Top 10 K Drama 2016 Versi Vita Masli

Wihh.. gak berasa sudah bulan Desember aja. Itu berarti waktunya untuk mikirin kembali apa aja yang sudah kita jalani sepanjang tahun ini. Tsaaah... serius amat, mbak! Ok, in my case 'drama Korea apa aja yang membekas di hati' di tahun 2016.  

Tahun lalu kita sudah disuguhi ceritat hantu perawan yang gak tahu kenapa dia masih jadi arwah penasaran, bu ibu jadi siswa SMA, mamak-mamak beranak satu yang kuliah di kampus anaknya, dokter bedah bayaran yang jatuh cinta sama cewek kaya melintir atau kisah standard cewe yang biasa banget ditaksir dua cowo ganteng. Begitupun dengan genre saeguk dengan kostumnya yang ribet minta ampun dan kisah lompatan waktu.

Baca juga : My Top 10 Favorite K Drama 2015 

We've been watching all those kind of Drama. Jadi apa nih tahun 2016? Masa cerita Alien sih? It's so 2014, writer nim!



Gue yakin para writer-nim juga gak mau lah cerita yang dilempar ke pasaran itu gitu-gitu aja. Bisa-bisa mereka gak dipake lagi sama rumah produksi, ya kan? Nah, tahun 2016 ini meski drama Korea masih menebar virus-virus cinta, namun beberapa drama membungkusnya dengan sudut pandang yang berbeda.Memang gak semuanya bagus dan sukses di pasaran rating . Tapi apalah arti rating kalau kamu sendiri yang nonton gak suka. Betul?

Top 10 K Drama 2016 Versi Vita Masli


So, here are my top 10 K drama List of 2016. Bisa jadi dari 10 drama ini ada yang sesuai dengan list kamu juga, tapi tidak menutup kemungkinan malah kita berseberangan arah. Namanya juga selera, dalam K Drama gak ada yang benar atau salah. Ini bukan politik, ini drama. Drama Korea! Hahahaha..

10. Descendants of The Sun (KBS 2)


Gue sengaja menempatkan drama ini di list paling bawah dari countdown ini. Alasannya simple, gue gak begitu suka aja. Mungkin bagi banyak orang drama ini membuat cowok-cowok berseragam tentara jadi keliatan ganteng atau tiba-tiba tipe cowo ideal kamu berubah menjadi kapten Yoo Shi Jin, siapa yang bisa menyalahkan? Gue juga kok.. hahaha

Hanya saja, gue gak begitu sreg aja dengan drama ini dalam beberapa hal. Meski Song Joongki bermain dengan gantengnya eh maksud gue berperan sangat baik sekali dalam drama ini, begitu juga penggabungan genre romantis dan action tetap aja plotnya biasa aja dan gampang ditebak.


Beberapa adegan seru yang mestinya bikin gregetan menjadi biasa aja karena (uhuk!) akting Song Hye Kyo yang sangat datar. Maaf ya fans SHK, gue rasa mba cantik ini perlu belajar gimana kaget dan ketakutan lebih real. Percaya deh, dia masih tetap akan keliatan cantik kok meski awut-awutan dan scared to death. Cantik mah cantik aja, ya kan?

Baca juga :  First Impression  Descendant of The Sun

Jika kemudian ada rumor yang mengatakan akan ada season ke 2 nya, semoga saja plot ceritanya bisa lebih menarik dari season 1. Katanya sih Lee Min Ho bakal jadi orang ke tiga diantara kapten Yoo Shi Jin dan dokter Kang Mo Yeon. Heol!

OST Favorite : Everytime - Chen EXO feat Punch


9. Doctors ( SBS )


Ada tuh ya, drama yang meski ceritanya biasa aja tapi chemistry pemainnya bikin kita gregetan. Nah, ini salah satunya. Plot ceritanya sih sederhana aja. Ada anak yang disia-siakan orangtuanya kemudian dibesarkan oleh neneknya. Anak ini tumbuh menjadi anak yang rebel namun cerdas. Dia kemudian menjadi dokter yang gak cuma jago mendiagnosa dan membedah penyakit yang rumit tapi juga mahir bela diri. Ambisinya menjadi dokter bedah berawal dari kematian neneknya yang dianggapnya janggal.

Sejalan dengan itu guru SMU yang ngekost di rumah neneknya juga ternyata adalah dokter yang sedang 'cuti' karena masalah tertentu di rumah sakit milik keluarganya. Pak guru dan anak muridnya yang rebel ini kemudian bertemu lagi di rumah sakit yang sama dan bertugas sebagai dokter ahli bedah.



Terus terang gue baru sekali ini nonton dramanya Park Shin Ye dari awal sampai akhir. Biasanya gue sudah skip aja dari awal. Kalau bukan karena Kim Ra Won ahjussi, mungkin gue juga bakal ngeskip drama Doctor Crush ini. Dia gak ganteng sih, cuma tatapannya itu loh kalau sudah ketemu Park Shin Ye. Di drama ini Park Shin Ye juga sedikit berbeda dibanding drama-dramanya yang lain. Gak tahu kenapa. Hayo kalian berdua, jadian aja apa gimana?

OST Favorite :  No Way -  Park Yong In & Kwon Soon Il ( Urban Zakapa)


8. Lucky Romance (MBC)


Another sitcom romance dengan plot cerita yang bisa ditebak. Kisahnya berkisar pada seorang cewe yang merasa dirinya pembawa sial. Orangtuanya meninggal karena kecelakaan sementara adik semata wayangnya koma. Karirnya gitu-gitu aja. Seorang peramal mengatakan bahwa dia harus meniduri cowo yang lahir di tahun Harimau jika ingin keluar dari kesialannya. Gak sengaja dia bertemu dengan cowo "harimau' yang kemudian menjadi bosnya.



Agak boring sih.. yang bikin betah cuma Ryu Jun Yeolnya aja. Sejak dia maen di Reply 1988, gue jadi penasaran dengan semua kerjaan dia. Semua film indie nya yang bisa gue dapat di internet gue tonton, hahaha! Jadi gak heran ketika dia diberitakan sebagai lead drama Lucky Romance, langsung aja gue niatin buat nonton. Seandainya lead actress nya Hye Ri, drama ini bisa jadi lebih menarik. Sayang Hye Ri malah maen The Entertainer bareng Ji Sung. Pfft.. berasa kek tukar pasangan aja ya?

OST Favorite : Tell Me - Soyou Sistar 


7. Mirror of The Witch ( JTBC)


Gak banyak drama saeguk yang bikin gue betah nonton. Selain karena entah kenapa kostum mereka yang tampak ribet itu gak begitu appealing di mata gue, biasanya intrik ceritanya paling perebutan tahta, harta dan wanita.

Mirror of The Witch sebenarnya gak jauh-jauh dari situ sih, masih bicara tentang rebutan harta dan sedikit mantra alias main dukun. Hahaha.. Biasanya tahta itu diperebutkan antar anak atau kerajaan tetangga kan ya? Nah intrik Mirror of The Witch ini gara-gara seorang dukun istana beraliran hitam yang ingin menguasai tahta.



Baca juga : Review Mirror Of The Witch  

Terus terang gue nonton drama ini karena efek Yoon Shi Yoon jadi member baru di 2 Days 1 Night. Gue sudah pernah nonton dia jadi tukang roti Kim Taek Gu, pembuat game di Flower Boys Next Door sampai jadi asisten perdana menteri di Prime Minister and I. Drama Mirror of The Witch ini pun menjadi drama saeguknya yang pertama. Ditambah cast yang lain aktingnya gak mengecewakan khususnya si mbah dukun yang super duper minta disantet itu, drama ini not bad at all.

OST Favorite : Love - Lush


6. Squad 38 (OCN)


Ini dia salah satu drama yang bikin gemes bukan karena pemainnya (walaupun Seo In Guk keren banget di sini) melainkan karena ceritanya. Petugas pajak yang kena tipu akhirnya bekerja sama dengan para penipu untuk menipu pengusaha-pengusaha yang gak mau bayar pajak.



Karakter Yang Jung Do yang diperankan oleh Seo In Guk sedikit mengingatkan saya pada film Leonardo diCaprio 'Catch Me If You Can', namun makin ditonton makin gak mirip sama sekali. Konsep ceritanya juga beda kok. Meski sedikit rumit jangan takut gak bakal ngerti, malah bikin penasaran. Selain itu bisa jadi setelah nonton drama ini, kamu bakal pengen di negara kita ada petugas pajak seperti mereka khusus menangani orang-orang kaya yang enggan bayar pajak.

OST Favorite :  Run - Up10Tion
 

5. Memory (tvN)


Drama keluarga ini terbilang cukup sedih dan muram. Masalahnya berkisar pada seorang pengacara yang tanpa ia sadari mengidap Alzheimer. Bisa bayangin gak seorang pengacara kondang yang juga menjadi nara sumber acara hukum di televisi, sedikit demi sedikit kehilangan ingatannya. Dia di mana, mau apa, ketemu siapa, semua tiba-tiba jadi blank. Kadang-kadang malah dia mengingat hal yang sudah berlalu, termasuk mantan istri dan almarhum anaknya.



Memory dengan leading cast Lee Sung Min ( yang pernah maen di Misaeng, masih ingat kan?) ini memang bukan drama yang menebar hura hura. Ini tentang perjuangan melawan diri sendiri bersama kenangan yang saling tumpang tindih bahkan terlupa. Setelah nonton ini bisa jadi kamu jadi lebih sayang bokap kamu dan ingin mengabadikan semua hal yang kamu lalui bersama keluarga. Coba aja!

4. Cheese in The Trap (tvN)


Bisa dibilang tahun ini banyak drama yang diangkat dari webtoon. Salah satunya adalah Cheese in The Trap. Kisah anak kuliahan biasa bernama Hong Seol yang bisa jadi mirip dengan kebanyakan mahasiswa Korea. Pengen kuliah tapi gak punya cukup uang jadi harus kerja serabutan buat menutupi biaya kuliah.

Lalu datanglah senior cakep kaya melintir bernama Yoo Jung yang entah dengan alasan apa tiba-tiba menaruh perhatian. Anaknya baik dan ramah walaupun sedikit membuat Hong Seol ketakutan karena beberapa kali memergoki Yoo Jung sunbae ini sifatnya agak berbeda di belakang.

Go Eun Sebelum Ketemu Abang Gong Yoo

Nonton drama ini semacam nebak-nebak personality Jung sunbae, are you for real or what? Sayangnya ending drama ini gantung abis. Mungkin karena webtoon nya sendiri pun sementara masih jalan (kamu bisa baca via apps Line Webtoon. Bahasa Indonesia nya ada, kok). Dengar kabar akan ada versi film layar lebarnya dengan Park Hae Jin tetap sebagai Yoo Jung. Lead female nya aja yang masih di cari. Yakin gak mau casting akuhhh, PD nim?

3. Moonlight Drawn by Clouds (KBS 2)


Salah satu drama yang jadi trend di tahun ini selain Descendant of The Sun adalah Moonlight Drawn by Clouds atau disebut juga Love in The Moonlight. Dulu.. waktu pertama kali baca berita kalau Park Bo Gum bakal main di drama saeguk, saya sempat mikir "Oh ya deh.. liat gimana nanti lah." Belum lagi ceritanya tentang seorang cewek yang menyamar jadi cowok, mengingatkan saya pada Sungkyunkwan Scandal. Sama-sama di KBS pula maennya. Duh.. bakal seru gak ya?

Ternyata setelah nonton episode pertama pendapat saya berubah. Ceritanya sih standar ya, berlatar belakang perebutan tahta, raja 'boneka', pangeran yang rebel dan permaisuri yang jahat. Nah, disini lah sebenarnya pinter-pinternya penulis skenario dan sutradara mendaur ulang sesuatu yang biasa menjadi keliatan seperti baru. Siapa yang gak gregetan dihadapkan pada kenyataan sang pacar adalah anak dari kaum pemberontak? Pilih tahta atau cinta.. hayo?

Aku Pilih Park Bo Gum Aja..
 
Drama ini sukses menjadi nomer satu hingga ratingnya mencapai 20%. Katanya sih bikin kesel-kesel gemes pemain drama channel sebelah yang maen di jam yang sama.Yah gimana dong.. di sebelah boleh bertabur 7 pangeran (sampai ribet ngapalin namanya). Gue sih sudah cukup puas dengan Park Bo Gum aja. Gak nyangka gara-gara dia, gue dan jutaan orang bisa sangat merindukan hari Senin. And that's what we called "Park Bo Gum's Magic".

OST Favorite :  Sealbum full. Hahahahahha 


2. Signal ( tvN)


Lupakan sejenak drama romance penuh percintaan segitiga. Here comes drama detektif yang penuh misteri dan bikin deg-degan. Signal adalah sebuah remake dari film Bong Joon Ho yang hits di tahun 2003 "The Memories of Murder". Terinspirasi oleh kasus sebenarnya dari "Hwaseong pembunuhan berantai" yang terjadi pada tahun 1980 (1986-1991). Pembunuhan ini merenggut nyawa 10 wanita mulai dari nenek 71 tahun sampai anak sekolah berusia 13 tahun yang mana pemerkosa-pembunuhnya tidak pernah tertangkap.


Uniknya drama ini menceritakan kisah detektif jaman sekarang dan seorang detektif dari masa lalu yang berkomunikasi melalui walkie-talkie untuk memecahkan kasus yang lama belum terpecahkan. Sedikit demi sedikit kasus terungkap bersama terungkapnya kisah cinta yang terpendam.. Aihh.. so sweet yet tragic.

Mungkin karena temanya time lap, endingnya berasa gantung abis. Mudah-mudahan ada season 2 nya deh.

1. Reply 1988 ( tvN)


Apaaaa?? Ini kan drama tahun 2015..., some might said. Iyaahh tapi kan lanjut di tahun 2016  dan berakhir di Januari......... *kemudian nyanyi ala Glenn Fredly*

Seriously, this is one of a kind drama yang kayaknya agak susah untuk dilewatkan begitu saja. Gue adalah salah satu dari sekian pencinta Reply series yang mengaku bahwa Reply tahun ini benar-benar daebak. Memang bukan Reply series namanya kalau bukan mempermasalahkan 'siapa sang suami' diantara kandidat-kandidat dengan charm mereka masing-masing. We've been through the struggle of having crushed to second lead male di Reply 1997 dan Reply 1994 but nothing beat second lead male sydrome yang kita lalui di Reply 1998.

Choi Taek atau Jung Hwan? Jung Hwan atau Choi Taek? Atau jangan-jangan Sun Woo?



Diluar itu drama ini sebenarnya berfokus pada keluarga dan bagaimana kehidupan di tahun 1988 yang kelihatannya sederhana tapi penuh makna (dan ngangenin). Serius, saya jadi sering nangis gara-gara nonton drama ini karena keingat almarhum nyokap gue dan almarhum kakak.

Baca juga : Review Reply 1988 

Pada suatu masa rambut nyokap gue juga pernah keriting-keriting disco semacam para ahjumma di Ssamungdong itu. Love-Hate relationship antar sodara Sung Deok Seon  dengan Sung Bora semacam gue sama almarhum kakak gue (cuma gue lebih ke Sung Bora nya sih, hahaha.. Mian). Tetangga-tetangga yang care satu sama lain, termasuk teman-teman masa kecil yang susah dicari gantinya.

Selain cerita, chemistry sesama pemain juga luar biasa. Soundtracknya juga keren-keren. Seandainya aja sinetron Indonesia jaman dulu semacam Jendela Rumah Kita atau Keluarga Cemara bisa diremake, bisa jadi gak kalah kok dengan Reply 1988. Yah semoga saja ada yang seganteng Park Bo Gum, tapinya.. *halah*

OST Favorit : Hyehwadong - Park Bo Ram

What's Next for 2017 ?


Di penghujung tahun 2016 sebenarnya ada beberapa drama yang lagi running. Makanya belum gue masukin di list ini, karena belum tahu gimana endingnya dan kira-kira bakal gue terusin nonton apa enggak. Secara ada beberapa drama di tahun ini yang gak gue terusin nontonnya dengan berbagai alasan ( next postingan deh ya.. ). Tapi  secara garis besar, gue pikir drama-drama ini bakal masuk list Top 10 K Drama 2017. Apa aja?

Goblin 


Baru 4 episode dan sukses bikin gue nonton ulang drama ini beberapa kali sambil nunggu episode 5 tayang. Kurang kerjaan banget ya kesannya, padahal proposal Thesis sudah nunggu harus diselesaikan. Tapi siapa yang bisa menolak cerita Goblin yang menarik ditambah casting yang menurut gue jaminan mutu itu.



Gong Yoo ( Train To Busan dan jangan lupa Coffee Prince), Kim Go Eun ( China Town, Cheese in The Trap), Lee Dong Wook, Yoo In Na, Sung Jae.. haduh Tuhan tolong akuuuhhh!! Berasa nonton drama rasa film layar lebar. Sepertinya Goblin bakal menyusul kesuksesan Reply 1988.

Hwarang 


Sewaktu postingan ini ditulis, drama ini baru akan maen menggantikan 'Stranger and Me'. Lagi-lagi drama saeguk. Bedanya adalah drama ini bersetting di jaman Goryeo dan sudah diproduksi duluan alias gak kejar tayang. Kalau dari list para pemainnya sih, sepertinya ada harapan walaupun mungkin gak bakal sebooming Moonlight Drawn by Clouds. But hey.. kita tunggu aja kali ya.



Nah, itu dia Top 10 K Drama 2016 versi Vita Masli. Gimana, ada yang sama gak dengan list kamu? Kamu boleh loh ngelist Top 10 K Drama 2016 versi kamu di kolom komentar. Oiya di channel YouTube Vita Masli ada OST K-Drama andalan 2016 juga loh. Boleh mampir untuk menyimak biar sekalian bapernya nambah. Hahahai.. Annyeong!




Makin Cantik di Usia Cantik

Pada usia berapa wanita merasa berada pada usia cantik? Menurut menurut saya, #UsiaCantik itu adanya saat wanita menginjak usia 35 tahun. Mengapa? Karena di umur segitu sudah banyak banget pengalaman hidup yang kita rasakan.


Coba deh ingat-ingat lagi. Masa remaja dimana kita galau hanya gara-gara jerawat sebiji muncul di pipi. Usia 20-an merasa sedikit baper dan (mungkin sedikit) patah hati.  Barulah di usia 30-an secara emosional dan finansial kita sudah mapan. Thanks to kerja cerdas dan pengalaman hidup sih, menurut saya.

Makin Cantik di Usia Cantik



Kalau ingat kembali, sepanjang hidup yang sudah diberikan Allah SWT banyak hal yang sudah saya temui. Jaman SMP saya mulai berani kirim cerpen ke majalah. Dari belasan yang dikirim, hanya satu yang dimuat. Lainnya ditolak, obviously! Pindah ke Makassar jaman SMU sampai kuliah, saya berubah minat jadi vokalis band yang manggung di pensi-pensi. Begitu pake jilbab di tahun kedua kuliah, saya jadi malu sendiri manggung bawain lagu Alannis Morisette, Sheryl Crow atau Natalie Imbruglia. Ya sudahlah, pensiun dini jadi vokalis. 

Daftarlah saya jadi penyiar radio di salah satu stasiun radio kondang di Makassar. Alhamdulillah... kebawelan saya ini ternyata ada yang mau bayar. Sepanjang masa masa kuliah saya jalani nyambi jadi penyiar.  Gak heran 6 tahun baru bisa lulus dari Fakultas Teknik Elektro. Hihihi.. 

Coba tebak saya yang mana?

Sebulan setelah wisuda saya diterima bekerja di sebuah provider telekomunikasi. Hingga memasuki usia 30 tahun saya bekerja di sana. Lalu kemudian saya pindah di provider telekomunikasi tetangga yang baru ekspansi ke Makassar. Selain karena gajinya memang lebih tinggi, kesempatan pulang ke Makassar.

Tapi ternyata semua ada 'harga'nya Tekanan kerjaannya itu lohh.. Pulang jam 2 pagi trus masuk kantor lagi jam 8, sampai hari Minggu pun masuk kantor sudah saya jabanin. Hayati lelah.. Resign aja deh!

Mulai dari Awal di Usia 30-an 


"Jadi kamu maunya apa, Vit?"

Pertanyaan itu mengetuk-ngetuk pikiran. Sejujurnya saat saya masih di kantor provider pertama saya kepikiran untuk kuliah lagi. Dari dulu saya selalu pengen melanjutkan kuliah di jenjang S2. Tapi kalau saya tetap bertahan di perusahaan itu, kesempatan itu hampir sedikit sekali ada. Akhirnya saya memutuskan untuk jadi PNS aja, suatu profesi yang kemungkinan dapat beasiswa belajar lebih besar.

Salah satu teman saya sempat mengatakan bahwa saya termasuk orang yang nekat, berganti pekerjaan di usia 30an. Memulai lagi dari titik karir awal di usia yang sudah tidak bisa dikatakan sebagai ‘fresh graduate’, saya sering dianggap sebelah mata dibandingkan teman seangkatan yang berumur 20-an. Dianggap belum tahu dunia kerja sama sekali. Pedih!

Pra Jabatan Bareng Teman-Teman yang Umurnya 20an


Tiga tahun pertama saya berusaha mematahkan segala asumsi dan prejudice mereka tentang menjadi PNS di usia 30an. Meski begitu, ketika menginjak usia 35 tahun saya sempat sedikit gak percaya diri juga. Gimana tidak, teman-teman kuliah saya dulu karirnya sudah pada melaju kencang. Lah saya?

What have I done with my career? Mulai dari awal lagi hanya karena ingin kuliah, lalu ternyata ketika ada kesempatan kuliah ke luar negeri malah gak diizinkan atasan, itu gimana coba? Rasanya antara pengen menangis dan menertawakan keadaan.

Untungnya Allah selalu memberi kemudahan setelah kesulitan. Mulai di usia 35 tahun saya menemukan diri saya kembali melalui 3 hal :

1.    Blogging

Menulis sebenarnya bukan hal baru buat saya. Sebenarnya sejak jaman Friendster saya sudah curhat lewat tulisan. Lalu kemudian saya pindah ke Multiply, lanjut ke Wordpress lalu akhirnya nyaman di Blogspot.  Pelan tapi pasti saya memulai kembali dan ikut merenguk berkahnya jadi blogger. Menang satu dua lomba, dibayar satu dua postingan dan tentunya mengenal lebih banyak blogger di Indonesia sampai dipercaya sharing segala. Asik ya? 




2.    Lanjut S2

Tujuan saya pindah kerja adalah untuk ini dan saya akhirnya berhasil mewujudkannyan Gak bisa kuliah di Korea Selatan atau Belanda gak apa-apa. Dalam kota aja, yang penting akreditasi A. Alhamdulillah, setelah melewati serangkaian test, akhirnya kesampaian juga kuliah dibiayai negara. Tiga semester sudah saya jalani dan saya hanya sekali mendapat nilai A-. Sisanya A bulat semua. Yes!  Nambah usia gak harus ‘slow down’ kan?


3.    Jualan Brownies

Bermula dari seorang teman yang memesan, foto brownies pesanannya itu saya upload ke Facebook. Ternyata banyak yang tertarik untuk pesan bahkan sampai repeat order, Walaupun belum punya team khusus saya sempatkan waktu diantara kantor, kuliah dan blogging untuk melayani pesanan. Alhamdulillah pelanggan Brownies Fever sudah sampai ke luar kota.



Dengan segala hal yang sudah saya jalani saya pikir jalan hidup orang memang beda-beda. Terkadang hidup memang keras, sesekali ada drama namun sebenarnya semakin hari hidup rasanya lebih indah.  Pengalaman-pengalaman yang sudah saya alami mengajarkan bahwa kita bisa dihargai sebagai siapa kita dan apa yang kita mampu. Hal itu bisa menjadi self healing tersendiri. 

Namun proses bertambahnya usia menghadapkan kita pada masalah baru. Kerutan, flek atau kulit wajah yang sudah tidak sekencang usia belasan hingga dua puluhan, you name it! Tapi setiap masalah kan ada solusinya. Perawatan kulit wajah is a must!


Makanya begitu tahu ada rangkaian perawatan kulit wajah #LorealDermalift saya siap-siap beralih ke L’Oreal Paris Revitalift Dermalift. Kandungan tanaman Centella Asiatica, Pro-RetinolA dan Dermalift Technology dapat  mengurangi kerutan sebanyak 27% dan meningkatkan kekencangan sebanyak 35% di 8 zona utama wajah (dahi, di antara alis, kontur mata, kerutan ujung luar mata, pipi,garis senyum,rahang,serta leher). Bantu banget membuat kulit wajah kita menjadi lebih cantik setiap hari. 

And Life Still Goes On.. I Will Carry On


Meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan provider telco dan berubah haluan menjadi PNS adalah keputusan yang cukup berat pada awalnya. Jenjang karir yang harus dimulai dari awal, ritme kerja yang berbeda 180 derajat hingga tentunya penghasilan yang kerasa banget adalah resikonya. Apakah saya menyesal? 

Thinking back, mungkin jika saya tidak mengambil keputusan itu bisa jadi saya tidak merasakan hal-hal seru dari ngeblog, kuliah lagi hingga usaha jualan brownies. 

Now as my age turn 38, saya pikir usia cantik tidak hanya bisa kita rasakan saat berusia belasan atau dua puluhan. Merasa cantik terikat dengan kepercayaan diri dan pengalaman hidup juga bukan?  

Apa yang sudah kita lewati menjadi prestasi hidup tersendiri yang sama berharganya dengan kecantikan kulit. Dengan healing power dari Revitalift Dermalift Centella Asiatica, usia sekarang bisa menjadi #UsiaCantik setiap perempuan.


Menurut kamu bagaimana?  Share di kolom komentar ya.. 

5 Cara Hemat Belanja Perlengkapan Bayi

Selama ini saya nulis tentang Daehan, Minguk, Manse, si kembar tiga dari Songdo. Mereka sudah pada gede sih ya, sudah 5 tahun. Gak berasa ya, padahal baru berasa kemarin nonton mereka waktu masih bayi.
Bicara soal bayi, di sini ada gak yang sedang menanti kehadiran dede bayi? Mendekati hari kelahiran bayi kecil pasti membuat kamu sibuk untuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Baik itu keperluan bayi untuk jangka pendek maupun keperluan bayi untuk jangka panjang. 

Dalam mempersiapkan perlengkapan bayi, kamu harus menyiapkan budget yang cukup besar. Oleh karena itu, kamu perlu mencatat 5 tips untuk menghemat biaya belanja perlengkapan bayi berikut ini : 

Perlengkapan Bayi Murah


1.    Buatlah Daftar Belanjaan

Jika Kamu memiliki waktu senggang, sebaiknya Kamu harus mulai mencatat perlengkapan apa saja yang akan dibutuhkan oleh bayi. Prioritaskan dulu kebutuhan bayi yang selalu digunakan setiap harinya. Daftar perlengkapan bayi yang bisa dimasukan ke dalam daftar wajib belanjaan antara lain pakaian bayi new born, kaos kaki, sarung tangan, selimut, popok, bak bayi, alat mandi bayi beserta keperluan mandinya, pompa asi, alas ompol bayi, dan kasur bayi.  

 

2.    Pastikan Perlengkapan Bayi yang Dibeli Sesuai dengan Budget

Perlengkapan Bayi Murah

Kamu harus tetap memastikan bahwa perlengkapan bayi yang ingin dibeli sesuai dengan budget. Jangan sampai membeli  perlengkapan bayi secara berlebihan, ya.  Bisa-bisa menguras banyak tabungan. Selain membeli perlengkapan bayi, juga harus tetap mempersiapkan biaya untuk kontrol dan biaya persalinan bayi nantinya.

 

3.    Jangan Tergiur dengan Barang yang Tidak Dibutuhkan

Nah ini dia 'penyakit' perempuan sejuta umat! Memang, melihat beragam pakaian serta perlengkapan bayi terkadang membuat kita tergiur untuk membelinya. Namun, mengingat persiapan kelahiran bayi membutuhkan biaya yang besar, Kamu harus mampu mengontrol keinginan untuk membeli perlengkapan bayi yang belum atau bahkan tidak dibutuhkan.

 

4.    Belilah Pakaian Bayi dengan Ukuran Satu Nomor Lebih Besar


Perlengkapan Bayi Murah

Pertumbuhan dan perkembangan bayi setiap bulannya terasa cepat. Terlebih jika bayi Kamu termasuk ke dalam kategori “bayi bongsor”. Oleh karena itu, agar pakaian bayi dapat dipakai dalam waktu yang cukup lama sebaiknya membeli pakaian bayi dengan ukuran satu atau dua nomor yang lebih besar.

 

5.    Berbelanja di Online Shop


Untuk menghindari “laper mata” berbelanja di online shop bisa dijadikan alternatif ini untuk memperkecil meledaknya biaya belanja perlengkapan bayi. Namun dalam berbelanja online, sebaiknya pilih situs belanja online yang terpercaya dan termurah seperti online shop MatahariMall. Kamu bisa melihat berbagai macam daftar perlengkapan bayi murah di situs online shop tersebut. Selamat mencoba!

The Journey of Song Triplets Giveaway

Yes!! Finally I published long-awaited-post about Daehan, Minguk, Manse. Setelah keputusan Song Il Gook untuk berhenti bergabung dalam variety show The Return of Superman, saya jadi ikut-ikutan gak pernah update kabar Daehan, Minguk, Manse lagi di blog atau pun di IG dan Twitter. 

Senangnya, dua minggu lalu dapat kabar kalau Daehan, Minguk, Manse akan tampil lagi di The Return of Superman special. Hanya satu episode sih.. tapi kan lumayan daripada lu manyun. Hehehe.. 

Saya jadi tiba-tiba teringat beberapa bulan lalu Penerbit Haru berbaik hati mengirimi saya sebuah buku K-Toon The Journey of Song Triplets. Komik ini dibuat oleh Sandy Claws, seorang komikus Korea yang ngefans banget dengan Song Il Gook dan anak kembar tiganya. 


Daehan, Minguk, Manse

Review K-Toon The Journey of Song Triplets


Anyway, jadi sebenarnya The Journey of Song Triplets itu isinya apa? 

The Journey of Song Triplets adalah sebuah mini komik perjalanan si kembar tiga Daehan, Minguk, Manse. Di mulai ketika mereka lahir dan beberapa adegan-adegan menarik dari episode-episode yang mereka jalani dalam variety show The Return of Superman.

Daehan, Minguk, Manse
Jadi meskipun gak pernah nonton acaranya di tv atau mungkin malah gak tahu sama sekali tentang Daehan, Minguk, Manse gak masalah. Shandy Claws menuturkan latar belakang Song Triplets ini beserta cerita-cerita petualangan mereka melalui gambar-gambar yang keren.Memang sih agak di'lebih-lebih'kan sedikit dibanding yang ada di layar kaca tapi malah itu yang membuat komik ini jadi lebih seru. 

Gak cuma tentang Daehan, Minguk, Manse bersama ayahnya aja loh yang ada dalam buku K-Toon ini. Teman-teman si triplets bahkan triplets oemma alias ibu mereka yang kalau muncul di layar kaca cuma keliatan sekilas dua kilas itu juga terpampang nyata di komik ini. 

Daehan, Minguk, Manse

Oiya, buku komik ini juga menyertakan lagu-lagu yang favorit Daehan, Minguk, Manse termasuk lagu tema Song Triplets. Jangan khawatir, selain tulisan hangeul ada juga tulisan romanisasinya biar kamu bisa ikutan nyanyi. 

Daehan, Minguk, Manse

  
Selain itu diselipin juga satu-dua halaman tidak berwarna. Maksudnya semacam coloring page buat anak-anak (orang dewasa juga bisa kok) yang pengen mewarnai gambarnya Shandy Claws sesuai imajinasi masing-masing. 

Daehan, Minguk, Manse

Buku setebal 174 halaman ini dicetak full color diatas kertas yang cukup tebal sehingga tidak mudah lecek. Meski ditulis dalam bahasa Inggris (ya mendingkan daripada tulisan Hangeul), saya yakin gak nyusahin orang-orang Indonesia yang membacanya.

Gambarnya lucu-lucu dan keren-keren. Bahkan jika bukan fans Triplets sekalipun, ibu-ibu bisa menjadikan komik ini sebagai bacaan yang edukatif bersama todlernya. Apalagi yang ngefans sama Song Triplets karena dari jaman kapan tahu kek saya yah, wajib punyaa!! Komik ini bisa kamu dapatkan di toko-toko buku terdekat atau toko buku online.

Daehan, Minguk, Manse


The Journey of Song Triplets Giveaways

Daehan, Minguk, Manse


Senangnya Penerbit Haru baik hati banget selain mengirimi saya buku keren ini, Penerbit Haru juga menyediakan 3 buku The Journey of Song Triplets untuk readers blog Vita Masli - An Excited Blogger dan follower IG/Twitter @vitamasli . Huwaaa.. Aku terharu.


Caranya : 

  1. Follow blog ini
  2. Follow akun Twitter  @vitamasli dan Instagram @vitamasli
  3. Follow Twitter dan Instagram : @penerbitharu
  4. Share postingan ini di Twitter/Facebook/Google+/Instagram sertakan hastag #TheJourneyofSongTriplets #vitamasliGA
  5. Tinggalkan komentar di blog ini mengapa komik The Journey of Song Triplets penting untuk kamu punyai dan buku/novel/komik apa yang kamu pengen diterbitkan oleh Penerbit Haru.
  6. Ajak teman-teman kamu juga ya!

Itu aja kok. Gak sulit kan syaratnya? Akan ada tiga pemenang beruntung yang bisa mendapatkan K-Toon The Journey of Song Triplets. Buruan ikutan, giveaway ini hanya sampai tanggal 30 November 2016.

Goodluck!

Tempat Ngopi yang Enak Itu...

Di mana sebenarnya tempat ngopi yang enak itu? Jawabannya tentu beragam. Ada yang bilang di warung kopi, tempat di mana kebiasaan ngopi berasal. Bermodal secangkir kopi tubruk dan berbatang-batang rokok, pembicaraan mengalir dari politik hingga proyek impian.

Ada yang memilih di cafe di mana kopi disajikan dalam ruangan berhawa dingin yang nyaman. Tidak menutup kemungkinan ada yang memilih coffee shop sebagai tempat kopi yang enak. Tempat di mana orang bisa memesan kopi sambil ngobrol dengan barista meracik pesanan. Bisa nongkrong di situ atau take away. Semua sah-sah saja sebagai pilihan tempat ngopi enak. Terserah apa 'brand' nya kan?

Cafe Makassar
Ice Americano dan Cheese Toast di Rhapsody Coffee Eatery

Tempat Ngopi yang Enak Itu...

Setiap tempat ngopi punya segmentasi yang berbeda. Ada yang memang segment pasarnya kelas A, ada juga yang membidik menengah ke bawah. Beberapa tempat kopi mengkhususkan diri untuk penikmat kopi beneran sementara ada juga yang membidik pasar anak muda yang gak peduli rasa kopinya gimana yang penting tempatnya instagramable, bisa merokok dalam ruangan dan tentu saja bisa pesan Taro Blend atau Ice Tea Lychee. 

Jadi kalau ada yang menganggap si A tempat ngopinya mahal, ya mungkin mahal buat kamu gak buat dia. Toh, tempat yang kamu bilang asik belum tentu juga pas buat orang lain, kan?

Nah, dari sekian banyak tempat ngopi di Makassar yang sudah saya coba, saya list beberapa aja yah yang sekiranya mudah-mudahan bisa dikategorikan sebagai tempat ngopi yang enak :

Starbucks, You Hate It - I Love It 


Meski kopinya seems overpriced, tapi mereka 'membayar'nya kembali. Tempat yg nyaman, suasana yang bikin betah (music not too loud dan gak norak) dan yang paling penting mba dan mas baristanya ramah dan berusaha mengenal pelanggannya entah dari nama dan kopi yang disukainya. Jika kopi yang dibuatkan tidak sesuai dengan taste saya, mereka dengan senang hati menggantinya dengan yg baru the way i like. Tidak banyak cingcong.



Starbucks Breakfast

Pendapat saya ini pernah bikin 'panas' grup Line sebuah komunitas. Katanya,"ditempat lain juga seperti itu. Kamu aja yang tahunya nongkrong di situ." Kira-kira begitulah kesimpulan dari beberapa komentar yg cukup pedas. Intinya saya ini 'tidak nasionalis, pendukung yahudi, dan seterusnya dan seterusnya. Lucu juga.. tapi pada akhirnya saya malas berdebat tentang selera.

Bagi saya tempat ini jadi semacam penyelamat 'mood' di pagi hari. Kalau saya gak sempat ngopi di rumah,  tempat ini sering saya samperin. Selain karena lokasinya berada dekat kantor, jam operasionalnya mulai dari pukul sembilan pagi dan paling siap diantara coffee shop yang lain entah buat take away atau minum di tempat. Oiya, parkirannya juga gak susyeh. Hahaha..


Peeple, #KopiKerja 


Bicara tentang segmentasi tempat ngopi, beberapa waktu lalu saya diundang menghadiri reopening dari sebuah tempat ngopi di Makassar. Sebut saja namanya Peeple yang berlokasi di jalan Singa. Tempat yang mengusung konsep bertagar #kopikerja ini sejatinya dimaksudkan oleh pemiliknya sebagai tempat ngopi yang memungkinkan kita mengerjakan work task. Layaknya di kantor tapi lebih nyante, gitu..

Peeple Makassar
Salah Satu Sudut di Peeple yang Bisa Kamu Pakai Untuk Meeting

Sebenarnya konsepnya lumayan asik. Di bulan-bulan pertama Peeple buka saya beberapa kali nongkrong di sini, entah untuk makan siang atau (niatnya) pengen ngerjain tugas kantor/kuliah/blogging. Hanya ya gitu.., setiap ke situ selalu ada kekecewaan. Teramsuk masalah kenapa perokok di dalam ruang AC dan non smoker harus rela di outdoor ? Gak kebalik nih? 


Alhamdulillah akhirnya ada perubahan juga. Terbukti dari direnovasinya Peeple dengan penataan baru. Non smoker dan smoker ditempatkan terpisah dan sama-sama ber AC. Internetnya lebih cepat. Desain dibuat lebih 'homey'.  Inilah yang diperkenal Peeple pada event reopeningnya. 

Peeple
Smoking dan Non-Smoking Area Sama-Sama Ber-AC


Sayangnya, meski tempat sudah terbilang nyaman dengan pelayanan yang cukup, beberapa jenis kopi lokal semacam gayo Aceh, Toraja, Bali dan beberapa lainnya sudah tidak ada. Begitu pula barista dan pelayanan penyeduhan kopi di meja pelanggan juga gak ada lagi. Padahal saya jadi banyak tahu jenis-jenis kopi dan pengolahannya menjadi minuman gara-gara itu loh.. 

Kata orang yang in charge masalah operasional, saat ini satu-satunya kopi lokal yang disediakan Peeple adalah kopi Enrekang dengan cara V60 sebagai pengolahannya. Kenapa? Karena hanya satu dua orang yang datang ke Peeple untuk bener-bener menikmati kopi beneran. Yahh.. sayang banget ya!

Kaya Toast
Enrekang Coffee and Kaya Butter Toast, Pilihan Buat Breakfast

 Rhapsody Coffee Shop Eatery - Tempang Ngopi Harga Mahasiswa

Terus terang saya sempat tidak banyak berharap dengan tempat ini. Seorang teman merekomendasikan tempat ini pada saya. Katanya kopinya sudah pasti enak dan tempatnya asik. Lokasinya di samping sebuah kampus di daerah Tamalanrea tidak jauh dari kampus Unhas membuat saya akhirnya kepikiran untuk mampir. Kalau pun gak oke, saya langsung cabut aja kuliah.  Ya kan?

Saya datang pas pukul 12 siang bermodal petunjuk dari Google Map. Seperti biasa saya pasti nyasar dulu (makasih yah Google Map!).  Letak Rhapsody Coffee Shop Eatery ini ternyata ada di deretan ruko agak masuk beberapa meter dari jalan Perintis Kemerdekaan. Thank God parkirannya luas.

Rhapsody Cafe
Add caption

Dari luar sih gak norak-norak amat ya, meski ada spanduk apalah gitu tergantung di depan. Beberapa kursi dengan meja dan asbak rokok ditempatkan di depan. Ah berarti mereka gak semena-mena dengan non smoker. Bar barista langsung terlihat begitu saya membuka pintu. Belum ada pengunjung selain saya, hanya seorang barista, seorang perempuan yang mungkin bagian keuangannya dan seorang yang saya asumsikan sebagai owner. 

Tanpa ragu saya memesan Ice Americano. Separah-parahnya tempat kopi paling tidak mereka bisa buat Americano kan? More than I expected Ice Americano saya datang dengan 1extra shot seperti yang seharusnya. Meskipun ternyata Ice Americano saya sudah dicampur gula tapi 1 extra shot tadi membuat saya males komplen. Hahahaha..

Kopi Indonesia
Biji Kopi yang Digunakan di Rhapsody Coffee Eatery

Menu yang ditawarkan Rhapsody Cafe Eatery ini cukup beragam. Kopi mulai dari Espresso dan turunannya hingga Affogato pun tersedia. Harganya berkisar antara 12ribu hingga 23 ribu. Mungkin karena lokasinya dekat kampus jadi harga harus bersahabat dengan kantong mahasiswa. 

What I like about this place is selain ruangannya adem dan bersih, musik yang dimainkan adalah alunan instrumental denting piano, meskipun menurut saya volumenya agak kegedean dikit. Mba dan mas nya juga baik banget. Ya sudah fixed,  berhubung dekat kampus kayaknya saya bakal mampir ke sini lagi sebelum kuliah.
 

DnK Espresso Bar

Kopi Toraja

Tempat ini secara tidak sengaja saya kunjungi. Gara-gara waktu itu sempat nginap di Zen Rooms dan melihat dari jendela kamar. Letaknya memang pas di seberang M Boutique Hotel, jalan Gunung Bawakaraeng. Jadilah setelah check out siang itu saya mampir ke sana.

Sebenarnya untuk ukuran kopi yang enak dan barista yang enak diajak ngobrol serta tempat yang Instagramable, tempat ini sebenarnya bisa jadi rekomendasi. Siang itu barista yang bertugas adalah seorang cewek dan dia enak diajak ngobrol tentang kopi.

Kopi Toraja

Biji kopi yang digunakan di sini pun adalah kopi Toraja. Sayang hidangan teman ngopinya kurang beragam dan tidak friendly buat non-smoker. Para perokok bebas merokok di ruangan ber AC bergabung dengan non-smoker. Pffthh... Waktu saya ke sana, smokernya cuma satu sih.. tapi merokoknya dekat barista.  Asap rokoknya itu loh ganggu keharuman kopi. 

Jadi, Di Mana Tempat Ngopi yang Enak Itu?

Anyway, sebenarnya  tempat ngopi banyak, racikan barista juga bisa beda-beda. Selain soal rasa pelayanan dan keramahan adalah dua hal yang memberi value lebih bagi pengunjung. Ketika pengunjung mengalami pengalaman yang menyenangkan pada satu tempat atau satu produk, kemungkinan untuk mereferensikan tempat tersebut pada orang lain akan lebih besar.

Sebagai orang Makassar saya juga mau lebih sering ngopi di tempat ngopi lokal, kok. Hanya saja saya belum menemukan tempat yang standar pelayanannya setara dengan coffee shop merk luar itu. Ayo lah.. buat standar pelayanan dan kenyamanan yang setara. Ini salah satu bentuk retensi kepada pelanggan juga loh. Ketika pelanggan sudah merasa nyaman, loyalitas bisa terbentuk bahkan jika ada sedikit kesalahan sesekali, mereka tidak akan meninggalkan tempat itu.

Tempat yang manusiawi buat pencinta kopi non rokok, kopinya enak, barista/waitressnya baik dan ramah nya gak kaku-kaku banget adalah beberapa contoh value yang diinginkan pengunjung.  Jika pelanggan sudah mereferensikan, mereka juga keep coming back, bisnis insya Allah berjalan aman kan? Itu terkadang berawal dari pelayan dan keramahan, sesuatu yang terkadang terlupakan oleh beberapa tempat ngopi.

Nah, menurut kamu di mana atau seperti apa tempat ngopi yang enak? Boleh share di kolom komentar ya..

Brunch at Kyouchii, Tempat Nongkrong Kekinian Bernuansa Jepang di Makassar

Beberapa waktu lalu saya dan seorang teman sekantor (namanya Lia) memutuskan untuk nge-brunch alias breakfast and lunch. Sarapan sudah lewat tapi belum waktu makan siang pula. Perut gak bisa disiram pake kopi aja nih, harus ada temannya!  Jadilah pukul 11 kami keluar dari kawasan parkir kantor dengan pikiran yang masih labil, belum jelas mau nongkrong di mana.

Brunch ala Vita Masli

Sambil nyetir pelan-pelan melintasi jalan Ratulangi, saya dan Lia mulai brainstorming (cieeh istilahnya, padahal mo nentuin tempat makan aja. Hahaha!) sampai ngecek instagram segala. Abis kalo ditempat yang sudah dikunjungi, males juga. Pengen nyoba yang baru dong..
Teringat ada sebuah postingan teman di Path yang kemarin tentang sebuah tempat nongkrong makan baru di Living Plaza, Sungai Sa'dang Baru. "Kyou... Kyou apalah gitu namanya,"kataku. "Kyouchii kali yaah..,"jawab Lia sambil ngecek di Instagram. "Ya,,ya itulah! Itu tempat makan Korea apa Jepang sih? Ada kopinya gak ya?"

"Jepang deh kayaknya,"kata Lia lagi."Tapi gak yakin kalau ada kopinya, sih." 

Akhinya dengan perasaan setengah bimbang, saya belok kanan menuju Sungai Sa'dang baru. Ada sedikit keyakinan kalau tempat nongkrong kekinian paling tidak menyediakan Ice Americano. Setidaknya yah.. harapan saya seperti itu. Ternyata harapan saya gak percuma. Yay!

Ngopi cantik di Kyouchii Makassar
Ngopi cantik di Kyouchii Makassar

Brunch di Kyouchii, Tempat Nongkrong Kekinian Bernuansa Jepang 


Begitu pintu terbuka seorang waitress menyapa dengan sapaan khas Jepang,"Konnichiwa" yang diikuti dengan sapaan serentak seluruh staff,"Okaerinasaimase.." yang lebih kurang berarti 'selamat datang'. Hampir aja saya balas dengan,"Annyeonghaseo.." sebelum akhirnya ingat, ini cafe Jepang bukan Korea! Hahaha.. 

"Untuk berapa orang?" tanya mbaknya pada saya. Ketika saya jawab hanya berdua, saya diarahkan ke meja di bagian tengah dalam yang memang menyediakan beberapa meja untuk dua kursi saja.Awalnya pengen duduk di area sebelah kiri, tapi gak boleh karena katanya untuk empat orang.

Kyouchii Makassar cafe Jepang
Sudut yang Saya Pengenin tapi Gak Boleh sama Mbaknya

Saya akhirnya meminta meja yang berada di dekat jendela. Bukannya apa, supaya pas foto makanan, cahaya naturalnya dapat. Untungnya mba yang satu lagi (yang pegang list tamu) membolehkan. Azza!! #ehh

Segera setelah duduk, daftar menu masing-masing diletakkan di hadapan kami. Mulai dari main course berupa Ramen dan menu nasi-nasian sampai dessert beserta varian minuman disediakan. Ternyata ada kopi nya juga. Gak cuma Americano, Espresso aja ada. Olahan minuman kopi dengan susu sebangsa latte dan cappuccino juga tersedia. Ahh.. senangnya.


Kyouchii Makassar cafe Jepang


Saya lalu memesan Omurice Beef dan hot Americano, sedangkan Lia memilih Ramen, air mineral, green tea latte dan dessert.

Ramen Kyouchii
Ramen

Dessert Jepang
Dessert Pesanan Lia

Sembari menunggu pesanan, saya gak lupa foto-foto interior Kyouchii yang kawai ini. Dinomasi warna pastel yang kekinian, cafe ini mengusung konsep shabby chic yang berkesan industrial. Instagramable banget lah, sampai ke toiletnya sekalipun. Nunggu pesanan datang jadi gak berasa. 

Salah Satu Sudut di Toilet
Kyouchii Makassar cafe Jepang
Cuci Tangan jadi Pengen Foto Jadinya
Kyouchii Makassar cafe Jepang
Is it Dart or What?

Kyouchii Makassar cafe Jepang
Jangan Lupa Foto dengan Latar Belakang Ini

Cuma ya itu.. the music is too loud for me. Asik sih, Kyouchii play lagu-lagu Jepang (yang mengingatkan saya pada jaman-jaman belum tersentuh Kpop). Sayangnya, mungkin karena kualitas speakernya atau memang volumenya yang terlalu maksimal tempatnya jadi gak cukup nyaman untuk ngobrol. Mungkin bisa kali yah kedepannya hal ini ini diperhatikan demi kenyamanan pelanggan.

Kyouchii Makassar cafe Jepang

Dari segi kelezatan makanan, memang ini sangat relatif. Bagi saya, Omurice Beef pesanan saya yang diberi saus kari ini sebenarnya enak, apalagi nasinya cukup pulen. Mungkin karena dipikiranku sudah terlanjur terbiasa dengan Omurice ala Korea yang ala nasi goreng dibungkus telur jadi begitu melihat ternyata dalamnya nasi putih jadi sedikit kecewa.

Kyouchii Makassar cafe Jepang


Saus karinya terasa 'rich' dengan bumbu dan kental. Potongan daging sapinya yang digoreng berbalut tepung itu aja kali ya yang kurang pas buat saya karena terlalu keras. Porsinya cukup banyak, saya sampai menyisakan setengahnya. Bukan karena gak enak, tapi sebelum Omuricenya datang saya lebih dulu menyesap hot Americano dan menyantap Green Tea cake. Hihihi.. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Green Tea Cake
Hot Americano

Saya sebenarnya bukan pencinta Green Tea, tapi demi perbaikan rasa Brownies Green Tea di Brownies Fever saya sengaja memesan ini sebagai perbandingan. Potongan satu slice cukup besar, bisa buat berdua. Selain Green Tea cake juga tersedia cake dengan rasa Pisang Ijo sampai rasa Teh Botol. Ada-ada aja yah.. 

Pilihan Cake di Kyouchii Makassar
Overall menurut saya, Kouchii ini bisa jadi tempat nongkrong yang tepat buat kamu yang berusia abege karena memang banyak spot-spot yang menarik dijadikan latar. Harganya sendiri berkisar mulai dari 10 ribu (untuk air mineral) hingga 50 ribuan. Saya dan Lia membayar 187ribu untuk pesanan makan siang kami. 

So far Kyouchii lumayan buat jadi tempat malam mingguan ama pacar lah ya. Sementara untuk mas dan mba kantoran seperti saya, cukuplah sesekali untuk makan siang sambil curhat-curhat manja tentang kerjaan di sini. 

Nah, penasaran pengen nyoba? Cuzz langsung mampir ke sini aja : 



Kyouchii
Living Plaza Maricaya GF
Jl. Sungai Saddang Lama no. 15
Telp. 0411-3616200


*all pics taken with Samsung Galaxy S7 Edge *