Begini Cara Lulus Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah


Setelah sebulan mutasi di Mamuju, di akhir bulan April saya ditugaskan ke Jakarta demi menempuh diklat Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh LKPP sekaligus ngambil ujian sertifikasinya. Excited? Yes! Entah kenapa saya suka sekali dengan belajar entah itu namanya kuliah, diklat atau sekedar workshop. 'Jeleknya' lagi, saya suka banget ujian. It's like challenging myself of how good I am to comprehend the study.  Weird, isn't it? 

Baca juga : Hello, Mamuju! 

So, ketika akhirnya saya didaftarkan untuk mengikuti diklat sekaligus ujian sertifikasi ini, I was super excited. Yes, I was a little bit worry whether I can pass the exam, secara sudah sangat sangat bukan rahasia lagi kalau ujian sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah itu susaaaahhh banget lulusnya. There's just a little chance that first time taker like me can pass the exam. It's possible though, but it's rarely happen. Terkadang harus ikut ujian dua tiga kali (bahkan denger-denger ada yang sampai tujuh kali) baru akhirnya lulus. Wow! Segitunya... 

Belum lagi ‘beban’ harus lulus secara di kantor saya yang baru ini belum ada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PP ( Pejabat Pengadaan). Untuk jadi PPK atau PP harus lulus ujian sertifikasi PBJP tingkat dasar. Nantinya PPK atau PP ini harus tersertifikasi kompetisi paling lambat 2023. Jika tidak, gak bisa jadi PPK atau PP lagi. Untuk ikut bersertifikasi kompetisi, harus lulus ujian sertifikasi tingkat dasar dulu nih.



Anyway, jika kamu belum tahu apa sih sebenarnya sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan mengapa itu menjadi penting di pemerintahan, let me tell you the brief. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) adalah kegiatan pengadaan barang/jasa oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD, pinjaman dalam negeri dan luar negeri serta  hibah.

Tujuannya untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam operasi sehari-hari sekaligus juga investasi. Selain itu PBJP ini dilaksanakan untuk menyediakan layanan masyarakat (publik) baik yang bersifat strategis, taktis dan operasioanl. Contoh paling gampang deh yang bisa kita lihat di mana aja : Pembangunan fasilitas jalan dan jembatan, pembangunan sarana pendidikan, penyediaan layanan kesehatan, penjagaan keamanan masyarakat dan sebagainya.

Di luar itu, di masing-masing K/L/PD tentu membutuhkan infrastruktur dan sarana untuk mendukung kinerja pegawai demi pelayanan kepada publik. Misalnya pengadaan gedung, ruang kerja, toilet, perangkat komputer, kursi meja kerja, lemari cabinet, mesin antrian, brankas sampai ATK asalkan dananya berasal dari APBN/APBD/pinjaman DL&LN/hibah, termasuk dalam PBJP. Pokoknya segala pembelian barang, jasa dan pekerjaan yang berkaitan dengan pemerintah untuk kemaslahatan publik, deh!

Lalu kenapa juga PBJP itu harus diatur? Kenapa orang-orang yang bertanggungjawab dalam PBJP itu harus tersertifikasi? Kalau belanja mah belanja aja kan ya? Ibu-ibu di rumah keknya gak perlu ikut diklat apalagi dimintai keterangan lulus sertifikasi sama calon mertua sebelum menikah. Rumah tangga juga kan punya Pengadaan Barang dan Jasa juga kan yee.. ?

*Iye kali, Vit.. *

Kalau kata mentor aku nih, PBJP ini perlu diatur karena semakin hari semakin kompleks dan nilainya semakin membesar tiap tahun. Kondisi pasar dan lingkungan bisnis juga berkembang pesat, sangat berbeda dengan kondisi lima atau sepuluh tahun lalu. Indonesia kan harus makin maju, yes? Makanya untuk menjawab tantangan tersebut pengadaan pemerintah diharapkan dapat menjadi instrument pembangunan. Caranya? Diatur di Perpres nomer 16 tahun 2018 yang mulai berlaku per tanggal 16 Maret 2018.

Sebelumnya kan ada Perpres 54 tahun 2010, which is soooo ribet banget  karena pasalnya banyak banget. Beruntungnya saya karena pas ikut diklat PBJP, Perpres nomer 16 tahun 2018 sudah wajib diberlakukan. Perpres 16/2018 ini menurut saya lebih ringkas, memanfaatkan teknologi sebagai media agar pengadaan lebih efisien dan mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Artinya pengadaan yang dilakukan oleh pemerintah nantinya diharapkan lebih efektif, ramah lingkungan dan lebih ‘bersih’ dalam pelaksanaannya.

Nah, saya bersama 40 rekan lainnya dari seluruh Indonesia kebetulan menjadi peserta diklat angkatan II sejak Perpres 16/2018 ini berlaku. Masih fresh. Pesertanya kebanyakan dari bagian Umum (seperti saya) atau sub bagian Perlengkapan yang kalau di swasta biasanya dikenal sebagai divisi General Affair dan sub divisi Procurrement, karena memang bagian ini lah yang tugasnya melakukan pengadaan di kantor. Namun ada juga yang nyelip satu dua orang dari bagian Teknik dan bagian lainnya. Biasanya ini karena di kantor mereka sudah ada PPK/PP tersertifikasi namun mereka dijadikan sebagai cadangan PPK/PP. Siapa tahu PPK/PP nya mutasi atau pensiun.

Diklat PJPB yang diadakan oleh LKPP ini berlangsung selama lima hari. Tiga hari pertama diisi materi tentang Perpres 16/2018, hari keempat digunakan untuk review dan try out dan satu hari terakhir untuk ujian sertifikasi. Selama empat hari kami bermain dan belajar (majalah Bobo kali ah!) dengan Perpres 16/2018, dalam artian walaupun dijalani dengan serius gak lupa ada becanda-becandanya juga (and coffee break tentu saja!).

Selama empat hari itu juga saya harap-harap cemas, bisa lulus gak ya? Pulang ke asrama maunya belajar, yang ada malah jalan ketemu teman-teman. Padahal sudah niat  baca Perpres 16/2018 dari awal sampai akhir sekali aja. Tetap aja begitu kelas selesai, agenda meet up dengan teman-teman di Jakarta berderet sudah. Pulangnya cape, ngobrol sama teman sekamar,  tidur deh!

Tapi dasarnya saya orangnya gak enakan sama buku (haha pencitraan banget), akhirnya saya baca deh tuh Perpres 16/2018 dicicil sambil dikasi tanda-tanda pake post it setelah sholat Subuh. My mind work better emang di jam-jam itu. Sisanya di kelas saya perhatiin deh tuh bener-bener pematerinya ngomong apa (walaupun kadang gue kepikiran juga kapan coffee break). Malam sebelum ujian ketika yang lain belajar, saya malah milih tidur. I chose to rest my mind, biar fresh aja besok. Kebeneran banget untuk ujiannya saya dapat sesi kedua, sekitar pukul 10 pagi. Gak kepagian, gak kesiangan. Perfect!

Dua jam sebelum ujian, saya sudah ada di ruangan sebelah tempat test. Ngapain? Membaca Perpres 16/2018 dari pasal 1 sampai habis dengan khidmat sambil dengerin radio lewat headset. My mind works better when ‘kepepet’. Hahaha. Dasar ya, tipe-tipe deadliner gini susyeeeh..

Ketika setengah jam sebelum tes, peserta tes sesi 1 sudah ada yang selesai dan lulus dengan nilai 200. Wah, langsung tuh ada rasa khawatir,’ lulus gak ya? Gue bisa gak ya? Kalau gak lulus gimana?’ Apalagi dari 20 peserta sesi 1 hanya ada 5 orang yang lulus. Wih.. serem amat! Sadeess.. Pada akhirnya saya menekankan pada diri saya sendiri bahwa tes ini bukan masalah seberapa tinggi skor tapi seberapa paham pada Perpres 16/2018 ini. Toh tujuan pelatihan keahlian tingkat dasar PBJP ini adalah untuk memahami dan atau menjelaskan PBJ pemerintah berdasarkan Perpres 16/2018. Yah walaupun korelasinya, semakin lu paham ya semakin bisa lu jawab soalnya dengan benar, yes? Hehehe.

Anyway, soal ujian sertifikasi PJPB tingkat dasar ini berjumlah 90 dengan waktu 90 menit. Rincian soalnya itu Benar/Salah 25 soal, Pilihan Ganda 55 soal dan Pilihan Ganda (Studi Kasus) 10 soal. Skor nilai untuk Benar/Salah adalah 2 untuk masing-masing jawaban yang benar, 3 untuk Pilihan Ganda dan tertinggi nilai 4 untuk setiap jawaban yang benar pada Pilihan Ganda (Studi Kasus). Total nilai jika benar semua adalah 255. Peserta dinyatakan lulus ujian sertifikasi jika nilainya antara 165 – 255. 

Berbekal doa saya masuk ke ruang ujian, sampai baca ayat kursi segala (I don’t know why, yang keluar dari mulut saya tuh itu. Hahaha!). Intinya saya sudah belajar, mudah-mudaan apa yang saya pahami bisa membuat saya menjawab soal-soal ini dengan benar. Lulus atau enggak, saya serahkan kepada Allah SWT gimana baiknya. Kalau memang baik bagi saya dan bermanfaat buat orang banyak, mudahkanlah kelulusan saya. Kalau pun sekiranya nanti ini hanya jadi mudharat buat saya, mending gak usah lulus aja. Gitu doa saya sebelum ujian. Bismillah, mari kita coba jawab soal!

Ujian sertifikasi PJPB tingkat I ini based on computer dari servernya LKPP. Komputer yang dipakai adalah komputer yang disediakan di ruang test. Masuk ke ruang ujian, peserta hanya boleh membawa 1 copy Perpres 16/2018 dan fotokopian slide materi.  Contoh soal atau contekan digital (istilah salah satu peserta yang pengen memindahkan contoh soal ke dalam bentuk PDF dan membuka di komputer ujian) tidak diperbolehkan. Lagian juga kalau boleh, soal ujian itu jaaaauhhh banget levelnya dari contoh soal yang dibahas di kelas di akhir setiap sesi. 

Mau nyontek digital? Mana bisa, lagian juga mana sempat.  Komputer sudah diset sedemikian rupa hanya bisa mengakses login user (dibagiin sama pengawas ujian) dan kode ujian kita aja. Jadi hanya soal ujian aja yang terpampang nyata di layar PC. Mau nyontek meja sebelah? Sudah pasti kode soalnya beda. Jadi mending fokus dengan soal sendiri dan kalaupun gak tau jawabannya, boleh open Perpres kok. Cuma ya gitu, kalau gak pernah dibaca juga, yah mana tahulah bagian apa di mana, ya kan? 

Alhamdulillah, setelah melewati 60 menit yang cukup menegangkan, selesai juga saya ngejawab 90 soal. Masih tersisa 30 menit, bisa dipakai untuk koreksi ulang atau kalau sudah yakin bisa langsung klik tombol ‘selesai’  di ujung kanan atas. Saya memilih untuk gak buru-buru amat dan ngecek kembali jawaban dari nomer 1 sampai 90 sambil membuka Perpres 16/2018, just to make sure sesuai dengan Perpres atau enggak. 15 menit terakhir, saya sudah pasrah aja tekan tombol ‘selesai’. Lulus, Alhamdulillah. Gak lulus, eh masa sih? Masih ada kesempatan lain lah.

Bagusnya sistem ujian sertifikasi komputerisasi seperti ini adalah, pengumuman lulus enggaknya peserta beserta skornya langsung terpampang nyata saat itu juga setelah peserta menkomfirmasi selesai mengerjakan soal. This is what I got! 



Lega banget. Paling enggak negara gak sia-sia ngeluarin biaya untuk mendiklat kan saya jauh-jauh dan lama pula di Jakarta. Saya memenuhi tugas untuk lulus ujian sertifikasi, saya belajar tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan lebih penting adalah saya berhasil menjawab tantangan yang saya set buat diri saya sendiri. I came, I learnt, I had fun, I succeeded.

TIPS LULUS UJIAN SERTIFIKASI PBJP VERSI Vita

  1. Baca Perpres 16/2018 dari pasal 1 sampai terakhir, at least 1 kali.
  2. Gak usah dihapal. Baca aja untuk dipahami alurnya gimana.
  3. Bikin mind mapnya versi kamu biar lebih ngerti alur Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
  4. Buat tanda dengan post it di kopian Perpres 16/2018 per bab atau bagian sehingga mudah untuk mencari bagian yang diperlukan. Penting nih saat ujian, kan ujiannya open Perpres.
  5. Sebelum ujian berdoa dulu, minta kemudahan. Lulus enggaknya kamu serahkan aja pada Ilahi. Belum tentu juga kan lulus jadi berkah buat kamu dan belum tentu juga gak lulus bikin kamu gak bahagia, Ya kan?
  6. Usahakan menjawab soal yang kamu anggap gampang. Jangan terlalu lama terpaku di satu soal karena mikirin jawabannya. Hello.. ini soal ujian, bukan nungguin gebetan yang sudah ditembak tapi belum ngasih jawaban.
  7. Jawab soal nomer 26 dan seterusnya lebih dahulu. Mulai nomer 26 adalah soal pilihan ganda dan pilihan ganda studi kasus. Poinnya lebih gede dibanding soal benar/salah. Menurut saya harus dikerjakan di awal dengan harapan di awal ujian pikiran masih lebih jernih dalam memilih si a, b, c, atau d yang terbaik ? #eh. Meskipun begitu jangan menganak tirikan soal benar/salah. Meskipun soalnya tampak ringan, butuh kejelian juga dalam menentukan benar atau salah statement yang dikemukakan.
  8. Waktu 90 menit untuk 90 soal. Artinya satu soal estimasinya harus kamu jawab dalam waktu 1 menit. Jika kamu siap, ada kemungkinan 1 soal bisa kamu kerjakan kurang dari 1 menit. Sisa waktu bisa kamu gunakan untuk rechek ulang jawaban kamu.
  9. Jawab semua soal yang ada meskipun harus nebak-nebak (kalau kepepet). Gak ada sistem nilai minus kok. Kata salah satu pemateri di hari terakhir, ‘Siapa tahu ada yang nyangkut, yes?’
  10. Soal-soal tryout atau soal-soal latihan yang biasanya dikerjakan di akhir setiap sesi pelatihan bisa jadi terlihat . Soal ujian yang sebenarnya jaaauhhhh lebih rumit dan menjebak. Meskipun kata teman saya ada soal ujian yang mirip dengan soal latihan, in my case, gak ada sama sekali. Jadi berteman akrab lah dengan Perpres 16/2018.

Peserta dianggap lulus jika nilai diatas 165. So, if your grade is 168, meski tipis tapi kamu sudah berhak lulus. It's ok. Toh skor yang tinggi gak menjamin kamu bakal jadi PPK atau PP. Penunjukan tetap berdasarkan penilain KPA di kantor kamu. 

That’s it! Semoga postingan ini berguna untuk kamu yang ditugaskan mengikuti ujian sertifikasi PBJP. Lumayan jika lulus, gak perlu ujian ulang setiap 2 tahun sekali lagi karena mulai Perpres 16/2018, sertifikasi PBJP berlaku seumur hidup . Aiye!! Bagi yang belum lulus, don’t worry. Semua akan lulus pada waktunya. 

Kamu punya pengalaman atau punya tips lain agar lulus ujian sertifikasi PBJP? Sharing is caring. Put your comment down below. 

Hello, Mamuju!

Long time no see, ya gaes! Harap maklum, sesuatu telah terjadi akhir bulan Maret lalu. Saya di mutasi ke sebuah ibukota provinsi Sulawesi Barat : Mamuju. Untuk kamu yang gak tahu where exactly Mamuju is, coba buka Google Earth deh! Soalnya saya juga gitu, hehehe. Saya tahu sih sebenarnya Mamuju itu dulu awalnya salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Namun semenjak pemekaran provinsi, akhirnya terbentuklah provinsi Sulawesi Barat dengan Mamuju sebagai ibukota provinsinya.

Ngubek-ubek Google dengan harapan dapat postingan blog yang ngebahas Mamuju, ternyata rata-rata postingan teratas malah gak reliable. Padahal buta banget nih soal Mamuju, apalagi tentang rumah, moda transportasi, jalan, tempat nongkrong #eh. There isn't too many information about this city. Pas nemu postingan di blog orang lain, eh itu entry tahun 2012. Walah! Lama amat. I have no idea at all, but still I have to move on. 


Hello, Mamuju! 

Gak pernah kepikiran sekalipun untuk hijrah ke sini. Apa daya tugas negara datang membawa banyaaak sekali keraguan. Terima gak, terima gak. Di terima, jauh dari rumah, Gak diterima, tantangan baru loh ini. Ujung-ujungnya gak ada cara lain selain minta petunjuk dari Allah SWT lewat sholat Istikharah. Gak lupa minta doa restu pertimbangan orangtua dan keluarga. Pada dasarnya mereka mendukung, walaupun bokap gak rela juga ngelepasin anak perempuan satu-satunya yang belum nikah ini ke daerah orang. Ya maklum lah, tanggung jawab masih sama bapak kan kalau anak perempuan belum menikah itu. Meskipun begitu, bapak adalah tipe orang yang faham bahwa anaknya ini tipe wanita karir. Gak betah gak kerja, walaupun gak nolak juga leyeh-leyeh liburan di waktu cuti.

So here I am, after diambil sumpah jabatan di Makassar, saya gak langsung terbang ke Mamuju. Tugas pertama sudah menanti, mengikuti sosialisasi aplikasi Analisis Beban Kerja di Jakarta. Gak lama, cuma dua hari. Setelah itu saya langsung menuju Mamuju. Cuzzzz...

How To Get There 

Ada dua alternatif transportasi menuju Mamuju, yaitu lewat darat dengan kendaraan bermotor dan udara a.k.a naik pesawat. Boleh pakai sepeda? Boleh.. cuma saya gak tau berapa lama kamu bisa kuat bertahan mengayuh sepedanya. Jika kamu dari Makassar dan memilih lewat darat, transportasi umum paling banyak digunakan adalah Bus AC bersuspensi bahkan Sleeper Bus yang menyediakan tempat tidur. Harga tiketnya tergantung penyedia jasa dan fasilitasnya. Kisarannya sekitar 150 rb - 220 rb rupiah.

Jarak Makassar - Mamuju yang cukup jauh, bisa sampai 8 - 10 jam perjalanan (tergantung sopirnya aja sih) membuat Bus untuk rute ini rata-rata seat couch gitu, lengkap dengan bantal dan selimut. Jadi bisa tidur sampai tiba di Mamuju. Lagipula Bus rute Makassar - Mamuju adalah bus malam yang berangkat meninggalkan Makassar sekitar jam 9 malam. Bahkan untuk tipe sleeper bus, ada tempat tidur di bagian belakang. Harganya agak lebih mahal pasti, sekitar 220rb Rupiah.



Bus akan tiba di Terminal Simbuang sekitar jam setengah enam pagi (paling cepat), tapi kalau busnya berlama-lama di terminal, perwakilan bus atau gak diminta-minta deh ada penumpang yang ribet banget dijemput di mana, bisa-bisa nyampainya pukul tujuh bahkan pukul delapan pagi. Bhaaaayy.. absen tepat waktu! Tapi ini biasanya jarang banget kok kejadian.

Alternatif kedua adalah menggunakan pesawat udara. Hanya ada dua perusahaan penerbangan dari Makassar yang memiliki rute ke Mamuju, yaitu Wings Air dan Garuda. Wings Air yang dioperasikan oleh Lion Group terbang 4x sehari sementara Garuda hanya 1x sehari. Harga tiket dari Makassar berkisar 348rb - 700rb dengan waktu tempuh 55 menit.



Saya kebetulan memilih naik Garuda. Kesan pertama saya pada kota ini diawali pada bandaranya, Tampa Padang. Bandara ini termasuk bandara kecil yang hanya bisa menampung pesawat baling-baling atau sekelas jet gitu. Semua rute transit dulu di Makassar untuk ganti pesawat.

Jangan ngarep ruang tunggu atau area kedatangan yang lapang dan luas. Begitu kamu datang, masuk ke ruangan bandara, ambil bagasi dan voilaaa... di depan kamu sudah nunggu deh tuh para penjemput. Yang lebih seru tuh bagian keberangkatan. Kamu jalan ke luar dari bandara menuju pesawat dan di sebelah kiri kamu bisa dadah-dadahan sama pengantar dari tempat parkir. Ringkas.

Bandara Tampa Padang berjarak 27 km dari pusat kota Mamuju. Moda transportasi yang tersedia taksi carteran yang bisa dinego tarifnya atau taksi Bosowa yang jumlahnya gak begitu banyak. Paling aman emang minta jemput sama orang yang sudah dikenal. Waktu itu saya dijemput pakai mobil dinas operasional kantor, jadi gak begitu ribet mikir ke kota mau naik apa. Malah yang bikin aku sempat agak panik adalah ternyata dua operator selular yang aku gunakan tidak ada sinyal di bandara.

Operator seluler yang satu emang belum beroperasi di Sulawesi Barat, sementara operator lainnya gak ada BTSnya di sekitar bandara. Untungnya, seperti yang saya katakan tadi, dari kita ngambil bagasi pun kita sudah bisa ngeliat para penjemput yang nunggu di teras bandara. Sekecil itu bandaranya, yet it's helpful.

Mamuju in My Eyes 


Sepanjang dua bulan saya di Mamuju rutinitas saya, kantor - kos an- kantor - kos an. Paling jalan-jalannya kalau harus ke KPPN atau ke bank. Sesekali melipir sebentar di sela urusan pekerjaan buat beli perintilan di kos an. Kalau gak kerja (even Sabtu meeting juga), saya tugas ke Jakarta atau sekalian balik ke Makassar. Nothing much to see, except pemandangan kota Mamuju dari jalan arteri yang baru aja selesai pembuatannya sebelum saya datang. Tsaah.. gak deng, selesainya bulan Januari tahun ini.



Jalan arteri ini lah semacam jalan terlebar dan terbagus yang menghubungkan pusat perkantoran Gubernur ke daerah pusat kota. Berhubung di Mamuju belum seramai Makassar apalagi Jakarta, jalan arteri ini berasa jalan tol tanpa bayar menurut saya. Bonus, dapat pemandangan keren antara laut dan pegunungan. Sisanya, selamat datang di jalan aspal yang kadang berlubang dan tergenang air.



Kota Mamuju masih bergeliat menjadi kota besar. Ada sih beberapa tempat makan yang dilabelin cafe tapi belum sempat ke sana. Satu, kebanyakan kerjaan. Dua, belum ketemu aja sama yang satu aliran suka nongkrong. Tiga, kayaknya liat dari depan kok tempatnya seperti gak menarik hati ya? Hahaha..

Satu-satunya Mall di kota ini malah baru buka bulan Mei ini. Itu juga masih bertahap, baru Matahari Departemen Store yang beroperasi. Rencananya di Mall Maleo ini akan dibuka Hypermart, Cinemaxx, Sport Station dan yang paling bikin aku senang : Share Tea!  Hahaha.. sesederhana itu kebahagian saya.

Semoga abis lebaran ini, saya punya lebih banyak kesempatan untuk mengeksplore kota Mamuju. Jadi bisa lebih banyak cerita deh tentang kota ini di blog. Mana tahu bisa kubuatin vlognya juga kan.. (Duh, sudah lama gak ngedit). Siapa tahu berguna buat kamu yang pengen traveling atau dimutasi kerjaan juga ke Mamuju (hahahaha.. cari temen!). 

Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi

Seperti judulnya di atas, ini adalah bagian kedua dari pembeberan itinerary saya pas traveling ke Seoul musim semi tahun 2017 lalu. Belum sempat baca Part 1 nya? Silahkan loh yaa.. 


So, hari kedua ke mana aja? 



Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi 

Jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah ngelist tempat apa aja yang pengen didatangin. Salah dua nya adalah dua tempat ini. Awalnya untuk hari ke dua, tempat yang pengen didatangin itu sekitar 4 tempat. Pada akhirnya aku dan partner seperjalanan hanya 'mampu' dua tempat aja yaitu Namsan Tower dan Dongdaemin Design Plaza. Kenapa ? 

Terpesona Bunga Sakura di Namsan Tower 


Cherry Blossom Seoul


Hari kedua dimulai dengan bangun telat, sodara-sodara. Rencana keluar dari penginapan jam 9 pagi karena ada 4 lokasi yang pengen didatangi tinggal kenangan. Saya dan partner perjalanan ketiduran dan akhirnya baru keluar dari penginapan dengan rasa tak percaya sudah ada di Seoul pukul 9 pagi. Bukannya langsung turun ke stasiun subway yang cuma sepelemparan wedges itu, saya malah strolling around sekitar penginapan. Liat-liat situasi dan cari bekal buat makan siang. 

Asiknya di sekitar penginapan itu banyak café yang sudah ngebrewing kopi. Bayangin aja suhu 18-20  derajat pagi itu, gak panas, gak berdebu, gak bising dengan suara motor berknalpot gede, kamu jalan di trotoar yang gak ada penjual kaki limanya sama sekali, yang pinggir jalannya gak dipakai buat parkiran mobil, orang-orang berjalan kaki tanpa saling nabrak apalagi nawarin barang trus ada aroma kopi yang Wangi keluar dari café-café itu. Gimana saya gak mau jalan pelan-pelan menikmati suasana? 

Tapi tentu saja, for the sake of time dan saya juga mikirin partner perjalanan yang belum tentu suka jalan gak tentu arah kek saya ini, jalan santai berakhir di salah satu mart. Biasa, beli roti isi kacang merah, roti tawar yang ingridientnya harus saya google translate dulu (hihihi) dan  air mineral ukuran 1 liter (lumayan botolnya ntar gue isi lagi kan..). Bekal makan siang! Ini karena saya yakin bakal susyeh menemukan makanan halal di kawasan Namsan Tower. 


Seoul Korea Spring


Setelah beli cemilan buat makan siang itu (ih.. ngenes banget ya? hahaha) barulah kami cuzz putar arah ke exit dua stasiun Sookmyeong Women University yang ada di seberang mart. Tujuan pertama yang akan didatangi adalah Namsan Tower yang dapat dicapai menggunakan subway line 4. Jaraknya 4 pemberhentian, jadi gak begitu lama buat nyampai. Paling sekitar 5 menitan, termasuk nunggunya. 

Namsan Tower atau disebut juga N Seoul Tower adalah salah satu ikon pariwisata Korea Selatan, khususnya kota Seoul. Rasanya gak sah maen ke Seoul kalau gak mampir ke Namsan Tower. Apalagi buat orang yang demen nonton drama Korea atau acara televisi Korea termasuk juga video music. Namsan Tower kerap kali jadi lokasi syuting ini akhirnya jadi kebayang-bayang mulu, seperti apa sih Namsan Tower itu sebenarnya? Apakah memang seindah di layar kaca atau di YouTube? 


Spring Seoul


How To Namsan Seoul Tower 



Ada dua cara untuk menuju Namsan Seoul Tower. Bisa pakai cable car, bisa juga dengan menggunakan bus atau jalan kaki (jika mampu, hahaha). Jika menggunakan shuttle bus, rute yang bisa kamu pilih : 

1. Turun di Chungmuro Station (Seoul Subway Lines 3 & 4), Exit 2 depan Daehan Cinema atau  Dongguk University Station (Seoul Subway Line 3), Exit 6.

2. Seoul Station (Seoul Subway Lines 1 & 4), Exit 9, Itaewon Station (Seoul Subway Line 6), Exit 4 or Hangangjin Station (Seoul Subway Line 6), Exit 2.


3. Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3 .


Jika menggunakan cable car (seperti yang aku pilih) :


1. Turun di  Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3. Belok kanan ke arah hotel Pasific.

2. Namsan Oreumi directions: Dari perempatan Hoehyeon (antara Myeong-dong & Hoehyeon Subway Stations of Seoul Subway Line 4), jalan terus ke Namsan Tunnel 3. Ada Namsan Oreumi elevator gratis dari the Memorial Plaza (Tutup  Senin  09:00-14:00).


Aku memilih opsi cable car yang mana aku lewat stasiun Myeongdong (pilihan nomer 1). Sesampai stasiun Myeongdong aku dan partner keluar melalui exit 3. Bayangan kita adalah Namsan Tower itu sudah di depan mata secara sudah bisa keliatan dari tempat kita berada. Ternyata jaraknya gak sedekat apa yang tertera di Google Map, Tuhaaaaaan.... Belum lagi jalannya nanjak. Asli ini perlu kaki dan nafas yang kuat.

Sebenarnya ada Shuttle Bus tersedia di sekitar exit 3 Myeongdong. Entah kenapa waktu itu aku gak ngeliat, mungkin juga karena belum apa-apa aku sudah terdistraksi dengan deretan café-café, resto dan toko yang lucu-lucu seakan manggil minta didatangin. Jadilah aku memilih untuk jalan dengan asumsi deket koookkkk .. kata om Google.

Nyatanya 30 menit kemudian kami belum nyampe-nyampe juga. Hahhahahaha. 

Serunya jalan di kota Seoul adalah ada trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki meski jalannya sempit sekalipun. Jalan menanjak menuju Cable Car Station Namsan Tower gak begitu kerasa karena cuacanya juga mendukung, panas enggak, dingin juga enggak. Terus terang, jalan kaki di pedestrian dengan cuaca seperti ini adalah hal yang sangat sangat jarang bisa aku dapatkan di Makassar. Boro-boro mau jalan kaki, panasnya minta ampun gak ada side walk pula. Ada juga diklaksonin pengendara mobil dan motor. Huuuhuhu *jadi curhat*. 




Namsan Seoul Tower


Oiya, dalam perjalanan aku juga sempat bertemu pasangan muda dari Indonesia (aku lupa dari kota mana). Mbaknya yang lagi hamil muda ini bersama suaminya baru menikmati honeymoon tanpa tour travel juga hanya berdua. Ya iyalahh.. namanya juga honeymoon, masa sekelurahan sih! Ayo semangat ya, bumil!! 


Hal seperti ini yang aku suka dari berjalan kaki dibanding naik kendaraan saat menuju suatu tempat di Seoul. Selain bisa bertemu sesama turis, aku juga jadi bisa lebih tahu suasana sebuah kota dan bisa dengerin warganya ngobrol. Soalnya aku asli penasaran, apakah aksen yang ada di drama Korea atau variety show itu sama dengan aksen sehari-hari? Kita aja kalau ngomong sehari-hari dengan yang ada di film atau sinetron Indonesia kan beda ya. Jadinya aku sangat-sangat menikmati nguping mereka ngobrol meskipun gak begitu paham.

Seoul Cherry blossom
Lelaaaaahhh Mak.. Aku Lelah.... 


Menikmati semua itu, tanda-tanda cable car station sudah di depan mata. Akhirnyaaaaaaa... Tapi ternyata perjuanga belum selesai sodara-sodara. Untuk beli tiket cable carnya harus ngantri. Sebelumnya ngantri beli tiket dulu. Ada dua pilihan, beli tiket one way atau tiket bolak balik. Aku beli tiket bolak balik aja seharga W 8500  (which is I regret later). 

Berhubung hari itu hari Minggu, bukan cuma turis aja yang datang ke Namsan Tower. Orang Seoul especially yang datang sama pasangannya juga banyaaaaaak di depan mata. Belum lagi yang datang piknik dengan keluarga, lengkap sampai nenek-kakek nya. Intinya mah sabaaar aja antrinya. Toh gak ada yang maen serobot juga sih. Kalau cape ngantri, bisa duduk bentar di kursi yang disediakan tapi jangan lupa ngetag tempat ya..

And finally after a long wait, aku dan partner dapat jatah naik cable car ke Namsan Tower. Cable Carnya lebih gede daripada yang di TMII, muat 20an orang gitu deh. Gak nyampe 3 menitan perjalanan cable car yang menyuguhkan pemandangan pepohonan dan kota Seoul dari atas terlewati and tadaaaaaaa... akhirnya menginjak kompleks Namsan Seoul Tower yang luas banget itu. 



Seoul Tower


Bagian atas Namsan Seoul Tower yaitu menaranya berada pada ketinggian 480m di atas permukaan laut. Itu sudah termasuk tinggi Gunung Namsan (243 m) dan tinggi menara itu (236.7m). Sejatinya  menara ini pertama kali didirikan sebagai menara siaran untuk mengirimkan sinyal TV dan radio pada tahun 1969. Makanya sekilas mirip tower TVRI di Senayan, Jakarta kan? Bedanya pemerintah Seoul itu pinter memanfaatkan keadaan,  karena area menara pemancar ini dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu landmark representatif dan tempat multi-budaya di Seoul.

Di area plaza Namsan Seoul Tower tersedia banyak tempat nongkrong baik yang gratis maupun bayar. Gratisan tentunya di kursi-kursi yang disediakan di bawah pohon. Gue kebetulan jarang nemu tempat teduh di bawah pohon yang menyediakan kursi untuk menikmati suasana di Makassar, so I spent some time nongkrong sambil menikmati bekal makan siang yang sudah gue siapin tadi. 


Cherry Blossom Seoul
Maafkan Muka Semua, HAHAHHAA

Gembok Cinta Namsan Tower 


Namsan Seoul Tower
Sedang Mengira-ngira Berapa Harga Perkilo Gembok-Gembok Ini Kalau Diloakin 

Katanya gak sah gak ngelock in gembok di Namsan Tower. Gara-gara ini pula maka banyak deh yang jualan gembok di Namsan. Harganya lumayan juga, 5000 Won per gembok di jual di kios-kios resmi (bukan asongan ya, emang Indonesia?) di lokasi-lokasi khusus menggantungkan harapan   gembok cinta. Aku tentu saja gak beli, hahaha.. Lagian sudah banyak gembok di sana. Biarlah aku menggembok cinta Hwang Minhyun dengan doaku saja. Halah!


Love Lock


Pertunjukan Kesenian Tradisional di Namsan Tower 

Selain untuk makan dan foto-foto, Namsan Tower juga menghadirkan kesenian tradisional Korea pada jam-jam tertentu di plaza depan gazebo ((GAZEBO.. lu pikir ini di kampus)). Kebetulan banget pas baru tiba sedang ada pertunjukan tarian dan atraksi bertema pengawal kerajaan gitu. 






Pertunjukan kesenian tradisional ini berdurasi sekitar setengah jam. Penonton gak cuma turis mancanegara. Masyarakat Seoul (atau yang mungkin juga dari luar kota Seoul yang lagi wikenan) banyak yang duduk-duduk santai sambil menikmati pertunjukan yang cukup menghibur itu. Satu hal yang aku suka, penontonnya tertib dan saling mengerti. Tidak mengganggu pemandangan, menghalangi dan behave banget. Gak ada dorong-dorongan atau serebot tempat. Bener-bener kayak duduk di taman trus kebetulan aja ada pertunjukan gitu. The reaction also awesome tanpa harus teriak-teriak atau nyelutuk-nyelutuk gak jelas kek orang-orang kita nonton film di bioskop. #eh


Ada Apa Aja di Namsan Seoul Tower ? 

Selain bertebaran spot untuk pasang gembok cinta dan site untuk foto-foto dengan latar belakang cherry blossom, tujuh lantai Namsan Seoul Tower menyediakan tempat-tempat berikut : 

Seoul Tower Namsan
Hanbok Culture Experience 


L – Hanbok Culture Experience Center
1F – Starbucks, Sweet Monster, Gong Cha, Perfect Match, Steak, GS25, Souvenir shop
2F – Tokyo Steak
3F – Broadcasting facilities, security area
4F – Season’s Table, Game Plaza, Hosigi Double Chicken, Ah-Charm

[N Seoul Tower]


5F – N Sweet Bar, A Twosome Place, Ssentoy Museum, Hello Kitty Island

T1 – Ticket booth, N Burger, N Terrace, A Twosome Place, Olive Young, Cheil Jemyunso
T2 – The PLACE Dining
T3 – Hancook
T4 – Observatory, A Twosome Place
T5 – Observatory, Weeny Beeny
T7 – n.GRILL



Hanbok






Gak semua sempat aku datangi, sudah keburu sore. Makin malem tampaknya Namsan Tower makin rame. Mungkin karena malam minggu, makin banyak couple yang datang sambil pegangan tangan. Aihhh..  kabur ah daripada baper. 

Namsan Cable Car Tiket : 

Jam Operasi: 10:00-23:00
Pulang Pergi (Dewasa 8,500 won / Anak-anak 5,500 won)
Sekali Jalan (Dewasa 6,000 won / Anak - Anak 3,500 won)
Groups yang lebih dari 30 orang dapat diskon loh.

Meskipun saya beli tiket cable car pulang pergi, belakangan jadi nyesel mending ambil sekali jalan saja. Soalnya sudah ngantrinya lama, mending jalan turun aja menikmati pemandangan dengan tebaran bunga Sakura di mana-mana. Gimana? Tentukan pilihanmu.

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor?

Gak berasa sudah lima tahun sejak Aku membuat paspor pertama kali. Itu berarti Aku harus memperpanjang paspor lagi. Paspor pertama Aku expired tanggal 25 Februari lalu. Katanya perpanjangan adalah minimal enam bulan sebelum tanggal expired. Namanya juga minimal kan yaa.. artinya asalkan tidak melewati tanggal expirednya aja. 

Berhubung Aku gak punya cukup waktu luang di jam kerja, jadi sering ditunda-tunda deh.  Bahkan ketika Hari Bakti Imigrasi berlangsung dimana pelayanan kantor Imigrasi buka di hari Sabtu pun Aku gak sempat. Akhirnya di awal bulan Februari, Aku memutuskan mau tidak mau, sempat gak sempat, Aku harus menyediakan waktu untuk memperpanjang paspor. 

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor? 

Pembuatan Paspor


Sebenarnya gak ada istilah memperpanjang paspor di kantor Imigrasi. Ada juga 'penggantian' paspor. Bisa jadi karena pemikiran orang awam seperti kita memperpanjang masa berlaku SIM, akhirnya istilah perpanjangan paspor lebih akrab dibanding penggantian. 

Penggunaan kata 'penggantian' memang lebih tepat karena penggantian paspor ini dapat dilakukan tidak hanya jika masa berlaku paspor kita akan atau telah habis. Paspor hilang, rusak pada saat proses penertiban atau diluar proses penerbitan hingga halamannya penuh sebelum masa berlakunya habis juga masuk kategori penggantian pasport. Nah kali ini, kita bahas kategori penggantian paspor yang masa berlakunya AKAN habis ya. Caranya sangat mudah dan syaratnya pun gak ribet. 

1. Siapkan Paspor Lama dan e-KTP

Untuk paspor keluaran tahun 2009 dan setelahnya, cukup siapkan foto kopi paspor lama dan foto kopi KTP elektronik. Tentunya saat datang ke kantor Imigrasi setempat tetap harus bawa aslinya yah.




2. Daftar Antrian Online 

Saat ini gak perlu lagi nunggu berjam-jam di kantor Imigrasi dengan antrian yang gak jelas di mana ujungnya. Kita bisa ngambil antrian online dulu melalui website. Sebelumnya registrasi dulu untuk membuat akun baru. Setelah login, baru deh pilih mau mengurus perpanjangan paspor di Kanim mana, lalu pilih hari dan jam yang sesuai dengan waktu lowong kita. 




Alhamdulillah di Makassar saat ini ada dua pilihan tempat pengurusan paspor. Kantor Imigrasi Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan Km.13 dan Unit Layanan Paspor I di jalan Sultan Alauddin Kompleks Ruko Alauddin Plaza ( sekompleks ruko dengan McD Alauddin). Berhubung lokasi kantor lebih dekat ke jalan Sultan Alauddin, aku lebih memilih ke kantor Unit Layanan Paspor I aja.  

Setelah memilih hari, waktu dan berapa pemohon, lanjut ke step berikutnya untuk memasukkan nomer nama pemohon, nomer NIK dan keterangan status. Satu akun bisa untuk 4 orang pemohon. Keterangan pemohonan apakah itu pribadi, ayah, ibu atau anak bisa diinput di bagian keterangan.



Nantinya akan ada pemberitahuan melalui email yang telah kita daftarkan. Email tersebut bisa diprint sebagai bukti saat kita datang ke kantor imigrasi. Tapi jika kamu mendaftarnya melalui aplikasi antrian online yang di download melalui apps store, tinggal perlihatkan saja barcodenya. Pilih yang mana aja yang membuat kamu nyaman.  

3. Datang ke Kantor Imigrasi Sesuai Hari dan Tanggal yang Dipilih 

Aku waktu itu sengaja milih hari Jumat pukul 13.00  setelah sholat Jumat, jadi datanglah aku ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar lima belas menit sebelumnya. Ternyata layanan masih tutup karena jam istirahat pegawai kantor Imigrasi di hari Jumat dari pukul 11.00 - 13.30. Nunggu dong aku. Barulah tepat pukul 13.30, mas mas yang bertugas di front desk membuka antrian. Nah, disini kegesitan diperlukan, hehehe. 

Meskipun sudah daftar antrian online, tetap aja untuk masuk ke ruangan verifikasi, wawancara dan foto masih perlu antrian manual. Biasanya nih yang paling gesit adalah mba mba dan mas mas dari travel yang mengurus klien mereka yang sudah lanjut usia. Tips dari aku, begitu masuk ruangan Kanim, entah petugas front desknya sudah ada atau belum langsung ambil posisi aja di depan meja petugas.

4. Mengisi Formulir Permohonan 

Petugas di front desk memberikan map berisi formulir permohonan yang harus diisi oleh pemohon. Isi formulir dengan huruf kapital. Jangan khawatir, petunjuk pengisian formulir ada kok tertempel di meja pengisian. Lagian data yang diminta dalam formulir bukan pertanyaan yang susah kok. Semacam nama lengkap, tanggal lahir, alamat, NIK dan sebagainya. 

Setelah isi formulir, duduk manis deh nunggu nomer antrian yang tertera di map kuning dipanggil. Aku kebetulan dapat nomer antrian sekian sekian dan itu ternyata ada antrian yang daftar online jam 11 yang belum selesai. Aku menunggu agak lama sampai bisa ngobrol dan tahu tujuan orang-orang disekitar aku buat ngurus paspor, hahaha. Sekali panggil, bisa sampai 10 orang sesuai dengan jumlah petugasnya kali ya. Sayangnya kegesitan petugas dalam bekerja berbeda-beda.



Ada yang berorientasi waktu, ini biasanya bu ibu petugas yang sudah senior. Ada juga yang santai kayak di pantai, nah ini tampaknya pegawai yang masih muda. Aku awalnya dapat ibu petugas yang berorientasi waktu. Pengisian data dan wawancara lancar dan cepat namun tetap santai. Apalagi pas tahu aku kerja di mana, ibu nya malah lebih ramah lagi. Pas foto itu yang agak lama sama mas-mas nya. Entah kenapa, padahal meja sebelah bagian foto juga cukup cepat. Sepanjang hasil foto paspor nya bagus, aku gak masalah sih. Hihihi.. 

Oiya sedikit tips buat kamu yang berhijab, usahakan pake hijab yang warnanya terang atau gelap sekalian. Soalnya latar belakang foto paspor itu warna putih. So, warna pastel atau abu-abu itu tidak disarankan. Aku waktu itu pake jilbab warna cokelat sementara yang sebelum aku pakai warna ungu muda pucat. Dia diminta ganti jilbab warna merah yang disediakan di ruang ganti. Lumayan lama sih nungguin dia ganti jilbab. So, make sure you wear warna jilbab yang cocok dengan latar belakang foto ya! 

5. Melakukan Pembayaran di Bank 

Lima tahun yang lalu ketika aku pertama kali membuat paspor, pembayaran biaya pembuatan paspor dilakukan di loket pembayaran kantor imigrasi setempat. Sejalan dengan program pemerintah dalam reformasi penerimaan negara, maka untuk pembayaran biaya pembuatan paspor yang dikategorikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk ketertiban PNBP disetor melalui 78 bank persepsi. Termasuk di dalamnya Bank Negara Indonesia (BNI), BRI, Bank Mandiri, BPD, bank swasta seperti BCA, HSBC, Bank Niaga dan lain-lain.

Pembayaran bisa dilakukan di teller, tapi aku lebih menyarankan bayar via ATM atau internet banking. Awalnya aku mencoba bayar via ATM BRI. Entah kenapa announcementnya 'Tidak Dapat Diproses'. Tiga kali aku coba, tetap gak bisa. Akhirnya aku bayar via internet banking bank Mandiri. Selesai! Total pembayaran sama persis dengan di bukti pengantar pembayaran yaitu Rp.355.000,-.

Bukti pembayaran diprint dan nantinya disertakan pada saat pengambilan paspor, so keep it safe!

6. Mengambil Paspor 

Empat hari (kerja) setelah melakukan pembayaran diterima, baru deh kita kembali ke kantor Imigrasi tempat kita mengurus perpanjang paspor untuk mengambil paspor. Kementerian Imigrasi menjamin 4 hari kerja saja, paspor kita sudah jadi.

Untuk mengambil paspor, kita tidak perlu lagi mengambil antrian online. Aku waktu itu datang ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar langsung aja melapor ke front desk dengan memperlihatkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran. Ada dua line antrian loh di sana. Satu untuk pembuatan paspor, satu lagi untuk pengambilan. Make sure to wait on the right line. Biasanya line pengambilan ada di sebelah kiri dan antriannya gak sepanjang line pembuatan paspor. Nantinya petugas front desk memberi nomer antrian untuk mengambil paspor di lantai dua.

Proses pengambilan paspor tidak terlalu lama di luar waktu menunggu. Alhamdulillah banget, pas aku ngambil hanya ada aku dan satu ibu lagi, jadi cukup cepat. Saat dipanggil, serahkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran dari bank pada petugas. Setelah itu kita diminta foto kopi lagi paspor baru dan menyerahkan surat pernyataan ber materai 6000 (ada di mas mas foto kopian di ruangan sebelah). Surat pernyataan bermaterai dan foto kopi paspor baru kita itu biayanya Rp.10.000,-. Tapi kalau kamu bawa materai sendiri kayak aku, gak pake biaya lagi sih. Kecuali kalau kamu mau beli sampul paspornya, cukup sediakan Rp.10.000,-.



Surat pernyataan itu nanti kamu bawa lagi ke loket pengambilan paspor. Petugas akan meminta kita menandatangani bukti telah terima paspor pada berkas permohonan kita. Setelah itu, paspor baru dan paspor lama kita terima, deh! Jyaaah!!

Mengurus Perpanjangan Paspor Sendiri Mudah Kok! 


Gak ribet kan ya ngurusnya? Paling butuh kesabaran buat nunggu aja. Toh setertib-tertibnya peraturan dibuat, kadang-kadang orang Indonesia tuh terlalu lincah dalam mengantri. Pemohon paspor juga bukan kita aja kan ya.. Jadi ikutin aja tiap tahap prosesnya. Gak usah pakai calo. Sempatkan waktu seluangnya aja.

For your information, setelah tahap foto dan wawancara aku gak langsung bayar. Ada kali dua minggu lebih baru deh aku bayar via internet banking. Ngambil paspornya juga lebih dari 4 hari setelah pembayaran. Yang jelas jangan lebih dari 30 hari aja setelah tanggal permohonan aja sih. Selain dianggap batal, kasian juga petugasnya ribet nyariin berkas dan paspor kita diantara tumpukan berkas lainnya. Semoga postingan ini bisa membantu kamu dalam perpanjangan paspor kamu ya! 

Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, Lebih Keren Yang Mana ?

Lama gak ngeupdate blog, kali ini posting yang ringan-ringan aja dulu. Kebetulan hari ini tanggal 5 Maret 2018, ada dua lagu dari dua boyband yang lagi ngehits di Korea sama-sama mengeluarkan single di jam yang sama. Mereka gak lain gak bukan adalaaaaahhhh... Wanna One dan iKON. 

Dua boyband ini berasal dari agency yang berbeda dan segmentednya juga beda. iKON, seperti yang kalian tahu semua, adalah boyband bentukan YG Entertainment yang mana disebut sebagai 'The Next Big Bang'. Sementara Wanna One adalah boyband keroyokan hasil 11 besar ajang survival Produce 101 Season 2. iKON di awal tahun ini  sudah unjuk gigi setelah dua tahun gak comeback lewat single mereka Love Scenario. Lagu ini menjadi lagu nomer 1 all-killed selama 40 hari. Wanna One sendiri tahun lalu dijuluki Monster Rookie karena album debut mereka kejual hampir sejuta copies. 

Nah, tanggal 5 Maret 2018  mereka ngerilis single spesial dengan alasan yang serupa pula : sebagai tanda terima kasih kepada fans. Yang gue gak habis pikir adalah, kenapa juga sih harus barengan dan mendadak aja gitu pemberitahuannya. 



iKON melepas single 'Rubber Band' dengan alasan sebagai satu-satunya hadiah yang bisa iKON berikan. Menurut Hanbin, leader iKON di V app, "Kami tidak tahu bahwa 'Love Scenario' akan sangat dicintai ini, dari masyarakat dan para penggemarnya. Rubber Band adalah satu-satunya hadiah yang bisa kami berikan. " Malah sebenarnya Rubber Band ini  awalnya disisihkan oleh papa YG a.k.a Yang Hyunsuk sebagai judul lagu berikutnya dari album iKON. Tapi setelah melihat antusias orang-orang pada lagu 'Love Scenario' dan menjadi iKON sebagai boygroup yang bertahan sebagai nomor satu dalam chart dalam 10 tahun terakhir, dia memutuskan untuk memberikan kejutan untuk iKON dan fans.

Wanna One pun gak mau kalah. I Promise You (I.P.U) dirilis sebagai tanda 333 hari nya mereka bertemu sebagai trainee di Produce 101 season 2 dengan para fans. Lagu ini juga menjadi track pre-release album comeback Wanna One pada tanggal 19 Maret 2018 nanti. 

Diluar dari background kedua lagu ini yang katanya sebagai hadiah buat fans, gue kok ngeliat semacam YG dan YMC (agensi yang membawahi Wanna One) ini sedang 'ngecek ombak' siapa yang lebih powerful. Well you know, Love Scenario nya iKON ini kan awalnya gak diprediksi bakal selama ini di chart. Apalagi mengingat mereka dua tahun lebih sibuk nyangkul di Jepang dibanding Korea. Jadinya banyak yang nyinyir, jangan-jangan pengaruhnya berasal dari agensi besar aja  makanya bisa all-killed. Sementara dari sisi YG mungkin pengen pasang taring juga sama 'anak kemarin sore'. Mungkin yaah.. 

Soalnya menurut gue timingnya dipas pasin banget. Kenapa sih harus ngeluarin single sebelum comeback? Biasanya kan sekalian aja pas hari comebacknya. Toh, sudah diumumkan jauh-jauh hari bakal comeback tanggal 19 Maret. Kenapa juga harus di hari ke 333? Kenapa gak hari ke 300 aja seperti kebiasaan orang-orang Korea memperingati hari jadi ke 100 hari, 1000 hari, 2000 hari? Yah pokoknya yang pas pas aja lah. Sudah gitu awalnya kan emang YG duluan yang ngasih pengumuman iKON bakal rilis single special di tanggal 5, berhubung masa promote lagu Love Scenario sudah lebih dari 30 hari. Jadi nya kan yah gak salah dong gue curiga. Hahaha

Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, Lebih Keren Yang Mana ?

Anyway, diluar kesamaan 'tak sengaja' itu ternyata ada beberapa hal yang membedakan ke dua lagu ini. Gue  mencoba mereview ke dua lagu ini and hopefully no biased, so I can review these two songs fairly. Yuk mari dimulai! 


1. Genre  

I Promise You sangat kental sekali EDM nya. Mohon maaaaaf sekali Wannaable, gue kok dengerin I Promise You sedikit banyak teringat sama lagunya Seventeen -Thanks. Apalagi pas bagian refrainnya di mana ada yang nyanyi 'Yaksokhaeyo', gue otomatis refleks ikutan nyanyi "GOMAMPTAAAAA...." Hahaha. Ya maaap.. ! Tapi lagunya lumayan catchy kok gaes, bisa lu putar berkali-kali sambil lu bayangin mas Daniel ngasih lu cincin. 

Actually ini tangannya Sungwoon bukan Kang Daniel.  


Sementara Rubber Band sendiri mengambil genre musik yang menurut gue lebih ke tropical dance musik gitu. Sesuatu yang lebih anteng aja gitu dengernya. Berisik kagak, tapi upbeat. Ngerti gak lo maksud gue? Hahahaha. Such a chill song but can make your body rolling. Jadi misalnya pun kita tuh gak begitu ngeh lagu ini sebenarnya tentang apa, tapi karena melodinya itu enak dikuping yah dengan senang hati di replay lagi. Kalau perlu dimasukin ke playlist favorit. 

2. Lirik Lagu 

I Promise You lebih kepada pengambaran perasaan Wanna One ketika mereka pertama kali bertemu dengan fans mereka di awal musim semi, saat di mana beberapa di antara mereka ada yang terancam bakal disbanned, lama gak debut-debut juga. Jadi pertemuan para member Wanna One dengan para Wannable yang mendukung mereka dari awal ini lah yang mereka janji gak bakal mereka lupakan. Seperti itu...




Rubber Band sendiri meskipun dikatakan sebagai lagu hadiah bagi para pendengar yang sudah mendukung Love Scenario, namun lirik lagunya itu bukan lagu cinta ungkapan terima kasih gitu. Malahan sebenarnya berkisah tentang pasangan yang sudah lama pacaran, masing-masing sudah punya perasaan yang berbeda, tapi agak sungkan buat mutusin duluan karena gak enakan aja.

Rubber Band a.k.a Karet Gelang, posted by Jinhwan. Karet Gelangnya Banyak Berarti Pedes dong ya? 

Kalau menurut Hanbin yang menulis lagu ini bersama Mino Winner dan Bobby, "Seperti hubungan pasangan yang telah lama jadian, jadi jika mereka menarik sedikit saja rubber band nya,  (yang diibaratkan sebagai hubungan pacaran) mereka bisa putus." Nah salah satu dari keduanya di lagu ini memutuskan untuk menyudahi saja meskipun pada akhirnya ada yang terluka. Azzaaaa!! Dalem banget mas liriknya..  

3. Music Video 

Sekali lagi Gue minta maaf banget kalau ada yg tersinggung, secara gw ngeliat MVnya Wanna One I Promise You, itu ngingetin gue sama MVnya (lagi2) Seventeen - Clap. Bisa jadi karena tone warnanya, slow motion nya, tapi yah gitulah. Gue jadi teringat aja. Nothing so special about the MV. I just found it so so gitu deh, mulai dari story nya sampai dance move nya. Gak lebih bagus dari Energetic atau Burn It Up dari segi dance dan gak lebih drama daripada Beautiful.

Btw.. kalau ada yang ngerusak koleksi kaset gue kayak gini, enaknya dijewer aja atau gimana? 


Bae Jinyoung, Anak Nakal yang Merusak Koleksi Kaset TANTE 

Sedangkan Rubber Band dari iKON tidak memiliki MV karena memang hanya sekedar dirilis sebagai single digital bukan untuk dipromote gitu. Tapi katanya sih bakal ada video dance practice nya. Hanbin dan Junhoe sudah confirm kalau dance move untuk lagu Rubber Band ini lebih berat daripada Love Scenario dan lebih keren. Hanbin malah sudah ngasih teasernya segala di akun IGnya. Sila diintip aja, jangan lupa follow ya gaes! #eh 

4. Sing Part 

Sing part untuk boyband bermember 13 tentu akan berbeda dengan boyband ber member 7 orang saja. Namun untuk ini gue pikir ke dua lagu ini membagi porsi bernyanyi cukup adil. Selama ini banyak yang nyirikin Minhyun yang lebih banyak diberi durasi di single-single Wanna One sebelumnya,so I'm relieve that this time he only got like 7 seconds sing part of 3 minutes I Promise You. Lumayan, selain bisa bikin para akgaes gak banyak berkoar, gue jadi lupa kalau dia sekarang ini membernya Wanna One. Paling enggak Minhyun bisa lah jadi pengantar saserahan di kawinan gue.

Barisan Cowok-Cowok Pembawa Saserahan Kawinan Gue 

Lain lagi dengan Rubber Band nya iKON, finally Chanwoo dapat sing part yang lebih mendingan dibanding pada lagu Love Scenario. We finally can listen to his voice before the song end. Hahaha. 

5. Chart Debut 

Rubber Band debut position on Melon Chart at number 7 after released, sedikit lebih baik dibanding debut Love Scenario sebelumnya di posisi 9. I Promise You by Wanna One debut di Melon Chart di posisi dua ketahan sama Love Scenario nya iKON. So, iKON has two songs on top 10.



Lalu kemudian sejam kemudian, I Promise You jadi lagu nomer 1 di Melon, Soribada, Genie, Bugs, Naver, kecuali MNET doooong masih dipegang sama Love Scenario nya iKON. Padahal kalau mau dipikir-pikir Wanna One itu 'anak'nya Mnet loh ya. Entahlah kalau besok gimana. Soalnya gue nulis ini pas jam 11 malam tanggal 5 Maret.

UPDATE :

LOVE SCENARIO masih megang banget. Rubber Band malah nyungsep di 30 besar aja. 

Melon Chart 

Mnet Chart 

Conclusion 

I don't wanna start a fanwar here because these two songs actually good. As a non fan of those two groups, I'd prefer Rubber Band because of both the melody and the lyrics suit me well. Memang sih Rubber Band ini gak secatchy "Love Scenario" tapi telinga gue masih lebih bisa mencerna Rubber Band dibanding I Promise You. 

Diluar siapa yang bakal all killed apakah I Promise You atau Rubber Band, kayaknya akan susah untuk break record 40 hari all killed and PAK nya Love Scenario iKON. But, who knows.. Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya... *Lah, malah nyanyi!* 

So, Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, lebih keren yang mana nih gaes? Share what you think about these two songs on the comment section below. No fanwar tapi yaah...