Resep Masakan Rumah Khas Ramadhan : Sup Pangsit Udang Wonton So Good

Makin dekat lebaran, rasanya makin gak pengen berpisah dengan Ramadhan. Maunya dipepet terus, biar dapat barokahnya. Selain lebih giat tadarusan dam sholat malam, berkah Ramadhan itu ada pada sahur. Sayangnya banyak yang ngeskip sahur atau malah memajukan sahur dengan alasan ngantuk atau males nyiapin sahur.

Bisa beli sih, tinggal minta delivery aja kan? Tapi sahur di penghujung Ramadhan itu enaknya buat sendiri aja, gengs. Selain lebih sehat, ketika disantap bersama keluarga lebih berasa kebersamaannya. Apalagi sudah pada mudik kan ya? Seperti saya nih, sudah balik ke Makassar. Alhamdulillah... 

Nah, supaya bisa lebih fokus beribadah di sepertiga malam, mending nyiapin sahur yang gampang-gampang aja deh. Prinsip saya, masak itu jangan dibuat ribet dan maksimalkan apa yang ada di dapur dan di kulkas. Seperti hari ini, di freezer ternyata ada So Good Pangsit Udang Shrimp Wonton Instant. Semacam enak nih dibuat sup ala-ala suki gitu. Sayangnya di kulkas hanya ada Wortel dan Kacang Panjang. Hikkss.. aku sedih. 

Tapi jangan khawatir, syukuri apa yang ada dan jangan mengharap yang bukan rejeki anda, kata pak ustad mesjid sebelah. Mending dimaksimalkan aja lah menjadi Sup Pangsit Udang So Good ala Vita Masli. Aye! 



Sedikit cerita sebelum masuk ke bahan dan cara masak tentang Pangsit Udang alias Wonton ini. Pangsit atau Wonton ini adalah sejenis dimsum yang terbuat dari lembaran kulit pangsit yang diisi dengan daging cincang. Pangsit ini aslinya dari China, awalnya berisi daging babi. Namun begitu masuk ke Indonesia yang mayoritas muslim, Pangsit atau Wonton ini pun sudah mulai beragam isinya. Isiannya bisa ayam, sayuran atau udang. Biasanya diolah dengan cara direbus atau digoreng, bisa sebagai pelengkap bakso atau direbus bersama sayuran berkuah. Bikin sendiri bisa, beli jadi juga ada. 

Alhamdulillah ya, sekarang ada Pangsit isi Udang instan yang membantu banget khususnya buat saya yang kurang telaten dan pengen cepat saja ini. Tinggal cuz ke supermarket atau mart terdekat, dapat deh So Good Pangsit Udang Shrimp Wonton Instant. Gak perlu repot juga dengan bumbunya, karena tersedia bumbu di dalam kemasannya. Paling penting, produk So Good ini HALAL dari MUI dan dari segi kesehatan juga aman karena lulus uji BPOM. Aman lah, insya Allah.

Resep Masakan Rumah Khas Ramadhan : Sup Pangsit Udang Wonton So Good 

Waktu Pembuatan : 30 Menit 
Porsi : 3 - 4 orang 

Bahan : 

1 Bungkus So Good Pangsit Udang Shrimp Wonton Instant
1 Ikat Kacang Panjang 
1 Buah Wortel 
400 ml air untuk merebus 



Cara Membuat : 
  1. Kupas Wortel dan potong dadu, cuci bersih dan tiriskan. 
  2. Potong-potong Kacang Panjang, cuci bersih dan tiriskan. 
  3. Didihkan air 
  4. Rebus Wortel terlebih dahulu hingga matang lalu masukkan Kacang Panjang. Rebus hingga layu. 
  5. Masukkan So Good Pangsit Udang Shrimp Wonton Instant dan rebus hingga 3 menit. 
  6. Matikan api dan dinginkan sebentar 
  7. Masukkan bumbu yang terdapat dalam kemasan So Good Pangsit Udang Shrimp Wonton Instant.
  8. Sup Pangsit Udang Wonton So Good siap dihidangkan. 



Lumayan banget nih disantap hangat-hangat dengan nasi di sahur kali ini. Boleh juga sih untuk opsi menu buka puasa. Sesuka kamu aja. Kuahnya ngingetin banget kuah suki Wonton. Buat kamu yang suka pedes, boleh tambahin bubuk cabe. Buat saya sendiri, cukup nambah perasan jeruk nipis biar makin seger.

Mudah-mudahan resep masakan rumah khas Ramadhan : Sup Pangsit Udang Wonton So Good ini bisa menjadi salah satu opsi kamu untuk sahur dan berbuka puasa. Kalau kamu gimana, suka Wonton juga gak? Selain Wonton Soup Pangsit Udang Kuah, varian lain dari series So Good siap masak adalah Chicken Nugget, Chicken Cuts, Bakso Sapi Kuah dan Premium Chicken Sausage. Lebih banyak pilihan untuk berkreasi. Kamu lebih suka yang mana? Ceritain di kolom komentar ya, gaes!



Selamat masak dan selamat menikmati. 

Resep Masakan Rumah Khas Ramadhan : Pecel Bakso Tahu


Seperti yang kemarin-kemarin saya ceritakan di postingan terdahulu, sudah dua bulan ini aku jadi anak kost. Jauh dari rumah, kerjaan di kantor juga lebih banyak dibanding sebelumnya, membuat saya harus lebih kreatif dalam menentukan pilihan makanan. 

Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini. Maunya sih gak pake ribet, biar lebih fokus ke ibadah. Tapi gak mau juga beli makanan jadi melulu. Gak mau keseringan juga makan masakan instan. Pengen makan masakan sehat sesuai selera. Mau gak mau ya harus masak sendiri meskipun gak jago-jago banget.  

Kebetulan, saya suka makan sayuran. Selain sehat untuk pencernaan, juga bagus buat kulit. Olahan sayuran kan banyak banget ya, mulai di buatin kuah, ditumis, tapi saya lebih suka kalau direbus biasa aja semacam Pecel, Gado-Gado atau Karedok. Praktis aja sih menurut saya, karena sayurannya tinggal direbus sebentar di air mendidih, diangkat, ditiriskan, terus disiram bumbu kacang deh.


Nah, sebenarnya saya tuh punya penjual Pecel langganan di Makassar. Biasanya, temen si Pecel daging empal dengan bumbu khas Jawa Timuran. Disantap dengan nasi putih hangat, mantaapp tenan.. Sayangnya, ketika saya ditugaskan di Mamuju, gak ada cabangnya. Memang sih ada penjual Pecel yang katanya ngehitz banget, tapi rasanya gak sama dengan rasa yang pernah ada. #eh

Baca juga : Hello, Mamuju!

Akhirnya saya memutuskan daripada saya ngeces aja mending saya buat sendiri Pecelnya untuk menu berbuka puasa. Lupakan empal daging! Saya gak mungkin bela-belain beli daging di pasar sekilo ( sekedar info, beli daging di pasar Mamuju minimal sekilo. Gak ada itu beli seperempat aja.) demi sepotong dua potong empal. Mending ganti aja dengan Bakso Tahu. 

Kenapa Bakso? Ya karena lebih mudah mendapatkan Bakso Kuah Instant So Good di mart dekat kos an. Praktis, enak pula. Saya suka banget beli ini kalau lagi pengen makan bakso tapi males ke mana-mana. Sudah gitu, produk So Good ini HALAL oleh MUI dan juga lulus uji BPOM. Insya Allah aman untuk semua. Sementara Tahu, selain mudah ditemui di lapak-lapak sayur dekat kost an, bukankah Bakso dan Tahu adalah jodoh tak terpisahkan?

Resep Masakan Rumah Khas Ramadhan :  Pecel Bakso Tahu

Bahan :
1 Ikat Bayam
1 Ikat Kangkung
Segenggam Tauge
3 Potong Tahu
1 Bungkus Bumbu Pecel Instant
1 Bungkus Bakso Kuah Instant Sapi So Good
5 sdm Terigu
Minyak Goreng secukupnya
Air secukupnya. 



Cara Membuat 
  1.  Cuci bersih Bayam, Kangkung, Tauge Potong-potong sesuai selera.
  2.  Belah dua (atau empat, sesuai keinginan saja) Bakso Kuah Instant Sapi So Good.
  3. Panaskan air hingga mendidih, masukkan Bakso, Tauge, Kangkung dan Bayam. Rebus sekitar 3 menit lalu tiriskan.   
  4. Cuci bersih Tahu dan potong sesuai ukuran Bakso. Sisipkan Bakso yang telah dipotong tadi ke dalam Tahu.
  5. Campurkan terigu dengan bumbu Bakso Kuah Instant Sapi So Good, aduk merata dengan air secukupnya.
  6. Lumurkan Tahu isi Bakso tadi dengan adonan terigu berbumbu Bakso Kuah Instant Sapi So Good hingga merata.  
  7. Panaskan minyak goreng.
  8. Goreng Tahu isi Bakso hingga matang dan kekuningan. Angkat dan tiriskan.
  9. Haluskan bumbu pecel instant dengan menambahkan air panas sedikit demi sedikit hingga didapatkan kekentalan yang diinginkan.
  10. Siram bumbu pecel ke atas rebusan Bayam, Kangkung, Tauge, Bakso dan Tahu Goreng isi Bakso So Good.

Gampang banget kan ya? Waktu pengerjaan juga gak begitu lama, hanya sejam. Untuk kamu yang sudah lebih mahir dari saya bisa jadi malah lebih cepat dan penampakannya bisa lebih ‘Wow’ dibanding hasil buatan saya. 



Namun yang jelas, makanan itu harus enak di lidah dan bikin puas yang makan. Alhamdulilah, Bakso Kuah Instant Sapi So Good yang digandeng dengan Tahu ini melengkapi rasa Pecel. Semacam makan Pecel dengan Batagor, perpaduan Jawa Timur dan Jawa Barat yang dibuat oleh orang Makassar Sulawesi Selatan dan disantap di tanah seberang, Mamuju Sulawesi Barat. Hihihi.. duh berasa  Bhineka Tunggal Ika. 



Mudah-mudahan Resep Menu Praktis Ramadhan Pecel Bakso Tahu ini bisa membantu kamu yang pengen berbuka puasa dengan menu rumahan yang gak ribet dan enak. Selain Bakso, varian lain dari series So Good siap masak adalah Chicken Nugget, Chicken Cuts, Wonton Soup Pangsit Udang Kuah dan Premium Chicken Sausage. Bisa jadi malah ada inspirasi lain dari kalian nih, yang bisa dishare. Boleh dong, dibagi di kolom komentar. 



Selamat memasak dan selamat menikmati.

Begini Cara Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah


Setelah sebulan mutasi di Mamuju, di akhir bulan April saya ditugaskan ke Jakarta demi menempuh diklat Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh LKPP sekaligus ngambil ujian sertifikasinya. Excited? Yes! Entah kenapa saya suka sekali dengan belajar entah itu namanya kuliah, diklat atau sekedar workshop. 'Jeleknya' lagi, saya suka banget ujian. It's like challenging myself of how good I am to comprehend the study.  Weird, isn't it? 

Baca juga : Hello, Mamuju! 

So, ketika akhirnya saya didaftarkan untuk mengikuti diklat sekaligus ujian sertifikasi ini, I was super excited. Yes, I was a little bit worry whether I can pass the exam, secara sudah sangat sangat bukan rahasia lagi kalau ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah itu susaaaahhh banget lulusnya. There's just a little chance that first time taker like me can pass the exam. It's possible though, but it's rarely happen. Terkadang harus ikut ujian dua tiga kali (bahkan denger-denger ada yang sampai tujuh kali) baru akhirnya lulus. Wow! Segitunya... 

Belum lagi ‘beban’ harus lulus secara di kantor saya yang baru ini belum ada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PP ( Pejabat Pengadaan). Untuk jadi PPK atau PP harus lulus ujian sertifikasi PBJP tingkat dasar. Nantinya PPK atau PP ini harus tersertifikasi kompetisi paling lambat 2023. Jika tidak, gak bisa jadi PPK atau PP lagi. Untuk ikut bersertifikasi kompetisi, harus lulus ujian sertifikasi tingkat dasar dulu nih.



Anyway, jika kamu belum tahu apa sih sebenarnya sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan mengapa itu menjadi penting di pemerintahan, let me tell you the brief. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) adalah kegiatan pengadaan barang/jasa oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD, pinjaman dalam negeri dan luar negeri serta  hibah.

Tujuannya untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam operasi sehari-hari sekaligus juga investasi. Selain itu PBJP ini dilaksanakan untuk menyediakan layanan masyarakat (publik) baik yang bersifat strategis, taktis dan operasioanl. Contoh paling gampang deh yang bisa kita lihat di mana aja : Pembangunan fasilitas jalan dan jembatan, pembangunan sarana pendidikan, penyediaan layanan kesehatan, penjagaan keamanan masyarakat dan sebagainya.

Di luar itu, di masing-masing K/L/PD tentu membutuhkan infrastruktur dan sarana untuk mendukung kinerja pegawai demi pelayanan kepada publik. Misalnya pengadaan gedung, ruang kerja, toilet, perangkat komputer, kursi meja kerja, lemari cabinet, mesin antrian, brankas sampai ATK asalkan dananya berasal dari APBN/APBD/pinjaman DL&LN/hibah, termasuk dalam PBJP. Pokoknya segala pembelian barang, jasa dan pekerjaan yang berkaitan dengan pemerintah untuk kemaslahatan publik, deh!

Lalu kenapa juga PBJP itu harus diatur? Kenapa orang-orang yang bertanggungjawab dalam PBJP itu harus tersertifikasi? Kalau belanja mah belanja aja kan ya? Ibu-ibu di rumah keknya gak perlu ikut diklat apalagi dimintai keterangan lulus sertifikasi sama calon mertua sebelum menikah. Rumah tangga juga kan punya Pengadaan Barang dan Jasa juga kan yee.. ?

*Iye kali, Vit.. *

Kalau kata mentor aku nih, PBJP ini perlu diatur karena semakin hari semakin kompleks dan nilainya semakin membesar tiap tahun. Kondisi pasar dan lingkungan bisnis juga berkembang pesat, sangat berbeda dengan kondisi lima atau sepuluh tahun lalu. Indonesia kan harus makin maju, yes? Makanya untuk menjawab tantangan tersebut pengadaan pemerintah diharapkan dapat menjadi instrument pembangunan. Caranya? Diatur di Perpres nomer 16 tahun 2018 yang mulai berlaku per tanggal 16 Maret 2018.

Sebelumnya kan ada Perpres 54 tahun 2010, which is soooo ribet banget  karena pasalnya banyak banget. Beruntungnya saya karena pas ikut diklat PBJP, Perpres nomer 16 tahun 2018 sudah wajib diberlakukan. Perpres 16/2018 ini menurut saya lebih ringkas, memanfaatkan teknologi sebagai media agar pengadaan lebih efisien dan mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Artinya pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah nantinya diharapkan lebih efektif, ramah lingkungan dan lebih ‘bersih’ dalam pelaksanaannya.

Nah, saya bersama 40 rekan lainnya dari seluruh Indonesia kebetulan menjadi peserta diklat angkatan II sejak Perpres 16/2018 ini berlaku. Masih fresh. Pesertanya kebanyakan dari bagian Umum (seperti saya) atau sub bagian Perlengkapan yang kalau di swasta biasanya dikenal sebagai divisi General Affair dan sub divisi Procurrement, karena memang bagian ini lah yang tugasnya melakukan pengadaan di kantor. Namun ada juga yang nyelip satu dua orang dari bagian Teknik dan bagian lainnya. Biasanya ini karena di kantor mereka sudah ada PPK/PP tersertifikasi namun mereka dijadikan sebagai cadangan PPK/PP. Siapa tahu PPK/PP nya mutasi atau pensiun.

Diklat PJPB yang diadakan oleh LKPP ini berlangsung selama lima hari. Tiga hari pertama diisi materi tentang Perpres 16/2018, hari keempat digunakan untuk review dan try out dan satu hari terakhir untuk ujian sertifikasi. Selama empat hari kami bermain dan belajar (majalah Bobo kali ah!) dengan Perpres 16/2018, dalam artian walaupun dijalani dengan serius gak lupa ada becanda-becandanya juga (and coffee break tentu saja!).

Selama empat hari itu juga saya harap-harap cemas, bisa lulus gak ya? Pulang ke asrama maunya belajar, yang ada malah jalan ketemu teman-teman. Padahal sudah niat  baca Perpres 16/2018 dari awal sampai akhir sekali aja. Tetap aja begitu kelas selesai, agenda meet up dengan teman-teman di Jakarta berderet sudah. Pulangnya cape, ngobrol sama teman sekamar,  tidur deh!

Tapi dasarnya saya orangnya gak enakan sama buku (haha pencitraan banget), akhirnya saya baca deh tuh Perpres 16/2018 dicicil sambil dikasi tanda-tanda pake post it setelah sholat Subuh. My mind work better emang di jam-jam itu. Sisanya di kelas saya perhatiin deh tuh bener-bener pematerinya ngomong apa (walaupun kadang gue kepikiran juga kapan coffee break). Malam sebelum ujian ketika yang lain belajar, saya malah milih tidur. I chose to rest my mind, biar fresh aja besok. Kebeneran banget untuk ujiannya saya dapat sesi kedua, sekitar pukul 10 pagi. Gak kepagian, gak kesiangan. Perfect!

Dua jam sebelum ujian, saya sudah ada di ruangan sebelah tempat test. Ngapain? Membaca Perpres 16/2018 dari pasal 1 sampai habis dengan khidmat sambil dengerin radio lewat headset. My mind works better when ‘kepepet’. Hahaha. Dasar ya, tipe-tipe deadliner gini susyeeeh..

Ketika setengah jam sebelum tes, peserta tes sesi 1 sudah ada yang selesai dan lulus dengan nilai 200. Wah, langsung tuh ada rasa khawatir,’ lulus gak ya? Gue bisa gak ya? Kalau gak lulus gimana?’ Apalagi dari 20 peserta sesi 1 hanya ada 5 orang yang lulus. Wih.. serem amat! Sadeess.. Pada akhirnya saya menekankan pada diri saya sendiri bahwa tes ini bukan masalah seberapa tinggi skor tapi seberapa paham pada Perpres 16/2018 ini. Toh tujuan pelatihan keahlian tingkat dasar PBJP ini adalah untuk memahami dan atau menjelaskan PBJ pemerintah berdasarkan Perpres 16/2018. Yah walaupun korelasinya, semakin lu paham ya semakin bisa lu jawab soalnya dengan benar, yes? Hehehe.

Anyway, soal ujian sertifikasi PJPB tingkat dasar ini berjumlah 90 dengan waktu 90 menit. Rincian soalnya itu Benar/Salah 25 soal, Pilihan Ganda 55 soal dan Pilihan Ganda (Studi Kasus) 10 soal. Skor nilai untuk Benar/Salah adalah 2 untuk masing-masing jawaban yang benar, 3 untuk Pilihan Ganda dan tertinggi nilai 4 untuk setiap jawaban yang benar pada Pilihan Ganda (Studi Kasus). Total nilai jika benar semua adalah 255. Peserta dinyatakan lulus ujian sertifikasi jika nilainya antara 165 – 255. 

Berbekal doa saya masuk ke ruang ujian, sampai baca ayat kursi segala (I don’t know why, yang keluar dari mulut saya tuh itu. Hahaha!). Intinya saya sudah belajar, mudah-mudaan apa yang saya pahami bisa membuat saya menjawab soal-soal ini dengan benar. Lulus atau enggak, saya serahkan kepada Allah SWT gimana baiknya. Kalau memang baik bagi saya dan bermanfaat buat orang banyak, mudahkanlah kelulusan saya. Kalau pun sekiranya nanti ini hanya jadi mudharat buat saya, mending gak usah lulus aja. Gitu doa saya sebelum ujian. Bismillah, mari kita coba jawab soal!

Ujian sertifikasi PJPB tingkat I ini based on computer dari servernya LKPP. Komputer yang dipakai adalah komputer yang disediakan di ruang test. Masuk ke ruang ujian, peserta hanya boleh membawa 1 copy Perpres 16/2018 dan fotokopian slide materi.  Contoh soal atau contekan digital (istilah salah satu peserta yang pengen memindahkan contoh soal ke dalam bentuk PDF dan membuka di komputer ujian) tidak diperbolehkan. Lagian juga kalau boleh, soal ujian itu jaaaauhhh banget levelnya dari contoh soal yang dibahas di kelas di akhir setiap sesi. 

Mau nyontek digital? Mana bisa, lagian juga mana sempat.  Komputer sudah diset sedemikian rupa hanya bisa mengakses login user (dibagiin sama pengawas ujian) dan kode ujian kita aja. Jadi hanya soal ujian aja yang terpampang nyata di layar PC. Mau nyontek meja sebelah? Sudah pasti kode soalnya beda. Jadi mending fokus dengan soal sendiri dan kalaupun gak tau jawabannya, boleh open Perpres kok. Cuma ya gitu, kalau gak pernah dibaca juga, yah mana tahulah bagian apa di mana, ya kan? 

Alhamdulillah, setelah melewati 60 menit yang cukup menegangkan, selesai juga saya ngejawab 90 soal. Masih tersisa 30 menit, bisa dipakai untuk koreksi ulang atau kalau sudah yakin bisa langsung klik tombol ‘selesai’  di ujung kanan atas. Saya memilih untuk gak buru-buru amat dan ngecek kembali jawaban dari nomer 1 sampai 90 sambil membuka Perpres 16/2018, just to make sure sesuai dengan Perpres atau enggak. 15 menit terakhir, saya sudah pasrah aja tekan tombol ‘selesai’. Lulus, Alhamdulillah. Gak lulus, eh masa sih? Masih ada kesempatan lain lah.

Bagusnya sistem ujian sertifikasi komputerisasi seperti ini adalah, pengumuman lulus enggaknya peserta beserta skornya langsung terpampang nyata saat itu juga setelah peserta menkomfirmasi selesai mengerjakan soal. This is what I got! 



Lega banget. Paling enggak negara gak sia-sia ngeluarin biaya untuk mendiklat kan saya jauh-jauh dan lama pula di Jakarta. Saya memenuhi tugas untuk lulus ujian sertifikasi, saya belajar tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan lebih penting adalah saya berhasil menjawab tantangan yang saya set buat diri saya sendiri. I came, I learnt, I had fun, I succeeded.

TIPS LULUS UJIAN SERTIFIKASI PBJP VERSI Vita

  1. Baca Perpres 16/2018 dari pasal 1 sampai terakhir, at least 1 kali.
  2. Gak usah dihapal. Baca aja untuk dipahami alurnya gimana.
  3. Bikin mind mapnya versi kamu biar lebih ngerti alur Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
  4. Buat tanda dengan post it di kopian Perpres 16/2018 per bab atau bagian sehingga mudah untuk mencari bagian yang diperlukan. Penting nih saat ujian, kan ujiannya open Perpres.
  5. Sebelum ujian berdoa dulu, minta kemudahan. Lulus enggaknya kamu serahkan aja pada Ilahi. Belum tentu juga kan lulus jadi berkah buat kamu dan belum tentu juga gak lulus bikin kamu gak bahagia, Ya kan?
  6. Usahakan menjawab soal yang kamu anggap gampang. Jangan terlalu lama terpaku di satu soal karena mikirin jawabannya. Hello.. ini soal ujian, bukan nungguin gebetan yang sudah ditembak tapi belum ngasih jawaban.
  7. Jawab soal nomer 26 dan seterusnya lebih dahulu. Mulai nomer 26 adalah soal pilihan ganda dan pilihan ganda studi kasus. Poinnya lebih gede dibanding soal benar/salah. Menurut saya harus dikerjakan di awal dengan harapan di awal ujian pikiran masih lebih jernih dalam memilih si a, b, c, atau d yang terbaik ? #eh. Meskipun begitu jangan menganak tirikan soal benar/salah. Meskipun soalnya tampak ringan, butuh kejelian juga dalam menentukan benar atau salah statement yang dikemukakan.
  8. Waktu 90 menit untuk 90 soal. Artinya satu soal estimasinya harus kamu jawab dalam waktu 1 menit. Jika kamu siap, ada kemungkinan 1 soal bisa kamu kerjakan kurang dari 1 menit. Sisa waktu bisa kamu gunakan untuk rechek ulang jawaban kamu.
  9. Jawab semua soal yang ada meskipun harus nebak-nebak (kalau kepepet). Gak ada sistem nilai minus kok. Kata salah satu pemateri di hari terakhir, ‘Siapa tahu ada yang nyangkut, yes?’
  10. Soal-soal tryout atau soal-soal latihan yang biasanya dikerjakan di akhir setiap sesi pelatihan bisa jadi terlihat . Soal ujian yang sebenarnya jaaauhhhh lebih rumit dan menjebak. Meskipun kata teman saya ada soal ujian yang mirip dengan soal latihan, in my case, gak ada sama sekali. Jadi berteman akrab lah dengan Perpres 16/2018.

Peserta dianggap lulus jika nilai diatas 165. So, if your grade is 168, meski tipis tapi kamu sudah berhak lulus. It's ok. Toh skor yang tinggi gak menjamin kamu bakal jadi PPK atau PP. Penunjukan tetap berdasarkan penilain KPA di kantor kamu. 

That’s it! Semoga postingan ini berguna untuk kamu yang ditugaskan mengikuti ujian sertifikasi PBJP. Lumayan jika lulus, gak perlu ujian ulang setiap 2 tahun sekali lagi karena mulai Perpres 16/2018, sertifikasi PBJP berlaku seumur hidup . Aiye!! Bagi yang belum lulus, don’t worry. Semua akan lulus pada waktunya. 

Kamu punya pengalaman atau punya tips lain agar lulus ujian sertifikasi PBJP? Sharing is caring. Put your comment down below. 

Hello, Mamuju!

Long time no see, ya gaes! Harap maklum, sesuatu telah terjadi akhir bulan Maret lalu. Saya di mutasi ke sebuah ibukota provinsi Sulawesi Barat : Mamuju. Untuk kamu yang gak tahu where exactly Mamuju is, coba buka Google Earth deh! Soalnya saya juga gitu, hehehe. Saya tahu sih sebenarnya Mamuju itu dulu awalnya salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Namun semenjak pemekaran provinsi, akhirnya terbentuklah provinsi Sulawesi Barat dengan Mamuju sebagai ibukota provinsinya.

Ngubek-ubek Google dengan harapan dapat postingan blog yang ngebahas Mamuju, ternyata rata-rata postingan teratas malah gak reliable. Padahal buta banget nih soal Mamuju, apalagi tentang rumah, moda transportasi, jalan, tempat nongkrong #eh. There isn't too many information about this city. Pas nemu postingan di blog orang lain, eh itu entry tahun 2012. Walah! Lama amat. I have no idea at all, but still I have to move on. 


Hello, Mamuju! 

Gak pernah kepikiran sekalipun untuk hijrah ke sini. Apa daya tugas negara datang membawa banyaaak sekali keraguan. Terima gak, terima gak. Di terima, jauh dari rumah, Gak diterima, tantangan baru loh ini. Ujung-ujungnya gak ada cara lain selain minta petunjuk dari Allah SWT lewat sholat Istikharah. Gak lupa minta doa restu pertimbangan orangtua dan keluarga. Pada dasarnya mereka mendukung, walaupun bokap gak rela juga ngelepasin anak perempuan satu-satunya yang belum nikah ini ke daerah orang. Ya maklum lah, tanggung jawab masih sama bapak kan kalau anak perempuan belum menikah itu. Meskipun begitu, bapak adalah tipe orang yang faham bahwa anaknya ini tipe wanita karir. Gak betah gak kerja, walaupun gak nolak juga leyeh-leyeh liburan di waktu cuti.

So here I am, after diambil sumpah jabatan di Makassar, saya gak langsung terbang ke Mamuju. Tugas pertama sudah menanti, mengikuti sosialisasi aplikasi Analisis Beban Kerja di Jakarta. Gak lama, cuma dua hari. Setelah itu saya langsung menuju Mamuju. Cuzzzz...

How To Get There 

Ada dua alternatif transportasi menuju Mamuju, yaitu lewat darat dengan kendaraan bermotor dan udara a.k.a naik pesawat. Boleh pakai sepeda? Boleh.. cuma saya gak tau berapa lama kamu bisa kuat bertahan mengayuh sepedanya. Jika kamu dari Makassar dan memilih lewat darat, transportasi umum paling banyak digunakan adalah Bus AC bersuspensi bahkan Sleeper Bus yang menyediakan tempat tidur. Harga tiketnya tergantung penyedia jasa dan fasilitasnya. Kisarannya sekitar 150 rb - 220 rb rupiah.

Jarak Makassar - Mamuju yang cukup jauh, bisa sampai 8 - 10 jam perjalanan (tergantung sopirnya aja sih) membuat Bus untuk rute ini rata-rata seat couch gitu, lengkap dengan bantal dan selimut. Jadi bisa tidur sampai tiba di Mamuju. Lagipula Bus rute Makassar - Mamuju adalah bus malam yang berangkat meninggalkan Makassar sekitar jam 9 malam. Bahkan untuk tipe sleeper bus, ada tempat tidur di bagian belakang. Harganya agak lebih mahal pasti, sekitar 220rb Rupiah.



Bus akan tiba di Terminal Simbuang sekitar jam setengah enam pagi (paling cepat), tapi kalau busnya berlama-lama di terminal, perwakilan bus atau gak diminta-minta deh ada penumpang yang ribet banget dijemput di mana, bisa-bisa nyampainya pukul tujuh bahkan pukul delapan pagi. Bhaaaayy.. absen tepat waktu! Tapi ini biasanya jarang banget kok kejadian.

Alternatif kedua adalah menggunakan pesawat udara. Hanya ada dua perusahaan penerbangan dari Makassar yang memiliki rute ke Mamuju, yaitu Wings Air dan Garuda. Wings Air yang dioperasikan oleh Lion Group terbang 4x sehari sementara Garuda hanya 1x sehari. Harga tiket dari Makassar berkisar 348rb - 700rb dengan waktu tempuh 55 menit.



Saya kebetulan memilih naik Garuda. Kesan pertama saya pada kota ini diawali pada bandaranya, Tampa Padang. Bandara ini termasuk bandara kecil yang hanya bisa menampung pesawat baling-baling atau sekelas jet gitu. Semua rute transit dulu di Makassar untuk ganti pesawat.

Jangan ngarep ruang tunggu atau area kedatangan yang lapang dan luas. Begitu kamu datang, masuk ke ruangan bandara, ambil bagasi dan voilaaa... di depan kamu sudah nunggu deh tuh para penjemput. Yang lebih seru tuh bagian keberangkatan. Kamu jalan ke luar dari bandara menuju pesawat dan di sebelah kiri kamu bisa dadah-dadahan sama pengantar dari tempat parkir. Ringkas.

Bandara Tampa Padang berjarak 27 km dari pusat kota Mamuju. Moda transportasi yang tersedia taksi carteran yang bisa dinego tarifnya atau taksi Bosowa yang jumlahnya gak begitu banyak. Paling aman emang minta jemput sama orang yang sudah dikenal. Waktu itu saya dijemput pakai mobil dinas operasional kantor, jadi gak begitu ribet mikir ke kota mau naik apa. Malah yang bikin aku sempat agak panik adalah ternyata dua operator selular yang aku gunakan tidak ada sinyal di bandara.

Operator seluler yang satu emang belum beroperasi di Sulawesi Barat, sementara operator lainnya gak ada BTSnya di sekitar bandara. Untungnya, seperti yang saya katakan tadi, dari kita ngambil bagasi pun kita sudah bisa ngeliat para penjemput yang nunggu di teras bandara. Sekecil itu bandaranya, yet it's helpful.

Mamuju in My Eyes 


Sepanjang dua bulan saya di Mamuju rutinitas saya, kantor - kos an- kantor - kos an. Paling jalan-jalannya kalau harus ke KPPN atau ke bank. Sesekali melipir sebentar di sela urusan pekerjaan buat beli perintilan di kos an. Kalau gak kerja (even Sabtu meeting juga), saya tugas ke Jakarta atau sekalian balik ke Makassar. Nothing much to see, except pemandangan kota Mamuju dari jalan arteri yang baru aja selesai pembuatannya sebelum saya datang. Tsaah.. gak deng, selesainya bulan Januari tahun ini.



Jalan arteri ini lah semacam jalan terlebar dan terbagus yang menghubungkan pusat perkantoran Gubernur ke daerah pusat kota. Berhubung di Mamuju belum seramai Makassar apalagi Jakarta, jalan arteri ini berasa jalan tol tanpa bayar menurut saya. Bonus, dapat pemandangan keren antara laut dan pegunungan. Sisanya, selamat datang di jalan aspal yang kadang berlubang dan tergenang air.



Kota Mamuju masih bergeliat menjadi kota besar. Ada sih beberapa tempat makan yang dilabelin cafe tapi belum sempat ke sana. Satu, kebanyakan kerjaan. Dua, belum ketemu aja sama yang satu aliran suka nongkrong. Tiga, kayaknya liat dari depan kok tempatnya seperti gak menarik hati ya? Hahaha..

Satu-satunya Mall di kota ini malah baru buka bulan Mei ini. Itu juga masih bertahap, baru Matahari Departemen Store yang beroperasi. Rencananya di Mall Maleo ini akan dibuka Hypermart, Cinemaxx, Sport Station dan yang paling bikin aku senang : Share Tea!  Hahaha.. sesederhana itu kebahagian saya.

Semoga abis lebaran ini, saya punya lebih banyak kesempatan untuk mengeksplore kota Mamuju. Jadi bisa lebih banyak cerita deh tentang kota ini di blog. Mana tahu bisa kubuatin vlognya juga kan.. (Duh, sudah lama gak ngedit). Siapa tahu berguna buat kamu yang pengen traveling atau dimutasi kerjaan juga ke Mamuju (hahahaha.. cari temen!). 

Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi

Seperti judulnya di atas, ini adalah bagian kedua dari pembeberan itinerary saya pas traveling ke Seoul musim semi tahun 2017 lalu. Belum sempat baca Part 1 nya? Silahkan loh yaa.. 


So, hari kedua ke mana aja? 



Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi 

Jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah ngelist tempat apa aja yang pengen didatangin. Salah dua nya adalah dua tempat ini. Awalnya untuk hari ke dua, tempat yang pengen didatangin itu sekitar 4 tempat. Pada akhirnya aku dan partner seperjalanan hanya 'mampu' dua tempat aja yaitu Namsan Tower dan Dongdaemin Design Plaza. Kenapa ? 

Terpesona Bunga Sakura di Namsan Tower 


Cherry Blossom Seoul


Hari kedua dimulai dengan bangun telat, sodara-sodara. Rencana keluar dari penginapan jam 9 pagi karena ada 4 lokasi yang pengen didatangi tinggal kenangan. Saya dan partner perjalanan ketiduran dan akhirnya baru keluar dari penginapan dengan rasa tak percaya sudah ada di Seoul pukul 9 pagi. Bukannya langsung turun ke stasiun subway yang cuma sepelemparan wedges itu, saya malah strolling around sekitar penginapan. Liat-liat situasi dan cari bekal buat makan siang. 

Asiknya di sekitar penginapan itu banyak café yang sudah ngebrewing kopi. Bayangin aja suhu 18-20  derajat pagi itu, gak panas, gak berdebu, gak bising dengan suara motor berknalpot gede, kamu jalan di trotoar yang gak ada penjual kaki limanya sama sekali, yang pinggir jalannya gak dipakai buat parkiran mobil, orang-orang berjalan kaki tanpa saling nabrak apalagi nawarin barang trus ada aroma kopi yang Wangi keluar dari café-café itu. Gimana saya gak mau jalan pelan-pelan menikmati suasana? 

Tapi tentu saja, for the sake of time dan saya juga mikirin partner perjalanan yang belum tentu suka jalan gak tentu arah kek saya ini, jalan santai berakhir di salah satu mart. Biasa, beli roti isi kacang merah, roti tawar yang ingridientnya harus saya google translate dulu (hihihi) dan  air mineral ukuran 1 liter (lumayan botolnya ntar gue isi lagi kan..). Bekal makan siang! Ini karena saya yakin bakal susyeh menemukan makanan halal di kawasan Namsan Tower. 


Seoul Korea Spring


Setelah beli cemilan buat makan siang itu (ih.. ngenes banget ya? hahaha) barulah kami cuzz putar arah ke exit dua stasiun Sookmyeong Women University yang ada di seberang mart. Tujuan pertama yang akan didatangi adalah Namsan Tower yang dapat dicapai menggunakan subway line 4. Jaraknya 4 pemberhentian, jadi gak begitu lama buat nyampai. Paling sekitar 5 menitan, termasuk nunggunya. 

Namsan Tower atau disebut juga N Seoul Tower adalah salah satu ikon pariwisata Korea Selatan, khususnya kota Seoul. Rasanya gak sah maen ke Seoul kalau gak mampir ke Namsan Tower. Apalagi buat orang yang demen nonton drama Korea atau acara televisi Korea termasuk juga video music. Namsan Tower kerap kali jadi lokasi syuting ini akhirnya jadi kebayang-bayang mulu, seperti apa sih Namsan Tower itu sebenarnya? Apakah memang seindah di layar kaca atau di YouTube? 


Spring Seoul


How To Namsan Seoul Tower 



Ada dua cara untuk menuju Namsan Seoul Tower. Bisa pakai cable car, bisa juga dengan menggunakan bus atau jalan kaki (jika mampu, hahaha). Jika menggunakan shuttle bus, rute yang bisa kamu pilih : 

1. Turun di Chungmuro Station (Seoul Subway Lines 3 & 4), Exit 2 depan Daehan Cinema atau  Dongguk University Station (Seoul Subway Line 3), Exit 6.

2. Seoul Station (Seoul Subway Lines 1 & 4), Exit 9, Itaewon Station (Seoul Subway Line 6), Exit 4 or Hangangjin Station (Seoul Subway Line 6), Exit 2.


3. Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3 .


Jika menggunakan cable car (seperti yang aku pilih) :


1. Turun di  Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3. Belok kanan ke arah hotel Pasific.

2. Namsan Oreumi directions: Dari perempatan Hoehyeon (antara Myeong-dong & Hoehyeon Subway Stations of Seoul Subway Line 4), jalan terus ke Namsan Tunnel 3. Ada Namsan Oreumi elevator gratis dari the Memorial Plaza (Tutup  Senin  09:00-14:00).


Aku memilih opsi cable car yang mana aku lewat stasiun Myeongdong (pilihan nomer 1). Sesampai stasiun Myeongdong aku dan partner keluar melalui exit 3. Bayangan kita adalah Namsan Tower itu sudah di depan mata secara sudah bisa keliatan dari tempat kita berada. Ternyata jaraknya gak sedekat apa yang tertera di Google Map, Tuhaaaaaan.... Belum lagi jalannya nanjak. Asli ini perlu kaki dan nafas yang kuat.

Sebenarnya ada Shuttle Bus tersedia di sekitar exit 3 Myeongdong. Entah kenapa waktu itu aku gak ngeliat, mungkin juga karena belum apa-apa aku sudah terdistraksi dengan deretan café-café, resto dan toko yang lucu-lucu seakan manggil minta didatangin. Jadilah aku memilih untuk jalan dengan asumsi deket koookkkk .. kata om Google.

Nyatanya 30 menit kemudian kami belum nyampe-nyampe juga. Hahhahahaha. 

Serunya jalan di kota Seoul adalah ada trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki meski jalannya sempit sekalipun. Jalan menanjak menuju Cable Car Station Namsan Tower gak begitu kerasa karena cuacanya juga mendukung, panas enggak, dingin juga enggak. Terus terang, jalan kaki di pedestrian dengan cuaca seperti ini adalah hal yang sangat sangat jarang bisa aku dapatkan di Makassar. Boro-boro mau jalan kaki, panasnya minta ampun gak ada side walk pula. Ada juga diklaksonin pengendara mobil dan motor. Huuuhuhu *jadi curhat*. 




Namsan Seoul Tower


Oiya, dalam perjalanan aku juga sempat bertemu pasangan muda dari Indonesia (aku lupa dari kota mana). Mbaknya yang lagi hamil muda ini bersama suaminya baru menikmati honeymoon tanpa tour travel juga hanya berdua. Ya iyalahh.. namanya juga honeymoon, masa sekelurahan sih! Ayo semangat ya, bumil!! 


Hal seperti ini yang aku suka dari berjalan kaki dibanding naik kendaraan saat menuju suatu tempat di Seoul. Selain bisa bertemu sesama turis, aku juga jadi bisa lebih tahu suasana sebuah kota dan bisa dengerin warganya ngobrol. Soalnya aku asli penasaran, apakah aksen yang ada di drama Korea atau variety show itu sama dengan aksen sehari-hari? Kita aja kalau ngomong sehari-hari dengan yang ada di film atau sinetron Indonesia kan beda ya. Jadinya aku sangat-sangat menikmati nguping mereka ngobrol meskipun gak begitu paham.

Seoul Cherry blossom
Lelaaaaahhh Mak.. Aku Lelah.... 


Menikmati semua itu, tanda-tanda cable car station sudah di depan mata. Akhirnyaaaaaaa... Tapi ternyata perjuanga belum selesai sodara-sodara. Untuk beli tiket cable carnya harus ngantri. Sebelumnya ngantri beli tiket dulu. Ada dua pilihan, beli tiket one way atau tiket bolak balik. Aku beli tiket bolak balik aja seharga W 8500  (which is I regret later). 

Berhubung hari itu hari Minggu, bukan cuma turis aja yang datang ke Namsan Tower. Orang Seoul especially yang datang sama pasangannya juga banyaaaaaak di depan mata. Belum lagi yang datang piknik dengan keluarga, lengkap sampai nenek-kakek nya. Intinya mah sabaaar aja antrinya. Toh gak ada yang maen serobot juga sih. Kalau cape ngantri, bisa duduk bentar di kursi yang disediakan tapi jangan lupa ngetag tempat ya..

And finally after a long wait, aku dan partner dapat jatah naik cable car ke Namsan Tower. Cable Carnya lebih gede daripada yang di TMII, muat 20an orang gitu deh. Gak nyampe 3 menitan perjalanan cable car yang menyuguhkan pemandangan pepohonan dan kota Seoul dari atas terlewati and tadaaaaaaa... akhirnya menginjak kompleks Namsan Seoul Tower yang luas banget itu. 



Seoul Tower


Bagian atas Namsan Seoul Tower yaitu menaranya berada pada ketinggian 480m di atas permukaan laut. Itu sudah termasuk tinggi Gunung Namsan (243 m) dan tinggi menara itu (236.7m). Sejatinya  menara ini pertama kali didirikan sebagai menara siaran untuk mengirimkan sinyal TV dan radio pada tahun 1969. Makanya sekilas mirip tower TVRI di Senayan, Jakarta kan? Bedanya pemerintah Seoul itu pinter memanfaatkan keadaan,  karena area menara pemancar ini dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu landmark representatif dan tempat multi-budaya di Seoul.

Di area plaza Namsan Seoul Tower tersedia banyak tempat nongkrong baik yang gratis maupun bayar. Gratisan tentunya di kursi-kursi yang disediakan di bawah pohon. Gue kebetulan jarang nemu tempat teduh di bawah pohon yang menyediakan kursi untuk menikmati suasana di Makassar, so I spent some time nongkrong sambil menikmati bekal makan siang yang sudah gue siapin tadi. 


Cherry Blossom Seoul
Maafkan Muka Semua, HAHAHHAA

Gembok Cinta Namsan Tower 


Namsan Seoul Tower
Sedang Mengira-ngira Berapa Harga Perkilo Gembok-Gembok Ini Kalau Diloakin 

Katanya gak sah gak ngelock in gembok di Namsan Tower. Gara-gara ini pula maka banyak deh yang jualan gembok di Namsan. Harganya lumayan juga, 5000 Won per gembok di jual di kios-kios resmi (bukan asongan ya, emang Indonesia?) di lokasi-lokasi khusus menggantungkan harapan   gembok cinta. Aku tentu saja gak beli, hahaha.. Lagian sudah banyak gembok di sana. Biarlah aku menggembok cinta Hwang Minhyun dengan doaku saja. Halah!


Love Lock


Pertunjukan Kesenian Tradisional di Namsan Tower 

Selain untuk makan dan foto-foto, Namsan Tower juga menghadirkan kesenian tradisional Korea pada jam-jam tertentu di plaza depan gazebo ((GAZEBO.. lu pikir ini di kampus)). Kebetulan banget pas baru tiba sedang ada pertunjukan tarian dan atraksi bertema pengawal kerajaan gitu. 






Pertunjukan kesenian tradisional ini berdurasi sekitar setengah jam. Penonton gak cuma turis mancanegara. Masyarakat Seoul (atau yang mungkin juga dari luar kota Seoul yang lagi wikenan) banyak yang duduk-duduk santai sambil menikmati pertunjukan yang cukup menghibur itu. Satu hal yang aku suka, penontonnya tertib dan saling mengerti. Tidak mengganggu pemandangan, menghalangi dan behave banget. Gak ada dorong-dorongan atau serebot tempat. Bener-bener kayak duduk di taman trus kebetulan aja ada pertunjukan gitu. The reaction also awesome tanpa harus teriak-teriak atau nyelutuk-nyelutuk gak jelas kek orang-orang kita nonton film di bioskop. #eh


Ada Apa Aja di Namsan Seoul Tower ? 

Selain bertebaran spot untuk pasang gembok cinta dan site untuk foto-foto dengan latar belakang cherry blossom, tujuh lantai Namsan Seoul Tower menyediakan tempat-tempat berikut : 

Seoul Tower Namsan
Hanbok Culture Experience 


L – Hanbok Culture Experience Center
1F – Starbucks, Sweet Monster, Gong Cha, Perfect Match, Steak, GS25, Souvenir shop
2F – Tokyo Steak
3F – Broadcasting facilities, security area
4F – Season’s Table, Game Plaza, Hosigi Double Chicken, Ah-Charm

[N Seoul Tower]


5F – N Sweet Bar, A Twosome Place, Ssentoy Museum, Hello Kitty Island

T1 – Ticket booth, N Burger, N Terrace, A Twosome Place, Olive Young, Cheil Jemyunso
T2 – The PLACE Dining
T3 – Hancook
T4 – Observatory, A Twosome Place
T5 – Observatory, Weeny Beeny
T7 – n.GRILL



Hanbok






Gak semua sempat aku datangi, sudah keburu sore. Makin malem tampaknya Namsan Tower makin rame. Mungkin karena malam minggu, makin banyak couple yang datang sambil pegangan tangan. Aihhh..  kabur ah daripada baper. 

Namsan Cable Car Tiket : 

Jam Operasi: 10:00-23:00
Pulang Pergi (Dewasa 8,500 won / Anak-anak 5,500 won)
Sekali Jalan (Dewasa 6,000 won / Anak - Anak 3,500 won)
Groups yang lebih dari 30 orang dapat diskon loh.

Meskipun saya beli tiket cable car pulang pergi, belakangan jadi nyesel mending ambil sekali jalan saja. Soalnya sudah ngantrinya lama, mending jalan turun aja menikmati pemandangan dengan tebaran bunga Sakura di mana-mana. Gimana? Tentukan pilihanmu.

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor?

Gak berasa sudah lima tahun sejak Aku membuat paspor pertama kali. Itu berarti Aku harus memperpanjang paspor lagi. Paspor pertama Aku expired tanggal 25 Februari lalu. Katanya perpanjangan adalah minimal enam bulan sebelum tanggal expired. Namanya juga minimal kan yaa.. artinya asalkan tidak melewati tanggal expirednya aja. 

Berhubung Aku gak punya cukup waktu luang di jam kerja, jadi sering ditunda-tunda deh.  Bahkan ketika Hari Bakti Imigrasi berlangsung dimana pelayanan kantor Imigrasi buka di hari Sabtu pun Aku gak sempat. Akhirnya di awal bulan Februari, Aku memutuskan mau tidak mau, sempat gak sempat, Aku harus menyediakan waktu untuk memperpanjang paspor. 

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor? 

Pembuatan Paspor


Sebenarnya gak ada istilah memperpanjang paspor di kantor Imigrasi. Ada juga 'penggantian' paspor. Bisa jadi karena pemikiran orang awam seperti kita memperpanjang masa berlaku SIM, akhirnya istilah perpanjangan paspor lebih akrab dibanding penggantian. 

Penggunaan kata 'penggantian' memang lebih tepat karena penggantian paspor ini dapat dilakukan tidak hanya jika masa berlaku paspor kita akan atau telah habis. Paspor hilang, rusak pada saat proses penertiban atau diluar proses penerbitan hingga halamannya penuh sebelum masa berlakunya habis juga masuk kategori penggantian pasport. Nah kali ini, kita bahas kategori penggantian paspor yang masa berlakunya AKAN habis ya. Caranya sangat mudah dan syaratnya pun gak ribet. 

1. Siapkan Paspor Lama dan e-KTP

Untuk paspor keluaran tahun 2009 dan setelahnya, cukup siapkan foto kopi paspor lama dan foto kopi KTP elektronik. Tentunya saat datang ke kantor Imigrasi setempat tetap harus bawa aslinya yah.




2. Daftar Antrian Online 

Saat ini gak perlu lagi nunggu berjam-jam di kantor Imigrasi dengan antrian yang gak jelas di mana ujungnya. Kita bisa ngambil antrian online dulu melalui website. Sebelumnya registrasi dulu untuk membuat akun baru. Setelah login, baru deh pilih mau mengurus perpanjangan paspor di Kanim mana, lalu pilih hari dan jam yang sesuai dengan waktu lowong kita. 




Alhamdulillah di Makassar saat ini ada dua pilihan tempat pengurusan paspor. Kantor Imigrasi Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan Km.13 dan Unit Layanan Paspor I di jalan Sultan Alauddin Kompleks Ruko Alauddin Plaza ( sekompleks ruko dengan McD Alauddin). Berhubung lokasi kantor lebih dekat ke jalan Sultan Alauddin, aku lebih memilih ke kantor Unit Layanan Paspor I aja.  

Setelah memilih hari, waktu dan berapa pemohon, lanjut ke step berikutnya untuk memasukkan nomer nama pemohon, nomer NIK dan keterangan status. Satu akun bisa untuk 4 orang pemohon. Keterangan pemohonan apakah itu pribadi, ayah, ibu atau anak bisa diinput di bagian keterangan.



Nantinya akan ada pemberitahuan melalui email yang telah kita daftarkan. Email tersebut bisa diprint sebagai bukti saat kita datang ke kantor imigrasi. Tapi jika kamu mendaftarnya melalui aplikasi antrian online yang di download melalui apps store, tinggal perlihatkan saja barcodenya. Pilih yang mana aja yang membuat kamu nyaman.  

3. Datang ke Kantor Imigrasi Sesuai Hari dan Tanggal yang Dipilih 

Aku waktu itu sengaja milih hari Jumat pukul 13.00  setelah sholat Jumat, jadi datanglah aku ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar lima belas menit sebelumnya. Ternyata layanan masih tutup karena jam istirahat pegawai kantor Imigrasi di hari Jumat dari pukul 11.00 - 13.30. Nunggu dong aku. Barulah tepat pukul 13.30, mas mas yang bertugas di front desk membuka antrian. Nah, disini kegesitan diperlukan, hehehe. 

Meskipun sudah daftar antrian online, tetap aja untuk masuk ke ruangan verifikasi, wawancara dan foto masih perlu antrian manual. Biasanya nih yang paling gesit adalah mba mba dan mas mas dari travel yang mengurus klien mereka yang sudah lanjut usia. Tips dari aku, begitu masuk ruangan Kanim, entah petugas front desknya sudah ada atau belum langsung ambil posisi aja di depan meja petugas.

4. Mengisi Formulir Permohonan 

Petugas di front desk memberikan map berisi formulir permohonan yang harus diisi oleh pemohon. Isi formulir dengan huruf kapital. Jangan khawatir, petunjuk pengisian formulir ada kok tertempel di meja pengisian. Lagian data yang diminta dalam formulir bukan pertanyaan yang susah kok. Semacam nama lengkap, tanggal lahir, alamat, NIK dan sebagainya. 

Setelah isi formulir, duduk manis deh nunggu nomer antrian yang tertera di map kuning dipanggil. Aku kebetulan dapat nomer antrian sekian sekian dan itu ternyata ada antrian yang daftar online jam 11 yang belum selesai. Aku menunggu agak lama sampai bisa ngobrol dan tahu tujuan orang-orang disekitar aku buat ngurus paspor, hahaha. Sekali panggil, bisa sampai 10 orang sesuai dengan jumlah petugasnya kali ya. Sayangnya kegesitan petugas dalam bekerja berbeda-beda.



Ada yang berorientasi waktu, ini biasanya bu ibu petugas yang sudah senior. Ada juga yang santai kayak di pantai, nah ini tampaknya pegawai yang masih muda. Aku awalnya dapat ibu petugas yang berorientasi waktu. Pengisian data dan wawancara lancar dan cepat namun tetap santai. Apalagi pas tahu aku kerja di mana, ibu nya malah lebih ramah lagi. Pas foto itu yang agak lama sama mas-mas nya. Entah kenapa, padahal meja sebelah bagian foto juga cukup cepat. Sepanjang hasil foto paspor nya bagus, aku gak masalah sih. Hihihi.. 

Oiya sedikit tips buat kamu yang berhijab, usahakan pake hijab yang warnanya terang atau gelap sekalian. Soalnya latar belakang foto paspor itu warna putih. So, warna pastel atau abu-abu itu tidak disarankan. Aku waktu itu pake jilbab warna cokelat sementara yang sebelum aku pakai warna ungu muda pucat. Dia diminta ganti jilbab warna merah yang disediakan di ruang ganti. Lumayan lama sih nungguin dia ganti jilbab. So, make sure you wear warna jilbab yang cocok dengan latar belakang foto ya! 

5. Melakukan Pembayaran di Bank 

Lima tahun yang lalu ketika aku pertama kali membuat paspor, pembayaran biaya pembuatan paspor dilakukan di loket pembayaran kantor imigrasi setempat. Sejalan dengan program pemerintah dalam reformasi penerimaan negara, maka untuk pembayaran biaya pembuatan paspor yang dikategorikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk ketertiban PNBP disetor melalui 78 bank persepsi. Termasuk di dalamnya Bank Negara Indonesia (BNI), BRI, Bank Mandiri, BPD, bank swasta seperti BCA, HSBC, Bank Niaga dan lain-lain.

Pembayaran bisa dilakukan di teller, tapi aku lebih menyarankan bayar via ATM atau internet banking. Awalnya aku mencoba bayar via ATM BRI. Entah kenapa announcementnya 'Tidak Dapat Diproses'. Tiga kali aku coba, tetap gak bisa. Akhirnya aku bayar via internet banking bank Mandiri. Selesai! Total pembayaran sama persis dengan di bukti pengantar pembayaran yaitu Rp.355.000,-.

Bukti pembayaran diprint dan nantinya disertakan pada saat pengambilan paspor, so keep it safe!

6. Mengambil Paspor 

Empat hari (kerja) setelah melakukan pembayaran diterima, baru deh kita kembali ke kantor Imigrasi tempat kita mengurus perpanjang paspor untuk mengambil paspor. Kementerian Imigrasi menjamin 4 hari kerja saja, paspor kita sudah jadi.

Untuk mengambil paspor, kita tidak perlu lagi mengambil antrian online. Aku waktu itu datang ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar langsung aja melapor ke front desk dengan memperlihatkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran. Ada dua line antrian loh di sana. Satu untuk pembuatan paspor, satu lagi untuk pengambilan. Make sure to wait on the right line. Biasanya line pengambilan ada di sebelah kiri dan antriannya gak sepanjang line pembuatan paspor. Nantinya petugas front desk memberi nomer antrian untuk mengambil paspor di lantai dua.

Proses pengambilan paspor tidak terlalu lama di luar waktu menunggu. Alhamdulillah banget, pas aku ngambil hanya ada aku dan satu ibu lagi, jadi cukup cepat. Saat dipanggil, serahkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran dari bank pada petugas. Setelah itu kita diminta foto kopi lagi paspor baru dan menyerahkan surat pernyataan ber materai 6000 (ada di mas mas foto kopian di ruangan sebelah). Surat pernyataan bermaterai dan foto kopi paspor baru kita itu biayanya Rp.10.000,-. Tapi kalau kamu bawa materai sendiri kayak aku, gak pake biaya lagi sih. Kecuali kalau kamu mau beli sampul paspornya, cukup sediakan Rp.10.000,-.



Surat pernyataan itu nanti kamu bawa lagi ke loket pengambilan paspor. Petugas akan meminta kita menandatangani bukti telah terima paspor pada berkas permohonan kita. Setelah itu, paspor baru dan paspor lama kita terima, deh! Jyaaah!!

Mengurus Perpanjangan Paspor Sendiri Mudah Kok! 


Gak ribet kan ya ngurusnya? Paling butuh kesabaran buat nunggu aja. Toh setertib-tertibnya peraturan dibuat, kadang-kadang orang Indonesia tuh terlalu lincah dalam mengantri. Pemohon paspor juga bukan kita aja kan ya.. Jadi ikutin aja tiap tahap prosesnya. Gak usah pakai calo. Sempatkan waktu seluangnya aja.

For your information, setelah tahap foto dan wawancara aku gak langsung bayar. Ada kali dua minggu lebih baru deh aku bayar via internet banking. Ngambil paspornya juga lebih dari 4 hari setelah pembayaran. Yang jelas jangan lebih dari 30 hari aja setelah tanggal permohonan aja sih. Selain dianggap batal, kasian juga petugasnya ribet nyariin berkas dan paspor kita diantara tumpukan berkas lainnya. Semoga postingan ini bisa membantu kamu dalam perpanjangan paspor kamu ya!