Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, Lebih Keren Yang Mana ?

Lama gak ngeupdate blog, kali ini posting yang ringan-ringan aja dulu. Kebetulan hari ini tanggal 5 Maret 2018, ada dua lagu dari dua boyband yang lagi ngehits di Korea sama-sama mengeluarkan single di jam yang sama. Mereka gak lain gak bukan adalaaaaahhhh... Wanna One dan iKON. 

Dua boyband ini berasal dari agency yang berbeda dan segmentednya juga beda. iKON, seperti yang kalian tahu semua, adalah boyband bentukan YG Entertainment yang mana disebut sebagai 'The Next Big Bang'. Sementara Wanna One adalah boyband keroyokan hasil 11 besar ajang survival Produce 101 Season 2. iKON di awal tahun ini  sudah unjuk gigi setelah dua tahun gak comeback lewat single mereka Love Scenario. Lagu ini menjadi lagu nomer 1 all-killed selama 40 hari. Wanna One sendiri tahun lalu dijuluki Monster Rookie karena album debut mereka kejual hampir sejuta copies. 

Nah, tanggal 5 Maret 2018  mereka ngerilis single spesial dengan alasan yang serupa pula : sebagai tanda terima kasih kepada fans. Yang gue gak habis pikir adalah, kenapa juga sih harus barengan dan mendadak aja gitu pemberitahuannya. 



iKON melepas single 'Rubber Band' dengan alasan sebagai satu-satunya hadiah yang bisa iKON berikan. Menurut Hanbin, leader iKON di V app, "Kami tidak tahu bahwa 'Love Scenario' akan sangat dicintai ini, dari masyarakat dan para penggemarnya. Rubber Band adalah satu-satunya hadiah yang bisa kami berikan. " Malah sebenarnya Rubber Band ini  awalnya disisihkan oleh papa YG a.k.a Yang Hyunsuk sebagai judul lagu berikutnya dari album iKON. Tapi setelah melihat antusias orang-orang pada lagu 'Love Scenario' dan menjadi iKON sebagai boygroup yang bertahan sebagai nomor satu dalam chart dalam 10 tahun terakhir, dia memutuskan untuk memberikan kejutan untuk iKON dan fans.

Wanna One pun gak mau kalah. I Promise You (I.P.U) dirilis sebagai tanda 333 hari nya mereka bertemu sebagai trainee di Produce 101 season 2 dengan para fans. Lagu ini juga menjadi track pre-release album comeback Wanna One pada tanggal 19 Maret 2018 nanti. 

Diluar dari background kedua lagu ini yang katanya sebagai hadiah buat fans, gue kok ngeliat semacam YG dan YMC (agensi yang membawahi Wanna One) ini sedang 'ngecek ombak' siapa yang lebih powerful. Well you know, Love Scenario nya iKON ini kan awalnya gak diprediksi bakal selama ini di chart. Apalagi mengingat mereka dua tahun lebih sibuk nyangkul di Jepang dibanding Korea. Jadinya banyak yang nyinyir, jangan-jangan pengaruhnya berasal dari agensi besar aja  makanya bisa all-killed. Sementara dari sisi YG mungkin pengen pasang taring juga sama 'anak kemarin sore'. Mungkin yaah.. 

Soalnya menurut gue timingnya dipas pasin banget. Kenapa sih harus ngeluarin single sebelum comeback? Biasanya kan sekalian aja pas hari comebacknya. Toh, sudah diumumkan jauh-jauh hari bakal comeback tanggal 19 Maret. Kenapa juga harus di hari ke 333? Kenapa gak hari ke 300 aja seperti kebiasaan orang-orang Korea memperingati hari jadi ke 100 hari, 1000 hari, 2000 hari? Yah pokoknya yang pas pas aja lah. Sudah gitu awalnya kan emang YG duluan yang ngasih pengumuman iKON bakal rilis single special di tanggal 5, berhubung masa promote lagu Love Scenario sudah lebih dari 30 hari. Jadi nya kan yah gak salah dong gue curiga. Hahaha

Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, Lebih Keren Yang Mana ?

Anyway, diluar kesamaan 'tak sengaja' itu ternyata ada beberapa hal yang membedakan ke dua lagu ini. Gue  mencoba mereview ke dua lagu ini and hopefully no biased, so I can review these two songs fairly. Yuk mari dimulai! 


1. Genre  

I Promise You sangat kental sekali EDM nya. Mohon maaaaaf sekali Wannaable, gue kok dengerin I Promise You sedikit banyak teringat sama lagunya Seventeen -Thanks. Apalagi pas bagian refrainnya di mana ada yang nyanyi 'Yaksokhaeyo', gue otomatis refleks ikutan nyanyi "GOMAMPTAAAAA...." Hahaha. Ya maaap.. ! Tapi lagunya lumayan catchy kok gaes, bisa lu putar berkali-kali sambil lu bayangin mas Daniel ngasih lu cincin. 

Actually ini tangannya Sungwoon bukan Kang Daniel.  


Sementara Rubber Band sendiri mengambil genre musik yang menurut gue lebih ke tropical dance musik gitu. Sesuatu yang lebih anteng aja gitu dengernya. Berisik kagak, tapi upbeat. Ngerti gak lo maksud gue? Hahahaha. Such a chill song but can make your body rolling. Jadi misalnya pun kita tuh gak begitu ngeh lagu ini sebenarnya tentang apa, tapi karena melodinya itu enak dikuping yah dengan senang hati di replay lagi. Kalau perlu dimasukin ke playlist favorit. 

2. Lirik Lagu 

I Promise You lebih kepada pengambaran perasaan Wanna One ketika mereka pertama kali bertemu dengan fans mereka di awal musim semi, saat di mana beberapa di antara mereka ada yang terancam bakal disbanned, lama gak debut-debut juga. Jadi pertemuan para member Wanna One dengan para Wannable yang mendukung mereka dari awal ini lah yang mereka janji gak bakal mereka lupakan. Seperti itu...




Rubber Band sendiri meskipun dikatakan sebagai lagu hadiah bagi para pendengar yang sudah mendukung Love Scenario, namun lirik lagunya itu bukan lagu cinta ungkapan terima kasih gitu. Malahan sebenarnya berkisah tentang pasangan yang sudah lama pacaran, masing-masing sudah punya perasaan yang berbeda, tapi agak sungkan buat mutusin duluan karena gak enakan aja.

Rubber Band a.k.a Karet Gelang, posted by Jinhwan. Karet Gelangnya Banyak Berarti Pedes dong ya? 

Kalau menurut Hanbin yang menulis lagu ini bersama Mino Winner dan Bobby, "Seperti hubungan pasangan yang telah lama jadian, jadi jika mereka menarik sedikit saja rubber band nya,  (yang diibaratkan sebagai hubungan pacaran) mereka bisa putus." Nah salah satu dari keduanya di lagu ini memutuskan untuk menyudahi saja meskipun pada akhirnya ada yang terluka. Azzaaaa!! Dalem banget mas liriknya..  

3. Music Video 

Sekali lagi Gue minta maaf banget kalau ada yg tersinggung, secara gw ngeliat MVnya Wanna One I Promise You, itu ngingetin gue sama MVnya (lagi2) Seventeen - Clap. Bisa jadi karena tone warnanya, slow motion nya, tapi yah gitulah. Gue jadi teringat aja. Nothing so special about the MV. I just found it so so gitu deh, mulai dari story nya sampai dance move nya. Gak lebih bagus dari Energetic atau Burn It Up dari segi dance dan gak lebih drama daripada Beautiful.

Btw.. kalau ada yang ngerusak koleksi kaset gue kayak gini, enaknya dijewer aja atau gimana? 


Bae Jinyoung, Anak Nakal yang Merusak Koleksi Kaset TANTE 

Sedangkan Rubber Band dari iKON tidak memiliki MV karena memang hanya sekedar dirilis sebagai single digital bukan untuk dipromote gitu. Tapi katanya sih bakal ada video dance practice nya. Hanbin dan Junhoe sudah confirm kalau dance move untuk lagu Rubber Band ini lebih berat daripada Love Scenario dan lebih keren. Hanbin malah sudah ngasih teasernya segala di akun IGnya. Sila diintip aja, jangan lupa follow ya gaes! #eh 

4. Sing Part 

Sing part untuk boyband bermember 13 tentu akan berbeda dengan boyband ber member 7 orang saja. Namun untuk ini gue pikir ke dua lagu ini membagi porsi bernyanyi cukup adil. Selama ini banyak yang nyirikin Minhyun yang lebih banyak diberi durasi di single-single Wanna One sebelumnya,so I'm relieve that this time he only got like 7 seconds sing part of 3 minutes I Promise You. Lumayan, selain bisa bikin para akgaes gak banyak berkoar, gue jadi lupa kalau dia sekarang ini membernya Wanna One. Paling enggak Minhyun bisa lah jadi pengantar saserahan di kawinan gue.

Barisan Cowok-Cowok Pembawa Saserahan Kawinan Gue 

Lain lagi dengan Rubber Band nya iKON, finally Chanwoo dapat sing part yang lebih mendingan dibanding pada lagu Love Scenario. We finally can listen to his voice before the song end. Hahaha. 

5. Chart Debut 

Rubber Band debut position on Melon Chart at number 7 after released, sedikit lebih baik dibanding debut Love Scenario sebelumnya di posisi 9. I Promise You by Wanna One debut di Melon Chart di posisi dua ketahan sama Love Scenario nya iKON. So, iKON has two songs on top 10.



Lalu kemudian sejam kemudian, I Promise You jadi lagu nomer 1 di Melon, Soribada, Genie, Bugs, Naver, kecuali MNET doooong masih dipegang sama Love Scenario nya iKON. Padahal kalau mau dipikir-pikir Wanna One itu 'anak'nya Mnet loh ya. Entahlah kalau besok gimana. Soalnya gue nulis ini pas jam 11 malam tanggal 5 Maret.

UPDATE :

LOVE SCENARIO masih megang banget. Rubber Band malah nyungsep di 30 besar aja. 

Melon Chart 

Mnet Chart 

Conclusion 

I don't wanna start a fanwar here because these two songs actually good. As a non fan of those two groups, I'd prefer Rubber Band because of both the melody and the lyrics suit me well. Memang sih Rubber Band ini gak secatchy "Love Scenario" tapi telinga gue masih lebih bisa mencerna Rubber Band dibanding I Promise You. 

Diluar siapa yang bakal all killed apakah I Promise You atau Rubber Band, kayaknya akan susah untuk break record 40 hari all killed and PAK nya Love Scenario iKON. But, who knows.. Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya... *Lah, malah nyanyi!* 

So, Wanna One - I Promise You vs iKON - Rubber Band, lebih keren yang mana nih gaes? Share what you think about these two songs on the comment section below. No fanwar tapi yaah...  


Review Kuliner Makassar : Umami Eatery, No MSG Food

Bagaimana rasa makanan tanpa MSG? 

Seringkali kita terpapar informasi di media bahwa penggunaan MSG pada makanan itu bisa membuat makanan lebih gurih dan lebih enak, tapi dapat memberi efek  samping juga pada kesehatan jika terlalu banyak. Mungkin pernah dengar  ada istilah 'Chinese Restaurant Syndrome', sebuah istilah lama yang rame diperbincangkan sejak tahun 1960an.

Awalnya bermula dari sekelompok gejala yang dialami beberapa orang setelah makan makanan dari restoran Cina. Gejala ini sering termasuk sakit kepala, pembilasan kulit, dan berkeringat. Penambah rasa pada makanan yang disebut monosodium glutamat (MSG) sering disalahkan setelah makan makanan China. Maka terciptalah istilah Chinese Restaurant Syndrome itu, meskipun gak cuma masakan China aja sih sebenarnya yang menggunakan MSG saat ini.

Aku salah satu orang yang peka terhadap MSG ini. Makanan yang mengadung banyak MSG bisa bikin kepala aku sakit.  Beberapa saat setelah makan, tertinggal rasa pahit di lidah. Gak enak banget lah , pokoknya. Padahal tanpa MSG pun sebenarnya suatu masakan ada rasanya, kok. Hanya saja kebanyakan orang merasa suatu masakan lebih gurih dan nikmat dengan tambahan MSG tanpa perlu ngulek bumbu apalah-apalah yang cukup merepotkan.

Tapi benerkah MSG itu gak aman? Penelitian yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menganggap MSG sebagai bahan yang aman. Setelah itu  kebanyakan orang kembali mengonsumsi makanan yang mengandung MSG tanpa mengalami masalah. Memang sih masih ada sebagian kecil orang memiliki reaksi  terhadap MSG, seperti aku misalnya. Karena kontroversi tersebut, banyak restoran sekarang mengiklankan bahwa mereka tidak menambahkan MSG ke makanan mereka. Salah satu tempat makan yang menklaim menu masakan tanpa MSG ada Umami Eatery di kawasan jalan Mesjid Raya, Makassar. Awalnya aku tahu keberadaan tempat ini melalui hastag  di Instagram yang biasanya aku kepoin setiap jam makan siang di kantor. 

Review Kuliner : UMAMI EATERY, NO MSG FOOD


Dari namanya aja UMAMI, mengingatkan saya pada kata dalam bahasa Jepang yang merupakan kata serapan  dari kata “umai” yang artinya lezat dan kata “mi” yang berarti rasa. Jadi, makna kata umami bisa diartikan dengan “rasa yang lezat”. Kata “umami” pertama kali diperkenalkan secara ilmiah oleh seorang profesor Jepang dari Tokyo Imperial University, yaitu Profesor Kikunae Ikeda di tahun 1908 yang menginspirasinya untuk menciptakan suatu zat bernama MSG yang mudah disimpan dan digunakan. Bisa jadi tempat makanan ini mengambil kata UMAMI sebagai pencerminan bahwa masakan dalam menu mereka ini , rasanya lezat sebelum MSG tercipta. Tsaah..



Seperti taglinenya, Umami Eatery menghadirkan menu ala Asia yang terinspirasi oleh masakan Jepang, China dan Indonesia. Ragam masakan yang disediakan di tempat ini mulai dari yang ringan semacam snack dan dessert buat ngemil cantik sampai makanan berat untuk makan siang atau malam. Minumannya juga cukup beragam mulai dari air mineral, teh, juice hingga minuman kekinian semacam Thai Tea atau Ice Coffee yang dikemas dalam botol.

So what did I order?

Berhubung Aku lagi gak pengen makan nasi, aku milih Chick and Chip, which is ternyata there wasn't any chip, melainkan French Fries. Padahal aku mikirnya menu ini adalah potongan ayam yang cukup besar dengan chip kentang ala-ala Chitato gitu. Hehehe..

Chick and Chip - Rp. 30.000,- (sebelum pajak dan service) 


Chick and Chip ini merupakan perpaduan fillet ayam di goreng dengan balut tepung disertai french fries. Rasanya berbeda dengan fillet ayam restaurant fast food kebanyakan, which is actually good. Sayangnya menurut aku teksturnya cukup keras, gak tahu apa terlalu garing atau daging ayamnya yang kurang empuk.

Sementara itu teman makan siangku milih Chicken Kariage yang tampaknya sepintas seperti Nasi Campur Rawon di rumah makan Jawa Timur-an (sorry!). Mungkin karena plattingnya, ada kuahnya juga dan dilengkapi acar. Aku gak sempat nyoba karena lagi gak makan nasi kan yaaa.. Tapi teman aku ngabisin pesanannya, which is aku asumsikan tidak mengecewakan. Meskipun ada kemungkinan porsinya pas, gak kebanyakan, gak sedikit pula.


Chicken Kaariage - Rp. 33.0000, - ( Sebelum Pajak dan Service)  

Selain itu kami juga memesan makanan yang bisa dikategorikan snack yaitu Salted Egg Bao dan Chicken Kariage Bao. Aku tertarik pengen nyobain Bao ini karena beberapa waktu lalu sempat makan dimsum salted egg di salah satu restaurant hotel bintang 4 dan rasanya endezz banget (saking endezznya gak sempat difoto sudah habis duluan, jadi gak bisa direview deh!). Tapi kemudian aku ngerasa gak fair untuk membandingkan Salted Egg Bao di Umami dan Salted Egg Dimsum di restaurant itu karena harganya beda. Hehehe.. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan,lah. 


Salted Egg Bao - Rp. 15.000,- (Sebelum Pajak dan Service) 


Salted Egg Bao buatan Umami ini, baonya empuk dan soft banget. Rasanya yang manis melengkapi rasa asin dari salted eggnya. Begitu juga dengan yang bertopping chicken kariage. Hanya salted eggnya tuh kurang creamy menurut aku. Sementara chicken kariagenya sendiri, lagi-lagi menurut aku agak keras. Tampaknya olahan ayamnya sama dengan yang digunakan pada Chick and Chip. Jadi aku cuma makan bao nya yang super duper empuk itu dan teman aku yang menghabiskan toping chicken kariagenya. 



Minumanya aku milih teh tawar hangat yang penampakannya sekilas aku pikir kopi. Pas aku minum rasanya seperti cingcau. Enak, sih... ! Cuma aku bingung, ini sebenarnya aku pesan apa sih? Hehehe..

Oiya, sebagai bonus karena pembelanjaan kami itu diatas 100 ribu rupiah, kami dapat gratisan cake yang bisa dipilih dari tiga variant yang ada di display cake. Selain itu ada promo diskon 10% untuk pembelian cake apa aja selama bulan February ini. Yah lumayan..  

Cakenya lucu-lucu jadi sempat bingung mau pilih yang mana. Pada akhirnya aku tertarik untuk mencoba cake yang ini. Namanya 'Eve', cake perpaduan antara sticky rice a.k.a ketan hitam di dasar cakenya, trus ditambahin Kelapa dan ditutup dengan vla rasa Mangga dengan base berbahan pie. Rasanya manis, gurih, kecut-kecut segar gitu deh. Ini pas banget dengan teh tawar hangat yang aku pesan.




Aku cukup puas dengan rasa tanpa MSG yang ditawarkan oleh Umami Eatery ini. Ada rasa gurih berbeda yang belum tentu bisa kamu dapatkan pada makanan berMSG. Harganya cukup bersahabat, menu berkisar antara 5000 rupiah hingga 35 ribu rupiah. Total pembelanjaan aku siang itu adalah Rp. 116.655  untuk berdua. 

Tonton juga :  Vlog Review Kuliner Umami Eatery 




Tempatnya menurut aku lumayan, meskipun lumayan jauh dari pusat perkantoran dan  agak susah di temukan. Papan nama nya nempel di tempat semacam bengkel atau show room kendaraan merk China gitu, aku gak ngerti deh. Jadi aku perlu nanya dulu tempatnya. Ternyata ada di sebelahnya dong bo' dan agak masuk ke dalam. Tapi begitu masuk baru berasa, ohh ini tempat nongkrong.. karena didesain seinstagramble mungkin agar bisa dipergunakan untuk foto-foto.  Musiknya juga cukup mendukung, meskipun agak surprised juga karena playlistnya so random, dari Megan Traitor to My Chemical Romance. Jarang-jarang aku dapat tempat yang ngeplay Welcome to Black Parade hari gini. Hahaha.. 

So, if you're looking for something to eat without MSG, tasteful with reasonable price, you can try this one out!

Happy eating and stay healthy!  


3 Kriteria Memilih Notebook Agar Produktif Maksimal

Hari gini siapa sih yang gak familiar dengan Notebook? Itu loh perangkat computer yang bentuk dan ukuran  lebih ringkas dibanding personal computer atau PC yang biasanya diletakkan di meja. Kekhasannya inilah yang menjadikannya unik dan lebih banyak dipilih pengguna computer. Soalnya bisa dibawa ke mana-mana, cyn...

Sedikit kilas balik,  sebelum kita mengenal notebook terlebih dahulu laptop memasuki kehidupan kita yang penuh dengan suka duka  kesibukan dan butuh kepraktisan ini. Menurut sejarahnya laptop pertama kali didesain di tahun 1979 yang kemudian digunakan pada proyek NASA sebagai bagian program space shuttle di tahun 1980 an. Jadi untuk perjalanan luar angkasa ya, gaes.. Sedangkan untuk pemakaian sehari-hari, laptop pertama kali diperkenalkan oleh Adam Osborne di tahun 1981 dengan nama Osborne 1. Beratnya 24 pounds atau setara 10 kilogram dengan layar 5 inchi, floppy disk 5 1/4" dan baterei. Harganya pun lumayan mahal untuk waktu itu, $1795. Sudah berat, mahal pula. Ada yang mau beli gak sih? Hihihi.. akhirnya perusahaan pun bangkrut dan Osborne 1 tinggal kenangan.

Setelah itu sebenarnya makin banyak perusahaan komputer yang melirik pengembangan laptop ini. Mulai deh tuh laptop dengan layar LCD diperkenalkan. Selain layar, para pengembang berlomba untuk menciptakan laptop well-design. Manny Fernandez di tahun 1983 yang pertama kali memperkenalkan laptop untuk para petinggi-petinggi yang baru pertama kali menggunakan komputer. [1]  Sudah mudah digunakan, gak malu-maluin pula  dibawa ke mana-mana. 

Barulah pada tahun 1988 tercipta Cambridge Z88 yang 16 kali lebih kuat daripada Osborne 1. Berat totalnya hanya setengah dari laptop generasi pertama tersebut. Setahun kemudian di tahun 1989, sebuah perangkat computer seukuran buku catatan kertas diluncurkan ke pasaran dan dinamakan notebook. Awalnya notebook di era ini rata-rata berukuran lebih dari 2,7 kg. Masih agak berat ya? Bikin pengen kenalan sama Dilan. Kali aja dia bisa bantu ngangkatin.

"Jangan angkat Notebook itu,  berat.  Kau gak akan kuat. Biar aku aja." 


Untungnya sekarang kita gak perlu Dilan untuk mengangkat notebook, berhubung saat ini umumnya sudah lebih ringan dan lebih portabel sehingga cukup kecil untuk dibawa dalam ransel atau tas kerja. Perbedaan laptop dan notebook ini sedikit kabur, menurutku. Tergantung dari produsennya aja mengkategorikan produknya laptop atau notebook. Dengan menyebut notebook sebagai laptop, dianggap bisa menghilangkan asosiasi bahwa perangkat portable hanya sangat sesuai digunakan  di pangkuan (lap) [2]. Menurutku sih intinya mau itu disebut laptop atau notebook, ini adalah sebuah produk yang dipersiapkan untuk menangani tugas-tugas komputasi sehari-hari.  

3 Kriteria Memilih Notebook Agar Produktif Maksimal






Ada banyak aktivitas yang terbantu dengan adanya notebook. Tapi untuk menentukan notebook mana yang akan kita jadikan partner pendukung kreativitas kita agar tetap produktif maksimal di mana aja, gak boleh asal pilih juga, gaes. Menurut aku, notebook yang baik itu harus lulus 3 kriteria berikut :

1. Sesuai Kebutuhan

Kriteria 'sesuai kebutuhan' itu memang perlu dicermati, gaes. Rasanya semacam percuma kalau yang kita beli punya fitur ini itu tapi ternyata gak dipakai atau sebaliknya. Misalnya aktivitas kita lebih banyak memerlukan grafis yang tinggi, semacam ngedit video, foto atau suara, tentu akan lebih baik jika menggunakan laptop dengan spesifikasi yang mendukung. Namun jika aktivitas kita lebih banyak untuk berselancar di web, menonton video, pengolah kata, sesekali main games yang gak berat-berat amat dan multitasking sederhana sehari-hari, spesifikasi laptop yang semestinya aja.

Contohnya nih aktivitas aku belakangan ini lebih banyak berkutat dengan aplikasi pengolahan kata. Gak mau dibilang blogger kurang produktif, setidaknya seminggu sekali aku harus nulis (meskipun kadang itu tersimpan di draft). Selain itu aku saat ini sedang mengerjakan proyek penulisan buku untuk sebuah perusahaan. Jadi butuh research informasi juga  melalui berselancar di web. Hobiku bermain The Sims (sekarang sudah The Sims 4,yay!) kujadikan selingan kalau lagi mumet. Nonton drama Korea juga tetap dong.

Untuk segambreng aktivitas itu, notebook yang bisa diandalkan yah semacam ASUS X555BP inilah. 


Laptop ASUS X555BP

Notebook Laptop Murah

ASUS mengkategorikan series X555BP sebagai notebook yang dibuat untuk menangani tugas-tugas komputasi kita sehari-hari. Berdimensi 38.2 x 25.6 x 2.58 cm membuat notebook ini terlihat cukup tipis dan ringan untuk dibawa ke mana-mana.  Performa ASUS X555BP mendukung kenyaman dalam bekerja maupun hiburan. Mau main games, ataupun bekerja dengan membuka beberapa file excel secara bersamaan, notebook ini mampu kok!  

2. Sesuai Kemampuan

Ini tentu ngaruh dengan kriteria kedua yaitu tidak melebihi kemampuan keuangan kita. Memang sih ada harga, ada kualitas. Tapi akan lebih baik jika kualitas yang kita dapatkan sesuai dengan kebutuhan kita dalam penggunaan laptop. Bener apa bener?

Btw.. tadi cek cek harga, ASUS X555BP ini dibanderol dengan harga berkisar Rp. 5.559.000. Cukup reasonable menurutku. Apalagi kualitas produk ASUS itu tahan banting banget. Buktinya laptop ASUS yang saya gunakan, sudah dari tahun 2011 sampai 2017 ini masih awet aja.


3. Brand Terpercaya

Meskipun orang bijak bilang don't judge the book by its cover atau jangan menilai dari tampilannya aja tapi hari gini gak semua orang bisa dikatakan bijak. Ha! Jujur aja, salah satu alasan memilih suatu barang biasanya karena brand atau mereknya. Bisa jadi karena gengsi. Pakai merek ini aja ah, walaupun kualitasnya biasa aja dengan harga overpriced yang penting orang-orang ngeliat aku pakai merek ini, misalnya. Bisa juga karena reputasi dari brand tersebut memang dapat diandalkan, seperti kualitas produk, service center mudah ditemukan dan pelayanan after salesnya memuaskan. 

Aku sendiri lebih memilih brand yang namanya naik karena kualitasnya memang oke. Harganya juga bisa dipertanggungjawabkan. Artinya harganya memang sebanding dengan kualitasnya. Itulah mengapa ketika saya memilih laptop keduaku di tahun 2011, pilihanku jatuh pada Asus. Awalnya karena aku tahu bahwa saat itu ASUS merupakan produsen laptop konsumen dunia nomer 2 dan penghasil motherboard terbaik. Apalah arti performa laptop tanpa motherboard yang oke, ya gak sih? Nyatanya sepanjang aku pakai ASUS A43SA selama hampir 7 tahun ini tidak ada masalah yang berarti. 


Laptop ASUS
Asus A43SA ku, 7 Tahun Menjadi Teman Bermain dan Belajar 

Hal ini kemudian yang menjadi salah satu pertimbanganku dalam memilih brand notebook yang akan aku gunakan, seperti ASUS X555BP ini. Apalagi  saat ini Asus telah menjadi produsen notebook nomer 1 di Asia Tenggara. Artinya sudah makin banyak yang percaya pada kualitas brand Asus.

Nah, jadi gitu deh sebenarnya gak ribet sih kalau memilih notebook untuk mendukung produktifitas kita sehari-hari. Teknologi sudah makin mendukung, tambah canggih pula, tinggal pintar-pintarnya kita aja sih dalam memilih yang pas. Tentunya biar gak nyesel beli dan paling penting bisa mendukung aktivitas kita agar produktif maksimal. Setuju, kan?
---

Sumber data : 
[1] thoughtco.com/history-of-laptop-computers-4066247
[2] diffen.com/difference/Laptop_vs_Notebook

Infografis dibuat oleh Vita Masli dengan sumber data spesifikasi produk dan gambar dari asus.com/id/Laptops/X555BP/specifications/ , amd.com/en-us/products/graphics/  dan press release ASUS X555BP. 

Begini Cara Aman Belanja Gamis Batik Online

Sebagai perempuan berhijab, seringkali gamis batik adalah pilihan tepat kita buat yang ingin tampil feminim di acara formal ataupun semi formal. Kenapa batik? Selain 'sangat Indonesia' banget, gamis batik paling cantik kalau udah dipadankan dengan kerudung polos lebar. Terlihat anggun dan syari, ye kan..? 


Begini Cara Aman Belanja Gamis Batik Online




Gamis batik banyak dijual di toko offline, tapi aku lebih suka beli di online shop sih. Pengalaman buruk saat belanja gamis batik online ini nggak akan aku lupain. Di salah satu media sosial, ada toko online yang baju-bajunya lumayan bagus, modelnya kekinian dan style-nya aku banget. Harganya juga terjangkau.

Belanjalah aku  satu baju di situ karena kebetulan mau dipakai minggu depannya untuk menghadiri undangan. Tepat sehari sebelum tanggal acara, paketnya datang. Setelah dicek, ternyata barangnya nggak sesuai ekspektasi. Kain batiknya tipis, ukurannya sempit, bahkan roknya nggak selebar seperti di gambar. Gagal deh, pakai gamis di acara tersebut.

Pengalaman seperti ini gak cuma menimpa aku tapi pernah juga dialami orang terdekatku. Ada yang dikonfirmasi kalau barangnya habis padahal sudah transfer. Akhirnya ,uangnya dikembalikan padahal udah suka banget sama barangnya. Ada juga yang paketnya nggak dateng-dateng, salah kirim warna atau produk. Pengalaman kaya gini nih yang tentu saja menyebalkan dan bikin kapok. Nggak akan lagi deh belanja online sembarangan.


Tips membeli gamis batik secara online supaya gak salah ukuran dan warna

Setelah itu, aku agak hati-hati saat belanja online. Apalagi untuk barang-barang yang menggunakan ukuran. Seperti baju atau sepatu. Sempat nanya-nanya ke teman-teman yang lain juga tentang pengalaman belanja online. Dari hasil diskusi dengan mereka, banyak yang menyarankanku untuk melakukan hal-hal ini: 


  Cek apakah tokonya trusted apa tidak. Caranya lihat followernya, komentarnya serta testimoninya. Salahku sendiri sih sebelumnya malas cek hal-hal beginian, karena udah keburu suka sama bajunya.

  Untuk produk berukuran, minta detail ukurannya. Biasanya olshop trusted suka mencantumkan panjang serta lingkar dada. Misalnya saat belanja gamis batik, tanyakan mengenai bahan yang digunakan dan ukuran dalam bentuk cm.

  Jangan tergiur dengan harga murah atau foto yang kinclong. Lebih baik minta foto real pict agar kita lebih tahu kondisi aslinya. Mengenai harga, sebenarnya sangat berpengaruh pada kualitas bahan dan tingkat kesulitan saat pembuatannya.


Tips di atas aku coba praktikkan tips saat aku belanja lagi lain waktu, dan ternyata it works lho. Jadi nggak mesti mengalami kejadian buruk untuk kedua kalinya. 


Ciri-Ciri Toko Online Penjual Gamis Batik yang Anti Tipu-Tipu

Nah, selain harus tahu gimana beli gamis batik secara online supaya gak salah ukuran atau warna, kita juga harus hati-hati juga dengan toko online yang saat ini sedang menjamur. Soalnya, sudah sering dengar juga dari teman-teman tentang toko online yang 'nakal'.

Aku pernah denger temenku yang kalap belanja di sebuah online shop dalam jumlah banyak, tapi ternyata barangnya nggak dateng. Penjualnya langsung nge-block kontak dan nggak bisa dihubungi lagi. Kalau kaya gini ngenes banget deh. Makanya aku sih lebih seneng belanja di marketplace aja. Alasannya karena market place itu: 

    Memakai sistem rekening bersama dan anti tipu-tipu.

    Webnya terlihat profesional dan memakai domain berbayar.

    Tersedia informasi tentang status barang, apakah masih diproses atau sudah masuk pengiriman. Jadi, pembeli hanya perlu mengecek info pengiriman.

Selain itu jika berbelanja di marketplace kita bisa memastikan bahwa produknya berkualitas dengan mengecek review atau testimoni dan pembeli lain. Jadi lebih yakin dalam menentukan pilihan beli atau enggak.

 

Nah, belakangan aku pengen meningkatkan kualitas gamis batik yang aku punya. Browsing punya browsing ketemulah aku dengan Qlapa.com. Ini adalah marketplace yang khusus menjual barang handmade yang mendukung kreasi anak bangsa. Namanya Qlapa.com. Senangnya mereka juga ternyata menyediakan gamis batik handmade,loh! Yay! 

Seperti biasa karena baru mengenal web ini, aku membaca semua panduan berbelanja di sini karena khawatir kena tipu. Ternyata mereka menerima penukaran produk dan refund. Tentunya dengan syarat tertentu misalnya karena cacat produksi, salah kirim produk, rusak, dsb. Batas waktu complainnya 8 hari terhitung setelah penjual mengirimkan produk. Jadi saat barang tiba, kamu tinggal cek apakah sudah sesuai atau belum, kalau belum, tinggal ajukan complain. Melegakan kan ya? Gak piker pake lama, aku langsung order deh gamis batiknya. Lucu-lucu abis, soalnya.. 

Ragam model gamis batik yang ada di Qlapa 

Gamis batik di Qlapa.com variatif banget model, bahan, sampai harganya. Nah, inilah beberapa model yang sedang aku kecengin dan pengen membelinya segera:

    Gamis dari batik tulis kuning biru. Model ini eye catching banget. Produk ini dibuat dari dua bahan, bagian atas berupa katun ima polos warna biru. Sedangkan bagian bawahnya dari batik tulis Cirebon bahan katun. Item ini dibandrol dengan harga Rp465.000.



   Dress katun Ameera. Bahannya memakai kain katun dengan batik cap warna cokelat. Tersedia seleting di bagian depan, sangat cocok untuk ibu menyusui. Harganya hanya Rp150.000.  



   Naira dress ungu. Gamis berbahan batik Madura ini terlihat unik karena menggunakan dua motif yang berbeda antara bagian sebelah kanan dan kiri. Keduanya dipisahkan oleh kancing hidup yang terdapat di bagian atas hingga bawah dress. Produk ini dibandrol Rp500.000. 



Tuh kan.. lucu-lucu banget gamis batiknya. Tampak elegant dan pastinya mendukung karya anak bangsa. Gak perlu ragu lagi nih buat belanja gamis online. Kamu gimana? 

Jalan Ke Mana ? Seoul - Part 1

Hai gaes! (Eh sudah mirip sama vloggers gak? Hahaha). Ternyata banyak juga yah  yang penasaran nih ternyata tentang trip musim semi di Korea Selatan. Saya banyak mendapat DM di Instagram dan email yang isinya pertanyaan seputar itinerary, visa sampai biaya. Jadi gak apa-apa lah ya, saya ngebahas salah satu hal yang sering ditanyain di DM instagram saya, yaitu : "itinerary" .

Baca juga : Sulit Atau Mudah Mengurus Visa Korea ? 

Eh, tapi btw sudah follow Instagram saya gak nih? Follow dong.. follow! Insya Allah foto2nya gak bikin "sakit mata" dan taat komposisi. Hehehehe.. 

Jalan ke Mana di Seoul ?

Ok, jadi selama lebih kurang 7 hari di Seoul itu saya ke mana aja? Mmh.. sebenarnya dari kapan hari sebelum berangkat saya sudah ngelisting tempat-tempat must visited. Tempat-tempat yang turis banget dan tempat-tempat lokasi syuting drama Korea atau variety show. Berhubung saya kerja di media televisi, sempat siaran radio selama 16 tahun dan waktu itu masih kuliah S2, ada beberapa tempat yang mungkin gak menarik buat kebanyakan pelancong tapi menarik banget buat saya.

Oleh karena itu seperti yang pernah saya posting sebelumnya, itinerary itu memang tergantung dari masing-masing orang. Kamu mau ke mana, mau ngapain aja. Awalnya saya ngelist hampir 5 universitas yang pengen saya singgahi. Ini akibat pengen kuliah S2 di Seoul tapi gak kesampaian. Hiks. Saya juga ngelist lokasi syuting drama Goblin yang sempat saya intip dari berbagai fansite. Stasiun televisi pun gak luput dari daftar tempat-tempat yang ingin saya kunjungi.



Sayang beribu sayang, namanya juga itinerary itu rencana manusia. Pada kenyataannya hanya Allah yang menentukan. Eh, bener loh! Saya gak becanda.  Terkadang ada beberapa yang gak bisa dihindari meski sudah diprepare jauh-jauh hari. Entah itu cuaca, dibuat nyasar sama Google Map, keenakan di satu lokasi sampai gak rela beranjak, kecapean dan hal-hal lain yang kadang-kadang gk masuk akal seperti ketiduran di subway yang salah jalur pula. Heol! Ini beneran saya alami.

Baca juga : Traveling Rame-Rame, Berdua atau Sendiri ? 

Pada akhirnya itinerary yang sudah saya susun di Indonesia tinggal bye! Saya asli ngikutin kata hati aja dengan bantuan penunjuk arah entah dari website Visit Seoul atau Visit South Korea guide book Seoul dari KTO. Lebih simple dan disusun berdasarkan wilayah jadi lebih hemat waktu dan ongkos subway. Saya terus terang agak telat menemukan guide book ini, padahal mejeng di rak brosur di sebelah pintu utama penginapan. Di subway stasion khususnya yang besar semacam di Myeongdong dan Hub-Station  juga ada. Saran saya begitu tiba di Incheon Airport segera cari guide book ini aja.

Day 1 ( Korstay  dan Malam Mingguan di Myeongdong ) 

Hari pertama di Seoul saya habiskan setengahnya untuk istirahat sebentar di hostel. Pesawat saya nyampe pukul 9 an gitu deh di Incheon Airport. Urusan imigrasi, ambil bagasi sampai beli T-money dan simcard itu aja mungkin sekitar sejam gitu deh karena ngantri dan emang Incheon Airport itu sangat luas. Lengkapnya silahkan nonton vlog tentang Incheon Airport yang ini: 



Dari Incheon Airport ke Seoul saya tempuh dengan menggunakan  KTX Arex All-Stop. Ini artinya kereta subway ini berhenti di semua station besar yang dilalui. Jadinya agak lama dibandingkan ngambil KTX Arex non-stop, apalagi jika stasiun tujuan kamu adalah Seoul Station seperti saya. Tapi biayanya lebih murah, sekitar 4250 Won. 


Pic dari Visit Seoul 

Saya menginap di KORSTAY Seoul Station Guesthouse yang ternyata gak begitu jauh dari Seoul Station. Bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 12 menitannya orang Korea deh, hahaha. Bisa juga nyambung pakai subway line 4 dan turun di stasiun pertama dari Seoul Station. Saya memilih untuk nyambung pakai subway aja dengan biaya 1250 Won. Lalu kemuudian saya nyesel karena memang jaraknya dekat aja kok buat jalan kaki. Tambahan lagi di stasiun Sookmyung University yang jaraknya sepelemparan wedges doing dari Korstay itu, gak ada lift apalagi escalator karena ini hanya stasiun kecil. Jadilah saya dan partner perjalanan harus ngangkat koper segede gaban melalui tangga jahanam. Alhamdulillah ada ahjussi yang baik hati menawarkan bantuan ngangkatin koper sampai ke pintu exit 1. Ahh.. kalau di Indonesia ini mungkin sudah paranoid duluan mengira mau dipalakin. Hahaha... 

Sesampai di Korstay sekitar pukul 12 siang, niatnya cuma mau naro koper, mandi, sholat dan leyeh-leyeh bentar abis itu cari makan siang. Nyatanya, begitu abis mandi, sholat dan baring sebentar malah ketiduran sampai pukul 5 sore. Aigoo.... Rencana awal mau main ke Seoul Fortress Wall lalu mampir ke Dongdaemun  dan ke Myeongdong akhirnya cuma bisa terealisasi ke Myeongdong aja. Sebenarnya 3 destinasi itu satu line dengan Sookmyung University station, sama-sama di line 4. Jaraknya juga gak begitu jauh, paling jauh ke Seoul Fortress Wall itu turun di Hyewa station setelah Dongdaemun, hanya 10 menitan dengan jarak 6,8 km. Hanya karena ketakutan saya aja jalan-jalan malam hari di Seoul Fortress Wall yang bikin saya mengurungkan niat. Di drama sih kelihatannya romantic ya ngeliat kota Seoul dari atas, tapi kalau liat rutenya yang kudu jalan lagi ke atas hadeuuuhh mending saya ke Myeongdong aja deh!

How to Myeongdong ? Take Seoul Metro Subway Line 4, turun di Myeongdong Station 

Namsan Tower Terlihat dari Salah Satu Sisi Myeongdong 

Myeongdong itu malah lebih dekat, cuma 4 stasiun aja dari stasiun Sookmyung University dengan jarak 2.6 km. Waktu tempuh cuma sekitar 5 menit, itu juga sudah sama nunggunya. Stasiun Myeongdong ini termasuk stasiun yang cukup ramai dan gede, karena ini adalah salah satu spot tourism dengan pusat perbelanjaan yang lengkap. Mau cari yang murah meriah, yang mahalan dikit, yang super mahal ada di sini. Gak heran stasiun Myeongdong ini dilengkapi dengan customer service, vending mechine, ATM, tourism center, escalator dan lift. Dindingnya full dengan LED billboard super gede yang menampilkan advertising produk artis-artis Korea sampai ucapan selamat ulang tahun atau apalah buat artis-artis kpop. Katanya sih, kalau mau mengukur besarnya fanbase suatu artis, bisa dilihat dari seberapa gede billboard artis tersebut terpampang nyata di stasiun Myeongdong. 

Ultahnya bulan Februari, Masih Bertahan Sampai Bulan April 
Gong Yoo Oppa Ngajak Ngopi 

Nah, saya di Myeongdong ngapain aja? 

Myeongdong itu adalah area perbelanjaan, particularly, banyak banget outlet kosmetik. Kamu nyari merk kosmetik Korea apapun ada di Myeongdong. Selain kosmetik, Myeongdong juga punya outlet fashion, café, tempat makan sampai karaoke pun ada. Namanya juga pusat perbelanjaan lah ya. Area Myeongdong ini sangat luas, kamu bakal mudah tersesat apalagi kalau pakai patokan outlet kosmetik. Soalnya satu brand kosmetik bisa punya tiga sampai empat outlet di Myeongdong aja! Saran saya kalau memang mau jalannya misah-misah sama teman-teman kamu, paling gampang janjian di outletnya Nature Republic yang paling gede yang jaraknya cuma 20 meter dari exit 6. Gak bakal salah karena dinding berhiaskan dedaunan trus ada tulisan Nature Republic. Dari arah manapun bakal kelihatan. 

Waiting Spot, Nature Republic Main Shop

Area perbelanjaan Myeongdong gak melulu isinya outlet, gaes. Banyak loh pedagang kaki lima nya. Bedanya mereka gak jualan di trotoar tapi di tengah jalan. Memang sengaja sih diset seperti itu karena mobil dan motor hamper gak ada yang  bersileweran. Jualan dari para pedagang kaki lima ini beragam banget loh. Paling banyak sih emang street food gitu, tapi kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam pernak pernik yang lucu-lucu, t-shirt, syal, sampai coat. Di sini kamu juga bisa beli buah-buahan especially Strawberry yang rasanya manis dengan ukuran yang lebih gede daripada di Indonesia. 

Bungeoppang atau Kue Ikan, Salah Satu Snack Food seharga 3000 Won 

Harga street food di Myeongdong itu mulai dari 1000 -7000 Won gitu. Sementara harga asesories dan fashionnya lumayan beragam, murah meriah gitu deh. Nawar bisa, cuma rata-rata sudah matok harga. Penjualnya juga cukup bisa berbahasa Inggris, walaupun seadanya. Kalaupun kamu gak bisa berbahasa Korea dan agak susah berbahasa Inggris, kalkulator dan google translate bisa kamu andalkan. 

Pedagang Kaki Lima dengan Segala Jualannya

Myeongdong juga punya underground shopping center, jadi sebelum ke bagian subway kamu bakal ngelewatin deretan toko-toko yang jualan baju lah, koper lah, makanan lah sampai kpop goods seperti CD, bantal, keychain dan lain-lain. Just be careful don't get carry away, bisa-bisa kamu jalan terus sudah sampai Dongdaemun, hahaha. 

So, I spent my first night strolling around in Myeongdong karena tiba-tiba gak berasa aja eh sudah hampir jam 11 malam aja. Sebenarnya Metro Subway di Seoul beroperasi sampai pukul 12 malam, cuma karena pengen kereta berubah menjadi labu, saya dan partner sepakat mengakhiri petualangan hari pertama setelah beli beberapa produk kosmetik, snack yang sudah diulik ke halal annya, strawberry yang super enak dan window shopping di underground shopping center. Sebelum kembali ke Korstay, gak lupa beli nasi instan di CU Mart dekat penginapan. 

Total Spending For Day 1 


Transportasi
ICN ke Seoul Station : 4250 
Seoul Station ke Sookmyung University : 1250 
Penginapan ke Myeongdong : 1250 
Myeongdong ke Penginapan : 1250 

Food + Snack 

Binggere (Susu Pisang) : 3000 (2 botol) 
Strawberry : 7000 Won 
Snack         : 3000 
Belt            : 5000 
Kosmetik   : Gue lupa belanja apa aja, sorry ! 
Belanja di CU : 1500 Won (kalau gak salah ingat) 

Total 27.500 diluar harga kosmetik yang aku beli.

Baca juga : Traveling Ke Korea Butuh Budget Berapa ? 

So, hari kedua saya jalan ke mana lagi di Seoul? Tunggu di postingan berikutnya yah, gaes! 


Novel Review : Imaji Terindah - Sitta Karina

Entah bagaimana awalnya hingga akhirnya sebuah DM dari Sitta Karina mampir di akun Twitter saya. I mean, yes.. I follow her on Twitter, karena saya suka aja baca blognya dan twitnya yang banyak ngasih tips menulis. Tapi untuk ditawari akan dikirimi novel tulisannya untuk direview, duh.. aku sama sekali gak kepikiran. Apalagi novelnya beneran sampai ke rumahku kira-kira.. mmmh.. empat bulan yang lalu.

Iyah, tahun lalu! Kenapa baru sekarang direview? Bukan.. bukan karena aku orangnya gak konsisten dengan sebuah komitmen apalagi gak menghargai kebaikan hati orang lain. Lebih karena novelnya tiba-tiba ngilang dari rak setelah aku baca. Usut punya usut ada yang pinjem dan gak sempat bilang ke aku. Jadilah akhirnya ketika ketemu lagi, aku baru bisa foto novelnya dan ngeposting review ini.  

Imaji Terindah : Jangan Jatuh Cinta Kalau Nggak Berani Sakit Hati.


So, apa sebenarnya isi novel Imaji Terindah ini?



Kisah dalam Imaji Terindah bermula dari dua pemuda dari dua keluarga yang terikat hubungan bisnis. Yang satu bosan lalu jadi iseng, satunya lagi memendam curiga tanpa sebab jelas. Chris dan Kei. Novel Imaji Terindah ini akan lebih focus ke Chris sebagai salah satu bagian dari keluarga Hanafiah yang terkenal super tajir dan memiliki aneka bisnis.

Dalam novel in karakter Chris digambarkan sebagai seorang murid SMA kelas atas yang mampu beli barang-barang mahal tanpa berpikir dua kali. Pokonya ' I get What I See'. Jangankan mobil mewah, ngajak Kimura Takuya (Iyaah... 'that' Kimura Takuya, actor legendarisnya Jepang itu) maen ke rumahnya. Christopher Hanafiah is that guy who would walk around the school, looking straight ahead and all the girls at school look at him like he was the prince of some fairy tale. Prince Christopher, that's what he called and no one argue.

Hidupnya tampak plain boring, sampai kemudian Kei menantang dia untuk jatuh cinta.

"Jangan Jatuh Cinta Kalau Nggak Berani Sakit Hati."

Chris Hanafiah yang merasa tertantang untuk membuktikan, akhirnya menjatuhkan proyek percobaan jatuh cintanya pada Kianti Srihadi, siswa baru di sekolah pindahan dari Jepang. Aki, begitu nama panggilannya, tidak menanggapi pernyataan cinta Chris. Baginya persahabatan lebih mengena dibanding berpacaran dengan pangeran sekolahan ini. Ada sesuatu yang Aki tidak ingin Chris ketahui tentang dirinya. Dia merasa bersahabat saja sudah cukup.

Chris mau tidak mau mengikuti keinginan Aki untuk hanya sekedar menjadi sahabat. Hari demi hari kedekatan mereka berdua membuat Chris akhirnya mengetahui sesuatu yang tidak ingin Aki tampakkan kepadanya. Kedekatannya dengan Aki pun sedikit banyak mempengaruhi hubungannya dengan Alde dan Rimbi yang sudah lama menjadi sahabatnya. Namun untuk menjauh dari Aki pun ternyata tidak dapat dilakukannya setelah mengetahui rahasia gadis itu.

Complicated? Mmh.. makanya jangan jatuh cinta kalau gak berani sakit hati. Hahaha.. *Mulai ikut-ikutan, deh!* 


My Two Cents 


Novel ini adalah sebuah kisah bergenre teenlit dari series Keluarga Hanafiah yang sudah banyak dikenal oleh pembaca teenlit. Berhubung aku bukan pembaca teenlit, jadilah membaca novel Imaji Terindah ini menjadi 'perkenalan' aku dengan anggota klan Hanafiah ini.

Kisahnya sih sebenarnya tipikal anak sekolahan, dimana kita bakal ngefans dengan cowok jago basket yang posturnya tinggi, wajahnya tampan, naik mobil ke sekolah dan jalan di seantero sekolahan dengan muka lempeng seakan gak peduli dengan orang sekitarnya yang terpana menatap ketampanannya. Masa di mana anggota cheerleaders adalah cewek paling megang di sekolah. Masa di mana awalnya kamu ber 'loe-gue' sama gebetan dan kemudian ber 'saya-kamu'. Aiishh.. jadi ingat mantan! *Eh, gimana?*

Menurut aku Sitta Kirana, menuliskan cerita ini sangat mengalir dan enak untuk dibaca, hanya saja kurang greget. Mungkin karena aku sudah ngelewatin masa-masa cinta anak sekolahan gini, kali ya? Overall sih, baca novel ini banyak quote yang bagus juga menurut aku. Ada beberapa hal juga yang bisa kita pelajari dari karakter Aki.

Sitta juga membungkus ending novel ini bagus banget, jadi meskipun kamu bukan pembaca novel teenlit, misalnya kayak aku, kamu masih bisa consider this novel as a one of good piece of art yang gak rugi kamu baca. Meskipun begitu, aku sebenarnya kurang sreg dengan penamaan karakternya. Dari nama Kianti menjadi Aki itu gambarannya jadi beda. Kianti nama yang cantik, sementara Aki mengingatkan aku pada 'Aki Aki' dalam Bahasa Sunda, hehehe...

So if you like teenlit kind of novel, you should read Imaji Terindah. Sementara if you're not teen anymore, baca novel ini bisa jadi kamu akan teringat lagi gimana menyenangkannya jadi anak SMU dulu.

Happy reading, gaes! Please let me know in comment section below, pendapat kamu tentang novel ini.