Super Show 5 In Jakarta : Super Junior World Tour For ELF Anniversary (Part 1)


You don't need to be ELF from the beginning, just be an ELF until the end.


Setelah tarik ulur dengan nasib antara  tiket beli atau gratis, akhirnya saya bisa duduk manis di deretan Gold Centre di hari kedua Super Show 5 Jakarta. Hah? Kok Gold? Bukannya kemarin mau nonton di VIP? Well, things happened.

Tampaknya berhubung tanggal 2 Juni bertepatan dengan hari ELF sedunia,makanya tiket Super Show 5 hari kedua lebih cepat terjual. Dari online booking dibuka hingga beberapa hari sebelum penjualan online ditutup,tiket VIP sudah habis terjual. Sementara itu my-so-called-luck-of-free-ticket ternyata gak terwujud juga. Saya sampai ikutan quiz di twitter dan ngespamm sekitar 700-an tweets yang bikin beberapa followers protes-protes cantik di tab mention. Akhirnya saya harus menerima kenyataan. Saya harus BELI Tiket! :( 

Jadi berangkatlah saya dengan pesawat paling pagi ke Jakarta, tanpa selembar tiket atau voucher Super Show 5 pun di tangan saya. Agak khawitir juga sih karena ini pengalaman saya beli langsung di venue.Bagaimana kalau beneran tiket VIP sudah habis? Apalagi setelah baca twit dari akun penyelenggara sepertinya yang tersedia hanya Gold dan Silver saja. Sementara saya gak begitu pengalaman beli di calo tiket. Namun dengan ucapan bismillah saya yakin, everything's gonna be alright. Keep calm and heading to Jakarta. Let's go! 

Pesawat tiba di CGK sekitar setengah enam pagi. Setelah sholat Subuh yang tertunda, saya sempat kenalan dengan dua orang ELF yg ternyata juga mo nonton Super Show 5. Tidak seperti saya, setelah sholat,mereka rencananya langsung menuju MEIS. What? Jam enam pagi? Gak kepagian tuh? Mereka kan beli tiket Gold dan sudah ditukar pula. Saya saja yang belum beli tiket apapun masih berencana untuk mampir ke apartemen teman buat mandi dan ganti baju. Biar bagaimanapun harus tetap keliatan oke di depan Kyu dan Siwon nih.. Hahaha. Toh, hati saya masih tenang. Se-sold out sold outnya hari kedua, saya yakin masih ada tiket untuk saya. Siwon, bertahanlah disana. Kita pasti berjumpa!

Alhamdulilah yah..namanya rejeki itu ada-ada aja. Setiba saya di Mall ABC, ticket booth adalah tempat sasaran utama. Gak ada antrian ELF yang berarti disitu. Saya pun dengan tenang ikut ngantri di booth promotor. Di depan saya hanya ada tiga orang ELFs saja.Aman dong, pikir saya. Sampai kemudian saya membaca tulisan yang ditempel di kaca loket "AVAILABLE STANDING D ONLY". Ampun deh, kakak... Jauh jauh, lama lama sudah saya menunda-nunda masa saya dapatnya Standing D juga? Duhh..bakal gosong nih ntar. Di belakang saya, dua orang ELF pun mengeluhkan hal yang sama. Mereka juga niatnya beli tiket Silver saja. Sementara seorang ibu dan anaknya di depan saya malah mau beli VIP. Saya? Ahh tau ah.. apa aja. Sudah tanggung ada disini. 

Ibu di depan saya melipir,keluar dari antrian karena dia niatnya nyari yang VIP walaupun itu lewat calo. Sementara yang dibelakang saya memilih bertahan. Ketika saya mengambil antrian Ibu itu,saya sempat mendengar pembicaraan antara security dan salah seorang dari pihak promotor. "Habisin aja dulu ini..Sudah itu baru jual lagi berikutnya." Wah, trik apaan lagi nih? Saya dan dua orang ELF di belakang saya sudah kasak kusuk aja. Kalo instruksinya seperti itu, bisa saja setelah ini ada perubahan tiket yang dijual. 

Benar saja! Ketika tiba giliran saya, tiba-tiba saja tiket yang available terjual itu malah Gold section. Yang lain habis "katanya"..Ya sudah deh, daripada lama dan ribet ( Hey, I'm Miss Simple!) saya memilih membeli Gold Centre saja dengan pemikiran : Dari tengah harusnya sih bisa melihat semua arah. Apalagi Gold Center itu tepat di belakang VIP. Dengan 1,6 juta bolehlah... 

Super Show 5 Day 2 Ticket - CGJ 06
Setelah beli tiket,saya sempat nongkrong-nongkrong cantik dengan 2 ELFs di Solaria. Saya yang gak berasa lapar ( entah kenapa, padahal tadi cuma makan mie rebus di Sevel) akhirnya cuma nemenin mereka yang kelaparan abis mesan makanan. Sambil nunggu pesanan makanan mereka yang tak kunjung datang, kami sempat ngobrol ini itu tentang SuJu dan per-Kpop-an. Mulai dari seringnya SJ datang ke Jakarta sampe event-event Kpop lain yang akan segera digelar. Ternyata diantara kami bertiga, hanya saya saja yang multi fandom. Namun, kami bertiga sepakat SJ jangan keseringan datang ke Jakarta. Membosankan mungkin gak yah. Secara once you Kpop, you'll never stop. Pasti mau nonton lagi dan lagi. Hanya saja yah gitu deh.. buntut-buntutnya bisa bikin bangkrut juga kali yah..

Diantara keseruan kami ngobrol, saya masih sempatin diri untuk menelpon Dewi, ELF Makassar yang janjian ketemu di Meis. Sumpah sinyal TS*L kacrut banget deh. Setelah dicoba berulang kali barulah koneksi tersambung itu pun putus-putus. Ternyata Dewi sudah di tengah antrian dan gak bisa keluar lagi. Otomatis saya yang harus nyari dia secara tadi dia sempat nitip makanan dan minuman.

Saya : Dewi dimana?
Dewi : Di antrian standing D
Saya : Antrian standing D itu dimana? Banyak antrian nih..
Dewi: Di antrian @#$%^&*()_  ** sinyal kacrut lewat**
Saya : Dew, kamu dibagian mananya booth Official Merchandise?
Dewi : !@#$%^&*()_+ >> sinyal kacrut masih setia
Saya : Dewi.. saya gak dengar. SMS-in aja.

Pembicaraan lanjut di SMS. Dewi bilang dia ada di antrian yang ada pohon kelapa, pake payung leopard. Well, sejauh mata memandang di antrian semuanya pake payung. Yaiyalah, panas membara jam 12 teng gituh.. Dan apa? Payung leopard?Gimana mo nandain sementara saking padatnya antrian payung-payung itu sudah bertumpuk-tumpuk terlihat dari jauh.

Setelah beberapa kali SMS-an akhirnya saya bisa melihat payung yang dimaksud. Dari posisi saya di dalam Solaria sih lumayan dekat, tapi itu ternyata hanya fatamorgana saja. Menuju lokasi antrian si Dewi, saya harus muter, melewati banyak orang dan berpanas-panas. Intinya, BB Cream dan bedak saya untuk Siwon luntur demi menemukan Dewi yang tiba-tiba posisinya semakin gak jelas. Akhirnya saya kembali ke Solaria dan menghibahkan roti dan air mineral itu untuk kedua ELFs yang pesanan makanannya belum diantarin juga.  So much for nasi goreng yah girls.. hehehehe.

Pada akhirnya pesanan mereka datang dan saya pun kepikiran untuk pipis. Ya kale mending pipis sekarang daripada ditengah pertunjukan saya kebelet. Rugi dong kelewatan Donghae. Jadi ke toilet lah saya dengan pemikiran seperti itu, which is akhirnya saya salah strategi lagi. Antrian di toilet boooo'.. sudah panjang luar dalam, panasnya juga gak ketulungan. Saking lamanya saya ngantri, pas saya balik ke Solaria, kedua orang itu sudah kabur duluan. Ternyata gate sudah dibuka. Sementara saya masih melenggang santai, ELF yang lain sudah lari kocar kacir bikin panitia teriak teriak "Jangan lari! Jangan lari!" Yah gimana gak mau lari, tiket yang mereka pegang bukan seated number. Siapa cepat dia nongkrong paling depan. Lagian siapa juga yang masih mau lama-lama di panasnya cuaca. Mending di dalam, adem.... Walaupun sampai di dalam, tetap aja ANTRI.

Dalam urusan mengantri, ELF sudah biasa. Dari membeli, menukar tiket bahkan sampai ke toilet pun ELF juaranya deh. Gak pake sikut-sikutan, gak pake jambak-jambakan. Jadi untuk urusan ngantri sebelum masuk MEIS ELF cukup teratur dan mengikuti semua instruksi pihak penyelenggara. Sayangnya, mas-mas yang mengorganized ini yang agak-agak gak jelas. Walaupun sudah ada neon box sign penanda setiap gate, masih saja ngasih keterangan yang salah untuk para ELF mengantri sesuai tiket masing-masing. Line untuk pemegang tiket Gold malah terisi penuh dengan antrian pemegang tiket bronze. Sementara itu Silver malah tersebar diantara line untuk pemegang tiket bronze. Akhirnya mereka sendiri yang teriak-teriak untuk mengorganized antrian yang tetap saja aturan masuk ke venue sama gak jelasnya. Saya malah sempat dituduh menerobos dari belakang antrian tiket Bronze untuk maju paling depan oleh mas brewok yang gak ganteng sama sekali sampai akhirnya dia terdiam sendiri setelah saya nunjukin tiket saya dengan jelas-jelas ke depan mukanya. GOLD CENTRE Ticket!! Dan dia pun terdiam. Rese!!

Ya sudahlah, tiket sudah dibeli dan saya juga lagi baik hati mari kita lupakan sejenak insiden gak penting itu . Akhirnya saya memasuki venue yang adem seadem hatiku melihat display LED segede gaban di tengah panggung " SUPER SHOW 5". Oh well, j ust sit back and enjoy the show ( or so i thought i would do). Ternyata oh ternyata, lokasi Gold Centre bukan tempat yang nyaman. Pandangan ke stage utama, malah ketutupan oleh VIP. Memang sih ada dua layar super gede di kiri kanan. Tapi apalah artinya jika tidak bisa melihat langsung Siwon,Kyu,Donghae,Eunhyuk,Kangin,Sungmin,Ryeowook dan Shindong dengan mata kepala sendiri. Apalagi mereka lebih banyak berada di bagian tengah stage,which is ketutupan dengan VIP. Lalu apa bedanya dengan nonton tipi di rumah? Tahu gitu tadi ngambil Gold Right/Left yang viewnya bisa melihat sampai ke middle stage. Tertipu aku!!

Seating Plan SS5 Jakarta 
Satu persatu kursi di kiri kanan saya mulai terisi. Bahkan ada yang sampai rebutan kursi karena ternyata pas beli tiket,mbak-mbak petugas ticketing mungkin salah nulis nomer kursi. Ya, sodara-sodara seELF dan setanah Kpop, ditulis means literally ditulis pake spidol. Bukan di cetak loh ya. Punyaku saja sempat lupa dinomerin. Untung saja saya sempat agak lama ngobrol-ngobrol cantik dengan ELF yang lain di depan loket. Setelah saling liat tiket, ternyata punya saya belum dinomerin. Setelah dilaporkan mbaknya cuma bilang,"Oh yang pertama beli Gold yah..Iya, tadi belum dinomerin. Sebentar ya." *rolling eyes* Jadi saya gak surprised amat saat kejadian rebutan kursi yang akhirnya melibatkan panitia (yang sama bingungnya) itu terjadi.

Sementara pihak penyelenggara membereskan masalah yang dibuatnya sendiri, saya asik-asik saja ngobrol dengan ELF di kiri kanan. Ternyata gak saya saja yang nonton sendiri dan baru beli tiket on the spot. Ada juga yang nontonnya bareng teman tapi terpisah karena kelas tiket yang berbeda. Tapi apapun itu, seperti kata ELF disebelah saya,"Mau kepisah dengan teman atau nonton sendiri,begitu shownya mulai, kita semua akan jadi teman.Gak peduli kenal sebelumnya atau gak." Duh, jadi terharu deh, rasanya jadi pengen dipeluk Kyu.. *halah!*

Lights Off.. The Super Show 5  will start soon 

Dan ternyata bukan cuma ucapan salah seorang ELF itu yang bikin terharu, konser Super Show 5 ini  pun bikin terharu dan merinding disco. Cerita selengkapnya (plus foto2), di postingan berikutnya di sini dan disini  yah..
Keep reading..

XoXo

Destination Anywhere : Transit

Setengah enam pagi waktu Indonesia Bagian Barat. Lamat kudengar suara pramugari memberitahukan informasi tentang dimana pesawat kami mendarat. Masih terlalu pagi. Kubiarkan orang-orang dari belakang dan depan berbaris di aisle. Tampaknya mereka tak sabar untuk turun dari pesawat. Setak sabar mereka menghidupkan handphone mereka roda pesawat baru menjejak di landasan. Entah tak tahu atau tak mau tahu. Mungkin juga orang-orang sekarang hidup dalam masa yang terburu-buru. Jangankan turun dari pesawat, menelpon pun tak bisa menunggu.



Saat akhirnya saya berjalan ke dalam ruangan terminal, barulah langkahku memburu.Semoga masih sempat mengejar Subuh yang tertunda di udara. Mushala masih setelah ruang pengambilan bagasi. Seraya melangkah kuperhatikan  Toko-toko yang berjajar di sebelah kiriku. Saya berharap ada toko yang menjual asesories gadget. Earphone Ipodku ketinggalan. Walhasil saya harus menempa kesabaran selama di pesawat tadi.

Duduk bersebelahan dengan seorang anak yang menangis hampir sepanjang perjalanan dan bapaknya yang tidak tahu harus berbuat apa. Sungguh membuat sakit kepala. Saya hanya bisa memejamkan mata dan meruntuk,"Mengapa dalam setiap pesawat ada anak kecil yang menangis?". Dalam hati saya berdoa semoga bisa menemukan earphone untuk memfungsikan ipodku dalam perjalanan berikutnya. Sayang toko yang menyediakan perangkat itu belum buka. Tak apalah, mungkin teman seperjalananku punya. 

Setelah menunaikan subuh, saya mengirimkan pesan padanya."Punya earphone cadangan gak? Punya ku ketinggalan. Boleh dibawa?" Belum ada jawaban. Mungkin sedang mandi dan bersiap-siap. Saya pun melangkahkan kaki kembali. Kali ini ke bagian keberangkatan di lantai dua. Walau masih pagi terminal ini tak pernah sepi. Orang-orang datang dan pergi. Ada yang menunggu sambil ngopi atau sarapan pagi. Mungkin menunggu keberangkatan pesawat berikutnya. Mungkin juga menunggu jemputannya. Mungkin juga menunggu teman seperjalanannya yang belum datang juga. Seperti saya.

Hal- Hal Menarik Saat Transit 


Kami berjanji bertemu di bandara Soekarno Hatta. Tujuan kami Changi. Awalnya saya ingin mengambil penerbangan pertama. Namun officer penerbangan tidak menyarankan. "Penerbangan mbak ke Jakarta dan penerbangan kami ke Singapore hanya beda 45 menit. Minimal waktu check in itu dua jam untuk penerbangan luar negeri,"begitu kata mbak-mbaknya di telepon ramah. Baiklah, saya menurut.

Saya mengambil penerbangan kedua di jam sebelas siang. Itu berarti saya masih harus menunggu sekitar tiga jam dari sekarang. Padahal jika saya perhatikan di boarding pas yang terkirim ke email, bagi yang sudah web-check in penumpang diharapkan boarding minimal 45 menit sebelum gate board di tutup. Saat ini seharusnya pesawat sudah berangkat namun  Counter Imigrasi pun belum memperlihatkan officersnya. Oke baiklah. Now, what to do?

Terminal 3 tidak kecil tapi juga tidak terlalu besar. Tak banyak yang bisa di lakukan disini selain makan,minum dan sedikit window shopping. Saya menemukan dua sudut dengan kursi-kursi biru dan merah teratur rapi di masing-masing sisi. Saya memilih sudut biru. Tempatnya strategis untuk memperhatikan orang-orang yang datang dari eskalator dan lift. Tempat yang nyaman untuk memperhatikan sekeliling tanpa diperhatikan. Mungkin juga tempat yang nyaman untuk sekedar rebahan bagi penumpang-penumpang bertampang arab ini. Saya tersenyum kecil. Namanya juga Snooze area. Oh well, let's give a try! 

Dari salah satu kursi biru yang lumayan empuk itu saya menyandarkan bahu dan menaikkan kaki diatas ransel. Orang-orang datang dari eskalator dan para flight attendan dari lift. Ada yang berjalan dengan santai, tertawa-tawa senang bahagia, ngobrol sana sini dan ada pula yang berlari dengan sepatu berhak sebelas senti. Dia sepertinya hampir ketinggalan pesawat. Mungkin namanya lah yang disebut-sebut sedari tadi dari pengeras suara. Takjub juga saya dengan perempuan ini. Bagi saya berjalan dengan hak sebelas senti bukan perkara mudah apalagi sambil berlari menyeret koper. Sungguh usaha manusia pada saat kepepet, Amazing!

Dua orang bapak-bapak bertampang Arab di hadapanku tampaknya tak terganggu dengan berseliwerannya massa. Mereka masih anteng tertidur. Salah satunya malah dengan mulut terbuka. Lelah sekali tampaknya. Entah mereka berasal dari mana, ini mungkin hanya tempat persinggahan semata. Persinggahan yang lumayan lama. Cukup membuat mereka tertidur bersandarkan kursi dan AC yang nyaman. Sementara tidak jauh di seberangku ada pasangan berusia pertengahan dua puluhan. Sang perempuan menggunakan baju tanpa lengan dan rok mini sementara sang lelaki bert-shirt putih dan bercelana jeans warna biru. Tampaknya mereka pacaran. Walau mereka duduk bersisian mereka lebih perhatian pada ipad dan smartphone yang ada di hadapan. Mungkin mereka berpikir,"Pacar selalu ada kok, tapi gadget gw kan bisa saja lowbat." Ya kalee...

Perhatian saya teralihkan pada enam orang yang datang hampir bersamaan. Empat  perempuan dan dua lelaki. Dua perempuan bercelana hotpants, tshirt kutung, kacamata dan jaket yang hanya dipegang tampak seru mengobrol dan tertawa-tawa duduk berbeda satu kursi di sebelah kananku. Seorang teman lelaki mereka hanya mendengarkan. Dia mengenakan  celana selutut, t-shirt dan ransel mungil di punggungnya. Tampaknya mereka akan liburan juga. Sementara satu perempuan yang lain memilih duduk satu kursi di seberangku bersama dua lelaki tadi. Tak banyak bicara, dia hanya memperhatikan smartphonenya sesekali.

Dua lelaki di sebelahnya tampak sibuk dengan ransel dan bawaan mereka. Mereka membicarakan sesuatu lalu kemudian masing-masing mengemasi barang bawaannya. Salah seorang diantara mereka membawa kamera. Kamera yang biasa dipakai reporter TV. Saya jadi teringat kerjaan di kantor. Ah, tidak boleh! Ini liburan. Saatnya mendelete sejenak apapun yang ada kaitannya dengan kerjaan. 

Tak berapa lama pengumuman pintu boarding untuk pesawat menuju Singapore terdengar. Ke enam orang  dan sepasang kekasih tadi beranjak. Saya menyipitkan mata seakan orang yang membacakan pengumuman tadi ada di hadapan. "This is more than an hour late. Saya sebenarnya bisa naik pesawat ini daripada menunggu pesawat kedua yang masih lama." Tentu saja tak ada reaksi. Saya pun hanya sekedar mengutarakan "i-wish-i-could" saja dan tidak berniat komplain. Saya hanya bisa manyun sejenak. Semanyun perempuan yang tadi duduk di seberangku bersama dua teman lelakinya.

Dia berdiri dan melintas di hadapanku. Baju hitam lengan pendek berbordir putih logo sebuah tv tersanding di lengan kanannya. Ah,mbak reporter mau liputan jalan-jalan ke Singapore ya? Ayo dong yang semangat.. Atau mau saya gantiin? Dan diapun berlalu dengan tampang malas-malasan itu. Mungkin masih ngantuk, mungkin juga capek.

... Karena Transit Itu Hanya Persinggahan Sementara


Orang-orang datang dan pergi dari sudut kursi biru. Ketika bapak-bapak Arab itu akhirnya bangun, petugas kebersihan mulai menyapu. Saya pun mulai terkantuk-kantuk. Teman seperjalan belum datang juga. Saya jadi sedikit gelisah dan mulai bosan.

Tak ada hal lain yang menarik untuk dilakukan selain memperhatikan sekeliling. Tanpa sepengetahuan mereka saya mereka-reka kisah mereka pagi ini. Apa yang tersembunyi dari wajah-wajah di sekelilingiku. Wajah lelah, butuh tidur, wajah sumringah, wajah excited ingin berangkat, wajah emang-harus-berangkat-sama-dia-yah, wajah aku-butuh-liburan-bukannya-kerja, wajah berhiaskan keringat di dahi karena harus berlari mengejar last minute call dan wajah hei-teman-seperjalanan-kamu-dimana? 

Aku duduk dan menunggu, di ruang transit. Mungkin tanpa sepengetahuanku seseorang pun memperhatikan aku. Tak apalah, hanya untuk membunuh waktu. Sesekali seseorang harus singgah  sejenak di suatu tempat. Transit. Istirahat sejenak untuk kemudian terbang lagi. Seperti juga sesekali dalam hidup kita terdampar sesaat di suatu tempat atau di hati seseorang. Lalu kemudian sadar bahwa ini bukan tempat menetap selamanya.


Soekarno Hatta airport, April 2013


Ultrabook Terbaru, Samsung New Series


Ultrabook? Apa lagi itu?
Revolusi komputer memang gak pernah berhenti. Di tahun 80-an Om Tante kita berkutat dengan komputer segede gaban, lalu di tahun 90-an kakak-kakak kita mulai bermain personal computer yang masih kotak-kotak, di tahun 2000-an kita berkenalan dengan laptop, notebook dan sekarang ada lagi nih yang namanya ultrabook. 
Sebenarnya secara penampakan Ultrabook ini tidak jauh beda dengan laptop yang sudah lama kita gunakan. Bedanya adalah, Ultrabook ini ukurannya lebih tipis dan ringan yang menyatukan keunggulan laptop dan tablet. Perangkat ini pun didukung oleh technology terbaru yang menggabungkan respon kinerja, keamanan, ringan dengan bentuk yang elegan di kelasnya.
Kerennya lagi, jika selama ini kita terbiasa menyalakan laptop dengan menekan tombol power, dengan ultrabook sudah tidak perlu lagi. Tinggal buka ultrabook untuk menyalakan dan menutup untuk mematikan, voila! Ultrabook siap dipakai atau dibawa kemana-mana.
Ada berbagai macam merk yang mulai melirik pasar ultrabook. Salah satunya yang paling keren menurut saya adalah Samsung. Produsen elektronik asal Korea ini baru saja meluncurkan Samsung New Series 5 Ultra dan Samsung Series 7 Ultra. Kenapa saya bisa bilang keren? Bukan hanya dari penampakannya saja, tapi specifikasi perangkat ini pun gak main-main. Nah, ini dia ultrabook terbaru dari Samsung.....
Pics from here 

Samsung Series 5 ULTRA yang memiliki desain tipis. Gak main-main, hanya sekitar 14,9 ~ 17,6mm. Beratnyapun sangat  ringan hanya 1,49Kg (dengan SSD) dan  1,52Kg (dengan HDD). Walaupun ringan, jangan anggap enteng performanya. Samsung Series dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5-3317U 1.7GHz dan 4 GB RAM yang memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi. Untuk pengguna yang senang mengedit gambar atau video, Samsung New Series 5 Ultra ini bisa diandalkan kecepatannya. Suara yang dihasilkan oleh speakernya pun cukup kencang. Didukung dengan layarnya berukuran 13,3 Inchi dengan resolusi 1366x768 membuat mata pengguna lebih nyaman melihat tampilan di layar. Selain itu layarnya ini menggunakan technology touchscreen. Tapping untuk meluncurkan sebuah aplikasi? Tidak masalah. Menggeser dari kiri untuk mengubah aplikasi, atau menggeser dari kanan untuk mengekspos Charms Bar? Gampang. Didukung oleh operating system Windows 8, berpindah dari satu tampilan ke tampilan lain semudah kita membalik halaman buku.
Selain Windows 8 (64-bit), Ultrabook ini juga telah dilengkapi dengan  sejumlah program yang dapat dilihat di layar awal dan pada desktop. Ada Microsoft Office Starter 2010 dengan  versi terbatas Word dan Excel dan beberapa iklan, dengan pilihan upgrade ke fitur penuh, Office Suite bebas iklan. Trial version 60 hari dari Norton Internet Security juga dilengkapi dengan jumlah terbatas penyimpanan online gratis dengan Norton Online Backup. Tetapi jangan khawatir karena sebagian besar kebutuhan keamanan akan cukup dipenuhi oleh termasuk Windows Essentials 2012. Pada layar awal pengguna akan menemukan banyak aplikasi terinstal, termasuk Evernote, Netflix, Amazon Kindle Reader, dan koleksi resep dari celeb-koki Jamie Oliver. Selain itu Samsung juga mencakup sejumlah aplikasi proprietary dan bermerek, seperti S Player untuk media, S Kamera untuk mengambil dan mengedit gambar, dan Galeri S untuk melihat foto dan masih banyak aplikasi lain yang tersedia melalui Samsung Signature’s Store. Samsung Seri 5 UltraTouch juga dilengkapi dengan garansi satu tahun untuk suku cadang dan tenaga kerja.
Untuk mendukung aplikasi-aplikasi tersebut, sebuah perangkat harusnya  melayani kita, bukan sebaliknya,kan?  Nah, Samsung Seri 5 Ultrabook ™, memiliki semua konektivitas dan port yang pengguna butuhkan untuk menyelesaikan sesuatu. Dari USB super cepat , card reader dan  semua port penting lainnya. Samsung Seri 5 Ultrabook ini  memiliki pilihan penuh port dan koneksi, termasuk satu port USB 3.0, dua port USB 2.0 (satu dengan Sleep-n-Charge), bersama dengan port Ethernet, slot SD card (SD / SDHC / SDXC), HDMI output, dan VGA mini. Bagi mereka yang membutuhkan  VGA output berukuran penuh , ada ukuran adaptor mini-to-full size yang tersedia secara terpisah. Ultrabook ini pun menyematkan 3-in-1 slot kartu memori dan headphone / mic soket.
Merasa ribet dengan perkabelan? Tenang saja. Samsung Seri 5 Ultrabook juga menawarkan Wi-Di streaming nirkabel ke TV melalui adaptor. Jika belum terlalu familiar dengan Wi-Di, sedikit informasi Intel ® Wireless Display (WiDi) bisa membawa semua foto, video, konten online, dan masih banyak lagi dari ultrabook langsung ke layar lebar. Cukup hubungkan adaptor * untuk TV Anda, ikuti beberapa langkah sederhana untuk melakukan sinkronisasi dengan Samsung Series 5 Ultrabook ™, tinggal duduk manis dan voila! Mari menikmati kehidupan digital dengan kualitas gambar dan suara dari TV. Untuk konektivitas nirkabel lainnya, ada juga Wi-Fi 802.11n dan Bluetooth 4.0. Canggih banget,kan?
Untuk penyimpanan, Samsung Seri 5 Ultrabook menggunakan kombinasi 500GB hard drive 5.400 rpm dengan memori flash 24GB Cache, yang menyediakan memori flash yang dibutuhkan. Hal ini penting  untuk memberikan  waktu boot yang cepat, serta membantu untuk memberikan kinerja yang optimal tanpa mengorbankan ruang penyimpanan yang lebih besar. Ultrabook ini mempunyai keunggulan Fast Boot yaitu perangkat ini booting dalam waktu 20 detik. Sementara Fast Start dapat menyalakan perangkat  dari kondisi sleep dalam 2 detik. Ditambah Browsing Cepat membuat halaman web yang sering dilihat dijalankan 2 kali  lebih cepat.
Dengan spesifikasi seperti itu,apakah ultrabook ini tahan dipakai berjam-jam? Ketahanan batterei Samsung New Series 5 Ultra ini cukup mumpuni di kelas display 13-14 Inchi. Dalam sebuah test memainkan video, battery ultrabook ini dapat bertahan selama 5 jam 35 menit. Not bad, huh?
  

Pics from here
Nah ini dia nih yang katanya bisa bikin MacBook Air ngiri. Casing Samsung Series 7 Ultra sebagian besar terbuat dari aluminium. Warna ultrabook diberi nama "Metal" sesuai dengan warna casingnya. Selain terlihat halus dan  menarik,jika disentuh memberikan efek dingin dan kuat. Sangat elegant. Kontur keyboard berwarna senada matte abu-abu sehingga  tidak mudah buram atau kotor. Keyboard chiclet backlit pun memiliki empat tingkat kecerahan. Sementara touchpad berukuran standar namun mudah dan menyenangkan untuk digunakan. Touchpad ini mengenali  semua gerakan multitouch Windows 8 , seperti zoom dengan dua jari, bergulir secara horizontal dan vertikal dan flipping antara aplikasi yang terbuka. Tombol mouse pun terintegrasi. Tombol mouse sebelah kanan adalah di sudut kanan bawah dan aktivasi dapat diatur untuk tap-hanya bila dianggap perlu oleh pengguna.
Samsung menggunakan layar IPS untuk display Samsung Series 7 Ultra ini. Sejalan dengan trend saat ini, layar pun dibuat full HD dengan ukuruan 13,3 inchi ngan resolusi 1920x1080 piksel dengan rasio aspek 16:9. Dengan kecerahan diklaim 300nit pengguna selalu dapat melihat apa yang ada di layar, bahkan di bawah  sinar matahari cerah. Menurut Mobiletechreview.com display Samsung Series 7 Ultra ini memilik perbanding contrast dan warna hitam yang lebih baik dibandingkan dengan ultrabook merek lain. Dan seperti juga dengan saudaranya, Samsung Series 7 Ultra ini dijalankan dengan menggunakan operating system Windows 8. Tentu saja sejalan dengan OS ini maka display dari ultrabook terbaru keluaran Samsung ini pun didesign tidak saja nyaman di mata tapi juga bisa megikuti sentuhan jari.
Samsung Series 7 Ultra hadir dalam dua tipe processor pilihan  Untuk model  730U3E-S04DE disematkan  Intel's Core i5-3337U dual-core processor dengan default clock 1.8 GHz model ULV hemat energy. Sedangkan tipe 730U3E-S05DE dan  740U3E-S02DE menggunakan Core i7-3537U dual-core. Selain 3 MB L3 cache dan GMA 4000 unit grafis HD terintegrasi, Samsung Series 7 Ultra ini juga menyematkan transistor 3D dari arsitektur Ivy Bridge yang menjadi fitur penting dari komponen ini. Kartu grafis terintegrasi didukung oleh AMD Radeon HD 8570M GPU DirectX 11 midrange. Dengan chip grafis ini Samsung mengklaim waktu boot yang diperlukan hanya 15 detik dan kurang dari 10 detik untuk shutdown. Prosesor Intel Core i5-3337U membuat Seri 7 Ultrabook lebih  cepat dan mampu menjalankan berbagai macam aplikasi. Rata-rata, butuh waktu sekitar 10% lebih sedikit untuk menjalankan tugas prosesor Intel Core i5-3317U. Meski begitu, Core i7, quad core akan lebih cepat dengan program dioptimalkan untuk mendistribusikan beban kerja. Sayangnya Berbeda dengan Seri 5, yang memiliki AMD kartu video khusus, model Seri 7 Ultra yang Intel chipset grafis sedikit lower-end. Untuk memutar film HD tidak ada masalah, namun memainkan video game adalah cerita lain.
Menurut notebookcheck.net, satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh pengguna  adalah permainan yang lebih tua atau yang baru yang membutuhkan daya GPU yang sangat sedikit. Beberapa games yang bisa dijalankan dengan baik menggunaka AMD Radeon HD8570M ini adalah FIFA 13, World of Warcraft atau TrackMania. Namun, sesuai dengan kegunaannya, ultrabook memang tidak diperuntukkan  bagi pengguna yang kadang-kadang ingin bermain game dalam resolusi yang menyenangkan mata. Ultrabook ini  lebih ditujukan kepada penggunaan dari pengguna yang bergaya namun tetap fokus pada aplikasi multimedia.

Oleh sebab itu maka ketahanan battery sangat diperhatikan. Samsung Series 7 Ultra ini mampu bertahan hingga 9 jam dan 40 menit untuk membaca dokumen teks dalam kecerahan minimum dan dengan fitur penghematan diaktifkan  serta teknologi nirkabel dinonaktifkan. Jika menggunakan kecerahan standard an dipergunakan untuk browsing maka battery dapat bertahan hingga 6 jam dan 20 menit.

Dengan body yang  nyaris 1,85-cm-tebal dan  beratnya 1,6 kg serta layar 13,3 inci, Seri 7 Ultra cocok dengan mudah ke dalam tas atau ransel. Samsung Series 7 Ultra memiliki Intel Centrino 6235N dual band WiFi dengan Widi tampilan nirkabel dan Bluetooth 4.0. Ini adalah kartu nirkabel yang sangat baik dengan  penerimaan yang sangat baik untuk jarak  dekat, menengah dan jauh dari router nirkabel. Didukung oleh Ethernet port, Port USB 3.0, full sized port HDMI, audio jack combo, port mini-VGA (adaptor untuk full-sized VGA dijual terpisah) serta Dua port USB 2.0 dan slot kunci Kensington berada di sisi kanan membuat ultrabook ini layak direkomendasikan. Speaker JBL stereo (2 watt masing-masing) pun membuat suara terdengar terasa lebih keras dan lebih lengkap.

Kesimpulannya, inilah baik Samsung New Series 5 Ultra dan Samsung Series 7 Ultra keduanya sangat direkomendasikan. Keduanya mempunyai kualitas yang baik dari segi komponen, performa, casing aluminium yang menarik dan tahan sidik jari serta layar sentuh 1080p yang luar biasa. Ultrabook terbaru Samsung ini layak dimiliki, tentu saja sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi gak repot-repot lagi kan nenteng-nenteng yang berat-berat? 

Destination Anywhere : A Journey to Foreign Land


Setiap tahun,walaupun hanya sekali,saya selalu menyempatkan diri untuk bepergian ke daerah lain. Istilah kerennya : Traveling. Entah itu disela tugas kantor (sekalian nebeng tiket pesawat) atau beneran nyuri waktu libur kejepit nasional. Saya jarang minta cuti. Bukan karena saya pekerja keras. Ini lebih karena saya selalu ketiban pekerjaan yang katanya sih : you-are-the-key-of-this-work. Pfft, semacam juru kunci aja.. 

Eniwei, tahun ini saya sudah butek banget di kantor. Bayangan traveling ke suatu tempat yang ingin saya kunjungi pun makin menari-nari di kepala. Daun-daun bersemu merah di musim gugur, salju berjatuhan di musim dingin dan bunga berwarna-warni di musim semi selalu membuat saya bersemangat untuk datang ke negeri itu... KOREA.. Hahaha.. iyah, saya pengen banget kesana. 

Usut punya usut, selain passport yang harus disiapkan adalah Visa. Setelah tanya sana sini pada teman yang sudah pernah ke sana sampai bertanya pada petugas KTO ( Korea Tourism Organization) persyaratan agar visa disetujui itu lumayan banyak juga. Ada satu hal yang bikin agak keder walaupun ini tidak tertulis secara resmi. Visa akan lebih mudah disetujui jika yang mengajukan sudah pernah ke luar negeri dan kembali ke negeri asalnya. Ini barangkali langkah antisipasi pemerintah Korea pada kemungkinan imigran gelap dibalik Visa tourist.  Jika belum pernah sekalipun ke luar negeri sebaiknya mengikuti program tour saja. Padahal saya sebagai tipe traveler bebas gak pernah kepikiran untuk ikut tour. Selain perjalanan akan sangat terjadwal,harga paket tour pun perasaan gak ada yang murah. Untuk saya yang pencinta gratisan ini, harga itu penting cyn..  :) 

Akhirnya karena tak kunjung memenangkan kontes manapun yang berhadiah jalan-jalan ke Korea, saya memutuskan untuk mengikuti saran yang pertama. Demi visa dipermudah, saya perlu mengumpulkan paling tidak dua stempel imigrasi di passport saya. Tapi kemana? 

"Timor Leste aja. Itu juga sudah ke luar negeri loh.. ,"usul seorang teman meledek. 

Tawaran yang menarik sebenarnya.. tapi sepertinya itu juga butuh visa dan saya gak mau cari susah. Vacation is supposed to be fun, apalagi untuk ukuran tingkat kestressan dan kejenuhan yang saya alami di kantor. Oh i need more than fun! 
                            It's about the journey, not the destination.. 
Dari mention-mentionan di twitter muncullah beberapa opsi dan teman seperjalanan yang siap jalan bersama. Salah seorang teman dari kantor lama,namanyanya Nancy menawari jalan bareng ke Lego Land di Johor Bahru. Malaysia adalah satu negara yang gak pernah masuk dalam list "must-go-to" saya. Entahlah. Menurutku walaupun tagline mereka "Truly Asia" tetap saja Indonesia jauh lebih menarik. "Ayolah.Sekalian nganterin teman-teman kuliah ngubek-ngubek Kuala Lumpur. Ada yang passportnya masih perawan, belum punya stempel. Ikut aja yuk sekalian!"Bujuk Nancy. Dia yang sudah beberapa kali ngider-ngider di KL pun gak keberatan dijadikan guide dadakan sampai ngurus akomodasi. Akhirnya saya pun setuju. Toh bukan masalah dimana tujuannya, ini tentang perjalanannya. Lalu kemudian saya terpikirkan satu hal. 

"Singapore kan deket tuh, bisa sekalian nyebrang gak?"pikiran saya sepolos orang yang pengen menenangga ke rumah sebelah. Sayangnya jadwal cuti teman saya itu mepet habis. Dia merasa tiga hari itu pun sebenarnya gak bakal puas mengeksplore Kuala Lumpur dan tempat-tempat sekitarnya apalagi jika ditambah nyebrang ke Singapore. Jadilah saya dan dia tidak berjodoh.

Pada akhirnya saya "jadian" dengan seorang teman dari kantor pusat. Dia dulu teman sekamar sewaktu Prajabatan bahkan sempat sekamar juga saat trip ke Bandung. Sebenarnya dia sudah dua kali ke Singapore tapi belum sekalipun ke Malaysia. Mengeksplore negeri Upin-Ipin sudah jadi salah satu wishlistnya. Selain karena penasaran sekali ingin berfoto di depan patung Shiwa di Batu Cave. "Buat nandingin calon iparku,"alasannya, dia juga ingin menjelajahi kota Melaka. Sementara saya penasaran banget dengan kota tua Georgetown di Penang, terutama dengan duren dan kulinernya yang katanya sedap dan murah-murah. Akhirnya kami memutuskan akan mengunjungi Kuala Lumpur,Melaka, Penang dan Singapore. Pertanyaannya sekarang, gaya traveling apa yang akan dipilih? Ala backpack atau koper? 

***

Salah satu hal yang menarik dalam traveling tanpa paket tour adalah : MEMPERSIAPKAN SEGALA SESUATU SENDIRI. Mulai dari passport, rute perjalanan, transportasi hingga akomodasi. Setelah urusan passport selesai saatnya menentukan pilihan perjalanan ini akan menggunakan mode apa : Backpack atau Koper? Ini untuk memudahkan  pemilihan moda transportasi dan akomodasi agar itinerary dan rencana-rencana lain sudah bisa diatur sebelum berangkat. Selain itu juga memudahkan perhitungan budget selama bepergian. 

Awalnya kami memutuskan untuk menggunakan mode yang pertama: Backpacking. Saat penyusunan rencana kami berdua menyadari bahwa kami bukanlah backpacker sejati. Kami mungkin lebih tepat disebut backpacker manja. Seperti kebanyakan backpacker, harusnya kami memilih tinggal di hostel daripada di hotel. Teman seperjalanan merasa kurang nyaman dengan shared bathroom. Memang ada hostel yang menyediakan kamar dengan kamar mandi dalam. Namun setelah membandingkan harga dengan hotel bintang tiga yang beda tipis, kami pun sepakat untuk menginap di hotel. 

Banyak kepala memang banyak maunya. Saya pun juga punya hal tertentu yang selalu saya terapkan di setiap traveling : MENCOBA MODA TRANSPORTASI UMUM. Mungkin ada yang berpikir,"Jangan kek orang susah dong.Masa liburan pake transportasi umum." Ya terserah gimana kategori orang susah yang ada dalam standar anda. Bagi saya naik kendaraan umum selain bisa menikmati suasana kota, saya juga bisa merasakan (sedikit banyak) menjadi penduduk lokal. Apalagi di negara yang jalur transportasi umumnya sudah teratur dan nyaman, gak ada salahnya kan? 

Memang liburan bareng teman harus direncanakan secara hati-hati. Kami berdua menyusun rencana dari bulan February dan gak kelar-kelar juga hingga beberapa hari sebelum keberangkatan. Planning A sampai F pun sempat dibuat. Mau saya apa, mau dia apa semuanya dimix and match. Kami pun berbagi tugas. Berhubung teman seperjalanan saya ini cukup sibuk dia menyerahkan urusan pembookingan tiket transportasi dan akomodasi pada saya. Sementara tugas membuat itinerary sedetil-detilnya saya serahkan pada dia sesuai dengan rute garis besar yang sudah kami sepakati bersama. Berhubung kami berada di dua pulau yang berbeda, TM, Kakaotalk dan DM Twitter menjadi media kami berkomunikasi. Bongkar pasang rute,jadwal dan rencana lainnya sudah seperti makanan ringan sehari-hari di sela kerja dan waktu luang. Gak apa-apa deh. Daripada rempong di negeri orang mending rempong dikit di negeri sendiri. Apalagi bagi saya yang pada dasarnya perfectionist dan plin-plan. Akhirnya sempat suatu kali saya yang sudah bosen nyari hotel yang pas bagi kedua belah pihak berseteru dengan teman yang sudah bosen karena saya kelamaan menentukan pilihan. Memang gak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi paling tidak saya gak mau salah satu diantara kami menyesali keputusan yang diambil. Itulah salah satu resiko menyusun perjalanan sendiri. It's rempong..but actually it's kinda fun :) 

***

Rempong-rempongnya nyusun jadwal sudah dilewati. Tiket pesawat, bus malam hingga kereta api sudah di booking. Hotel sudah dipilih. Saatnya mengajukan permohonan cuti. Bagi saya ini bukan perkara mudah. Entah kenapa saya selalu di anak-tiri kan jika berkaitan dengan "bebas tugas" alias libur. Belum juga surat cuti diajukan sudah mulai berhembus omongan miring saya akan berangkat ke Korea untuk liburan. "Pasukan Mau Tahu" dan "Rombongan Si Sirik" pun mulai beraksi. Sepertinya itu menjadi dosa besar jika saya mengajukan cuti. Tak mengapa, gosip-gosip mereka saya amini dalam hati. Who knows diijabah dan saya beneran bisa liburan ke Korea suatu hari nanti. 

Namun sebelas hari sebelum keberangkatan sebelum saya memasukkan surat permohonan cuti,sesuatu terjadi. Bapak yang belakang sering tampak lebih cepat lelah dari biasanya tiba-tiba jatuh sakit. Stroke ringan. Begitu vonis dokter. Walaupun masih ada embel-embel "ringan", tetap saja itu stroke dan karenanya Bapak harus dirawat di rumah sakit. Mendadak semangat liburan saya lenyap melihat kondisi Bapak. Sejak Mama meninggal, beliau menjadi satu satunya pegangan pertahanan bagi saya. Melihatnya terbaring lemah dan tidak sebugar dahulu membuat saya mau tak mau harus memikirkan kembali tentang traveling ini. Semuanya sudah diatur, semuanya sudah di pesan dan jumlahnya lumayan bagi saya. Rasanya sayang untuk membatalkannya namun tak bisa dibandingkan dengan rasa sayang saya pada Bapak. Saya tidak mau beliau seperti itu.  Bukan demi liburan, namun lebih karena saya ingin dia sehat dan kembali bugar seperti dahulu. 

Hari berganti hari. Saya menunda dan terus menunda untuk mengambil keputusan pembatalan perjalanan ini. Ada keyakinan semua akan baik-baik saja. Harapan itu saya pupuk terus dalam doa dan kepasrahan. Jika memang trip ini dibatalkan saya tetap akan mengajukan cuti di kantor agar bisa lebih konsen merawat Bapak. Disaat saya sudah pasrah sepasrahnya, Allah memberi anugerah kesehatan pada Bapak saya. Kondisinya berangsur membaik, infus yang kerap menempel di tangannya di lepas.Beberapa hari setelahnya ,sehari sebelum tanggal keberangkatan, dokter mengijinkan Bapak pulang. Alhamdulilah. Memang cara berjalan Bapak saat itu tidak segagah yang dulu lagi, namun kondisinya masih jauh lebih baik sebelum beliau masuk rumah sakit. Lebih senangnya lagi adalah Bapak mengijinkan saya untuk pergi. Ah, leganya! Restu dari orangtua adalah modal spiritual dalam memulai perjalanan bukan? 

Saya pun mengabari teman seperjalan yang menyambut dengan sukacita. Setelah menyiapkan segala sesuatu untuk Bapak di rumah dan serah terima tanggung jawab dengan saudara yang lain, saya mulai menukar Rupiah ke mata uang yang berlaku di dua negara tersebut. Jumlahnya memang tidak banyak. Toh niatan saya  ini bukan shopping traveling. It's sightseeing traveling. Yang saya beli pengalaman bukan belanjaan. Jikapun ada yang saya beli, itu bukan sesuatu yang besar dan membuat saya harus nambah bagasi. Pengalaman sejak jaman kapan tahu, biasanya saya berangkat dengan 1 koper atau backpack dan pulang dengan tambahan 1 travel bag lainnya. Tas saya beranak, amazing!! 

Kali ini saya berniat untuk light traveling. Trip 6 hari 5 malam ini harus gak boleh melewati batas 7 kg pulang pergi dengan hanya sebuah backpack. Saya mulai memilah-milah apa yang penting saya bawa. Agak susah juga. Apalagi mengingat sejak Bapak dirawat di rumah sakit saya otomatis tidak sempat do the laundry. Jadi saya pun tidak bisa banyak memilih koleksi pakaian. Apa yang tersisa di lemari dan sekiranya cukup nyaman saya pakai itu yang saya pilih.  Dengan kondisi bakal lebih banyak di jalan dibandingkan di hotel (yeah,tentu saja! list tempat pariwasata wajib kunjung kami panjang banget) satu hari harusnya satu baju saja. Saya pun memilih celana model kargo dengan banyak saku agar barang seperti ipod,beberapa lembar uang bahkan passport bisa saya simpan disana. Saya tak ingin hal buruk terjadi. But in case ada yang nekat menyambar tas selempang saya, paling yang dia temukan hanya botol minum, recehan dan buku catatan. Hehehe.. 

Saya tak ingin memberatkan pundak saya. Medan yang saya pilih tidak mudah. Saya harus mengejar pesawat pagi di pagi buta, berganti pesawat di kota berikutnya, naik MRT, bus hingga kereta malam akan saya jabanin. Kecepatan sekaligus kenyamanan menjadi hal yang saya bold dan underline-kan. Namun begitu saya sadar diri. Saya  akan mengunjungi negara yang tingkat "memandang-sebelah-mata-pada-orang-Indonesia-karena-sering-dianggap-imigran-illegal" cukup tinggi. Saya gak mau kelihatan kucel apalagi sampai merana dan nelangsa. Menurut beberapa kisah yang saya baca seringkali pakcik-pakcik negera sebelah itu bersikap kurang ramah pada backpackers Indonesia. Bahkan sampai diminta untuk memperlihatkan passport segala di tengah ramainya kota. Mereka mungkin berpikir, jika tampangnya dekil berarti imigran gelap yang cari pekerjaan di negeri mereka. Idih, apaan! Emang situ kerennya kek Shahruk Khan? 

***

Menyusun itinerary, mempersiapkan budget dan berkemas sudah dilakukan. Di pagi buta yang dingin saya mengangkat backpack saya. Rasa kantuk karena hanya sempat tidur dua jam (saking takutnya kebablasan hingga ketinggalan pesawat) terhapus dengan perasaan excited. Liburan di depan mata. Traveling lagi. Melihat hal yang baru lagi. Bertemu dengan orang baru. Meninggalkan hal-hal monoton dan berharap menemukan sesuatu yang menyenangkan di dalam perjalanan. Rasa takut karena naik taksi di pukul tiga pagi ke bandara pun saya tepis jauh-jauh. Dengan restu orang tua dan doa yang tak bertepi, saya menutup pintu taksi pagi itu. Bismillah.. Lets the journey begins... 

**** 

Super Junior Kick Off Super Show 5 In Seoul

Setelah merilis album dan promo di media, hal lain yang dilakukan penyanyi/group untuk mempromosikan albumnya adalah menggelar tour. Entah itu tour dalam negeri dan jika sudah punya nama besar tentu saja tour dunia. Hal ini juga berlaku pada Super Junior, boyband asal Korea yang sudah delapan tahun malang melintang di dunia Kpop dengan jumlah fans yang super dashyat di berbagai negara di seluruh dunia. Tahun ini mereka kembali menggelar rangkaian tour dunia mereka yang ke lima dengan menggelar pertunjukan perdana Super Show 5 di Seoul pada tanggal 23-24 Maret 2013 lalu.

Ketika menggelar jumpa press sebelum pagelaran konser hari kedua di tanggal 24 Maret, para member Super Junior menjanjikan Super Show 5 ini adalah konser dengan skala terbesar untuk konser tour dunia artis Korea. Targetnya pun gak main-main, Sejuta penonton dengan 100 pertunjukan.


Menurut Shindong berbeda dengan Super Show sebelumnya, untuk Super Show 5 para member banyak memberi masukan mengenai pemilihan lagu, kostum dan konsep panggung. Eunhyuk menambahkan, dalam pemilihan lagu mereka memilih lagu-lagu yang belum pernah ditampilkan di Super Show sebelum-sebelumnya. Hal ini mereka lakukan untuk  para ELF (fans SuJu) yang datang ke Super Show setiap tahunnya dan mereka pun berlatih koreografinya dengan giat agar tidak terjadi kesalahan. Berikut adalah list lagu-lagu yang mereka bawakan di Super Show 5 Seoul  pada 23 dan 24 Maret 2013 lalu.
  1. Mr. Simple
  2. Bonamana
  3. Supergirl
  4. It's You
  5. Sexy Free and Single
  6. Boom Boom 
  7. Club #1
  8. Cold ( Eunhyuk, Donghae, Siwon, Henry)
  9. About 30 ( Kangin Solo)
  10. How Am I Supposed To Live Without You ( Kyu, Ryeowook, Sungmin, Zoumi)
  11. Grey Paper ( Yesung)
  12. Dance stage Harlem Shake ( Shindong, Donghae, Eunhyuk)
  13. Special Stage Ryeowook, Siwon, Sungmin, Kangin 
  14. Breakdown ( Super Junior M)
  15. Go ( Super Junior M)
  16. Ah-Oh ( Super Junior M)
  17. Shake It Up
  18. Rockstar
  19. Joong ( K.R.Y)
  20. Daydream 
  21. Bittersweet,Someday, Memory ( Ballad Medley)
  22. Superhero performance ( Cosplay)
  23. Sunny ( SJ-Happy)
  24. Wonder Boy
  25. Marry You 
  26. Sorry Sorry 
  27. Show Me Your Love
  28. Sapphire Blue
  29. So,I 

Super Show 5 digelar lebih kurang dua setengah jam pertunjukan. Sebagai perantara lagu,seperti di Super Show sebelumnya mereka juga menampilkan VCR story pendek. Tahun ini temanya adalah "Agent". Super Junior dikisahkan sebagai agent-agent ala James Bond seperti dalam konsep video musik mereka yang terakhir SPY. Sayangnya, lagu single kedua dari album SFS ini malah tidak ditampilkan di Super Show 5. Aneh! Entahlah, secara pribadi saya merasa masih banyak lagu Super Junior yang lebih bagus tapi tidak masuk ke dalam song list. 


Beberapa hal yang menurut saya sebagai "cacat" Super Show 5 adalah panggung yang kurang megah dibandingkan dengan Super Show 4. Super Show 5 tampaknya kembali ke basic mereka saat menggelar Super Show pertama. Pada press con, Eunhyuk memang mengatakan bahwa Super Show 5 ini sedikit banyak akan sama dengan Super Show 1, entah dengan alasan apa. Mungkin SM sudah mulai menelantarkan Super Junior karena dianggap sudah mulai tua dan fansnya sudah sangat loyal hingga dikasih apapun pasti menerima? 

Entahlah.. 

Walaupun Kyu sempat lupa lirik pertama di lagu Bittersweet, Yesung yang terpleset hingga sempat terluka di pertunjukan hari pertama dan usaha mereka untuk tetap interaktif dengan para ELF walaupun tanpa leader sekaligus MC Super Show, Leeteuk. Apapun, Super Junior member sudah memberikan yang mereka bisa di dua hari pertunjukan itu. Super Show 5 di Seoul ini pun menjadi ajang pamitan Yesung yang dikabarkan akan menjalani Wajib Militernya dalam waktu dekat. 

Hal ini membuat Yesung sempat menangis di panggung dan ELF pun mau tak mau ikut menangis pula. Saat Yesung pamitan, para ELF sempat menyanyikan lagu "It Has To Be You" bagi Yesung yang dikomandai oleh Kyu. Begitulah konsekwensi yang harus ditanggung para pemuda-pemuda Korea Selatan, termasuk juga member Super Junior tanpa terkecuali. Disaat Kangin telah menyelesaikan wajib militernya dan kembali hadir di Super Show, kini Yesung pun harus pamitan. Semakin kosonglah panggung Super Show terlebih Leeteuk yang selalu meramaikan suasana Super Show pun saat ini sedang menjalani wajib militernya. 

Kekosongan yang ditinggalkan Leeteuk mau tidak mau sangat terasa. Donghae pun di hari pertama juga mengakui bahwa biasanya untuk urusan perbincangan di atas panggung, Leeteuk lah yang biasanya membungkus percakapannya tapi kali ini dia berusaha sendiri agar terdengar bagus. Kekurangan member di atas panggung ini pun ditutupi dengan kehadiran Zoumi dan Henry yang biasanya hanya muncul di lagu-lagu SJ-M. Akibatnya banyak lagu-lagu SJ-M yang masuk ke dalam song list.  Mudah-mudahan saat Super Show 5 digelar di Jakarta, kemeriahan dan kemegahannya bisa melebihi Super Show 4. Daftar lagu-lagu pun semoga bisa diubah sesuai dengan selera ELF Indonesia. Toh, yang datang gak melulu ELF lama, pasti ada juga yang ELF baru dampak Super Show 4 seperti saya.. Hahahaha

Semoga Super Show 5 di Seoul ini bisa mereka jadikan refleksi untuk Super Show 5 berikutnya di negara lain. Setelah Seoul, Super Show 5 akan di gelar di Argentina, Peru, Chile, Brazil Amerika Selatan pada tanggal 21-27 April 2013. Beberapa negara lain juga sudah masuk dalam daftar, termasuk China, Jepang, beberapa negara di Eropa dan tentu saja negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.


Kita nantikan saja ya ELF! 


Pic: SMent FB 



Review Drama Reply 1997

Percayakah kau dengan persahabatan antara laki-laki dan perempuan? Sebegitu dekatnya tanpa merasakan perasaan yang berbeda? Bagaimana jika kau lah satu satunya yang tidak menyadari sementara yang lain sudah berubah? Bisakah cinta pertama berakhir bahagia? 

Let's get back to the 1997 ...

  • Title: 응답하라 1997 / Eungdabhara 1997
  • Also known as: Answer to 1997 / Reply 1997
  • Genre: Youth, sitcom
  • Episodes: 16
  • Broadcast network: tvN
  • Broadcast period: 2012-Jul-24 to 2012-Sep-18

Main Cast
  • Jung Eun Ji as Sung Shi Won
  • Seo In Guk as Yoon Yoon Jae
  • Shin So Yool as Mo Yoo Jung
  • Hoya as Kang Joon Hee
  • Eun Ji Won (은지원) as Do Hak Chan
  • Lee Shi Un as Bang Sung Jae
  • Song Jong Ho as Yoon Tae Woong (Yoon Jae’s brother)

Reply 1997 Drama Korea



Adalah Shi Won, siswi SMA yang ngefans banget dengan boyband H.O.T. Saking ngefansnya dia bela-belain nonton konser H.O.T di kota lain, ngerekam semua variety show yang menampilkan H.O.T, beli majalah yang memuat H.O.T bahkan nongkrongin rumahnya Tony, member favoritnya. 

Hardcore fangirl Drama Korea Reply 1997
Hardcore fan girl stays in the box 

Yoo Jung, Sahabat cewek Shi Won yang sama ngefansnya dengan boyband. Bedanya adalah kalo Shi Won loyal dengan satu boyband aja, Yoo Jung ini labil. Apa yang ngetop dia langsung suka. Tapi rasa sayangnya pada Shi Won tidak bisa diragukan. Berdua mereka menjadi sister in crime paling kompak.


Drama Korea Reply 1997
Yoo Jung, Fan labil 

Selain Yoo Jung sebenarnya Shi Won punya sahabat dekat cowok juga. Namanya Yoon Jae. Mereka sudah berteman sejak kecil. Yoon Jae adalah tipe cowok idaman senasional deh. Tinggi, cakep, pintar, ketua kelas,jago maen basket, cool ama cewek pokoknya perfect 10! 

Sayangnya di mata Shi Won Yoon Jae ini perfect zero yang selalu di bully! Baginya hanya ada dua hal yang ditakutinya : Kodok dan Shi Won. Di hidupnya dia rela melakukan apa saja bagi  dua orang  yang dia sayangi : Shi Won dan kakak satu-satunya : Tae Woong oppa..

Seo In Guk Drama Korea Reply 1997
Yoon Jae.. the perfect 10 guy


Gen tinggi,cakep,pintar,cool sepertinya mengalir di keluarga Yoon ini. Tae Woong juga seperti itu. Dia malah masuk 10 besar lulusan SMU terpintar di Korea. Semua universitas tidak ada yang menolak, sayangnya Tae Woong masih lebih menyayangi adiknya Yoon Jae. 

Sejak kedua orang tua mereka meninggal, mereka hanya tinggal berdua. Demi menjaga adiknya Tae Woong melepas cita-citanya dan selepas kuliah dia menjadi guru di SMA Yoon Jae.


Drama Korea Reply 1997
Tae Woon Oppa, High Quality Jomblo

Shi Won dan Yoon Jae bersekolah di tempat yang sama hanya berpisah kelas. Walaupun satu gedung, sekolah mereka menerapkan sistem kelas perempuan dan laki-laki. Shi Won tentu saja sekelas dengan Yoo Jung, sementara Yoon Jae sekelas dengan cowok-cowok ini:

Drama Korea Reply 1997

Sung Jae : Dalam satu kelompok pasti ada satu orang yang jadi "maskot". Gak ada dia, gak rame! Sung Jae inilah orangnya. Dia gak cakep, gak pintar, paling bawel, suka tamagotchi dan dengerin musik.  Dia suka memprediksikan satu lagu atau penyanyi bakal hit atau tidak. 

Gilanya lagi dia sering banget menjadikan hal itu taruhan dengan teman-temannya. Taruhannya pun gila, bisa sampe salto tengah lapangan segala! Edan bin nekat lah orang ini.

Hak Chan : Cowok Kharismatik pindahan dari Seoul .Penampilannya cool dan gak gentar pada apapun. Kecuali satu : CEWEK! Padahal dia doyan bokep.  Majalah, Video sampe komik porno bermacam edisi dia punya. Hak Chan cuma berani menatap langsung cewek-cewek di media itu. Di kehidupan nyata, dia mati kutu!

Joon Hee : Murid terpintar kedua di kelas. Seorang cowok yang kalem,manis,suka memasak dan teman yang baik. Sejak Yoo Jung berganti fandom, Joon Hee menjadi partner ngantri,nonton dan teman ngobrol boyband bagi Shi Won. Dia pun pandai mengambil hati orang tua. 

Bagi mamanya Shi Won, Joon Hee ini adalah pria romantis yang maunya sih jadi mantunya. Sayangnya baik Joon Hee dan Shi Won sama-sama tahu, hati Joon Hee tertaut hanya pada satu orang saja. Seseorang yang tidak boleh disebut namanya.. :)

Persahabatan mereka di SMA berlanjut hingga mereka dewasa. Saat mereka reuni di tahun 2012, disitulah cerita ini bermula. 

Flashback ke tahun 1997 di saat internet masih pake modem yang bunyi, layar komputer masih biru, disket dan keyboard yang masih lebar sangat. Telpon genggam belum ada, yang ada hanya pager. Pesan tiket harus ngantri di depan bank dan musik Kpop baru saja berkembang. 

Boyband yang sedang ngetop saat itu adalah H.O.T. Singkatnya boyband ini adalah boyband paling ngetop di era awal keemasan Kpop. Kalau sekarang sih sama dengan Super Junior atau TVXQ lah! (Hehehehe..ambil contoh boyband yang se-agency sama H.O.T). 

Untuk yang pernah ngefans atau saat ini lagi ngefans-ngefansnya dengan satu penyanyi atau boyband/girlband, pasti bisa senyum-senyum sendiri liat Shi won. Berasa ngeliat diri sendiri soalnya.. :D *fangirling*

Reply 1997 H.O.T

Tapi ceritanya gak melulu tentang fangirling. Bukan drama Korea namanya kalo tidak menyisipkan cinta segi tak beraturan. Konsep cerita drama ini memang klasik : CINTA PERTAMA. Mengapa cinta pertama itu  selalu dikenang dan mengapa cinta pertama kadang tidak kesampaian selalu jadi "misteri" bagi banyak orang. 

Indahnya cinta pertama di jaman SMA.. hayo ngaku, pasti pernah ngerasain kan?Shi Won, Yoon Jae, Joon Hee, Tae Woong, Yoo Jung, Hak Chan, Sung Jae bahkan ayah ibu Shi Woon dan kakak beradik Yoon Jae Tae Woong pun tidak luput dari indah dan ruwetnya cinta pertama. Through the bad and the good times.

Fangirling Drama Korea Reply 1997


Serunya drama ini gak melulu berfokus pada tokoh utama. Tokoh pendukung pun mendapat porsi untuk dibahas. Salah satu yang menarik adalah i plot maju mundur yang ciamik ( halah! Bahasanya 97-an banget!). Penonton seperti diajak menyusun potongan-potongan puzzle menjadi sebuah ending yang menarik. 

Plot flashback mungkin agak sedikit membuat masalah bagi beberapa orang, tapi jika memperhatikan title bulan dan tanggalnya pasti gak bingung kok. Setiap kejadian saling tertaut satu sama lain dan terjawab satu demi satu hingga ke endingnya, tak ada yang menggantung. Tidak melulu tentang cinta, drama ini sedikit banyak bercerita tentang persahabatan, keluarga dan kehidupan. 

Berat? Gak banget! Alurnya yang mengalir membuat tontonan menjadi menarik dan tanpa sadar membuat kita penasaran dan menebak-nebak sendiri. Sebenarnya Shi Won ini menikah sama siapa sih : Yoon Jae atau Tae Woong ?


untuk semua itu saya harus bilang : I Love you Writer-nim. I feel so touch and move by the story she wrote. Saya nangis beneran ketika Shi Won bergegas ke rumah sakit menengok ayahnya dan ketika ayahnya untuk pertama kali dalam hidupnya berdoa agar diizinkan untuk tetap hidup hanya untuk melihat Shi Won menikah.  

Selintas potongan obrolan antara paman ayahnya Shi Won tentang kakaknya yang rela berkorban disandingkan dengan keadaan Yoon Jae yang marah pada Tae Woon karena kakaknya itu malah berniat menjodohkannya dengan perempuan lain. Kedua potongan adegan itu disambungkan sebagai cara tersendiri sang sutradara memberi nuansa pada K-Drama ini agar tidak berkesan menggurui dan monoton. 

Tapi jangan salah, drama ini gak banyak sedih melulu kok. Malah lucu bangetnya banyak. Apalagi kalau sudah kedengaran sound effect suara kambing mengimbiknya.. ROLTF.

Friendship Drama Korea Reply 1997

Answer Me 1997 sejauh ini menjadi K-Drama yang bisa tak bisa membuat saya komplen tentang apapun. Mulai dari casting pemainnya, soundtrack dan lagu yang menghiasi adegan-adengannya ( Omo! Ada lagu The Scientist-nya Coldplay) sampai endingnya. 

It brings back the memory of the good old days dan bisa juga jadi gambaran eh kek gini loh jadi remaja di tahun 1997. Ketika internet butuh kesabaran tingkat tinggi, modem masih berbunyi,pager digantikan handphone monochrome dan DBSK masih belum pecah :D. 

Lucu tapi tidak garing, sedih tapi tidak mendayu-dayu, tegang tapi tidak horor, bikin penasaran tapi tidak menggantung. Semua kejadian ada alasannya dan saling bersangkutan satu sama lain. Tidak ada yang dilebih-lebihkan, tidak juga tak berkesudahan. Enam belas episode itu ibarat penuh tapi gak tumpah. Pas!

Saya suka. Pake banget. Kalau kamu?

Answer me... 1997...
Internet jaman 1997


ngggggiiiiikkk................*bunyi modem*

Blink!


[NOVEL] 4 Ways To Get A Wife

So, 4 Ways To Get A Wife ini tentang apa? Buku Self-help bagaimana mencari istri atau bagaimana supaya terpilih jadi istri? Ohh you wish...* sambil beraegyo* Aniyo.. Ini novel romance Korea. Hahaha... ya gimana dong? Saya agak terserang demam Hallyu Wave nih sekarang. Jadi gak musik, Film, Drama sampai novel pun akhirnya jadi Korea gini. Komik tapi tetap lebih suka manga Jepang. Eh, ini juga boleh minjam kok ( eh.. ups!)


Novel ini berkisah tentang Wanita yang suka memungut apa saja dan seorang Pria yang selalu ditolak dimana-mana. Apakah ini kisah percintaan perempuan pemulung dan lelaki jelek yang gak laku? Tenang aja.. bukan! Kalopun iya keknya gak bakal laku deh novel ini. Malah mungkin gak bakal ada yang mau menerbitkannya di Korea. You know, romance ala Korea itu  biasanya melibatkan perempuan yang merasa dirinya gak cantik yang juga tidak merasa diperebutkan dua orang cowok cakep. Biasanya sih gitu.. 

And yes it happens all the time. I don't know why,maybe because the readers need a fairy tale which is almost not exist in this real life.. 

Anyway, si wanita yang suka memungut apa saja itu bernama Jung Won, seorang ahli nutrisi di sebuah kampus. Dan si Pria yang selalu ditolak dimana-mana itu adalah Geon Hyeong, seorang anak hasil di luar hubungan nikah dari bapaknya  yang keturunan Goryeo Group dan dikenal sebagai playboy semasa hidupnya. 

Sepeninggal bapaknya, Geon Hyeong yang menjadi anak lelaki tertua diangkat sebagai penerus. Tentu saja dengan status sebagai anak diluar pernikahan (resmi) hal ini menjadi sorotan. Salah satu yang menyorotinya adalah Nyonya Oh, sang ibu tiri dan keluarga calon mertuanya. Ya, Geon Hyeong ini sudah punya pacar sebenarnya. Namanya Shin Hee. Sebenarnya Shin Hee ingin sekali menikah dengan Geon Hyeong, apa daya Geon Hyeong dilarang oleh keluarga kedua belah pihak. Hubungan mereka pun semakin sulit. Geon Hyeong menyetujui keinginan para tetua untuk berpisah dengan Shin Hee. Gadis ini pun merasa kecewa tetapi terlalu tinggi hati untuk mengungkapkannya. Akhirnya dia menantang Geon Hyeong untuk mencari penggantinya. Shin Hee memasang iklan pencarian istri kontrak di koran. Hal ini dia lakukan karena Shin Hee ingin Geon Hyeong manyadari bahwa dia adalah wanita yang dibutuhkan Geon Hyeong. Sayangnya usaha Shin Hee malah membawa wanita baru dalam hidup Geon Hyeong.

Adalah Hee Won, seorang perempuan cantik yang masih berumur 20 tahun dan bercita-cita ingin menjadi Miss Korea ini ikut mengirimkan surat jawaban atas iklan itu. Hee Won adalah adik Jung Won yang tidak rela adiknya menjadi istri kontrakan. Jung Won yang ingin melindungi adiknya pun datang ke kantaor Geon Hyeong dan memarahi lelaki yang dasarnya sangat kaku dan keras kepala. Ternyata tingkah Jung Won itu malah membuat Geon Hyeong diam-diam tertarik. Menurut Geon Hyeong Jung Won sangat perhatian pada kedua adiknya, bahkan kepada sepupunya dan berbagai hewan peliharaan di rumahnya. Sebelum bertemu Jung Won dia pun belum pernah bertemu dengan perempuan yang berani melawannya. Akhirnya Geon Hyeong menawari Jung Won untuk menjadi pasangan kontraknya. 

Tentu saja Jung Won menolak tawaran itu mentah-mentah. Apa daya ada sebuah moment yang akhirnya membuat Jung Won terjebak dan akhirnya mau tidak mau menerima tawaran tersebut. Geon Hyeong pun mengontrak Jung Won sebagai kekasihnya paling tidak sampai Shin Hee menikah. Baginya cara ini perlu agar Shin Hee bisa mengerti dan mau merelakan bahwa hubungan mereka ini memang harus berakhir. Sampai kapan pun orang tua Shin Hee tak akan menerima menantu seorang anak dari hubungan luar nikah. Kecewa karena ternyata Geon Hyeong datang ke pernikahannya bersama Jung Won membuat Shin Hee pun melarikan diri. 

Geon Hyeong pun sempat dituduh bahwa dirinya lah yang membuat Shin Hee melarikan diri. Tentu saja itu membuat Geon Hyeong makin memperlihatkan hubungannya dengan Jung Won. Geon Hyeong bahkan rela pindah ke rumah Jung Won yang sangat sederhana ketika apartementnya diperbaiki. Interaksi antara mereka yang makin sering mengakibatkan kedekatan yang membuat Jung Won sering merasa berbunga-bunga. Padahal sebenarnya dia punya seseorang yang ditaksirnya diam-diam di kampus. Kim Songsaenim, adalah seorang dosen yang menjadi pangerannya yang bercahaya. Sejak kedekatannya dengan Geon Hyeong, pesona Kim pun perlahan memudar dan membuat lelaki itu merasa tidak terima dengan keadaan itu. Dengan kemunculan Geon Hyeong perlahan Kim baru merasakan bahwa ada perasaan yang berbeda pada Jung Won. 

Perasaan ini lah yang akhirnya terbaca oleh Geon Hyeong. Parahnya lagi ternyata Geon Hyeong dan Kim itu bersaudara tiri. Sebenarnya Kim bisa jadi pewaris tahta Goryeo Grup tapi dia malah fokus dengan dunia perkebunan dan profesinya sebagai dosen. ( Ini ngingetin saja pada drama "Bread,Love, Dream Kim Tak Goo). Disaat suasana memanas, Shin Hee malah muncul kembali. Dia masih tidak terima dengan kenyataan bahwa Geon Hyeong tidak menahannya untuk pergi. Shin Hee pun mengajak Jung Won taruhan siapa yang lebih dipilih oleh Geon Hyeong. Serunya lagi, ditengah taruhan tersebut Geon Hyeong melihat sebuah foto tua yang persis sama dengan foto yang ada di rumahnya. Foto ayahnya bersama ibu Jung Won yang sedang hamil. 

Omo!
Apakah Geon Hyeong dan Jung Won ternyata punya hubungan darah? *Zoom In dua kali*
Siapakah yang akan menjadi istri Geon Hyeong, Shin Hee aatau Jung Won? *Zoom in lagi dua kali*

Cerita novel ini seperti  cerita drama Korea umumnya. Tidak bisa disalahkan, dua karya penulisnya pernah diangkat menjadi serial Drama di TV Korea. Jalan cerita dan konfliknya yang ringan, untungnya  ceritanya yang mengalir tidaklah membosankan. Hanya saja bagi saya, fontnya terlalu kecil dan spasinya terlalu rapat. Karena ini adalah novel terjemahan, cara menerjemahkan sedikit banyak mempengaruhi kenyaman membaca. Jika saja di antara chapter-chapter diselipkan semacam insert tips yang berisi 4 ways to get a wife ( atau gimana jadi istri pilihan) bisa jadi novel ini punya nilai tambah. Semacam selingan lucu sebagai aksen tersendiri. Sayangnya (atau untungnya?) di beberapa halaman terakhir penulisnya malah menyisipkan adegan panas jadi sebaiknya pembaca dibawah umur 20 tahun jangan baca ini dulu yah.. *wink*

Overall novel ini bisa jadi guilty pleasure bagi pencinta drama Korea, or not. Anyway, Happy Reading!

XoXo

V

Note: Aniyo = Bukan