Jaman sekarang vehicle alias kendaraan itu penting banget. Kendaraan memang diciptakan untuk memudahkan pergerakan, itu sudah sejarahnya. Disaat perempuan-perempuan jaman sekarang makin rempong dengan segala kegiatannya, kendaraan jadi penting banget! Ke kampus, Ke pasar, ke kantor, nganterin anak, jemput ponakan, hangout sama teman-teman, duh kalau bisa teleport, mau dong pinjam bubuk flonya Harry Potter biar cepat cuzz sampai ketujuan.
Dasar anak nekat, saya akhirnya memberanikan diri tanpa sepengetahuan Bapak ( kalau Mama sih tahu, jadi gak terlalu bandelkan saya?). Pertama kali mengendarai kendaraan, saya pake motor non matic. Belajarnya muter-muter kompleks di malam hari. Tapi larangan Bapak masih berlaku. Belum boleh bawa motor sendiri kalau belum ada SIM. Makanya begitu di kampus (waktu itu masih kuliah) ada program SIM Kampus aku ikut mendaftar. Mumpung ada event ini aku sekalian ambil dua SIM, tipe A dan C. Setelah di tes (beneran!! pake tes tertulis dan praktek) dan berhasil lulus sudah mulai sedikit pede walaupun masih agak deg-degan. Rumah ke kampus jaraknya jauh bo'. Ada kali 10 km. Gimana kalau aku jatuh terserempet? Gimana kalau malah aku yang nyerempet orang?
 |
BELAJAR DARI KECIL,
PAKE MOBIL MAINAN DULU AJA |
Kata iklan sabun cuci, "Kalo Gak Kotor Ya Gak Belajar" ini juga mirip dengan tagline berani menyetirku : KALO GAK LECET YA GAK BELAJAR. Trial pertama aku coba naik motor sendiri pagi-pagi sekitar jam tujuh pagi sampe ke ujung jalan perbatasan jalan raya yang rame. Eh berhasil! Aku terusin dong.. "Ntar sampe pengkolan angkot." ehh masih aman. Aku lanjutin terus "Ntar sampe terminal balik aja ke rumah." Alhamdulilah lancar jaya. Dengan perasaan deg-degan dan juga stok nekat yang aku punya, akhirnya aku berhasil sampai kampus pagi itu. Sampai di kampus nelpon mama,"Ma... aku sudah sampai kampus. Doaian pulang selamat ya!" bikin Mama jadi speechless.
Besok dan besoknya lagi nekadnya berkurang berganti dengan keberanian dan percaya diri. Jalan masih pelan, belum ngebut dan tentunya taat rambu-rambu lalu lintas. Alhamdulilah gak ada masalah. Ada sih sekali aku pernah jatuh terpleset di pasar *iyaahh di pasar sodara-sodara* gara pengen nyalip2 diantara lalu lalang orang. Motor lecet dikit, iyah. Malunya? Luar biasa. Tapi itu pengalaman. Lagian setelah dipikir-pikir ngapain juga lewat pasar, kek gak ada jalan lain aja.
Anyway... langkah besar dimulai dari satu langkah kecil. Ketika satu langkah kecil telah diambil, langkah besar tidak lagi menjadi hal yang terlalu sulit untuk dimulai. Langkah besar ini bernama : Memberanikan diri menyetir mobil. Eing ing eng... Mari keluarkan stok nekat berikutnya. Dan akhinnya sampai sekarang alhamdulilah sudah bisa nyetir sendiri sampai ke luar kota.
So, untuk menyemangati para wanita (yang sudah punya SIM) tapi masih gemetar-gemetar gimana..gitu untuk nyetis, here are some tips that i can share for you :
1. Rileks
Rasa takut semacam takut nabrak, takut keserempet, takut ini, takut itu biasanya jadi pemicu ketegangan saat menyetir. Akibatnya jadi grogi, diklakson dikit panik. Padahal kalo bisa rileks, cara mengendalikan kendaraan bisa lebih nyaman baik untuk pengendara maupun kendaraan disekitar anda. Bayangkan jika anda grogi karena ketakutan, injak gas jadi hati-hati... banget. Kendaraan bergerak pelan bikin susah kendaraan dibelakang. Apalagi kalo mengambil bagian kanan jalan. Itukan buat lajur cepat. Gimana gak mau diklakson atau disalib dari kiri coba? Panik lagi kan kalo gitu. Makanya rileks..
 |
| Mana Bisa Rileks Kalo Mobil Sebelah Seperti Ini? |
2. Berdoa
Biar rileks selain meningkatkan skill dan pengetahuan tata tertib lalu lintas, doa bisa sangat membantu. Perasaan jadi aman, kita jadi lebih tenang, menyetir pun jadi lebih nyaman. Khusus untuk aku pribadi, selain doa-doa keselamatan, aku juga berdoa minta dimudahkan dapat tempat parkir yang aman dan nyaman. Alhamdulilah sih so far gak ada tukang parkir yang berubah jadi Syahrince.
3. Practice Makes Perfect
Seperti juga hal-hal lain, bisa karena terbiasa. Pertama kecepatan 20 - 30 km/jam dulu gak apa-apa.Pokoknya cukupanlah sampe pindah ke gigi 3 (untuk mobil transmisi manual). Muter-muter dalam kompleks dulu atau nyetir jarak 1 Km dulu gak masalah. Gitu aja tiap hari
sampe pegel. Kemudian baru bertahap dengan jarak yang lebih jauh. Pilih waktu lengang lalu kemudian agak rame trus pasang badan di jam macet. Niscaya kaki pegel bo, injak kopling!
Ini juga berlaku buat pengguna mobil transmisi Matic. Memang lebih mudah karena hanya injak gas dan rem saja. Pindah persneling hanya buat maju, mundur, netral dan parkir saja. Namun itu bukan berarti gak harus latihan juga, apalagi yang sebelumnya kebiasaan injak kopling seperti aku. Selain itu pinter-pinternya deh membiasakan diri dengan menginjak gas. Tanpa nginjak gas pun mobil matic akan melaju sendiri jika tuas persneling dipindahkan ke D (Drive) atau R (Reverse). Be aware aja dan jangan panik.
4. Patuhi Peraturan Lalu Lintas
Kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia, ngurus SIM gak pake test teori peraturan lalu lintas. Alasannya sederhana, kan sudah kursus menyetir mobil. Padahal saat kursus, banyak juga instruktur yang hanya mengajarkan cara mengendarai tanpa memberi informasi tentang tata tertib lalu lintas. Akhirnya banyak yang asal nyelonong aja, tidak memperhatikan weser, salib dari kiri, berada di jalur kanan dengan kecepatan lambat dan sebagainya.
5. Don't Text/Call While Driving
Ini juga salah satu hal yang ganggu banget. Tahukah anda,jika anda bbm-an, whatsapp-an, sms-an atau telpon2an sambil nyetir anda berpotensi mencelakakan orang lain dan diri anda sendiri. Saat kita melakukan dua hal bersamaan dalam satu waktu, konsentrasi kita pun terbagi. Salah satu ada yang lebih difokuskan dan satunya lagi kurang diperhatikan. Untuk yang terakhir ini biasanya menyetir yang dianak tirikan. Jika kapan-kapan bertemu mobil berjalan pelan padahal di depannya jalanan lengang, kemungkinan terbesar adalah pengendaranya lagi nelpon atau sambil bbm-an. Dan itu bikin gregetan yang dibelakang. Mau disalib, kendaraan dari arah berlawanan tidak memungkinkan. Mau diikutin, ini mau sampai kapan? Kalau tiba-tiba di depan ada yang lewat lalu mobil didepan ngerem mendadak, pengendara dibelakang lagi yang susah. So please, don't text/call while driving. Kalopun penting banget, usahakan menepi atau pake handsfree dan bicara seperlunya aja. Gak usah curhat di jalan. Basi! Madingnya sudah terbit!
Eh!
6. Hargai Sesama Pengguna Jalan
Seringkali saya menemukan pengendara mobil/motor yang tidak tahu sopan santun. Sudah tahu berada di jalanan perkotaan (bukan luar jalan poros antar kota), tapi lampu yang dinyalakan malah lampu jauh. Ini jelas menyulitkan pengendara yang berada di depan untuk melihat. Bisa saja karena silau pengendara di depan malah menabrak kendaraan lain. Apa situ mau tanggung jawab? (HARUSNYA!!).
Hal yang bikin nyesek lainnya adalah parkir disembarang tempat. Sudah tak terhitung berapa kali saya melihat orang memarkir kendaraannya pas di depan pintu pagar rumah/kantor orang lain. Logikanya orang lain jadi ketutupan dong akses keluar masuknya. Ya mending kalo yang punya rumah/kantor gak punya mobil. Ya kalee ini sudah jelas-jelas setelah pagar ada garasi. Jadi pengen bakar ban ala mahasiswa deh!
Pernah suatu kali saya mendapati seorang perempuan yang memarkir mobil keren dan terbarunya di depan pagar kantor orang lain. Kebetulan kami sedang ngantri di mas-mas tahu tek yang sama. Saya pun mengingatkan dan dibalas dengan
dusta lirikan ke pintu pagar lalu melengos. Duh, ini perempuan! Sebagai sesama perempuan yang menyetir saya jadi malu. Banyak yang berpikir jika perempuan tidak tahu nyetir, suka nabrak, nyetirnya pelan, parkir sembarangan masa sih harus dibenarkan? Harusnya imej kebanyakan orang terhadap kemampuan perempuan menyetir itu diubah dong. Karena banyak juga laki-laki nyetir pelan, parkir sembarangan, suka nabrak tapi hanya perempuan yang seringkali kena cibiran. Ayolah ladies, let's show to the world kita bisa nyetir yang baik dan benar dan menghargai sesama pengguna jalan. Malu dong sama SIM!
7. Jangan Cuma Tahu Nyetir Aja, Rawat dan Pelajari Kendaraannya.
Sebagai perempuan secara alamiah suka kerapihan. Alangkah enaknya jika pengendaranya sudah cantik, kendaraannya kinclong di luar, wangi dan bersih di dalam, lalu kemudian gak tahu letak tanki bensin dimana (Hahaha). Setahu saya setiap kendaraan ada buku manualnya. Gak ada salahnya loh dibaca. Disitu ada keterangan how to
train your dragon memperlakukan kendaraan dengan baik dan benar. Ini penting agar mesin dan perlengkapannya awet.
Cari tahu juga bagaimana mesinnya bekerja, kapan ganti oli, cek ban dan printilan lainnya. Ibarat tubuh kita sendiri, kalau gak dirawat mesin dan body kendaraan juga bisa sakit atau gak indah lagi. Jika dirawat selain kita nyaman pakenya, ketika akan dijual lagi walaupun sudah keluaran tahun lama masih banyak yang nawar. Bisa pasang harga deh!
Mudah-mudahan berguna ya ladies. Saya pengen banget menyemangati para wanita untuk nyetir sendiri bukan buat gaya-gayaan aja. Selain bisa memudahkan aktifitas juga mana tahu ada kondisi darurat disaat tak ada suami/saudara/bapak/supir yang bisa mengantar. Sekarang tergantung lagi nih pada pribadi masing-masing, are you ready?
Drive Safely and be smart driver, ladies. Happy Driving!