10 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Daehan, Minguk, Manse - Song Triplets

Setiap kali saya mengecek traffic blog, saya tidak pernah melewatkan mengecek kata kunci - keyword - yang dipakai seseorang hingga terdampar di blog ini. Walaupun isi blog ini lebih banyak berkisar tentang review buku, film, drama Korea, dan beberapa liputan konser ternyata kebanyakan pengunjung datang karena : Daehan, Minguk, Manse - The Song triplets.

Saya memang suka banget dengan tiga bocah unyu ini, no one doubt about it. Dulu waktu masih siaran Kwave Radio Show di radio, setiap edisi saya selalu selipin satu dua info untuk 'meracuni' pendengar, supaya gak ngefans sendiri gitu maksudnya. Di akun twitter setiap sore di jam yang terjadwal saya juga suka spazzing foto-foto unyu mereka di timeline. Di facebook bahkan di status BBM walaupun tidak terjadwal Song triplets ini juga sering wara-wari. Sementara di blog, saya sudah menulis tentang Daehan, Minguk, Manse sudah tiga kali and they got big hit! *kecup triplets*

Dari hasil sebar-sebar virus Daehan, Minguk, Manse di berbagai media itu seringkali saya mendapat pertanyaan-pertanyaan seputar mereka. Ada beberapa yang sempat saya jawab di twitter dan ada juga karena pertanyaannya sama dan berulang kali saya jawab akhirnya membuat saya kepikiran, gimana kalau saya buat postingan saja di blog ini saja. 

Jadi inilah : FAQ : Frequently Asked Question tentang Daehan, Minguk, Manse yang coba dijawab setahu saya dari hasil nonton Return Of Superman berkali-kali. Siapa tahu ada pertanyaan kamu juga disini, let's check these out!  

Q  : Bagaimana membedakan Daehan, Minguk dan Manse?

A : Sebenarnya tidak sulit membedakan ketiganya karena mereka bukan kembar identik. Wajah  mereka tidak betul-betul sama. Coba perhatikan foto ini  yah..

Song Triplets 2015
Daehan, Minguk, Manse 2015
Kalau mereka dijejerin bertiga mereka bisa dibedakan dari perawakannya. Daehan paling tinggi, Minguk agak endut dan Manse paling pendek diantara mereka bertiga.

Song Triplets 2015
Pertumbuhan Daehan, Minguk, Manse Selama 8 Bulan di Return Of Superman 

Masih susah membedakannya? Perhatiin aja yang paling perhatian banget sama bapaknya itu Daehan, yang makannya paling banyak itu Minguk dan Manse adalah anak  yang paling playful dan suka ngomong sendiri. Kata trademark Daehan adalah : Appa gwenchanayo ? ( Ayah gak apa-apa kan?), Minguk : hottugowo? (Panas ya? - Ini bicara tentang makanan tentu saja) sedangkan Manse sering sekali menjawab : Aniya! ( Bukan/ Tidak mau) sambil ketawa-ketawa becandain bapaknya setiap kali Il Kook appa menyuruhnya sesuatu. Makin sering nonton makin gampang mengenali Daehan, Minguk, Manse. Makin kenal bisa jadi makin cinta juga sama triplets (dan bapaknya). Coba aja! *cari teman*

Q  : Dimanakah Daehan, Minguk dan Manse tinggal?
A : Di rumah orangtuanya tentu saja! Hahaha.. Keluarga Song sementara ini menetap di Songdo, Incheon mengikuti tempat tugas ibunya triplets yang bertugas sebagai hakim di distrik tersebut. Sebenarnya gampang banget untuk tahu triplets tinggal dimana, karena gedung apartement Central Park I adalah salah satu gedung yang menjulang tinggi di distrik bisnis Songdo, tepat di depan Songdo Central Park. Kapan-kapan saya ke Korea, sempat-sempatin ke Songdo Central Park ah! Kali-kali aja ketemu triplets lagi maen sesepedaan ama bapaknya. Ihiy!

Songdo Central Park ( cr to owner) 

Q  : Mengapa ibu Daehan, Minguk, Manse jarang terlihat di Return Of Superman?
A : Ibu triplets, Jung Seung Yeon, berprofesi sebagai hakim di pengadilan Songdo. Di Korea Selatan, pejabat publik tidak lazim wara wiri di layar kaca apalagi di acara hiburan. Lagian menurut saya sebagai hakim tentu Jung Seung Yeon menjaga sekali privasi keluarganya. Gimana kalau misalnya ada yang tidak puas dengan hasil putusannya di persidangan lalu kemudian menjadikan Daehan, Minguk, Manse sebagai pelampiasan? Duh, saya yang malah jadi paranoid gini ya? Hehehe..
Anyway, Jung Seung Yeon sempat terlihat sekilas dua kilas di tiga episode Return Of Superman dan terakhir di episode 78 (tayang 17 Mei 2015) hari terakhir trip bersama ke Pulau Jeju, Jung Seung Yeon oemma hadir memberi surprise untuk ketiga anaknya. Duh terharu banget secara triplets terlihat lonely banget diatara anak-anak yang lain bersama ibunya.

Kalau penasaran banget tampang Jung Seung Yeon, bisa capture scene ruang tamu mereka lalu zoom in foto keluarga yang terpampang di dinding. Ja..jang... *ala Daehan*

Baca juga : Daehan, Minguk, Manse : Saranghanda, Saranghanda, Saranghanda

Ibu Daehan Minguk Manse
Foto Keluarga Song Il Kook Saat Triplets Berulangtahun Yang Pertama 
Mudah-mudahan gak penasaran lagi yah..

Q  : Apa makanan kesukaan Daehan, Minguk, Manse?
A : Basically ketiganya suka makan daging dan buah-buahan. Pisang dan Strawberry adalah buah favorit sementara Mangdu alias pangsit rebus adalah 'cemilan' favorit mereka. Seperti anak kecil pada umumnya mereka juga diajarkan untuk lebih banyak makan sayuran. Diantara mereka bertiga Daehan yang paling susah makan sayur sementara Minguk dan Manse sudah bisa menikmati kimchi bahkan daunan mentah.

Song Triplets 2015
Daehan, Minguk, Manse Makan Apa Aja Boleh 

Tapi ngomong-ngomong kenapa sih nanya-nanya makanan kesukaan triplets? Mau ngirimin makanan yah? Gak usah jauh-jauh. Kirimin saya aja! Saya suka makanan yang pedes-pedes loh.. *lalu dikirimin cabe seliter*

Q : Apakah Daehan, Minguk, Manse tidak punya ranjang? Mereka selalu tidur di lantai disetiap syuting Return Of Superman. 
A IMHO beberapa anak kecil lebih nyaman tidur di tempat yang luas. Jika diperhatikan dibeberapa episode Daehan, Minguk, Manse kalau tidur gegulingan kesana kemari.  Bisa jadi karena itu mereka akhirnya ditidurkan di lantai beralaskan matras dan bedcover empuk supaya kalau gegulingan gak jatuh. Kasian kan kalo jatuh bisa benjol. Lagian mereka punya kebiasaan-kebiasan unik sebelum tidur. Minguk tidak bisa tidur kalau punggungnya tidak digarukin (karena antropy yang dideritanya waktu kecil). Manse suka tidur diatas perut bapaknya. Daehan juga gak bisa tidur kalo gak ada bapaknya. Triplets tidur di lantai beralas demi alasan kenyamanan dan keamanan aja sih sepertinya, bukan karena gak mampu beli tempat tidur yah.. Hehehehe.

Oh My Sleeping Triplets - Daehan Minguk Manse 

Q  :  Apakah Daehan, Minguk, Manse tidak punya televisi di apartement mereka?  

A : Salah satu parenting style pasangan Song adalah mereka tidak memanjakan triplets dengan banyak mainan dan televisi. Menurut Song Il Kook dalam satu episode Return Of Superman, dia dan istrinya sepakat anak-anak mereka harus lebih aktif bergerak jadi mainan pun dipilih mainan yang merangsang gerak motorik dan daya pikir mereka. Untuk tontonan Daehan, Minguk, Manse hanya menonton tayangan anak-anak semacam Pororo, Robocar Poly, The Octonauts dan belakangan lagi suka-sukanya dengan Little Mermaid. Itupun dibolehkan sebelum tidur atau jika diperlukan supaya mereka bisa diam sebentar... saja. Melihat box DVD Pororo yang dipakai Il Kook appa sebagai pembatas untuk mengukur tinggi Daehan,Minguk,Manse, mereka pasti punya televisi cuma tidak dipajang di ruang keluarga mereka. Mending anak-anak itu bermain bertiga daripada nongkrongin televisi di usia muda. Yeeh.. emangnya tipikal anak-anak Indonesia? :D

Minguk 2015
Minguk Mengukur Tinggi Badan 

Q :  Seberapa luas apartement the Triplets? 

A : Untuk keperluan syuting, tidak seluruh apartement di ekspose. Sebenarnya selain ruang tamu, dapur dan ruangan tempat triplets tidur yang biasa kita lihat di layar kaca, masih ada empat ruangan lagi. Satu kamar tidur utama dengan kamar mandi dalam, dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu ruangan yang digunakan sebagai gudang dan ruang penyimpanan lainnya.
Di salah satu episode dimana Daehan manjat pagar pembatas untuk mengambil buku, sepertinya salah satu kamar disebelah kanan berisi mainan dan buku-buku si triplets.
Jadi seberapa luas apartemen Daehan, Minguk, Manse? Silahkan dibayangkan sendiri yah..
Daehan Minguk Manse home
Apartemen Song Il Kook (cr to owner)

Q  : Apa warna kesukaan Daehan, Minguk, Manse?

A  : Daehan suka warna Biru, Minguk suka warna hijau dan Manse suka warna merah. Pengecualian untuk kursi berwarna pink yang selalu diduduki Manse. Itu karena awalnya kursi itu untuk Choo Sarang saat ia berkunjung ke apartement triplets. Manse kan lagi kagum-kagumnya sama Sarang, kangen.. aja bawaannya. Duh Manse!

Kursi Tempat Bermain dan Belajarnya Daehan, Minguk, Manse

Q : Apakah Daehan, Minguk, Manse selalu bersama bapaknya setiap hari atau hanya untuk syuting Return Of Superman saja? 

A : Seperti bapak-bapak pada umumnya, Song Il Kook juga punya kesibukan mencari nafkah. Memang belakangan dia belum main drama lagi, tapi tahun lalu Song Il Kook masih main film dan juga teater. Jika jadwalnya tidak padat, Song Il Kook selalu menyempatkan diri bersama triplets diluar syuting Return Of Superman. Tetapi jika dia punya kegiatan atau lagi pengen pacaran aja ama ibunya triplets, maka ada pengasuh terpercaya atau tante-tantenya triplets yang jagain tiga bocah ini. Most of time, Song Il Kook lebih fokus pada Daehan, Minguk, Manse. Makanya sesibuk apapun dia, Song Il Kook selalu mengusahakan pulang sebelum jam sembilan malam supaya bisa mandiin triplets sebelum mereka tidur. So sweet banget gak sih?


Song Triplets, Song Il Kook 2015
Manse, Minguk, Il Kook Appa, Daehan 2015 : Ayo anak-anak kita pulang! 

Q : Sampai umur berapakah Daehan, Minguk, Manse boleh tampil di Return Of Superman? 

A : Banyak yang mengira seorang anak akan berhenti tampil di Return Of Superman ketika sang ayah punya kesibukan lain misalnya syuting drama atau sibuk tur seperti keluarga Jang ( Jang Junu dan Jang Junsu) dan Tablo ( Haru). Menurut saya itu tidak ada hubungannya karena cast yang lain seperti Lee Hwijae punya job ngemsi dan jadi host variety show dimana-mana. Bahkan Cha Tae Hyun bisa tetap tampil di 2D1N walaupun sekarang main di drama Producer dan syuting film Sassy Girl 2 bersama Victoria f(x). Kenapa Jang Junu, Jang Junsu dan Haru tidak muncul lagi? Mungkin karena pihak KBS menganggap mereka sudah cukup gede melakukan sesuatu  tanpa bantuan ayah mereka. Inti dari variety show Return Of Superman adalah bagaimana seorang ayah mengasuh anaknya tanpa bantuan ibu, jadi kalau sang anak sudah bisa apa-apa sendiri sepertinya sudah tidak bisa masuk kategori variety show itu kan?

Baca juga : Are Daehan, Minguk, Manse and Song Il Gook Leaving The Return Of Superman? 

Untuk saat ini Daehan, Minguk, Manse masih dalam kategori, namun Song Il Kook sudah memberi tanda jika ketiga anaknya ini sudah faham kehidupan mereka terekspose di televisi maka saat itulah mereka akan mengundurkan diri dari variety show ini. So enjoy their cuteness while it last yorobun...

Foto Terbaru Daehan Minguk Manse
Daehan Minguk Manse, Now and Then 

Itulah 10 FAQ - pertanyaan-pertanyaan  yang paling sering ditanyakan tentang Daehan, Minguk, Manse. Tentunya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, jawaban-jawaban ini dari hasil observasi nonton Return Of Superman berkali-kali. Jadi kalau kamu punya jawaban/komentar atau punya hal lain yang pengen ditanyakan, boleh banget ketik di kolom comment dibawah.
Ditunggu!

Salam
Mama tiri Daehan, Minguk, Manse

Pics source : Screen Captured dari Return Of Superman, Hana Bank Card CF and owners.

3 Hal Penting dari Layanan Operator Seluler

Jaman sekarang seiring dengan kemudahan teknologi dan gaya hidup yang namanya telpon seluler alias hape sudah bukan barang asing lagi. Hape  sudah semacam hal yang tidak bisa ditinggalkan sebelum keluar rumah selain dompet. Bahkan ada yang bilang masih mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan hape. 

Kalau ketinggalan hape bisa mati gaya, tapi dengan hape di tangan masih bisa nelpon atau bbm orang rumah minta dianterin dompetnya. Masuk akal juga sih.. Ada lagi yang bilang, tidak apa-apa ketinggalan hape, toh masih ada hape yang lain. Alamak.. hapenya lebih dari dua ternyata! Namanya juga orang yang kekinian.

Tidak bisa dipungkiri orang Indonesia rata-rata punya hape lebih dari satu, ada yang dua, tak sedikitpun yang punya tiga. Alasannya bisa beragam tapi kebanyakan orang-orang disekitar saya memiliki dua atau lebih hape karena 'tergiur' tarif operator seluler dengan benefitnya sendiri-sendiri. Gara-gara itu jumlah simcard biasanya malah lebih banyak dari jumlah hapenya, apalagi harga kartu perdana prabayar juga relatif murah.

Sim Card


Terus terang saya sebenarnya bukan orang yang suka gonta ganti nomer. Sebagai orang yang setia (uhuk!) untuk urusan nomer dan  hape kalau bisa satu saja untuk semuanya. Tapi karena keperluan yang berbeda akhirnya membuat saya terpaksa mendua bahkan mentigakan nomer. Sebagai pengguna prabayar saya sering menemukan operator seluler perang harga dengan tagline iklan yang bombastis. Gratis ini lah, gratis itu lah. Padahal sih gratisnya belum tentu berguna. 

Contoh misalnya gratis nelpon, tapi hanya untuk sesama pelanggan. Gratis 12 GB data, tapi berlaku untuk pukul 00.00 - 05.00 pagi aja yah (begadang dong jadinya). Gratis SMS tapi kalau sudah ngirim SMS 5 kali (terus sms yang ke enam gak ada lagi yang perlu saya sms-in). Internetnya gratis kalau sudah isi ulang dan masih banyak lagi benefit yang ditulis dengan font size gede tapi ditambahkan dua ** (baca: bintang) : Syarat dan Ketentuan Berlaku. 

Memang susah susah gampang ya untuk jadi setia hanya pada satu nomer dan satu operator seluler saja, malahan lebih gampang bagi saya memutuskan gantengan mana, Kim Soo Hyun atau Lee Min Ho. Padahal saya bukan tipe pelanggan yang maunya macem-macem. Menurut saya ada 3 hal essensial yang saya butuhkan dari  layanan operator seluler ini sebaiknya :

3 Hal Penting dari Layanan Operator Seluler 


1. Tarifnya Masuk Akal
Tarif gak boleh mahal tapi gak perlu juga bombastis murahnya. Yang penting harga yang dibayar pelanggan sebanding dengan benefit yang didapatkan. Dan ketika kita bicara benefit, ini tentu saja yang memang sesuai dan  bermanfaat bagi pelanggan. Gak ada istilah jebakan batmen!

2. Bisa Diandalkan 
Tak ada yang lebih ngeselin selain sinyal yang timbul tenggelam. Dijaman internet serba cepat sudah saatnya masyarakat Indonesia tidak diberi harapan dengan tanda sinyal yang penuh tapi kecepatan layanan datanya membuat pelanggan menggelus dada lalu kemudian bikin kopi, rebus mie instant dan sekalian nyuci saking lambatnya.

3. Efisien 
Cukup dengan satu nomer segala kebutuhan saya dalam berkomunikasi baik voice maupun data bisa terpenuhi.

Tiga point itu saja  yang  perlu saya dapatkan dalam satu paket. Dulu ini semacam sulit untuk didapatkan. Eh ternyata sekarang bisa di XL. Namanya Paket Data Komplit.

Seperti namanya paket ini memang dibuat sangat komplit bagi pelanggan prabayar yang membutuhkan voice dan data. Pelanggan tinggal memilih paket yang cocok lebih sering Nelpon & SMS atau lebih sering Internetan. Apapun pilihannya semuanya  memberikan benefit untuk semua kebutuhan komunikasi mulai dari Nelpon & SMS ke SEMUA OPERATOR, sampai internetan dalam satu paket!


Sumber : www.xl.co.id



Sumber : www.xl.co.id

Syarat dan ketentuannya juga tidak macam-macam. Kuota internet berlaku selama 24 jam  dengan kecepatan internet : Download 7.2Mbps, Upload 2.4Mbps. Jika kuota internet sudah habis maka akses internet berhenti (tidak akan dikenakan tarif dasar internet). Paket Komplit Rp49rb hanya berlaku bagi pelanggan XL baru atau pelanggan dengan pemakaian kurang dari Rp40rb per bulan.

Dilihat dari tarifnya saya pikir relatif cukup terjangkau, tinggal pilih saja sesuai kebutuhan dan kemampuan. Sementara untuk jaringan, saya percaya XL Axiata sudah siap mendukung program yang dibuatnya ini. Sebagai pelanggan saya pun tidak perlu khawatir dengan jebakan batmen atau saya harus manjat tower BTS.

Apa yang dilakukan oleh XL ini sedikit banyak sudah menjawab kebutuhan saya tentang layanan operator seluler. Semoga kedepannya akan lebih banyak paket yang disediakan bagi pengguna prabayar dan pascabayar dengan tarif  dan layanan yang efisien dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis untuk Wartawan dan Blogger dari XL Axiata khusus untuk Regional Makassar 


Berani Lebih Percaya Diri Berkompetisi

Kalau melihat blogger-blogger lain sudah menang ini itu, rasanya saya pengen juga. Diluar masalah hadiahnya, ini sebenarnya tentang eksistensi diri (ciee..bahasanya!). Dulu sebuah cerpen dan puisi saya pernah di muat di majalah, senangnya bukan main. Sekarang saya pengen tahu apakah tulisan saya di blog cukup bagus untuk menang dan kembali membuat hati senang. Maka ikutlah saya dalam pertarungan lomba blog. 

Sekali dua kali tiga kali hingga entah berapakali, gak ada satupun yang menang. Research, menulis, edit, membaca kembali, diedit lagi, ditulis ulang sampai begadang semua saya lakukan tetapi tetap saja gagal. Saya jadi bertanya pada diri sendiri, jangan-jangan saya memang gak bisa membuat tulisan yang enak untuk dibaca. Jangan-jangan tulisan saya yang dimuat di media itu hanya kebetulan saja dimuat? Dan masih banyak pertanyaan membuat galau yang melintas di kepala.



Setiap orang punya ketakutannya tersendiri, saya pun begitu. Saya takut mencoba karena takut gagal lagi karena sering gak menang. Sempat terpikir untuk gak usah ikutan lomba blog apapun. Gak usah deh, percuma! Namun suara hati berkata,"Ah cemen lu. Masa kek ginian aja nyerah. Basi! Madingnya sudah mau terbit lo masih bingung antara lari ke hutan atau belok ke pantai."

Pertentangan ini membuat saya galau, gregetan dan akhirnya sampai pada satu titik dimana saya berpikir,"Aku tuh gak bisa diginiin!"   



Daripada menyalahkan diri sendiri, pikir punya pikir mending saya intropeksi. Saya lalu mereview tulisan sendiri dan tidak lupa membaca tulisan-tulisan blogger lain yang punya banyak pembaca dan sering menang kontes. Tujuannya sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dengan tulisan saya. 

Dari hasil blogwalking itulah saya pikir bagus tidaknya sebuah tulisan juga tidak ada hubungannya dengan bakat. Mengutip statement  Dewi Lestari, faktor menjadi penulis itu bukan bakat tapi kerja keras. Menurut saya itu ada benarnya. Mungkin bakat itu ibarat batu akik. Asalnya dari bongkahan biasa yang bentuknya tidak menarik kemudian diasah pakai gerinda. Kalo gak diasah ya akan tetap jadi batu bongkahan, gak akan kelihatan cantiknya.

Saya pikir menjadi seorang blogger pun seperti itu. Gagal sekali, coba lagi perbaiki. Gagal dua kali, coba tulis yang lebih baik lagi. Berani menang berarti harus lebih berani lagi untuk kalah. Toh tidak menang bukan berarti tulisan tidak bagus, siapa tahu gaya penulisan kita kurang kena dngan selera juri. Atau mungkin memang tulisannya itu belum siap untuk dipertandingkan, bisa juga belum rejeki.


Statement Dewi Lestari dikutip dari buku "My Life As A Writer", foto Dewi Lestari  dari IG @deelestari dan dibuat menggunakan Pablo by Buffer. 

Oleh karena itu sekarang saya menantang diri sendiri untuk tidak lagi takut dan meragukan kemampuan. Ikuti saja dulu semua lomba blog dengan usaha yang terbaik, tetap rajin menulis. Toh jikapun tidak menang, anggap saja belum waktunya dan bukan berarti saya gak mampu atau saya tidak berbakat, bukan?

Karena sesungguhnya kegagalan terbesar bukanlah  kalah melawan orang lain, melainkan kalah melawan diri sendiri. Semangat!! 

Belanda dan Inovasi : Sinar Matahari Untuk Plastik Ramah Lingkungan



Apa yang terpikirkan saat menyebut kata Belanda?


Jawaban bisa beragam tergantung siapa yang ditanya. Anak SD yang baru belajar sejarah mungkin akan terpikir kata ‘Penjajah’. Yang senang jalan-jalan bisa jadi menjawab Kincir Angin, Tulip dan Sepatu Kayu. Mahasiswa bisa jadi menjawan Bendungan, Sepeda, Neso  karena kepikiran mencari beasiswa. Bukan tidak mungkin pula  para pembaca novel akan menjawab  Negeri Van Oranje ( Iyah,  novel fenaomenal itu loh..) dan masih banyak alternatif jawaban lainnya. 

Dari sekian banyak hal yang menjadi top of mind seseorang dari kata ‘ Belanda ‘ seorang teman saya yang meraih master dan doktornya di Delft University bilang Belanda adalah Inovasi. “Di Belanda, dosen-dosen itu nanyaaaa.. melulu,”katanya. Bukannya tanpa alasan, sebuah jawaban akan menjadi sumber pertanyaan berikut yang menstimulasi untuk membangun ide dan gagasan baru. Dari sinilah munculah inovasi-inovasi yang menghantarkan  Belanda di posisi enam European Innovation Index diantara negara-negara di Eropa dan di posisi ke lima Global Innovation Index di seluruh dunia pada tahun 2014. 

Belanda memang tidak main-main dalam hal Inovasi.  Bagi Belanda ini adalah landasan bagi perekonomian dan masyarakat mereka di masa kini dan yang akan datang untuk kepentingan generasi berikutnya.  Jika melihat sepak terjang inovasi tekhnologinya , Belanda tampaknya sangat berambisi. Pemerintah bersama pihak swasta, industri, akademisi, lembaga penelitian dan konsorsium publik bahu membahu menciptakan inovasi-inovasi baru di segala bidang.  Satu hal  yang menarik bagi saya adalah inovasi tersebut harus menjadikan Belanda dan bumi menjadi lebih baik. 

Bagaimana caranya?

Belanda dan Inovasi : Sinar Matahari Untuk Plastik Ramah Lingkungan 


Salah satu hal yang menjadi ancaman  bagi lingkungan adalah plastik, tidak saja karena sulit didaur ulang namun pada proses pembuatannya dapat menghasilkan limbah kimia yang dapat merusak lingkungan.  Pada saat  pembuatan plastik ada pada sebuah proses dimana  hidroksilasi bereaksi mengubah sikloheksana menjadi sikloheksanol, sebuah molekul perintis untuk bahan nilon. Untuk mengubah sikloheksana  tersebut diperlukan atom oksigen dan atom hidrogen yang akan membantu pada proses pembakarannya dengan metode tertentu. Pada proses ini katalis kimia dibutuhkan namun sayang sekali proses ini pula yang menghasilkan limbah kimia yang cukup berat. 

Melihat hal tersebut dicarilah berbagai cara paling tidak untuk memimalisir hal tersebut. Dengan mengkombinasikan Bioscience dan Kimia ditemukanlah sebuah inovasi baru dengan mengganti bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk proses penting pembuatan plastik dengan enzym bernama monooxygenases, yang ditemukan di semua organisme hidup. Pada manusia, enzym ini  memainkan peran penting dalam mematikan  zat beracun dalam liver. 

Sesuatu yang berasal dari alam, harusnya kembali ke alam.  Dalam pengaktifan enzym Monooxygenases yang memerlukan elektron dipergunakanlah  Air dan sinar matahari. Dengan stimulasi yang tepat air dapat berfungsi sebagai donor elektron untuk enzym Monooxygenases. Caranya adalah dengan mengkombinasikan katalis titanium dioksida, senyawa yang ditemukan dalam cat tembok putih, dengan sinar matahari yang akan memisahkan air dan menghasilkan elektron untuk monooxygenases, seperti dalam proses fotosintesis pada daun.  

Proses Fotosintesis Dengan Menggunakan Sinar Matahari Diadopsi Dalam Proses Pembuatan Plastik


Sebenarnya penggunaan sinar matahari dalam inovasi tekhnologi di Belanda  sudah dikembangkan pada  industri Fotovoltaik, sektor teknologi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk mengubah sinar Matahari menjadi listrik, tapi belum ada yang terpikirkan untuk menggunakannya untuk dalam  proses  pembuatan plastik.  Sejauh ini teknik tersebut dianggap cukup menjanjikan karena di Belanda diperlukan cahaya buatan agar reaksi kimia dapat terjadi. Agar didapatkan hasil yang maksimal saat ini penelitian tetap dilanjutkan. Jika inovasi ini berhasil diharapkan akan ada alat yang lebih sederhana kuat dan serbaguna untuk reaksi kimia yang lebih sulit lagi agar dapat membuat  industri kimia sedikit lebih ramah lingkungan.

Sebuah jawaban akan menghasilkan sebuah pertanyaan berikutnya. Dan pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan terus memicu Belanda untuk terus menciptakan inovasi-inovasi baru untuk Belanda dan bumi yang lebih baik.  

Indonesia, jangan mau kalah ya!

References :
  1. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/dutch-no-longer-among-top-european-innovators
  2.  http://www.holland.com/global/meetings/green-meetings/green-conference-cities/amsterdam.htm
  3.  http://delta.tudelft.nl/article/turning-sunlight-into-plastics/29622

REVIEW JDorama : Itazura Na Kiss 2 Love In Tokyo

Masih ingat dong dengan Aihara Kotoko dan Irie Naoki di Itazura Na Kiss : Love In Tokyo yang sempat gue bahas disini? Nah, akhir tahun 2014 lalu season 2 dari J-Dorama kembali mempertemukan Furukawa Yuki dan Miki Honoka sebagai pasangan muka lempeng - absurd sedunia : Mr and Mrs Irie, Naoki dan Kotoko.

Itazura Na Kiss 2 : Love In Tokyo
Pasangan Cewe Ceria dan Si Muka Lempeng 

Itazura Na Kiss season 2 ini dibuka dengan 1 episode special 'Love In Okinawa' yang memperlihatkan pasangan pengantin baru ini sedang bulan madu. Kebayang dong Kotoko bahagianya kek apa. Akhirnya setelah naksir bertahun-tahun rasanya seperti mimpi bisa menikah dengan Naoki dan sekarang bulan madu di Okinawa pula! Saya aja yang nonton penasaran si lempeng ini bisa apa yah di bulan madu mereka, secara Kotoko kan sudah gak perlu ditanya malu malu tapi maunya... 
Tapi beneran nih, ini adalah akhir cerita Kotoko dan Naoki?

REVIEW JDorama : Itazura Na Kiss 2 Love In Tokyo 


Setelah episode special itu selang dua bulan barulah ditayangkan Itazura Na Kiss Season 2 sebanyak 16 episode. Di season 2 ceritanya berfokus pada kehidupan Kotoko dan Naoki setelah menikah. Naoki yang sempat berhenti kuliah karena harus mengambil alih perusahaan ayahnya kini kembali mengejar cita-citanya menjadi dokter. Kotoko pun tidak mau kalah, dia berusaha keras agar bisa menjadi perawat supaya bisa kerja bareng dengan Naoki. Perjuangan yang tidak mudah mengingat kemampuan Kotoko yang dibawah standar. 

Tapi inilah yang saya suka dari Jdorama. Sesulit apapun keadaan tidak pernah patah semangat.Dimarahin senior, dikerjain pasien, dijudesin teman angkatan, Kotoko tidak pernah menyerah. Dia harus membuktikan kalau dia bisa. Memang sih ada saatnya dia merasa down juga, tapi Kotoko tidak sendiri. Kotoko punya teman-teman sekolahnya dulu dan juga punya teman-teman baru yang siap membantu. 

Walaupun kemudian ada persaingan karena salah satu temannya suka banget sama Naoki. 

Dan seniornya juga suka Naoki.

Dan pasien-pasien pun suka dokter Irie Naoki.

Ahh.. semua suka Irie Naoki. Kotoko jadi stress sendiri. Apalagi tidak ada yang percaya Naoki menikahi dirinya karena perbedaan intelegensia. #PukPukKotoko

Etapi jangan salah ya.. gitu-gitu Kotoko terkenal dengan ketulusan dan kebaikan hatinya. Ternyata ada yang naksir Kotoko sampai minta Kotoko cerai aja dari Naoki karena Naoki kelihatannya tidak peduli pada Kotoko. Tapi benarkah Naoki seperti itu?

Keita vs Naoki 

Overall, Itazura Na Kiss 2 : Love In Tokyo  menurut saya adalah tentang meraih cita-cita dan menjadi dewasa. Cita-cita tetaplah hanya impian kalau tidak diusahakan, namun juga harus yakin apakah ini impian yang sesuai dengan diri sendiri atau hanya karena ingin berdampingan dengan orang yang disayang? 
Begitupun kehidupan pernikahan, tidak semudah yang diangan-angankan. Pasti ada halangan, apalagi jika jarak memisahkan. Namun dengan berjalannya waktu kekuatan cinta teruji dan itu akan mendewasakan. Tsaahh... 

Dan ini tidak hanya berlaku untuk Kotoko dan Naoki, tapi juga pada Kinchan dan Irie Yuki. Iyahh si tengil dan si bocah jutek ini masing-masing akan mengenal cinta.. Ahay!

Last but not least, Itazura Na Kiss 2 : Love in Tokyo gue kasih 3 dari 5 bintang. Ceritanya seru sih, adegan romantisnya Naoki ngekiss Kotoko juga banyak (uhuk!). Cuma entah kenapa saya melihat chemistry Furukawa Yuki dan Miki Honoka tidak seperti jaman Itazura Na Kiss season 1. Tau deh kenapa. Lebih kelihatan kek kakak-adik .Furukawa Yuki juga kurang poll jutek dan coolnya. Apa perasaan saya aja yah? 

Cieee Kotoko Cieee...  (NGIRI To The Max)

Yang jelas ketika episode 16 berakhir, saya cuma bisa berharap semoga ini bukan akhir cerita Kotoko dan Naoki. Saya butuh lihat Naoki junior dan rempong rempongnya Kotoko pas hamil. Eh upps.. 

Silahkan nonton sendiri deh. Jangan lupa kasi tahu saya pendapat kalian yah tentang J-dorama ini. 

Berkunjung Ke Mother Care Dan ELC Makassar

Jumat 17 April 2015 lima orang member Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) Makassar diundang oleh Kanmo Retail Group ke  ke acara Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Center (ELC) di Trans Mall. Berhubung saya berdomisili di Makassar dan lagi semangat-semangatnya nge-blog, langsung aja mendaftarkan diri dengan harap-harap cemas. Gimana gak H2C, eventnya berlangsung di hari kerja dan jamnya setelah jam istirahat pula. Dududu.. pinter-pinter selesain pekerjaan aja deh biar gak dicariin pas seru-serunya event. Yang penting mah  cuzz dulu aja, masalah kemudian dicariin selalu ada alasan :D *jangan ditiru!* 

Tiba di venue, setelah registrasi saya segera say hai dengan pihak penyelenggara. Ya iya dong...sudah diundang masa gak say hi dulu sih. Setelah itu barulah saya bergabung dengan para undangan lain yang ternyata sementara bersantap siang. Alhamdulilah yah, sambil makan siang bisa sekalian kopdar dengan emak-emak yang biasanya cuma bertegur sapa di blog atau di grup FB aja. Sementara para undangan (termasuk saya) menikmati makan siang, pihak penyelenggara siap-siap untuk memulai acara. Sepuluh menit kemudian, acara dimulai deh!

Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Centre (ELC) ini dibuka oleh mas Abi sebagai MC. Tanpa banyak basa basi mas Abi segera mempersilahkan mbak Bertha Setiana, Marketing and Communication  Director Kanmo Retail Group.

Bertha Setiana, MarComm  Director Kanmo Retail Group

Untuk yang belum ngeh, apa sih hubungannya Mothercare & ELC dengan Kanmo Retail Group, mbak Bertha menjelaskan secara singkat dan jelas bahwa Kanmo Retail Group ini adalah perusahaan yang memegang lisensi franchise untuk kedua merek terkemuka dunia itu.

Berani Lebih : Lebih Berani Nyetir Sendiri

Kebanyakan perempuan merasa cukup nyaman dianterin kemana-mana. Alasannya bisa jadi beragam. Ada yang memang belum punya kendaraan pribadi, ada juga yang gak mau repot, beberapa mungkin merasa belum cukup berani untuk menyetir kendaraan sendiri.  Memikirkan nyetir sendiri rasanya  sudah deg-degan apalagi  melihat para pengendara mengunakan jalan seenak hatinya aja. Belum lagi 'teror' musiman dari genk motor. Duh jadi tambah gak berani deh!

Memang bagi kebanyakan perempuan butuh ekstra keberanian untuk menyetir. Kalau ekstra keberanian itu ketutupan dengan rasa takut, ya sudahlah gak bakal bisa impian nyetir sendiri itu terwujud. Saya juga seperti itu waktu pertama kali nyetir. Kalau gak nekat, mungkin sampai sekarang saya masih dianterin kemana-mana atau naik transportasi umum. Belum lagi pemeo yang beredar dikalangan umum bahwa PEREMPUAN GAK PINTER NYETIR bisa jadi kebawa-bawa ke alam bawah sadar. Padahal, perempuan bisa nyetir kok, pinter malah. Asalkan mau belajar ..



Setelah belajar nyetir dari jaman Candi Prambanan belum berdiri bareng Roro Jongrang sampe jaman Bella Swan  dikasih hadiah mobil sama Edward Cullen, akhirnya sudah hampir dua tahun ini saya nyetir sendiri kemana-mana.

Ketika diawal-awal nyetir, mati dalam sudah jadi momok menakutkan bagi saya. Mobil mati karena dilepasnya injakan kopling dan gas tidak selaras. Yasaalam aja  jika ini terjadi kalau di tengah-tengah traffic yang padat atau di jalan yang menanjak.Apalagi kalo sudah ada yang klakson di belakang. Hadeuh, keringat dingin walaupun mobil pake AC tidak bisa dihindarkan. Lengkap sudah, grogi dan panik jadi satu. Deg-degan poll!!

Muter di belokan U aja hati-hatinya minta ampun. Ada juga pak ogah cepean yang keki karena saya terlalu sibuk merhatiin motor yang gak nyalip sampai gak ngasih mereka seribuan. Belum lagi masalah parkir. Maju mundur cantik sampai lurus itu selain bikin senewen. Ini  juga berpotensi bisa merubah tukang parkir menjadi Syahrince. Maju mundur cantik..



Pernah suatu kali mobil hampir nyungsep di got gara-gara truk sampah mengklakson dan menyalip di belokan. Truk sampah segede transformer sukses bikin saya panik dan banting setir. Untungnya mobil gak jadi nyungsep cuma menyerempet mobil dari arah berlawanan. Mobil yang diserempet ternyata mobil punya polisi pula,coba! Duit 100 ribu melayang dengan ucapan,"Kantor saya disebelah kantor bapak loh.. (sambil nyebut nama provider telco yang mengendorse iklan tata tertib lalulintas). Gak ngaruh, duit 100 ribu tetap aja buat ganti rugi penyok bempernya. Duh!

Ketika pun akhirnya nekad nyetir lagi,  awal-awalnya sempat  nyerempet  dan diserempet, bumper depan penyok dan penyokin pintu mobil orang lain juga. Berenti lagi? Gak! Saya mempertebal doa mudah-mudahan gak kejadian lagi dan lebih hati-hati. Karena kalau gak gitu, mau berapa kalipun belajar nyetir gak bakal bisa nyetir sendiri (lagi). Alhamdulilah dari jaman mobil manual yang diberi nama 'Kyu', lalu ganti jadi mobil matic bernama 'Siwan' sudah dapat pengalaman yang mudah-mudahan bisa menginspirasi dan memberi semangat untuk para perempuan nyetir sendiri.

Baca juga : Tips Berkendara Aman dan Nyaman 


Mudah-mudahan berguna. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas, juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, siapkah? 

Web Drama, Trend Baru Drama Korea

Gara-gara beberapa waktu lalu di twitter heboh dengan  web drama EXO Next Door, seorang teman (yang gak usah disebut namanya, ntar dia kondang)  nanya-nanya di whatssapp.  Dia penasaran kok bisa rame aja dibicarakan. Memangnya ceritanya super duper keren bingits? (Ngomong ala seumuran fansnya EXO). 

Akhirnya saya ceritakan sekilas story linenya dan alasan web drama yang baru 2 episode itu jadi TTWW (lengkapnya ntar di postingan berikutnya yah, supaya kalian betah maen ke blog gue. #modus), dia nanya lagi nontonnya dimana. Setelah diberitahu nontonnya di Line TV, dia nanya lagi "Channel TV baru? Harus langganan lagi dong..." 

Well, you don't have to, secara yang namanya web drama emang gak tayang di televisi tapi di website. 

Mungkin banyak yang belum tahu apa sih web drama itu?

Misaeng Prequel Web Drama 

Ketika Daehan,Minguk, Manse, Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won Bertemu

Susah bagi saya untuk tidak membahas Song Triplets, Daehan Minguk Manse ketika yang tiap hari saya pantengin adalah mereka. Kadang-kadang terlintas dipikiran, mereka ini sebenarnya bisa banget membentuk boyband. Mereka bertiga sama-sama suka nyanyi dan masing-masing punya spesiality. Daehan bisa jadi leader sekaligus visual karena dia yang paling ganteng (menurut saya). Minguk menjadi 'the brain' and 'the voice (semacam Kyuhyun di Super Junior gituh..) karena paling cepat hapal lagu dan pinter. Manse? Mmh.. dia tipikal member boyband dengan imej bad boy yang suka becanda gitu deh. Ya kan?

Ternyata baru-baru ini imajinasi saya tentang Song Triplets boyband ini kurang lebih terwujud dalam sebuah iklan bank yang mereka bintangi. Bukan plek jadi boyband sih. Di iklan 30 detik itu Daehan, Minguk, Manse bertransformasi menjadi anak band. Bonusnya  ada Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won juga loh.. Super duper keren! 



Peringatan : 
Hati-hati! Iklan ini berpotensi membuat penonton mengklik icon replay berulang kali. Menghubungi dokter jika jatuh cinta pada Song Triplets atau makin cinta sama Kim Soo Hyun adalah usaha yang tidak berguna. 

Supernova Episode Gelombang, Keping ke 5 Di Tangan Alfa Edison

Gelombang adalah salah satu novel rangkaian dari Supernova yang ditulis oleh Dewi 'Dee' Lestari. Ini bukan pertama kalinya saya membaca karya-karya Dee, bisa dibilang saya termasuk fans beratnya (walaupun bukan hardcore fan ya.Uhuk!). Di tahun 2000, ketika pertama kali Supernova : Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh terbit, saya tidak pernah menyangka bahwa ternyata cerita ini bersambung menjadi beberapa keping kisah yang ditulis masing-masing dalam satu buah novel. Sepanjang 14 tahun, Dee sudah menulis Akar, Petir, Partikel. Di tahun 2014  Gelombang dipublished dan menjadi keping kedua dari terakhir dari serial Supernova.

Supernova Episode Gelombang

Supernova Episode Gelombang, Keping ke 5 Di Tangan Alfa Edison 


Dalam setiap keping, selalu ada tokoh sentral yang berbeda dari keping sebelumnya. Untuk Gelombang, Dee 'menciptakan' Alfa Edison, seorang Batak dengan kecerdasan luar biasa. Orangtuanya bercita-cita ingin Alfa
menjadi orang yang tidak sekedar menjadi jago kampung. Persiapan telah dibuat namun kedua orangtunya dihadang dilema. Alfa diperebutkan oleh dua orang sakti mandraguna dari dua kampung berbeda. Orang-orang sakti ini berniat menjadikan Alfa sebagai murid spritualnya. Dari salah satu diantara mereka, Alfa diberi sebuah batu bersimbol aneh. Dia harus menjadi 'penjaga' kampung seperti batu itu menjaga dirinya. Untuk itu dia tidak boleh merantau. Sesuatu yang bisa menyia-nyiakan kecerdasan seorang Alfa Edison a.k.a Inchon.

Bukan tanpa sebab Inchon diperebutkan orang-orang sakti ini. Para tetua-tetua adat dan orang-orang sakti ini percaya Inchon telah dipilih oleh Si Jaga Portibi, mahluk gaib yang menjadi penghubung antara pencipta dan manusia. Inchon tidak hanya 'bertemu' dengan Si Jaga Portibi dalam keadaan sadar, tapi juga saat ia terlelap. Setiap kali dia tertidur, Inchon bermimpi aneh dan mencekam. Ada sesuatu dalam mimpinya yang berusaha untuk membunuhnya. 

Mimpi itu terus memburunya walaupun ia telah merantau jauh ke Amerika. Sebagai imigran gelap dia berusaha menembus belantara New York menjadi mahasiswa sekaligus karyawan perusahaan trader Wall Street ternama. Bermimpi jika ia tertidur menjadi ketakutan terbesar Inchon. Dia menjadi insomnia kelas akut. Suatu hari seseorang perempuan hadir dan memicunya untuk menghadapi ketakutan terbesarnya.

Dan itu membawanya jauh hingga ke Tibet, dimana satu demi satu jawaban dari semua pertanyaannya yang disimpan bertahun-tahun akhirnya terjawab. 

Hanya ada satu pertanyaan tersisa, dimanakah Inchon harus menemukan  keempat pemegang batu bersimbol seperti yang dipunyainya? 

My Impression

Dee selalu luar biasa dalam merangkai kata dan cerita. Saking luar biasanya saya sempat dibuat bingung dan agak mabok istilah-istilah di Supernova: Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh. Untunglah makin kesini, serial Supernova semakin bisa mengeluarkan Dee dari keinginan terlihat pintar dan benar-benar memperlihatkan dia betul-betul cerdas dengan tidak menumpahkan semua istilah-istilah yang tidak familiar seenak hatinya. Selain Partikel, Gelombang adalah salah satu keping yang cukup santai dalam penuturan dan alur cerita. 

Hal yang menarik adalah, jika pun tidak pernah membaca novel sebelumnya, masih tetap akan mengerti jalan cerita. Namun Gelombang juga tidak luput dari kesalahan-kesalahan kecil. Saya sangat menikmati cerita pencarian Diva hingga ketika lampu sorot pindah pada tokoh Inchon kecil. Namun ketika Inchon pindah ke New York ada beberapa hal yang saya rasa sebagai 'pelajaran gaya hidup bebas' terselubung. Walaupun Alfa beragama penyembah berhala (menurut keluarga yang ditebengin Inchon) dan hidup di New York yang bebas, tidak bisakah Inchon digambarkan tidak ikut-ikutan tidak perjaka hanya karena teman-temannya menertawainya? I mean, buku ini dibaca oleh anak muda Indonesia. Jika ada contoh, bisa jadi ini dijadikan pembenaran : Cowok Perjaka sebelum menikah itu gak cool, meeen..... Apapun agamanya, bolehkan kalau bukan hanya perempuan yang menjaga diri tapi juga lelaki? 

Untuk hal yang lain seperti jalan hidup Inchon yang terlalu mudah, dari ke Jakarta, pindah ke New York, dapat beasiswa hingga kerja di perusahaan ternama dengan gaji luar biasa tidak mengesankan buat saya. Namanya juga fiksi, tokoh utama tetap harus dipermudah jalannya walaupun kadang ada beberapa hal yang terlalu dipaksa. Semisal kenapa harus ke Amerika dulu untuk akhirnya bertemu sebuah buku yang ditulis Kalden? Bukannya dia sering nongkrong di toko buku bekas bapaktua? 

Inchon juga digambarkan jago bermain gitar dan berhasil memenangkan kontes di sebuah club. Bisa jadi ini penggambaran Dee untuk tokoh Inchon agar dia kelihatan lebih keren daripada sekedar jadi geek, mahasiswa peraih beasiswa di universitas ivy league. But that don't impress me much! Tidak ada hubungannya juga dengan inti cerita. Kecuali kalau tiba-tiba dia jadi ksatria bergitar dalam mimpinya lalu menemukan jawaban tanpa harus ke Tibet. (Lah, jadi Bang Rhoma dong... ). 

Dan walaupun ini bukan novel agama, saya merasa banyak unsur-unsur ajaran agama Budha yang disuntikkan dalam pemaparan kisahnya. Sesuatu yang pernah membuat saya jadi sedikit antipati pada Dee saat ia menuliskan Zarah yang beragama Islam namun dengan entengnya menjawab Jamur sebagai Tuhannya. *Sigh* But,hey! Dee hanya menulis untuk dirinya sendiri dulu, memang bukan untuk memenuhi selera pasar. Salah pembaca kalau kemudian jatuh suka. Ya kan?

Ada hal yang saya kagumi, ada pula yang harus saya maklumi. Yang jelas Dee adalah seorang penulis dengan segudang ide namun terkadang terlalu liar berimajinasi. Keliaran imajinasinya itu bisa jadi membawa pembaca jadi penasaran atau malah berhenti ditengah jalan karena kelelahan.

Gelombang adalah salah satunya buah pemikiran dan hasil riset Dee yang akan berlanjut pada Intelensia Embun Pagi yang akan menghubungkan novel-novel sebelumnya. Diantara beberapa hal yang tidak memuaskan tadi saya masih tetap penasaran ingin membaca ending dari serial Supernova. Sementara itu, mari terbawa gelombang hingga waktu yang belum ditentukan. 

Selamat membaca!

First Impression : Sensory Couple. The Girl Who Can Sees Smell

Saya jarang-jarang nih mau nulis tentang K-drama yang lagi tayang, baru 2 episode pula. Biasanya kan saya ngereview K-drama yang sudah selesai tayang aja. Tapi ini pengecualian sodara-sodara, because i just can't help it! Drama ini terlalu sayang hanya untuk disukai sendirian. Virusnya harus disebar ke seluruh penjuru mata angin. Wush wush... 

K-drama ini berjudul Sensory Couple atau dibeberapa waktu sebelumnya sempat diberi judul Girl Who Can Sees Smell. Saya lebih suka menyebutnya sebagai Sensory Couple karena judul ini lebih pas. Bukan hanya sang tokoh perempuan yang punya 'kemampuan' khusus tapi juga tokoh prianya. Pas kan kalo disebut couple?

Sensory Couple a.k.a The Girl Who Can Sees Smells

The Story : 

Sensory Couple dimulai dengan cerita 4 tahun lalu ketika Choi Eun Sool ( Shin Se Kyung) pulang sekolah. Sambil berjalan pulang dia mengirimkan sms kepada ibunya minta dimasakin ramyun. Little that she knows,