IG TT PIN

[NOVEL] Semua Tempat Punya Cerita, Last Minute in Manhattan & Paris

Percayakah kamu bahwa setiap tempat punya cerita? Bisa jadi cerita itu sederhana, sesuatu yang mungkin saking biasanya hingga tak pernah terpikirkan. Sebuah kota, tempat pariwisata, sudut jalan, Museum, pasar, bahkan toilet bisa punya ceritanya sendiri. 

Mungkin inilah yang menginspirasi penerbit Gagas Media dan Bukune untuk membuat proyek "Setiap Tempat Punya Cerita". Dua penerbit yang berkakak-adik ini menerbitkan novel-novel berlatar belakang sebuah kota atau negara dimana tempat-tempat itu membungkus sebuah kisah. Bulan ini mereka mengeluarkan dua buah novel dengan tema itu. Kedua novel itu sempat membuat saya penasaran dan akhirnya termakan twit-twit promo mereka ( yahh saya pembaca yang gampang dibujuk). And here they are, kedua novel itu..

1. Last Minute in Manhattan (Yoana Dianika, Bukune)


Don't judge the book by its cover. Sepertinya pepatah itu sudah tidak bisa diterapkan lagi untuk buku-buku jaman sekarang. Betapa tidak, cover buku-buku khususnya novel-novel jaman sekarang itu sangat menarik. Saking menariknya sampai-sampai lebih menarik dibanding isi novelnya sendiri. Salah satu contohnya adalah novel Last Minute In Manhattan ini. 

Novel ini sebenarnya punya kisah yang klise dan konfliknya pun sangat sederhana. Callysta, si pemeran utama, adalah seorang perempuan kelas 3 SMA yang baru saja diselingkuhi pacarnya yang cakep bernama Abram. Disaat patah hati ternyata ayahnya berniat menikah dengan seorang perempuan asal California yang juga punya seorang anak bernama Mark. Demi menghindari Abram dan ingin menyembuhkan sakit hatinya Callysta pun setuju pada tawaran ayahnya untuk pindah ke California. Disana dia diperkenalkan pada Vesper Skyllar,sahabat saudara tirinya,Mark. Love at the first sight pun terjadi. Cally dan Sky pun mulai dekat dan saling menyukai. Sayangnya disaat hubungan mereka sudah semakin dekat Sky membuat masalah dengan becanda di stall kuda dan mengakibatkan kuda yang sedang sensitif itu merusak topi rajut warisan nenek Callysta. Cewek ini pun marah dan membenci Sky. Karena merasa bersalah Sky pun diam-diam belajar merajut untuk membuatkan Cally topi pengganti. Disaat mereka sedang perang dingin Mark sebagai adik dan sahabat mereka berniat mendamaikan mereka. Mark mengusulkan pada Sky agar ia pergi ke Prom night bersama Cally. Sky pun setuju begitupun Cally yang diam-diam juga rindu setengah mampus pada Sky. Sayangnya di malam Prom, Sky malah kepergok jalan bareng dengan Rachel yang dari awal sering digosipkan berpacaran dengan Sky.  Mark pun tidak terima dan menghajar Sky. 

Sementara itu Cally yang merasa kecewa dan patah hati untuk kedua kalinya mendengar selentingan miring tentang Sky. Cowok itu digosipkan sebagai seorang junkie dan menghabiskan malam bersama Rachel. Sakit hati atas semua itu Cally pun memutuskan untuk melupakan Sky. Mark yang tidak tahan dengan kondisi hubungan Sky dan Cally berusaha mendamaikan mereka kembali. Mark pun mengajak Cally traveling ke Silicon Valley dimana tanpa sepengetahuan Cally, Sky telah menunggu di salah satu kantor software terbesar disana. Disaat Mark ingin mempertemukan mereka ternyata tak disangka Cally malah bertemu dengan Abram yang ternyata tetap keukeuh ingin balikan dengan Cally. 

Which one Cally will choose? Jawabannya silahkan baca sendiri yah.. 

Kisah cinta segitiga memang sudah sering dikisahkan berulang-ulang. Diselingkuhi pacar, ketemu cowok baru, mantan pengen balikan dan seterusnya dan sebagainya pun sudah sering diangkat. Disinilah kreativitas penulis diuji bagaimana membuat sesuatu yang baru dari hal yang sudah dikisahkan berulang kali. Nah, disinilah keistimewaan novel ini. Disini tak melulu bicara tentang percintaan remaja beranjak dewasa. Lokasi cerita pun dituliskan sedemikian rupa hingga ada hal lain yang menarik minat pembaca. California, hampir semua orang tahu itu adalah negara bagian di Amerika Serikat. Pemilihan kota Hermosa yang jarang dijadikan latar belakang kisah menjadi hal yang memberi point tersendiri. Kisah tak melulu berkutat di kawasan Hermosa, tapi berpindah ke Santa Cruz, San Fransisco hingga New York. Setiap tempat membalut novel ini dengan kisahnya masing-masing. Satu hal lain yang membuat novel ini menarik adalah ilustrasi gambar diawal setiap chapter. Penulisnya pun menyisipkan potongan-potongan lirik lagu ( Jpop yang sebenarnya kurang nyambung dengan lokasi cerita) atau quote-quote diantara ilustrasi gambar tersebut. Cantik! Novel ini pun berbonuskan pembatas buku berbentuk postcard. Ini Mengingatkan saya pada proyek novelku yang akhirnya terbengkalai gegara teman yang jago gambar pindah tugas ke kota lain. Yah.. ada yang mendahului  ( curcol dikit boleh dong!) 

Anyway, setiap novel tentu ada kekurangannya. Bagi saya ada beberapa hal yang bikin saya sering mengangkat alis sendiri (yalah,masak angkat alis kamu). Misalnya si tokoh Mark yang berumur gak lebih dari 18 tahun tapi penuh dengan petuah petuah bijak layaknya orang tua.Sepertinya dia sudah kenyang asam garam kehidupan atau terlalu sering berenang mencicipi air laut pantai Hermosa yang asin? I don't know.. The conflict is also too cliche and a little bit bored. Gak tahu ya, apa mungkin karena saya sudah bukan anak SMA lagi jadi menganggap kecelakaan topi rajut warisan nenek yang terseret kuda dengan tidak sengaja bisa membuat seseorang benci setengah mati pada orang lain yang menyelamatkannya. Lalu di jaman internet canggih seperti ini dimana om Google baik banget ngasih informasi kok ya gak tahu letak suatu tempat, berapa jaraknya dan Silicon Valley itu tempat apa sihh.... 

Well, maybe i'm too much reading books so this novel like a cliche story for me. Or maybe i'm too mature for this kind of novel? :D Maybe.. Toh layaknya setiap tempat punya cerita, setiap pembaca pun punya ekspektasi mereka masing-masing. Gak salah kan?

2. Paris Aline ( Prisca Primasari , Gagas Media ) 


Don't judge the book by its cover. Sekali lagi, i warn you (and i warn myself everytime i go to bookstore). Apalagi dengan peraturan toko buku yang seringkali menempelkan secarik kertas bercetak "Terima Kasih Untuk Tidak Membuka Segel", Uh.. pembaca harus pintar pintar menentukan buku manakah yang perlu dibelinya ( dan pintar pintar bagaimana membuka segelnya dengan cantik). Jangan juga terlalu percaya dengan cover back story yang terkadang terlalu galau itu. Read the two paragraph randomly is always helping to decide whether you need to buy a book or just skip it. 

Anyway, Paris Aline inilah salah satu contohnya. Covernya sederhana dan bisa saja tertutupi oleh keindahan dan ke-"cute"an sampul-sampul novel lainnya. Warnanya Hijau, dengan tulisan PARIS berwarna merah. Sebuah stempel "Setiap Tempat Punya Cerita" menjadi penanda bahwa novel ini adalah salah satu proyek Gagas Media-Bukune yang sering beredar di timeline twitter. Saya memutuskan untuk membeli ( dicatat yah,dibeli bukan numpang baca!) setelah mengintip isinya. Tentu saja saya harus membuka segel plastiknya dengan niat "kalau gaya penulisannya tidak menarik novel ini akan saya masukkan lagi kedalam bungkus plastiknya dengan hati-hati dan serapih mungkin". Ternyata...

Saya tertarik. 
Secara acak saya membuka buka halamannya dan membaca cara penulisannya. Menarik. Huruf tidak terlalu kecil dan rapat, ada ilustrasinya bak stationery dari Korea yang lucu-lucu itu dan hey! Ada postcardnya juga.. Akhirnya saya membawa novel ini ke kasir dan membacanya dalam perjalanan pulang. 212 halaman yang layaknya Diary ini tuntas dengan kepuasan tersendiri. 

Paris.. Top of mind kebanyakan orang tentang kota ini adalah "Menara Eifel" lalu disusul "Kota Romantis". Di novel yang bersetting kota Paris ini jangan berharap adegan pertama langsung disuguhi moment romantis lengkap dengan menara Eifell nya. Sudah pernah dengar Place de la Bastille? Salah satu tempat paling berhantu di Paris ini menjadi tempat pertama kalinya sang peran utama Aline,si mahasiswa pasca sarjana Sorbonne bertemu dengan peran utama pria, Sena, seorang Indonesia yang sudah delapan tahun tinggal disana. Awalnya Aline yang sedang patah hati karena cowok teman sekerjanya di sebuah bistro pacaran dengan sesama teman kerja mereka. Tak sanggup menghadapi kenyataan yang begitu membuatnya sedih dan patah hati dia memutuskan untuk minta libur selama seminggu. Dalam perjalanan menuju apartemennya, disebuah sudut bangku taman ia menemukan pecahan porselan. Usut punya usut ternyata porselen itu adalah milik seseorang bernama Sena dan ia orang Indonesia. Setelah dihubungi via email Sena pun mengusulkan untuk bertemu di Place de la Bastille jam 12 malam. Tengah malam di tempat berhantu,perempuan,sendirian pula ternyata tidak membuat Sena berpikir dua kali ketika membatalkan janjian mereka yang pertama, begitupun yang kedua. Tapi Sena bukanlah tipe orang yang tidak tahu berterima kasih apalagi suka merepotkan orang lain. Asalkan porselen itu sampai ke tangannya, Aline bisa minta apa saja pada Sena. Apa saja.

Aline punya tiga permintaan. 
Ketika akhirnya mereka bertemu kembali Aline pun memutuskan untuk meminta tiket pesawat pulang kembali ke Indonesia. Aline merasa tak lagi nyaman berada di Paris. IPnya tak pernah bagus, temannya tak pula banyak dan tentu saja ada sedikit unsur patah hati di dalamnya. Aline rindu rumah, dia rindu mamanya. Sena pun mengusulkan jika hanya rindu mama, mengapa bukan mamanya yang datang ke Paris? Sena bersedia menanggung biaya perjalanan pulang pergi. Aline pun setuju. 

Trus selesai gitu? Konfliknya mana?
Tenang.. Aline masih punya permintaan kedua. Aline ingin Sena membantunya agar cowok teman sekerjanya ( yang dipanggilnya ubur-ubur) itu putus dengan pacarnya. Lalu ada Ezra, tetangga apartement yang diam-diam juga menyukai Aline. Lalu ada misteri yang disimpan Sena yang membuat Aline akhirnya ikut terlibat. Aline malah sempat berpikir dia sakit jiwa karenanya. Siapakah Sena sebenarnya? Berhasilkah Aline merebut si Ubur-ubur dari pacarnya? Apa pula maksud Ezra pada Aline?

Ah... 
Baca novel ini seperti baca diary,karena memang disettingnya seperti itu sih. Dari hari ke hari, satu tempat ke tempat yang lain. Menyusuri tempat-tempat menarik dan "menarik" di Paris dan menemukan kisah cinta tak selamanya romantis walaupun itu terjadi di Paris. Ending bisa jadi tertebak pada siapa hati Aline akan menepi. Toh, novel ini menarik dibaca karena permainan kata-kata dan ilustrasi isinya yang menarik. Ringan tapi tidak cheesy. Romantis tapi tidak picisan. Love is scattered in the air along with the scent of Paris. 

**


Setiap tempat memang punya cerita. Sepotong kisah cinta bisa terjadi dimana saja. Jadi mau jalan-jalan kemana kita? Aku mau jalan-jalan ke hatimu saja.. Get lost in love.. 

XoXo


[NOVEL] MEMORITMO,Ada Cerita dalam Setiap Nada

Setiap orang pasti memiliki kecintaan atau pengalaman personal pada lagu-lagu favoritnya. Kita, si penikmat musik saja punya list yang bejibun. Apalagi orang-orang yang bergelut di industri musik, entah itu para musisi,lirikus,pengamat musik, music director, penyiar dan masih banyak lagi.  Dan dari sekian banyak lagu yang pernah didengar pasti ada satu yang paling juara banget saking bermaknanya. Nah, Memoritmo ini adalah semacam buku yang merangkum itu semua. 

Ini buku.. bukan kaset jaman dulu 

Buku ini dibuka dengan tulisan Eross Chandra Sheila On 7  yang memilih lagu Across The Universe-nya The Beatles. Eross tidak saja membahas masalah lirik (secara doi kan lirikus handal juga yah..) namun juga masalah teknis pada efek vokal John Lennon dan intro gitar yang menurutnya sedikit ceroboh. Baginya lewat lagu ini dia merasakan relevansi pada kehidupannya. Untuk menetralisir segala macam mood yang berubah-ubah dia sering mendengarkan lagu ini dengan volume diatas wajar sembari mandi air hangat. Aiihh..mudah-mudahan setelah itu gak jadi masalah dengan tetangga ya,Ross.. 

Vabyo a.k.a Valiant Budi, si penulis yang sempat menulis lirik untuk lagu Sm*ash  ini memilih Sahabat Gelap dari band Kubik. Untuk yang belum tahu band Kubik, tenang.. ntar juga ada penjelasannya di buku ini. Berbeda dengan Eross yang menuliskan interpretasinya secara gamblang, Vabyo memilih untuk menuliskannya secara berbeda. Ala cerpen! Disisipi dengan penggalan lirik lagu Sahabat Gelap membuat saya seperti membaca diiringi soundtrack pendukung cerita. 

Masih ada 12 tulisan lainnya dengan cara penulisan yang berbeda-beda. Lagu-lagu pilihannya pun dari genre dan waktu yang berbeda pula. Namanya juga setiap orang seleranya beda-beda. Ada yang menganggap lagu  jaman perjuangan semacam Djuwita Malam itu yang paling asik, ada pula yang terinspirasi dari lagu India tahun 1992 seperti Yeh Jo Halka Saroor Hae. Tenang.. semuanya masih asik untuk dinikmati. Malah mungkin setelah membacanya jadi pengen mendengarkan lagu yang mereka dengar.Lumayan kan bisa nambah wawasan musik..  

Nah, sekarang pertanyaannya adalah.. Lagu apa yang paling bermakna dalam hidupmu? 

[BOOK] The Winter Traveler and the Other Stories

Apa yang terbersit dipikiranmu saat mendengar kata "Musim Dingin"? 

Bagi saya, musim dingin tentu saja identik dengan salju, dingin dan pemandangan putih menghampar di segala penjuru. Tentu saja sebagai orang yang tinggal di negara sub tropis seperti Indonesia, konsep salju dan musim dingin hanya bisa dinikmati lewat film,buku,komik atau bagi saya pribadi es dalam freezer ( Ha!). Untuk merasakan dingin dan penampakan aslinya, kita harus bepergian ke negara empat musim di belahan lain bumi ini. Rasa penasaran ini  juga yang membuat seorang Erza S.T memutuskan hanya bepergian di musim dingin apabila ada kesempatan berkunjung ke negara subtropis. Dan kisah-kisah perjalanannya ini terangkum dalam sebuah buku : The Winter Traveler and the Other Stories.

Beli bukunya gak pake es balok kok! 
Buku ini bercerita tentang perjalanan sang penulis menembus jantung Kota Vienna, lost in translation di Jenewa, menikmati fine dining di Oslo, sampai menikmati rasanya makan di salah satu puncak tertinggi di dunia. Tentu saja sebagai traveler writer yang baik, buku ini tidak menceritakan bagaimana sampai dari satu titik ke titik lain. Sisi lain dari hasil interaksi dengan masyarakat sekitar, hal-hal unik dan menarik yang ditemuinya selama perjalanan hingga tips yang penting untuk diketahui mengenai suatu tempat bisa di baca di buku ini.

Misalnya saking pengennya ngerasain pagi di musim dingin, sang penulis pernah bela-belain sarapan di teras kamarnya dengan pemandangan Grand Canal di Venesia. Tentu saja bagian Room Service hampir tak percaya begitu mendengar permintaan tersebut. Gilee aja, siapa yang berani-beraninya sarapan di teras walaupun itu sudah memasuki bulan Februari. Masih dingin cuy!! Berhubung sudah kadung pengen, misi tetap harus dilaksanakan. Makanan sudah tersaji. Tentu saja harus segera dinikmati sebelum menjadi dingin dan mengeras. Ternyata bukan hanya sang penulis saja yang ingin menikmati hidangan sarapan itu tapi juga segerombolan penganggu yang datang tak jemu-jemu. Ceritanya seru!

Adapula kisah naik kereta gratisan di Vienna. Karena ketidaktahuannya, loket penjualan tiket metro dikiranya mesin ATM. Dengan modal percaya diri dia berpikir loket tiketnya nanti akan ada setelah sampai di stasiun yang dituju. Sesampai disana dia tidak menemukan loket tiket yang dimaksud bahkan petugas untuk ditanyai. Sesampai di hotel,Erza pun baru tahu bahwa mesin serupa ATM itulah yang ternyata loket penjualan tiket metro. Beruntungnya dia tidak sampai tertangkap petugas yang biasanya memeriksa secara acak tiket penumpang. Pembaca pun beruntung karena paling tidak jadi tahu biar gak malu-maluin entar kalo ke Vienna ( Ceileehh.. Amien deehh amien!!)

Selain kisah kisah perjalanan di negara-negara bermusim dingin, di buku ini pun ada bonus kisah-kisah menarik di negara tropis seperti Indonesia,Malaysia,Singapore hingga ke Abu Dhabi,negara dengan hotel berbintang 7 yang berselaput emas dimana-mana. Whoaa.. Tapi jangan salah, walaupun emas dimana-mana, makanan berlimpah dan segala kemewahan tersedia, ada sesuatu yang harus dibayar mahal. Apakah itu? Simak cerita lengkapnya di buku ini : The Winter Traveler and the Other Stories. Bukunya gak tebal-tebal amat dan gak bakal kerasa bacanya karena gaya penulisannya yang khas. Seperti jurnal pribadi yang tak sulit dimengerti, banyak hal yang dapat dipetik dari kisah perjalanan di musim dingin ini. 

Selamat membaca!

XoXO

V


[NOVEL] Cheeky Romance

"Kau tahu tidak, kapan perempuan tahu kalau dirinya sedang jatuh cinta?"
 "Ya?"
 "Saat mereka mulai merajuk seperti anak kecil" 

Aha! 
Ini adalah penggalan percakapan antara Dokter So Yoon Pyo,si Dokter Nasional dan Yoo Chae, si Ibu Hamil Nasional dalam novel Cheeky Romance, sebuah novel romantic comedy terjemahan dari Korea. Novel ini berkisah tentang seorang dokter dan seorang reporter TV yang terlibat dalam suatu kejadian menghebohkan tak terduga  hingga akhirnya membuat mereka dinobatkan sebagai dokter nasional dan ibu hamil nasional. 

Jadi gini ceritanya..

Yoo Chae ini sebenarnya adalah seorang reporter sebuah TV yang kebetulan pernah mengantarkan seorang tetangga yang sedang hamil untuk pemeriksaan di rumah sakit tempat dokter So Yoon Pyo bekerja. Walaupun mereka bertemu tapi Yoo Chae sama sekali tidak mengingat keberadaan So Yoon Pyo di tempat itu. Yoon Pyo, si dokter kandungan pun hanya ingat tentang Yoo Chae sekilas. Hingga suatu hari mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di sebuah restaurant.

Yoo Chae yang waktu sedang bertugas meliput acara kuliner secara live dibuat malu oleh Yoon Pyo. Sebagai seorang reporter,dia harus mencicipi masakan-masakan yang menjadi andalan di restauran tersebut. Ternyata masakan-masakan itu adalah makanan pantangan untuk ibu hamil. Yoon Pyo dengan naluri dokter kandungannya yang tinggi dengan sigap mencegah Yoo Chae yang akan menyentuh gelas minumannya. Terang saja hal itu membuat suasana syuting menjadi kacau dan tidak terkendali. To make it even worse, di acara yang disiarkan langsung itu Yoon Pyo pun memarahi Yoo Chae sebagai wanita yang tidak bertanggung jawab pada kehamilannya. Yoo Chae yang merasa tidak hamil tentu saja protes sementara Yoo Pyo tetap keukeuh bahwa dia melihat sendiri Yoo Chae datang untuk memeriksa kandungan di rumah sakitnya. Heboh!

Sebenarnya ini bukanlah kejadian menghebohkan pertama yang terjadi pada Yoo Chae. Sebelumnya dia sempat membuat masalah dengan memposting hujatan pada mantannya yang selingkuh di kantor yang sama. Hal ini malah memperpanjang daftar artikel tentang Yoo Chae di berbagai media massa termasuk surat kabar.  Akibatnya tayangan tersebut dibatalkan, Yoo Chae pun diminta membuat surat pernyataan dan dipindahkan ke sub stasiun yang lebih kecil. Parah! 

Sementara itu banyak orang yang mengenali wajah dan memuji-muji Yoon Pyo. Mereka sepakat Yoon Pyo adalah dokter yang memperhatikan setiap pasiennya bahkan sampai ke hal-hal sepele. Meskipun semua dokter di bidang lain pun bersikap begitu, namun karena Yoon Pyo dokter kandungan jadi kesannya lebih dalam. Yoon Pyo akhirnya dijuluki Dokter Nasional oleh banyak orang. Tak cuma itu, pihak rumah sakit tempatnya bekerja pun semakin membanggakannya bahkan memberinya kesempatan sebagai pemeran utama sebuah project dokumenter kedokteran dari sebuah stasiun TV. Karena desakan kepala bagiannya akhirnya Yoon Pyo pun menerima tawaran tersebut. Tak disangka ternyata stasiun TV yang dimaksud adalah stasiun TV tempat Yoo Chae bekerja.

Ibu hamil nasional. Biar Kami yang menjaga anak itu. Seluruh Korea menjadi penjaga wanita itu. 

Yoo Chae yang terkena imbas interupsi Yoon Pyo di acara livenya terpaksa menjadi presenter di acara yang ratingnya lebih rendah. Entah bagaimana saat Yoo Chae sedang meliput sebuah event, sebuah insiden memalukan terjadi lagi. Artikel "Ibu Hamil Nasional Episode 2" dengan foto roknya yang terangkat pun beredar dimana-mana. Rasa malu dan marah tentunya tak tertahankan. Apalagi mengingat tugasnya di kantor kecil itu sebenarnya hanya membantu para staf,mengikuti para senior bahkan sampai melakukan pekerjaan fotokopi dan membuat minuman layaknya OB. Bagi Yoo Chae yang sudah membuat kesalahan, ia harus bekerja keras tanpa protes apapun. Hingga akhirnya seorang PD ( Producer) yang bekerja di kantor pusat menelponnya untuk meeting. Yoo Chae ditawari sebagai reporter dokumenter kedokteran. Unbelieveable! Tentu saja iYoo Chae menerimanya. Ini kesempatan untuk mengembalikan nama baiknya. Yang Yoo Chae belum tahu adalah, "Rumah sakitnya dimana ya?"

Kenapa kau menghindariku? Kau tidak lihat kalau aku ingin minta maaf padamu

Novel setebal 442 halaman ini mempunyai alur cerita yang naik turun penuh dinamika. Ini menjadi  daya tarik tersendiri hingga novel ini tuntas saya baca dalam 2 hari saja. Lucu,sedih,haru,amarah dan hal-hal romantis tercampur dengan ukuran yang pas. Semua karakter dalam novel ini pun  digambarkan sebagai karakter yang tidak sempurna. Yoon Pyo si dokter ganteng, anak direktur yayasan rumah sakit dan masih single dengan masa depan cemerlang ini ternyata juga keras kepala,tidak sabaran dan punya kisah kelam dalam kehidupannya. Sementara Yoo Chae yang sembrono,keras kepala dan sebenarnya tidak pintar-pintar banget sebagai reporter ( terbukti dalam satu pertanyaannya yang membuat Yoon Pyo terpaksa menghardiknya,"CARI DI GOOGLE!!") ternyata sangat bertanggung jawab pada keluarga dan pekerjaannya. 

Ada juga  karakter-karakter pendukung seperti  So Yeong unnie yang mendapat donor sperma dari salah satu dokter di rumah sakit itu, membuat Yoo Chae mulai bertanya-tanya siapakah gerangan si pendonor? Yoon Pyo kah? Lalu dr. Hye Ryeong mantan kekasih Yoon Pyo,si dokter cantik sempurna tapi ternyata bisa berhati dingin.  Ada pula dr. Dae Joon, rekan dokter Yoon Pyo yang anehnya suka dengan So Yeong  menambah gregetnya cerita . Akankah Yoo Chae dan Yoon Pyo bisa rukun damai tentram melaksanakan tugas mereka sebagai dokter dan reporter? Ahay... silahkan dibaca sendiri ya lanjutannya... 

Cheeky Romance adalah novel ketiga Kim Eun Jeong (yang sudah saya baca) setelah So I Married the Anti-Fan dan My Boyfriend's Wedding Dress. Jika butuh bacaan santai dan ringan dengan dialog yang kuat silahkan baca novel ini. Anda tidak perlu menjadi pencinta drama atau novel korea untuk membacanya. Tapi jika kemudian akhirnya anda jadi tertarik sih yah jangan salahkan saya... Hehehehe

Selamat membaca!

XoXo
Vie

[Review] Top 5 K-Drama 2012


What can I say, other than reading, watching is a hobby of mine. Besides movies, I also like to watch TV series. This year my tastes changed. If last year's TV series that I watch on TV is the western serials, this year as the KPop virus spread it turned into a kind of spectacle: K-Drama.

Actually this is not the first time i watch K-Drama. In the early emergence of K-Drama I was addicted to J-Dorama and Western serial that only a few K-Drama in that period that got my attention. The reason is K-Drama's episode was longer than J-Dorama (it 's up to 22 episodes). The Korean language also too lilting to my ears that i often overslept while watching. That's why it tooks some time to watch the full episode. But that was then and this is now. I'm collecting DVD, download it and even  watch it live via streaming. My DVD player even broken because i did watch K-Drama episode marathon in one day.


Ah ya! Anyway, this is my top 5 K-Drama of 2012 ..

1. Rooftop Prince (SBS)



I put it as my number one list because this is the drama which makes me watch it non-stop back to back without falling asleep. It's really funny,hilarious,romantic and touchy. The cast did great job, even the OST were all good. No wonder this drama and the cast got awarded many times. Love it!! 

2. Bogoshipda / I Miss You   (MBC)


The first love which seperated for 14 years filled with intrigue story. Seizure of property, kidnapping, love triangles to rape makes this drama even more complicated. The genre of the drama is melodrama but has suspense in it too. So in this drama we will see romantic and funny scenes in the search and maintaining of love and  murder scene to antagonists character assassination. The drama is still running although only for 5 episode remaining. Better prepared your heart and tissue for the ending because it might not be a happy ending fairy tale drama. 

3. My Husband Got A Family ( KBS )



At first i don't understand why this drama was played before 9 PM. Apparently because this is a family drama. My Husband Got A Family is about a woman who wants marry an orphan man to avoid trouble with mother in laws.To pursue her career she also avoid having baby. However her wish cant come true when her husband reunite with his family.So she has to deal with the in laws and to make it even worse she's pregnant. Funny,entertaining yet teach me marriage lesson about in-laws-thing. 

4. King 2 Hearts (MBC)


I'm not a fan from any of the casts but still i watch it until the end. An unique story, interesting plot and acting of Jo Jung Suk, who although not a main character but steal the show. Soundtrack was pretty good, too.  Missing You by SNSD Taeyon could be an option to singing in karaoke. 

5. Innocent Man (KBS)


A man is betrayed by the woman he loves.To get even he used another woman who loves him which is a step daughter of her ex. Sounds tipical,right? If it were not for Song Joong Ki i probably skip. But still this drama has a lot tricks to make the viewers stay to watch episode after episode. 

So, That's my list for Top 5 Drama of 2012. Hopefully next year will be more no cliche dramas are running with best casts. As per one of my 2013 resolutions: better be watching drama, rather than a life full of drama ..

Happy New Year Everyone!! 새해 복 많이 받으세요 !! 

Buku Favorit 2012


Tahun 2012 akan segera berakhir. Sudah setumpuk buku menemani saat bete di kantor, membunuh waktu ketika menunggu, pemancing rasa kantuk sampai menjadi teman dalam perjalanan. Dari sekian yang sudah saya baca, ada lima buku yang menjadi buku favorit versi saya yang saya urutkan berdasarkan jenisnya. Let's check it out!

1.  Selamanya Cinta ( Kireina Enno ) 

     Kategori : Novel Indonesia



Don't judge the book by its cover. Ini berlaku banget pada novel yang satu ini. Covernya sih biasa aja dibanding novel-novel bergenre yang sama, kisah di dalamnya juga sudah termasuk biasa di tuliskan. Tapi seorang penulis yang hebat adalah yang bisa menceritakan sesuatu yang mungkin sudah sering di bicarakan dengan cara yang berbeda. Nah, Kireina Enno ini salah satunya. Saya mengenal tulisan-tulisannya dari blog dan membuat saya tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli novel perdananya. Diantara seabrek novel ber-genre galau tak bertepi (sesuatu yang sebenarnya paling males saya baca), ini salah satu yang "bersinar". Mengingatkanmu pada cinta pertama, kisah kasih di sekolah dan cinta yang akan kembali ke tempat yang seharusnya.Worth to read.

2. So I'm Married The Anti-Fan ( Kim Eun Jeong) 

    Kategori : Novel Terjemahan



Benci dan Cinta itu beda tipis. Pernah dengar gak kalimat itu? Sering banget kejadian dimana Cinta bisa jadi benci begitupula sebaliknya. Novel ini berkisah tentang Lee Geun Yong,si reporter yang di pecat karena tidak sengaja muntah di atas sepatu seorang artis idola bernama Hu Joon. Sedikit terlunta-lunta jadi pengangguran membawanya secara tidak sengaja melihat sebuah adegan kekerasan yang dilakukan oleh Hu Joon di sebuah klub. Adegan yang dilihatnya itu membuatnya semakin membenci Hu Joon dan memicunya menjadi seorang anti-fan secara terang-terangan. Lee Geun Yong memposting hal tersebut di internet dan menuai protes dari fans berat Hu Joon. Hal ini membuat seorang produser televisi tertarik untuk membuat reality show dimana Geun Yong sebagai anti-fan  menjadi manager dari Hu Joon sang idola. 

Meski awalnya saya sempat mengunderestimate novel ini,ternyata di akhirnya saya merasa ini adalah Korea-Literature yang ceritanya paling menarik yang pernah saya baca. Terimakasih kepada sang penerjemah karena bisa membawa tulisan ini sebaik aslinya. Peringatan : Seperti nonton drama serial Korea, semakin lama di baca semakin susah melepaskan novel ini hingga selesai. Jadi..waspadalah.. waspadalah!! 

3. Menuju(h) - Aan SyafraniIru IrawanMahir Pradana ,Maradilla Syachridar SundeaTheoresia Rumthe,      Valiant Budi

     Kategori : Kumpulan Cerpen


Menuju(h) adalah kolaborasi tujuh penulis muda, berbagi cerita tentang hari-hari yang menyetia| Begitu kata taglinenya. Ini adalah semacam kumpulan cerita pendek berdasarkan hari-hari yang ada dalam seminggu. Ada Aan Syafriani yang slengean dan lucu tentang penghuni kost  di hari Senin, Theoresia Rumthe tentang pasien Alzhaimer dan hujan di hari Rabu, Vabyo yang "menghipnotis" di hari Kamis dan kisah kisah lain yang menarik di hari yang lain. Setiap penulis menuliskan satu kisah dari dua sisi yang berbeda, sehingga total ada 14 cerpen yang terangkum dalam Menuju(h) ini. Kisah yang lucu,romantis,tragis hingga psyco bisa di temukan disini. Satu kumpulan cerpen yang komplit peneman hari-hari walaupun ketika di baca gak perlu waktu hingga tujuh hari. Serius!

4. Kobuki Korea Buikin Keki - Soni MartiLova

    Kategori : Traveling 



Saya mengkategorikannya di bagian Traveling karena ketika membaca buku ini serasa kita pun traveling dari satu tempat ke tempat lain di negeri Korea Selatan. Sebenarnya ini adalah buku kisah hidup Soni MartiLova, mantan penyiar radio KBS Wi-horld Radio Siaran Berbahasa Indonesia selama menetap di negeri Hallyu Wave itu.  Banyak kisah sehari-hari sebagai orang Indonesia yang harus beradaptasi di negeri orang (yang tentunya bedaaaaaa banget dengan kebiasaan di Indonesia), kebiasan-kebiasan sehari-hari orang Korea dan tips penting jika berkunjung kesana terangkum disini. Ada juga kisah menarik seputar kegiatannya sebagai penyiar radio sampai ngejar-ngejar artis Korea. Selain itu juga bonus tempat-tempat menarik di Korea Selatan yang jarang di bahas oleh penulis lain. Minjem statementnya Uda Soni pas saya wawancara di Radio, dia bilang,"Kalau yang lain menulis tentang Korea belum tentu pernah kesana, nah saya nulis karena sudah pernah disana." Cieee.. tapi bener juga sih, ada yang bilang Seeing Is Believing. Kalau sudah ngeliat sendiri baru percaya. Tapi untuk case yang ini, baca dulu lah.. kalo gak percaya boleh komplen sama Uda Soni saja . Tenang, dia gak galak kok kek Ahjussi-Ahjussi. Malah asik banget kalo ditanya hal-hal seputar Korea. Berhubung dia masih sering banget bolak balik JKT-Seoul, saya malah sempat ngerepotin beli CD album ke 6 Super Junior hahaha. Gamsahamnida yaaa Udaaaa.. (gak mau panggil Oppa, dia kan orang Padang.. wweeekkkkk :p )  

5. Draft 1 : Taktik Menulis Fiksi Pertamamu ( Winna Effendi)

    Kategori : Panduan Menulis


Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kita sering dihadapkan pada satu bagian yang mau tidak mau harus dilakukan : MENGARANG. Masih ingat gak apa saja yang pernah kamu karang menjadi tulisan? Sebenarnya urusan tulis menulis sudah dipelajari sejak kita masih SD. Bahkan ada beberapa yang sudah iseng nulis diary sejak TK. Walaupun begitu tetap saja masih ada yang gak pede bisa menulis. Sekarang pertanyaannya : Menulis itu bakat atau bisa dipelajari? Menurut saya bisa jadi dua-duanya. You'll never know something till you try it, won't you? Makanya karena saya merasa tidak jago-jago banget menulis dan pengen banget menulis fiksi berskala novel saya membeli buku ini. Memang sih diawal-awal halaman mengingatkan saya pada apa yang sudah dipelajari dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Walaupun begitu buku setebal 345 halaman ini tetap sulit untuk dilewatkan bagi yang serius ingin menulis. Ada banyak  tips dan how-to menulis fiksi yang enak dibaca,self-editing hingga hal-hal penting yang harus diketahui jika sebuah karya di tolak atau dipublikasikan. Semua ditulis dengan gaya bahasa yang ringan tanpa meninggalkan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Diselipkan pula contoh-contoh fiksi pendukung dan quote-quote dari penulis ternama yang bisa memotivasi para penulis pemula. Banyak buku panduan menulis lainnya yang pernah saya lihat dan saya baca. Tapi bagi yang pengen tahu banyak tentang dunia menulis dengan cara yang santai, yang satu ini lebih menarik dan kena sasaran. It's fun to read it but it's more fun to writing  after reading it.

Nah, itu dia lima buku favorit saya dari lima kategori yang berbeda di tahun 2012. Semoga bisa jadi referensi  jika ternyata buku-buku yang diatas belum dibaca. Siapa tahu bisa jadi bahan bacaan di tahun 2013. After all, buku gak pernah basi kan... 

Nah, kalau kamu apa buku favoritmu di tahun 2012?  

(Pic:koleksi pribadi)

[I-Movie] Habibie & Ainun

Haven't i told you that i actually not Indonesian Movie big fans? Hanya ada beberapa film Indonesia yang saya bela-belain nonton di theather. Bukan karena sok-sokan atau gimana. Tapi film Indonesia yang kebanyakan beredar stereotype. Kalau gak horror yah film komedi yang asal aja. Toh,gak berapa lama dari penayangan di bioskop, sudah tayang aja dulu di tivi tivi swasta. 

Tentu saja selalu ada pengecualian untuk setiap hal. Salah satunya ini . Habibie & Ainun.  Jadi berangkatlah saya menonton Habibie & Ainun sambil berlari-lari. Kenapa? Karena terlambat! Hahahaha.. Walhasil, saya dan teman terlewat lima menit pertama.. Oh well *hapus keringat*

Jadi ceritanya,saya telat melihat adegan pertemuan mereka di sekolah. Saat Habibie remaja bertemu dengan Ainun remaja dengan awal perkenalan yang tidak menyenangkan. Saat dewasa, takdir mempertemukan mereka kembali. Ainun dewasa semakin cantik dan menarik. Banyak lelaki-lelaki yang tertarik padanya. Tak terkecuali Habibie. Diantara sederetan lelaki berpendidikan yang kaya, Habibie adalah satu-satunya yang paling sederhana. Disaat yang lain bertandang ke rumah Ainun dengan mobil keren dan sopir, Habibie dengan percaya diri menyambangi kediaman Ainun dengan becak. Walaupun begitu, tampaknya baik keluarga Ainun maupun Ainun sendiri lebih menyukai Habibie. Hingga akhirnya di kisahkan dalam film tersebut, Habibie meminang Ainun dan membawanya ke Jerman. 

Hidup di luar negeri tidaklah mudah. Apalagi bagi seorang Habibie yang baru saja merintis mimpinya. Naik turun kehidupan, panas terik hingga dinginnya salju menjadi tantangan bagi cinta mereka. Dari apartemen yang sempit, sepatu jebol karena berjalan kaki demi menghemat uang hingga Ainun terkena kanker ovarium, mereka lalui bersama. Ainun yang sering merasa kesepian pun hendak pulang ke Indonesia. Sayangnya pemerintah Indonesia belum siap menerima seorang Habibie yang bisa membuat pesawat. Bertahanlah mereka di Jerman sampai akhirnya duta besar Indonesia untuk Jerman di jaman pemerintahan Soeharto mengontak Habibie dan menawarkan untuk membangun industri pesawat terbang di Indonesia. 

Semakin tinggi pohon semakin kencang pula anginnya. Begitupun yang terjadi pada kehidupan Habibie dan Ainun. Menjadi seorang pejabat negara penuh dengan godaan uang dan wanita. Tak satupun yang mengelincirkan Habibie ke jalan yang salah. Hingga akhirnya Habibie menjadi Presiden RI dengan segala keruwetannya, Ainun tetap mensupport walaupun sebenarnya kanker makin menggerogoti tubuhnya. Saat Habibie lengser, giliran Habibie yang mensupport Ainun melewati hari-harinya melawan penyakit itu. Sungguh sangat romantis dan menguras emosi. Sayangnya saat adegan Habibie menunggu Ainun di operasi sebuah suara terdengar,"Ya!Halo!Iyah,mana nomer rekeningnya.Sini saya kirimi uang.Sudah lama saya dak kirim uang juga." Ternyata seorang penonton,ibu-ibu yang sedang menerima telpon dengan suara yang cetar membahana. Ahh.. satu theatre jadi pengen nyodorin nomer rekening juga.. Kirimin saya juga dong bu....

Anyway.... Habibie & Ainun adalah sebuah film adaptasi dari memoir yang berjudul sama. Ditulis oleh bapak Prof.Dr. Ing. BJ Habibie untuk mengenang almarhum istri tercinta Ibu Ainun diangkat ke layar lebar dengan sutradara Faozan Rizal. Awalnya buku ini semacam terapi bagi pak Habibie sepeninggalan ibu Ainun. Ternyata memoir ini terjual lebih dari 50ribu copies dan akhirnya menjadi semacam kisah percintaan romantis nasional hingga kemudian di filmkan. 

Aktor dan Aktris utamanya pun bukan sembarangan. Reza Rahardian berperan sebagai Habibie dewasa, mampu menghidupkan tokoh Habibie di layar lebar,lengkap dengan cara bicara dan gesturenya. Menurut Reza,dia merasa sangat terbantu dengan kehadiran Pak Habibie saat syuting sehingga dia bisa langsung mengadaptasikan gesture&pembawaannya ke layar lebar. Bunga Citra Lestari pun sukses keluar dari imej "sinetron" dan menghadirkan tokoh Ainun walaupun dengan imajinasinya sendiri. Menurut BCL,dia belum pernah bertemu dengan Almarhum,sehingga dia hanya bisa mengetahui kepribadian dan gesture Ibu Ainun melalui orang-orang terdekat beliau. Tapi itu sudah lumayan banget loh!

Lalu siapa juga Faozan Rizal,sang sutradara? Terus terang awalnya saya pikir film ini di sutradarai Hanung Bramatyo,secara di infotainment keknya yang lebih banyak ngasih komentar dia dan istrinya. Barulah di credit title saya mengetahui bahwa Hanung hanya menjadi "tim pendukung" aja bagi film ini. Walaupun begitu Hanung ikut menjadi cameo sebagai pengusaha yang berusaha menyuap Habibie. Seperti apakah aktingnya? Yah nonton dulu aja kali yaahh...

Bagi saya film ini menarik. Bukan hanya dari sisi drama percintaan antara Habibie dan Ainun. Melalui film ini juga kita bisa belajar sejarah Indonesia. Apalagi untuk yang gedenya pas jaman (katanya) reformasi ini. Biar tahu dikitlah kenapa Indonesia ini agak susah maju :D. Romantisme dan Jokes ala pak Habibie juga asik untuk disimak. Siapa yang tahu kalau Pak Habibie berjanji membuatkan pesawat untuk Ibu Ainun dan finally  di terbangkan sebagai hadiah ulang tahun beliau? Aduhh ini siapa yang bisa seperti ini.... *ngarep juga* 
Tapi tentu saja tak ada film yang sempurna. Ada beberapa yng bikin saya bertanya-tanya,misalnya:  kenapa TVRI tidak menjadi media partner. Saya yakin TVRI itu punya banyak dokumentasi era Soeharto. Ini kenapa malah RCTI? Lalu KENAPA ADA CHOCOLATOS DI ERA 80-90? Kenapa bukan Astor, Wafer Superman atau cokelat ayam? Oh yaa.. saya lupa.. itu sponsor yak? :p 


Ya sudahlah, gak masalah. Yang jelas, ini adalah salah satu film Indonesia yang layak tonton di akhir tahun ini. Semoga setelah menonton film ini jadi lebih cinta negeri Indonesia, lebih semangat meraih mimpi dan cinta sama pasangan masing-masing yah.. Selamat menonton! 



[REVIEW] 5 CM, The Movie


Musim liburan telah tiba.. Seperti biasa,itu berarti banyak film-film baru berkualitas yang beredar di cineplex. Salah satunya adalah film Indonesia berjudul 5 CM ( Baca : Lima Sentimeter). Film ini based on  sebuah novel best seller yang sudah melewati berpuluh kali cetak ulang berjudul sama, 5 Cm. karya Donny Dhirgantoro.  

Saya gak bakal berpanjang-panjang membahas kisah novel ini (baca aja reviewnya disini).  Jadi apakah film ini sebagus bukunya? Mmmh.. let me put it this way :

1. The Cast.
Begitu tahu Fedi Nuril main di film ini,saya langsung kepikiran: DIA HARUS JADI GENTA. BUKAN YANG LAIN!! (Eh lah kok jadi tagline tv berlangganan). Karakter Genta di novel itu pas banget dengan sosok Fedi. Surprisenya adalah begitu tahu Igor Saykoji lah yang akan berperan sebagai Ian. Diluar proporsi bodinya yang emang mendukung banget, gambaran saya Ian itu haruslah super lucu,norak dan "muka pengen" banget. Untungnya Igor bisa mengambarkannya sebaik yang dia bisa. Maklum aja sih, dia kan rapper.Lagian ini filmnya perdananya.Yang gak bisa saya maklumi adalah Raline Shah yang berperan sebagai Riani. Mungkin dia satu-satunya yang menurut saya gagal casting. Dari segi akting sepertinya dia gak bisa dapat feelnya jadi Riani. Ketawa dan nangis sama datarnya. Tapi berhubung doi pemenang kontes cantik-cantikan,keknya yang cowok-cowok bakal puas aja liat tampangnya. Gak kalah cakep dari  Pevita Pierce,yang awalnya sempat saya underestimate jadi Dinda. Pevita ini malah lebih berasa aktingnya menghidupkan Dinda di layar di bandingkan Raline sebagai Riani. Entahlah yah apa alasan kenapa Raline yang terpilih. Tapi memilih Herjunot Ali menjadi Zafran adalah pilihan yang tepat. Zafran yang romantis,puitis dan gokil abis ini tergambarkan dengan sempurna. Lalu bagaimana dengan Denny Sumargo yang berperan sebagai Arial? Ahai! Silahkan menilai sendiri..

2. The Story
Banyak novel yang diangkat ke layar lebar sering membuat pembacanya kecewa karena imajinasi setiap pembaca berbeda-beda.  Tidak bisa di salahkan juga,like and dislike termasuk juga selera setiap orang berbeda. Bagi yang sudah membaca novel ini sebelumnya,pasti tahu betapa banyaknya memorable dialog bahkan puisi  yang bikin terharu dan menyentuh banget.Sayangnya, begitu di jadikan naskah film, hal itu berubah menjadi hal yang bikin ngakak geli. Banyak hal-hal yang penting banget malah hilang hingga akhirnya film ini serasa kehilangan arah. Apa sih yang mau lebih di tonjolkan? Persahabatan ? Percintaan ? Atau nasionalisme nya? Kalau ketiga-tiganya, kok rasanya porsinya nanggung banget. Seperti berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya dengan terburu-buru. Memang sih,buku dan film adalah dua media yang berbeda. Rentang waktu dalam kisah dalam sebuah buku bisa sepanjang yang dinginkan penulis. Dia hanya "dibatasi" oleh halaman. Sementara film "dibatasi" oleh durasi. Semakin panjang durasinya,biaya produksinya bisa semakin mahal kan?Walaupun begitu, esensinya harus tetap sama. Sayangnya film ini lebih menitik beratkan ke masalah percintaan segi empat di bandingkan rasa nasionalisme dan kegigihan mereka untuk meraih cita-cita. Padahal seandainya skenarionya bisa lebih digarap,sisi-sisi itu bisa lebih membuat penonton pulang dengan kecintaan pada negara dan motivasi untuk meraih impian lebih besar lagi. 

3. The Scenes
Ada beberapa adegan di film ini yang menurut saya maksa banget. Misalnya adegan antara Zafran dan Dinda  di pintu kereta. Mungkin maunya sutradara ini bisa menjadi adegan percintaan yang romantis. Tapi kok saya malah kepikiran ini adalah adegan Jack and Rose di Titanic tapi di pindahin settingnya ke kereta api.Hal yang di paksakan juga adalah adegan pengibaran bendera di puncak Mahameru. Mengapa harus mereka yang memimpin upacara itu? Lengkap dengan akting lebay mereka masing-masing. Lalu kenapa pula harus serempak salaman? Kek yang punya hajatan di kelurahan aja. Tapi ada juga scene-scene yang lucu dan menggugah sampai bikin laper.Apalagi kalo adegan Ian makan Indomie..aah,ada yang jualan dalam bioskop gak ya?

4. The Cinematography
Saya bukan orang film walaupun sehari-hari bergelut dengan pertelevisian, tapi cinematography dalam perjalanan mereka ke puncak Semeru itu emang ajib banget. Didukung dengan pemandangan alam yang emang Subhanallah indah,membuat mata penonton disuguhkan tampilan yang keren. Kalau buat saya,coloringnya khas Rizal Mantovani banget. Jadi ingat video klip :D 

5. The Soundtrack
Gak nyangka dan Gak Salah! Nidji memang pilihan yang tepat. Sounds mereka yang energik ini menggambarkan semangat,persahabatan bahkan kerinduan dari kelima sahabat ini.I have no complain at all.Sayangnya scoring film ini sedikit banyak ngingetin saya dengan (lagi-lagi) Titanic dan The Lords Of The Ring.Kenapa juga ya gak diselipin musik gamelan sedikit biar lebih terasa Indonesianya..Tanya kenapa?

Anyway,banyak yang bilang rasa nasionalismenya semakin tebal setelah menonton film ini. Bagi saya pribadi, film ini memang tidak sedasyat efeknya seperti novelnya. But it's not bad after all.. Kalau tidak percaya,silahkan di tonton.. Yuk,mari!



I Miss You, K-Drama You Don't Want To Miss..


What's so special about Wednesday and Thursday? 


Oh.. they're just like any other day..until this K-Drama came in.. 



I Miss You,  K-Drama You Don't Want To Miss.. 


cr:iMBC
Broadcast Network: MBC
Broadcast Period: November 7 2012
Air Time: Wednesday & Thursday 21:55 KST
Director: Lee Jae Dong
Writer: Moon Hee Jung

보고싶다 (Bogoshipda) also known as I Miss You/MIssing You is the only K-Drama i watch live streaming on MBC even though i don't know every single words they said. I even join the forum groups at Soompi and follow the twitter @IMissYou_Drama for catching up with the updates. Blame it on Park Yoochun who  's play the role Han Jung Woo ( the main male character). Since Rooftop Prince i'm totally impressive by him and watch every single drama he played on. But that is just one reason why i hook with this drama.


cr:iMBC via @IMissYou_Drama

As usual, the K-Drama story is complicated. But this one is not only complicated but also tragic. It is about "first love" between Lee Soo Yeon ( played by Kim Soohyun & Yoon Eun Hye) and Han Jung Woo ( Played by Yeo Jin Goo & Park Yoochun). They first met on their 15. Lee Soo Yeon is an outsider in her school and neighborhood that no one want to be friends nor to look at her family.It's all because her dad being accused as a murder. Then one day, she met Han Jung Woo who bumped into her at the playground. The way he ask her name and how he talked to her has touched Lee Soo Yeon's heart. However when Jung Woo knows that Soo Yeon is a daughter of murder, he take some steps behind. He finally realized his own feeling to Soo Yeon when he saw how hard her life is. It was their first love for each other but had to separated because an accident behind the kidnapping. That accident is really torn Lee Soo Yeon apart, not only because it caused her damage but because she saw Han Jung Woo runaway right before her eyes. The person who reach for her hand to help is Kang Hyun Joon, someone who've been suffering by Han Jung Woo's dad. The trauma of that incident,hurt caused by her first love and the revenge of a son are things that brought them together. 


credit to imbc
Lee Soo Yeon changed her name to Zoe and become designer. Kang Hyun Joon become a charismatic cold hearted fund manager and change his name into Harry Borrison. Together they live and work in Paris. Meanwhile Han Jung Woo who's been looking for Lee Soo Yeon for 14 years has already become a homicide detective in Gangnam District. Fourteen years later, they finally meet again because of the murder of Harry's aunt. And that's the beginning of Love-triangle-hide-and-seek and suspense kind of thing :) 



Credit as tagged
For the soundtrack,since it's labeling as "melodramatic" the soundtrack are more into ballad.So far this drama has three songs for the soundtrack : Tears Are Falling by Wax, Just To Look At You by Jeong Dong Ha and Reminds Me of You by Star & Shorry J Feat Byul. There will be more to come.I hope Magic Castle will be one of the soundtrack,since that is Soo Yeon's favorite song. It would be nice if Park Yoochun sings it, though :) 

The drama has running for 10 episode now, but the conflicts are taut and the story moves along with nice pace. The casts are doing their very best, too. I love how the adolescent actors act for the rough scene, how they can really show the bitter,painful and traumatic they are. The adult actors are continue their acting very well too.Park Yoochun's puff up cheeks and running are similar like Yeo Jin Go did as Han Jung Woo's adolescent. How traumatic and sad Soo Yeon when she met the rapist is perfectly shown with Yoon Eun Hye's act. All the characters,even the side ones are layered with such depth that does not usually exist in any other K-Drama. This is not only make the viewers wondering,"Will they'll be back together?" but also a suspense K-Drama that will make the viewers to questioning,"What's next?" "Who is she,actually?" "Is he the murder?" and tears after tears.. Sad,tragic but romantic in the same time. I have to say this is the K-Drama that worthy to stalk week after week. i even fall for the yellow umbrella. LOL. Anyway, Enjoy!


[REVIEW] Breaking Dawn Part 2 - The End of Story,The Twisted Ending

Warning : This is might include 'Spoiler'


When i read the article about Taylor Lautner Says 'Breaking Dawn Part 2' will vave "Twist" Ending That's Different From The Book, i thought "Really?". Let's be honest, from the whole Twilight Saga series, Breaking Dawn is not one of my favorite. In the early chapters, is very interesting. But after passing through the mid-chapter storyline being dropped. Stephanie Meyer did try to raise the tension towards the end of the story with the Cullen clan battles the Volturi. Unfortunatey it did not describe as the readers want. Just a 5 minutes "battle" that may be more appropriately called "deliberation." So what to expect from the last sequel of  Twilight Saga's? A twist ending just like Jacob eerrr Taylor said?

So there i was, watching it on the first show, on the first day but thankfully not in front of the first line of the screen :). Not expect much other than, "Let's finish what has been done since the days of Twilight: Catherine Hardwicke up to Breaking Dawn: Bill Condon . 


The opening credits of 'The Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 2' alternate between red and white images; seeping blood, spreading ice crystals. Although it reminds me of the films of the ancient vampire who lives in Transvenia, it's perhap as a depiction of the transformation of Bella Swan from having blood now wants blood. The ice crystals illustrate
how cold the body of the vampires and the fight in Alice's prediction came as the snow thickened

Bella's first hunting Training

As the movie begins, on the first minutes, the viewers are all screaming of Edward Cullen who looks stunningly watching Bella who has changed into new born vampire. And before you know,less than 3 minutes the movie begins, they bumped into each other, kissing like never before. Bella who is adjusting to her new life, her new powers, and her new daughter Renesmee (Mackenzie Foy), who is half-vampire, half-human, all unsettlingly weird looking CGI. You better watch it yourself, so you know what i'm talking about.


If you read the novel Breaking Dawn before, you surely remember the conflict of the story. Irina, a vampire who was desperately in love with Edward thinks that Renesmee is "Immortal Child". She reported the matter to The Volturi who of course accepted the report as an excuse to punish the Cullen family. Alice who has the ability to see the future also get the vision of what will happen. While the life of the newlyweds' Edward-Bella in a state of delight, the news is certainly a cause an alarm not only for the family but also Jacob who was already imprinting Renesmee. According to the vision of Alice, the Volturi clan will come to attack them  as the snow thickened Carlisle hopes this issue can be solved with "vampire hearing". So they were scattered on a worldwide tour to round up allies that can help protect for Renesmee. There are Russian vampires, vampires Brazilian, British, Amazonian vampires.Each with their own laughably stereotypical accent. Carlisle and Esme even came to Egypt to meet Egyptian vampire while Adzan ( the calling for the mosleem to pray) is hearing. Whoaaa .. don't they burn into ash? Well, consider it as they're not even evil or something :D . Anyway, there's a scene where The Volturi come to a Japanese Vampire and i even wondered,"Why Japanese? Why not Korean?" and my friend said,"They're busy singing and dancing as Boyband and Girlband". Somehow at the final battle "The Volturi" really reminds me of one of K-pop boyband with their robe. Fortunately when they speak, the don't say " Uri Super Juni..oe or.. " Oops...

The Volturi
Frankly a lot of scenes are laughable.Director Bill Condon seems  get a hoot out of all the cold-blooded melodrama. So do some of the supporting actors, particularly Lee Pace as Garrett, a patriotic vampire who likes to boast that he took part in every American battle of the last 300 years, and Michael Sheen, who plays the sneering, cackling leader of the Volturi in high camp style. Their job is to lighten a story that turns deadly serious whenever Bella and Edward come onscreen. Also not to forget the always solid performance of Billy Burke as Bella’s dad. Billy has been consistently the best actor in the series and given any real true heart to the franchise. The Cullen family (especially Ashley Greene and Peter Facinelli) bring nice touches of true sentimentality and humor when needed and the Wolves look great. I love the scene when Bella found out for Jacob imprinting Renesmee for the first time. Unlike in the book, it seems more interesting. 


So what about the the final big battle that disappointing me when i read the novel? Well, i won't give you any spoilers… just know the battle is really top notch. No, It’s great. It really is. It’s exciting, it’s fast paced, it’s well shot, it’s VERY surprisingly violent and best of all it’s filled with HUGE surprises that had the audience at the premiere in a frenzy. It's unexpected ending. A sort of crazy surprise happening at the end of the movie that is not congruent with the book.

Somehow, even though the film is a bit slow to get moving, still has too many kisses and NC-17 Rating kind of scenes,Bill Condon closes it in a way that he really does twist a knife for anyone who may not want it to be over.The ending is epic that i even love the cast title at the last scene. "A Thousand Years" verse 2 by Christina Perry ft Steve Kazee as a backsound really help to build up the mood. It brings the memories back to the previous sequels.So touchy, so romantic and it's a really happy ending not only for Bella & Edward but also for the Twihard.

Even if you're not Twihard, this is a very happy ending for you,too. No more Edward Cullens who ruins your chance to looks handsome in the eyes of the girl you like. Hahaha.. Congratulation, It's over!Happy watching..

sort of crazy surprise happening at the end of the movie that is not congruent with the book. Bill [Condon] closes it in a way that he really does twist a knife for anyone who may not want it to be over.

Read More at: http://hollywoodlife.com/2012/11/04/breaking-dawn-part-2-ending-twist-revealed-kristen-stewart-interview/#utm_source=copypaste&utm_campaign=referral
sort of crazy surprise happening at the end of the movie that is not congruent with the book. Bill [Condon] closes it in a way that he really does twist a knife for anyone who may not want it to be over.

Read More at: http://hollywoodlife.com/2012/11/04/breaking-dawn-part-2-ending-twist-revealed-kristen-stewart-interview/#utm_source=copypaste&utm_campaign=referral
Ps; Even though i can see his wrinkle on the corner of his eyes, don't worry Edward Cullen is still handsome than ever. :) . You can also read the Review for Breaking Dawn Part 1 here

xoxo
V
sort of crazy surprise happening at the end of the movie that is not congruent with the book. Bill [Condon] closes it in a way that he really does twist a knife for anyone who may not want it to be over

Read More at: http://hollywoodlife.com/2012/11/04/breaking-dawn-part-2-ending-twist-revealed-kristen-stewart-interview/#utm_source=copypaste&utm_campaign=referral
sort of crazy surprise happening at the end of the movie that is not congruent with the book. Bill [Condon] closes it in a way that he really does twist a knife for anyone who may not want it to be over

Read More at: http://hollywoodlife.com/2012/11/04/breaking-dawn-part-2-ending-twist-revealed-kristen-stewart-interview/#utm_source=copypaste&utm_campaign=referral