Resign dari Kantor dan Mulai Usaha Mandiri, Siap ?

Wih... ekstrim banget gak judulnya? Yah bisa dibilang ini adalah cita-cita banyak pekerja kantoran yang sudah lelah dengan kenyataan. Entah sudah cape jadi bawahan, lelah terpisah dari keluarga atau mungkin penghasilan tidak seberapa dibanding beban (perasaan). Semua pasti ada alasannya.

Beberapa teman aku sudah ada yang berani keluar dari zona nyaman, begitu mereka menyebutnya. Datang pagi, mengerjakan tugas kantor,tiap bulan dapat gaji. Sampai di sini kelihatan enak. Sementara resign berarti harus menemukan mata pencarian baru, buka usaha sendiri.




Memiliki usaha sendiri berarti menjadi bos bagi diri sendiri. Sampai disitu kelihatannya menyenangkan. Tidak ada atasan yang ngeselin, kita bisa memilih karyawan kita sendiri, gak harus memperhatikan absensi. Suka sukanya kita. Namanya juga boss, ye kan? 

Apalagi saat ini memulai usaha lebih mudah dibandingkan jaman konvensional. Terima kasih kepada perkembangan teknologi. Membuka usaha tidak lagi harus memiliki tempat khusus dan tidak harus bermodal besar. Bisnis online membuka kesempatan siapa aja untuk membuka usaha baru. Tentu saja gak bisa asal juga.

Resign dari Kantor dan Mulai Usaha Mandiri, Siap ?


Disini aku mau share pengalaman dari beberapa teman aku yang sudah resign dan memulai bisnis sendiri. Ada beberapa hal yang bisa dipelajari, diantaranya :

1. Ketahui Kekuatan Skill

Membuka bisnis tentu butuh sesuatu untuk dijual. Apakah itu dalam bentuk barang atau jasa, itu yang perlu dipikirkan terlebih dahulu. Beberapa teman kuliahku membuka usaha web design, jasa pembuatan video profile, paket dokumentasi pernikahan hingga maintenance social media karena mereka yakin dengan skill desain, photography, video dan social media. Mereka tidak menjual barang, tapi menawarkan jasa. Seru ya?

Aku sendiri dulu sempat buka usaha jualan Brownies panggang dengan label Brownies Fever. Brownies ini aku buat sendiri dan kupasarkan lewat sosmed, tidak menggunakan jasa advertising apapun. Proyek iseng, istilahku. Hasil proyek iseng ini cukup lumayan, meskipun akhirnya usaha aku ini hiatus untuk sementara karena aku pindah domisili dan kekurangan tenaga. 



Makanya resolusi bisnis aku di tahun 2019 ini adalah membuka kembali Brownies Fever dengan strategi penjualan yang lebih baik. Tidak hanya itu, varian produk dan kualitas produk akan lebih ditingkatkan. Kalau perlu pindah lokasi area jualan. Untuk itu tentunya butuh tambahan modal dan SDM. 

Bagaimana jika kita gak punya keahlian tertentu, apakah masih bisa buka usaha? 
Bisa aja sih..

Teman aku ada juga loh yang gak pinter masak, gak tau bikin kue, tapi jago berkomunikasi dalam membangun networking. Jualan lah dia mie ayam tanpa msg, salad sayur sampai paket hotpot,menyasar orang-orang kantoran sibuk yang gak ada waktu makan siang diluar. Sebenarnya masakan yang dijualnya adalah buatan asisten rumah tangganya, dia hanya memasarkannya dengan menggunakan brandnya. Media jualannya menggunakan media sosial. Easy and cheap!
Jadi ketika kita tahu skill kita, ide jualan itu pasti selalu akan ada.

2. Memilih Jenis Usaha 

Ini sebenarnya usaha online paling mudah menurutku. Kamu hanya butuh laptop atau smartphone dan jaringan internet. Pastikan terlebih dahulu mau jualan apa. Cari supplier dari barang tersebut. Setelah ada ide mau jualan apa, buka akun atas nama usaha kamu di beberapa platform e-commerce. 

Postingan foto-foto dari supplier kamu dan promosikan. Ketika ada pesanan, tinggal order ke supplier dan masukkan sebagai pembelanjaan dropship sehingga bisa dikirimkan langsung ke pemesan. Terlihat cukup mudah ya? Namun ketika aku nanya-nanya beberapa teman yang jualan online sistem dropship ini, kata mereka tidak semudah itu.




Dropshipper bisa jadi lebih praktis karena kita tidak harus menyimpan barang. Kesulitan biasanya ada diketersediaan barang di supplier. Karena menjadi dropshipper seperti semacam "pihak ketiga" maka fast response is the key. Siapa cepat dia dapat. Fast response juga diperlukan untuk memaintenance pelanggan agar tidak lari melirik lapak dagangan sebelah. Gak ada hasil tanpa usaha my friend walau semudah apapun kelihatannya,yes?

3. Memulai Usaha Mandiri

Ok, sekarang jamannya memang jualan online. Mungkin awalnya seperti pengalaman teman-teman aku di point 1 dan 2. Bisa jadi setelah menjalani, pengen ekspansi lebih luas lagi. Tidak hanya sekedar pasar dalam kota, tidak sekedar nebeng jualin barang tapi lebih eksis: punya usaha sendiri baik itu online mauou  offline. Demi apa? Demi masa depan yang lebih baik dong..

Memang memiliki toko online agak sedikit lebih ribet. Biasanya harus siapin website sendiri, which is itu terkadang sangat ribet. Masalah SEO lah, desain lah, domain lah, apalah inilah itulah. Duh, banyak banget yang harus dipikirin. Oh my! Gimana kalau aku hanya pengen jualan tapi gak mau ribet?Pilihannya hubungi teman kamu yang menyediakan jasa pembuatan website dan maintenance social media, atau bergabung dengan layanan B2B marketplace yang sudah semakin menjamur.



B2B marketplace ini bertugas menghubungkan satu bisnis dengan bisnis lain dalam rangka memenuhi kebutuhan bisnis mereka demi tercapainya keuntungan bagi kedua belah pihak. Sama aja sih dengan prinsip pasar,bedanya ini pembeli dan penjual tidak bertemu secara nyata. Hanya melihat foto produk yang terpajang di website atau aplikasi market place tersebut, jika harga cocok lakukan transaksi secara online. Barang dikirim, pembeli menerima, selesai.

Seperti pasar di dunia nyata, masing-masing  B2B marketplace ini memiliki segment tersendiri. Ada yang khusus fashion, ada yang khusus kerajinan tangan, barang bekas, elektronik, tapi memang lebih banyak yang sifatnya gado-gado ala supermarket. Semua ada sampai bisa merangkap loket-loket pembayaran tagihan dan pembelian voucher pulsa, data dan listrik segala. Jadi kesempatan kita untuk menjual barang dan jasa kita pun terbuka lebar. Kemungkinan untuk ditemukan dan bertemu pembeli juga cukup besar, karena B2B Marketplace ini pasti memiliki marketing online untuk mempromosikan website mereka.  Kita sebagai penjual cukup mengarahkan calon pembeli ke lapak kita di B2B Marketplace tersebut.

Resolusi Bisnis 2019 ku : Re-opening Brownies Fever 


Begitu juga dengan membuka usaha mandiri secara offline alias buka toko. Ngambil barang dari mana? Bisa aja sih dari distributor lokal di sekitar wilayah kita atau bisa dari distributor online. Sekedar informasi, banyak loh yang akhirnya pede membuka usaha offline semisal membuka toko atau outlet dengan sumber barang dari marketplace B2B. 

Berhubung resolusi bisnis 2019 aku adalah re-opening Brownies Fever , banyak hal yang harus aku persiapkan termasuk supply perangkat yang mendukung produksi. Terkadang ada beberapa kebutuhan yang sulit didapatkan di distributor lokal, entah itu secara kuantitas maupun kualitas. 

Ini dia enaknya membuka usaha di jaman online. Kita lebih mudah menemukan produk yang kita inginkan melalui online shop maupun B2B Marketplace. Masalah mau memilih bermitra dengan B2B Marketplace yang mana, ini pinter-pinter kita aja sebagai calon penjual dan pembeli untuk menentukannya.

Ralali.com, Solusi Para Pelaku Bisnis


Salah satu B2B Marketplace yang saat ini sedang naik daun adalah Ralali. Belum pernah denger? Jadi gini, Ralali mulai beroperasi di tahun 2013. Awalnya B2B marketplace ini fokus menjual produk Industri yang terdiri dari produk maintenance, repair, and operations. Barulah di tahun 2015  Ralali.com mulai memperluas produk kategori hingga ke produk industri kesehatan, peralatan usaha restoran, fashion & kecantikan, Horeca, dan 8 kategori lainnya. 





Makin ke sini, makin rame lah B2B Marketplace ini.  Pada tahun 2017 Ralali mengeluarkan fitur baru bernama 'RFQ' yang digunakan untuk memfasilitasi permintaan produk bisnis yang tidak umum dan tidak tersedia di website Ralali.com. Dengan fitur ini pembeli cukup menuliskan produk yang dibutuhkan, berapa banyak produk yang dipesan, serta kapan produk akan dibutuhkan. Unik kan? Kesempatan bagi penjual nih untuk memperluas opsi jualannya. Apa yang kamu butuhkan, sini aku sediain..gitu deh, kata Ralali.

Misalnya, butuh pesan mixer yang agak gedean dikit untuk usaha bakery, bisa cek kategori appliances di website Ralali. Tinggal pesan, bayar, barang dikirim ke alamat pemesanan.



Lebih uniknya lagi, ternyata di Ralali menggunakan harga grosir. Jadi semacam pusat grosir online. Jatuh-jatuhnya lebih murah. Barang yang gak ada di toko sebelah bisa jadi ada di sini. Mmh.. tampaknya sebagai pembeli pun kita bisa untung juga kan ya? Berasa belanja di pusat perbelanjaan grosir aja.



Pembayaran juga gak terlalu ribet sih,menurut aku. Seperti bisnis online pada umumnya, pembayaran dilakukan melalui bank transfer ke rekening bersama untuk menjaga keamanan. Selain transfer, metode pembayaran lain yang ditawarkan adalah menggunakan virtual account, kartu kredit, pembayaran instan hingga cicilan. Lengkap dan aman. 

Tentu saja seperti pelaku B2B pada umumnya, Ralali juga menawarkan promo-promo menarik semacam promo bebas ongkir, dan kejutan-kejutan diskon di hari-hari tertentu. Pembeli bisa makin semangat nih belanjanya, sementara penjual pun bisa meningkatkan omset dagangannya.


 

 

Resolusi 2019 : Yuk, Mulai Usaha Mandiri !

Belajar dari pengalaman teman-teman yang mulai mengembangkan usaha mandiri dan resign dari kantor, tidak ada yang semudah memasak mie instan. Semua berproses, segala sesuatu harus dipertimbangkan masak-masak sebelum mengambil keputusan.

Segala macam usaha tentu memiliki plus minusnya tersendiri, begitu pula juga dengan keputusan untuk resign dan mulai dari bawah dengan usaha sendiri. Jika kita memang memiliki jiwa bisnis, kenapa tidak. Kita gak bakal tahu kalau tidak mencoba. Mulai dari langkah yang kecil agar tidak terseok ketika memulai mengambil langkah yang besar.

Memulai usaha mandiri bisa jadi resolusi 2019 nih, gimana dengan kamu?

Review Film Swing Kids, Film Musikal Berlatar Perang Korea

Bertugas di kota Mamuju, Sulawesi Barat, sebenarnya tidaklah begitu buruk. Meskipun kotanya terbilang kecil untuk ukuran ibukota provinsi, paling tidak di kota ini ada mall satu-satunya yang menyediakan bioskop berjaringan. Senangnya lagi, bioskop berjaringan yang sebut saja namanya Cinemaxx ini menayangkan film Korea 'Swing Kids".





Review Film Swing Kids, Film Musikal Berlatar Perang Korea 


Swing Kids adalah film Korea berlatar belakang kamp penjara Geoje selama Perang Korea pada tahun 1951. Film ini berkisah tentang empat orang yang berlatar belakang berbeda yang menyaru dalam grup dance tap. Mereka adalah Jackson (Jared Grimes), seorang tentara Amerika kulit hitam yang dulunya penari Broadway.  Ro Ki-soo (Do Kyungsoo EXO), seorang tahanan perang tentara Korea Utara yang radikal dan berapi-api. Seorang penari tari yang kelebihan berat badan dari Tiongkok,  Xiao Fang diperankan (Kim Min-ho) . Seorang pria yang terpisah dengan istrinya karena dikira tentara Korea Utara bernama Kang Byung-sam (Oh Jung-Se) dan seorang penerjemah gadis yatim yang mengerti 4 bahasa, Yang Pallae (Park Hye-Su). 

Mereka menjadi satu grup tap dance karena Jackson menerima perintah untuk membentuk tarian kelompok untuk menghibur dan memberikan citra yang baik kepada jurnalis internasional yang akan datang mengunjungi mereka di kamp. Selama Perang Korea, sebuah kamp tahanan perang didirikan oleh sekutu Korea Selatan dan Amerika Serikat di Pulau Goje. Sebagai bagian dari Konvensi Jenewa, para penghuni diberi waktu luang untuk menjelajahi kegiatan kejuruan atau liburan. Karena itu, Brigadir Jenderal Roberts (Ross Kettle) memerintahkan Sersan Jackson, untuk membentuk tim Tap dance sebagai sarana untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Pulau Goje adalah tempat yang damai. 




Sementara bagi para anggota, mereka mempunya alasan mereka tersendiri.  Kang Byung Sam ikut audisi dengan harapan bisa berkeliling Korea sehingga ia dapat menemukan istrinya kembali, Xiao Fang ingin menurunkan berat badannya, Yang Pallae menawarkan dirinya untuk menjadi penerjemah demi dollar dan Ro Ki Soo yang benar-benar suka menari tetapi tidak mengakuinya karena itu adalah produk Amerika yang bertentangan dengan faham politik akan kebebasan yang dipercayainya. Sementara Jackson sendiri mencoba untuk mendapatkan izin keluar dari bosnya Roberts untuk menemukan jalan kembali ke pacarnya di Okinawa.  

Jackson ditugaskan untuk mengajar mereka yang mulai tanpa dasar apa-apa. Jackson kemudian akhirnya tahu bahwa Ki-soo, memiliki bakat besar untuk menari. Ki Soo sebelumnya pernah mempelajari tarian khas Rusia ketika ia bersekolah di Korea Utara. Meskipun ada kendala bahasa dan banyak pertentangan karena karakter dan pikiran yang berbeda, melalui berlatih dan berdebat mereka menemukan kebersamaan dan teman satu sama lain. 




Mereka berpegang pada impian mereka, berharap bahwa suatu hari mereka akan mendapatkan apa yang mereka harapkan. Kang Byung Sam bisa bertemu lagi dengan istrinya, Xiao Fang bisa kurus, Yang Pallae berharap ikuti tur di AS dan diam-diam Ki Soo berharap bisa tampil di Carniege Hall di New York gara-gara informasi yang didapatkannya dari Jackson dan Jackson tentu saja ingin kembali ke Okinawa agar bisa menikahi pacarnya. 

Di saat kesibukan mereka berlatih, Ki Soo bertemu kembali dengan sahabat lama dan adiknya yang baru saja tertangkap. Ki Soo tidak menyangka akan bertemu kembali dengan mereka yang sudah mengalami banyak perubahan fisik akibat luka perang. Konflik pun terjadi ketika Ki Soo diberi tugas  oleh pimpinan komunisnya untuk membunuh Brigadir Jenderal Roberts saat penampilan grup Tap dance di acara Natal. Jika tidak, saudaranya akan dibunuh. Dilemaaaa tentunya.... huhuhuhu. 

Jadi, apakah penampulan mereka akan berhasil atau gagal? Apakah mereka akan memiliki akhir yang bahagia? Itulah yang seharusnya Kamu nonton sendiri aja lah ya.. 

My 2 Cents of SWING KIDS 


Sejujurnya aku nonton film ini awalnya murni karena yang main D.O. Call me biased, but hey, D.O ini gak sekadar modal idol Kpop member EXO. Dia memang sudah cukup terkenal dengan aktingnya yang superb di berbagai film-film box office dan drama Korea. Paling terakhir dia main di drama 100 Days My Prince, sudah nonton belum? D.O Kyung Soo menunjukkan akting profesional, bagaimana ia memperlihatkan emosinya, cara dia melakukan tarian tap. Secara keseluruhan aku suka aktingnya, penuh dan totalitas. 

Karakter Park Hyesoo yang memerankan Yang Panrae pun bisa diacungi jempol. Karakter wanita yang berkemauan keras dalam dunia yang didominasi pria dan menganggap perempuan hanya sebagai penghibur ditunjukkan dengan kemampuannya menguasai 4 bahasa. Park Hyesoo pun mampu memperlihatkan kemampuannya menari dan menyanyinya. Selain itu chemistry antara keempat karakter ini membuat kita percaya bahwa mereka benar-benar nyatu, ngalahin para boyband-boyband yang sok akrab di Vlive atau reality show, hahaha. 





Anyway, film Swing Kids ini memang terkesan serius karena berlatar belakang perang, namun juga bisa membuat tertawa, membuat ingin menari, sekaligus menangis. Swing Kids ini menampilkan sisi romantis yang sederhana, tak terduga namun manis dengan caranya tersendiri. Saking sederhananya, jadi pengen nangis liat nasib hubungan Ki Soo dan Yang Pallae. Digarap dengan sangat serius dengan cerita yang menyentuh. Kita bisa melihat bahwa di tempat yang buruk pun kita bisa memiliki harapan. 

Yah, memang film ini sangat mixed banget. Ibaratnya nonton film Swing Kids ini serasa makan Bibimbap. Semua aja digadoin mulai dari Footloose, Whiplash sampai film perang pun ada. Kang Hyeong-cheol sebagai sutradara berusaha agar film ini bisa menjadi film yang musikal, memiliki unsur drama tanpa melupakan komedi dibalut plot twist yang bikin gregetan agar pesan dari film ini tersampaikan ke penonton. Bahwa manusia terkadang terpisahkan hanya karena ideologi yang berbeda. Biar bagaimana pun, film adalah media propaganda yang paling oke kan? 

Setelah menonton film ini, saya mendapat pelajaran tentang Sejarah Korea terutama dalam perang Geoje. Di sisi lain, film ini mengajarkan saya tentang rasa patriotik, kesetiaan, dan kesetiaan. Jika Kamu mencari jenis drama Korea romantis yang sering Anda lihat di televisi, mungkin film ini kurang tepat. Tetapi jika Kamu mencari film untuk menghibur secara musikal, sedikit sejarah, bercampur dengan emosi keluarga, cinta dengan cara sederhana, persahabatan dan kesetiaan, Kamu mungkin akan menyukai film ini. Terutama jika Kamu seorang Kpop Fans, seorang EXO-L mungkin.  I don’t think any Kpop Idol turns actor will played Roh Ki Soo as good as Do Kyungsoo. 





Memang ada beberapa hal yang banyak mengganggu saya ketika saya menonton film ini, misalnya soundtrack yang tidak berkesesuaian. Film itu sendiri didasarkan pada era 50-an tetapi soundtrack-nya sendiri dirilis jauh setelahnya. Contoh, Modern Love (David Bowie) yang menjadi lagu yang mengiringi Ki Soo dan  Yang Pallae adalah lagu yang di rilis tahun 1983. Begitu juga Free as A Bird nya The Beatles yang menjadi lagu ending film ini, dirilis 1977. 

Ada beberapa bagian yang perlu dieksplore lebih lanjut terlebih pada koreografi tariannya dan beberapa bagian hanya perlu dipotong. Judul filmnya juga kenapa sih harus Swing Kids? Soalnya sudah pernah ada film berjudul sama yang ceritanya tentang dance di era Nazi di rilis tahun 1993. Durasi 133 menit mungkin cukup lama bagi orang yang tidak terbiasa dengan Film Korea, tetapi jika kamu  menikmati, tidak akan menyadarinya filmnya sepanjang itu. Secara keseluruhan, ini adalah film yang menyentuh hati yang mungkin bisa menggerakkan kaki untuk menari saat kita menontonnya.


Selamat menonton dan jika sudah, silahkan komentar di bawah ya! Terima kasih 

Tahun 2019, Masih Mau Jadi Blogger ?

Hari ini menurut penanggalan Masehi adalah hari terakhir di tahun 2018. Banyak banget kejadian yang terjadi. Suka, duka, sedih, kesel, bahagia silih berganti. Ya, hidup itu semacam mood kita kala PMS, berubah-ubah susah dikendalikan. Terkadang sudah dipersiapkan pun masih tetap ada aja yang diluar kendali kita. Wajar... kita hanya manusia biasa. Skenario hidup sudah dituliskan oleh Allah SWT. Alurnya bisa dipilih, konsekwensinya tanggung sendiri.

Berat yaa.. hahaha. Tahun 2018 ini gue juga dipertemukan dengan banyak pilihan-pilihan penting, termasuk apakah tahun depan gue masih mau jadi Blogger atau tidak. 


Pic from Pexels.co dan dibuat Menggunakan Canva 

Ini dia 3 hal yang menjadi pertimbangan gue :

1. Karir 


Bulan Maret tahun 2018, beberapa hari setelah usia bertambah saya dipromosikan menduduki suatu jabatan. Konsekwensinya adalah promosi jabatan tersebut mengharuskan saya pindah dari Makassar ke provinsi tetangga. Jaraknya sih 'hanya' 8 jam. Tapi kan tetap aja jauh dari keluarga dan zona nyaman gue.


Makassar dengan segala isinya tentu gak ada apa-apanya dengan tempat yang baru ini. Ibukota provinsi berkembang, yang usianya masih belia. Kantor di tempat itu pun ibaratnya masih anak-anak. Masih berkembang banget.

Baca juga : Hello, Mamuju! 

Lalu kenapa diterima?

Awalnya setelah sholat istikharah, konsultasi dengan Bapak dan kakak-kakak, gue merasa mantap untuk mengambil promosi tersebut.  Bukan masalah 'akhirnya jadi pejabat', gilaaa berat tauuu itu. Tapi lebih kepada gue merasa bisa memberi kontribusi lebih banyak di level yang sudah harus bisa menganalisa dan memanage. Bukan sekedar pelaksana yang kadang idenya gak didengar dan hanya kerja keras bagai quda itu. 


pexels.com
Gue gak mengunderestimate level pelaksana karena gue sudah pernah merasakannya selama beberapa tahun. Gue bukan juga orang yang gila jabatan. Ada beberapa orang teman angkatan gue yang pernah bilang gini,"Gak perlu jadi pejabat kalau hanya mau berkontribusi." Ok fine. Sayangnya, gue hanyalah orang yang pengen selangkah lebih maju dalam setiap hal yang gue kerjakan. Ketika itu kemudian harus dipromosiin dengan embel-embel pejabat, ya mau gimana. Kalaupun ada yang memandang sebelah mata, gue jawab dengan kerja aja deh yaa...

Konsekwensi dipromosiin ini selain jauh dari rumah dan kenyamanan ternyata ngefek banget ke point berikutnya. Lanjut baca terus ya, gaes! 

2. Jabatan Penuh Tantangan


Gue tahu kerjaan gue ini deal with human dan Barang Milik Negara. Banyak banget peraturan pemerintah yang melingkupinya. Ketika berhadapan dengan peraturan dan manusia, gak semua mau diatur. Deal with human dengan segala karakter dan kebiasaannya adalah hal yang paling (kalau gue bisa bilang) bikin pusing. Apalagi yang karakter dan kebiasannya itu bertentangan dengan peraturan yang ada. Sudah deh, lu mau pake teori komunikasi atau teori manajemen apapun keknya gak ada yang mempan. Persuasif sampai saklek parah sudah dijalani, namun gak selamanya berjalan sesuai harapan. Asli menantang banget.

Meskipun saya memang sering banget kepikiran, ya sudahlah emang gak bisa berubah tempat ini. Karakternya sudah segitu gitunya emang dari berpuluh puluh tahun, gak bisa berubah dalam sekejap mata. Yang namanya diunderestimate karena gue perempuan, masa kerja masih kurang lama dan lebih muda dibanding pejabat lainnya sering banget gue terima. Bodo ah! Dunia kerja bukan lagi dominasi pria wahai old men and you have to deal with that. 


pexels.com

Termasuk juga posisi yang baru ini  membuat gue lebih banyak dinas luar di Jakarta. Rapat aja terus, beberapa ada yang nyelutuk gitu. Tanggung jawab juga besar, kok. Memangnya abis rapat gak ada tindak lanjutnya apa ya. Mmh... pemikiran kek gini ternyata masih ada aja di tahun 2018.

Selain itu tahun ini gue juga ngerangkap gantiin pejabat yang mutasi tapi penggantinya gak mau pindah ke Mamuju. Ibaratnya gue dicemplungin gitu aja ngehandle keuangan negara itu seperti belajar berenang gak pake pelampung, gak ditungguin dan lu belajar renang sambil nonton tutorialnya di YouTube. Yah gitu deh..

Alhamdulillah yah..lancar gak ada masalah ketika dihadapan pemeriksa. Malah gue ditawarin bergabung jadi auditor di kantor pusat. Whaat?? Hahaha.. ok itu mungkin cerita tahun depan.

3. Kurang Total Menjadi Influencer


Sejak tahun 2012 gue sudah meluruskan niat untuk serius ngeblog. Bahkan di tahun 2015 gue dah coba-coba ngevlog setelah ikut acaranya YouTube. Rencana awalnya tahun 2018 gue bakal lebih sering update. Apa daya karena kerjaan mengharuskan gue setidaknya Senin-Jumat di Mamuju, gue banyak banget ketinggalan event-event yang biasanya digelar di hari kerja. Why oh why??? Sementara itu gue malah belum nemu satu blogger pun di Mamuju. Mungkin gara-gara itu juga gak ada satu brand pun yang bikin event di kota tersebut.

Gara-gara beban kerja gue di kantor gue yang meningkat, gue jadi susah untuk meluangkan waktu ngeblog. Boro boro bikin vlog! Tapi rejeki Allah yang atur. Meskipun gak aktif di klub sosialita blogger, tawaran kerjasama tetap ada aja. Memang sih gue akui gak maksimal garapnya. Malah ada yang saking susahnya memanage waktu, gue lupa dong sudah iyain dua kerjaan dan sampai lewat deadlinenya gue gak ngerjain juga.  Duh... fatal banget! 





Pastilah gue ngerasa gak enak banget. Satu, alasannya lupa which is totally bener-bener kejadian bukan karena nyari-nyari alasan. Kedua, kredibilitas gue pasti sudah pasti tercoreng. Pihak yang ngajak kerjasama bisa jadi sudah ngeblacklist gue, gak bakal diajak kerjasama lagi karena gak bisa menyelesaikan pekerjaan. Ok, fine mba. Tapi kalau mba mas nya berubah pikiran, jangan-jangan ragu ngimel lagi ya. Putus aja bisa balikan kok.. hehehe.

Pembelajaran yang gue bisa ambil di sini adalah, pinter-pinter bagi waktu. Kalau merasa gak bisa menyelesaikan sebelum deadline, mending gak usah terima kerjasamanya. Daripada ada hati yang terluka dan kredibilitas yang terkoyak. Halah!

Tahun 2019, Masih Mau Jadi Blogger ?


Segala hal yang gue jalani di tahun 2018 ini membuat gue mau gak mau mikir, tahun depan apa gue masih mau jadi Blogger atau enggak. Gue tahu banget, blogger yang merangkap influencer itu gak gampang loh. Gak cuma asal ngeblog terus ngarep receh receh berjatuhan. Butuh konsistensi dan konten yang berguna. Penulisan dan presentasi konten gak ngasal. Persiapannya baaanyaaak dan kalau gak dijalani pake hati ikhlas dan senang pasti rasanya berat. 

Gue sejujurnya masih suka nulis, masih tertarik ngevlog dan edit video. Gue juga masih memegang teguh prinsip dalam segala hal gue harus selangkah lebih maju dari yang saat ini gue jalani. Mungkin saat ini gue masih belum menemukan ritme yang tepat. Bisa jadi gue juga sedang gak dapat feelnya untuk menggarap konten di blog dan vlog gue. 

Subscribe YouTube Channel Vita Masli dong, gaes! ((PESAN SPONSOR)) 


pexels.com
Semoga tahun 2019 gue sudah bisa start new dengan suasana yang lebih fresh dan lebih teratur. Paling penting, gue gak lupa ngerjain konten kerjasama supaya brand dan agency gak kapok ama gue, hahaha! Kamu sendiri gimana gaes? Tahun 2018 kalian ngapain aja? Silahkan share di komen yaa... 

Perpanjangan SIM itu Mudah!

Tahun ini, gak cuma paspor aku aja yang habis masa berlakunya. SIM aku juga. Senangnya SIM itu masa berlakunya lima tahun dan menyesuaikan dengan tanggal lahir kita. Jadi gak bakal lupa kecuali kalau lupa tanggal lahir, sih. Namun memang gak semua orang bisa menyempatkan diri untuk memperpanjang SIM. Bisa jadi karena sibuk, bisa pula karena males ngeribetin diri sendiri. Walhasil, SIM pun akhirnya kadaluarsa. Kalau sudah gini, ya nasib.. ikut tes ulang lagi deh. Gak mau kan kejadian seperti itu?



Perpanjangan SIM Itu Mudah! 

Sebelum SIM habis masa berlakunya, saya sudah mencari tahu bagaimana cara memperpanjang SIM A dan C. Ketika pertama kali perpanjangan SIM, saya sempat 'nitip' ke sekuriti kantor yang lama. Maklum, tidak mudah mendapatkan izin meninggalkan tempat kerja saat menjadi karyawati swasta. Biayanya pasti lebih banyak dibanding mengurus sendiri. Namanya juga menggunakan calo. Terkadang bisa dua kali lipat, but it's worth the time, mengingat jaman itu mengurus perpanjangan SIM biasanya memakan waktu menunggu dan bolak balik ke loket.

Hal ini saya rasakan sendiri ketika perpanjangan SIM ke dua kalinya. Saat itu saya sudah menjadi abdi negara, sudah bisa izin keluar kantor agak lama untuk perpanjangan SIM. Itu pun juga atas bantuan seorang teman yang memiliki keluarga dekat seorang petinggi di Polda. Saya datang ke kantor beliau, menunggu sebentar lalu kemudian 'lewat pintu samping' untuk difoto dan diambil sidik jari. Total waktu yang saya gunakan hingga SIM A dan C yang baru saya terima sekitar satu jam. Pembayarannya? Tentu agak sedikit di atas harga standar di loket karena ada 'ucapan terima kasih'nya.

Itu dulu...

Nah, di tahun 2018 ini alhamdulillah saya sudah kembali ke jalan yang benar. Mengurus sendiri, gak pakai calo, sudah gitu cepaaatt beett sampai waktu izin untuk keluar perpanjangan SIM ini bisa saya gunakan untuk ngopi-ngopi. Kok bisa sih?

Perpanjangan SIM di Gerai SIM 


Saat ini ada beberapa opsi lokasi perpanjangan SIM yang memudahkan kita selain langsung ke Polrestabes. Kita bisa ke Gerai SIM keliling yang sering mangkal di titik-titik keramaian strategis atau bisa ke Gerai SIM. Di Makassar sendiri terdapat dua Gerai SIM yang ditempatkan di mall yaitu Gerai SIM Panakukkang Square dan Gerai SIM Trans Mall Makassar.

Saya memilih untuk memperpanjang SIM di Gerai SIM Trans Mall Makassar karena lokasinya lebih dekat dari kantor. Awalnya agak khawatir juga, antrian panjang, lama dan ngeselin. Namun mengingat lokasinya di mall, seantri-antrinya paling gak masih berasa adem. Jadi datanglah saya ke Gerai SIM Trans Mall Makassar yang terletak di pintu masuk parkiran basement yang mengarah ke Carrefour.




Sebelumnya, siapkan terlebih dahulu persyaratannya :

1.  Mengisi Formulir Permohonan.
2.  KTP Asli & Fotokopi KTP
3.  SIM Asli.
4.  Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter
5. Asuransi

Formulir permohonan tersedia di loket Gerai SIM. Gak perlu repot membawa Surat Kesehatan Sehat Jasmani dan Rohani, karena di Gerai SIM tersebut menyediakan ruang pemeriksaan lengkap dengan dokternya. Pemeriksaan kesehatan sederhana saja yaitu tes buta warna. Setelah itu kemudian pemohon difoto di bilik sebelahnya. Tidak memakan waktu lama, SIM dicetak di front desk dan akhirnya SIM diserahkan kepada saya. Kalau dihitung-hitung hanya sekitar 15 menit, SIM baru sudah di tangan.

Biaya yang saya keluarkan untuk perpanjangan SIM A ini sebagai berikut dengan rincian :

1. Biaya Perpanjangan SIM A : Rp. 80.000
2. Surat Keterangan Sehat       : Rp. 25.000
3. Asuransi                               : Rp. 30.000
 Total                                        : Rp. 135.000

Alhamdulillah ya.. biaya gak begitu banyak, waktu yang dipergunakan juga gak lama. Gak terlalu ribet juga. Mungkin karena saya mengurusnya di Gerai SIM di mall yang tidak begitu ramai? Bisa jadi. Bagaimana pun, Gerai SIM seperti ini diperuntukkan untuk memudahkan jadi sebaiknya dimanfaatkan saja gaes! 

Join Blogger Community, Yay or Nay?

When I first start blogging, I never really thought about join any community for blogger. Salah satu teman aku yang lebih dahulu ngeblog pada akhirnya memperkenalkan saya pada satu komunitas blogger lokal. Waktu itu masih jaman mailing list di Yahoo Group (anyone?). Kopdar masih jarang-jarang banget. Kalaupun kopdar an yah paling ketemu-ketemuan in real life, ngobrol sana sini, say hi and you know if you can get along you will find your true match. Beneran loh, ada yang sampai jadian dan akhirnya menikah karena join komunitas. 

Saat itu aku memutuskan untuk tidak terlalu aktif karena aku gak punya cukup banyak waktu membaca atau berkomentar di mailing list. Ketika kopdar pun waktunya tidak pernah match dengan aktivitasku. Secara natural aku gak tahu apa-apa tentang komunitas ini, kabar terbaru atau ada kegiatan apa. Aku bertahan karena hanya satu-satunya komunitas blogger di kotaku, waktu itu. When you do something new and you want to be surrounded by people who have a similar hobby but you don't have the needed to connected, that's what I left that community.




Join The Blogger Community , Yay or Nay?


Blogger can works everywhere, and doesn't have to work in groups, that's for sure. Still I really do agree that a blogger needs a community to share, gain knowledge and build networking either with other bloggers or brand. Most opportunities offered to bloggers from brands are share through the community. Brands usually need a lot of bloggers to attend invitations, events, product reviews and for that, it will be easier for them to work with bloggers' community.

But remember, bukan berarti gak ikut komunitas tertentu gak bakal dapat kerjasama. Noooo... rejeki Allah maha luas,sssaaayyy!! Even if you're being independent blogger, kalau rejeki mah gak kemana. Jika pun gak ikut satu komunitas tertentu, masih ada komunitas blogger lainnya. Salah satunya adalah Blogger Perempuan Network.

7 Reasons To Join Blogger Perempuan Network


Aku pertama kali tahu komunitas ini dari Facebook, waktu itu aku memang nyari komunitas blogger untuk perempuan (yang gak rempong!).Akhirnya aku menemukan 2 komunitas blogger khusus untuk perempuan, salah satunya adalah Blogger Perempuan Network.

Kalau mau dilist, aku punya 7 alasan yang membuat aku langsung jatuh suka dengan BPN, di antaranya adalah :

1. Untuk Semua Perempuan

BPN adalah komunitas blogger yang satu ini tidak terlalu mengkotakkan diri sebagai komunitas untuk blogger-blogger yang sudah menikah dan punya anak. Pokoknya kalau kamu perempuan dan kamu blogger, you will welcome here.

2. Fun Blogging while Monetizing

Aku mendapat benefit penawaran kerjasama berdasarkan statistik blog dan media sosial. Bukan berdasarka likes or dislike, lu teman gue, atau apalah. Aku jadi tahu bahwa statistik blog dan media sosial menjadi penting ketika kita bicara tentang paid review. Statistik blog menjadi pertanggung jawaban hasil kerjasama dan media sosial digunakan sebagai media promosi paid review kita. Brand tentu saja tidak mau campaign mereka gagal hanya karena memilih blogger yang 'salah'.

3. Blogging Knowledge 101

Dari Blogger Perempuan Network pula aku mendapatkan pencerahan mengenai Google Analytics, bagaimana meningkatkan DA and how to gain more followers and engagement on social media. Makanya aku gak pernah baper kalau ada campaign yang gak bisa aku ikuti karena statistik blogku kurang memadai atau jumlah followerku belum cukup. Pertimbangan page views dan engagement yang baik menurut menjadi hal yang wajar untuk menentukan blogger yang dipilih. Aku harus lebih berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik, kecuali kalau campaignnya berdasarkan umur yaah aku mau bilang apa. Hahaha..

4. Gain More Friends On Social Media

Aku masih ingat banget saat pertama kali gabung, follower Instagram aku tuh baru 300an dan masih bingung gimana cara nambahnya. Lalu, kemudian salah satu admin BPN mengencourage aku untuk nambahin follower paling tidak sampai 500. Untuk apa? supaya aku bisa ikut salah satu campaign. Caranya adalah dengan memfollow sesama blogger dan jangan malu minta folbek, hahahahha!

Setelahnya aku mulai fokus ke media sosial yang lain seperti Twitter dan Fanpage Facebook. Alhamdulillah, bisa jadi karena hastag #BloggerPerempuan di profil Twitter or else aku selalu promote postingan blog aku di sosmed BPN, alhamdulilah follower sosmed naik terus.

5. Thematic Post Every Day

Seingat aku, Blogger Perempuan yang pertama kali menetapkan rules sharing link postingan berdasarkan tema. Setiap hari dari Senin sampai Minggu, temanya beda-beda dan member bisa promote link postingannya sesuai tema hari itu. Ini menarik buat aku, karena aku jadi tahu siapa yang punya niche blog apa. Begitu pula sebagai blogger jadi lebih teratur ngepromote link postingannya ga asal lempar link. Selain itu as far as I concern, adminnya gak ada yang gak fast response. Mereka juga asik ditanyain ini itu soal blogging and campaign baik itu di WA maupun DM.

6. Encourage Blogger to Write More Valuable Post

Untuk mengasah kemampuan menulis, mempertarungkan ide dan harapan mendapatkan hadiah keren, boleh ikut lomba blog. Blogger Perempuan Network sering banget bekerjasama dengan brand menggelar lomba blog ini. Informasinya disebar melalui newsletter, fanpage group dan website , jadi gak bakal ketinggalan informasi. BPN pun rutin memberi reminder sisa hari deadline lomba namun tetap saja ketinggalan deadline sih, gak jamin ya! Hahaha, aku banget ini sih!

Selain itu ada aja cara Blogger Perempuan Network yang mengencourage membernya untuk tetap semangat ngeblog. Salah satunya adalah BPN 30 Day Blog Challenge dimana member yang berminat berkomitmen untuk menulis satu postingan perhari sesuai tema yang telah ditentukan BPN. Postingan ini adalah salah satunya.


7. The Logo

Receh banget sih, tapi aku suka dengan logo dan warnanya. Menyiratkan kelembutan (dari warnanya) namun ada kesan tangguh (dari pemilihan hurufnya). Awesome!

Join Blogger Perempuan Network, It's Definitely Yay For Me

Join satu komunitas, gak melulu hanya karena keinginan mendapatkan penghasilan atau kepopuleran semata. Bukan juga hanya untuk sekedar membuat suatu grup arisan bernamakan komunitas blogger, 
So if you feel like you want to grow as professional blogger, gak rugi join komunitas. Asalkan komunitas tersebut bisa menambah value kamu sebagai blogger. 

Join lebih dari satu komunitas blogger menurut aku gak masalah, malah kamu lebih banyak tahu informasi yang beragam. Selain itu jadi lebih mengerti mana yang penting dan mana yang enggak dalam menentukan arah perbloggingan kamu. Aseek..

Kalau kamu gimana, gaes? Join komunitas blogger atau enggak? Yuk share alasan kamu di kolom komentar.

4 Cara Mendapatkan Nama Blog

What's in a name? That which we call a rose
By any other word would smell as sweet;
-Romeo & Juliet , Shakespeare 

Kutipan di atas adalah penggalan dari dialog Juliet kepada Romeo dalam kisah Romeo & Juliet. Apalah arti sebuah nama, ketika yang kita sebut Mawar bisa diganti dengan kata apa saja tetap akan sama wanginya. Yayaya.. mungkin jamannya Shakespeare belum kenal "Branding". 

Salah satu pertimbangan penting ketika meluncurkan blog adalah nama blog itu sendiri. Kenapa? Karena menurut aku, blog kita ini merepresentasikan diri kita. Bagaimana kita ingin dikenal dan bagaimana kita ingin mempersonalisasi 'brand' kita sendiri. Selain itu nama blog harus unik, gampang diingat dan gak ribet diketik. Biar gampang disearch di Google. 




How Do I Got My Blog's Name 


Ketika aku pertama kali membuat blog di tahun 2008, aku terus terang aja gak pernah mikirin apa itu branding dan apa hubungannya dengan bagaimana kita ingin dikenal orang. Ngeblog mah ngeblog aja, ada yang mau baca aja sudah syukur. 

Sedikit kilas balik nih ya, waktu itu aku punya sekitar 5 blog dengan platform yang berbeda; Blogpsot, Wordpress, Multiply dan Tumblr. Di blogspot  aku ada 2 blog, yang satu namanya aku dah lupa (hahaha!). Pokoknya ada 'wireless' nya aja. Itu tempat aku mencurahkan puisi-puisiku. Blogspot aku yang kedua adalah "bittersweet me" (yang akhirnya menjadi cikal bakal vitamasli.com). Isinya tentang bagaimana aku menjalani pahit manis kehidupan. Tsah!! 

Lalu karena kebanyakan curhat dan ada berapa yang kepoin hidup aku banget, akhirnya curhatan-curhatan itu aku private di Wordpress. Nama blognya Pisces Writes. Selain curhat ada category cerpen dan cermin (cerita mini) juga, tapi tetep aku private. Sesekali ada beberapa postingan non curhat, biasanya kalau aku ikutan lomba blog. Haha. 




Blog lainnya ada di Multiply. Ini sebenarnya isinya curhat lewat puisi-puisi juga (heran deh, aku Vita apa Rangga sih, puisi melulu). Namanyaaa... apa ya? Lupa! Hahaha.. seiring tutupnya Multiply, lupa juga aku dengan nama blog. 

Satu blog lagi ada di Tumblr, namanya 'Oppa and me'. Isi lebih banyak quote-quote dan GIF Kpop apalah gitu. Sebelum Instagram dan Pinterest berjaya, disinilah kumpulan foto-foto bercaption pendek dan quote-quote dengan font ala kadarnya diposting. Sekarang aku dah lupa nama email login nya. Hihihi.. 

Dari sekian blog yang aku punya, saat ini blog VITA MASLI ini lah yang paling konsisten aku isi. Alasannya? Sudah domain berbayar, sayang aja buang duit kalau tidak menghasilkan #eh. Kenapa nama blognya Vita Masli? Jawabannya simple sekali, "BIAR GAK RIBET". 

Sebelumnya blog ini sempat dikasi nama 'Excited Blogger' dengan alasan aku pengen membangun branding sebagai blogger yang selalu semangat ngeblogging. Lalu kemudian setelah banyak terima paid review, isi postinganku menjadi lebih 'komersil'. 





Akhirnya kuganti namanya menjadi Two-Step Flow, yang berasal dari teori komunikasi yang menjelaskan tentang proses pengaruh penyebaran informasi melalui media massa kepada khalayak. Penyebaran dan pengaruh informasi yang disampaikan melalui media massa kepada khalayaknya tidak terjadi secara langsung (satu tahap), melainkan melalui perantara seperti misalnya “pemuka pendapat‟ (opinion leaders).   Nah.. blogger ini lah yang menjadi opinion leaders terhadap suatu produk yang ditawarkan. 


Pada akhirnya aku mengganti nama ke Vita Masli. Selain karena alamat urlnya memang www.vitamasli.com, aku juga ingin orang-orang  akan dapat mengenali aku dan blogku lebih mudah. Interaksi aku ke pembaca bisa lebih personal. Pembaca mulai menyadari bahwa mereka berinteraksi dengan aku - Vita - bukan hanya dengan branding tertentu. 





Cara Mendapatkan Nama Blog 


Memang mendapatkan nama blog menurut aku susah susah gampang, karena seperti aku katakan di atas nama tersebut akan menggambar blog dan kamu secara keseluruhan. Para pakar blogging mengatakan ada beberapa point penting untuk dipikirkan sebelum menentukan nama blog. Beberapa diantaranya : 

1. Tentang apakah blog kita ini ?
2. Siapa target audiensnya ? 
3. Seperti apa nada / suara blog kita nantinya?(resmi atau casual)
4. Apakah kita akan membangun branding dengan nama blog kita?

Jika menggunakan nama yang benar-benar tidak relevan dengan konten kita, bisa jadi gak nyambung. Sama halnya, jika blog yang kita buat itu adalah untuk usaha kita, namun gaya penulisannya terlalu  fun dan bersemangat  bisa jadi akan memberikan kesan yang salah kepada pembaca kita. 

Lalu gimana caranya mendapatkan nama blog? 

1. Buka Kamus 


Terserah, apakah itu kamus bahasa Indonesia atau bahasa Inggris atau bahasa apapun itu. Kamus bisa menjadi tambang emas inspirasi kata-kata, terutama jika ingin mengatakan sesuatu dengan cara yang sedikit berbeda. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu blog kita ini tentang apa. Misalnya 'Fashion' lalu cari persamaan katanya di kamus. Kemudian tambahkan kata yang menggambarkan blog kita secara keseluruhan Aku pernah melakukannya dan akhirnya berujung pada An Excited Blogger'. Hehehe.. 

2. Cari Inspirasi dari Buku 


Aku mendapatkan nama 'Two-Step Flow' dari buku kuliah Ilmu Komunikasi. Kebetulan waktu itu aku lagi kuliah S2 dan di salah satu buku referensi mata kuliah ada teori Two-Step Flow yang akhirnya menginspirasi aku. 

3. Menggunakan Nama Sendiri 


Ini sebenarnya yang paling gampang khususnya untuk personal blog seperti blog aku ini. Gak ada niche tertentu, hanya 'menceritakan' seperti apa Vita Masli mengungkapkan pemikirannya tentang traveling, kuliner, blogging atau produk-produk yang pernah aku coba. So, ini kelihatannya paling sederhana namun sekaligus memperlihatkat 'beginilah diri kita'. 

4. Menggunakan website 'Name Generator' 


 Coba search di Google : name generator for blog. Cara kerjanya cukup ketik nama domain yang ingin digunakan, sudah dipakai atau belum.  Kamu juga dapat mengklik WHOIS untuk mencari tahu siapa yang mendaftarkannya atau URL untuk mengunjungi situs web. Aplikasi ini secara otomatis menambahkan awal dan akhir nama domain populer ke apa pun yang kamu ketikkan di kotak pencarian. Terkadang website tersebut akan menampilkan nama yang dibuat jika tidak tersedia.

And that's it! Tips lainnya tentang blog bisa kamu baca di kategori Blogging . Hope it helps buat kamu yang kepikiran buat blog dan pengen jadi blogger. Happy blogging! 

Apakah Niche Blog Itu Penting?

Start writing, no matter what. The water does not flow until the faucet is turned on.”
— Louis L’Amour

Menjadikan blog sebagai media penulisan kerap kali membuat saya kepikiran,"Is it worthed to read?"  Karena bagaimana pun juga, ketika blog itu sudah dipublished secara publik, everyone can read it. Terkadang ada rasa khawatir juga apakah tulisan saya ini disukai atau tidak oleh pengunjung. 

Suka atau tidak itu memang relatif. Ada hal yang kita pikir itu keren banget, tapi ternyata bagi orang lain biasa saja. Begitu pula sebaliknya. So I think, I better write things that I like to write, some things that probably needed by people dan tidak berpikir tulisan saya bagus apa tidak. Setidaknya tulisan masih memuat informasi meskipun bisa jadi jauh dari pakem 5W1H atau pola segitiga terbalik. 

I just have to write the things that I like, right? 

Menulis hal yang kita sukai memang bisa menjadi endorphine bagi kita untuk ngeblog. Blogger mana saja pasti punya preference masing-masing. Inilah yang kemudian disebut sebagai niche, istilah lain untuk mengartikan "tema" yang dibahas di sebuah blog. 


Apakah Niche Blog Itu Penting? 


Tema atau pembahasan dalam suatu blog biasanya berperan penting dalam hal SEO. Selain itu penting pula bagi  kenyamanan pengunjung yang ingin mencoba mengikuti blog kita. Ketika pertama kali saya serius ngeblog di tahun 2011, saya mulai menentukan tematic pada blog bittersweet-me (sebelum akhirnya berubah menjadi vitamaslidotcom). Berdasarkan namanya 'bittersweet-me' saya menetapkan niche blog adalah opini tentang kehidupan sehari-hari yang manis pahit,gitu. Tsah! 

Eh ternyata ketika saya mau pasang Adsense, itu gak pernah berhasil. Alasannya konten tidak sesuai atau apalah gitu. Lelah ditolak lima kali oleh Google Adsense, saya banting setir dengan nama dan tema baru : vitamasli.com. Temanya, anything about Hallyu atau lebih kerennya K-wave. Apa aja tentang Kdrama, Kpop sampai acara televisi Korea Selatan pun saya tulis. Alasan utamanya karena waktu itu saya memang addict banget dengan Kwave. Maunya sih, kalau orang-orang nyari rekomendasi drama Korea atau apalah tentang Korea itu di blog saya aja. 




Pada akhirnya blog ini lolos screening Google Adsense. Hore! Yes, penerapan niche sangat berpengaruh pada saat proses penerimaan sebuah blog menjadi publisher Google Adsense, ternyata. Satu hal lagi  blog yang memiliki niche itu bisa bersaing dengan blog lain di search engine. I don't know algoritmanya seperti apa, pokoknya kejadiannya memang seperti itu. 

Niche Favorit Blog : Lifestyle 


Meskipun sejalan waktu akhirnya saya membelot juga dan agak tidak konsisten, blog ini pun berubah niche menjadi Lifestyle Blog. Yah ini sih istilah kerennya 'blog segala ada'. Kalau saya sendiri menganggap lifestyle blog ini bukan sekedar blog dengan tema campur aduk. Namanya juga lifestyle, tentunya di blog ini tertuang postingan yang sesuai dengan lifestyle bloggernya. 

Karena saya suka membaca buku, nonton film, dengerin musik, traveling, makan-makan, mengikuti perkembangan teknologi, tips blogging dan beberapa perintilan lainnya, akhirnya hal-hal itulah yang saya buatkan kategori dalam blog ini. Kelebihan dari niche ini adalah saya jadi lebih banyak opsi untuk postingan. Kekurangannya adalah blog tidak memiliki ciri khas. Perlu usaha juga untuk tetap memainten agar Adsensenya tetap jalan. Masing-masing kategori ini harus rutin diupdate, tidak sekedar satu atau dua postingan saja. 




Overall, saya sih enjoy aja dengan tema lifestyle blogging ini dan sepertinya akan tetap konsisten nulis dalam beberapa kategori termasuk tips blogging 101 seperti ini. Nah, boleh tahu dong kalian mampir ke blog saya untuk membaca kategori apa? Put your comment below ya! Thanks!

5 Manfaat Blogging

Pertengahan tahun 2018 ini, Aku bertemu dengan seorang teman lama yang saat ini sedang melanjutkan kuliah S2 di Makassar. Ngobrol punya ngobrol, ternyata dia sering membaca blog aku sebagai seorang silent reader. Baca aja, gak pernah komen. Namun saat bertemu komennya bagaikan hujan tercurah dari langit. Mumpung ketemu langsung, alasannya. Soalnya kalau komentarnya ditulis, bisa-bisa lebih panjang dari postingan blog, kata dia. 

"Kalau gitu kenapa gak ngeblog aja sekalian?"tanyaku.

"Haloo.. yang lain sudah sampai ke mana, gue mikir buat blognya aja ribet. Sudah tahun 2018 nih, kenapa gue harus ngeblog, coba? "temanku balas bertanya. Wah.. ini!

5 Manfaat Blogging 



Kenapa kamu harus ngeblog? Well, gini deh mending aku ceritain dulu ya manfaat-manfaat yang aku dapatkan selama aku ngeblog dari jaman Wordpress ke Multiply lalu akhirnya serius di Blogspot. 5 manfaat ini lah yang  membuat aku mulai ngeblog dan akhirnya menseriusinya hingga sekarang. 

1. Write For Self-healing 


Seperti yang aku tulis di atas, kebanyakan orang start their blog karena pengen curhat, mengeluarkan pendapat mereka tentang sesuatu atau menyimpan kenangan. Well, it's ok karena menurut aku hal-hal tersebut membuat pikiran dan perasaan kita jadi lebih sehat. Pernah dengar term ' Write for self-healing' ? Menulis seringkali menjadi terapi agar kita dapat mengeluarkan segala uneg-uneg yang bisa jadi terpendam dan susah untuk diungkapkan lewat lisan. Ketika kita menulis, tulisan kita dibaca oleh orang lain dan memberi masukan yang positif yang bisa membuat perasaan kita jadi lebih baik.



Selain kita bisa mengekspresikan pemikiran kita secara sehat karena dengan terindexnya blog di Google Search, maka ada term tertentu yang membatasi postinga-postingan kita. So if it's probably harmful atau ada kalimat-kalimat yang melanggar bisa membuat blog kita dibanned sama Google. So it's pretty healthy for your mind and soul.

2. Blogging Membantu Meningkatkan Keterampilan Menulis dan Argumentasi

Ok, mungkin awalnya kita mulai ngeblog karena pengen curhat. Menulis selayaknya kita pengen curhat aja. Ada pula yang berpikir laaamaaaa banget hanya untuk memulai satu kalimat. But you know what, based on my true experienced, ngeblog berdampak besar pada kemampuan menulisku sejak aku mulai tahun 2009.




Meski tidak sempurna, aku merasa lebih percaya diri. Tidak saja mengenai pemilihan kata, tapi juga penggunaan huruf besar dan kecil. Ditambah lagi ketika kita harus menjelaskan sesuatu atau alasan mengapa kita suka atau tidak suka saat mereview product, disini argumentasi diperlukan. Semakin banyak kita menulis, semakin mudah jadinya. Practice makes perfect, right?

3. Blogging Membantu Orang Lain Mendapatkan Data dan Informasi

Kita dapat menyebarkan informasi dan pengetahuan melalui blogging. Kok bisa? ya bisa dong! Postingan kita seremeh apapun itu (menurut kita sendiri ya) bisa jadi diperlukan oleh orang lain. Ini kejadian banget sama aku. Pertama postingan aku yang ngehits adalah tentang salah satu cast di sebuah variety show keluarga 'The Return of Superman' yaitu Daehan, Minguk, Manse a.k.a Song Triplets. Ini asli aku ngepost karena pengen menginformasikan acara TV yang menurut aku bisa mengedukasi para orang tua khususnya bapak-bapak dalam mengasuh anak. Tambahan, mereka itu cute banget dan akhirnya banyak orang yang pengen tahu karakter mereka.

Aku juga pernah ngepost aplikasi-aplikasi yang remeh-temeh seperti aplikasi mengetahui judul lagu atau aplikasi untuk mengedit video and it turns out many people searched for it di Google.

Baca juga : 10 Things I Love About Daehan Minguk Manse 

Hal menarik lainnya adalah sudah sering banget aku ketemu dengan teman-teman lama yang komentarnya seperti ini,"Gue lagi nyari tempat makan yang ngehits di Google. Eh, ternyata pas gue baca itu postingan elo!"

Baca juga : Tempat Nongkrong Asik di Makassar 

Ada juga yang seperti ini,"Lu tahu kan pasport gue sudah hampir expired, lu kenapa gak bilang aja sih langsung caranya ke gue? Masa gue kudu ngesearch di Google, dapat caranya di salah satu postingan blog dan ternyata blog itu adalah blogmu."

Hahaha

Baca juga : Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor 

Hal yang sama berlaku dengan topik blog lainnya. SETIAP blog membantu orang lain dengan cara mereka sendiri. Aku ingat ketika aku ngepost tentang cara mengurus Visa Korea dan mulai mendapatkan email yang mengatakan "Terima kasih telah memberikan informasi seperti itu" dan dilanjutkan dengan berpuluh komen di postingan dan pertanyaan di DM Instagram yang membuat saya serasa buka layanan tour and travel. Itu sangat menghangatkan hati dan membuat aku jadi lebih bersyukur, ternyata postingan aku berguna juga buat orang lain.

4. Mempromosikan Diri Untuk Mendapat Peluang Baru

Sudah banyak contoh blogger yang bisa menghasilkan buku. Mereka ditemukan oleh publisher dari tulisan-tulisan mereka di blog yang ngehits. Tulisan-tulisan itu kemudian dipublished menjadi buku yang jangkauan pasarnya lebih luas. Artinya, lebih banyak orang yang bisa mendapat manfaat dari tulisan-tulisan kita. 

Aku sendiri belum sampai ke situ, meskipun aku (jujur!) pengen juga. Tapi peluang tidak hanya itu. Aku mendapatkan lebih banyak peluang berkarya lewat postingan-postingan di blog dan platform sosmed lainnya. Postingan ini bisa menginfluence orang lain dan tentunya ada benefit juga untuk aku sendiri, baik itu secara finansial maupun kesempatan bertemu dengan teman-teman baru atau mengunjungi tempat-tempat baru secara gratis.




Baca juga : Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening Make Up Remover 

Ketika kita memiliki blog, pada dasarnya kita memiliki "alat" atau "saluran" untuk mempromosikan diri atau membuat kita terlihat seperti seorang ahli di bidang itu. Misalnya untuk traveling klien menghubungi influencer A, atau untuk urusan dandan ke influencer B aja. Pemilik blog yang berkompeten akan menerima peluang kerjasama dan ini akan membuka banyak pintu yang mungkin belum kita sadari atau impikan. Coba deh! 

5. Mengembangkan Hobby yang Dibayar 

Jika hobby kamu adalah menulis, daripada sekedar bikin status gak jelas di WA, Facebook atau Twitter, aku saranin mulai nulis di blog aja. Selain seperti yang aku sudah jelaskan di point nomer 1, tulisan kita ini bisa menghasilkan pendapatan juga loh! Satu postingan mungkin awalnya cuma sekedar bisa beli pulsa paket data, lama-lama jika konsisten dan ketemu klien yang tepat, bisa jadi lebih besar lagi. Apalagi kalau blog sudah dimonetize dengan Google Ads, bisa banget menghasilkan pendapatan pasif.



Memang uang bukan segalanya, tapi kebanyakan hal di dunia ini memerlukan uang. Hanya sja aku sarankan jangan memulai ngeblog dengan tujuan awal untuk mendapatkan uang. Kenapa? Karena prosesnya bisa jadi panjang dan gak semudah yang kita lihat. Menset pikiran bahwa ngeblog adalah hobby menurut aku lebih baik, jika kemudian pada perjalanannya kita dibayar ya alhamdulillah. Itu namanya hobby yang dibayar, ya kan?

The Reason why I am Blogging  


Itu dia manfaat yang aku dapatkan selama ngeblog. Jadi kalau ada pertanyaan mengapa aku ngeblog, ya karena aku merasa mendapat manfaat dari aktivitas ini.

Nah, kalau kamu sendiri gimana? Apa alasan kamu untuk blogging dan apa yang menginspirasi kamu untuk membuat blog? Apa pula manfaat yang kamu dapatkan selama ngeblog? Jika kamu belum ngeblog, kasih tahu aku juga ya kenapa kamu merasa perlu ngeblog. Ceritakan pendapat kamu di komentar di bawah ini!

Suka posting ini? Jangan lupa untuk membagikannya!


Disclaimer : All pics from Pexels.com except point number 4.