Design Your Own Tshirt With Utees.me

Selain menulis dan siaran radio, saya dari dulu sebenarnya pengen banget berwirausaha alias jualan. Saya pernah jualan Brownies buatan sendiri, tapi gak diterusin lagi karena dulu merasa repot urusan deliverynya. Saya juga sempat jualan foto boyband, percaya gak? Huahaahaha.. Saya juga awalnya gak percaya. Sebenarnya ini iseng aja, cuma gara-gara saya suka ama boyband yang sedang digilai banyak cewe-cewe itu. Dan ternyata laku! Setelah dipikir-pikir, kenapa gak dikembangkan aja menjadi jualan tshirt sekalian. 

Siapa sih yang gak suka pake tshirt? Mau muda atau tua, masih balita hingga kakek-nenek pun, tshirt dipake berbagai macam kalangan dan menjadi must-have item di lemari tanpa kita sadari. Ya karena pake Tshirt itu emang nyaman banget. Harganya gak mahal-mahal amat, gampang disesuaikan dengan bawahan apa saja dan bisa menjadi statement diri. Dari yang kocak sampai romantis, bahkan yang serius pun ada. Karenanya meski tshirt terlihat ringan tapi bisa sangat powerful untuk menggerakkan perasaan, pemahaman bahkan bisa menjadi kebanggaan bagi orang yang memakainya.



Dari situlah waktu itu saya memutuskan untuk membuat sebuah project custom tshirt. Ide ini bermula karena suka pake tshirt dan musik Kpop. Saya perhatikan para artis Kpop selalu pengen pake tshirt dengan statement yang 'asal' tapi kelihatan keren. Kenapa gak buat aja sekalian dengan versi statement dari sisi fans? Ketika ide itu saya ceritakan kepada seorang teman yang jago design, dia tertarik banget pengen ikutan juga. Jadilah kami berdua sibuk nyari vendor tshirt dan print tshirt di Makassar. 

Saya masih ingat banget, kami berdua berpanas-panas naik motor menyambangi satu demi satu usaha sablon tshirt di Makassar. Gak ada satupun yang memenuhi persyaratan kualitas kami. Ada yang menyediakan jenis tshirt yang kami inginkan tapi tipe sablonannya tidak sesuai yang kami harapkan. Ada juga yang sudah canggih mesin printnya, eh.. masa kami harus pesan tshirt polos sendiri. Ah, ribet lah! 

Akhirnya dengan berat hati, impian untuk membuat project custom tshirt kami kubur. Design-design tshirt saya serahkan kembali pada teman. Saya pun kemudian lupa pada hal itu hingga kemudian di media sosial muncul advertising tentang Utees.me. 

Infografis by Vita Masli 
Jadi ternyata, lewat website Utees.me kita bisa membuat custom tshirt sesuai dengan maunya kita. Mau langsung design tshirt online di website atau upload design yang sudah kita buat sebelumnya, keduanya boleh aja. Setelah merasa sudah oke, kita bisa print tshirt lalu dikirim ke alamat yang kita inginkan. Sesederhana itu.

Design Your Own Tshirt With Utees.me

Ah.. tahu gitu ada platform untuk buat design tshirt online seperti Utees.me ini, gak usah cape-cape berpanas-panas keliling kota hanya untuk nyari vendor yang bisa membuat print tshirt. Tapi biar gak nyesel-nyesel amat, setelah punya akun Utees.me saya coba-coba ngedesign sendiri sebuah custom tshirt. Caranya simple banget, seperti ini : 





Prime Quality Tshirt

Selain cara membuat custom tshirt yang mudah, Utees.me juga sangat concern pada kualitas bahan tshirt yang akan kita pake. Tshirt yang nyaman dipake itu penting, yes? Utees.me menyediakan tshirt dengan bahan yang berkualitas baik dan tahan lama untuk melengkapi design kita. Ukuran tshirt tersedia dari XS sampe XXXL yang bisa dicek section View Tshirt Style dibagian bawah. Sayangnya, meski menyediakan banyak warna tapi tidak menyediakan lengan panjang. Untuk yang jilbaban itu penting loh, Utees.me honey... Jangan lupa tambahin kaos raglan juga ya ke depannya. *wink* #ngerayu

Price 

Harga? Saya pikir cukup reasonable yah alias cukup terjangkau. Harga per tshirt  Rp. 144.000 untuk 1 sisi print tshirt dan Rp 188.000 untuk 2 sisi. Order 12 tshirt dengan design yang sama dapat spesial diskon. Yay! 

Free Shipping All Over Indonesia 

Ini dia yang kadang jadi masalah saya setiap berbelanja online : ONGKIR a.k.a ongkos kirim yang lumayan mahal. Maklum, saya tinggal di Makassar sementara rata-rata shopping online atau e-commerce itu basednya di Jakarta. Ongkir rata-rata 28rb - 36rb. Lumayan banget kan? Alhamdulillah ya, member bisa dapat bebas ongkir ke seluruh Indonesia meski hanya memesan 1 tshirt saja. Haduhh.. pengen meluk laptop rasanya. 

Get Reward And Create Your Own Brand  

Sudah bisa design tshirt sendiri, eh ternyata custom tshirt yang kita buat bisa dishare untuk digunakan oleh peminat lain. Tentunya gak gratisan. Kita dapat reward sebesar $1.11 untuk setiap design tshirt kita yang dipesan orang. Whoaa.. bisa dibisnisin dong, seperti impian saya dulu. Asiknya lagi, kita gak usah repot ngurusin pengiriman barang kalau ada yang pesan. Karena pembeli bisa langsung mengisi alamat pengirimannya sendiri dan barang akan dikirim oleh Utees.me ke si alamat. Haduuhh.. kenapa sih  terlambat bertemu dengan Utees.me. Hiks.

Daripada nyesel, ya sudah saya  coba-coba ngedesign sendiri sebuah custom tshirt. Ini dia hasilnya. Tadaaaaa.... 


Saya gak jago ngedesign di photoshop. Tapi mumpung di Utees.me sebagai online design creator menyediakan opsi upload design dengan format JPG dan PNG, langsung buat satu lagi. 


Sederhana sih tapi statementnya ngena banget kan? Hehehe.. Yang gak jago design kayak saya tapi pengen buat custom tshirt sendiri, ya sudahlah langsung register akun aja di utees.me. Dipake sendiri boleh, dishare ke seluruh penjuru dunia juga boleh. Lumayan loh rewardnya, pake dollar. So, kalau pengen design your own tshirt sudah tahu kan harus kemana?  Pastinya di Utees.me, online tshirt creator. 

Nah, sekarang sudah tahu caranya kan gimana buat custom tshirt sendiri,kan? Yuk buat custom t-shirt kamu juga! Tapi kalau mo pesan design tshirt punya saya di Utees.me juga boleh banget, kok.., hehehe . Namanya juga mau mulai usaha lagi. Yukk mari... !

Note : Semua infografis dibuat oleh Vita Masli 
           Tulisan ini diikutsertakan pada :


7 Kriteria Penting Memilih Smartphone Oppo R7s

Gak berasa ya sudah seminggu kita lalui di tahun 2016 ini. Selain kalender baru, apa aja nih barang baru yang sudah kamu miliki? Memang bukan menjadi suatu keharusan, tapi seringkali kita menandai awal tahun dengan sesuatu yang baru. Punya smartphone baru, misalnya...  

Ada banyak alasan mengapa seseorang kepikiran untuk memiliki smartphone baru di awal tahun. Kayak saya nih contohnya. Saya bener-bener kepikiran buat memiliki satu lagi smartphone tapi bukan sekedar gaya-gayaan loh ya, tapi lebih ke esensinya sebagai alat komunikasi. Tentu saja supaya semangat menjalani hari-hari di tahun 2016 ini, smartphonenya gak boleh yang asal. Saya punya kriteria tertentu untuk itu. Nah, Ini dia 7 kriteria penting dari smartphone pilihan saya di tahun 2016.



1. Design Cantik dan Stylish 

Haluu... hari gini it's all about being stylish, termasuk juga urusan smartphone yang selalu kita genggam kemana-mana. Smartphone yang kekinian itu harus ramping, kuat meski tidak sengaja terjatuh, kebanting atau keinjek, nyaman digenggam  dan tentu saja harus kelihatan menarik dipandang. Ibaratnya meski perasaan sudah kebanting, hati sudah jatuh berkeping-keping, penampilan kita tetap harus menarik dan bikin nyaman hati orang yang memandang. Cieeee...


2. Processor dan Interface yang Handal

Seperti juga perempuan, apalah arti terlihat cantik tapi lemot dalam berpikir, ya kan? Untuk itu pilih smartphone juga mesti liat dulu processornya. Ibarat otak pada tubuh kita, demikian juga processor pada smartphone. Selain itu interface (antar muka) juga penting. Apakah lebih cepat, lebih bagus atau gampang digunakan? Hal-hal yang mungkin menurut banyak perempuan," Apaan sih? Kita mah tahunya pake aja," bisa jadi ada hal yang sesekali perlu diketahui juga supaya lebih gampang menentukan pilihan. Seperti ini misalnya:


3.  4G LTE dengan Dual Simcard

Esensi dari punya ponsel adalah supaya kita bisa nelpon dan ditelpon dimana saja dan kapan saja. Sudah nonton drama Korea  Reply 1994, gak? Dalam drama itu diperlihatkan kehidupan berkomunikasi jaman tahun 90-an dimana orang harus ngantri di telepon umum buat ngecek pesan yang didapatnya dari pager. Duh,  rasanya berat sekali hidup ini ya kalo seperti itu. 

Sekarang memang orang kemana-mana bawa ponsel, tapi kadang-kadang susah dihubungi. Pasalnya orang tuh suka ganti-ganti nomer tergantung paket data mana yang quotanya lebih banyak dan harganya lebih murah, ya kan? Ngaku deh! Saya juga kadang gitu soalnya.. hehehehhe. Kalau cuma pake satu smartohone aja, otomatis gak bakal ada nomer tetap. Orang jadi bingung mau menghubungi ke nomer mana. Makanya penting banget punya smartphone yang dual SIM. Satu slot untuk nomer andalan gak bakal berubah deh. Lebih penting lagi sudah bisa 4G LTE. Ini supaya nonton drama Korea dan YouTube-annya lancar jaaayaaa...


4.  Performa Tangguh, Gak Gampang Lemot 

Belakangan saya kembali suka maen game di smartphone. Saya juga suka karaoke online via sebuah aplikasi bernyanyi. Belum buka Facebook, Twitter, Instagram, baca blog via Pinterest, buka aplikasi berita sambil dengerin musik, nonton video musik di YouTube, balas email, update blog, balas komentar dan macam-macam printilan lainnya. Semuanya butuh memori dan ketangguhan dari sebuah smartphone. Gak cukup lagi RAM 2GB.  Saya butuh smartphone dengan RAM 4GB supaya gak lagging dan gak cepat panas. Biarkan hawa aja yang panas, smartphone mah tetap harus adem. #eh



5. Daya Baterei Lebih Besar dan Flash Charging


Aktif menggunakan smartphone untuk berkomunikasi suara dan data tentunya perlu kapasitas baterei dengan daya yang lebih besar. Malesin banget rasanya kalau baru dipake dua jam sudah langsung ngedrop aja. Maunya sih daya batereinya cukup sampai sehari. Kalaupun misalnya gak bisa sampai selama itu karena sinyal misalnya, paling tidak kalau ngecharge jangan lama-lama deh. Lima menit nge-charge bisa dipake buat dua jam sepertinya keren banget kan yah..


6. Layar Lebar dengan Resolusi Tinggi 

Untuk penggemar Daehan, Minguk, Manse seperti saya, punya smartphone dengan layar lebar dengan resolusi tinggi itu : PENTING............................ banget. Jangan sampai tingkah polah si kembar tiga yang sering saya kepoin via smartphone ini tersamarkan hanya karena layar kurang kinclong atau resolusi yang tidak bisa menunjukkan warna aslinya. Ukuran 5.5' dengan resolusi FHD 1920 x 1080 pixels itu sudah pas banget lah. Sudah bisa puas lihat senyum Daehan, Minguk, Manse plus bonus bapaknya. Hihihi...


7. Kamera dengan Kualitas Gambar Ultra HD 

Selain ngeblog, tahun ini saya berencana untuk terjun bebas ke dunia Vlog alias video blogging. Tentunya untuk membuat sebuah video dengan gambar berkualitas baik, saya perlu kamera dengan kualitas gambar ultra HD. Berhubung saya orangnya gak mau ribet, maunya sih dalam satu smartphone saya bisa memberdayakan semua fiturnya termasuk untuk urusan merekam video dan mengambil gambar. 

Makanya kameranya juga harus punya kemampuan mengambil gambar HD dalam kondisi cahaya remang. Buat yang suka ngambil gambar atau video di konser-konser Kpop, ini berguna banget. Apalagi kalau kamera smartphonenya dilengkapi fitur anti guncangan supaya gambar tetap optimal meski tangan sudah gemetaran atau kesenggol kiri dan kanan, hihii.. Kamera belakangnya paling tidak 13 megapixel  dan syukur-syukur kalau kamera depannya 8 megapixel. Tentu saja yang terakhir ini penting banget buat urusan selfie menyelfie, hihhihi...



Nah, kalau sudah kriterianya sudah seperti yang saya sebutkan diatas, pilihan smartphone di tahun 2016 sepertinya gak jauh-jauh dari Oppo R7s. Iyaaa... secara tiap minggu nonton America's Next Top Model season 22 diracuni sama keseruan para model foto-foto pake Oppo R7s. Eh pas nonton di YouTube, malah terdampar di video ini : 


Gimana saya gak kepikiran, coba? Cuzz langsung cek en ricek fitur lengkapnya, deh!


Kalau sudah gini jadi pengen buru-buru hunting ke outlet smartphone aja nih. Jadi tahun baru boleh dong smartphone baru juga. Nah, kamu punya kriteria penting juga untuk smartphone andalan? Boleh loh share di kolom komentar. Siapa tahu aja jatuh-jatuhnya pilihannya sama, Oppo R7s juga. Yay!

Selamat tahun baru dan selamat ber-smartphone baru juga ya...

Note : 
Pics source from : Oppo official website
Infographics made by : Vita Masli 

3 Aplikasi Proofreading Online untuk Tulisan Berbahasa Inggris

Masih ingat gak di postingan sebelumnya saya menulis  berusaha untuk ngeblog dalam bahasa Inggris? Ternyata menulis dalam bahasa yang bukan bahasa ibu memang tidak mudah. Punya masalah yang sama? Jangan malu. Kita tidak sendiri. Jutaan orang yang sehari-harinya ngomong pake bahasa Inggris pun sering kepentok masalah ini, kok. Blogger kondang luar negeri aja masih hired editor dan proofreader loh sebelum publish postingannya. Apalaah kita ini... :D 

Untungnya ada aplikasi editing online yang bisa membantu menulis dalam bahasa Inggris yang benar. Aplikasi ini bisa menemukan kesalahan, baik dalam hal ejaan hingga kesalahan grammar. Apa saja? Ini dia 3 aplikasi proofreading online untuk tulisan berbahasa Inggris : 


1. After the Deadline

After the Deadline memberi tanda pada kata-kata yang perlu diperbaiki. Aplikasi ini juga memberikan saran ejaan, grammar bahkan gaya penulisan. Cukup paste atau ketik naskah yang ingin dicek pada kolom pengeditan lalu klik 'check writing'. Tulisan kita yang dianggap belum benar akan diberi wana. Klik kata yang berwarna, tertera koreksi yang diberikan beserta penjelasannya. Simple kan? 

aplikasi editing menulis dalam bahasa Inggris
Menurut pengembangnya, aplikasi ini bisa digunakan untuk merekomendasikan 90% kata yang tepat. After the Deadline juga dapat mendeteksi 1500 penggunaan kata yang salah. Aplikasinya bisa didownload sebagai aplikasi offline. Pemakaian gratis bisa memilih menu demonstrasi. Untuk postingan blog , aplikasi After the Deadline ini salah satu yang paling simple. Tapi jika ingin menulis sesuatu yang lebih kompleks, aplikasi  berikut bisa membantu. 

2. Hemingway Editor

Seorang penulis/blogger sering menumpahkan semua kata-kata dalam pikirannya seperti air yang tidak terbendung. Kadang malah tidak terorganisir. Yeah, I admit it. Gak cuma dalam bahasa Inggris, menulis dalam bahasa Indonesia aja saya sering seperti itu, hihihihi..  

Nah, dengan aplikasi Hemingway Editor ini tulisan kita yang terlalu padat akan diberi higlights.  kita bisa menghapus atau membuat kalimat padat itu menjadi kalimat yang lebih sederhana. Caranya juga mudah, cukup paste atau ketik naskah pada kolom editor. Kita juga bisa sekalian menambahkan H1, H2 atau H3 untuk kalimat yang diinginkan. Jadi seperti editor view di blog kita aja kan? 



Hemingway Editor mempunyai fitur menarik yaitu Readability Grade Levels. Fitur ini memperlihatkan pendidikan terendah yang dibutuhkan untuk memahami sebuah tulisan. Penelitian menunjukkan orang Amerika rata-rata membaca pada tingkat kelas sepuluh.  Ini bisa dijadikan target yang baik. Tapi ada satu hal yang perlu diingat. Tulisan grade level yang tinggi bukan berarti lebih baik daripada tulisan grade level lebih rendah. Seringkali  tulisan grade level tinggi berarti tulisan tersebut berpotensi membingungkan dan membosankan pembaca. Bisa jadi karena terlalu banyak jargon. Terlalu nyelimet. 

Oiya, iseng saya mencoba mengecek postingan ini di Hemingway Editor. Ternyata bisa loh, meski berbahasa Indonesia. Fitur pengecekan kata keterangan dan kalimat pasif memang tidak berfungsi. Tapi kita masih bisa ngecek panjang tidaknya sebuah kalimat. Gimana, lebih sederhanakan kalimatnya? 

3. ProWritingAid

Dibandingkan kedua aplikasi proofreading online lainnya, ProWritingAid lebih rinci memberitahu apa yang harus diperbaiki. Diantaranya adalah kata-kata berlebihan, panjang kalimat, gaya penulisan, dan plagiarisme. Kita juga bisa menghindari kata klise dan redudansi dengan aplikasi ini. Pemakaian sticky words (seperti so, what, to, from, the, last, of, 's) pun bisa dikurangi. Termasuk juga mengecek konsistensi penulisan, dan sejenisnya untuk meningkatkan kualitas tulisan. Caranya cukup dengan paste, upload atau mengetik naskah kita dalam kolom editor. Klik Analyze dan akan tertera hal-hal yang perlu diperbaiki. 



Sayangnya meski fiturnya banyak dan sangat berguna, aplikasi ProWaitingAid ini tidak sepenuhnya gratis. Ada beberapa fitur yang hanya bisa digunakan oleh premium user. Fitur tersebut adalah plagiarism, pronoun, thesaurus dan combo check. Tapi sebagai pencinta gratisan tidak perlu terlalu kecewa. Sign up sebagai free user pun sudah cukup untuk memproofreading postingan blog. Kecuali jika berniat menulis novel atau jurnal ilmiah, premium user bisa dipertimbangkan. Sesuai saja dengan kebutuhan ya, gaes! 

Kesimpulan 

Setiap aplikasi pasti punya pro dan kontra, begitu juga dengan 3 aplikasi di atas. Ketiga aplikasi ini hanya bisa digunakan di desktop atau laptop. Sementara ini  aplikasi berbasis android/IoS belum ada. Tapi masih bisa dibuka melalui browser di perangkat mobile. Paling tidak lumayan lah ya, bisa membantu  kita untuk menulis dalam bahasa Inggris secara efektif. Menulis dalam bahasa Inggris terkadang tidak mudah, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Ya kan? 

Nah, ada gak aplikasi editing online lainnya yang menurut kamu bagus dan belum ditampilkan di sini? Syukur-syukur ada yang bisa dipergunakan untuk proofreading tulisan berbahasa Indonesia. Silahkan share di bagian komentar, ya! 

My Life As A Blogger in 2015

Cieee.. judulnya sudah semacam judul postingan blog yang sering wara wiri di Pinterest aja nih. Eh tapi gak apa-apa lah ya. Mumpung akhir tahun saya mereview hal-hal yang telah dilalui sepanjang saya terjun bebas ke dunia blogging tahun 2015 ini. Gak semuanya menyenangkan, but in the end i found it excited and fascinating. Apa aja sih?


1. Pindah dari Blog Gratisan ke Domain Berbayar 

Ketika berniat untuk mulai serius ngeblog, saya mulai mempertimbangkan untuk pindah ke domain berbayar. Alasannya sederhana, supaya lebih berkesan profesional sekaligus personal. Tanggal 7 Maret 2015, blog lama bittersweet-m-e berubah nama menjadi vitamasli.com. Saya sempat kesulitan menemukan tagline dan logo yang pas sampai kemudian mentok di tagline dan logo yang sekarang. 



Vita Masli, An Excited Blogger saya pilih karena pada dasarnya saya mah blogger selalu semangat untuk ikut mengabarkan apa saja yang menarik dan bermanfaat. Diundang workshop, ayo! Ditantang ikut lomba, siapa takut. Ditawarin ngereview, saya terima dengan senang hati. Sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan hukum, agama, dan norma, I always be excited and willing to do it. Syarat dan ketentuan berlaku yah *tambahin bintang-bintang kecil di sudut*

2. Aktif Bergabung dengan Komunitas Blogger

Satu hal yang saya pelajari dari kegagalan ngeblog di masa lalu adalah : Saya tidak bergabung secara aktif dengan komunitas blogger. Padahal bergabung dengan komunitas blogger punya banyak manfaat. Selain bisa lempar postingan (which is itu berarti meningkatkan trafik), silaturahmi a.k.a networking bisa terjalin. Seperti kata hadits Rasullah SAW : ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari). 

Alhamdulilah dengan komunitas-komunitas blogger yang sekarang selain menemukan hubungan yang baik, dapat ilmu blogging dan ada aja rejeki yang menghampiri. Terima kasih mak Winda Krisnadefa yang selalu mau menjawab pertanyaan saya seputar job review, Annisa Steviani yang sempat saya repotin masalah header blog, Kang Arul dan mas Hazmi Srondol yang sudah menularkan ilmu penulisan reportase blognya dan teman-teman blogger lain yang sudah jadi teman bermain dan belajar ( Bobo kalii yaah...) di dunia blogging. Saranghae..

3. Konsisten Posting dan  Up To Date Perkembangan Media Digital 

"Katanya blogger, tapi kok jarang posting." 

Iya nih.. hihihi. Daripada bawel di media sosial yang  gak jelas juga apa hasilnya mending kebawelan itu dituangkan dalam bentuk postingan blog. Saya mulai membuat jadwal dan menyusun topik postingan dalam buku catatan agar tidak hilang fokus. Ini saya lakukan supaya tetap konsisten dan tidak sekedar semangat ngeblog kalau ada lomba atau lagi mood aja. 


Gak cukup berkomitmen untuk menulis, saya juga berusaha mencari tahu perkembangan media digital. Saya pikir ini cukup penting bagi blogger agar tahu karakteristik pembaca jaman sekarang dan gak gaptek. Kalau pengen nulis aja, bisa juga sih. Tapi sayang kalau tulisannya tidak membuat pembaca betah hanya karena gak tahu trend pembaca media digital, misalnya. Atau kurang tahu gimana caranya berkawan dengan Google dan perintilannya. 

It takes time dan mungkin ada yang merasa ribet, tapi percaya deh menambah pengetahuan itu gak ada salahnya. Kalau merasa gak tahu harus cari tahu di mana, bolehlah sering-sering mampir di blog saya aja, hihihihi.. *sekalian promosi*

4. Lebih Berani Ikut Lomba Blog

Tahun ini saya juga memberanikan diri ikut lomba ngeblog. Sebenarnyanya sebelum pindah ke domain berbayar, saya dulu sempat beberapa kali ikut lomba blog dan belum pernah menang. Setelah pindah ke domain berbayar, ikut lagi dan gak menang lagi. I wonder why. Sempat sedikit drop juga waktu itu, some kind of wasted time saja. Lalu saya kemudian berpikir,"Segitu aja ketangguhan mental lo? Mental rempeyek amat sih! You can do it better than this. "

Iyah, saya ngomong seperti itu pada diri sendiri.  

Saya kemudian memperhatikan satu demi satu tulisan para pemenang agar tahu apa yang membuat satu postingan bisa menjadi juara. Dari situ saya mulai tahu sedikit demi sedikit formulanya. Ohh begitu toh... Saya mulai lagi, kali ini menantang diri sendiri. 


Lalu kemudian ikut lomba blog  mulai menjadi seru and so exciting, apalagi kalau postingnya dekat-dekat deadline. Beberapa lomba yang saya ikuti saya gak menang apa-apa, tapi diantaranya saya juga sempat ngerasain enaknya jadi juara. Alhamdulillah, lumayan lah buat modal naik haji.

Baca Juga : Berani Lebih Percaya Diri Berkompetisi 


5. Mendapat Job Review dan Menghasilkan Uang dari Blogging

Last but not least, ini dia jawaranya *nyengir lebar sambil mengucap syukur alhamdulillah*. Job review pertama saya dapatkan tiga bulan setelah pindah domain. Seterusnya ada aja tawaran yang datang. Mulai dibayar dengan uang, produk seperti pakaian wanita, makanan sampai nginap di hotel berbintang. Malah yang biasanya saya dapat tawaran ngemsi lewat radio, tahun ini saya tawaran itu datang lewat blog ini juga. Selain itu dari blog saya juga dapat tawaran jadi influencer di media sosial lain. Ada-ada aja deh, hahaha.. That's what i called the power of networking dan tentu saja kuasa Allah SWT dalam mengatur rejeki kita masing-masing. 

Ini tentu gak semena-mena terjadi cuma karena saya pindahan ke domain berbayar. Seperti juga para blogger yang lebih duluan eksis, semua perlu usaha juga loh, bo! Asal tahu saja saya sempat diremehkan seorang blogger kondang gara-gara Alexa Rank diawal pindahan ke vitamasli.com."Segitu mau dapat job review?" katanya. Ok, fine!!! Saya mulai rajin posting, aktif di sosial media, blogwalking, pelan-pelan belajar SEO dan digital marketing sambil membenahi tampilan blog. Alhamdulillah dari angka 19 juta, Alexa rank vitamasli.com sekarang sudah maen 500rban dalam waktu 9 bulan dengan DA 23 dan PA 31. Not bad for beginner. 


So, What's Next? 

Yang saya tulis diatas itu gak  ada apa-apanya sih dibanding blogger lain, still I'm proud of myself. Toh saya berkompetisi dengan diri saya sendiri and not to compare myself with other bloggers. Saya masih harus banyak belajar dan bekerja cerdas karena diprediksikan di tahun 2016 media digital akan lebih berkembang dibanding 2015. Tahun ini saja blog  bukan satu-satunya platform yang dilirik oleh advertiser untuk berpromosi. Twitter saja sudah mulai ditinggalkan walaupun Facebook tetap dipertahankan. Di tahun 2015 YouTube, Instagram dan Path naik daun dan orang-orang yang aktif di sosial media tersebut banyak mendapat tawaran kerjasama dari advertiser. 

Blog tentu saja masih akan tetap ada meski kata orang-orang yang berkompeten dibidangnya mengatakan booming bagi-bagi job review pada blogger mungkin hanya sampai 2016 saja. Setelah itu jika bloggernya tidak mampu mengikuti perkembangan jaman, kudet dan kontennya tidak menarik bisa saja ditinggalkan pihak advertiser. 



So let's keep up a good work, everybody. That's my 5 Blogging Highlights in 2015. What's yours? Boleh share di bagian comment ya. Semoga tahun 2016 lebih baik dari tahun ini. Fighting! 

My Top 10 Favorite K-Drama of 2015

Sejak memutuskan untuk serius kuliah dan ngeblog lagi, saya kembali ke kebiasaan lama : beli DVDnya aja, pasang di DVD player dan nonton lewat televisi. Lebih puas rasanya. Selain layar televisi lebih gede dibanding nonton streaming di Viki atau My Asian TV via layar laptop, gak ada rasa digantung tiap akhir episode. Ya paling resikonya adalah tiba-tiba sudah adzan subuh aja. Tapi kan gak tiap hari juga. Sudah bisa mengatur ritme lah, ibaratnya. 

Makanya di penghujung tahun 2015 rasanya gak afdol tanpa membuat list drama Korea favorit yang sudah saya tonton sepanjang tahun ini.


My Top 10 Favorite K-Drama of 2015  

10.  Yong Pal 

Lagi-lagi drama tentang dokter dan rumah sakit. Joo Won sepertinya gak bisa jauh-jauh dari karakter dokter yang pinter, peduli sesama tapi bukan berasal dari keluarga kaya. Yong Pal pun begitu. Bedanya adalah karakter Yong Pal ini adalah dokter 'black market' yang spesial melakukan pembedahan dan penyembuhan bagi kalangan mafia dan penjahat kelas kakap. 

Joo Won Kim Tae Hee
Dokter, Dokter Apa Yang Unyu? Dokter Joo Won! 
Seru sih ceritanya di episode-episode awal, apalagi penasaran pula sama Kim Tae Hee yang sudah lama gak maen drama. Untungnya walaupun ceritanya sempat agak melemah di episode 10, which is very crucial for me karena bisa jadi bikin saya malas nerusinnya, so far 16 episode Yong Pal pantas untuk diperjuangkan ditonton sampai habis. Cuma ya gitu, kalau nonton pake logika emang jadinya ada aja yang bikin gak puas. Well, that's the beauty of K-drama anyway. Sepanjang yang maen masih Joo Won, 16 episode pun saya jabanin bang! 

9.  High Society 

High Society ini memasangkan Uee dan Sung Joon sebagai Jang Yoon Ha dan Choi Joon Ki. Jang Yoon Ha adalah seorang gadis dari keluarga kaya yang menutupi identitasnya dan memilih bekerja paruh waktu di supermarket untuk menemukan seseorang yang bener-bener mencintainya karena dirinya dan bukan kekayaannya. Bertemulah dia dengan Choi Joon Ki, manager supermarket yang berasal dari keluarga sangat miskin dan percaya untuk menemukan cinta seseorang harus menjadi kaya raya. 

Drama Korea 2015

Menariknya adalah sebenarnya bukan karakter pemeran utamanya yang mencuri perhatian, tapi malah karakter pemeran pembantu pria dan wanitanya. Mereka adalah Park Hyung Sik yang berperan sebagai Yoo Chang Soo, chaebol, bos sekaligus sahabatnya Joon Ki, dan Lim Ji Yeon yang berperan sebagai Lee Ji Yi, gadis miskin teman kerja sekaligus sahabat Yoon Ha. 

Chemistry Chang Soo - Ji Yi couple ini malah lebih berasa dibanding Yoon Ha - Joon Ki couple. Adegan paling memorable dari couple ini adalah saat mereka ngobrol di rooftop kostannya Ji Yi. Dengan seriusnya Ji Yi bertanya, "Apa yang kamu suka dari Daehan-Minguk (maksudnya negara Korea)? Chang Soo dengan polos menjawab,"Aku lebih suka Manse." 

And that's how this couple stole my heart, right away!  

8. Cheer Up! 

Kang Yeon Doo (Jung Eun Ji Apink) adalah leader dari klub street dance 'Real King' yang beranggotakan siswa-siswa yang berada di ranking terbawa di sekolah elit Sevit High. Suatu hari Yeon Doo terlibat scandal. Seseorang memotret Kang Yeon Doo saat ia tidak sengaja terjatuh dalam pelukan (aaaih bahasanya.. hihhihi)  Kim Yeol (diperankan Lee Won Keun), president dari klub elit siswa top 5%. Skandal ini membuat sang kepala sekolah mempunyai alasan untuk membubarkan klub Real King. 

Merasa tidak terima, Yeon Doo melakukan serangkain unjuk rasa dan makin kesel pada Kim Yeol yang dianggapnya tambah menyulitkannya karena tidak mau membantunya memberi klarifikasi. Kedua team ini kemudian disatukan oleh sang kepala sekolah dengan satu tujuan licik yang akhirnya membawa team Kang Yeon Doo dan team Kim Yeol menemukan cinta, patah hati, sakitnya dikhianati dan persahabatan. 

Drama Korea 2015 sassy go go

Ceritanya khas anak SMU banget sih, tapi saya suka chemistry dan kekompakan para pemainnya. Endingnya juga gak dipaksakan walaupun drama ini hanya 11 episode saja, Untungnya drama ini tayang di KBS World jadi saya tidak perlu beli DVDnya ( hemat!). Yang paling penting sih, puas liat Lee Won Keun dan Ji Soo disini. Jadi gak bisa milih ada di pihak siapa, hihihi.. 

7. She Was Pretty 

Seriously, sebenarnya gak begitu tertarik nonton drama ini. Kalau bukan karena Choi Siwon ikut berperan di drama She Was Pretty ini, saya mungkin akan melewatkannya begitu saja. Saya penasaran setelah membaca komentar para ELF dan non ELF yang bilang kalau Choi Siwon di dalam drama ini berbeda dibanding drama-dramanya yang dahulu. Selama ini Siwon yah gitu deh.. kalau gak jadi anak orang kaya, jadi artis terkenal, pokoknya gak jauh-jauh dari identitasnya. Jadilah saya nonton She Was Pretty gara-gara second lead male, hahahaha.. 

Pemeran utama She Was Pretty sebenarnya adalah Hwang Jung Eum sebagai Kim Hye Jin dan Park Seo Jun sebagai Ji Sung Joon. Kim Hye Jin dan Ji Sung Joon ini sebenarnya tetanggaan sejak kecil. Saat mereka beranjak abege, mereka berpisah dengan kenangan masa kecil yang tersimpan di hati. Mereka bertemu kembali ketika Kim Hye Jin yang dulunya cantik, menjadi wanita yang awut-awutan sementara Sung Joon yang dulunya gendut berubah menjadi tinggi tegap dan ganteng pisan. 

She Was Pretty drama korea 2015
Salah Satu Quote dari She Was Pretty yang Saya Suka
Sebenarnya ceritanya biasa aja, bisa ketebak lah endingnya. Pinternya si penulis skenario adalah dia menyelipkan unsur kejutan di dalam ceritanya semacam twisted yang sedikit berbeda dari K-drama pada umumnya. Salah satunya menjadikan karakter Kim Shin Hyuk sebagai kejutan tersebut dan Choi Siwon memerankan karakter ini dengan sangat berbeda dibanding aktingnya di drama sebelumnya. Tepuk jidat Kyuhyun! Eh, tepuk tangan maksudnya.. *lalu pelukan sama Donghae* 

6. Who Are You : School of 2015 

Who Are You : School 2015 berkisah tentang si kembar identikal Go Eun Byul dan Lee Eun Bi (keduanya diperankan oleh Kim So Hyun) yang terpisah sejak berumur 5 tahun. Eun Bi tinggal di panti asuhan dan kerap jadi korban pembullian di sekolah oleh Kang So Young. Sementara Eun Byul hidup damai sejahtera dan bersekolah di sekolah bergengsi bahkan menjadi siswa nomer 1 dan disegani. Sangat bertolak belakang ya? 

Drama Korea 2015
Cast of Who Are You : School 2015
Konfliknya terjadi ketika suatu hari nasib mereka berdua tertukar karena satu kecelakaan. Eun Byul yang secara misterius menghilang saat karya wisata dengan teman-teman sekelasnya dianggap ditemukan saat melihat seseorang berwajah dan perawakan sama dengannya jatuh dari jembatan. Karakter mereka yang berbeda membuat teman, sahabat bahkan musuh keduanya bingung, Who Are You, siapa kamu sebenarnya?

Baca Juga : 5 Karakter Paling Nyebelin di Drama Korea 

Personally saya suka drama ini meski endingnya bikin pengen nyanyi, " I wanna reset.. i wanna reset.. I wanna reset.. " Haahaha... Ini OSTnya ganggu-ganggu ngagenin gitu deh! Kim So Hyun maennya bagus banget pula. Dia bisa membedakan dirinya menjadi Eun Byul dan Eun Bi hanya melihat dari sorot matanya aja. Keren deh anak ini! Yook Sung Jae juga gak kalah seru berperan sebagai Gong Tae-Kwang dan Jo Soo Hyang yang berperan sebagai Kang So Young, saya nobatkan jadi jawara karakter paling nyebelin sejagad drama Korea! 

5. Heard It Through The Grapevine 

Salah satu drama Korea genre keluarga yang cukup berbeda dibanding dengan drama Korea lain yang bergenre sama. Menjadi drama terbaik versi Baeksang Award tahun ini, Heard It Through The Grapevine sebenarnya penuh sindiran dari kehidupan nyata keluarga kaya terpelajar. Han In Sang (diperankan oleh Lee Joon) dari keluarga kaya menghamili pacarnya keluarga miskin, Seo Bom ( diperankan Go Ah Sung) ditengah persiapan mereka masuk ke universitas. Reputasi keluarga Han yang bersih dan terpelajar seketika tercoreng dengan skandal ini. Sedangkan keluarga Seo Bom pun tidak ingin direndahkan hanya karena kehidupan mereka hanya bermodalkan usaha membuat plakat saja.

Drama Korea 2015

Menyimak tiga puluh episode (iyah.. 30 episode dengan rating tinggi dan bukan drama akhir pekan) Heard It Through The Grapevine bikin saya ngeship In Sang - Seo Bom couple. Tipe cowok manja yang harus tegas dan tegar karena mendadak jadi bapak dan anak perempuan tertua yang sudah merasakan pahit getirnya jadi orang miskin membuat couple ini saling melengkapi. Kedua orangtua mereka masing-masing juga gak kalah unik. Drama ini juga semacam menyaksikan tidak ada keluarga yang sempurna, bahkan ketika terlihat tenang-tenang saja. Image bisa dibentuk dan dijaga tapi hal yang buruk meski ditutupi tetap akan tercium oleh ibu-ibu tetangga atau arisan yang doyan gosip. Serulah pokoknya! 

4. The Producers 


Bukan gara-gara Kim Soo Hyun loh saya suka drama The Producer ini. Skenarionya juga standar aja, Dua producer KBS, PD Music Bank Ye Jin ( Gong Hye Jin) dan PD 2D1N Joon Mo ( Cha Tae Hyun), berteman sejak kecil membuat mereka diam-diam saling suka tapi tidak bisa mengungkapkannya, apalagi jadian. Persahabatan berubah jadi cinta ini terusik gara-gara ada produser baru bernama Baek Seung Chan ( Kim Soo Hyun) yang baru saja patah hati akhirnya malah naksir PD Ye Jin. Kisah percintaan mereka makin ribet gara-gara artis kondang yang sok banget, Cindy (IU) ternyata juga naksir Baek Seung Chan. Kira-kira sampai disini sudah tahu kan endingnya gimana? 

Sebenarnya drama ini bagus cuma kenapa yah saya merasa seperti nonton Misaeng versi KBS? Obrolan di rooftop, Baek Seung Chan si anak baru yang karakternya mirip Jang Geu Rae dan Joon Mo yang mirip dengan chef Oh. Yang menarik bagi saya malah latar belakang ceritanya : pekerja stasiun televisi dan keribetan dibalik sebuah tayangan yang tidak diketahui oleh pemirsa. Bagi saya semacam melihat pekerjaan sehari-hari setahun kemarin (uhuk!). Bagaimana sebuah program acara diproduksi, kerjasama team yang harus dijaga, mengedit dan merangkum semua footage dari berbagai rekaman kamera sampai tekanan batin jika program acara gagal secara rating dan kualitas. Banyak banget quotes keren dari drama ini. 

Editor Pasti Ngerti.. 
Berhubung latar belakangnya kerja di televisi beneran (KBS), banyak program acara beneran juga yang dipake dan banyak cameo. Sayang, meski sempat disebut Daehan, Minguk, Manse dan Song Il Gook tidak sempat jadi cameo di drama The Producer. Hiks.. 

3. Twenty Again  

Ha No Ra ( diperankan Choi Ji Woo) awalnya pengen jadi penari, tapi berhubung keburu hamil sebelum sekolahnya kelar, akhirnya dia mendedikasikan hidupnya menjadi ibu rumah tangga. Setelah sekian lama menjadi istri dan ibu yang baik Ha No Ra digugat cerai suaminya. Dia juga didiagnosa mengidap kanker dengan sisa umur enam bulan saja. Ha No Ra pun berpikir melakukan keinginannya yang belum kesampaian : Kuliah lagi. Maka kembali lah Ha No Ra ke kampus menjadi mahasiswa di umurnya yang sudah kategori ahjumma. Banyak mahasiswa yang serba salah didekatnya karena biar bagaimana pun di Korea umur menentukan senoritas. Serunya adalah dia malah keterima di kampus yang sama dengan anaknya dan di sana dia bertemu dengan Cha Hyun Seok (diperankan Lee Sang Yeon) teman SMUnya dulu yang sekarang berubah menjadi dosen yang jutek padanya tanpa alasan. 


Drama ini keren banget, bisa memberi inspirasi khususnya buat ibu-ibu rumah tangga. Ayo dong bu, mengurus keluarga, suami dan anak itu penting. Tapi sebagai personal, kalian pasti punya cita-cita kan? Jangan diumpetin dalam hati aja. You should go and do it, selagi bisa, selagi mampu. Suaminya Ha Nora di drama ini juga minta cerai karena dia merasa Ha Nora ga selevel tingkat edukasi dengan dia. Serem amat sih.. So, ladies get yourself together ya! Let's reach out our dream. 

2. Oh My Ghost 

Ceritanya tentang hantu perawan yang stuck di dunia tidak bisa masuk ke dunia arwah. Si hantu, Shin Soonae ( diperan Kim Seulgie) ini berpikir dia masih terkatung-katung karena masih perawan. Maka dia merasuki tubuh para gadis-gadis cantik untuk merayu para lelaki agar bisa melakukan hal 'itu'. Tidak sengaja saat dikejar-kejar dukun pengantar hantu, Shin Soonae bertemu dengan Na Bongsun ( diperankan Park Boyoung) yang bisa melihat hantu. Na Bongsun ini sebenarnya tipikal cewe pemalu yang tidak punya teman. Sehari-hari dia bekerja di sebuah restaurant sebagai asisten chef dan jadi bulan-bulanan kemarahan chef kondang Kang Sunwoo ( diperankan Jo Jung Suk). Begitu dia kemasukan hantu Shin Soonae, Na Bongsun berubah menjadi cewe centil yang suka godain chef Kang Sunwoo. 



Sebagai hiburan, Oh My Ghost ini lucu banget, romancenya juga dapat. Hubungan dengan orang tua dan keluarga juga ditonjolkan disini. Sedih deh liat Shin Soonae dan ayahnyanya. Hiks. Chemistry pemainnya juga oke banget. Pantaslah ada di nomer dua. 

1. Angry Mom 

Ini dia posisi yang membuat saya bingung memilih antara memilih Oh My Ghost dan Angry Mom. Pada akhirnya saya memilih Angry Mom berdasarkan tema ceritanya yang unik, plot yang menarik dan akting para pemain. Gak salah skenario Angry Mom ini terpilih sebagai juara satu dalam lomba skenario drama yang digelar MBC.

Baca juga : Review Angry Mom


Web Drama

Selain drama Korea yang durasinya 60-90 menit dan tayang di televisi, tahun 2015 ini juga ada kategori lama yang bangkit kembali karena kejayaan internet dan mobile gadget : Web drama. Durasinya hanya 10-13 menit dan hanya tayang di web atau aplikasi tertentu seperti Daum dan Line, tapi lumayan loh menarik juga. Ini dia web drama favorit saya di tahun 2015 ini :

EXO Next Door

Awalnya penasaran aja dengan konsep web drama, sekalian pengen tahu gimana sih kalau member EXO berakting. Tahukan, D.O sempat disebut-sebut sebagai idol actor terbaik tahun 2014 kemarin gara-gara maen di drama It's Ok It's Love. Eh ternyata malah ketagihan ngikutin tiap minggu.


Berhubung yang jadi lead male ternyata adalah Chanyeol, akhirnya saya terkena second lead male syndrome lagi deh karena ngejagoin D.O. Meski tidak menyangkal sesekali merhatiin Sehun yang kocak abis juga sih (Eh, apa sih yang gak kocak dari Sehun buat saya?).

Baca juga :  Review EXO Next Door 

Nah itu dia Top 10 Favorite K-Drama 2015 versi Vita Masli. Apa drama Korea favorit kalian tahun ini?  Silahkan share di bagian komen, siapa tahu ada yang terlewatkan. 

Daehan, Minguk, Manse Cuteness Overloaded At KBS Entertainment Award 2015

Setelah membuat saya sempat ketar ketir dengan beredarnya banyak rumor dan penolakan, akhirnya berita keluarnya keluarga Song dari The Return of Superman tidak bisa lagi disangkal oleh sang PD. Tanggal 21 December 2015 lalu Song Il Gook dan Daehan, Minguk, Manse telah menyelesaikan syuting terakhir mereka. Iyaaah.. memang ini berita buruk, tapi gimana lagi coba? Ini untuk kebaikan mereka juga sih.. (atau begitulah pemikiran akal sehatnya).

After a lot of rumors and denials, finally news of the departure of Song family off The Return Of Superman can no longer be refuted. That day has finally come, Dec 21st was the last shoot day of Song Il Gook and Daehan, Minguk, Manse to wrap up the show. Yeah.. I know it's a sad news although I'm sure most of us realize that's for the best. 

Daehan, Minguk, Manse Cuteness Overloaded At KBS Entertainment Award 2015 

Supaya gak kecewa-kecewa banget, mari nikmati apa yang tersisa. Paling tidak semalam (tanggal 26 Desember 2016), Daehan Minguk Manse bersama cast dari The Return Of Superman lainnya menghadiri KBS Entertainment Award. Ini adalah penghargaan akhir tahun yang kerap diselenggarakan oleh KBS TV sebagai apresiasi bagi variety show yang disiarkan oleh KBS. Alhamdulillah di rumah langganan KBS World TV, jadi gak apa-apa deh sesekali malam minggu tongkrongin tipi hanya untuk melihat sekilas dua kilas penampilan Daehan, Minguk, Manse di layar kaca. Ini beberapa diantaranya :


Not to make it even worse, let's enjoy while it last. On  December 26th, Daehan, Minguk, Manse has invited along with all The Return of Superman casts to KBS Entertainment Awards. This is one of the end year award ceremony which KBS TV holds every year to appreciate the hard work of the casts and crews who lift up our mood this entire year.  I was watching the show through KBS World TV just for the slight appearances of the Song triplets on the screen and here are some of them :




Song Daehan 

Si Prince Charming ini seperti biasa Daehoney (Ini panggilan saya untuk Daehan. Namanya kan Daehan dan dia manis banget kek madu) selalu mengagumkan apapun yang dia lakukan. Ngupil aja ganteng, Hihihi...


As expected from the prince charming Daehoney, (this is what i called Daehan, because his name is Daehan and he's sweet like honey) is always charming whatever he does. 


Song Daehan Looks Like One Of Hogwart Student

Song Minguk 

Song Minguk si Song Tyrano ini keliatan sangat bosan. Sini maen sama tante aja..
Song Minguk, the Song Tyrano looks like he's bored. 



Song Manse

a.k.a the free spirit Song Manse, kamu lagi liat apa sih?
Song Manse, what are you looking at? 




Song Il Gook 

Song Il Gook dengan model rambut terbarunya, atau bisa dibilang dia segaja gak potong rambut? Melamun aja, bang. Kangen saya yah? *ditimpuk istrinya*
Song Il Gook with his new hair cut, or should i say he keeps his hair uncut? 


Source : DC 
Anyway, tidak seperti yang saya harapkan The Return Of Superman tidak memenangkan kategori Best Popular Variety Show tahun ini. Acara ini kalah tipis secara persentase votes pilihan pemirsa dari 2D1N (padahal mereka mendapat 50% votes setelah penampilan video Daehan, Minguk, Manse mengumumkan nominasi Best Popular Variety Show loh). Meskipun saya sedikit kecewa karena Daehan, Minguk, Manse tidak bisa tampil di stage, tapi paling tidak mereka tampil mengumumkan nominasi untuk Best Popular Variety melalui penampilan video.

Anyway, The Return of Superman didn't win the Best Popular Variety Show this year not as i expected. They lost by slight differences in the percentage of votes from 2D1N. Although i feel slight disappointing that Daehan, Minguk, Manse didn't get the chance to stand up at the stage, at least I'm happy to see them presenting the nominee of Best Popular Variety in video appearance. 



Kalau sudah begini, siapa yang tahu apa yang bisa mereka lalukan di panggung secara mereka sudah bisa ngomong banyak bahkan bisa nyanyi, coba? Maunya saya sih dengan melihat mereka di panggung ada kenangan yang menyenangkan lah. Tahun ini kan penampilan terakhir mereka sebagai bagian dari The Return Of Superman.

At this point, who knew what they would do at the stage since now they can speak better and even can sing. I wish a real good memory about them on stage since this is the last chance for them to be part of The Return Of Superman. 

Meski The Return Of Superman kalah, Song Il Gook berhasil memenangkan kategori Best Male Entertainer Award. Yay!

Even so, Song Il Gook awarded with Best Male Entertainer Award as the cast of The Return Of Superman. 
"Thanks to all the production crew members of ‘The Return of Superman,’ I was able to be a good dad. We just finished our final taping. Thank you so much for your love for Daehan, Minguk, and Manse.” - Song Il Gook's winning speech -- 
"Terimakasih kepada semua kru produksi The Return of Superman, karena Saya bisa menjadi ayah yang baik. Kami baru saja menyelesaikan rekaman terakhir. Terimakasih atas cinta anda pada Daehan, Minguk, Manse" - Song Il Gook -

Song Il Gook juga mengucap terima kasih kepada kru produksi TROS yang sudah bekerja keras memasang 20 camera disekitar Daehan, Minguk, Manse tanpa membuat triplets stress dan mencocokkan semua rekaman dari 20 camera dalam satu minggu (ada juga kali staffnya yang stress, om.. hehehehe). Dia juga mempromosikan sedikit drama terbarunya Jang Yeong Sil yang akan segera tayang tahun depan.



Song Il Gook also thank all the staff of The Return Of Superman who installed 20 camera around the triplets without making Daehan, Minguk, Manse stress out and manage to match the time codes for all tapes. He also gives a slight promote of his upcoming drama Jang Yeong Sil which will be on air next year.  

Saya sempat membaca di forum fans SIK, beberapa fans berharap Daehan, Minguk, Manse mendapat nominasi pada kategori tertinggi, Daesang. Gak ngerti juga sih alasannya kenapa, tapi saya pikir Daehan, Minguk, Manse masih terlalu muda dan jalan mereka masih panjang banget untuk dinominasikan di kategori tersebut, Nunggu beberapa tahun lagi kali yah.. 

I read somewhere in SIK fan cafe that some of fans expect Daehan, Minguk, Manse nominated for the highest category, Daesang . I don't quite understand the reason, but I think Daehan, Minguk, Manse are too young and still need a long road they should take to be nominated in that category.



Daehan, Minguk, Manse Will Make Cameo on Jang Yeong Sil 


Sementara itu fansnya Song Il Gook bakal senang nih, karena drama Jang Yeong Sil mulai tayang tanggal 2 Januari 2016.  Kata sutradaranya sih, akan ada penampilan istimewa dari Daehan, Minguk, Manse dalam satu episode. Hanya saja dia gak mau ngasih tahu episode berapa. Takutnya penonton gak fokus pada cerita tapi malah nungguin bagian Daehan, Minguk, Manse aja. Oke, baiklah. Ditunggu!

Anggap saja itu kabar gembira untuk kita semua. Sampai saat ini saya pikir saya belum mau mengucapkan selamat tinggal untuk keluarga Song. Mungkin nanti. Pihak produksi The Return Of Superman bilang mereka masih punya banyak footage dari keluarga Song yang bisa ditampilkan di layar televisi paling tidak sampai bulan Februari 2016. Tapi saya tetap berharap keputusan mereka untuk meninggalkan The Return of Superman bisa dibatalkan. Bisa kan ya? Namanya juga harapan..

Meanwhile for Song Il Gook's fans, don't forget to watch Jang Yeong Sil start January 2nd 2016. The director of the drama said that there will be one episode which Daehan, Minguk, Manse will be appearing as cameo although he doesn't give us clue what episode it will be. Let's say that is one happy news for the fans. I think I won't say goodbye to Song family yet. The production team of Superman Is Back said they still have plenty of footage left for the show. It's enough for keeping us entertain with the cuteness of Daehan, Minguk, Manse and Song Il Gook on TV screen at least until February 2016. Well, that's one thing to be thankful of. But i keep my wish the decision of they departure will be cancel ( can i?). 




Menurut kalian bagaimana? Silahkan komen di bawah ini ya. Terima kasih.

Tell me what do you think on the comment tab below. Thank you for reading. 

Disclaimer: 
At first I wrote this in English but then i realized that some of my readers especially Daehan, Minguk, Manse's fans from Indonesia probably found it hard to understand. So i decided to write this blog post in dual language. So this is not a translation from some blog posts. This is truly me trying to writing in English. All pictures credit as tag.