Rammang-Rammang, Nirwana yang Tersembunyi

Traveling Rammang-Rammang

Menyebut objek wisata Sulawesi Selatan kebanyakan orang akan teringat Tana Toraja, Makassar atau Tanjung Bira. Padahal Sulawesi Selatan, provinsi dengan berjuta potensi pariwisata ini ternyata menyimpan satu objek wisata menarik yang tidak banyak diketahui orang.

Salah satunya adalah Rammang-Rammang. Tak banyak yang tahu tentang tempat ini. Namanya nyaris tak terdengar karena tenggelam oleh objek wisata alam lain yang berlokasi tak jauh dari Makassar seperti Bantimurung. 

Rammang-Rammang

Rammang-Rammang sendiri sebenarnya adalah deretan batu karst yang membentang sepanjang 45000 hektare di Gugusan Pegunungan Kapur (karst) Maros-Pangkep. Dalam catatan UNESCO, Rammang-Rammang adalah pegunungan karst terbesar kedua, terluas, terpanjang, dan terindah di dunia. Selain itu UNESCO menetapkan Rammang-Rammang sebagai kawasan cagar alam yang memiliki keragaman hayati yang unik dan sisa peninggalan manusia purba di beberapa dinding gua.

How To Rammang Rammang 

Sebenarnya tidak sulit untuk mencapai Rammang-Rammang. Lokasinya berada di Desa Salenrang Dusun Rammang-rammang, Kabupaten Maros. Jarak untuk sampai ke sana sekitar 32 kilometer dari pusat Kota Makassar, dengan lama perjalanan sekitar 60 sampai 90 menit. 

Bagaimana Ke Rammang-Rammang


Ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk menikmati keindahan Rammang- Rammang. Pengungjung bisa memilih jalur darat atau jalur sungai. Dari dermaga Rammang-Rammang kita bisa menyusuri sungai Pute dengan menumpang perahu  yang disebut sebagai Jolloro’ oleh masyarakat setempat.

Dengan membayar tarif sekitar Rp150 sampai Rp200 ribu pulang pergi untuk sebuah Jolloro berpenumpang 10 orang, penumpang akan diajak menyusuri batu karst dengan suasana sungai yang tenang dan berhias Mangrove, pohon Nipa dan pohon Bakau.

Sungai Pute
Sungai Pute, Rammang-Rammang 

Rammang-Rammang, Nirwana Yang Tersembunyi

Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari dermaga Rammang-Rammang, dusun Kampung Berua ada di depan mata. Di kampung kecil ini  terdapat  sawah luas dengan latar  belakang pegunungan karst selayaknya lukisan. Bayangkan betapa indahnya pemandangan ini dilihat di malam hari. 
Rammang-Rammang
Hutan Batu, Dusun Kampung Berua
Tidak salah jika pemerintah provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata menggelar event Festival Full Moon dengan tema ‘Hidden Paradise’ di tanggal 4-5 Agustus 2015 lalu. Event ini sedianya untuk lebih memperkenalkan Rammang-Rammang di mata dunia, mengingat potensi pariwisata di tempat ini sangat luar biasa. 

Selain pemandangan deretan pegunungan karst yang disebut sebagai Hutan Batu, Rammang-Rammang mempunyai sejumlah objek wisata alam lain. Sebut saja Telaga Bidadari, Goa Bulu Barakka, Goa Telapak Tangan, dan Goa Pasaung. 

Take Only Memories, Leave Only FootPrints

Beberapa waktu lalu sebuah event yang diberi tajuk Festival Full Moon digelar oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan untuk mengekspose keindahan Rammang-Rammang. Event ini sempat ternoda dengan kecerobohan dan ketidakpedulian dari peserta acara. Sampah berupa sisa makanan, tissue, gelas air minum bergelimpangan di beberapa tempat. Padahal panitia sudah menyiapkan kantong pembuangan di beberapa titik. Saya yang membacanya lewat social media menjadi sangat malu event berskala besar untuk memperkenalkan Rammang-Rammang  tercoreng seperti ini. 

Menurut beberapa traveler, objek wisata yang tidak terekspos media sebenarnya lebih indah untuk dinikmati.Karena jika sudah banyak yang tahu, terkadang tingkah pengunjung yang tidak peduli lingkungan akhirnya membuat sebuah objek wisata kehilangan daya tariknya. 

Haruskah Rammang-Rammang tetap menjadi nirwana yang tersembunyi agar keindahannya bisa tetap abadi? Ataukah kita sebagai pengunjung harus siap berbenah diri menjaga lingkungan disaat menikmati pemandangan yang alami?

Traveling Quote

Jawabannya ada pada kita sendiri. Bukan pada pilar-pilar batu karst yang menjulang di antara kebun dan sawah-sawah dengan padi emas menguning. Karena Rammang-Rammang adalah nirwana yang tersembunyi yang tak pantas untuk dikotori. Datanglah berkunjung namun jangan tinggalkan apapun selain jejak kaki.

1001 Cerita Nebeng Mobil Grand Livina

Iyah.. jadi ceritanya, dulu waktu belum berani nyetir sendiri saya tuh suka nebeng ama teman-teman. Alhamdulillah teman-temanku tuh baik hati banget sering antar jemput kalau pengen hang out bareng. Tapi lama-lama nebeng gak enak juga kan.. Lagian dari dulu emang pengen nyetir sendiri. Sudah punya SIM, sudah kursus nyetir, sudah ngumpet-ngumpet bawa sendiri tapi yah gitu deh,. Belum direstui nyetir secara resmi. Hiks.

Suatu hari seorang teman baik yang sudah duluan nyetir sendiri kemana-mana mengajak saya makan siang. Saat pulang dia bertanya mengapa saya belum nyetir juga padahal punya mobil dan memiliki SIM. Curhat dong jadinya.. Eh tidak disangka dia malah menawarkan saya untuk mencoba mobil Grand Livina barunya. 

Waduhh!! Saya senang sekaligus deg-degan. Biar bagaimanapun beraninya, saya takut mobil teman lecet. Masih baru gitu loh.. Lagipula waktu kursus mobil yang saya kendarai bukan Grand Livina. Mobil di rumah pun merknya berbeda. Saya khawatir akan sulit mengendarainya. Duh.. take it or leave it?

Pengalaman nebeng akhirnya jadi nyetir sendiri ini lalu teringat kembali pas baca ada lomba 1001 Cerita Keluarga Livina berhadiah mobil Nissan Grand Livina. Sebenarnya sudah lama banget tahu lomba ini tapi waktu itu saya pikir cuma untuk yang punya Grand Livina doang. Eh ternyata, yang pernah punya pengalaman sebelumnya berkendara dengan Nissan Grand Livina boleh ikutan juga.

Klik Gambar Untuk Daftar
Ya ampun kebetulan banget sik! Mana cara ikutan gampang banget. Kunjungi website 1001 Cerita Keluarga Livina, klik 'Daftar Di Sini', lalu submit video/tulisan testimoni singkat. Pada form pendaftaran, di kolom “Tipe Mobil” silahkan isi dengan “Others” saja jika tidak memiliki Nissan Grand Livina saat ini. Syarat dan ketentuan lomba bisa dibaca di SINI.



Hadiahnya keren banget pula!  
  • 1 Mobil Nissan Grand Livina 
  • Uang Belanja Setahun (12 bulan x IDR 1 juta) untuk 3 Video Testimoni Favorit 
  • Voucher Belanja IDR 1 juta untuk 5 Foto Testimoni Favorit
Duhhh pengen... 

Jadilah saya cuzz ke website 1001 Cerita Keluarga Livina dan ikutan submit cerita/testimoni singkat dalam bentuk tulisan seperti ini :


Simple banget kan?

Nah kalau ada yang pengen ikutan lomba ini juga, boleh banget loh. Mumpung masih ada kesempatan sampai tanggal 15 September 2015. Gak punya Grand Livina apalagi yang sudah jelas-jelas pake Grand Livina, cuz daftar!

Link Pendaftaran : 1001 Cerita Keluarga Livina


Grand Livina


Jangan lupa berdoa yang banyak. Siapa tahu rejeki kan bisa menangin Nissan Grand Livina atau voucher belanja jutaan rupiah. Kalau menang, boleh dong ikutan nebeng Grand Livina lagi #eh. 

Yuk Ikutan!! 

Video Editing Software Untuk Pemula



Saya suka ngedit video dan pernah jadi editor video di salah satu tipi. Selain ngedit untuk kerjaan, saya sebenarnya lebih suka ngedit  MV fanmade. Itu loh.. music video dengan ide sendiri yang footagenya (potongan gambar) diambil dari drama/iklan atau fancam. Kalau iseng dan suka banget sama satu OST K-drama saya bisa bela-belain ngedit MV fanmade lengkao dengan lirik bahasa Inggris dan original sound dari drama.

Meskipun sekarang sudah di take down dengan sukarela karena dapat surat cinta dari Youtube dua kali, tapi akan tetap menjadi kenangan, cuy!




Boleh loh subscribe Youtube channel Vita Masli #uhuk #promote #subscribermasih2K

Memang sih bikin MV fanmade  itu gak ada bayaran sama sekali dan footagenya gak sekinclong hasil capture kamera, tapi puasnya melebihi editan video tayang di TV nasional *halah*. Ya kan ide kita sendiri, footage milih sendiri sesuai imajinasi kita terhadap sebuah lagu.

Beberapa orang mungkin kepikiran untuk membuat home video atau video tutorial, hanya saja terbentur pada kekurangtahuan software yang bisa dipergunakan agar hasil video keliatan ciamik *halah*. Sebenarnya ada banyak video editor mulai dari yang gratis sampai berbayar untuk PC/laptop maupun smartphone yang bisa dipakai. Sebagai langkah awal, saya rekomendasikan 3 Video Editing Software Untuk Pemula dibawah ini: 

1 . Windows Movie Maker 2012, bukanlah aplikasi paling keren di jagad video editing tapi paling tidak mudah digunakan dan hasilnya juga lumayan daripada lu manyun. Design antarmukanya lebih banyak di drag and drop (tarik dan jatuhkan, haduh ini bahasa Indonesia enaknya apa yah..). Artinya pengguna tinggal menarik klip video dari folder komputer dan menempatkan klip tersebut langsung ke timeline Windows Movie Maker.

Software ini juga mempunyai beberapa efek yang mudah digunakan. Memang untuk yang pengen efek ala-ala tayangan di tipi gak akan menemukannya di Windows Movie Maker. Tapi kalau baru pertama kali coba-coba ngedit, software ini pas banget buat newbie. 



Apakah Windows Movie Maker bisa menambahkan audio? Bisa.. saya pertama kali membuat MV fanmade memakai Windows Movie Maker dan diupload di Youtube. Hasilnya? Setelah 400rb views, video saya diblock Youtube dan saya dapat warning. Hihihi.. nasib! 

2 . Videopad Video Editor,  sebuah software yang mempunyai basic standar pengeditan video dengan beberapa tambahan fitur seperti efek layar hijau chromakey dan panjang transisi dapat disesuaikan. Videopad juga menyediakan fitur reverse klip video, mempercepat atau memperlambat mereka, mengurangi kamera goyang, menambahkan foto stills dalam video dan menyesuaikan warna. Pengguna dapat mengedit video 3D dan mengkonversi film 2D ke 3D. VideoPad juga mendukung editing video qualitas HD. 

VideoPad bisa digunakan di Windows 8.1, XP, Vista, 7, 8 and 10 ( 64bit/32bit) dan Android versi 2.3.3 keatas. Sebenarnya aplikasi ini bisa juga diinstall di  Mac Intel OS X 10.4.4 ke atas dan iPad dengan  iOS 4.3 keatas. Tapi kalo saya punya Mac atau iPad mending pake iMovie aja keuleus.. Hehehe... 

Oiya, VideoPad ini ada versi gratis dan berbayarnya. Yang berbayar tentu saja fitur dan efeknya lebih lengkap dibanding gratisan. Yalah.. ada harga ada kualitas, gratisan gak boleh protes :D 

3 . Wondershare Filmora Video Editor,  tersedia untuk Windows dan Mac OS X. Yang saya suka dari Wondershare adalah ada banyak fitur seperti memotong gambar, cropping, overlay teks, efek transisi, sulih suara, dll. Berasa video editing profesional  tanpa membuat kita kesulitan saat menggunakannya. User interfacenya sangat sederhana bahkan untuk yang tidak memiliki pengetahuan editing video. 

Kita juga dapat melakukan capture langsung menggunakan kamera komputer dan mikrofon, atau melakukan screencast di layar PC/Laptop. Itu loh yang biasa dilakukan vlogger pembuat tutorial-tutorial penggunaan software atau video reaction para kpopers. 




Jika video sudah selesai diedit, langsung di export atau di convert ke format yang diinginkan. Bisa juga diburn ke dalam bentuk DVD atau di share via media social seperti Youtube atau Facebook. 

Nah, itu dia video editing software untuk pemula. Sebenarnya masih banyak software lainnya, tapi saya pilih yang termudah saja untuk yang baru nyoba-nyoba. Untuk cara mengedit video dan memodifikasi gambar, di kesempatan lain yah. Kalau masih ada yang penasaran saya menggunakan software apa, saya menggunakan Adobe Premiere CS 6 dan Sony Vegas 12. Ribet? Iyah! *supaya gak dibilang songong* hahaha...

Sampai nanti! 

Email dari Amerika

Saya tertarik untuk membaca buku ini ketika selesai mengikuti Workshop Narrative Journalism di Makassar International Writer Festival bulan Juni 2015 lalu. Bukan karena judulnya, tapi lebih kepada ketertarikan saya pada materi workshop dan cara Janet Steele membagi ilmunya pada kami. Saya ingin tahu bagaimana ia menerapkan apa yang sudah dibaginya pada kami dalam tulisannya sendiri. Jadi begitu workshop selesai, saya langsung cuzz ke booth book sale untuk membeli buku Email dari Amerika ini.  



Janet Steele, adalah seorang profesor jurnalisme di School Of Media and Public Affairs, George Washington University, Washington DC. Janet sangat identik dengan narrative journalism (jurnalisme sastrawi). Pada 1997-1998 Janet mendapatkan beasiswa Fulbright untuk mengajar di Universitas Indonesia serta riset di Lembaga Pers Dr. Soetomo di tahun 2005 -2006. Setiap tahun Janet Steele bertandang ke Indonesia. Tidak heran saat saya bertemu dengannya di Makassar International Writer Festival, bahasa Indonesianya cukup lancar. Dia bahkan menulis Email dari Amerika dalam bahasa Indonesia.
Awalnya saya pikir ini semacam satu  essay yang panjang. Ternyata Email dari Amerika adalah kumpulan tulisan yang dikirim Janet Steele melalui email untuk mengisi sebuah  kolom di surat kabar Surya dari tahun 2007 hingga 2011. Topik yang ditulisnya tentang cerita sehari-hari yang mungkin bagi beberapa orang sangat sederhana, namun ketika  dilihat dari sudut pandang Janet Steele, seorang Amerika yang jatuh cinta pada Indonesia, ada kesan lain yang saya dapatkan.


Tulisan tentang salju, misalnya. Janet Steele bercerita tentang anak-anak sekolah di Amerika yang sangat suka salju.


Jika ada banyak salju, tidak ada sekolah! Istilahnya snow days atau hari salju.  ( Halaman 15)


Kontradiksi dengan anak-anak, para orangtua di Amerika tidak suka snow days karena mereka harus mencari tempat penitipan anak. Salju juga banyak memberi ‘kerepotan’ di jalan, bandara bahkan peraturan-peraturan. Misalnya setiap pemilik rumah harus bertanggung jawab menyapu salju dari trotoar di depan rumahnya.


Kalau ada pejalan kaki yang terpeleset karena salju belum disapu, si penghuni rumah bisa digugat. (Halaman 16)


Janet Steele juga banyak bercerita tentang Indonesia. Sebagai seorang Associate Professor  di Sekolah Media dan Urusan Publik di George Washington University, Janet sering berkunjung ke Jakarta, dan kota-kota lainnya di Indonesia untuk workshop Jurnalisme Sastrawi, menjadi pembicara atau melakukan research. Liburan kuliah di tempatnya mengajar menjadi waktu yang dipergunakan untuk Janet melakukan kegiatannya di Indonesia.


Di salah satu sub bab berjudul ‘Teknisi’ yang ditulisnya pada tanggal 25 Juli 2008, Janet Steele bercerita tentang mesin cuci di apartemennya di Jakarta  yang rusak.


Di Amerika, kalau ada seseuatu yang rusak biasanya dibuang. Beda sekali di Indonesia! Saya sangat terkesan dengan para teknisi Indonesia yang bisa memperbaiki apa saja.  (Halaman 83)


Setelah diperiksa ternyata yang rusak adalah bagian switch dari mesin cuci Janet. Sayangnya sang teknisi tidak membawanya. Alih-alih meninggalkan mesin cuci Janet begitu saja, sang teknisi memberi alternatif agar mesin cuci itu tidak perlu menggunakan switch.

Masih tentang teknisi, Janet mendapat kesulitan dengan bola lampunya.

Tidak ada masalah dengan bola lampu. Juga tidak ada masalah dengan kabel listrik dibagian bawah. Akhirnya dia melepaskan bagian atas. Ada kawat yang rusak! Sesudah beberapa menit Pak Nim memperbaiki kawat, lampu saya menyala. Saya sangat senang. Sekali lagi saya sangat yakin para teknisi Indonesia bisa memperbaiki apa saja. (Halaman 84)

Dan ketika dia kembali ke Amerika dan menemukan masalah yang sama denga mesin cucinya. Janet tidak bisa tidak membandingkan teknisi Amerika dan Indonesia. Teknisi Amerika menolak 'mengakali' sesuatu, karena standar perusahaan Indonesia dan Amerika yang berbeda. Janet harus menunggu switch yang dipesan dari pabrik satu atau dua minggu lagi.

Janet Steele tidak hanya bercerita tentang hal-hal yang ‘ringan’ tapi juga yang bersinggungan dengan politik. Ditulis dengan gaya narrative journalism, email yang berjudul Minggu Dili di tanggal 9 Agustus 2009 ini menarik sekaligus memberi persepsi baru.


Kemarin, Sabtu, saya bertemu dengan seorang teman dari Timor untuk makan siang, namanya Fatima. Dia dulu kuliah di Jakarta. Dia masih punya banyak teman di Indonesia. Waktu Fatima kuliah, dia tinggal di rumah kos bersama beberapa teman lain. Salah satu menjadi sahabat baik, seperti saudara dan ketika Fatima berada di Jakarta dia selalu mengunjungi ‘keluarga kedua’ itu.


Fatima bercerita mengenai ‘keluarga’ dia di Jakarta, terutama orang tuanya. Sesudah jajak pendapat tahun 1999 ayahnya tidak ingin Fatima kembali ke Dili. “Untuk apa?” dia bertanya. Lebih banyak kesempatan di Indonesia.


Tapi Fatima adalah putri Timor yang baik, dan dia membalas bahwa semua keluarga dia tinggal di sana. Selain itu, Timor Leste menjadi negerinya sendiri. ( Halaman 203 -204)


Di bagian lain dari buku ini, Janet Steele juga berkisah tentang pengalamannya dengan orang Dili. Mereka ternyata lebih suka berbahasa Indonesia dibandingkan berbahasa Portugis. Sama seperti petugas hotel lebih suka ‘‘menyelundupankan’ air mineral Aqua ke dalam kamar hotel Janet dibanding air import dari Portugis yang diharuskan di hotel tersebut.


Mungkin ada benarnya, orang Timor Leste hanya terpisah batas wilayah kenegaraan saja dengan Indonesia. Pada dasarnya hati mereka masih Indonesia banget.


Macam-macam kesan, pengalaman, selipan pemikiran dan perenungan ditulis Janet dalam 150 emailnya di buku ini. Selain pandangannya tentang Indonesia, Amerika, Malaysia,  dan beberapa tempat lain, Janet pun tak ragu membagi kisah pribadinya tentang keluarga, teman terdekat, mahasiswa dan bahkan tentang hewan peliharaannya : Conrad.


Saya memiliki burung beo, atau mungkin lebih tepatnya jika dikatakan dia yang memiliki saya. Namanya Conrad. Dia berwarna hijau dengan sedikit merah, biru dan kuning. Ukurannya kira-kira 35 sentimeter. Dia tinggal di sangkar burung besar, yang terletak dekat meja tulis di rumah saya. Tetapi biasanya pintu sangkar itu dibuka dan Conrad duduk di atas. Tempat favoritnya di atas bahu saya. ( Conrad, halaman 13)


Conrad menghiasi beberapa tulisan dari buku Email dari Amerika ini. Tidak mengherankan, karena selama 20 tahun Janet ditemani Conrad. Ada banyak hal-hal menarik yang mereka lalui bersama. Janet menggambarkan betapa Conrad adalah burung yang pencemburu.


Kecemburuan Conrad tidak hanya kepada orang-orang yang dekat pada Janet tetap juga kepada barang-barang yang ‘mengambil perhatian’ Janet. Dia tidak suka pada televisi, alat penghisap debu dan radio. Menurut saya Conrad tidaklah sepencemburu itu. Mungkin dia cuma tidak suka kebawelannya ditandangi. Mungkin..


Membaca tulisan-tulisan Janet tenang Conrad sedikit banyak membuat saya bisa mengerti perasaan Janet ketika Conrad akhirnya meninggal. Iyah… saya pun sedih dibuatnya.




Tulisan-tulisan Janet yang mengalir dan deskriptif memang bisa membawa kita melihat dan merasakan pengalaman-pengalaman yang ada dalam Email dari Amerika ini. Perbedaan dan persamaan dari Indonesia dan Amerika yang dirasakannya sebagai dosen / orang biasa ditulis dengan kerendahan hati dan tidak menjatuhkan satu negara dengan lainnya.


Saya juga menyukai bagaimana Janet membuat judul yang sangat singkat, hanya satu atau dua kata saja, namun menggambarkan apa yang diceritakannya. Sederhana, tidak perlu berbunga-bunga tapi tetap membuat orang tertarik untuk ingin tahu apa yang dituliskannya.


Saya bukannya tidak menemukan kekurangan dari buku ini, tapi tidak banyak. Saya pikir untuk beberapa email isinya ada yang  terlalu singkat. Kadang seperti berlari terburu-buru lalu tiba-tiba sudah ‘Salam hangat dan sampai minggu depan’ (Kalimat penutup semua email Janet). 

Sebenarnya bisa dimengerti karena tulisan-tulisan ini sejatinya untuk mengisi kolom surat kabar yang tentunya punya patokan berapa kata untuk setiap edisinya. Mungkin saya hanya terlalu menikmati membaca tulisan-tulisan Janet hingga tidak rela berhenti.


Bagaimanapun saya menikmati membaca buku ini. Banyak hal yang terkadang terlupa untuk diperhatikan dari hubungan antar manusia, antar manusia dan hewan, antar dua kehidupan di dua benua yang berbeda. Sayang buku ini tidak saya temukan di toko-toko buku besar. Tapi mungkin jika berminat bisa menghubungi Yayasan Pantau melalui twitter di @@Yayasan_Pantau.  

Yes, I Got Her Signature and Note. Yay! 

Email dari Amerika ditulis dalam bahasa Indonesia ala Janet Steele yang bisa dinikmati bahkan untuk orang yang merasa berat untuk membaca literatur non fiksi sekalipun. Menarik untuk dibaca, selayaknya surat dari seorang teman lama.

69 Tahun BNI 46, Bank Yang Peduli Dan Selalu Berbagi

Bank Negara Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai BNI adalah sebuah bank yang saya yakin sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Didirikan setahun setelah Indonesia merdeka tepatnya di tanggal 5 Juli 1946, BNI 46 telah menjadi bagian dari berbagai transaksi keuangan perusahaan, kementerian milik negara dan perorangan. 

Saya tahu BNI 46 sejak kecil. Bukan karena saya menjadi nasabah, tapi semata karena kantornya tidak jauh dari rumah dan sering dilewati saat berangkat ke sekolah. Waktu itu kalau ada yang nanya, "Tahu gak bank BNI?" jawaban saya adalah "Tahu dong.. Bank hijau orenj dekat lapangan." Maklum, namanya juga anak-anak, lebih cepat nangkap warna dan tempat main sesepedaannya saja. 

Barulah ketika saya kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri, BNI 46 menjadi bagian dari status saya sebagai mahasiswa. Mulai dari bayar  uang kuliah, menerima beasiswa sampai belanja-belanja jajanan dengan memakai kartu mahasiswa yang bisa dipergunakan sebagai kartu debit.

Beranjak ke dunia kerja, hubungan saya dengan BNI 46 tetap bertahan. Instansi tempat saya ditugaskan mensyaratkan pembukaan rekening di BNI sebagai media transfer gaji. Tiap awal bulan adalah moment yang paling saya tunggu. Sms cinta dari 3346 BNI SMS banking itu loh.. bikin deg-deg serr gimana gitu. Gaji telah tiba...



Tapi sebenarnya BNI 46 lebih dari sekedar media pentransferan gaji. BNI 46 adalah bank yang peduli dan selalu berbagi.


BNI adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia dan didirikan oleh Margono Djojohadikusumo salah satu dari anggota BPUPKI. Sejak didirikan banyak hal yang sudah dilakukan oleh BNI 46 untuk Indonesia. Mungkin banyak yang tidak tahu, BNI 46 adalah bank pemerintah pertama dan tertua yang bertanggung jawab dalam menerbitkan dan mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia).

Dalam masa perjuangan BNI 46 sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. Di tahun yang sama BNI 46 membuka kantor cabang di Singapura sebagai kantor cabang pertama di luar negeri. Hingga kini

Bagaimana dengan di Indonesia sendiri?

BNI 46 bertekad untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Sejak tahun 1960 komitmen ini dibuktikan dengan membuka Bank Terapung untuk melayani masyarakat yang tinggal di kepulauan atau daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat. Di era 1960-an itu  BNI 46 menghadirkan inovasi-inovasi baru agar masyarakat Indonesia lebih semangat menabung. Diantaranya :

1. Bank Keliling,  jasa layanan perbankan di mobil keliling bagi wilayah yang jauh dari jangkauan kantor cabang atau ranting.

2Bank Sarinah, dari perempuan dan untuk perempuan. Layanan ini khusus bagi nasabah perempuan dimana seluruh petugasnya juga perempuan. Bisa dibilang ini inovasi BNI 46 yang sangat mengistimewakan perempuan di tahun 1960-an

3. Bank Bocah, salah satu cara BNI 46 dengan mengedukasi anak-anak membiasakan menabung. Menariknya, pelayanan Bank Bocah dilakukan juga oleh anak-anak. Mungkin supaya anak-anaknya tidak kagok kali yah..

4. Layanan Perbankan Perguruan Tinggi, untuk membantu para mahasiswa dalam bertransaksi membayar uang kuliah dan menerima beasiswa atau kiriman dari orang tua. Hayo.. yang ini pasti ada yang merasakannya juga kan?

Sebagai bank yang mempunyai visi menjadi Bank yang ‘unggul’ ‘terkemuka’ dan ‘terdepan’ dalam layanan dan kinerja, membuat bank BNI selalu siap memberikan layanan prima dan solusi. Tidak saja kepada seluruh nasabah, mitra pilihan utama tapi juga bagi para inverstor tanpa melupakan tanggung jawab terhadap lingkungan dan komunitas. Melalui BNI berbagi, program Corporate Social Responsibility (CSR), BNI 46 telah banyak membuat kegiatan-kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Yuk diintip:



Untuk program  Bina Lingkungan. BNI 46 telah memberi bantuan bencana alam, aktif menyiapkan beragam fasilitas perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia, peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya di daerah-daerah terpencil dan memberikan bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum.

Hanya itu?

Tentu tidak..

BNI 46 bekerja sama dengan Yayasan Komodo Kita  mengalokasikan Rp 7,077 miliar untuk Pulau Komodo. Dengan berbagai program dan binaan diharapkan Pulau Komodo sebagai desa wisata dapat menjadi lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara penduduk dan Komodonya sendiri. Nah loh, segitu perhatiannya BNI 46 pada lingkungan. Komodo saja dipikirin coba..

Dalam bidang pelestarian alam, BNI 46 memang tidak main-main. BNI 46 mempunyai Pusat Pembibitan Tanaman yang bekerjasama dengan Paguyuban Budiasi, berbagi bibit pohon di berbagai tempat.

Jakarta, Bandara Kualanamu, Hutan Kota Banda Aceh, Taman Kota Trembesi Banda Aceh, Hutan Kotan Manahan Solo, Taman Kota Wonosari-Yogyakarta, lereng Gunung Sumbing, Hutan dan Taman Kota Udayana-Bali menjadi daerah-daerah pendistribusian bibit pohon. Bukan untuk sekedar gaya-gayaan, maksud BNI 46 tentu saja untuk mengurangi emisi karbon, membudayakan gaya hidup sehat, ramah lingkungan serta mendukung program pemerintah “One Billion Indonesia Trees” (OBIT). Selain itu BNI 46 juga mempunyai proyek Hutan Kota, Energi Terbarukan, Pengembangan Ekowisata.

Dan itu budgetnya tidak main-main loh.. Di tahun 2014, BNI mengelontorkan Rp. 59.133.322.379 untuk program-program CSR BNI Berbagi.

REALISASI DANA BINA LINGKUNGAN BNI 2014


Bidang
Realisasi (Rp.)
Pendidikan dan Pelatihan
 18.531.531.613
Pelestarian Lingkungan
 14.301.505.181
Peningkatan Kesehatan
 5.607.869.332
Sarana Ibadah
 11.127.854.000
Pengembangan Prasarana dan Sarana Umum
 5.391.376.276
Pengentasan Kemiskinan
 1.380.791.400
Korban Bencana Alam
 2.792.394.577
Total
 59.133.322.379

Sementara untuk program pemberdayaan masyarakat BNI 46 punya Kampoeng BNI yang membantu masyarakat dalam penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster yang dilakukan di beberapa daerah khususnya di pedesaan. Tujuan sederhanan saja, agar ekonomi masyarakat di suatu kawasan tersebut dapat berkembang melalui pinjaman lunak.

Terdapat pula  program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal dengan menekankan pada keunikan masing-masing cluster dalam berbagai macam produk yang menjadi keunggulan daerah tersebut.

Atas program-program CSR yang diluncurkan BNI 46, kerjasama dengan lembaga-lembaga dunia yang berkompeten dibidangnya pun terjalin.

Bukti keberhasilan dari program-program tersebut terlihat dari pencapaian yang diraih oleh BNI 46 sejak tahun 2009.

Hidup adalah berbagi. Sebagai badan keuangan yang mempunyai tanggung jawab terhadap kepentingan publik, selama 69 tahun BNI 46 telah membuktikan kepeduliannya dengan berbagi melalui program-program yang menyentuh banyak lapisan masyarakat Indonesia. Saya yakin dengan bertambahnya usia dan pengalaman, semakin handalnya sumber daya manusia yang dimiliki BNI 46, semakin prima pula layanan, kepedulian dan tanggung jawab terhadap nasabah, lingkungan dan komunitas.

Tetaplah melayani negeri dan menjadi kebanggaan bangsa. Jaya terus BNI 46! 

Mari Belajar Bahasa Korea [Part 1]

Katanya belajar banyak bahasa itu bagus untuk memperluas wilayah sel abu-abu di otak kita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mampu berbicara lebih dari satu bahasa lebih sehat. Mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membaca dan kemungkinan untuk terkena penyakit Alzheimer juga lebih kecil. Selain itu, menguasai bahasa asing juga sangat membantu hobi traveling  ke mancanegara atau bagi yang sedang mengejar beasiswa. Jadi belajar lebih dari satu bahasa asing sebenarnya banyak gunanya kan?

Nah, salah satu bahasa asing yang saat ini sedang menjadi favorit di Indonesia adalah bahasa Korea. Ini gara-gara demam K-wave dari drama, musik, tv programme sampai fashion yang kemudian membuat banyak yang akhirnya tertarik untuk belajar bahasanya. Aku pun, walaupun dengan alasan yang menurutku cemen banget : supaya gak perlu lama nungguin English subbed dari drama atau variety show favorit. Hihihi... 



Sebenarnya susah gak sih belajar bahasa Korea? 


Jawabannya relatif. Untuk yang tekun dan sangat menikmati, ngapalin huruf Hangeul mah gampil (kalo kata orang sunda mah). Tapi katanya belajar apapun itu sebenarnya lebih gampang kalau belajarnya rame-rame. Kata orang bijak sih, ilmu yang dibagi itu gak bakal habis malah akan bertambah. 

Kenapa?

Karena disaat berbagi pengetahuan, seseorang sebenarnya menguji kemampuannya sendiri. Ia mengasah otaknya, memperluas wawasannya dan menjaga daya pikirnya sekaligus mengasah ketrampilannya. Kalau kata aku sih, seseorang yang berbagi itu bertumbuh dengan orang yang lain yang menerima hal yang dibaginya itu. Tsaahh...

Jadi supaya pengetahuan aku gak stuck disitu-situ aja dan biar lebih nempel (mudah-mudahan yah..), mulai minggu ini akan ada satu postingan kecil tentang bahasa Korea. Bukan yang susah-susah, yang sederhana saja dulu. Aku kan juga baru belajar. Daehan Minguk Manse, triplets umur tiga tahun itu  aja masih lebih jago kok dari aku *yaiyalaaaahh*. Jadi ceritanya kita sama-sama belajar yahh pemirsaaahh.... 

Untuk kali pertama, kata yang akan kita pelajari adalah : 



안녕하세요 (an-nyeong-ha-se-yo) adalah cara paling umum untuk menyapa seseorang dalam bahasa Korea formal/sopan. Ketika kita disapa seseorang dengan 안녕하세요 (an-nyeong-ha-se-yo), kita dapat menjawabnya dengan 안녕하세요 pula. Dalam suasana formal, untuk menyapa orang yang lebih tua, kita dapat mengatakan : 안녕하심니까 (annyeonghasimnikka). Namun jika pada teman dekat atau menyapa orang yang usianya lebih muda, kita dapat menyapanya cukup dengan 안녕 (an-nyeong) saja. 



Dalam percakapan sehari-hari, selain menyapa kata yang paling penting untuk diingat adalah : terima kasih.  


감사합니다 (gam-sa-hap-ni-da) adalah cara formal/sopan yang paling umum digunakan untuk mengungkapkan 'terima kasih'. Ungkapan lain seperti 고맙습니다 (go-mab-seub-ni-da) atau 고마워요 (go-ma-wo-yo) biasanya digunakan antar teman/usia sepantaran atau dalam suasana yang lebih akrab. 


Oke, dua kata itu aja dulu yah. Minggu depan kita akan kenalan dengan kata-kata/ungkapan yang berbeda. Kalau ada yang mau ditanyakan, boleh comment dibawah (tsaaah.. ntar juga kalo gak bisa jawab aku lempar juga ke pengunjung blog yang lain, hihihihi..). Mudah-mudahan minggu depan, sudah sempat memasukkan contoh pengucapannya dalam bentuk audio atau video. 

나중에 봐요! [ Najung-e bwayo! ] 

Sampai ketemu lagi! 

10 Favorite Moments Of Daehan Minguk Manse (Part 1)


Tidak terasa sudah setahun, lebih tepatnya 55 minggu, Daehan Minguk Manse tiga bocoh unyu anak dari pasangan Song Il Kook dan saya  hadir sebagai cast di The Return Of Superman. Sejak episode 34 hingga episode 89 (tayang hari Minggu, 2 Agustus 2016) Song Triplets sudah mencuri hati. Gue, seperti berjuta penonton yang lain, sudah menganggap Daehan, Minguk, Manse menjadi bagian akhir pekan, kalau tidak bisa dibilang keluarga sendiri (Iyaaahh keluarga dari Songdo).  Gak pernah kebayang bakal sukaaa banget dengan anak kecil selain ponakan-ponakan gue. Tapi begitulah Daehan, Minguk, Manse. They're so lovable. 


Daehan Minguk Manse cute
Daehan Minguk Manse, 1000 Days

Song Triplets
Daehan Minguk Manse, 2 Years Old Photo Passport

Daehan Minguk Manse
Daehan, Minguk, Manse - 3 Years and Still Growing 


They're not just toddler who crying out with tantrum. They are behave, polite, smart and at the same time act as toddler at their age. Some of my friends wondered why i like these boys so much and finally understand the reason the minute they watched JUST ONE CLIP of all.... moments from Daehan, Minguk, Manse's airtime in The Return Of Superman. Well.. you see nothing yet. 

So.. after a year with Daehan, Minguk, Manse, I decided to compile 10 of my favorite moments of Song Triplets which hopefully will lighten up your day. Here are some of them : 


1. The First Appareance of Daehan Minguk Manse 

Who can resists the cuteness of Song Triplets when they were introduced by their father? Tiga anak dengan badan yang sehat (gak gemuk yaah.. lirik Minguk) ini dipangku sang ayah dan diperkenalkan kepada para penonton The Return Of Superman. Baru bangun tidur, masih kecut-kecut bayi tuh pasti...



Daehan yang kalem dan sopan, Minguk si cute yang ngemesin  dan Manse yang sejak awal selalu mencoba mencuri perhatian langsung menarik. Right there i knew, they worth to watch. Since then, they stole my heart. Welcome to the world of Daehan, Minguk, Manse and Il Kook appa!

2. The Pororo Dance 



Daehan, Minguk, Manse dancing to the Pororo's theme song is very adorable and cute at the same time. Minta diculik banget bawa pulang. lol *lalu dikejar polisi dan diblacklist bagian imigrasi*. Diluar bahwa Song Triplets ngedance sepenuh hati, gue harus berterimakasih pada Il Kook appa yang (gue yakini) nge-direct mereka behind the camera.

Gara-gara ini pula gue searching di Youtube theme song dari Pororo dan akhirnya ketemu.  Saya memposting "I came here because of Daehan Minguk Manse" di kolom comment. Ada sekitar 200-an +1 dari orang-orang yang mencari theme song Pororo gara2 Daehan, Minguk, Manse. Itu belum termasuk lagu 'Nabiya' , 'Three Little Bears', Robo Car Poly OST dan Appa Himnesaeyo. Sepertinya Song Triplets bisa didaulat menjadi Korean Children's Song Ambassador nih..

3. Triplets Interrogating The Camera Ahjussi 


Berawal dari Minguk yang penasaran dengan 'kelakuan' om dino, akhirnya Manse dan Daehan ikut-ikutan  pake narik-narik kursi segala. Kasian kameramennya berasa diinterogasi prosecutor. Maklumi aja yah ahjussi, selain mereka masih anak-anak yang rasa ingin tahunya besar, mungkin it's in their gen to be judge or prosecutor like their mom. lol.

4.  Triplets Photo Shoot


Emang paling susah foto anak kecil umur dua tahun, apalagi yang aktif banget gerak kesana kemari seperti tiga bocah ini. Song Il Kook akhirnya menemukan cara untuk Daehan, Minguk, Manse agar tetap fokus. Hasilnya foto passport dan calender 2015 mereka keren banget ya! Sekarang Daehan, Minguk, Manse sudah terbiasa difoto. Yaiyalah, sudah berapa produk yang ngehired mereka jadi model iklan. Song Il Kook-ssi, kerja kerasmu terbayar sudah! Lumayan buat biaya sekolah sampai mereka kuliah.


5.  Triplets With Oemma



It's rare to see Daehan, Minguk, Manse's Oemma in The Return of Superman. Tuntutan pekerjaan sang ibu membuatnya tidak boleh terlihat jelas di layar kaca, Tapi lama-lama gue mikir mungkin oemmanya aja emang yang gak mau terekspos, secara waktu kawinan juga private banget. Gue gak diundang!! Ok fine!!!! Yalahh mantan mah gak diundang kan.. ehh mantan.. hahahaha.



Anyway saking jarangnya, scene yang ada Jung Seon Yeon oemma berinteraksi dengan triplets menjadi scene yang bikin terenyuh menurut gue. PD-nim, pinter pinter bujukin oemmanya triplets dong supaya lebih sering muncul. Di blur dikit atau gambar diambil dari samping/belakang juga gak apa-apa deh, yang penting interaksi ibu dan anak kelihatan. Pengen juga loh liat Daehan Minguk Manse maen sama ibunya seperti cast yang lain. Kalau Jung Seon Yeon oemma gak sempat, hubungi gue aja deh. Gue siap menggantikan! *lalu dijorokin dari apartement lantai 21*

6. Triplets Story Telling


Bawel sebawel-bawelnya. Mungkin karena sudah terbiasa didongengkan appa dan oemma sebelum tidur membuat Daehan Minguk Manse akhirnya jadi hapal banyak dogeng. Serunya lagi mereka mengucapkan dialog dengan intonasi dan gerak selayaknya mereka sedang berakting, Gak heran kalau besok-besok gede dikit mereka sudah terima tawaran main drama seperti bapaknya.


7. Triplets Driving Car

Ada yang bilang,"Sifat orang kelihatan dari cara nyetirnya." Benar atau enggak yang jelas ketika Daehan, Minguk, Manse maen mobil-mobilan elektrik di Suwon World Cup stadium, cara nyetir mereka berbeda satu sama lain.



Dibandingkan dengan imejnya yang biasanya lebih tenang dan kalem sebagai triplet tertua, Daehan malah menjadi seorang sopir yang saking riangnya (atau saking clumsynya?) jadi lebih sering menabrakan mobilnya. Sementara itu, Minguk lebih hati-hati dan drive safely. Ngelewatin orang aja pake permisi "Tolong bergeser sedikit, maaf.. semuanya.". Sedangkan Man Se santai aja ngedrive dengan satu tangan di kemudi. Boys will be boys. They're crazy over (car) toys and even if they're triplets, they have their own attitude.

8. Triplets Taking Care Of The Dishes After Eat 



Siapa yang menyangka anak umur 2 tahun sekian bulan (waktu itu) sudah bisa beresin piring tempat mereka makan bahkan membersihkan meja. Di umur segitu anak-anak lebih banyak dilayani entah oleh anggota keluarganya atau nanny. Tapi Daehan, Minguk, Manse sudah diajarin beberes dan mereka mau dan bisa! Bukti kalau anak bisa diajar mandiri sejak dini, cuma orangtuanya aja bersedia gak manjain anaknya aja.

9. Triplets' Eat and Share



Triplets dan makanan sepertinya agak susah untuk dipisahkan. Selain memang dalam masa pertumbuhan, keknya bapaknya emang suka makan juga sih yah, hehehe. Yang bikin gue suka sama adegan makan mereka adalah mereka makannya lahap dan sangat menikmati. Dikasih apa aja ama bapaknya mau. Memang mereka milih-milih juga sesekali (apalagi Daehan) tapi bapaknya paling bisa ngajarin mereka agar suka dengan makanan sehat untuk pertumbuhan mereka.



Misalnya ketika Daehan lebih suka makan daging daripada sayuran, maka Song Il Kook membungkus daging bersama nasi dan potongan jamur dengan dedaunan. Trik lainnya adalah ketika makan, Song Il Kook memberi contoh cara makan sambil menunjukkan ekspresi bahwa makanan itu enak.  Daehan, Minguk, Manse juga diajari berbagi makanan, mulai dari antar mereka lebih dahulu kemudian berbagi dengan appa. Sekarang kameramen juga sering dapat jatah cemilan dari Minguk, katanya.. Duhh lama-lama kameramen The Return Of Superman bisa endut juga dong ya dicekokin cemilan mulu, hehehe..

10.  Triplets' Present To Triplets  

Song Il Kook and his wife are a very generous couple. Mulai dari mendonasikan hasil penjualan stiker Kakao Talk dan calender sampai menyumbangkan pakaian-pakaian layak pakenya Daehan Minguk Manse yang sudah kekecilan untuk anak kembar tiga lainnya. Ketika Il Kook appa lagi ngepacking baju-baju ke dalam dos untuk dikirim, si Manse langsung masuk ke dalam satu dos kosong diikuti kedua kakaknya. Jadilah mereka 세 쌍둥이 선물 (baca: se ssangdung-i seonmul) hadiah kembar tiga. Duhh mau dong dikirimin hadiah seperti ini juga..



Itu dia 10 Favorite Moments Of Daehan Minguk Manse so far. Sebenarnya ada banyak moment lucu, menggemaskan dan inspiratif banget dari tingkah polah bocah-bocah ini bersama appanya. Dari mereka cuma bisa ngomong 'Appa, Oemma, 공룡 (baca : Gonglyong), mamma juseyo.. sampai bisa ngobrol bertiga. Awalnya kalau diajak jalan langsung kabur arah yang berbeda, bikin pusing Il Kook appa saja. Sekarang tanpa dibilangin sudah gandengan tangan atau saling mencari. Dari yang makannya belepotan sampai bisa beresin meja makan sendiri. Dari pemotretan majalah sampai sekarang sudah berapa CF tuh yang mengontrak mereka jadi model, hahaha.. Seperti melihat melihat perkembangan anak atau ponakan sendiri, i and many viewers are watching them grow.

Dua minggu lalu Song Il Kook appa sudah menyatakan masih tetap akan menjadi cast The Return Of Superman bersama Daehan, Minguk, Manse. So, yes.. there will be more updating news and story about Daehan, Minguk, Manse on vitamasli.com. Makanya sering-sering mampir ke blog ini, follow akun IG dan twitter serta likes fanpage vitamasli.com juga yah. Gue suka ngeupdates info dan foto tentang Daehan, Minguk, Manse loh.. Yuk difollow..Cuz!!

Note:
1. List ini berdasarkan versi vitamasli.com jadi bisa saja yang ada yang tidak masuk di list padahal jadi favorit kamu. Yahh maap deh, nanti bisa put your comment what's your favorite moment, yah.. 
2. All video credit to KBS World TV Youtube Channel