4 Alasan Mengapa Blogger Harus Memakai Jasa Hosting Domain

Membangun sebuah website adalah hal yang sedang ngehits dilakukan para millenials saat ini. Peruntukan websitenya bisa untuk berbagai keperluan mulai dari bisnis, sharing informasi, promosi iklan dan lain sebagainya. Kita semua pastinya sudah familiar dengan blogspot. Masih banyak yang memilih menggunakan Blogspot karena berbagai alasan. Mulai dari murah, lebih mudah dikonfigurasi, tampilan lebih simpel, dan lain sebagainya. 
Tapi, memiliki website dengan domain sendiri lebih tentunya lebih kredibel dibandingkan Kamu yang masih menggunakan blogspot. Selain karena faktor kredibilitas, seseorang yang punya website sendiri menunjukan bahwa dirinya menggunakan jasa hosting domain yang profesional dan lebih bernilai di mata visitornya, salah satunya IDwebhost.



Dengan memiliki hosting sendiri, banyak manfaat yang akan bisa dirasakan. Dalam hal performa, memiliki web sendiri dengan menggunakan jasa hosting adalah ide yang sangat keren. Kamu bisa melakukan konfigurasi dengan lebih banyak, memberikan fitur lebih banyak, dan yang pasti penampilannya pun juga akan lebih keren. Kenapa bisa begitu? 
Ada 4 alasan mengapa kamu harus pindah ke hosting domain sekarang juga : 

4 Alasan Menapa Blogger Harus Memakai Jasa Hosting Domain



1.  Website Terlihat Lebih Profesional


Sebuah website yang terlihat lebih professional pastinya akan semakin menarik di mata pengunjung. Apalagi jika masih newbie. Untuk bisa mengalahkan para pemilik web yang sudah jalan dulu diluar sana, kita wajib untuk memiliki website yang lebih indah dan lebih bagus ketimbang mereka. 

Namun, tak perlu khawatir karena dengan menggunakan jasa hosting semuanya kini akan bisa lebih mudah. kita bisa mengoptimalkan pelayanan dan fitur yang ingin diberikan kedalam website baru tersebut. Setelah itu, kamu pun akan bisa meningkatkan kemampuan web yang dimiliki dengan baik. Kamu akan bisa menciptakan sesuatu yang berbeda dan lebih berkesan bagi para pengunjung blog. 




Mereka pun tidak akan segan untuk berkunjung lagi ke situs kamu. Apabila kamu masih memakai website berjenis blog, besar kemungkinan para pelanggan akan malas berkunjung atau membeli produk yang dipasarkan di website. Alasannya, mereka akan menilai web tersebut kurang bernilai dan tidak terlihat professional. Ini membuat promosi website yang sudah ada menjadi kurang optimal. Kamu pun harus bekerja lebih keras untuk membuat promosi berhasil. Padahal akar masalah satu, yaitu di website yang kita miliki. Cukup menggunakan jasa hosting saja, seharusnya semua sudah beres.

2.  Jasa Hosting Membuat Kamu Memiliki Website Yang 100% Milikmu 


Ini pastilah keren banget, kamu bisa memiliki website yang bisa 100% jadi milik sendiri. Dengan memiliki website yang benar-benar sepenuhnya punya kita sendiri. Pastinya ini akan memudahkan pemilik untuk mengelolanya dengan model apapun. Tentu saja hal ini berbeda jika kamu menggunakan platform seperti blogspot. Biasanya Google akan secara tiba-tiba menghapus website tersebut kedalam mesin pencari apabila melanggar ketentuan dan syarat yang berlaku. Beda cerita kalau memakai hosting sendiri. Kamu akan benar-benar menjalankan website yang sepenuhnya bisa menjadi milik kita sendiri.  


Selain itu, ini juga akan memberikan dampak psikologis berupa sense of ownership. Yang mana kita sebagai pemilik website dengan label domain tertentu akan merasa bangga mempunyainya. Rasa bangga ini diatas segalanya. Karena jasa hosting akan memastikan kita mendapatkan website yang profesional sehingga bisa dibentuk dengan aneka fitur dan model apapun yang kamu kehendaki. Tentu saja hal ini juga akan memudahkan kamu untuk bisa mempunyai website yang bisa Kamu konfigurasi sendiri sesuai kebutuhan. Dampak panjangnya nanti, situs tersebut perlahan tapi pasti akan bisa terlihat lebih manis dan memiliki impression atau kesan yang bagus di mata pengunjung.

3. Mau Plugin Model Apapun Tak Perlu Bingung, Karena Hosting Domain Menyediakan Semuanya 

Seiring berjalannya waktu plugin era sekarang lebih banyak varian ketimbang plugin era dulu. Para milenials bisa memanfaatkan beragam plugin tersebut sesuka hati mereka. Ditambah lagi, hal ini juga akan membuat tampilan situs yang awalnya biasa saja menjadi terlihat lebih ciamik. Sebuah situs yang hanya berisikan tema plain atau kosong pastinya terlihat aneh. Namun, dengan beragam plugin yang disematkan dalam sebuah situs, penampilannya pun akan menjadi lebih expert dan meyakinkan. Jelas, hal ini akan bisa memberikan kesan yang luar biasa bagi siapa saja yang melihat website tersebut.


Ada sejumlah plugin yang bahkan bisa diset secara auto. Maksudnya adalah plugin tersebut akan bekerja secara otomatis apabila ada beberapa masalah yang terjadi dalam website. Misalnya bug untuk menjadwal postingan, dan lain sebagainya. Secara otomatis plugin akan bekerja membenahi kinerja web yang terkendala bug. Hasilnya pun juga akan diluar dugaan sangat luar biasa. Dengan memiliki tampilam domain yang lebih bagus, maka kamu pun akan lebih percaya diri mempromosikan web tersebut ke banyak orang. Jasa hosting akan menyediakan pelayanan semacam ini yang pastinya sangat kamu inginkan dan cari selama ini. Sebuah website yang bisa tampil sedemikian rupa sangat menarik dan sedap dipandang. 

4. Pengaturan Tema Bisa Dilakukan Secara Bebas

Bagi kamu yang menggunakan jasa hosting, kamu akan dimanjakan dengan sebuah website yang mampu menyediakan tema beragam, baik itu tema berjenis pribadi, maupun tema yang professional. Pengguna pun bisa memilih tema manapun yang sesuai dengan kebutuhan. Secara kasat mata, tema ibarat background dari website yang dimiliki. Dengan penampilan tema yang bagus, sudah pasti siapa saja akan lebih mudah mendapatkan penampilan web yang terbaik.
Ada beberapa tema yang mengharuskan kamu membayar untuk menikmati semua fiturnya. Namun, ada tema bagus yang tersedia secara free. Pilihan ada di tangan kamu. Yang pasti, tema tersebut bisa kamu konfigurasi sesuai kehendak.  


Miliki Website Profesional dengan Jasa Hosting Domain 

Akhir kata, Saya hanya bisa menyarankan kamu yang ingin memiliki blog dengan tampilan website profesional bisa melakukannya dengan mudah dengan memakai jasa hosting yang tersedia. Dari sinilah kamu akan bisa mendapatkan semua manfaat yang ada dalam satu paket. Sebuah website yang professional, kredibel dan tentu saja lebih bernilai dibandingkan yang lain. Penampilan website yang awalnya biasa saja akan menjadi luar biasa. 
Website yang bagus dan punya domain yang independen akan memiliki value yang lebih baik. Kesannya pun juga sangat mendalam dan bisa dinikmati para pengunjungnya. Pilihlah pelayanan hosting domain yang professional untuk menciptakan sebuah web yang professional untuk memenuhi kebutuhan kamu.  Bagaimana? Apakah kamu sudah mulai berpikir untuk memiliki web sendiri? Share komentar kamu di bawah ya.. 

3 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengganti Laptop

Hidup itu sudah berat tanggung jawabnya di akhirat, makanya laptop jangan ikut2an berat. Kamu gak bakal sanggup. Ganti aja!  


Ditengah kecanggihan teknologi dan semakin tingginya mobilitas manusia kekinian, memiliki (atau setidaknya menggunakan) perangkat yang ringkas menjadi suatu tuntutan tersendiri. Termasuk komputer yang membantu aktivitas kita sehari-hari, baik untuk kerja, sekolah ataupun sekedar maen game. 


Saya masih ingat pertama kali punya laptop itu di tahun 2009. Setelah sekian lama modal pakai punya kantor atau minjem punya kakak, akhirnya tabungan cukup beli laptop. Alhamdulillah, meskipun spesifikasinya cuma bisa buat MS Office, nonton video dan putar lagu, paling tidak adalah tulisan-tulisan yang bisa dipajang di blog. 

Laptop ini kemudian menjadi kenangan ketika kegemaran nonton drama Korea membuat saya pengen ngedit video. Gak bisa enggak, saya harus ganti baru. Soalnya boro-boro install Adobe Premiere,ngedit video pakai aplikasi bawaan windows aja ngelagnya minta ampun. Harus ganti nih! Andai saja tahun itu per hestek an sudah marak, niscaya di Facebook dan Twitter sudah kuupdate status #2011GantiLaptop 


Baca juga : 3 Kriteria Memilih Notebook Agar Produktif Maksimal 

Cek en ricek, browsing sana sini, baca review segala rupa, akhirnya bulat tekad harus menemukan jodoh laptop dengan spesifikasi  yang mumpuni. Setidaknya laptop tersebut menggunakan processor i5, 2Gb RAM atau lebih, penyimpanan 500 GB atau lebih dan layar dengan resolusi 1980x1080 , supaya bisa ngedit video tanpa lagging tentu saja. 

Apa daya tahun itu dollar lagi semangatnya seperti atlit panjat tebing di Asian Games.  Naik nya cepat amat, bet! Sementara itu gaji naik kagak, daya beli berkurang. Pinter-pinternya konsumen aja dalam membeli, apalagi yang dibeli perangkat elektronik kayak laptop gini. Harganya ngikutin kurs dollar, seperti kamu ngikutin perkembangan gebetan. Pepet terus..!

Di saat itulah aku mulai berpikir realistis. Buat apa ikut-ikutan beli merk mahal, kalau dengan spesifikasi yang sama saya sudah bisa merk lain dengan kualitas yang tak kalah bahkan bisa jadi lebih bagus. 



Aku dan Laptop ASUS,  Bersama Menggapai Cita  


Pucuk dicinta ulam tiba. Di salah satu lapak komputer pusat perniagaan elektronik terbesar di Makassar saya menemukan laptop ini : ASUS A43S. Spesifikasinya di tahun 2011 sudah bisa  digunakan mengedit video dan main game. Processor Intel® Core™ i5 2430M, Memory 4 GB SDRAM yang bisa ditambah hingga 8GB, layar 14.0" 16:9 HD, kartu grafis AMD Radeon® HD 6730M dengan 2GB DDR3 VRAM, penyimpanan 750 GB, didukung dengan baterai 6 Cells 5200 mAh, DVD, koneksi nirkabel hingga  USB 3.0 dan 3 in 1 card reader.  Tampilannya juga berkelas, gak malu-maluin lah dibawa nongkrong di cafe atau working space.  






Harga laptop dengan spesifikasi seperti di atas memang gak murah. Aku belinya dari rapelan gajian (hahaha!) sekitar 7 juta rupiah. Mahal, iyah! Pertimbangan aku, processornya sudah Intel i5 yang mana saat itu masih baru. Selain kuat menghandle software editing photo,audio dan video, processor ini gak mungkin cepat tergusur. Masih bisa dipakai sampai beberapa tahun ke depan, lah.

Gak nyangka ASUS A43s ini masih awet aja sampai sekarang. Sejak dibeli tahun 2011 hingga saat ini di tahun 2018, ada banyak peristiwa yang kulalui bersamanya. Selama itu pula skill mengedit videoku makin terasah dan subscriber YouTube channel bisa mencapai 5ribuan (bahagia!). ASUS A43s ini pula yang membantu aku memproduseri acara Kwave Radio Show dan Weekend Sensation di Radio SPFM sejak tahun 2011 hingga 2014. 

Dalam bidang tulis menulis,  aku juga sudah mulai menambahkan konten grafis pada postingan-postingan di blog dan mulai mengerjakan proyek-proyek menulis lainnya. Gak tahu lagi deh, gimana aku bisa menyelesaikan semua hal-hal yang aku sukai ini tanpa bantuan alat spektakuler seperti laptop ASUS ku ini. 


Laptop ASUS ini pula yang membantu aku memenangkan beberapa lomba blog yang hadiahnya sudah melewati harga laptopnya sendiri. Lewat laptop ini pula, kerjaan kantor, slide presentasi-presentasi, tugas kuliah hingga tesis S2 lahir dan terselesaikan. Bahkan dikala senggang, laptop ASUS membebaskan kepenatan hidup lewat gaming dan nonton drama Korea. Bener-bener jadi teman bermain dan belajar yang menghasilkan.  Gak rugi lah belinya, alhamdulillah. 




Memang dalam perjalanannya selama tujuh tahun bersama, pasti ada lah rewel-rewelnya dikit. Baterai pasti sudah gak tahan lama, sudah 7 tahun bo'!  Namun yang  paling aku rasakan adalah beratnya itu loohhh... Buset, 2,4 kg itu buat aku gak kuat.  Yah, maklum lah umur makin nambah ye.. harap maklum, hahaha. Akhirnya mulai deh kepikiran lagi #2018GantiLaptop. 


Hidup itu sudah berat tanggung jawabnya di akhirat, makanya laptop jangan ikut2an berat. Kamu gak bakal sanggup. Ganti aja. 

Pikiran seperti ini sudah mulai menghantui tiap kali ada kegiatan di luar yang memerlukan membawa laptop. Ganti.. ganti.. ganti.. tapi ganti dengan yang mana? Makin ke sini pilihan makin banyak, euy! Harga juga harus diperhitungkan karena lagi-lagi dollar di tahun 2018 ini naik terus kayak perolehan medali Indonesia di Asian Games. Sekali lagi aku harus bersikap realistis, membeli perangkat komputer yang notabene bukan kebutuhan primer ini membutuhkan beberapa pertimbangan. 



3 Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengganti Laptop 


1. Beli Laptop, Spesifikasi atau Gengsi ? 

Ok, ini pertanyaan yang seringkali bikin bimbang seperti perasaan Cinta dan Rangga pas musuhan di AADC pertama. Maunya sih spesifikasinya yang top, tapi biasanya merk dan tampilannya jatuhnya kurang enak di mata pemirsah yang melihat kita. Pilih gengsi? Siapin aja duit yang buanyak meskipun pada akhirnya kamu mengakui dalam hati bahwa kemampuan laptop itu gak lebih bagus dari merk dengan harga di bawahnya. Entah kamu setuju atau enggak, merk memang ada harganya, yes? 

Aku adalah tipe orang yang tahu diri. Kalau kemampuan finansial saya belum mampu beli gengsi, saya pilih aja yang spesifikasinya tinggi tapi gak malu-maluin. Contoh : ASUS Vivobook Flip TP410 ini. 






Melihat spesifikasi di atas, menurut saya, ini sudah pas dengan kebutuhan. Operating sistemnya sudah Windows 10. Selain lebih ringan, pengoperasiannya juga makin simple dan mendukung touch screen. Asal tahu aja, saking sukanya aku menggunakan OS ini, laptop ASUS A43s ku ini ku'paksa' install Windows 10 meskipun rekomendasinya hanya Windows 7. Bisa? Ya bisa dong.. running well. Gak ngerti lagi aku tuh ASUS gimana mempersiapkan laptopnya. Apa aku memang gak salah pilih laptop ya? 


Aku pikir, makin ke sini teknologi yang diusung ASUS tentu memikirkan tidak saja untuk penggunaan satu hingga dua tahun ke depan. Jadi, jangankan word processing sebangsa nulis postingan, buat slide presentasi, bikin infografis atau browsing sambil denger lagi, aku pikir ngedit video aja bisa nih dengan ASUS Vivobook Flip TP410. 

2. Kebutuhan atau keinginan? 

Ini adalah dua hal yang sekilas serupa tapi tidak sama. Kalau hanya sekedar pengen karena ngeliat yang lain sudah punya atau pengen jadi yang pertama punya, baiknya tahan dulu deh. Sayang duitnya. Toh kalau pun paling duluan punya, bisa bertahan berapa lama sih rasa bangganya dibanding derita ngirit makan atau bahkan nyicil kreditnya? 

Lain cerita kalau emang butuh, meskipun laptop Asus A43s saya masih bisa berfungsi, namun aku butuh laptop yang lebih ringan baik dari segi teknis maupun beratnya.  Maklum umur sudah 40 tahun, gendong laptop seberat 2 kg itu rasanya melelahkan, serius! 

Aku kemarin sempat kepikiran beli Tab saja karena selain lebih ringan dibawa kemana-mana, bisa saya gunakan juga buat baca-baca e-book atau sekedar browsing. Lalu saya mikir dong, kalau mau ngetik postingan gimana? Nyaman gak? Harus beli keyboard lagi.  

Sementara jika memilih ASUS Vivobook Flip TP410 keandalannya bisa jadi 4 mode yaitu


a. Media stand 


Mau nonton, denger musik, atau sekedar liat-liat foto? Boleeh... ASUS Vivobook Flip TP410 ini memiliki lebih dari cukup ruang untuk presentasi bisnis, album foto, dan multimedia. Tidak sekedar seperti laptop pada umumnya, namanya juga Flip jadi bisa dilipat hingga 360 derajat. Wih keren! 






b. Powerful laptop


Dengan processor tercanggih di kelasnya, didukung oleh memory, penyimpanan yang cukup lega dan baterai yang awet, banyak yang bisa dikerjakan kapan pun dan di manapun. 


c. Share Viewer 


Ada hal tertentu yang pengen diperlihatkan kepada orang lain di sekitar kita? Boleeeh.. flip aja! Gak perlu perlihatkan keyboardnya, cukup layarnya. Praktis.




d. Responsive Tablet  

Seperti keinginan yang menjadi nyata, ASUS Vivobook Flip TP410 layarnya bisa dilepas. Touch screen pula. Jadi semacam tablet yang aku pengenin itu loh. Sudah gitu, layarnya memiliki presisi sensor sentuh yang tinggi, sehingga bisa oret-oret pula  dengan menggunakan ASUS Pen.  Happy aku tuh.. ASUS Vivobook Flip TP410 ini tampaknya lebih menguntungkan!  







3. Apakah Sepadan dengan Uang yang Dikeluarkan ?

Menurut aku beli barang itu harus memiliki keuntungan. Tahu sendiri kan barang elektronik itu gak bisa dijadikan investasi karena harganya cepat banget turunnya saking pesatnya teknologi. Makanya saya beli barang yang kira-kira bisa dipakai untuk menghasilkan atau setidaknya membantu menghasilkan uang. Biar balik modal gitu maksudnya, hehehe.. 

Dulu waktu aku beli ASUS A43s harganya sekitar tujuh juta sekian-sekian, emang lumayan banget.  Dengan spesifikasi yang bisa membantu kita ngedit video, audio dan foto harga segitu memang sangat beralasan. Teknologi processornya masih dipakai hingga saat ini. Aku juga sudah kebantu banget dalam pekerjaan aku mengedit.  


Nah melirik ASUS Vivobook Flip TP410, harganya dibanderol mulai dari 6.899.00 hingga 9.099.000 (tergantung processor dan kapasitas harddisknya).  Tapi dari segi kepraktisanmya yang tipis dan ringan saja sudah kebantu banget. Beratnya hanya 1,6kg sudah dengan baterainya. Dimensi ASUS Vivobook Flip TP410 cukup tipis hanya 1,92cm saja.  Teknologi yang diusungnya pun kekinian dan tentu saja berkelas. 






Dari segi keamanan, ASUS Vivobook Flip TP410 menggunakan fingerprint sensor selain user dan password yang bisa diset up. Jadi gak sembarang orang bisa login ke laptop kita sampai buka-buka data segala. Mengetikpun bisa lebih nyaman. Ini karena backlict keyboard yang memungkinkan kita bisa tetap melihat huruf-huruf di keyboard meski di tempat gelap. Canggih ya? 

Supaya makin semangat membuat konten kreatifnya, gak lupa ASUS Vivobook Flip TP410 ini dilengkapi Sonic Master yang didesain untuk menghasilkan suara yang tidak hanya menggetarkan jiwa (halah!) tapi juga nyaman di telinga. 


Dengan segala kecanggihan ini, apakah sepadan dengan uang yang dikeluarkan? Ada harga ada kualitas tentu saja. Aku pikir harga yang telah ditetapkan cukup beralasan melihat fitur yang ditawarkan. Sesuai pengalaman, jika ASUS aku aja yang sebelumnya bisa awet hingga tujuh tahun dan 'balik modal', aku pikir kenapa tidak ASUS Vivobook Flip TP410 memberi pengalaman yang sama? 

Untuk memastikan hal tersebut, VivoBook Flip TP410 ini telah dikenai tes buka-tutup hingga 20.000 siklus. Sehingga siap untuk mode apa pun, kapan saja - selama bertahun-tahun yang akan datang. Siapa tau bisa meraup sekeping dua keping recehan layaknya youtubers lainnya. Suka ngedesign? Bisa ngerjain proyek juga kan.. Apalagi yang suka nulis. Rajin-rajin posting, pasang adsense, ikut lomba blog kali aja menang.  Aseek sekali! 






Jadi kalaupun pada akhirnya saya berpindah hati, bukan karena pengen aja atau harus punya duluan. Tapi memang ASUS Vivobook Flip TP410 inilah yang bisa jadi menemani aktivitas aku dalam  menyiapkan content-content untuk berbagai platform lain ke depannya. Kalau bisa produktif sekaligus stylish dan tech-savvy, kenapa gak? 

Nah itu dia 3 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengganti laptop. Jadi gimana, #2018GantiLaptopAsus gak? Biar barengan kita pakai #AsusLaptopku. 


Referensi : https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-VivoBook-Flip-14-TP410UA



Disclaimer :  Postingan ini diikutsertakan pada :




Tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan


Hai semua! 

Gimana aktivitas kamu di Bulan Agustus ini? Banyak kegiatan gak? Agustus tahun ini memang banyak banget ya perayaan dan kemeriahan. Pertama tentu saja Hari Kemerdekaan RI. Saya yakin gak di RT/RW, kantor sampai senasional pun ada banyak kegiatan yg disiapkan untuk merayakannya. Mulai dari lomba-lomba personal yang lucu-lucu sampai lomba beregu yang membutuhkan kekompakan dan team work. 

Kedua, Idul Adha. Lebaran kurban tahun ini jatuh beberapa hari setelah 17an. Habis gerakin badan ikut lomba 17an, diserbulah kita dengan masakan daging-dagingan. Meskipun persiapan lebaran Idul Adha itu biasanya gak seheboh Idul Fitri, tetap aja ada persiapan dong ya.. especially buat buibu gimana caranya mengolah daging dan semacamnya. 

Ketiga, Asian Games.  Meski gak bertanding seperti atlit-atlit nasional yang berjuang di cabang olahraga masing-masing, sebagai rakyat Indonesia kita ikut mendukung mereka dengan nonton pertandingan baik itu live di arena atau lewat televisi dari gelanggang ke gelanggang (baca:mindahin channel tv). Euphoria Asian Games bikin banyak orang tiba-tiba pengen main bulu tangkis padahal aturan main aja gak ngeh. Tiba-tiba pengen nyoba manjat tebing dengan semangat "manjat pagar sekolah dulu aja gue bisa kok..". Bahkan ada yang niat pengen jadi atlit bridge makanya curi-curi maen bridge online di komputer kantor sebelum akhirnya ke gap kepala HRD. 

Tambahan buat saya, kantor tempat 'mendulang sekeping emas, 3 perak, 4 perunggu' ini merayakan hari jadinya di bulan Agustus ini. Hari jadi ini hanya selang dua hari dari Agustusan. Lima hari setelahnya, kantor pusat pula yang berulang tahun. Kebayang dong total 3 perayaan hari jadi yang diperingati, 17an, hari jadi kantor, hari jadi kantor pusat. Diluar itu secara beban kerja pribadi, sementara ini saya harus megang dua divisi karena sesuatu dan lain hal. Tantangannya jadi dua kali lipat tapi saya berusaha gak mengeluh. How can I complain if I love this job? Tsah.. 




Anyway, memanage kesejahteraan pegawai sekaligus menjaga kedisiplinan bekerja dan mensupport perlengkapan pekerjaan memang gak mudah. Gak banyak yang (mau) tahu gimana jungkir baliknya team di belakang layar agar kerjaan sehari-hari dan event off air perayaan hari jadi bisa terselenggara dengan baik. Seberusahanya kita untuk mempermudah dan melancarkan segala urusan,tetap saja kita gak bisa membuat semua orang bahagia. Saya pikir, di antara kalian juga pernah ada yang mengalami hal yang sama.

Di saat aktivitas bertambah, Lelah fisik memang paling gampang paling gampang ketahuan. Indikator utamanya ya pastilah rasa capek. Namun buat yang workoholic, hal ini seringkali diabaikan. Tiba-tiba ngedrop aja kayak saya ini, kemarin. Ketika pemeriksaan kesehatan, ternyata tekanan darah saya cukup rendah. 

Penyebabnya selain waktu istirahat yang kurang dan makan yang tidak teratur. Maklum, saking keasikan bekerja terkadang  ingat makan kalau sudah lapar banget, itu pun menunya kurang nutrisi. Apa aja yang penting terasa kenyang agar bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum waktunya. Belum lagi disaat beraktivitas bertemu dengan perokok yang merokok dalam ruang ber-AC itu kan bener-bener gak peka lingkungan banget ya? Hanya memberi polusi aja buat yang lain. 

Gaya hidup tidak sehat, stress, polusi inilah yang kemudian akhirnya membuat badan drop. Duh.. sedih! 

Tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan

Setelah mengetahui penyebab badan saya ngedrop, saya akhirnya instropeksi diri apa yang seharusnya saya lakukan agar tak gampang ngedrop dan menghindari stress gara-gara kerjaan.

1. Istirahat Disela Pekerjaan 

Satu hal yang sering terlupa karena keasikan bekerja adalah istirahat disela pekerjaan. Gak perlu lama, cukup meluangkan waktu 10 hingga 15 menit. Berbaring sejenak, ngobrol dengan rekan kerja, sholat atau sekedar beranjak dari kursi kerja.  Saya harus mengakui bahwa selain sholat, saya memang jarang banget beranjak dari kursi. Mata dan pikiran terfokus pada layar computer. Makan aja di meja kerja. Padahal gak ada salahnya juga berhenti sejenak melihat suasana lain. Asal jangan kebablasan aja sih. 

2. Tahu Batas

Ketahui batas kemampuan tubuh dan pikiran kita. Jangan memaksakan untuk menyelesaikan pekerjaan karena mengejar waktu. Pekerjaan gak selesai malah kita yang K.O duluan. Untuk itu perlu untuk tetap fokus pada satu titik. Titik itu.. #ehmalahnyanyi . Pengalaman nih, kalau dak mentok banget mending gak usah diteruskan. Kembali ke poin 1, istirahat sebentar aja.

3. Serius tapi Santai

Serius mengerjakan aktivitas memang penting, namun terlalu serius juga gak sehat. Ini nih yang bisa bikin stress. Apalagi kalau sudah ada unsur baper alias bawa perasaan. Jalani dengan santai, jangan lupa tetap tersenyum, tertawa dan bahagia. Asal jangan senyum atau tertawa sendiri. Ntar disangka stress beneran, hehehe.

4. Makan Teratur

Biasanya disaat beban kerja sedang tinggi, ingat makan hanya pada saat perut keroncongan. Ini biasanya makin gak berasa jika sudah mengkonsumsi kopi untuk memboost tenaga. Triknya adalah menyiapkan cemilan sehat di laci meja. Jadi gak perlu nunggu perut meronta minta diisi baru ingat untuk makan. Belajar dari pengalaman, makin lapar makin gak konsen. Mending makan dulu aja.

5. Minum yang Cukup

Di ruangan ber AC seperti di kantor, rasa haus untuk minum apalagi minum air putih jarang dirasakan. Tanpa disadari bisa terkena dehidrasi. Gangguan kesehatan seperti lelah berkepanjangan, sakit kepala, tekanan darah tinggi bahkan rendah bisa menerpa. Selain itu akan sulit mempertahankan fokus. Sebuah studi menemukan, produktivitas karyawan yang mengalami dehidrasi menurun secara signifikan. Kalau dehidrasi cukup parah, kita akan mudah bingung, tak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Wah.. gak asik banget!

Selain itu ada beberapa alternatif minuman yang dapat memberi nutrisi sekaligus menjaga tubuh terhindar dari dehidrasi untuk kita yang gak begitu doyan air putih. Salah satunya adalah air putih dengan madu dan lemon.

Manfaat Madu dan Lemon Bagi Tubuh 


Menurut sebuah artikel yang dilansir dari lifehack.org, air putih yang ditambahkan madu dan perasaan lemon itu ternyata memberi banyak manfaat bagi tubuh. Beberapa diantaranya adalah:

1. Membuat Kulit Jadi Lebih Sehat

Vitamin C dalam lemon dapat membangun kolagen pada tubuh, jaringan ikat penting yang membuat kulit tetap kencang dan tampak muda. Sedangkan Madu memiliki banyak senyawa yang membantu melembabkan kulit dari dalam. Hasilnya adalah kulit yang sehat dan awet muda. Asik!

2. Melancarkan Pencernaan

Lemon kaya akan pektin, suatu zat yang bertindak sebagai semacam scrubber di usus, mendorong gerakan usus untuk membantu membuang tubuh limbah dan membuat seluruh proses pencernaan lebih efisien. Pembuangan lancar, rasanya nyaman kan?

3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C dalam lemon dan kekayaan mineral dalam madu dapat membantu memperkuat kekebalan tubuh. Ini dia yang membuat tubuh lebih mudah melawan bakteri, virus dan kuman lain yang dapat membuat sakit. Madu juga memiliki sifat antimikroba alami untuk membuat badan tetap sehat. Kurang tidur, makan tidak teratur, tekanan akibat pekerjaan yang membuat kita rentan drop, bisa dilawan deh!

4. Mendetoks Tubuh

Dalam udara yang kita hirup, minuman dan makanan yang kita konsumsi, seringkali kita terpapar berbagai macam bahan kimia dan racun. Untuk itu tubuh butuh meningkatkan pertahanan alamiahnya terhadap toxic dan polusi tersebut. Madu dan lemon dapat membantu tubuh untuk melakukannya karena lemon meningkatkan fungsi hati untuk membantu detoksifikasi tubuh. Sementara madu memiliki sifat antimikroba dan antiseptik alami.

5. Membantu Mengurangi Stress

Madu dan lemon memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasinya membantu melindungi otot-otot jantung dari peradangan dan bentuk-bentuk stres lainnya. Paling tidak bisa membantu jantung untuk tidak bekerja terlalu keras.

Minum Air Madu Lemon adalah Pilihan yang  Tepat 

Gimana caranya membuat minuman Air Madu Lemon yang tepat? Gak sulit, kok! Setiap pagi pun bisa kita lakukan sendiri. Cukup tambahkan perasan satu setengah lemon dan 1 sendok teh madu ke segelas air hangat, aduk bersama dan minum. Katanya sih paling efektif jika diminum pagi hari sebelum sarapan.

Tapi kalau aktivitas sedang banyak-banyaknya, boro-boro ya bikin sendiri di pagi hari. Ada juga harus buru-buru ke kantor, sampai di kantor juga gak sempat lagi mau meras-meras lemon segala. Kalau aku sih, lebih memilih untuk menyiapkan Natsbee Honey Lemon di meja kerja. 

Natsbee Honey Lemon, Minuman Madu Lemon, Bersihkan Hari Aktifmu 

Jadi gini loh ceritanya, sepulang dari pemeriksaan rumah sakit saya kan dianjurkan banyak minum air putih tuh sama dokter. Minum madu juga mba, kata mba-mba Apotiknya. Dasar saya tuh orangnya gak suka yang manis-manis, malah kepikiran untuk minum madu dan lemon aja. Eh, pas mampir ke mart malah ketemu ini dong! Nastbee Honey Lemon.

Manfaat Madu Lemon

Selain memang butuh minuman madu lemon, saya juga penasaran  dengan Natsbee Honey Lemon ini karena postingan-postingan di Instagram. Kedua, pas saya ke mart itu lagi ada promo. Hanya nambah 1000 rupiah dari harga botol pertama, sudah boleh bawa pulang dua botol. Lumayan banget buat anak kost. Lebih praktis kalau gak sempat meras lemon sendiri atau madu di rumah stoknya kosong.

Ketika saya coba, alhamdulillah rasanya pas dengan selera. Tidak terlalu manis, tapi juga gak kecut. Untuk yang gak doyan manis seperti saya dan orang yang gak kuat maagnya dengan yang kecut-kecut, Natsbee Honey Lemon ini pas buat kamu. Rasanya menyegarkan dan ringan di lidah. Paling penting, sudah bersertifikat HALAL.

Menariknya,  Natsbee Honey Lemon ini mengandung banyak manfaat loh,  untuk kita yang aktif. 

Madu Lemon


Nah itu dia, tips #AsikTanpaToxic Agar Tak Gampang Ngedrop dan Stress Gara-Gara Kerjaan ala saya based on pengalaman selama didera kesibukan selama bulan Agustus ini. Mudah-mudahan gak menimpa kamu ya gengs. Semoga tipsnya bermanfaat dan bisa kamu terapkan dalam aktivitas kamu sehari-hari. Semangat!! 

Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening

Salah satu tren dalam urusan kecantikan kita saat ini adalah ‘Micellar Water’. Produk yang satu ini emang lagi naik daun karena kepraktisannya dalam membersihkan make up yang nempel di kulit wajah kita.  Cukup tuang beberapa tetes di kapas pembersih lalu usap deh ke wajah kita, cling aja sudah! 

Awalnya Micellar water diciptakan pertama kali pada awal tahun 90-an di Paris, Perancis. Saat itu di kota Paris kodisi air kurang begitu bagus karena terkontaminasi oleh kandungan korosif. Akibatnya berdampak buruk bagi kesehatan tubuh maupun kulit.  Sebagai pusat mode dunia gak mau lah orang-orang di Paris tampak butek, kan? Makanya para ilmuwan di sana berusaha menemukan cara yang dapat menggantikan manfaat air dengan komposisi yang serupa.  Jadi deh Micellar Water itcuu..  

Makin ke sini makin beragam aja nih produsen kecantikan menawarkan produk Micellar Waternya, tidak terkecuali Ovale. Brand yang satu ini sejak awal memang sudah ngehitz duluan dengan produk pembersih wajah sekali usapnya di jaman produk lain masih menawarkan produk pembersih wajah dua langkah (cleanser + toner). Kali ini aku berkesempatan mencoba produk Micellar Water terbaru dari Ovale yaitu : Ovale Micellar Cleansing Water Brightening yang bisa digunakan tidak hanya untuk mengangkat make up pada wajah, mata dan bibir kamu tapi juga bisa mencerahkan kulit wajah juga loh. Sip, jadi penasaran pengen nyoba. Let’s try it! 

Review Ovale Micellar Cleansing Water Brightening Make Up Remover 




Brand: Ovale
Nama: Micellar Cleansing Water
Varian: Brightening
Harga: Rp.40.000 (di drug store)
Ukuran: 200mL
Produksi: PT. Kino Indonesia
Ovale Micellar Cleansing Water Brightening teruji secara hypoallergenic dan dermatologis yang efektif membersihkan kotoran dan sisa makeup pada wajah, area mata, dan bibir tanpa perlu dibilas. Kulit terasa lembut dan segar. Diperkaya dengan Ekstrak Magnolia yang membantu mencerahkan kulit wajah
Kelebihan :  fragance free dan alcohol free dan teruji secara hypoallergenic dan dermatologis



Oke, sekarang mari direview!

Packaging :




Aku suka packing Ovale Micellar Cleansing Water Brightening ini karena mudah digenggam dan muat di beauty pouch. Memudahkan banget untuk aku yang kerap dinas luar kantor dan suka traveling ini. Packingnya meskipun simple tapi gak berkesan murahan dan yang paling penting tetap menjaga isinya agar gak gampang tumpah. Meski begitu, tutupnya tetap gampang dibuka kok meski dengan ujung kuku sekalipun. Tambahan, Warna pinknya aku suka. 

Penggunaan


Aku pertama kali mencoba produk Ovale Micellar Cleansing Water Brightening ini sepulang dari suatu event yang membuat aku harus dandan lengkap. Sesuai cara pakainya aku menuangkan Ovale Micellar Cleansing Water Brightening pada kapas. Tekstur dan warnanya mirip air, bening namun tercium bau yang berasal dari ekstrak magnolianya yg memang mungkin belum familiar bagi semua orang.  Gak mengganggu banget sih, kecuali kamu sengaja ngendus-endusin. 

Selanjutnya aku mencoba membersihkan makeup mulai dari mata, kulit wajah dan bibir. Saat itu yang aku gunakan adalah make up waterproof untuk mata dan lipstik matte yang biasanya susah hilang (seperti bekas kenangan mantan kamu). Untuk wajah aku menggunakan pelembab, foundation, dan BB Cake Powder.




Kapas pertama :  berhasil mengangkat foundation, eye shadow dan bedak.  Sedangkan Eye shadow, eyeliner, maskara belum terhapus sepenuhnya. 




Kapas Kedua : Lipstick dan eyeliner masih menyisakan jejak dan menyisakan sedikit maskara. 






Kapas Ketiga : Eyeliner dan lipstick matte  terhapus seluruhnya. 




Kapas keempat : Pembersihan menyeluruh untuk hasil yang lebih sempurna. 




Tadaaaa.. Bersih!! 




Simpulan

Aku perlu empat kapas hingga kembali bareface karena aku gak mau ada make up setitik pun tertinggal di wajah. Aku extra usaha untuk menghapus lipstick matte dan maskara, namun hasil akhir tidak mengecewakan. Kulit bersih namun tidak berasa kering seperti ketika dibersihkan dengan menggunakan sabun wajah. Memang agak berasa sedikit lengket, ini sepertinya untuk melembabkan kulit wajah kita, gengs! So you don’t have to worry about that. Harganya juga cukup terjangkau. Ukuran 200 ml hanya Rp.40.000. Worth to buy! 




Aku menggunakan Ovale Micellar Cleansing Water Brightening ini lagi berhari-hari kemudian sebelum dan sesudah dandan Sampai sekarang tersisa setengah botol karena ponakanku yang berumur 17 tahun juga ikutan menggunakannya. Kulitku alhamdulillah gak jerawatan, tidak pula brutusan.  Untuk bagian ‘brightening’nya sendiri, namanya juga mencerahkan ya.. bukan untuk memutihkan. Wajah terlihat cukup cerah dan gak kusam, itu yang utama. . 

Nah, untuk kamu yang perlu produk Micellar Water hasil maksimal dengan harga terjangkau, aku yakin kamu bakal suka dengan produk ini. Gimana, kamu tertarik gak mencoba produk ini? Yuk, share pengalaman kamu menggunakan produk Ovale Micellar Cleansing Water Brightening di kolom komen. 

Blogger atau Wordpress, Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan yang paling sering saya temui jika seseorang sudah mulai tertarik ngeblog adalah "Bagusnya pakai apa nih, Blogspot atau Wordpress?" Apalagi untuk rookie blogger (tsah.. kayak idol aja ada rookie nya) yang ingin serius ngeblog menentukan platform seperti menentukan mau ngekost di mana. Gampang aja sih kalau mau pindah, tapi kalau sudah ditata segala rupa kan males banget pindahan lagi ( hehehe.. analogi anak kost). 

Pertama-tama, kita bahas sedikit mengenai sejarah dua platform ini sebelum kita melakukan perbandingan terhadap biaya, desain, fitur dan pendukung lainnya.   




Blogger 


Blogger lahir pada 23 Agustus 1999 sebagai layanan penerbitan blog di Pyra Labs, yang merupakan raksasa mesin pencari, Google,  pada tahun 2003. Sejak itu, Blogger telah tumbuh dengan pesat seiring pertumbuhan Google sebagai mesin pencari. 

Dalam bentuknya yang paling dasar, Blogger adalah layanan blogging gratis seperti WordPress.com, yang membantu Anda membuat blog di subdomain seperti namaanda.blogspot.com. Misal, blog pertama saya di Blogger adalah : http://bittersweet-me.blogspot.com . Loh, katanya Blogger kok domainnya blogspot? Yang bener yang mana nih? 

Sebenarnya gak perlu terlalu dipermasalahkan sih  tentang nama domain blogspot.com, Blogger dan Blogspot hanyalah sinonim untuk layanan blogging Google. Meskipun pada akhirnya lebih banyak yang menyebut blogspot sebagai platform dan Blogger sebagai orang yang ngeblog. It doesn't matter. Ini sama saja nyebut merk A*ua saat mesan air mineral walaupun kemudian yang dianterin ntar merk lain. Hehehe.

Untuk membuat blog di Blogger hanya memerlukan email gmail (Google Mail). Dalam satu menit, dan tanpa mengeluarkan sepeser pun, kita bisa meluncurkan blog sederhana di Blogger dan mulai berbagai konten sesuai keinginan kamu.  Tapi karena Blogger adalah milik Google, artinya pengguna harus mematuhi kebijakan konten dan persyaratan layanan (TOS) mereka. 

Ekstrimnya sih seperti ini, situs blogger pengguna bisa 'ditenggelamkan' Google ketika pengguna melanggar TOS atau kebijakan Google apa pun, baik itu disengaja atau tidak. Kalau kamu punya niat jelek misalnya ngespamm atau yang lebih parah nyebarin hoax, meneror atau niat jahat lainnya Google gak segan-segan ngeblocked bahkan menghapus blog kamu. Namun jika sesuai aturan dan memiliki niat yang baik tentu saja tidak masalah. Lagian ngapain juga sih buat blog yang aneh-aneh, ya gak?

Wordpress 

Berbeda dengan Blogger, awalnya WordPress dimulai pada 24 Januari 2003 oleh Matt Mullenweg yang memutuskan untuk membeli b2 / cafelog untuk mengakomodasi kebutuhan blogging-nya. Empat bulan kemudian pada tanggal 27 Mei, Matt dan kontributor lainnya merilis versi pertama WordPress. 

Sama dengan Blogger, untuk mendapatkan subdomain blog di Wordpress sangat mudah. Setelah memiliki blog di Wordpress, pengguna dapat membangun situs apa pun yang diinginkan. Bedanya adalah WordPress menawarkan kendali mutlak atas situs web dan konten pada pengguna. Kita yang memiliki konten kita sendiri, dan tidak ada yang dapat melarang atau menghapus situs kita.

Blogger atau Wordpress, Mana yang Lebih Baik? 

Banyak pengguna menyukai Blogger karena ada lebih sedikit gangguan teknis, dan banyak pengguna menyukai WordPress karena kekuatan dan fiturnya yang meningkat. Khususnya templatesnya banyak yang lucu-lucu. Gak seperti Blogger yang lempeng... aja gak banyak perubahan (hiks).  Tentu saja, untuk menentukan kamu lebih sreg sama yang mana gak cuma hanya sekedar dengerin apa kata orang karena preferensi dan selera tiap blogger tuh beda-beda. 

Sebagai pengguna dua platform ini saya melihatnya seperti ini : 

Pro and Con Blogger 

Platform Blogger (alias BlogSpot) sangat berguna ketika kita hanya ingin memulai sebuah blog untuk berbagi pemikiran kita saja. Saat kita tidak ngeblog untuk uang, atau kamu memerlukan platform sederhana yang tidak memerlukan pengetahuan teknis, BlogSpot benar-benar pilihan yang tepat (duh kayak kata mba-mba di kedai Pizza ya?). 

Meskipun ada banyak keterbatasan dalam hal fungsionalitas seperti templates bawaan yang gitu-gitu aja, saya pikir kalau buat tulisan sederhana aja sih gak masalah ya. Banyak kok contoh blog yang isinya menarik dan berbasis blogspot. Contohnya blog A Cup Of Tea nya Gita Savitri. Isinya menarik meskipun templatesnya ngambil bawaan Wordpress. Conten is the king, but tampilan juga harus menarik dong.. 

Pada saat yang sama, jika kamu ngeblog untuk uang, membangun otoritas, atau untuk personal branding, Blogger bukanlah pilihan ideal. Ini karena kontrol kita terbatas pada visibilitas di mesin pencari, dan ketika kamu ingin menambahkan fitur baru pilihannya menjadi terbatas. 

Bagaimana dengan SEO? Setelah membaca berkali-kali postingan master-master SEO, kesimpulan saya meskipun Blogger adalah produk Google yang berarti memberikan lebih banyak manfaat SEO, ternyata tidak sepenuhnya benar. Mau kita menggunakan WordPress, Blogger, atau platform lainnya, SEO ditentukan oleh cara kita mengkonfigurasi situs agar dapat didetect oleh  mesin pencari. CMIIW. 

Singkatnya, kalau kamu membuat blog tanpa alasan lain selain ingin menulis, ya sudah pakai Blogger aja. Cara membuat blognya pun cukup sign up dengan menggunakan email gmail, tentukan nama subdomain, pilih template dan voila! Jadi deh. Namun untuk menghasilkan uang atau menciptakan dampak jangka panjang, mungkin kamu bisa melirik platform WordPress. 

Pro and Con Wordpress

Berbeda dengan Blogger, Wordpress memberi kontrol penuh atas blog kamu, dan kamu bisa secara teknis melakukan apa pun yang kamu mau. Kamu menghosting file kamu sendiri, dapat mendesainnya sesuka kamu, dan dapat menggunakannya untuk tujuan apa pun (pribadi atau profesional). 

Kamu juga mendapatkan kontrol penuh atas SEO termasuk menambahkan plugin SEO untuk membuat blog Anda lebih SEO friendly. Pokoknya WordPress itu ibarat ibu kos yang membiarkan kamu melakukan semua yang kamu pengen lakukan.

Tetapi pada saat yang sama, kita terpaksa perlu mengelola blog kita sendiri. kamu perlu menginstal WordPress di server sendiri dan hal-hal teknis lainnya. Tampak ribet namun tidak perlu khawatir karena pada komunitas WordPress dukungan untuk mempelajari semuanya dalam waktu singkat itu tersedia. Jika kamu berencana untuk membuat blog untuk menghasilkan uang, sebaiknya gunakan blog WordPress yang dihosting sendiri. 

Cara membuat blog di Wordpress pun sama mudahnya dengan membuat blog di Blogger. Email yang digunakan pun gak harus gmail, apapun boleh. Lebih lengkapnya bisa kamu baca di hostinger.co.id/tutorial/cara-membuat-blog-di-wordpress/ sekalian bisa lirik-lirik gimana ngehost blog Wordpress kamu. 

Kesimpulannya... 


Jika kamu seorang penulis yang ingin menjadi blogger hanya untuk sekedar hobby, Blogger adalah pilihan terbaik untuk kamu. Sementara kalau kamu pengen menjadikan aktivitas blogging lebih serius, mempertimbangkan memiliki blog di Wordpress mungkin lebih baik. Apalagi jika ingin memiliki domain blog sendiri dengan nama yang kamu sukai. Fiturnya pun lebih banyak, kontenmu pun bisa lebih menarik. 

Bukan berarti blog yang berbasis Blogger tidak bisa dijadikan domain sendiri. Bisa aja. Blog saya ini salah satu contohnya. Hanya saja yah itu, sedikit banyak ada beberapa hal yang menurut saya sudah bikin saya nyaman di Blogger. Meskipun kalau lihat blog temen-temen lain yang berbasis Wordpress pengen dipindahin juga sih.. Hehehe.. (dasar labil!). 

Nah, makanya mudah-mudahan postingan ini bisa memberi kamu sedikit pencerahan ya milih 'rumah' yang tepat buat blog kamu. Blogger atau Wordpress, menurut kamu mana yang lebih baik? Share di kolom komen ya!