Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi

Seperti judulnya di atas, ini adalah bagian kedua dari pembeberan itinerary saya pas traveling ke Seoul musim semi tahun 2017 lalu. Belum sempat baca Part 1 nya? Silahkan loh yaa.. 


So, hari kedua ke mana aja? 



Jalan Ke Mana : Namsan Seoul Tower di Musim Semi 

Jauh-jauh hari sebelum berangkat, saya sudah ngelist tempat apa aja yang pengen didatangin. Salah dua nya adalah dua tempat ini. Awalnya untuk hari ke dua, tempat yang pengen didatangin itu sekitar 4 tempat. Pada akhirnya aku dan partner seperjalanan hanya 'mampu' dua tempat aja yaitu Namsan Tower dan Dongdaemin Design Plaza. Kenapa ? 

Terpesona Bunga Sakura di Namsan Tower 


Cherry Blossom Seoul


Hari kedua dimulai dengan bangun telat, sodara-sodara. Rencana keluar dari penginapan jam 9 pagi karena ada 4 lokasi yang pengen didatangi tinggal kenangan. Saya dan partner perjalanan ketiduran dan akhirnya baru keluar dari penginapan dengan rasa tak percaya sudah ada di Seoul pukul 9 pagi. Bukannya langsung turun ke stasiun subway yang cuma sepelemparan wedges itu, saya malah strolling around sekitar penginapan. Liat-liat situasi dan cari bekal buat makan siang. 

Asiknya di sekitar penginapan itu banyak café yang sudah ngebrewing kopi. Bayangin aja suhu 18-20  derajat pagi itu, gak panas, gak berdebu, gak bising dengan suara motor berknalpot gede, kamu jalan di trotoar yang gak ada penjual kaki limanya sama sekali, yang pinggir jalannya gak dipakai buat parkiran mobil, orang-orang berjalan kaki tanpa saling nabrak apalagi nawarin barang trus ada aroma kopi yang Wangi keluar dari café-café itu. Gimana saya gak mau jalan pelan-pelan menikmati suasana? 

Tapi tentu saja, for the sake of time dan saya juga mikirin partner perjalanan yang belum tentu suka jalan gak tentu arah kek saya ini, jalan santai berakhir di salah satu mart. Biasa, beli roti isi kacang merah, roti tawar yang ingridientnya harus saya google translate dulu (hihihi) dan  air mineral ukuran 1 liter (lumayan botolnya ntar gue isi lagi kan..). Bekal makan siang! Ini karena saya yakin bakal susyeh menemukan makanan halal di kawasan Namsan Tower. 


Seoul Korea Spring


Setelah beli cemilan buat makan siang itu (ih.. ngenes banget ya? hahaha) barulah kami cuzz putar arah ke exit dua stasiun Sookmyeong Women University yang ada di seberang mart. Tujuan pertama yang akan didatangi adalah Namsan Tower yang dapat dicapai menggunakan subway line 4. Jaraknya 4 pemberhentian, jadi gak begitu lama buat nyampai. Paling sekitar 5 menitan, termasuk nunggunya. 

Namsan Tower atau disebut juga N Seoul Tower adalah salah satu ikon pariwisata Korea Selatan, khususnya kota Seoul. Rasanya gak sah maen ke Seoul kalau gak mampir ke Namsan Tower. Apalagi buat orang yang demen nonton drama Korea atau acara televisi Korea termasuk juga video music. Namsan Tower kerap kali jadi lokasi syuting ini akhirnya jadi kebayang-bayang mulu, seperti apa sih Namsan Tower itu sebenarnya? Apakah memang seindah di layar kaca atau di YouTube? 


Spring Seoul


How To Namsan Seoul Tower 



Ada dua cara untuk menuju Namsan Seoul Tower. Bisa pakai cable car, bisa juga dengan menggunakan bus atau jalan kaki (jika mampu, hahaha). Jika menggunakan shuttle bus, rute yang bisa kamu pilih : 

1. Turun di Chungmuro Station (Seoul Subway Lines 3 & 4), Exit 2 depan Daehan Cinema atau  Dongguk University Station (Seoul Subway Line 3), Exit 6.

2. Seoul Station (Seoul Subway Lines 1 & 4), Exit 9, Itaewon Station (Seoul Subway Line 6), Exit 4 or Hangangjin Station (Seoul Subway Line 6), Exit 2.


3. Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3 .


Jika menggunakan cable car (seperti yang aku pilih) :


1. Turun di  Myeong-dong Station (Seoul Subway Line 4), Exit 3. Belok kanan ke arah hotel Pasific.

2. Namsan Oreumi directions: Dari perempatan Hoehyeon (antara Myeong-dong & Hoehyeon Subway Stations of Seoul Subway Line 4), jalan terus ke Namsan Tunnel 3. Ada Namsan Oreumi elevator gratis dari the Memorial Plaza (Tutup  Senin  09:00-14:00).


Aku memilih opsi cable car yang mana aku lewat stasiun Myeongdong (pilihan nomer 1). Sesampai stasiun Myeongdong aku dan partner keluar melalui exit 3. Bayangan kita adalah Namsan Tower itu sudah di depan mata secara sudah bisa keliatan dari tempat kita berada. Ternyata jaraknya gak sedekat apa yang tertera di Google Map, Tuhaaaaaan.... Belum lagi jalannya nanjak. Asli ini perlu kaki dan nafas yang kuat.

Sebenarnya ada Shuttle Bus tersedia di sekitar exit 3 Myeongdong. Entah kenapa waktu itu aku gak ngeliat, mungkin juga karena belum apa-apa aku sudah terdistraksi dengan deretan café-café, resto dan toko yang lucu-lucu seakan manggil minta didatangin. Jadilah aku memilih untuk jalan dengan asumsi deket koookkkk .. kata om Google.

Nyatanya 30 menit kemudian kami belum nyampe-nyampe juga. Hahhahahaha. 

Serunya jalan di kota Seoul adalah ada trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki meski jalannya sempit sekalipun. Jalan menanjak menuju Cable Car Station Namsan Tower gak begitu kerasa karena cuacanya juga mendukung, panas enggak, dingin juga enggak. Terus terang, jalan kaki di pedestrian dengan cuaca seperti ini adalah hal yang sangat sangat jarang bisa aku dapatkan di Makassar. Boro-boro mau jalan kaki, panasnya minta ampun gak ada side walk pula. Ada juga diklaksonin pengendara mobil dan motor. Huuuhuhu *jadi curhat*. 




Namsan Seoul Tower


Oiya, dalam perjalanan aku juga sempat bertemu pasangan muda dari Indonesia (aku lupa dari kota mana). Mbaknya yang lagi hamil muda ini bersama suaminya baru menikmati honeymoon tanpa tour travel juga hanya berdua. Ya iyalahh.. namanya juga honeymoon, masa sekelurahan sih! Ayo semangat ya, bumil!! 


Hal seperti ini yang aku suka dari berjalan kaki dibanding naik kendaraan saat menuju suatu tempat di Seoul. Selain bisa bertemu sesama turis, aku juga jadi bisa lebih tahu suasana sebuah kota dan bisa dengerin warganya ngobrol. Soalnya aku asli penasaran, apakah aksen yang ada di drama Korea atau variety show itu sama dengan aksen sehari-hari? Kita aja kalau ngomong sehari-hari dengan yang ada di film atau sinetron Indonesia kan beda ya. Jadinya aku sangat-sangat menikmati nguping mereka ngobrol meskipun gak begitu paham.

Seoul Cherry blossom
Lelaaaaahhh Mak.. Aku Lelah.... 


Menikmati semua itu, tanda-tanda cable car station sudah di depan mata. Akhirnyaaaaaaa... Tapi ternyata perjuanga belum selesai sodara-sodara. Untuk beli tiket cable carnya harus ngantri. Sebelumnya ngantri beli tiket dulu. Ada dua pilihan, beli tiket one way atau tiket bolak balik. Aku beli tiket bolak balik aja seharga W 8500  (which is I regret later). 

Berhubung hari itu hari Minggu, bukan cuma turis aja yang datang ke Namsan Tower. Orang Seoul especially yang datang sama pasangannya juga banyaaaaaak di depan mata. Belum lagi yang datang piknik dengan keluarga, lengkap sampai nenek-kakek nya. Intinya mah sabaaar aja antrinya. Toh gak ada yang maen serobot juga sih. Kalau cape ngantri, bisa duduk bentar di kursi yang disediakan tapi jangan lupa ngetag tempat ya..

And finally after a long wait, aku dan partner dapat jatah naik cable car ke Namsan Tower. Cable Carnya lebih gede daripada yang di TMII, muat 20an orang gitu deh. Gak nyampe 3 menitan perjalanan cable car yang menyuguhkan pemandangan pepohonan dan kota Seoul dari atas terlewati and tadaaaaaaa... akhirnya menginjak kompleks Namsan Seoul Tower yang luas banget itu. 



Seoul Tower


Bagian atas Namsan Seoul Tower yaitu menaranya berada pada ketinggian 480m di atas permukaan laut. Itu sudah termasuk tinggi Gunung Namsan (243 m) dan tinggi menara itu (236.7m). Sejatinya  menara ini pertama kali didirikan sebagai menara siaran untuk mengirimkan sinyal TV dan radio pada tahun 1969. Makanya sekilas mirip tower TVRI di Senayan, Jakarta kan? Bedanya pemerintah Seoul itu pinter memanfaatkan keadaan,  karena area menara pemancar ini dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi salah satu landmark representatif dan tempat multi-budaya di Seoul.

Di area plaza Namsan Seoul Tower tersedia banyak tempat nongkrong baik yang gratis maupun bayar. Gratisan tentunya di kursi-kursi yang disediakan di bawah pohon. Gue kebetulan jarang nemu tempat teduh di bawah pohon yang menyediakan kursi untuk menikmati suasana di Makassar, so I spent some time nongkrong sambil menikmati bekal makan siang yang sudah gue siapin tadi. 


Cherry Blossom Seoul
Maafkan Muka Semua, HAHAHHAA

Gembok Cinta Namsan Tower 


Namsan Seoul Tower
Sedang Mengira-ngira Berapa Harga Perkilo Gembok-Gembok Ini Kalau Diloakin 

Katanya gak sah gak ngelock in gembok di Namsan Tower. Gara-gara ini pula maka banyak deh yang jualan gembok di Namsan. Harganya lumayan juga, 5000 Won per gembok di jual di kios-kios resmi (bukan asongan ya, emang Indonesia?) di lokasi-lokasi khusus menggantungkan harapan   gembok cinta. Aku tentu saja gak beli, hahaha.. Lagian sudah banyak gembok di sana. Biarlah aku menggembok cinta Hwang Minhyun dengan doaku saja. Halah!


Love Lock


Pertunjukan Kesenian Tradisional di Namsan Tower 

Selain untuk makan dan foto-foto, Namsan Tower juga menghadirkan kesenian tradisional Korea pada jam-jam tertentu di plaza depan gazebo ((GAZEBO.. lu pikir ini di kampus)). Kebetulan banget pas baru tiba sedang ada pertunjukan tarian dan atraksi bertema pengawal kerajaan gitu. 






Pertunjukan kesenian tradisional ini berdurasi sekitar setengah jam. Penonton gak cuma turis mancanegara. Masyarakat Seoul (atau yang mungkin juga dari luar kota Seoul yang lagi wikenan) banyak yang duduk-duduk santai sambil menikmati pertunjukan yang cukup menghibur itu. Satu hal yang aku suka, penontonnya tertib dan saling mengerti. Tidak mengganggu pemandangan, menghalangi dan behave banget. Gak ada dorong-dorongan atau serebot tempat. Bener-bener kayak duduk di taman trus kebetulan aja ada pertunjukan gitu. The reaction also awesome tanpa harus teriak-teriak atau nyelutuk-nyelutuk gak jelas kek orang-orang kita nonton film di bioskop. #eh


Ada Apa Aja di Namsan Seoul Tower ? 

Selain bertebaran spot untuk pasang gembok cinta dan site untuk foto-foto dengan latar belakang cherry blossom, tujuh lantai Namsan Seoul Tower menyediakan tempat-tempat berikut : 

Seoul Tower Namsan
Hanbok Culture Experience 


L – Hanbok Culture Experience Center
1F – Starbucks, Sweet Monster, Gong Cha, Perfect Match, Steak, GS25, Souvenir shop
2F – Tokyo Steak
3F – Broadcasting facilities, security area
4F – Season’s Table, Game Plaza, Hosigi Double Chicken, Ah-Charm

[N Seoul Tower]


5F – N Sweet Bar, A Twosome Place, Ssentoy Museum, Hello Kitty Island

T1 – Ticket booth, N Burger, N Terrace, A Twosome Place, Olive Young, Cheil Jemyunso
T2 – The PLACE Dining
T3 – Hancook
T4 – Observatory, A Twosome Place
T5 – Observatory, Weeny Beeny
T7 – n.GRILL



Hanbok






Gak semua sempat aku datangi, sudah keburu sore. Makin malem tampaknya Namsan Tower makin rame. Mungkin karena malam minggu, makin banyak couple yang datang sambil pegangan tangan. Aihhh..  kabur ah daripada baper. 

Namsan Cable Car Tiket : 

Jam Operasi: 10:00-23:00
Pulang Pergi (Dewasa 8,500 won / Anak-anak 5,500 won)
Sekali Jalan (Dewasa 6,000 won / Anak - Anak 3,500 won)
Groups yang lebih dari 30 orang dapat diskon loh.

Meskipun saya beli tiket cable car pulang pergi, belakangan jadi nyesel mending ambil sekali jalan saja. Soalnya sudah ngantrinya lama, mending jalan turun aja menikmati pemandangan dengan tebaran bunga Sakura di mana-mana. Gimana? Tentukan pilihanmu.

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor?

Gak berasa sudah lima tahun sejak Aku membuat paspor pertama kali. Itu berarti Aku harus memperpanjang paspor lagi. Paspor pertama Aku expired tanggal 25 Februari lalu. Katanya perpanjangan adalah minimal enam bulan sebelum tanggal expired. Namanya juga minimal kan yaa.. artinya asalkan tidak melewati tanggal expirednya aja. 

Berhubung Aku gak punya cukup waktu luang di jam kerja, jadi sering ditunda-tunda deh.  Bahkan ketika Hari Bakti Imigrasi berlangsung dimana pelayanan kantor Imigrasi buka di hari Sabtu pun Aku gak sempat. Akhirnya di awal bulan Februari, Aku memutuskan mau tidak mau, sempat gak sempat, Aku harus menyediakan waktu untuk memperpanjang paspor. 

Bagaimana Cara Memperpanjang Paspor? 

Pembuatan Paspor


Sebenarnya gak ada istilah memperpanjang paspor di kantor Imigrasi. Ada juga 'penggantian' paspor. Bisa jadi karena pemikiran orang awam seperti kita memperpanjang masa berlaku SIM, akhirnya istilah perpanjangan paspor lebih akrab dibanding penggantian. 

Penggunaan kata 'penggantian' memang lebih tepat karena penggantian paspor ini dapat dilakukan tidak hanya jika masa berlaku paspor kita akan atau telah habis. Paspor hilang, rusak pada saat proses penertiban atau diluar proses penerbitan hingga halamannya penuh sebelum masa berlakunya habis juga masuk kategori penggantian pasport. Nah kali ini, kita bahas kategori penggantian paspor yang masa berlakunya AKAN habis ya. Caranya sangat mudah dan syaratnya pun gak ribet. 

1. Siapkan Paspor Lama dan e-KTP

Untuk paspor keluaran tahun 2009 dan setelahnya, cukup siapkan foto kopi paspor lama dan foto kopi KTP elektronik. Tentunya saat datang ke kantor Imigrasi setempat tetap harus bawa aslinya yah.




2. Daftar Antrian Online 

Saat ini gak perlu lagi nunggu berjam-jam di kantor Imigrasi dengan antrian yang gak jelas di mana ujungnya. Kita bisa ngambil antrian online dulu melalui website. Sebelumnya registrasi dulu untuk membuat akun baru. Setelah login, baru deh pilih mau mengurus perpanjangan paspor di Kanim mana, lalu pilih hari dan jam yang sesuai dengan waktu lowong kita. 




Alhamdulillah di Makassar saat ini ada dua pilihan tempat pengurusan paspor. Kantor Imigrasi Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan Km.13 dan Unit Layanan Paspor I di jalan Sultan Alauddin Kompleks Ruko Alauddin Plaza ( sekompleks ruko dengan McD Alauddin). Berhubung lokasi kantor lebih dekat ke jalan Sultan Alauddin, aku lebih memilih ke kantor Unit Layanan Paspor I aja.  

Setelah memilih hari, waktu dan berapa pemohon, lanjut ke step berikutnya untuk memasukkan nomer nama pemohon, nomer NIK dan keterangan status. Satu akun bisa untuk 4 orang pemohon. Keterangan pemohonan apakah itu pribadi, ayah, ibu atau anak bisa diinput di bagian keterangan.



Nantinya akan ada pemberitahuan melalui email yang telah kita daftarkan. Email tersebut bisa diprint sebagai bukti saat kita datang ke kantor imigrasi. Tapi jika kamu mendaftarnya melalui aplikasi antrian online yang di download melalui apps store, tinggal perlihatkan saja barcodenya. Pilih yang mana aja yang membuat kamu nyaman.  

3. Datang ke Kantor Imigrasi Sesuai Hari dan Tanggal yang Dipilih 

Aku waktu itu sengaja milih hari Jumat pukul 13.00  setelah sholat Jumat, jadi datanglah aku ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar lima belas menit sebelumnya. Ternyata layanan masih tutup karena jam istirahat pegawai kantor Imigrasi di hari Jumat dari pukul 11.00 - 13.30. Nunggu dong aku. Barulah tepat pukul 13.30, mas mas yang bertugas di front desk membuka antrian. Nah, disini kegesitan diperlukan, hehehe. 

Meskipun sudah daftar antrian online, tetap aja untuk masuk ke ruangan verifikasi, wawancara dan foto masih perlu antrian manual. Biasanya nih yang paling gesit adalah mba mba dan mas mas dari travel yang mengurus klien mereka yang sudah lanjut usia. Tips dari aku, begitu masuk ruangan Kanim, entah petugas front desknya sudah ada atau belum langsung ambil posisi aja di depan meja petugas.

4. Mengisi Formulir Permohonan 

Petugas di front desk memberikan map berisi formulir permohonan yang harus diisi oleh pemohon. Isi formulir dengan huruf kapital. Jangan khawatir, petunjuk pengisian formulir ada kok tertempel di meja pengisian. Lagian data yang diminta dalam formulir bukan pertanyaan yang susah kok. Semacam nama lengkap, tanggal lahir, alamat, NIK dan sebagainya. 

Setelah isi formulir, duduk manis deh nunggu nomer antrian yang tertera di map kuning dipanggil. Aku kebetulan dapat nomer antrian sekian sekian dan itu ternyata ada antrian yang daftar online jam 11 yang belum selesai. Aku menunggu agak lama sampai bisa ngobrol dan tahu tujuan orang-orang disekitar aku buat ngurus paspor, hahaha. Sekali panggil, bisa sampai 10 orang sesuai dengan jumlah petugasnya kali ya. Sayangnya kegesitan petugas dalam bekerja berbeda-beda.



Ada yang berorientasi waktu, ini biasanya bu ibu petugas yang sudah senior. Ada juga yang santai kayak di pantai, nah ini tampaknya pegawai yang masih muda. Aku awalnya dapat ibu petugas yang berorientasi waktu. Pengisian data dan wawancara lancar dan cepat namun tetap santai. Apalagi pas tahu aku kerja di mana, ibu nya malah lebih ramah lagi. Pas foto itu yang agak lama sama mas-mas nya. Entah kenapa, padahal meja sebelah bagian foto juga cukup cepat. Sepanjang hasil foto paspor nya bagus, aku gak masalah sih. Hihihi.. 

Oiya sedikit tips buat kamu yang berhijab, usahakan pake hijab yang warnanya terang atau gelap sekalian. Soalnya latar belakang foto paspor itu warna putih. So, warna pastel atau abu-abu itu tidak disarankan. Aku waktu itu pake jilbab warna cokelat sementara yang sebelum aku pakai warna ungu muda pucat. Dia diminta ganti jilbab warna merah yang disediakan di ruang ganti. Lumayan lama sih nungguin dia ganti jilbab. So, make sure you wear warna jilbab yang cocok dengan latar belakang foto ya! 

5. Melakukan Pembayaran di Bank 

Lima tahun yang lalu ketika aku pertama kali membuat paspor, pembayaran biaya pembuatan paspor dilakukan di loket pembayaran kantor imigrasi setempat. Sejalan dengan program pemerintah dalam reformasi penerimaan negara, maka untuk pembayaran biaya pembuatan paspor yang dikategorikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Untuk ketertiban PNBP disetor melalui 78 bank persepsi. Termasuk di dalamnya Bank Negara Indonesia (BNI), BRI, Bank Mandiri, BPD, bank swasta seperti BCA, HSBC, Bank Niaga dan lain-lain.

Pembayaran bisa dilakukan di teller, tapi aku lebih menyarankan bayar via ATM atau internet banking. Awalnya aku mencoba bayar via ATM BRI. Entah kenapa announcementnya 'Tidak Dapat Diproses'. Tiga kali aku coba, tetap gak bisa. Akhirnya aku bayar via internet banking bank Mandiri. Selesai! Total pembayaran sama persis dengan di bukti pengantar pembayaran yaitu Rp.355.000,-.

Bukti pembayaran diprint dan nantinya disertakan pada saat pengambilan paspor, so keep it safe!

6. Mengambil Paspor 

Empat hari (kerja) setelah melakukan pembayaran diterima, baru deh kita kembali ke kantor Imigrasi tempat kita mengurus perpanjang paspor untuk mengambil paspor. Kementerian Imigrasi menjamin 4 hari kerja saja, paspor kita sudah jadi.

Untuk mengambil paspor, kita tidak perlu lagi mengambil antrian online. Aku waktu itu datang ke kantor Unit Layanan Paspor I Makassar langsung aja melapor ke front desk dengan memperlihatkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran. Ada dua line antrian loh di sana. Satu untuk pembuatan paspor, satu lagi untuk pengambilan. Make sure to wait on the right line. Biasanya line pengambilan ada di sebelah kiri dan antriannya gak sepanjang line pembuatan paspor. Nantinya petugas front desk memberi nomer antrian untuk mengambil paspor di lantai dua.

Proses pengambilan paspor tidak terlalu lama di luar waktu menunggu. Alhamdulillah banget, pas aku ngambil hanya ada aku dan satu ibu lagi, jadi cukup cepat. Saat dipanggil, serahkan tanda terima pengantar pembayaran dan tanda bukti pembayaran dari bank pada petugas. Setelah itu kita diminta foto kopi lagi paspor baru dan menyerahkan surat pernyataan ber materai 6000 (ada di mas mas foto kopian di ruangan sebelah). Surat pernyataan bermaterai dan foto kopi paspor baru kita itu biayanya Rp.10.000,-. Tapi kalau kamu bawa materai sendiri kayak aku, gak pake biaya lagi sih. Kecuali kalau kamu mau beli sampul paspornya, cukup sediakan Rp.10.000,-.



Surat pernyataan itu nanti kamu bawa lagi ke loket pengambilan paspor. Petugas akan meminta kita menandatangani bukti telah terima paspor pada berkas permohonan kita. Setelah itu, paspor baru dan paspor lama kita terima, deh! Jyaaah!!

Mengurus Perpanjangan Paspor Sendiri Mudah Kok! 


Gak ribet kan ya ngurusnya? Paling butuh kesabaran buat nunggu aja. Toh setertib-tertibnya peraturan dibuat, kadang-kadang orang Indonesia tuh terlalu lincah dalam mengantri. Pemohon paspor juga bukan kita aja kan ya.. Jadi ikutin aja tiap tahap prosesnya. Gak usah pakai calo. Sempatkan waktu seluangnya aja.

For your information, setelah tahap foto dan wawancara aku gak langsung bayar. Ada kali dua minggu lebih baru deh aku bayar via internet banking. Ngambil paspornya juga lebih dari 4 hari setelah pembayaran. Yang jelas jangan lebih dari 30 hari aja setelah tanggal permohonan aja sih. Selain dianggap batal, kasian juga petugasnya ribet nyariin berkas dan paspor kita diantara tumpukan berkas lainnya. Semoga postingan ini bisa membantu kamu dalam perpanjangan paspor kamu ya! 

Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, Lebih Keren Yang Mana ?

Lama gak ngeupdate blog, kali ini posting yang ringan-ringan aja dulu. Kebetulan hari ini tanggal 5 Maret 2018, ada dua lagu dari dua boyband yang lagi ngehits di Korea sama-sama mengeluarkan single di jam yang sama. Mereka gak lain gak bukan adalaaaaahhhh... Wanna One dan iKON. 

Dua boyband ini berasal dari agency yang berbeda dan segmentednya juga beda. iKON, seperti yang kalian tahu semua, adalah boyband bentukan YG Entertainment yang mana disebut sebagai 'The Next Big Bang'. Sementara Wanna One adalah boyband keroyokan hasil 11 besar ajang survival Produce 101 Season 2. iKON di awal tahun ini  sudah unjuk gigi setelah dua tahun gak comeback lewat single mereka Love Scenario. Lagu ini menjadi lagu nomer 1 all-killed selama 40 hari. Wanna One sendiri tahun lalu dijuluki Monster Rookie karena album debut mereka kejual hampir sejuta copies. 

Nah, tanggal 5 Maret 2018  mereka ngerilis single spesial dengan alasan yang serupa pula : sebagai tanda terima kasih kepada fans. Yang gue gak habis pikir adalah, kenapa juga sih harus barengan dan mendadak aja gitu pemberitahuannya. 



iKON melepas single 'Rubber Band' dengan alasan sebagai satu-satunya hadiah yang bisa iKON berikan. Menurut Hanbin, leader iKON di V app, "Kami tidak tahu bahwa 'Love Scenario' akan sangat dicintai ini, dari masyarakat dan para penggemarnya. Rubber Band adalah satu-satunya hadiah yang bisa kami berikan. " Malah sebenarnya Rubber Band ini  awalnya disisihkan oleh papa YG a.k.a Yang Hyunsuk sebagai judul lagu berikutnya dari album iKON. Tapi setelah melihat antusias orang-orang pada lagu 'Love Scenario' dan menjadi iKON sebagai boygroup yang bertahan sebagai nomor satu dalam chart dalam 10 tahun terakhir, dia memutuskan untuk memberikan kejutan untuk iKON dan fans.

Wanna One pun gak mau kalah. I Promise You (I.P.U) dirilis sebagai tanda 333 hari nya mereka bertemu sebagai trainee di Produce 101 season 2 dengan para fans. Lagu ini juga menjadi track pre-release album comeback Wanna One pada tanggal 19 Maret 2018 nanti. 

Diluar dari background kedua lagu ini yang katanya sebagai hadiah buat fans, gue kok ngeliat semacam YG dan YMC (agensi yang membawahi Wanna One) ini sedang 'ngecek ombak' siapa yang lebih powerful. Well you know, Love Scenario nya iKON ini kan awalnya gak diprediksi bakal selama ini di chart. Apalagi mengingat mereka dua tahun lebih sibuk nyangkul di Jepang dibanding Korea. Jadinya banyak yang nyinyir, jangan-jangan pengaruhnya berasal dari agensi besar aja  makanya bisa all-killed. Sementara dari sisi YG mungkin pengen pasang taring juga sama 'anak kemarin sore'. Mungkin yaah.. 

Soalnya menurut gue timingnya dipas pasin banget. Kenapa sih harus ngeluarin single sebelum comeback? Biasanya kan sekalian aja pas hari comebacknya. Toh, sudah diumumkan jauh-jauh hari bakal comeback tanggal 19 Maret. Kenapa juga harus di hari ke 333? Kenapa gak hari ke 300 aja seperti kebiasaan orang-orang Korea memperingati hari jadi ke 100 hari, 1000 hari, 2000 hari? Yah pokoknya yang pas pas aja lah. Sudah gitu awalnya kan emang YG duluan yang ngasih pengumuman iKON bakal rilis single special di tanggal 5, berhubung masa promote lagu Love Scenario sudah lebih dari 30 hari. Jadi nya kan yah gak salah dong gue curiga. Hahaha

Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, Lebih Keren Yang Mana ?

Anyway, diluar kesamaan 'tak sengaja' itu ternyata ada beberapa hal yang membedakan ke dua lagu ini. Gue  mencoba mereview ke dua lagu ini and hopefully no biased, so I can review these two songs fairly. Yuk mari dimulai! 


1. Genre  

I Promise You sangat kental sekali EDM nya. Mohon maaaaaf sekali Wannaable, gue kok dengerin I Promise You sedikit banyak teringat sama lagunya Seventeen -Thanks. Apalagi pas bagian refrainnya di mana ada yang nyanyi 'Yaksokhaeyo', gue otomatis refleks ikutan nyanyi "GOMAMPTAAAAA...." Hahaha. Ya maaap.. ! Tapi lagunya lumayan catchy kok gaes, bisa lu putar berkali-kali sambil lu bayangin mas Daniel ngasih lu cincin. 

Actually ini tangannya Sungwoon bukan Kang Daniel.  


Sementara Rubber Band sendiri mengambil genre musik yang menurut gue lebih ke tropical dance musik gitu. Sesuatu yang lebih anteng aja gitu dengernya. Berisik kagak, tapi upbeat. Ngerti gak lo maksud gue? Hahahaha. Such a chill song but can make your body rolling. Jadi misalnya pun kita tuh gak begitu ngeh lagu ini sebenarnya tentang apa, tapi karena melodinya itu enak dikuping yah dengan senang hati di replay lagi. Kalau perlu dimasukin ke playlist favorit. 

2. Lirik Lagu 

I Promise You lebih kepada pengambaran perasaan Wanna One ketika mereka pertama kali bertemu dengan fans mereka di awal musim semi, saat di mana beberapa di antara mereka ada yang terancam bakal disbanned, lama gak debut-debut juga. Jadi pertemuan para member Wanna One dengan para Wannable yang mendukung mereka dari awal ini lah yang mereka janji gak bakal mereka lupakan. Seperti itu...




Rubber Band sendiri meskipun dikatakan sebagai lagu hadiah bagi para pendengar yang sudah mendukung Love Scenario, namun lirik lagunya itu bukan lagu cinta ungkapan terima kasih gitu. Malahan sebenarnya berkisah tentang pasangan yang sudah lama pacaran, masing-masing sudah punya perasaan yang berbeda, tapi agak sungkan buat mutusin duluan karena gak enakan aja.

Rubber Band a.k.a Karet Gelang, posted by Jinhwan. Karet Gelangnya Banyak Berarti Pedes dong ya? 

Kalau menurut Hanbin yang menulis lagu ini bersama Mino Winner dan Bobby, "Seperti hubungan pasangan yang telah lama jadian, jadi jika mereka menarik sedikit saja rubber band nya,  (yang diibaratkan sebagai hubungan pacaran) mereka bisa putus." Nah salah satu dari keduanya di lagu ini memutuskan untuk menyudahi saja meskipun pada akhirnya ada yang terluka. Azzaaaa!! Dalem banget mas liriknya..  

3. Music Video 

Sekali lagi Gue minta maaf banget kalau ada yg tersinggung, secara gw ngeliat MVnya Wanna One I Promise You, itu ngingetin gue sama MVnya (lagi2) Seventeen - Clap. Bisa jadi karena tone warnanya, slow motion nya, tapi yah gitulah. Gue jadi teringat aja. Nothing so special about the MV. I just found it so so gitu deh, mulai dari story nya sampai dance move nya. Gak lebih bagus dari Energetic atau Burn It Up dari segi dance dan gak lebih drama daripada Beautiful.

Btw.. kalau ada yang ngerusak koleksi kaset gue kayak gini, enaknya dijewer aja atau gimana? 


Bae Jinyoung, Anak Nakal yang Merusak Koleksi Kaset TANTE 

Sedangkan Rubber Band dari iKON tidak memiliki MV karena memang hanya sekedar dirilis sebagai single digital bukan untuk dipromote gitu. Tapi katanya sih bakal ada video dance practice nya. Hanbin dan Junhoe sudah confirm kalau dance move untuk lagu Rubber Band ini lebih berat daripada Love Scenario dan lebih keren. Hanbin malah sudah ngasih teasernya segala di akun IGnya. Sila diintip aja, jangan lupa follow ya gaes! #eh 

4. Sing Part 

Sing part untuk boyband bermember 13 tentu akan berbeda dengan boyband ber member 7 orang saja. Namun untuk ini gue pikir ke dua lagu ini membagi porsi bernyanyi cukup adil. Selama ini banyak yang nyirikin Minhyun yang lebih banyak diberi durasi di single-single Wanna One sebelumnya,so I'm relieve that this time he only got like 7 seconds sing part of 3 minutes I Promise You. Lumayan, selain bisa bikin para akgaes gak banyak berkoar, gue jadi lupa kalau dia sekarang ini membernya Wanna One. Paling enggak Minhyun bisa lah jadi pengantar saserahan di kawinan gue.

Barisan Cowok-Cowok Pembawa Saserahan Kawinan Gue 

Lain lagi dengan Rubber Band nya iKON, finally Chanwoo dapat sing part yang lebih mendingan dibanding pada lagu Love Scenario. We finally can listen to his voice before the song end. Hahaha. 

5. Chart Debut 

Rubber Band debut position on Melon Chart at number 7 after released, sedikit lebih baik dibanding debut Love Scenario sebelumnya di posisi 9. I Promise You by Wanna One debut di Melon Chart di posisi dua ketahan sama Love Scenario nya iKON. So, iKON has two songs on top 10.



Lalu kemudian sejam kemudian, I Promise You jadi lagu nomer 1 di Melon, Soribada, Genie, Bugs, Naver, kecuali MNET doooong masih dipegang sama Love Scenario nya iKON. Padahal kalau mau dipikir-pikir Wanna One itu 'anak'nya Mnet loh ya. Entahlah kalau besok gimana. Soalnya gue nulis ini pas jam 11 malam tanggal 5 Maret.

UPDATE :

LOVE SCENARIO masih megang banget. Rubber Band malah nyungsep di 30 besar aja. 

Melon Chart 

Mnet Chart 

Conclusion 

I don't wanna start a fanwar here because these two songs actually good. As a non fan of those two groups, I'd prefer Rubber Band because of both the melody and the lyrics suit me well. Memang sih Rubber Band ini gak secatchy "Love Scenario" tapi telinga gue masih lebih bisa mencerna Rubber Band dibanding I Promise You. 

Diluar siapa yang bakal all killed apakah I Promise You atau Rubber Band, kayaknya akan susah untuk break record 40 hari all killed and PAK nya Love Scenario iKON. But, who knows.. Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya... *Lah, malah nyanyi!* 

So, Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, lebih keren yang mana nih gaes? Share what you think about these two songs on the comment section below. No fanwar tapi yaah...  


Review Kuliner Makassar : Umami Eatery, No MSG Food

Bagaimana rasa makanan tanpa MSG? 

Seringkali kita terpapar informasi di media bahwa penggunaan MSG pada makanan itu bisa membuat makanan lebih gurih dan lebih enak, tapi dapat memberi efek  samping juga pada kesehatan jika terlalu banyak. Mungkin pernah dengar  ada istilah 'Chinese Restaurant Syndrome', sebuah istilah lama yang rame diperbincangkan sejak tahun 1960an.

Awalnya bermula dari sekelompok gejala yang dialami beberapa orang setelah makan makanan dari restoran Cina. Gejala ini sering termasuk sakit kepala, pembilasan kulit, dan berkeringat. Penambah rasa pada makanan yang disebut monosodium glutamat (MSG) sering disalahkan setelah makan makanan China. Maka terciptalah istilah Chinese Restaurant Syndrome itu, meskipun gak cuma masakan China aja sih sebenarnya yang menggunakan MSG saat ini.

Aku salah satu orang yang peka terhadap MSG ini. Makanan yang mengadung banyak MSG bisa bikin kepala aku sakit.  Beberapa saat setelah makan, tertinggal rasa pahit di lidah. Gak enak banget lah , pokoknya. Padahal tanpa MSG pun sebenarnya suatu masakan ada rasanya, kok. Hanya saja kebanyakan orang merasa suatu masakan lebih gurih dan nikmat dengan tambahan MSG tanpa perlu ngulek bumbu apalah-apalah yang cukup merepotkan.

Tapi benerkah MSG itu gak aman? Penelitian yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menganggap MSG sebagai bahan yang aman. Setelah itu  kebanyakan orang kembali mengonsumsi makanan yang mengandung MSG tanpa mengalami masalah. Memang sih masih ada sebagian kecil orang memiliki reaksi  terhadap MSG, seperti aku misalnya. Karena kontroversi tersebut, banyak restoran sekarang mengiklankan bahwa mereka tidak menambahkan MSG ke makanan mereka. Salah satu tempat makan yang menklaim menu masakan tanpa MSG ada Umami Eatery di kawasan jalan Mesjid Raya, Makassar. Awalnya aku tahu keberadaan tempat ini melalui hastag  di Instagram yang biasanya aku kepoin setiap jam makan siang di kantor. 

Review Kuliner : UMAMI EATERY, NO MSG FOOD


Dari namanya aja UMAMI, mengingatkan saya pada kata dalam bahasa Jepang yang merupakan kata serapan  dari kata “umai” yang artinya lezat dan kata “mi” yang berarti rasa. Jadi, makna kata umami bisa diartikan dengan “rasa yang lezat”. Kata “umami” pertama kali diperkenalkan secara ilmiah oleh seorang profesor Jepang dari Tokyo Imperial University, yaitu Profesor Kikunae Ikeda di tahun 1908 yang menginspirasinya untuk menciptakan suatu zat bernama MSG yang mudah disimpan dan digunakan. Bisa jadi tempat makanan ini mengambil kata UMAMI sebagai pencerminan bahwa masakan dalam menu mereka ini , rasanya lezat sebelum MSG tercipta. Tsaah..



Seperti taglinenya, Umami Eatery menghadirkan menu ala Asia yang terinspirasi oleh masakan Jepang, China dan Indonesia. Ragam masakan yang disediakan di tempat ini mulai dari yang ringan semacam snack dan dessert buat ngemil cantik sampai makanan berat untuk makan siang atau malam. Minumannya juga cukup beragam mulai dari air mineral, teh, juice hingga minuman kekinian semacam Thai Tea atau Ice Coffee yang dikemas dalam botol.

So what did I order?

Berhubung Aku lagi gak pengen makan nasi, aku milih Chick and Chip, which is ternyata there wasn't any chip, melainkan French Fries. Padahal aku mikirnya menu ini adalah potongan ayam yang cukup besar dengan chip kentang ala-ala Chitato gitu. Hehehe..

Chick and Chip - Rp. 30.000,- (sebelum pajak dan service) 


Chick and Chip ini merupakan perpaduan fillet ayam di goreng dengan balut tepung disertai french fries. Rasanya berbeda dengan fillet ayam restaurant fast food kebanyakan, which is actually good. Sayangnya menurut aku teksturnya cukup keras, gak tahu apa terlalu garing atau daging ayamnya yang kurang empuk.

Sementara itu teman makan siangku milih Chicken Kariage yang tampaknya sepintas seperti Nasi Campur Rawon di rumah makan Jawa Timur-an (sorry!). Mungkin karena plattingnya, ada kuahnya juga dan dilengkapi acar. Aku gak sempat nyoba karena lagi gak makan nasi kan yaaa.. Tapi teman aku ngabisin pesanannya, which is aku asumsikan tidak mengecewakan. Meskipun ada kemungkinan porsinya pas, gak kebanyakan, gak sedikit pula.


Chicken Kaariage - Rp. 33.0000, - ( Sebelum Pajak dan Service)  

Selain itu kami juga memesan makanan yang bisa dikategorikan snack yaitu Salted Egg Bao dan Chicken Kariage Bao. Aku tertarik pengen nyobain Bao ini karena beberapa waktu lalu sempat makan dimsum salted egg di salah satu restaurant hotel bintang 4 dan rasanya endezz banget (saking endezznya gak sempat difoto sudah habis duluan, jadi gak bisa direview deh!). Tapi kemudian aku ngerasa gak fair untuk membandingkan Salted Egg Bao di Umami dan Salted Egg Dimsum di restaurant itu karena harganya beda. Hehehe.. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan,lah. 


Salted Egg Bao - Rp. 15.000,- (Sebelum Pajak dan Service) 


Salted Egg Bao buatan Umami ini, baonya empuk dan soft banget. Rasanya yang manis melengkapi rasa asin dari salted eggnya. Begitu juga dengan yang bertopping chicken kariage. Hanya salted eggnya tuh kurang creamy menurut aku. Sementara chicken kariagenya sendiri, lagi-lagi menurut aku agak keras. Tampaknya olahan ayamnya sama dengan yang digunakan pada Chick and Chip. Jadi aku cuma makan bao nya yang super duper empuk itu dan teman aku yang menghabiskan toping chicken kariagenya. 



Minumanya aku milih teh tawar hangat yang penampakannya sekilas aku pikir kopi. Pas aku minum rasanya seperti cingcau. Enak, sih... ! Cuma aku bingung, ini sebenarnya aku pesan apa sih? Hehehe..

Oiya, sebagai bonus karena pembelanjaan kami itu diatas 100 ribu rupiah, kami dapat gratisan cake yang bisa dipilih dari tiga variant yang ada di display cake. Selain itu ada promo diskon 10% untuk pembelian cake apa aja selama bulan February ini. Yah lumayan..  

Cakenya lucu-lucu jadi sempat bingung mau pilih yang mana. Pada akhirnya aku tertarik untuk mencoba cake yang ini. Namanya 'Eve', cake perpaduan antara sticky rice a.k.a ketan hitam di dasar cakenya, trus ditambahin Kelapa dan ditutup dengan vla rasa Mangga dengan base berbahan pie. Rasanya manis, gurih, kecut-kecut segar gitu deh. Ini pas banget dengan teh tawar hangat yang aku pesan.




Aku cukup puas dengan rasa tanpa MSG yang ditawarkan oleh Umami Eatery ini. Ada rasa gurih berbeda yang belum tentu bisa kamu dapatkan pada makanan berMSG. Harganya cukup bersahabat, menu berkisar antara 5000 rupiah hingga 35 ribu rupiah. Total pembelanjaan aku siang itu adalah Rp. 116.655  untuk berdua. 

Tonton juga :  Vlog Review Kuliner Umami Eatery 




Tempatnya menurut aku lumayan, meskipun lumayan jauh dari pusat perkantoran dan  agak susah di temukan. Papan nama nya nempel di tempat semacam bengkel atau show room kendaraan merk China gitu, aku gak ngerti deh. Jadi aku perlu nanya dulu tempatnya. Ternyata ada di sebelahnya dong bo' dan agak masuk ke dalam. Tapi begitu masuk baru berasa, ohh ini tempat nongkrong.. karena didesain seinstagramble mungkin agar bisa dipergunakan untuk foto-foto.  Musiknya juga cukup mendukung, meskipun agak surprised juga karena playlistnya so random, dari Megan Traitor to My Chemical Romance. Jarang-jarang aku dapat tempat yang ngeplay Welcome to Black Parade hari gini. Hahaha.. 

So, if you're looking for something to eat without MSG, tasteful with reasonable price, you can try this one out!

Happy eating and stay healthy!  


3 Kriteria Memilih Notebook Agar Produktif Maksimal

Hari gini siapa sih yang gak familiar dengan Notebook? Itu loh perangkat computer yang bentuk dan ukuran  lebih ringkas dibanding personal computer atau PC yang biasanya diletakkan di meja. Kekhasannya inilah yang menjadikannya unik dan lebih banyak dipilih pengguna computer. Soalnya bisa dibawa ke mana-mana, cyn...

Sedikit kilas balik,  sebelum kita mengenal notebook terlebih dahulu laptop memasuki kehidupan kita yang penuh dengan suka duka  kesibukan dan butuh kepraktisan ini. Menurut sejarahnya laptop pertama kali didesain di tahun 1979 yang kemudian digunakan pada proyek NASA sebagai bagian program space shuttle di tahun 1980 an. Jadi untuk perjalanan luar angkasa ya, gaes.. Sedangkan untuk pemakaian sehari-hari, laptop pertama kali diperkenalkan oleh Adam Osborne di tahun 1981 dengan nama Osborne 1. Beratnya 24 pounds atau setara 10 kilogram dengan layar 5 inchi, floppy disk 5 1/4" dan baterei. Harganya pun lumayan mahal untuk waktu itu, $1795. Sudah berat, mahal pula. Ada yang mau beli gak sih? Hihihi.. akhirnya perusahaan pun bangkrut dan Osborne 1 tinggal kenangan.

Setelah itu sebenarnya makin banyak perusahaan komputer yang melirik pengembangan laptop ini. Mulai deh tuh laptop dengan layar LCD diperkenalkan. Selain layar, para pengembang berlomba untuk menciptakan laptop well-design. Manny Fernandez di tahun 1983 yang pertama kali memperkenalkan laptop untuk para petinggi-petinggi yang baru pertama kali menggunakan komputer. [1]  Sudah mudah digunakan, gak malu-maluin pula  dibawa ke mana-mana. 

Barulah pada tahun 1988 tercipta Cambridge Z88 yang 16 kali lebih kuat daripada Osborne 1. Berat totalnya hanya setengah dari laptop generasi pertama tersebut. Setahun kemudian di tahun 1989, sebuah perangkat computer seukuran buku catatan kertas diluncurkan ke pasaran dan dinamakan notebook. Awalnya notebook di era ini rata-rata berukuran lebih dari 2,7 kg. Masih agak berat ya? Bikin pengen kenalan sama Dilan. Kali aja dia bisa bantu ngangkatin.

"Jangan angkat Notebook itu,  berat.  Kau gak akan kuat. Biar aku aja." 


Untungnya sekarang kita gak perlu Dilan untuk mengangkat notebook, berhubung saat ini umumnya sudah lebih ringan dan lebih portabel sehingga cukup kecil untuk dibawa dalam ransel atau tas kerja. Perbedaan laptop dan notebook ini sedikit kabur, menurutku. Tergantung dari produsennya aja mengkategorikan produknya laptop atau notebook. Dengan menyebut notebook sebagai laptop, dianggap bisa menghilangkan asosiasi bahwa perangkat portable hanya sangat sesuai digunakan  di pangkuan (lap) [2]. Menurutku sih intinya mau itu disebut laptop atau notebook, ini adalah sebuah produk yang dipersiapkan untuk menangani tugas-tugas komputasi sehari-hari.  

3 Kriteria Memilih Notebook Agar Produktif Maksimal






Ada banyak aktivitas yang terbantu dengan adanya notebook. Tapi untuk menentukan notebook mana yang akan kita jadikan partner pendukung kreativitas kita agar tetap produktif maksimal di mana aja, gak boleh asal pilih juga, gaes. Menurut aku, notebook yang baik itu harus lulus 3 kriteria berikut :

1. Sesuai Kebutuhan

Kriteria 'sesuai kebutuhan' itu memang perlu dicermati, gaes. Rasanya semacam percuma kalau yang kita beli punya fitur ini itu tapi ternyata gak dipakai atau sebaliknya. Misalnya aktivitas kita lebih banyak memerlukan grafis yang tinggi, semacam ngedit video, foto atau suara, tentu akan lebih baik jika menggunakan laptop dengan spesifikasi yang mendukung. Namun jika aktivitas kita lebih banyak untuk berselancar di web, menonton video, pengolah kata, sesekali main games yang gak berat-berat amat dan multitasking sederhana sehari-hari, spesifikasi laptop yang semestinya aja.

Contohnya nih aktivitas aku belakangan ini lebih banyak berkutat dengan aplikasi pengolahan kata. Gak mau dibilang blogger kurang produktif, setidaknya seminggu sekali aku harus nulis (meskipun kadang itu tersimpan di draft). Selain itu aku saat ini sedang mengerjakan proyek penulisan buku untuk sebuah perusahaan. Jadi butuh research informasi juga  melalui berselancar di web. Hobiku bermain The Sims (sekarang sudah The Sims 4,yay!) kujadikan selingan kalau lagi mumet. Nonton drama Korea juga tetap dong.

Untuk segambreng aktivitas itu, notebook yang bisa diandalkan yah semacam ASUS X555BP inilah. 


Laptop ASUS X555BP

Notebook Laptop Murah

ASUS mengkategorikan series X555BP sebagai notebook yang dibuat untuk menangani tugas-tugas komputasi kita sehari-hari. Berdimensi 38.2 x 25.6 x 2.58 cm membuat notebook ini terlihat cukup tipis dan ringan untuk dibawa ke mana-mana.  Performa ASUS X555BP mendukung kenyaman dalam bekerja maupun hiburan. Mau main games, ataupun bekerja dengan membuka beberapa file excel secara bersamaan, notebook ini mampu kok!  

2. Sesuai Kemampuan

Ini tentu ngaruh dengan kriteria kedua yaitu tidak melebihi kemampuan keuangan kita. Memang sih ada harga, ada kualitas. Tapi akan lebih baik jika kualitas yang kita dapatkan sesuai dengan kebutuhan kita dalam penggunaan laptop. Bener apa bener?

Btw.. tadi cek cek harga, ASUS X555BP ini dibanderol dengan harga berkisar Rp. 5.559.000. Cukup reasonable menurutku. Apalagi kualitas produk ASUS itu tahan banting banget. Buktinya laptop ASUS yang saya gunakan, sudah dari tahun 2011 sampai 2017 ini masih awet aja.


3. Brand Terpercaya

Meskipun orang bijak bilang don't judge the book by its cover atau jangan menilai dari tampilannya aja tapi hari gini gak semua orang bisa dikatakan bijak. Ha! Jujur aja, salah satu alasan memilih suatu barang biasanya karena brand atau mereknya. Bisa jadi karena gengsi. Pakai merek ini aja ah, walaupun kualitasnya biasa aja dengan harga overpriced yang penting orang-orang ngeliat aku pakai merek ini, misalnya. Bisa juga karena reputasi dari brand tersebut memang dapat diandalkan, seperti kualitas produk, service center mudah ditemukan dan pelayanan after salesnya memuaskan. 

Aku sendiri lebih memilih brand yang namanya naik karena kualitasnya memang oke. Harganya juga bisa dipertanggungjawabkan. Artinya harganya memang sebanding dengan kualitasnya. Itulah mengapa ketika saya memilih laptop keduaku di tahun 2011, pilihanku jatuh pada Asus. Awalnya karena aku tahu bahwa saat itu ASUS merupakan produsen laptop konsumen dunia nomer 2 dan penghasil motherboard terbaik. Apalah arti performa laptop tanpa motherboard yang oke, ya gak sih? Nyatanya sepanjang aku pakai ASUS A43SA selama hampir 7 tahun ini tidak ada masalah yang berarti. 


Laptop ASUS
Asus A43SA ku, 7 Tahun Menjadi Teman Bermain dan Belajar 

Hal ini kemudian yang menjadi salah satu pertimbanganku dalam memilih brand notebook yang akan aku gunakan, seperti ASUS X555BP ini. Apalagi  saat ini Asus telah menjadi produsen notebook nomer 1 di Asia Tenggara. Artinya sudah makin banyak yang percaya pada kualitas brand Asus.

Nah, jadi gitu deh sebenarnya gak ribet sih kalau memilih notebook untuk mendukung produktifitas kita sehari-hari. Teknologi sudah makin mendukung, tambah canggih pula, tinggal pintar-pintarnya kita aja sih dalam memilih yang pas. Tentunya biar gak nyesel beli dan paling penting bisa mendukung aktivitas kita agar produktif maksimal. Setuju, kan?
---

Sumber data : 
[1] thoughtco.com/history-of-laptop-computers-4066247
[2] diffen.com/difference/Laptop_vs_Notebook

Infografis dibuat oleh Vita Masli dengan sumber data spesifikasi produk dan gambar dari asus.com/id/Laptops/X555BP/specifications/ , amd.com/en-us/products/graphics/  dan press release ASUS X555BP. 

Begini Cara Aman Belanja Gamis Batik Online

Sebagai perempuan berhijab, seringkali gamis batik adalah pilihan tepat kita buat yang ingin tampil feminim di acara formal ataupun semi formal. Kenapa batik? Selain 'sangat Indonesia' banget, gamis batik paling cantik kalau udah dipadankan dengan kerudung polos lebar. Terlihat anggun dan syari, ye kan..? 


Begini Cara Aman Belanja Gamis Batik Online




Gamis batik banyak dijual di toko offline, tapi aku lebih suka beli di online shop sih. Pengalaman buruk saat belanja gamis batik online ini nggak akan aku lupain. Di salah satu media sosial, ada toko online yang baju-bajunya lumayan bagus, modelnya kekinian dan style-nya aku banget. Harganya juga terjangkau.

Belanjalah aku  satu baju di situ karena kebetulan mau dipakai minggu depannya untuk menghadiri undangan. Tepat sehari sebelum tanggal acara, paketnya datang. Setelah dicek, ternyata barangnya nggak sesuai ekspektasi. Kain batiknya tipis, ukurannya sempit, bahkan roknya nggak selebar seperti di gambar. Gagal deh, pakai gamis di acara tersebut.

Pengalaman seperti ini gak cuma menimpa aku tapi pernah juga dialami orang terdekatku. Ada yang dikonfirmasi kalau barangnya habis padahal sudah transfer. Akhirnya ,uangnya dikembalikan padahal udah suka banget sama barangnya. Ada juga yang paketnya nggak dateng-dateng, salah kirim warna atau produk. Pengalaman kaya gini nih yang tentu saja menyebalkan dan bikin kapok. Nggak akan lagi deh belanja online sembarangan.


Tips membeli gamis batik secara online supaya gak salah ukuran dan warna

Setelah itu, aku agak hati-hati saat belanja online. Apalagi untuk barang-barang yang menggunakan ukuran. Seperti baju atau sepatu. Sempat nanya-nanya ke teman-teman yang lain juga tentang pengalaman belanja online. Dari hasil diskusi dengan mereka, banyak yang menyarankanku untuk melakukan hal-hal ini: 


  Cek apakah tokonya trusted apa tidak. Caranya lihat followernya, komentarnya serta testimoninya. Salahku sendiri sih sebelumnya malas cek hal-hal beginian, karena udah keburu suka sama bajunya.

  Untuk produk berukuran, minta detail ukurannya. Biasanya olshop trusted suka mencantumkan panjang serta lingkar dada. Misalnya saat belanja gamis batik, tanyakan mengenai bahan yang digunakan dan ukuran dalam bentuk cm.

  Jangan tergiur dengan harga murah atau foto yang kinclong. Lebih baik minta foto real pict agar kita lebih tahu kondisi aslinya. Mengenai harga, sebenarnya sangat berpengaruh pada kualitas bahan dan tingkat kesulitan saat pembuatannya.


Tips di atas aku coba praktikkan tips saat aku belanja lagi lain waktu, dan ternyata it works lho. Jadi nggak mesti mengalami kejadian buruk untuk kedua kalinya. 


Ciri-Ciri Toko Online Penjual Gamis Batik yang Anti Tipu-Tipu

Nah, selain harus tahu gimana beli gamis batik secara online supaya gak salah ukuran atau warna, kita juga harus hati-hati juga dengan toko online yang saat ini sedang menjamur. Soalnya, sudah sering dengar juga dari teman-teman tentang toko online yang 'nakal'.

Aku pernah denger temenku yang kalap belanja di sebuah online shop dalam jumlah banyak, tapi ternyata barangnya nggak dateng. Penjualnya langsung nge-block kontak dan nggak bisa dihubungi lagi. Kalau kaya gini ngenes banget deh. Makanya aku sih lebih seneng belanja di marketplace aja. Alasannya karena market place itu: 

    Memakai sistem rekening bersama dan anti tipu-tipu.

    Webnya terlihat profesional dan memakai domain berbayar.

    Tersedia informasi tentang status barang, apakah masih diproses atau sudah masuk pengiriman. Jadi, pembeli hanya perlu mengecek info pengiriman.

Selain itu jika berbelanja di marketplace kita bisa memastikan bahwa produknya berkualitas dengan mengecek review atau testimoni dan pembeli lain. Jadi lebih yakin dalam menentukan pilihan beli atau enggak.

 

Nah, belakangan aku pengen meningkatkan kualitas gamis batik yang aku punya. Browsing punya browsing ketemulah aku dengan Qlapa.com. Ini adalah marketplace yang khusus menjual barang handmade yang mendukung kreasi anak bangsa. Namanya Qlapa.com. Senangnya mereka juga ternyata menyediakan gamis batik handmade,loh! Yay! 

Seperti biasa karena baru mengenal web ini, aku membaca semua panduan berbelanja di sini karena khawatir kena tipu. Ternyata mereka menerima penukaran produk dan refund. Tentunya dengan syarat tertentu misalnya karena cacat produksi, salah kirim produk, rusak, dsb. Batas waktu complainnya 8 hari terhitung setelah penjual mengirimkan produk. Jadi saat barang tiba, kamu tinggal cek apakah sudah sesuai atau belum, kalau belum, tinggal ajukan complain. Melegakan kan ya? Gak piker pake lama, aku langsung order deh gamis batiknya. Lucu-lucu abis, soalnya.. 

Ragam model gamis batik yang ada di Qlapa 

Gamis batik di Qlapa.com variatif banget model, bahan, sampai harganya. Nah, inilah beberapa model yang sedang aku kecengin dan pengen membelinya segera:

    Gamis dari batik tulis kuning biru. Model ini eye catching banget. Produk ini dibuat dari dua bahan, bagian atas berupa katun ima polos warna biru. Sedangkan bagian bawahnya dari batik tulis Cirebon bahan katun. Item ini dibandrol dengan harga Rp465.000.



   Dress katun Ameera. Bahannya memakai kain katun dengan batik cap warna cokelat. Tersedia seleting di bagian depan, sangat cocok untuk ibu menyusui. Harganya hanya Rp150.000.  



   Naira dress ungu. Gamis berbahan batik Madura ini terlihat unik karena menggunakan dua motif yang berbeda antara bagian sebelah kanan dan kiri. Keduanya dipisahkan oleh kancing hidup yang terdapat di bagian atas hingga bawah dress. Produk ini dibandrol Rp500.000. 



Tuh kan.. lucu-lucu banget gamis batiknya. Tampak elegant dan pastinya mendukung karya anak bangsa. Gak perlu ragu lagi nih buat belanja gamis online. Kamu gimana?