6 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Untuk Meraih Beasiswa S2

Sesekali ngomongin sekolahan, ah.. 

Tahun lalu saya memutuskan dengan nekatnya kembali ke kampus untuk mendapatkan gelar S2. Sebenarnya sudah lama saya berencana kuliah lagi. Saya menghargai pendidikan dan suka mempelajari hal-hal baru, (tsahhh). Pengen banget rasanya mempelajari ilmu yang berbeda dengan jurusan yang saya ambil di program S1. Maunya sih ilmu yang baru ini bisa dikombinasikan dengan kepentingan kerjaan juga, 

Tapi kuliah program master itu gak murah kan, yah. Lagipula saya kan anaknya suka gratisan, hihihihi.. Jadi tentu saja yang incar adalah program beasiswa. Awalnya saya mengincar beasiswa luar negeri dong, biar sekalian bisa jalan-jalan seperti teman-teman penerima beasiswa lainnya (hihiihi.. ayo ngaku kaliaaan, itu niatnya belajar atau mau traveling?). 

Apa daya karena sesuatu dan lain hal, saya batal mengejar beasiswa luar negeri. Akhirnya beasiswa dalam negeri pun dihajar. Gak apa-apa deh!  Yang penting biaya kuliah dibayarin, ngampus di universitas negeri terakreditasi A, bukan yang abal-abal, ilmunya dapat, dan urusan pekerjaan (mudah-mudahan) lancar.  



Setelah melewati serangkaian seleksi hingga test masuk berupa TPA dan test TOEFL, alhamdulillah saya berhasil diterima di universitas negeri yang kebetulan kampus almamater juga sih. Selain biaya pendidikan, biaya operasional bulanan juga termasuk dalam beasiswa. Saya hanya harus menyelesaikan masa belajar selama gak lebih dari dua tahun dan tidak DO atau memutuskan keluar sebelum selesai. Dengan kata lain : Study well, get my degree on time and I'll be just fine. 

Pretty easy? 

Bagi beberapa orang, kelihatannya sangat mudah. Saking mudahnya di mata mereka, jadi salah kaprah. Mereka menganggap karena saya menerima beasiswa dari kementerian tempat saya bernaung, maka beasiswa ini adalah 'pemberian'. Duh, kalau benar begitu adanya saya dengan senang hati minta beasiswa ke Sunkyungkwan University supaya bisa sealmamater dengan Song Joongki. Atau minta dibiayain sekolah ke Belanda supaya bisa traveling pas weekend ke Inggris. 

Kalau mau diterusin, ntar jadi curhat. Jadi mari kita abaikan saja! Hahaha.. 

Sebenarnya setiap orang berhak mendapatkan beasiswa. Sama halnya dengan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan seperti yang tercantum dalam pasal 31 UUD 1945. Namun, tentu saja beasiswa hanya ditawarkan kepada orang-orang 'terpilih' yang dianggap mampu secara intelektual dan mempunyai visi, misi yang jelas terhadap ilmu yang akan dipelajarinya nanti. Itu kata pemberi beasiswa loh.. 

Dengan biaya kuliah dan biaya hidup ditanggung, gak cuma satu orang kali yang pengen. Buanyaaaaak.. and when i said 'buanyak' itu bisa ratusan, ribuan bahkan puluhan ribu orang. Untuk menentukan siapa saja yang berhak dibiayai ini gak cukup pake cap-cip-cup-kembang-kuncup. Diperlukan 'seleksi' yang prosesnya lebih dari sekedar memakai topi seleksi seperti di film Harry Potter. 

Jadi kalau sudah tahu yang pengen dapat beasiswa itu banyak dan kita harus melewati proses seleksi, lalu apa yang harus kita lakukan? 

USAHA DONG............... bukan bakar menyan! (Kecuali kalau menurut kamu, bakar menyan masuk dalam kategori berusaha). 


Meski saya hanya penerima beasiswa dalam negeri dan saya tahu banyak yang lebih jago diluar sana, berikut beberapa hal yang (telah) saya lakukan untuk meraih beasiswa : 

Mencari Informasi 

Beasiswa itu banyak kok dan setiap tahun selalu ada. Kamu hanya perlu cari informasi lewat mana saja. Paling gampang sih, googling aja keuleus. Mulai pencarian informasi sedini mungkin, supaya punya cukup waktu untuk melengkapi semua persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan. Baca persyaratannya dengan baik dan pilih mana yang cocok buat kamu. Berangan-angan dapat beasiswa boleh saja, tapi perlu tindakan untuk menghasilkan karya nyata. 

Memastikan Kualitas Diri Sesuai dengan Kualifikasi 

Persyaratan beasiswa itu bermacam-macam. Mulai dari umur, IPK, skor TOEFL/IELTS/JLPT/TOPIC (tergantung negara yang dituju) hingga skor TPA. Umur dan IPK saat di program S1 memang sudah tidak bisa diganggu gugat. Kalau tidak memenuhi syarat, ya sudah skip aja. Masih ada beasiswa yang lain. Tapi kalau skor TOEFLTOEFL/IELTS/JLPT/TOPIC  dan TPA kamu belum mencukupi, masih bisa diusahakan. 

Jika misalnya persyaratan TOEFLnya minimal berskor 550 sementara skor kamu hanya 547 misalnya (apes banget sih!), siapkan diri untuk test TOEFL sampai melampaui skor minimal. Jangan puas hanya 550 saja. Pengalaman, dari IPK aja sudah diranking. Setelah itu penyeleksian berkas dipersempit dengan meranking skor TPA dan skor kemampuan bahasa kamu. 

Menentukan Bidang Studi dan Universitas yang Diinginkan

Ini penting karena beberapa beasiswa mensyaratkan Letter of Acceptance dari perguruan tinggi. Biasanya yang pelamar beasiswa yang sudah memiliki LoA kemungkinan untuk menerima beasiswa lebih besar. Tapi ada juga malah membantu proses LoA itu. Pelamar beasiswa hanya perlu menentukan bidang studi dan universitas yang terdaftar dalam kerjasama pihak pemberi beasiswa. Jika lolos seleksi administrasi , test masuk perguruan tinggi dan wawancara, pihak pemberi beasiswa yang mengurus proses penerimaan hingga terdaftar sebagai mahasiswa. Lagipula kalau belum tahu mau kuliah di bidang apa, buat apa kuliah lagi? 

Menyiapkan Dokumen-Dokumen Penting

Ijazah, transkrip nilai,sertifikat yang dilegalisir, essay dan surat rekomendasi adalah dokumen-dokumen yang penting untuk disiapkan. Surat rekomendasi biasanya dari dosen atau pimpinan tempat kamu bekerja atau organisasi tempat kamu bergabung. Jika kamu memburu beasiswa luar negeri, siapkan dokumen-dokumen tersebut dalam bahasa Inggris. 

Bingung gimana mentranslasikan ijazah dan transkrip nilai? Ada badan tertentu yang berkompeten. Berbayar tentunya. Pastikan saja badan yang mentranslasikannya bisa dipercaya dan akurat. Paling aman, datang ke pusat bahasa universitas negeri di kota kamu. 

Fokus dan Pantang Menyerah

Memang ada banyak beasiswa yang tersedia, namun fokuslah hanya pada beasiswa yang relevan saja. Melengkapi persyaratan dan dokumen itu butuh waktu dan usaha yang tidak sedikit. No pain no gain, tentu saja berlaku. Makin besar dan terkenal beasiswa yang kamu kejar, makin besar pula usaha yang harus dikerahkan. 

Banyak yang gagal karena sudah males duluan mikir harus urus ini itu, TOEFL harus sekian gak nyampe-nyampe, pengurusan ijin ke atasan dan lain sebagainya. Bahkan sudah capek-capek cari info, mengurus dokumen ini itu, belajar keras agar skor TOEFL dan TPA sesuai standar, tetap tidak diterima juga. 


Menyerah? Boleh..,asalkan jangan ngiri ya sama yang berhasil menerima beasiswa. Banyak kok yang berhasil mendapatkan beasiswa setelah beberapa kali mencoba. Ingat saja, setiap pintu yang tertutup, akan ada jendela yang terbuka. Belum terbuka juga ? Jangan lupa 'ketuk'lah dengan doa. 

Berdoa dan Stay Positive 

Mendapat beasiswa adalah salah satu bentuk rejeki juga, menurut saya. Tuhan itu maha adil dan maha tahu, seberapa besar keinginan dan usaha kita. Kerjakan apa yang bisa kita lakukan, berdoa minta yang terbaik dan stay positive. Kalau pun misalnya gagal juga hingga batas usia tidak lagi bisa apply beasiswa, yakin aja baik buruknya sesuatu untuk kita, hanya Tuhan yang tahu. Don't be greedy, ketamakan selalunya hanya membawa kita hal yang pada akhirnya memusingkan kita sendiri. Tsaah.. 

Dari saya sih, itu aja. Ada yang mau menambahkan pengalaman atau tips dan triknya? Boleh loh.. silahkan komen di bawah ya. Jangan lupa share jika kamu pikir postingan ini berguna. 

Keep on fighting till the end. Good luck!

Kantong Plastik Tak Lagi Gratis

Hari Minggu kemarin saya tiba-tiba pengen makan pizza. Sebenarnya gampang aja sih, tinggal beli jadi, tapi ada rasa-rasa pengen turun ke dapur buat sendiri. Jadilah saya cek en ricek bahan di dapur dan ternyata gak nemu ragi.

Mampirlah saya ke sebuah supermarket besar sebelah kompleks. Seperti biasa, perempuan kalau belanja, niat awalnya bisa jadi cuma mau beli ragi. Endingnya, ragi, barang utama yang ingin dibeli malah out of stock. Di kasir malah nyodorin keju, sosis, kopi sampai buah semangka, hihihi.. Gak ngagetin itu sih.

Yang sedikit mengagetkan adalah, pas di kasir ada pengumuman bahwa mulai hari Minggu itu, tanggal 21 Februari 2016, supermarket tersebut memberlakukan program kantong plastik berbayar. Setiap pemakaian kantong plastik, ukuran kecil dan besar dihargai Rp.200/lembar. Katanya mengikuti peraturan pemerintah.


Kebijakan kantong plastik berbayar yang diterapkan oleh supermarket tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar.

Disebutkan didalam surat edaran, kantong plastik ditetapkan berbayar Rp 200 dan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kebijakan ini dilaunching bertepatan dengan hari Peduli Sampah Nasional 2016, tanggal 21 Februari kemarin. Demikian yang saya dengar dari mas-mas pusat informasi yang membacakan pengumuman.

Saya sempat bertanya bagaimana kalau besok-besok belanja lagi tapi bawa tas belanjaan sendiri. Ada tuh tas belanjaan ala tote bag yang kapan hari sempat dikampanyekan juga oleh pihak supermarket. Mbak kasirnya bilang boleh aja, malah boleh bawa kantong plastik sendiri.

Saya pribadi sebenarnya setuju saja dengan kebijakan ini. Selama ini sering banget mendapati kasir yang 'boros' kantong plastik. Apa-apa diberi plastik terpisah, padahal satu kantong plastik aja sebenarnya bisa muat lebih banyak barang. Saya sering terpaksa minta jangan terlalu banyak pake kantong plastik dan ngatur-ngatur sendiri barang belanjaan di kasir. Kebiasaan itu sempat menuai komentar dari salah seorang kasir,"Kantong plastiknya gak dibayar kok, bu." Nah loh, sekarang gimana?

Sebelum diterapkannya kebijakan kantong plastik berbayar ini pun sebenarnya sudah ada gerakan 'goes green' di beberapa swalayan besar. Mereka menyediakan tas-tas belanjaan yang bisa dibeli seharga 10 - 20 ribu rupiah. Saya ikutan dong, beli juga. Kantong plastik di rumah sudah kebanyakan.

Ternyata ketika beberapa waktu kemudian saya kembali ke sana dengan tote bag tersebut, tidak semua karyawan supermarket mengerti tentang program 'go green' ini. Tas 'Goes Green' saya malah ditahan pihak security karena dianggap termasuk tas besar yang tidak bisa dibawa masuk. Lucu juga ya? Batal deh, jadi pelanggan peduli lingkungan.


Nah, berhubung di supermarket pertama ragi yang saya perlukan sedang out of stock, saya pun melipir ke supermarket lainnya di mall sebelah. Ternyata di supermarket tersebut juga diterapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Saat mengantri di kasir, saya sempat mendengar komentar dari beberapa pelanggan di depan dan di belakang saya. Reaksi pertama, mereka cukup kaget kalau harus membayar kantong plastik. Gak sampai ada yang menolak sih. Mungkin mereka berpikir, hanya dua ratus rupiah ini.

Sementara saya saat itu memilih untuk tidak memakai kantong plastik berhubung belanjaan saya hanya sekotak ragi dan keju slice. Jadi dengan memegang kedua item itu saya pun berlalu dengan selembar struk belanja.

Hari ini saya ketika saya ngobrol dengan beberapa rekan kantor mengenai kebijakan ini, mereka tidak mempermasalahkan mengeluarkan uang dua ratus rupiah per lembar kantong plastik. Dengan alasan kepraktisan daripada harus bawa kantong belanja sendiri, mereka memilih untuk membayar saja.

Jika kebanyakan orang berpikir seperti itu, kebijakan yang bermaksud untuk mengurangi limbah kantong plastik ini kemungkinan besar gak bakal ngefek. Tapi kalau harga kantong plastik ini dinaikkan menjadi Rp.5000 atau Rp.20.000 misalnya, bisa-bisa masyarakat banyak yang demo. Repot juga kan?

Kantong Plastik Berbayar, Program Ramah Lingkungan 

Sebenarnya kebijakan ini dibuat katanya untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik dan membiasakan masyarakat membawa tas belanja sendiri dari rumah. Produksi sampah nasional dalam setahun bisa mencapai 64 juta ton, dimana 8,9 juta ton adalah sampah plastik. Maunya sih dengan kebijakan ini bisa menekan jumlah produksi sampah plastik.

"Kantong plastik itu kan bisa dipake buat wadah sampah juga. Kalau gak pake kantong plastik, kita buang sampah pake apa?"komentar salah seorang ibu. 

Penggunaan kantong plastik memang tidak dilarang, hanya disarankan oleh pemerintah agar dikurangi. Tujuan jangka panjangnya adalah agar Indonesia bebas sampah di tahun 2020. Selain itu menurut para pencinta lingkungan dengan mengurangi sampah plastik, kita bisa membantu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.



Kantong Plastik Berbayar di Luar Negeri


"Kira-kira di luar negeri kantong plastiknya berbayar juga gak ya?" tanya seorang rekan di kantor. 

Setahu saya sih sudah ada beberapa negara yang menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar, meski hanya di daerah tertentu saja. Misalnya di Australia selatan dan utara, wilayah ibukota (Canberra) dan kota Freemantle menerapkan hal tersebut.

Di Amerika Serikat menurut plasticbaglaws.org, 16 negara bagian seperti Alaska, Arizona, California, Colorado, Connecticut, Hawaii, Indiana, Maryland, New York, Oregon, Pennsylvania, Texas, Vermont, Virginia, Washington state dan Washington DC juga turut menerapkan hal yang sama. Di salah satu drama Korea juga sempat ada adegan pembelinya dikenakan biaya kantong plastik.

Mungkin ada yang mau menambahkan?

Donasi Kantong Plastik Berbayar, Untuk Siapa? 


Biaya kantong plastik yang disebut sebagai 'donasi' di nota belanja, sempat pula dipertanyakan dalam obrolan para pegawai di kantor saya.

"Uang dua ratus rupiah itu buat apa ya? Jangan-jangan gara-gara ada harga kantong plastik, penjual di warung-warung kecil ikut-ikutan membebani pembeli dengan biaya kantong plastik. Lebih parah kalau biaya kantong plastiknya dibebankan ke harga barang. Harga-harga bisa naik dong gara-gara program kantong plastik berbayar,"pendapat seorang rekan kerja. 

Menurut yang saya baca di Antara News, Pakar Lingkungan Hidup dari Universitas Indonesia Emil Salim mengatakan uang yang didapat dari kantong plastik berbayar dapat digunakan untuk menanggulangi kemiskinan di Tanah Air.

Sementara menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), nantinya seluruh hasil penjualan kantong plastik yang disediakan oleh perusahaan retail minimarket dan pasar swalayan akan dialokasikan untuk pembinaan edukasi konsumen.

Entah bagaimana langkah kongkrit dari donasi kantong plastik berbayar tersebut. Saya sendiri pesimis ya. Tapi lihat dari sisi baiknya, dengan kebijakan kantong plastik berbayar ini, kita bisa pake tote bag yang lucu-lucu. Bisa jadi lahan bisnis baru juga untuk memproduksi tote & shopper bag , mungkin? *wink*

Semoga saja kepercayaan kita pada kebijakan pemerintah ini tidak disalahgunakan demi kepentingan lain. Toh katanya kebijakan ini akan diberlakukan selama enam bulan mulai 21 Februari hingga 5 Juni 2016 mendatang. Jika tidak berhasil atau terjadi polemik, kebijakan ini akan ditinjau kembali.

Nah sekarang, mau pake tote bag atau tetap pakai kantong plastik berbayar? 

K-Drama Special : Splash Splash Love

Mungkin karena saya sudah lamaaaaa nonton drama Korea, belakangan saya lebih milih-milih tontonan. Yang menye-menye gak jelas, coret! Cerita si kaya pacaran sama si miskin, lewat! Drama yang kepanjangan juga, enggak ah.. Kecuali ceritanya bagus seperti Reply 1988, ya bolehlah!

Baca juga : Review K-Drama Reply 1988

Ada satu drama Korea yang sudah saya tonton bulan lalu (iya maapkeun, baru sempat ngereview) dan menarik banget. Drama special ini hanya dua episode saja, dibintangi Yoon Doojoon BEAST dan aktris berbakat Kim Seul Gi. Judulnya Splash Splash Love, atau kalau diterjemahkan menjadi Percikan Percikan Cinta.. Halah! 


Sinopsis Splash Splash Love 

Splash Splash Love adalah drama percintaan time-traveling, di mana tokoh utama wanitanya secara ajaib terdampar ke era Joseon. 

Kim Seul Gi memainkan karakter Dan Bi, seorang siswa SMA masa kini yang males belajar padahal bentar lagi ujian nasional. Ibunya sudah berulangkali mengingatkan dia untuk serius belajar, begitu juga wali kelasnya di sekolah. Soal matematika dengan perkalian 3 x 6 saja sangat berat diselesaikannya. Pfft...

Dan Bi bukannya tidak mau belajar, dia kemana-mana membawa buku pelajaran dan tidur dengan bukunya, kok (yes, literally). Mungkin karena tertekan batin harus lulus ujian nasional saja yang membuat dia malah tidak bisa berkonsentrasi. 



Di hari pertama ujian nasional, hujan turun dengan derasnya. Dan Bi, yang sudah tertekan batin duluan malah makin tidak pede mengikuti ujian. Bukannya masuk kelas, dia malah kabur dengan paniknya ke sebuah taman. Dengan kegalauan level tinggi, dia berdoa agar dia bisa menghilang. 

Disaat itu dari sebuah genangan air di taman tersebut, Jang Dan Bi mendengar bunyi dentuman. Entah bagaimana, dari genangan tersebut Jang Dan Bi melihat sebuah proses upacara yang membuatnya penasaran. Antara takut, ingin tahu bercampur nekat Jang Dan Bi melompat ke dalam genangan tersebut. Ajaibnya, dia muncul dari dalam wadah air di era Joseon. 

Disitulah, Jang Dan Bi bertemu Lee Do (diperankan oleh Yoon Doo Joon), raja Josoen. Saat itu Lee Do sedang ogah-ogahan memimpin upacara minta hujan. Sudah tiga tahun kerajaan Joseon kekeringan. Di jaman itu, orang-orang di istana sangat percaya supranatural. Para dukun istana mengklaim kekeringan ini akibat raja mereka belum punya anak juga.



Raja Lee Do adalah raja yang mencoba berpikir logis berdasarkan ilmu pengetahuan. Dia sama sekali tidak mau percaya hal-hal mistis. Raja Lee Do sebenarnya membutuhkan orang yang jago matematika. Makanya dia berpikir ritual yang mereka lakukan ini percuma dan berniat membubarkannya. Saat itulah Jang Dan Bi muncul dari dalam wadah air dan mengagetkan seluruh orang di tempat itu, termasuk raja Lee Do dan Jang Dan Bi sendiri. 

Jang Dan Bi mengira dia terdampar di lokasi syuting drama saeguk (hahaha, gila parah banget ekspresinya Dan Bi), sedangkan Lee Do dan orang-orang di Istana mengira dia adalah utusan dewa yang menghantar hujan. Jang Dan Bi akhirnya ngeh bahwa tempat dimana dirinya berada sekarang bukan lokasi syuting dan kelangsungan hidupnya bergantung dari turunnya hujan. Jang Dan Bi akhirnya membuat kesepakatan dengan raja dengan mengaku jago matematika dan bersedia menjadi tutornya. 

What I Like About Splash Splash Love

Meski Splash Splash Love ini bertema perjalanan waktu yang pernah beberapa kali diangkat pada drama Korea sebelumnya, writernimnya asik banget memadukan beberapa fakta dengan fiksi seperti :

Raja Lee Do atau lebih dikenal dengan nama raja Sejong, adalah raja yang menciptakan karakter jungeum (karakter lama hangul) yang merupakan cikal bakal aksara bahasa korea. Dikisahkan dalam Splash Splash Love, terciptanya huruf hangeul ini karena terinspirasi oleh Jang Dan Bi.  

Park Yeon adalah guru pribadi raja Lee Do. Dia sebenarnya lebih tertarik pada bidang musik. Berhubung di jaman itu menjadi musisi belum bisa menjadi pilihan, maka dia berjuang agar lulus menjadi pegawai kerajaan. Dalam Splash Splash Love, Park Yeon digambarkan sebagai pengawal pribadi raja Lee Do.




Jang Yeong Sil, ilmuwan astronomi penemu alat ukur hujan, jam air dan globe angkasa di jaman Joseon. Fakta tersebut sudah tertulis dalam sejarah Korea. Bahkan Jang Dan Bi yang males belajar pun tahu hal itu. Dia malah mengira Park Yeon adalah Jang Yeong Sil. Dia gak tahu bahkan para penonton pun clueless bahwa di tangan writernim, Jang Yeong Sil adalah seorang perempuan. Gilaaaa!! Hahahaha.. Yah, namanya juga fakta bercampur fiksi, ada disclaimer di awal drama. 

Tentang  Jang Yeong Sil memang jarang banget disinggung di drama Korea. Tapi di awal tahun 2016 ini KBS 2TV akhirnya menayangkan drama sejarah pertama yang mengangkat kehidupan Jang Yeong Sil sebagai karakter utama. Pemerannya tentu bukan perempuan, tapi bapaknya Daehan, Minguk, Manse : Song Il Gook. Reviewnya nyusul yaaakk setelah dramanya kelar! 

Kembali lagi tentang Splash Splash Love, drama ini menjadi spesial juga berkat aktor dan aktrisnya. Gak ada yang lebih pas memerankan Jang Dan Bi selain Kim Seul Gi.  Dia memainkan karakter Jang Dan Bi dari stress gara-gara ujian akhir, sampai pada titik di mana dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hidupnya dengan baik. 

Karakter Jang Dan Bi yang senang maen, panjang akal dan ceplas ceplos terasa hidup. Ekspresinya tuh dapat banget, apalagi kalau mengeluarkan komentar yang ' ajaib ' sampai bawa-bawa Kim Soo Hyun dan Jang Geum segala. Kocak parah lah anak ini! 

Selfie Jaman Joseon
Raja Lee Do, si arogan, agak kekanakan, pokoknya khas pangeran baru keangkat jadi raja deh. Setelah bergaul dengan Jang Dan Bi, mulai deh kelihatan sifat manis dan baik hatinya. Auuhh.. 

Raja Lee Do ini diperankan oleh Doo Joon. Awalnya saya gak ngeh loh ini Doo Joon nya Beast. Berubah sekali penampakannya, apakah karena dia kelihatan kurus? Atau logatnya yang mendadak Joseon? Haduh pokoknya, suka lah sama Doo Joon di sini. Seperti kata Jang Dan Bi, dia lebih keren daripada Kim Soo Hyun di The Moon That Embrace The Sun. ROLTF.

Selain itu saya juga suka cinematographynya yang bikin betah nonton. Endingnya juga sukaaaaaa... beneran gak maksa. Pertanyaan saya cuma satu : Kenapa adegan payungan di semua drama Korea selalu pake payung berwarna kuning? Wae? Wae?? 



Conclusion

Secara keseluruhan, Splash Splash Love ini adalah drama romantis komedi yang membuat hal-hal sederhana terlihat keren. Bahwa gak selamanya seorang siswa yang kelihatan bodoh, gak tahu apa-apa sama sekali itu ada pada karakter Jang Dan Bi. Ibu yang doyan nonton drama saeguk dan bawaannya bawel mengingatkan belajar, sebenarnya memperlihatkan perhatiannya dengan cara yang mungkin bikin telinga panas. Sekesal-kesalnya anak dibawelin melulu, dalam hatinya pasti menyimpan cinta dan kerinduan yang akan membawanya pulang kembali ke dalam ibu. So sweet.. 

Menceritakan kisah yang kuat, menciptakan tokoh yang berkarakter dan mengembangkan kisah serta menghubungkannya dengan cara yang masuk akal memang bukan hal yang mudah. Splash Splash Love hanya perlu dua episode saja untuk merangkum keseluruhan cerita yang biasanya memerlukan 16 episode hingga lebih dalam drama Korea biasa. Gak maksa, gak dipanjang-panjangin, tuntas dengan pas. Lucu, nyeleneh, mengharukan, manis jadi satu. Serasa makan cilok pake saus tteokbokki, hihihi..


Jadi kalau butuh tontonan drama Korea yang asik tapi gak makan banyak waktu, Splash Splash Love bisa dijadikan pilihan. Selamat makan tteokbokki, eh.. selamat nonton! 

Novel Review & Giveaway : 1-4-3, It’s Not A Simple Game of Number

Beberapa orang menganggap menjadi fans Kpop itu cuma bisa teriak-teriak di konser, ribut di twitter (fanwar), delusional atau paling parah jadi sasaeng fan yang ngikutin idolnya sampe ke toilet. Ngeri ya? Terobsesi sekaligus over protektif membuat fans Kpop menjadi terlihat negatif.   

Ternyata gak semua seperti itu. Ada juga loh fans Kpop yang menggunakan 'kegilaan'nya untuk hal yang kreatif. Membuat cerita fiksi, misalnya. Nah biasanya fans Kpop yang punya kemampuan nulis menuangkan imajinasi ke dalam bentuk fanfic (fan fiction). Biasanya fanfic itu disebarkan di forum fanbase atau paling gak dipublished di blog. Belakangan para publisher buku pun melirik kemampuan para fans Kpop meramu ceritanya ini dan menerbitkannya dalam bentuk novel. 

Nah, 1-4-3 itu salah satunya.

Super Junior Fanfic

Sinopsis 1-4-3,  It’s Not A Simple Game of Number 


Henry Lau, seorang pria yang sedang patah hati memutuskan untuk berlibur ke Seoul untuk menenangkan pikirannya sekaligus mengobati sakit hatinya. Namun tidak disangkan Henry malah bertemu seseorang yang telah membuatnya sakit hati disana, dan parahnya lagi orang tersebut adalah wanita yang disukai sepupunya. Perang batin pun di alami oleh Henry tatkala harus melihat wanita tersebut bersama sepupunya. Di saat Henry tengah bergumul dengan sakit hatinya, seseorang datang ke dalam kehidupannya, Choi Raemun seorang gadis yang bekerja di café sepupu Henry. Henry dan Raemun berteman baik sejak mereka pertama bertemu, dan belakangan Henry mengetahui kalau Raemun menyukai sepupunya Cho Kyuhyun.

Henry memutuskan untuk melupakan sejenak sakit hatinya dan membantu Raemun yang juga terpuruk karena mengetahui Kyuhyun pria yang sangat ia cintai dan selalu menjadi pelindungnya ternyata menyukai wanita lain. Rasa simpati Henry kepada Raemun ternyata menumbuhkan benih-benih cinta di hati Henry, perlahan Henry mulai bisa menerima hubungan Kyuhyun dan juga Choi Hyena- mantan kekasihnya dan Henry pun mulai membuka hatinya untuk Raemun. Sama seperti Henry, Raemun pun mulai merasakan benih-benih cinta itu, apalagi saat Henry datang sebagai pelindung untuknya, sama seperti Kyuhyun. 

Raemun dan Henry mulai mencoba untuk melupakan masa lalu mereka dan memulai kehidupan baru serta membuka hati masing-masng. Namun disaat keduanya sudah mulai menerima perasaan masing-masing, Henry kembali bimbang dengan perasaannya. Tiba-tiba rasa simpati terhadap Hyena tumbuh di dalam hatinya membuatnya bingung dengan perasaannya sendiri. 

Bisakah Henry tetap menjaga perasaannya kepada Raemun saat Hyena kembali mengusik kehidupannya? Bagaimana Henry bisa menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh masa lalunya agar tidak menyakiti siapa pun?


Review 

Novel ini merupakan novel Song Fiction, dimana setiap sub bab dari novel ini merupakan judul lagu dari album solo Super Junior M Henry. Cerita dimulai dengan sub judul Trap, kemudian I Would, Ready To Love, My Everything dan terakhir  1-4-3(One Four Three). Istilah 1-4-3 sendiri adalah bahasa gaul untuk kalimat I love you. Semua judul tersebut menghasilkan sebuah cerita cinta dengan konflik yang bikin gregetan.

Settingnya mengambil tempat di Seoul dengan menyelipkan satu dua patah kata berbahasa Korea (tenang.. ada artinya di bagian footnote, kok). Penulisnya, R.A,  juga berusaha dengan baik menggambarkan karakter Henry yang konyol seperti yang dikenal di dunia perkpopan. Di sisi lain penulis juga memperkenalkan sisi Henry yang digambarkan romantis. 

Selain Henry ada pula karakter Kyuhyun, salah satu member Super Junior, sebagai second lead male. Di dunia nyata, Kyuhyun adalah mentor Henry agar tidak lost in translation dalam berbahasa Korea. Maklum, aslinya kan Henry orang Taiwan yang gede di Canada. Dalam novel ini Kyuhyun digambarkan sebagai sepupu Henry, tentunya tanpa sifat evilkyu. Yalaahh.. namanya juga novel percintaan dewasa. Kyuhyun harus berubah lebih bijak! Hihihi..

Hal yang saya suka dari novel 1-4-3 ini adalah ceritanya gak maksa, cara bertuturnya enak, penulisannya juga tidak seperti novel Korea terjemahan. Gak salah kalau 1-4-3 ini terpilih menjadi salah satu naskah yang terpilih untuk dipublikasikan oleh Grasindo dalam PSA 3 (Publisher Searching For Authors) di tahun 2015 lalu. Penulisnya, R.A atau lebih akrab saya panggil Dewi ini bisa ditebak adalah seorang ELF juga. Tapi entah kamu ELF atau sama sekali bukan fans kpop, novel 1-4-3 bisa dinikmati sebagai salah satu novel romance yang manis.

Giveaway Novel 1-4-3

It's giveaway time!!

Pengen tahu ending dari kisah segi empat antara Henry-Hyena-Kyuhyun-Raemun ini? Penulis novel 1-4-3 berbaik hati berbagi 1 novel 1-4-3 dengan bonus pembatas buku dari empat karakter utamanya.

Novel Korea


How to Win 


1. Follow akun Twitter penulis novel 1-4-3  @Rabiyatulakhmar dan akun @vitamasli 

2. Share info giveaway ini di twitter beserta url postingan ini dengan hastag #143NovelGiveaway dan mention @vitamasli  dan @Rabiyatulakhmar . Di bagian bawah ada "share this post ", klik itu aja lebih mudah.

3. Cantumkan nama, akun twitter, link share info giveaway dan jawaban pertanyaan di bawah ini di kolom komentar :

"Jika kamu diberi kesempatan untuk menentukan ending 1-4-3, Henry dipasangkan dengan Hyena  atau Raemun ?" 


Tulis juga alasannya, yah!

Udah, itu aja syaratnya. Gak ada jawaban benar atau salah, tapi kalau pengen dapat poin lebih, silahkan follow akun Instagram @Rabiyatulakhmar dan akun @vitamasli. Serius, kita gak nolak, hehehehe..

Giveaway novel 1-4-3 ini akan berakhir pada tanggal 29 Februari 2016 Pukul 24.00 WITA. Pengumuman pemenang paling lambat 3 hari setelah giveaway berakhir.

So, what are you waiting for? Yukkk ikutaaaan!! 

Ngeblog di Mark Trees Cafe Makassar

Belakangan ini urusan ngeblog agak terganggu. Ide sih ada aja, tapi paling tersimpan di draft. Kemana nih semangat yang menggelora di awal tahun? Apa karena tugas menulis makalah tiap minggu ada aja sampai sudah bosan duluan liat laptop'? 

Daripada terbawa kemalesyan yang tak kunjung padam sementara ada 8 postingan 'kontrak' yang perlu diselesaikan, saya terpikir untuk ngeblog di kafe. Iyess.. saya terinspirasi Carry Bradshaw dan J,K Rowling yang bisa mendapatkan inspirasi menulis sambil ngopi di sebuah coffee shop. Ya kalee saya juga bisa begitu. Begitulah, akhirnya di suatu pagi saya mengangkat laptop ke sebuah kafe baru di Makassar bernama Mark Trees Cafe. 

Mark Trees Cafe Makassar

Mark Trees Cafe 

Lokasi : Jalan Batu Putih, Makassar. Belokan pertama kanan, depan kantor camat. 

Terus terang saya tertarik mengunjungi Mark Trees Cafe karena penasaran dengan foto-foto yang ditampilkan di akun Instagramnya. Mungkin sekarang memang lagi ngetrend, konsep outdoor cafe yang berkesan eco friendly gitu ya? Mark Trees Cafe ini tidak terkecuali. 

Bangku kayu dan sofa empuk menjadi tempat duduk yang nyaman bersanding di bawah pohon rindang. Untuk pengunjung yang lebih menikmati kopinya dengan ditemani rokok. ruangan terbuka ini bisa dijadikan pilihan. Sementara untuk non perokok yang ingin menyesap kopinya tanpa asap rokok, boleh ambil tempat di indoor space. Ruangannya nyaman, nyess banget dengan AC. Cocoklah buat pencinta kopi yang gak merokok dan gak doyan panas seperti saya.

Tempat Nongkrong di Makassar

Tempat Nongkrong di Makassar

Food and Beverages 

Pilihan makanan dan minuman yang dipersiapkan Mark Trees Cafe cukup beragam. Sesuai dengan jam operasinya yang buka mulai pukul 9 pagi, Mark Trees Cafe menyediakan menu sarapan, brunch (breakfast and lunch) yang ringan dan menu berat untuk makan siang atau malam. Cemilan-cemilan peneman minum kopi juga tersedia. Bagi yang bukan peminum kopi, ada menu minuman lainnya yang bisa dipilih sesuai selera.

Berhubung saya adalah penikmat kopi, saya memilih Cappuccino for mood booster saya pagi itu. Karena masih pukul setengah 10 pagi, untuk makanan saya memilih Cronut Sandwich.

Food Photography

Pesanan saya datang kurang dari tiga lagu yang terdengar dari pengeras suara di Mark Trees Cafe. Cappuccino tiba dengan panas. Rasanya juga tidak terlalu mengecewakan. Cocoklah dinikmati setelah menyantap Cronut Sandwichnya yang renyah dan gurih. Not bad untuk memulai hari.

The Price 

Harga makanan dan minuman mulai dari 20ribuan. Untuk Cappuccino dan Cronut Sandwich pesanan, saya 'hanya' membayar sekitar 55ribuan saja. Lumayan terjangkau kan? 

The Atmosphere 

Ketika saya datang, seorang waitres dan seorang barista masih sibuk bersih-bersih. Saya datang agak pagi sih, sengaja supaya belum ada pengunjung lain. Keuntungan buat saya pastinya, karena saya bisa ngeblog dengan nyaman. Speaker yang terpasang di setiap penjuru cafe mengalunkan lagu-lagu upbeat kekinian menambah mood buat nulis. Makin siang tempo lagunya diturunkan dan eranya pun main ke tahun akhir 90-an hingga awal 2000-an. Pas banget buat menemani jari-jari ini menari diatas keyboard laptop. 

Ngeblog di Cafe

Katanya beranjak siang hingga malam, pengunjung Mark Trees Cafe makin rame. Selain dipakai sebagai tempat makan, cafe ini juga jadi tempat nongkrong. Gak heran di tengah ruangan outdoor tersedia berbagai permainan seperti kartu Uno dan beberapa board game lainnya yang bisa dipergunakan untuk menambah keseruan. 

Sayang saya hanya bisa berada di Mark Trees Cafe hingga menjelang tengah hari. Satu postingan selesai. Saya pun berlalu dengan sebuah lagu. Kapan-kapan bolehlah mampir ke sini lagi. Untuk ngeblog sambil main kartu Uno, bisa dicobakan ?

Follow my blog with Bloglovin

Tips Memilih Sepeda di Toko Sepeda Jakarta untuk Anak di Bawah 5 Tahun

Masa kanak-kanak merupakan saat yang paling tepat untuk mengajarkan mereka berbagai hal baru, tak hanya seputar pendidikan teori saja melainkan juga prakteknya, termasuk diantaranya adalah kemampuan dasar dalam menaiki sepeda. 

Beberapa diantara kita mungkin menganggap bahwa hal ini sangat mudah untuk dilakukan, namun juga harus diketahui bahwa keahlian dasar tersebut nyatanya tidak dikuasai oleh semua orang, banyak diantaranya yang bahkan hingga dewasa tak bisa naik sepeda, untuk itu mengajari naik sepeda bisa dilakukan sedini mungkin, kita bisa datang ke toko sepeda Jakarta untuk membelikan satu unit saja pada buah hati. 

untuk anak di bawah 5 tahun

Sepeda merupakan kendaraan paling aman untuk dinaiki, mengingat tanpa mesin dan hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri sudah bisa berjalan, resiko pada saat terjatuh juga tak terlalu serius, paling-paling kamu akan mengalami luka lecet saja. Harga yang ditawarkan per unitnya juga sangat murah dibandingkan kendaraan lainnya. walaupun begitu kita juga harus sering mengganti menyesuaikan dengan ukuran tubuh anak.

Nah, bagi yang ingin membelikan sepeda kepada anak, pastinya bingung bukan melihat banyaknya pilihan di toko sepeda Jakarta, kira-kira manakah pilihan terbaik untuk anak kita? Hal pertama yang harus diperhatikan adalah usia, setiap jenis sepeda yang dibeli ternyata memiliki tingkatan usia masing-masing, nah untuk  yang ingin membelikan sepeda pada anak berusia di bawah lima tahun berikut ini ada pertimbangan pentingnya, yaitu:

  1. Pastikan bahwa sepeda yang dipilih adalah keinginan si anak, mereka akan jadi lebih gemar menggunakannya saat produk yang digunakan sesuai dengan keinginannya, baik itu dari segi warna atau gambar yang tertempel pada sepeda tersebut.
  2. Pilihlah yang aman, keamanan terkadang bisa ditunjang dari jumlah rodanya, karena memang masih dalam tahap belajar, umumnya para orang tua akan memberikan sepeda yang memiliki empat roda, 2 adalah roda utama sedangkan 2 lainnya biasanya terletak pada bagian belakang dengan ukuran kecil dan digunakan sebagai penjaga keseimbangan.
  3. Jangan berpatokan pada merk, memang dari segi kualitas merk sangat menentukan, namun jika tak sesuai dengan selera si kecil sebaiknya tak perlu memaksakan kehendaknya, biarkan mereka memilih sesuai dengan apa yang diinginkan.
  4. Lihat kualitas cat yang digunakan, pastikan tidak mudah mengelupas, selain itu juga penting mengetahui jenisnya, karena anak-anak dengan rentan usia tersebut sering kali menjilat apa yang ada di hadapan mereka, saat kamu memilih cat yang mudah mengelupas juga membahayakan, sama seperti pemilihan mainan.
Tips Memilih Sepeda untuk anak dibawah 5 tahun

Susah-susah gampang memang dalam memilih sepeda untuk anak berusia dibawah 5 tahun, Kita bisa langsung meminta rekomendasi pada penjual saja. Dapatkan berbagai tawaran menarik dan pilihan produk lengkap pada toko sepeda Jakarta.

Episode Perpisahan Daehan, Minguk, Manse : Saranghanda, Saranghanda, Saranghanda

Dengan hati berdegup kencang, saya menelusuri postingan di grup The Return Of Superman, sore kemarin. Biasanya sejam setelah tayang di KBS 2TV, seorang member berbaik hati mengupload link streamingnya. Tapi lewat dari jadwal biasa, tak ada satu postingan pun tentang episode 116. Episode yang bikin deg-degan. Episode yang mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada oleh pemirsa yang selalu menantikan Daehan Minguk Manse. Minggu ini adalah episode finale setelah 19 bulan melihat Daehan, Minguk, Manse wara wiri di layar kaca bersama bapaknya di The Return Of Superman.  

Iyah, episode terakhir. *siapin tissue 3 pack dari pedagang asongan*


Saya masih ingat banget ketika pertama kali melihat mereka sekilas di episode 34. Maklum, setelah Junu Junsu keluar saya agak males ngikutin The Return Of Superman. Awalnya saya gak kenal sama bapaknya. Bodo amat bapaknya pernah jadi pemain drama dengan rating tertinggi dan terkenal sampe di Hawaii. Atau betapa gantengnya Song Il Gook sebagai raja drama saeguk. Yang menarik perhatian saya waktu itu adalah 3 krucil ini dengan tingkah mereka masing-masing. Kadang manis dan lucu banget, gak jarang pula ngerepotin bapaknya. Kembar tiga dengan wajah yang gak mirip mirip banget dengan personality yang juga beda. Emejiiiing.. kata anak gaul sekarang. Saya aja ngerasa amazing, gimana bapak ibunya yang tiap hari bersama mereka?


And i fall in love with them from the very first time. I grew to adore them beyond all my expectation. For the first time i admit there are cute babies beside my nieces. Yes, they're cute. Yes, they're sweet but more over they grow up as good and full manner boys. Apa mereka nangis nangis kejer kalau tidak dipenuhi keinginannya? Iyah. Apa mereka marah sampe lempar barang? Iyah, pernah. Apa mereka pernah berantem antar sodara? Iyah, pun! They still toddler after all. 

Manse nangis paling kencang ketika dipisahkan dari mainan mobil2an. Minguk lempar mainan karena kesel waktu maen sama Manse. Daehan berantem sama Manse gara-gara mainan. But thanks to parenting style which Song Il Gook and his wife do, they grow up as good and behave boys.

Children are like clay. They are molded by those who surround them. Their environment shapes them and they adapt. They are the reflection of those that have created them. And sometimes people can't bear that fact.
- unknown

Song Il Gook dan Jung Seung Yeon (triplets oemma) seperti juga orangtua lainnya, pada awalnya mereka tidak tahu harus bagaimana. Saya yakin itu. Gak ada orang yang tiba tiba bisa jadi orangtua yang sempurna. Semua butuh proses, learn and failed, trial and error beberapa kali sampai menemukan metode yang tepat. Song il Gook dan Jung Seung Yeon juga begitu.

"Mungkin tidak terekam di kamera tapi kami mencoba beberapa cara untuk mendisplinkan mereka." - Song Il Gook -- 

They have several methods yang mereka share di TROS. Hukuman individual, thinking chair, tantangan strawberry, hitungan 10 detik sampai hug and kisses 10 kali membentuk karakter Daehan, Minguk, Manse sejak dini. Even when Song Il Gook get mad at them, he ended up kiss and hug them.


Song Il Gook build their confidence dengan mengajak mereka mencoba sesuatu. Dia juga tidak ragu meminta bantuan pada ketiga anaknya agar Daehan, Minguk, Manse merasa terlibat pada setiap kegiatan. Jadi jangan salah diumur 4 tahun Daehan sudah bisa bantuin bapaknya cuci piring, Minguk berani main ski sendiri, Manse selalu siap membantu kakak2nya. Mereka sudah bisa bekerja sama dalam berbelanja, meski saya khawatir gaji sebulan bisa bablas bayarin belanjaan triplets.

For all of these, how can i not love Song family? Song Il Gook showed me so much of how to deal with children and at the same time Daehan, Minguk, Manse taught me how to appreciate time with my own appa. Watching Daehan, Minguk, Manse since the beginning give me a lot of joy and laughter because their antics. Hard days at work finally disappeared  just to see them on screen. I also found some new friends, thanks to them. You who read (and copy paste) my blabbering words of Daehan, Minguk, Manse is one of the pleasure i got of being immersed by Song triplets.


So, as i got the link to watch the finale, my heart can not beat any faster. This is it... PDnim jaebal, make this episode to be a beautiful and sweetest goodbye. Jaebal..

The Return Of Superman Episode 116, Song Family Finale 

The first part is showing Daehan Minguk Manse having breakfast and Song Il Gook ask for their cooperation just like the first episode. Of course now they can understand. They even share their favorite occasions while filming for The Return Of Superman. Minguk chose the day the went to fire station. Manse loves the time when they were in army. Daehoney? He chose the moment they visiting Song Il Gook on Jang Young Shil's filming set.  

Then they prepare the dinner for triplets oemma. Song Il Gook arrange a special dinner suprise for his wife at her office. He prepared a 'eel with soy sauce' meanwhile triplets prepared the fruit. As usual Daehan is always be the kid who take the task seriously. In no time he finished prepared the fruit. He even share some to the dino uncle with care. Minguk and Manse neun? They also busy prepared but mostly busy eat one or two strawberry and banana while goofing around. lol. As expected from both of them.  

Sementara itu di dapur Song Il Gook masih sibuk menyelesaikan belut saus kecapnya. Daehan datang menghampirinya dengan sepiring sate buah hasil buatannya,"Ini buat Appa,"katanya sambil menyodorkan setusuk buah potong pada Song Il Gook. 

Ah as expected from the reliable Daehan... anak bapak banget! Buat tante juga dong..


Berhubung bapaknya kelihatan sangat serius memandangi belut saus kecapnya yang tak kunjung masak juga (hehehe), tanpa banyak bicara Daehan memutar tombol keran air dan membersihkan mangkuk bekas campuran saus. Daehan lalu mengambil spon cuci piring dan memberinya setetes sabun pencuci piring. Daehan, what are you doing? Ternyata Daehan bermaksud mencuci mangkok itu, pemirsaaaah.. 

Tidak seperti orangtua kebanyakan yang sering melarang anaknya ikut bantu bantu di dapur,Song Il Kook malah nambahin piring sampe pemanggang kotor ke dalam sink untuk Daehan cuci. Emejingnya, nih anak dengan deligentnya mencuci itu semua. Whoaaa Daehana.. ayo ke rumah tante. Piring kotor tante banyaak!! *lalu disambit tumpukan berkas dari meja kerja oemma*


Di bagian kedua mereka berangkat ke kantor oemma. Jarang jarang ngeliat mereka keluar malam syuting TROS. Berhubunh oemma masih lembur aje, kesempatan bisa liat oemma triplets kerja. 

And O M G... itu meja kerja hakim atau meja kerja administrasi kelurahan sih? Banyak banget berkasnya... (Eh kayaknya berkas di kelurahan juga gak segini tingginya juga sih yah..).


Makan malam special buat oemma pun digelar. Song Il Gook deg degan banget keliahatannya ketika istrinya mencoba belut saus kecap buatannya. Mungkin rasanya gak begitu enak, tapi tanggapan triplets oemma diplomatis banget. Lol.. oemma, gue suka gaya lo! Oemma, besok-besok minta dimasakin Rendang Jengkol aja ama Il Gook appa. :D  

Sepanjang bagian kedua ini, main focusnya ada pada oemma, which is itu nyenangin banget. Jarang jarang loh liat oemma ngomong dan berinteraksi dengan suami dan anak-anaknya. Cara bicaranya lembut, selalu memperhatikan apa kata Daehan, Minguk, Manse. Gak heran triplets tumbuh jadi anak yang berhati lembut dan percaya diri yah. Mereka merasa omongan mereka didengarkan dan usaha mereka dihargai. Tepok tangan buat oemma!


Makan malam sederhana itu bikin pemirsah yg penasaran ttg triplets oemma jdi sedikit tercerahkan "ooh kek gini makan malam ala keluarga triplets". Biasanya triplets oemma kan cuma keliatan dari belakang, samping atau sekalian dari jauh. Kali ini meski tidak close up juga sih, tapi lumayan laah bisa liat lebih dekat wanita yang tegar mengandung tiga bayi kembar di usia 32 tahun. Ternyata triplets oemma banyak ngomong juga yah. Dan appa.. yang ngobrol sama oemma triplets dengan pancaran mata kek masih pacaran aja.. Haduuuhh Tuhaaaaaan, lelaki yg kayak gini sudah pada nikah yaaaa?


Song Il Gook ini emang romantisnya gak abis abis deh. Dia juga menyiapkan foto untuk dipajang di meja kerja oemma. Katanya hadiah dari triplets. Il Gook appa juga menyiapkan couple tshirt buat istrinyaa.. (yg ini cuma bisa buat kita berlapang dada aja lah yaah..).

Song Il Gook juga berjanji pada triplets oemma, setelah syuting The Return of Superman berakhir dia menjaga Daehan Minguk Manse  4 hari dalam sebulan agar istrinya bisa libur.

"Jangan bikin janji yang gak bisa kamu tepati,"kata triplets oemma. "Janji secara lisan sudah termasuk legal loh."

"Oh ya?" Song Il Gook sepertinya baru tahu.

"Ah benar, kita kan sekarang sedang direkam,"sambung triplets oemma lagi.

"Tentu saja,"jawab Song Il Gook.

"Ini bukti pasti,"kata oemma triplets.

"Oh, saya mengerti."

"Pastikan ini on air ya!"tukas oemma triplets diiringi cengiran Song Il Gook.

LOL.

Ngakak aja liat keduanya ngobrol. Song Il Gook sih, belum nyadar juga menikah sama hakim apaaaaa yaaa?

Sebagai penutup kejutan, Song Il Gook menyiapkan jaket couple untuk Istrinya. Last but not least tentu saja Song Il Gook memainkan video tentang Daehan Minguk Manse sejak awal mereka bergabung di TROS. Pipi saya pun banjir air mata.

Saya curiga, title episode 116 ini sebenarnya special dibuat untuk melepas Daehan, Minguk, Manse. Soalnya dalam satu wawancara, PDnimnya mengaku berat dan sedih sekali mengedit episode terakhir Daehan Minguk Manse. PDnim... i know how you feel. Na do..na do.. ( me too, me too) hiks hiks hiks.. 3 pack tissue habis. 

Thank you PDnim for wrapped up such a beautiful finale episode of Daehan Minguk Manse. That was the sweetest goodbye video I've ever seen.



I know what I seen on TV is not always a reality. But to watch Daehan, Minguk, Manse grow with the help of their dad (and mom back screen) through the show gives me more than just an entertainment but education as well.

Melalui The Return of Superman, Song Il Gook berharap bisa meringankan beban istrinya dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan Daehan, Minguk, Manse. Beyond his expectations, many Koreans get inspired and decided to have children. Il Gook appa gak tahu aja, banyak perempuan yang pengen punya suami seperti dia. Hahaha..  Thanks to Song Il Gook and triplets oemma for let us be close to Daehan Minguk Manse, just like our children/nephews from the neighborhood.

Although there's an empty spot in every Sunday afternoon from now on, I hope Daehan, Minguk, Manse will grown up as a fine men in the future. Stay healthy, live well, eat well, love and take care of your parents, your big family as well other people. I try not to be sad as Manse said that he's not gonna be sad since if he sad, the uncle dino will do too. Huaaaa.. me too, Manse ya.. Me, too.


Daehana, Minguka, Manseya... Thank you for being a part of the show. Thanks for sharing the joy of your childhood. Saranghanda, saranghanda,saranghanda. Daehan, Minguk, Manse. See you soon in the future.



Note : Saranghanda (korean) = I Love You

Review Drama Korea Reply 1988, Potret Indahnya Bertetangga, Persahabatan dan Masa Remaja yang Indah

Siapa di sini yang sudah nonton drama Korea : Reply 1988? Sudah nonton atau pun belum sempat, yuk merapat. Saya pengen curhat  membahas drama bagian 'Reply Series' yang sukses membuat penasaran dan mengaduk-aduk perasaan seperti  Reply 1997 dan Reply 1994. Kali ini Reply 1988 gak kalah bikin air mata bercucuran hingga tertawa ngikik tengah malam.

So this is my review of Reply 1988. Don't worry,  I  promise no spoiler. So please continue reading.


The Story 


Mari kita kembali ke tahun 1988, teman-teman. Tahun dimana Seoul - Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade, hairspray dan mouse wajib digunakan di rambut, celana jeans baggy dan dengerin lagu masih pake walkman.  Pemuda pemuda pengen jadi Tom Cruise dan cewek-cewek ngefans berat dengan New Kids On The Block. Seluruh keluarga masih nonton televisi bareng di ruang keluarga. Boro boro ada internet, telepon rumah aja sudah syukur. Curhat saja masih pake buku catatan kok, bukannya di upload ke blog. 

Dengan segala 'keterbatasan' yang mungkin bikin gerah orang jaman sekarang, lima keluarga di lorong Ssangmun-dong, Dobong District, utara kota Seoul menjalani hari-hari mereka. Memang sedikit berbeda dengan dua series Reply sebelumnya, Reply 1988 lebih fokus pada kisah keluarga. Sebenarnya Reply 1988 terinspirasi dari sebuah drama lawas tahun 1986 yang sempat tayang bertahun-tahun di  MBC berjudul Three Families Under One Roof. Dari konsep inilah Reply 1988 dimulai dengan kehebohan persiapan olimpiade Seoul 1988 membuka kisah dari beberapa keluarga dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda ini. Melalui anak-anak dari kelima keluarga itu cerita Reply 1988 mengalir, mengikat satu demi satu sisi dari lima keluarga ini  lengkap dengan kisah percintaan dan mistery husband khas Reply Series yang bikin greregetan.

The Cast  


Sung Deok Seon 


Anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Sung yang punya banyak hutang. Deok Seong mempunyai seorang kakak perempuan yang sangat galak dan seorang adik lelaki yang tampangnya lebih tua dari usianya. Sebagai anak tengah Deok Seon sering merasa 'terlupakan' oleh ayah dan ibunya. Meski bukan siswa yang pintar seperti kakaknya, Deok Seon adalah anak yang baik dan gampang bergaul. Berhubung teman sepergaulannya lebih banyak lelaki, Deok Seon menjadi sedikit tomboi. Dia baru mengenal make up ketika terpilih sebagai salah satu pembawa papan nama kontingen di Olimpiade 1988. Di saat itu pula dia mulai naksir pada salah satu teman sepergaulannya di Ssangmun-dong.


Sung Deok Seong diperankan oleh Hyeri, member girlband Girls' Day. Sebagai idol, Hyeri awalnya dipandang sebelah mata bahkan banyak yang menghujat terpilihnya dia sebagai pemeran utama di Reply 1988. Hyeri dianggap tidak tahu berakting dan akan menghancurkan reputasi Reply series. Banyak yang berkomentar tidak akan menonton Reply 1988 jika Hyeri terpilih sebagai pemeran utama. Nyatanya Hyeri berhasil memperlihatkan pilihan team Reply padanya tidak salah.

Menurut saya dan banyak penonton Reply 1988 lainnya setuju, Hyeri bisa membawa karakter Sung Deok Seon menjadi hidup. Hyeri juga tidak takut terlihat jelek atau jaga image karena dia idol. Dia bisa ngedance gila-gilaan, emosi Deok Seon saat senang dan sedih bisa diperlihatkannya dengan baik. Gak kalah dengan Jung Eunji atau Go Ara di Reply 1997 dan Reply 1994.

Kim Jung Hwan 


Maknae dari keluarga Kim yang cukup unik ini suka menggerutu, sarkastik dan sering menjadikan Deok Seon sebagai bulan-bulanan kata-kata sadisnya. Gak ada kesempatan dimana mereka gak beradu mulut sampai pukul-pukulan dan dorong-dorongan. Dilihat dari kelakuannya pada Deok Seon, gak nyangka aja kalau anak ini cerdas, siswa renking satu dan jago maen sepakbola. Sayangnya dia kurang ekspresif, terlalu banyak pertimbangan dan kurang peka pada perasaan orang lain. Nyokapnya aja nyerah duluan melihat anaknya yang sangat tertutup dan jarang curhat ini. Padahal sebenarnya anak ini baik, gak pelit dan setia kawan walaupun sering berlebihan minta uang saku, hihihi.. 


Kim Jung Hwan diperankan oleh Ryu Jun Yeol, aktor yang memulai karirnya di film-film indie dan teater. Sebelum di casting untuk peran Kim Jung Hwan, Ryu Jun Yeol sudah bermain di film Socialphobia bersama Byun Yo Han ( Han Seok Yool - Misaeng) dan Glory Day dengan Suho EXO dan Ji Soo. Jun Yeol juga sempat menjadi cameo di drama The Producer sebagai teman seangkatan Kim Soo Hyun sebagai PD baru. Gak pada nyadar kan? Samaaaaaa.. aku pun, kakak. Hahaha..

Choi Taek


Tipikal cowok tenang, pendiam yang tidak suka keramaian. Choi Taek anak satu-satunya yang tinggal berdua dengan ayahnya sejak ibunya meninggal saat ia masih kecil. Taek adalah pemain baduk yang sudah meraih gelar grand slam master di usia muda. Demi mengejar passionnya bermain baduk, dia rela tidak meneruskan sekolah.

Di mata orang lain, Taek adalah anak muda jenius dengan IQ tinggi yang membuat orang terkagum-kagum sampai ada fans clubnya segala. Di mata teman-teman kecilnya di Ssamun-dong, Taek tidak lebih dari orang yang tidak bisa membuka tutup yogurt atau menyumpit kimchi. Tapi, semua sayang Taek bahkan memperlakukannya seperti harta karun nasional. Soalnya anaknya baik, sopan dan mau aja diminta mentraktir apa aja. Taeki yaaa.. traktir saya juga, dong! 


Choi Taek diperankan oleh Park Bo Gum. Saya gak begitu memperhatikan Bo Gum sebelum dia main di Reply 1988, padahal anak ini tiap Jumat wara-wari di KBS jadi MC Music Bank bareng Irene Red Velvet. Bo Gum juga sempat maen di drama-drama yang saya lewatkan begitu saja seperti Hello Monster dan Neil Cantabile. Dia juga sempat jadi cameo di The Producers dan beberapa drama lain tapi gak begitu menarik perhatian saya. Sejak dia main di Reply 1988, akhirnya malah kepikiran pengen nonton drama-dramanya. Hahahaha.. iyaaaah saya emang anaknya gitu.

Sunwoo


Diantara mereka berlima, Sunwoo adalah anak yang paling 'normal'. Tipikal anak baik, pintar, ketua OSIS, favorit guru, sayang ibu dan adik gitu lah. Sejak ayahnya meninggal dunia, Sunwoo memposisikan dirinya sebagai pelindung bagi ibu dan adik kecilnya Jinjoo (ini anak sumpeh lucunya sebelas dua belas dengan Song Manse). Dia berusaha selalu menjaga perasaan ibunya agar tidak sedih. Masakan ibunya yang gak enak pun dihabisin sehabis-habisnya. Dia juga gak mau ngerepotin ibunya minta ini itu. Selain itu Sunwoo juga sayang sekali pada mendiang bapaknya. Husband material banget kan? 


Sunwoo diperankan oleh Go Kyung Po yang sebelumnya sudah bermain di drama Flower Boy Next Door, Neil's Cantabile, Warm and Cozy dan beberapa drama lainnya. 

Dong Ryong 


Anak bungsu dari kepala sekolah SMU Ssangmudong yang kocak habis. Diantara mereka berlima, Dong Ryong ini adalah tim hura-hura yang paling gaul. Senang ngedance, bisa nyanyi, suka nonton konser dan hobi ngajakin teman-teman cowoknya nonton film bokep. Tampangnya mungkin kurang bisa dipercaya, tapi Dong Ryong cukup bijaksana dan selalu siap memberi saran-saran terbaik saat sahabat-sahabatnya curhat. 


Ryu Dong Ryong diperankan oleh Lee Dong Hwi lebih dikenal di dunia layar lebar. Saya sendiri ngeh pada penampilan Lee Dong Hwi di film Beauty Inside padahal sebelumnya dia sempat main di film Fashion King bersama Joo Won, Veteran dan The Sound of a Flower dengan Suzy. Sebelum main di Reply 1988, Lee Dong Hwi juga bermain di drama Gunman in Joseon dan  Divorce Lawyer in Love.

Selain kelima Kids On The Block ini, keluarga mereka juga kebagian porsi cerita. Tentang mereka nanti dibahas di bagian berikutnya yah.. :D 



The Controversy 


Serial Reply memang selalu menimbulkan kontroversi diantara penonton, apalagi kalau bukan gara-gara tebak-tebakan mistery husband. Dulu ketika nonton Reply 1997 writernim bikin gregetan antara YoonJae atau Taewoong, Reply 1994 Trash Oppa atau Chilbong  Nah sekarang di Reply 1988 saya merasa sudah cukup pengalaman di PHPin Lee Woo Jung, penulis skenarionya. Eh ternyata masih di episode ke 6 sudah ketipu aja. Rese nih writer nim makin jago aja.  Saking jagonya, ending Reply 1988 banyak menuai kritikan ketidak puasan dari penonton. 

"Kenapa sama si *************** ? Kenapa bukan sama **************** ? Bukannya kelakuan suaminya lebih mirip kelakuan si *************** daripada si **************** ? Waaaeeeee??

Yah kira-kira seperti itulah kritikan dan komentar pemirsa. Katanya sih karena sudah banyak spoiler yang bertebaran di forum-forum jadi skenario kedua yang dipake. Seperti juga di Reply 1994, writernim disebut membuat dua rencana skenario. Satu untuk happy ending Trash oppa dan satunya lagi untuk uri Chilbongi. Reply 1988 juga seperti itu. Saking serunya para fans membela teamnya masing-masing antara team Choi Taek vs Junghwan, thread Reply 1988 di forum Soompi ditutup karena sudah 'keras'nya perselisihan. WAEN YEOL!! *bunyi kambing*


Selain surprise di ending, ada surprise cameo juga loh. Di Reply 1994 sempat overlapping dengan pemain Repy 1997, nah di Reply 1988 coba tebak ceritanya bakal overlapping dengan Reply series yang mana?  

Conclusion


Diantara tiga drama di Reply series, saya paling suka Reply 1988. Jika Reply 1997 dan Reply 1994 berfokus pada tema cinta, Reply 1988 seperti drama percintaan sepaket dengan drama keluarga dan perjuangan mereka. Orang tua dari masing-masing dari lima teman ini bener-bener pencuri-adegan a.k.a scene-stealers. Penonton di 40-an dan 50-an diwakili oleh Seong Dong-il (bapaknya Duk Seong) dan keputusannya untuk pensiun dini; Ibu Seon-woo dan ayah Taek, sebagai orang tua tunggal; dan ibu Jung-hwan La Mi-ran, karakter ibu-ibu bawel yang mengalami menopause dini.

Hubungan cinta-benci persaudaraan digambarkan pada dua saudara Deok-seon dan Bo-ra. Mereka selalu berantem sepanjang waktu tapi ternyata satu sama lain saling memperhatikan. Hubungan kakak adik yang akur dan saling menyayangi ditunjukkan pada Kim bersaudara, Junghwan dan Jungbong. Not to forget, the cutest siblings : Sunwoo dan adik kecilnya Jin Joo.



Pendek kata Reply 1988 punya keseluruhan paket. Unsur emosionalnya ada, komedinya pun dapat. Tambah lagi bisa dapat penjelasan tentang urusan ekonomi dan sosial, lagu, film dan trend yang terjadi di akhir 1988. Meski mungkin belum lahir di tahun 1988, penonton masih bisa related dengan ceritanya. Menonton drama ini 'mengingat'kan penonton pada keluarga, teman masa kecil bahkan para tetangga.  

Sekali lagi tvN membuktikan drama Korea yang sukses tidak perlu cerita tentang amnesia atau kisah Cinderella dan aktor-aktor top. Ending mungkin kontroversial, tapi Reply 1988 sekali lagi berhasil membuktikan bahwa kekhawatiran orang-orang selama ini tentang cerita keluarga di slot prime time itu jeblok, tidak beralasan. Rating 18,8% untuk ukuran TV cable berbayar itu sudah sangat tinggi, loh. Tiga stasiun televisi utama Korea seperti KBS, SBS dan MBC harus hati-hati nih.

So, menurut kalian berikutnya akan ada Reply ke tahun apa lagi nih? Sempat dengar joke yang bilang ada rencana bakal dibuat Reply 1974. Entah bener atau enggak, kita tunggu aja. Siapa tahu malah Reply ke jaman Joseon. Bisa jadi kan?

*mbbbeeeeekkkkk................* 

Kerja, Ngopi dan Gaul di Peeple Coffee Working Space Makassar

Kadang-kadang kalau lagi bosen di kantor, saya biasanya nyari tempat nongkrong di mana saya bisa ngopi-ngopi cantik sekaligus tetap terhubung dengan kerjaan. Belakangan makin marak tempat nongkrong baru di Makassar yang bisa dikunjungi dengan konsep mereka masing-masing. Salah satunya adalah working cafe.

Konsep ini sebenarnya berawal dari gaya hidup digital nomad. Itu loh,  individu yang memanfaatkan teknologi untuk bekerja jarak jauh dan menjalani gaya hidup mandiri dan nomaden. Ketika mereka membutuhkan tempat yang cukup nyaman, bisa makan dan minum dan tentu saja terkoneksi internet, dimana lagi mereka berlabuh kalau bukan di kafe ? Nah, konsep working cafe ini pun akhirnya sampai di Makassar dan diterapkan oleh Peeple Coffee Working Space.


Peeple Coffee Working Space

Lokasi : Jalan Singa, perempatan Tupai 

Peeple Coffee Working Space mengusung konsep coffee shop tempat para freelancer (atau yang bosan dengan suasana kantornya) bekerja sambil ngopi-ngopi. Working spacenya sendiri cukup nyaman, ber AC dan dilengkapi white board. Tersedia 4 baris meja ala meja kerja tanpa kubikel lengkap dengan lampu meja dan colokan di setiap meja. Di sisi lain terdapat ruang yang bisa dipake untuk meeting yang bisa menampung sekitar 8-10 orang. Jika berminat 'ngantor' di sini, cukup pesan makanan/minuman minimal 80rb/orang.

Selain untuk kerja, Peeple Coffee Working Space ini sebenarnya cocok juga untuk yang pengen nongkrong aja sambil ngopi-ngopi. Tersedia ruangan outdoor dan indoor. Sayangnya ruangan indoor yang berAC ini untuk para perokok atau yang gak keberatan dengan asap rokok. Non smoker seperti saya  dipersilahkan memilih tempat di outdoor space. Pffiuh.. *lap keringat*

#FromWhereISit

Food & Beverage 

Sesuai dengan namanya Peeple Coffee and Working Space ini memang menonjolkan minuman kopi. Pencinta kopi dimanjakan dengan kopi-kopi Indonesia dari kopi Aceh Gayo, kopi Kintamani, kopi Jawa hingga kopi Toraja. Baristanya menyediakan kopi pilihan dengan dua cara  (Aeropress dan Syphon) yang dapat dipilih sesuai keinginan. Jika suka, bisa beli kopi giling juga loh di sini.


Untuk yang tidak terlalu suka kopi hitam, tenang.. ada minuman lain yang tidak kalah nyessnya, kok.



Selain minuman, Peeple Coffee and Working Space menyediakan makanan berat juga. Tersedia Soto Betawi, Mie Jawa, Ikan Dori Goreng dan Nasi Goreng.




Mau  ngemil-ngemil cantik sambil ngopi juga bisa. Andalannya itu  Sandwich, Toast Bread dengan pilihan isian  seperti Kaya, Mentega, Keju hingga isi Daging dan Bayam.


Price 

Harga makanan dan minuman berkisar antara 20 - 40 ribuan rupiah. Relatif terjangkau.

Likes & Dislike 

Saya suka sandwich dan kopi racikan baristanya. Pas! Peeple Coffee Working Space juga hanya menyediakan kopi lokal, which is itu penting untuk meningkatkan kecintaan pecinta kopi Indonesia pada kopi negeri sendiri.  Soto Betawi juga lumayan, walaupun amat sangat bersantan menurut saya. Tapi masih mendinganlah rasanya dibanding Nasi Goreng yang bagi saya kurang begitu pas di hati eh, di lidah. 

Untuk interior dan eksteriornya cukup menarik. Sesuai dengan konsepnya sebagai working space, Peeple Coffee Working Space ini menyediakan wifi dan colokan di setiap meja. Cuma.. yang bikin saya kecewa adalah ruangan ber-AC (non working space) hanya untuk perokok.  Mungkin para perokok dipersilahkan merokok tapi harus menelan asapnya sekalian. Mungkin yaah... mungkin. 

Tapi suer, rasanya gak adil banget buat para pencinta kopi yang tidak merokok seperti saya. Gimana coba saya gak banding-bandingin dengan cabang coffee shop international yang mempersilahkan para smokers ngopi di luar atau membuatkan ruangan khusus untuk smokers. Tapi ya sudahlah, ntar saya dibilang pro coffee shop luar negeri  pula ( lirik grup sebelah)

Terakhir kali ke sana, saya datang pukul 10 pagi dengan harapan para smokers belum pada datang. Ternyata ruangan berAC sudah ditongkrongin perokok pula. Ya sudahlah saya melipir ke working space. Sayangnya, meski ruangannya nyaman banget saya tidak bisa berkonsentrasi menulis karena segerombolan mbak-mbak bagian keuangan yang memperdebatkan kredit balance. Wifinya pun gak kunjung berkenalan dengan perangkat laptop saya. Akhirnya saya kembali ke area outdoor dan menyalakan modem wifi milik saya sendiri.

Conclusion

Masalah wifi mungkin temporary, siapa tahu memang ISP nya sedang gak oke aja. Waitersnya juga ramah dan helpful banget. Makanan dan minumannya overall tidak terlalu mengecewakan. Sebagai tempat kerja, ngopi, gaul bahkan arisan, Peeple Coffe Working Space ini bisa dilirik. Hanya saja semoga peraturan ruangan ber AC untuk perokok bisa diubah agar pencinta kopi yang bukan perokok seperti saya bisa nyaman ber AC pula. Jadi next time saya gak harus ngopi di coffee shop international hanya untuk merasa dihargai sebagai a non smoker coffee lover.