Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya


Disclaimer : 

Ditulis setelah habis nyampah di status tentang keselnya jawaban ujian final statistik yang tidak lengkap dan mengumumkan ketidakmenangan (bukan kalah yah..hehehe) dalam satu ajang lomba dan teringat Trash oppa di Reply 1994


Ini bukan jargon atau postingan yang berbayar dari Dinas Kebersihan Pemerintah, yah. Walaupun saya gak nolak sih kalo memang mau di endorse. (Tapi bayarnya pake tempat sampah ya, mba.. | Aah ya sudahlah lupakan). 


Tapi emang bener bahwa sampah itu memang harus dibuang pada tempatnya. Kalo gak, bisa menyebabkan penyakit, bisa menyumbat saluran air, terus bisa apa lagi anak-anak?  (Hehehe... sok jadi bu guru). Yaaah bisa bikin penampilan kamu yang keren jadi turun derajat, because it's so cheap when you driving a nice car or hold a flagship smartphone and littering. 

Pernah gak melihat sebuah mobil di jalan dan.. tuing..! Dari balik jendelanya terlontar bekas bungkusan, kulit buah, botol minuman atau kresek entah berisi apa. Mobil keluaran gak lebih dri 5 tahun rata-rata harganya diatas 100-an juta OTR kan ya? Masa sih punya duit segitu gak bsa beli tempat sampah? Aku kan sedih liatnya *siapin tissue*. Mampu beli mobil kok yah gak mampu beli tempat sampah.. Muraah lohh tempat sampah mobil itu. 30rb juga ada, kali..


tempat sampah mobil cute
Lucu Lucu Gak Sih Tempat Sampah Mobilnya? 

Atau mungkin karena duitnya habis dipake beli (atau cicil) mobil kali, yah? Beli Pertamax (ah jangan2 premium), bayar ongkos servis berkala dan perintilannya, iya sih memang mahal. But... should we give an excuse for that?

Buanglah Sampah (Perasaan) Pada Tempatnya 

Nah kalo yang ini lain lagi. Ini terinspirasi dari satu tugas mata kuliah di kampus. We often read people posting about how they feel, mostly yang ganggu banget itu yg galau dan sedihnya kek dunia mau kiamat aja. Ada juga komentar-komentar yang menggambarkan seluruh isi kebun binatang dalam berbagai bahasa ditambah betapa seseorang merasa lebih pintar dibanding yang lain. Berita atau informasi yang belum tentu akurat datanya  yg dishare karena judul tanpa membaca isi. Sindir menyindir status lalu cekikan ngomongin orang di kolom comment dengan yg lain, atau pasang status/komentar sinis. Pernah melakukannya ? 

Well, I did, several times.

Dari pengamatan random saya, orang sekarang lebih gampang curhat apa aja di media sosial. Senang, sedih, ngantuk, baru bangun tidur, gagal lomba, menang kontes, apalah ini lah itu lah, semua dengan gampangnya dilempar ke media sosial. Paling parah dari semua menurut saya adalah ketika dimana seseorang lagi emosi lalu dia meraih gadgetnya dan mulai berkicau di media sosial menumpahkan semua amarah dan kesedihannya seakan yg membuatnya merasakan hal itu akan membaca dan peduli. You think? 

Those negative status akan dibaca sekian ratus atau bahkan ribuan orang yang ada didalam lingkaran pertemanan media sosial kita. Hanya untuk satu orang, yang bisa jadi membaca lalu tidak peduli atau malah sama sekali tidak membaca dan tetap tidak peduli. Lebih nyelimet lagi adalah ketika yang merasa malah bukan orang yang dituju. Lalu apa gunanya, coba?

Beberapa hal menarik yang juga seringkali dilakukan orang di media sosial adalah reshare berita/info gak jelas dan berbalas komen-komen pedas sampai sindiran yang entah kapan selesainya. Belum lagi tanpa sadar some of us sering update status pamer. Ok, kadang atas nama 'kebahagiaan" atau memberi motivasi tapi mungkin ada setitik ingin dipuji muncul di hati. Mungkin yah.. Sometimes some people are too impulsive to post such a thing.

Those are things which i categorized as 'sampah perasaan' yang dibuang tidak pada tempatnya karena gak dipikir dulu benar tidaknya atau tepat tidaknya kita melakukan hal itu. Dan seperti juga sampah di dunia nyata yg dibuang sembarangan, sampah perasaan ini akan memberi penyakit (hati), menyumbat saluran rejeki (mungkin juga jodoh-kata teman saya), dan membuat seseorang tidak kelihatan cantik/ganteng apalagi smart. Salah satu contohnya seperti ini : 


Katanya sih Begitu.. 

Ada yang merasa tertampar? Toss dulu lah.. *biar gak malu malu amat* 

Saya setuju those uneasy feelings should be thrown away but i don't think it has to be thrown on social media. Sama seperti sampah yang dibuang di dunia nyata, mungkin saat itu kita bisa terlepas dri sampah tersebut, tapi mengotori space orang lain. Ganggu, bikin penyakit, salah satu indikator penyebab banjir, Xo ditolak, Xa diterima (eh.. yah maaf, baru aja selesai final Statistik)

Mari buang sampah (perasaan) pada tempatnya agar tidak merugikan diri sendiri dan siapa saja. Oiya, semoga tulisan ini tidak termasuk sampah perasaan. Jadi, buang sampah perasaan dimana kita? 


#toyordirisendiri 
#okdone

Serunya Belanja Online Dengan Telunjuk.com

Jadi ceritanya bulan Desember ini selain musim hujan juga musim belanja. Diskon bertabur dimana-mana mah sudah biasa. Voucher belanja di e-commerce ini dan e-commerce itu sudah sering mampir. Saya sebagai shopaholic akut yang pengen tobat hidup damai sejahtera ini sudah pasang kuda-kuda dan mantra biar gak salah arah beli yang gak perlu. Tapi gimana kalau tiba-tiba ada yang nelpon dan nawarin belanja 2,5 juta dibayarin total segala-galanya, ditraktir makan siang, nginap semalam di hotel berbintang sampai bisa traveling ke Gili Trawangan segala? Oh Tuhan.. tolong sayaaaaa!! 


Adalah Telunjuk.com, sahabat belanja para online shopper ini yang menghubungi saya di suatu sore yang basah (halah!). Telunjuk.com sedang membuat satu campaign bertajuk Indonesia Next Smart Shopasista atau kerennya disebut #TelunjukINSS.  Ada enam blogger dari enam kota besar di Indonesia yang terpilih, termasuk saya dari Makassar. Kaget lah! Wong saya gak pernah daftar. Tahu #TelunjukINSS itu dari twit yang berseliweran dari sesama blogger di kota lain. Telunjuk.com itu apa, saya malah gak ngeh sama sekali (meski kemudian sadar, beberapa waktu lalu sempat dapat voucher belanja 1 juta rupiah dari Telunjuk lewat salah satu grup blogger perempuan yang saya ikuti).

Serunya Belanja Online Dengan Telunjuk.com 

Sampai disini ada yang protes gak. kok saya blogger yang gak tahu apa-apa tentang Telunjuk malah terpilih mengikuti #TelunjukINSS ini? 

Well, to tell you the truth, sebenarnya ada empat blogger dari Makassar yang mendaftar mengikuti #TelunjukINSS ini. Ketika dihubungi semuanya gak bisa karena berbagai alasan. Nah saya, out of nowehere dihubungi Telunjuk ternyata punya jadwal yang pas (or should i say dipas-pasin?). And there i was, akhirnya saya lah yang menjadi perwakilan Makassar di #TelunjukINSS. Rejeki emang gak pernah tertukar dan gak pernah salah pintu, bener kan?

So, to paid my due, saya pun mencari tahu tentang Telunjuk.com meski pada saat briefing sudah sempat dijelaskan oleh mbak Marketing Communicationnya. Gak afdol rasanya kalau gak nyari tahu sendiri. 
Telunjuk.com adalah shopping search engine yang digagas oleh anak muda Indonesia yang kreatif. Telunjuk.com diharapkan akan menjadi sahabat terbaik Kita untuk mencari dan memilih barang yang Kita butuhkan. 
Selama ini sebagai pembelanja online, sering kali kita harus buka banyak window untuk menelisik harga barang di ee-commerce tertentu. Dengan Telunjuk.com gak perlu ribet lagi, cukup ketik barang yang sedang dicari dan  Telunjuk.com akan menampilkan pilihan barang tersebut, lengkap dengan harga, diskon, dan promo menarik lainnya, dari puluhan toko online terercaya seperti, Tokopedia, Blanja, Bhinneka, Blibli, Lazada, Groupon, E-Voucher, dan banyak lagi! Praktis kan?

Infographic dibuat oleh Vita Masli, power by Piktochart

Nah, cuma biasanya banyak orang yang kurang begitu suka belanja online (meski ada kemudahan seperti dari Telunjuk.com ini) karena mereka berpikir harga barang di toko offline lebih murah. Belum lagi kwalitas barang bisa dicek dengan mata dan tangan sendiri. Etapi bener gak sih banding-bandingin harga di toko offline memang lebih mudah dan bisa dapat harga lebih murah? 

Jadilah Jumat pagi itu saya ditemani dua puggawa Telunjuk.com yang datang jauh-jauh dari berkelana di kota lain (sebelum Makassar apa ya? Bali kali ya!) menyusuri Mall Panakukkang untuk survey harga. Pengen tahu aja berapa sih harga barang yang saya cari lalu nanti dibandingkan dengan harga di online shop dengan menggunakan bantuan Telunjuk.com. Sebelum survey, saya sempat dihadiahi satu notes cantik dari Telunjuk.com yang saking cantiknya gak pengen saya tulisin tapi harus, hhhhuhuhuhu... Iyah, buat nulis wishlist barang apa saja yang pengen saya beli dengan duit 2,5 juta rupiah itu. Seet daaah.. 2,5 juta rupiah mau beli apa aja ya?

Notes dari Telunjuk.com 
Wishlist telah disusun, Mas Arya dan Mas Ardhi pun sudah selesai ngopi, mari kita susuri Mall Panakukkang. Sesungguhnya window shopping seperti ini, liat-liat aja, banding-bandingin harga buat saya gak masalah. Ngider mall tujuh kali pun saya masih sanggup meski pake wedges 10 cm. Tapi yang saya pikirkan dua cowok ini lohh.. Saya yakin sepernah-pernahnya nemenin pacar mereka jalan ke mall, saya khawatir nemenin saya window shopping lebih melelahkan. Kasian tahu, kalau mereka tiba-tiba pingsan seperti dua orang teman saya yang sempat nemenin saya belanja beberapa waktu lalu. Itulah salah satu alasan saya saat ini agak malas belanja offline. Beda lima ribu aja saya rela ngider lagi nyari yang lebih murah. Kasian yang nemenin kan.. Jadi mending belanja online aja deh!


#TelunjukINSS, Belanja Online Tidak Pernah Se-Exciting Ini. 

Sesi survey harga offline berakhir tanpa korban jiwa (Alhamdulillah...). Sekarang waktunya survey harga online dengan Telunjuk.com di hotel Grand Clarion, Makassar. Kalau ditanya mending mana survey harga offline atau survey harga online, yah saya jelas milih survey harga online. Sudah duduk manis depan laptop aja, buka website telunjuk.com, ketik barang yang kita cari di kolom search dan sambil menimbang-nimbang mana yang terbaik bisa sambil makan siang. Kalau sudah sreg, cek dulu stok barangnya tersedia atau tidak. Jika ada, klik tanda lonceng untuk memasukkan ke daftar wishlist kita. Setelah merasa sudah cukup belanjanya, tinggal klik kunjungi toko dan selesaikan semua proses pembayaran dan pengiriman. Coba..nikmat Tuhan lewat telunjuk.com mana yang kamu dustakan? 

Makan Siangnya Disiapin Hotel Grand Clarion, Makassar. 
Karena #TelunjukINSS gak cuma sekedar belanja online tapi juga perlu smart dan efisien dalam berbelanja, maka saya hanya diberi waktu sejam buat ngabisin duit 2,5juta itu. Biar tahu aja gimana se-smart apa sih seseorang shopaholic belanjain duit 2,5 jeti. Ya ampun.. Sejam??? Saya memang sering ikut lomba blog deket-deket deadline, tapi belanja di bawah tekanan seperti ini mah belum pernah.. huhhuhuhuhuhu... Gak heran, begitu wishlist yang satu gak bisa (karena harganya diatas budget maksimal per item) saya jadi bingung menggantinya pake barang apa. Lihat barang perbandingan di telunjuk.com malah browsing barang lainnya. Duh, saya memang gak konsisten yah. Impulsive buyer banget, hihihi... 

Dipilih kak.. Dipilih Barangnya Lewat Telunjuk.com
Meski begitu, akhirnya saya berhasil menghabiskan 2.479.050 rupiah yang saya belanjakan untuk total 8 item pada satu online shopping saja yaitu di Mataharimall.com. Selain memang harganya masuk akal, bebas ongkir pula. Mulai dari kamera, baju renang, power bank, sampai pelembab anti kerut, hihihi.. Sepertinya tanpa sadar saya sudah merencanakan barang bawaan pendukung liburan ke Gili Trawangan yang bakal dibayarin telunjuk.com nih. Amien... Mohon dukungan dan doanya yah, gaeess! 


Setelah proses belanja lewat telunjuk.com selesai, mas Aryo dan mas Adri pun pamitan karena buru-buru mengejar pesawat balik ke Jakarta. Thanks for the hospitality guys, jangan kapok nemenin saya belanja yaah.. Tahun depan ajak aku lagi aja! Hihihi...

#EdisiPamerFasilitas dari #Telunjukdotcom 


Telunjuk.com, Sahabat Belanja Onlineku

Sudaaah? Gitu aja? 
Iyaah gitu aja. Proses checkout selesai, isi data pengiriman barang dan nunggu barang-barangnya tiba. Jika membandingkan, belanja offline memang asik bisa sambil cuci mata. Tapi saya pikir belanja online gak kalah menarik, bisa kapan saja dan banding-bandingin harga gak perlu bikin pegel kaki. Barang juga sudah terkirim ke tempat kita. Harga barang online bisa jadi kelihatan lebih mahal karena ketambahan ongkos kirim, apalagi untuk daerah luar Jawa yang berasaa banget ongkirnya. Makanya pinter-pinter kita juga sih untuk cari e-commerce yang menggratiskan ongkos kirim. Toh kalau dihitung-hitung, beli barang online plus ongkirnya bisa sama harganya dengan beli barang offline loh. Sudah ribet muter dari satu toko ke toko lain, pake nawar belum tentu dikasih, ngarep diskon jatuh-jatuh harganya masih sama aja, yah mending cari barang di e-commerce terpercaya. Gak pake ribet, gak pake lama. 

Alhamdulilah yah, gara-gara event #TelunjukINSS ini saya jadi punya sahabat belanja baru. Thanks ya telunjuk.com. Sekarang jadi tahu kalau mau belanja online gak perlu ribet, pake telunjuk.com aja!

Nah, kalian mau belanja apa akhir tahun ini? Kalian juga bisa loh ikut membandingkan harga di berbagai pembelanjaan online di telunjuk.com agar bisa mendapatkan barang yang terbaik sesuai kemampuan kita. Yuk jadikan telunjuk,com sahabat belanjamu and be a smart shopper, sista! Mari belanja!!


Tsundoku, Kebiasaan Unik Pembaca Buku



Tsundoku, Kebiasaan Unik Pembaca Buku

Sebagai orang yang katanya suka baca buku (eh iya sih), setiap bulan saya selalu punya alasan untuk mampir sejenak dua jenak di toko buku. Awalnya lihat-lihat deretan 'New Arrival', lalu kemudian mampir ke bagian best seller dan pada akhirnya ngider ke segala penjuru dan berakhir dengan satu dua buku di tangan menuju kasir. Sampai di rumah, bungkus plastiknya di buka, lepasin label harga buku dari plastik dan menempelkannya di bagian dalam sampul baca selembar dua lembar lalu kemudian membiarkannya tergeletak di sisi tempat tidur. Besok-besok ke toko buku lagi, gak tahan untuk tidak beli buku baru lalu kejadian yg sama terulang. Gitu aja terus, sampai akhir tahun bukunya numpuk setinggi2nya. Yang bener-bener dibaca sampai habis hanya beberapa saja. Sounds familiar? Alhamdulillah yah,kalau gitu. Berarti I'm not the only one.

Ternyata kebiasaan seperti itu di Jepang disebut dengan Tsundoku. Ini adalah kata yang menggambarkan seseorang yang membeli buku, lalu  kemudian menumpuk di lantai atau di rak-rak, dan berbagai macam perabot lainnya tanpa membacanya. Kata tsundoku sendiri mulai dikenal pada awal Jepang modern, era Meiji (1868-1912). Diambil dari kata Tsunde oku yang jika diartikan secara harafiah berarti membiarkan sesuatu yang menumpuk dan ditulis. Barulah kemudian saat pergantian abad, oku (おく) dalan kata tsunde oku berganti menjadi doku (読) yang berarti membaca. Berangsur kata tsunde doku yang agak sulit diucapkan itu berganti menjadi tsundoku yang dikenal untuk menggambarkan para penimbun buku. 


Sebenarnya Tsundoku ini sehat gak sih? 

Beberapa menganggap kebiasaan seperti itu cuma buang-buang uang. Ngapain beli buku gak dibaca. Eh ya bener juga sih. Beberapa lainnya tentu punya alasan tersendiri. Saya sendiri bersembunyi dibalik alasan ‘kesibukan’ *uhuk*.  Kerja atau kuliah Senin sampai Jumat, Sabtu dan Minggu tergoda drama Korea dan rapelan tidur, itu gimana coba? Ada juga alasan nabung bacaan buat liburan (which is never happen, karena mending puas-puasin jalan atau tidur. Ini gue aja apa gimana ya?). Alasan berikutnya adalah sebagai referensi tulisan dan bahan pembelajaran (tsaah yang anak kuliahan mah alasannya gitu). Tapi yang jelas sih bukan untuk jadi pajangan semata biar dikira orang yang berintelektual tinggi padahal sih sebenarnya penimbun buku. Serius, nanti juga saya baca kok. Nantiiiii tapi gak tahu kapan, hihihi.. Maunya sih beli buku supaya nambah ilmu, eh ini malah nambah debu. Hiks. 

Kamu pernah seperti itu juga gak sih? Pelan-pelan menjadi Tsundoku atau malah sudah jadi Tsundoku kronis?  Share cerita kamu di sini yah.. Semoga kita bisa menjadi Tsundoku yang tobat, asalkan bukan jadi Sadako. Kalo itu mah ogaaaahhh!!!! 

Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial

Saat ini media sosial tidak lagi hanya sebagai jejaring kita untuk bersilatuhrahmi, tempat pembuangan sampah digital (alias curhat) atau kepoin status orang lain (eh!). Media sosial bisa dipergunakan juga sebagai sarana promosi, entah itu untuk postingan blog terbaru (bagi para blogger), promosi jualan (buat yang dagang online), sampai promosiin jualan orang lain (untuk para buzzer). Update statusnya sih gampang, tapi bagaimana dengan waktunya?


Menurut para pakar social media marketing setiap media sosial punya hari dan waktu yang tepat agar status yang kita posting itu dilirik oleh orang banyak. Nah, lalu bagaimana kalau di hari dan waktu yang tepat itu kita malah gak punya kesempatan untuk posting status? Masih mendingan dikit kalo update status itu untuk promosi kita aja, bagaimana kalau itu untuk promote partner bisnis kita?

Saya teringat sebuah true story yang diceritakan seorang social digital marketer dalam satu workshop beberapa bulan lalu. Ini true storynya Raditya Dika waktu awal-awal dia jadi buzzer salah satu produk. Jadi waktu itu Raditya Dika harusnya ngetwit di waktu yang sudah disepakati. Apa daya ternyata di saat itu Radiya Dika masih berada di pesawat dalam penerbangan ke salah satu kota (lupa gue, Jogja atau Solo). Mau diwakilin ngetwitnya juga gak bisa. karena Radit megang sendiri akun twitternya (dia gak pake asisten, ternyata). Pada akhirnya twit pesanan itu gak bisa diposting sesuai jadwal. Yah... :(

Aplikasi Penjadwalan Posting di Media Sosial

Nah, itu kejadian beberapa tahun lalu pada saat media sosial belum sesemarak sekarang dipakai menjadi lini promosi. Sekarang hal seperti itu sudah bisa disiasati dengan cara menjadwalkan postingan kita melalui aplikasi tertentu. Nih ya, saya bocorin tiga aplikasi yang saya pake dari sekian banyak aplikasi yang tersedia.

Buffer 

Aplikasi yang paling sering saya gunakan ini bener-bener helpful dan mudah digunakan. Pengguna memasukkan update an status di kolom 'Content' - Queue, (contoh : postingan terbaru di blog) dan Buffer akan mempostingnya sesuai dengan jadwal yang sudah disiapkan. Mengenai jadwal, sebenarnya Buffer sudah menyediakan waktu-waktu terbaik untuk postingan kita, tapi kalau mau diset sendiri juga bisa. Biasanya kan ada yang mau bedain waktu postingan di hari kerja dan weekend, silahkan masuk aja ke tab 'Schedule'  dan atur waktunya sesuai dengan keinginan. 1 hari kita bisa mengupdate postingan sampai 5 kali. Untuk mencari tahu seberapa besar impact dari update an status, bisa di cek di tab 'Analytics' - Post. Dari situ bisa kelihatan mana yang popular dan kurang popular sebagai bahan acuan kita juga kan? Toh kalaupun ada update an yang kurang berasa impactnya bisa di 'Re-Buffer' lagi kok. Tenang aja..

Social Media Scheduling AppsOiya, dengan Buffer kita bisa memposting 'update an status' sampai ke 3 akun media sosial yang berbeda seperti Twitter, Facebook, Google+,Pinterest, Linkedin. Di tujuh hari pertama, kita bisa menambahkan sampai 5 media sosial termasuk Pinterest. Setelah itu silahkan memilih apakah ingin tetap free dengan hanya 3 akun saja atau memilih program berbayar yang bisa sampai  10 akun media sosial. Saya sih milih yang gratisan, tentunya. Menurut saya sih itu sudah cukup untuk mempromote update an kita, 1 Fanpage Facebook, 1 Twitter dan 1 Google+.

HootSuite

Sebenarnya jauh sebelum saya menggunakan Buffer, saya sudah lebih dulu mengenal HootSuite. HootSuite adalah alat manajemen media sosial paling populer bagi orang-orang dan bisnis untuk menjadwalkan update an di Facebook, Twitter,Linkedln, Wordpress, Google+ dan Instagram dari satu dashboard berbasis web. Selain bisa mengelola update an di media sosial, HootSuite bisa dipakai untuk pelacakan percakapan dan mengukur hasil kampanye melalui web atau perangkat mobile. Penjadwalan bisa dipilih secara otomatis (Auto Schedule) untuk impact yang lebih baik (menurut HootSuite) atau bisa ditentukan sendiri sesuai keinginan pengguna. 

Perbedaannya dengan Buffer? Menurutku Hootsuite ini lebih lengkap karena kita bisa memantau akun-akun milik kita dari sosial media yang berbeda dalam satu halaman, lengkap dengan timeline, mention, RT, sampai message di Inbox. Hootsuite juga memiliki tab 'Analytics' yang menurutku lebih mudah dipahami, walaupun iyaah sih kalau mau lebih lengkap harus upgrade ke pro dulu a.k.a berbayar. Tapi tenang aja, HootSuite menawarkan layanan gratisan kok yang bisa mengakses 2 laporan Analytics (Twitter dan Facebook overview) meski tidak selengkap jika upgrade ke Pro. Yaiyalah! Lumayan sih buat yang mampunya gratisan aja kek saya :D 

Social Media Scheduling apps


Klout 

Duh asa pernah dengar di mana sih? Hahaha.. nih para Blogger yang selalu resah gelisah gegara Klout Score, pasti agak-agak gimana gitu ya membaca kata 'Klout'. Tapi iyah, emang bener Klout score yang menurut beberapa Blogger itu penting banget itu punya aplikasi untuk scheduling update status juga, hanya untuk Twitter saja. Laahh? Semacam Tweetdeck, dong.. cuma bisa scheduling update an twit. Yah gak gitu juga sih.. 

Social Media Scheduling Apps

Klout ini sebenarnya juga bisa dipakai untuk mengukur dan mentrack seberapa besar  impact dari akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Linkedn, Blogger, YouTube, Flickr, Foursquare, Pinterest, Tumblr, Wordpress, Last.fm, Flicker dan Yammer yang kita punya. Klout juga menyediakan waktu terbaik untuk ngetwit yang berbeda dengan Buffer dan HootSuite serta kita bisa mengetahui apa yang sedang trending sesuai topik yang kita pilih. In other way, jika akun kita sering memposting mengenai topik tertentu, bisa jadi Klout menganggap kita expert di topik tersebut dan memajangnya di side bar 'Top Expert'. Lumayan kan kalau ada yang mau follow akun kita :D. Bisa naik-naikin Klout Score, kan yah.. 


Social Media Scheduling Apps

Final Thought 

Sebenarnya masih banyak aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang tersedia. Sebut saja Tweetdeck (aku juga pake ini sebenarnya), Seesmic, SocialFlow (hampir sama dengan Buffer), SpreadFast dan berderet aplikasi lainnya. Menentukan mau milih yang mana, tentu saja kembali dari selera masing-masing. Seseorang bisa saja menganggap Buffer ribet dan Tweetdeck lebih mudah, misalnya tapi yang lain mungkin lebih memilih Buffer karena lebih banyak media sosial yang bisa dihubungkan untuk satu postingan. 

Saya pribadi pada akhirnya memakai 4 (iyah, empat!) aplikasi untuk  penjadwalan posting media sosial, karena alasannya simple saja : semua aplikasi memiliki kekurangan dan kelebihan yang bisa saling melengkapi. Berhubung saya juga selalu memilih yang gratisan pula, jadi kalau aplikasi yang satu sudah membatasi postingan saya untuk hari ini sementara masih perlu menjadwalkan beberapa postingan lainnya di hari yang sama, saya bisa menggunakan aplikasi penjadwalan posting di media sosial yang berbeda. Praktisnya, saya pun bisa menggunakan aplikasi-aplikasi ini di handphone atau tablet. Jadi gak ada cerita seperti Raditya Dika yang gagal posting twit berbayarnya gara-gara masih di atas pesawat. 

Nah, kalian gimana? Ada yang pake aplikasi untuk penjadwalan posting di media sosial? Share di bagian komen, dong. Makasih yah..  

Ketika Anak Curhat

Kalian tahu kan saya suka banget sama Daehan, Minguk, Manse. Saking sukanya sama mereka, saban Minggu malam saya sudah nyiapin quota data untuk streaming video The Return Of Superman yang tayang di KBS2 TV. Meski tanpa subbed bahasa apapun tetap seru loh nonton part Daehan, Minguk, Manse ini. *Thanks to SIK thread forum for the help of providing the link*



Edisi minggu ini, episode 108 adalah episode yang menarik banget. Bukan hanya untuk fans Song triplets, saya pikir episode kali ini juga menarik buat para orang tua. Jadi ceritanya, Song Il Gook ngejailin Daehan, Minguk, Manse dengan berpura-pura menghukum mereka. Sebenarnya gak bener-bener jail sih, Il Gook appa penasaran aja pengen tahu apa sih yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan oleh Daehan, Minguk, Manse. Seperti kebanyakan orangtua, Song Il Gook juga pengen tahu anaknya itu beneran sayang gak ya pada dirinya. Maka dibuatlah skenario di mana ketika mereka bermain, satu persatu mereka di tarik ke kamar mereka dan didudukkan di 'thinking chair'.
Thingking Chair adalah metode Song Il Gook untuk mendisplinkan anaknya ketika mereka nakal atau melakukan kesalahan. Daehan, Minguk, Manse akan duduk di kursi yang menghadap tembok kamar selama 5 menit dan diminta merenungkan kesalahan mereka. 
Song Il Gook dengan Ketawa Jailnya Memperhatikan Reaksi Daehan di Thinking Chair

Ketika giliran Manse 'dikerjain',  dia nurut saja walaupun sempat nanya kenapa dia harus duduk di thinking chair sementara dia merasa tdk melakukan berbuat kesalahan. Namanya juga anak-anak, masih polos dan belum tahu ini hanya akal2an Song Il Gook pengen tahu perasaan terdalam Manse. Ya kali ada hal tertentu yang Manse segan katakan pada orangtua, ya kan?

Maka dikeluarkanlah mainan robot yg bisa bicara untuk mengorek perasaan Manse. Sebenarnya robot ini dikendalikan oleh Song Il Gook dari kamar sebelah. Suara si robot berasal dari Song Il Gook juga. Melalui monitor, Song Il Gook bisa melihat reaksi dari anak-anaknya. Ternyata meski kembar, Daehan, Minguk, Manse punya reaksi yang berbeda. Daehan serius banget menjalani hukuman sampe-sampe robotnya sengaja dibuat jatuh oleh bapaknya dari ruangan sebelah, Daehan mah  cuma ngelirik doang. Minguk yang walau masih sedih dihukum, dia masih sempat bersikap ramah, Manse malah surprisingly curhat segala sama si robot ketika ditanya kenapa dia bisa ada di kamar sendirian.

Song Manse, tadinya sedih jadi ceria. Ada yang nanyain sih... 
"Aku tidak tahu kenapa aku dihukum. Appa tiba-tiba membawaku ke sini,"jawab Manse. Lagi seru-serunya ngobrol, tiba-tiba Il Gook appa masuk ke kamar untuk ngecek. Manse pun dengan polosnya mengaku tadi dia ngobrol dengan robot. Ketika dia ingin memperlihatkan sang robot pada Il Gook, si robot tiba-tiba hilang. Sumpah ngakak banget liat ekspresi Manse. Dia gak tahu aja, om kameramen yang ngumpetin si robot atas kode dari Song Il Gook. Begitu appanya keluar kamar, si robot muncul lagi.


Meski baru 'mengenal' si robot yang entah datang dari mana, Manse kelihatan sangat nyaman ngobrol sekaligus curhat dengan si robot. Manse sempat-sempatnya cerita kalau dia menyukai appanya karena Song Il Gook itu "Gwiyowo" alias imut.. Ahay!

Manse juga cerita apa yang membuatnya bahagia dan sedih. "Aku senang maen perosotan tapi aku sedih kalo dimarahin appa." ooowww...



See, setiap manusia sepertinya punya kecenderungan untuk curhat, entah itu pada orang terdekat, sosial media,blog,diary (eh masih ada yang punya?), atau barisan semut-semut di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya,"sedang apa di sini?" dan hap, lalu ditangkap! *Ehhh malah nyanyi* Bisa juga pada mainan.

Beneran niat curhat atau curcol alias curhat colongan, bisa dilakukan siapa saja dan terjadi di mana saja. Ketika sedang sedih atau galau trus tiba-tiba ada yang kelihatannya perhatian dan nanya,"kamu kenapa?" gak berasa keluar deh semua uneg-unegnya. Tidak terkecuali pada anak-anak, seperti yang kejadian pada Song Manse. Metode ini mungkin bisa dipraktekin buat orangtua lyang pengen tahu perasaan terdalam anak-anaknya. Atau ada yang punya metode lain? Silahkan curhat share di sini *dan blog ini mendadak jadi blog parenting gara-gara Song Manse*.  Yuk.. !

Huawei G8, Tangkap Semua Momen!

Sehari-hari selalu ada saja hal yang terjadi di luar dugaan kita. Momen-momen yang tak akan terulang dan harus diabadikan saat itu juga. Bisa jadi, inilah yang menjadi alasan Huawei mengeluarkan seri G8 dengan kamera depan 13 MP beserta fitur-fitur canggih untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 


Huawei G8, Tangkap Semua Momen!

Huawei G8 mempunyai fitur utama yang patut diacungi jempol. Itu gak lain gak bukan adalah fingerprint scanner yang bisa mengenali sidik jari sehingga handset dapat di-unlock dengan cepat. Fitur ini membuat G8 cocok untuk penggila fotografi, apalagi street photography yang butuh kesigapan dalam menangkap momen. Coba liat deh hasil fotonya : 



Rear camera G8 juga memiliki toleransi yang baik pada pencahayaan rendah,loh. Jadi kita tetap bisa memotret di malam hari dengan hasil foto yang tetap tajam. Ada anti shocknya juga, hasil foto G8 akan tetap tajam tanpa ada efek goyang. Pas banget nih buat yang suka nonton konser. Fancamnya bisa pooolll deh... Hehehe..


Jangan khawatir bentar-bentar lowbat karena kapasitas baterai yang dimiliki Huawei G8 itu adalah 3000mAh. Semakin banyak kesempatan kita deh, untuk terus mengabadikan semua kejutan sehari penuh. Jadi, rasanya untuk menemani aktivitas sehari-hari, Huawei G8 memang pantas jadi pilihan kita. Nah, daripada penasaran, langsung googling aja,lah yah...  Huawei G8, tangkap semua momen!

5 Langkah Memulai Channel YouTube

Setelah di postingan sebelumnya saya sedikit memberi gambaran tentang event YouTube Creator's Day di Makassar, and i even made a video to introduce you to my YouTube Channel, now it's time to talk more about it. 

YouTube sebenarnya gak asing bagi kita. Faktanya, ada 1 milyar pengguna YouTube per bulan, 4 milyar views per hari, 6 juta jam video ditonton setiap bulannya dan diestimasi 300 jam video yang diupload ke YouTube per menit dari 73 negara. How cool is that?


Why Do I Need YouTube? 

Ngaku deh, ke mana kita mencari video music terbaru dari One Direction, Adele, Taylor Swift, Psy, Super Junior, Big Bang, EXO dan masih banyak musisi lainnya kalau bukan di YouTube. Music memang merupakan topik yang paling banyak di cari di YouTube sepanjang tahun 2014. Jangankan musik, mau nonton variety show Korea aja bisa kok di YouTube. Belajar masak, cara dandan, bahkan belajar statistik pake SPSS (ini gue....) juga ada. Kata dosen saya,"Apa sih yang tidak bisa kita temukan di YouTube?" For some people, YouTube can be really helpful to make them understand better of one topic rather than just read the manual. Visual rocks, babe!

Bener loh! Ada sebuah channel YouTube di Thailand yang khusus membahas tentang mancing (ikan yaah.. bukan mancing cowok apalagi keributan). Subscribernya sampai 40 ribu orang. Di negara yang sama, ada juga channel make up tutorial. Bukan buat dandanin kita tapi  buat dandanin mayat. Dan itu subcribernya juga banyaaaak banget. Di banyak negara juga bermunculan channel yang memperlihatkan orang maen game. Halah! Apa menariknya coba? Eh tapi buat para gamers itu seru loh.. Makanya subscriber dan viewsnya juga banyak banget. 


Pics from watchmojo.com

Masih banyak lagi channel lain di seluruh jagad YouTube yang ternyata gak cuma sekedar sebagai hiburan buat penontonnya, tapi juga bisa membuka dunia baru bagi banyak orang termasuk creatornya. Masih ingat asal muasal Justin Bieber bisa seterkenal sekarang? Yes, he's one of YouTube shooting stars yang bersinar melalui video-video amatirnya yang sedang bernyanyi dan ditonton oleh banyak orang hingga menarik perhatian produser musik. Michelle Phan, adalah seorang YouTuber yang awalnya cuma seneng berbagi tutorial make up dengan menggunakan webcam laptopnya, sekarang sudah dikontak Lancome bahkan punya brand make up sendiri. Ih, keren banget kan ya? 

Banyak orang yang mempergunakan YouTube accountnya hanya untuk sekedar menjadi penonton dari semua kreasi-kreasi orang lain. Apa itu salah? Gak juga. Tapi gimana kalau ada skill tertentu dari diri kita yang pantas dishare dan berguna untuk orang banyak? Why you should hide behind the display of your gadget when you have so much to offer rather than just watching? You can do something, too. You can be YouTube creator, too. We can be YouTubers. 

Semua Berasal Dari Hobi 

Di Indonesia sudah banyak loh selebrities kondang yang lahir dari YouTube atau mempergunakan YouTube sebagai partnernya. Sebut saja Raditya Dika, Skinny Indonesian24, malesbangetdotcom, Endho Zell, Chandra Liow dan beberapa nama lainnya. Mereka ini tidak bernyanyi juga tidak berbagi trik make up tapi lebih kepada hal-hal sehari-hari yang dibungkus secara komedi dan kadang gak kepikiran sama orang lain. Malah channel Kok Bisa membuat konsep hal yang sulit dimengerti orang lain menjadi.. makin sulit eh, jadi lebih mudah dipahami. At least, begitulah harapan mereka. 

Dan jika kita (kamu, saya dan orang-orang yang bakal kamu share postingan ini) ingin seperti mereka, sebenarnya gak susah. Kalau kata mba Niken Sasmaya (Strategic Partner Team Lead YouTube South East Asia and New Zealand),"Semua berasal dari hobi." 

Sama seperti para blogger menuliskan apa yang mereka suka atau hobi yang mereka tekuni, begitu pula para YouTuber. 


Raditya Dika senang menulis dan stand up comedy, dia berbagi tentang stand up comedy dan skenarionya yang divideokan. Michelle Phan senang dandan, maka dia buat channel tutorial make up. Justin Bieber suka nyanyi, dia buat channel YouTube yang isinya video dia nyanyi. 

We can start make a YouTube channel based on what we're into. Nah, sekarang kamu sukanya apa? Suka masak? Banyak tuh YouTubers yang bikin channel masak. Suka jahit? Ada kok yang share tutorial jahit menjahit. Suka matematika, fisika, biologi, statistik atau bahasa? Ada banyak tutorial how to mempelajari hal-hal tersebut. Buat channel video editan kreasi sendiri (kek YouTube Channel Vita Masli), bisa banget! 

Tapi gue kan blogger. Gue gak perlu jadi YouTuber. 

Terserah sih, but you know what? Saat ini orang lebih gampang menerima satu pesan melalui visual. Ada hal-hal yang lebih mudah dijelaskan melalui gambar atau video, kata salah satu dosen saya. Faktanya, postingan di blog dengan visual kemungkinannya lebih besar untuk dishare di social media dan menjadi viral dibanding yang sepi dengan visual. 

I'm not saying being blogger bakal basi, tapi dengan memvideokan content blog kita dan memblogkan isi video kita, isn't that better? If you find it hard to write, YouTube it aja! 


How To Start Your Own YouTube Channel 

Sebenarnya gak susah kok untuk memulai mempunyai channel YouTube kamu sendiri. Ini dia tips dari team YouTube South East Asia and New Zealand yang saya serap dari event YouTube Creator's Day di Makassar : 

1. Punya Akun YouTube

Hal paling dasar adalah pastikan sudah punya YouTube account. Untuk yang sudah punya akun Gmail, sebenarnya secara otomatis sudah memiliki akun YouTube. Tinggal sign up aja di website YouTube pake akun gmail kamu, isi data yang perlu dan paling akhir klik 'create YouTube account'. Voila.. welcome to YouTube! 

2. Upload Video Pertama 

Ya iyalah.. gimana caranya mau punya channel YouTube sendiri kalau gak punya video untuk ditonton? Cukup sekedar say hi ke jagad raya YouTube via webcam laptop atau camera smartphonemu juga tak mengapa. Bisa juga foto-foto yang disambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia  lewat aplikasi video sederhana. Malu menampilkan diri kamu dalam video? Gak masalah. Saya juga awalnya gitu. For first starter, gak perlu yang ribet-ribet deh. Just do it! 


3. Buat dan Atur Konten di Channel 

Channel YouTube itu seperti channel televisi yang isinya tayang-tayangan sesuai dengan niche yang kamu suka. Bisa tentang musik (yg suka cover lagu, boleh loh show up your performance), cerita keseharian, tutorial, film pendek, apa aja yang kamu suka. Saya misalnya, berhubung suka ngedit video dan kebetulan kurang sreg dengan salah satu musik video K-Pop, akhirnya saya buat versi action dari musik video aslinya dengan gabungan beberapa footage sebagai video YouTube pertamaku. 


Jika punya beberapa jenis konten yang berbeda, kita bisa mengatur konten tersebut sama seperti kita mengatur category di blog. Atur semua konten dalam kategori-kategori yang kita buat agar memudahkan pengunjung dan sekaligus bisa menjadi cara agar mereka lebih lama di channel kita. 

4. Berinteraksilah dengan Fans 

Ceileeh.. belum apa-apa sudah punya fans aja. Tapi begitulah team YouTube menyebut pengunjung yang subscribe atau hanya sekedar nonton dan memberi komentar di video kita. Ya, sama halnya jika postingan di blog kita dikomentari pembaca, kita pun sebaiknya membalas komen tersebut untuk menciptakan interaksi. Tidak hanya lewat berbalas komen, kita juga berinteraksi langsung dengan subscriber kita melalui live video seperti yang dilakukan Miley Cyrus beberapa waktu lalu saat peluncuran single terbarunya. Dengan begitu jarak antara fans dan artis seakan tidak ada, malah seperti ngobrol dengan teman saja. Rasanya jadi lebih akrab, gitu kan..?

5. Tunjukkan Sisi Personal 

Apakah kamu humoris, lucu-lucu menggemaskan, tampang serius tapi kalau ngomong sudah kek stand up comedy-an, penyiar yang sekaligus blogger dan suka ngedit video K-POP/ OST K-Drama (itu gueeee!!!), tunjukkan sisi personal kamu dalam video-video yang kamu upload. It can be your personal branding. 

Pemirsa suka merasa seperti mereka adalah bagian dari society atau percakapan. Jika kita bisa membuat mereka merasakan keduanya, mereka akan tetap mangkal di channel kita. Kesempatan untuk menunjukkan brand diri yang baik dengan optimal bisa membawa kita lebih dekat pada impian. Menjadi partner YouTube dan mendapatkan revenue,  just like all YouTubers yang sudah sukses dan kamu subscribe itu. Oya betewe, sudah subscribe YouTube Channel Vita Masli ? Subscribe dong please.. yah.. yah.. yah... 

Next Post : Partnering With YouTube and Make Revenue From Your Videos 

Nah itu dia beberapa tips hasil workshop YouTube Creator's Day di Makassar. See, gak sulit kan untuk memulai channel YouTube kamu sendiri? Sebenarnya tanpa event ini YouTube sudah terkenal kok, konten video di YouTube juga sudah banyak. Tapi ternyata, YouTube berharap, dengan semakin banyak creator dan talent yang bisa ditemukan akan membuat YouTube jadi lebih 'berwarna' dengan konten dari keberagaman skill. Dan Indonesia sangat punya potensi untuk itu. 

Nah loh, sekarang pertanyaannya : Kamu siap gak? 

Since you already know how to start your own YouTube channel, saya jadi penasaran kira-kira kalau kamu punya YouTube Channel kontennya seperti apa sih? Silahkan berbagi di sini dan jangan ragu untuk memulainya. If they can do it, you can do, too. Let's start your own YouTube Channel! 

YouTube Creator's Day in Makassar, Workshop Sehari Jadi Youtubers

Gara-gara ikut workshop YouTube Creator's Day di Makassar hari Sabtu lalu, rasa 'demen tampil' kembali berkobar. Sudah tahu kan kalau selama ini saya memang punya YouTube Channel dengan content Music Video hasil editan sendiri dari OST K-Drama yang aku suka. Tapi gak pernah kepikiran untuk menampilkan diri sendiri dalam video apapun.



Sampai kemudian saya di encourage oleh Niken Sasmaya, Strategic Partner Manager YouTube South East Asia dan Eno Bening salah satu YouTubers kondang Indonesia di event YouTube Creator's Day. Sudah gak jaman lagi sih malu-malu tampil. Meski jika pun masih gak pengen tampil depan layar, ada caranya juga. Yang penting sudah punya YouTube akun aja sih. That's the first thing to start to be YouTuber.

What I Got From YouTube Creator's Day in Makassar 

Selama lebih kurang 3 jam, Niken dan Eno berbagi banyak hal pada Youtubers Makassar. It was so inspiring.  I made a video for giving you a slight brief of the event. It's actually my first video blog which i encourage myself to show up in the video.

It's not fancy and everything, but  i did it myself. No script, no team for lighting, cameraman or make up. It took 2 takes for the opening ment and a lot of takes for the closing. I recorded the whole scenes with my Samsung Galaxy A5.  I even edit this video myself (as usual). Jadi kalau ada yg komentar 'Ah, ngomongnya belibet," atau audionya gak jelas, yeahh silahkan coba bikin sendiri dulu yah..

Kalau aku sih, for the first timer and with no special equipment, I'm proud of what I've done. Please watch this video below and subscribe to my YouTube Channel, if you will.




More details about how to start your own YouTube Channel, the tips, the tricks and how to monetize (atau dengan kata lain gimana menghasilkan uang dari YouTube seperti YouTubers yang sering kita tonton itu), will be published soon.  

If you have question about how to make a video and YouTube, please put your comment below. I would be happy to answer it on my next blog post. Thank you... 

Siap-Siap Belanja di Harbolnas 1212

Siapa di sini yang suka belanja??? 
*AKUHHH AKUHHH AKUHHH* ( Ngacung paling tinggi) 

Perempuan memang identik dengan belanja. Gak di pasar, gak di mall,perempuan selalu ada memenuhi tempat perbelanjaan. Apalagi kalau belanja item fashion. Duh.. terkadang bawa satu tentengan saja gak cukup. Kadang dari satu lantai ke lantai mall sampe nyebrang ke mall sebelah juga dilakonin, apapun demi kepuasan belanja yang maksimal. Yang belanja sih gak ngerasain pegelnya, tapi yang nemenin kita belanja itu loh. Kasian, sempat ada yang semaput gara-gara menemani aku belanja. Hihihi..maap yaaa!

Sekarang belanja fashion dan bahkan apapun lebih praktis. Gak perlu ngiterin mall, cukup terhubung ke internet aja display gadget kita sudah seperti jendela display toko apapun dari seluruh dunia. Dengan semakin banyak orang yang familiar dengan penggunaan gadget, tingkat kesibukan dan perkembangan teknologi, belanja online menjadi opsi untuk mendapatkan yang kita inginkan. Belanja online itu enak. Tidak terpengaruh pada macet dan cuaca, harga bisa dibandingkan dengan mudah dan tawaran diskon gede pun ada.  Gak heran makin banyak yang tertarik untuk berbelanja online. Bagi yang hobi berbelanja, penawaran diskon adalah anugerah tersendiri yang sayang untuk dilewatkan, yes?

HarBolNas 1212, Pesta Diskon Online

Makanya aku senang banget ketika dicanangkan Hari Belanja Online Nasional atau HARBOLNAS di tanggal 12 Desember 2012 atau disingkat 1212. Harbolnas dirancang untuk menandingi Black Friday, Cyber Monday, dan Singles Day di luar negeri, sebagai bentuk ucapan terimakasih para e-commerce kepada para pelanggannya seperti kita ini. Sekaligus juga untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online (daring) dengan aman dan nyaman.

Di tahun pertama Harbolnas, ada 7 e-commerce yang berpartisipasi. Bertahap e-commerce yang bergabung pun makin bertambah. Tahun lalu aja di Harbolnas 2014, 78 e-commerce ikut serta dari berbagai kategori. Tahun ini? Sudah siap 130-an e-commerce yang siap ngasih kita diskon gede-gedean 24 jam nonstop dari tanggal 10 Desember 2015 - 12 Desember 2015. Yay!!

Siap-Siap Belanja di Harbolnas 1212 

Nah sekarang pertanyaannya, memang mau belanja apa aja sih di Harbolnas 1212 dengan diskon segede-gede gaban itu, pemirsaa??

Kalau aku sih pastinya pengen puas-puasin belanja belanji Fashion. Berhubung sedang kembali jadi anak kuliahan, aku lagi butuh rok panjang dan nyari tas backpack. Oiya, aku juga butuh running shoes dan sneakers, nih. High heelsnya disimpan dulu aja.

Nah, senangnya untuk urusan bela beli baju,sepatu dan tas kek gini, aku tuh gak jauh-jauh nyarinya. Cukup mampir ke situs Zalora ID aja. Disana sudah  siap berpuluh ribu item fashion terpampang nyata seindah barang aslinya.


Ini memang salah satu alasan kenapa selama ini aku betah belanja di Zalora, antara foto dan barang yang aku terima gak mengecewakan. No tipu tipu, no ribet dan kalau barang gak sesuai dengan keinginan kita bisa ditukar atau dibalikin. 100% duit kita kembali, ongkir untuk balikin barang juga ditanggung Zalora. Pengiriman barangnya cepat dan banyak pilihan pembayarannya.

Untuk urusan pembayaran, opsinya banyak. Mau pake kartu kredit, aman. Pake kartu debit atau transfer ATM, bisa. Bayar cash via COD juga boleh. Harganya juga reasonable banget dan yang paling penting di Harbolnas Zalora diskonnya gak tanggung-tanggung. Gak susah lagi deh untuk mendapatkan produk Fashion yang berkualitas. Yah, paling galau dikit lah karena produknya keren-keren. Duhh... pertebal isi dompet ini ya Allah.. !!

Nah, kamu mau belanja apa aja nih di Harbolnas 1212? Mumpung masih ada waktu buat nabung plus tanggal 10-12 Desember 2015 ini juga masih dalam kategori tanggal muda kan yah, jadi siap-siap belanja di Harbolnas 1212 yuk!

Supaya lebih seru belanjanya, silahkan redeem Voucher Rp. 75.000,-  ZBAPi7D 

Siap-siap pilih produk fashion berkualitas dan siap-siap dapat diskon gede-gedean di Hari Belanja Online Nasional, tentunya hanya di ZALORA Indonesia. So, are you ready?

Sampe ketemu di TKP yaaa...!! Selamat berbelanja.. 

Baper Di Launching Pergantian Logo Indosat Ooredoo

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari Indosat Makassar. Isinya undangan menghadiri acara peluncuran "Indonesia Digital Nation" pada tanggal 19 November 2015 di kantor Graha Indosat Makassar, jalan Slamet Riyadhi. Indonesia Digital Nation? Event apalagi nih.. ? Tanggal eventnya sehari sebelum ulang tahun Indosat pula.  Tapi kok dress code 'merah, kuning, putih' sih? Mmh.. sepertinya akan ada sesuatu yang baru dan menarik, nih. Jadi penasaran..


Bener aja! Begitu saya datang di Graha Indosat Makassar, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Warna merah ini kenapa jadi dominan ya? Indosat kan identik dengan warna Kuning (untuk produk Mentari & IM3) dan biru (untuk produk Matrix). Jangan-jangan ini nih yang kemarin-kemarin sempat beredar issuenya : Indosat ganti logo. Benar kah?

Sebenarnya untuk urusan ganti logo, Indosat ini sudah beberapa kali berganti logo dan ini berkaitan dengan sejarah perkembangan Indosat itu sendiri.  



And i can't help of baper alias bawa perasaan ketika logo dan nama baru diperkenalkan kepada tamu undangan dalam acara peluncuran Indonesia Digital Nation. Indosat Oooredoo resmi menggantikan logo flower techno.

Baper Di Launching Pergantian  Logo Indosat Ooredoo


Susah untuk tidak bawa perasaan mengingat dulu mau dapat buku berlogo itu susyeh amat sampe harus ikut dikdas (pendidikan dasar) di Jatiluhur selama 30 hari. Kaki di kepala, kepala di kaki, teman jadi lawan, kalah deh itu reality show 'Real Man' di MBC! Hahahaha..  Dan ketika pun harus berpisah, saya masih tetap menyimpan buku khusus untuk karyawan tetap itu sebagai kenangan.

Sekarang, sebagai tamu undangan tentunya saya gak perlu gugulingan di lumpur lapangan becek di Jatiluhur lagi. Saya cukup duduk manis di acara peluncuran Indonesia Digital Nation walaupun masih tetap sempat nge-baper lagi gara-gara ada sesi live dari gedung KPPTI Jakarta (kantor pusat Indosat), sampai akhirnya kebaperan saya teralihkan dengan tas ransel keren dengan nama dan logo baru : Indosat Ooredoo. 


Diluar pemikiran bahwa logo dan identitas baru ini menjadi 'Pe Er' buat anak-anak Marcomm untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat (Figthing!!!), ada yang menarik dengan penambahan kata Ooredoo (baca:Uriidu) di belakang kata Indosat. Ini ternyata ada hubungannya dengan Qtel Grup, pemegang saham terbesar Indosat, yang berganti nama menjadi Ooredoo.

Grup ini mencanangkan program penyeragaman merek di semua perusahaan seluler yang mereka payungi, termasuk Indosat. Memang akhirnya nama menjadi agak panjang dan jadi lebih susah disebutkan, tapi ini masih lebih baik daripada nama Indosat dihilangkan dan berganti menjadi Ooredo saja. Biar sekecil apapun saham yang saat ini dimiliki pemerintah Indonesia (hanya 14,29% saja), saya yakin banyak yang baper juga kalau kata 'Indosat' itu hilang. Saya aja lihat pergantian logo jadi baper, gimana kalau ganti nama beneran? Hiks

Introducing The New  'Indosat Ooredoo'

Apalah arti sebuah nama, kata Shakespeare. Namun di dalam dunia per'branding'an, nama itu penting. Gak boleh panjang-panjang, supaya gak susah dihapalin dan yang pasti harus catchy agar gampang diingat. Beruntungnya kata Ooredoo ini walau sedikit aneh dilidah tapi terdengar unik dan akhirnya membuat orang penasaran. Apa sih Ooredoo itu?

Dalam penjelasan jumpa pers di acara peluncuran Indonesia Digital Nation, sempat dijelaskan oleh petinggi-petinggi Indosat Regional Sumapa bahwa kata Ooredoo itu diambil dari kata Arab 'araada-yuriidu' yang artinya 'ingin' atau 'berkeinginan'. Jadi secara harafiahnya Indosat Ooredoo diartikan sebagai bentuk komitmen Indosat yang berkeinginan mewujudkan aspirasi pelanggannya dengan teknologi digital yang lebih baik untuk semua.

Logo dan identitas baru inilah yang  diperkenalkan pada peluncuran Indonesia Digital Nation. Dengan warna kuning khas Indosat dan campuran merah, logo Indosat Ooredoo mengambil inspirasi dari bentuk sinyal. Mengutip informasi yang disampaikan Head Of Commerce Sulampapua, bentuk sinyal tersebut ingin menegaskan komitmen Indosat Ooredo  untuk menjadi pemimpin layanan data dan juga menargetkan ingin menjadi pemimpin digital di Tanah Air.

Indosat Ooredoo Untuk Indonesia Digital Nation 

Tidak salah jika Indosat Ooredo membidik pasar digital. Sepanjang beberapa tahun belakangan ini Indonesia memang menjadi negara dengan pengguna data yang cukup besar di dunia. Negara kita selalu bertengger di urutan lima besar pengguna akun sosial media, kebanyakan gak mau ketinggalan trend smartphone terbaru tapi tetap aja gak bisa lepas dari para fakir quota. Biaya internetan di Indonesia mahal, cyn! Makin ke timur Indonesia, makin mahal pula harga paket datanya. Padahal hidup di era digital seperti sekarang ini sisi kehidupan kita gak bisa lepas dari internet. Jangankan pesan ojek, stalking kabar mantan bisa kok lewat twitter #eh.

Tapi masa iya sih kita hanya sebagai pengguna aja, banyak loh yang bisa dilakukan dengan teknologi digital termasuk menggerakkan roda perekonomian bangsa. Tsaah.. bahasa gue! Ini mengutip dari penjelasan pak Alexander Rusli, Presdir dan CEO Indosat Ooredo via live streaming dari KPPTI Jakarta. Pemerintah memang sudah mencanangkan untuk membangun 'Indonesia Digital' agar negara kita ini bisa menjadi negara dengan perekonomian berbasis digital alias digital economy. Pas banget kan jika pada akhirnya Indosat Ooredoo pun berkeinginan mewujudkan Indonesia Digital Nation.

"Kami ingin dunia digital lebih dari sekadar konektivitas. Dunia digital harus bersahabat, simple, dan mudah diakses agar semua pihak dapat melakukan banyak hal melalui dunia digital. Dengan digital dan teknologi, kami akan membantu kehidupan masyarakat Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup mereka."               ( Alexander Rusli - Presdir & CEO Indosat Ooredoo)

Dalam hidup perubahan memang tidak bisa dihindari. Perubahan harusnya bisa menjadi semangat baru dalam berkarya sekaligus inspirasi untuk memberi yang terbaik. Itu juga yang saya harapkan dari Indosat Ooreoo. Mengingat tahun ini usianya pun sudah 48 tahun, gak salah dong jika kita berharap ada sesuatu yang baru dan lebih untuk diberikan bagi Indonesia.


Sejatinya masyarakat Indonesia merindukan jaringan dan layanan telekomunikasi berbasis digital yang cepat dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan, ya kan? Tidak ada istilah makin ke timur tarif data makin mahal, misalnya. Seluruh masyarakat Indonesia dari barat sampai ke timur berhak untuk mendapatkan akses konektivitas dengan kualitas yang sama.

Makanyanya harapan saya gak muluk-muluk. Logo dan identitas baru ini mudah-mudahan bisa memberi semangat baru bagi Indosat Ooredo untuk mewujudkan kehidupan digital Indonesia yang lebih baik. Oiya, satu lagi : supaya saya gak perlu baper lagi.

Semoga! 


Blogging dan Konten Marketing

Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti pelatihan blogging di Makassar. Memang belakangan ngeblog menjadi suatu hal yang saya seriusi sampai-sampai rela pelatihan segala. Kenapa sih? Apa gak cukup nulis curhat aja di blog seperti biasa? Toh memang pada dasarnya blog itu kan ‘diari’ yang berubah bentuk ke media digital dan akhirnya disebut blog. Tapi ternyata media blog ini sekarang tidak bisa dianggap sebagai media curhat saja,loh.

Blog di era digital akhirnya menjadi satu media baru untuk ‘promosi’. Pada dasarnya seorang blogger biasanya berbagi informasi tentang hal-hal yang sesuai dengan minat dan keseharian mereka. Ketika tulisannya menarik pembaca dan banyak yang suka, akhirnya orang-orang marketing dan communication perusahaan pun jadi ikut mendekat. Disinilah konten dari sebuah blog, tidak melulu curhat tapi bisa menjadi 'curhat' jualan alias konten marketing.


Apa sih konten marketing itu? 

Konten marketing adalah program pemasaran yang berpusat pada menciptakan, menerbitkan, dan mendistribusikan konten untuk audiens yang menjadi target. Biasanya konten marketing ini ditemukan di media online dengan tujuan untuk menarik pelanggan baru. 

Ketika sebuah produk disosialisasikan kepada masyarakat dengan cara menggunakan publik figure yang mengucapkan barisan kalimat-kalimat promosi sudah menjadi hal yang sangat biasa dan cenderung bikin eneg pemirsa, banyak orang-orang yang lebih percaya pada review seseorang tentang suatu produk. 

Dengan berkembangnya teknologi di era digital, kita bisa mendapatkan informasi apa saja dan dimana saja dari internet melalui gadget. Bingung dikit, nanya Google. Mulai dari resep masakan, cara memperbaiki ini itu, tempat makan yang asik, gadget yang murah tapi menarik dan hal-hal lain yang bisa menjadi perbandingan atau gambaran tentang sesuatu yang ingin kita beli. Biasanya orang lebih percaya pada informasi dari orang lain yang sudah punya pengalaman dengan hal tersebut. 

Saya pernah menulis postingan tentang blogger content di blog ini sebelumnya. Intinya sih blogger sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi hanya sebagai orang yang suka nyampah curhat di internet. Blogger yang baik selain disayang Tuhan (kek Baim yah..) juga disayang para marketing communication dan agency juga loh.



Dengan sekali menghired blogger, mereka sudah mendapat tiga keuntungan : Live Tweeting, Blog Posting dan Social Media. Ketika sebuah konten marketing dipublished di blog, dari waktu ke waktu konten marketing tersebut bisa  menarik pembaca bahkan sampai bertahun-tahun. Pernah terdampar ke postingan yang ditulis tiga tahun lalu? Seperti itulah sebuah konten yang sudah dipublished ke blog, tidak akan lekang oleh waktu (meski cinta tidak selalu begitu. Eh ups!). 

Blogging dan Konten Marketing


Maka tidak heran jika penawaran menulis konten marketing semakin banyak beredar di kalangan blogger. Para blogger jadi senang, dong. Allhamdulilah yah.. Saya pun sudah  sering dapat job review beberapa kali. Hanya saja saya melihat ada hal yang bikin gregetan.

Sebagai blogger saya menilai memang ada yang berasa banget tulisan berbayarnya, tapi ada juga yang sampai habis bacanya saya masih bertanya,”Ini tulisan berbayar atau bukan ya?” Namun sebagai pembaca saya pun terpikir, kalau blog berubah menjadi media promosi dengan konten marketing seperti itu, bisakah saya tetap mempercayai para blogger itu menulis berdasarkan kenyataan dan bukan titipan sponsor belaka? 

Ah pikiran saya ini sungguh terlalu.. Maafkan saya yah, tidak bermaksud menuduh.

Blogging, dalam 10 tahun ke depan, akan menjadi pilar dari setiap bisnis dan merek individu.

Itu prediksi dari para pengamat media revolusi web 2.0 atau paling tidak begitulah yang saya sempat saya baca. Dalam beberapa tahun ke depan, semakin banyak (calon) konsumen yang lebih dekat pada teknologi web. Bisnis akan berputar dalam lingkaran digital media dan blogger tentu menjadi salah satu partner yang tidak terlewatkan. 

Jadi tidak heran jika banyak orang yang tiba-tiba pengen jadi blogger hanya karena melihat peluang untuk mendapat tawaran menulis konten marketing di blognya. Ini bisa hal bagus, akan ada persaingan (positif)  bagi para blogger untuk membuat konten yang baik. Sekarang pertanyaannya : 

Bagaimana seharusnya konten marketing yang baik dari sebuah blog post?

pic dari sini

Saya bukan blogger yang sangat sangat sangat jago sih dalam menulis sebuah konten marketing, tapi sebagai blogger yang juga suka membaca postingan blog blogger lain, menurut saya konten marketing yang baik dari sebuah blog post itu idealnya sih seperti ini : 

1.  Bermanfaat, Informatif dan Menghibur

Agak malesin juga ya baca postingan yang isinya tidak sesuai dengan informasi yang kita inginkan. Sudah gitu nulisnya kaku banget lagi, semacam memindahkan press release ke blog aja. Tulisan yang santai, menghibur tapi tetap memberi informasi sesuai dengan target pembaca itulah yang biasanya lebih tepat sasaran.

2.  Singkat, Menarik dan To The Point  

Ini nih biasanya kadang-kadang terlalu senang ngobrol, ketika nulis di blog akhirnya jadi panjang.. Yah mending meski panjang enak dibaca karena menarik, kalau enggak? Biasanya akan berakhir dengan klik tanda silan di ujung kanan layar. Gimana tulisan jualannya bisa tepat sasaran kalau gitu? 

3. Jujur dan Tidak Berlebihan 

Maunya sih bikin klien senang, makanya isi tulisan muji-muji melulu. Sebenarnya gak salah, asalkan tidak berlebihan juga. Sebuah blog dilirik pembaca pada awalnya kan karena user experienced yang ditampilkan dalam konten yang ditulis blogger. Jika memang dalam pengalaman blogger tersebut ada sesuatu yang tidak begitu baik, kenapa juga harus ditulis bagus?

Tapi bukan berarti juga jadi menjelek-jelekkan, mungkin komunikasi penulisannya lebih diperhalus dalam menunjukkan sisi yang kurang bagus. Sisipkan pula tautan atau link ke website resminya sebagai pembanding. Dengan begini sisi kredibilitas blogger dan  klien bisa terjaga, SEO tidak terlupakan dan pada akhirnya keputusan ada di tangan pembaca. 

4. No Picture, Hoax!

Sering banget gak sih berpendapat seperti itu? Dalam penulisan konten marketing di blog pada khususnya dan blogging pada umumnya, orang-orang lebih percaya jika ada bukti tidak hanya berupa tulisan tapi juga foto. Penelitian membuktikan bahwa 90 % dari informasi yang dikirim ke otak, visual diproses 600.000 kali lebih cepat dari teks.  Foto dan gambar berkualitas baik dan menarik bisa menjadi nilai lebih. Makanya postingan blog dengan tambahan beberapa foto mendapatkan 35 % lebih re-share di media social.

5. Nyaman Di Mata dan Di Gadget 

Apalah arti konten marketing yang menarik jika tidak dibarengi dengan tampilan yang nyaman di mata. Ini tentu ada hubungannya dengan pemilihan font dan body tulisan. Berhubung blog tanpa visual tampak sangat tidak kekinian, harusnya sih gambar yang ditampilkan tidak menyedot quota (maklum, pengguna internet di Indonesia rata-rata sangat hemat quota, yak an?) dan tentu saja tampilan blog pun harus responsive.  Rata-rata pengguna internet saat ini mengakses media online menggunakan tablet, smartphone meski tidak sedikit yang tetap memakai PC dan laptop. Dengan design  yang responsive sebuah blog dapat secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran layar dari perangkat yang digunakan oleh pengguna. 

Nah itu dia menurut saya 5 point dari sebuah konten marketing yang baik dalam sebuah blog post. Blogger tidak lagi sekedar blogger curhat tapi bisa menjadi Infopreuner yang merangkul semua informasi agar layak diketahui, menjual dan bermanfaat. 

Bagaimana menurutmu? Seperti biasa, silahkan share komen di bawah ini yah..