Blogger & Reportase di Media Social


Sebagai blogger yang semangatnya sedang menyala-nyala, setiap kali ada ajakan untuk pelatihan, kopdar apalagi ajakan job review *eh* saya pasti dengan rela menyediakan waktu. Tidak terkecuali di akhir pekan dimana biasanya hari ini adalah hari mager (malas gerak) bagi saya. Maklum kerja Senin-Jumat lumayan melelahkan pikiran dan perasaan loh. Leyeh leyeh sambil nonton drama Korea boleh dong, yes?

Di Sabtu pagi, 5 September 2015, sedikit berbeda. Jam setengah sembilan pagi saya sudah manasin mobil untuk siap meluncur ke gedung PWI di kawasan Pettarani. Ada Pelatihan Blogger & Menulis Reportase di Media Sosial  yang diadakan oleh salah satu komunitas blogger yang saya ikuti : Blogger Reporter Indonesia. Sempat kepikiran, kenapa harus di gedung PWI yah? Walaupun saat ini saya terdaftar bekerja di media pemerintahan yang hubungannya sangat dekat dengan PWI, saya secara pribadi hanya menginjak gedung PWI itu cuma untuk resepsi pernikahan saja. 

Saat registrasi pertanyaan saya terjawab dengan sendirinya. Ternyata pelatihan ini bukan hanya untuk blogger tapi juga wartawan. Ini menjadi unik bagi saya karena jarang, malah belum pernah blogger dan wartawan dipersatukan dalam satu pelatihan. Ibarat lagunya Marcel,”berita memang satu, kita yang tak sama…” Eaaa malah nyanyi!  

Ya pokoknya begitulah perbedaan style penulisan wartawan dan blogger, at least di mata saya. Eh tapi benarkah seperti itu? Ini yang perlu dicari tahu nih! 

Ketika pelatihan dibuka oleh Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, bapak Ismail Asnawin, beliau mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang reporter : Kualitas, Moralitas dan Integritas. Ini tidak hanya berlaku bagi para wartawan loh, tapi juga para blogger. Ya, saat ini blogger tidak melulu ‘curhat’ di blog tapi sudah ada yang menulis reportase sama seperti job para wartawan. Kalau kata mas Hazmi Srondol, founder BRID, wartawan dan blogger itu seperti putih dan kuning telur. Memang berbeda, tapi disatukan dalam cangkang telur. Tsaaah.. *lalu kemudian pengen bikin telur dadar* 
Pak Ismail Asnawin membuka Pelatihan Blogger & Reportase di Media Social 
Dulu waktu masih ditempatkan di bagian pemberitaan, saya cukup familiar dengan penulisan reportase jurnalis. Konsep 5W+1H, segitiga terbalik, kalimat efektif dan kata baku menjadi satu keharusan. Sebagai wartawan harus skeptis dan tidak berpihak. Gak boleh tuh ada opini pribadi nyasar masuk ke naskah berita. Semuanya harus bersumber pada data dan mengcover dua sisi, karena ini adalah jenis tulisan jurnalistik non-fiksi atau disebut juga  hard/straight news. Jadi begitu hal-hal ini diterangkan oleh mas Hazmi Srondol, sedikit banyak membuat saya terkenang naskah berita yang pernah dicorat-coret redaktur *hahahahaha*. 

Selain jenis tulisan non-fiksi terdapat pula jenis fiksi. Ciri-cirinya adalah mempunyai ide utama, alur, penokohan, latar dan sudut pandang penulisan. Contoh tulisan fiksi sudah pasti tahu kan yah? Saya pikir tidak ada yang tidak suka membaca tulisan fiksi bahkan orang yang paling serius sekalipun. Paling tidak di masa kecilnya pernah baca buku dongeng, sudah tahu bahwa membaca fiksi itu tidak menyenangkan dan tidak membuat kening berkerut.

Lalu blogger ada dimana? 

Ternyata  menurut mas Hazmi Srondol, dalam dunia blogging terdapat dua tipe blogger yaitu Blogger Adsense dan Blogger Content. Blogger Adsense lebih fokus bagaimana meraup iklan dari Google Adsense bagaimanapun caranya, sementara blogger content menomer satukan content atau isi tulisan. Nah, blogger content inilah yang berada di irisan antara jurnalistik non fiksi dan tulisan fiksi. 

Infografis Blogger

Asal tahu saja profesi blogger saat ini tidak bisa dianggap sebagai kerjaan iseng-iseng saja. Memang pada dasarnya seorang blogger hanya ingin berbagi informasi lalu lama-lama ketika tulisannya menjadi menarik pembaca, akhirnya pihak ‘sumber informasi’pun jadi ikut mendekat. Salah satunya adalah orang-orang marketing dan communication perusahaan besar.  Disinilah banyak blogger yang mendapatkan reward dari hasil ngeblognya. 

Menyinggung masalah reward, para wartawan (yang kebetulan sudah pada senior ini) langsung tertarik dong. Malah sempat ada yang bertanya,”Memang bisa dapat puluhan juta dari ngeblog? Siapa yang mau bayar blogger segitu banyak?” 

Siapa yah pak? Eng Ing Eng... 

Sebenarnya banyak blogger, termasuk saya, sedikit banyak sudah mulai sadar bahwa para pemasar saat ini mengerti cara marketing tradisional itu sudah tidak efektif lagi. Para marketing communication korporasi/brand ini kemudian beralih pada konsep digital content marketing.

Content marketing is any marketing that involves the creation and sharing of media and publishing content in order to acquire and retain customers. This information can be presented in a variety of formats, including news, video, white papers, e-books,infographics, case studies, how-to guides, question and answer articles, photos, etc.[Source Wikipedia]
Dan siapa yang bisa menulis content marketing tanpa terkesan hard-selling alias ngiklan banget? Yah blogger content,lah! Saat ini di pelbagai event sudah biasa jika dibuat dalam dua sesi. Sesi pertama untuk jumpa pers yang dihadiri wartawan media cetak dan elektronik dan sesi kedua untuk para blogger content.

Reportase Blogger

Dengan sekali tepuk, brand/korporasi sudah dapat 3 kali 'promosi'. Gimana blogger gak disayang para marcomm, coba?

Hanya saja  memang ada yang perlu disiapkan agar bisa menjadi blogger yang bisa dilirik. Gak perlu pake menyan, coba aja trik bocoran dari  Mas Hazmi Srondol berikut ini :
  1. Mempunyai Ide / Keyword
  2. Menulis dalam gaya story telling dengan plotting yang membawa pembaca. 
  3. Melakukan riset  
  4. Memasukkan unsur user Experienced dengan konsep 5W1+H 
  5. Menyesuaikan platform 
  6. SEO friendly, tahu kapan menempatkan keyword agar terindex di Google 
  7. Tidak menggunakan kalimat efektif agar tulisan tidak terlalu kaku. 

Pada sesi tanya jawab beberapa wartawan sangat antusias ingin tahu lebih banyak tentang blog dan bagaimana memulainya. Sebenarnya siapapun bisa jadi blogger, termasuk wartawan. Malah sebenarnya wartawan punya kelebihan tersendiri karena sudah tahu dasar jurnalistik. Memang perlu waktu untuk mengejar ketertinggalan dari blogger yang lain agar bisa tampil di halaman pertama google,  tapi bisa diusahakan dengan berbagai trik seperti :
  1. Pilih nama pena yang unik 
  2. Pilih platform yg diinginkan (blogspot,wordpress,kompasiana,blogdetik atau lainnya.)
  3. Tulis konten yang menarik. 
  4. Pahami SEO 

Nah sudah siap ngeblog? Pada sesi kedua Kang Arul dari BRID memberi motivasi dan tips biar ngeblog makin asik. Simak Tips & Trik Ngeblog Asik di postingan berikutnya yah!


Mari Belajar Bahasa Korea Bersama Daehan Minguk Manse

Annyeonghaseo, yorobun...
Di edisi ke-5 'Mari Belajar Bahasa Korea', kita akan belajar bersama Daehan, Minguk, Manse.
Eh?? Belajarnya kok sama anak umur tiga tahun sih? *kali ada yang protes*



Yah, walaupun mereka masih berusia tiga tahun tapi mereka ORANG KOREA dan ngomong koreanya masih lebih lancar daripada kita yang modalnya cuma nonton drama dan variety show ini. Hehehe...  Anak di usia tiga tahun kan juga sebenarnya lagi belajar bertutur dan menambah kosakata dari orang-orang sekitar mereka. Jadi gak ada salahnya kan jika kali ini kita belajar bahasa Korea bersama Daehan, Minguk, Manse!!!
Daehan, Minguk, Manse
Let's check it out! (untuk pengucapannya silahkan klik link di kalimat yang dibold yah!)

1. Saranghaeyo 사랑해요

Sebenarnya kata ini bisa dikategorikan 'common word' kata umum yang paling sering muncul di drama, film, lagu dan variety show. Dalam percakapan sehari-hari Saranghaeyo adalah bahasa Korea untuk mengungkapkan "Aku mencintaimu".

Dalam video ini Minguk mengatakan : 아빠, 사랑해요 - Appa, saranghaeyo - . Boleh dicoba nih diucapkan kepada orangtua tercinta.


Daehan, Minguk, Manse



2. Gwaenchanhayo (괜찮아요)

Kata yang berarti 'baik-baik saja' atau 'Oke' digunakan untuk mengungkapkan kalau kita itu 'baik..baik sajaaaa.....' eh malah nyanyi, tidak sakit atau kondisi / status kita tidaklah buruk. 

Jika kita ingin menanyakan keadaan seseorang karena merasa khawatir akan keadaannya, kata ini juga bisa dipakai hanya dengan mengubah tonenya saja. Contohnya seperti dialog Daehan dan Song Il Kook ini. 
Daehan Minguk Manse

3. Massiseoyo (맛있어요)

Kata ini digunakan untuk mengekspresikan makanan/minuman yang kita santap itu lezat dan dapat juga digunakan untuk menanyakan apalah makanan/minuman tersebut enak atau tidak. 

Ungkapan ini penting diketahui dan diucapkan apalagi jika makanan atau minuman tersebut dibuat sendiri oleh orang yang menanyakannya. 

4. Jalmeogeosseubnida ( 잘 먹겠습니다)

Ungkapan ini sangat sering digunakan di antara warga Korea ketika akan mulai makan. Biasanya jika seseorang ditraktir atau disediakan makanan, orang yang ditraktir/disediakan makanan itu akan mengatakan  잘 먹겠습니다 kepada orang yang mentraktir/menyediakan. 
Setelah selesai makan kita pun bisa menggunakan ekspresi ini untuk berterima kasih.
Contoh pengucapan saat Daehan,Minguk, Manse, makan bersama orangtua dan guru. 

Daehan Minguk Manse

5. Hajima (하지마) 

Berasal dari kata kerja Hada/하다 yang berarti melakukan' dan Jima /지마 partikel untuk pernyataan negative. Kata ini dipergunakan jika kita melarang seseorang melakukan sesuatu. 

Contoh di video ini Minguk meminta ayahnya,  Song Il Kook untuk TIDAK menyanyikan bagian yang disukainya. Minguk mengatakan : 아빠, 노래하지마 / appa, nolae hajima.

6. Silheo (싫어)

Kata ini adalah kata sifat yang bisa digunakan untuk mengekspresikan pendapat kita terhadap sesuatu yang tidak kita sukai atau tidak ingin dilakukan. Bentuk dasarnya adalah silheohada/싫어하다 dan bentuk formalnya adalah shilheoyo/ 싫어요.

Contohnya bisa disimak saat Song Il Kook appa mengajak Minguk bernyanyi bersama. Song Il Kook mengatakan : gajihaja Minguka/가지하자, 민국 dan dijawab Minguk dengan shilheoyo/ 싫어요.

Daehan Minguk Manse

Ok, segitu aja dulu yah. Minggu depan kita bahas yang lain lagi. Kalau ada yang pengen dibahas, boleh komen dibawah. 
Sampai ketemu di edisi berikutnya. 
Annyeong!! 

10 Alasan Samsung Galaxy Note 5 Pantas Menjadi Smartphone Pilihan

Gue mungkin adalah salah satu orang yang paling sering terkena‘bujuk rayu’ drama Korea, salah satunya dalam hal pilah pilih jodoh gadget. Liat Sung Joon pegang Samsung Galaxy S6 Edge, gue pengen (Sung Joonnya). Liat Song Il Kook pake Samsung Galaxy Note 4 pas doi groufie-an dengan anaknya : Daehan, Minguk, Manse, gue juga pengen (gadget sama bapak dan anak-anaknya. Maruk ya?). Saking ngefansnya dengan produk mobile Samsung, review Samsung Galaxy Note Edge dan Samsung Galaxy S6 gue tulis juga di blog ini. 
Namun pada kenyatannya gue adalah pengguna Samsung Galaxy Tab 4 dan Samsung Galaxy A5. Padahal dari hati yang terdalam sebenarnya naksir berat dengan Samsung Galaxy Note 5. Sebagai ‘tukang catat’nya big boss, blogger dan sekaligus lagi semangat-semangatnya jadi mahasiswa S2, gue pikir Samsung Galaxy Note 5 bisa jadi andalan gue berikutnya. Eh, gue? Kalian juga, kali...  

10 Alasan Samsung Galaxy Note 5 Pantas Menjadi Smartphone Pilihan

Samsung adalah salah satu produsen ponsel yang kerap berinovasi dengan beragam tipe. Gue masih ingat ketika Samsung Galaxy Note pertama kali diluncurkan pada akhir 2011. Waktu itu Samsung Galaxy Note dilirilis dengan ukuran 5,3 inchi yang lebih besar dibanding smartphone yang saat itu rata-rata berukuran 4 inch . Karenanya Samsung Galaxy Note dimasukkan dalam kategori Phablet- Phone Tablet. 

Keunikan lain yang membuatnya berbeda yaitu Samsung Galaxy Note adalah smartphone pertama dengan fitur stylus yang disebut S-Pen. Saat itu mana ada smartphone yang memungkinkan penggunanya untuk menulis di atas layar selayaknya menulis di atas kertas. 

Sementara pada saat itu kesiapan pasar untuk phablet masih dipertanyakan, Samsung sudah maju duluan dengan Samsung Galaxy Note series. Walaupun sempat dianggap gila, tapi langkah Samsung ini terbukti sukses besar. 



Kami memiliki filosofi sederhana. Kami melayani Anda, dengan mendengarkan Anda. Kami percaya Anda. Dan kami ingin mendapatkan kepercayaan Anda dengan cara kuno, dengan menawarkan produk yang lebih baik dan dengan menawarkan  produk-produk baru pertama kali.
JK Shin, CEO and President of IT & Mobile Division, Samsung Electronics

Tepok tangan deh buat Sajangnim. Emang bener juga ya kata orang bijak, salah satu kunci kesuksesan adalah dengan cara mendengarkan orang lain. Dari mendengarkan kita akhirnya bisa memahami orang tersebut. 

Samsung pun begitu. Mereka memahami bahwa pelanggan menginginkan sebuah perangkat yang membantu mereka menyelesaikan sesuatu, dan juga menawarkan view yang lebih besar. terutama pada pengguna bisnis dan pekerja kantoran yang memerlukan perangkat produktivitas mobile yang kuat untuk mendukung kinerja mereka.

Memang pada Samsung Galaxy Note series ditujukan terutama untuk kategori pengguna smartphone yang disebut: "Power User" . Biasanya ‘Power User’ ini merujuk pada orang-orang kantoran, sering bepergian dan harus menggunakan smartphone mereka sepanjang waktu untuk pekerjaan. 

Tapi bukan berarti diluar kategori itu gak bisa pake Samsung Galaxy Note series loh.. Bagi orang-orang yang tidak bisa lebih dari setengah jam tidak menggunakan smartphone untuk melakukan sekedar panggilan, membaca atau mengirim pesan dan kadang-kadang main game, streaming musik, selfie atau posting media sosial, Samsung Galaxy Note juga pas banget kok!

1000 orang menghadiri Samsung Galaxy Unpacked 2015 di New York
Kini setelah melewati serangkaian perkembangan dari masa ke masa, Samsung Galaxy Note 5 telah resmi diperkenalkan dalam event Samsung Galaxy Unpacked 2015 di New York pada Kamis, 13 Agustus 2015 lalu. Begitu Samsung Galaxy Note 5 diperlihatkan, ukuran  5.3 inchi yang dulu sempat dianggap kegedean di tahun 2011 menjadi hanya ukuran sebuah smartphone biasa saja. Bigger is Better. 


Berhubung ‘cinta terpendam’ gue dengan Samsung Galaxy Note series yang belum berbalas sampai sekarang, gue jadi penasaran.Apa sebenarnya kelebihan dari Samsung Galaxy Note 5? Ini dia 10 alasan Samsung Galaxy Note 5 pantas menjadi smartphone pilihan : 

1. Screen and Design


Ada banyak smartphone dengan layar besar. Tapi hanya ada satu yang benar-benar menggunakan layar untuk digunakan secara tepat. Samsung Galaxy Note 5 berukuran 5.7 inch dengan layar Super AMOLED HD Quad (2560x1440) dan 518 ppi dapat mereproduksi gambar lebih jelas dan lebih hidup dengan kontras yang lebih dalam, sudut pandang yang lebih baik dan waktu respon lebih cepat dibandingkan dengan pendahulunya. 


Aktivitas gue sebagai sekretaris yang kerap membuat catatan, mengirim dan membaca dokumen akan sangat terbantu dengan layar yang lebih besar. Sebagai blogger yang perlu foto untuk dokumentasi layar yang lebih besar tentu saja memberi  gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dipotret. Hobi gue merekam dan mengedit pun  video lebih mudah dengan layar yang lebih besar karena gue lebih gampang men-drag, meng-cut dan menyatukan gambar.  Sebagai mahasiswa yang harus rajin membaca literatur kuliah, layar yang lebih besar penting banget untuk membaca e-book. Singkat kata: Bigger is Better.

Secara design, Samsung juga telah mengurangi bezels di keempat sisi Samsung Galaxy Note 5 sehingga layar terlihat lebih besar. Bagian belakang terbuat dari kaca dengan rim logam di sisi kiri dan kanan, yang juga membuat lebih mudah untuk dipegang.

2.  Smart Multitasking


Dengan  layar yang besar dan platform Android Lollipop 5.1, Samsung Galaxy Note 5 ini memang sangat multitasking.  Membaca email pada setengah layar dan menonton drama Korea di sisi lain, misalnya (gue banget ini sih!).


Menariknya adalah ternyata tersedia fitur gambar ke gambar yang dapat kita pindahkan ke posisi yang diinginkan. Kita juga dapat mengubah ukuran setiap jendela yang terbuka sesuai dengan keinginan.
Ini menurut gue penting banget, just in case boss gue tiba-tiba melongok dari belakang. Jendela YouTube harus segera digeser supaya gak ketahuan lagi mantengin Daehan, Minguk, Manse.
3. Processor & Software
Sebenarnya untuk membuka banyak aplikasi dan melakukan multitasking di Samsung Galaxy Note 5 ini tidak masalah. Karena dibalik bodynya yang keren terdapat prosesor Octa-core 64-bit Quad 2.1GHz + Quad 1.5GHz dengan didukung  4 gigabyte memori sistem (RAM) dan 32GB/64GB memori internal. Meskipun tidak diupgrade dengan kartu microSD, seperti dengan model sebelumnya, tapi lumayan banget kan.. daripada lu manyun.
4. S Pen
Samsung terus berinovasi dalam mengembangkan fitur S Pen pada Samsung Galaxy Note 5 ini. Fitur Air Command baru pun ditingkatkan dan S Pen dibuat lebih sensitif agar lebih memudahkan pengguna dalam berkreasi atau mengedit hingga terasa seperti menggunakan mouse pada perangkat komputer.


Sekarang S-Pen pada Samsung Galaxy Note 5 memang dibuat makin canggih. Bisa nyatat bahkan ketika layar gak nyala. Keren ya? Dengan bantuan S-Pen juga lebih mudah untuk mengambil gambar atau teks dan drag ke aplikasi lain. Ini fitur yang menurut gue penting banget, apalagi untuk gue yang mengurusi presentasi dan dokumen-dokumen penting big boss.

Pernah kejadian gue sementara makan siang di mall, sementara big boss yang lagi rapat di Jakarta tiba-tiba minta presentasi pentingnya ditinjau ulang. Duh! Kebayang betapa mudahnya pekerjaan gue dengan Samsung Galaxy Note 5 ini.


Dengan bantuan  S Pen, gue bisa menambahkan keterangan langsung pada PDF atau PowerPoint lalu mengirimkannya langsung kembali. S Pen ini juga bagus untuk mencatat, membuat sketsa ide atau tanda tangan. Bantu banget kerjaan di kantor dan urusan perkuliahan gue sebagai mahasiswa lah!

5.  Refined Camera

Hari gini pilih smartphone pasti yang ditanyain pertama adalah : “Kameranya berapa pixel?” Fitur kamera memang menjadi salah satu kebutuhan para pengguna smartphone seperti gue. Selain ngantor, gue kan juga blogger dan mahasiswa bo’. Untuk melengkapi dokumentasi postingan atau paper gue kan gak enak kalau kualitas gambarnya gak bagus. Untuk kerjaan kantor juga penting banget apalagi kalo gue pengen ngescan dokumen disaat gak ada scanner di sekitar gue. Untuk urusan pribadi pun memiliki smartphone dengan kamera berkualitas tinggi pun juga penting (yang suka selfie dan foto-foto makanan mana suaranyaaaa?????).


Untuk segala kebutuhan gue itu Samsung Galaxy Note 5 menjawabnya dengan ‘Refined Camera’.

6.  Battery

Tidak ada yang lebih ngeselin dibanding saat lagi hectic banget dengan kerjaan atau pengen eksis di social media trus baterai ngedrop atau cepat lowbat.

Bayangkan pergi nonton konser trus sampai di venue baru nyadar isi baterai tinggal 20%. Mana sinyal di sekitar venue ngos-ngosan, gak bawa power bank, colokan pake ngantri pula. Ah lengkap lah penderitaan gak bisa eksisnya.

Dengan segala aplikasi dan fitur yang ada pada Samsung Galaxy Note 5, Samsung menyiapkan baterai berkapasitas 3000mAH untuk mendukung performa smartphone keren ini. Tidak hanya kapasitas baterai yang besar, waktu pengisian pun bisa lebih cepat. Dari kondisi kosong hingga terisi penuh 100% hanya perlu 120 menit saja. Pengisian baterai pun bisa dilakukan tidak hanya menggunakan cara konvensional dengan memakai kabel tapi bisa menggunakan wireless charger juga loh. Ihh keren yak...


Bye bye mati gaya karena lowbat!! Eksis jalan terus..

7. Video Live Broadcast

When it comes to content, video is king, kata pakar media sih gitu. Saat ini lebih banyak orang yang lebih tertarik pada video ketimbang tulisan semata (hey bloggers, be ready!). Dan ketika bicara tentang video, tidak ada yang lebih ngehits dibanding video yang menjadi viral di YouTube.


Nah, Samsung yang selalu memberi inovasi terbaru pada setiap produknya menghadirkan fitur terbaru pada Samsung Galaxy Note 5: Video Live Broadcast. Ini adalah fitur hasil kerjasama dengan YouTube yang memungkinkan pengguna Samsung Galaxy Note 5 merekam video dan menyiarkannya secara langsung melalui channel YouTubenya.
Hey mana tahu bisa jadi the next YouTube top star gara-gara Samsung Galaxy Note 5, kan?

8.  Sidesync (PC-Phone Connection)

Lagi sibuk-sibuknya kerja tapi notifikasi smartphone bunyi melulu entah dari pesan, telpon atau social media *uhuk*. Gak mau kerjaan terganggu tapi informasi tetap jalan terus? Samsung Galaxy Note 5 jawabannya.

Jadi si smartphone yang gak cuma stylish tapi cerdas ini menyediakan fitur Sidesync Pc-Phone Connection. Fitur ini memungkinkan catatan-catatan yang ada pada Samsung Galaxy Note 5 kita bisa tersimpan pula di laptop atau PC.

Selain itu jika PC dan Samsung Galaxy Note 5 terhubung dengan SideSync, memeriksa jadwal meeting, menerima panggilan telepon atau membalas pesan elalui jendela pop-up. Lebih simple kan?

9. Samsung Pay

Simple, safe, open, and fun to use.
Injong Rhee, EVP of Samsung Electronics, Global Head of Samsung Pay

Samsung Pay adalah layanan pembayaran secara mobile yang sederhana dengan proses yang aman dan dapat digunakan hampir di mana saja. Tujuannya tentu agar konsumen bisa lebih familiar melakukan transaksi keuangan tanpa dompet.

10. Entertaining

Selain membantu pekerjaan, Samsung Galaxy Note 5 ini sebenarnya punya sisi hiburan juga loh. Setiap kali butuh semangat atau inspirasi, lagu-lagu terbaik siap untuk didengarkan melalui wireless headphone. Selain gak ganggu orang sekitar, gak ribet sama kabel, sebenarnya yang paling penting kualitas suaranya menjanjikan. 

Kurang kerjaan pengen selfie? Boleh. Tapi kalo bosan dengan foto selfie biasa, boleh bikin steady video biar kekinian dikit kek artis-artis K-pop di Instagram. Mau lebih seru lagi, satukan kumpulan video atau foto berseri menjadi sebuah film 'dokumenter' sederhana. Tinggal rekam dan satukan. Jadi deh! 


Tuh kan.. gimana gak jatuh cinta dengan Samsung Galaxy Note 5 ini. Gak cuma cocok buat mbak-mbak kantoran, blogger, bahkan mahasiswa pun sah-sah aja kalau mau pake. Buat kerjaan bisa, buat hiburan juga bisa. 

Gue sudah membeberkan 10 alasan Samsung Galaxy Note 5 pantas menjadi smartphone pilihan. Sebenarnya masih banyak hal-hal menarik lain tentang smartphone keren ini. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi GalaxyLaunchPack dan subscribe untuk mendapatkan informasi paling update tentang Samsung Galaxy Note 5, smartphone pilihan kita.


Mari Belajar Bahasa Korea Chapter 4 : Ya dan Tidak

Annyeonghaseo..
Ada yang bilang bahasa Korea itu susah, tapi ada juga yang bilang bahasa Korea itu gak lebih susah dibanding bahasa Jepang. Apapun, saya ucapkan terima kasih karena sudah nungguin edisi #RabuHanguk di blog ini walaupun bahasa Korea yang saya bisa baru seadanya. Susah atau gampang gak masalah, kita kan bisa sama-sama belajar. 

Di edisi ke-4, kita akan mencari tahu bagaimana mengatakan ya dan tidak dalam bahasa Korea. Kalau yang ini sepertinya sudah biasa kita dengar di drama-drama. Tapi mungkin ada yang belum jelas, jadi saya lengkapi dengan huruf Hangeul-nya. Kalau mau tahu lebih banyak tentang huruf Hangeul bisa dicek di chapter sebelumnya yah..

Ok, yuk kita mulai!

Bahasa Korea Ya dan Tidak

Ya dan Tidak Bahasa Korea

Ya dan Tidak Bahasa Korea

Ya dan Tidak  Bahasa Korea

Ya dan Tidak Bahasa Korea

Gimana? Cukup mudah kan?

Oiya, sebagai catatan tambahan kata 'Ne' juga bisa dipakai saat kita ingin memastikan apa yang diucapkan oleh orang lain pada kita. Semacam "Benar kah?" atau "Maksudnya?". 

Ok, mudah-mudahan berguna. Kalau ada yang perlu ditanyakan (halah!) atau ada kata/kalimat tertentu yang bikin penasaran, boleh loh nitip di kolom komentar. Kali-kali aja saya bisa jawab. Kalaupun enggak, siapa tahu abang Song Joong Ki bisa bantu jawab, Hehehe... 

Decent Of The Sun


Mari Belajar Bahasa Korea : Mengenal Huruf Hangeul

안녕하새요, 여러분 
Annyeonghaseo, yorobun.. Hai semuanya.. !! Kemarin-kemarin saya niatnya cuma mau berbagi frase-frase dalam bahasa Korea saja. Asumsi saya semuanya sudah pada tahu baca huruf hangeul atau at least cuma tertarik pengucapannya saja. Ternyata ada beberapa yang tertarik beneran belajar bahasa Korea sampai ke huruf-hurufnya.

Ok, fine! *lalu minjem buku belajar bahasa Koreanya Nickhun*

Huruf Hangul

Dalam edisi Mari Belajar Bahasa Korea 제 3 장 (baca : je se jang ) atau chapter ke-3, kita akan kenalan dengan huruf hangeul yang tampaknya lucu tapi lumayan bikin cape deeeh buat infografisnya (hahahahaha **ok, saya curhat!). 의 학습하자 (ui hangseub haja), Yuk, kita belajar! 


Mudah-mudahan berguna yah.
Sampai ketemu minggu depan!
Annyeong... 

5 Tips Video Editing untuk Pemula

Beberapa waktu lalu saya sudah share Video Editing Software untuk Pemula. Alhamdulillah sudah ada yang menemukan 'jodoh' softwarenya. Nah, sekarang pertanyaan berikutnya : "Habis itu ngapain?" 

Ya mulai mengedit lah! Masa cuma dianggurin, hihihii.. 

Saat ini semakin mudah untuk merekam satu moment melalui media video. Kita bisa merekam moment tersebut melalui video recorder bahkan melalui handphone. Tapi bukan berarti hanya karena kita semua punya kamera video maka kita bisa merekam acara sekeren tayangan-tayangan di televisi.  

Ada proses editing yang harus dikerjakan dan itu tidak mudah loh. Bagi para video editor, video yang masih 'mentah' hasil rekaman pada kameramen ini harus disulap supaya terlihat bagus dan menghibur

Nah bagaimana dengan kita yang masih pemula ini? 


Tips Video Editing Untuk Pemula
pic cr: techapp
Sebenarnya tidak terlalu berbeda.  Dibawah ini ada beberapa tips yang mudah-mudahan bisa membantu: 

1. Buang yang Tidak Perlu

Dari pengalaman waktu masih jadi newbie editor di kantor, pesan dari semua PD hampir sama : Buang yang tidak perlu. Pilihlah scene-scene yang terbagus dari semua video mentah yang kita punya. Buang gambar yang shaky atau goyang dan tidak bisa diedit lagi walaupun dengan effect.

Terkadang video editor mengalami dilema memilih diantara scene-scene terbaik. Dalam pengeditan profesional, editor bekerja sama dengan seorang PD yang akan menentukan. Tapi jika bekerja sendiri, you are the editor and the PD. So stick with the story board.

Oh wait? Did I tell you about story boad? Story board ini semacam skenario yang mempermudah pekerjaan editor untuk satu adegan ke adegan yang lain. Ibarat kerangka karangan dalam menulis, pembuatan video juga membutuhkan story board supaya gak ngalor ngidul dan sesuai durasi yang ditetapkan.

2. Gunakan Effect Seperlunya

Pengeditan video sebenarnya hampir sama dengan pengeditan naskah. Gambar yang biasa saja juga perlu dipoles agar orang tertarik dan betah menontonnya. Disini kita memerlukan effect agar video terlihat menarik. 




Dalam aplikasi yang kita gunakan, video effect tersebut sudah disertakan. Tapi kesalahan para video editor rookie adalah terkadang mereka menggunakan semua efek video disediakan supaya keliatan keren. Padahal sih malah jadi norak karena tidak tepat penggunaannya.  

Untuk langkah awal pakai satu atau dua transisi saja dan jangan menggunakannya setiap detik.  Eneg juga kita yang nonton kalau semuanya pake effect transisi. Tambahkan satu atau dua filter yang baik, agar ada tampilan di layar terlihat berbeda, Misalnya menggunakan filter hitam & putih atau sepia., untuk kesan 'classic'. Jika mengedit video musik, gunakan beberapa filter tetapi sesuaikan dengan irama musik. Supaya gambar tidak monoton, boleh loh mempercepat atau memperlambat gambar dengan menggunakan speed effect. Tentunya disesuaikan juga yah dengan musik latar yang digunakan.

3. Musik Latar Sebagai Pemanis


Dalam editing penggunaan musik latar sangat membantu tampilan sebagian besar program menjadi menarik (kecuali untuk program hard news, news flash atau breaking news). Pilihlah musik latar yang kira-kira sesuai dengan topik video.


Misalnya untuk video tutorial, pilihlah musik yang mid-beat atau upbeat. Jika menggunakan lagu dengan lirik atau vokal jaga agar suara penyanyi tidak berbenturan dengan suara orang yang berbicara di video. Gunakan vokal untuk bagian video di mana tidak ada dialog. Jangan lupa untuk menyesuaikan pergantian shots dan speed dengan beat musik latar yang dipergunakan.

Tips : Gunakan music dari Youtube Audio Library pada tab Youtube Creator Studio untuk menghindari pelanggaran hak cipta.

4. Normalisasikan Audio


Selalu pastikan untuk  menormalkan audio saat mengedit. Ini artinya semua tingkat suara tidak boleh melewati puncak di audio meteran bar. Bar ini adalah daerah software editing video yang bergerak naik dan turun ketika video diputar. Contoh jika memakai Adobe Premiere, audio bar akan berwarna hijau untuk level audio normal dan kuning menuju merah jika terlalu keras. Penonton tentunya tidak mau audio yang terlalu rendah atau terlalu keras, jadi tolong diperhatikan yah.

5. Sabar dan Jangan Gampang Menyerah

Untuk hasil yang bagus tentu butuh proses, setuju? Memang ngedit tuh gak bisa cepat dan buru-buru (kecuali kalau cuma cut to cut doang buat Breaking News sih, harus cepat kalo gak disentil PD). Video 3 menit yang biasanya kita tonton di televisi atau di YouTube itu proses pembuatannya bukan 3 menit juga loh, saya yakin. Salah satu teman editor saya yang jago aja, ngedit paket acara 30 menit butuh seharian, itu juga pasti dibongkar lagi ama PDnya (huahahaha.. nasib editor). Kadang editornya sendiri yang gak puas, hasil editannya dibongkar lagi untuk diedit ulang. 

Memang sih sekarang banyak aplikasi gratisan di smartphone atau video editor apps online yang bisa 'ngeditin' video kita. Tapi yah gitu, ada watermarknya dan kalau saya pribadi sih gak puas banget.  Ini salah satu video yang saya edit menggunakan aplikasi di smartphone.





No Pain No Gain, ya gak? Kalau mau hasil bagus ya usaha dong! Jadi saran saya sih, practise makes perfect and by this i mean, jangan gampang menyerah. Kalau gak tahu, Googling atau join forum editing.  Forum yang besar mempunyai ratusan member yang tahu pro dan kontra dari aplikasi yang kita gunakan dan masalah yang kita alami. Tenang aja, kita tidak sendiri, bahkan video editor jago pun gak segan-segan belajar dari yang newbie. 

So, selamat mengedit ya. Have fun!

Mari Belajar Bahasa Korea [Part 2]

Annyeonghaseo.. 

Menyambung niat bahwa setiap hari Rabu adalah waktu belajar bahasa Korea bareng, kali ini saya akan berbagi beberapa kata yang berhubungan dengan Mari Belajar Bahasa Korea Part 1 : 안녕하세요 [an-nyeong ha-se-yo]. 


Ada perjumpaan, ada pula perpisahan, ya kan? Nah, dalam bahasa Korea untuk mengucapkan 'Selamat tinggal' bisa menggunakan kata-kata berikut : 




Semoga berguna. 다음주에 보자, sampai ketemu minggu depan.
안녕히 계세요, annyeonghi gyeseyo.