Me and Samsung Galaxy Note Edge, Kerja dan Gaul dalam Satu Genggaman

Aku dari dulu pengen banget ganti smartphone. Maklum, yang sekarang sudah empat tahun gak ganti. Secara fungsional, smartphone candybar ini sudah gak bisa menunjukkan tajinya sebagai smartphone handal di jaman sekarang. Ibarat manusia, smartphoneku yang sekarang ini sudah uzur. Fisiknya sudah bocel, kemampuan otaknya sudah lemot. SMS jangan terlalu berharap dibalas. Huruf-hurufnya sudah susah dipencetin. Satu satunya yang masih bisa diandalkan dari smartphoneku ini adalah masih bisa menerima dan menelpon *iya kalo masih ada pulsa juga sih*. 

Sebenarnya aku sudah pengen banget ganti. Teman-teman sudah banyak yang 'menghina-dina' smartphoneku ini. Cuma yah gitu, niat tinggal niat aja karena bingung mau ganti dengan apa. Hari gini, produsen smartphone tuh sudah kayak ayam aja bertelur tiap hari. Ada aja yang baru, fiturnya canggih-canggih, bikin bingunglah menentukan yang mana.

Me and Samsung Galaxy Note Edge, Kerja dan Gaul dalam Satu Genggaman


Alhamdulilah pada saat galau gitu, tiba-tiba dapat rejeki gratisan dari kantor, sebuah Samsung Galaxy Tab 4. Lumayan dong cuy! At least aktifitasku sebagai 'tukang catat' bos besar dan blogger yang blognya dikunjungi sejuta umat ini (halah!) kehadiran Samsung Galaxy Tab 4 cukup membantu. Hanya saja untuk urusan ditelpon dan menelpon aku tetap harus menggunakan smartphone yang lama karena ukurannya yang lebih handfriendly. Akhirnya bawa-bawa dua gadget kemana-man. Ini membuat aku kepikiran lagi pengen punya smartphone yang ukurannya sesuai tangan aku yang mungil ini tapi juga bisa membantu pekerjaan dan tetap bisa bikin aku eksis. #Penting #KadangkadangLebihPentingDariKerjaanUtama #Oops. 

Cek en ricek, suatu hari pas lagi baca-baca twit di tab,ada satu twit dari @samsung_ID yang bikin jantungku berdegup kencang *halah* semacam bertemu dengan Kyuhyun Super Junior, gitu.

My Note Edge
Tweet @Samsung_ID yang bikin Jantungku Berdegup Kencang

Galaxy Note Edge? 
*Tarik napas dalam-dalam* 
Cantik banget..
Pengen ......... 
*Lalu pingsan karena kelamaan menahan napas* 

Setelah baca-baca spesifikasinya di website resmi Samsung, aku jadi sebel. Huhh! Samsung itu memang ngeselin banget ya? Heran deh, kenapa sih  selalu buat gadget yang irresistible, menggoda iman menggeluarkan uang tabungan aja! *peluk celengan ayam erat-erat*. 
Kalau kek gini belum apa-apa sudah bikin aku menghayal aja, nantinya mau ngapain aja  dengan Galaxy Note Edge.. *nangis dipojokan*

Eh, tunggu! Emangnya kalau aku punya Galaxy Note Edge, aku bakal ngapain aja sih? Sini deh aku kasi tahu. Sst... dengan Galaxy Note Edge aku pengen : 


1. Corat Coret, Drag and Drop Dengan Advanced S Pen


Aku ini sebenarnya penganut faham 'paperless', sekurang mungkin menggunakan kertas semakin baik. Selain ramah lingkungan juga hemat biaya. Apalagi sekarang gadget-gadget sudah makin canggih dan banyak memberi kemudahan tanpa harus menggunakan kertas lagi.

Dengan Advanced S yang ada di Galaxy Note Edge ini, sepertinya akan lebih mudah untuk menulis dan menyalin catatan. Stylus S Pen Galaxy Note Edge ini katanya punya sensivitas yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Sebagai 'tukang catat'nya big boss, kadang-kadang kalau ada dikte-dikte dari pimpinan yang harus ditulis dengan cepat rasanya agak ribet jika harus diketik via keyboard smartphone. Begitu juga kalau ditengah-tengah aktifitas aku kepikiran ide untuk tulisan di blog atau bahan siaran, aku tinggal mencoret-coret layar dengan S Pen layaknya menulis di kertas menggunakan pulpen. Selain itu menggunakan Advenced S Pen ini aku juga bisa  menyeleksi gambar atau foto, mengoreksi gambar, membuat sketsa, hingga mengatur tebal-tipis goresan.

Aku juga bisa  dengan mudah memilih isi yang aku  inginkan dari teks, layar dan aplikasi. Mengumpulkan apa yang aku pilih dan berbagi & menyimpan sekaligus. Dengan fasilitas Smart Select pada Air Command kumpulan hasil seleksiku itu tadi bisa digunakan secara berbarengan, misalnya dikirim sebagai attachment pada e-mail. Pekerjaanku jadi lebih mudah deh. Yay!

Daehan,Minguk,Manse


2. Photo Notes


Salah satu fitur di Galaxy Note yang bikin aku ngiler banget itu adalah Photo Notes. Hari gini gak cuma orang,pemandangan atau makanan aja yang penting untuk di foto. Bagi pekerja kantoran seperti aku yang setiap hari bergelut dengan dokumen-dokumen, presentasi atau catatan-catatan, kadang-kadang agak males ya kalau nemu hal-hal yang harus diketik ulang atau difotocopy. Dengan adanya fitur Photo Notes, aku tinggal foto dokumen yang aku perlu, langsung dikonversi secara digital hingga berbentuk file word atau pdf. Aku tinggal  mengedit catatan, mengubah warna, dan dimasukkan ke dalam tambahan memo dengan bantuan Advance S Pen. Share lewat email atau via messenger,  it's a lot easier!

My Note Edge
Photo Note (pic dari sini


3. Mengerjakan Banyak Hal dengan Berbagai Aplikasi dalam Satu Layar



Karena Galaxy Note Edge ini punya fitur Multi-window, jadi aku akan bisa lebih fleksibel  menggunakan beberapa aplikasi sekaligus pada 1 layar menggunakan gerakan sederhana saja. Cukup sentuh-sentuh dikit, drag and drop pake Advance S Pen jadi deh. Gak perlu repot-repot lagi buka tutup aplikasi. Nge-Socmed juga lebih mudah, apalagi update blog. Dengan kekuatan 2.7 GHz Quad Core Processor,3GB RAM + 32GB Internal memory, OS Android Kitkat, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2X2 MIMO), Download Booster, NFC, Bluetooth® v 4.1 (BLE),ANT+USB2.0, MHL 3.0,  aku gak perlu khawatirkan pekerjaan terbengkalai gara-gara smartphone lemot? *menatap tajam pada smartphone yang lama* #pukpuk *kasian kamu*

Me and Note Edge
Pic credit as note


4. Nonton K-Drama Favorit


Tidak ada yang lebih menyenangkan di waktu pikiran mumet karena kerjaan selain selonjoran sebentar sambil streaming nonton K-Drama. Menurut yang aku baca disini: Samsung Galaxy Note Edge punya saturasi warna yang tepat dan kontras tinggi dari layar Quad HD + Super AMOLED 5.6". Jadi warna-warna keluarannya begitu tajam dan jelas seolah-olah melihatnya secara langsung. Resolusi tinggi menghadirkan pengalaman visual yang luar biasa. Ji Chang Wook serasa di depan mata.. Whoaaa..

Me and Note Edge
Ketampanan Ji Chang Wook Jadi Maksimal dengan Samsung Galaxy Note Edge

5. Pengen Foto-Foto

Smartphone mahal-mahal kok cuma buat foto-foto sih. Hush! Jangan berisik deh. Taking pictures tuh sudah kebutuhan standar para pengguna smartphone. Hayo ngaku, pernah gak pegang-pegang smartphone pajangan di outlet-outlet trus gak pernah nyobain cameranya? Hayo... sekali aja pasti pernah! *Duh, semoga bukan aku aja yang melakukan ini -- hahaha*

Dengan kamera belakang 16MP Smart OIS, foto yang dihasilkan lebih jelas bahkan di tempat gelap. Lensa F1.9 dan 3.7MP untuk kamera depan, ditambah mode selfie (90º) dan Wide selfie (120º), lumayan banget for taking selfie or wefie, groufie, even with Selfie Sukaesih (Atau Im Siwan, in my case).

Artis Korea Selfie
Wefie-an ala Pemain Misaeng

Dan itu semua gak bakal bikin aku ketinggalan notifikasi. Ini nih bedanya Samsung Galaxy Edge dengan smartphone yang lain. Samsung Galaxy Note Edge punya ujung layar yang  melengkung unik. Shortcut ke aplikasi-aplikasi yang sering digunakan bisa terlihat dari lengkungan itu. Notifikasi dan semua fungsi perangkat bisa diakses dengan mengeserkan jari, bahkan saat cover tertutup. Notifikasi instan juga dapat diterima ditepi layar saat menonton video tanpa gangguan.

Samsung
Layar Lengkung Samsung Galaxy Note Edge (Pic dari sini)

Samsung Galaxy Note Edge seperti juga saudara-saudaranya punya penampilan yang gak malu-maluin. Cukup tipis, ukurannya tidak terlalu besar untuk digenggam jadi nyaman untuk urusan telpon menelpon atau texting. Design di layar pun bisa di customized sesuai dengan keinginan pemakai. Urusan pekerjaan dan socialized selesai dalam satu genggaman. Asik yah..

Untuk aku yang tidurnya bawa-bawa smartphone, aku bisa mengawali hari dengan tetap terhubung dengan topik yang berkaitan dengan aku hanya dengan sekali lirikan pada ujung layar lengkungnya. Hebat gak tuh? Cuma ya gitu deh, aku jadi gak bisa punya alasan gak baca pesan lagi dari si boss. #Heol

My Note Edge
Notifikasi di Layar Lengkung Galaxy Note Edge

Gak masalah sih, yang penting segala aktifitasku lebih dimudahkan dengan kehadiran Samsung Galaxy Note Edge di tangan. Masalahnya, Samsung mau ngasih aku gratis gak ya? Hahahaha...

Im Siwan

Kai EXO aja pake Samsung Galaxy Note Edge, masa aku enggak????!

0:36 Patchcode #KAI 


Ditulis untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Blog Samsung #MyNoteEdge

Review Drama Korea : Heart To Heart

Setelah "Misaeng", ini dia K-drama yang menjadi pengganti di slot tayang Jumat-Sabtunya tvN. Heart To Heart, judulnya. K-drama ini bergenre romance comedy berlatar belakang penyakit kejiwaan. K-drama yang mulai tayang 9 January 2015 ini sepertinya gak sengaja kebawa arus trend K-drama 2015 : Drama sakit jiwa. Walaupun gak seberat Hyde,Jekyl,Me atau Kill Me Heal Me yang punya multiple kepribadian, plot Heart to Heart berdasarkan masalah kejiwaan juga : Phobia! 

The Story

Cha Hong-do, cewe 20's something , yang takut keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain gara-gara wajah merahnya.

Heart To Heart
CHD - Can social anxiety (blushing easily) be cured?
Suatu hari rumahnya Cha Hong Do kemasukan pencuri. Adalah Doo Soo Jang, seorang polisi yang saat itu bertugas membuatnya jatuh cinta. Awalnya sih Cha Hong Do hanya ingin berterimakasih karena sudah diselamatkan dengan mengirimkan masakan. Eh lama-lama Hong Do jadi keterusan suka sama detektif Doo Soo Jang yang cuek,cool tapi baik hati ini sampai 7 tahun bo'!! 



Selama 7 tahun suka diam-diam, masalah Hong Do cuma satu : "Gimana kalau detektif Jang akhirnya menikah dengan orang lain?" Hong Do tidak berani menampakkan diri dihadapan Doo Soo Jang, cuma kalau detektif Jang yang tiap minggu selalu pergi ke perjodohan gitu akhirnya bertemu dengan perempuan yang disukainya, Hong Do bisa apa?

Heart To Heart
*Ketika Galau All You Can Do is : Rebus Ramyun" 
Tidak sengaja saat nge-Ramyun, Hong Do meletakkan panci panas tempat merebus ramyun diatas buku psikologi yang ditulis oleh  Ko Yi Suk, seorang psikiater yang lagi naik daun. Ketika Hong Do membaca buku itu, dia akhirnya kepikiran untuk berobat pada Ko Yi Suk agar penyakit phobianya bisa hilang jadi bisa ketemuan dengan detektif Jang. Niat yang sangat mulia ini ternyata berbuntut panjang. 

Ko Yi Suk ternyata sangat egois, ngeselin dan gak pasien oriented banget. Sebagai psikiater di dunia nyata, dia lebih banyak menghabiskan waktu mendesah, memutar matanya, daripada benar-benar membantu pasiennya. Beda banget dengan imejnya di media yang tenang, dokter penuh perhatian yang sukses mengagalkan  wanita yang ingin bunuh diri dari atap.

Heart To Heart
*Ko Yi Suk di TV*

Heart To Heart
Ko Yi Suk di Dunia Nyata

Later that day, Ko Yi Suk sedang mabuk saat menghadapi seorang pasien dengan kegalauan akut gara-gara masalah keluarganya. Entah bagaimana telinga Ko Yi Suk tiba-tiba berdenging. Dia tidak bisa berkonsentrasi lagi pada apa yang dikatakan pasiennya. Satu hal yang pasti diingat Yi Suk  adalah sang pasien berlumuran darah dihadapannya dengan pena tertancap di lehernya. Ko Yi Suk kaget apalagi Cha Hong Do yang pada saat yang sama datang ke tempat praktek Ko Yi Suk untuk mendaftar jadi pasien. Parahnya lagi sebelum melihat kejadian itu, Hong Do sempat mendengar sang pasien berteriak "Kill Me...! Heal Me Kill Me..!"

Heart To Heart
Kill Me... Kill Me...! 

Jreng..Jreng...
Zoom In, Zoom Out 
Oh Wait, ini bukan sinetron Indonesia! Juga bukan drama Kill Me, Heal Me ( Lupakan!)

Ok, lanjut pemirsah!!

Masih dalam shock, Ko Yi Suk tetap bisa berpikir lurus. Telpon 911, pake smartphone Cha Hong Do. Kejadian seperti ini gak mungkin dong gak berurusan dengan polisi. And guess what siapa polisinya?? Tentu saja ' Uri Detective Jang'. Gak boleh protes! Selain ceritanya detektif Jang ini bertugas di kantor polisi Gangnam yang mencakup lokasi 'Heart To Heart',tempat praktek Ko Yi Suk berada; detektif Jang ini kan juga second lead male yang bikin perasaan bimbang dan ragu Cha Hong Do (dan gue!!!!) 

Anyway, saat integorasi Ko Yi Suk jadi kesel banget gak cuma pada detektif Jang tapi juga sama Cha Hong Do. Menurutnya Hong Do nuduh-nuduh dia mencoba membunuh pasiennya. Padahal Hong Do hanya menceritakan apa yang dia lihat aja, itupun pake gambar saking malunya dia ngomong sama detektif Jang. Ko Yi Suk jadi tambah kesel karena berita itu tersebar di media, menjadi scandal dan reputasinya sebagai psikiater tercoreng. Semua orang menganggap dia pembunuh dan parahnya lagi karena gak ingat apa-apa Ko Yi Suk mulai menganggap itu benar. Pasiennya pada kabur semua. Pacarnya juga selingkuh. Duh, dunia gelap deh! Mending bunuh diri aja.

Heart To Heart
Cha Hong Do galau : masak Ramyun.
Ko Yi Suk galau : niat bunuh diri 

Disaat kronis seperti itu, tiba-tiba aja dong ada telpon dari kepolisian Gangnam yang mengabarkan sang pasien sadar dan bilang bukan Ko Yi Suk pembunuhnya. Halah! Ini sudah terlanjur gantung dasi di plafon, buku sudah ketendang, leher sudah terikat nih.

Heart To Heart

Sudah, gitu aja. Selesai dalam 1 episode.

Ya enggak gitu juga kali... 

Heart To Heart printilannya banyak tapi ceritanya simple banget kok. Alur maju mundurnya juga mudah dimengerti. Semakin ditonton penonton dibawa menyelami  hal-hal serius seperti penyakit mental, kemungkinan pembunuhan, dan luka lama masa lalu yang kembali menganga karena cinta. (Halah!)
Saat-saat yang lebih ringan, lucu dan romantis untuk menyeimbangkan cerita juga ada. Cinta segitiga? Ish, sudah gak jaman! Di Heart To Heart bahkan kakek Ko Yi Suk pun berani melamar . Dari berjalannya cerita juga jadi  belajar lebih banyak tentang orang-orang dan masalah-masalah mereka yang berakar karena tidak  bisa move on dari masa lalu. Percintaan terlarang karena masa lalu keluarga yang ingin dilupakan, hati yang harus memilih melupakan demi kedamaian dalam keluarga, dan hati yang merelakan karena sadar cinta punya timingnya sendiri. Romantic yet sad, a little bit cheesy but also heart-warming at the same time.

Above of all, yang bikin betah sebenarnya karena karakter-karakternya menarik dan diperankan oleh aktor/aktris yang kualitasnya sepadan. Klop!

The Cast 

Cha Hong Do

Dulu waktu masih SMU dia sering diejek teman-temannya sampai merasa rendah diri dan akhirnya gak lanjut sekolah. Padahal Cha Hong Do ini pintar loh! Hobi membaca dan menonton acara-acara quiz di TV membuatnya punya wawasannya luas. Sehari-harinya sih dia berusaha sebisa mungkin tidak berinteraksi dengan orang lain. Jika terpaksa keluar rumah demi nganterin makanan kepada cowok yang diam-diam disukainya, andalan satu-satunya adalah HELM yang bisa membantu menutupi wajah merahnya. Satu satunya cara demi bertahan hidup dia bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan berpakaian seperti neneknya setiap kali dia pergi keluar. Tak disangka Hong Do, dia ternyata malah kerja di rumah kakek Ko Yi Suk.

Heart To Heart
Choi Kang Hee as Cha Hong Do & Granny

Cha Hong Do diperankan Choi Kang Hee, menurutku dia asik banget aktingnya. Dia benar-benar bisa memerankan dua peran sekaligus sebagai nenek yang periang dan cucu yang pendiam. Mengalir aja gitu. Kualitas akting yang sebanding dengan lawan mainnya : Chun Jung Myung.

Ko Yi Suk 

Dia adalah tipe cowok yang bisa kamu sebelin setengah mati tapi diam-diam kamu kangenin. Dia penuh kontradiksi. Dia berusaha menjadi  pusat perhatian (menulis buku, jadi tamu di talk show, menjadi psikiater handal)  sekaligus pura-pura rendah hati dengan semua prestasinya. Coba aja denger kalo dia lagi bluffing sebagai psikiater terbaik di depan Hong Do atau dia diam-diam bicara sendiri,"Siapa sih dokternya?" kalau melihat Hong Do mengalami kemajuan. Namun disaat yang sama dia bisa sangat romantis dan penyayang tanpa kata-kata.
Heart To Heart
Ko Yi Suk : I'm The Nation's Doctor 
Tapi yang paling membingungkan adalah bagaimana peduli dan hangatnya dia dengan wanita bunuh diri di atap, namun di kantornya dengan pasien biasa, kesabarannya nol, tak ada toleransi apalagi empati. Apalagi kalo ketemu dengan detektif Jang, bawaannya pengen nonjok aja. Nih cowok maunya apa sih? Psikiater tapi kok galak banget, sudah gitu sering hilang fokus trus tiba-tiba gak sadarkan diri pula. Jangan-jangan malah dia yang sebenarnya sakit jiwa.

Heart To Heart
Ko Yi Suk : Ganteng Ganteng Ngeselin

Ko Yi Suk diperankan oleh Chun Jung Myung. Pertama kali nonton dramanya tahun 2012, The Cinderella's Sister dan kupikir not bad at all. Kali ini di Heart To Heart aku bisa lihat sisi lainnya dia. Ternyata Chun Jung Myung bisa jadi menyebalkan sekaligus menggemaskan dalam satu waktu. Akhirnya aku jadi bingung mau nge-shipp Cha Hong Do sama dia atau Cha Hong Do dengan detektif Jang. Chun Jung Myung can really portrayed a quack, player, psycho rotten doctor seperti Ko Yi Suk dalam pandangan Cha Hong Do. Oiya, and most important thing : Super Gwiyomi!

Doo Soo Jang

A.K.A  Detektif Jang. Cowok ini baik banget, perhatian, lembut and manly tapi gak peka dengan perasaan perempuan. Tujuh tahun dibawain makanan, ditungguin diam-diam masih gak ngeh juga dengan perasaan Hong Do. Detektif Jang malah sibuk nurutin keinginan bibinya untuk dijodoh-jodohin. Ketika Cha Hong Do yang pemalu akhirnya berani mengungkapkan perasaan padanya, dia malah bingung dan bilang dia sudah mau menikah dengan pilihan bibinya. Minta disantet kali nih cowok!
Begitu dia tahu Ko Yi Suk jadi dokternya Hong Do, barulah dia merasa khawatir. Dengar kabar Ko Yi Suk ini terkenal diantara perempuan-perempuan dalam hal "tertentu". Detektif Jang khawatir Hong Do cuma diperalat aja. Makanya begitu dia tahu ternyata Ko Yi Suk dan Cha Hong Do tidur bareng, detektif Jang kesel  dan mulai merasa ada rasa tak mau kehilangan Hong Do. Dia bahkan membatalkan pertunangannya begitu tahu Hong Do makin deket dengan Ko Yi Suk. Dikejar-kejar Ko Se Ro pun dia masih cuek aja (walau sedikit merasa jengah dengan keagresifan Se Ro). Tapi begitu mau ditinggal pergi, dia malah ngejar sampai ke bandara. Duh.. tipe cowo kek gini memang sepertinya harus diberi shock therapy yah biar sadar! 


Heart To Heart
Doo Soo Jang, Ganteng Ganteng Gak Peka Perasaan Perempuan

Doo Soo Jang diperankan oleh Lee Jae Yoon. Tidak pernah nonton drama dia sebelumnya, cuma dikasih tahu sama temen-temen di "Geng Drama" kalau dia pernah maen di I Need Romance Witch's Romance. Awalnya aku ngeshipp dia dengan Cha Hong Do, apalagi setelah dia ngeh kalau dia juga punya perasaan suka. So far sih aku suka aja aktingnya Lee Jae Yoon di drama ini, tapi belum bisa komentar banyak karena belum nonton dramanya yang lain. Seringnya ngelihat dia jadi kepikiran Song Il Gook (bapaknya Daehan,Minguk,Manse), mirip sih. Sudah gitu sama-sama berperan jadi detektif pula. Aku kan jadi sukaaaaa.... Hahahahaha.

Lee Jae Yoon
Ganteng Ganteng, Sepertinya Mirip... 

Ko Se Ro

Karakter yang gemesin lainnya adalah Ko Se Ro. Dia adalah adik perempuan Ko Yi Suk yang jauh-jauh disekolahkan ke Amerika, pulang ke Korea malah pengen jadi aktris. Begitu dapat peran pertama sebagai figuran, proses syutingnya terganggu gara-gara detektif Jang dan partnernya mengejar perempuan bugil. Syuting batal, satu scene dimana Ko Se Ro harusnya ada akhirnya dibatalkan sutradara. Kesel lah Ko Se Ro pada detektif Jang sampai melaporkan tuntutan atas alasan masa depan karirnya sebagai aktris setara Angelina Jolie rusak. Belum tahu aja Ko Se Ro kalau detektif Jang ini lempengnya gak ketulungan. Makin kesel Ko Se Ro, makin dia gak peduli. Makin gak peduli detektif Jang, Ko Se Ro malah jadi tertarik. Ish, couple ini seperti dua kutub magnet yang berbeda. Berada di ujung yang berbeda tapi saling tarik menarik, kurang asik apa coba?

Heart To Heart
Bang.. Peluk Aku Juga Bang..!! 

Ko Se ro diperankan oleh So Hee, ex-member Wonder Girls. Dia salah satu alasan kenapa aku pengen nonton Heart To Heart dari awal (setelah Choi Kang Hee). Pengen tahu aja dia bisa akting apa enggak, soalnya dulu aku suka dia waktu di masih di Wonder Girls. Ternyata gak mengecewakan kok. At least dia bisa masuk ke karakter Ko Se Ro yang 'Ratu' banget itu, sekaligus jadi anak yang merasa gak pernah dapat porsi perhatian dan cinta orang tua.I also like the way she says detective Jang's name : Doo Soo "Jeng" and she's definately cute as Ko Yi Suk's sister. Suka!

Heart To Heart
Ko Se Ro : ActressWanna Be yang Aktingnya Pas-Pasan

Likes and Dislike

Dalam hal apapun juga, termasuk menonton K-drama sesuka apapun pasti ada hal yang gak kita suka begitu juga sebaliknya. Heart To Heart pun tidak terkecuali.

Aku suka plot ceritanya di episode episode awal, lalu ketika situasi makin seru terkadang aku berpikir writer-nim sengaja menyelesaikan masalah dengan segera. Disaat itu aku merasa sedih gak suka, gimana ceritanya bisa sampe episode 16 nih? Sempat kepikiran gak mau nerusin nonton setelah episode 14. Lalu kemudian ada hal lain yang bikin betah lagi *getok pala penulis naskah!* Walaupun sebenarnya kalau writer-nim mau sedikit lebih 'menyusahkan perasaan' lebih bagus lagi, karena aku merasa konflik diantara Cha Hong Do dan Ko Yi Suk ini terlalu smooth, kurang drama! Aku malah lebih suka perjuangannya detektif Jang mengejar cintanya.

OSTnya yang bergenre K-indie banyak yang asik, lumayan banget apalagi kalau sudah sering dicekoki OST bergenre ballad di K-drama yang lain. Beberapa lagu juga memakai lirik berbahasa Inggris yang sangat simple. Saking simplenya sampai kadang mikir, emang beda ya kalau lirik bukan dari your mother tongue. *Lalu bandingin dengan lirik lagu-lagunya Oasis* *Kemudian digeplak Britpop fans*

Aku percaya chemistry yang pas antara pemain menghasilnya adegan yang baik. Untuk Heart To Heart, chemistry pemainnya dapat banget. Entah itu untuk love-love situation atau hate-jealousy relationship. Bahkan hubungan antara kakek Ko Yi Suk dengan ahjumma rumah tangga keluarga besar Ko aja asik aja ditonton. Hubungan kakak-adek Ko Yi Suk dan Ko Se Ro juga heart-warming banget. Ko Yi Suk gak cuma jadi oppa yang bisanya ngelarang-larang dan nyuruh-nyuruh  adek bungsunya tapi juga bisa jadi teman curhat. Cool kan?
Ada sih yang bikin pengen ngeskip adegan, seperti adegan bapaknya Ko Yi Suk di episode-episode akhir. Duh.. kemana aja sih Ahjussi, can you do it better? *mulai sok jadi sutradara kondang, marah2in pemain*

Overall, what i like about this drama is "the ending". Heart To Heart ini  tidak menyusahkan perasaan banget lah ending. It's a happy ending for everyone. And when i said "everyone" is literally for eeeveeeryyyyone.... Tidak ada pihak yang hatinya diperlakukan semena-mena, bahkan hati penonton yang selalu terkena second lead male syndrome seperti aku. Baru kali ini aku merasa puas dengan siapa the second lead male jadian. Doo Soo Jang and Ko Se Ro were pretty cute. Untuk yang suka drama yang happy ending, you should count this drama in to your list.

Happy Watching!

Choi Kang Hee, Chun Jung Myung

Winter's Tale : My Ideal Japanese Winter Vacation

Semua dimulai saat aku masih kecil. Sebagai anak bungsu dengan otoritas memegang remote TVnya lebih kecil, saya lebih sering menerima apa saja yang ditonton oleh keluarga. Dari kakak lelaki, aku "teracuni" Google V sampai pengen jadi Google Pink dan tiba-tiba merasa deg-degan gimana gitu liat Gaban. Dari kakak perempuan aku terbawa ke alam Candy Candy dan dari Ibu, aku mengenal dan menjadi penonton setia OSHIN dari dia kecil sampe tua. Dan gara-gara Oshin aku jadi tahu musim dingin di Jepang itu terlihat indah. Sebagai seseorang yang lahir dan gede di negara tropis, merasakan musim dingin adalah satu keinginan yang tak kunjung usai.

Winter's Tale : My Ideal Japanese Winter Vacation 


Tahun berganti, tayangan Oshin berganti menjadi Hana Yori Dango, Nodame Cantabile, One Litre Of Tears sampe Itazaura Na Kiss aja sudah ada season 2-nya,  namun keinginan itu tetap ada."Aku mau ke Jepang,"kataku gak ada gak ada hujan,malam itu. Kakak perempuanku yang sedang mengerjakan tugas untuk bahan kuliahnya disampingku menoleh sedikit bingung. Mungkin dia mengira adiknya ini sedang kesambit roh "Kotoko"nya Itazura Na Kiss.

"Mau.. Mau...banget,"lanjutku tidak mengindahkan pandangannya yang semakin yakin adiknya terkena virus Kotoko.

Kudengar dia menghela napas lalu membolak-balik buku dihadapannya,"Perasaan sudah sering deh dengar kata-kata itu."

"Iya nih kak, seperti ada yang memanggil-manggilku. 'Kamu harus ke Jepang, Vit. Harus!' gitu,"aku mencontohkan. "Sepertinya perasaanku tuh sudah terikat banget dengan Jepang. Jangan-jangan aku ini reinkarnasi dari putri kerajaan Jepang ya kak."

Sebuah toyoran hinggap di dahiku,"Putri yang kebanyakan tidur maksudmu? Pfft..anak ini kebanyakan nonton dorama atau Doraemon sih."

"Eh.. beneran nih kak, aku pengen banget ke Jepang. Mau maen salju, mau maen seluncuran. Bisa ke Tokyo Tower, bisa naik Shinkansen, aku mau nyobain semua."

"Bukannya kamu gak tahan dingin? Pake AC aja 20 derajat kagak tahan. Gimana mau ke Jepang pas musim dingin," lanjutnya lagi,"Lagian Vie, musim dingin itu musim paling berat bagi orang Jepang karena mereka harus melawan suhu dingin dan angin utara. Bisa sampe minus 5 derajat gitu. Banyak yang mimisan."

"Eh mimisan? Kirain lihat Furukawa Yuki aja bisa mimisan,"kataku diikuti tatapan I-don't-believe-she's-my-sister.

"Tenang aja, Kak. Aku sudah siapin masker untuk menahan uap udara juga lipbalm banyak-banyak. Biar seperti Donghae kalo lagi liburan di Tokyo gitu..,"sambungku nyengir.

"Keinginan mah tinggal keinginan aja. Kalau tidak dilaksanakan yah percuma. Siapkan atuh biayanya, susun rencananya kapan, mau kemana aja."

"Eh sudah dong kak!" Aku segera menarik buku catatanku dan membuka halaman yang sudah kuisi dengan berbagai rencana traveling musim dinginku. Punya kakak model Irie Naoki membuat saya harus selalu siap mengantisipasi hal-hal seperti ini.

"Ini semacam Winter's Tale ala Vita. My Ideal Winter Vacation, "Kuperlihatkan halaman pertama dari catatanku padanya. " Pertama-tama mari liat dulu peta Jepangnya...,"
Peta musim dingin
Pikku dari sini 
"Negara Jepang berbentuk memanjang dari selatan ke utara, kak," Jelasku. "Jika secara kasar Jepang dibagi menjadi 2 bagian selatan dan utara, maka kota-kota yang berada di sisi selatan inilah yang relatif jarang mendapat salju saat musim dingin."

"Kok bisa?"tanya kakakku. Saya tahu dia cuma pura-pura gak tahu nih demi mengetes kemampuan adeknya. Sayang aku sudah googling jawabannya.

"Karena dekat garis khatulistiwa,"Jawabku pasti diikuti anggukan dan senyum tipisnya.

"Bahkan ada beberapa kota yang hampir tak pernah mendapat salju. Seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka termasuk kota-kota yang berada di bagian selatan Jepang,"lanjutku lagi," Makanya aku tidak berharap banyak bisa lihat salju disana. Paling cuma buat wisata kuliner aja."

"Mmh.. jadi kamu mau kemana aja?"

"Aku mau kesini kak...,"Aku membalik halaman kedua dari buku catatanku.


1. City To City Tour ( Tokyo - Kyoto - Osaka) 

First stop, Tokyo. Semua bermula disini ( dan akan berakhir disini). Supaya badan ini gak kaget-kaget banget didera suhu yang lebih dingin daripada di Indonesia, untuk menyesuaikan diri Tokyo adalah tempatnya. Suhu di Tokyo tidak terlalu dingin dibanding daerah-daerah lain di Jepang. Mungkin karena itu pula salju jarang terlihat di Tokyo. Malam musim dingin Tokyo lebih bermandikan cahaya. Banyak tempat-tempat yang didekor khusus menampilkan tatanan lampu dengan pancaran berwarna warni. Tokyo Tower dan Tokyo Skytree adalah dua tempat indah menderang di musim dingin. Keduanya seakan bersinar setiap malam tahun dengan warna-warna yang berganti berkilau dengan lampu dan dekorasi. Cantik! Aku harus kesana.

Liburan Musim Dingin
Lampu-lampu Sepanjang Jalan Menuju Tokyo Tower (Pic dari sini)
Liburan Musim Dingin di Jepang
Light at Tokyo Skytree ( Pic dari sini
Kedua adalah Kyoto. Katanya untuk tahu banyak tentang Jepang, akarnya ada di daerah Kansai yaitu di Osaka, Kobe, Nara dan Kyoto. Kota Kyoto dahulunya merupakan ibu kota negara Jepang dan merupakan salah satu kota tertua di Asia. Memang banyak yang bilang kota ini adalah dimana ancient meets modern. Gedung-gedung tua masih bertahan, kuil-kuil kuno masih terjaga. Salah satu icon kota Kyoto adalah Fushimi Inari Shrine, salah satu dari 30.000 Shrines di Jepang. Tempat ini terkenal dengan Sanbon Torii (Thousand Torii) karena memang pilarnya  yang jumlahnya sangat banyak. Sebagian adegan film Memoirs of a Geisha juga diambil di tempat ini. Gimana gak penasaran coba?  Musim dingin, terbayang aku  memakai Kimono berjalan dibawah derai salju menuju Shrine. Semacam di film saja yah, hehehe... Atau mungkin sebenarnya saya memang putri Jepang jaman dahulu kala? :D *ditimpuk payung*

Liburan di Jepang
Women wears Kimono inside Fushimi Inari shrine, Kyoto, Japan
Kota besar ketiga dengan suhu yang relatif tidak terlalu menggigit adalah Osaka. Mau ngapain aja di Osaka? Mau jalan-jalan dong ke Osaka Castle (bukan Benteng Takashi loh ya..), melihat-lihat kemegahan benteng jaman dulu yang tertutup salju putih. Kurang dingin romantis apa coba? (Ok, definisi romantis saya agak berbeda). Mau yang modern? Mari pindah ke Universal Studio yang tetap buka walaupun musim dingin. Disana mari main sampe puas, sekalian ngecek keberadaan The Wizarding World of Harry Potter. Di Jepang tapi berasa di Hogwarts, kapan lagi coba? Kalo sempat boleh deh mampir ke aquarium gedeeee banget, Osaka Aquarium. Biar berasa seperti Daehan Minguk Manse gitu yang terkesima lihat Whale Shark. Last but not least, nyobain Kepiting Salju segede gaban yang sudah manggil-manggil untuk dihabiskan..Mr. Crab, wait for me!

Musim Dingin di Jepang
Tuhan Tolong... Semoga Harganya Gak Bikin Pingsan! 

"Cuma pengen itu aja? Jauh-jauh ke Jepang cuma mau makan Kepiting?" tanya Kakak. 

"Ya gak gitu juga kali,kak.. Fokus utama ku tetap maen salju lah,"jawabku,"Makanya aku juga pengen kesini."

Kubuka halaman berikut dari notesku dihadapannya.


2. Tateyama Kurobe Alpen Route

Winter in Japan
Gambar dari sini
Pemandangan salju yang menghampar, pemandangan pohon - pohon yang diselimuti salju serta gunung - gunung salju mengiringi perjalanan adalah sesuatu yang bisa dilihat disini. Kedengarannya sih biasa aja yah. Tapi coba lihat highlight dari tempat ini,  Snow Wall, semcam jalan dimana bagian kiri dan kanannya terdapat dinding salju yang sangat tinggi. Setelah melewati snow wall baru deh terhampar salju yang luas banget. Do You want to make a snowman? Mau bermain salju atau membuat snowman ala Elsa di Frozen, boleh banget. Senangnya lagi,  kabar gembira bagi kita semua, nantinya dengan menggunakan jasa Tokyo Rail Days  bisa  ke tempat ini dari Tokyo dengan mudah loh! Yay!

3.  Snow Monkey Park (Jigokudani Yaen-koen)


Salju Jepang
Cantik ya Saljunya.. ( Pikku dari sini)
Meskipun Snow Monkey Park (Jigokudani Yaen-koen)di Nagano ini terbuka sepanjang tahun, tapi tengah musim dingin adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Di tengah musim dingin lanskap cantik tertutup salju, keren banget untuk foto-foto. Bonus lihat kera Jepang yang  berendam di onsen pipa panas (air panas) dengan cueknya. Katanya ini adalah tujuan yang wajib dikunjungi bagi fotografer, keluarga dan pecinta hewan. Walaupun aku gak yakin mau foto bareng dengan monyet-monyet itu :D .

Monkey in Onsen
Monyet aja pelukan, masa aku  tidak?(foto dari sini)
4. Danau Kawaguchi & Gunung Fuji

Ke Jepang tanpa mampir ke Gunung Fuji? Duh, gak afdol banget. Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang dan sudah jadi icon dari jaman kapan tahu. Saking tingginya sepertinya aku gak bakal sanggup mendaki walaupun sampai di kakinya aja. Jadi lebih baik menikmatinya dari jarak yang cukuplah buat foto-foto membabibuta, hahaha..

Disekitar Gunung Fuji terdapat Danau Kawaguchi. Saat musim dingin ada acara kembang api yang indah, ada juga Snow Festival of Mount Fuji, Lake Ice Festival atau Saiko Juhyou Festival dan banyak acara lainnya. Senangnya kalau nginap di ryokan di daerah ini, bisa menikmati Onsen, berendam di air hangat di musim dingin dengan pemandangan Gunung Fuji menjulang dihadapan. Aahh... keren sekali pastinya!


Gunung Fuji
Piccu dari sini
Etapi yah sebenarnya kalau mau lihat Gunung Fuji juga bisa sih dilihat dari Tokyo, cuma yah gitu deh, sayup-sayup sampai. Cara yang juga bisa dijadikan alternatif just in case buru-buru banget sampe gak bisa mampir ke titik terdekat adalah menikmati pemandangan Gunung Fuji dari Shinkansen. Soalnya dalam perjalanan dari Tokyo ke Osaka, Gunung Fuji akan terlihat sangat jelas disebelah kanan kereta. Best viewednya bisa terlihat setelah melewati Shin Fuji Station, sekitar 40-45 menit berkendara. Ngerasain naik kereta cepatnya dapat, lihat pemandangan Gunung Fujinya juga dapat. Komplit kan?

5. Gala Yuzawa Ski Resort 

Gala Yuzawa Sky Resort
Duhh.. Saljunya sudah manggil manggil aja..
Ke Jepang di musim dingin tanpa skiing and snowboarding is a big-no-no. Ada satu tempat yang pengen banget saya datangin secara seluncuran di resort dengan tempat lain pasti beda sensasinya. Namanya adalah Gala Yuzawa Sky Resort. Disini yang namanya merasakan maen ski dengan peralatan apa aja bisa. Gak usah takut repot minjem-minjemnya, karena Gala Yuzawa Ski Resort menyediakan berbagai paket, lengkap dengan tiket kereta pulang pergi. Tinggal dipilih sesuai budget aja.

Dengan  shinkansen Tokyo Rail Days hanya butuh waktu 77 menit aja resort ini dari Tokyo. Tidak perlu mengganti kereta karena dengan shinkansen bisa langsung tiba di Gala Yuzawa Ski Resort. Gak bakal nyasar. Yay! 



"Trus kamu kemana-mana naik apa?"

"Ya naik kereta dong kak. Selain cepat, kereta di Jepang kan sangat on-time. Bisa dibeli sebelum berangkat ke Jepang, bebas stress gak pake macet dan melewati banyak tempat-tempat menarik. Jadi bisa sekali jalan."

"Mmh.. gitu,"Kakak mengangguk-angguk."Eh tadi naik Shinkansen apa katamu?"

"Iyah jadi kan ceritanya JR East, perusahaan kereta api di Jepang itu punya produk bernama Tokyo Rail Days. Ini semacam "perjalanan singkat" dengan kereta api yang berangkat dari Tokyo gitu deh."

"Hanya ke satu tempat aja?"

"Gak sih, banyak tempat.bisa dikunjungi pake kereta dengan JR Rail Days. Coba deh lihat sini kak, bisa baca-baca di websitenya."

Aku meraih laptop di sampingku dan mulai mengetikkan alamat website resmi JR East di kolom address browser. Kakakku mulai menelusuri satu persatu isi halaman website itu.

"Ada fanpage facebooknya juga sih kak. Mereka biasanya mengupdate banyak info menarik tentang tempat-tempat pariwisata yang bisa dikunjungi di Jepang. Ini dia," aku mengklik fanpage mereka di Facebook.



"Sudah siap budgetnya belum? Jangan-jangan nabung spot wisata tapi belum nabung buat biayanya."

"Nah itu dia, pentingnya yang namanya ikutan lomba yang hadiahnya jalan-jalan gratis ke Jepang,"jawabku antusias. "Jadi kebetulan Tokyo Rail Days dan B Blog Premium sedang bikin lomba blog liburan musim dingin ideal. Ya pastilah aku ikutan. Doain ya, kak!"

"Sepertinya kamu sudah siap banget nih ke Jepangnya."Kakak tertawa pelan, khas dia banget.

"Ya dong.. Sudah impian dari kapan tahu pengen merasakan liburan musim dingin di Jepang. Jadi kalau aku menang kita berangkatnya bareng

"Kita?"

"Iya, kita."

Kakakku tersenyum, ditutupnya notesku yang berisi catatan-catatan impian liburan musim dinginku sembari tangannya yang satu lagi meraih tanganku.

"Tetaplah bermimpi, berusaha, minta sama yang diatas dan yakini. Mimpimu bisa membawamu ke tempat yang kau inginkan. Somehow, Someday"

"Eh.....,"aku melongo mendengar kata-katanya. Dia masih tetap tersenyum saat dia meletakkan notes itu ditanganku. Perlahan senyumnya memudar dan ruangan seakan berputar. Aku membuka mata dalam sadar.

Kakakku tak lagi ada. Dia memang sudah lama pergi dan tak bisa kembali lagi. Hanya notes tergenggam ditanganku dan pesannya yang terngiang dari mimpiku.

"Tetaplah bermimpi, berusaha, minta sama yang diatas dan yakini. Mimpimu bisa membawamu ke tempat yang kau inginkan.Somehow, Someday"

Walaupun tanpa almarhum kakak, semoga aku bisa menginjak kaki ke Jepang. Dan akan kutuliskan besar-besar di hamparan salju. "This Winter Vacation Is For You."

=======

Berpartisipasi dalam My Ideal Winter Japanese Vacation Blog Competition.

Berpartisipasi dalam “My Ideal Japanese Winter Vacation” Blog Competition [5]

Tentang Hal-Hal Yang Menganggu Update Blog

Salah satu hal yang ingin saya achieve tahun 2015 ini (kalau bisa dibilang resolusi) adalah lebih rajin dan lebih serius update blog secara postingan tahun 2014 minim banget. Padahal kalau dibilang kekurangan ide nulis, gak juga sih. Tapi kenyataannya jumlah postingan saya tahun lalu emang dikit banget, malah sempat hiatus 7 bulan. Ada yang pernah seperti itu juga? Ada saja hal-hal yang menganggu update blog, ya kan? Untuk saya sendiri, setelah dipikir-pikir, mungkin penyebabnya begini..

Jadi ceritanya tahun 2014 lalu tempat saya siaran (yang ke... coba sy hitung dulu yah. Satu..dua.. ehmm.. yang ke enam!) akhirnya setuju untuk membuat satu program acara lagu-lagu Korea. Agak telat? Mmh yah bisa jadi begitu, mengingat radio sebelah dan sebelahnya lagi sudah mempunyai program semacam ini lebih lama. Makanya ketika akhirnya Sajangnim setuju saya memutuskan untuk membuatnya tidak hanya menjadi ajang request seperti radio-radio tetangga itu. Program ini harusnya bisa memberi informasi, tidak menggurui tapi juga menghibur.

Dari research dan tanya sana sini, saya tahu orang-orang yang terkena demam Korea ini terjangkiti dari berbagai virus. Ada virus dari boyband/girlband Korea yang saya namakan "Kpopers", ada yang terjangkit dari virus K-Drama (sebut saja "Drakornis) dan ada juga yang dari Variety Show (nah ini yang belum saya beri julukan). Dari 3 jenis virus mematikan (halah!) ini kesukaan mereka berkembang kearah budaya, bahasa sampai kuliner. Makanya instead of focusing only on Kpop, saya memilih untuk adil merata kepada 3 kubu ini dan menyatukannya dalam "K Wave Radio Show".

Kpop
Follow twitter @radiospfm and Likes Fanpage Facebook Radio SP FM Makassar ya! 

SABTU BERSAMA BAPAK Review

Judul : Sabtu bersama Bapak
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : I, 2014
Tebal : 277 halaman

Adhitya Mulya

Pertama tahu kalau Adhitya Mulya nulis novel lagi, i was very excited. Novelnya kali ini tentang apa ya? Semoga bukan novel cinta bersetting perjalanan atau kota-kota di luar negeri sana, which is i found it really bo to the ring, boring! Dilihat dari judul sih sepertinya gak akan lari ke novel jenis itu yah. Sabtu Bersama Bapak. Mmh.. jangan-jangan ini novel tentang menghabiskan liburan bersama Bapak di rumah kakek seperti karangan jaman kita SD dulu? ( KITAAAAA??? Ahh.. iyaa Kita. Ayo ngaku deh, jangan nunjuk ke saya aja dong!)
Hahahaha.. Ternyata bukan.

10 Facts About Misaeng

Misaeng lagi... Misaeng lagi..
Gue gak bisa berhenti ngomongin Misaeng sejak K-drama ini gw tonton. Gue ngomongin ini di Facebook, Twitter, Path, LINE, BBM, jam siaran radio program Korea gue, rekomendasiin ke teman-teman, di forum, ditulis pula di blog. Kayaknya kalo ada fan hardcore award,gue harus masuk nominasi. Gak tahu deh kalau ada yang menganggap gue jadinya ganggu abis kek Han Suk Yool. Yang jelas kalau dua postingan kemarin mengenai review dramanya (disini dan disini), sekarang akan gue beberkan fakta-fakta dibalik pembuatannya.

10 Facts About Misaeng 


1. Misaeng Based on Webtoon Series

Misaeng Webtoon on Daum
Misaeng Webtoon on Daum
Kalau di Jepang ada manga, di Korea ada Manwa dan yang sekarang lagi ngetrend adalah Webtoon alias komik yang bisa dibaca via website atau aplikasi smartphone. Misaeng yang ditulis oleh Yoon Tae Ho ini adalah salah satu webtoon yang populer tahun 2012-2013 dengan 1 juta hits. Saat akhirnya Misaeng dibuat dramanya dan menjadi populer, Misaeng versi cetak (manhwa) pun diluncurkan dan berhasil terjual 2 juta copies. Dae..bak!! Katanya gara-gara Misaeng ini jadi lebih banyak perempuan berusia 20-30 tahun yang membeli dan membaca Manhwa. Padahal Misaeng ini jauh dari cerita-cerita romantis ala-ala komik cantik. Misaeng sendiri fokus pada seputar struggle dari Jang Geu Rae di dunia kerja dan tidak menyelipkan kisah percintaan. Gimana mau ada kisah percintaan, naksir aja Jang Geu Rae gak berani bagaimana mau pacaran apalagi cinta segitiga. Hihihi

2. Kim Won Suk Director is a big fan of Misaeng Webtoon

Makanya sejak membaca webtoon Misaeng, Kim Won Suk sudah niat banget mengangkat Misaeng ke layar kaca. Ternyata yang menawari Yoon Tae Ho bukan cuma Kim Won Suk aja, banyak banget. Tapi pada akhirnya Yoon Tae Ho memberikan hak pembuatan Misaeng ke dalam bentuk drama pada Kim Won Suk. Alasannya karena Kim Won Suk janji gak akan memasukkan kisah romance ala tipikal drama Korea yang biasanya dibuat. Dia harus stick to the webtoon, and that's sealed the deal! Misaeng kemudian dijadikan drama highlight TvN untuk anniversary yang ke 8. FYI tambahan, Kim Won Suk adalah salah sutradara di k-drama Sungkyunkwan Scandal, jadi jangan heran yah kalau sinematografinya keren-keren. 

3. Misaeng Pre-Production Took 2 Years 

Dua tahun untuk persiapan sebuah drama? Itu mau bikin film atau drama? Sinetron Indonesia aja cuma seminggu sudah bisa langsung syuting aja (ngambil skenario jiplakan, modifikasi dikit, syuting seadanya pagi siang malam, tayang deh!) Untungnya Kim Won Suk bukan tipe seperti itu. Dia adalah seorang sutradara yang sangat perfeksionis. Scene di Jordan saja memerlukan ribuan kru dan figuran dan peralatan yang biasa dipakai untuk membuat film layar lebar. Misaeng juga merupakan k-drama pertama yang mengambil lokasi syuting di Jordan dan mendapat banyak perhatian masyarakat Amman.

Siwan in Jordania
Im Siwan : Jadi kalau beli Kebab yang enak lewat situ ya? 
Sebelum drama sepanjang 20 episode diproduksi di tahun 2014, setahun sebelumnya dirilis prequel Misaeng yang ditayangkan versi web. Ada 6 cuts untuk masing-masing 6 karakter :  Jang Geu Rae, Ahn Young Yi, Jang Baek Gi, Han Suk Yool, Oh Sang Sik dan Kim Dong Shik saat mereka masih muda (atau lebih muda dari versi 2014). Dari 6 pemeran di prequel, hanya Im Siwan yang lanjut berperan sebagai Jang Geu Rae dewasa. Tapi bukan berarti proses castingnya menjadi lebih mudah, karena ternyata banyak aktor dan aktris yang menolak tampil di Misaeng drama. 

4. Everyone Including Im Si Wan Rejected the Role of Jang Geurae At First

Untuk menemukan aktor yang pas memerankan Jang Geu Rae ini susah susah gampang. Setelah mengcasting Lee Sung Min sebagai Oh Sang Sik, Moon Geun Young pun sempat ditawari bermain dalam drama ini. Sayangnya (atau untungnya?) batal. Karena pada akhirnya Kang Sora lah yang terpilih menjadi Ahn Young Yi. Begitu juga dengan karakter Jang Geu Rae. Sang Sutradara maunya aktor yang berkualitas tapi begitu banyak nama yang yang ditawari semuanya menolak, termasuk agency Im Siwan. Padahal Im Siwan sendiri yang memerankan Jang Geu Rae di prequel Misaeng. Selain Im Siwan, aktor Lee Je Hon juga sempat ditawari tapi dia menolak. Duuh Siwan, untungnya kamu yang jadi Geu Rae... Gak kebayang kalo orang lain. Emang sudah rejeki gak bakal kemana ya, Bang... :) *peluk Siwan dari belakang*

Jang Geu Rae and Mom Misaeng
Boleh gak ahjumma ini gue crop mukanya ganti dengan foto gue?

5. Lee Sung Min Recommended Im Siwan for Jang Geu Rae Role

Aktor yang pertama kali di kasting sutradara dan langsung menerima tawaran bermain di Misaeng adalah Lee Sung Min. Mereka sudah membicarakan kerjasama ini saat setahun sebelum Misaeng diproduksi. Menurut sang sutradara, akting  Lee Sung Min sangat kuat sekali memerankan karakter Oh Sang Sik, walaupun secara fisik tidak seperti penggambaran di webtoon. Makanya saat kasting peran Jang Geu Rae sang sutradara menginginkan aktor berkualitas yang bisa mengimbangi akting Lee Sung Min sebagai Oh Sang Sik. Sang sutradara pun menerima masukan dari Lee Sung Min sendiri yang mengusulkan agar aktor yang akan memerankan Jang Geu Rae haruslah aktor yang berimej bersih, baik hati, dan ramah. Menurut Lee Sung Min,  Im Siwan sesuai kriteria tersebut.Walaupun sudah sempat ditolak oleh pihak agency Star Empire Entertainment, pada akhirnya Im Siwan secara pribadi menerima tawaran tersebut. Duh Lee Sung Min ahjussi..rekomendasiin gue juga dong jadi pendamping hidup Siwan.. kkkk... *digeplak massa*

Focus on Work K Drama
Ok, baiklah chajangnim.. Janji yaaa....


K Drama Misaeng
Ok siap, chajangnim *makin berbunga-bunga*

Im Siwan Misaeng
Huahhhhuhuhuhuhuhhuhuhu..... Jang Geu Rae, kamu jahat *nangis di rooftop*
Misaeng K Drama
...Ini akan menjadi Meme yang panjang jika diteruskan 

6. Ahn Yong Yi (Kang Sora)  and Assistant Manager Ha (Jeon Suk Ho) Were Supposed to Have a Love Line


Misaeng adalah salah satu drama yang mempunyai kisah cinta paling minim dan ini membuatnya menjadi drama yang tidak biasa. Menurut sang sutradara, pada awalnya dia ingin mengembangkan kisah antara Ahn Yong Yi yang sering diperlakukan kasar oleh asisten managernya menjadi kisah cinta. Tapi mungkin karena sudah kadung janji dengan webtoon writer untuk tetap pada dasar cerita Misaeng yang tanpa cinta-cintaan itu akhirnya sutradara mengurungkan niatnya. Selain Ahn Yong Yi dan Asisten Manager Ha yang juga mempunyai kemungkinan kisah cinta adalah karakter Jang Baek Ki dan asisten manager Kang. Kata sang sutradara, jika saja karakter Jang Baek Ki adalah perempuan, bisa jadi dia akan jatuh cinta pada asisten manager Kang. Huahahaha..kalau bener kejadian, kalian setuju gak sih?

K Drama Couples
Misaeng Couple(s)
7. Casts Call Each Other By Name Role 

Entah berada di dalam atau diluar lokasi syuting, para pemeran Misaeng saling memanggil nama peran mereka masing-masing. Contoh misalnya Im Siwan tetap dipanggil dengan nama Jang Geu Rae atau Lee Sung Min yang tetap dipanggil sebagai Oh chajang atau Park Hae Joon yang tetap dipanggil Chief Chun. Ini bukan karena sok-sokan tapi karena chemistry dan pendalaman peran mereka. Makanya jangan heran jika diluar jam syuting pun sang sutradara masih memanggil Im Siwan dengan nama Jang Geu Rae.

Behind The Scene Misaeng
Pesan Lee Sung Min Setelah Menyelesaikan Syuting Terakhir
Malah saking kompaknya antar pemain (khususnya 4 karyawan baru itu), sang sutradara pernah mewanti-wanti mereka agar jangan terlalu akrab karena di episode awal mereka ceritanya masih saling bersaing, khususnya Jang Baek Ki dan Geu Rae. Dasar bandel, mereka masih saja menyempatkan hang out berempat diluar sepengetahuan sang sutradara. Menurut Kang Ha Neul kerjasama yang baik memerlukan keakraban sementara Im Siwan berpendapat tanpa akrab dengan lawan main bagaimana dia bisa perasaan Jang Geu Rae terhadap Jang Baek Ki. Halah! Alasan.. alasan.. Ngumpul aja terus, gak ngajak2 akuuhh... *lari ke rooftop, minum susu basi*

Siwan, Kang Sora
Misaeng Fantastic Four - Tuhan..tolonglah aku dari gaya foto seperti ini.. 

8. Office Location for One International Has Two Places

Lokasi pertama adalah studio buatan yang interiornya dibuat mencontoh design dari kantor Daewoo. Ini adalah kebanyakan syuting dalam kantor One International diambil. Agar kelihatan lebih hidup, bagian jendela dilapisi layar biru untuk diproses secara chroma key menggambarkan suasana lalu lintas dari lantai 15 ( dan juga efek lampu love love halusinasi Jang Geu Rae). Lokasi kedua adalah kantor asli perusahaan Daewoo Group Headquarters. Daewoo adalah salah satu perusahaan terbesar di Korea setelah Hyundai dan sebelum LG dan Samsung. Ini juga merupakan tempat Kang Sora magang untuk pendalaman karakternya sebagai Ahn Young Yi. Sebenarnya untuk membedakan lokasi syuting bisa diliat dari lampu ruangan. Jika lampu di ruangan menyala di jam kerja siang hari, itu berarti mereka syuting di studio buatan. Sementara jika lampunya mati sementara ceritanya mereka sedang kerja di pagi atau siang hari, berarti mereka syuting di Daewoo.

Office, Misaeng

K Drama
Hasil kerja team CG spesial effect 
Karena aktifitas pekerjaan yang rutin dilakukan Senin - Jumat maka lokasi Daewoo dipergunakan untuk syuting di hari Sabtu-Minggu, adegan rooftop, adegan pantry dan adegan taman saja. Ihh.. jadi pengen maen ke Daewoo. Kali kali aja bisa numpang ngopi di pantry lalu lari ke rooftop. Huahaha

K Drama
Daewoo Grup HeadQuarter Office, Seoul 

9. Pantry and Rooftop are Two Most Crucial Places For Problem Solving 

Ada 2 tempat penting sekaligus jadi lokasi penyelesaian masalah tanpa masalah ala Misaeng di drama ini. Yang pertama adalah : 

Pantry lantai 15
Sambil bikin kopi atau fotokopi tempat ini pas banget buat gosip, curhat atau dipake dengerin orang lagi curhat. Bonus kalo ruangan sebelah ada yang lagi dimarahin bosnya! Hehehe... Yang gue suka dari pantry lantai 15 ini adalah .. coffee makernya! Apalah arti kopi instan sachetan kalau ada coffee maker. Seandainya gue kerja di lantai 15, tiap pagi gue sudah nongkrong bikin kopi disitu (kali aja ketemu Jang Baek Ki). Han Suk Yul aja, anak lantai 16 itu, lebih sering bikin kopi di pantry lantai 15. Alasannya,"Di lantai 16 gak ada coffee maker, tidak ada Ahn Young Yi dan tidak Jang Baek Ki." 

Misaeng, K Drama

Apalah gue yang hanya punya alasan sederhana supaya bisa  ngelewatin mejanya Jang Geu Rae. Eh wait.. meja Jang Geu Rae itu dekat toilet kali..bukan pantry. Oh well, Salah posisi! 

Rooftop 

Ini adalah lokasi paling juara dengan banyak fungsi. Rooftop ini  paling pas buat marah-marahin bawahan (Oh Sang Sik - Jang Geu Rae dan Asisten Manager Ma - Ahn Young Yi), konsultasi dengan atasan ( Dong Shik daeri - Jang Geu Rae), curhat sesama karyawan ( Oh Sang Sik - Manager Sun - Manager sales team 2), berantem sesama newbie ( Jang Geu Rae - Han Suk Yul), menghukum karyawan baru ( Jang Geu Rae), teriakin atasan padahal atasannya ada di bawah ( Jang Geu Rae), tempat nguping curhatan orang ( Jang Geu Rae), tempat ngegalau sendirian ataupun bareng-bareng ( Jang Geu Rae dan Team Sales 3), tempat makan ramen sendiri atau minum susu basi bareng-bareng dan  tempat ngerokok tapi gak ada satupun yang sempat merokok. Komplit lah tempat ini. Pokoknya kalau ada masalah apapun di kantor, kalau pantry terlalu banyak orang mari kita selesaikan di Rooftop saja!

Rooftop, Im Siwan
Memandang Sunset dengan Bos, Romatis atau Bikin Meringis ?

10. “Misaeng” Season 2 Under Consideration

Walaupun endingnya sangat masuk akal dan tidak menggantung namun Misaeng sangat dinanti-nantikan kelanjutannya. Nah, tidak perlu khawatir pemirsa. Kabar gembira untuk kita semua, kini Misaeng ada rencana season 2 nya (dinyanyikan ala iklan ya..). Penulis webtoon Misaeng Yoon Tae Ho bilang kalau scene Jang Geu Rae dan Oh Sang Sik di Jordan adalah preview untuk season 2. Dia juga  memastikan Jang Geu Rae tidak akan menjadi manager atau president, yang dia bisa janjikan adalah ada 3 bagian untuk Misaeng. Bagian pertama adalah perjuangan Jang Geu Rae sebagai karyawan di One International (sudah kita tonton di season ini), bagian kedua nantinya berfokus pada usaha Jang Geu Rae sebelum ke Jordan sementara bagian ketiga adalah Jang Geu Rae mencari jodoh (asik! ada loveline beneran!).Rencananya Misaeng season 2 ini akan dibuat dulu dalam versi webtoon di bulan Maret 2015 sementara dramanya akan menyusul karena plot drama akan mengikuti versi webtoon. Menurut pihak TvN belum ada kepastian kapan syuting untuk season 2 akan dibuat karena proses preproduksi bisa saja memakan waktu dua tahun. Huhuhhuhu..lama amat yak? Apapun, harapan gue sih walaupun ada karakter baru, semoga sutradara, writer-nim dan pemeran intinya masih tetap sama. Gue yakin Misaeng season 2 (dan 3) bakal lebih daebak. What can i say, sama seperti Jang Geu Rae, kemana Oh chajang pergi, aku ikut.. *halah*

The Best K Drama
Sementara Itu Mari Kita Minum Susu Dulu Di Rooftop
Itulah 10 fakta yang bisa gue rangkum selama proses mendalami karakter gue  menikmati hasil kerja keras team produksi dan para aktor di Misaeng. Sebenarnya ada beberapa hal lagi sih yang sepertinya seru untuk dibahas, cuma gue simpan dulu lah yah di postingan berikutnya. Karena lagi-lagi... seperti juga Misang, the incomplete life, tulisan tentang ini juga masih incomplete post. So, stay tune ya yorobun... Gue tunggu di pantry lantai 15!