu di program Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Unhas, Imelda Dyana. 

Seneng lah aku tuh.. temen aku ada ada yang baru sekali ikut kelas penulisan langsung pecah telur, tulisannya termuat di buku. Aku aja sudah sekian lama nulis, ngeblog, menang lomba penulisan sampai sekarang ikutan ngevlog pun belum punya buku. Iyah, abis aku kalau diminta ikutan antalogi sering kebablasan deadlinenya,sih. Masih bahagia bahagia aja nulis di blog (dan dibayar pula!). Tapi next time kalau ada tawaran, insya Allah disanggupi. Makanya, tawarin aku dong nulis buku.. 

OTW Bahagia, Perjalanan Menciptakan dan Menemukan Kebahagiaan 




Bahagia itu sederhana, kata banyak orang yang mungkin terinspirasi oleh lagu atau tagline iklan. Tapi apakah sesederhana itu juga orang-orang tersebut merasa bahagia? Ternyata tidak semudah itu, Ferguso. Paling  tidak kesan itu yang aku dapatkan setelah membaca beberapa (yaah.. sekitar 15 an cerita secara acak) dari 131 cerita yang termuat dalam buku setebal 350 halaman ini.

Ada yang menyadari kebahagiaannya setelah diberi ujian dikhianati, ada yang merasakan kebahagian itu nyata saat ia mensyukuri hal-hal kecil yang ia miliki, ada pula yang merasakan kebahagiaan lain setelah merasa kehilangan nikmat yang selama ini tak pernah disadari.  Bahkan ada pula yang merasakan kebahagiaan ketika akhirnya berhasil berusaha nyari duit sendiri demi ke Jakarta untuk menonton konser KPOP (Sumpah, itu bukan saya!). Manusiawi banget and it could happened to anyone of us. 

Kisah dalam buku OTW Bahagia ini memang beragam. Melihat ‘bahagia’ dari sudut pandang 131 orang dengan latar belakang yang berbeda membuat buku ini jadi menarik. Definisi bahagia dan cara menemukannya bisa beda-beda. Seorang ibu rumah tangga yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum diberi momongan tentu berbeda proses menemukan kebahagiannya dengan seorang wanita pekerja yang harus LDM (Long Distance Marriage) an. Begitu pula yang sudah jungkir balik pengen kuliah tapi gak direstui orang tua dengan yang didorong kuliah S2 pada jurusan pilihan orangtua. Keseluruhan ceritanya ditulis oleh 131 orang perempuan  based on their experience in life. The strugle is there and you can see how strong women are to find their happiness. 



Misalnya tulisan teman aku tentang struglenya dia menjalani LDM. Sudah nikah, eh malah berjauhan. Bukannya nikah untuk hidup bersama kan ya? Ini dia harus mengurus anak-anak sendiri, kerja kantoran pula, sementara suami diseberang sana. Kemana-mana harus sendiri. Gak dianterin suami. Kalau mau disusah-susahin ya bisa aja dibawa susah. Tapi keadaan ini membuat Ime menemukan sesuatu kebahagian tersendiri dibalik kesulitan yang ia rasakan. Apakah itu? Baca aja sendiri.. 

Karena Bahagia Itu Memang Sesederhana Itu, Ferguso! 

Aku pribadi membaca kisah-kisah yang ada dalam buku OTW Bahagia diam-diam merasa bersyukur, bahwa apa yang saya miliki dan apa yang tidak saya miliki adalah kebahagiaan. Saya bahagia dengan yang saya punya, pun saya bahagia tidak memiliki apa yang ingin saya punya. Aneh ya? Gak memiliki kok bahagia.

Ya dong,  yang kita gak miliki bukan berarti yang kita bener-bener butuhkan dalam hidup ini. Bisa jadi yang dimiliki orang lain membuat kita merasa kekurangan hingga tak bisa bahagia, padahal apa yang tidak dimiliki oleh orang lain ternyata ada pada diri kita. So why bother? Kalau rejeki pasti bakal dimiliki juga, entah bagaimana cara Allah SWT mengaturnya. Usaha dan doa gak bakal menyalahi takdir.   Eaaa... 

Jadi begitulah, bahagia itu memang sederhana untuk sebagian orang. Meski begitu buat kamu yang masih OTW menemukan kebahagian kamu, I won't despise you karena memang bahagia itu kadang tidak sesederhana itu juga. 

Bahagia aja walaupun angin datang memporak-porandakan tatanan hijab. 

Anyway, pembaca bisa bercermin dari tulisan-tulisan di buku OTW Bahagia, bahkan ketika kita merasa sudah menemukan kebahagiaan sekalipun. Memang sih ada beberapa hal yang menurut aku sebagai pembaca cukup ganggu. Misalnya font yang terlalu kecil dan spasi yang rapat. Cepat bikin mata lelah dan bosan, apalagi yang skill menulisnya harus lebih banyak diasah. Kadang aku langsung skip ke ending tulisannya saja. Sorry! 

Buku ini sebenarnya adalah hasil karya kelas Nulis Yuk batch 20, yaitu komunitas kelas belajar menulis online yang memberi challange bagi peserta untuk menulis setiap minggu. It’s ok, we are still learning each and everyday, right? Meskipun masih sederhana, namun dari kesederhanaan tulisan terpancar ketulusan pemikiran penulisnya. 

Pada akhirnya dijadikan buku tentu tulisan yang terbaiklah yang akan kita terbitkan sebagai pertanggungjawaban bagi pembaca yang rela mengeluarkan uangnya untuk membeli buku kita. Bukankah tulisan yang enak dan nyaman dibaca bisa membuat pembaca bahagia?

Ah, aku jadi pengen tahu definisi bahagia and bagaimana mendapatkan kebahagian versi kamu. Share di kolom komentar ya!