Berkunjung Ke Mother Care Dan ELC Makassar

Jumat 17 April 2015 lima orang member Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) Makassar diundang oleh Kanmo Retail Group ke  ke acara Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Center (ELC) di Trans Mall. Berhubung saya berdomisili di Makassar dan lagi semangat-semangatnya nge-blog, langsung aja mendaftarkan diri dengan harap-harap cemas. Gimana gak H2C, eventnya berlangsung di hari kerja dan jamnya setelah jam istirahat pula. Dududu.. pinter-pinter selesain pekerjaan aja deh biar gak dicariin pas seru-serunya event. Yang penting mah  cuzz dulu aja, masalah kemudian dicariin selalu ada alasan :D *jangan ditiru!* 

Tiba di venue, setelah registrasi saya segera say hai dengan pihak penyelenggara. Ya iya dong...sudah diundang masa gak say hi dulu sih. Setelah itu barulah saya bergabung dengan para undangan lain yang ternyata sementara bersantap siang. Alhamdulilah yah, sambil makan siang bisa sekalian kopdar dengan emak-emak yang biasanya cuma bertegur sapa di blog atau di grup FB aja. Sementara para undangan (termasuk saya) menikmati makan siang, pihak penyelenggara siap-siap untuk memulai acara. Sepuluh menit kemudian, acara dimulai deh!

Media & Blogger Luncheon Mothercare & Early Learning Centre (ELC) ini dibuka oleh mas Abi sebagai MC. Tanpa banyak basa basi mas Abi segera mempersilahkan mbak Bertha Setiana, Marketing and Communication  Director Kanmo Retail Group.

Bertha Setiana, MarComm  Director Kanmo Retail Group

Untuk yang belum ngeh, apa sih hubungannya Mothercare & ELC dengan Kanmo Retail Group, mbak Bertha menjelaskan secara singkat dan jelas bahwa Kanmo Retail Group ini adalah perusahaan yang memegang lisensi franchise untuk kedua merek terkemuka dunia itu.

Berani Lebih : Lebih Berani Nyetir Sendiri

Kebanyakan perempuan merasa cukup nyaman dianterin kemana-mana. Alasannya bisa jadi beragam. Ada yang memang belum punya kendaraan pribadi, ada juga yang gak mau repot, beberapa mungkin merasa belum cukup berani untuk menyetir kendaraan sendiri.  Memikirkan nyetir sendiri rasanya  sudah deg-degan apalagi  melihat para pengendara mengunakan jalan seenak hatinya aja. Belum lagi 'teror' musiman dari genk motor. Duh jadi tambah gak berani deh!

Memang bagi kebanyakan perempuan butuh ekstra keberanian untuk menyetir. Kalau ekstra keberanian itu ketutupan dengan rasa takut, ya sudahlah gak bakal bisa impian nyetir sendiri itu terwujud. Saya juga seperti itu waktu pertama kali nyetir. Kalau gak nekat, mungkin sampai sekarang saya masih dianterin kemana-mana atau naik transportasi umum. Belum lagi pemeo yang beredar dikalangan umum bahwa PEREMPUAN GAK PINTER NYETIR bisa jadi kebawa-bawa ke alam bawah sadar. Padahal, perempuan bisa nyetir kok, pinter malah. Asalkan mau belajar ..



Setelah belajar nyetir dari jaman Candi Prambanan belum berdiri bareng Roro Jongrang sampe jaman Bella Swan  dikasih hadiah mobil sama Edward Cullen, akhirnya sudah hampir dua tahun ini saya nyetir sendiri kemana-mana.

Ketika diawal-awal nyetir, mati dalam sudah jadi momok menakutkan bagi saya. Mobil mati karena dilepasnya injakan kopling dan gas tidak selaras. Yasaalam aja  jika ini terjadi kalau di tengah-tengah traffic yang padat atau di jalan yang menanjak.Apalagi kalo sudah ada yang klakson di belakang. Hadeuh, keringat dingin walaupun mobil pake AC tidak bisa dihindarkan. Lengkap sudah, grogi dan panik jadi satu. Deg-degan poll!!

Muter di belokan U aja hati-hatinya minta ampun. Ada juga pak ogah cepean yang keki karena saya terlalu sibuk merhatiin motor yang gak nyalip sampai gak ngasih mereka seribuan. Belum lagi masalah parkir. Maju mundur cantik sampai lurus itu selain bikin senewen. Ini  juga berpotensi bisa merubah tukang parkir menjadi Syahrince. Maju mundur cantik..



Pernah suatu kali mobil hampir nyungsep di got gara-gara truk sampah mengklakson dan menyalip di belokan. Truk sampah segede transformer sukses bikin saya panik dan banting setir. Untungnya mobil gak jadi nyungsep cuma menyerempet mobil dari arah berlawanan. Mobil yang diserempet ternyata mobil punya polisi pula,coba! Duit 100 ribu melayang dengan ucapan,"Kantor saya disebelah kantor bapak loh.. (sambil nyebut nama provider telco yang mengendorse iklan tata tertib lalulintas). Gak ngaruh, duit 100 ribu tetap aja buat ganti rugi penyok bempernya. Duh!

Ketika pun akhirnya nekad nyetir lagi,  awal-awalnya sempat  nyerempet  dan diserempet, bumper depan penyok dan penyokin pintu mobil orang lain juga. Berenti lagi? Gak! Saya mempertebal doa mudah-mudahan gak kejadian lagi dan lebih hati-hati. Karena kalau gak gitu, mau berapa kalipun belajar nyetir gak bakal bisa nyetir sendiri (lagi). Alhamdulilah dari jaman mobil manual yang diberi nama 'Kyu', lalu ganti jadi mobil matic bernama 'Siwan' sudah dapat pengalaman yang mudah-mudahan bisa menginspirasi dan memberi semangat untuk para perempuan nyetir sendiri.

Baca juga : Tips Berkendara Aman dan Nyaman 


Mudah-mudahan berguna. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas, juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, siapkah? 

Web Drama, Trend Baru Drama Korea

Gara-gara beberapa waktu lalu di twitter heboh dengan  web drama EXO Next Door, seorang teman (yang gak usah disebut namanya, ntar dia kondang)  nanya-nanya di whatssapp.  Dia penasaran kok bisa rame aja dibicarakan. Memangnya ceritanya super duper keren bingits? (Ngomong ala seumuran fansnya EXO). 

Akhirnya saya ceritakan sekilas story linenya dan alasan web drama yang baru 2 episode itu jadi TTWW (lengkapnya ntar di postingan berikutnya yah, supaya kalian betah maen ke blog gue. #modus), dia nanya lagi nontonnya dimana. Setelah diberitahu nontonnya di Line TV, dia nanya lagi "Channel TV baru? Harus langganan lagi dong..." 

Well, you don't have to, secara yang namanya web drama emang gak tayang di televisi tapi di website. 

Mungkin banyak yang belum tahu apa sih web drama itu?

Misaeng Prequel Web Drama 

Ketika Daehan,Minguk, Manse, Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won Bertemu

Susah bagi saya untuk tidak membahas Song Triplets, Daehan Minguk Manse ketika yang tiap hari saya pantengin adalah mereka. Kadang-kadang terlintas dipikiran, mereka ini sebenarnya bisa banget membentuk boyband. Mereka bertiga sama-sama suka nyanyi dan masing-masing punya spesiality. Daehan bisa jadi leader sekaligus visual karena dia yang paling ganteng (menurut saya). Minguk menjadi 'the brain' and 'the voice (semacam Kyuhyun di Super Junior gituh..) karena paling cepat hapal lagu dan pinter. Manse? Mmh.. dia tipikal member boyband dengan imej bad boy yang suka becanda gitu deh. Ya kan?

Ternyata baru-baru ini imajinasi saya tentang Song Triplets boyband ini kurang lebih terwujud dalam sebuah iklan bank yang mereka bintangi. Bukan plek jadi boyband sih. Di iklan 30 detik itu Daehan, Minguk, Manse bertransformasi menjadi anak band. Bonusnya  ada Kim Soo Hyun dan Ha Ji Won juga loh.. Super duper keren! 



Peringatan : 
Hati-hati! Iklan ini berpotensi membuat penonton mengklik icon replay berulang kali. Menghubungi dokter jika jatuh cinta pada Song Triplets atau makin cinta sama Kim Soo Hyun adalah usaha yang tidak berguna. 

Supernova Episode Gelombang, Keping ke 5 Di Tangan Alfa Edison

Gelombang adalah salah satu novel rangkaian dari Supernova yang ditulis oleh Dewi 'Dee' Lestari. Ini bukan pertama kalinya saya membaca karya-karya Dee, bisa dibilang saya termasuk fans beratnya (walaupun bukan hardcore fan ya.Uhuk!). Di tahun 2000, ketika pertama kali Supernova : Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh terbit, saya tidak pernah menyangka bahwa ternyata cerita ini bersambung menjadi beberapa keping kisah yang ditulis masing-masing dalam satu buah novel. Sepanjang 14 tahun, Dee sudah menulis Akar, Petir, Partikel. Di tahun 2014  Gelombang dipublished dan menjadi keping kedua dari terakhir dari serial Supernova.

Supernova Episode Gelombang

Supernova Episode Gelombang, Keping ke 5 Di Tangan Alfa Edison 


Dalam setiap keping, selalu ada tokoh sentral yang berbeda dari keping sebelumnya. Untuk Gelombang, Dee 'menciptakan' Alfa Edison, seorang Batak dengan kecerdasan luar biasa. Orangtuanya bercita-cita ingin Alfa
menjadi orang yang tidak sekedar menjadi jago kampung. Persiapan telah dibuat namun kedua orangtunya dihadang dilema. Alfa diperebutkan oleh dua orang sakti mandraguna dari dua kampung berbeda. Orang-orang sakti ini berniat menjadikan Alfa sebagai murid spritualnya. Dari salah satu diantara mereka, Alfa diberi sebuah batu bersimbol aneh. Dia harus menjadi 'penjaga' kampung seperti batu itu menjaga dirinya. Untuk itu dia tidak boleh merantau. Sesuatu yang bisa menyia-nyiakan kecerdasan seorang Alfa Edison a.k.a Inchon.

Bukan tanpa sebab Inchon diperebutkan orang-orang sakti ini. Para tetua-tetua adat dan orang-orang sakti ini percaya Inchon telah dipilih oleh Si Jaga Portibi, mahluk gaib yang menjadi penghubung antara pencipta dan manusia. Inchon tidak hanya 'bertemu' dengan Si Jaga Portibi dalam keadaan sadar, tapi juga saat ia terlelap. Setiap kali dia tertidur, Inchon bermimpi aneh dan mencekam. Ada sesuatu dalam mimpinya yang berusaha untuk membunuhnya. 

Mimpi itu terus memburunya walaupun ia telah merantau jauh ke Amerika. Sebagai imigran gelap dia berusaha menembus belantara New York menjadi mahasiswa sekaligus karyawan perusahaan trader Wall Street ternama. Bermimpi jika ia tertidur menjadi ketakutan terbesar Inchon. Dia menjadi insomnia kelas akut. Suatu hari seseorang perempuan hadir dan memicunya untuk menghadapi ketakutan terbesarnya.

Dan itu membawanya jauh hingga ke Tibet, dimana satu demi satu jawaban dari semua pertanyaannya yang disimpan bertahun-tahun akhirnya terjawab. 

Hanya ada satu pertanyaan tersisa, dimanakah Inchon harus menemukan  keempat pemegang batu bersimbol seperti yang dipunyainya? 

My Impression

Dee selalu luar biasa dalam merangkai kata dan cerita. Saking luar biasanya saya sempat dibuat bingung dan agak mabok istilah-istilah di Supernova: Putri, Ksatria dan Bintang Jatuh. Untunglah makin kesini, serial Supernova semakin bisa mengeluarkan Dee dari keinginan terlihat pintar dan benar-benar memperlihatkan dia betul-betul cerdas dengan tidak menumpahkan semua istilah-istilah yang tidak familiar seenak hatinya. Selain Partikel, Gelombang adalah salah satu keping yang cukup santai dalam penuturan dan alur cerita. 

Hal yang menarik adalah, jika pun tidak pernah membaca novel sebelumnya, masih tetap akan mengerti jalan cerita. Namun Gelombang juga tidak luput dari kesalahan-kesalahan kecil. Saya sangat menikmati cerita pencarian Diva hingga ketika lampu sorot pindah pada tokoh Inchon kecil. Namun ketika Inchon pindah ke New York ada beberapa hal yang saya rasa sebagai 'pelajaran gaya hidup bebas' terselubung. Walaupun Alfa beragama penyembah berhala (menurut keluarga yang ditebengin Inchon) dan hidup di New York yang bebas, tidak bisakah Inchon digambarkan tidak ikut-ikutan tidak perjaka hanya karena teman-temannya menertawainya? I mean, buku ini dibaca oleh anak muda Indonesia. Jika ada contoh, bisa jadi ini dijadikan pembenaran : Cowok Perjaka sebelum menikah itu gak cool, meeen..... Apapun agamanya, bolehkan kalau bukan hanya perempuan yang menjaga diri tapi juga lelaki? 

Untuk hal yang lain seperti jalan hidup Inchon yang terlalu mudah, dari ke Jakarta, pindah ke New York, dapat beasiswa hingga kerja di perusahaan ternama dengan gaji luar biasa tidak mengesankan buat saya. Namanya juga fiksi, tokoh utama tetap harus dipermudah jalannya walaupun kadang ada beberapa hal yang terlalu dipaksa. Semisal kenapa harus ke Amerika dulu untuk akhirnya bertemu sebuah buku yang ditulis Kalden? Bukannya dia sering nongkrong di toko buku bekas bapaktua? 

Inchon juga digambarkan jago bermain gitar dan berhasil memenangkan kontes di sebuah club. Bisa jadi ini penggambaran Dee untuk tokoh Inchon agar dia kelihatan lebih keren daripada sekedar jadi geek, mahasiswa peraih beasiswa di universitas ivy league. But that don't impress me much! Tidak ada hubungannya juga dengan inti cerita. Kecuali kalau tiba-tiba dia jadi ksatria bergitar dalam mimpinya lalu menemukan jawaban tanpa harus ke Tibet. (Lah, jadi Bang Rhoma dong... ). 

Dan walaupun ini bukan novel agama, saya merasa banyak unsur-unsur ajaran agama Budha yang disuntikkan dalam pemaparan kisahnya. Sesuatu yang pernah membuat saya jadi sedikit antipati pada Dee saat ia menuliskan Zarah yang beragama Islam namun dengan entengnya menjawab Jamur sebagai Tuhannya. *Sigh* But,hey! Dee hanya menulis untuk dirinya sendiri dulu, memang bukan untuk memenuhi selera pasar. Salah pembaca kalau kemudian jatuh suka. Ya kan?

Ada hal yang saya kagumi, ada pula yang harus saya maklumi. Yang jelas Dee adalah seorang penulis dengan segudang ide namun terkadang terlalu liar berimajinasi. Keliaran imajinasinya itu bisa jadi membawa pembaca jadi penasaran atau malah berhenti ditengah jalan karena kelelahan.

Gelombang adalah salah satunya buah pemikiran dan hasil riset Dee yang akan berlanjut pada Intelensia Embun Pagi yang akan menghubungkan novel-novel sebelumnya. Diantara beberapa hal yang tidak memuaskan tadi saya masih tetap penasaran ingin membaca ending dari serial Supernova. Sementara itu, mari terbawa gelombang hingga waktu yang belum ditentukan. 

Selamat membaca!

First Impression : Sensory Couple. The Girl Who Can Sees Smell

Saya jarang-jarang nih mau nulis tentang K-drama yang lagi tayang, baru 2 episode pula. Biasanya kan saya ngereview K-drama yang sudah selesai tayang aja. Tapi ini pengecualian sodara-sodara, because i just can't help it! Drama ini terlalu sayang hanya untuk disukai sendirian. Virusnya harus disebar ke seluruh penjuru mata angin. Wush wush... 

K-drama ini berjudul Sensory Couple atau dibeberapa waktu sebelumnya sempat diberi judul Girl Who Can Sees Smell. Saya lebih suka menyebutnya sebagai Sensory Couple karena judul ini lebih pas. Bukan hanya sang tokoh perempuan yang punya 'kemampuan' khusus tapi juga tokoh prianya. Pas kan kalo disebut couple?

Sensory Couple a.k.a The Girl Who Can Sees Smells

The Story : 

Sensory Couple dimulai dengan cerita 4 tahun lalu ketika Choi Eun Sool ( Shin Se Kyung) pulang sekolah. Sambil berjalan pulang dia mengirimkan sms kepada ibunya minta dimasakin ramyun. Little that she knows,

Melintas Batas Singapore - Malaysia

Sejak kemunculan Trinity sepertinya banyak orang-orang Indonesia yang ingin berlibur ke luar negeri sebagai backpacker. Sampai sekarang dengan makin mudahnya orang mengakses informasi dan perusahaan penerbangan yang kerap menggoda iman dengan promo tiket murah, makin banyak orang pula yang kepengen melihat dunia lain eh maksudnya negara lain.

Pertanyaannya adalah harus kemana memulainya? 

Dulu saya juga bertanya yang sama. Tahun 2013, saya nekat traveling berdua saja dengan teman, tanpa tour, cuma ngikutin trend : being a backpacker. Setelah punya passport, mikir punya mikir mending nyari negara yang gak usah pake visa dan bahasanya gak bikin susah. Singapore  langsung menjadi top of mind. Negaranya rapih, gak ruwet, sistem transportasi bagus dan wilayahnya gak seberapa luas. Pas lah buat traveler pemula.

Perjalanan ke Singapore bisa dibaca disini.


Melintas Batas Singapore - Malaysia


Lalu kemudian  saya pikir tanggung amat kalau hanya ke Singapore saja. Maka disusunlah rencana berikutnya : Mari nyebrang ke Penang, Malaysia. Kenapa Penang? Karena saya penasaran aja dengan negara bagian Malaysia yang katanya pertemuan jaman kolonial, Melayu dan peranakan.Seru kali yah..

Waktu itu sebagai orang yang pengen ngerasain jadi backpacker, maunya sih bisa kemana-mana dengan modal sehemat mungkin. Jarak Singapore ke Malaysia tidak seberapa jauh, tapi kan gak mungkin juga jalan kaki, hihihih. Cek en ricek selain naik pesawat ternyata ada moda transportasi bus yang bisa dipilih. Saya sengaja memilih bus malam supaya bisa menghemat waktu dan biaya karena gak perlu nginap di hotel. Rencananya sih tinggal bobo di bus, pagi sudah tiba di Penang.   

Ternyata operator bus yang melayani rute Singapore-Penang itu banyak dengan harga dan bus yang beragam. Pilihan akhirnya jatuh pada  operator bus Sri Maju. Selain harganya yang lumayan murah dibanding yang lain, busnya juga kelihatannya nyaman. Untuk tiketnya sendiri bisa dibeli secara online dengan pembayaran kartu kredit atau dibeli langsung di agen resminya di Golden Mile Complex. Waktu itu saya memilih beli secara online supaya gak repot aja. Begitu tiba di kantor pemasarannya di Golden Mile Complex, saya tinggal memperlihatkan e-booked pada petugas yang kemudian diganti dengan tiket beneran.  
Sambil menunggu jadwal keberangkatan, saya sempat nongkrong sebentar di Golden Mile Complex. Nongkrong disini adalah sebenar-benarnya nongkrong, bukan nongkrong cantik sambil ngopi-ngopi di cafe. Golden Mile Complex itu bukan semacam mall walaupun memang pertokoan. Saya sempat melihat-lihat sekilas keadaan di lantai 1 saat mencari toilet. Banyak kios kios makanan, pakaian, outlet cemilan dan yang paling banyak adalah agent-agent bus antar kota-negara. Jadi ketika selesai menoilet dan bus belum ada tanda-tanda berangkat juga, saya nongkrong di pelataran Golden Mile Complex bersama penumpang yang menunggu bus masing-masing. 

Disaat itulah saya sempat ngobrol dengan seorang perempuan muda yang malam itu juga lagi nunggu bus jurusan Ipoh. Dia sempat gak percaya ketika tahu saya ke Singapore dan saat itu mau ke Penang hanya berdua saja dengan teman. Cewek pula! Dan itu baru pertama kalinya ke luar negeri. Padahal kalau dipikir, dia bukannya ke luar negeri juga, sendiri pula. Mungkin bagi dia Singapore - Ipoh jaraknya hanya sepelemparan kapur, tidak termasuk luar negeri walaupun harus periksa passport.

Pengalaman pemeriksaan passport di perbatasan Singapore-Malaysia jadi pengalaman yang unik juga. Jauh sebelum berangkat saya sudah sempat browsing tentang hal ini. Banyak sekali yang saya baca menginformasikan : HARUS BURU BURU. BUS GAK MAU NUNGGU. KETINGGALAN? TUNGGU BUS BERIKUTNYA. Padahal kenyataannya... 

Bus yang saya tumpangi berhenti di imigrasi Singapore setelah tiga puluh menit berangkat dari Golden Mile Complex. Karena sudah baca informasi Bus gak mau nunggu  dan didukung orang-orang lain juga keknya buru-buru amat sampe lari-larian gitu, saya pun dengan sigap ikut lari ke dalam gedung imigrasi. Ternyata antriannya sudah mengular. Mungkin itu kali ya kenapa orang-orang di warning untuk cepet-cepatan lari, supaya gak kelamaan ngantri. 

Nyatanya proses antrian berjalan tertib dan petugas imigrasinya juga gak banyak cingcong langsung stempel aja. Gak berapa lama sudah selesai dan kembali ke bus yang MASIH NUNGGU dong dengan antengnya.. Memang sih cuma pindah tempat sekian meter aja, tapi penumpang tetap ditungguin sampai semua naik. Bukannya langsung berangkat lagi dan penumpang yang tertinggal harus nungguin bus dari operator yang sama untuk ditebengin. Duh! Sungguh siapapun yang menuliskan tips dan trick perjalanan dengan bus dari Singapore ke Penang seperti itu bener-bener harus mengedit lagi tulisannya deh. Ada kali lima menitan saya menunggu di dalam bus sampai akhirnya bus kembali melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Tau gitu yaah gak usah lari-larian. (Iyahh saya terlalu lugu... ) 

Couch Bus Sri Maju Yang Setia Menunggu 

Setelah passport dikecup basah dengan stempel imigrasi Singapore, gak sampe lima menit bus membawa kami ke gedung imigrasi perbatasan Malaysia.  Kali ini gak perlu lari-lari mendapatkannya walaupun langkah tetap harus dipercepat. Kantor imigrasi perbatasan Malaysia ini sedikit lebih kecil dan suram dibandingkan gedung imigrasi Singapore Sepertinya sudah terpampang nyata perbedaan kedua negara tetangga ini. Petugasnya juga tidak begitu teliti memeriksa barang bawaan pendatang, antriannya gak karuan, ruangan sesak ACnya gak terasa. Ya sudahlah, yang penting passport sudah dikecup basah lagi dengan stempel imigrasi. Welcome me Malaysia..  Let's get back to the bus!

Couch bus yang saya tumpangi cukup nyaman. Tempat duduknya empuk dan bisa diatur sehingga bisa menjadi tempat tidur, AC dingin walaupun lagu yang diplay pakcik supir adalah lagu India. Karena sudah capek banget seharian ngider di Singapore, saya tertidur dengan nyenyak sampai di terminal Sungai Nibong, Penang pagi buta. Gak kepikiran lagi untuk foto-foto interior bus (Walaupun masih aware dengan sekumpulan anak band keren yang duduk di bagian belakang. Hihihi). 

Lampu jalan masih nyala, langit masih gelap ketika bus tiba di Terminal Sungai Nibong. Saya disambut udara Penang pukul setengah enam pagi. Masih ada waktu buat sholat subuh. Alhamdulillah ada musholla di lantai dua terminal yang masih sepi. Ternyata terminalnya rapih. Selain ada musholla, terminal berlantai dua ini juga dilengkapi kamar mandi dan kantin. Yay! Bisa bersih bersih badan yang pegel agak kecut manis ini dulu kan...

Seselesainya bebersih badan, saya masih sempat selonjoran kaki di musholla sambil cek en ricek itinerary. Satu dua orang silih berganti masuk musholla untuk mengejar Subuh yang tertunda. Ternyata mereka ini mahasiswi-mahasiswi dari berbagai daerah di Malaysia yang sedang menuntut ilmu di Penang. Mereka cukup ramah ditanya ini itu dalam bahasa melayu sesekali bercampur bahasa Inggris. Lumayan lama ngobrol, mereka harus bergegas kembali ke asrama. Di luar langit sudah terang, jalan di depan terminal sudah mulai ramai. Saatnya berangkat. Mari telusuri Penang  di postingan berikutnya. Penang, here i come..

Terminal Sungai Nibong, Penang 

Note:
Pics taken by Ankhe, karena foto-foto yang saya ambil kebanyakan selfie. Hahaha *iyaah waktu itu level kenarsisanku setinggi level Maicih yang paling pedes* 

Behind The Scene Pemotretan Iklan : Daehan Minguk Manse dan Song Il Kook

Sementara yang lain masih belum bisa move on dari Ji Chang Wook yang mengupload fotonya 'balapan liar' di Bali, aku masih gak bisa melepaskan diri dari tiga bocah kembar ini :  Daehan, Minguk, Manse. Song Triplets ini sudah aku bahas sebelumnya disini, cuma karena kemarin sebagai ritual sehari-hari aku mampir ke forum dan melihat ini :

Daehan dan Appa Ppoppo

Whoaa... Dispatch! Setelah selama ini membocorkan scandal-scandal dating para artis Kpop sekarang malah published foto ini. Daebak! Seandainya Dispatch adalah situs berita Indonesia yang terkadang judulnya gak nyambung dengan isi beritanya, foto ini  bisa diberi judul : SELEBRITIES KOREA BERCIUMAN. 

*Lalu dikeplak massa*

GenKdrama, Ketika Perbedaan Tak Jadi Masalah

Masih ingat gak jaman pemilihan presiden tahun lalu? Di social media rame update-an status tentang kandidat pilihan yang kemudian berakhir 'rusuh' di tab comment. Gimana gak rusuh kalau terjadi perang hujatan, saling sindir menyindir atau lebih parah lagi secara terbuka berantem di social media. Serunya (atau sarunya?) berantemnya bisa melebar sampai ke dunia nyata sampai putus komunikasi dan tali silaturahmi. Kelakuan sudah 11-12 dengan fans hardcore One Direction, Justin Bieber, Agnes Mo, Super Junior, EXO dan segala macam idol-idol itu. Kalo ingat lagi jaman itu, gila yah..bisa sampai segitunya cuma karena perbedaan 'idola'. Hayo siapa disini yang sempat renggang hubungan pertemanannya gara-gara beda 'idola'? 
"Segala perbedaan itu.. Membuatmu jauh dariku.."

                                        Ari Lasso - Perbedaan

Oke lupakan, lagu Ari Lasso gak ada hubungannya dengan Kpop, Kdrama or whatsoever!

Gara-gara itulah akhirnya waktu itu saya mengambil jalan tengah : GAK MAU UPDATE STATUS BERBAU POLITIK, walaupun kadang-kadang tangan gatel setengah mati. Kalau dipikir-pikir lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Kalau opini kita berbeda, biasanya banyak yang komen gak mau kalah. Makanya mending bahas yang lain aja deh. Drama Korea,misalnya.

Dan ternyata saya gak sendiri.
Diantara teman-teman di media social, ada beberapa 'biang' Drama Korea. Jadi sementara yang lain sibuk dengan perdebatan tak berujung tentang siapa yang paling pantas, kami 'sibuk' berkicau di socmed tentang drama Korea yang telah dan sementara ditonton. Saling menanggapi jika ada yang menarik hati tapi tidak saling menyakiti perasaan jika berbeda opini.

Misalnya nih, terus terang saya gak suka sama Lee Min Ho dan Park Shin Ye. Gak ada satupun dari drama keduanya yang saya tonton (Jadi ngerti kan kenapa saya gak nonton The Heirs?). Bukan benci loh..gak suka aja. Walaupun sejuta umat bilang Lee Min Ho ganteng dan Park Shin Ye keren, dimata saya kemampuan akting mereka datar (tsaaahh!). Coba bayangin kalo komentar semacam ini di lapak lain, misal bilang "Aku gak suka EXO, mereka nyontek SuJu aja ihh!" niscaya bakal dibash abis sama anak-anak EXO-L. (Ada yang mau nyoba?)

Nah, reaksi seperti ini yang tidak (atau belum?)  saya temukan diantara para pencinta drama Korea. Beda selera jenis drama aja gak sampai ada yang marahan. Saya yang suka banget sama Misaeng sering banget nebar-nebar racun Misaeng. Senang aja kalau ada yang ter-Sales Team 3 juga. Lumayan kan bisa diajak ngobrol di rooftop sambil minum susu basi.

Misaeng, The Best K-Drama Ever!! 


Tips Berkendara Aman Dan Nyaman

Jaman sekarang vehicle alias kendaraan itu penting banget. Kendaraan memang diciptakan untuk memudahkan pergerakan, itu sudah sejarahnya. Disaat perempuan-perempuan jaman sekarang makin rempong dengan segala kegiatannya, kendaraan jadi penting banget!  Ke kampus, Ke pasar, ke kantor, nganterin anak, jemput ponakan, hangout sama teman-teman, duh kalau bisa teleport, mau dong pinjam bubuk flonya Harry Potter biar cepat cuzz  sampai ketujuan. 

Sayangnya kita hanya muggle biasa, gak bisa ngapalin mantra, apalagi tahu shopping online yang jualan bubuk flo atau sapu terbang. Sepeda, Motor, Mobil hanya itu yang bisa membantu kita sehari-hari berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kecuali kalau situ punya jet pribadi buat ke spa, ya oke lah! (Nebeng dong). Tapi secara umum tiga kendaraan ini yang sering nganterin perempuan kemana-mana.

How To Drive for beginner


Dulu saya juga sempat sih punya perasaan takut dan gak pede nyetir sendiri. Padahal dari kecil saya sudah mengimpikan untuk berkendara kemana-mana. Kaki belum nyampe di pedal gas aja, aku sudah dibelakang setir sok pura-pura nyetir di jalan (Iyah, aku Song Manse banget!). Begitu umur sudah mencapai hak untuk memiliki SIM semakin membaralah keinginan itu. Hanya saja belum ada lampu hijau dari orangtua. Masih kecil. Ntar aja, bisa dianterin kemana-mana ini. Begitulah beberapa alasannya..

Dasar anak nekat, saya akhirnya memberanikan diri tanpa sepengetahuan Bapak ( kalau Mama sih tahu, jadi gak terlalu bandelkan saya?). Pertama kali mengendarai kendaraan, saya pake motor non matic. Belajarnya muter-muter kompleks di malam hari. Tapi larangan Bapak masih berlaku. Belum boleh bawa motor sendiri kalau belum ada SIM. Makanya begitu di kampus (waktu itu masih kuliah) ada program SIM Kampus aku ikut mendaftar. Mumpung ada event ini aku sekalian ambil dua SIM, tipe A dan C. Setelah di tes (beneran!! pake tes tertulis dan praktek) dan berhasil lulus sudah mulai sedikit pede walaupun masih agak deg-degan. Rumah ke kampus jaraknya jauh bo'. Ada kali 10 km. Gimana kalau aku jatuh terserempet? Gimana kalau malah aku yang nyerempet orang?

The Song Triplets
BELAJAR DARI KECIL, 
PAKE MOBIL MAINAN DULU AJA
Kata iklan sabun cuci, "Kalo Gak Kotor Ya Gak Belajar" ini juga mirip dengan tagline berani menyetirku : KALO GAK LECET YA GAK BELAJAR. Trial pertama aku coba naik motor sendiri pagi-pagi sekitar jam tujuh pagi sampe ke ujung jalan perbatasan jalan raya yang rame. Eh berhasil! Aku terusin dong.. "Ntar sampe pengkolan angkot." ehh masih aman. Aku lanjutin terus "Ntar sampe terminal balik aja ke rumah." Alhamdulilah lancar jaya. Dengan perasaan deg-degan dan juga stok nekat yang aku punya, akhirnya aku berhasil sampai kampus pagi itu. Sampai di kampus nelpon mama,"Ma... aku sudah sampai kampus. Doaian pulang selamat ya!" bikin Mama jadi speechless.

Besok dan besoknya lagi nekadnya berkurang berganti dengan keberanian dan percaya diri. Jalan masih pelan, belum ngebut dan tentunya taat rambu-rambu lalu lintas. Alhamdulilah gak ada masalah. Ada sih sekali aku pernah jatuh terpleset di pasar *iyaahh di pasar sodara-sodara* gara pengen nyalip2 diantara lalu lalang orang. Motor lecet dikit, iyah. Malunya? Luar biasa. Tapi itu pengalaman. Lagian setelah dipikir-pikir ngapain juga lewat pasar, kek gak ada jalan lain aja.

Baca Juga : Berani Lebih, Lebih Berani Nyetir Sendiri 


Anyway... langkah besar dimulai dari satu langkah kecil. Ketika satu langkah kecil telah diambil, langkah besar tidak lagi menjadi hal yang terlalu sulit untuk dimulai. Langkah besar ini bernama : Memberanikan diri menyetir mobil. Eing ing eng... Mari keluarkan stok nekat berikutnya. Dan akhinnya sampai sekarang alhamdulilah sudah bisa nyetir sendiri sampai ke luar kota.

So, untuk menyemangati para wanita (yang sudah punya SIM) tapi masih gemetar-gemetar gimana..gitu untuk nyetis, here are some tips that i can share for you :

1. Rileks


Rasa takut semacam takut nabrak, takut keserempet, takut ini, takut itu biasanya jadi pemicu ketegangan saat menyetir. Akibatnya jadi grogi, diklakson dikit panik. Padahal kalo bisa rileks, cara mengendalikan kendaraan bisa lebih nyaman baik untuk pengendara maupun kendaraan disekitar anda. Bayangkan jika anda grogi karena ketakutan, injak gas jadi hati-hati... banget. Kendaraan bergerak pelan bikin susah kendaraan dibelakang. Apalagi kalo mengambil bagian kanan jalan. Itukan buat lajur cepat. Gimana gak mau diklakson atau disalib dari kiri coba? Panik lagi kan kalo gitu. Makanya rileks..

Healer Kdrama
Mana Bisa Rileks Kalo Mobil Sebelah Seperti Ini? 

2. Berdoa


Biar rileks selain meningkatkan skill dan pengetahuan tata tertib lalu lintas, doa bisa sangat membantu. Perasaan jadi aman, kita jadi lebih tenang, menyetir pun jadi lebih nyaman. Khusus untuk aku pribadi, selain doa-doa keselamatan, aku juga berdoa minta dimudahkan dapat tempat parkir yang aman dan nyaman. Alhamdulilah sih so far gak ada tukang parkir yang berubah jadi Syahrince.

3. Practice Makes Perfect


Seperti juga hal-hal lain, bisa karena terbiasa. Pertama kecepatan 20 - 30 km/jam dulu gak apa-apa.Pokoknya cukupanlah sampe pindah ke gigi 3 (untuk mobil transmisi manual). Muter-muter dalam kompleks dulu atau nyetir jarak 1 Km dulu gak masalah. Gitu aja tiap hari sampe pegel. Kemudian baru bertahap dengan jarak yang lebih jauh. Pilih waktu lengang lalu kemudian agak rame trus pasang badan di jam macet. Niscaya kaki pegel bo, injak kopling!

Women Driving Car

Ini juga berlaku buat pengguna mobil transmisi Matic. Memang lebih mudah karena hanya injak gas dan rem saja. Pindah persneling hanya buat maju, mundur, netral dan parkir saja. Namun itu bukan berarti gak harus latihan juga, apalagi yang sebelumnya kebiasaan injak kopling seperti aku. Selain itu pinter-pinternya deh membiasakan diri dengan menginjak gas. Tanpa nginjak gas pun mobil matic akan melaju sendiri jika tuas persneling dipindahkan ke D (Drive) atau R (Reverse). Be aware aja dan jangan panik.

4. Patuhi Peraturan Lalu Lintas


Kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia, ngurus SIM gak pake test teori peraturan lalu lintas. Alasannya sederhana, kan sudah kursus menyetir mobil. Padahal saat kursus, banyak juga instruktur yang hanya mengajarkan cara mengendarai tanpa memberi informasi tentang tata tertib lalu lintas. Akhirnya banyak yang asal nyelonong aja, tidak memperhatikan weser, salib dari kiri, berada di jalur kanan dengan kecepatan lambat dan sebagainya.


5. Don't Text/Call While Driving


Ini juga salah satu hal yang ganggu banget. Tahukah anda,jika anda bbm-an, whatsapp-an, sms-an atau telpon2an sambil nyetir anda berpotensi mencelakakan orang lain dan diri anda sendiri. Saat kita melakukan dua hal bersamaan dalam satu waktu, konsentrasi kita pun terbagi. Salah satu ada yang lebih difokuskan dan satunya lagi kurang diperhatikan. Untuk yang terakhir ini biasanya menyetir yang dianak tirikan. Jika kapan-kapan bertemu mobil berjalan pelan padahal di depannya jalanan lengang, kemungkinan terbesar adalah pengendaranya lagi nelpon atau sambil bbm-an. Dan itu bikin gregetan yang dibelakang. Mau disalib, kendaraan dari arah berlawanan tidak memungkinkan. Mau diikutin, ini mau sampai kapan? Kalau tiba-tiba di depan ada yang lewat lalu mobil didepan ngerem mendadak, pengendara dibelakang lagi yang susah. So please, don't text/call while driving. Kalopun penting banget, usahakan menepi atau pake handsfree dan bicara seperlunya aja. Gak usah curhat di jalan. Basi! Madingnya sudah terbit! Eh!

6. Hargai Sesama Pengguna Jalan


Seringkali saya menemukan pengendara mobil/motor yang tidak tahu sopan santun. Sudah tahu berada di jalanan perkotaan (bukan luar jalan poros antar kota), tapi lampu yang dinyalakan malah lampu jauh. Ini jelas menyulitkan pengendara yang berada di depan untuk melihat. Bisa saja karena silau pengendara di depan malah menabrak kendaraan lain. Apa situ mau tanggung jawab? (HARUSNYA!!).

Hal yang bikin nyesek lainnya adalah parkir disembarang tempat. Sudah tak terhitung berapa kali saya melihat orang memarkir kendaraannya pas di depan pintu pagar rumah/kantor orang lain. Logikanya orang lain jadi ketutupan dong akses keluar masuknya. Ya mending kalo yang punya rumah/kantor gak punya mobil. Ya kalee ini sudah jelas-jelas setelah pagar ada garasi. Jadi pengen bakar ban ala mahasiswa deh!

Pernah suatu kali saya mendapati seorang perempuan yang memarkir mobil keren dan terbarunya di depan pagar kantor orang lain. Kebetulan kami sedang ngantri di mas-mas tahu tek yang sama. Saya pun mengingatkan dan dibalas dengan dusta  lirikan ke pintu pagar lalu melengos. Duh, ini perempuan! Sebagai sesama perempuan yang menyetir saya jadi malu. Banyak yang berpikir jika perempuan tidak tahu nyetir, suka nabrak, nyetirnya pelan, parkir sembarangan masa sih harus dibenarkan? Harusnya imej kebanyakan orang terhadap kemampuan perempuan menyetir itu diubah dong. Karena banyak juga laki-laki nyetir pelan, parkir sembarangan, suka nabrak tapi hanya perempuan yang seringkali kena cibiran. Ayolah ladies, let's show to the world kita bisa nyetir yang baik dan benar dan menghargai sesama pengguna jalan. Malu dong sama SIM!

7. Jangan Cuma Tahu Nyetir Aja, Rawat dan Pelajari Kendaraannya.


Sebagai perempuan secara alamiah suka kerapihan. Alangkah enaknya jika pengendaranya sudah cantik, kendaraannya kinclong di luar, wangi dan bersih di dalam, lalu kemudian gak tahu letak tanki bensin dimana (Hahaha). Setahu saya setiap kendaraan ada buku manualnya. Gak ada salahnya loh dibaca. Disitu ada keterangan how to train your dragon  memperlakukan kendaraan dengan baik dan benar. Ini penting agar mesin dan perlengkapannya awet.

Cari tahu juga bagaimana mesinnya bekerja, kapan ganti oli, cek ban dan printilan lainnya. Ibarat tubuh kita sendiri, kalau gak dirawat mesin dan body kendaraan juga bisa sakit atau gak indah lagi. Jika dirawat selain kita nyaman pakenya, ketika akan dijual lagi walaupun sudah keluaran tahun lama masih banyak yang nawar. Bisa pasang harga deh!

Mudah-mudahan berguna ya ladies. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, are you ready?

Drive Safely and be smart driver, ladies. Happy Driving!

The Song Triplets : Daehan Minguk Manse, Cuteness Overloaded

Mari lupakan sejenak namja-namja yang sering menggalaukan perasaan dengan tatapan mereka di drama-drama Korea. Lupakan juga namja-namja member boyband yang sudah mematahkan hati karena ketahuan punya pacar (atau mukul pacarnya!). Yuk, kenalan dulu dengan  bocah kembar tiga yang lucu kelahiran Seoul tapi gedenya di Songdo, Incheon : Daehan, Minguk, Manse. 

Song Triplets - MANSE DAEHAN MINGUK (dari kiri ke kanan)